P. 1
budaya

budaya

|Views: 5|Likes:
Published by Iputu Agus Sutresna
hi
hi

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Iputu Agus Sutresna on Jan 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/21/2015

pdf

text

original

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi

(budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. (http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya 19:00) Lain halnya dengan Koentjaraningrat: 1979 yang mengatikan budaya dengan: Keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.( http://imamnugraha.wordpress.com/2011/05/13/pengertianbudaya/ 19:02) Budaya adalah kompleks nilai, gagasan, sikap, dan simbol lain yang bermakna yang melayani manusia untuk berkomunikasi, membuat tafsiran dan mengevaluasi sebagai anggota masyarakat. Budaya dan nilai-nilai diteruskan dari satu generasi kegenerasi yang lain (http://www.sarjanaku.com/2012/11/pengertian-budaya-perusahaan-menurut.html19:05) A. Kurangnya Penjagaan yang ketat di wilayah gerbang Indonesia. Dalam gerbang wilayah Indonesia, sepertinya kurang adanya badan seleksi khusus yang bisa menyeleksi budaya-budaya asing negatif yang masuk ke Indonesia. Seperti masih banyaknya gambar serta video porno yang didatangkan dari luar. B. Lifestyle yang berkiblat pada barat. Saat ini banyak masyarakat Indonesia yang meniru gaya hidup atau lifestyle orang-orang bule atau lebih berkiblat kebarat-baratan, yakni melakukan sex bebas, berpakaian mini, gaya hidup bebas tanpa ikatan atau biasa sering kita sebut dengan kumpul kebo. C. Menyalagunakan Tekhnologi. Seperti sempat kita bahas diatas bahwa pemanfaatan tekhnologi yang salah dapat mempermudah arus budaya asinya negatif yang masuk. Seperti Internet sekarang ini internet banyak disalahgunakan untuk hal-hal negatif, seperti ada situs porno, melakukan hal penipuan, dll. Orang-orang menyalahgunakan pemanfaatan tekhnologi ini denga cara yang tidak benar (http://dikymmm.blogspot.com/2011/10/dampak-kebudayaan-asing-terhadap.html 19:15)

Sebagai orang tua dan guru harus mengetahui bagaimana perkembangan moral remaja seharusnya. mempelajari untuk merasakan malu atau bersalah . namun juga memiliki kelemahan yang banyak dirasakan saat sekarang ini. hal ini dikarenakan kebudayaan menyangkut keseluruhan aspek kehidupan manusia baik materil maupun non materil. adat istiadat. kebiasaan kelompok sosial. Moral merupakan penanda kepribadian seseorang. Oleh sebab itu. terdapat empat hal pokok yang berkaitan dengan moral adalah mempelajari apa yang diharapkan kelompok sosial dari anggotanya seperti aturan hukum. dan adat. Hal itu disebabkan karena pada masa remaja terjadi keadaan yang labil dan kebudayaan yang terjadi dimasa sekarang ini. Salah satu tugas perkembangan remaja adalah perkembangan moral. jika individu memiliki moral yang buruk maka ia memiliki kepribadian yang buruk pula. Elizabeth B. Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan kehidupan manusia. Hurlock (1980:74) mendefinisikan moral sebagai bentuk tingah laku yang sesuai dengan aturan-aturan kelompok social. Hal tersebut terjadi karena kurangnya bimbingan dan pengetahuan remaja tentang seks dan kebudayaan asing yang telah tersebar di Indonesia. Sikap yang bermoral dikendalikan atau didasari oleh konsep-konsep atau pengetahuanpengetahuan tentang moral yang telah menjadi pegangan atau panutan bagi kelompok sosial di mana individu tersebut berada. Berdasarkan pengertian di atas. kebiasaan. dan kemampuan yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat (Elly. guru dan orang tua sangat berperan penting dalam membimbing remaja berhubungan dengan teman lawan jenis. Jika remaja tidak mampu mengendalikan diri maka remaja akan terjerumus kearah yang salah atau tindakan immoril. kepercayaan. Tapi.Budaya merupakan keseluruhan komplek yang meliputi pengetahuan. dimana kebudayaan ini selalu akan berkembangn dari tahap yang sederhana ke tahap yang lebih komplek. Namun kebudayaan yang timbul tidak semuanya memiliki kelebihan. sehingga remaja harus mampu menentukan mana hal yang baik dan buruk sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku berdasarkan suara hati. kesenian. Salah satunya yaitu pengaruh kebudayaan terhadap moral remaja. 2005:27). keilmuan. hokum. Orang tua dan guru harus tahu bagaimana menghadapi dan mengembangkan moral remaja ke arah yang lebih baik. moral. “Moral” berasal dari kata “mores” yang berarti tata cara. Pada masa remaja sering terjadi seks bebas yang akan menghancurkan masa depan remaja. mengembangkan hati nurani. dkk. Apabila seseorang memiliki moral yang baik maka ia akan memiliki kepribadian yang baik.

Remaja yang seharusnya dihargai oleh teman sebaya menjadi hina di mata teman sebaya. namun ada juga secara abstrak seperti sangsi berupa dosa. Kartini Kartono (1990:235) dalam bukunya “Psikologi Anak (Psikologi Perkembangan)” mendefinisikan immoral sebagai “ Tindakan yang asusila dan sangat mencolok mata. dan mempertanggung jawabkan sikapnya berdasarkan pengetahuanpengetahuan yang ia miliki tanpa terlepas dari hati nurani. sehingga remaja tidak akan menyakitkan hati temannya tersebut. Ketidak mampuan remaja tersebut akan menimbulkan tindakan-tindakan moral yang menyimpang atau disebut juga tindakan immoral. Sehingga remaja mencari informasi yang lebih banyak tentang seks. Remaja dapat memperoleh informasi dari majalah. Baik remaja laki-laki maupun remaja perempuan harus mampu mempertimbangakan sikap positif atau negatif. Perasaan tersebut akan mempengaruhi pola pikirnya. sehingga remaja tidak akan menyakitkan hati temannya tersebut. Interaksi dengan teman sebaya dan kemampuan bermain peran merupakan wujud dari penguasaan role taking. buku. 2. maka remaja tidak akan mampu mengontrol nafsu seksualnya sehingga terjadi pergaulan bebas (free seks). Remaja tidak mengindahkan peraturan-peraturan dan nilai-nilai yang ada dalam kehidupan. Remaja berada pada taraf perkembangan moral otonom. Moral akan berjalan sesuai dengan kesadaran masyarakat. Interaksi Dengan Teman Sebaya Interaksi dengan teman sebaya dan kemampuan bermain peran merupakan wujud dari penguasaan role taking. Fenomena seksualitas pada remaja Pada masa remaja mulai tertarik kepada lawan jenis. Remaja menyadari bahwa pelanggaran moral itu akan diberi sangsi sesuai denga kesalahan yang dilakukan. c. Tindakan immoral sangat merugikan diri sendiri dan orang lain. Kurang adanya pembentukan karakter pada individu. atau diskusi dengan teman-teman. Remaja ingin mengetahui tentang seks. baik bimbingan agama maupun bimbingan tentang perkembangna seks. 1. Kematangan seksual pada remaja laki-laki maupun perempuan akan diekspresikan kepada lawan . Remaja yang memiliki role taking baik akan merasakan perasaan temannya yang sedih karena mendapatkan nilai yang rendah. dan belajar berinteraksi sosial untuk mempelajari moral yang ada dalam kehidupan kelompok sosial. seminar yang berhubungan dengan free seks. baik atau buruk. Remaja semestinya mengikuti pendidikan layaknya remaja yang lain menjadi pemalas dan melawan kepada orang tua dan guru. Remaja yang memiliki role taking baik akan merasakan perasaan temannya yang sedih karena mendapatkan nilai yang rendah. Pengaruh kebudayaan asing yang tidak mampu dikendalikan. Informasi dari orang tua kurang atau jarang sekali didapatkan remaja karena kesibukan orang tua terhadap pekerjaan dan kurangnya kesadaran orang tua tentang hal itu. Kurang terkendalinya rem-rem psikis oleh hati nurani dan tidak berfungsi atau melemahnya sistem pengontrolan diri oleh rendahnya kemauan. Sangsi moral dapat dilihat dengan kasat mata. sehingga ditolak oleh masyarakat”. Remaja yang kurang mendapatkan bimbingan dari orang tua dan guru.jika sikap individu tidak sesuai dengan aturan yang ada pada kelompok sosial. berita. b. Berdasarkan kenyataan yang kita lihat. Beberapa ciri-ciri individu yang immoril adalah : a. Perasaan tersebut akan mempengaruhi pola pikirnya. tidak semua remaja yang berada pada masa peralihan moral dari masa kanak-kanak ke masa remaja mampu menerima perubahan kebudayaan dengan baik. Moral dibentuk demi kebahgiaan dan kesejahteraan kehidupan.

Walaupun sudah bertunangan. karena hal seperti berciuman adalah hal yang biasa. Remaja tidak mampu menyikapi dengan baik perubahan kebudayaan. Remaja akan lupa dengan semua aturan-aturan yang mengikat sikap dan tingkah laku mereka. Hal tersebut terjadi karena kurangnya rasa tanggung jawab orang tua terhadap remaja dan hal itu sudah menjadi budaya bagi masyarakat. Seks bebas akan terjadi jika kelompok sebaya mendukung untuk berkencan. Tindakan immoral tersebut sudah menjadi “khas” kaum remaja sekarang. remaja yang tidak mampu mengendalikan seksualitas kearah positif mudah dan akan terbiasa dengan immoral. sehingga tidak diherankan kalau remaja yang berusia tiga belas tahun sudah berani berkencan. begitu juga sebaliknya. Remaja menjujung tinggi nilai-nilai moral yang ada. 4. Remaja berada pada lingkungan broken home. Remaja kekurangan kasih sayang dari orang tua dan lingkugannya. remaja tidak diizinkan untuk berciuman. Pada kesempatan itulah anggota kelompok berkenalan dengan narkoba. Bersentuhan saja mereka tidak berani. kesempatan untuk berpacaran bagi remaja tidak ada. Pengungkapan cinta merupakan tindakan baik dan melakukan hubungan seksual sebagai bukti cinta menurut remaja tidak salah. Dengan adanya pasangan tetap akan memberi peluang besar pada remaja untuk melakukan hubungan seksual secara bebas. Pengkonsumsian narkoba akan menyebabkan remaja ketagihan dan akan menggunakannya . 6. Pada generasi lampau. tidak mampu berprestasi. Remaja laki-laki diizinkan masuk ke rumah atau kamar pasangannya.jenis yang bersifat romantis dan adanya keinginan yang kuat untuk memperoleh dukungan dari lawan jenis. Remaja sendiri merasa telah mampu mengatur dirinya sendiri. Remaja laki-laki berpakaian rapid an bersopan santun dalam bertamu ke rumah perempuan. Tindakan immoral tersebut disebabkan oleh : 1. Remaja akan mengenali pasangannya secara dini. Berbeda halnya dengan remaja sekarang. 2. Tidak hanya terjadi pada remaja perkotaan yang hidup penuh dengan keglamouran tapi remaja pedesaan tidak terlepas dari tindakan immoral tersebut. 7. 5. Berkencan pada zaman dahulu harus seizin orang tua dan di bawah pengawsan orang tua. konflik dengan teman atau guru. Remaja berontak dan ingin menuruti kemauan sendiri karena merasa telah dewasa dan mampu bertanggung jawab. apalagi berciuman. Kebiasaan seks bebas (free seks) akan mengarahkan remaja ke dunia narkoba dan kumpul kebo. Pendirian asrama atau kos-kosan yang tidak dtempati oleh pemiliknya akan memancing remaja untuk melampiaskan nafsu seksualnya. Apalagi pendapat mengenai benar atau salah mengenai perilaku seksual menyertai perubahan sikap. Pacaran merupakan bentuk tingkah laku menyimpang disaat itu. Remaja yang menyimpang tidak akan memperoleh dukungan dari kelompok sosialnya. 3. Remaja yang jiwanya masih labil melihat hal-hal yang immoral membuat mereka ingin mencoba. Konflik dengan orang tua dan keluarga. Merasa kecewa dan tidak puas dengan keadaan diri dan kecewa. Hal itu dapat kita lihat pada remaja-remaja yang tinggal jauh dari orang tua dan belum mencapai usia yang pantas untuk meninggalkan pendidikan. Disharmuni dan disintegrasi dalam konstitusi keribadian sehingga muncul konflik batin dan ketegangan emosional yang tak terbendung. Berdasarkan keterangan di atas. berpelukan dan berciuman di depan umum merupakan hal yang biasa. Kegagalan di sekolah. Karena remaja yang tergabung dalam kelomok free seks disebut kumpul kebo. Remaja diatur oleh aturan dan tradisi yang sangat dijunjung oleh masyarakat.

berulang-ulang sehingga narkoba akan mengontrol sistem saraf pengkonsumsinya. Begitu mengerikan budaya buruk yang telah masuk kelingkungan masyarakat.html 19:11) . (http://za-doc.com/2010/12/pengaruh-kebudayaan-terhadap-moral. sehingga remaja yangn berjiwa labil dan terlibat dalam masyarakat tidak lagi dapat menahan serta mengontrol nafsu mereka.blogspot.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->