DIARE AKUT

1.1 LATAR BELAKANG
Diare akut merupakan keluhan yang sering dijumpai pada orang dewasa. Bila terjadi tanpa komplikasi, secara umum dapat diobati sendiri oleh penderita. Namun, bila terjadi komplikasi akibat dehidrasi atau toksik menyebabkan morbiditas dan mortalitas, meskipun penyebab dan penanganannya telah diketahui dengan baik serta prosedur diagnostiknya juga semakin baik. Meskipun diketahui bahwa diare merupakan suatu respon tubuh terhadap keadaan tidak normal, namun anggapan bahwa diare sebagai mekanisme pertahanan tubuh untuk mengekskresikan mikroorganisme keluar tubuh, tidak sepenuhnya benar. Terapi kausal tentunya diperlukan pada diare akibat infeksi, dan rehidrasi oral maupun parenteral secara simultan dengan kausal memberikan hasil yang baik terutama pada diare akut yang menimbulkan dehidrasi sedang sampai berat. Acapkali juga diperlukan terapi simtomatik untuk menghentikan diare atau mengurangi volume feses, karena berulang kali buang air besar merupakan suatu keadaan/kondisi yang menggganggu akitifitas sehari-hari. 1.2 TUJUAN Tujuan penulisan tinjauan pustaka ini antara lain untuk memenuhi salah satu penilaian kognitif pada masa Kepaniteraan Klinik pada stase bagian Ilmu Penyakit Dalam. Selain itu, tujuan penulisan Tinjauan Pustaka ini antara lain untuk menambah pengetahuan bagi penulis dan bagi orang lain yang membacanyaterutama mengenai diare akut. BAB II PEMBAHASAN 2.1 ANATOMI FISIOLOGI USUS HALUS DAN USUS BESAR A. USUS HALUS Panjang usus halus pada orang hidup + kaki, terbagi menjadi: 1. Duodenum, panjang + 25 cm 2. Jejenum 3. Ileum

Duodenum diperdarahi oleh arteria gastro duodenalis dan arteria dankreatikoduodenalis superior. Otot yang meliputi usus halus ada 2 lapis: 1. 2. Disekililing vilus terdapat sumur kecil dinamakan kripta lieberkuin. Vulva koniventas merupakan tonjolan-tonjolan seperti jarijari dari mukosa dengan jumlah 4-5 juta dengan ukuran panjang 0. yaitu: .Dinding usus halus paling luar/lapisan serosa dibentuk oleh peritoneum yang mempunyai lapisan viseral dan parietal. Omentum mayus -> lapisan ganda peritoneum. Valvula koniventes vili dan mikromili menambah luas permukaan absorpsi. Mesinterium -> lipatan peritoneum yang lebar menyerupai kipas menggantung jejunum dan ileum dari dinding postenor abdomen.5 dampai1. Omentum minus -> terbentang dari kurvatura minor dan bagian atas duodenum. Lapisan mukosa dan sbumukosa usus halus membentuk lipatan-lipatan sirlular dinamakan valvula koniventas. Sel gobet -> penghasil mucus 2. Lapisan luar terdiri atas serabut-serabut longitudinal yang lebih tipis.5 mm. Fungsi usus halus yang utama ada 2. Sel-sel absorptive -> absorpsi bahan makanan yang telah dicernakan. menggantung dari kurvatura mayor lambung ke bawah di depan visera abdomen. Paritoneum melipat dan meliputi visera abdomen dengan hampir sempurna. Lapisan dalam terdiri atas serabut-serabut sirkular. menuju hati membentuk liga mentum hepatogastrikum dan ligamentum hepatuduodenale. Mikromili tonjolan seperti jari dengan panjang 1 m terletak pada permukaan luar setiap vilkus. Peredaran darah kembali lewat vena mesentrika superior yang membentuk vena porsa bersama dengan vena lienalis. Epitel vilus terdiri dari 2 jenis sel: 1.

Buang besar encer tersebut dapat/tanpa disertai lendir dan darah. kolon.5 inci. Epitel pelapisnya silindris yang sel-selnya memiliki mikromili pendek dan tidak teratur. Diare akut yaitu diare yang berlangsung kurang dari 15 hari. transversum desendes. 2. tetapi di Indonesia dipilih waktu lebih dari 15 . rektum.2 DEFINISI Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cair atau setengah cair (setengah padat). ada yang 15 hari. sigmoid. B. kandungan air tinja lebih banyak dari biasanya lebih dari 200 gram atau 200 ml/24 jam. Kelokan tajam di kanan : fleksura hepatika Kelokan tajam di kiri : fleksura lienalis Lapisan otot longitudinalnya terkumpul dalam tiga pita dinamakan faeniakoli arteri mesenterika. yaitu buang air besar encer lebih dari 3 kali per hari. 3 minggu. 1 bulan. 2. Definisi lain memakai criteria frekuensi. dan 3 bulan. diameter + 2.1. Absorpsi bahan-bahan nutrisi dan air. Terbagi jadi : sekum. diare akut didefinisikan sebagai pasase tinja yang cair/lembek dengan jumlah lebih banyak dari normal. Kelenjar usus panjang-panjang dan banyak sel gobet. Sebenarnya para pakar di dunia telah mengajukan beberapa criteria mengenai batasan kronik pada kasus diare tersebut. Sedangkan menurut World Gastroenterology Organization global guidelines 2005. Muskularis dari usus besar terdiri dari otot longitudinal dan sirkular. sel-sel absorptif dan sedikit sel enteroendolon. Pencernaan. Lapisan kemina propia kaya akan limfosit dan limfonocluli. Kolon terbagi menjadi: kolok asendes. berlangsung kurang dari 14 hari. USUS BESAR Tabung muskular berongga dengan panjang + 5 kali. Diare kronik adalah diare yang berlangsung lebih dari 15 hari.

Diare persisten merupakan istilah yang dipakai di luar negeri yang menyatakan diare yang berlangsung 15-30 hari yang merupakan kelanjutan dari diare akut (peralihan antara diare akut dan kronik. Klasifikasi: Diare dapat diklasifikasikan berdasarkan : 1. Vibrio cholera. Yersinia entero colytica.hari agar dokter tidak lengah.. bila ada demam dan masa inkubasi yang lebih panjang.coli pathogen. . menunjukkan adanya proses mekanisme enterotoksisn.3 EPIDEMIOLOGI Lebih dari 2 juta kasus diare akut infeksius di Amerika setia tahunnya yang merupakan penyebab kedua dari morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Namun selalu behubungan dengan hal-hal berikut : adanya traveling (domestik atau internasional). V. Penyebab organic atau tidak: organic atau fungsional.4 ETIOLOGI Diare akut disebabkan oleh banyak penyebab antara lain infeksi (bakteri. Salmonella sp. hormonal atau toksikologik. 2. Streptococcus. Berat ringan diare: kecil atau besar. 5. Diare fungsional bila tidak ditemukan penyebab organik. Diare organic adalah bila ditemukan penyebab anatomik. Diare infektif adalah bila penyebabnya infeksi. 4. Klebsiella. parasit. Proteus dll. Aeromonas. Pseudomonas. 2. Infeksi 1. Sebaliknya. V. dimana lama diare kronik yang dianut yaitu yang berlangsung lebih dari 30 hari).coli 0157:H7) membutuhkan beberapa hari masa inkubasi.parahaemoliticus. Beberapa jenis toksin yang dihasilkan oleh mikroorganisme (seperti E. ini karakteristik suatu etiologi infeksi. Compylobacter jejuni. Sedangkan diare noninfektif bila tidak ditemukan infeksi sebagai penyebab pada kasus tersebut. dapat lebih cepat menginvestigasi penyebab diare dengan lebih tepat. Lama waktu diare : akut atau kronik. Jika tidak ada demam. Staphylococcus aureus. Gambaran klinis diare akut acapkali tidak spesifik. adanya sangkaan food-borne transmisi dengan masa inkubasi yang pendek. E. kontak personal. virus). 2. Mekanisme patofisiologis: osmotic atau sekretorik. efek obat-obatan dan lain-lain. Penyebab infeksi atau tidak: infektif atau non-infektif. Enteral Bakteri: Shigella sp. 3. bakteriologik. keracunan makanan.NAG.

Enterophatogenic E. domba dan babi) atau dengan feses hewan melalui makanan yang terkontaminasi seperti daging ayam dan air. Secara serologi dan biokimia mirip dengan Shigella. . Enterohemorrhagic E. tetapi sitotoksin mungkin memegang peranan. kucing. Enteroinvasive E. Seperti Shigella. EIEC melakukan penetrasi dan multiplikasi didalam sel epitel kolon. anjing. Shigella spp.Ada 2 tipe toksin yang dihasilkan. yaitu cytotoxin dan heat-labile enterotoxin. Enteroaggregative E. Perubahan histopatologi yang terjadi mirip dengan proses ulcerative colitis. C. Mempunyai 2 faktor virulensi yang penting yaitu faktor kolonisasi yang menyebabkan bakteri ini melekat pada enterosit pada usus halus dan enterotoksin (heat labile (HL) dan heat stabile (ST) yang menyebabkan sekresi cairan dan elektrolit yang menghasilkan watery diarrhea. Bakteri ini melekat kuat pada mukosa usus halus dan menyebabkan perubahan morfologi yang khas.coli (EAggEC). Shigella menginvasi dan multiplikasi didalam sel epitel kolon. ETEC tidak menyebabkan kerusakan brush border atau menginvasi mukosa. Faktor virulensi termasuk :smooth lipopolysaccharide cell-wall antigen yang mempunyai aktifitas endotoksin serta membantu proses invasi dan toksin (Shiga toxin dan Shiga-like toxin) yang bersifat sitotoksik dan neurotoksik dan mungkin menimbulkan watery diarrhea Campylobacter jejuni (helicobacter jejuni).coli (EPEC). EHEC memproduksiverocytotoxin (VT) 1 dan 2 yang disebut juga Shiga-like toxin yang menimbulkan edema dan perdarahan diffuse di kolon. Shigella jarang masuk kedalam alian darah.coli (EIEC).coli (ETEC). Bagaimana mekanisme timbulnya diare masih belum jelas.jejuni mungkin menyebabkan diare melalui invasi kedalam usus halus dan usus besar. menyebabkan kematian sel mukosa dan timbulnya ulkus. Mekanisme terjadinya diare belum jelas. Manusia terinfeksi melalui kontak langsung dengan hewan (unggas.coli (EHEC). Pada anak sering berlanjut menjadihemolytic-uremic syndrome. Didapatinya proses perlekatan EPEC ke epitel usus menyebabkan kerusakan dari membrane mikro vili yang akan mengganggu permukaan absorbsi dan aktifitas disakaridase. Kadangkadang infeksi dapat menyebar melalui kontak langsung person to person.Enterotoxigenic E.

