20/11/2011

SPEKTROSKOPI

DEFINISI
Spektroskopi Spektrometri Spektrometer Spektrofotometri

Agung Zaim Adzkiya agungzaim@gmail.com
BAGIAN DARI MATA KULIAH ANALISIS MUTU KIMIA PANGAN 2011

SPEKTROSKOPI
Istilah/nama yang digunakan untuk ilmu (secara teori) yang mempelajari tentang hubungan antara radiasi/energi/sinar (yang memiliki fungsi panjang gelombang, yang biasa di sebut frekuensi) dengan benda. Gabungan respon frekuensi ini disebut sebagai spektrum.

SPEKTROMETRI
Tehnik yang digunakan untuk mengukur jumlah (konsentrasi) suatu zat berdasarkan spektroskopi.

SPEKTROMETER Instrument yang digunakan pada teknik
spektrometri

• SPEKTROFOTOMETRI merupakan tehnik pengukuran jumlah zat yang juga berdasar spektroskopi khusus untuk panjang gelombang UV Visible dan infra merah • Alat yang digunakan dalam spektrofotometri disebut SPEKTROFOTOMETER yang dapat mengukur intensitas sebagai fungsi dari warna, atau secara lebih khusus, fungsi panjang gelombang.

KLASIFIKASI SPEKTROSKOPI
• BERDASARKAN MATERINYA :
1. Sp. ATOM 2. Sp. MOLEKUL

• BERDASARKAN SIGNAL RADIASI :
1. 2. 3. 4. Sp. ABSORPSI Sp. EMISI Sp. FLUORESENSI Sp. SCATTERING

1

Sp. Emisi sinar UV-Vis 3. Karakteristik radiasi elektromagnetik III. Emisi sinar gamma 2. Sp Fluorosensi UV-Vis 4. Sp. Interaksi radiasi electromagnetic dg atom & molekul. Sp. I.inti atom . Materi dan bentuk molekul (Molecular spectroscopy) Dalam materi terkandung ENERGI. dinamika dan interaksi dalam bahan • Faktor yg mempengaruhi spektrometri : I. FLUORESENSI 1. Energi dalam materi karena adanya gaya interaksi dalam materi itu: Dalam atom: .translasi Nuclear Energy ~MeV Electronic Energy ~eV Translational Energy ~kecil Dalam Molekul : . EMISI 1. c. II. h.inti elektron . Sifat Distribusi Energi pada Atom & Molekul Dalam spektroskopi.translasi Nuclear Energy Electronic Energy Vibration energy Rotational Energy Translational Energy ~MeV ~Ev ~kal ~0. f. Sp.vibrasi molekular . Sp. Raman Prinsip Kerja Spektroskopi • Yaitu didasarkan pada interaksi antara radiasi electromagnetik dengan bahan yang memberikan informasi berupa komposisi molekul. Absorpsi Resonansi Spin Elektron Sp. Absorpsi sinar X Sp. d. g. b. Sp Fluorosensi sinar X 2. struktur. Sp. Absorpsi sinar UV-Visible Sp. Sp. Materi dalam bentuk atom (Atomic spectroscopy) B. materi dibedakan menjadi: A. Absorpsi sinar Infra Merah Sp. Emisi sinar X 3. yaitu potensi untuk melakukan kerja. Sifat distribusi energy pada atom dan molekul. Sp. ABSORPSI a. SCATTERING : Sp.rotasi molekular . e.inti elektron . Absorpsi sinar UV-Vakum Sp. Absorpsi Resonansi Magnet Inti Sp.01 kal ~kecil 2 .inti atom . Absorpsi Photoacoustic KLASIFIKASI SPEKTROSKOPI 2. Absorpsi sinar Gelombang Mikro Sp.20/11/2011 KLASIFIKASI SPEKTROSKOPI 1.

