You are on page 1of 3

Kemoterapika Antibiotik Antibakteri Antijamur Antikanker Antivirus Antielmentika Obat TBC INH : mengganggu asam mycolic yang diperlukan

untuk membangun dinding bakteri, efek samping: polineuritis/radang saraf;persaingan dengan piridoksin (B6) yang rumus kimianya mirip INH Rifampisin: perintangan spesifik enzim bakteri RNA polimerase sehingga sintesa RNA terganggu Pirazinamid: bakterisid pada suasana asam/bakteriostatik tergantung pH, ES:menghambat keluanya as. urat (encok). Pirazinamid di dalam tubuh dihidrolisis menjadi asam pirazinat (tuberkulostatik) Etambutol: menghambat sintesa RNA pada kuman yang sedang membelah, Streptomisin: menghindarkan terbentuknya asam mycolic pada dinding sel Obat lainnya: a. Klofazimin b. PAS (para-aminosalicylic acid) Obat leprostatik Sulfon (Dapson): persaingan substrat dengan PABA serta pencegahan pembentukan folat dan DNA basil Rifampisin: penghambatan enzim kuman RNA-polimerase Klofazimin: mengikat pada DNA sehingga fungsinya diblokir Amitiozon Golongan kuinolon: inhibisi enzim DNA gyrase bakteri sehingga sintesis DNA terhindarkan, enzim tersebut hanya ada pada kuman. Infeksi jamur sistemik dan subkutaneus amfoterisin B binds sterols in fungi cell membrane, mengubah permeabilitas K+ dan Mg2+ flusitosin masuk ke dalam sel jamur dibantu sitosin deaminase 5-fluorourasil, bergabung dengan RNA (metabolit) akibatnya: penghambatan langsung sintesis DNA (sintesis protein terganggu( ketokonazol dan triazol mencegah sintesis ergosterol dengan membloking dimethylation of lanosterol dan juga mencegah aktivitas sitokrom triazol (ketokonazol, flukonazol, itrakonazol) kalium iodida superfsiialis griseofulvin biasa digunakan untuk dermatofit, sediaannya oral mengikat protein mikrotubuler menghambat mitosis jamur imidazol dan triazol triazol( klotrimazol, ekanazol, mikonazol) tolfnalat dan tolsiklat nistatin sama kaya amfoerisin B, digunakan secara topikal dan GI Anti jamur dibagi menjadi tiga golongan antibiotika griseofulvin, nistatin, amfoteisin B, pimarisin asam-asam organik as. benzoat, as. salisilat, as. propionat, as. undesilinat lainnya derivat imidazol, mikonazol, klotrimazol

Obat antivirus zidovudin asiklovir amantadin interferon lamivudin menghambat enzim reverse transkriptase. pyrantel pamoate (oxantel pamoate) b. thiabendazole bekerja menghambat transpor granul sekretori dan pergerakan organel2x subselular 2. T. albendazol. saginata Target kerja antiparasit  Enzim esensial pada parasit  Enzim yang sama pada hospes. gansiklovir. merupakan prodrug. Agonis asetilkolin nikotinik ganglionikkontraksi terus menerus pada cacing (paralisis spastik) levamisole. biasa dikombinasikan dengan lamivudin. tetapi sangat diperlukan parasit  Fungsi-fungsi biokimia 1. lamivudin. cacing tambang plathyhelminthes kelas trematoda cacing daun. belum jelas bithionol: fascioitaliasis DEC (diethylcarbamazine Citrate): hambat lipooksigenase DEC dapat melumpuhkan dan merubah struktur permukaan mikrofilaria. menyebabkan ES pada sumsum tulang belakang obat menjadi aktif setelah difosforilasi oleh enzim tymidinkinase ( di dalam sel yang terinfeksi virus) asiklovir trifosfat digunakan untuk membangun DNAkacau influenza tipe A2 mekanisme: pencegahan penetrasi virus ke dalam sel tuan rumah pengubahan metabolisme sel tuan rumah sehingga replikasi virus terhambat derivat khusus digunakan dalam terapi kombinasi dengan AZT (zidovudin) ES:ringan combivir: zidovudin + lamivudin asiklofir. mikrotubul: bagian terpenting dari sitoskeleton. zanamivir interferon α. bekerja 6 bulan tidak digunakan lagi karena resisten. paralisis yang difasilitasi oleh terbukanya saluran ion klorida ivenmectin: reaksi mazzoti 3. membuatnya lebih peka terhadap mekanisme pertahanan tubuh hospes Niclosamide: hambat fosforilasi oksidatif pada cacing Oxaminiquine: efektif jika resisten terhadap praziquantel Praziquantel:membuka jaluran ion kalsium Meftrionate (trichlorfon): penghambatan kolinesterase . Agonis GABA pada neuromuscular junction otot tidak mengalami kontraksi (paralisis flaccid) piperazineascaris c. bekerja pada saluran ion klorida. solium. mebendazol. tape wormT. inhibitor fusi inhibitor reverse transkriptase: (a) nukleosida: zidovudin (b) non-nukleosida: neurapin amantadin. ribavirin obat herves obat HIV obat influenza A2 obat hepatitis B&C Obat antielmentika Antielmentika: obat yang dapat membunuh/mengurangi jumlah cacing di dalam tubuh manusi dan hewan Obat bekerja lokal: membunuh cacing dari saluran cerna Obat bekerja sistemis: membunuh cacing/larva dari organ dan jaringan tubuh nemathelminthes kelas nematoda ascaris lumbricoides (cacing gelang). glukes Fasciola hepatica kelas cestoda cacing pita. a.

tidak untuk disentri amuba Kliokinomenyebabkan ES terhadap mata. Radioaktif trifosfat yang dapat menghambat DNA polimerase. hati. tidak dipakai lagi membasmi kista Antibiotika: tetrasiklin. analog pirimidin) diubah jadi nukleosid 5. untuk kombinasi doksorubisin (antibiotika) terdiri dari: adriamycin. antiradang. ES: megaloblastik 6. paru-paru. ovarium Obat antikanker: 1. pemeriksaan asam urat perlu dilakukan sitotoksik pemakaian jangka panjang dapat mendepresi sumsum tulang bukan kankerosida yang selektif siklofosfamid untuk kanker mamae. aktif juga terhadap bentuk jaringan Diloksanida: untuk mematikan kista pada pembawa amuba. Amebisid –jaringan: berkhasiat terhadap bentuk kistolitika di dinding usus dan jaringan lain nitro-imidazol (dihidro) emetin: emetin mematikan parasit di semua jaringan tubuh tapi bersifat kardiotoksitas. Antimetabolit fluorourasil untuk tumor padat 3. Produk alamiah 4. merusak otot jantung Obat amebiasis Obat amebiasis dibagi berdasrkan efektifitasnya terhadap Entamoeba 1. merupakan (nukleosid. sangat efektif untuk abses hati . ginekomastia 2. Antibiotika metotreksat untuk hamil anggur kontraindikasi: gangguan sumsum tulang. azitromisinkerjanya tidak langsung tetapi melalui pemusnahan bakteri usus Paromomisin (berhasiat langsung amebisid) 2. Amebisida-kontak: mematikan dengan jalan kontak langsung dengan bentuk minuta dalam rongga usus tetapi tidak dalam hati Nitro-imidazol. Hormon sitarabin untuk leukimia akut. Alkilator busulfan menyebabkan mielosupresi. kulit) semua antikanker: mengganggu sel normal klorambusil paling lambat. katarak. derivatnya masih digunakan parenteral Kloroquin: antimalaria. epitel sal cerna. sritromisin. berakumulasi di hati. rambut. atropi testis.Kanker Penyakit kegagalan mekanisme pengaur multiplikasi dan fungsi homeostasif Sifat:  gangguan diferensiasi sel dan jaringan  invasif (menyerang sel di sekitarnya untuk mengambil nutrisi)  metastasis (menyebar) dapat mengganggu hospes karena:  desakan akibat petumbuhan tumor  penghancuran jaringan tempat tumor berkembang  gangguan sistemik pada umumnya antikanker menekan proliferasi sehingga sel normal yang cepat membelah ikut terbunuh (sumsum tulang. paling tidak toksik. ginjal biasanya diikuti pemberian leukoforin (kalsium) vinblastin antimitotika saat mitosis (untuk mencegah pembelahan inti). adriablastin merupakan zat karsinogen ES:kardiotoksis.