P. 1
andropause 2

andropause 2

|Views: 0|Likes:
Published by Șȧnchĕȥ Armen

More info:

Published by: Șȧnchĕȥ Armen on Jan 31, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/31/2013

pdf

text

original

Sumber: Prof Dr dr Sabilal Alif SpU(K), Guru Besar Urologi Universitas Airlangga Sebanyak 42 persen lelaki berusia di atas

50 tahun mengalami andropause atau penurunan kadar testosteron. Penurunan fungsi seksual seorang lelaki paruh baya ini sesungguhnya masih bisa diatasi. Hal ini, kata Guru Besar Urologi Universitas Airlangga Prof Dr dr Sabilal Alif SpU(K), berkaitan dengan sel leydig yang berperan sebagai produsen utama hormon testosteron. Pada usia 20 tahun, jumlah sel leydig mencapai 700 juta. Namun setiap 10 tahun, jumlah sel leydig berkurang 80 juta sel. Pengurangan sel leydig, yang juga menurunkan kadar testosteron, biasanya menimbulkan gangguan fungsi seksual, seperti melemahkan dorongan seksual dan disfungsi ereksi. Karena berkaitan dengan metabolisme, hal ini juga bisa menurunkan kekuatan fisik, tertidur setelah makan, dan menambah massa lemak perut. Menjadi tua sering kali menghantui kita. Padahal ini merupakan proses normal yang akan terjadi baik pada pria maupun perempuan. Proses menua atau “aging” ditandai dengan menurunnya kondisi fisik maupun mental seseorang. Situasi ini disebabkan karena menurunnya produksi hormon dalam tubuh, termasuk hormon pertumbuhan (GH), hormon androgen, DHEA, DHEAS, dan melantonin.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->