You are on page 1of 16

Disain Sistem Pentanahan Grid-Rod Gardu Induk 150 kV Untuk Berbagai Kondisi Tanah di Lampung Henry B.H.

Sitorus, Herman Halomoan Sinaga, Hendrik A.N. Simanjuntak
Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Lampung Jl. S. Brojonegoro No.1 Bandar Lampung E-mail: hbh_sitorus@unila.ac.id Abstract The most problem in 150 kV high voltage substation that often occur is phase to ground fault which cause fault current flows to equipment and grounding system. This incident is dangerous for human and equipment on substation area, until required the good grounding system which safe for human and equipment. The main problem of the grounding system design how is to obtain good grounding system design. The good grounding system has the grounding resistance, the step voltage and touch voltage value which is comply with a request of IEEE/ANSI Std 801986 standard. This Research discusses computer edit design (CAD) which could used to obtain the grounding system design. CAD of grounding system design had make on visual basic program. This research classify the kind of soil in Lampung in to the three types; stoned soil, sandy soil and humus soil. The result shows grounding system design that comply with a request of IEEE/ANSI Std 80-198 6 standard for the three types of soil is rectangular shape. The design result for stoned soil is 324 grid; for sandy soil is 225 grid; for humus soil is 121 grid. Keywords: grounding system design, grounding resistance, step voltage and touch voltage

PENDAHULUAN
Sebuah Gardu Induk Tegangan Tinggi (GITT)150 kV harus memiliki sistem pentanahan yang handal yang memenuhi standard aman bagi manusia dan peralatan yang berada di area gardu induk. Sistem pentanahan yang digunakan harus benar-benar dapat mencegah bahaya ketika pada saat gangguan terjadi, di mana arus gangguan yang mengalir ke bagian peralatan dan ke piranti pentanahan dapat diketanahkan sehingga gradien tegangan disekitar area pentanahan menjadi merata sehingga tidak menimbulkan beda potensial antara titik-titik disekitar terjadinya gangguan. Sistem pentanahan peralatan gardu induk yang umum digunakan saat ini adalah sistem pentanahan Driven Rod, Counterpoise, menggunakan kisi (Grid) dan gabungan antara sistem pentanahan Grid dan Rod. Ketiga model sistem pentanahan ini sistem Grid-Rod paling sering digunakan untuk Gardu Induk Tegangan Tinggi 150 kV. Untuk pembangunan gardu induk yang baru dibutuhkan disain yang baru pula. Disain dilakukan dengan membuat kombinasi antara jumlah mesh dan rod-nya, kedalaman penanaman konduktor dengan mempertimbangkan nilai dari tahanan jenis tanah, pengaruh tahanan jenis tanah untuk beberapa jenis tanah yang berbeda dengan kedalaman yang sama serta dimensi area pentanahan yang akan digunakan sehingga menghasilkan nilai tahanan pentanahan (R), tegangan sentuh (Em) dan tegangan langkah (Es) yang lebih baik dan lebih aman. Pada makalah ini akan dilakukan perhitungan untuk mendapatkan suatu disain sistem grid-rod yang baik dan efektif serta aman dengan cara membuat suatu kombinasi antara jumlah mesh dan jumlah rod yang digunakan terhadap kedalaman penanaman konduktor serta terhadap nilai tahanan jenis tanah untuk beberapa jenis tanah yang berbeda dan juga pengaruh dari dimensi area pentanahan yang digunakan. Untuk melakukan semua perhitungan tersebut dengan cepat, maka dibangun sebuah program perhitungan melalui bantuan komputer yakni dengan menggunakan program MS Visual Basic.
Seminar Hasil Penelitian & Pengabdian kepada Masyarakat, Unila, 2008

103

................... 1952] : Rg = ρ π 4 A + ρ L ........................................................... Rg = tahanan pentanahan ( Ω ) ρ = tahanan jenis tanah ( Ω -m ) A = luas area pentanahan grid ( m2) Kemudian.................. jumlah konduktor grid dan konduktor batang rod yang ditanam pada kedalaman tertentu dikombinasikan dengan persamaan 2 sehingga diperoleh persamaan seperti dibawah ini [Laurent....G................(5) Perhitungan tahanan pentanahan untuk kedalaman tertentu yakni 0 < h < 2.(7) ⎜1 + Rg = ρ ⎢ + ⎟ ⎜ 20 A ⎝ 1 + h 20 / A ⎠⎦ ⎣L Dimana h = kedalaman penanaman konduktor (m).. Tahanan Pentanahan Pentanahan yang ideal harus memberikan nilai tahanan pentanahan mendekati nol atau ≤ 1 ohm untuk gardu induk bertegangan tinggi (ANSI/IEEE Std 80-1986)........................... Ilahi.... Sebagai perkiraan pertama.....(4) Dimana L = total dari panjang konduktor yang tertanam ( m ) Untuk perhitungan nilai tahanan dari pentanahan grid yang diformulasikan oleh Nieman. J.5h + r ⎠ Dari kedua persamaan 5 dan 6 diatas dikombinasikan oleh IEEE Std 80-1986 diperoleh persamaan untuk kedalam konduktor 0 m < h < 2..... J.. KAJIAN TEORI 1.. (A......... G...............(1951) diperoleh Rg = ρ x 1⎛ r ⎞ ⎜1 + ⎟ ........(3) dimana............ P..... pada lapisan kedua dengan adanya gabungan antara grid dan batang rod untuk tanah yang seragam.... 1951 dan Nieman..... (1952)........ sebuah nilai minimum dari tahanan pentanahan gardu induk pada tanah yang seragam (uniform) untuk lapisan pertama (permukaan tanah) saja dapat dihitung dengan persamaan : Rg = ρ π 4 A ...........................5 m : ⎡1 ⎞⎤ 1 ⎛ 1 ⎟⎥ ...(6) 8r ⎝ 2.......5 m berdasarkan Laurent.................... diperoleh sebagai berikut : Rg = ρ ⎜ ⎛ 1 1⎞ + ⎟ untuk h = 0................ P. 104 PROSIDING ........... 2005) sebagai data Input dan pembanding terhadap nilai yang ditetapkan oleh standard IEEE/ANSI Std 80-1986................... r = ⎝ 4r L ⎠ A / π ......Makalah ini menggunakan data sistem pentanahan salah satu gardu induk yang ada di Lampung yakni sistem pentanahan Grid Rod Gardu Induk Tegangan Tinggi (GITT) 150 kV Sutami Lampung dan data pengukuran tahanan jenis tanah di Lampung...

.................................. 2008 105 ................................ L1 L2 n m D1 D2 ⎞ ⎛ L2 ⎟ ⎜ D + 1⎟ + L 2 m ⎠ ⎝ 2 ......157 t .....(12) = panjang konduktor ( m ) = lebar konduktor ( m ) = jumlah konduktor parallel sisi panjang = jumlah konduktor parallel sisi lebar = jarak antar konduktor parallel sisi panjang = jarak antar konduktor parallel sisi lebar 2... Tegangan Sentuh Tegangan sentuh adalah tegangan yang terdapat diantara suatu obyek yang disentuh dan suatu titik berjarak 1 meter...........................................S........... D1 L1 1 2 D2 1 2 m n L2 Gambar 1................................. Et 70 = (1000 + 1.......... Unila........5 ρsCs ) 0.............................................................(10) m −1 L2 n −1 ........................(11) D2 = Lc = L 1 ⎜ dimana................(9) D1 = L1 .. T........................(13) Seminar Hasil Penelitian & Pengabdian kepada Masyarakat......Panjang total konduktor pentanahan L merupakan penjumlahan dari grid dan rod : L = Lc + Lr ............................ Tegangan Sentuh dan Tegangan Langkah a................................................ Sistem pentanahan grid panjang L1 dan L2 Lc = L1n + L2m .............. Untuk menentukan panjang konduktor pentanahan grid Lc dapat dirumuskan dengan mengacu pada gambar 4.......... 1991]........................ Lc = panjang konduktor pentanahan grid Lr = panjang konduktor pentanahan rod....................(8) dengan.... dengan asumsi bahwa objek yang disentuh dihubungkan dengan kisi-kisi pengetanahan yang berada di bawahnya [Hutauruk.........

4 0.. Ohm-m t = waktu gangguan tanah (waktu kejut)...2 0..... detik faktor reduksi dari nilai resistivitas permukaan tanah diformulasikan : ⎡ ⎢ ∞ 1 ⎢ 1 + 2∑ Cs = 0 . 106 PROSIDING ..... 2.....5 1 2 3 Tegangan Sentuh Yang Diizinkan (Volt) 1980 1400 1140 990 890 626 443 362 Untuk pentanahan grid dengan model bujur sangkar maupun empat persegi panjang (rectangular grid) menurut IEEE Std 80-1986 mempunyai batasan : 1.........5 dengan h adalah kedalaman penanaman konduktor (m)......3 0.... b....... d < 25 m................... Lama Gangguan (t) (detik) 0.. Cs = faktor reduksi nilai resistivitas permukaan tanah ρs = tahanan jenis permukaan material (lapisan batu koral)............Et 50 = (1000 + 1.......(14) t dimana.5 m.. 3.5 ρsCs ) 0.. D > 2... 96 ⎢ n =1 ⎢ ⎢ ⎣ ⎤ ⎥ ⎥ ⎥ ⎥ ⎥ ⎦ K n 2 ........ d adalah diameter penghantar (m)...... D adalah jarak antar konduktor parallel (m)....(15) ⎛ 2 nhs ⎞ 1+ ⎜ ⎟ ⎝ 0 ............... Et70 = tegangan sentuh untuk berat badan manusia 70 kg.. K = faktor refleksi Hs = ketebalan lapisan batu koral (m) ρ = tahanan jenis tanah (ohm-m) ρ s = tahanan jenis permukaan material lapisan batu koral (ohm-m) Tabel 1... Et50 = tegangan sentuh untuk berat badan manusia 50 kg........................ Tegangan langkah Tegangan langkah adalah tegangan yang timbul di antara dua kaki orang yang sedang berdiri di atas tanah yang sedang dialiri oleh arus kesalahan ke tanah............25 < h < 2....116 ......... Jumlah konduktor parallel dalam satu sisi kurang dari 25 (n<25)......... 0.... Tegangan sentuh yang diizinkan dan lama gangguan berdasarkan IEEE Std 80-1986..........(16) ρ + ρs dengan.... 4....1 0.. 08 ⎠ K= ρ − ρs .......

2008 107 ....15 Lr ............ Ki = faktor koreksi tegangan mesh untuk nilai pertambahan arus pada grid................15 Lr .................................(17) t ........ Seminar Hasil Penelitian & Pengabdian kepada Masyarakat..............................1 7000 0............. Tabel 2.........................(21) ln ⎜ + − ⎟+ ln⎜ Km = ⎜ ⎟⎥ 2π ⎢ ⎜ 16hd 8Dd 4d ⎟ ⎝ ⎠ 1 + h ⎝ π (2N − 1) ⎠⎥ ⎢ h0 ⎢ ⎥ ⎣ ⎦ Ks = N = 1⎡1 1 1 N −2 ⎤ ⎢ 2h + D + h + D 1 − 0.(18) dimana.................4 3500 0..5 ⎥ π⎣ ⎦ ( ) ................................. Unila............047 N .E s 50 = (1000 + 6 ρsCs ) E s 70 = (1000 + 6 ρsCs ) 0.........(23) Ki = 0............ Es70 = tegangan langkah untuk berat badan manusia 70 kg..............(19) ρI G KsKi Lc + 1...............................116 t 0...................... Lama Gangguan (t) Tegangan Langkah yang Diijinkan (detik) (Volt) 0..................94 + 0.......2 4950 0.............................................3 4040 0. Tegangan Langkah yang diijinkan dan lama gangguan berdasarkan IEEE Std 80-1986..............................................................................................157 .........................(20) ⎡ ⎤ ⎢ ⎥ 2 ⎛ ⎞⎥ 1 ⎢ ⎛ D2 (D + 2h) 1 8 h⎞ ⎟ .................m . Es50 = tegangan langkah untuk berat badan manusia 50 kg....................................................(22) n.....(24) D = A N ....5 3140 1 2216 2 1560 3 1280 Tegangan mesh/sentuh dan tegangan langkah sebenarnya (Em dan Es) yang diformulasikan oleh IEEE Std 80-1986 diperoleh sebagai berikut : Em = Es = ρI G KmKi Lc + 1....(25) dengan : h0 = kedalaman penanaman konduktor grid referensi = 1 (m).......................

......................................5 detik) Cp = faktor proyeksi korektif yang dihitung untuk kenaikan relatif arus gangguan selama keberlangsungan sistem.Km = faktor geometrik tegangan mesh............. C............ IG = arus grid maksimum (A) Df = decrement factor............ Arus Grid Maksimum Arus grid maksimum adalah arus terbesar yang mengalir pada rangkaian pentanahan grid saat terjadi gangguan fasa ke tanah......... 3....(26) ...........(28) dimana................. Untuk sistem dengan pertumbuhan nol Cp = 1 Ig = arus grid simetris (A) If = nilai rms dari arus gangguan tanah (A) Sf = faktor pembagi arus gangguan.......7 (untuk gardu induk yang berkawat tanah) I0 = arus gangguan urutan nol................................................ = 0.................(27) ............. nilainya ditentukan berdasar waktu gangguan = 1 (untuk waktu gangguan 0............. Ks = faktor grid tegangan langkah............. IG = Cp Df Ig Ig = S f If If = 3 I 0 ....................... DIAGRAM ALIR PROGRAM 108 PROSIDING ....

Unila.Gambar 2. 2008 109 . Flowchart aplikasi disain sistem grid rod Seminar Hasil Penelitian & Pengabdian kepada Masyarakat.

2005). tegangan langkah (Es) dan kriteria tegangan sentuh dan tegangan langkah yang diijinkan untuk sebuah gardu induk.5 detik = 3.0157 m Nilai dari tahanan jenis tanah yang digunakan diperoleh dari hasil pengukuran tahanan jenis tanah yang ada di Lampung untuk beberapa kondisi tanah yang berbeda yakni kondisi tanah bebatuan. 2005) Dengan dasar bahwa IEEE standard 80 merekomendasikan kedalaman penanaman 0. 0. tegangan mesh (Em). Adapun data acuan yang digunakan sebagai berikut : Tegangan sistem Tahanan jenis permukaan batu koral (Rho’s) Arus gangguan maksimum (If) Waktu gangguan (tf) Panjang grounding rod (S) Ketebalan lapisan koral (hs) Jenis Konduktor Diameter konduktor = 150 kV = 3000 Ohm-m = 31. tanah pertanian. A. dan Tanah Pasir Basah. Nilai tahanan jenis tanah ditentukan berdasarkan kedalaman penanaman konduktor yang ditetapkan yakni 0. Dengan menggunakan program untuk menentukan disain sistem pentanahan grid rod 150 kV maka diperoleh disain yang tepat untuk tiga jenis tanah yang berbeda yaitu : tanah bebatuan. Tanah Pertanian. Ilahi.D .8 m. tanah pasir basah..5 m (dapat dilihat pada lampiran yakni data nilai tahanan jenis tanah oleh Ilahi.1 m = Std Soft Cu Wire = 0. 1. LUARAN PROGRAM DAN PEMBAHASAN Program ini menggunakan data acuan yang digunakan sebagai input untuk program perhitungan nilai tahanan pentanahan (R). Hasil Disain Sistem Pentanahan Grid Rod 150 kV Untuk Tiga Jenis Tanah Yang Berbeda Yakni : Tanah Bebatuan. 110 PROSIDING . dan tanah pasir basah.5 m = 0.5 m.25 m sampai 2.3 m. dan 1.5 kA = 0. dan tanah pertanian (A. tanah pertanian dan pasir basah. Pada tabel 3 dapat dilihat disain sistem pentanahan grid rod untuk ketiga jenis tanah yaitu bebatuan.

527 Ohm-m N 21 M 21 D1 25 D2 20 Q 80 R (Ohm) 0. dan luas area.73 Ohm-m n 12 m 12 D1 10 D2 5 Q 44 R (Ohm) 0.63 Ohm-m N 14 M 14 D1 18 D2 9 Q 52 R (Ohm) 0. jumlah paralel sisi lebar. jarak antar konduktor sisi lebar. jarak antar konduktor sisi panjang.87 Ohmm n 18 m 18 D1 14 D2 7 Q 32 R (Ohm) 0.45 N M D1 D2 Q R (Ohm) Em (Volt) Es (Volt) h = 1.8 m Rho = 333.5 m Rho = 55. Disain sistem grid rod untuk jenis tanah bebatuan. tegangan mesh. jumlah batang rod.8 m Rho = 58.8 m Rho = 137. Perbandingan Hasil Program dengan Data Gardu Induk Tegangan Tinggi 150 kV Sutami Dengan menggunakan data acuan.5 m Rho = 392. Hasil disain yang dipilih adalah disain yang membutuhkan bahan konduktor yang paling sedikit dan luas area yang paling sempit tetapi nilai tahanan pentanahan.391 Em (Volt) 570 Es (Volt) 194 h = 1. dan tegangan langkah masih memenuhi standard IEEE Std 80-1986. program ini dikomparasi validitasnya dengan parameter pentanahan Gardu Induk Tegangan Tinggi 150 kV Sutami untuk memperoleh hasil perbandingan antara hasil perhitungan menggunakan program dengan data pengukuran yang ada di GITT 150 kV Sutami yang hasilnya ditunjukkan pada tabel 4. Unila.351 Em (Volt) 648 Es (Volt) 149 60 x 115 m2 h = 0.86 Ohmm n 16 m 16 D1 15 D2 8 Q 56 R (Ohm) 0. Seminar Hasil Penelitian & Pengabdian kepada Masyarakat.Tabel 3.5 m Rho = 133.3 m Rho = 59.3 m Rho = 158.3 m Rho = 302. 2008 111 .41 Em (Volt) 662 Es (Volt) 100 h = 1.334 Em (Volt) 498 Es (Volt) 206 120 x 230 m2 h = 0.317 568 134 Pada tabel 3 dapat dilihat hasil disain untuk ketiga jenis tanah di Lampung.47 Ohm-m n 12 m 12 D1 10 D2 5 Q 44 R (Ohm) 0.44 Ohmm n 19 m 19 D1 28 D2 22 Q 60 R (Ohm) 0.451 Em (Volt) 653 Es (Volt) 497 400 x 500 m2 h = 0.379 Em (Volt) 612 Es (Volt) 122 Ohm-m 10 10 13 7 36 0. Disain yang dihasilkan merupakan disain dengan memilih jumlah konduktor paralel sisi panjang.345 Em (Volt) 573 Es (Volt) 462 Tanah Pasir Basah Luas Area Pentanahan h = 0.319 Em (Volt) 644 Es (Volt) 336 Tanah Pertanian Luas Area Pentanahan h = 0. 2.. tanah pertanian dan jenis tanah pasir basah Tanah Bebatuan Luas Area Pentanahan h = 0.18 Ohmm n 19 m 19 D1 28 D2 22 Q 60 R (Ohm) 0.

c. Nilai tahanan pentanahan ≤ 1 Ohm. Perbandingan hasil program dengan data GITT 150 kV Sutami Parameter Pentanahan Tahanan Jenis Tanah (Ohm-m) Diameter Konduktor (m) Jumlah Grounding Rod Panjang Grounding Rod (m) Jumlah Konduktor Paralel Sisi Panjang Jumlah Konduktor Paralel sisi Lebar Jarak Antar Konduktor Paralel Sisi Panjang (m) Jarak Antar Konduktor Paralel Sisi Lebar (m) Panjang Total Konduktor (m) Resistansi (Ohm) Arus Grid Maksimum (A) Tegangan Mesh (Volt) Tegangan Langkah (Volt) Kriteria Tegangan Sentuh (Volt) Kriteria Tegangan Langkah (Volt) Hasil Simbol Program GI 150 kV Sutami 50 0.5 24 7 5 10 2336 0.2888 18900 470 454 504 682 1668 2257 Dari tabel 4 dapat dilihat bahwa terdapat selisih nilai antara tahanan pentanahan yang dihasilkan program dengan tahanan pentanahan yang diperoleh dari data GITT 150 kV Sutami. nilainya telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh IEEE/ANSI Std 80-1986 dimana nilai tegangan mesh lebih kecil dari kriteria tegangan sentuhnya sedangkan tegangan mesh pada GITT 150 kV dalam kondisi baik atau aman dan memenuhi kriteria yang ditetapkan begitu juga dengan tegangan langkah yang masih dalam kondisi baik dan aman bagi keselamatan manusia dan juga peralatan yang berada di daerah gardu induk. nilai tegangan langkah jauh lebih kecil dari kriteria tegangan langkah yang diijinkan. Es < Kriteria Es.1 23625 Kondisi (Ok) Em < Kriteria Et Kondisi (Ok) Es < Kriteria Es 626 2216 ρ d Q S m n D1 D2 L R IG Em Es Et50 Et70 Es50 Es70 50 0. hal ini disebabkan adanya perbedaaan panjang total konduktor yang dihasilkan program dengan panjang total konduktor yang digunakan untuk sistem pentanahan GITT 150 kV Sutami. Hasil Validasi ini telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Standard IEEE Std 80-1986 antara lain : a.0157 26 3. Berdasarkan hasil perhitungan program.Tabel 4.5 24 7 5 10 2525 0.0157 26 3. Em < Kriteria Et. 112 PROSIDING . Untuk tegangan mesh yang dihasilkan program. b.

