MENGENAL FABRIKASI BESI KASAR (Oleh Okasatria Novyanto) Cobalah amati barang-barang yang berada disekitar kita

dan silahkan hitung berapa banyak barang-barang yang terbuat dari besi, kuningan, kayu, dll. Pernahkah kita mencoba untuk mengetahui seperti apakah proses pembuatannya? Bagaimanakah Baja dibuat? Dan masih banyak lagi pertanyaanpertanyaan yang seharusnya kita tanyakan untuk menambah wawasan kita. Baja merupakah suatu istilah yang tidak asing lagi kita khususnya bagi kalangan dunia Industri yang bergerak dalam bidang Pengecoran Logam. Bahan baku utama baja berupa bijih besi yang diolah dalam dapur tinggi, namun perlu diketahui bahwa baja yang akan diproses itu tidak 100% murni bijih besi semuanya. Biasanya bijih besi tersebut masih tercampur dengan kotoran, gas, pasir, tanah liat, dll. Untuk mendapatkan kualitas bijih besi yang bagus, bahanbahan seperti kotoran, gas, tanah liat. Pasir, dll. harus dibuang ataupun dicuci terlebih dahulu. Bijih besi yang sudah “bersih” selanjutnya diolah bersama-sama dengan bahan-bahan tambahan seperti kokas, batu kapur, dll. didalam suatu Dapur Tinggi sehingga akan dihasilkan besi cair yang masih bercampur dengan terak. Besi cair tersebut akan dipisahkan dengan terak dan barulah dituangkan kedalam sebuah cetakan sebagai besi kasar. Besi kasar ini umumnya disebut dengan Ingot. Bijih Besi Untuk menghasilkan besi kasar, jenis bijih besi yang umum dipakai antara lain : - Batu besi coklat (2Fe2O3.3H2O) dengan kandungan hingga 40% Fe - Batu besi merah (Fe2O3) dengan kandungan hingga 50% Fe - Batu besi magnit (Fe3O4) dengan kandungan hingga 60% Fe - Batu besi kalsit (FeCO3) dengan kandungan hingga 40% Fe Selanjutnya bahan-bahan seperti kotoran, pasir, tanah liat, dll. dibersihkan (dibuang). Proses pembuangan bahan-bahan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Pencucian : Bijih besi diangkut dengan menggunakan konveyor (sabuk berjalan) yang dirancang sedemikian rupa sehingga dapat bergoyang dan berjalan melawan arus air dari sebuah Nozzel pada ujung konveyor tadi. 2. Pemecahan : Bijih besi dipecah dengan menggunakan sebuah mesin khusus sehingga akan dihasilkan kepingan-kepingan bijih besi dengan ukurang yang relatip sama (seragam). 3. Sortir : Pada tahapan proses ini, kepingan-kepingan bijih besi akan dilewatkan pada roda magnit yang mempunyai sifat kemagnetan kuat sehingga dalam hal ini akan terpisahkan antara bijih besi dengan kandungan Fe rendah dan bijih besi dengan kandungan Fe tinggi. 4. Heating (Pemanasan) : Tujuan dari proses ini adalah untuk menghilangkan kandungan air dan udara (gas) yang masih menempel di bijih besi. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari sifat rapuh (kerapuhan) pada hasil akhirnya (besi).

Fe2O3 + CO --> 2FeO + CO2 b. antara lain : 1.Mangan (Mn) = 0. Secara sederhana. Reduksi langsung pada daerah temperature 1100 derajat Celcius hingga 1800 derajat Celcius. Bahan terak ini tidak akan dipakai pada fabrikasi besi kasar.9% (rata-rata) . Didalam dapur ini.9% (rata-rata) . Pig iron dapat dibedakan dalam dua macam. FeO + C --> Fe + CO Bahan-bahan ikatan akan diikat oleh batu kapur pada titik cair yang tinggi dalam bentuk terak. bijih besi akan ditambahkan batu kapur yang berfungsi sebagai pengikat kotoran (terak) dan juga kokas yang berfungsi sebagai bahan bakar. Hal ini dikatakan demikian karena Gas ketika keluar dari dapur tinggi masih mempunyai panas yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan ulang untuk memanaskan dapur atau tungku yang lainnya.85% (rata-rata) . yaitu lapisan luar (plat baja) dan lapisan dalam (batu bata tahan api). misalnya sebagai bahan ASPAL (untuk jalan raya-red). Selain terak.Phospor (P) = 0.Karbon (C) = 3.Silikon (Si) = 0.Belerang (S) = 0. Meskipun demikian terak ini masih bernilai ekonomis. Reduksi tidak langsung dengan CO pada suhu 300 derajat Celcius hingga 800 derajat Celcius. terak dan gas dapur tinggi. Kesemua bahan-bahan tersebut dipanaskan hingga mencair.025% (rata-rata) . Hasil (Produk) Dapur Tinggi Beberapa macam produk yang dihasilkan dari dapur tinggi. Sehingga hal ini perlu dilakukan pengolahan lebih lanjut dengan menggunakan dapur-dapur baja dan kupola. yaitu : a. FeO + CO --> Fe + CO2 c.Dapur Tinggi Umumnya dapur tinggi dibangun dalam 2 lapisan. Reduksi tidak langsung pada daerah temperature 800 derajat Celcius hingga 1100 derajat Celcius. Prinsip pokok dari kerja dapur tinggi adalah dengan mereduksi oksigen dari bijih besi yang terjadi dalam 3 tahap.12% (rata-rata) Sifat utama dari besi kasar adalah rapuh (getas). batu kapur dan udara tiup) --> akan dihasilkan besi kasar. produk sampingan dari dapur tinggi ini yakni : Gas. skema fabrikasi besi kasar sebagai berikut : Bijih besi --> Dicuci --> Dipecahkan dan disaring --> Pemisahan dengan roda magnit --> dipanaskan --> masuk ke Dapur Tinggi (dengan ditambah Kokas. yakni : . Besi kasar (Pig Iron) Merupakan hasil pokok dari dapur tinggi yang berasal dari reaksi reduksi atas bijih besi dengan komposisi sebagai berikut : .

Besi kasar kelabu digolongkan menjadi : besi kasar kelabu muda yang mengandung 0. Hal ini sangat tergantung pada komposisi Kapur (CaO) dan Magnesia (MgO) terhadap Silika dan Alumina. Gas Dapur Tinggi Sebagaimana telah dijabarkan pada pembahasan dipermulaan bahwa hasil pembakan kokas berupa gas Karbon Monoksida dan Karbon Dioksida yang menyebabkan terjadinya proses reduksi pada bijih besi. misalnya : Fe2O3 + 3C --> 2Fe + 3CO Fe2O3 + CO --> 2FeO + CO2 Secara umum.Belerang = 1% ~ 3% .5% Terak dapat dikategorikan menjadi terak yang bersifat Asam dan terak yang bersifat Basa. Terak juga dapat digunakan sebagai bahan pengganti kerikil (pada pengecoran Beton). 0. mudah dituang meskipun masih cukup getas.6% CO.2% ~ 1.6% Karbon Dioksida. Besi kasar putih : Berwarna putih (mengandung 2. Unsurunsur yang lainnya dapat diabaikan dengan kandungan yang dibatasi.65% Mn.Kapur = 36% ~ 45% .5 ~ 1% Si dengan butir-butir halus serta banyak dipakai sebagai bahan pembuat silinder mesin dan jenis yang kedua yakni besi kasar kelabu tua yang mengandung hingga 3% Si dengan butir-butir kasar serta tahan getaran. b. dan 0.Mangan Oksida = 0.Silika = 33% ~ 42% . kekuatan tarik lebih rendah dari besi kasar putih.05% Phospor. Sekedar informasi saja bahwa umumnya Gas yang masih panas yang keluar dari dapur tinggi masih dapat digunakan kembali untuk memanaskan dapur-dapur lainnya sehingga biaya produksi untuk memanaskan dapur dihemat (cost reduction). 58% Nitrogen.5% C). maksudnya adalah bahwa %C merupakan prosentasi kandungan C (Karbon) dari Fe3C . 13. pembuatan aspal dan pupuk Phospat (jika kandungan Phospat cukup tinggi-red). 2. kandungan Si masih cukup tinggi.Alumina = 10% ~ 16% . komposisi dapur tinggi terdiri dari 27.5% C). Pada kandungan baja karbon akan dijumpai penyebutan : %C. 0. bersifat getas dan keras. 3.6% Cu dan 0.4% Hidrogen.3% ~ 2% .Magnesia = 3%~ 12% . Besi kasar kelabu : Berwarna kelabu (mengandung lebih dari 3. misalnya : 1. Terak Terak merupakan produk sampingan dari besi kasar.Ferro Oksida = 0. umumnya terak mengandung komposisi sebagai berikut : . kandungan Mangan (Mn) masih cukup tinggi serta sulit ditempa.3 ~ 3.a.6% Si. Klasifikasi Sederhana pada Baja Berdasarkan Kandungan Karbon Menurut Budinski (1989) dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan baja karbon adalah suatu jenis baja yang ditentukan sifat-sifatnya oleh unsur karbon.

6%Ni) = Mempunyai koefisien ekspansi sangat rendah. Contohnys : Pahat kecepatan tinggi dan industri mobil. mobil. Contohnya : Pegas.P. 9. Baja Vanadium (0. Baja Lunak (0. Baja Karbon sangat tinggi (0. Baja Molibdenum (0. industri makanan. Baja Karbon tinggi (0. ulet.2%C ~ 0. Baja Tahan karat (12%Cr ~ 28%Cr dan 3%Ni ~ 8%Ni) = Tahan karat.5%Ni) = Mempunyai sifat yang keras namun elastis dan tahan korosi. Hal ini ditinjau dari unsur-unsur yang dominan sudah bukan unsur C (Karbon) lagi. 3. rel kereta api. Contohnya : Mata bor. (Sumber : Anngarwal. 1993). hammer. Contohnya : Pahat kecepatan tinggi (HSS) 5. 8. Baja Mangan (12%Mn ~ 15%Mn) = Sangat keras dan tahan aus. Contoh Baja Paduan Perlu ditekankan bahwa baja paduan bukan merupakan baja karbon. 4. dll. pahat pisau.2%C) = Masih tergolong baja karbon rendah yang mempunyai sifat lunak.15%V ~ 1%V) = Kekuatan tarik cukup tinggi dan tahan impact. Sedang pada baja paduan. Pengaruh Unsur-Unsur paduan (Pada Baja Paduan) . dll. 3. Baja Silikon (15%Si) = Sangat keras dan tahan terhadap reaksi asam. Dan sebagai informasi tambahan bahwa pada baja karbon. contohnya : kawat.(Sementid). Contohnya : kabel. Engineering Chemistry. 1. dinding ketel uap. 1. roda gigi. inti (plat) Transformator. Crak Shaft.05%C ~ 0. Baut.5%C) = Cocok untuk pengolahan panas tetapi mempunyai sifat mampu las yang buruk serta getas. O. cukup keras pada suhu tinggi. dll. dll. dll. 2. Baja Tungsten (14%W ~ 20%W dan 3%Cr ~ 8%Cr) = Cukup keras pada suhu tinggi. 4.5%Cr ~ 2%Cr) = Sangat keras. dll. dll. komponen pesawat dan komponen mobil. 7. Plat lapis baja. Contohnya : Peralatan tambang. Baja Invar (3. Baja Khrom (1. Contohnya : Pegas.5%C) = Tergolong baja karbon sedang yang mempunyai sifat mampu mesin dan mampu las yang baik serta cocok untuk pengolahan panas. dll. Contohnya : Instrument kedokteran. contohnya : Poros motor (Shaft). Contohnya : Instrumentasi. misalnya : Untuk Stainless Steel menggunakan diagram Trinari Fe-Cr-Ni. 6. Poros.3%Mo ~ 3%Mo) = Tahan korosi. diagram fasa baja Karbon sudah tidak berlaku lagi melainkan menggunakan diagram fasa yang berhubungan dengan unsur paduannya saja. (Sumber : Anngarwal. 2. Contohnya : Industri kimia. Engineering Chemistry. O.7%C) = Baja jenis ini dapat dikeraskan dengan proses pengolahan panas (Heat Threatment).5%C ~ 0. Baja ringan atau baja umum atau mild steel (0. Contohnya : Peralatan tambang. dll. 1993). industri kimia. Dies. kekuatan tarik rendah dan mempunyai sifat mampu las yang baik.P. dll. kita dapat menggunakan diagram fasa besi Karbon dalam menganalisa fasa-fasanya.7%C ~ 1. Baja Nikel (3.

hal ini perlu untuk mengindari reaksi : . Baja mempunyai kekuatan tarik yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan besi kasar. Konventer Bessemer ini dapat diputar pada porosnya. selanjutnya dapat diteruskan dengan proses-proses berikut : 1. Unsur-unsur pengotor akan bereaksi menurut rekasi : Si + O2 --> SiO2 2Mn + O2 --> 2MnO MnO + SiO2 --> MnSiO3 (Slag atau ampas biji atau arang ) Sedang unsur phospor bereaksi dengan Oksigen menurut persamaan reaksi : 4P + 5O2 --> 2P2O5 S + O2 --> SO2 Mengingat silika bereaksi dengan asam. dll. pengolahan panas (Heat threatment). maka besi kasar akan bereaksi dengan Oksigen. khususnya dalam bidang kontruksi Teknik Sipil maupun Teknik Mesin tergantung dari proses pembuatan. Pada penjelasan diatas disebutkan bahwa kadar karbon yang dihasilkan dari Dapur Tinggi masing tinggi prosentasenya. lebih ulet. Jenis-jenis baja sangat variatif dan banyak sekali aplikasinya. maka batu tahan api yang dipakai juga harus bereaksi dengan asam. Dapur baja berfungsi untuk mengurangi kadar karbon yang masih cukup tinggi pada besi kasar sehingga diharapkan akan dihasilkan %C sebesar 1.Menurut JIS dan WES (Japan International Standard. pengerjaan mekanis.5%C atau lebih rendah. mudah dilas. Setelah besi kasar dihasilkan dari Dapur Tinggi. Konverter Bessemer mampu mengolah 25Ton besi kasar kelabu (mengandung Si) yang diisikan kedalamnya. Konverter Bessemer Konverter Bessemer merupakan suatu bejana dari plat baja yang dilapisi batu tahan api yang berfungsi untuk menahan panas dan agar dinding tidak mudah aus. Hal ini berarti bahwa besi kasar (pig iron) mempunyai sifat mudah rapuh sehingga memerlukan pengolahan lebih lanjut. Karena sebelumnya isi bejana telah dipanaskan melalui pembakaran kokas sehingga mencapai sihu 1500 derajat Celcius dan dialiri udara bertekanan 2 Atm dari arah bawah. dapat ditempa.dll. Standard of Japan Welding Engineering society) dinyatakan bahwa untuk menyederhanakan dengan memakai analogi baja karbon dengan kadar karbon = %Ceq dalam rangka mencari kekerasan yang diinginkan dirumuskan : %Ceq = C + Mn/6 + Si/24 + Ni/40 + Cr/5 + Mo/4 + V/14 Sedang menurut IIW dan Llyod (IIW = International Institude of Welding) dirumuskan : %Ceq = C + Mn/6 + (Cr+Mo+V)/5 + (Ni+Cu)/15 Dan hubungannya dengan Nilai kekerasan Hvmaks dirumuskan : Hvmax= (666 x Ceq) + 40 Dapur-Dapur Baja Sebenarnya Dapur-dapur baja yang akan kita bahas selanjutnya masih ada korelasinya dengan Dapur Tinggi yang sudah dibahas dimuka.

Konverter Thomas juga memakai batu tahan api. Sebelum memulai proses peleburan. Dapur Siemens Martin Dapur ini memiliki 4 buah ruangan regenerator yang terbuat dari susunan batu tahan api. Konverter Thomas Seperti pada Konverter Bessemer. 4. Agar menjadi terak. dapur listrik mempunyai keunggulan-keunggulan : .Tidak terjadi pengotoran yang disebabkan oleh pembakaran bahan bakar maupun gas hasil pembakaran. dapur dipanaskan terlebih dahulu dengan bahan bakar gas. Hal ini dilakukan karena Konverter Thomas diperuntukan untuk mengolah besi kasar putih yang mengandung Phospor. 3. Setelah sekitar 15 menit hingga 1 jam. terbentuklah terak pada permukaan cairan yang melindungi dari udara maupun . Dapur Listrik Proses peleburan besi kasar (besi skrap) memerlukan energi panas. . Dibandingkan dengan dapur-dapur yang menggunakan bahan bakar fosil (Padat/Cair/Gas). 2. . Dan setelah itu akan diikuti pembakaran Fe (Nyala api Coklat) menurut reaksi : Fe + (1/2)O2 --> FeO Umumnya lapisan batu tahan api dapat bertahan hingga 200 Kali pemakaian. Pada Dapur Heroult. Energi panas yang dihasilkan oleh loncatan busur listrik antara elektroda karbon dan cairan baja. P2O5 yang terbentuk perlu direaksikan dengan batu kapur menurut : P2O5 + 3CaO --> Ca3 (PO4)3 Kedua dapur tersebut (Konverter Bessemer dan Konverter Thomas) tidak dipakai lagi mengingat produk baja yang dihasilkan kurang begitu bagus kualitasnya. Konverter Thomas dan Dapur Tinggi. .Kontrol atas suhu peleburan cukup mudah. contohnya : Dapur Heroult. Energi panas tersebut dapat diperoleh dari energi Listrik yang diterapkan pada dapur listrik.Dapat mencapai suhu tinggi dalam waktu yang relatip singkat. Dapur Busur Cahaya atau busur nyala api Dapur busur cahaya memiliki batu tahan api pada bagian dalam dapur yang terbagi menjadi 2 proses. Proses Asam digunakan untuk peleburan baja skrap kualitas tinggi sedang proses Basa digunakan untuk peleburan baja kualitas sedang.Asam + Basa --> Garam + Air Pada Konverter Bessemer terjadi pembakaran dimana unsur C (Karbon) diikat oleh O2 (Oksigen) sehingga akan mejadi CO2 (karbon Dioksida). yaitu : Proses Asam dan Proses Basa. Kemudian besi kasar cair (besi skrap) dimasukan ke dalam dapur. Hanya saja batu tahan api yang digunakannya bersifat basa.Produk yang dihasilkan lebih berkualitas. Reaksi kimiawi dan pengikatan kotoran oleh batu kapur sama seperti dengan yang terjadi pada Konverter Bessemer.

Namun untuk dapur jenis ini memerlukan biaya investasi yang cukup besar. Pada peleburan dengan dapur listrik akan memberikan keuntungan tambahan berupa biaya peleburan yang cukup rendah.gas selama proses peleburan. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful