You are on page 1of 18

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Peubah acak kontinu adalah peubah acak yang nilai-nilai X yang mungkin dalam R
x

merupakan sebuah interval dalam garis bilangan real.
Fungsi densitas dari sebuah peubah acak kontinu X adalah fungsi yang nilai-nilainya, g(x),
memenuhi persyaratan sebagai berikut
a. g(x) 0

b.

c. Untuk setiap a dan b , dengan - < a < b < berlaku:


Ekspektasi untuk peubah acak kontinu X ditentukan oleh :

Fungsi densitas dari sebuah peubah acak kontinu bisa mempunyai beberapa nilai
bergantung pada nilai peubah acaknya. Jika setiap nilai fungsi densitas itu merupakan fungsi
dari konstanta yang belum diketahui, maka penghitungan konstanta itu tidak dilakukan
terhadap masing-masing interval nilai peubah acaknya melainkan terhadap semua interval
nilai peubah acaknya.
Dalam pokok bahasan di sini juga memuat distribusi kontinu yang sangat penting di
bidang statistika yaitu Distribusi Seragam, Distribusi Gamma, Distribusi Eksponensial,
Distribusi Chi-Kuadrat, Distribusi Beta, Distribusi Normal Umum, Distribusi Normal Baku, dan
dan Distribusi Normal Dua Peubah Acak.
Distribusi-distribusi ini yang sangat berperan pada statistik inferensial yaitu dalam
pengujian hipotesis, pengujian panjang umur (life testing) dan sebagainya.


1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dalam latar belakang di atas, penulis perlu merumuskan masalah:
}


=1 ) ( dx x g
}
= s s
b
a
dx x g b X a P ) ( ) (
}


= dx x xf x E ) ( ) (
2

1. Bagaimanakah bentuk fungsi densitas, rerata dan varians dari distribusi seragam?
2. Bagaimanakah bentuk fungsi densitas, rerata dan varians dari distribusi gamma?
3. Bagaimanakah bentuk fungsi densitas, rerata dan varians dari distribusi eksponensial?
4. Bagaimanakah bentuk fungsi densitas, rerata dan varians dari distribusi chi-kuadrat?
5. Bagaimanakah bentuk fungsi densitas, rerata dan varians dari distribusi beta?
6. Bagaimanakah bentuk fungsi densitas, rerata dan varians dari distribusi normal umum?
7. Bagaimanakah bentuk fungsi densitas, rerata dan varians dari distribusi normal baku?
8. Bagaimanakah bentuk fungsi densitas, rerata dan varians dari distribusi normal dua
peubah acak?


1.3 Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas penyusun memiliki tujuan:
1. Untuk menjelaskan tentang bentuk fungsi densitas, rerata dan varians dari distribusi
seragam
2. Untuk menjelaskan tentang bentuk fungsi densitas, rerata dan varians dari distribusi
gamma
3. Untuk menjelaskan tentang bentuk fungsi densitas, rerata dan varians dari distribusi
eksponensial
4. Untuk menjelaskan tentang bentuk fungsi densitas, rerata dan varians dari distribusi
chi-kuadrat
5. Untuk menjelaskan tentang bentuk fungsi densitas, rerata dan varians dari distribusi
beta
6. Untuk menjelaskan tentang bentuk fungsi densitas, rerata dan varians dari distribusi
normal umum
7. Untuk menjelaskan tentang bentuk fungsi densitas, rerata dan varians dari distribusi
normal baku
8. Untuk menjelaskan tentang bentuk fungsi densitas, rerata dan varians dari distribusi
normal dua peubah acak




3

1.4 Manfaat Penulisan
Manfaat dari penulisan makalah ini adalah supaya penyusun dan pembaca dapat
mengetahui semua distribusi peubah acak kontinu yang ada di dalam makalah ini.


1.5 Metode Penulisan
Dalam penyusunan makalah ini metode penulisan yang digunakan adalah studi pustaka,
yaitu dengan cara mempelajari konsep dan teori dari sumber yang berhubungan dan
mendukung dengan apa yang dibahas oleh penyusun.


















4

BAB II
ISI
Di st r i busi unt uk kont i nu di ant ar anya yai t u di st r i busi seagam, di st r i busi gamma, di st ri busi
eksponensi al , di st r i busi khi kuadr at , di st r i busi bet a, di st r i busi nor mal umum, di st r i busi baku,
di st r i busi dua peubah acak. X adal ah var i abl e acak kont i nu, di mana x R pada i nt er val < x < .
Pr obabi li t asnya adal ah P(X < x| C) dar i per nyat aan X < x| C, dengan x ber gant ung t er hadap C, maka
di sebut pr obabi l i t y f ungsi di t ri busi pel uang dengan F(x) = P(X <x| C) .
Peubah acak kont i nu adal ah peubah acak yang ni l ai -ni l ai X yang mungki n dal am Rx
mer upakan sebuah i nt er val dal am gar i s bil angan r eal .
Fungsi densi t as dar i sebuah peubah acak kont i nu X adal ah f ungsi yang ni l ai -nil ai nya, g(x),
memenuhi per syar at an sebagai ber ikut
g(x) 0



Unt uk set i ap a dan b , dengan - < a < b < berlaku:


Ber i kut adal ah beber apa di st r i busi khusus kont i nu :

1. Di st r i busi Ser agam
Di st r i busi Ser agam Kont i nu adal ah di st r i busi pel uang kont i nu yang pal i ng seder hana.
Peubah acak X di kat akan ber di st r i busi ser agam, j i ka dan hanya i ka f ungsi densi t asnya
ber bent uk:



dan gr af i knya sebagai ber i kut :

}


=1 ) ( dx x g
}
= s s
b
a
dx x g b X a P ) ( ) (

s s
=
lainnya x , 0
,
-
1
) (


x
x g
5



Si f at r at aan dan var i ans dar i di st r i busi ser agam kont i nu adal ah sebagai ber i kut :


K

2. Di st r i busi Gamma
Sebuah peubah acak X ber di st r i busi Gamma G(r , v) dengan par amet er r dan v ,
dapat
di t ul i skan sebagai X ~ G(r , v) j i ka f ungsi densi t asnya memenuhi :


dan dengan g(x| r , v) = 0 unt uk ni l ai si sa dar i X dengan menj adi f ungsi gammanya.
Rat aan dan Var i ans daar i Di st r i busi Gamma :
Rat aan :

Var i ans :


3. Di st r i busi Eksponensi al
Suat u var i abel acak X memil i ki di st r i busi eksponensial dengan parameter, jika
densitasnya fungsi p (x|) diberikan oleh :


dan g (x | ) = 0 untuk nilai sisa X.
( )
2
1
+ = ] [ X E
( )
2

12
1
= |
.
|

\
|
] [ X V
< s
I
=

x
r
v r x g
e x
v
vx r
r
0 dengan
) (
) , | (
1
) (r I
v
r
X E = ] [
v
r
X V
2
] [ =
0 dan x 0 untuk ,
1
) | ( > s s =


e
x
x g
6

Teor ema :
Ji ka x var i abel r andom dar i di st r i busi eksponensi al dengan par amet er , maka r at aan
dan
var i ansnya adal ah sebagai ber ikut :
o Rat aan :
o Var i ans :
Pr obabi li t as dar i Var i abel Random Ber dist r i busi Eksponensi al :


4. Di st r i busi Chi -Kuadr at
Dal am t eor i pr obabi l i t as dan st at i st i ka, di st r i busi khi -kuadr at (Chi -squar e di st r ibut ion)
at au di st r i busi (v) dengan v der aj at bebas adal ah di st r i busi j uml ah kuadr at v peubah acak
nor mal baku yang sal i ng bebas. Di st r i busi i ni seri ngkal i di gunakan dal am st at i st i ka i nf er ensi al ,
seper t i dal am uj i hi pot esi s, at au dal am penyusunan selang keper cayaan. Di st r i busi khi -kuadr at
mer upakan kasus khusus di st r i busi gamma. Di st ri busi chi -kuadr at di per ol eh dar i di st r i busi
gamma dengan =v/2 dan =2.
Def i ni si di st r i busi chi -kuadr at :
Fungsi densi t as chi -kuadr at :





Par amet er di st r i busi chi -kuadr at :
o Rat aan :
o Var i ansi :
o FPM :
= ] [X E

2
] [ = X V

>
|
.
|

\
|
I =

xlainnya
x e x
v
x f
x v
v
; 0
0 ;
2
2
1
) (
2
1
2
2
v =

v
x
2
2
=
7


5. Di st r i busi Bet a
M i sal nya f ungsi densi t as dar i peubah acak Y yang ber di st r i busi ser agam ber bent uk:
H(y) = 1; 0 < y < 1
= 0; y l ai nnya
Apabi l a ki t a per hat i kan f unsi densi t asnya, maka sebenar nya f ungsi densi t as t er sebut
mer upakan khusus dar i di st r i busi bet a.
Def i ni si
Peubah acak X di kat akan ber di st r i busi bet a j i ka hanya j i ka f ungsi densi t asnya
ber bent uk :



Peubah acak X yang berdistribusi beta dengan parameter dan dapat ditulis
sebagai
X~B(,)
Par amet er di st r i busi bet a :
Rat aan :
Var i ans :
6. Di st r i busi Nor mal Umum
Di st r i busi nor mal adal ah dist r i busi yang pali ng pent i ng di ant ar a di st r i busi yang l ai n.
Kur va dar i di st r i busi nor mal mempunyai bent uk set angkup seper t i nj pol onceng:

Nama l ai nnya: di st r i busi Gauss (Gaussi an Di st ri but i on). Distribusi Normal (,2)
mempunyai rataan dan varians 2.
Peubah acak X dikatakan berdistribusi normal dengan parameter dan 2, yang
dituliskan sebagai X ~ N (, 2), jika fungsi densitasnya p(x, 2) sebagai ber i kut :



Yang dalam hal ini = 3.14159 dan e = 2.71828
Beber apa si f at dr i kur va f ungsi densi t as di st r i busi nor mal umum :
1. Kur vanya ber bent uk l onceng dan si met r i k di x =
2. Rat aan, medi an dan modus dar i di st r i busi ber i mpi t an.
3. Fungsi densi t as mencapai nil ai maksi mum di x = sebesar
1
2n.c
2

( )
1 , 1 , 1 0 ; ) 1 .(
) ( ). (
) (
1 1
> > < <
I I
+ I
=





x x x f

+
=
( ) ( ) 1
2
2
+ + + +
=

< < =
|
.
|

\
|

x e x g
x
,
2
1
) , | (
2
2
1
2



8

4. Kur vanya ber asimt ot sumbu dat ar x.
5. Kur vanya mempunyai t i t i k i nf l eksi (x,f (x)) dengan:
x = p o
( x) =
1
2noo
2
c
-1
2

6. Luas daer ah di baw ah kur va:
a. P(| X | < o) = 0,6826
b. P(| X | < 2o) = 0,9544
c. P(| X | < 3o) = 0,9973

Par amet er Di st r i busi Nor mal Umum:
Rat aan : E [ X] =
Var i ans : V [ X] =
2

FPM : H
x
( t) = cxp [
t+ c
2
t
2
2
; t R


Kur va dengan beber apa ni l ai dar i

Si f at -Si f at Kur va Nor mal :
M odus, adal ah suat u t i t i k yang t er l et ak pada sumbu x di mana kur va mempunyai nil ai
maksi mum, yai t u pada x =
Kurva berbentuk simetri terhadap sumbu tegak pada x =
Kurva mempunyai titik belok pada x = , cekung dari bawah bila s < x < + s dan
cekung dar i at as unt uk ni l ai x l ai nnya
Kedua uj ung kur va nor mal mendekat i sumbu dat ar secar a asi mpt ot i k bi l a x ber ger ak
menjauhi baik dari kiri maupun dari kanan.
Luas daer ah di baw ah kur va adal ah 1
2
2
1
2
1
) (
|
.
|

\
|


x
e x g
2
1
9


The Cent r al Li mi t Theor em
Fungsi Gaussi an memil i ki si f at yang uni k, yakni hasil penj uml ahan dua at au l ebi h f ungsi
Gaussi an akan mer upakan f ungsi Gaussi an j uga. Sehi ngga suat u f ungsi Gaussi an dapat di pandang
sebagai hasil penj uml ahan dar i beber apa sumber yang j uga mer upakan f ungsi Gaussi an.Unt uk
sejumlah n peubah acak xi yang terpisah dengan varians i2 ,:


Dal am bat as l i mi t n , y adalah fungsi Gaussian dengan :


Kesal ahan pengukur an ser i ng mer upakan hasil dar i beber apa sumber .

7. Di st r i busi Nor mal Baku
Di st r i busi nor mal st andar d (baku) adal ah di st r i busi normal yang memil i ki si f at khusus,
yai t u di st r i busi dengan : r at a-r at a() = nol (0) dan si mpangan baku() = satu(1). Di st r i busi
nor mal st andar d baku (st andar d nor mal di st r i but i on) muncul sebagai sol usi dar i adanya
masal ah dal am penyusunan t abel di st r i busi nor mal. M asal ah t er sebut i al ah kenyat aan bahw a
t er dapat banyak sekal i macam di st r i busi nor mal di pengar uhi ol eh ni l ai r at a-r at a dan
si mpangan baku nya. Ol eh kar ena i t u agar ki t a t et ap dapat mencar i pr obabi l i t as suat u i nt er val
dengan menggunakan l angkah pr akt i s mel al ui t abel di st r i busi nor mal dar i pada per hi t ungan
met ode i nt egr al yang l ebi h kompleks, maka di gunakanl ah apa yang di sebut dengan di st r i busi
nor mal st andar d baku. Dengan f ungsi densi t asnya berbent uk:

dengan = 3,14159 dan e = 2,71828. Kar ena r at a-rata = 0 dan variansi 2 = 1






Car a t r ansf or masi nya sebagai ber i kut :


Dengan: Z : angka baku/ st andar t

=
=
n
i
i
x y
1

=
=
n
i
i
y E
1
] [

=
=
n
i
i
y V
1
2
] [
( )


=
X
Z
( )
2
1
2 2 2
1
2
2
1 2
2 2
1 1
2
1 2
1
1 1
2 2
0 1
x x z
z
x z
z
z
P(x x x ) e dx e dx
n(z, , ) dx P(z z z )


| |

|
\ .
s s = =
= = < <
} }
}
10

X : ni l ai dat a
p : r at a-r at a popul asi
o
2
: si mpangan baku popul asi
Bi l a X ber nil ai ant ar a x = x1 dan x = x2 maka peubah acak Z ber ni l ai ant ar a z1 = (x1 )/ dan
z2 = (x2 )/ :







Adapun par amet er dar i di st r i busi Nor mal Baku:
1. = E(X) = 0
2.
2
= Var (X) = 1
3. M
x
(t ) = cxp [
1
2
t
2
, t


Cont oh
Di ket ahui suat u di st r i busi nor mal dengan = 50 dan = 10
Car i l ah pr obabi l i t as bahaw a X mendapat ni l ai ant ara 45 dan 62
Jaw ab:
Di car i ni l ai z yang ber padaan dengan adal ah
dan
Jadi
Ki t a bi sa si mpul kan bahw a x
1
dan x
2
ber ubah har ga menj adi z
1
dan z
2


Tabel Di st r i busi St andar t
Ber i kut adal ah beber apa hal t ent ang di st r i busi nor mal st andar t :
( )
dx
x
x e
x
2
2
1
2
1
) x X P(x
2
1
2 1
}

= < <
(

|
.
|

\
|


dz
z z
z
e }
|
|
|
.
|

\
|

|
.
|

\
|
=
2
1
2
2
2
1

dz z n
z
z
}
=
2
1
) 1 , 0 ; (
) (
2 1
z Z z P < < =
1 2
45 62 x dan x = =
45 50
1
10
0 5 z .

= =
62 50
2
10
1 2 z .

= =
45 62 0 5 1 2 P( x ) P( , z . ) < < = < <
11

1. Tabel di st r i busi normal st andar t di susun unt uk menghi t ung pr obabi l i t as ni l ai -nil ai vari abel
st andar t , yai t u di st r i busi nor mal dengan nor mal mean nol (=0) dan st andar t devi asi (=1).
Var i abel di st r i busi nor mal menggunakan l ambang z.
2. Kar ena di t r i busi nor mal st andar t ber si f at si met ri s(ki ri -kanan sama) ber bent uk l onceng, maka
t abel di st r i busi nor mal st andar t di buat unt uk menghit ung bagi an sebel ah kanan mean dar i
di st r i busi t er sebut . Unt uk menghi t ung ni l ai disebel ah ki r i , maka ni lai z negat i f di anggap sama
dengan z posi t i f , sehi ngga t abel t er sebut t et ap bi sa di gunakan. Tot al daer ah di baw ah kur va
sebel ah kanan= 0,5.
3. Ni l ai -nil ai pr obabil i t as yang t er dapat dal am t abel t er sebut adal ah ni l ai pr obabil i t as ant ar a
=0 dan sat u ni l ai z t er t ent u, bukan ant ar a dua buah ni l ai z sembar ang.

Penggunaan Tabel Di st r i busi
(Tabel z di st r i busi nor mal baku)
M i sal i ngi n di car i nil ai z bagi nil ai pel uang sebesar 0,05,
Langkah-l angkahnya:
1. Car il ah angka 0,05 pada der et an angka ber w ar na bi r u.
Apabi l a t i dak ada angka yang per si s sebesar 0,05, maka car i l ah angka yang pal i ng mendekat i
angka 0,05. Angka yang pal i ng mendekat i 0,05 pada t abel adal ah 0,049985.
2. Dar i angka 0,049985, t ar i kl ah gar i s ke ki r i t erl ebi h dahul u hi ngga mencapai er et an angka
pada kol om pal i ng ki r i dan cat at l ah angkanya. Dal am kasus i ni adal ah 1,6
3. Kemudi an kembal i ke posi si angka 0,049985, t ar i kl ah gar i s keat as hi ngga mencapai der et an
uj ung kol om bagi an at as dan cat at l ah angkanya( yai t u 0,045)
Ni l ai z yang di car i adal ah 1,6 + 0,045 = 1,645
Dengan car a sebal i knya ki t a bi sa menent ukan ni l ai pel uang bi la di ket ahui ni lai z-nya.












12

Tabel di st r i busi z


Cont oh
Hi t ung pel uang bahw a peubah acak Z ber di st r i busi nor mal baku mempunyai ni l ai :
a) Kur ang dar i 1,45
b) Kur ang dar i -0,65
c) Ant ar a 1,15 dan 1,90
d) Ant ar a -0,40 dan 0,70
Penyelesai an
a) Daer ah yang di car i mul ai dar i Z=0 s.d Z=1,45
Jadi P(Z<1,45) =0,5+(daer ah Z=0 s.d Z=1,45)
=0,5+0,426
P(Z<1,45) =0,926
b) Daer ah yang di car i mul ai dar i Z=0 s.d Z =-0,65
Jadi P(Z<-0,65) =0,5-(daer ah Z=0 s.d Z=0,65)
=0,5-0,2422
P(Z<-0,65) =0,2578
13

c) Daer ah yang di car i mul ai dar i Z=1,15 s.d Z=1,90
Jadi P(1,15<Z<1,90) = (daer ah Z=0 s.d Z=1,90)- (daer ah Z=0 s.d Z=1,15)
=0,4713-0,3749
P(1,15<Z<1,90) =0,0964
d) Daer ah yang di car i mul ai dar i Z=-0,40 s.d Z=0,70
Jadi P(-0,40<Z<0,70) = (daer ah Z=0 s.d Z=0,40)+ (daer ah Z=0 s.d Z=0,70)
=0,1554+0,2580
P(-0,40<Z<0,70) =0,4134

8. Di st r i busi Nor mal Dua Peubah Acak
Def i ni si
Dua Peubah acak X dan Y di kat akan ber di st r i busi nor mal dua pubah acak, j i ka dan hanya
j i ka f ungsi densi t as gabungan ber bent uk:

dengan


Jadi , Fungsi pembangki t momen (f pm) gabungan :

Dar i hasi l f ungsi pembangki t momen gabungan, ki t a dapat menent ukan r at aan dan var i ans
unt uk masi ng-masi ng peubah acak ser t a kovar i ansnya. Sehi ngga di dapat l ah par amet er di st ri busi
nor mal dua peubah acak dar i f ungsi pembangki t momen gabungan t er sebut .
Par amet er Di st r i busi Nor mal Dua Peubah Acak
Ji ka X dan Y adal ah dua peubah acak yang mengi kut i dist r i busi nor mal dua peubah acak,
maka X dan Y masi ng-masi ng mengi kut i di st r i busi nor mal umum dengan:
a. E(X) =
14

b. Var (X) =
c. E(Y) =
d. Var (Y) =
dan ni l ai kovar iannya adal ah :
e. Kov(X,Y) =

Kepadat an Pr obabi l i t as Ber syar at
Kepadat an ber syar at dar i X dengan syar at Y=y di ber i kan ol eh:

Jadi f ungsi margi nal di gunakan unt uk mencar i f ungsi kepadat an pel uang dar i sal ah sat u
peubah acak dal am f ungsi kepadat an pel uang gabungan. Car a mencar i nya, mi sal kan f ungsi
kepadat an pel uang dar i peubah acak y = f (y) kar ena f (y) j adi yang har us di muncul kan adal ah
var i abel y sehi ngga unt uk mencar i nya adal ah dengan mengi nt egr al kan f ungsi kepadat an pel uang
gabungan t er hadap dx. Sebal i knya mi salkan f ungsi kepadat an pel uang dar i peubah acak x = f (x)
kar ena f (x) maka yang har us di muncul kan adal ah vari abel x sehi ngga unt uk mencar i nya dengan
mengi nt egr al kan f ungsi kepadat an pel uang gabungan t er hadap dy. Fungsi kepadat an pel uang
ber syar at dar i x dengan syar at Y=y adal ah sebandi ng dengan f ungsi kepadat an pel uang gabungan
dengan y t et ap dan x ber ger ak di bagi dengan f ungsi kepadat an pel uang mar gi nal t er hadap y
sedangkan bi l a f ungsi kepadat an pel uang dar i y dengan syar at X=x adal ah sebandi ng dengan
f ungsi kepadat an pel uang gabungan dengan x t et ap dan y ber ger ak di bagi dengan f ungsi
kepadat an pel uang mar gi nal t er hadap x.
Gabungan Var i abel Acak Kont i nu dan Di skr i t
Ji ka x adal ah var iabel kont i nu dan y di skr i t , dal am hal ini di skr i t nya dar i 0-j unt uk mencar i
f ungsi kepadat an mar gi nal dar i f ungsi kepadat an pel uang kont i nu dal am kasus i ni ki t a mi sal kan:

Dengan ni l ai x t et ap dan y ber ger ak. Adapun unt uk m encar i f ungsi kepadat an di skr i t dal am
kasus i ni adal ah yang (y)
dengan bat as x
Fungsi kepadat an pel uang ber syar at dar i x dengan syarat Y=y adal ah




15

Ji ka peubah acak X dan Y ber di st r i busi nor mal dua peubah acak, maka:
a. Di st r i busi mar gi nal unt uk X dan Y masi ng-masi ng ber dist r i busi nor mal umum;
b. Di st r i busi ber syar at dar i X dengan syar at Y=y dan Y dengan syar at X=x masi ng-masi ng
ber di st r i busi nor mal umum.






















16


BAB III
KESIMPULAN

1. Untuk distribusi peluang kontinu,sebuah fungsi disebut fungsi densitas dari X,jika nilai-
nilainya, yaitu f(x) memenuhi sifat-sifat sebagai berikut:




2. Misalnya X adalah peubah acak, baik diskrit maupun kontinu. Varians dari X
didefinisikan sebagai :
2
)] ( [ ) ( X E X E X Var = atau ] [ ) (
2
= X E X Var
3. Nilai varians untuk kasus kontinu:
dx x f x X Var ) ( ) ( ) (
2
=
}




4. - Fungsi densitas dari Distribusi Seragam berbentuk:


- Rerata dan Varians masing-masing dari Distribusi Seragam berbentuk:
dan
5. - Fungsi densitas dari Distribusi Gamma dengan parameter dan berbentuk:
; dan bernilai 0 untuk x lainnya
- Rerata dan Varians masing-masing dari Distribusi Gamma, G(,) berbentuk:
dan
6. - Fungsi densitas dari Distribusi Eksponensial dengan parameter berbentuk:
; dan bernilai 0 untuk x lainnya
- Rerata dan Varians masing-masing dari Distribusi Eksponensialnya berbentuk:
dan
7. - Fungsi densitas dari Distribusi Chi-Kuadrat dengan parameter =v/2 dan =2
berbentuk:


- Rerata dan Varians masing-masing dari Distribusi Chi-Kuadratnya berbentuk:
}
}
= s s < < <
=
9 e >


b
a
dx x f
dx x f
x o x f
) ( b) X P(a : maka , b a - dengan b, dan a setiap Untuk 3.
1 ) C | ( . 2
semua untuk , ) C | ( . 1

s s
=
lainnya x , 0
,
-
1
) (


x
x g
( )
2
1
+ = ] [ X E ( )
2

12
1
= |
.
|

\
|
] [ X V
< s
I
=

x x g
e x
x
0 dengan
) (
) , | (
1

= ] [X E

2
] [ = X V
0 dan x 0 untuk ,
1
) | ( > s s =


e
x
x g
= ] [X E
2
] [ = X V

>
|
.
|

\
|
I
=

lainnya x ; 0
0
2
2
1
2
2
1
2
x
v
v x g
e x
x v
v
;
) | (
17

dan
8. - Fungsi densitas dari Distribusi Beta dengan parameter dan berbentuk:
; dan bernilai 0 untuk x lainnya
- Rerata dan Varians masing-masing dari Distribusi Betanya berbentuk:
dan
9. - Fungsi densitas dari Distribusi Normal Umum dengan parameter dan
2
berbentuk:
; dan bernilai 0 untuk x lainnya
- Rerata dan Varians masing-masing dari Distribusi Betanya berbentuk:
E [X] = dan V [X] =
2
10. - Cara transformasi ke dalam bentuk Normal Baku adalah sebagai berikut:
- Distribusi perubah acak normal dengan rata-rata = E[X] = 0 dan variansi
2
= V[X]
= 1 disebut distribusi normal baku dan fungsi densitasnya berbentuk:
< < =
|
.
|

\
|

x
x
x g
e
; ) (
2
2
1
2
1


- Bila X bernilai antara x = x
1
dan x = x
2
maka peubah acak Z bernilai antara
z
1
= (x
1
)/ dan z
2
= (x
2
)/












v X E = ] [ v X V 2 = ] [
( )
1 1 1 0
1
1
1
> > < <
I I
+ I
=

, , ;
) ( ). (
) , | (
) (
x x g
x
x

+
= ] [ X E
( ) ( ) 1
2
+ + + +
=


] [ X V
< < =
|
.
|

\
|

x x g
x
e , ) | (
2
2
1
2
1
,
2



( )


=
X
Z
( )
dx
x
x e
x
2
2
1
2
1
) x X P(x
2
1
2 1
}

= < <
(

|
.
|

\
|


dz
z z
z
e }
|
|
|
.
|

\
|

|
.
|

\
|
=
2
1
2
2
2
1

dz z n
z
z
}
=
2
1
1 0 ) , ; (
) (
2 1
z Z z P < < =
18


DAFTAR PUSTAKA

Heryanto, Nar & Tuti Gantini. (2009). Pengantar Statistika Matematis. Bandung: Yrama
Widia.
K.R.Koch (2007). Introduction to Bayesian Statistic. Berlin:Springer