6. Parasit ini menginfeksi usus halus. Norwalk virus. diare persisten dengan atau tanpa malabsorbsi.2. Sedangkan serotype 3 dan 4 didapati pada hewan dan manusia. status nutrisi.endemisitas. Cytomegalovirus (CMV). tapi dipercayai mempengaruhi absorbsi dan metabolisme asam empedu. Mekanisme patogensis masih belum jelas. umumnya akibat food borne atau water borne transmisi. Giardia lamblia. V. Kedua toksin ini menyebabkan sekresi cairan kedalam lumen usus. Giardia lamblia.dan 9 : terdapat pada manusia. Enterotoksin yang dihasilkan menyebabkan diare. Didaerah dengan endemisitas yang tinggi.protozoa: Entemoeba histolytica. Salmonella dapat menginvasi sel epitel usus. Adenovirus. kronik. giardiasis dapat berupa asimtomatis. dan status imun. Balantidium coli. Bila terjadi kerusakan mukosa yang menimbulkan ulkus.Vibrio cholerae 01 dan V. Parasit: . Cryptosporidium parvum. Di daerah dengan endemisitas rendah. dan dapat juga terjadi penularan person to person. Air atau makanan yang terkontaminasi oleh bakteri ini akan menularkan kolera. serta serotype 5. echovirus.8. Toksin kolera ini sangat mirip dengan heat-labile toxin (LT) dari ETEC. . Transmisi melalui fecal-oral route. Penemuan terakhir adanya enterotoksin yang lain yang mempunyai karakteristik tersendiri. Norwalk like virus. Virus-virus tersebut merupakan penyebab diare akut terbanyak pada anak (70 – 80%). dapat terjadi wabah dalam 5 – 8 hari setelah terpapar dengan manifestasi diare akut yang disertai mual.cholerae melekat dan berkembang biak pada mukosa usus halus dan menghasilkan enterotoksin yang menyebabkan diare. Rotavirus: yang sering dijumpai adalah serotype 1. Norwalk virus : terdapat pada semua usia. akan terjadi bloody diarrhea Virus: Rotavirus. Salmonella (non thypoid). Astrovirus. didapati pada anak dan dewasa. dan 7 didapati hanya pada hewan. seperti accessory cholera enterotoxin (ACE) dan zonular occludens toxin(ZOT). Penularan melalui person to personjarang terjadi. Interaksi host-parasite dipengaruhi oleh umur.choleare 0139.

Cacing ini ditemukan di usus halus.nyeri perut dan gembung. Infeksi berat dapat menimbulkan bloody diarrhea dan nyeri abdomen. Cacing darah ini menimbulkan kelainan pada berbagai organ termasuk intestinal dengan berbagai manifestasi. S. Entamoeba histolytica. Prevalensi Disentri amoeba ini bervariasi.dan teranak pada laki-laki dewasa. Schistosoma spp.lumbrocoides. cryptosporidiosis merupakan reemerging disease dengan diare yang lebih berat dan resisten terhadap beberapa jenis antibiotik.. Traveler’s diarrhea: E. ringan dan biasanya self-limited. caecum. Shigella. Insiden nya mningkat dengan bertambahnya umur. Trichuris trichiura.namun penyebarannya di seluruh dunia. pneumonia. cestodiasis dll.nyeri epigastrik dan anoreksia. Gejala klinis berupa diare akut dengan tipe watery diarrhea.dispar). Cryptosporidium. Giardia lamblia. Cacing dewasa hidup di kolon. Fungus: Kandida/moniliasis 2. Entamoeba histolytica dll. Dinegara yang berkembang.histolytica non patogenik (E. cryptosporidiosis 5 – 15% dari kasus diare pada anak. Kadang-kadang dijumpai malabsorbsi dengan faty stools. Makanan: . dan appendix. Pada penderita dengan gangguan sistim kekebalan tubuh seperti pada penderita AIDS.coli. Trichuris trichuria. Worm: A. Infeksi biasanya siomtomatik pada bayi dan asimtomatik pada anak yang lebih besar dan dewasa. Capilaria philippinensis. termasuk diare dan perdarahan usus.strercoralis. Kira-kira 90% infksi asimtomatik yang disebabkan oleh E. Kelainan pada mucosa usus akibat cacing dewasa dan larva. Strongyloides stercoralis. terutama jejunu. menimbulkan diare. Parenteral: Otitis Media Akut (OMA). menyebabkan inflamasi dan atrofi vili dengan gejala klinis watery diarrhea dan nyeri abdomen. Amebiasis yang simtomatik dapat berupa diare yang ringan dan persisten sampai disentri yang fulminant. Cacing tambang.

intoksikasi (poisoning). B. disebut diare osmotic. reaksi obat-obatan.cereus. defisiensi IgA. Gangguan permeabilitas usus. disebut diare imflamatorik. panhipogamaglobulinemia (Bruton). imunodefisiensi IgA heavycombinationa. dan juga faktor psikis 2. Terapi obat. Mg(OH)2. cows milk.l. 6). Imunodefisiensi: hipogmaglobulinemia. Osmolaritas intraluminal yang meninggi. celiacsprue gluten malabsorption. laktosa). Inflamasi dinding usus. Infeksi dinding usus. Sekresi cairan dan elektrolit meninggi. laktosa. Streptococcus anhaemoliticus lyticus dll. Yang khas pada diare ini yaitu secara klinis ditemukan diare dengan volume tinja yang banyak sekali. alergi. Malabsorbsi/maldigesti: karbohidrat: monosakarida (glukosa. disebut diare sekretorik. makanan mengandung bakteri/toksin:Clostridium perfringens. Diare sekretorik: diare tipe ini disebabkan oleh meningkatnya sekresi air dan elektrolit dari usus. Lain-lain: Sindrom Zollinger-Ellison. 3). Motilitas dan waktu transit usus abnormal. lemak: rantai panjang trigliserida protein: asma amino tertentu. disebut diare infeksi. Malabsorbsi asam empedu. gastroenterostomi. Defek system pertukaran anion/transport elektrolit aktif di enterosit. 2). MgSO4. 8). vitamin dan mineral. malabsorbsi umum dan efek dalam absorbsi mukosa usus missal pada defisiensi disakaridase. galaktosa). Diare osmotic: diare tipe ini disebabkan meningkatnya tekanan osmotic intralumen dari usus halus yang disebabkan oleh obat-obat/zat kimia yang hiperosmotik (a.aureus. disakarida (sakarosa. malabsorbsi glukosa/galaktosa. Diare tipe ini akan tetap berlangsung walaupun dilakukan . makanan tertentu. neuropati autonomic (neuropati diabetic) Secara etiologi. Alergi: susu sapi. antacid dll. diare akut dapat disebabkan oleh infeksi. dosis tinggi terapi radiasi. 7). malabsorbsi lemak. 5). kemoterapi. 4). S. Tindakan tertentu seperti gastektomi. menurunnya basorbsi.Intoksikasi makanan: makanan beracun atau mengandung logam berat. antibiotic. penyakit grnaulomatose kronik. protein intolerance.5 PATOFISIOLOGI/PATOMEKANISME Diare dapat disebabkan oleh satu atau lebih patofisiologi/patomekanisme sebagai berikut: 1).

Kompensasi ini dapat dicapai dengan pemberian larutan glukosa yang diabsorpsi secara aktif oleh dinding sel usus. Penyebab dari diare tipe ini antara lain karena efek enterotoksin pada infeksi Vibrio cholera. sehingga terjadi produksi mucus yang berlebihan dan eksudasi air dan elektrolit kedalam lumen. Dari sudut kelaianan usus. atau Escherichia coli. Inflamasi mukosa usus halus dapat disebabkan infeksi (disentri Shigella) atau non infeksi (colitis ulseratif dan penyakit crohn). Gangguan permeabilitas usus: diare tipe ini disebabkan permeabilitas usus yang abnormal disebabkan adanya kelainan morfologi membrane epitel spesifik pada usus halus. Mekanisme absorpsi ion natrium melalui mekanisme pompa natrium tidak terganggu karena itu keluarnya ino klorida (diikuti ion bikarbonat. ion bikarbonat dan kation natrium dan kalium. ion kalium) dapat dikompensasi eleh mneingginya absorsi ion natrium (diiringi oleh air. yang disebut diare toksigenik. lalu membentuk adenosisn monofosfat siklik (AMF siklik) di dinding usus dan menyebabkan sekresi aktif anion klorida yang diikuti air. Diare infeksi: infeksi oleh bakteri merupakan penyebab tersering dari diare. Penyebab gangguan motilitas antara lain: diabetes mellitus. Defek system pertukaran anion/transport elektrolit aktif di enterosit: diare tipe ini disebabkan adanya hambatan mekanisme transport aktif Na+K+ATP ase di enterosit dan absorpsi Na+ dan air yang abnormal. air. malabsorbsi lemak: diare tipe ini didapatkan pada gangguan pembentukan/produksi micelle empedu dan penyakit-penyakit saluran bilier dan hati. gangguan absorpsi air-elektrolit. dan efek obat laksatif (dioctyl sodium sulfosuksinat dll). Inflamasi dinding usus (diare inflamatorik): diare tipe ini disebabkan adanya kerusakan usus karena proses inflamasi. penyakit yang menghasilkan hormone (VIPoma). Enterotoksin yang dihasilkan kuman Vibrio cholare/eltor merupakan protein yang dapat menempel pada epitel usus. Contoh diare toksigenik a. reseksi ileum (gangguan absorbs garam empedu).l. natrium. klorida). hipertiroid. pasca vagotomi. Motilitas dan waktu transit usus abnormal: diare tipe ini disebabkan hipermotilitas dan iregularitas motilitas usus sehingga menyebabkan absorbsi yang abnormal di usus halus. diare oleh bakteri dibagi atas non-invasif (tidak merusak mukosa) dan invasive (merusak mukosa). Malabsorbsi asam empedu. . ion kalium dan ion bikarbonat. kolera. Bakteri noninvasive menyebabkan diare karena toksin yang disekresi oleh bakteri tersebut.puasa makan/minum.

7 DIAGNOSIS Diagnosis ditegakkan berdasrkan anamnesis. Anamnesis .6 PATOGENESIS Yang berperan pada pathogenesis diare akut terutama karena infeksi yaitu factor kausal (agent) dan factor pejamu (host). V. kation natrium dan kalium. kemampuan memproduksi toksin yang memperngaruhi sekresi cairan usus halus serta daya lekat kuman. Enterotoksigenic E. S. Penyebab parasit yang sering yaitu E.perfringens. b.lamblia.2.coli (EIEC).paratyphi B. 1. Cairan diare dapat tercampur lendir dan darah. Bakteri yang tidak merusak mukosa missal V. Bakteri yang merusak (invasive) antara lain: Enteroinvasif E. Salmonella. Sifat diarenya sekretorik eksudatif. motilitas usus. Walau demikian. imunitas dan juga lingkungan mikroflora usus. Faktro kausal yaitu daya penetrasi yang dapat masuk sel mukosa. ion bikarbonat.entereiditis. Pathogenesis diare karena infeksi bakteri/parasit terdiri atas: a. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.coli (ETEC) dan C. Diare disebabkan oleh kerusakan dinding usus berupa nekrosis dan ulserasi. Diare karena bakteri Non-Invasif (Enterotoksigenik).Perfringens tipe C.histoliticadan G.choleraesuis. C. Styphimurium. Shigelle. Factor pejamu adalah kemampuan tubuh untuk mempertahankan diri terhadap organisme yang dapat menimbulkan diri terhadap organism yang dapat menimbulkan diare akut. S. infeksi kuman-kuman ini dapat juga bermanifestasi sebagai diare koleriformis. 2. Kuman Salmonella yang sering menyebabkan diare yaitu: S.cholerae Eltor. terdiri dari factor-fkator daya tangkis atau lingkungan internal saluran cerna a.Cholerae Eltor mengeluarkan toksin yang terikat pada mukosa usus halus 15-30 menit sesudah diproduksi vibrio. Yersinia. Enterotoksin ini menyebabkan kegiatan berlebihan nikotinamid adenine dinukleotid pada dinding sel usus yang diikuti oleh air.l keasaman lambung. Diare karen Bakteri/parasit invasif (Enterovasif).

Infeksi Yersinia dan bakteri enteric lain dapat disertai sindrom Reiter (arthritis. Giardiasis mungkin berhubungan dengan steatorea ringan. seperti enteropathogenic E. dan Shigella. bisa air. pasien karena itu menunjukkan gejala diare air diikuti diare berdarah dalam beberapa jam atau hari. Parasit yang tidak menginvasi mukosa usus. seperti Giardia lamblia dan Cryptosporidium. dan helminthes. dan dehidrasi sering didapatkan. Pasien yang memakai toksin atau pasien yang mengalami infeksi toksigenik secara khas mengalami nausea dan muntah sebagai gejala prominen bersamaan dengan diare air tetapi jarang mengalami demam. Muntah yang mulai beberapa jam dari masuknya makanan mengarahkan kita pada keracunan makanan karena toksin yang diahsilkan. Infeksi Compylobacter jejuni sering bermanifestasi sebagai diare. Salmonella.colienterohemorrhagik dan Shigella.coli (serotype O157:H7) menyebabkan inflamasi usus yang berat. Diare air merupakan gejala tipikal dari organism yang menginvasi epitel usus dengan inflamasi minimal. Kelumpuhan lumpuh pada infeksi usus ini sering disalahtafsirkan sebagai malpraktek dokter karena ketidaktahuan masyarakat. dan Vibrio spesies (missal. diare air. dan . Diare karena kelainan kolon sering berhubungan dengan tinja berjumlah kecil tetapi sering. malabsorbtif. V parahaemolyticus) menghasilkan enterotoksin dan juga menginvasi mukosa usus. Bakteri invasif seperti Campylobacter. muntah. menyerupai apendisitis akut. terutama anak kecil dan orang tua. Pasien dengan diare akut infektif datang dengan keluhan khas yaitu: nausea. dan sering berhubungan dengan malabsorbsi. Diare karena penyakit usus halus biasanya berjumlah banyak.Pasien dengan diare akut datang dengan berbagai gejala klinik tergantung penyebab penyakit dasarnya. Secara umum. bercampur darah dan ada sensasi ingin ke belakang.dan organism yang menghasilkan sitotoksin seperti Clostridium difficile dan enterohemorragic E. Beberapa organism sperti Campylobacter. demam dan kadangkali kelumpuhan anggota badan dan (GBS). perut bergas dan kembung. demam. uretritis. protozoa. Sindrom Hemolitik-uremik dan purpura trombositopenik trombotik (TTP) dapat timbul pada infeksi dengan bakteri E. dan patpgen ileokolon lebih mengarah ke invasive. atau organism yang menempel tetapi tidak menghancurkan epitel.biasanya menyebabkan rasa tidak nyaman di abdomen yang ringan. seperti virus enteric. atau berdarah tergantung bakteri pathogen yang spesifik. Shigella.coli. nyeri abdomen. Aeromonas. pathogen usus halus tidak invasive. Organism Yersiniaseringkali menginfeksi ileum terminal dan caecum dan memiliki gejala nyeri perut kuadran kanan bawah. dan tinja yang sering. Keluhan diarenya berlangsung kurang dari 15 hari.

hematokrit. napas cepat dan dalam 3) Dehidrasi berat (hilang ciaran 8-10% BB): tanda dehidrasi sedang ditambah kesadaran menurun (apatis sampai koma). temperature tubuh dan tanda toksisitas. disebabkanSalmonella parathypi. dapat mengarah ke gagal ginjal akut dan perubahan status jiwa seperti kebingungan dan pusing kepala. dan gejala respiratorik. Dehidrasi bermanifestasi sebagai rasa haus yang meningkat. Pemeriksaan Penunjang 1) Pemeriksaan darah tepi lengkap: hemoglobin. atau glomerulonefritis. suara serak. sianosis) 2. Pemeriksaan Fisik Kelainan – kelainan yang ditemukan pada pemeriksaan fisik sangat berguna dalam menentukan penyebab diare. merupakan penyakit sistemik yang berat yang bermanifestasi sebagai demam tinggi yang lama. tiroiditis. dan perubahan ortostatik. Adanya dan kualitas bunyi usus dan adanya atau tidak adanya distensi abdomen dan nyeri tekan merupakan “clue” bagi penentuan etiologi. diikuti nyeri tekan abdomen. nadi cepat. perikarditis. prostrasi. Pada keadaan berat. hitung jenis leukosit. terutama pada anak kecil dan lanjut usia. berkurangnya jumlah buang air kecil dengan warna urin gelap. otot-otot kaku. 3) Pemeriksaan tinja: melihat adanya leukosit pada tinja yang menunjukkan adanya infeksi bakteri. Demam enteric. Pemeriksaan abdomen yang seksama merupakan hal yang penting. kadar elektrolit serum. 2) Ureum dan Creatinin: memeriksa adanya kekurangan volume cairan dan mineral tubuh. bingung. Status volume dinilai dengan memperhatikan perubahan ortostatik pada tekanan darah dan nadi. tidak mampu berkeringat. Dehidrasi dapat timbul jika diare berat dan auspan oral terbatas karena nausea dan muntah. pasien belum jatuh dalam presyok. 2) Dehidrasi sedang (hilang cairan 5-8% BB): turgor buruk. 3. 4) Pemeriksaan ELISA (enzim-linked immunosorbent assay): mendeteksi giardiasis dan tes serologic amebiasis . adanya telur cacing dan parasit dewasa.konjungtivitis). leukosit. pasien jatuh dalam presyok atau syok. suara serak. Dehidrasi menurut keadaan klinisnya dapat dibagi 3 tingkatan: 1) Dehidrasi ringan (hilang cairan 2-5% BB): gambaran klinisnya turgor kurang. diare dan kemerahan (rash).

suhu tubuh > 38. Pengukuran Central Venous Pressure (CVP) Bila CVP +4 s/d +11 cm H2 : normal Bila CVP < +4 cm H2 : Syok atau dehidrasi Skor penilaian klinis dehidrasi Klinis Rasa haus/munta Tekanan darah sistolik 60-90 mmHg Tekanan darah sistolik <60> Frekuensi nadi >120 x/mnt Kesadaran apati Kesadaran somnolen. Pasien dengan infeksi bakteri terutama pada infeksi bakteri yang invasif ke mukosa. Dehidrasi sedang : BJ plasma 1.028 3. sedang. dan berat (telah dibicarakan dia atas) 2. Neutropenia dapat timbul pada salmonellosis.5) Foto x-ray abdomen Pasien dengan diare karena virus.028 – 1.50C. Keadaan kilnis: ringan. diare berat. Dehidrasi berat: BJ plasma 1.025 – 1. Penentuan derajat dehidrasi Derajat dehidrasi dapat ditentukan berdasarkan: 1. laktoferin. ditemukan leukosit pada feses.040 b. dan diare persisten yang belum mendapat antibiotic. maka diperlukan pemeriksaan kultur feses dengan medium tertentu sesuai dengan mikroorganisme yang dicurigai secara klinis dan pemeriksaan laboratorium rutin. Berat Jenis Plasma: pada dehidrasi BJ plasma meningkat a. Indikasi pemeriksaan kultur feses antara lain. spoor atau koma Frekuensi napas >30 x/mnt Skor 1 1 2 1 1 2 1 . Untuk mengetahui mikroorganisme penyebab diare akut dilakukan pemeriksaan feses rutin dan pada keadaan dimana feses rutin tidak menunjukkan adanya miroorganisme atau ova. adanya darah dan/atau lender pada feses. Dehidrasi ringan : BJ plasma 1.032 c.032 – 1. biasanya memiliki jumlah dan hitung jenis leukosit normal atau limfositosis. memiliki leukositosis dengan kelebihan darah putih muda.

. Ringan bila pasien mengalami kekurangan cairan 25% dair BB. Berat bila pasien kehilangan cairan 8-10% dari berat badan. sedang dan berat. Cairan diberikan 50-200 ml/kgBB/24 jam tergantung kebutuhan dan status dehidrasi. Cairan oral antara lain: ringer laktat dll. Untuk memberikan rehidrasi pada pasien perlu dinilai dulu derjat dehidrasi. penatalkasanaan yang agresif seperti cairan intravena atau rehidrasi oral dengan cairan isotonic mengandung elektrolit dan gula atau starch harus diberikan. Terapi rehidrasi orla murah.Facies cholerica Vox cholerica Turgor kulit menurun Washer womens hand Ekstremitas dingin Sianosis Umur 50 – 60 tahun Umur >60 tahun 2 2 1 1 1 2 1 2 2. Dehidrasi terdiri dari dehidrasi ringan. Penatalaksanaan pada diare akut antara lain: 1. sari buah.8 PENATALAKSANAAN Diare akut pada orang dewasa selalu terjadinya singkat bila tanpa komplikasi. efektif dan lebih praktis dairpada cairan intravena. Biasanya penderita baru mencari pertolongan medis bila diare akut sudah lebih dari 24 jam belum ada perbaikan dalam frekwensi buang air besar ataupun jumlah feses yang dikeluarkan. Sedang bila pasien kehilangan cairan 5-8% dari berat badan. Bila pasien kehilangan cairan yang banyak dan dehidrasi. sup dan keripik asin. dan kadangkadang sembuh sendiri meskipun tanpa pengobatan. Rehidrasi : Bila pasien keadaan umum baik tidak dehidrasi. asupan cairan yang adekuat dapat dicapai dengan minuman ringan. Tidak jarang penderita mencari pengobatan sendiri atau mengobati sendiri dengan obat-obatan anti diare yang dijual bebas.

Prinsip menentukan jumlah cairan yang akan diberikan yaitu sesuai dengan jumlah cairan yang keluar dari tubuh. Pemberian per oral diberikan larutan oralit yang hipotonik dengan komposisi 29 g glukosa. Bismuth subsalisilat merupakan obat . 3. nasi. dan sup. Loperamid paling disukai karena tidak adiktif dan memiliki efek samping paling kecil. renalyte. pharolit dll. the. Macam – macam pemberian cairan: a.l. kebutuhan cairan = 8% x BB (kg) Dehidrasi berat.001 b. kecuali bila muntah-muntah hebat. kebutuhan cairan = 5% x BB (kg) Dehidrasi sedang. Pasien dianjurkan minum minuman sari buah. 2.x 10 % x kgBB x 1 liter 15 Bila skor <> Cairan rehidrasi dapat diberikan melalui oral. Minuman berkafein dan alcohol harus dihindari karena dapat meningkatkan motilitas dan sekresi usus. Bila dehidrasi sedang/berat sebaiknya pasien diberikan cairan melalui infuse pembuluh darah. minuman tidak bergas. Obat anti-diare Obat-obat ini dapat mengurangi gejala-gejala.x Berat Badan x 4 ml 0. keripik. 2. 3. Metode Daldiyono berdasarkan skor klinis a. enteral melalui selang.5 g NaCl.5 g KCl setiap liter. makanan mudah dicerna seperti pisang. Contoh oralit generic. difenoksilat-atropin dan tinktur opium. nasogastrik atau intravena. Susu sapi harus dihindarkan karena adanya defisiensi lactase transien yang disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri. Diet Pasien diare tidak dianjurkan puasa.025 Kebutuhan cairan = ----------------------------. BJ plasma dengan rumus: BJ plasma – 1. kebutuhan cairan = 10% x BB (kg) c. Metode pierce berdasarkan klinis: Dehidrasi ringan.5 g Natrium bikarbonat dan 1. kecuali bila ada kontra indikasi atau oral/saluran cerna atas tak dapat dipakai. skor Kebutuhan cairan = -----------. a) yang paling efektif yaitu derifat opiad missal loperamid. Sedangkan dehidrasi ringan/sedang pada pasien masih dapat diberikan cairan per oral atau selang nasogastrik.

sindroma disentri Traveler’s diarrhea Diare persisten (kemungkinan Giardiasis) Shigellosis Kuinolon 1 – 5 hari Metronidazole 3x500 mg selama 7 hari Kotrimoksazole selama 3 hari Kuinolon selama 3 hari Intestinal Salmonellosis Kloramfenikol/Kotrimoksazole/Kuinolon selama 7 hari Campylobacteriosis EPEC ETEC EIEC EHEC Vibrio non kolera Aeromonasdiarrhea Yersiniosis Eritromisin selama 5 hari Terapi sebagai Febrile Dysentry Terapi sebagai Traveler’s diarrhea Terapi sebagai Shigellosis Peranan antibiotik belum jelas Terapi sebagai febrile dysentery Terapi sebagai febrile dysentery Umumnya dapat di terapi sebagai febrile dysentri. Obat antimotilitas penggunaannya harus hati-hati pada pasien disentri yang panas (termasuk infeksi shigella) bila tanpa disertai anti mikroba.50C).Pada kasus berat : Ceftriaxon IV 1 g/6 jam selama 5 hari Pilihan Antibiotik Kuinolon 3 – 5 hari Kotrimoksazole 3 – 5 hari .lain yang dapat digunakan tetapi kontraindikasi pada pasien HIV karena dapat menimbulkan ensefalopati bismuth. c) obat anti sekretorik atau anti enkephalinase: Hidrasec 3 x 1 tab/hari. Obat antimikroba Dalam praktek sehari-hari acapkali dokter langsung memberikan antibiotik/antimikroba secara empiris. leukosit. smectite 3 x 1 saset diberikan tiap diare/BAB encer sampai diare berhenti. 4. karena dapat memperlama penyembuhan penyakit. Pedoman sederhana pemberian antibiotik pada diare akut dewasa seperti terlihat pada table berikut Pedoman Pemberian Antibiotik Secara Empiris Pada Diare Akut Indikasi Pemberian Antibiotik Demam (suhu oral >38. bloody stools. hemoccult. b) obat yang mengeraskan tinja: atapulgit 4 x 2 tab/hari. laktoferin.

4) setelah menceboki anak dan 5) sebelum menyiapkan makanan. atau air yang telah diolah. Meminum air minum sehat. kecoa. Mencuci tangan pakai sabun dengan benar pada lima waktu penting: 1) sebelum makan. 4. Pengelolaan sampah yang baik supaya makanan tidak tercemar serangga (lalat. antara lain dengan cara merebus. dan lain-lain). Bifidobakterium. yeast (Saccaromyces boulardi). Probiotik meliputi Laktobasilus.dan lainnya. 2) setelah buang air besar. 2. Namun berbagai hasil uji klinis belum dapat merekomendasikan obat ini untuk diare akut secara umum. BAB III . sebaiknya menggunakan jamban dengan tangki septik.Giardiasis Metronidazole 4 x 250 mg selama 7 hari. 2. pemanasan dengan sinar matahari atau proses klorinasi. kutu. Atau Tinidazole 2 g single dose atau Quinacine 3 x 100 mg selama 7 hari Ingtestinal Amebiasis Metronidazole 3 x 750 mg 5 – 10 hari + pengobatan kista untuk mencegah relaps: Diiodohydroxyquin 3 x 650 mg 10 hari atau Paramomycin 3 x 500 mg 10 hari atau Diloxanide furoate 3 x 500 mg 10 hari Cryptosporidiosis Paromomycin 3 x 500 selama 7 hari Isosporiosis Untuk kasus berat atau immunocompromised : Kotrimoksazole 2 x 160/800 7 hari Obat-obat Probiotik yang merupakan suplemen bakteri atau yeast banyak digunakan untuk mengatasi diare dengan menjaga atau menormalkan flora usus. 3) sebelum memegang bayi. lipas. Streptokokus spp.9 PENCEGAHAN Diare mudah dicegah antara lain dengan cara: 1. 3. Membuang air besar dan air kecil pada tempatnya.

Edisi revisi IX. September 2001. WB Saunders Company. Daldiyono. Otsuka Indonesia. 2003 4. Gastroenterology Clinics.R : Laboratory Approachs to Infectious Diarrhea. 408 – 413 3. Diare Akut. Interpretasi Hasil Tes Laboratorium Diagnostik. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. PT. September 2001. DuPont HL : Guidelines on Acute Infectious Diarrhea in Adults. Lesmana LA-Widodo D-ISbagio H-Alwi. 2. jilid 1.2007 6. dan helminth. Ilnyckyj A : Clinical Evaluation and Management of Acute Infectious Diarrhea in Adult. No. Gastroenterology Clinics. Hal. Turgeon DK. Global Guidelines 2005. Terapi simtomatik sebagai tambahan terhadap terapi kausal kadang diperlukan untuk mengurangi keluhan penderita yang mengganggu aktifitas sehari-hari akibat diare akut. Jakarta.11. World Gastroenterology Organisation. Hardjono dkk. bakteri. DAFTAR PUSTAKA 1. 5. Pemahaman tentang patofisiologi diare akut dapat mengarahkan kita untuk mencari dan mengetahui etiologi dan memberikan terapi yang sesuai. . November 1997. Salah satu etiologinya adalah infeksi yang dapat disebabkan oleh berbagai organisme seperti virus. Balai Penerbit FKUI. Lembaga Penerbitan Universitas Hasanuddin. Dalam Noer HMS-Waspadji S-Rachman AM. Marcellus Simadibrata K. protozoa. American Journal of Gastroenterology. Pedoman Cairan Infus. 7.1 KESIMPULAN Diare akut pada orang dewasa banyak ditemukan di klinik dalam praktek sehari-hari. WB Saunders Company.PENUTUP 3. T. Fritsche. 2007.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful