P. 1
Kewajiban Istri Terhadap Suami

Kewajiban Istri Terhadap Suami

|Views: 5|Likes:
Published by Helmon Chan

More info:

Published by: Helmon Chan on Jan 31, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/13/2014

pdf

text

original

Kewajiban Istri Terhadap Suami

seorang istri wajib memenuhi hasrat suaminya melebihi kewajibannya yang lain kecuali tentunya perkara fardhu ain

Sabda Rasulullah SAW
• “Apabila seorang suami mengajak istri ke tempat tidur (untuk berjima’), dan istri menolak (sehingga membuat suaminya murka), maka si istri akan dilaknat oleh malaikat hingga (waktu) subuh.” (Diriwayatkan Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa’i, adDarimi dan al-Baihaqi, dari Abu Hurairah ra) • “Demi Allah, yang jiwa Muhammad berada di tanganNya, seorang wanita tidak akan bisa menunaikan hak Allah sebelum ia menunaikan hak suaminya. Andaikan suami meminta dirinya padahal ia sedang berada di atas punggung unta, maka ia (istri) tetap tidak boleh menolak.” (Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Hibban dari Abdullah bin Abi Aufa ra)

Kewajiban Suami Terhadap Istri untuk memenuhi nafkah batin
Ada beberapa ayat/hadis yang menunjukkan bahwa suami itu adalah pemimpin dalam keluarganya, yang tentu saja perlu memenuhi keperluan-keperluan istrinya termasuk dalam perkara hubungan suami istri.

Sabda Rasulullah SAW
• "Ketahuilah, berbuat baiklah terhadap wanita, karena mereka adalah tawanan kalian. Kalian tidak berhak atas mereka lebih dari itu, kecuali jika mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Jika mereka melakukannya, jauhilah mereka di tempat tidur dan pukullah mereka dengan pukulan yang tidak menyakitkan. Jika kemudian mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Ketahuilah; kalian memiliki hak atas istri kalian dan istri kalian memiliki hak atas kalian. Hak kalian atas istri kalian ialah dia tidak boleh memasukkan orang yang kalian benci ke tempat tidur kalian. Tidak boleh memasukan seseorang yang kalian benci ke dalam rumah kalian. Ketahuilah; hak istri kalian atas kalian ialah kalian berbuat baik kepada mereka dalam (memberikan) pakaian dan makanan (kepada) mereka." (H.R. AtTirmidzi)

Kandungan hadis tersebut
• Berbuat baiklah terhadap wanita (istri). Kebaikan suami pada istrinya tentunya adalah termasuk dalam memenuhi hasrat istri • Tentang 'janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya', maksudnya seorang suami jangan menyusahkan istrinya yang sudah taat kepadanya. Salah satu kesusahan istri adalah hasratnya yang belum tertunaikan.

kewajiban suami & istri
• Berbuat baiklah terhadap wanita (istri). Kebaikan suami pada istrinya tentunya adalah termasuk dalam memenuhi hasrat istriTentang 'janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya', maksudnya seorang suami jangan menyusahkan istrinya yang sudah taat kepadanya. Salah satu kesusahan istri adalah hasratnya yang belum tertunaikan.

Seorang istri memenuhi hasrat suami

• ketaatannya pada Allah terutama fardhu 'ain • ketaatannya pada suami • Jadi selama tidak bertentangan dengan perkara fardhu 'ain, seorang istri langsung menunaikan kewajibannya tersebut.

seorang suami dalam memenuhi hasrat istrinya
• ketaatannya pada Allah terutama fardhu 'ain • posisi sebagai pemimpin & pendidik keluarga • kewajibannya terhadap masyarakat terutama fardhu kifayah • Jadi dengan demikian seorang suami tidak dapat sertamerta memenuhi hasrat istrinya, karena ada pertimbangan lain. Misalkan sang suami ada kewajiban di luar rumah yang mendesak dalam perkara fardhu kifayah, sehingga tidak dapat segera mengurus istrinya. Dapat juga terjadi istri perlu dididik dengan didiamkan dulu sementara jika ada masalah syariat yang perlu diselesaikan dengan cara didiamkan

Kewajiban istri dan suami tentu saja tidak terbatas hanya perkara seks saja, namun juga masih banyak hal-hal lain.

Kewajiban Suami Terhadap Istri firman Allah
• "Dan gaulilah mereka (isteri-isterimu) dengan cara sebaik-baiknya." (An Nisa 19) • 'Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dg kewajiban menurut cara yg baik akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan atas isterinya." (Al Baqarah : 228) • 'Hai orang2 yg beriman! Jagalah dirimu dan ahli keluargamu dari api Neraka." (At Tahrim : 6)

Rasulullah SAW bersabda
• 'Ingatlah (hai kaumku), terimalah pesanku untuk berbuat baik kpd para isteri, isteri2 itu hanyalah dapat diumpamakan tawanan yg berada di sampingmu, kamu tidak dpt memiliki apa2 dari mereka selain berbuat baik, kecuali kalau isteri2 itu melakukan perbuatan yg keji yg jelas (membangkang atau tidak taat) maka tinggalkanlah mereka sendirian di tempat tidur dan pukullah mereka dg pukulan yg tidak melukai. Kalau isteri2 itu taat kepadamu maka janganlah kamu mencari jalan untuk menyusahkan mereka. • Ingatlah! Sesungguhnya kamu mempunyai kewajiban terhadap isteri2mu dan sesungguhnya isteri2mu itu mempunyai kewajiban2 terhadap dirimu. Kemudian kewajiban isteri2 terhadap dirimu ialah mereka tidak boleh mengijinkan masuk ke rumahmu orang yg kamu benci. Ingatlah! Kewajiban terhadap mereka ialah bahwa kamu melayani mereka dg baik dlm soal pakaian dan makanan mereka.(Riwayat Tarmizi dan Ibnu Majah)

Rasulullah SAW bersabda
• "Kewajiban seorang suami terhadap isterinya ialah suami harus memberi makan kepadanya jika ia makan dan memberi pakaian kepadanya jika ia berpakaian dan tidak boleh memukul mukanya dan tidak boleh memperolokkan dia dan juga tidak boleh meninggalkannya kecuali dalam tempat tidur (ketika isteri membangkang)." (Riwayat Abu Daud) • "Siapa saja seorang laki-laki yang menikahi perempuan dengan mas kawin sedikit atau banyak sedangkan dalam hatinya ia berniat untuk tidak memberikan hak perempuan tersebut (mas kawinnya) kepadanya. maka ia telah menipunya, kemudian jika ia meninggal dunia, sedang ia belum memberi hak perempuan tadi kepadanya maka ia akan menjumpai Allah pada hari Kiamat nanti dalam keadaan berzina."

Rasulullah SAW bersabda
• "Sesungguhnya yang termasuk golongan mukmin yang paling sempurna imannya ialah mereka yang baik budi pekertinya dan mereka yang lebih halus dalam mempergauli keluarganya (isteri anak-anak dan kaum kerabatnya). " • "Orang-orang yang terbaik dari kamu sekalian ialah mereka yang lebih baik dari kamu dalam mempergauli keluarganya dan saya adalah orang yang terbaik dari kamu sekalian dalam mempergauli keluargaku." (Riwayat lbnu Asakir)

Rasulullah SAW bersabda
• "Barang siapa yang sabar atas budi pekerti isterinya yang buruk, maka Allah memberinya pahala sama dengan pahala yang diberikan kepada Nabi Ayub a.s karena sabar atas cobaan-Nya." ( Cobaan ke atas Nabi Ayub ada empat hal: Habis harta bendanya., Meninggal dunia semua anaknya., Hancur badannya., Dijauhi oleh manusia kecuali isterinya benama Rahmah ) " Dan seorang isteri yang sabar atas budi pekerti suaminya yang buruk akan diberi oleh Allah pahala sama dengan pahala Asiah isteri Firaun". • "Takutlah kepada Allah dalam memimpin isteri-istrimu , karena sesungguhnya mereka adalah amanah yang berada disampingmu, barangsiapa tidak memerintahkan sholat kepada isterinya dan tidak mengajarkan agama kepadanya, maka ia telah berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya."

Kesimpulan
1. Menjadi pemimpin anak isteri di dalam rumah tangga. 2. Mengajarkan ilmu fardhu 'ain (wajib) kepada anak isteri yaitu ilmu tauhid, fiqih dan tasawuf. • Ilmu tauhiddiajarkan supaya aqidahnya sesuai dengan aqidah Ahli Sunnah wal Jamaah. • Ilmu fiqih diajarkan supaya segala ibadahnya sesuai dengan kehendak agama. • Ilmu tasawuf diajarkan supaya mereka ikhlas dalam beramal dan dapat menjaga segala amalannya daripada dirusakkan oleh rasa riya' (pamer), bangga, menunjuk-nunjuk orang lain dan lain-lain

Rasulullah SAW bersabda
• 'Tiap-tiap kamu adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Seorang imam yang memimpin manusia adalah pemimpin dan ia bertanggung jawab at,is rakyatnya. Seorang suami adalah pemimpin dalam mengurusi ahli keluarganya. Ia bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Seorang isteri adalah pemimpin dalam rumah tangganya dan bertanggung jawab alas keluarganya. Seorang hamba adalah pemimpin dalam mengurus harta tuannya, ia bertanggung jawab atas peliharaannya. Seorang laki-laki itu adalah pemimpin dalam mengurusi harta ayahnya, ia bertanggung jawab atas peliharaannya. Jadi setiap kamu sekalian adalah pemimpin dan setiap kamu harus bertanggung jawab alas yang dipimpinnya." (Muttafaq 'alai ) • "Tidak ada seseorang yang menjumpai Allah swt dengan membawa dosa yang lebih besar daripada seorang suami yang tidak sanggup mendidik keluarganya."

Rasulullah SAW bersabda
4. Memberi makan, minum, pakaian dan tempat tinggal dari uang dan usaha yang halal. Ada ulama berkata: 'Sekali memberi pakaian anak isteri yang menyukakan hati mereka dan halal maka suami mendapat pahala selama 70 tahun." Tidak menzalimi anak isteri yaitu dengan:
– Memberikan pendidikan agama yang sempurna. – Memberikan nafkah lahir dan batin secukupnya. – Memberi nasihat serta menegur dan memberi panduan/ petunjuk jika melakukan maksiat atau kesalahan. – Apabila memukul jangan sampai melukakan (melampaui batas).

Rasulullah SAW bersabda
6. Memberi nasihat jika isteri gemar bergunjing/bergosip, mengomel serta melakukan sesuatu yang bertentangan dengan perintah agama. 7. Melayani isteri dengan sebaik-baik pergaulan. 8. Berbicara dengan isteri dengan lemah-lembut. 9. Memaafkan keterlanjurannya tetapi sangat memperhatikan kesesuaian tingkah lakunya dengan syariat. 10. Kurangkan perdebatan. 11. Memelihara harga diri / kehormatan mereka.

Kewajiban Istri Terhadap Suami Firman Allah
• "Kaum laki-laki itu pemimpin wanita. Karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) alas sebagian yang lain (wanita) dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan harta mereka. Maka wanita yang solehah ialah mereka yang taat kepada Allah dan memelihara diri ketika suaminya tidak ada menurut apa yang Allah kehendaki. “ • "Wanita-wanita yang kamu kuatirkan akan durhaka padamu, maka nasehatilah mereka (didiklah) mereka. Dan pisahkanlah dari tempat tidur mereka (jangan disetubuhi) dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu bersikap curang. Sesungguhnya Allah itu Maha Tinggi lagi Maha Besar." (An Nisa : 34)

Kewajiban Istri Terhadap Suami Rasulullah SAW bersabda :
• "Siapa saja isteri yg meninggal dunia, sedangkan suaminya redha terhadap kepergiannya, maka ia akan masuk Surga." (Riwayat Tarmizi) • "Apabila seorang isteri telah mendirikan sholat lima waktu dan berpuasa bulan Ramadhan dan memelihara kehormatannya dan mentaati suaminya, maka diucapkan kepadanya: Masuklah Surga dari pintu surga mana saja yg kamu kehendaki."(Riwayat Ahmad dan Thabrani)

Kewajiban Istri Terhadap Suami Rasulullah SAW bersabda :
• "Wahai Rasulullah SAW, saya mewakili kaum wanita untuk menghadap tuan (untuk menanyakan tentang sesuatu). Berperang itu diwajibkan oleh Allah hanya untuk kaum laki-laki, jika mereka terkena luka, mereka mendapat pahala dan kalau terbunuh, maka mereka adalah tetap hidup di sisi Allah. lagi dicukupkan rezekinya (dengan buah-buahan Surga). Dan kami kaum perempuan selalu melakukan kewajiban terhadap mereka (yaitu melayani mereka dan membantu keperluan mereka) lalu apakah kami boleh ikut memperoleh pahala berperang itu?“ • "Sampaikanlah kepada perempuan-perempuan yang kamu jumpai bahwa taat kepada suami dengan penuh kesadaran maka pahalanya seimbang dengan pahala perang membela agama Allah. Tetapi sedikit sekali dari kamu sekalian yang menjalankannya."

Kewajiban Istri Terhadap Suami Rasulullah SAW bersabda :
• "Sungguh-sungguh meminta ampun untuk seorang isteri yang berbakti kepada suaminya yaitu burung di udara, ikan-ikan di air dan malaikat di langit selama ia selalu dalam kerelaan suaminya. Dan siapa saja dikalangan isteri yang tidak berbakti kepada suaminya, maka ia mendapat laknat dari Allah dan malaikat serta semua manusia. " • "Jika seorang isteri berkata kepada suaminya: Tidak pernah aku melihat kebaikanmu sama sekali, maka hancur leburlah pahala amal kebaikannya.“ • "Siapa saja isteri yang meminta cerai dari suaminya tanpa sebab-sebab yang sangat diperlukan, maka haramlah bau Surga ke atasnya." • "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada seorang isteri yang tidak bersyukur kepada suaminya." • "Pertama urusan yang ditanyakan kepada isteri pada hari Kiamat nanti ialah mengenai sholatnya dan mengenai urusan suaminya (apakah ia menjalankan kewajibannya terhadap suaminya atau tidak).

Kewajiban Istri Terhadap Suami Rasulullah SAW bersabda :
• "Empat perempuan yang berada di Neraka ialah: Perempuan yang kotor mulutnya terhadap suaminya. Jika suaminya tidak ada di rumah ia tidak menjaga dirinya dan jika suaminya bersamanya ia memakinva (memarahinya). Perempuan yang memaksa suaminya untuk memberi apa yang suami tidak mampu. Perempuan yang tidak menjaga auratnya dari kaum lakilaki dan memperlihatkan kecantikannya (untuk menarik kaum laki laki). Perempuan yang tidak mempunyai tujuan hidup kecuali makan minum dan tidur, dan ia tidak mau berbakti kepada Allah dan tidak mau berbakti kepada Rasul-Nya dan tidak mau berbakti kepada suaminya."

Sayidina Ali k.w.j berkata
• "Seburuk-buruk sifat bagi kaum laki laki itu adalah sebaik-baik sifat bagi kaum perempuan yaitu kikir dan bersikap keras dan takut. Karena sesungguhnya perempuan itu jika kikir, maka ia memelihara harta suaminya dan jika bersikap keras, maka ia menjaga diri dari berbicara kepada setiap orang dengan perkataan yang halus (mesra) yang menimbulkan sangkaan yang buruk, dan jika penakut. maka ia takut dari segala sesuatu, oleh karena itu ia tidak berani keluar dari rumahnya dan ia menjauhi tempat-tempat yang menimbulkan kecurigaan yang buruk karena takut kepada suaminya".

"Tidak ada seseorang yang menjumpai Allah swt dengan membawa dosa yang lebih besar daripada seorang suami yang tidak sanggup mendidik keluarganya."

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->