ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA PADA KELUARGA Tn ³ A´ DENGAN MASALAH CUCI TANGAN DI DUSUN SEMUTAN DESA BULUREJO KEC.

RENGEL - KAB TUBAN

OLEH : LAILY ROSSY K 08.06.01.313

PENDIDIKAN TENAGA KESEHATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NAHDLATUL ULAMA TUBAN Jl. P. Diponegoro No. 17 Telp.(0356) 321287 Tuban 2010

LE B

E

E

Laporan asuhan kebidanan keluarga telah di setujui dan di syah kan oleh pimbimbing pendidikan dan pembimbing lapangan pada tanggal

Mahasiswa

LAILY ROSSY K 08.06.01.313

Pembimbing Pendidikan

Pembimbing Lapangan

YOANA WIDYASARI, SST NIP :

WUWUH NANIK A,Amd,Keb NIP :

KATA PE

ANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufiq, dan hidayah-Nya, sehigga penulis dapat melaksanakan asuhan kebidanan pada keluarga binaan di Dusun semutan desa bulurejo kecamatan rengel kabupaten Tuban. Kami sadar laporan ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak, maka pada kesempatan ini kami mengucapkan banyak terima kasih kepada yang terhormat : 1. Miftahul Munir, SKM, M, Kes Selaku direktur STIKES Nahdlatul Ulama Tuban. 2. Ratno Selaku Kepala Desa bulurejo atas fasilitas yang telah di berikan. 3. Wuwuh Nanik A, Amd.Keb Selaku Bidan Desa sekaligus pembimbing PKL. 4. Yoana Widyasari, SST, Selaku Dosen Pembimbing. 5. Sudijaningati,SST S sos, selaku dosen pembimbing. 6. Mariatul Qiftiyah, SSi, selaku dosen pembimbing. 7. Kedua orang tua yang selalu memberikan dukungan baik moral maupun material. 8. Kepada semua pihak yang ikut membantu kelancaran penyusunan laporan ini. Semoga laporan ini bermanfaat untuk meningkatkan derajat kesehatan di Desa Bulurejo khususnya, dan pengembangan binaan keluarga pada umumnya.

Rengel ,

februari 2011

Penyusun

3 Perumusan Masalah 3.3 Konsep Dasar Manajemen Kebidanan BAB 3 : TINJAUAN KASUS 3.5 Pelaksanaan 1.5 Proses Manajemen Kebidanan .6 Sistematika Penulisan BAB 2 : TINJAUAN PUSTAKA 2.2 Tujuan 1.DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB 1 : PENDAHULUAN 1.2 Interprestasi Data 3.4 Susunan Prioritas Masalah 3.1 Konsep Dasar Keluarga 2.1 Latar Belakang 1.4 Metode penulisan 1.3 Ruang lingkup 1.1 Pengumpulan Data 3.2 Konsep Dasar Cuci Tangan 2.

2 Saran DAFTAR PUSTAKA .1 Kesimpulan 4.BAB 4 : PENUTUP 4.

kebutuhan memenuhi ekonomi dan aktualisasi keluarga di masyarakat serta memperhatikan perkembangan di Indonesia menuju negara industri. agar keluarga tersebut dapat meningkatkan . (Suprayitno. saling tergantung dan bekerjasama untuk mencapai tujuan. 2004 : 7) Keluarga adalah sebagai unit utama dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Dalam berinteraksi sesama anggota masyarakat akan muncul banyak permasalahan. politik maupun kesehatan pada khususnya (Effendy. baik dari segi sosial. keluarga dan masyarakat (Effendy. maka kedudukan keluarga menjadi inti yang paling pentng dari suatu masyarakat. Dengan demikian maka kehidupan suatu masyarakat merupakan pantulan dari kehidupan sejumlah keluarga yang terkait di dalamnya.1 L t B l k Masyarakat adalah sekelompok manusia yang telah hidup dan bekerja sama cukup lama sehingga mereka dapat mengatur diri mereka dan menganggap diri mereka sebagai suatu kesatuan sosial dengan batas-batass yang telah ditetapkan dengan jelas. perekonomian.BAB 1 PENDAHULUAN 1. 1998: 16). Perawatan kesehatan masyarakat adalah suatu upaya pelayanan keperawatan yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh para perawat. Peningkatan status kesehatan keluarga merupakan tujuan yang ingin dicapai dalam memberikan asuhan kebidanan keluarga. 1998: 13). maka Indonesia menginginkan terwujudnya keluarga sejahtera. (Soetjiningsih:1995 :121) Berdasarkan kemampuannya keluarga untuk pemenuhan kebutuhan dasar. Pada hakekatnya keluarga di harapkan mampu berfungsi untuk mewujudkan proses perkembangan timbal balik rasa cinta dan kasih sayang antara anggota keluarga yang harmonis karena sebagai unit yang terkecil dari masyarakat. kebudayaan. dengan mengikiutsertakan team kesehatan lainnya dan masyarakat untuk memperoleh tingkat kesehatan yang lebih tinggi dari individu. kebutuhan psikososial. Masyarakat merupakan kelompok individu yang saling berinteraksi.

(Nasrul Effendi.2. Memang semua orang bisa melakukan tetapi apakah secara benar ataukah sebaliknya. maka penulis ingin membahas tentang asuhan kebidanan pada keluarga.2 Tujuan Khusus Diharapkan mahasiswa mampu untuk : 1 Mengkaji data yang ada di keluarga 2 Menganalisa data atau menginterpretasikan data dasar 3 Merumuskan masalah yang terjadi 4 Menyusun prioritas masalah 5 Menyusun suatu proses manajemen kebidanan 6 Membuat suatu catatan perkembangan . 1. 1998 : 41) Mencuci tangan adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari jemari dengan menggunakan air ataupun cairan lainya oleh manusia dengan tujuan untuk menjadi bersih. direktorat pengendalian penyakit menular langsung. pasti yang terlintas dalam benak kita adalah hal sepele dimana semua orang bisa melakukannya. sebagai ritual dari keagamaan.1 T j Umum Diharapkan mahasiswa mampu memberikan asuhan keluarga pada keluarga Tn ´A´ secara menyeluruh. 1. ataupun tujuan ± tujuan lainya.oleh karena itu mencuci tangan sangatlah pentik bagi semua kalangan. Menurut data dari subdit Diare.2. diare masih merupakan penyebab kematian nomor dua pada balita. nomor tiga pada bayi. Mendengar kata cuci tangan.produktivitas dan diharapkan kesehatan keluarga akan meningkat. dan nomor lima pada semua umur. meskipun hal tersebut sering kali menjadi hal yang sepele. Departement Kesehatan RI (tahun 2003).2 T j 1. Oleh karena itu.

5 Sistematika Penulisan BAB I : Pendahuluan yang berisi latar belakang. kemampuan dan kesempatan maka. 1. 1. batasan masalah.4.2 Study Dokumenter Untuk memperoleh data yang akurat. 1.4. ³A´ dengan masalah cuci tangan 1.4 Bimbingan dan Konsultasi Bimbingan yang didapatkan dari berbagai pihak dan melakukan konsultasi baik dengan bidan desa maupun akademik 1.3 Praktek langsung Suatu metode yang langsung kepada masyarakat untuk menerapkan teori yang ada khususnya kebidanan komunitas dengan cara wawancara. konsep asuhan kebidanan : Tinjauan kasus yang berisi pengumpulan data. pengamatan.4 Met de Penulisan 1.4. analisa data : Penutup yang berisi kesimpulan dan saran DAFTAR PUSTAKA .4. tujuan. metode penulisan dan sistematika penulisan BAB II BAB III BAB IV : Tinjauan pustaka yang berisi konsep keluarga.1 Study Pustaka Penyusun membekali diri dengan menggunakan literatur yang ada hubungannya dengan keadaan masyarakat dan cara penanggulangan masalah yang dihadapi oleh masyarakat.3 Batasan Masalah Mengingat keterbatasan waktu.1. pemeriksaan fisik dan penyuluhan. penyusun membatasi pada Asuhan Kebidanan Keluarga Tn. pengambilan data diperoleh dari keluarga.

dimana hubungan itu disusun melalui garis ibu 2. berinteraksi satu sama lain. Matrilokal Sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri 4. Patrilineal Keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi.BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2. Patrilokal Sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah suami 5. 2. Bailon and Aracelis Maglaya menyebutkan keluarga adalah dua atau lebih dari dua individu yang bergantung karena adanya hubungan darah.1 Konsep Keluarga 2.1.1. Matrilincal Keluarga sedarah yang sedarah dalam beberapa generasi.2 Struktur Keluarga Sedarah yang terdiri dari Sanak Saudara Sedarah Struktur keluarga terdiri dari bermacam-macam diantaranya yaitu : 1. Keluarga Kawinan Hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian dari keluarga karena adanya hubungan dengan suami atau istri . hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidup dalam suatu rumah tangga.1 Definisi Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Salvicion G. dimana hubungan itu disusun melalui garis ayah 3. dan di dalam peranan masing -masing menciptakan serta mempertahankan kebudayaan.

3 Pemegang Kekuasaan dalam Keluarga 1. Keluarga inti (nuclear family) Adalah keluarga yang terdiri dari ayah.2. Keluarga besar (extended family) Adalah keluarga inti yang ditambah anggota keluarga lain yang masih punya hubungan darah Namun dengan perkembangan peran individu dan meningkatnya individualisme maka pengertian tipe keluarga dikelompokkan menjadi : . Patriakal Yang dominan dan memegang dalam suatu keluarga adalah dari pihak ayah 2.1. Teroganisasi Saling berhubungan dan ketergantungan antara anggota keluarga 2. Ada perbedaan dan kekhususan Setiap anggota keluarga mempunyai peranan dan fungsi masing-masing 2. ibu.1. Secara tradisional keluarga dibagi menjadi 2 yaitu : 1. dan anak yang diperoleh dari keturunannya/adopsi/keduanya 2. Matriakal Yang dominan dan memegang dalam suatu keluarga adalah dari pihak istri 3. Ada keterbatasan Setiap anggota mempunyai kebebasan tapi mereka juga mempunyai keterbatasan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya masing-masing 3.1.5 Tipe Keluarga Pembagian keluarga tergantung pada orang yang mengelompokkan dari bergantung pada konteks keilmuan.4 Ciri ciri Struktur Keluarga 1. Equalitarian Yang penting dan dominan serta memegang kekuasaan dalam keluarga adalah dari pihak istri dan pihak suami 2.

The non marital heterosexual cohabiting family Keluarga dengan anak tanpa ada suatu perkawinan sebelumnya 2. 7.6 Tugas-tugas Keluarga Pada dasarnya tugas keluarga ada 8 pokok. Sosialisasi antara anggota keluarganya Pengaturan jumlah anggota keluarganya Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga Penempatan anggota keluarga dalam anggota masyarakat yang lebih luas Membangkitkan dorongan dan semangat para anggota keluarganya . 3. Dyadic family Keluarga baru yang terbentuk dari pasangan yang telah cerai/ kehilangan pasangannya 2. 8. The anmaired teenage mother Ibu dengan anak yang tanpa suatu perkawinan 4.1. Single parent family Keluarga yang terdiri dari salah satu orang tua dan anak-anak akibat perceraian/ ditinggal pasangannya 3. The single adult living alone Orang dewasa yang tinggal sendiri tanpa pernah menikah 5. Gay and lesbian family Keluarga yang terbentuk dari pasangan yang berjenis kelamin sama 6.1. 2. Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan kedudukan masing-masing 4. yaitu : 1. 6. 5.

Diikat dalam suatu perkawianan Ada hubungan darah Ada ikatan batin Ada tanggung jawab masing-masing anggota keluarga Ada pengambil keputusan Kerja sama antara anggota keluarga Tinggal dam suatu rumah 8. 6. Komunikasi dan interaksi antara anggota keluarga 2. pangan. 2. Keluarga sejahtera tahap II Adalah keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasar minimal. Keluarga pra sejahtera Adalah keluarga yang belum dapat memenuhi kebutuhan dasar secara minimal yaitu kebutuhan pengajaran agama.Ciri Keluarga Ciri anggota keluarga yang ada di Indonesia dan syah ada beberapa. yaitu : 1.8 Tahap-Tahap Perkembangan Keluarga Di Indonesia perkembangan keluarga dibagi dalam 5 tahap antara lain : 1.2. 7.1. papan.1. 4. dapat memenuhi kebutuhan sosial psikologinya tetapi belum dapat memenuhi kebutuhan pengembangan yaitu kebutuhan untuk menabung dan memperoleh informasi . dan kesehatan 2. Keluarga sejahtera tahap I Adalah keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasar minimal tetapi belum dapat memenuhi kebutuhan sosial psikologinya yaitu kebutuhan pendidikan.7 Ciri . sandang. 5. KB. interaksi dengan lingkungan tempat tinggal dan transportasi 3. 3.

4.1. dan kebutuhan pengembangan tapi belum dapat memberikan sumbangan yang maksimal terhadap masyarakat secara teratur 5. rasa aman dan kehangatan kepada anggota keluarga sehingga kemungkinan mereka tumbuh dan berkembang sesuai usia dan kebutuhannya b. di samping itu juga berperan sebagai pencari nafkah tambahan untuk keluarga c. Peranan anak : Melaksanakan peranan psikososial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik. dan pemberi rasa aman. . mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga. kegiatan yang berhubungan dengan individu dalam situasi tertentu.1. mental.10 Fungsi Pokok Keluarga Terhadap Anggota Keluarganya a. perhatian. pelindung.9 Peranan Keluarga Peranan keluarga menggambarkan perilaku interpersonal. Keluarga sejahtera tahap III plus Adalah keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan seluruhnya baik yang bersifat dasar. sosial. psikososial maupun pengembangan serta mampu memberikan sumbangan yang nyata dan berkelanjutan kepada masyarakat 2. sosial dan spiritual. Peranan Ayah : Sebagai suami dari istri dan bapak dari anak -anak. Asih : Adalah menuju kebutuhan pemeliharaan dan perawatan anak agar kesehatannya senantiasa terjaga. sebagai kepala keluarga dan sebagai anggota kelompok sosial serta anggota dari masyarakat yang ada di lingkungannya b. kebutuhan psikologi. berperan sebagai pencari nafkah. sifat. kebutuhan sosial. dan spiritual 2. Peranan Ibu : Sebagai istri dari suami dan ibu dari anak-anaknya. pendidik. Asah : Adalah memberi kasih sayang. Keluarga sejahtera tahap III . Adalah Keluarga yang dapat memenuhi kebutuhan dasar. Berbagai peranan yang terdapat dalam keluarga adalah : a. sehingga diharapkan mereka menjadi anak yang sehat baik fisik. mental. sebagai pengasuh dan pendidik anak.

sebagai ritual dari keagamaan.2.perilaku ini diperkenalkan berkenaan dengan isolasi dan pemberlakuan tehnik membuang kotoran yang aman dan penyediaan air bersih dalam jumlah yang mencukupi. umumnya sekitar 100 derajat Celsius memang dapat membunuh kuman. Namun pendapat popular ini sebenarnya tidak terbukti.2 Konsep Dasar Cuci Tangan 2. air panas tidak membunuh mikro organism.2. minyak.2 Macam ± macam cara mencuci tangan y y Mencuci tangan dengan air Mencuci tangan dengan air panas Walaupun ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa mencuci tangan dengan air panas lebih efektiv untuk membersihkan tangan. temperature yang nyaman untuk mencuci tangan adalah sekitar 45 derajat celcius dan temperature ini tidak cukup untuk membunuh mikro organism apaun. namun pendapat ini tidak disertai dengan pembuktian ilmiah. Beberapa pendapat lain mengatakan bahwa air panas dapat membersihkan kotoran. .c. saat perilaku dan pelayanan jasa sanitasi menjadi penyebab penerunan tajam angka kematian dari penyakit menular yang terdapat pada Negara ± Negara maju. Temperature dimana manusia dapat menahan panas air tidak efektif untuk membunuh kuman.1 Pengertian Mencuci tangan adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari jemari dengan menggunakan air ataupun cairan lainya oleh manusia dengan tujuan untuk menjadi bersih. ataupun zat ± zat kimia. ataupun tujuan ± tujuan lainya. Namun temperature jauh lebih panas. Mencuci tangan baru dikenal pada akhir abad ke 19 dengan tujuan menjadi sehat. sementara tinggi rendahnya temperature tidak signifikan.tidak efektifna temperature air untuk membunuh kuman juga dinyatakan dalam prosedur standar mencuci tangan untuk operasi medis dimana air keran dibiarkan mengalir deras hingga 2 galon permenitdan kederasan air inilah yang membersihkan kuman. Asuh : Adalah memenuhi kebutuhan pendidikan anak sehingga siap menjadi manusia dewasa yang mandiri dalam mempersiapkan masa depannyas 2. 2.

atau busa untuk memudahkan penggunaan dan menghindari perasaan kering karena penggunaan alcohol. cairan. praktis karena tidak menggunakan air dan sabun. khususnya dokter bedah sebelum melakukan operasi diharuskan untu mensterilkan tangannya dengan menggunakan anti septic kimia kedalam sabunnya atau deterjen. mencuci tangan bertujuan untuk melepaskan atau membunuh pathogen mikroorganisme dalam mencegah terjadinya perpindahan kuman pada pasien. Banyak dari cairan ini berasal dari kandungan alcohol atau etanol yang dicampurkan bersamadengan kandungan pengental seperti karbomer. Pada fasilitas ± fasilitas seperti rumah sakit. berbentuk jel dan berbahan dasar alcohol dalam sebuah penelitian di amerika pada 292 keluarga di boston menunjukkan bahwa cairan ini menggurangi kasus diare dirumah hingga 59 persen. Karena itu para staf medis. diperkenalkan cairan alcohol untuk mencuci tangan dan menjadi popular. y Mencuci tangan dengan cairan Pada akhir tahun 1990an dan awal dari abad ke 21.y Mencuci trangan dengan sabun Adalah praktek mencuci tangan yang paling umum dilakukan setelah mencuci tangan dengan air saja. Hasilnya keluarga yang menggunakan cairan sanitasi tangan mengindikasikan 59 persen angka diare yang lebih rendah dibandingkan kelompok yang berfungsi sebagai control. Walaupun perilaku mencuci tangan dengan sabun diperkenalkan pada abad ke 19 dengan tujuan untuk memutuskan mata rantai kuman. seorang dokter di Divisi Penyakit Menular pada RS anak ± anak boston dan juga penulis buku tangan sehat keluarga sehat menggemukakan bahwa penelitian ini adalah penelitian pertama yang menunjukkan bahwa penggunaan cairan sanitasi tangan menunjukkan bahwa perilaku ini mengurangi penyebaran kuman dirumah. Penggunaan air saja dalam mencuci tangan tidak efektif untuk membersihkan kulit karena air terbukti tidak dapat melepaskan lemak. minyak dan protein dimana zat ± zat ini merupakan bagian dari kotoran organic. Cairan ini mulai popular digunakan karena penggunaanya yang mudah. tangan dirasakan menjadi wangi dan sebagai ungkapan rasa saying pada anak. Penelitian lain dilakukan oleh Harvard Medical School dan anak ± anak Boston yang dipublikasikan pada bulan april 2005 menunjukkan efek perlindungan pada penderita ISPA dalam keluarga yang . Dr Thomas J. gliserin. Penggunaan cairan sanitasi tangan. Sandora. namun pada prakteknya prilaku ini dilakukan karena banyak hal diantaranya : meningkatkan status social. dan menjadikannya serupa jelly.

y Gosok telapak tangan dengan punggung jari tangan satunya dengan gerakan kedepan. y y y Gosokkan kedua telapak tangan Gosokkan sampai keujung jari.3 Mencuci tangan yang benar Mencuci tangan yang benar harus menggunakan sabun dan dibawah air yang mengalir.2. Lakukan hal yang sama dengan ibu jari tangan kiri. gosok sela ± sela jari tersebut lakukan sebaliknya. Telapak tangan kana menggosok punggung tangan kiri atau sebaliknya dengan jari ± jari saling mengunci antara tangan kanan dan kiri. y y Lakukan punggung jari satu dengan punggung jari lainya dan saling mengunci. kebelakan dan berputar. Walaupun mencuci tangan dengan sabun dan air efektif untuk mengurangi penyebaran sebagian besar infeksi namun untuk melakukan dibutuhkan wastafel. 2. Karena mesin pengering tangan yang dipakai secara umum menampung banyak bakteri yang banyak menularkan ke orang lain. Cairan sanitasi ini menjadi alternative yang nyaman bagi para orang tua yang tidak sempat berulang kali ke wastafeluntuk mencuci tangan mereka saat harus merawat anak mereka yang sakit. Usapkan ibu jari tangan kanan dengan telapak kiri dengan gerakan berputar. Lakukan sebaliknya. y Pegang pergelangan tangan kanan dengan tangan kiri dan lakuklan gerakan memutar. akan lebih baik bila sabun mengandung antiseptic. Keringkan tangan dengan tissue lebih baik dibandingkan mengeringkan tangan tangan dengan mesin pengering tangan yang umum dipakai di mal2.menggunakan cairan sanitasi tangan atas inisiatif mereka sendiri. dan sebagai tambahan rotavirus tidak dapat dibersihkan secara efektif dengan sabun dan air namun dapat dimatikan dengan alcohol. Lakukan pula tangan kiri. y y Bersihkan sabun dari kedua ttangan dengan air mengalir. . Sedangkan langkah ± langkah tehnik mencuci tangan yang benar adalah : y y Basahi tangan dengan air dibawah kran atau air yang mengalir Ambil sabun cair secukupnya untuk seluruh tangan.

y Anda sebaiknya mengajarkan kebiasaan baik mencuci tangan kepada anak yang masih kecil. Sangatlah penting mencuci tangan dengan cara yang benar 2. atau membuang ingus.3 Konsep Dasar Manajemen Kebidanan Manajemen kebidanan adalah metode kerja profesi dengan menggunakan langkahlangkah pemecahan sehingga merupakan alur dan pengorganisasian. setelah menyentuh hewan atau membuang kotoran hewan.5 Manfaat mencuci tangan Banyak penyakit yang ditularkan melalui tangan.akibatnya sang anak dapat menderita penyakit.lalu memasukkan tangan nya kedalam mulut. y Mengingat pentingnya mencuci tangan. setelah memegang daging mentah. Tangan merupakan salah satu penghantar utama masuknya kuman penyakit kedalam tubuh manusia. Langkah-langkah manajemen kebidanan sebagai berikut : . maka setiap tanggal 15 oktober dicanangkan sebagai hari cuci tangan sedunia.2. gagang telepon. gagang pintu. atau pembalut. setelah mengganti popok. sebelum dan sesudah menyentuh orang sakit. sesudah menggunakan kamar mandi. dan pencernaan (diare.4 Saat yang tepat untuk mencuci tangan y Mencuci tangan umumnya dilakukan saat sebelum makan.penyakit kulit. 2. setelah batuk atau bersin. Kontak dengan kuman dapat terjadi dimana saja. penyakit gangguan usus. padahal hal ini dapat dicegah dengan mengajarkan pada mereka untuk mencuci tangan.2. melalui meja. muntah)dan berbagai penyakitlain yang dapat perpotensi membawa kepada arah kematian. menyiapkan makanan. penyakit pembunuh anak no 1 di Indonesia adalah karena diare. tangan merupakan salah satu jalur penularan berbagai penyakit menular seperti infeksi saluran pernafasan. Seorang anak senang sekali mempelajari atau menyentuh segala sesuatu tanpa tau apakah itu kotor atau tidak.2. sebelum dan setelah mengobati luka. biasanya tempat tersebut mengandung banyak kuman dari pada ditoilet. setelah membersihkan atau membuang sampah. lalu memakan makana yang tanpa mencuci tangan. pemikiran dan langkah-langkah dalam suatu urutan yang logos yang menggantungkan baik pasien maupun bidan. menurut penelitian.

3. Kegiatan yang dilakukan adalah : l . bidan mengelompokkan data hasil pengkajian dalam data subyektif dan obyektif setiap kelompok didiagnosa keperawatan. .2.1 Pengumpulan Data Suatu tahap ketika seorang bidan mengumpulkan informasi secara terus menerus tentang keluarga yang dibinanya. Berkaitan dengan keluarga b. Data demografi dan sosiokultural Data lingkungan. Membina hubungan yang baik 2.3.2 Interpretasi Data Dasar Kegiatan ini tidak berbeda dengan analisis dan sitesi pada asuhan keperawatan klinik. disini bidan perlu mengungkap keadaan keluarga hingga penyebab dari masalah kesehatan yang paling mendasar. Data yang perlu diperoleh dari pengkajian a. Struktur dan fungsi keluarga Stres dan kopping keluarga Perkembangan keluarga Berkaitan dengan individu sebagai anggota keluarga Fisik Mental Emosi Sosial spiritual 2. Pengkajian lanjutan adalah tahap pengkajian untuk memperoleh data yang lebih lengkap sesuai masalah kesehatan keluarga yang berorientasi pada pengkajian awal. Pengkajian awal terfokus sesuai data yang diperoleh dari unit pelayanan kesehatan 3.

Intervensi : Mencakup tujuan umum dan khusus yang didasarkan dengan standart yang mengacu pada penyebab selanjutnya. Bila hasil evaluasi tidak berhasil sebagian perlu disusun rencana keperawatan yang baru. Selanjutnya implementasi sesuai dengan rencana 4. Implementasi : Pada kegiatan ini bidan perlu melakukan kontak sebelumnya untuk pelaksanaan yang meliputi kapan dilaksanakan.4 Susunan Prioritas Masalah Prioritas didasarkan pada diagnosa keperawatan yang mempunyai skor terendah.3. Evaluasi : Merupakan kegiatan yang membandingkan antara hasil implementasi dengan kriteria dan standart yang telah ditetapkan untuk melihat keberhasilannya. berapa lama waktu yang dibutuhkan. Evaluasi disusun menggunakan SOAP . Namun bidan perlu memperhatikan juga persepsi keluarga terhadap masalah keperawatan mana yang perlu diatasi segera 2. siapa yang melaksanakan.3.3 Perumusan Masalah Perumusan masalah dapat diarahkan kepada sasaran individu dan atau keluarga komponn diagnosis meliputi masalah (problem).3. merumuskan tindakan keperawatan yang berorientasi pada kriteria dan standart 3. peralatan yang perlu disiapkan keluarga.5 Proses Manajemen Kebidanan Terdiri dari 4 langkah. materi/topik yang didiskusikan. dan atau Tanda (sign) 2.2. yaitu : 1. anggota keluarga yang perlu mendapat informasi. penyebab (etiologi). Diagnosa : Berasal dari data dasar interpretasi data dan data tersebut menjadi masalah atau diagnosa yang di identifikasi secara spesifik 2.

2.3.6 Catatan Perkembangan Berisi diagnosa baru dan catatan perkembangan disusun menggunakan SOAP yang operasional dengan pengertian sebagai berikut: S (Subyektif) Adalah ungkapan perasaan dan keluhan yang dirasakan oleh keluarga O (Obyektif) Adalah keadaan obyektif dapat diidentifikasi dengan menggunakan pengamatan A (Assesment) Adalah analisis bidan dibandingkan dengan criteria dan standart yang mengacu pada tujuan rencana P (Planning) Adalah perencanaan selanjutnya setelah dilakukan analisis .

Keluarga Alamat : Rengel : Bulurejo : 01 : 03 : Laki .1.1.BAB 3 TINJAUAN KASUS 3. Kes.1 Data Subyektif 1. Dg Nama Sex Umur Keluarga Pekerjaan/ sekolah Kead. KIA/ KB Arif L 28 KK Buruh tani/smp Kholifah Hafid P L 22 2 Istri Anak IRT/SD - Sehat Sehat .laki : Dsn semutan Kec rengel Susunan anggota keluarga Nama Umur Pendidikan Agama Pekerjaan Penghasilan Keadaan : Tn Arif : 28 tahun : tamat SMP : Islam : buruh tani : 900 ribu/ bln : sehat Hub. Waktu kunj pertama Sehat No. Pengkajian 3. Data Umum Kecamatan Kelurahan RT RW Kep.

Genogram keluarga dan keterangan 1 22 2 28 Keterangan : : laki-laki : anak kandung : perempuan : tinggal dlm satu rumah : menikah 28 : klien 2.Tn mengatakan tidak mempunyai penyakit. . Data Khusus 1) Imunisasi Tidak ada 2) Apabila ada anggota keluarga yang sakit berobat kepada tenaga kesehatan terdekat khususnya di bidan 3) Jenis penyakit yang sering diderita keluarga.

lauk-pauk. buah. keluargan hanya tinggal bertiga dirumah yang sangat sederhana di pinggir sungai . istri hanya mengurus anak di rumah. dan itupun tidak pasti. menu sedang (nasi.4) Pemeriksaan kehamilan Tidak ada 5) Pertolongan persalinan Tidak ada 6) Kebiasaan menyapih Tidak ada 7) Pemberian makanan tambahan pada anak balita di berikan sejak usia 3 bulan 8) Tanggapan terhadap KB Tidak ada 9) Pola hidup Makan Aktivitas : 2-3 x/hari. penghasilan yang ada hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. air putih) : Sehari-hari bapak beraktivitas disawah. sayur.selamatan : Biasanya keluarga mengadakan selamatan pada hari hari tertentu. anak bermain layaknya anak batita - Rekreasi : tidak ada 10) Adat kebiasaan. misalnya pada hari ± hari keagamaan. dan pada hari yang dianggap sakral. 11) Penggunaan waktu senggang Bapak menggunakan waktu senggang hanya dengan berkumpul dengan keluarga (istri dan anaknya) 12) Situasi sosial dan ekonomi Penghasilan keluarga 900 ribu perbulan.

Air minum Asal Nilai air Konsumsi air c. Jamban dan kamar mandi Tidak mempunyai jamban. d. e. ruang tamu yang bercampur dengan ruang makan.3. 1 kamar mandi yang hanya di pageri dengan sesek dan WC langsung dikali.1. Pekarangan dan selokan Pengaturan : tidak teratur . BAB dikali dan mandi di kamar mandi. :sumur gali : bersih : air masak dan air mentah Pembuangan sampah Dibuang di tempat sampah dibelakang rumah dan dibakar. 1 dapur.2 Data Obyektif a. Rumah Luas Jenis rumah Letak : 25 meter : tersendiri : di pinggir sungai dengan diapit rumah warga lain yang jaraknya tidak berdekatan Dinding Lantai Cahaya Jalan angin Jendela : sesek : tanah : tidak terlalu terang : cukup : ada Jumlah ruangan : 1 kamar tidur. b.

Kebersihan Air limbah : kotor : tidak teratur Peralatan pekarangan : tidak ada f. 3. Kandang ternak Tidak ada g. Denah rumah Keterangan : 1. Ruang makan 2. Kamar tidur dapur tamu dan ruang .

Data Dasar : .1 Diagnosa : cuci tangan yang jarang sekali dilakukan. Perumusan Masalah Sibling pada anak akan perencanaan anggota nkeluarga baru 3.2.ibu dan ayah menginginkan anak lagi mengingat usia sang ayah sudah cukup tua untuk memiliki anak satu. 3.3. Interpretasi Data 3.3. Susunan Prioritas Masalah sang anak akan perencanaan anggot Skoring No 1 Sifat masalah Skala : tidak / kurang sehat Ancaman kesehatan Keadaan sejahtera 2 Kemungkinan masalah dapat diubah Skala : Mudah Sebagian Tidak 3 Potensial masalah untuk dicegah Skala : Tinggi Cukup Rendah 3 2 1 2 1 0 1 3 2 1 2 Keterangan Skor Bobot 1 .4. dan cara yang kurang benar dalam melakukan cuci tangan pada semua anggota keluaga.Pendidikan anak masih taman kanak -kanak .2.

4 Menonjolnya masalah Skala : Masalah berat harus segera ditangani Ada masalah tetapi tidak perlu ditangani Masalah tidak dirasakan 2 1 1 1 Urutan Prioritas Masalah Anak mengalami sibling akan perencanaan anggota keluarga baru No 1 Keterangan Sifat masalah Skala : Keadaan Sejahtera Penghitungan 1/3 x 1 Skor 1/3 Pembenaran Keadaan tersebut tidak ada gangguan kesehatan yang mengkhawatirkan ½x2 1 Keadaan yang bisa dirubah dengan adalah pemberian 2 Kemungkinan masalah dapat diubah Skala : Sebagian penyuluhan kepada anak mengenal adik 3 Potensial masalah 2/3 x 1 2/3 Keluarga masih bisa mengatasi / pendidikan sosok untuk dicegah Skala : Cukup mengurangi sibling yang terjadi pada .

Proses Manajemen Kebidanan Tanggal : 26 Januari 2010 Diagnosa : Sibling pada anak terrhadap perencanaan anggota keluarga baru Tujuan / kriteria hasil Setelah dilakukan asuhan kebidanan selama + 1 jam diharapkan : a. Jangka pendek : Keluarga dapat mengerti tentang cara memberikan pendidikan bagi anak b.5. Jangka panjang : Keluarga dapat menerapkan tentang pendidikan mengurangi sibling bagi anak Intervensi .anak 4 Menonjolnya masalah Skala : Masalah berat segera tangani harus di 2/2 x 1 1 Keluarga keadaan merasa tersebut merupakan suatu hal yang menkhawatirkan dan harus segera tindak dilakukan lanjut Total Skor 3 Urutan prioritas masalah Anak mengalami sibling akan perencanaan anggota keluarga baru 3.

Saat yang tepat memberikan tentang anggota .Menentukan selanjutnya 3 Kerjasama dengan anggota keluarga .Keluarga dapat kooperatif dan dapat melaksanakan motivasi dari petugas 2 Kaji penyebab adanya sibling .No 1 Lakukan keluarga Intervensi pendekatan Rasional dengan .Mempermudah penanganan lain dalam memgurangi sibling pada anak 4 Berikan penyululnan tentang : .15 melakukan komunikasi yang baik .mengurangi anak sibling pada sibling yang terjadi tindakan pendidikan pada anak Implementasi Jam Kegiatan TTD 26-01-10 .pendidikan keluarga baru .Melakukan pendekatan dengan keluarga dengan 08.

Ibu bisa mengulagi 50 % dari penjelasan petugas.00 . BAB 4 PENUTUP . Keluarga aktif dalam menerima penyuluhan dari petugas.30 .Mengkaji penyebab terjadinya sibling pada anak dengan perencanaan hadirnya anggota keluarga baru 09.00 WIB : Keluarga mengatakan mengerti tentang penjelasan yabng di berikan : Ibu dapat menjawab pertanyaan yang diberikan Nakes.08. A P : sibling pada anak akan perencanaan anggota keluarga barus : Lakukan kunjungan berikutnya untuk memberikan penyuluhan lanjutan pada keluarga.30 .bekerjasama dengan anggota keluarga lain \dalam memberikan pendidikan pada anak Evaluasi Tanggal : 26Januari 2010 S O Jam : 10.Memberikan penyuluhan pada ibu tentang cara mengurangi sibling dengan menanamkan pendidikan dini pada anak 09.

2.2 Bagi Keluarga Memperoleh bantuan tenaga dan pikiran dalam mengatasi masalah kesehatan yang terjadi di tempat praktek kerja lapangan. 4.1 Kesimpulan Keluarga merupakan pusat pelayanan secara total karena jika salah satu angg ota keluarga mengalami gangguan maka akan menganggu seluruh sistem yang ada pada keluarga tersebut.1 Bagi Mahasiswa Mahasiswa memperoleh pengalaman dalam memecahkan masalah kesehatan yang ada dalam keluarga terutama masalah kesehatan yang ada dalam masyarakat setempat. Sibling Rivalry adalah kecemburuan anak kepada saudara.3 Bagi Institusi Dapat menambah kapasitas materi perpustakaan AKBID NU Tuban .2 Saran 4.4.2. 4. salah satu fungsi kebidanan komunitas adalah melakukan pelayanan yaitu dengan memberikan asuhan kebidanan pada keluarga.2. 4. Keluarga dengan dua anak atau lebih. cenderung mengalamipercekcokan dan pertengkaran lebih banyak. dan ini merupakan masalah yang pling sering terjadi dalam keluarga. Orang tua sering kecewa karena merasa itu mencerminkan ketidak bahagiaan dan ketidak harmonisan keluarga.

air panas tidak membunuh mikro . Mencuci tangan baru dikenal pada akhir abad ke 19 dengan tujuan menjadi sehat. saat perilaku dan pelayanan jasa sanitasi menjadi penyebab penerunan tajam angka kematian dari penyakit menular yang terdapat pada Negara ± Negara maju.perilaku ini diperkenalkan berkenaan dengan isolasi dan pemberlakuan tehnik membuang kotoran yang aman dan penyediaan air bersih dalam jumlah yang mencukupi.1 Latar Belakang 1.BAB I PENDAHULUAN 1. namun pendapat ini tidak disertai dengan pembuktian ilmiah. ataupun tujuan ± tujuan lainya. y Untuk mengetahui tata cara mencuci tangan pada masyarakat dusun semutan desa bulurejo tentang cuci tangan yang benar. ataupun zat ± zat kimia. Temperature dimana manusia dapat menahan panas air tidak efektif untuk membunuh kuman. Beberapa pendapat lain mengatakan bahwa air panas dapat membersihkan kotoran. macam ± macam cara mencuci tangan y y Mencuci tangan dengan air Mencuci tangan dengan air panas Walaupun ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa mencuci tangan dengan air panas lebih efektiv untuk membersihkan tangan.1 Tujuan Umum Untuk mengetahui tentang pengetahuan masyarakat di dusun semutan desa bulurejo tentang cuci tangan. 1.2.2 Tujuan 1. Pengertian mencuci tangan Mencuci tangan adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari jemari dengan menggunakan air ataupun cairan lainya oleh manusia dengan tujuan untuk menjadi bersih.2. Namun pendapat popular ini sebenarnya tidak terbukti.2 Tujuan Khusus y Untuk mengetahui sejauh mana kesadaran masyarakat dusun semutan desa bulurejo tentang cuci tangan. minyak. sebagai ritual dari keagamaan.

tangan dirasakan menjadi wangi dan sebagai ungkapan rasa saying pada anak. Karena itu para staf medis. sementara tinggi rendahnya temperature tidak signifikan. minyak dan protein dimana zat ± zat ini merupakan bagian dari kotoran organic. praktis karena tidak menggunakan air dan sabun. temperature yang nyaman untuk mencuci tangan adalah sekitar 45 derajat celcius dan temperature ini tidak cukup untuk membunuh mikro organism apaun. khususnya dokter bedah sebelum melakukan operasi diharuskan untu mensterilkan tangannya dengan menggunakan anti septic kimia kedalam sabunnya atau deterjen. mencuci tangan bertujuan untuk melepaskan atau membunuh pathogen mikroorganisme dalam mencegah terjadinya perpindahan kuman pada pasien. Dr Thomas J. Cairan ini mulai popular digunakan karena penggunaanya yang mudah. namun pada prakteknya prilaku ini dilakukan karena banyak hal diantaranya : meningkatkan status social. Penggunaan air saja dalam mencuci tangan tidak efektif untuk membersihkan kulit karena air terbukti tidak dapat melepaskan lemak. y Mencuci tangan dengan cairan Pada akhir tahun 1990an dan awal dari abad ke 21. Banyak dari cairan ini berasal dari kandungan alcohol atau etanol yang dicampurkan bersamadengan kandungan pengental seperti karbomer. Pada fasilitas ± fasilitas seperti rumah sakit. Walaupun perilaku mencuci tangan dengan sabun diperkenalkan pada abad ke 19 dengan tujuan untuk memutuskan mata rantai kuman. atau busa untuk memudahkan penggunaan dan menghindari perasaan kering karena penggunaan alcohol. diperkenalkan cairan alcohol untuk mencuci tangan dan menjadi popular. umumnya sekitar 100 derajat Celsius memang dapat membunuh kuman.tidak efektifna temperature air untuk membunuh kuman juga dinyatakan dalam prosedur standar mencuci tangan untuk operasi medis dimana air keran dibiarkan mengalir deras hingga 2 galon permenitdan kederasan air inilah yang membersihkan kuman. berbentuk jel dan berbahan dasar alcohol dalam sebuah penelitian di amerika pada 292 keluarga di boston menunjukkan bahwa cairan ini menggurangi kasus diare dirumah hingga 59 persen. Penggunaan cairan sanitasi tangan. Sandora. gliserin. y Mencuci trangan dengan sabun Adalah praktek mencuci tangan yang paling umum dilakukan setelah mencuci tangan dengan air saja. Namun temperature jauh lebih panas. dan menjadikannya serupa jelly.organism. seorang dokter di Divisi Penyakit Menular pada RS anak ± anak boston dan juga penulis buku tangan sehat keluarga . cairan.

. Walaupun mencuci tangan dengan sabun dan air efektif untuk mengurangi penyebaran sebagian besar infeksi namun untuk melakukan dibutuhkan wastafel. Lakukan pula tangan kiri. Usapkan ibu jari tangan kanan dengan telapak kiri dengan gerakan berputar. gosok sela ± sela jari tersebut lakukan sebaliknya. Penelitian lain dilakukan oleh Harvard Medical School dan anak ± anak Boston yang dipublikasikan pada bulan april 2005 menunjukkan efek perlindungan pada penderita ISPA dalam keluarga yang menggunakan cairan sanitasi tangan atas inisiatif mereka sendiri. y Gosok telapak tangan dengan punggung jari tangan satunya dengan gerakan kedepan. y Pegang pergelangan tangan kanan dengan tangan kiri dan lakuklan gerakan memutar. Telapak tangan kana menggosok punggung tangan kiri atau sebaliknya dengan jari ± jari saling mengunci antara tangan kanan dan kiri. Sedangkan langkah ± langkah tehnik mencuci tangan yang benar adalah : y y Basahi tangan dengan air dibawah kran atau air yang mengalir Ambil sabun cair secukupnya untuk seluruh tangan. Lakukan sebaliknya. Cairan sanitasi ini menjadi alternative yang nyaman bagi para orang tua yang tidak sempat berulang kali ke wastafeluntuk mencuci tangan mereka saat harus merawat anak mereka yang sakit. y y y Gosokkan kedua telapak tangan Gosokkan sampai keujung jari. akan lebih baik bila sabun mengandung antiseptic.sehat menggemukakan bahwa penelitian ini adalah penelitian pertama yang menunjukkan bahwa penggunaan cairan sanitasi tangan menunjukkan bahwa perilaku ini mengurangi penyebaran kuman dirumah. Mencuci tangan yang benar Mencuci tangan yang benar harus menggunakan sabun dan dibawah air yang mengalir. y y Lakukan punggung jari satu dengan punggung jari lainya dan saling mengunci. Lakukan hal yang sama dengan ibu jari tangan kiri. kebelakan dan berputar. Hasilnya keluarga yang menggunakan cairan sanitasi tangan mengindikasikan 59 persen angka diare yang lebih rendah dibandingkan kelompok yang berfungsi sebagai control. dan sebagai tambahan rotavirus tidak dapat dibersihkan secara efektif dengan sabun dan air namun dapat dimatikan dengan alcohol.

setelah memegang daging mentah. sebelum dan setelah mengobati luka. Tangan merupakan salah satu penghantar utama masuknya kuman penyakit kedalam tubuh manusia. Sangatlah penting mencuci tangan dengan cara yang benar . setelah batuk atau bersin. sebelum dan sesudah menyentuh orang sakit. Saat yang tepat untuk mencuci tangan y Mencuci tangan umumnya dilakukan saat sebelum makan. biasanya tempat tersebut mengandung banyak kuman dari pada ditoilet. penyakit pembunuh anak no 1 di Indonesia adalah karena diare.lalu memasukkan tangannya kedalam mulut. maka setiap tanggal 15 oktober dicanangkan sebagai hari cuci tangan sedunia. Karena mesin pengering tangan yang dipakai secara umum menampung banyak bakteri yang banyak menularkan ke orang lain. padahal hal ini dapat dicegah dengan mengajarkan pada mereka untuk mencuci tangan. Kontak dengan kuman dapat terjadi dimana saja. Seorang anak senang sekali mempelajari atau menyentuh segala sesuatu tanpa tau apakah itu kotor atau tidak. setelah menyentuh hewan atau membuang kotoran hewan. muntah)dan berbagai penyakitlain yang dapat perpotensi membawa kepada arah kematian. penyakit gangguan usus.akibatnya sang anak dapat menderita penyakit. melalui meja. lalu memakan makana yang tanpa mencuci tangan.penyakit kulit. y Anda sebaiknya mengajarkan kebiasaan baik mencuci tangan kepada anak yang masih kecil. menurut penelitian. dan pencernaan (diare. gagang telepon. y Mengingat pentingnya mencuci tangan. menyiapkan makanan. sesudah menggunakan kamar mandi. atau pembalut.y y Bersihkan sabun dari kedua ttangan dengan air mengalir. setelah mengganti popok. Manfaat mencuci tangan Banyak penyakit yang ditularkan melalui tangan. tangan merupakan salah satu jalur penularan berbagai penyakit menular seperti infeksi saluran pernafasan. Keringkan tangan dengan tissue lebih baik dibandingkan mengeringkan tangan tangan dengan mesin pengering tangan yang umum dipakai di mal2. gagang pintu. setelah membersihkan atau membuang sampah. atau membuang ingus.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful