D. PATOFISIOLOGI Sepsis dimulai dengan invasi bakteri dan kontaminasi sistemik.

Pelepasan endotoksinoleh bakteri menyebabkan perubahan fungsi miokardium, perubahan ambilan dan penggunaan oksigen, terhambatnya fungsi mitokondria, dan kekacauan metabolik yang progresif. Pada sepsis yang tiba-tiba dan berat, complement cascade menimbulkan banyak kematian dan kerusakan sel. Akibatnya adalah penurunan perfusi jaringan, asidosismetabolik, dan syok, yang mengakibatkan disseminated intravaskuler coagulation (DIC) dankematian (Bobak, 2005).Faktor- factor yang mempengaruhi kemungkinan infeksi secara umum berasal dari tigakelompok, yaitu :1. Faktor Maternala. Status sosial-ekonomi ibu, ras, dan latar belakang. Mempengaruhi kecenderunganterjadinya infeksi dengan alasan yang tidak diketahui sepenuhnya. Ibu yang berstatussosio- ekonomi rendah mungkin nutrisinya buruk dan tempat tinggalnya padat dantidak higienis. Bayi kulit hitam lebih banyak mengalami infeksi dari pada bayi berkulit putih. b. Status paritas (wanita multipara atau gravida lebih dari 3) dan umur ibu (kurang dari20 tahun atua lebih dari 30 tahunc. Kurangnya perawatan prenatal.d. Ketuban pecah dini (KPD)e. Prosedur selama persalinan.2. Faktor Neonatatala. Prematurius ( berat badan bayi kurang dari 1500 gram), merupakan faktor resikoutama untuk sepsis neonatal. Umumnya imunitas bayi kurang bulan lebih rendah dari pada bayi cukup bulan. Transpor imunuglobulin melalui plasenta terutama terjadi pada paruh terakhir trimester ketiga. Setelah lahir, konsentrasi imunoglobulin serumterus menurun, menyebabkan hipigamaglobulinemia berat. Imaturitas kulit jugamelemahkan pertahanan kulit. b. Defisiensi imun. Neonatus bisa mengalami kekurangan IgG spesifik, khususnyaterhadap streptokokus atau Haemophilus influenza IgG dan IgA tidak melewati plasenta dan hampir tidak terdeteksi dalam darah tali pusat. Dengan adanya haltersebut, aktifitas lintasan komplemen terlambat, dan C3 serta faktor B tidak diproduksi sebagai respon terhadap lipopolisakarida. Kombinasi antara defisiensiimun dan penurunan antibodi total dan spesifik, bersama dengan penurunan fibronektin, menyebabkan sebagian besar penurunan aktivitas opsonisasi.c. Laki-laki dan kehamilan kembar. Insidens sepsis pada bayi laki- laki empat kali lebih besar dari pada bayi perempuan.3. Faktor Lingkungana. Pada defisiensi imun bayi cenderung mudah sakit sehingga sering memerlukan prosedur invasif, dan memerlukan waktu perawatan di rumah sakit lebih lama.Penggunaan kateter vena/ arteri maupun kateter nutrisi parenteral merupakan tempatmasuk bagi mikroorganisme pada kulit yang luka. Bayi juga mungkin terinfeksiakibat alat yang

hepatitis. infus. b.colli. selanjutnya kuman melalui umbilkus masuk ke tubuh bayi.c. selang endotrakea. botol minumanatau dot).colli ditemukan dalamtinjanya. sifilis dan toksoplasma. melaluialat-alat. sehinggamenyebabkan kolonisasi spektrum luas.Cara lain.Kuman penyebab infeksi adalah kuman yang dapat menembus plasenta.kadang di ruang perawatan terhadap epidemi penyebaran mikroorganismeyang berasal dari petugas ( infeksi nosokomial).jamur)Rangsangan endo/eksotoksinsistem imunologiaktivasi magrofag sekresi berbagai Aktivasi komplemen&sitokinin& mediator neutrofildisfungsi&kerusakan endotelaktivasi sistem koagulasi&trombositGangguan perfusi ke berbagai jaringan& disfungsi organ multipleSepsis .virus. pengisap lendir. b. parotitis. Pada masa intranatal atau saat persalinan infeksi saat persalinan terjadi karena kumanyang ada pada vagina dan serviks naik mencapai kiroin dan amnion akibatnya.terkontaminasi. sitomegalo. sehingga menyebabkan resisten berlipatganda. spesies Lactbacillus dan E. Bakteri yang dapatmelalui jalur ini antara lain malaria. Selain melalui cara tersebut diatas infeksi pada janin dapat terjadi melalui kulit bayi atau “port de entre” lain saat bayi melewati jalan lahir yang terkontaminasi oleh kuman (mis. Herpes genitalis. Infeksi pascanatal atau sesudah persalinan. Mikroorganisme atau kuman penyebab infeksi dapat mencapai neonatus melalui beberapa cara yaitu :a. bis menimbulkan resiko padaneonatus yang melebihi resiko penggunaan antibiotik spektrum luas. Infeksi yang terjadi sesudah kelahiranumumnya terjadi akibat infeksi nosokomial dari lingkungan diluar rahim (mis.d.Zat-zat patogen (bakteri. candida albican dangonorrea). herpes. terjadiamnionitis dan korionitis. koksaki. influenza. Pada bayi yang minum ASI. Paparan terhadap obat-obat tertentu.c. Kadang. kemudianmenyebabkan infeksi pada lokasi tersebut. yaitu saat persalinan. selang nasagastrik. Perawat atau profesi lain yang ikut menangani bayi dapat menyebabkanterjadinya infeksi nasokomial. seperti steroid. antara lain virusrubella. Pada masa antenatal atau sebelum lahir pada masa antenatal kuman dari ibu setelahmelewati plasenta dan umbilicus masuk kedalam tubuh bayi melalui sirkulasi darah janin. sedangkan bayi yang minum susu formula hanya didominasi oleh E. cairan amnion yang sudah terinfeksi dapat terinhalasioleh bayi dan masuk ke traktus digestivus dan traktus respiratorius. paling sering akibat kontak tangan.

E. Saluran napas : apnea. anoreksia. napas cuping hidung. merintih. tampak tidak sehat.sianosis.scribd.com/doc/61783900/Laporan-AsuhanKeperawatan-Sepsis . retraksi. diare.001RUMAH SAKIT PUSAT ANGKATAN DARAT GATOT SOEBROTODITKESADAKADEMI KEPERAWATANJAKARTA PUSAT2011 Aderiyadhona. hipotermi. Umum : panas. letargi. 2011 http://www. sklerema b. takipnea. malas minum.MANIFESTASI KLINIS a. dispnea. muntah. Saluran cerna : distensi abdomen. hepatomegalic. ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN Sepsis Neounatus Di LANTAI 1 PERINATAL RESIKO TINGGI DISUSUN OLEH:ADE RYANDHONO08.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful