BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penulisan Tugas Akhir Dalam mengelola pengoperasian perusahaan yang baik tidak hanya bergantung pada adanya dana atau modal yang cukup, tenaga kerja yang trampil dan alat-alat yang serba modern, namun tergantung pula akan adanya manajemen yang baik pada perusahaan tersebut. Untuk itulah perlu adanya teknik pelaksanaan manajemen yang dapat menunjang kegiatan perusahaan. Alat atau teknik tersebut salah satunya dikenel dengan istilah “Budget atau Anggaran”, anggaran yang disusun oleh perusahaan yang bersangkutan akan kehilangan pedoman karena tidak adanya program kerja dalam menjalankan perusahaan yang dipimpinnya serta dapat berakibat gagalnya perusahaan dalam mencapai laba yang akan diperolehnya sebagai salah satu tujuan perusahaan yang utama. Tercapainya tujuan akhir suatu perusahaan adalah hasil usaha dan kemampuan melakukan kegiatan sesuai dengan cara-cara dan prosedur yang ditetapkan dalam rencana, penilaian dan koreksi atas anggaran dilakukan untuk mengawasi agar penyimpangan atau kesalahan yang terjadi segera diatasi, sebelum menimbulkan akibat yang lebih besar. Pengawasan dalam anggaran penjualan untuk memberikan

kepercayaan bahwa yang dilaksanakan adalah sesuai dengan yang

1

1

direncanakan dan kesalahan dalam menyusun anggaran penjualan akan mengakibatkan kesalahan dalam pembuatan angaran-anggaran selanjutnya. Anggaran penjualan pendekatan (approach). disusun dengan menggunakan berbagai

Jadi bukannya tanpa pertimbangan sama sekali.

Masing-masing cara pendekatan mempunyai konsekuensi yang berbeda-beda, sehingga perlu dipertimbangkan, cara pendekatan mana yang paling menguntungkan, karena tujuan dari Anggaran penjualan adalah mencapai tingkat keuntungan (profit) yang diinginkan dan mengusahakan agar

perusahaan dapat bekerja pada tingkat efisiensi tertentu. Berdasarkan masalah diatas maka penulis tertarik untuk menulis tugas akhir dengan judul : :”Analisis Anggaran Penjualan pada PT Pabrik Kaos ASELI”

B. Identifikasi Masalah Dalam penulisan tugas akhir ini, penulis memberikan batasan

masalah pada perhitungan anggaran penjualan di Pabrik Kaos ASELI dengan menggunakan metode indeks musim untuk tahun 2011. C. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka perumusan masalah yang akan dibahas dalam penulisan ini yaitu : 1. Bagaimana cara atau prosedur penyusunan anggaran penjualan di PT Pabrik Kaos ASELI.

2

2. Apakah anggaran penjualan telah di pergunakan dengan benar di PT Pabrik Kaos ASELI?

D. Tujuan dan Kegunaan Penyusunan Laporan Tugas Akhir 1. Adapun tujuan penulisan laporan Tugas akhir : a. Untuk mengetahui penyusunan anggaran penjualan pada tahun 2011 di PT Pabrik Kaos Aseli. b. Untuk mengetahui perbandingan antara realisasi dan anggaran penjualan tahun 2006 – 2010.

2. Kegunaan penyusunan laporan Tugas Akhir : a. Bagi Penulis 1) Untuk menambah pengetahuan dibidang industri produksi khususnya tentang cara mengefisiensikan anggaran penjualan.

2) Membandingkan antara teori yang dipelajari selama perkuliahan dengan praktek yang terjadi dalam perusahaan. b. Bagi Pembaca Penulisan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang penerapan Anggaran penjualan yang baik. c. Bagi Perusahaan Sebagai masukan bagi PT Pabrik Kaos ASELI dalam penyempurnaan kebijakan dalam penganggaran perusahaan untuk mengatasi kendala-kendala yang mungkin terjadi dalam perusahaan.

3

BAB IV PENUTUP Dalam bab terakhir yang memuat kesimpulan dan saran-saran 4 . prosedur penyusunan anggaran. sistematika penulisan terdiri dari beberapa macam informasi yang menerangkan dari Bab I sampai dengan Bab IV.anggaran penjualan. metode penyusunan anggaran. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dalam bab ini membahas tentang anggaran. sistematika kegunaan penyusunan laporan tugas akhir. BAB III PEMBAHASAN Dalam bab ini diuraikan tentang sejarah singkat perusahaan. penjualan. perumusan masalah. tujuan dan penyusunan laporan tugas akhir. pengertian anggaran.E. yaitu : BAB I PENDAHULUAN Dalam Bab ini akan menjelaskan latar belakang penulisan tugas akhir. penyusunan anggaran penjualan dan perhitungan anggaran penjualan. identifikasi masalah. Sistematika Penyusunan Laporan Tugas Akhir Untuk memudahkan dalam penulisan ini.

Salah satu bentuk dari alat perencanaan menajemen melaksanakan kegiatan perusahaan perlu disusun Budget atau anggaran perusahaan yang akan menjadi rangkaian system perencanaan terpadu. Pengertian Anggaran Dengan betambah kompleksnya permasalahan manajemen pada perusahaan. Marsono (2001) : Anggaran adalah suatu rencana pekerjaan keuangan yang pada satu pihak mengandung jumlah pengeluaran yang setinggi5 5 .BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Anggaran 1. Arti budget itu sendiri. Pentingnya anggaran perusahaan adalah manfaat yang akan diperoleh para manajer yaitu suatu pendekatan yang sistematis sebagai tanggung jawab manajemen. Seorang manajer menyadari bahwa perencanaan yang matang sangat menentukan peranan yang penting sebelum memulai pekerjaan. akan mengemukakan pendapat dari beberapa para ahli ekonomi atau penulis buku : a. Anggaran perusahaan atau budget juga merupakan salah satu alat manajemen yang mempunyai ruang lingkup yang cukup luas. Menurut M. menyebabkan banyak kegiatan yang harus dilaksanakan dengan memperhatikan aspek perencanaan yang matang dan cermat.

Menurut Mulyadi (2001.hal 10) : Anggaran berfungsi sebagai pedoman kerja dan memberikan arah serta sekaligus memberikan target-target yang harus dicapai oleh kegiatan-kegiatan perusahaan di waktu yang akan datang. Menurut Gomes (2001) : Anggaran merupakan suatu dokumen yang berusaha untuk mendamaikan prioritas-prioritas program dengan sumber-sumber pendapatan yang di proyeksikan. 6 . dan pada pihak lain perkiraan pendapatan (penerimaan) yang mungkin diterima dalam masa tertentu. c. b. d. Maka dapat disimpulkan bahwa pengertian anggaran adalah sebuah pekerjaan berupa rancangan pendapatan dan pengeluaran perusahaan dalam jangka waktu tertentu yang digunakan untuk membiayai perusahaan dalam kurun waktu tertentu.hal 488) : Suatu rencana kerja yang dinyatakan secara kuantitatif yang diukur dalam satuan moneter standard an satuan ukuran yang lain yang mencakup jangka waktu satu tahun.tingginya yang mungkin diperlukan untuk membiayai kepentingan perusahaan pada satu masa depan. Menurut Munandar (2001.

1. 4. Oleh sebab itu tugas dari Manajer Penjualan adalah : Mengadakan perencanaan penjualan Mengawasi pendistribusian barang ke pelanggan Mengadakan pembelian bahan baku Mengadakan penjualan dan promosi hasil produk 7 . dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya budget adalah suatu rencana yang digunakan para ruang lingkup perusahaan dalam melakukan kegiatan-kegiatan operasionalnya yang dinyatakan dalam suatu barang atau uang atau keduanya untuk waktu tertentu dimasa yang akan datang. Kegagalan dalam penjualan akan menghambat pembelian bahan baku selanjutnya dan akan dapat berpengaruh pula pada aktivitas produksi. B. Penjualan Fungsi penjualan tidak dapat dipisahkan dengan fungsi-fungsi lainnya didalam perusahaan. 2.Dari pendapat para ahli telah dikemukakan diatas mengenai definisi anggaran penjualan atau budget. Maka dengan demikian dapat dikatakan bahwa budget merupakan suatu pedoman kerja bagi perusahaan dalam satuan uang dan barang dilaksanakan oleh pihak manajemen guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. 3.

dengan memperhatikan pula kemungkinan terjadinya perubahan-perubahan dimasa yang akan datang seperti : perubahan selera konsumen. yaitu mendapatkan keuntungan. karena harus memperhatikan beberapa factor pembatas. Anggaran penjualan akan menjadi dasar untuk penyusunan anggaran-anggaran lainnya. apabila tidak diperhitungkan. maka kemungkinan sebagian produk tidak dapat terjual. 8 . Anggaran Penjualan Anggaran penjualan adalah termasuk kelompok anggaran operasional. yang pada akhirnya merugikan perusahaan. penyusunan anggaran penjualan. perubahan tingkat harga dan penemuan-penemuan baru (kemajuan teknologi). yang merupakan bagian seluruh kegiatan perusahaan untuk mencapai tujuannya. seperti kemampuan menjual yang dimiliki perusahaan. Guna menghindari kesalahan dari maka Manajer Pemasaran harus memperhatikan hal-hal tersebut. Perusahaan tidak boleh begitu saja menyusun rencana produksinya. menentukan anggaran penjualan ini sulit dilakukan. Dalam pelaksanaannya. Akibatnya penyusunan anggaran penjualan memerlukan tehnik peramalan yang akan tepat. atau dengan kata lain anggaran-anggaran lainnya disusun dengan terlebih dahulu memperhatikan rencana kegiatan penjualan. Kesalahan penyusunan anggaran penjualan akan berakibat anggaran-anggaran lain juga ikut mengalami kesalahan-kesalahan. dengan membuat estimasi kegiatan masa depan dengan berdasarkan pengalamanpengalaman masa lalu.C.

Penentuan tujuan umum dan khusus yang diinginkan c. kependudukan. Penentuan Dasar-dasar Anggaran a. d. teknologi dan menilai akibatnya terhadap permintaan industri. Analisa ini dilakukan untuk memngetahui kemampuan perusahaan mencapai target penjualan di masa depan. Melakukan Analisis Industri Analisa ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan masyarakat menyerap produk sejenis yang dihasilkan oleh industri. tenaga kerja. c. b. dengan mengadakan proyeksi terhadap aspek-aspek makro seperti : moneter. 9 . Analisa ekonomi. dengan memperhatikan factor-faktor produksi seperti : bahan mentah. Penyusunan Rencana Penjualan a. Melakukan Analisa Prestasi Penjualan yang lalu Analisa ini dilakukan untuk mengetahui posisi perusahaan pada masa lalu.Langkah-langkah yang diperlukan adal menyusun anggaran penjualan adalah : 1. kebijaksanaan pemerintah dibidang ekonomi. Penentuan strategi pemasaran yang dipakai. 2. Penentuan variable yang mempengaruhi penjualan b. Dengan kata lain untuk mengetahui market share yang dimiliki perusahaan di masa lampau. kapasitas produksi dan keadaan permodalan.

D. h. Metode Penyusunan Anggaran Untuk menyusun Budget atau Anggaran penjualan diperlukan penaksiran (forecasting) khususnya tentang penjualan jumlah (kuantitas) produksi yang diperkirakan akan dijual. Menyusun jumlah penjualan yang dianggarkan (Budget Sales) Menghitung rugi/laba yang mungkin diperoleh (Budget Profit) Mengkomunikasikan rencana penjualan yang telah disetujui pada pihak lain yang berkepentingan. yaitu meramalkan jumlah penjualan yang diharapkan dengn anggapan segala sesuatu berjalan seperti masa yang lalu (Forecasted Sales). f.a+ b ∑X ∑XY = a. di dalam membiayai kegiatan-kegiatan penyusunan anggaran penjualan. Dalam penelitian ilmiah ini penulis membahas mengenai metode indeks musim dengan rumusan sebagai berikut : Y ∑Y = a+ bX = n.e. yang menentukan adalah tinggi rendahnya anggaran penjualan yang diharapkan. g. Forecasting adalah suatu cara untuk mengukur atau menaksirkan kondisi dimasa yang akan datang. Pada akhirnya.EX + b∑X Dimana : 10 . Menyusun forecast penjualan.

∑Y n X a b Y = Jumlah data historis = Banyaknya waktu data = Nilai pada setiap periode waktu = Nilai y dan titik 0 = Lereng garis lurus = Jumlah penjualan 11 .

kita sebagai bangsa Indonesia kita harus bisa memenuhi permintaan dari masyarakat terutama 12 12 .5/79/21 tanggal 21 September 1955. khususnya untuk kaos singlet dan kaos oblong sangat sulit didapat. Soepomo.A. Sejarah Singkat Perusahaan PT Pabrik Kaos “ASELI” adalah suatu perusahaan yang mengkhususkan memproduksi kaos singlet dan kaos ob long dengan merek “777”. Jakarta Selatan.BAB III PEMBAHASAN DAN HASIL A. Gambaran Umum Perusahaan 1. dimana pada waktu itu keadaan bangsa Indonesia masih mengandalkan tekstil impor sehingga harganya sangat mahal dan tidak terjangkau oleh masyarakat luas. Sedangkan Anggaran Dasarnya disahkan oleh Departemen Kehakiman No.I. Atas dasar tersebut maka dipikirkan. Berdiri diatas tanah seluas 1.5 hektar yang berlokasi di Jalan Prof. PT Pabrik Kaos “ASELI” didirikan pada tanggal 17 Juni 1955 dengan akte Notaris dari Eliza Pondang No. SH Nomor 2. Selain harganya yang mahal dan jumlah barang yang sedikit juga mengakibatkan devisa Negara makin berkurang dan hal ini sangat menhambat pembangunan. Abdul Karim mempunyai ide untuk mendirikan perusahaan kaos. Perusahaan ini merupakan pabrik kaos yang cukup tua di Indonesia yang telah mencapai umur lebih kurang 56 tahun.76 tahun 1955. Pada tahun 1950 pendiri pertamanya yaitu H.

Pada tahun 1955 perusahaan untuk pertama kalinya mendatangkan peralatan berupa mesin-mesin dari RRC.yang terdiri atas 1..ini diakibatkan karena adanya perubahan status Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan tujuan memenuhi kebutuhan rakyat yang lebih banyak.000.000. Penambahan mesin ini tercipta karena adanya bantuan modal dari Bank Pembangunan Indonesia.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp.kemudian modal tersebut diperbesar hingga mencapai Rp. PT Pabrik Kaos “ASELI” sebelumnya berasal dari PT Sambas dan PT Aseli. Pada tahun itu juga diadakan penambahan mesin. Modal pertama untuk memulai usaha perusahaan ini lebih kurang Rp. 200.500.kebutuhan tekstil dan juga membantu pemerintah dalam mengatasi pengengguran dan dalam menghemat devisa Negara.per lembar. jumlah karyawan ditingkatkan menjadi 500 orang dengan hasil produksi 500 lusin setiap harinya. Tahun 1966 perusahaan memulai produksi pertamanya berupa kaos dengan produksi berjumlah 200 lusin setiap harinya dengan didukung 200 karyawan.. 13 . Bahan Baku yang digunakan dalam proses produksinya berupa benang tenun jenis 40/S yang masih diimpor dari Amerika Serikat sehingga bahan-bahan tersebut sulit dan terbatas untuk mendapatkanya dipasaran. Pada tahun 1969.000. 2. 200.. Saham-saham tersebut hanya dijual pada orang-orang tertentu saja yang telah dikenal dan tidak diperjualbelikan secara umum.000.

SH.Pada tahun 1970-an sampai 1980-an. Semua jenis produk ini dibuat dengan ukuran yang telah ditetapkan untuk memenuhi permintaan konsumen. produksi perusahaan mengalami masa jayanya atau masa puncaknya. Walaupun begitu PT Pabrik Kaos “ASELI” tetap eksis dan bisa bersaing dewngan perusahaan lain yang sejenis karena mutunya yang sudah terjamin dan melewati tahap pengujian serta lisensi dari Departemen Perindustrian hingga tahun 1998 dapat berproduksi 500 lusin perhari dengan dukungan 482 karyawan 2. Untuk menghindari peniruan atas merek tersebut. Merek “777” terdaftar dengan No. Bidang Usaha Perusahaan PT Pabrik Kaos “ASELI” merupakan perusahaan yang bergerak dibidang usaha tekstil yang nama merek produknya adalah “777”. PT Pabrik Kaos “ASELI” mendaftarkan merek tersebut pada Direktorat Jendral Hak Cipta Paten dan Departemen Kehakiman Republik Indonesia. Namun sejak resesi ekonomi dunia pada tahun 1981 membuat PT Pabrik Kaos “ASELI” mengalami kelesuan. Kalaupun banyak perusahaan yang menghasilkan produk yang sama tetapi masing-masing perusahaan 14 . Pemberian nama merek “777” didasari atas pertimbangan agar merek mudah dikenal dan diingat oleh masyarakat luas. dengan memproduksi kaos sebanyak 600 lusin perhari dengan jumlah tenaga kerja kurang lebih 600 orang. 227917 pada tanggal 3 Nopember 1987 dengan Kuasa Hukum Yadi sastra.

1 Jenis. menghemet devisa Negara. Sedangkan misi perusahaan adalah meningkatkan pembangunan di bidang tekstil.mempunyai keungguolan sendiri-sendiri sepaerti merek. Dalam table berikut ini dapat dijelaskan mengenai produk kaos singlet yang dihasilkan oleh PT Pabrik Kaos ASELI. dan sebagainya. 3. dan Ukuran Produk Tipe Kode 40/S BHB 40/S BHB/B 40/S DHR 40/S BHB/K Sumber : PT Pabrik Kaos ASELI Jenis Singlet Ukuran 32-34-36 38-40-42 32-34-36 26-28-30 Dalam mengembangkan perusahaannya. mutu. kemasan. begitu juga dengan PT Pabrik Kaos ASELI. Tipe. dan menyerap tenaga kerja. Kode. Struktur Organisasi PT Pabrik Kaos ASELI mempunyai struktur organisasi yang menggambarkan kerangka kerja secara jelas mengenai tugas dan tanggung 15 . perusahaan yang besar maupun yang kecil tentu saja mempunyai visi dan misi perusahaan yang berkaitan dengan perusahaan tersebut. Tabel 3. Visi perusahaan adalah ingin menjadi menjadi perusahaan yang besar dan terus berkembang juga bertahan di dalam persaingan yang terus meningkat.

b) Direktur Utama 1) Mengadakan perencanaan untuk perusahaan secara umum. Adapun uraian tugas dari masing-masing bagian dalam perusahaan adalah sebagai berikut : a) Dewan Komisaris 1) Mewakili dan diangkat oleh pemegang saham. 3) Melakukan kegiatan pengawasan terhadap jalannya perusahaan yang dipimpin oleh pimpinan perusahaan. sehingga tugas dan perintah atasan dapat langsung berjalan cepat sampai ketingkat bawahan. PT Pabrik Kaos ASELI menerapkan struktur organisasi lini (Line Organization). Hal ini bertujuan agar pimpinan puncak tidak mengalami kesulitan dalam memonitor setiap kegiatan karyawan. sekaligus membantu pimpinan ndalam mengelola perusahaan untuk lebih meningkatkan produktifitas serta keseluruhan aktifitas perusahaan. 2) Memimpin dan mengadakan rapat para pemegang saham untuk mengevaluasi keadaan perusahaan. 4) Memberi petunjuk serta pengarahan kepada direksi mengenai kebijaksanaan yang akan ditempuh oleh perusahaan.jawab karyawan pada posisinya dalam organisasi. 16 . Organisasi ini mempunyai kesatuan perintah (Unity of Organization) karena bawahan menerima perintah atau tugas dari atasan langsung.

6) pencurian. c) Direktur 1) Membantu dan mewakili Direktur Utama dalam menjalankan kegiatannya apabila berhalangan . 4) Menangani hal-hal yang berhubungan dengan pihak luar. 2) Mengawasi jalannya kegiatan produksi. 3) Melaksanakan tugas yang diberikan oleh direktur utama dan bertanggung jawab kepadanya. 5) Mengambil keputusan-keputusan yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup dan perkembangan perusahaan. 3) Mengawasi pelaksanaan operasi berdasarkan laporan-laporan yang diterima maupun pengawasan langsung.2) Melaksanakan kebijaksanaan yang telah ditetapkan oleh Dewan Komisaris. d) Manajer Operasi 1) Bertugas sebagai pelaksana dan pengatur masalah produksi sesuai dengan program yang telah digariskan oleh perusahaan. 5) Mengadakan penyimpanan bahan baku dan menjaganya agar terhindar dari kerusakan. 2) Bertanggung jawab kepada direktur utama untuk kegiatan operasinal. dan lain-lain. 4) Bertugas mengawasi bagian proses produksi. 3) Membantu direktur utama dalam mengembangkan perusahaan. 17 .

yang meliputi penerimaan pendapatan hasil dari penjualan. 3) Membayar upah buruh dan gaji pegawai. 18 program pelatihan dan pengembangan . 3) Membuat anggaran dan mengkoordinir penyusunan anggaran. 2) Membuat laporan keuangan perusahaan secara berkala. g) Manajer Penjualan 1) Mengadakan perencanaan penjualan.7) Menyimpan hasil produksi yang akan dipasarkan kepada penyalur serta menjaga keamanannya. 2) Membuat daftar gaji dan upah serta potongan pajak pegawai (PPH Pasal 21). 5) Menyelenggarakan karyawan. penerimaan dana dari luarb perusahaan. 5) Mengurus administrasi keuangan perusahaan. f) Manajer Keuangan 1) Mencatat semua transaksi keuangan perusahaan. 4) Menangani perburuhan dan kebersihan lingkungan pabrik. e) Manajer Personalia dan Umum 1) Mengkoordinir seluruh aktifitas yang menyangkut kepegawaian dan umum. 2) Mengawasi pendistribusian barang ke pelanggan. membuat laporan penggunaan dan penerimaan dana. 4) Mengelola dan mengawasi pemanfaatan dana perusahaan.

4) Mengadakan penjualan dan promosi hasil produk. 2) Sumatera (Lampung) 3) Jawa Barat (Bandung dan Cirebon) 4) Jawa Tengah (Solo dan Semarang) 5) Jawa Timur (Suranaya) 19 .3) Mengadakan pembelian bahan baku. Adapun wilayah Jumlah Mesin 210 5 4 1 2 15 60 60 pemasaran meliputi daerah : 1) DKI Jakarta (Tanah Abang. 3) Memilih dan meneliti bahan baku yang akan dibeli dan yang telah dibeli atau diterima Tabel 3. Senen. Jatinegara). Jenis Mesin 1 Mesin Rajut 2 Mesin Cuci 3 Mesin Pres 4 Mesin Pengering 5 Mesin Penggulung 6 Mesin Pemotong 7 Mesin Obras 8 Mesin Jahit Sumber : PT Pabrik Kaos ASELI i) Daerah Pemasaran Produk Kaos 777 tidak hanya dipasarkan di Jakarta saja tetapi hamper seluruh wilayah Indonesia.2 Jenis dan Jumlah Mesin No. 2) Melakukan penyeleksian dan evaluasi supplier. h) Manajer Pembelian 1) Mengadakan pembelian bahan baku.

Proses Produksi Untuk memproduksim kaos singlet ukuran BHB 36 pada PT Pabrik Kaos ASELI dilakukan melalui dua tahap proses produksi. hasil rajutan pada mesin rajut Hongkong berupa kain polos untuk kaos singlet polos. benang katun 40/S yang diterima dari supplier dalam bentuk botol-botol kones berukuran 3 kg diproses pada mesin rajut untuk membuat kain rajutan melingkar dalam bentuk gulungan atau roll sesuai ukuran kaos singlet BHB 36. yaitu mesin rajut Hongkong dan mesin rajut Jepang. Untuk mesin rajut Hongkong bahan baku dan benangnya terletak di bawah dan hasil rajutannya berupa gulungan kain terletak diatas. Proses Perajutan Pada proses perajutan. Pada tahap pertama yaitu tahap pembuatan bahan atau kain terdiri dari lima tahap. yaitu : a. Tahap pertama merupakan tahap pembuatan bahan atau kain sedangkan tahap kedua adalah tahap pembuatan kaos singlet (polos). Sedangkan mesin rajut Jepang sebaliknya yaitu bahan bakunya di atas dan hasil rajutannya dibawah.6) Bali 7) Timur Tengah (Arab Saudi) 4. hasil brajutannya berupa kain bergaris untuk kaos singlet bergaris. Satu meja dari mesin rajut terdiri dari 8 20 . Mesin rajut yang ada pada PT Pabrik Kaos ASELI terdiri dari dua jenis.

yaitu 24 kg. Proses Pencucian Pada tahap ini kain hasil rajutan yang berwarna kekuningkuningan tadi dicuci. Setelah kain dibilas dan bersih. Hal ini dilakukan untuk memutihkan warna kain dan membersihkan kotoran-kotoran yang masih melekat pada kain. setelah proses pemasakan selesai air yang mengandung kaustik soda pada bak 1 dibuang dan diisi dengan air bersih untuk pembilasan.5 jam yang fungsinya merapatkan pori-pori kain agar kain kuat dan tidak modah bolong. kapasitas untuk bak 2 adalah 24 roll kain. dan akan menghasilkan satu roll kain polos dengan kuantitas sebesar 24kg untuk menghasilkan 263 unit kaos singlet polos ukuran BHB 36. Proses yang berlangsung pada bak 1 dan bak 2 membutuhkan waktu selama 1. Proses pencucian terdiri dari 5 bak pencucian dengan proses pencuciannya adalah pada bak 1 kain dimasak dengan kaustik soda sampai suhu 90 C dengan kapasitas pada bak 1 adalah 24 roll kain. Untuk membuat kain polos pada kaos singlet ukuran BHB 36 digunakan mesin rajut Hongkong. setelah proses pemasakan selesai air yang mengandung kaporit pada bak 2 dibuang dan diisi dengan air bersih untuk pembilasan. b. Setelah kain dibilas dan bersih pada bak 2 lalu kain dipindahkan ke bak 3 untuk pemasakan ultrbrite DLB-25 sampai 21 . kain dipindahkan ke bak 2 utnuk dimasak dengan kaporit. dengan bahan baku benang katun 40/S yang digunakan adalah 8 botol/kones.roda rajut yang memiliki 8 tempat untuk botol kones yaitu di kiri 4 botol dan di kanan 4.

Proses Pengeringan 22 .suhu 90 C. Mesin pres terdiri dari 2silinder yang didalamnya dipanaskan. kain dimasukkan kembali pada bak 3 untuk dimasak dengan H2O2 sampai suhu 60 C yang kemudian kain dipindahkan kembali pada bak 4 yang berisi air bersih untuk pembilasan. d. Kedua silinder ini berputar menghimpit kain tersebut. setelah kain dibilas. setelah pemasakkan selesai kemudian kain dipindahkan pada bak 4 yang berisi air bersih untuk pembilasan. c.5 jam dengan kapasitas 8 roll kain yang fungsinya untuk memutihkan warna kain. proses penyaguan ini berlangsung selama 40 menit dengan kapasitas 24 roll kain yang fungsinya agar kain menjadi kaku. Setelah kain dibilas dan bersih pada bak 4 kain kemudian dipindahkan ke bak 5 untuk proses penyaguan dengan menggunakan bahan baku sagu yang dicampur dengan air. dan kemudian kain dibilas hingga bersih. setelah kain dibilas. kain dimasukkan kembali kedalam bak 3 untuk dimasak dengan waterglass yang kemudian dipindahkan kembali pada bak 4 yang berisi air bersih untuk pembilasan. Proses Pengepresan Kain yang masih basah dan sudah bersih dari bahan-bahan kimia dimasukkan ke dalam mesin pres yang akan memeras 70% 80% air pada kain tersebut. proses yang dilakukan pada bak 3 dan bak 4 membutuhkan waktu selama 3.