E. • Nilai frekuensi rotasi dipengaruhi oleh massa atom dan jarak axis rotasi 3 . D. Vibrational Energy Levels • Berdasarkan massa atom dan kekuatan ikatan antar atom dapat menghasilkan energi dari vibrasi molekul • Jenis vibrasi yang dapat terjadi : a) Stretching : simetris dan asimetris b) Bending : scissoring. Vibrational Energy Levels. λ radiasi fluoresensi > λ radiasi eksitasi karena …. B.. C. E₃ dst. Rotational Energy Levels • Gugus kimia pada molekul dapat berputar di sekitar ikatannya dengan frekuensi tertentu. twisting.20/11/2011 Distribusi Energi pada Atom & Molekul A. Electronic Energy Levels • Bahan yg dianalisa baik berbentuk atom atau molekul pada suhu kamar berada dalam keadaan dasar (ground state) dengan tingkat energi E₀. rocking C. Translational Energy Levels. Nuclear Energy Levels. E radiasi fluoresensi < E radiasi eksitasi B. Apabila bahan tersebut diberi radiasi elektromagnetik atau energy maka bahan tersebut menjadi dalam keadaan tereksitasi (excited state) artinya naik ke tingkat energy yang lebih tinggi seperti E₁. E₂. Proses ini terjadi karena bahan menyerap radiasi (ABSORPSI) • Jika bahan dalam keadaan tereksitasi kembali ke keadaan dasar atau ke level energy yang lebih rendah maka bahan tersebut akan memancarkan EMISI • Jika bahan selama dieksitasi oleh radiasi elektromagnetik sambil memancarkan radiasi maka bahan tersebut dikatakan mengalami FLUORESENSI. Electronic Energy Levels. A. wagging. Rotational Energy Levels.

Besarnya kuantum energi foton berbanding lurus dengan frekuensi menurut persamaan Kuantum Plank 4 . KARAKTERISTIK GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK • Radiasi elektromagnetik merupakan bentuk energi yang terpancarkan melalui ruang dengan kecepatan yang sangat tinggi. frekuensi. microwave dan gelombang radio. sinar X. Nuclear Energy Levels • Inti atom memiliki sifat spin atau berputar yang menghasilkan daerah medan magnet yang dapat diukur tingkat energinya E.20/11/2011 D. Translational Energy Levels • Terjadi akibat energi panas pada sistem atom/molemul yang menyebabkan gerakan translasi Hubungan Spektrum Elektromagnetik-Level Energi Elektromagnetik- Energi internal suatu sistem adalah energi total dalam system itu U = Uinti + Uelek + Uvib + Urot + Utrans Uinti > Uelek > Uvib > Urot > Utrans II. kecepatan dan amplitudo) dan sifat partikel (seperti absorbsi dan emisi energi radiasi). • Memilki sifat dualistik antara sifat gelombang (seperti panjang gelombang. sinar tampak. sinar ultraviolet. sinar infra merah. meliputi sinar gamma. • Sebagai partikel radiasi elektromagnetik dipandang sebagai pancaran foton. • Sebagai gelombang radiasi elektromagnetik terdiri atas komponen magnetik yang saling tegak lurus. membawa kuantum energi tertentu.

Where in the spectrum are these transitions? 5 . maka persamaan tersebut sering ditulis ε = hc/ λ dengan c : kecepatan = 3. KARAKTERISTIK GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK • The frequency (v) of a wave is the number of cycles per second (Hz = s-1). • The energy (E) of the photons in an electromagnetic wave is related to the frequency of the wave: E = hv = h/T = hc/l = hc where. visible. x-rays. cosmic rays. ultraviolet.6262 x 10-34 J s). radiation of a single frequency) contains photons that all have the same energy. wavelength or wave number. • The velocity (c) of an electromagnetic wave is the distance traveled per second: c = vl.e. microwaves. • The period (T) of a wave is the time taken to complete a cycle: T = 1/v. This relationship indicates that monochromatic radiation (i. These expressions can be used to relate the energy of an electromagnetic wave to its frequency. it is convenient to divide it into a number of different regions depending on the origin of the waves. Increasing the intensity of an electromagnetic wave increases the number of quanta passing a given area per second. and radio waves.63 x 10 27 erg sec v : frekuensi Oleh karena v = c/λ.. not the energy of each individual quantum. i. The velocity of an electromagnetic wave travelling through a material is always less than that in a vacuum. • The electromagnetic spectrum consists of radiation that ranges in wavelength from 10-12 m (high energy) to 104 m (low energy). h = Planks constant (6. • The wave number ( ) is the number of cycles per unit distance (=1/l). • The amplitude (A) of a wave is the maximum magnitude of the electric vector. • The intensity (I) of a wave is proportional to the square of the amplitude. The velocity of an electromagnetic wave travelling through a vacuum is c = 3 x 108 m s-1. infrared.e. however.0 x 10 10 cm/sec λ : panjang gelombang. It is the amount of energy passing through a given area per second. gamma rays.20/11/2011 Persamaan Kuantum Planck ε = hv ε : energi radiasi h : konstanta Planck = 6.. The refractive index of a material is equal to cvacuum/cmaterial. The physical principles and mathematical description of radiation across the whole of the electromagnetic spectrum is the same. period. • The wavelength (l) is the distance between successive maxima of a wave.

Kawat Nikrom Sp Infra Red • Untuk spektrum diskontinyu : – Lampu katoda cekung Sp Absorpsi 2. VIBRASI. INTERAKSI ANTARA RADIASI & MATERI I. EMISI B. IR utk Sp UV-Vis utk Sp IR 6 . tungsten/wolfram Sp UV-Vis – Lampu Glower. SUMBER RADIASI • Untuk spektrum kontinyu : – Lampu argon Sp. Globar. UV-Vis Sp. Emisi) MONOKROMATOR DETEKTOR REKORDER 1. IR Sp. NUKLEAR ANALISIS SPEKTROSKOPI A. ABSORPSI III. ANALISIS KUALITATIF : TIPE ATOM ATAU MOLEKUL STRUKTUR MOLEKUL INSTRUMEN 1) 2) 3) 4) 5) SUMBER RADIASI (kecuali utk Sp. Vis Sp.1 cm < 1mm 2. WADAH SAMPEL/KUVET JENIS SPEKTROMETER Sp.20/11/2011 III. ANALISIS KUANTITATIF : KADAR BAHAN II. ROTASI. IR Sp. WADAH SAMPEL/KUVET BAHAN KUVET Kuarsa Plastik Kristal NaCl Kristal KBr Kristal LiF Lebar Kuvet : 0. hidrogen Sp UV – Lampu xenon. TRANSISI : ELEKTRONIK. Emisi) WADAH SAMPEL (kecuali utk Sp. UV-Vakum – Lampu deuterium.1 .

lensa. MONOKROMATOR • FUNGSI : menghasilkan berkas radiasi dengan satu panjang gelombang • KOMPONEN MONOKROMATOR : Celat/slit. phototube. detektor diode silikon b.20/11/2011 3. Detektor foton : Sel photovoltaic. photomultiplier tube. cermin. Mendispersikan radiasi secara linier Slits atau celah pada monokromator memegang peranan penting dalam menentukan karakteristik dan kualitas pengukuran 4. yaitu : a. Pemisahan λ yang lebih baik 3. biasa dipakai untuk mengukur radiasi infra merah 5. REKORDER • Signal listrik dari detektor diperkuat dan direkam sebagai spektrum yang berbentuk puncak-puncak. Detektor panas thermocouple. bolometer. Lebih mudah dibuat 2. • Plot antara panjang gelombang dan absorban akan dihasilkan spektrum 7 . detektor semikonduktor. prisma/grating • JENIS MONOKROMATOR : – Monokromator prisma bunsen – Monokromator grating czerney-turner Keunggulan grating dibandingkan dengan prisma: 1. DETEKTOR Ada 2 macam.

20/11/2011 Prinsip SPEKTROFOTOMETER UV-VIS Panjang gelombang sinar akan melewati suatu larutan (sel sampel) dan wadah lain yang identik atau hanya berisi pelarut (sel pembanding/ referensi) Hukum Beer-Lambert Transmitansi TRANSMITANSI DAN ABSORBANSI ‘’Jika sebuah berkas cahaya dilewatkan ke larutan maka ada sebagian cahaya yang akan di serap.. Media penyerap homogen dan tidak menyebabkan penghamburan sinar. 3. Spesi penyerap (molekul. 5. P0 sulit untuk diukur. atom.. Lambert-Beer bersifat aditif... absorptivitas molekuler (a) dari suatu spesi (senyawa) ) pada suatu panjang gelombang.. Hk. ion. konsentrasi analit (c). dll) independen satu sama lain. Radiasi sinar datang merupakan berkas paralel yang tegak lurus dengan permukaan media penyerap.cm)] A = εbc Untuk campuran. ). 4. Rumus : T= P P0 dan %T = T × 100 P = kekuatan (intensitas) sinar diteruskan P0 = kekuatan (intensitas) sinar datang Pada kenyataannya. 2. LambertATotal = A1 + A2 + A3.. koefisien absorptivitas molekuler (a) ) disebut koefisien ekstinsi molar (ε) dan memiliki satuan ) [L/(mol. Yg diukur adalah Psolvent (intensitas sinar yg melewati sel berisi pelarut).. dan koefisien ). sehingga: A=ε bc T = P Solution P Solvent Absorbansi A = − log T = − log PSolution P 1 = log Solvent = log PSolvent PSolution T LAMBERTHUKUM LAMBERT-BEER Jumlah radiasi yang diserap proporsional dengan ketebalan sel (b). A = abc (c) Jika konsentrasi ( ) diekspresikan sebagai molaritas (b) (mol/L) dan ketebalan sel ( ) dinyatakan dalam centimeter (cm). Radiasi sinar datang harus monokromatis.. 6. Radiasi sinar datang mempunyai intensitas yang tidak terlalu besar yang menyebabkan efek saturasi.. + ε nbn cn ATotal 8 . ada yang dilewatkan serta sebagian kecil yang dipantulkan''. + An or = ε1b1c1 + ε 2b2c2 + ε 3b3c3 . Radiasi sinar melintasi media penyerap dengan panjang yang sama. LAMBERTHUKUM LAMBERT-BEER Asumsi: 1..

Chemical Deviation A berbanding lurus dengan konsentrasi (c). tetapi kenyataannya monokromator akan melewatkan radiasi berupa pita. dissosiasi atau bereaksi dengan pelarut atau komponen lain dalam larutan. yang mempengaruhi distribusi muatan. A menjadi nonlinier jika c > 0. monokromator akan melewatkan radiasi monokromatis. + HIn ↔ H + In - Color 1 Color 2 b. Multi Channel 1.520 520 .041 2.410 dalam kuvet (b = 1. Efek Radiasi Polikromatik Idealnya. A berbanding lurus dengan panjang lintasan (b) dan konsentrasi (c).500 500 .10 M. kecuali: untuk konsentrasi yang terlalu tinggi atau jika terjadi reaksi kimia a. Contoh: Jika A = 0. dibagi dalam: 9 . b. Biasanya. Lambert-Beer.740 680 .820 b = 0. B A Hubungan Panjang Gelombang dan Warna daerah warna ungu biru sian (biru-pucat) hijau Hijau Kekuningan Jingga merah Ungu kemerahan warna panjang gelombang (nm) 380 . Lambert-Beer. jarak antar molekul analit menjadi cukup dekat. A = 0.1 cm. A = 0.435 435 .565 565 . Hamburan cahaya 3. sehingga mengubah cara molekul melakukan serapan (mengubah ε). Single Beam INSTRUMENTASI Menurut konfigurasinya. LambertLambert-Beer akan terjadi. LambertPengukuran dilakukan pada λmax untuk memperkecil error. 1.0 cm. Jika analit mengalami assosiasi. Single Beam 2. sehingga: .10 M Pada konsentrasi diatas 0.590 590 .625 625 .20/11/2011 LIMITASI HUKUM LAMBERT-BEER LAMBERT- A = abc LambertMenurut Hk. Gunakan sel yang tebal untuk sampel dengan konsentrasi rendah rendah.700 Warna Komplementer Hijau kekuningan Kuning Jingga Ungu kemerahan Ungu Biru kehijauan Hijau kebiruan hijau 1. Double Beam 3.0 cm) (b Sehingga jika: b = 2. Gunakan sel yang tipis untuk sampel dengan konsentrasi tinggi tinggi. Bandwidth spektrometer akan mempengaruhi linieritas Hk. A menjadi nonlinier jika terjadi reaksi kimia. Instrumental Deviation a. A tidak mempunyai limitasi terkait dengan b. penyimpangan Hk.

Kuvet (Sample Container) INSTRUMENTASI UVKOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER UV-VIS 3. Sumber (Source) • Argon • Tungsten • Deuterium • Xenon 100 – 160 nm 350 – 800 nm 160 – 360 nm 200 – 900 nm INSTRUMENTASI UVKOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER UV-VIS 2. Monokromator PRISMA 10 . Double Beam Double-beam in time instrument 2. Multi Channel INSTRUMENTASI UVKOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER UV-VIS 1. Double Beam INSTRUMENTASI Double-beam in space instrument INSTRUMENTASI 3.20/11/2011 INSTRUMENTASI 2.

emisi. Dua daerah radiasi elektromagnetik yang memeberikan informasi spektra atom yaitu UV-Vis dan sinar X Atom tidak memiliki energi rotasi/vibrasi sehingga transisi yang terjadi hanya pada level elektronik saja dan lebar pita spektra atom sangat sempit Tipe Spektroskopi Atom Komponen Dasar Spektrofotometer Atom Representasi skematik absorpsi. dan fluoresens 11 .20/11/2011 INSTRUMENTASI INSTRUMENTASI UVKOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER UV-VIS 3. Detektor Photovoltaic Phototube Energi radiasi meng”generate” arus pada interface lapisan semikonduktor dan metal Radiasi menyebabkan emisi dari permukaan padatan photosensitive. Monokromator GRATING UVKOMPONEN INSTRUMENTASI SPEKTOMETER UV-VIS 4. emisi. atau fluoresens oleh atom atau ionnya. Diode array Spektrofotometer Serapan Atom Spektroskopi Atom Spektroskopi atom berkaitan dengan absorpsi.

20/11/2011 Sumber Radiasi Lampu Katode Rongga (Hollow cathode lamp) Lampu jenis ini terdiri atas katode logam silindris (elemen yang sama dengan yang di analisis) dan anode tungsten yang tertutup dalam tabung kaca yang mengandung neon atau argon pada tekanan sekitar 1-5 torr. Pengatom Atomisasi Graphite furnace Proses yang terjadi saat atomisasi Proses menjadi atom Spektrofotometer serapan Atom spektrometer berkas tunggal spektrometer berkas rangkap 12 . Radiasi ini memiliki frekuensi yang sama dengan yang diabsorbsi oleh atom analat pada nyala/furnace Pengatom Atomisasi Nyala : pembakar aliran laminar Lampu katode rongga. gas pengisi terionisasi dan ion positifnya terakselerasi menuju katode dan menabraknya → memercikkan (sputter) atom logam bebas dari permukaan katode menjadi fase gasnya. Atom bebas tereksitasi oleh benturan dengan elektron berenergi tinggi yang kemudian mengemisikan foton saat kembali ke keadaan dasar. Ketika voltase tinggi diberikan di antara anode dan katode.

jika tidak akan terjadi pemadaman.contohnya: Nernst Glower. diameter1-3 mm. panjang 2-5 cm yang dipanaskan melalui kawat platina tertutup pada ujung silinder dan cukup mudah pecah.10 µm Sumber radiasi inframerah . Glower dapat dioperasikan antara suhu 900-1700°C dan dapat dua kali lebih kuat dibandingkan sumber radiasi IR lainnya. Sumber ini harus dilindungi dari aliran udara akan tetapi ventilasi yang memadai diperlukan untuk menghilangkan kelebihan panas dan penguapan oksida serta bahan pengikat Spektrum yang baik pada 1 . Sirkuitnya juga memerlukan alat pembatas arus. tidak terlalu praktis karena adanya absorpsi radiasi IR oleh H2O dan CO2 atmosfer Berkas rangkap (Double beam). sel sampel ditempatkan di depan monokromator untuk meminimalkan efek adanya emisi IR dan radiasi sesatan dari kompartemen sampel Metode deteksi Sistem optis nol (Optical null) Sistem perekam rasio (Ratio recording) Spektrofotometer IR takdispersif Fotometer filter Spektrometer filter dielektrik filter spectrometer SpectrometerSpecial purpose Spektrofotometer transform Fourier Interferometer Pendahuluan Instrumen yang digunakan untuk mengukur absorpsi inframerah memerlukan sumber radiasi inframerah yang kontinu dan transduser inframerah yang sensitif Tranduser alat yang mengkonversi sifat kimia atau fisika seperti pH atau intensitas foton menjadi sinyal listrik seperti voltase atau arus listrik yang mudah diukur Sumber Radiasi Nernst Glower Tersusun atas cetakan campuran leburan ZrO2:Y2O3:Er2O3 (90:7:3) dalam bentuk batang berongga.Terdiri atas padatan lembam yang dipanaskan menggunakan energi listrik dengan temperatur 1500-2200 K . kawat pijar. laser CO2 13 . Glower mempunyai koefisien temperatur negatif pada tahanan listrik maka harus dipanasi terlebih dahulu agar bersifat konduktif → memerlukan eksternal filamen. busur merkuri.20/11/2011 Spektrofotometer IR Pendahuluan Pendahuluan Spektrofotometer IR Dispersif Jenis Spektrofotometer IR: Spektrofotometer IR dispersif (kualitatif) Spektrofotometer IR takdispersif (kuantitatif) Spektrofotometer IR transformasi Fourier (kualitatif dan kuantitatif) Berkas tunggal (Single beam). Globar. lampu pijar tungsten.

Alat ini tersusun atas tabung kuarsa yang mengandung uap merkuri bertekanan tinggi. Berupa gulungan lingkar kawat nikrom (film oksidanya terbentuk pada gulungan lingkarnya) disekeliling bagian tengah suatu keramik sehingga dapat dioperasikan dengan suhu 1000°C oleh pemanasan resistif Tidak memerlukan pendinginan dan sedikit perawatan. diameter 5 mm dengan pengoperasian temperatur dekat 1300°C. Hg/Cd/Te (MCT) memberikan waktu respon yang lebih baik dibandingkan detektor piroelektrik pada daerah infratengah dan jauh. The approximately 100 discrete lines in this region are extremely strong and pure. dan tangguh. banyak digunakan sebagai detektor pada KG tetapi harus dilakukan pendinginan dengan nitrogen cair pada suhu 77 K untuk meminimalkan derau (noise) termal 14 . Saat listrik melewati uap tersebut maka akan terbentuk plasma yang akan menghasilkan radiasi kontinyu pada daerah inframerah jauh Detektor Detektor Piroelektrik dibuat dari kristal tunggal barium titanat atau triglisin sulfat (insulator) dengan sifat spesial untuk suhu dan listrik yang disisipkan pada dua buah elektroda Absorpsi radiasi IR → terjadi perubahan suhu → perubahan dalam distribusi muatan pada kristal → arus Waktu respon cukup cepat untuk digunakan pada FTIR (detektor umum) Lampu pijar Tungsten Merupakan sumber radiasi yang cukup baik untuk daerah inframerah dekat CO2 Laser Tunable CO2 lasers produce radiation in the 1100 to 900 cm–1 (9 to 11 µm) range. Gulungan lingkar nikrom memancarkan radiasi yang kurang kuat dibandingkan sumber radiasi IR lainnya dan dapat terkurangi energi awalnya jika monokromator digunakan. Kawat rodium dapat dijadikan pengganti nikrom dengan pancaran radiasi yang lebih kuat tetapi lebih mahal Sumber Radiasi Merkuri Arc Untuk daerah inframerah jauh (λ > 50 µm) tidak satupun dari sumber termal seperti diatas menyediakan kuat radiasi yang cukup untuk dapat terdeteksi → digunakan busur merkuri tekanan tinggi. The power is amenable to the very long path lengths that are needed in environmental monitoring Detektor Golay Pneumatic menggunakan ekspansi gas xenon di dalam bejana tertutup untuk memuaikan dan mengubah bentuk suatu sekat fleksibel yaitu perak yang terdapat pada bagian luarnya Detektor Detektor Fotokonduktif Tersusun atas lapisan tipis material semikonduktor yang terendapkan pada permukaan kaca takkonduktif Dalam detektor ini foton yang diteruskan akan berinteraksi dengan semikonduktor dan akan menghasilkan elektron dan holes (efek fotolistrik internal). Sumber ini merupakan pilihan yang lebih baik dibandingkan Nernst Glower pada panjang gelombang dibawah 5 µm dan daerah inframerah jauh diatas 15 µm Sumber Radiasi Kawat pijar Sumber radiasi yang takmahal. Salah satu kekurangannya yaitu kontak listrik dari Globar memerlukan pendingin air untuk menghindari bunga api listrik.20/11/2011 Sumber Radiasi Globar Globar tersusun atas batangan silikon karbida dengan panjang 5 cm. hayatpanjang. Foton akan menabrak elektron yang terdapat pada detektor sehingga elektron akan berada pada keadaan terkonduksi yang akan menurunkan tahanan pada semikonduktor PbS paling banyak digunakan untuk daerah inframerah dekat (1-3 µm). Sumber radiasi ini direkomendasikan jika keterandalan dipentingkan. and occur where many materials have absorption bands.

Detektor timbal timah telurida dapat mencakup daerah dari 5 sampai 13-µm saat didinginkan dengan nitrogen cair.6 sampai 18 µm. interferometer akan melewatkan radiasi secara simultan untuk seluruh panjang gelombang dalam mencapai detektor Interferometer http://www.5 µm. panjang gelombang dari sebuah sinar yang mengalami interferensi konstruktif dan destruktif yang maksimum juga akan berubah.com/info1.infrared-analysis. dan memantulkan sebagian yang lain ke cermin bergerak (movable mirror) Radiasi kemudian bergabung kembali pada pembelah berkas dengan interferensi konstruktif dan destruktif menentukan untuk setiap panjang gelombang intensitas sinar yang akan ke detektor.Spektra yang dihasilkan akan cepat (<1 detik) . kadmium. atau spektrum dengan domain waktu. jika didinginkan dengan helium cair akan mempunyai kinerja pada daerah 6. Saat cermin bergerak berubah posisinya. Disamping menyaring dan mendispersi radiasi elektromagnetik.rasio sinyal dan derau dapat ditingkatkan Diagram skematik Interferometer Michelson 15 .htm Interferometer Interferometer Radiasi dari sumber difokuskan pada pembelah berkas (beam splitter) yang akan mentransmisikan setengah dari radiasi ke cermin tetap (fixed mirror). dan telurium dan digunakan dengan mode amplifikasi arus (current-mode amplifier) dan memiliki kecepatan respon 20 ns. Tipe yang lebih sensitif yaitu detektor dengan komposisi merkuri. Karena cermin gerak yang bergerak pada jalurnya tersebut akan menghasilkan pengukuran beberapa kali pada tiap λ. maka: .20/11/2011 Detektor Detektor fotovoltaik Detektor Detektor Termal Kapasitas kalor dari elemen penyerap haruslah kecil karena pada kondisi optimum (10-7-10-9 W). suhu dibatasi perubahannya dalam jumlah kecil Termokopel Duah buah logam yang tak sama melebur – perbedaan potensial terjadi pada suhu yang berbeda Bolometer Dua pita tipis suatu logam yang tahanannya dapat berubah akibat berubahnya suhu Detektor ini akan menghasilkan voltase kecil pada diffused p– n junction saat dikenai radiasi Kristal tunggal InSb pada suhu nitrogen-cairan hanya baik sampai 5. Hasilnya disebut sebagai interferogram. diekspresikan dalam unit jarak atau waktu. Sinyal dalam detektor menunjukkan intensitas sebagai fungsi posisi cermin bergerak. Interferometer Interferometer (ditemukan oleh Michelson tahun 1887) dapat menjadi alternatif dalam pemilihan panjang gelombang. Spektrum dengan domain waktu ini kemudian dikonversi dengan persamaan matematika yang dikenal sebagai transformasi Fourier menjadi spektrum yang normal (spektrum domain frekuensi) dengan intensitas sebagai fungsi energi radiasi.

20/11/2011 Interferometer Bentukan interferogram dari keluaran interferometer Michelson Interferometer (a) Spektrum dari sumber sinar kontinu (b) Inteferogram dari sumber sinar (a) yang dihasilkan dari keluaran interferometer Michelson Interferometer Interferometer Interferometer Interferometer (a) Hasil interferogram metilena klorida (b) Spektrum IR spectrum metilena klorida yang dihasilkan dari data (a) yang tertransformasi Fourier 16 .

Instrumentasi Spektrofotometer IR Spektrofotometer IR Berkas Rangkap Sistem Optis Nol Instrumentasi Spektrofotometer IR Instrumentasi Spektrofotometer IR Gambaran Spektrofotometer FTIR He-Ne Spektrofotometer IR Berkas Rangkap Instrumentasi Spektrofotometer IR 17 . Karena interferometer tidak mengunakan celah dan mempunyai komponen optik yang sedikit (jika komponen optik banyak maka ada kemungkinan radiasi dihamburkan ataupun hilang). karena semua frekuensi dimonitor secara simultan. interferometer mempunyai dua buah keuntungan yang signifikan yaitu: Keuntungan Jacquinot Hasil dari keluaran yang tinggi dalam radiasi. selain itu keluaran radiasi yang akan menuju ke detektor lebih kuat 80–200 kali dibandingkan dengan monokromator → meningkatkan S/N Keuntungan Fellgett Waktu yang dibutuhkan dalam menghasilkan spektrum lebih cepat kira-kira 1 detik (scanning dengan monokromator sekitar 10-15 menit).20/11/2011 Interferometer Dibandingkan dengan monokromator.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful