Agama Hindu

PENERAPAN KONSEP TRI HITA KARANA

TUGAS PENDIDIKAN AGAMA HINDU & ETIKA

Oleh : Gede Arya Wibawa Bagus Putu Yudha Maha P I Putu Surim Artawimbawa I Made Wira Parthawijaya I Putu Suparditha I Wayan Suarjana Edi Putra (0904105008) (0904105028) (0904105040) (0904105057) (0904105059) (0904105090)

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA 2013

Ketiga hubungan itu meliputi hubungan dengan sesama manusia. bilamana keharmonisan tersebut di rusak oleh tangan-tangan jahil. (Tri = tiga. Konferensi tersebut diadakan berlandaskan kesadaran umat Hindu akan dharmanya untuk berperan serta dalam pembangunan bangsa menuju masyarakat sejahtera. Secara leksikal Tri Hita Karana berarti tiga penyebab kesejahteraan. Pada hakikatnya Tri Hita Karana . Apabila keseimbangan tercapai. Kemudian istilah Tri Hita Karana ini berkembang. adil dan makmur berdasarkan Pancasila. pada waktu diselenggarakan Konferensi Daerah l Badan Perjuangan Umat Hindu Bali bertempat di Perguruan Dwijendra Denpasar. Prinsip pelaksanaannya harus seimbang. dan damai. hubungan dengan alam sekeliling. dan memasyarakat. Konsep kosmologi TRI HITA KARANA merupakan falsafah hidup tangguh. bukan mustahil alam akan murka dan memusuhinya. Setiap hubungan memiliki pedoman hidup menghargai sesama aspek sekelilingnya. 1.TRI HITA KARANA DALAM AGAMA HINDU Latar belakang historis. Istilah Tri Hita Karana pertama kali muncul pada tanggal 11 Nopember 1966. Falsafah tersebut memiliki konsep yang dapat melestarikan keaneka ragaman budaya dan lingkungan di tengah hantaman globalisasi dan homogenisasi. Pengertian. manusia akan hidup dengan mengekang dari pada segala tindakan berekses buruk. Pada dasarnya hakikat ajaran tri hita karana menekankan tiga hubungan manusia dalam kehidupan di dunia ini. Hubungan antara manusia dengan alam lingkungan perlu terjalin secara harmonis. Karana = penyebab). meluas. Hidupnya akan seimbang. Hita = sejahtera. selaras antara satu dan lainnya. dan hubungan dengan ke Tuhanan yang saling terkait satu sama lain. tenteram.

3. 3. Unsur. dan manusia dengan . 2.10) Sahayajnah prajah sristwa pura waca prajapatih anena prasawisya dhiwan esa wo'stiwistah kamadhuk Artinya : Pada jaman dahulu Prajapati menciptakan manusia dengan yadnya dan bersabda: dengan ini engkau akan berkembang dan akan menjadi kamadhuk dari keinginanmu. Manusia dengan alam lingkungannya. 2. 1.unsur Tri Hita Karana ini meliputi: Sanghyang Jagatkarana. Dalam sloka Bhagavad-Gita tersebut ada nampak tiga unsur yang saling beryadnya untuk mendapatkan yaitu terdiri dari: Prajapati = Tuhan Yang Maha Esa Praja = Manusia 3. manusia dengan alam lingkungannya. berbunyi sebagai berikut : Bagawad Gita (III. Manusia dengan sesamanya.10). Unsur. Manusia dengan Tuhannya.unsur Tri Hita Karana.mengandung pengertian tiga penyebab kesejahteraan itu bersumber pada keharmonisan hubungan antara: 1. Manusia Unsur.unsur Tri Hita Karana itu terdapat dalam kitab suci Bagawad Gita (III. Hakikat mendasar Tri Hita Karana mengandung pengertian tiga penyebab kesejahteraan itu bersumber pada keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan nya. 3. Bhuana. 1. 2. Penerapan Tri Hita Karana. 2.

. Membudayakan Tri Hita Karana akan dapat memupus pandangan yang mendorong konsumerisme. Dengan menerapkan falsafah tersebut diharapkan dapat menggantikan pandangan hidup modern yang lebih mengedepankan individualisme dan materialisme. Resi. Penerapan Tri Hita Karana dalam kehidupan umat Hindu di Bali dapat dijumpai dalam perwujudan: Parahyangan untuk di tingkat daerah berupa Kahyangan Jagat 1 Parhyangan Di tingkat desa adat berupa Kahyangan desa atau Kahyangan Tiga Di tingkat keluarga berupa pemerajan atau sanggah Pelemahan di tingkat daerah meliputi wilayah Propinsi Bali 2 Pelemahan Di tingkat desa adat meliputi "asengken" bale agung Di tingkat keluarga meliputi pekarangan perumahan Pawongan untuk di tingkat daerah meliputi umat Hindu di Bali 3 Pawongan Untuk di desa adat meliputi krama desa adat Tingkat keluarga meliputi seluruh anggota keluarga 4. Nilai Budaya. 3. Hubungan antara manusia dengan sesamanya diwujudkan dengan Pitra. pertikaian dan gejolak Penerapan Tri Hita Karana dalam kehidupan umat Hindu sebagai berikut : 1. Hubungan antara manusia dengan Tuhannya yang diwujudkan dengan Dewa yadnya. Manusia Yadnya. 4. Hubungan manusia dengan alam lingkungannya yang diwujudkan dengan Bhuta yadnya. 2.sesamanya.

dll. Berbagai organisasi tingkat regional. Tentu saja tidak menggunakan istilah bakunya: Trihitakarana.Dengan menerapkan Tri Hita Karana secara mantap. kelompok. Pasukan perdamaian PBB. apakah kegiatannya itu didasari oleh . Misalnya kelompok pencinta penyu. nasional. yaitu Trimurti. cinta kepada kelestarian lingkungan serta rukun dan damai dengan sesamanya 5. goyah. misalnya manusia tak akan hidup tentram bila keyakinan akan adanya kemahakuasaan Tuhan. Ini disebabkan karena setiap unsur Trihitakarana ciptaan Mpu Kuturan terjalin dan terkait satu dengan lain. negara bahkan oleh Perserikatan Bangsa – Bangsa. berdiri sendirisendiri. dan internasional telah dibentuk untuk mewujudkan Trihitakarana baik secara keseluruhan maupun sektoral. Demikianlah berbagai contoh dapat dikemukakan. dalam berbagai bentuk aktivitas baik oleh perorangan. Dewan Keamanan PBB. Tetapi yang penting bahwa manusia sedunia telah menyadari bahwa kebenaran konsep itu telah terbukti. Green Peace. dan Trikayaparisudha. TRIHITAKARANA DALAM PERKEMBANGAN PERADABAN MANUSIA Trihitakarana telah diaplikasikan di seluruh dunia. Tri Kahyangan. Banyak pertanyaan yang bisa timbul karena ketidakterkaitan itu. melindungi populasi penyu agar tidak punah. Red Cross. kreatif dan dinamis akan terwujudlah kehidupan harmonis yang meliputi pembangunan manusia seutuhnya yang astiti bakti terhadap Sanghyang Widhi Wasa/ Tuhan Yang Maha Esa. Trihitakarana dalam aplikasinya oleh penduduk non Hindu-Bali. Misalnya kiprah manusia untuk menjaga kelestarian alam haruslah didasarkan pada rasa bhakti kepada Ida Sanghyang Widhi. belum tentu unsur-unsurnya berkaitan erat seperti itu. manusia juga tidak akan merasa tenteram – damai bila terjadi konflik antar umat manusia baik dalam bentuk peperangan maupun aksi-aksi teror. dalam artian tidak berkaitan dengan konsep-konsep lainnya seperti yang disebutkan di atas. Dalam aplikasi Trihitakarana secara global. dengan tujuan pencapaian kesejahteraan bagi sesama krama Desa Pakraman. tetapi perlu ditanyakan. manusia juga menyadari bahwa apabila ia merusak alam maka ia akan menjadi korban bencana alam. Kita mengenal adanya WHO.

TRIHITAKARANA. adalah salah satu pelaksanaan Trihitakarana. dan panca mahabhuta yang berbentuk alam semesta disebut buana agung. yaitu: pertiwi. aplikasi Trihitakarana dalam perayaan Nyepi terlihat dengan jelas. KAITANNYA DENGAN PANCA MAHABHUTA Dalam Lontar “Buana Kosa” disebutkan bahwa tubuh manusia diciptakan oleh Yang Maha Esa dari unsur-unsur alam semesta yang disebut panca mahabhuta. maupun palemahan: 1. Bhuta Yadnya dalam kaitan ini berarti “korban yang diadakan untuk memohon keseimbangan dan keharmonisan alam”. umat Hindu-Bali melakukan samadi. 3. dan bersembahyang memuja kebesaran Ida Sanghyang Widhi. karena tubuh manusia (buana alit) adalah juga alam semesta (buana agung). Sehari sebelum Nyepi dilaksanakan upacara tawur kasanga (bhuta yadnya pada akhir bulan ke-9). yakni panca mahabhuta yang berbentuk tubuh manusia disebut buana alit. TRIHITAKARANA. Analogi pemikiran Mpu Kuturan adalah: tubuh manusia sebagai stana sanghyang atma (Brahman) adalah sakral dan wajib dijaga dan dipelihara dengan sebaikbaiknya. serta untuk mewujudkan kesejahteraan umat manusia ? 6. umat Hindu-Bali melaksanakan catur berata (empat pantangan). baik dari aspek parhyangan. teja. KAITANNYA DENGAN “NYEPI” Nyepi yang dilaksanakan oleh pemeluk Hindu-Bali setiap penanggal ping pisan sasih kadasa (tanggal satu bulan ke-10 menurut kalender Saka-Bali) dalam rangka merayakan tahun baru Saka. pawongan. 2. Amati karya (tidak bekerja) Amati gni (tidak menyalakan api atau membakar sesuatu) Amati lelungaan (tidak bepergian) Amati lelanguan (tidak menghibur diri atau bersenang-senang) Dengan demikian. 2. 4. dan akasa. Aspek pawongan terlihat adanya kegiatan dharma santih. Pada saat Nyepi. Dengan demikian maka alam semesta juga wajib dijaga dan dipelihara. Aspek parhyangan terlihat di saat Nyepi. yakni saling berkunjung dan bermaaf-maafan. 7. Oleh karena itu pengertian panca mahabhuta ada dua. bayu.rasa bhakti kepada Tuhan YME. yaitu: 1. . apah.

dan dengan adanya catur berata. Perusakan daratan terjadi karena pertambahan penduduk dunia yang mengakibatkan berkurangnya daerah hijauan hutan dan tanaman. 8. Pencemaran laut dan sumber air lainnya karena pencemaran limbah industri atau hunian. Alam yang dimaksud. atau mungkin lebih tegas lagi bahwa: Bila manusia merusak alam atau lingkungan. SOLUSI World Climate Change sebagai dampak dari global warming dapat diatasi bila: . Pencemaran atmosfir karena penggunaan atmosfir sebagai daerah tak bertuan. RELEVANSINYA PADA ANTISIPASI WORLD CLIMATE CHANGE Dengan dasar uraian di atas maka aplikasi Trihitakarana yang bertitik sentral pada manusia patutlah dilaksanakan secara serentak mencakup ketiga unsur yang tak terpisahkan. Pencemaran angkasa karena polusi udara sebagai dampak kemajuan teknologi. Pawongan. angkasa. manusia tidak mengotori udara dengan gasgas buangan hasil pembakaran atau dikenal dengan istilah emisi gas rumah kaca. lautan. adalah alam semesta meliputi daratan. Aspek palemahan terlihat dari tujuan tawur kesanga seperti yang diuraikan di atas. 9. dengan kelestarian alam di pihak lain. Oleh karena umat manusia sedunia heterogen dalam artian memeluk berbagai agama dan kepercayaan. dengan mencari berbagai contoh bencana-bencana alam yang disebabkan karena ulah manusia. maka alam-pun akan menghancurkan manusia. Kitab suci dari berbagai agama mungkin saja telah menyebutkan hal itu. Ini adalah hubungan sebab – akibat yang sangat logis. yaitu tuntutan kemajuan teknologi di satu pihak.3. dan tidak menebarkan cinta kasih kepada sesama umat manusia (pawongan). Upaya manusia untuk menjaga kelestarian alam (palemahan) tidak mungkin dapat terwujud dengan baik bila ia melupakan bhakti kepada Tuhan (parhyangan). Perubahan iklim dunia (World climate change) bersumber pada perusakan alam oleh teknologi modern manusia. yaitu: Parhyangan. TRIHITAKARANA. dan Palemahan. dan atmosfir. maka konsep Trihitakarana dapat saja disesuaikan dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. untuk berbagai keperluan komunikasi atau proyek-proyek luar angkasa. Nampaknya terjadi dua hal pokok yang kontroversial.

atau di Bali dikenal dengan istilah daksinayana. dan upaya lainnya yang disebut sebagai “Emission trading” 5. . melainkan harus secara bersama-sama dengan dasar keyakinan pokok pada kepercayaan pada Tuhan YME. unsur-unsurnya tidak dapat dijalankan secara terpisah. UNFCCC (United Nations Framework Convention on Climate Change) yakni sebuah badan khusus PBB yang menangani masalah perubahan iklim agar menyusun rumusan yang jelas dan aplicable tentang upaya-upaya yang wajib dilakukan oleh setiap negara di dunia dalam melindungi kelestarian alamnya masing-masing. bila demikian mungkin UNFCCC/ PBB bisa mencanangkan satu hari dalam setahun. 2. industrialisasi. di mana semua penduduk dunia serentak melakukan “A silent day”. Ada persepsi yang sama dari negara-negara sedunia. bahwa Trihitakarana. UNFCCC mengenakan sangsi yang tegas kepada negara yang melanggar konvensi perlindungan kelestarian alam seperti yang sudah disepakati pada butir 4 di atas. Kami mengusulkan tanggal itu: 23 September.1. Sangat ideal bila bangsa-bangsa di dunia dapat menerima Nyepi sebagai salah satu upaya melestarikan alam semesta. karena pada saat itu siklus peredaran matahari sedang menuju ke garis lintang selatan. Trihitakarana diyakini bertujuan untuk kesejahteraan umat manusia. PBB tidak memberikan peluang kepada negara mana pun untuk menghindar dari kewajiban melestarikan alam dengan dalih demi pertumbuhan ekonomi. Setiap negara merencanakan program pemeliharaan alam – lingkungan dengan efektif dan realistis. Setiap negara merencanakan batasan-batasan penggunaan sumber-sumber alam untuk kepentingan teknologi – industri 3. 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful