You are on page 1of 8

A.

Perawatan Gawat Darurat Gigi Avulsi

Perawatan yang disarankan untuk gigi avulsi menurut Weine (2004) dibagi menjadi tiga tahap, yaitu perawatan darurat pada daerah yang terkena trauma, perawat darurat di tempat praktek dokter gigi, dan penyelesaian perawatan endodontic.

1) Tindakan darurat di tempat kejadian

Kerusakan yang terjadi pada attachment apparatus akibat trauma tidak dapat dicegah, tetapi dapat diminimalisasi. Tindakan utama yang dilakukan dimaksudkan untuk meminimalkan nekrosis yang terjadi di ligamentum periodontal, sementara gigi lepas dari rongga mulut. (Trope, 2002). Gigi yang mengalami avulsi harus cepat dikembalikan pada soketnya atau yang sering disebut dengan istilah replantasi. Faktor yang paling penting untuk memastikan keberhasilan dari replantasi adalah kecepatan gigi tersebut dikembalikan ke dalam soketnya. Sangat penting untuk mencegah agar gigi yang avulsi tidak kering. Kondisi gigi yang kering akan menyebabkan hilangnya metabolisme fisiologis normal dan morfologi sel-sel ligamentum periodontal. Oleh karena itu waktu yang diperlukan untuk mengembalikan gigi pada soketnya tidak boleh lebih dari 15-20 menit. Apabila dalam jangka waktu tersebut gigi tidak dapat dikembalikan pada soketnya, maka gigi harus cepat disimpan dalam media yang sesuai sampai pasien bisa ke klinik gigi untuk replantasi. (Trope, 2002). Perawatan gawat darurat pada daerah yang terkena trauma ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu: 1. Hasil yang bagus diperoleh bila gigi di replantasi segera setelah terjadi avulsi. Gigi yang mengalami avulsi harus cepat dikembalikan pada soketnya atau yang sering disebut dengan istilah replantasi. Faktor yang paling penting untuk memastikan keberhasilan dari replantasi adalah kecepatan gigi tersebut dikembalikan ke dalam soketnya. Sangat penting untuk mencegah agar gigi yang avulsi tidak kering. Kondisi gigi yang kering akan menyebabkan hilangnya metabolisme fisiologis normal dan morfologi sel-sel ligamentum periodontal. Oleh karena itu waktu yang diperlukan untuk mengembalikan gigi pada soketnya tidak boleh lebih dari 15-20 menit. (Trope, 2002).

1

HBSS merupakan media yang paling sering digunakan. 2004). Apabila seseorang menelpon anda dan mengatakan bahwa ada seseorang yang giginya luksasi. HBSS terdiri dari sodium klorid. Dokter gigi harus segera dihubungi dan pasien harus datang ke tempat praktek dokter gigi secepat mungkin. 2. cobalah meminta orang dewasa di sana untuk mengembalikan gigi ke soketnya. dan magnesium sulfat. Setelah dibersihkan. 2 . karena tercampur lumpur atau terkena kotoran hewan. kalsium klorid. 2004). Gigi yang avulse dapat diletakan di dalam rongga mulut atau di dasar lidah. glukosa. Saliva digunakan sebagai media. sebaiknya gigi diletakkan pada suatu media untuk menyimpan gigi atau transport medium dan di bawa ke tempat praktek dokter gigi. saliva. atau orang dewasa lain yang bertanggungjawab sebaiknya secepat mungkin menempatkan kembali gigi yang mengalami avulsi ke soketnya. sebab jika dilakukan pada anak-anak dikhawatirkan gigi tersebut akan tertelan. Via span. 3. Apabila tidak memungkinkan untuk melakukan replantasi. Media yang bisa digunakan adalah Hank’s Balanced Salt Solution (HBSS). Handuk kecil atau sesuatu yang lembut bisa diletakkan pada bagian oklusal atau incisal gigi yang telah di replantasi dan ditahan supaya gigi tetap pada soketnya selama perjalanan menuju tempat praktek dokter gigi (Weine. Tetapi teknik ini sebaiknya digunakan pada orang dewasa atau remaja. cobalah meminta orang dewasa untuk mengembalikan gigi tersebut ke soket. Gigi harus dibersihkan di bawah air yang mengalir sehingga kotoran hilang. sodium bikarbonat. HBSS mampu menjaga dan mempertahankan sel-sel jaringan perodiontal yang menempel pada gigi. b.3% gigi yang avulse berhasil dilakukan replantasi dengan menyimpan gigi pada media tersebut. a. tanpa disterilisasi terlebih dahulu. Bahkan bila gigi tersebut sudah terkontaminasi. tetapi tidak boleh ada jaringan gigi yang hilang (Weine. jika dibutuhkan.Orang tua. potassium klorida. susu. magnesium klorid. Pengembalian ini sangat membantu proses penyembuhan pasien. Via span digunakan karena mampu menjaga vitalitas fibroblas. c. guru. gigi dengan lembut dan cepat dikembalikan ke dalam soketnya dengan memegang hanya pada bagian mahkotanya saja. dan air. tidak boleh dibersihkan dengan sabun atau detergen. sebab saliva merupakan cairan yang kerap berkontak dengan gigi dan bagian dari rongga mulut. 85. sodium fosfat.

e. 3 . Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara menekan (palpasi) pada permukaan fasial dan palatal dari soket. 2002). periksa dinding soket apakah terjadi abses atau kolaps.  Diagnosis and Treatment Planning  Pemeriksaan gigi yang avulsi Suatu media khusus yang dapat digunakan untuk menyimpan gigi sebelum direplantasi adalah Hank's Balanced Salt Solution (HBSS). Air adalah media yang dapat digunakan kapan pun dan di mana pun. 2) Tindakan yang dilakukan di klinik gigi  Emergency visit Tujuan dari emergency visit (tindakan darurat) adalah untuk mereplantasi gigi dengan kerusakan sel yang seminimal mungkin karena akan menyebabkan inflamasi dan memaksimalkan jumlah sel ligamen periodontal yang memiliki potensi untuk meregenerasi dan memperbaiki kerusakan pada permukaan akar (Trope. 2002).. Penting juga dilakukan pemeriksaan tulang alveolar untuk mengetahui apakah terjadi fraktur atau tidak (Trope. soket dibersihkan dengan larutan salin dan ketika gumpalan darah dan debris yang berada di dalamnya sudah bersih. 2002). termasuk jaringan lunak.d. Selain itu dapat juga digunakan susu atau salin fisiologis (Trope. Media ini terbukti dapat mempertahankan vialbilitas serabut periodontal dalam jangka waktu yang lama. Dianjurkan pula untuk melakukan pemeriksaan radiografis pada soket dan daerah sekitarnya. Air mampu menurunkan kecepatan kematian jaringan periodontal. 2002). Susu terdiri dari berbagai macam antigen yang dapat melawan reaksi negatif . Selanjutnya.  Pemeriksaan Soket dan Tulang Alveolar Pemeriksaan soket dilakukan untuk meyakinkan bahwa kondisinya masih bagus dan memungkinkan untuk dilakukan replantasi. Three vertical angulation diperlukan untuk mendiagnosis fraktur horizontal pada akar gigi (Trope.

Apabila gigi sudah dikembalikan ke soketnya. Bila pasta kalsium 4 . 2004).7%). perlu dilakukan anamnesis untuk mengetahui riwayat kesehatan psien. Apabila gigi belum direplantasi. Penyelesaian perawatan endodontic tersebut meliputi: 1. nyaman. Irigasi soket dengan saline dan jangan membuat akses untuk kavitas. Gigi dipegang sepanjang waktu pada bagian mahkotanya saja dengan sponge yang telah diberi saline. 2004). lakukan saluran akar debridement dan preparasi berdasarkan panjang akar dari foto rontgen yang telah dilakukan sebelumnya.Tahap kedua adalah perawatan gawat darurat saat pasien sudah di tempat praktek dokter gigi. maka tidak dilakukan ekstirpasi karena pulpa tersebut akan mengalami revitalisasi untuk melanjutkan perkembangan apikal. Makanan yang dianjurkan seperti ice cream. sandwich tertentu). 3. Dua minggu setelah replantasi. Pada tahap ini hal-hal yang perlu diperhatikan adalah: 1. Secepat mungkin. ice milk. 2004). hamburger yang lunak (Weine. Pada gigi dengan apikal yang belum tertutup sempurna. Untuk mencegah ankilosis. Cek gigi tesebut dengan rontgen. jangan memotong bagian akar serta jangan sampai terjadi apikal penestrasi (Weine. Teknik splinting yang direkomendasikan adalah fiksasi semi-rigid selama 7-10 hari (Trope 2002) Gigi yang mengalami avulsi perlu dilakukan perawatan endodontik. lalu tumpat dengan tumpatan sementara seperti ZOE. Bila pulpa tersebut kemudian menjadi nekrosis. 2. maka gigi tersebut tinggal di splinting saja (Weine. ambil splin pada akhir perawatan. Teknik splinting memungkinkan gerakan fisologis gigi selama selama penyembuhan dan akan mengurangi insidensi ankylosis. maka canal debridement dan prosedur apeksifikasi dapat dilakukan. gigi avulsi direplantasi pada soket dengan sponge. siapkan akses kavitas. dan tempatnya sudah sesuai. 2. cangkang udang/kepiting. dokter gigi tidak boleh mengkuretase gigi atau mensterilisasi bagian akar atau soket gigi. Pasien diberi informasi untuk mengkonsumsi makanan lunak dahulu (tidak boleh makan makanan seperti apel. Buang dengan lembut debris pada permukaan akar dengan sponge basah. tempatkan pasta kalsium hidroksida pada saluran akar untuk mencegah dan mengurangi eksternal resorpsi. Seperti prosedur pada umumnya. gigi diletakkan di gelas yang berisi larutan saline (sedikit garam dimasukkan pada air akan menghasilkan salinitas sekitar 0. Ketika pasien sampai di tempat praktek. periksa area gigi dan lakukan rontgen gigi secepat mungkin. Satu minggu setelah replantasi. Lakukan splinting dengan soft arch wire dan dengan etsa asam.

Jaringan pulpa mungkin akan hilang dan hal ini dapat ditanggulangi dengan treatment seperti yang telah dijelaskan pada awal tahap ke-3. C.hidroksida ditempatkan terlalu cepat. buka kembali gigi tersebut. terkadang memang sulit untuk menempatkan kembali secara cepat gigi yang avulsi. Inisial kontrol pada bulan pertama. Seringkali gigi tidak ditemukan hingga beberapa jam atau beberapa hari kemudian. Perawatan endodontik pada gigi avulsi 1. hal ini dapat meningkatkan resorpsi. Gigi dengan apeks terbuka dan telah berada di luat mulut selama lebih dari 2 jam   3. ada juga yang berpendapat bahwa semakin cepat gigi dikembalikan ke tempat asalnya. kemudian dilanjutkan setiap tiga bulan. Gigi dengan apeks terbuka dan telah berada di luat mulut selama kurang dari 2 jam    Replantasi dilakukan dalam usaha untuk merevitaslisasi pulpa Kontrol tiap 3-4 minggu untuk mendeteksi adanya keganasan Jika terdapat keganasan. Bersihkan saluran akar dan isi dengan kalsium hidroksida Kontrol dalam 6-8 minggu Gigi dengan apeks tertutup sempurna atau sebagian dan berada di luar mulut kurang dari 2 jam 5 . Setelah ligamen periodontal dan apek terlihat terbentuk kembali pada pemeriksaan radiograf. sebelum ligamen periodontal mengalami regenerasi. Bila gigi tidak dapat ditemukan dalam beberapa jam. bersihkan saluran akar dan isi dengan kalsium hidroksida (apeksifikasi) 2. Namun. maka treatment endodontik dapat dilakukan sebelum replantasi. Eksternal resorpsi biasanya terjadi pada tahun pertama. Bersihkan kembali dinding saluran akar dengan sedikit preparasi dan isi dengan gutta-percha dan sealer. B. yaitu dengan menyimpan gigi yang avulsi pada suatu media. 3. Kemungkinan karena kecelakaan yang terjadi berada jauh dari tempat praktek gigi terdekat. itu akan lebih baik. Replantasi setelah periode ekstraoral Pada beberapa kasus. di mana biasanya memakan waktu 3-6 bulan.

Ambil jaringan pulpa dalam 7-14 hari Medikasi saluran akar dengan kalsium hidroksida Obturasi dengan gutta percha dan sealer setelah 7-14 hari medikasi Gigi dengan apeks tertutup sempurna atau sebagian dan berada di luar mulut lebih dari 2 jam   Perawatan saluran akar baik intraoral maupun ekstraoral Jika dilakukan secara ekstraoral. replantasi intensional adalah pencabutan gigi dengan sengaja untuk menyelesaikan perawatan saluran akar atau penambalan secara retrograd. Penyakit periodonsium yang parah dan gigi goyang. Pasien dengan fraktur rahang atau alveolus 2. diabetus yang tak terkontrol. 3. Kasus perawatan saluran akar yang tidak dapat dirawat secara konvensional akibat pembuntuan saluran akar. Penyakit sistemik seperti hipertensi yang parah. hindari cedera kimiawi maupun mekanis pada permukaan akar REPLANTASI INTENSIONAL 1. Pengertian replantasi adalah mengembalikan gigi ke dalam alveolusnya. kesulitan membuka mulut.   4. Kontraindikasi 1. perforasi maupun karies. Teknik Replantasi 6 . kelainan darah. b. a. kemudian mengembalikannya ke dalam alveolus yang sama. adanya pasak. Kasus bedah yang tidak dapat dilakukan karena kesukaran anatomis dekat dengan syaraf atau sinus. 2.dll. c. Indikasi 1. infark jantung. alat yang patah.

Soket diirigasi menggunakan cairan NaCl fisiologis. Pemeriksaan akar gigi secara teliti untuk melihat adanya fraktur. 7 . f. Lakukan anestesi lokal. e. (2). Kegagalan replantasi yang dapat terjadi yaitu kerusakan periodonsium atau ankilosis dengan resorpsi yang parah. Gigi dipegang pada mahkotanya saja untuk menghindari trauma jaringan periodonsium. Cara-cara replantasi gigi di ruang praktek: (1). Kemudian dilakukan preparasi pada foramen apikal dan pengisian retrograde dengan cara kondensasi bahan tumpatan (amalgam / GIC / komposit). (3). g. Bilas gigi perlahan-lahan dengan NaCl fisiologis menggunakan syringe. Akar gigi dan dinding soket dijaga tetap basah untuk mempertahan sel -sel pada permukaan akar tetap hidup. b. c.a. d. Letakkan gigi perlahan-lahan dengan tekanan jari. maupun penyembuhannya. i. j. Periksakan ke dokter gigi sesegera mungkin. Apabila fragmen tulang alveolar menghalangi replantasi maka lepaskan kembali gigi dan tempatkan pada NaCl fisiologis. (4). Gigi dikembalikan ke dalam soketnya secara hati -hati dan dilakukan dengan stabilisasi kawat ortho yang diikatkan pada gigi sebelahnya dan diperkuat dengan resin komposit. Cara-cara replantasi gigi avulsi yang dilakukan di tempat terjadinya trauma: (1). Ujung apeks gigi dipotong dengan fisure bur kecepatan tinggi dan diirigasi dengan salin yang banyak. resorpsi akar. (3). Avulsi Pada gigi sulung yang mengalami avulsi replantasi merupakan kontraindikasi oleh karena koagulum yang terbentuk akan mengganggu benih gigi tetap. Kembalikan tulang pada posisinya dan ulangi kembali replantasi. Tekan gigi yang mengalami avulsi dalam posisi yang benar pada soketnya sesegera mungkin. h. Pengambilan radiograf dilakukan langsung setelah replantasi selesai. (2). perforasi maupun kerusakan yang lainnya. kerusakan periodonsium. Pencabutan gigi dilakukan de ngan hati-hati terutama pada waktu luksasi. Setelah 7-14 hari dilakukan evaluasi untuk melihat tandatanda kegoyangan . (5). Cara lain adalah menempatkan gigi diantara bibir bawah dan gigi atau bila tidak memungkinkan letakkan gigi pada segelas air susu.

Pasien diinstruksikan untuk berkumur menggunakan klorheksidin 0. Stabilisasi gigi dengan menggunakan splint. (a). Gambar 11. Berikan antibiotika selama 4-5 hari. (11). Pemasangan splint pada gigi yang sudah direplantasi Pertimbangan perawatan saluran akar pada gigi yang mengalami avulsi: (1). (12). Cara mengembalikan gigi ke dalam soket (c). 8 . (9). Pembuatan foto rontgen dilakukan untuk memeriksa apakah posisi sudah benar. Lepaskan splint setelah 1-2 minggu. (5).1% sehari 2 kali selama 1 minggu. Gigi insisif sentral kiri atas mengalami avulsi (b). Pada gigi dengan foramen apikal yang masih terbuka kemungkinan akan terjadi revaskularisasi pada pulpa sehingga perawatan saluran akar hendaknya ditangguhkan. Perawatan saluran akar dipertimbangkan bila tampak adanya kelainan pada pulpa. Berikan profilaksis tetanus bila gigi yang avulsi telah berkontak dengan sesuatu. Apabila pada foto rontgen terlihat tanda-tanda nekrosis pulpa dan adanya gambaran radiolusen di daerah apikal dengan atau tanpa disertai resorpsi akar eksternal maka perawatan saluran akar harus segera dilakukan. (2).(6). (10). Pada gigi dengan apeks belum tertutup dianjurkan untuk dilakukan pembuatan foto rontgen setiap 2 minggu sekali sampai terlihat pulpa tidak nekrosis dan penutupan apeks terjadi. (7). Perawatan saluran akar dapat dilakukan setelah 7-10 hari kemudian atau setelah splint dilepas. Saluran akar diisi pasta kalsium hidroksida untuk sementara. (8). (3). (4).