T. IEEE Power Enginering Society. pp 368-402 (English Translation available in Appendix I. P. pp 333-337. Halvorson. pp1023-1030.0. Microsoft Visual Basic 6. Bandar Lampung. May 1952. IEEE. T. “Evaluasi Sistem Pentanahan Grid Rod Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi 500 kV”. Unila. “IEEE Guide For Safety In AC Substation Grounding”. “Transient Impedance of Grounding Rods”. J. Vol. Berdasarkan perbandingan hasil program dengan data salah satu gardu induk yang ada di Lampung yakni GITT 150 kV Sutami menunjukkan bahwa nilai dari tahanan pentanahan. F. Yogyakarta.. 1. No. Tugas Akhir. 10. dan tegangan mesh keduanya sesuai dengan standard IEEE/ANSI Std 80-1986 yang berarti aman untuk manusia dan peralatan yang berada pada area gardu induk pada keadaan normal maupun gangguan tanah.S.. DAFTAR PUSTAKA Gonnos... 1991. Bulletin de la Societe francaise des electriciens. dan Haryono. Untuk tanah bebatuan diperoleh jenis Grid R324 untuk kedalaman 0. “Pengetanahan Netral Sistem Tenaga dan Pengetanahan Peralatan”. Untuk tanah pertanian diperoleh jenis Grid R121 untuk kedalaman 0. A.. 2008 113 . dan tanah bebatuan dengan disain yang diperoleh untuk ketiga kondisi tanah tersebut adalah : a.. “Studi Sistem Pembumian Batang Tunggal Dengan Menganalisis Resistansi Jenis Tanah (Sistem Driven Rod)”. Program yang dihasilkan dapat mendisain sistem pentanahan grid rod yang baik dalam merancang suatu gardu induk tegangan tinggi 150 kV untuk berbagai jenis tanah di Lampung seperti tanah pertanian.F. Vol 73. Ilahi. tegangan langkah. Bandung. D. Proceedings SNWT V 2002/D-3..3. 2003. Penerbit Erlangga.KESIMPULAN 1. July 1951.. Unstellung von Hochstspannungs-Erdungsalagen Aufden Betrieb Mit Starr Geerdetem Sternpunkt. 2002.. Elex Media komputindo. PAS-100 No. c. 2. I. Untuk tanah pasir basah diperoleh jenis Grid R225 untuk kedalaman 0. IEEE Vol. “Fundamental Consideration and Impuls Impedance of Grounding Grid”.3 m dengan luas area penatanahan 400 x 500 m2. Hutahuruk. Tumiran. American National Standards Institute / IEEE Standards 80-1986. Step by Step.8 m dengan luas area pentanahan 60 x 115 m2. 1984. 2005. et al. Michael. ser 7. b. M. Electrotechnische Zeitschrift. R.8 m dengan luas area pentanahan 120 x 230 m2. 1984 dan Mukhedkar. Nieman. Les Bases Generales de la Technique des Mises a la Terre dans les installations Electriques. pasir basah. Seminar Hasil Penelitian & Pengabdian kepada Masyarakat. Verma. 1986. G. Haddin. ISH’99 Laurent.. 1999.

.

15 E = ρ I G KsKi Lc + 1 . 15 Lr Lr R g ⎡ 1 = ρ ⎢ ⎣ L + 1 20 A ⎛ ⎜ 1 + 1 + h ⎝ 1 20 / A ⎞ ⎤ ⎟ ⎥ ⎠ ⎦ E m = E s = ρ I G KsKi Lc + 1 . 15 Lr ρ I G KmKi Lc + 1 . 15 Lr R g ⎡ 1 = ρ ⎢ ⎣ L + 1 20 A ⎛ ⎜ 1 + 1 + h ⎝ 1 20 / A ⎞ ⎤ ⎟ ⎥ ⎠ ⎦ E m = E s = ρ I G KsKi Lc + 1 . 15 Lr R g ⎡ 1 = ρ ⎢ + ⎣ L 1 1 ⎞⎤ ⎛ ⎟⎥ ⎜1 + 20 A ⎝ 1 + h 20 / A ⎠ ⎦ E m = s ρ I G KmKi Lc + 1 . 15 Lr ρ I G KmKi Lc + 1 . 15 Lr ρ I G KmKi Lc + 1 . 15 Lr R g ⎡ 1 = ρ ⎢ + ⎣ L 1 1 ⎛ ⎞⎤ ⎜1 + ⎟⎥ 20 A ⎝ 1 + h 20 / A ⎠ ⎦ E m = s ρ I G KmKi Lc + 1 . 15 Lr Lr R g ⎡ 1 = ρ ⎢ + ⎣ L m 1 1 ⎞⎤ ⎛ ⎟⎥ ⎜1 + 20 A ⎝ 1 + h 20 / A ⎠ ⎦ E = E s = ρ I G KsKi Lc + 1 . 15 E = ρ I G KsKi Lc + 1 . 15 E = ρ I G KsKi Lc + 1 . 15 E s = Lc ρ I G KsKi + 1 . 15 Lr ρ I G KmKi Lc + 1 . 15 Lr Lr . 15 Lr R g ⎡ 1 = ρ ⎢ + ⎣ L 1 1 ⎛ ⎞⎤ ⎜1 + ⎟⎥ 20 A ⎝ 1 + h 20 / A ⎠ ⎦ E m = s ρ I G KmKi Lc + 1 .SOURCE CODE PROGRAM DALAM BENTUK FLOW CHART R g ⎡ 1 = ρ ⎢ ⎣ L + 1 20 A ⎛ ⎜ 1 + 1 + h ⎝ 1 20 / A ⎞ ⎤ ⎟ ⎥ ⎠ ⎦ E m = ρ I G KmKi Lc + 1 . 15 Lr Lr R g ⎡ 1 = ρ ⎢ ⎣ L + 1 20 A ⎛ ⎜ 1 + 1 + h ⎝ 1 20 / A ⎞ ⎤ ⎟ ⎥ ⎠ ⎦ E m = E s = ρ I G KsKi Lc + 1 .

15 Lr R g ⎡ 1 = ρ ⎢ + ⎣ L 1 1 ⎛ ⎞⎤ ⎜1 + ⎟⎥ 20 A ⎝ 1 + h 20 / A ⎠ ⎦ E m = s ρ I G KmKi Lc + 1 .R g ⎡ 1 = ρ ⎢ ⎣ L + 1 20 A ⎛ ⎜ 1 + 1 + h ⎝ 1 20 / A ⎞ ⎤ ⎟ ⎥ ⎠ ⎦ E m = E s = ρ I G KsKi Lc + 1 . 15 Lr ρ I G KmKi Lc + 1 . 15 Lr R g ⎡ 1 = ρ ⎢ + ⎣ L 1 1 ⎛ ⎞⎤ ⎜1 + ⎟⎥ 20 A ⎝ 1 + h 20 / A ⎠ ⎦ E m = s ρ I G KmKi Lc + 1 . 15 E = ρ I G KsKi Lc + 1 . 15 E = ρ I G KsKi Lc + 1 . 15 Lr Lr . 15 E = ρ I G KsKi Lc + 1 . 15 Lr Lr R g ⎡ 1 = ρ ⎢ ⎣ L + 1 20 A ⎛ ⎜ 1 + 1 + h ⎝ 1 20 / A ⎞ ⎤ ⎟ ⎥ ⎠ ⎦ E m = E s = ρ I G KsKi Lc + 1 . 15 Lr ρ I G KmKi Lc + 1 . 15 Lr ρ I G KmKi Lc + 1 . 15 Lr R g ⎡ 1 = ρ ⎢ + ⎣ L 1 1 ⎛ ⎞⎤ ⎜1 + ⎟⎥ 20 A ⎝ 1 + h 20 / A ⎠ ⎦ E m = s ρ I G KmKi Lc + 1 . 15 Lr R g ⎡ 1 = ρ ⎢ + ⎣ L 1 1 ⎛ ⎞⎤ ⎜1 + ⎟⎥ 20 A ⎝ 1 + h 20 / A ⎠ ⎦ E m = s ρ I G KmKi Lc + 1 . 15 E = ρ I G KsKi Lc + 1 . 15 Lr ρ I G KmKi Lc + 1 . 15 Lr Lr R g ⎡ 1 = ρ ⎢ ⎣ L + 1 20 A ⎛ ⎜ 1 + 1 + h ⎝ 1 20 / A ⎞ ⎤ ⎟ ⎥ ⎠ ⎦ E m = E s = ρ I G KsKi Lc + 1 . 15 Lr Lr R g ⎡ 1 = ρ ⎢ ⎣ L + 1 20 A ⎛ ⎜ 1 + 1 + h ⎝ 1 20 / A ⎞ ⎤ ⎟ ⎥ ⎠ ⎦ E m = E s = ρ I G KsKi Lc + 1 .

5 0.73 58.6 0.27 58.R g ⎡ 1 = ρ ⎢ ⎣ L + 1 20 A E m = E s ρ I G KsKi = Lc + 1 .5 57.3 1.4 1.9 1 1.4 0. A. .97 55.2 1.98 54.8 0.3 0.65 Hasil Pengukuran.42 55.33 59..2 0.5 2 2.7 0.47 57.45 57. 15 Lr Tabel 1. Tahanan Jenis Tanah (Ohm-m) 61. 15 Lr ρ I G KmKi Lc + 1 .93 59.99 59.5 Sumber : Ilahi.19 60.22 56.63 59.67 54.45 54. 15 ⎛ ⎜ 1 + 1 + h ⎝ 1 20 / A ⎞ ⎤ ⎟ ⎥ ⎠ ⎦ Lr R g ⎡ 1 = ρ ⎢ + ⎣ L 1 1 ⎛ ⎞⎤ ⎜1 + ⎟⎥ 20 A ⎝ 1 + h 20 / A ⎠ ⎦ E m = s E ρ I G KsKi = Lc + 1 . 15 Lr ρ I G KmKi Lc + 1 . Tahanan Jenis Tanah Untuk Tanah Pertanian Kedalaman (m) 0.1 1.1 0.

46 331.4 0.44 307.24 130.4 1.72 321.4 0. A.9 1 1. ..57 333.7 0.2 1.1 0.3 1.Tabel 2. Tahanan Jenis Tanah Untuk Tanah Bebatuan Kedalaman (m) 0.72 148.38 143.3 1.86 360.1 131.87 302.5 0.072 392.5 Sumber : Ilahi.86 135. Tahanan Jenis Tanah (Ohm-m) 296.43 131.1 1.8 0.965 375..6 0.3 0.45 131.2 0. Tahanan Jenis Tanah (Ohm-m) 156. A.99 140.5 0.78 301.9 1 1.2 0.48 157.75 341.87 152.09 350.01 Hasil Pengukuran. Tabel 3.4 1. Tahanan Jenis Tanah Untuk Tanah Pasir Basah Kedalaman (m) 0.6 0.1 1.3 0.87 133.1 0.25 137.5 2 2.18 338.527 511.2 1.5 2 2.5 Sumber : Ilahi.03 132.3 133.39 158.8 0.04 595.13 Hasil Pengukuran.7 0.485 317.63 132.367 386.