You are on page 1of 5

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Masalah Tujuan pembelajaran adalah suatu cita-cita yang akan dicapai dalam kegiatan belajar mengajar. Tujuan adalah pedoman yang memberi arah ke mana kegiatan belajar mengajar akan dibawa. Guru tidak bisa membawa kegiatan belajar mengajar menurut sekehendak hatinya dan mengabaikan tujuan yang telah dirumuskan. Itu sama artinya perbuatan yang sia-sia. Kegiatan belajar mengajar yang tidak mempunyai tujuan sama halnya ke pasar tanpa tujuan, sehingga sukar untuk menyeleksi mana kegiatan yang harus dilakukan dan mana yang harus diabaikan dalam upaya untuk mencapai keinginan yang dicita-citakan. Model pembelajaran adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan. Dengan memanfaatkan model secara akurat, guru akan mampu mencapai tujuan pengajaran. Model pengajaran menuju tujuan. Ketika tujuan dirumuskan agar anak didik memiliki keterampilan tertentu, maka model dan tujuan jangan bertolak belakang. Artinya, model harus menunjang pencapaian tujuan tersebut. Sebagai salah satu komponen pengajaran, model mempunyai peranan yang tidak kalah pentingnya dari komponen lainnya dalam kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar tingkat SD/MI dalam peraturan menteri pendidikan nasional nomor 22 tahun 2006 tentang standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah bahwa standar kompetensi ilmu pengetahuan sosial dirancang untuk

mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat dalam memasuki kehidupan

bermasyarakat yang dinamis. Hal ini dikarenakan di masa yang akan datang peserta didik akan menghadapi tantangan berat akibat kehidupan masyarakat global yang selalu mengalami perubahan setiap saat. Mata pelajaran IPS bertujuan untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan sosial dan juga berupaya membina dan mengembangkan peserta didik 1

menjadi sumber daya manusia yang berketerampilan sosial dan intelektual sebagai warga masyarakat dan warga negara yang memiliki perhatian, kepedulian sosial yang bertanggung jawab. Menurut Nursid Sumaatmadja (dalam Taneo, dalam Suyitno, 2009) tujuan kurikuler pengajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang harus dicapai sekurang-kurangnya adalah sebagai berikut: (1) Membekali anak didik dengan mengidentifikasi, menganalisis dan menyusun alternatif pemecahan masalah sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat; (2) Membekali anak didik dengan kemampuan berkomunikasi dengan sesama warga masyarakat dan dengan berbagai bidamg keilmuan serta berbagai keahlian; (3) Membekali anak didik dengan kesadaran, sikap mental yang positif dan keterampilan terhadap lingkungan hidup yang menjadi bagian dari kehidupan integralnya; (4) Membekali anak didik dengan kemampuan mengembangkan pengetahuan dan keilmuan IPS sesuai dengan

perkembangan masyarakat, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Berdasarkan tujuan dari pendidikan IPS, tampaknya dibutuhkan suatu pola pembelajaran yang mampu menjembatani tercapainya tujuan-tujuan tersebut. Kemampuan dan keterampilan guru dalam memilih dan menggunakan berbagai model, metode dan strategi pembelajaran senantiasa terus ditingkatkan agar pembelajaran IPS benar-benar mampu

mengkondisikan upaya pembekalan kemampuan dan keterampilan dasar siswa untuk menjadi manusia dan warga negara yang baik. Hal ini dikarenakan pengondisian iklim belajar merupakan aspek penting bagi tercapainya tujuan pendidikan (Azis Wahab, 1986 dalam Trianto, 2010:174). Mengingat pentingnya pelajaran IPS tapi kenyataannya siswa menganggap pelajaran ini menjadi salah satu pelajaran yang sulit. Pelajaran ini cenderung pada menghafal dan membaca. Seperti yang kita tahu budaya membaca sudah hampir luntur. Bagaimana siswa bisa menhafal kalau mereka tak mau atau enggan membaca.

Berdasarkan penjelasan di atas peneliti dapat menyimpulkan bahwa model pembelajaran snowball throwing dapat diterapkan untuk mengetahui adanya pengaruh terhadap prestasi belajar siswa di kelas 6. Sehingga peneliti lebih termotivasi untuk melakukan penelitian lebih lanjut sehingga bisa diperoleh hasil yang bisa dipertanggung jawabkan dengan meneliti prestasi belajar IPS siswa dengan judul Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas 6 Melalui Model Pembelajaran Snowball Throwing Materi Kenampakan Alam Negara Tetangga Di SDN Tawangrejo 06 Kecamatan Gemarang Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2012/2013. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan uraian yang dipaparkan dalam latar belakang, maka dapat diidentifikasi berbagai masalah sebagai berikut: 1. Kurangnya keinginan untuk membaca dan menghafal 2. Perluya inovasi dalam kegiatan belajar mengajar C. Batasan Masalah Penelitian ini perlu adanya ruang lingkup atau batasan masalah agar dalam pelaksanaan proses penelitian tidak terjadi penyimpangan-

penyimpangan. Adapun batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Subjek penelitian Siswa kelas 6 SDN Tawangrejo 06 Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun. 2. Objek penelitian Pelaksanaan Model Pembelajaran Snowball Throwing Untuk

Meningkatkan Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas 6 Materi Kenampakan Alam Negara Tetangga di SDN Tawangrejo 06 Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun. D. Rumusan Masalah dan Pemecahannya 1. Rumusan Masalah Penelitian ini dititik beratkan pada rumusan masalah yang dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana upaya meningkatkan prestasi belajar IPS

siswa kelas 6 melalui model pembelajaran snowball throwing materi kenampakan alam negara tetangga di SDN Tawangrejo 06 Kecamatan Gemarang Kabupaten Madiun ? 2. Pemecahan masalah Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka dapat dilakukan pemecahan masalah yaitu dengan melalui implementasi model

pembelajaran snowball throwing untuk meningkatkan prestasi belajar IPS siswa kelas 6 di SDN Tawangrejo 06. Sehingga siswa lebih semangat dalam mempelajari pelajaran IPS serta meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya pada mata pelajaran IPS. E. Tujuan Penelitian Tujuan diadakan penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi siswa kelas 6 materi kenampakan alam negara tetangga di SDN Tawangrejo 06 tahun pelajaran 2012/2013 melalui model pembelajaran snowball throwing. F. Manfaat Hasil Penelitian Manfaat yang diberikan dalam hal ini adalah sebagai berikut: 1. Bagi Siswa Siswa dapat meningkatkan prestasi belajarnya, karena dengan hukuman ucap ulang siswa akan merasakan pengalaman yang berbeda dengan mendapatkan hukuman yang menyenangkan. 2. Bagi Guru Sebagai alternatif strategi guru untuk melaksanakan tugas di sekolah serta dapat termotivasi untuk menggunakan metode, strategi dan model pembelajaran yang bervariasi untuk meningkatkan prestasi belajar sisiwa. 3. Bagi Sekolah Digunakan sebagai masukan dan pertimbangan sekolah dalam mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar sehinga mampu

meningkatkan prestasi belajar sisiwa. 4. Bagi Peneliti

Menambah wawasan dan pengetahuan dalam menulis karya ilmiah yang mampu meningkatkan keterampilan mengajar dan untuk meningkatkan kualitas pendidikan mata pelajaran IPS. G. Definisi Operasional Menghindari terjadinya kesalahan pemahaman dan perbedaan penafsiran yang berkaitan dengan istilah-istilah judul skripsi ini, maka definisi operasional yang perlu dijelaskan, yaitu: 1. Model Pembelajaran Snowball Throwing Model Pembelajaran Snowball Throwing adalah suatu tipe Model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran ini menggali potensi kepemimpinan murid dalam kelompok dan keterampilan membuatmenjawab pertanyaan yang di padukan melalui permainan imajinatif membentuk dan melempar bola salju (Komalasari: 2010) 2. Prestasi belajar Prestasi belajar adalah sebuah hasil atau kecakapan yang kongkrit dari suatu kegiatan seseorang atau kelompok yang telah dikerjakan, diciptakan yang diperoleh dengan suatu kegiatan. Pengukuran prestasi menggunakan pre test dan post test (Wina, 2009: 236).