Agar kain benar-benar kering. Kain yang sudah dilipat dan disusun rapi kemudian dipotong dengan menggunakan mall berdasarkan pola yang sudah ditentukan. seperti memotong leher bagian depan. Gunting pemotong digunakan untuk memotong bagian-bagian tertentu yang tidak dapat dipotong menggunakan mesin pemotong otomatis. pertama kali dipotong dan lipat berbentuk panjang dan dilipat sesuai kebutuhan. Mesin 23 . Proses Penggulungan Selanjutnya kain yang telah kering dan menumpuk tersebut digulung dengan mesin gulung. kain kemudian dikeringkan kembali dengan menggunakan mesin pengering yang digerakkan oleh tenaga uap yang dihasilkan ketel atau broiler utama. 2) Proses Soom atau Obras Pada tahap ini yang dikerjakan adalah mengesoom atau mengobras bagian samping dan bagian bawah kaos singlet. Lamanya proses penggulungan tergantung dari panjangnya kain. Pada tahap kedua yaitu tahap pembuatan kaos singlet terdiri dari lima tahap. Pemotongan dilakukan dengan menggunakan mesin pemotong otomatis dan gunting pemotong biasa. e. yaitu : 1) Proses Pemotongan Kain yang masih berupa gulungan.

ada yang proses pembuatannya secara manual maupun yang menggunakan mesin. Pada setiap proses pembuatan kaos singlet ukuran BHB 36 dan untuk ukuran-ukuran lainnya. Kemudian dibawa ke gudang yang nantinya siap untuk dipasarkan. Kemudian kaos disetrika rapid an dilipat. 5) Proses Packaging atau Pengepakan Kaos-kaos yang telah diberi nomor atau ukuran dimasukkan ke dalam plastic dan dimasukkan juga ke dalam kardus sesuai dengan nomor dan ukuran. B. 3) Proses Penjahitan Kaos singlet yang telah diobras kemudian dipasang label “777” dengan cara dijahit pada bagian leher sesuai dengan ukuran kaos tersebut. Kemudian bagian tangan dan leher dijahit dengan menggunakan mesin jahit merek Brother tipe DB 2-B716. 4) Proses Inspeksi dan Finishing Pada tahap ini kaos-kaos yang telah jadi disempurnakan kembali dan diperiksa apakah masih ada yang harus dipotong atau dirapikan.B531. Prosedur Penyusunan Anggaran Penjualan Prosedur penyusunan anggaran penjualan PT Pabrik Kaos Aseli adalah sebagai berikut : 24 .yang dipergunakan pada tahap ini adalah mesin soom atau obras tipe EF4-B511.

Penyusunan Anggaran Penjualan Faktor – factor yang dipertimbangkan oleh PT Pabrik Kaos Aseli dalam menyusun anggaran penjualan ini antara lain : 1. Realisasi dan Pengalaman penjualan tahun – tahun sebelumnya merupakan factor yang pertama kali diperhitungkan oleh perusahaan. Apabila anggaran penjualan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari rapat Direksif. 2. 2. Dalam rencana anggaran penjualan menunjukkan adanya permintaan yang melonjak. 25 . maka anggaran penjualan tersebut akan merupakan pedoman kerja dalam melaksanakan kegiatan perusahaan. diserahkan kepada bagian keuangan untuk selanjutnya disusun secara sistematis dan dimasukkan dam pembukuan. untuk dilakukan pembahasan lebih lanjut dan untuk dilakukan perubahan-perubahan 4. Anggaran penjualan yang telah disusun oleh kepala bagian keuangan tersebut dibawa kerapat Direksi beserta staf. Hasil dari taksiran penjualan yang telah ditetapkan dan selanjutnya oleh kepala bagian panjualan dan pembelian. 3. terutama dibidang penjualan C. namun perusahaan tetap mempertimbangkan kapasitas produksi yang dimiliki. kemampuan modal umum dan industri. Kepala bagian penjualan dan pembelian meminta laporan hasil penelitian dan pengembangan pasar untuk dibuat dan disusun taksiran besarnya penjualan untuk periode selanjutnya.1.

105. dengan proporsi 30% meliputi : DKI Jakarta.042.389. Jawa Barat D.100 2007 1.000 2009 2.785. dengan proporsi 70% meliputi Sumatera (Lampung).000 2008 2.324.391. Perhitungan Anggaran Penjualan Dalam menyusun anggaran penjualan diperlukan penaksiran yang berguna untuk mengukur atau menaksirkan kondisi penjualan pada pada masa yang akan datang.600 2010 2.181. Daerah pemasaran II.075. 2. Daerah pemasaran I.100 Sumber : PT Pabrik Kaos ASELI dan diolah oleh penulis Tabel 3.3 Data Penjualan Tahun 2006 – 2010 ( dalam rupiah ) Tahun Penjualan 2006 1.495. Dalam memasarkan produksinya PT Pabrik Kaos Aseli mempunyai jaringan pemasaran yang dibagi menjadi dua wilayah yaitu : 1.000 X 0 XY 0 X2 0 26 . Kondisi ekonomi dan industri juga tidak terlepas dari pertimbangan perusahaan.324. mengingat kondisi perekonomian yang pasang surut.4 Perhitungan Penjualan PT Pabrik Kaos ASELI Tahun 2006 – 2010 Tahun 2006 Penjualan (Y) 1.181.3. Penulis mencoba membuat peramalan anggaran penjualan untuk tahun 2010 Tabel 3.535.

535.474.015.785.800 23.389.800 + 10 (331.631.075.613.760 9.474.000 2009 2.087.400 Jumlah 9.760) a = -9.200 23.140.474.698.600 3 7.570.474.174.105.137.100 4 10.042.600 ----------------------------------------------5 a = 1.168.474.000 2 4.087.495.2007 1.667.800 + 3.849.(2) = 10a + 30b 1 4 9 16 30 19.949.391.042.000 1 1.211.200 Sumber : PT Pabrik Kaos ASEL dan diolah oleh penulisI Nilai persamaan garis trend adalah : Y = a + bX Keterangan : Y :jumlah penjualan X : Persamaan garis trend a : nilai y dari titik nilai o b :lereng garis lurus Rumus : ∑Y = an + bEX ∑XY = aEX + bEX Sehingga : 9.3.300.015.849.849.600 = 10 b b = 331.849.306.800 = 5 a + 10b 5a = -9.000 2008 2.316.316.849.495.800 10 23.200 = 5 a + 10b ……… (1) = 10a + 30b……….800 2010 2.087.015.440 27 .137.600 = 10a + 20b --------------------------------------------.

667.760X = 1.306.964.760 (5) = 1.440 + 1.240 Tabel 3.306.306.667.667.440 pada tahun ke x nilai trend sebesar Rp 331.068.613.440 + 331.667.240 Sehingga penjualan untuk tahun 2006 sebesar 2.800 = 2.736.613.440 + 331.736.760X Pada tahun dasar nilai trend penjualan adalah sebesar Rp 1.613.306.658.667.306.613.964.Jadi persamaan trend adalah : Y = a + bx Y = 1.760 Dengan demikian dapat pula diketahui penjualan untuk tahun 2006 sebagai berikut : Y = 1.5 Perbandingan antara realisasi dan anggaran penjualan 2006 – 2010 ( dalam rupiah ) Tahun Anggaran Kaos singlet % Kaos oblong % Realisasi Kaos singlet % Kaos oblong % 28 .440 + 331.

297.59.077.736.362.524.435.198.600 959.844.294.000 998.700 790.190. Kaos singlet = Rp. Kaos singlet 56% .224. sebab warna yang kurang bagus.964.920 56% 50% 57% 58% 60% 281% 56% 628.72 Setelah melihat perbandingan dari realisasi dan anggaran tahun 2006-2010 maka dapat dikatakan bahwa realisasi dari kaos jenis singlet mengalami kenaikan dari yang dianggarkan oleh perusahaan sebesar 2%. Kaos oblong = Rp.000 1. natal dan tahun baru karena terdapat kenaikan jumlah penjualan kaos singlet.476.100 642.995.736.654.081.294.000 852.72 b.800 4.561.240 x 2% = Rp.000 1.341.498.122.481. 2.224.000 891.726.964.283. Kaos oblong 44% .420.600 1.000 1.380 44% 43% 42% 42% 40% 211% 42% Sumber : PT Pabrik Kaos ASELI dan diolah oleh penulis Sehingga selisih antara realisasi dan anggaran untuk masingmasing jenis kaos adalah : a.295.000 1.000 1. a.607.010. 2.058.900 824.580 56% 57% 58% 58% 60% 289% 58% 579.623. Tabel 3.600 1.390.600 1.800 785.025.42% = 2% Dengan demikian perbandingan antara realisasi dan anggaran untuk masing-masing jenis.880 44% 50% 43% 42% 40% 219% 44% 744.400 901.400 4. karena terdapat penurunan jumlah penjualan kaos oblong. modelnya kurang diminati oleh konsumen.587.552.58% = 2% b.900 1. promosi.836.496.840.839.700 1.2006 2007 2008 2009 2010 Total Rata-rata 808.240 x 2% = Rp.sebab adanya peningkatan jumlah pesanan pada hari lebaran.300 5.145.509.199.059.214.59.992.3998. sedangkan untuk realisasi dari kaos oblong untuk jenis kaos oblong mengalami perubahan dari yang dianggarkan oleh perusahaan sebesar 2%.6 Daerah pemasaran tahun 2006 (dalam rupiah) Daerah Kaos Singlet Kaos Oblong Jumlah 29 .200 5.994.000 1.

60 370.50 0 495.700 0 2002 0 2003 0 2004 0 2005 Total Ratarata 634.476.040.80 0 492.80 330.400 2.200 604.200 1.Anggaran penjualan yang lebih lengkap dapat disusun dengan melihat data-data penjualan bulanan/kwartalan selama 5 tahun terakhir.300 Kwartal IV 333.603.305 889.169.600 371.416.391.969.009.507.100 2.495.060 0 Sumber : PT Pabrik Kaos ASELI dan diolah oleh penulis 30 .395.60 596.964.684 2.181.24 492.420.556 1.315.572.800 1.600 377.269.218.200 599.297.447.464.80 533.285.348.954.208.500.560 636.173.237.7 Data Penjualan Tahun 2001 – 2005 (dalam rupiah) tahun Kwartal I Kwartal II 2001 327.410.30 630.123.042.695.Pemasaran I 578.324.960 589.285.657. Tabel 3.989 726.474.000 375.100 0 489.379 2. kwartal) selama tahun 2006.100 9.368 Jumlah 1.914.600 521.105.722.490.461.075.567 311.20 0 2.736.40 630.389.282.900 2.230.849.600 2.872 Pemasaran II 1.300 Jumlah 1.078.000 2.800 524.800 0 2.451.982.927.894.360.037.703.240 Sumber : PT Pabrik Kaos ASELI dan diolah oleh penulis Anggaran diatas belum sempurna karena diperinci (bulan.839.535.000 526.950.785.000 Kwartal III 337.785.

964.849.240 = 741. penyusunan anggaran penjualan kaos pada setiap kwartal adalah : I II III IV 24.474.. 740.474.586 25.451.85% 9.Dengan menggunakan data diatas dapat diketahui penyebaran penjualan tahunan kesetiap kwartal.240.31 . 745.849.800 : 2. 736.240 Dengan menggunakan data diatas penyebaran penjualan di kwartal I sebesar 24.02% x 2.464. yakni sebagai berikut : Kwartal I : 2.964.007.887.474.334.736.14% x 2.736.849.736.777.887.736.964.736.dan kwartal IV sebesar 24.474.85% x 2.02% 9.240 = 736.14% maka anggaran penjualannya sebesar Rp.691 sehingga jumlah keseluruhan dari tiap-tiap kwartal sebesar Rp.956.007 25.85% maka anggaran penjualan sebesar Rp.040.691 + 2.800 Kwartal II Kwartal III Kwartal IV Sehingga tahun 2006.kwartal III sebesr 25.736. kwartal II sebesar 24.500 x 100% = 25. 741.99% 9.956 24.849.447.334.461.240 = 740.736.200 x 100% = 24.800 : 2.99% maka anggaran penjualannya sebesar Rp.300 x 100% = 24.14% 9.800 x 100% = 25. 2.02% maka anggaran penjualannya sebesar Rp.964.736.572.777.964.240 = 745.964.476.99% x 2.410.800 : 2.586.

956 Kwartal II : a.956 = 257.887.334.142+ Rp. 745.Kaos oblong 35% x 741.Kaos oblong 35% x 736.867.kaos singlet 65% x 736.586 Kwartal III : a.Kaos singlet 65% x 741.736.691 Untuk lebih memperjelas penyusunan anggaran penjualan tahun 2006 dengan setiap kwartal dan jenis kaos. 741.8 Anggaran Penjualan (dalam rupiah) Tahun 2006 32 . Kaos singlet = 65% b.777.021 b.Kaos oblong 35% x 745.857.142 b.334.740.691 = 260.691 = 484.Kaos singlet 65% x 745. maka dibawah ini aakan dibuat tabel sebagai berikut : Tabel 3.887.952+ Rp.Kaos oblong 35% x 740.007 Kwartal IV : a.777.956 = 478.736. yakni : a.007 = 482.887.155.879.931 b. Kaos oblong = 35% Dimana masing-masing kwartal adalah : Kwartal I : a.621.586 = 481.334.586 = 259.736.310.055 b.Kaos singlet 65% x 740.007 = 259.655+ Rp.dapat dihitung dengan menggunakan perimbangan masing-masing jenis kaos.777.467.576.736.935 + Rp.

736.657.935 259.576. maka jumlah dari kaos singlet dan kaos oblong sebesar Rp.867.621.736.310.467.964.260. 478.684 Jumlah 736.736.931 dan kaos oblong sebesar Rp. Kwartal IV : Anggaran penjualan kaos singlet sebesar Rp484.952.691 2.927.037. maka jumlah dari kaos singlet dan kaos oblong sebesar Rp745.055.576.579. maka jumlah dari kaos singlet dan kaos oblong sebesar Rp. maka jumlah dari kaos oblong Rp. 259.021 481. Kwartal II : Anggaran penjualan kaos singlet sebesar Rp.736.155.155.549 dan kaos oblong sebesar Rp.007 745.142 1.549 1.956 740.078.777. karena disetiap kwartal ada kenaikan jumlah penjualan disebabkan perusahaan pemasaran kaos lewat pedagang besar atau langsung pada pengecer.887.586 741.310. 481.Kwartal I II III IV Jumlah Kaos singlet 478.-.621.467.334.655 259.142.556 Kaos oblong 257.055 484.887. 741. 482. 740.931 482.867.879.691.586. Kwartal III : Anggaran penjualan kaos singlet sebesar Rp.021 dan kaos oblong sebesar Rp.956.334.879.952 260.777.655.007. dan mempromosikan kaos dengan harga discount 33 .240 Dari tabel diatas maka akan terlihat jelas bahwa anggaran penjualan masing-masing kaos setiap kwartal sebagai berikut : Kwartal I : Anggaran kaos singlet sebesar Rp. 259.

240. BAB IV PENUTUP A.964.sehingga permintaan kaos dari daerah meninggkat (pemasaran II). maka anggaran penjualan tahun 2006 adalah sebesar Rp 2. KESIMPULAN 34 .736.

B.037.736. maka dapat dibuat anggaran penjualan kaos singlet sebesar Rp 1. Dengan menghitung nilai persamaan garis trend kemudian membandingkan antara anggaran dan realisasi nya untuk masing-masing jenis produk nya. 2.684. SARAN – SARAN 35 Berdasarkan uraian dimuka dapat dikemukakan beberapa saran sebagai berikut : 35 .657. sedangkan untuk realisasi dari kaos jenis oblong mengalami penurunan jumlah penjualan.240.927.Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya serta berdasarkan data-data dan keterangan-keterangan dari PT Pabrik Kaos ASELI. jumlah kaos singlet dan kaos oblong untuk tahun 2006 sebesar Rp 2.078.556 dan kaos oblong sebesar Rp 1. Setelah melihat perbandingan realisasi dan anggaran maka dapat dikatakan pabrik tersebut sudah mempergunakan anggaran penjualan dengan benar. maka dapat ditarik kesimpulan yaitu : 1.karena terdapat kenaikan dari kaos singlet yang dianggarkan oleh perusahaan sebesar 2%.964.

36 .Melihat kepada anggaran penjualan yang disusun oleh PT Pabrik Kaos ASELI beserta realisasinya yang tidak mencapai target. agar dalam penetapan taksiran penjualan yang akan dicapai hendaknya benar-benar atas data-data yang lengkap.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful