P. 1
subnetting

subnetting

|Views: 76|Likes:
subnetting
subnetting

More info:

Published by: Iiezt KissmeElf AngelteukEusabio on Jan 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/13/2013

pdf

text

original

subnetting

Nama Kelas Absen

: Nurhidayah istiqomah :Xi ips 2 :28

subnetting
subnetting adalah teknik memecah suatu jaringan besar menjadi jaringan yang lebih kecil dengan cara mengorbankan bit Host ID pada subnet mask untuk dijadikan Network ID baru. Contoh adanya subnetting: Sebuah perusahaan memperoleh IP address network kelas C 192.168.0.0. Dengan IP network tersebut maka akan didapatkan sebanyak 254 (28-2) alamat IP address yang dapat kita pasang pada komputer yang terkoneksi ke jaringan. Yang menjadi masalah adalah bagaimana mengelola jaringan dengan jumlah komputer lebih dari 254 tersebut. Tentu tidak mungkin jika anda harus menempatkan komputer sebanyak itu dalam satu lokasi. Jika anda hanya menggunakan 30 komputer dalam satu kantor, maka ada 224 IP address yang tidak akan terpakai. Untuk mensiasati jumlah IP address yang tidak terpakai tersebut dengan jalan membagi IP network menjadi beberapa network yang lebih kecil yang disebut subnet.

Di tiap perusahaan yang mempunyai jaringan pasti memiliki komputer lebih dari Satu mungkin 100 atau 200 komputer. Agar Komputer tersebut dapat berhubungan denganlancar maka harus kita harus menggunakan subnetting.

Fungsi subnetting
Penghematan Alamat IP Mengalokasikan IP address yang terbatas agar lebih efisien. Jika internet terbatas oleh alamat-alamat di kelas A, B, dan C, tiap network akan memliki 254, 65.000, atau 16 juta IP address untuk host devicenya. Walaupun terdapat banyak network dengan jumlah

host lebih dari 254, namun hanya sedikit network (kalau tidak mau dibilang ada) yang memiliki host sebanyak 65.000 atau 16 juta. Dan network yang memiliki lebih dari 254 device akan membutuhkan alokasi kelas B dan mungkin akan menghamburkan percuma sekitar 10 ribuan IP address.

Mengoptimalisasi Unjuk Kerja Jaringan walaupun sebuah organisasi memiliki ribuan host device, mengoperasikan semua device tersebut di dalam network ID yang sama akan memperlambat network. Cara TCP/IP bekerja mengatur agar semua komputer dengan network ID yang sama harus berada di physical network yang sama juga. Physical network memiliki domain broadcast yang sama, yang berarti sebuah medium network harus membawa semua traffic untuk network. Karena alasan kinerja, network biasanya disegmentasikan ke dalam domain broadcast yang lebih kecil – bahkan lebih kecil – dari Class C address. Mengurangi lalu-lintas jaringan, sehingga data yang lewat di perusahaan tidakakan bertabrakan (collision) atau macet. Teroptimasinya unjuk kerja jaringan Pengelolaan yang disederhanakan Membantu pengembangan jaringan ke arah jarak geografis yang menjauh Subnet mask adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada Subnet mask adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar. RFC 950 mendefinisikan penggunaan sebuah subnet mask yang disebut juga sebagai sebuah address mask sebagai sebuah nilai 32-bit yang digunakan untuk membedakan network identifier dari host identifier di dalam sebuah alamat IP. Bitbit subnet mask yang didefinisikan sebagai berikut: Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh network identifier diset ke nilai 1. Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh host identifier diset ke nilai 0. Setiap host di dalam sebuah jaringan yang menggunakan TCP/IP membutuhkan sebuah subnet mask meskipun berada di dalam sebuah jaringan dengan satu segmen saja. Entah itu subnet maskdefault (yang digunakan ketika memakai network identifier berbasis kelas) ataupun subnet mask yang dikustomisasi (yang digunakan ketika membuat sebuah subnet atau supernet) harus dikonfigurasikan di dalam setiap nodeTCP/IP. Ada dua metode yang dapat digunakan untuk merepresentasikan subnet mask, yaitu :

Notasi Desimal Bertitik Notasi Panjang Prefiks Jaringan

DESIMAL BERTITIK Sebuah subnet mask biasanya diekspresikan di dalam notasi desimal bertitik (dotted decimal notation), seperti halnya alamat IP. Setelah semua bit diset sebagai bagian network identifier dan host identifier, hasil nilai 32-bit tersebut akan dikonversikan ke notasi desimal bertitik. Perlu dicatat, bahwa meskipun direpresentasikan sebagai notasi desimal bertitik, subnet maskbukanlah sebuah alamat IP.Subnet maskdefault dibuat berdasarkan kelas-kelas alamat IP dan digunakan di dalam jaringan TCP/IP yang tidak dibagi ke dalam beberapa subnet. PANJANG PREFIKS JARINGAN Karena bit-bit network identifier harus selalu dipilih di dalam sebuah bentuk yang berdekatan dari bit-bit ordo tinggi, maka ada sebuah cara yang digunakan untuk merepresentasikan sebuah subnet mask dengan menggunakan bit yang mendefinisikan network identifier sebagai sebuah network prefix dengan menggunakan notasi network prefix. Notasi network prefix juga dikenal dengan sebutan notasi Classless Inter-Domain Routing (CIDR) yang didefinisikan di dalam RFC 1519. MENENTUKAN ALAMAT NETWORK IDENTIFIER Untuk menentukan network identifier dari sebuah alamat IP dengan menggunakan sebuah subnet mask tertentu, dapat dilakukan dengan menggunakan sebuah operasi matematika, yaitu dengan menggunakan operasi logika perbandingan AND (AND comparison). Di dalam sebuah AND comparison, nilai dari dua hal yang diperbandingkan akan bernilai true hanya ketika dua item tersebut bernilai true; dan menjadi false jika salah satunya false. Dengan mengaplikasikan prinsip ini ke dalam bitbit, nilai 1 akan didapat jika kedua bit yang diperbandingkan bernilai 1, dan nilai 0 jika ada salah satu di antara nilai yang diperbandingkan bernilai 0. Cara ini akan melakukan sebuah operasi logika AND comparison dengan menggunakan 32-bit alamat IP dan dengan 32-bit subnet mask, yang dikenal dengan operasi bitwise logical AND comparison. Hasil dari operasi bitwise alamat IP dengan subnet mask itulah yang disebut dengan network identifier.

Melakukan Subnetting
Untuk melakukan subnetting terdiri dari beberapa proses yaitu untuk Menentukan jumlah subnet yang dihasilkan oleh subnet mask Yaitu dengan caramemakai rumus 2x – 2 = jumlah subnet, x adalah bit 1 pada subnet mask. Misalnya 11000000, maka x adalah 2 (dilihat dari jumlah angka 1 yang ada di situ), 22 – 2 = 2 subnet. 1. Menentukan jumlah host per subnet Yaitu dengan memakai rumus 2y – 2 =jumlah host per subnet, y adalah jumlah bit dibagian host atau yang bernilai nol‘0’. Misalnya 11000000, maka y adalah 6 (dilihat dari angka 0 yang ada disitu), 26– 2 = 62 host 2. Menentukan subnet yang valid Yaitu dengan mengurangi 256 dengan angka yangada dibelakang subnet mask, misalnya 255.255.255.224/27, maka untukmenentukan subnet yang valid 256 – 224 = 32. Hasil dari penguranganditambahkan dengan bilangan itu sendiri sampai berjumlah sama dengan angkabelakang subnet mask. 32 + 32 =64, 64 + 32 = 96, 96 + 32 = 128, 128 + 32 = 160,160 + 32 = 192, 192 + 32 = 224. maka jumlah host yang valid adalah 32, 64, 96,128, 160, 192. 3. Menentukan alamat broadcast untuk tiap subnet Yaitu mengambil alamat ipaddress yang terletak paling akhir 4. Menetukan host-host yang valid untuk tiap subnet Yaitu mengambil nomordiantara subnet-subnet dengan menghilangkan angka 0 dan angka 1.

Perhitungan SUBNETTING
Konsep subnetting sebetulnya melingkupi pertanyaan-pertanyaan berikut:
    

Berapa banyak subnet yang bisa dihasilkan sebuah subnet mask? Berapa banyak host yang valid pada setiap subnet? Subnet-subnet mana saja yang valid? Mana yang termasuk broadcast address untuk setiap subnet. Host-host mana saja yang valid untuk setiap subnet.

Perhitungan Subnetting IP  Subnetting Alamat IP kelas C Tabel berikut berisi subnetting yang dapat dilakukan pada alamat IP dengan network identifier kelas C. Jumlah subnet (segmen jaringan) 1-2 3-4 5-8 9-16 17-32 33-64 Subnet mas1265132185131813k (notasi desimal bertitik/ notasi panjang prefiks) 255.255.255.128 atau /25 255.255.255.192 atau /26 255.255.255.224 atau /27 255.255.255.240 atau /28 255.255.255.248 atau /29 255.255.255.252 atau /30

Jumlah subnet bit 1 2 3 4 5 6

Jumlah host tiap subnet 126 62 30 14 6 2

 Perhitungan Subnet Kelas C Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ? Analisa : 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnetmask /26 berarti : 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192). Perhitungan : 1. Jumlah Subnet = 2x , dimana x adalah banyaknya binary 1 pada octet terkhir subnetmask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi jumlah subnet adalah 22 = 4 subnet. 2. Jumlah Host per Subnet = 2y -2 , dimana y adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binary 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host. 3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnetmask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64+64=128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah

0,64,128,192.

4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid ? Buatlah tabel untuk lebih jelas! Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.

Subnet Host pertama Host Terakhir Broadcast

192.168.0 192.168.1.1

192.168.1.64 192.168.1.65

192.168.1.128 192.168.1.129

192.168.1.192 192.168.1.193 192.168.1.254 192.168.1.255

192.168.1.62 192.168.1.126 192.168.1.190 192.168.1.63 192.168.1.127 192.168.1.191

Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah.

 Subnetting Alamat IP kelas B Tabel berikut berisi subnetting yang dapat dilakukan pada alamat IP dengan network identifier kelas B. Subnet mask Jumlah subnet/ (notasi desimal Jumlah subnet bit segmen jaringan bertitik/ notasi panjang prefiks) 1-2 1 255.255.128.0 atau /17 3-4 2 255.255.192.0 atau /18 5-8 3 255.255.224.0 atau /19 9-16 4 255.255.240.0 atau /20 17-32 5 255.255.248.0 atau /21 33-64 6 255.255.252.0 atau /22 65-128 7 255.255.254.0 atau /23 129-256 8 255.255.255.0 atau /24 255.255.255.128 atau 257-512 9 /25

Jumlah host tiap subnet 32766 16382 8190 4094 2046 1022 510 254 126

513-1024 1025-2048 2049-4096 4097-8192 8193-16384

10 11 12 13 14

255.255.255.192 atau /26 255.255.255.224 atau /27 255.255.255.240 atau /28 255.255.255.248 atau /29 255.255.255.252 atau /30

62 30 14 6 2

 Perhitungan Subnet Kelas B Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (counter) dari 0, 1, 2, 3, dan seterusnya.

Kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18 Analisa : 172.16.0.0 berarti kelas B , dengan Subnetmask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0)

Perhitungan : 1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binary 1 pada 2 oktet. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet. 2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binary 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host. 3. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64+64=128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0,64,128,192. 4. Alamat host dan broadcast yang valid :

Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25. Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti : 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).

Perhitungan : 1. Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet 2. Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host 3. Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128) 4. Alamat host dan broadcast yang valid :

 Subnetting Alamat IP kelas A Tabel berikut berisi subnetting yang dapat dilakukan pada alamat IP dengan network identifier kelas A. Subnet mask Jumlah subnet Jumlah subnet bit (notasi desimal bertitik/ (segmen jaringan) notasi panjang prefiks) 1-2 3-4 5-8 9-16 17-32 33-64 65-128 129-256 257-512 513-1024 1025-2048 2049-4096 4097-8192 8193-16384 16385-32768 32769-65536 65537-131072 131073-262144 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 255.128.0.0 atau /9 255.192.0.0 atau /10 255.224.0.0 atau /11 255.240.0.0 atau /12 255.248.0.0 atau /13 255.252.0.0 atau /14 255.254.0.0 atau /15 255.255.0.0 atau /16 255.255.128.0 atau /17 255.255.192.0 atau /18 255.255.224.0 atau /19 255.255.240.0 atau /20 255.255.248.0 atau /21 255.255.252.0 atau /22 255.255.254.0 atau /23 255.255.255.0 atau /24 255.255.255.128 atau /25 255.255.255.192 atau /26 Jumlah host tiap subnet 8388606 4194302 2097150 1048574 524286 262142 131070 65534 32766 16382 8190 4094 2046 1022 510 254 126 62

262145-524288 524289-1048576 1048577-2097152 2097153-4194304

19 20 21 22

255.255.255.224 atau /27 255.255.255.240 atau /28 255.255.255.248 atau /29 255.255.255.252 atau /30

30 14 6 2

 Perhitungan Subnet Kelas A Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.

Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16. Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).

Penghitungan: 1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet 2. Jumlah Host per Subnet = 216 - 2 = 65534 host 3. Blok Subnet = 256 - 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc. 4. Alamat host dan broadcast yang valid :

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->