You are on page 1of 4

ASUHAN KEPERAWATAN

IdentitasPasien Nama Usia No. RM JenisKelamin Diagnosa Medis Tanggal Pengkajian : Ny. N : 59 Th : 35.81.95 : Perempuan : Stroke Non Haemoragic : 8 Desember 2012

A. Pengkajian 1. Data Subjektif Klien mengatakan pusing,

2. Data Objektif TD 170/90 mmHg, nadi 88 x/menit, Rr : 20 x/menit, Suhu 36,8 oC, GCS 15, kesadaran CM, kekuatan otot , Perkusi kandung kemih: Dullnes,

distensi di area umbilical, urin output saat pengkajian 100 cc, terpasang kateter.

Fungsi saraf cranial NI N II : Pasien dapat membedakan bau. : Jarak pandang mata kanan dan kiri 6/6.

Nervus III, IV, VI : Pupil isokor dengan diameter + 3 mm, refleks terhadap cahaya (+/+). Klien dapat melihat kekanan dan kekiri tanpa menengok, klien dapat menggerakan matanya keatas, kebawah, kekanan dan kekiri. NV : Kemampuan mengunyah baik.

N VII : Pergerakkan bibir simetris. N VIII : Fungsi pendengaran klien baik ditandai dengan klien mampu berkomunikasi dengan perawat. N IX, N X : Fungsi menelan klien baik.

N XI : Bahu simetris. N XII : Pergerakkan lidah saat bicara baik, artikulasi suara agak kurang jelas.

GCS 15. Letakkan kepala dengan posisi agak ditinggikan dan dalam posisi anatomis (netral). kesadaran CM. Perubahan eliminasi urin pola gangguan dalam persarafan kandung kemih B. TD 170/90 mmHg. distensi di area umbilical. Rencana tindakan: a. Pantau tanda-tanda vital. Perubahan pola eliminasi urin berhubungan dengan gangguan dalam persarafan kandung kemih ditandai dengan Perkusi kandung kemih: Dullnes. GCS normal. 2. Nadi 80 x/menit. nadi 88 x/menit.Analisa Data No 1 Data Ds: Pasien mengatakan pusing Do: Pasien TD 170/90 mmHg. Kriteria hasil: Tidak ada keluhan pusing. d. TD menurun. Pantau status neurologist. Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan perfusi serebral optimal. nadi 88 Problem Perubahan Etiologi aliran perfusi Interupsi darah jaringan serebral x/menit. . kesadaran composmentis. urin output saat pengkajian 100 cc. c. terpasang kateter. Kaji keadaan umum pasien. Rencana Keperawatan 1. Perubahan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan interupsi aliran darah ditandai dengan pasien merasa pusing. C. terpasang kateter. 2 Ds:Do: Perkusi kandung kemih: Dullnes. b. distensi di area umbilical. GCS 15. kesadaran CM. Diagnosa Keperawatan 1. Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan interupsi aliran darah. urin output saat pengkajian 100 cc.

Kriteria hasil: Klien berkemih dengan jumlah cukup/ seimbang. . d. Perubahan pola eliminasi urin berhubungan dengan gangguan dalam persarafan kandung kemih. Lakukan kateterisasi pada pasien untuk menentukan urine residu. c. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat antihipertensi. Pertahankan kepatenan kateter dan jelaskan caranya pada keluarga. 2. keluhan tentang dorongan berkemih dan ketidak nyamanan. Berikan penjelasan tentang pentingnya bladder training dan latih klien untuk melakukannya. jumlah dan frekwensi urine.e. distensi suprapubis. b. Rencana tindakan: a. Kaji terhadap tanda dan gejala retensi urine. Tidak teraba distensi kandung kemih. Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan pola berkemih pasien kembali normal.

NEUROVASKULER ASUHAN KEPERAWATAN STROKE NON HAEMORARGIC DISUSUN OLEH: KELOMPOK 1 KAMARADIKA EKA CAHYANINGSIH FITRIA W NURMAYANTI YAYAH ABDUL RONI TETY KARTIWI NANA KUNARTI SRI MARDIANA PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA TAHUN 2012 .