1 KOREKSI FISKAL POSITIF.

Koreksi fiskal positif terjadi jika ada penyesuaian pos-pos neraca/ rugi laba yang menyebabkan jumlah laba bersih sebelum pajak pada laporan keuangan fiskal menjadi lebih besar dibandingkan dengan laporan keuangan komersial. Saya ilustrasikan contoh sederhana sebagai berikut : POS Pendapatan HPP Laba Bruto Biaya-Biaya Laba Bersih Lap Keu Komersial Koreksi Fiskal 1.000.00.000 800.000.000 200.000.000 100.000.000 100.000.000 Lap Keu Fiskal 0 1.000.00.000 0 0 50.000.000 50.000.000 800.000.000 200.000.000 50.000.000 150.000.000

Penjelasan. Terjadi koreksi fiskal positif pada pos biaya yang disebabkan oleh biaya-biaya yang menurut laporan keuangan komersial boleh dibiayakan, tetapi menurut ketentuan undang-undang tidak boleh dibiayakan. Dalam contoh diatas biaya perusahaan sebesar Rp. 100.000.000,- ternyata sebesar Rp 50.000.000 nya tidak boleh sebagai pengurang biaya karena merupakan biaya sumbangan dan entertainment, sehingga menyebabkan laba bersih menurut pajak menjadi lebih besar. 2. KOREKSI FISKAL NEGATIF. Tentu saja koreksi fiskal negatif berkebalikan dengan koreksi fiskal positif. Koreksi fiskal negatif ini terjadi jika penyesuaian-penyesuaian tersebut menyebabkan laba menurut pajak kmenjadi lebih kecil apabila dibandingkan dengan laba menurut laporan komersial. Sebagai contoh adalah penyusutan pada tahun ke-3 atas aktiva kelompok I (masa manfaat 4 tahun menurut ketentuan pajak) yang menurut laporan keuangan komersial hanya mempunyai masa manfaat selama 2(dua) tahun, sehingga pada tahun ke-3 tidak ada biaya penyusutan, tetapi masih ada biaya penyusutan menurut pajak. Dengan demikian maka laba menurut pajak menjadi lebih kecil.

yaitu pajak dimanfaatkan sebagai instrument pengumpul dana guna membiayai pengeluaran – pengeluaran pemerintah. Menurut Undang – Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan No. yaitu pajak dimanfaatkan sebagai instrumen pengatur melalui . Sedangkan Menurut Prof. 2. 19 Februari 2010 Filed under: Ekonomi — gemilangtrimeidhasari @ 12:26 AM Berikut adalah Bab 2 Landasan Teori dari Penelitian Ilmiah saya di Universitas Gunadarma yang berjudul “KOREKSI FISKAL TERHADAP LAPORAN KEUANGAN KOMERSIAL DALAM PERHITUNGAN PPH BADAN TERHUTANG PADA PT SAMUDERA SHIPPING LINE. LTD”. Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang. Rochmat Soemitro. 2. 2) Fungsi Regulair (Mengatur) Pajak sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang sosial ekonomi.28/2007. Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tidak mendapat jasa timbal balik (kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum. Dr. 2.“KOREKSI FISKAL TERHADAP LAPORAN KEUANGAN KOMERSIAL DALAM PERHITUNGAN PPH BADAN TERHUTANG PADA PT SAMUDERA SHIPPING LINE.2 Fungsi Pajak Ada dua fungsi pajak.1 Pajak Pajak merupakan salah satu wujud kemandirian suatu bangsa atau negara dalam pembiayaan pembangunan yaitu menggali potensi dalam negeri dan alat bagi pemerintah dalam mencapai tujuan untuk mendapatkan penerimaan.H. (1990:5). S. guna membiayai pengeluaran rutin serta pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat. Ditujukkan dengan masuknya pajak ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pajak secara bebas dapat dikatakan sebagai suatu kewajiban warga negara berupa pengabdian serta peran aktif warga negara dan anggota masyarakat untuk membiayai berbagai keperluan negara berupa Pembangunan Nasional yang pelaksanaannya diatur dalam Undang-Undang dan Peraturan-Peraturan untuk tujuan kesejahteraan bangsa dan negara.1.1 Pengertian Pajak Pengertian pajak secara awam merupakan iuran dalam bentuk uang (bukan barang) yang dipungut oleh pemerintah (negara) dengan suatu peraturan tertentu (tarif tertentu) dan selanjutnya digunakan untuk pembiayaan kepentingan-kepentingan umum. dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. yaitu : 1) Fungsi Budgetair (Pendanaan) Pajak sebagai sumber dana bagi pemerintah untuk membiayai pengeluaran-pengeluarannya.1. baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung dari masyarakat. LTD”.

dan stabilisasi ekonomi. 100. terdiri dari: Koreksi (+) Rp XXX Koreksi (-) (Rp XXX) Penghasilan Kena Pajak Rp XXX Atau Pajak Penghasilan (PPh) Terhutang dihitung dengan rumus sebagai berikut : 2.1 Pengertian Pajak Penghasilan (PPh) Pajak Penghasilan (PPh) adalah pajak yang dikenakan terhadap subjek pajak (orang pribadi.1 Tarif PPh Wajib Pajak Badan Dalam Negeri dan Bentuk Usaha Tetap Lapisan Penghasilan Kena Pajak Tarif Pajak Berjumlah sampai Rp.kebijakan – kebijakan yang dapat mempengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.2. redistribusi pendapatan. Bentuk Usaha Tetap (BUT)) atas penghasilan yang diterima atau yang diperolehnya dalam tahun pajak. 50.000. besarnya Penghasilan Kena Pajak dan PPh Badan Terutang dapat digambarkan sebagai berikut: Laba komersial Rp XXX Koreksi Fiskal.000 s.3 Penghasilan dan Biaya Menurut SAK 2.2. 2. Penghasilan kena pajak juga bisa dihitung dari laba secara komersial dikurangi dengan koreksi fiskal.2.000.2 Pajak Penghasilan (PPh) 2. badan.d Rp.1 Penghasilan Menurut SAK Penghasilan adalah tambahan kemampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidup ekonomisnya dalam suatu periode tertentu.000.3 Tarif PPh Badan Berdasarkan Undang-Undang Pajak Penghasilan Pasal 17 Tahun 2000 Tabel 2.000 10% Berjumlah Rp. . Secara umum.3. maka dapat langsung dihitung PPh Badan Terutang pada akhir tahun pajak dengan menerapkan tarif dalam Pasal 17 UU PPh Tahun 2000 yang dilakukan secara progresif tax. Jika Penghasilan Kena Pajak sudah diketahui. 100.000. 2.2 Penghasilan Kena Pajak Penghasilan Kena Pajak adalah selisih yang didapat dari penghasilan yang merupakan objek pajak penghasilan dikurangi dengan biaya yang diperkenankan sebagai pengurang penghasilan kena pajak dan ditambah dengan penghasilan lainnya yang merupakan objek pajak. 50.000 30% 2. sepanjang tambahan kemampuan ini berupa uang atau dapat dinilai dengan uang. misalnya untuk mempercepat laju perumbuhan ekonomi.000 15% Berjumlah Diatas Rp.

2 Biaya Menurut SAK Dalam arti luas biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu.1 Penghasilan Menurut UU Perpajakan Menurut Judisseno (2001: 52) ―Jumlah uang yang diterima atas usaha yang dilakukan orang perorangan. menang undian dan lain-lain. dan penghargaan laba usaha c. Bunga termasuk premium. 2. Keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta d. 2. Pendapatan ialah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama satu periode bila arus masuk itu mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal.Menurut PSAK No. Penerimaan kembali pembyaran pajak yang telah dibebankan sebagai biaya e. pekerjaan.4. Deviden dengan nama dalam bentuk apapun g. diskonto. termasuk hadiah. dengan nama dan dalam bentuk apapun. Penggantian atau imbalan berkenaaan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh b. baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia. Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta h. artinya dari apa atau dari mana saja sumber tambahan kemampuan untuk menguasai barang dan jasa dapat dipakai memenuhi kebutuhan.4 Penghasilan dan Biaya Menurut UU Perpajakan 2. Menurut Zaki Baridwan dalam buku ―Intermediete Accounting‖. halal atau haram. Penerimaan atau perolehan pembayaran berkala i. 17 Tahun 2000 pasal 4 ayat (1) yang menjadi objek pajak adalah peghasilan yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh wajib pajak.1. Hadiah dari undian.3. 7 Tahun 1983 yang diubah dengan UU PPh No. legal atau illegal. pembebasan hutang. Dalam UU PPh No. badan dan bentuk usaha lainnya yang dapat digunakan untuk aktivitas ekonomi seperti mengkomsumsikan dan atau menimbun serta menambah kekayaan‖ Para ahli menyarankan agar definisi penghasilan yang terpakai hendaknya komprehensif tidak memandang sumbernya. yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan. Keuntungan karena pembebasan hutang j. kegiatan. Keuntungan karena selisih kurs mata uang asing . biaya adalah aliran keluar atau pemakaian lain aktiva atau timbulnya hutang (atau kombinasi keduanya) selama satu periode yang berasal dari penyerahan atau pembuatan barang. penyerahan jasa.1 Penghasilan yang Termasuk Objek Pajak a. Menurut SAK dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. imbalan karena jaminan pengembalian hutang f.4. 2. 23. Royalty. pegertian beban adalah penurunan manfaat ekonomis selama satu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam modal. atau dari pelaksanaan kegiatan lain yang merupakan kegiatan utama badan usaha.

Dividen berasal dari cadangan laba yang ditahan. dan transaksi penjualan saham atau pengalihan penyertaan modal pada perusahaan pasangannya yang diterima oleh perusahaan modal ventura. KUK (Kredit Usaha Kecil) 5. jiwa. c. firma.4. Iuran yang diterima atau diperoleh perkumpulan dari anggotanya terdiri dari Wajib Pajak yang menjalankan usahanya atau pekerjaan n. Penghasilan yang sudah dikenakan PPh final. h. g. Selisih lebih karena penilaian kembali aktiva m. 2. termasuk: 1.2 Penghasilan yang Bukan Objek Pajak a. dwiguna. KUT (Kredit Usaha Tani) 3. persekutuan. Harta hibahan yang diterima oleh keluarga sedarah dan oleh badan atau pengusaha kecil termasuk koperasi yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. c. f. Penghasilan berupa hadiah undian. dan beasiswa. Pemilikan saham paling rendah 25% dari jumlah modal disetor dari Perusahaan yang memberi Dividen. Penghasilan dari transaksi saham dan sekuritas lainnya.1. d. Pembayaran dari perusahaan asuransi kepada orang pribadi sehubungan dengan asuransi kecelakaan. PPh bersifat final artinya PPh yang dipotong atau dibayar sendiri dari suatu penghasilan tertentu pada saat terjadinya dan tidak lagi diperhitungkan dalam SPT TAHUNAN BADAN walaupun tetap dilaporkan dalam SPT. Keuntungan karena pembebasan utang. a. Bantuan. kecuali jumlahnya tidak lebih dari 350 juta rupiah yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. bunga obligasi dan surat utang Negara. j. Harta termasuk setoran tunai yang diterima Badan sebagai pengganti saham atau penyertaan modal. Kredit lainnya dalam rangka kebijakan perkreditan BI dalam rangka mengembangkan usaha kecil dan koperasi (yang merupakan jumlah kumulatif dari satu atau beberapa bank kreditur) 2. dan bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggota koperasi orang pribadi. KUKESRA (Kredit Usaha Keluarga Prasejahtera) 2. Bunga obligasi yang diterima perusahaan reksadana selama 5 tahun pertama sejak pendirian perusahaan atau pemberian ijin usaha k.1. Penghasilan berupa bunga deposito dan tabungan lainnya. . Tambahan kegiatan netto yang berasal dari penghasilan yang belum dikenakan pajak 2. sumbangan. Dividen atau bagian laba yang diterima akibat penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan dan bertempat kedudukan di Indonesia dengan syarat: 1. Iuran yang diterima dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan Menteri Keuangan.k. Premi asuransi l. b. Bagian laba yang diterima anggota perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham-saham. dan kongsi.4. i. kesehatan. KPRSS (Kredit Pemilikan Rumah Sangat Sederhana) 4. b.3 Penghasilan yang Dikenakan Pajak PPh Final Berdasarkan UU PPh Pasal 4 ayat (2) terdapat beberapa jenis penghasilan yang pengenaan pajaknya bersifat final. perkumpulan. termasuk zakat yang diterima oleh badan atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah. Warisan e. transaksi derivative yang diperdagangkan di bursa.

Hal ini disebabkan karena meurut ketentuan pajak. yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah. 2.d. Pemupukan dana cadangan 10. 8. Pajak Penghasilan 7. Kerugian karena penjualan/pengalihan harta. Biaya penelitian dan pengembangan perusahaan yang dilakukan di Indonesia. dan pelatihan. e. Iuran kepada dana pensiun yang pendiriannya disahkan Menteri Keuangan. Piutang tak tertagih 9. dan asuransi beasiswa 4. biaya yang berkenaan dengan pekerjaan/jasa termasuk upah. dan lain-lain atau biaya-biaya yang lazimnya disebut dengan biaya sehari-hari yang dibebankan pada tahun pengeluaran yang diperlukan.4.4. 6. Biaya untuk mendapatkan. Penghasilan dari transaksi pengalihan harta berupa tanah dan/atau bangunan.2 Biaya Menurut UU Perpajakan Menurut pajak.4. Kerugian karena selisih kurs mata uang asing.5 Koreksi Fiskal Untuk keperluan perpajakan wajib pajak tidak perlu membuat pembukuan ganda. 4. menagih. Jumlah yang melebihi kewajaran yang dibayarkan kepada pihakpihak tertentu 8. pembagian laba atau pembagian sisa hasil usaha (koperasi) 2. usaha jasa kontruksi. dan memelihara penghasilan termasuk biaya pembelian bahan. meskipun biaya tersebut berkaitan dengan kegiatan usaha. 2. melainkan cukup membuat satu pembukuan berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK). dan persewaan tanah dan/atau bangunan. tidak semua biaya yang dikeluarkan perusahaan dapat diakui sebagai pengurang. Penyusutan atas pengeluaran untuk memperoleh harta berwujud dan amortisasi atas pengeluaran untuk memperoleh hak atas biaya lain yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun. Premi asuransi jiwa. asuransi dwiguna.2. Penghasilan tertentu lainnya. yakni biaya-biaya yang boleh dikurangkan dari penghasilan bruto dan biaya-biaya yang tidak boleh dikurangkan dari penghasilan bruto. Hibah.1 Biaya yang Dapat Dikurangkan 1. dan pada . Sanksi Pajak 2. Sumbangan yang dapat dibiayakan 2. biaya fiskal digolongkan menjadi 2 (dua) macam. asuransi kesehatan. magang. Pembayaran dividen. Biaya atau pengeluaran untuk kepentingan pribadi 9. 2.2. bantuan dan sumbangan 6. 7. Pemberian kenikmatan 5.2 Biaya yang Tidak Dapat Dikurangkan 1. Pembentukan atau pemupukan dana cadangan 3. Gaji yang dibayarkan kepada anggota persekutuan yang modalnya tidak terbagi atas saham 10. usaha real estate. Biaya beasiswa. 5. 3.

Koreksi fiskal meliputi pengakuan pendapatan dan biaya yang dapat berupa koreksi positif dan koreksi negatif. Koreksi fiskal positif diantaranya: a. dan pengaruh perbedaan tersebut terhadap laporan keuangan yaitu pada besarnya jumlah pajak terutang dan jumlah laba usaha. dan memelihara pendapatan b. dan semua pengeluaran adalah beban yang akan mengurangi laba kena pajak. Penghasilan yang didapat dari penghasilan yang sudah dikenakan PPh Final 2.1 Koreksi Fiskal Positif Koreksi Fiskal Positif adalah koreksi/penyesuaian yang akan mengakibatkan meningkatnya laba kena pajak yang pada akhirnya akan membuat PPh Badan Terhutangnya juga akan meningkat. Biaya yang diakui lebih kecil. menagih. Biaya yang didapat dari penghasilan yang sudah dikenakan PPh Final 2. dan tidak semua pengeluaran adalah faktor pengurang laba kena pajak karena ada beberapa jenis pengeluaran yang sesungguhnya bukan merupakan bagian dari kegiatan perusahaan (sumbangan. Penghasilan yang didapat dari penghasilan yang bukan merupakan objek pajak c.2 Koreksi Fiskal Negatif adalah koreksi/penyesuaian yang akan mengakibatkan menurunnya laba kena pajak yang membuat PPh badan terhutangnya juga akan menurrun.2 Perincian Beda Tetap Menurut SAK dan Menurut Fiskal No Jenis Perbedaan Menurut SAK Menurut Fiskal 1 Penghasilan Bunga Bank Penghasilan di luar usaha Sudah dipotong PPh yang bersifat final 2 Penghasilan Deviden Penghasilan di luar usaha Masuk dalam pengecualian objek pajak . seperti penyusutan menurut WP lebih rendah.5. seperti penyusutan. Biaya yang tidak berkaitan langsung dengan kegiatan usaha perusahaan untuk mendapatkan. perlakuan akuntansi terhadap perbedaan tersebut perlu dilakukan rekonsiliasi antara laporan keuangan komersil dengan laporan keuangan fiskal. 2. ada beberapa jenis pendapatan yang bukan merupakan faktor penambah laba kena pajak karena pendapatan tersebut sudah dikenakan pajak bersifat final. Koreksi fiskal negatif diantaranya : a. dan biaya yang ditangguhkan pengakuannya b. entertain tanpa daftar normatif).6 Perbedaan Koreksi Fiskal Terdapat perbedaan dalam perlakuan penetapan pendapatan dan biaya menurut UndangUndang Perpajakan Nomor 17 Tahun 2000 dengan Standar Akuntansi Keuangan sebagai akibat dari adanya beda tetap dan beda sementara. amortisasi.5.6. Biaya yang diakui lebih besar. Tabel 2. Biaya yang tidak diperkenankan sebagai pengurang PKP c. Bagi Ditjend Pajak: tidak semua pemasukan adalah faktor penambah laba kena pajak. Biaya yang didapat dari penghasilan yang bukan merupakan objek pajak e. 2. dan biaya yang ditangguhkan menurut WP lebih tinggi d.waktu mengisi SPT Tahunan PPh terlebih dahulu harus dilakukan koreksi-koreksi fiskal. selisih amortisasi. Di dalam Akuntansi Perpajakan perbedaan ini disebut dengan BEDA TETAP (Permanent Difference).1 Beda Tetap (Permanent Difference) Bagi perusahaan: semua pemasukan adalah pendapatan yang akan menambah laba kena pajak .

6. kriteria yang lainnya Metode yang diakui metode langsung (yang diakui sebagai biaya hanya yang benar-benar tidak tertagih) a. Depresiasi dihitung dengan mempertimbangkan nilai residu b. yang oleh karenanya mengakibatkan adanya perbedaan alokasi beban penyusutan. Umur ditentukan berdasarkan kelompok aktiva c. Tetap d. Tabel 2. Tidak memperhitungkan nilai residu b. Metode depresiasi yang digunakan ada dua : garis lurus dan saldo menurun 2. Dengan kata lain perbedaan metode yang digunakan antara akuntansi komersial dengan ketentuan fiskal.3 Perincian Beda Waktu Menurut SAK dan Menurut Fiskal No Jenis Perbedaan Menurut SAK Menurut Fiskal 1. Prakiraan Umur ekonomis atas aktiva tetap juga turut memberi kontribusi atas perbedaan tersebut. penggunaan. penulis mengambil kajian dari Jurnal. 8 Biaya denda dan bunga pajak Pengurang penghasilan Non deductible expense 9 Hibah/Warisan Dapat diperhitungkan sebagai biaya/penghasilan luar biasa Non deductible expense 2.3 Biaya Sumbangan/Hadiah Biaya (tercantum dalam laba/rugi) Tidak mengurangi penghasilan 4 Keuntungan dari penyertaan saham di BEI Penghasilan di luar usaha Tidak menambah penghasilan 5 Penghasilan dari sumbangan/hibah Penghasilan luar biasa Tidak menambah penghasilan 6 Tunjangan pegawai dalam bentuk natura Penghasilan (bagi pegawai) dan biaya (bagi pemberi kerja) Tidak mengurangi penghasilan 7 Biaya Entertainment Dapat dimasukkan sebagai biaya Sebagai deductible expense jika ada daftar nominatifnya. Penulisan Ilmiah dan Skripsi terdahulu yang memiliki kesamaan topik/variabel yaitu : . dan sebaliknya. Dalam Akuntansi Perpajakan ini disebut dengan BEDA WAKTU (Time Difference).7 Kajian Penelitian Sejenis Dalam penulisan ilmiah ini. Kerugian Piutang Depresiasi dan Amortisasi Ada dua metode pengakuan : metode cadangan dan langsung a. Metode depresiasi dikelompokkan ke dalam tiga kriteria : berdasarkan waktu. 2. Umur ekonomis tergantung dari masing-masing aktiva tetap c. juga akibat perbedaan beban penyusutan dimana pihak Ditjend Pajak menggunakan metode penyusutan Garis Lurus (Straight Line Method) sementara perusahaan mungkin menggunakan metode penyusutan yang lain.2 Beda Waktu (Time Difference) Perbedaan lainnya adalah perbedaan yang diakibatkan karena bedanya saat pengakuan (waktu pengakuan) baik itu terhadap pendapatan maupun beban (pendapatan/beban tangguhan).

sebab koreksi fiskal oleh beda waktu dan beda tetap. (2008). Laksamana. (2002). (2009). 3. (2005). Putra. Kesimpulan dalam penulisan ini adalah sebab terjadinya perbedaan pembukuan berdasarkan akuntansi komersial dengan perpajakan. Kesimpulan dalam penulisan ini adalah tentang sebab terjadinya koreksi fiskal. (2006). Jaka. Kesimpulan dalam penulisan ini adalah tentang konsep perbedaan perlakuan penetapan pendapatan dan biaya menurut SAK dan menurut UU Perpajakan serta rekonsiliasi antara laporan keuangan komersil dengan laporan keuangan fiskal. Mintaharjo. Kesimpulannya adalah tentang perbedaan pengakuan antara komersial dan fiskal beserta contoh format rekonsiliasi fiskal.1. 5. Analisis Koreksi Fiskal Terhadap Laporan Keuangan Komersial pada PT Agrabudi Karyamarga Tahun Pajak 2005. Rudi. 4. Rekonsiliasi Fiskal. Hari. Koreksi Fiskal Pada PT Usaha Bakti. 2. Kesimpulannya adalah tentang mengapa ada laporan laba rugi komersial dan fiskal beserta perbedaannya dan cara membuat laporan laba rugi fiskal. Analisis Perbedaan Konsep Biaya dan Penghasilan Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Dengan Undang-Undang Pajak Penghasilan (Studi Kasus Pada Perusahaan Plastik PT TEPIN Malang). Laba Rugi Komersial dan Fiskal. . Kiki Rosa. cara perhitungan PPh terhutang dan rekonsiliasi pada laporan laba/rugi. Indriyani. dan perhitungan PPh terhutang.

Laporan keuangan yang disusun perusahaan biasanya harus disesuaikan dengan peraturan fiskal ketika laporan keuangan tersebut sebagai dasar pada SPT PPh yang disampaikan ke kantor pajak. contohnya : sumbangan. perusahaan menetapkan masa manfaat aktiva 10 tahun. Beda Tetap 2. Untuk memenuhi kebutuhan pelaporan pajak maka perusahaan melakukan penyesuaian fiskal (koreksi fiskal). Misal : Biaya penyusutan. yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan yang tidak boleh dikurangkan pada penghasilan kena pajak. Beda Waktu. entertain (tanpa daftar nominatif). Beda Tetap. tapi berdasarkan fiskal Cuma 4 tahun. Untuk lebih mendalami koreksi fiskal kita dapat juga membaca laporan audit akuntan publik atas laporan keuangan suatu perusahaan. Beda waktu. Hal ini disebabkan laporan keuangan perusahaan mengacu pada standar akuntansi komersial. maka akan terjadi pembebanan yang berbeda. yaitu: 1. Laporan audit pada perusahaan go public di perpustakaan BEJ dapat kita pinjam dan baca untuk menambah wawasan tentang koreksi fiskal. yaitu perbedaan pembebanan suatu biaya dimana jangka waktu pembebananya berbeda. Setiap perusahaan akan mempunyai pos yang berbeda atas koreksi fiskal nya. Koreksi fiskal dapat juga dijelaskan sebagai berikut : Koreksi fiskal positif diantaranya: • Biaya yg dikeluarkan untuk kepentingan pemegang saham • Pembentukan atau pemupukan dana cadangan • Pengeluaran dalam bentuk natura • Jumlah yang melebihi kewajaran yang dibayarkan kpd pemegang saham • Sumbangan atau bantuan • Pajak Penghasilan • Sanksi administrasi (Pajak) • Penyusutan/amortisasi • Dll Koreksi fiskal negatif diantaranya: • Penyusutan/amortisasi • Penghasilan yang ditangguhkan pengakuannya • Dll Penyustan bisa menimbulkan koreksi negatif atau positif tergantung hasil perhitungan apa lebih besar atau malah lebih kecil. pengeluaran yang tidak ada kaitannya dengan kegiatan perusahaan dan lain2. Perbedaan laporan keuangan komersial dengan laporan keuangan fiskal berdasarkan pembebanannya dapat dibedakan dua macam. .

kira pos2 mana saja yang perlu mendapat perhatian dalam membuat koreksi fiskal (Asumsinya semua beban dikeluarkan sepenuhnya untuk keperluan kantor) : Beban Gaji Beban Sewa Kantor Beban Transportasi Beban Peralatan Kantor Beban Perlengkapan Kantor Utilitas & Internet Alat Tulis Kantor Beban Instalasi Food & Beverage/Pantry Partisi Gedung Biaya Notaris Biaya Lain-lain Penyusutan (Umur ekonomis 4 tahun) Pendapatan Bunga Biaya Bank Pajak atas Pendapatan Bunga .Untuk pos-pos dibawah ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful