P. 1
skripsi

skripsi

|Views: 297|Likes:
Published by lci_dhaddye
ida herawatii
ida herawatii

More info:

Published by: lci_dhaddye on Feb 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/03/2013

pdf

text

original

Sections

  • A. Latar Belakang Masalah
  • B. Identifikasi Masalah
  • C. Batasan Masalah
  • D. Rumusan Masalah
  • E. Tujuan Penelitian
  • F. Manfaat Penelitian
  • A. Landasan Teori
  • 2. Pembelajaran Matematika
  • 3. Efektivitas Pembelajaran
  • 4. Model Pembelajaran Kooperatif
  • 5. Student Teams Achievement Division (STAD)
  • 6. Contextual Teaching and Learning (CTL)
  • Tabel 2.1. Perbandingan Pola Pembelajaran Tradisional dan Kontekstual
  • 7. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Berbasis CTL
  • Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD berbasis CTL dalam
  • 8. Pembelajaran Ekspositori
  • Pembelajaran ekspositori
  • 9. Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika
  • B. Penelitian yang Relevan
  • C. Kerangka Berpikir
  • D. Hipotesis dan Pertanyaan Penelitian
  • 1. Hipotesis
  • 2. Pertanyaan Penelitian
  • A. Desain Penelitian
  • 1. Desain Eksperimen
  • Tabel 3.1. Desain Penelitian
  • 2. Prosedur Penelitian
  • B. Variabel Penelitian
  • 1. Variabel Terikat
  • 2. Variabel Bebas
  • C. Tempat dan Waktu Penelitian
  • 1. Tempat Penelitian
  • 2. Waktu Penelitian
  • D. Populasi dan Sampel Penelitian
  • 1. Populasi Penelitian
  • Tabel 3.2. Populasi Penelitian
  • 2. Sampel Penelitian
  • Tabel 3.3. Sampel Penelitian
  • E. Teknik Pengumpulan Data
  • F. Instrumen Penelitian
  • 1. Penetapan Instrumen Penelitian
  • 2. Uji Coba Instrumen
  • 3. Analisis Hasil Uji Coba Instrumen
  • A. Hasil Penelitian
  • Tabel 4.1. Data Pre-Test Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
  • Tabel 4.2. Data Uji Normalitas Skor Pre-test
  • Tabel 4.3. Data Uji Homogenitas Skor Pre-Test
  • Tabel 4.4. Data Analisis Varians Skor Pre-test
  • 2. Analisis Tahap Akhir
  • Tabel 4.5. Data Uji Normalitas Skor Gain
  • Tabel 4.6. Data Uji Homogenitas Skor Gain
  • Tabel 4.7. Data Analisis Variansi Skor Gain
  • Tabel 4.8. Data Uji Pembandingan Ganda Scheffe
  • B. Pembahasan
  • A. Kesimpulan
  • B. Saran-saran
  • DAFTAR PUSTAKA
  • LAMPIRAN-LAMPIRAN
  • DAFTAR NILAI RAPOR KELAS VII MTs NEGERI LOANO PURWOREJO
  • DAFTAR NAMA SISWA KELAS EKSPERIMEN DAN KELAS KONTROL
  • KISI-KISI LEMBAR OBSERVASI KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN
  • LEMBAR OBSERVASI KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF
  • Panduan Wawancara Guru untuk Mengetahui Keadaan Awal Siswa

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND

LEARNING (CTL), MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL), DAN MODEL EKSPOSITORI TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VII MTs NEGERI LOANO PURWOREJO TAHUN AJARAN 2009/2010

SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh derajat sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Matematika

Disusun oleh:

Ida Herawati NIM: 06600043

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2010

MOTTO

ْ ِ ِ ُ ْ َِ َ ‫ُ َ ُوْا‬

َ ‫إن ا َ َ ُ َ ُ َ ِ َ ْم‬ ٍ َِ ّ

…Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan mereka sendiri… (Q.S. Ar Ra’d: 11) 1

Kerja keraslah, karena sesungguhnya keluhuran hidup ada dalam kerja keras. (Imam Syafi’i) 2

Harapan itu disertai dengan ikhtiar, jika tidak, itu hanyalah lamunan (Ibnu Athailah) 3

Departemen Agama RI, Al Qur’an Al Karim dan Terjemahnya, (Semarang: PT. Karya Toha Putra, 1996). hlm. 199. 2 Dudung Abd. Rahman, 350 Mutiara Hikmah dan Syair Arab, (Bandung: Media Qalbu, 2004). hlm. 6. 3 Ibid, hlm. 40

1

vi

HALAMAN PERSEMBAHAN Skripsi ini penulis persembahkan kepada : Ayah dan Ibuku tercinta yang selalu menjadi embun penyejuk jiwa dan cahaya dalam hidupku Kakak-kakakku yang selalu memberikan motivasi dan kasih sayang Almamaterku FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA vii .

sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. nasehat yang berharga. Ibu Dra.. M.Pd. dan saran-saran dalam penulisan skripsi ini. Ibu Sri Utami Zuliana. Ibu Suparni. Ka. S. Dosen Pembimbing Akademik yang telah membimbing dan memberikan pengarahan selama ini. S. 4.KATA PENGANTAR Puji syukur senantiasa penulis haturkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya. 3. Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta sekaligus Dosen Pembimbing I yang telah begitu sabar dalam memberikan bimbingan. Pembantu Dekan I Fakultas Sains & Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Untuk itu. terimakasih atas ilmu yang diberikan. Dosen Pembimbing II yang juga telah begitu sabar dalam memberikan bimbingan. serta segenap viii . serta memberikan motivasi selama penulisan skripsi ini.I. pengarahan.. M. 5. Bapak Syariful Fahmi.Si. penulis mengucapkan terimakasih kepada: 1. Segenap Dosen Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Maizer Said Nahdi.. Penulisan skripsi ini tentunya tidak terlepas dari bantuan dari berbagai pihak. Khurul Wardati. Dekan Fakultas Sains & Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ibu H. 2.Sc. M.Pd. M..Si.Si. 6.

Saudara-saudaraku. Segenap guru dan karyawan MTs Negeri Loano Purworejo yang telah banyak membantu penulis dalam melaksanakan penelitian.. Guru mata pelajaran matematika di MTs Negeri Loano Purworejo yang telah banyak membantu penulis dalam melaksanakan penelitian. Mas Iguf. Yani.karyawan di Fakultas Sains dan Teknologi yang telah membantu dan memberikan fasilitasnya. 13. 8. terimakasih atas bantuannya dalam penelitian. mas Fat. Terimakasih telah menemani hari-hari penulis dalam suka maupun duka. Siswa dan siswi MTs Negeri Loano Purworejo khususnya kelas VII. 10. 9. Luph-luph dan semua keluarga besar Al Hikmah yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu. S. Aini. 12. dan Niswa yang selalu memberikan dukungan dan kasih sayang kepada penulis. Ayah dan Ibu tercinta yang selalu memberikan kasih sayang. Ita. ix . mbak Nailil. 7. Mas Agung Setiyawan. Kepala MTs Negeri Loano Purworejo yang telah mengizinkan penulis untuk melakukan penelitian di kelas VII MTs Negeri Loano Purworejo.Pd..Pd. selalu memberikan kepercayaan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan sebaik-baiknya. Bapak Maksum. Terimakasih atas semuanya. mbak Yeni. 11. doa yang tak pernah putus. yang telah memberikan pelajaran berharga tentang arti kehidupan dan menjadi motivator bagi penulis. 14. Bapak Agung Dwi Raharjo. S. mbak Yar.

Wahyu). teruslah berjuang. Ifah. Sahabat-sahabatku (Riris.15. Ulfah. 6 Juli 2010 Penulis Ida Herawati NIM. Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak. Nanik. masa depan yang cerah telah menanti. Yogyakarta. Amin. Semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu. you’re my best friends. terutama angkatan 2006. 16. 06600043 x . Teman-teman pendidikan matematika semua angkatan. Hanya ucapan terima kasih tulus yang dapat penulis berikan dan do’a agar Allah SWT memberikan balasan yang selayaknya atas kebaikan yang telah diberikan. Siti “Oom”. 17. Nur.

................................................ Batasan Masalah ............................................................................. BAB II LANDASAN TEORI DAN KAJIAN PUSTAKA A....................................................................................................................................................................... E................... HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ......................................... Landasan Teori .................................................................................. Rumusan Masalah .................................................... HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................................................................. BAB I PENDAHULUAN A. HALAMAN PERSETUJUAN SKRIPSI .................. B......................................................... DAFTAR TABEL .... DAFTAR ISI .......................................... ABSTRAK ..................................... D........................... C....................................... HALAMAN PERSEMBAHAN ............... F............. Pengertian Belajar dan Pembelajaran ............ KATA PENGANTAR.............. DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................................................ Tujuan Penelitian .......................................................................................... HALAMAN MOTTO ........................................................................................................... Manfaat Penelitian .........DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ..................................................................................................................................... i ii iii v vi vii viii xi xiv xv xvii 1 6 7 7 8 9 11 11 xi .. Latar Belakang Masalah ............. 1............................................................................................ Identifikasi Masalah ...........

................................... 13 14 15 16 18 22 23 26 29 29 30 30 31 32 32 33 35 35 35 35 35 36 xii .... C....... Efektivitas Pembelajaran ......................................................... 9.... BAB III METODE PENELITIAN A.................................................. Prosedur Penelitian ........................... Penelitian yang Relevan ......................... C................................ 1................... 2................................. Variabel Terikat........................................... 6.................................................................. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Berbasis CTL ............................................................................................................... Hipotesis ....................................... Variabel Bebas ............ Pembelajaran Matematika ........ Variabel Penelitian ............2............... Pertanyaan Penelitian ..................... Waktu Penelitian . Model Pembelajaran Kooperatif ........................................................................... Tempat dan Waktu Penelitian ......... Hipotesis dan Pertanyaan Penelitian .... B........................................... 1........... 7.................................... Kerangka Berpikir ............................................. 2.............. 1............................... Student Teams Achievement Division (STAD) ................ 4....... Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika .... 3...................... Contextual Teaching and Learning (CTL)......................... Desain Eksperimen . 1................................................... Tempat Penelitian ........................................................... D..... 2............................................. Pembelajaran Ekspositori .................................................. B.................................................... 2... 5............................................ Desain Penelitian ............ 8................................................

.................................................................. Uji Coba Instrumen .......D......................................... Analisis Hasil Uji Coba Instrumen........................... Penetapan Instrumen Penelitian ............................... Pembahasan ................................................................... DAFTAR PUSTAKA ................................ 1...................................................... 2........ BAB V PENUTUP A................................................................. Populasi Penelitian ............. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A............................................................. 50 52 54 61 68 69 70 72 xiii .............................. Kesimpulan.. Teknik Pengumpulan Data ................ Analisis Tahap Akhir ................................................................................................ 36 36 39 40 41 41 42 43 47 G.................................... Saran-saran ........................................ 1.................................. F......................................................... Analisis Tahap Awal .............................. E............. Sampel Penelitian ......................... 1........................................................................ 2......... Populasi dan Sampel Penelitian ..................... B............................................................................ LAMPIRAN-LAMPIRAN ............... 3....................... Teknik Analisis Data ............................ 2............................... B................ Instrumen Penelitian ............................ Hasil Penelitian ......................

................................ Tabel 4.........2.. Tabel 4..................................... Data Uji Pembandingan Ganda Scheffe ............................................................... Sampel Penelitian .......... Data Uji Normalitas Skor Gain ... Tabel 3............... Data Uji Homogenitas Skor Gain .............. 19 32 36 39 50 51 52 53 54 56 57 58 xiv ........ Tabel 4................................ Perbandingan Pola Pembelajaran Tradisional dan Kontekstual......3....1.....6..............................7.4.. Populasi Penelitian ................................................................ Desain Penelitian .................. Data Pre-Test Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ..... Tabel 4.. Tabel 4........................................................................5. Tabel 4...... Data Analisis Varians Skor Gain ..................3..........................................................................1. Tabel 4.. Data Uji Homogenitas Skor Pre-Test..... Data Uji Normalitas Skor Pre-test .................DAFTAR TABEL Halaman Tabel 2................... Data Analisis Varians Skor Pre-test..................... Tabel 3...................................2.......... Tabel 4......1......8... Tabel 3..

................................................... Lampiran 11 Soal Uji Coba ........................... Lampiran 3 Daftar Nilai Rapor Kelas VII MTs Negeri Loano Purworejo .................. Lampiran 5 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ................... Lampiran 4 Daftar Nama Siswa Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol......................... Lampiran 15 Soal Pre-Test dan Post-Test...................................................... Lampiran 14 Hasil Perhitungan Daya Pembeda ............................................... Lampiran 21 Uji Normalitas Data Nilai Raport Populasi .......... Lampiran 16 Pedoman Penskoran Tes Kemampuan Pemecahan Masalah ...........................DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1 Curriculum Vitae .................................... Lampiran 13 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Soal Uji Coba .................................................................. Lampiran 2 Daftar Nama dan Kode Kelas Kelas Uji Coba ......................... Lampiran 7 Kisi-Kisi Lembar Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran ................................... Lampiran 12 Kunci Jawaban Soal Uji Coba ............. Lampiran 10 Kisi-Kisi Soal Uji Coba Kemampuan Pemecahan Masalah .............................................................................................................................. Lampiran 19 Daftar Presensi Siswa ....................................................................... Lampiran 18 Kunci Jawaban Soal Kuis ................................................................................................ Lampiran 6 Lembar Aktivitas Siswa (LAS) ............. Lampiran 17 Soal Kuis .. 119 125 127 129 137 139 142 144 145 146 149 152 155 xv ...................... Lampiran 20 Wawancara Guru untuk Mengetahui Keadaan Awal Siswa .......... 73 74 75 78 79 107 116 Lampiran 8 Pedoman Pengisian Lembar Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran 118 Lampiran 9 Lembar Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran......................

.............................................Lampiran 22 Uji Homogenitas Data Nilai Raport Populasi ........ 156 157 158 160 162 165 167 xvi ................................. Lampiran 24 Cara Pembentukan Kelompok .............. Lampiran 26 Hasil Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika .. Lampiran 25 Cara Penentuan Penghargaan Kelompok............................................................................................................... Lampiran 23 Analisis Varians Data Nilai Raport Populasi.......................................................................................... Lampiran 27 Output SPSS Hasil Penelitian . Lampiran 28 Lain-lain ..............

Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa MTs Negeri Loano Purworejo yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis CTL baik dibandingkan dengan model CTL maupun ekspositori. dan model ekspositori. 06600043 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL). Untuk memperoleh data digunakan tes pada tiap-tiap kelompok dalam bentuk uraian.05% dari model pembelajaran CTL dan lebih efektif 35. kemampuan pemecahan masalah matematika xvii . MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL).ABSTRAK PERBANDINGAN EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL). Sedangkan untuk model pembelajaran CTL lebih efektif 14. model Contextual Teaching and Learning (CTL). Contextual Teaching and Learning (CTL). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII MTs Negeri Loano Purworejo tahun ajaran 2009/2010 yang berjumlah 190 siswa. Student Teams Achievement Division (STAD). Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimen semu. Selain itu. penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari ketiga model pembelajaran tersebut dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII MTs Negeri Loano Purworejo. penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis CTL lebih efektif 21. sedangkan antara model CTL dibandingkan model ekspositori tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah.67% dari model ekspositori dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa berdasarkan nilai post-test. DAN MODEL EKSPOSITORI TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VII MTs NEGERI LOANO PURWOREJO TAHUN AJARAN 2009/2010 oleh: IDA HERAWATI NIM.89% dari model ekspositori. Kata Kunci: Efektivitas. Pengujian hipotesis menggunakan analisis varians satu arah (One-Way ANOVA). Selain itu.

Ungkapan ayat tersebut adalah sebagai berikut:1 Departemen Agama RI. hlm. manusia dituntut untuk mampu mengadakan refleksi ilmiah tentang pendidikan sebagai pertanggungjawaban terhadap perbuatan yang dilakukan. 434 1 1 . Al Qur’an Al Karim dan Terjemahnya.BAB I PENDAHULUAN A. (Semarang: PT. Latar Belakang Masalah Kehidupan manusia tidak akan pernah terlepas dari pendidikan. Berbagai macam ilmu serta keterampilan yang diberikan di bangku pendidikan. Oleh karena itu. tangguh. merupakan sumbangan terbesar bagi bangsa untuk menjadi bangsa yang terpelajar. Al Qur’an surat Al Mujadalah ayat 11 juga menyebutkan tentang pendidikan yaitu bahwa orang-orang yang berilmu diberi kedudukan tinggi beberapa derajat. Karya Toha Putra. Bangkit dan tingginya peradaban suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh keberhasilan yang dicapai dalam bidang ilmu pengetahuan. 1996). yakni mendidik dan dididik. terampil dan terpelajar. Pendidikan juga berperan dalam upaya menciptakan dan membentuk generasi muda menjadi generasi penerus yang maju.

dunia pendidikan pun perlu mengadakan inovasi atau pembaharuan dalam berbagai bidang. Masalah-masalah pendidikan yang sifatnya metodik dan strategik sudah mulai dipahami oleh para pendidik atas kesadaran bahwa pendidikan nasional adalah investasi masa depan bangsa. Oleh karena itu. maka berdirilah. memiliki kepercayaan diri yang tinggi. termasuk dalam strategi pembelajaran. . kreatif.2 Artinya: “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis". profesional. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. serta tingkah laku sehingga membuat siswa menyenangi proses pembelajaran. berwawasan jauh ke depan (visioner). pendidikan adalah masalah yang menarik untuk terus dikaji dan dikembangkan. maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. diantaranya adalah bagaimana strategi mengaktualisasikan kompetensi siswa berdasarkan kemampuan. sikap. dan inovatif diperlukan strategi yang tepat. unggul. sifat. Untuk menghasilkan output yang berwawasan luas.” Seiring perkembangan serta kemajuan sains dan teknologi yang semakin pesat. niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu".

akurat. hlm. menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh 4. 2 Departemen Pendidikan Nasional. atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah 5. Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 Tanggal 23 Mei 2006. Salah satu tujuan pendidikan matematika tersebut menunjukkan bahwa arah atau orientasi pembelajaran matematika adalah kemampuan pemecahan masalah matematika. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat. menyusun bukti. perhatian. yaitu memiliki rasa ingin tahu. Memahami konsep matematika. menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma. secara luwes.3 Mata pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut: 2 1. bukan saja mereka yang mendalami matematika. melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi. dan minat dalam mempelajari matematika. 346 . diagram. atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika 3. Kemampuan ini sangat berguna bagi siswa pada saat mendalami matematika maupun kehidupan sehari-hari. merancang model matematika. serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah. tetapi juga yang akan menerapkannya dalam bidang lain. efisien dan tepat dalam pemecahan masalah 2. Mengomunikasikan gagasan dengan simbol. tabel. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah.

Siswa yang tekun merasa harus bekerja melebihi siswa yang . Banyak siswa juga tidak senang disuruh bekerjasama dengan yang lain. berinteraksi dengan guru. drill. sehingga siswa dapat mengingat dan mengingat lebih lama konsep tersebut. Model Cooperative Learning belum banyak diterapkan dalam pendidikan matematika walaupun orang Indonesia sangat membanggakan sifat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. banyak orang mempunyai kesan negatif mengenai kegiatan kerjasama atau belajar dalam kelompok. bahkan ceramah. Proses pembelajaran seperti ini hanya menekankan pada tuntutan pencapaian kurikulum daripada mengembangkan kemampuan belajar siswa. Alasan yang utama adalah kekhawatiran bahwa akan terjadi kekacauan di kelas dan siswa tidak belajar jika mereka ditempatkan dalam grup. Rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika ada kaitannya dengan pendekatan pembelajaran yang dilakukan guru. Model pembelajaran yang tepat diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.4 Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa masih rendah. Selain itu. dan merespon pemikiran siswa lainnya. Kegiatan pembelajaran yang dimaksud dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk saling bertukar pendapat. bekerjasama dengan teman. Kebanyakan pengajar enggan menerapkan sistem kerjasama di dalam kelas karena beberapa alasan. Proses pembelajaran matematika pada umumnya dilakukan secara konvensional. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah model Cooperative Learning.

hlm. yaitu: presentasi kelas. kuis. 2. Cooperative Learning Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas. 12 3 . dan mengembangkan sikap sosial siswa. dimana masing-masing kelompok beranggotakan 4-5 siswa untuk bekerjasama dalam menyelesaikan tugas. dan rekognisi tim. Pada pembelajaran kooperatif tipe STAD siswa dalam kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. (Jakarta: Grasindo. sedangkan siswa yang kurang mampu merasa minder ditempatkan dalam satu grup dengan siswa yang lebih pandai. berpikir kritis. 29 4 Th. STAD terdiri atas lima komponen utama. Anita Lie. Sebenarnya. Materi-materi dalam Standar Isi yang diharapkan akan berhasil secara optimal dalam kegiatan pembelajaran jika digunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah:4 1. Materi-materi untuk memahami konsep-konsep matematika yang sulit serta membutuhkan kemampuan bekerjasama. pembagian kerja yang kurang adil tidak perlu terjadi dalam kerja kelompok jika pengajar benar-benar menerapkan prosedur model pembelajaran Cooperative Learning.5 lain dalam grup mereka. hlm. Penerapan Pendekatan Kooperatif STAD dalam Pembelajaran Matematika SMP. 2008). Widyantini.3 Salah satu tipe model pembelajaran kooperatif adalah STAD (Student Teams Achievement Division). skor kemajuan individual. Materi-materi yang berkaitan dengan pemecahan masalah (problem solving). tim.

2008). B. Wina Sanjaya. model Contextual Teaching and Learning (CTL). Identifikasi Masalah Beberapa permasalahan yang terdapat di MTs Negeri Loano Purworejo adalah sebagai berikut: 1. CTL adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. pemodelan dan berbagai sumber informasi yang lain. Siswa dapat memperoleh pengetahuan dari bertanya. Berdasarkan permasalahan tersebut di atas. Rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. (Jakarta: Kencana. Strategi Pembelajaran Berorientasi Stadar Proses Pendidikan. maka peneliti bermaksud untuk membandingkan efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL).6 Materi-materi dalam standar isi di atas juga sesuai dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). hlm. CTL merupakan salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan KTSP. STAD ini juga sebagai salah satu cara membentuk masyarakat belajar. dan model ekspositori dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. 255 5 .5 Sementara itu STAD mengarahkan siswa belajar dengan cara mengkonstruksi berbagai pengetahuan yang diperoleh dari belajar sendiri dan berdiskusi dengan teman sekelompoknya.

maka penulis merasa perlu untuk mempersempit ruang lingkup penelitian ini. Penelitian ini difokuskan untuk membandingkan efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL). Model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) belum banyak diterapkan dalam pembelajaran matematika. Proses pembelajaran di kelas kurang meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas. 4. dan model ekspositori dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.7 2. model Contextual Teaching and Learning (CTL). maka permasalahan yang dapat dirumuskan dalam penelitian ini adalah : 1. D. Siswa tidak terbiasa mengerjakan soal matematika yang berawal dari suatu masalah. Apakah terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model . C. Batasan Masalah Mengingat keterbatasan dan kemampuan yang dimiliki peneliti. 3. Efektivitas ini dilihat dari ada tidaknya perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa yang mengikuti ketiga model pembelajaran tersebut.

8 pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL). Seberapa efektif model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) dibanding model ekspositori dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII MTs Negeri Loano Purworejo? 4. Mengetahui ada tidaknya perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL). . model Contextual Teaching and Learning (CTL). model Contextual Teaching and Learning (CTL). Seberapa efektif model Contextual Teaching and Learning (CTL) dibanding model ekspositori dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII MTs Negeri Loano Purworejo? E. dan model ekspositori? 2. Tujuan Penelitian Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah: 1. Seberapa efektif model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) dibanding model Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII MTs Negeri Loano Purworejo? 3. dan model ekspositori.

khususnya . b.9 2. Mengetahui efektivitas model Contextual Teaching and Learning (CTL) dibanding model ekspositori dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII MTs Negeri Loano Purworejo. Untuk menambah wawasan baru dan sebagai dorongan untuk diadakannya penelitian lanjutan tentang keefektifan penggunaan model pembelajaran matematika. Mengetahui efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) dibanding model ekspositori dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII MTs Negeri Loano Purworejo. F. 4. dalam suatu proses pembelajaran. Bagi mahasiswa/peneliti a. 3. Mengetahui efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) dibanding model Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII MTs Negeri Loano Purworejo. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai berikut : 1. Sebagai masukan kepada calon pendidik untuk meyalurkan ilmu kepada siswa secara maksimal.

Untuk menjalin hubungan yang komunikatif dengan siswa. Bagi Siswa a. Bagi guru a. 4. b. Dengan penggunaan model pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran matematika diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.10 2. . b. b. Sebagai salah satu referensi model pembelajaran yang dapat digunakan dalam rangka peningkatan kualitas outcome pendidikan. Sebagai informasi penggunaan model pembelajaran yang kemungkinan akan mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP/MTs. Bagi Sekolah a. khususnya mata pelajaran matematika. Memberikan kemudahan bagi siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Sebagai masukan bagi guru untuk memilih model pembelajaran yang efektif. 3.

belajar adalah perubahan tingkah laku (change in behavior) untuk menjadi lebih baik atau buruk. mengungkapkan bahwa belajar diartikan sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan individu dan individu dengan lingkungannya. Kedua. Nasution (1995). (Mc. dalam buku Menjadi Guru Profesional. hlm. Landasan Teori 1. (Bandung: Remaja Rosdakarya.”7 Dari definisi yang dikemukakan Morgan ini. Uzer Usman. Ketiga.8 Definisi belajar juga dikemukakan oleh Hilgard yang dikutip oleh S. menurut Hilgard: “Learning is the process by which an activity originates or is changed through training procedure (whether in the laboratory or in the natural environment) as distinguished from changes by factors not attributable to 7 8 Clifford Thomas Morgan. disebut belajar jika perubahan tingkah laku terjadi dalam waktu yang relatif menetap.Graw-Hill. 1979). Pertama. Menjadi Guru Profesional. belajar mempunyai tiga elemen penting. Pengertian Belajar dan Pembelajaran Menurut Morgan dalam buku Introduction to Psychology (1979) dijelaskan : “Learning can be defined as any relatively permanent change in behavior which occurs as a result of practice or experience.BAB II LANDASAN TEORI DAN KAJIAN PUSTAKA A. User Usman. 2 11 . perubahan yang terjadi merupakan hasil dari latihan atau pengalaman (practice or experience). perubahan yang terjadi harus relatif menetap (relatively permanent).1992). Artinya. 112 Moh. Moh. Introduction to Psychology. hlm.

dapat disimpulkan pengertian belajar adalah suatu proses terarah yang dilakukan dengan sadar dan kontinu oleh seseorang sehingga terjadi perubahan tingkah laku yang relatif menetap dalam dirinya sebagai hasil dari latihan atau pengalaman.9 Dari beberapa definisi belajar di atas. yang banyak dipakai dalam dunia pendidikan di Amerika Serikat. pembelajaran dapat diartikan sebagai proses komunikasi fungsional antara siswa dengan guru dan siswa dengan siswa dalam rangka perubahan sikap dan pola pikir yang akan menjadi kebiasaan bagi siswa yang bersangkutan. 102 11 Erman Suherman.”10 Pembelajaran merupakan upaya penataan lingkungan yang memberi nuansa agar program belajar tumbuh dan berkembang secara optimal. Strategi Pembelajaran Berorientasi Stadar Proses Pendidikan. (Jakarta: Bumi Aksara. yang menempatkan siswa sebagai sumber dari kegiatan. 2008). Proses belajar bersifat internal dan unik dalam diri individu siswa. Proses pembelajaran adalah suatu kegiatan nyata mempengaruhi anak didik dalam satu situasi yang memungkinkan S. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Gagne mengungkapkan bahwa: “Instruction is a set of event that effect learners in such a way that learning is facilitated. dkk. Didaktik Asas-Asas Mengajar.12 training”. 35 Wina Sanjaya. Nasution. Kata “pembelajaran” adalah terjemahan dari “instruction”. 7 10 9 . sedang proses pembelajaran bersifat eksternal yang sengaja direncanakan dan bersifat rekayasa perilaku.11 Menurut konsep komunikasi. hlm. Istilah ini banyak dipengaruhi oleh aliran psikologi holistik. (Jakarta: Kencana. hlm. hlm. 1995).

hlm. untuk membuat generalisasi dari teorema itu harus dapat dibuktikan kebenarannya secara umum (deduktif).12 Matematika merupakan ilmu pengetahuan yang terbentuk dari hasil pemikiran manusia yang berkaitan dengan ide. coba-coba (induktif) seperti halnya ilmu pengetahuan alam dan ilmu-ilmu pengetahuan umumnya. dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika adalah suatu kegiatan nyata mempengaruhi anak didik dalam satu situasi yang memungkinkan terjadinya interaksi guru dan siswa. yang mulanya diambil dari perkataan Yunani. atau siswa dan lingkungan dengan tujuan untuk Ibid.15 Ibrahim & Suparni. Konsep dalam matematika bersifat tetap. Mathematike mempunyai akar kata mathema yang berarti pengetahuan atau ilmu (knowledge. atau siswa dan lingkungan. Strategi Pembelajaran Matematika. hlm 2 13 12 . mathematike. yang berarti “relating to learning”. eksperimen. Kebenaran generalisasi matematika harus dapat dibuktikan secara deduktif. dengan kata lain matematika bersifat deduktif.13 Dalam matematika tidak ada perubahan konsep yang karena adanya eksperimen maupun observasi. siswa dan siswa.13 terjadinya interaksi guru dan siswa. Pembelajaran Matematika Matematika berasal dari bahasa latin mathematica. 2. 2008). siswa dan siswa. science). proses dan penalaran. (Yogyakarta : Bidang Akademik UIN Sunan Kalijaga. sebab dalam matematika tidak menerima generalisasi yang berdasarkan pada observasi. Matematika disebut ilmu deduktif. Dari beberapa pengertian tersebut.

keberhasilan terhadap usaha atau tindakan. (Yogyakarta: USD. Hlm. 2005). dan pemahaman arti belajar yang bermuara pada satu perilaku.14 mengetahui ilmu pengetahuan deduktif yang berkaitan dengan ide. Menurut Kauchak yang dikutip oleh Slamet Soewandi (2005 : 44). yaitu kemampuan membangun dan mengembangkan proses belajar siswa secara optimal. Kamus Besar Bahasa Indonesia. efektivitas disamakan dengan keefektifan. 44 14 . 2002). 284 15 Slamet Soewandi.15 Efektivitas yang dimaksud dalam skripsi ini adalah tingkat keberhasilan siswa dalam mengikuti pembelajaran yang dikelola semaksimal mungkin dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis CTL. model pembelajaran CTL. dan ekspositori sehingga tercapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan sebelumnya yaitu meningkatnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII MTs Negeri Loano Purworejo tahun ajaran 2009/2010. CTL.14 Efektivitas dari suatu model pembelajaran adalah suatu ukuran yang berhubungan dengan proses pembelajaran dan tingkat keberhasilan siswa. (Jakarta: Balai Pustaka. perasaan. Efektivitas Pembelajaran Menurut Kamus Bahasa Indonesia. pembelajaran yang efektif merupakan kesatuan dari ketrampilan. yaitu keadaan berpengaruh. dan penalaran. 3. Model pembelajaran yang dimaksud adalah model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis CTL. dan model pembelajaran Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. hlm. proses. Perspektif Pembelajaran Berbagai Bidang Studi. penguasaan materi. dkk.

dan mengekspresikan ide. Cooperative learning : Teori dan Aplikasi PAIKEM. ide. menyelesaikan suatu tugas. 46 17 Erman Suherman. 4. cara berpikir. Tingkat efektivitas dapat diketahui dari persentase bobot efektivitas nilai post-test siswa pada masing-masing pelaksanaan model pembelajaran. atau mengerjakan sesuatu untuk mencapai tujuan bersama lainnya. fungsi model adalah “each model guides us as we design instruction to help students achieve various objectives. (Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Merujuk pemikiran Joyce yang dikutip oleh Agus Suprijono (2009 : 46).dkk.16 Melalui model pembelajaran guru dapat membantu peserta didik mendapatkan informasi.17 Dalam suatu kelompok pada pembelajaran kooperatif. 260 . Selanjutnya nilai post-test dihitung dengan rumus bobot efektivitas suatu model pembelajaran terhadap model pembelajaran yang lain. 16 Agus Suprijono. Model Pembelajaran Kooperatif Model pembelajaran adalah pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas maupun tutorial.15 ekspositori. hlm. Pembelajaran kooperatif (Cooperatif Learning) mencakup suatu kelompok kecil siswa yang bekerja sebagai sebuah tim untuk menyelesaikan sebuah masalah. setiap siswa bekerjasama dan saling membantu teman dalam kelompoknya untuk menyelesaikan masalah yang diberikan. keterampilan. 2009). hlm. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Siswa juga berlatih untuk menghargai pendapat yang berbeda dari teman dalam kelompok ketika melakukan diskusi.

Presentasi Kelas Materi dalam STAD pertama-tama diperkenalkan dalam presentasi di dalam kelas. b. skor kemajuan individual. kuis. dan rekognisi tim. 5.16 Model pembelajaran kelompok adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. karena dengan demikian akan sangat membantu mereka mengerjakan kuis-kuis. Adanya peserta dalam kelompok. Teori. Cooperative Learning. yaitu: a. yaitu: presentasi kelas. Slavin. Student Teams Achievement Division (STAD) STAD merupakan salah satu metode pembelajaran kooperatif yang paling sederhana.2009). dan Praktik.143 18 . tetapi bisa juga memasukkan presentasi audiovisual. Robert E. Adanya upaya belajar setiap anggota kelompok. d. Adanya tujuan yang harus dicapai. 18 a. Ini merupakan pengajaran langsung seperti yang sering kali dilakukan atau diskusi pelajaran yang dipimpin oleh guru. STAD terdiri atas lima komponen utama. hlm. Riset. Adanya keteraturan kelompok. Ada empat unsur penting dalam pembelajaran kooperatif. tim. dan merupakan model yang paling baik untuk permulaan bagi para guru yang baru menggunakan pendekatan kooperatif. dan skor kuis mereka menentukan skor tim mereka. (Bandung: Nusa Media. Para siswa harus benar-benar memberi perhatian penuh selama presentasi kelas. c.

yang ditekankan adalah membuat anggota tim melakukan yang terbaik untuk membantu tiap anggotanya. adalah untuk mempersiapkan anggotanya untuk bisa mengerjakan kuis dengan baik. penerimaan terhadap siswasiswa mainstream. Setelah guru menyampaikan materinya. ras dan etnisitas. Pada tiap poinnya. Tim Tim terdiri dari empat atau lima siswa yang mewakili seluruh bagian dari kelas dalam hal kinerja akademik. Kuis Setelah sekitar satu atau dua periode setelah guru memberikan presentasi dan sekitar satu atau dua periode praktik tim. c. Fungsi utama dari tim ini adalah memastikan bahwa semua anggota tim benar-benar belajar.17 b. dan itu adalah untuk memberikan perhatian dan respek yang mutual yang penting untuk akibat yang dihasilkan seperti hubungan antarkelompok. jenis kelamin. dan lebih khususnya lagi. rasa harga diri. para siswa . Tim adalah fitur yang paling penting dalam STAD. membandingkan jawaban dan mengoreksi tiap kesalahan pemahaman apabila anggota tim ada yang membuat kesalahan. Yang paling sering terjadi pembelajaran itu melibatkan pembahasan permasalahan bersama. Tim ini memberikan dukungan kelompok bagi kinerja akademik penting dalam pembelajaran. tim berkumpul untuk mempelajari lembar kegiatan atau materi lainnya.

6. Sehingga tiap siswa bertanggungjawab secara individual untuk memahami materinya. yang diperoleh dari ratarata kinerja siswa tersebut sebelumnya dalam mengerjakan kuis yang sama. Siswa selanjutnya akan mengumpulkan poin untuk tim mereka berdasarkan tingkat kenaikan skor kuis mereka dibandingkan dengan skor awal mereka. Contextual Teaching and Learning (CTL) Pembelajaran Kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan konsep yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata dan mendorong peserta .18 akan megerjakan kuis. Rekognisi tim Tim akan mendapatkan sertifikat atau bentuk penghargaan yang lain apabila skor rata-rata mereka mencapai kriteria tertentu. d. e. Skor tim siswa dapat juga digunakan untuk menentukan dua puluh persen dari peringkat mereka. tetapi tak ada siswa yang dapat melakukannya tanpa memberikan usaha mereka yang terbaik. Tiap siswa diberikan skor awal. Skor kemajuan individual Gagasan dibalik skor kemajuan individual adalah untuk memberikan kepada tiap siswa tujuan kinerja yang akan dapat dicapai apabila mereka bekerja lebih giat dan memberikan kinerja yang lebih baik daripada sebelumnya. Tiap siswa dapat memberikan kontribusi poin yang maksimal kepada timnya dalam sistem skor ini.

yaitu dengan konteks keadaan pribadi.19 didik membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. sosial. Contextual Teaching and Learning: Menjadikan Kegiatan Belajar-Mengajar Mengasyikkan dan Bermakna. Perbandingan Pola Pembelajaran Tradisional dan Kontekstual Pengajaran Tradisional Menyandarkan pada hafalan Pembelajaran Kontekstual Menyandarkan spasial Berfokus pada satu bidang Mengintegrasikan berbagai bidang (disiplin) (disiplin) atau multidisiplin informasi berdasarkan pada memori Nilai informasi bergantung Nilai pada guru Memberikan kebutuhan peserta didik informasi Menghubungkan informasi baru kepada peserta didik sampai dengan pengetahuan yang telah pada saatnya dibutuhkan dimiliki peserta didik Agus Suprijono. (Yogyakarta : Pustaka Pelajar. 67 19 . Cooperative Learning : Teori dan Aplikasi PAIKEM. 81 20 Elaine B. 2008).( Bandung: Mizan Learning Center (MLC). hlm. Johnson. hlm. 2009).19 Sistem CTL adalah sebuah proses pendidikan yang bertujuan menolong para siswa melihat makna di dalam materi akademik yang mereka pelajari dengan cara menghubungkan subjek-subjek akademik dengan konteks dalam kehidupan keseharian mereka.1. dan budaya mereka.20 Perbandingan pola pembelajaran tradisional dan kontekstual adalah sebagai berikut: Tabel 2.

Belajar dalam konstruktivisme menekankan pada pertanyaan “mengapa”.20 Penilaian akademik ujian hanya formal untuk Penilaian berupa penerapan autentik praktis melalui pemecahan problem nyata Ada 7 (tujuh) komponen pembelajaran kontekstual yaitu kontruktivisme. pemodelan (modelling). mengumpulkan data dan eksperimentasi. Proses konstruksi “mengonstruksi” melibatkan pengetahuan pengembangan logika deduktif-induktif-hipotesis-verifikasi. dan menganalisis proses inkuiri. 85 . b. c. Konstruktivisme Belajar berdasarkan konstruktivisme adalah pengetahuan. merumuskan penjelasan. refleksi. dan penilaian autentik.21 a. masyarakat belajar (learning community). mengumpulkan data dan verifikasi. inkuiri. Inkuiri Prosedur inkuiri terdiri dari tahapan yaitu melontarkan permasalahan. bertanya (questioning). 21 Ibid. Bertanya Pembelajaran kontekstual dapat dibangun melalui tanya jawab oleh keseluruhan unsur yang terlibat dalam komunitas belajar. hlm.

dan mengevaluasi hal-hal yang telah dipelajari. f. Data diperoleh dari kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik selama pembelajaran. Komponen “masyarakat belajar” ini dalam praktiknya diwujudkan dalam kerjasama yang terjadi antarsiswa.21 d. menganalisis kembali. Masyarakat Belajar Melalui interaksi dalam komunitas belajar. Refleksi Refleksi merupakan upaya untuk melihat kembali. mengorganisir kembali. Hasil belajar diperoleh dari berkolaborasi dan berkooperasi. Pemodelan Pembelajaran kontekstual menekankan arti penting pendemonstrasian terhadap hal yang dipelajari peserta didik. dapat disimpulkan bahwa CTL merupakan model pembelajaran yang mengakui bahwa belajar hanya terjadi jika siswa memproses informasi atau pengetahuan baru sehingga menjadi masuk akal sesuai dengan kerangka berpikir yang dimilikinya. proses dan hasil belajar menjadi lebih bermakna. mengklarifikasi kembali. Dari uraian di atas. Penilaian Autentik Penilaian autentik adalah upaya pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran atau informasi perkembangan pengalaman belajar peserta didik. g. Penggabungan materi pelajaran dengan konteks keseharian siswa di dalam pembelajaran . e.

dan penilaian autentik (authentic assesment) seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. pemodelan (modeling). Sedangkan dalam CTL. yaitu: presentasi kelas. skor kemajuan individual. pembelajaran dilakukan dengan mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata dan mendorong peserta didik membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. tim. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD berbasis CTL dalam penelitian ini merupakan pembelajaran STAD dilaksanakan dengan menyertakan tujuh komponen CTL yang meliputi: konstruktivisme (constructivism). 7. kuis. . bertanya (questioning). inkuiri. masyarakat belajar (learning community). Ada 7 (tujuh) komponen pembelajaran kontekstual yaitu kontruktivisme. refleksi (reflection). dan rekognisi tim. bertanya (questioning). pemodelan (modelling). Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Berbasis CTL Seperti telah diuraikan di atas bahwa STAD merupakan salah satu metode pembelajaran kooperatif yang terdiri atas lima komponen utama. menemukan (inquiry). dan penilaian autentik.22 kontekstual akan menghasilkan dasar-dasar pengetahuan yang kuat dan mendalam sehingga siswa kaya akan pemahaman masalah dan cara untuk menyelesaikannya. masyarakat belajar (learning community). refleksi.

(Jakarta: Kencana. 181 . Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Berorientasi pada Tujuan Sebelum strategi ini diterapkan. b. hlm. Guru menyampaikan materi pembelajaran secara terstruktur dengan harapan materi pelajaran yang disampaikan dapat dikuasai siswa dengan baik. Dalam penggunaan strategi pembelajaran ekspositori terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan oleh setiap guru. 179 23 Ibid. guru memegang peran yang sangat dominan. hlm. Seperti kriteria pada umumnya.23 8. yang menunjuk pada proses penyampaian pesan dari seseorang 22 Wina Sanjaya. 2006). Setiap prinsip tersebut dijelaskan di bawah ini. terlebih dahulu guru harus merumuskan tujuan pembelajaran secara jelas dan terukur.22 Pembelajaran ekspositori merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada guru (teacher centered approach. Pembelajaran Ekspositori Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal. Prinsip Komunikasi Proses pembeajaran dapat dikatakan sebagai proses komunikasi. Dalam strategi ini.tujuan pembelajaran harus dirumuskan dalam bentuk tingkah laku yang dapat diukur dan berorientasi pada kompetensi yang harus dicapai oleh siswa.23 a.

Tujuannya agar siswa dapat menerima informasi sebagai stimulus yang kita berikan.24 (sumber pesan) kepada seseorang atau sekelompok orang (penerima pesan). Prinsip Kesiapan Yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah kita harus memosisikan siswa dalam keadaan siap baik secara fisik maupun psikis untuk menerima pelajaran. d. Ada beberapa langkah dalam penerapan strategi ekspositori. Penyajian (presentation) c. 185 . Penerapan (application) 24 Ibid. Persiapan (preparation) b. Menyimpulkan (generalization) e. hlm. Pesan yang ingin disampaikan dalam hal ini adalah materi pelajaran yang diorganisir dan disusun sesuai dengan tujuan tertentu yang ingin dicapai. c. Prinsip Berkelanjutan Proses pembelajaran ekspositori harus dapat mendorong siswa untuk mau mempelajari materi pelajaran lebih lanjut. yaitu:24 a. Menghubungkan (correlation) d.

guru mengulang kembali inti-inti materi yang menjadi pokok persoalan. d. guru menyampaikan materi pelajaran sesuai dengan persiapan yang telah dilakukan. justru mereka akan merasa tertantang untuk mempelajari materi pelajaran yang akan disampaikan itu. b. Persiapan Dalam langkah persiapan dilakukan beberapa hal. Menghubungkan Guru menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman siswa atau dengan hal-hal lain yang memungkinkan siswa dapat menangkap keterkaitannya dalam struktur pengetahuan yang telah dimilikinya. Menyimpulkan Pada langkah ini. . 2) Guru mengemukakan tujuan yang akan dicapai dalam proses pembelajaran. Penyajian Pada langkah ini. yaitu : a. dengan tujuan agar siswa tidak merasa dibebani.25 Adapun langkah-langkah dalam menerapkan pembelajaran dengan metode ekspositori yang dilakukan dalam penelitian ini. c. 3) Guru mengingatkan kembali materi yang terkait agar materi pelajaran bisa cepat ditangkap oleh siswa. meliputi: 1) Guru memberikan sugesti yang positif terhadap siswa.

Selain itu.26 Siswa yang telah terbiasa menyelesaikan masalah akan mampu mengambil keputusan sebab siswa tersebut akan mempunyai keterampilan dalam mengumpulkan informasi yang relevan. hlm. Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Mathematical Problem Solving is the resolution of a situation in mathematics which is regarded as a problem by the person who resolves it. siswa dimungkinkan memperoleh pengalaman menggunakan pengetahuan serta keterampilan yang sudah dimiliki untuk diterapkan pada pemecahan masalah yang bersifat tidak rutin. 1981). Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Pemecahan masalah merupakan bagian dari kurikulum matematika yang sangat penting karena dalam proses pembelajaran maupun penyelesaian. 9. menganalisis informasi dan mengoreksi hasil yang telah diperolehnya. 25 Frederick H.25 Pemecahan masalah matematika merupakan suatu resolusi atau pemecahan dari situasi matematika yang berkaitan dengan masalah yang dipecahkan oleh seseorang. tes yang diberikan berupa soal post test untuk mengukur kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika. diantaranya soal-soal yang berupa masalah. Bell. Theaching and Learning Mathematics (In Secondary School). hlm. 89 . siswa diberikan tes sesuai dengan materi yang telah diberikan. 310 26 Erman Suherman. siswa diberikan soal-soal latihan.26 e.C. (Iowa: WM. Dalam hal ini. Penerapan Pada langkah aplikasi.Brown Company.

5) untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam memantau dan mengevaluasi jalan berpikirnya dan kemajuan yang dicapai selama memecahkan masalah. verbal association. rule learning. chaining. dan problem solving. 3) untuk mengembangkan perilaku dan keyakinan yang mendukung pemecahan masalah. yaitu signal learning. hlm.(UNY: 2007). Hal ini dapat dipahami sebab pemecahan masalah merupakan tipe belajar paling tinggi dari delapan tipe yang dikemukakan Gagne. 7) untuk mengembangkan kemampuan siswa memperoleh jawaban yang benar terhadap berbagai jenis masalah. concept learning. stimulus-response learning. 2) untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam memilih dan menggunakan strategi pemecahan masalah. 22 . 6) untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah siswa dalam situasi belajar kooperatif. bahwa keterampilan intelektual tingkat tinggi dapat dikembangkan melalui pemecahan masalah. discrimination learning. Tujuan dari mengajarkan pemecahan masalah menurut Charles Lester dan O’Daffer yang dikutip oleh Sri Wulandari Danoebroto adalah27: 1) untuk mengembangkan kemampuan berpikir siswa. (Tesis yang berjudul: Pengaruh Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia dan Pelatihan Metakognitif terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Sekolah Dasar).27 Berdasarkan teori belajar yang dikemukakan Gagne. Kemampuan siswa dalam memecahkan masalah sangat berkaitan dengan tingkat perkembangan intelektual mereka. 4) untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan pengetahuan yang berkaitan. Sehingga tingkat 27 Sri Wulandari Danoebroto.

Siswa mampu menyelesaikan masalah sesuai dengan rencana. dan melaksanakan pengecekan kembali terhadap semua langkah yang telah dikerjakan.. solusi soal pemecahan masalah memuat empat langkah fase penyelesaian. menyelesaikan masalah sesuai rencana. b. Siswa dapat mengidentifikasi masalah. 28 Erman Suherman. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Menurut Polya. yaitu memahami masalah. Siswa dapat menarik kesimpulan dari jawaban yang diperolehnya. c.28 Mengacu pada fase penyelesaian soal pemecahan masalah menurut Polya. maka indikator kemampuan pemecahan masalah siswa yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a. hlm.28 kesulitan masalah-masalah yang diberikan pada siswa hendaknya disesuaikan dengan perkembangan mereka. dengan melakukan beberapa perubahan oleh peneliti. Tema permasalahan sebaiknya diambil dari kejadian sehari-hari yang lebih dekat dengan kehidupan siswa atau yang diperkirakan dapat menarik perhatian siswa. yaitu dapat menyebutkan apa yang diketahui dan ditanyakan dari masalah. yaitu siswa dapat membuat sketsa atau gambar yang menuliskan model atau rumus yang digunakan untuk memecahkan masalah. Siswa dapat merencanakan penyelesaian masalah. 91 . d. merencanakan penyelesaian. yaitu dapat melakukan operasi hitung dengan benar dan menggunakan satuan yang sesuai.

terdapat lima komponen utama. Hasil penelitiannya menyatakan bahwa pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih efektif daripada pembelajaran matematika dengan menggunakan metode ekspositori pokok bahasan segiempat kelas VII semester 2 SMP Negeri 1 Slawi tahun pelajaran 2006/2007. Penelitian yang Relevan Skripsi yang disusun oleh Hesti Setianingsih. mahasiswa pendidikan matematika FMIPA UNNES 2007 yang berjudul “Keefektifan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pada Pembelajaran Matematika Pokok Bahasan Segiempat Siswa Kelas VII Semester 2 SMP Negeri 1 Slawi Tahun Pelajaran 2006/2007”. dalam belajar pastinya tidak dapat terlepas dari orang lain. Kerjasama dengan teman di kelas dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. kuis. tim. Kerangka Berpikir Matematika merupakan mata pelajaran yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. skor kemajuan individual. tetapi diperlukan juga peran serta siswa dalam menanamkan konsep matematika. Pada model pembelajaran ini. . Guru tidak cukup hanya menyampaikan materi di kelas.29 B. C. Salah satu tipe model pembelajaran kooperatif adalah Student Teams Achievement Division (STAD. Salah satu ketrampilan yang harus dikuasai siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran matematika adalah memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika. yaitu: presentasi kelas. Selain itu. Oleh karena itu. belajar matematika tidak dapat terlepas dari masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe STAD Berbasis CTL diharapkan dapat membuat kemampuan pemecahan masalah matematika siswa menjadi lebih baik. Hipotesis dan Pertanyaan Penelitian 1. namun hasilnya kurang optimal. model CTL. Hipotesis Berdasarkan rumusan masalah. dan model ekspositori untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. pembelajaran matematika yang biasanya diterapkan dengan menggunakan model ekspositori memang sudah membuat siswa aktif. Melalui model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) siswa akan mengetahui makna belajar dan dapat menggunakan pengetahuan serta keterampilan yang diperolehnya untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya. Siswa kurang termotivasi untuk memunculkan ide-ide kreatifnya. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang perbedaan efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis CTL.30 dan rekognisi tim. Sementara itu. Model pembelajaran yang mengaitkan antara materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari siswa adalah Contextual Teaching and Learning (CTL). D. maka dapat diambil hipotesis: Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division . Hal ini belum cukup membekali siswa dalam menghadapi dunia nyata.

31 (STAD) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL). Seberapa efektif model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) dibanding model Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII MTs Negeri Loano Purworejo? b. Seberapa efektif model Contextual Teaching and Learning (CTL) dibanding model ekspositori dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII MTs Negeri Loano Purworejo? . maka diperoleh pertanyaan penelitian sebagai berikut: a. 2. Pertanyaan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah. dan model ekspositori. model Contextual Teaching and Learning (CTL). Seberapa efektif model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) dibanding model ekspositori dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII MTs Negeri Loano Purworejo? c.

1. Desain penelitian yang digunakan seperti pada tabel 3.BAB III METODE PENELITIAN A. tetapi tidak dapat mengontrol semua variabelvariabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan penelitian. tetapi materi yang diberikan sama. kelas eksperimen 2 diberikan pembelajaran dengan model CTL. Pada kelas eksperimen 1 diberikan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis CTL. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen (eksperimen semu). yaitu dua kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Desain Eksperimen Penelitian ini melibatkan tiga kelas. Desain Penelitian Kelas Eksperimen 1 Kontrol Eksperimen 2 Variabel Terikat X Y Z Pre-test (tes awal) O1 O1 O1 Post-test (tes akhir) O2 O2 O2 32 . Tabel 3.1. dan pada kelas kontrol diberikan pembelajaran dengan model ekspositori. Disebut dengan quasi eksperimen karena pada penelitian ini terdapat kelompok kontrol. Ketiga kelas mendapat perlakuan yang berbeda dalam proses belajar. Desain Penelitian 1.

dan pemberian post-test atau tes akhir. yang meliputi penentuan sampel dari populasi dan memilih sampel yang akan dijadikan kelas eksperimen dan kelas kontrol. dan analisis data dan laporan. pemberian treatment atau perlakuan. a. eksperimen.33 Keterangan : X = perlakuan terhadap kelas eksperimen 1 (pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL ) Y Z = perlakuan terhadap kelas kontrol (pembelajaran ekspositori) = perlakuan terhadap kelas eksperimen 2 (pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)) O1 O2 = hasil pre-test = hasil post-test 2. Prosedur Penelitian Prosedur penelitian merupakan langkah atau tahap yang dilakukan dalam penelitian. b. . Prosedur penelitian yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tahap observasi pra eksperimen. Eksperimen Tahap eksperimen terdiri dari pemberian pre-test atau tes awal. Observasi Pra Eksperimen Tahap ini merupakan tahap persiapan sebelum dilaksanakannya eksperimen.

Post-test ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang diberi pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL). Contextual Teaching and Learning (CTL). dan ekspositori.34 1) Pemberian pre-test atau tes awal. menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) pada kelas eksperimen 2. Kemudian dilakukan uji normalitas. uji kesamaan dua variansi (homogenitas). dan menerapkan model pembelajaran ekspositori pada kelas kontrol. yang diberikan kepada siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen. data pre-test dan post-test dianalisis dengan menggunakan perhitungan secara statistik. 3) Tahap post-test atau tes akhir. dihitung skor pencapaian (gain). 2) Tahap treatment atau perlakuan. Dalam tahap ini. c. yang diberikan pada kelas kontrol dan kelas eksperimen dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sebelum diberi treatment atau perlakuan. Dari skor pretest dan posttest kedua kelas sampel. yang dilakukan dengan cara menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) pada kelas eksperimen 1. dan analisis varians pada . yaitu skor post-test dikurangi skor pre-test. Analisis Data dan Laporan Tahap ini merupakan tahap penyelesaian atau akhir eksperimen.

Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di MTs Negeri Loano Purworejo yang beralamatkan di Kebongunung. b. Purworejo. Jl. Variabel Bebas Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL). C. model Contextual Teaching and Learning (CTL). Variabel Penelitian 1. 2. B. 9. Tempat dan Waktu Penelitian 1. dikontrol dengan memberikan konsep yang sama untuk ketiga kelas (satu kelas kontrol dan dua kelas eksperimen).35 skor pencapaian (gain) untuk mengetahui apakah perbedaan rata-rata skor pencapaian (gain) pada ketiga kelompok tersebut signifikan ataukah tidak secara statistik. Bahan atau materi pelajaran. Magelang Km. Adapun variabel yang dikontrol meliputi: a. Variabel Terikat Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah matematika. . dan model ekspositori. Lama waktu pada ketiga kelas dikontrol dengan jumlah waktu yang sama. Loano.

117 1 . (Bandung: Alfabeta. Kualitatif. hlm. Populasi Penelitian Kelas VII A VII B VII C VII D VII E VII F Jumlah Siswa 33 32 36 29 31 29 Sugiyono. Populasi Penelitian Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/ subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. D. 2008).36 2. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2009/2010 yaitu pada bulan Mei 2010. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Penelitian dilakukan selama 2 minggu atau lima kali pertemuan. dan R&D. Tabel 3.2. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif.1 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII MTs Negeri Loano Purworejo tahun ajaran 2009/2010 yang berjumlah 190 siswa.

Ho : data berdistribusi normal Ha : data tidak berdistribusi normal Kriteria pengujian dengan SPSS 16 pada taraf signifikansi 5% adalah jika > 5% maka Ho diterima.0 Analisis Data Statistika dan Penelitian. Saat ini SPSS diperluas untuk berbagai jenis user. Dari hasil perhitungan nilai rapor semester 1 kelas VII A sampai kelas VII F 2 Hartono. Untuk mempermudah pengolahan data digunakan software SPSS 16. menunjukkan besarnya taraf menunjukkan angka signifikansi signifikansi yaitu 5%. diuji terlebih dahulu normalitas. Uji Normalitas Melalui uji normalitas dapat diketahui normal atau tidaknya penyebaran data dari populasi penelitian. hlm. dan uji beda rata-rata dari suatu populasi. SPSS merupakan salah satu paket program komputer yang digunakan dalam mengolah data statistik. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. SPSS sebelumnya merupakan singkatan dari Statistical Package of the Social Sciences karena dirancang untuk pengolahan data statistik pada ilmu-ilmu sosial. sedangkan yang diperoleh berdasarkan hasil pengolahan data.37 Sebelum pemilihan sampel.2 Prosedur pengujian yang dilakukan sebagai berikut: a. 2 . homogenitas. SPSS 16. 2009). misalnya untuk proses produksi di perusahaan dan riset ilmu-ilmu sains. Sehingga SPSS yang sebelumnya singkatan dari Statistical Package of the Social Sciences berubah menjadi Statistical Product and Service Solution.0.

3. = 0. > 5%.079. b. VII D. berarti secara signifikan data berdistribusi normal. = 0. > 5% maka Ho diterima diperoleh nilai kritik artinya secara signifikan ketujuh rata-rata adalah identik atau populasi mempunyai rata-rata yang sama. Uji Homogenitas Variansi Uji homogenitas variansi dilakukan untuk melihat ada tidaknya kesamaan sifat atau ciri-ciri pada populasi dalam penelitian ini. VII C. Hipotesis yang diuji sebagai berikut: Ho : = = =…= Ha : paling sedikit 1 tanda sama dengan pada Ho tidak berlaku Kriteria pengujian dengan SPSS 16 pada taraf signifikansi ( = 5%) adalah jika > 5% maka Ho diterima. VII B. maka Ho diterima diperoleh nilai kritik artinya populasi mempunyai variansi yang sama (homogen).655. Karena Dari hasil perhitungan. Analisis Variansi Hipotesisnya adalah sebagai berikut: Ho : = = =…= Ha : paling sedikit 1 tanda sama dengan pada Ho tidak berlaku.38 diperoleh hasil bahwa angka signifikansi yang dihasilkan pada kelas VII A. Karena = 5%) Dari hasil perhitungan. . dan VII F lebih besar dari 5%. Kriteria pengujian dengan SPSS 16 pada taraf signifikansi ( adalah jika > 5% maka Ho diterima.

3. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif. Tabel 3. kelas VII A dengan menggunakan model pembelajaran CTL. hlm. Pada penelitian ini dipilih 3 kelas untuk sampel yaitu kelas VII B sebagai kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis CTL.3 Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Sampel Penelitian Kelompok Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL ) Model Pembelajaran Contextual Teaching and VII A Learning (CTL) 33 VII B 32 Kelas Jumlah Siswa Model Pembelajaran Ekspositori VII C 36 Sugiyono. 118 3 . Sampel Penelitian Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. (Bandung: Alfabeta. yaitu pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan dengan memperhatikan kelompok/ cluster yang ada di dalam populasi itu. dan R&D. dan kelas VII C sebagai kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran ekspositori.39 2. 2008). Kualitatif.

Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.158 4 . Data nilai tersebut juga digunakan Suharsimi Arikunto. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik sebagai berikut: 1. dokumentasi digunakan untuk memperoleh data nilai rapor siswa pada mata pelajaran matematika semester ganjil. dengan bentuk soal uraian. majalah.40 E.4 Penyelidikan dari bendabenda tertulis itu selanjutnya akan digunakan untuk keperluan penelitian sebagai suatu sumber yang bersifat tetap. Metode dokumentasi dalam penelitian ini digunakan untuk memperoleh daftar nama siswa yang akan menjadi sampel penelitian. peraturan-peraturan. (Jakarta: Rineka Cipta. 2. yang meliputi soal pretes dan post-tes materi pokok segiempat pada siswa kelas VII MTs Negeri Loano Purworejo. Selain itu. yang artinya barangbarang tertulis. Di dalam metode dokumentasi. dokumen. hlm. Metode Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diukur dengan tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Dari data tersebut dapat diketahui tingkat kemampuan siswa. Metode Dokumentasi Dokumentasi. dan sebagainya. dari asal katanya dokumen. peneliti menyelidiki bendabenda tertulis seperti buku-buku. 2006). notulen rapat. catatan harian. sehingga dapat dibuat kelompok-kelompok yang heterogen.

Soal yang diberikan berjumlah 9 soal 5 Ibid. model CTL. hlm.41 untuk uji normalitas. F. 3. uji homogenitas varians. instrumen yang akan digunakan diantaranya adalah: a. Penetapan Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik. dalam arti lebih cermat. Soal pre-test digunakan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sebelum proses pembelajaran berlangsung.160 . Instrumen untuk mengumpulkan data: 1) Soal Pre-Test dan Post-Test Soal pre-test dan post-test dibuat dan dikembangkan sendiri oleh peneliti (dengan pertimbangan dari guru matematika). Metode Observasi Metode observasi digunakan untuk memperoleh data keterlaksanaan pengelolaan pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis CTL. dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. dan model ekspositori oleh guru dan siswa selama pembelajaran. dan analisis varians yang selanjutnya digunakan untuk penentuan awal sampel. Instrumen Penelitian 1. lengkap. sedangkan soal post-test digunakan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah proses pembelajaran berlangsung.5 Pada penelitian ini.

2) Lembar Observasi Lembar observasi merupakan lembar yang berupa pedoman untuk melaksanakan pengamatan di dalam kelas. dan model ekspositori. b. Baik soal pre-test maupun post-test diberikan untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol. Uji coba instrumen dilaksanakan pada tanggal 19 Mei 2010 dengan responden sebanyak 28 siswa dari kelas VII D. sehingga instrumen tersebut perlu di uji coba terlebih dahulu sebelum digunakan untuk penelitian. Uji coba instrumen dalam penelitian ini dilakukan pada populasi di luar sampel penelitian. Uji Coba Instrumen Instrumen yang ada dikembangkan sendiri oleh peneliti. Lembar obervasi ini bertujuan untuk melihat ketercapaian rencana pembelajaran baik dari segi siswa maupun dari segi guru. model CTL. 2. Instrumen untuk perangkat pembelajaran: 1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Terdapat 3 jenis RPP yang digunakan. 2) Lembar Aktivitas Siswa (LAS) Lembar Aktivitas Siswa (LAS) disusun oleh peneliti sebagai media dalam memberikan permasalahan terhadap siswa dan untuk mengetahui proses pemecahan masalah matematika siswa. . yaitu menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis CTL.42 berbentuk uraian.

terlebih dahulu soal tes akan dikonsultasikan dengan dosen pembimbing dan guru matematika MTs Negeri Loano Purworejo.0. untuk mengadakan pengujian validitas isi.6 Validitas dalam penelitian ini meliputi validitas isi dan validitas konstruk. Untuk memenuhi syarat validitas. M. Selanjutnya. digunakan pendapat dari dosen ahli Bapak Sumaryanta. Validitas. Setelah melakukan beberapa perbaikan dan penyesuaian isi soal tes dengan ketentuan yang berlaku di sekolah. Sebuah tes dikatakan memiliki validitas jika hasilnya sesuai dengan kriteria dalam arti memiliki kesejajaran antara tes tersebut dengan kriteria. Reliabilitas dan Interpretasi Hasil Tes. hlm. Validitas Validitas adalah suatu konsep yang berkaitan dengan sejauh mana tes telah mengukur apa yang seharusnya diukur. maka dilakukan pengujian lebih lanjut dengan menguji validitas konstruk soal. sebagai validator. Validitas konstruk adalah tipe validitas yang memungkinkan sejauh mana tes mengungkap suatu trait atau konstruk teoritik yang hendak diukurnya. Analisis Hasil Uji Coba Instrumen a.43 3. soal diujicobakan terhadap siswa pada kelas uji coba dan dilanjutkan dengan menghitung validitas itemnya dengan bantuan program SPSS 16. (Bandung: Remaja Rosdakarya. 2004). Dalam penelitian ini. Sumarna Surapranata.Pd. Validitas isi sebuah tes akan tercapai apabila tes yang akan digunakan tersebut telah disesuaikan dengan kurikulum yang dipakai oleh pihak sekolah yang bersangkutan. Untuk menguji validitas konstruk. 50 6 . Analisis.

hlm. (Jakarta: Bumi Aksara. Maka pengertian reliabilitas tes.72 Ibid. b. Keterangan: : Koefisien korelasi antara X dan Y X : Jumlah skor item Y : Jumlah skor total X2 : Jumlah kuadrat dari skor item Y2 : Jumlah kuadrat dari skor total XY : Jumlah perkalian antara skor item dan skor total N : Jumlah siswa Apabila r butir soal > r tabel untuk df = N . hlm. Suatu tes dapat dikatakan mempunyai taraf kepercayaan yang tinggi jika tes tersebut dapat memberikan hasil yang tetap. .8 7 8 Suharsimi Arikunto. rumusnya yaitu.2 maka butir soal tersebut valid. 86.44 instrumen dianalisis menggunakan analisis product moment7. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. 2009). Reliabilitas Reliabilitas berhubungan dengan masalah kepercayaan. berhubungan dengan masalah ketepatan hasil tes.

.2 < ≤ 1.6 < 0. Selanjutnya dicocokkan dengan nilai tabel r product moment untuk N = jumlah siswa.0 < r11 ≤ 0.4 < 0. hlm. 109. Interpretasi besarnya koefisien reliabilitas instrumen adalah sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) 5) 0.0 = sangat tinggi ≤ 0.4 = rendah 0.8 = tinggi ≤ 0.6 = cukup ≤ 0. Jika nilai Alpha > nilai r tabel maka soal tersebut reliabel. dilihat pada nilai Alpha.45 Pengujian reliabilitas instrumen dalam penelitian ini akan dilakukan dengan teknik koefisien Alpha Cronbach.2 = sangat rendah 9 Ibid.8 < 0. Rumus Alpha9 adalah sebagai berikut: Keterangan : = reliabilitas yang dicari = banyaknya item = jumlah varians skor tiap-tiap item = varians total Untuk mengetahui soal tersebut reliabel atau tidak.

Tingkat Kesukaran Tingkat kesukaran digunakan untuk mengukur seberapa besar derajat kesukaran tes atau item. Teknik perhitungannya yaitu dengan Zainal Arifin. Daya Pembeda Daya pembeda digunakan untuk mengukur sejauh mana suatu butir soal mampu membedakan anak yang pandai dan anak yang kurang pandai berdasarkan kriteria tertentu.46 c. Teknik yang digunakan untuk menghitung daya pembeda bagi tes berbentuk soal uraian adalah dengan menghitung perbedaan dua buah rata-rata (mean) yaitu antara rata-rata dari kelompok atas dengan rata-rata dari kelompok bawah untuk tiap-tiap item. 10 . d. Evaluasi Instruksional Prinsip-Teknik-Prosedur. maka daya pembeda item tersebut signifikan. 141. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:10 Keterangan : MH ML = rata-rata dari kelompok atas = rata-rata dari kelompok bawah = jumlah kuadrat deviasi individualdari kelompok atas = jumlah kuadrat deviasi individual dari kelompok bawah ni N = 27% x N (jumlah responden pada kelompok atas atau bawah) = jumlah seluruh responden yang mengikuti tes Apabila harga t hitung > harga t tabel. 1988). hlm. (Bandung: Remadja Karya.

homogenitas. .Jika jumlah testi yang gagal > 72 %. G. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut: Keterangan: TK = tingkat kesukaran soal Klasifikasi tingkat kesukaran soal adalah sebagai berikut:11 . Skor gain yang telah diperoleh diuji normalitas. Evaluasi Instruksional Prinsip-Teknik-Prosedur. soal termasuk sukar.Jika jumlah testi yang gagal < 28 %. hlm. . Langkah-langkah analisis data kuantitatif berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematika. yaitu skor postes dikurangi dengan skor pretes. dan analisis variansinya dengan SPSS 16. soal termasuk mudah.Jika 28% ≤ jumlah testi yang gagal ≤ 72%.47 menghitung berapa persen testi yang gagal menjawab benar. 11 Zainal Arifin. yaitu: 1. Menghitung skor gain. 135. Teknik Analisis Data Penelitian Setelah melakukan pengumpulan data dengan lengkap. 1988). . (Bandung: Remadja Karya. 3. selanjutnya peneliti melakukan analisis data untuk menjawab rumusan masalah yang telah ditetapkan. 2. Menghitung skor pretes dan postes yang diperoleh tiap siswa berdasarkan pedoman penskoran yang telah dibuat. soal termasuk sedang.

Analisis variansi yang digunakan adalah analisis variansi satu arah (one-way ANOVA).48 a. maka uji pasca ANAVA tidak perlu dilakukan. dan kelas kontrol. b. Uji Normalitas Uji normalitas ini dilakukan untuk mengetahui apakah data hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika pada kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal atau tidak. analisis variansi satu arah dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika pada kelas eksperimen 1. kelas eksperimen 2. c. berarti perlakuan-pelakuan yang diteliti memberikan efek yang sama. Uji Homogenitas Variansi Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah data hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika mempunyai variansi yang homogen atau tidak. peneliti hanya mengetahui bahwa perlakuan-perlakuan yang diteliti tidak memberikan efek yang sama. Dalam penelitian ini. Untuk itu perlu . Namun apabila Ho ditolak. belum diketahui manakah dari perlakuan-perlakuan itu yang secara signifikan berbeda dengan yang lain. Analisis Variansi Analisis Variansi (ANAVA) atau Analysis of Variances (ANOVA) adalah prosedur pengujian kesamaan beberapa rata-rata populasi. Apabila Ho diterima. Analisis variansi mempunyai keuntungan yaitu dapat dilakukannya uji beda rataan untuk beberapa populasi sekaligus.

hlm. Dengan uji Scheffe akan terlihat model pembelajaran manakah yang lebih baik daripada model pembelajaran yang lainnya. 173 13 Asih Zulaika. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2009). Tujuan dari uji Scheffe ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan pada skor gain kemampuan pemecahan masalah matematika siswa antar kelompok sampel. hlm. 61 12 . (UNY: 2007). (Sripsi yang berjudul: Keefektifan Penggunaan Media Gambar Karikatur pada Pengajaran Keterampilan Menulis Bahasa Jerman di SMA N 2 Boyolali). 4.12 Uji pasca ANAVA yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Scheffe. SPSS 16.49 dilakukan uji Pasca ANAVA atau disebut juga dengan tes Post Hoc. terlebih dahulu dihitung nilai post-test dengan menggunakan ketentuan berikut: Nilai (N) = Bobot efektivitas suatu model pembelajaran terhadap model pembelajaran yang lain dihitung dengan menggunakan rumus13 : Keterangan: A : nilai rata-rata post-test kelompok dengan model pembelajaran I B : nilai rata-rata post-test kelompok dengan model pembelajaran II Hartono.0 Analisis Data Statistika dan Penelitian. Post hoc dilakukan dilakukan untuk mengetahui kelompok mana yang berbeda dan mana yang tidak. Menguji efektivitas dari model pembelajaran yang diberikan.

2.1. Sebelum pengujian One Way Anova. Rangkuman hasil pre-test siswa pada kelas eksperimen 1 (kelas VII B).56 4.47 Dari data pre-test dilakukan uji statistik dengan analisis variansi satu arah (One Way ANOVA).68 Kelas VII C 36 24 6 14.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Analisis Tahap Awal Analisis tahap awal diperlukan untuk mengetahui keadaan awal dari ketiga sampel. 4. Data yang digunakan dalam analisis tahap awal adalah skor pre-test. terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Data Pre-Test Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Skor Pre-Test No.1. Tabel 4. kelas eksperimen 2 (kelas VII A).99 Kelas VII B 32 37 4 18. 3. dan kelas kontrol (kelas VII C) dapat dilihat pada tabel 4. Hasil Penelitian 1. 50 . Jumlah siswa Skor maksimal Skor minimal Rerata Deviasi standar 33 45 5 15. 5.50 7. Statistik Kelas VII A 1.61 7.

Sig..060 0.060 > 0. (2-tailed) ( ) 0.05. Kelas VII A VII B VII C Asymp.2.2.05. Uji normalitas skor pre-tes dilakukan dengan SPSS 16 menggunakan One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test.459 0.550 Distribusi Normal Normal Normal Berdasarkan data uji normalitas skor pretes pada tabel 4. 1. 3. 2. berarti data berdistribusi normal. 2) Pada kelas VII B (kelompok eksperimen yang diajar dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbasis Contextual Teaching and . Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Tabel 4. diperoleh hasil sebagai berikut: 1) Pada kelas VII A (kelompok eksperimen yang diajar dengan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning) diperoleh nilai = 0. (2-tailed) 0. Adapun cara pengambilan keputusan adalah sebagai berikut: 1) Jika Asymp. Sig. maka data normal 0.05.51 a. Sig. (2-tailed) 2) Jika Asymp.2. Data Uji Normalitas Skor Pre-test No. maka data tidak normal Rangkuman hasil uji normalitas dengan One-Sample KolmogorovSmirnov Test dapat dilihat pada tabel 4.

52

Learning (CTL)) diperoleh nilai berdistribusi normal.

= 0,459 > 0,05, berarti data

3) Pada kelas VII C (kelompok kontrol yang diajar dengan model pembelajaran ekspositori) diperoleh nilai data berdistribusi normal. b. Uji Homogenitas Variansi Hasil uji homogenitas variansi bertujuan untuk mengetahui apakah sampel mempunyai variansi yang homogen atau tidak. Pengujian homogenitas untuk skor pre-test dilakukan dengan SPSS 16.0. Adapun hasil dari uji homogenitas variansi untuk skor pre-test dapat dilihat pada tabel 4.3. dengan pengambilan keputusan sebagai berikut: 1) Jika sig. 2) Jika sig. 0,05, maka data homogen 0,05, maka data tidak homogen = 0,550 > 0,05, berarti

Tabel 4.3. Data Uji Homogenitas Skor Pre-Test Variabel X Sig. ( ) 0,171 0,05 Variansi Homogen

Keterangan : X = skor pre-test dari ketiga sampel (kelas VII A, VII B, dan VII C) Berdasarkan data uji homogenitas skor pretes di atas, diperoleh nilai = 0,171. Karena = 0,171 > 0,05, maka Ho diterima, dengan

kata lain data mempunyai variansi adalah sama atau homogen.

53

Jadi, hasil uji normalitas dan uji homogenitas variansi pada skor pre-test menunjukkan bahwa kemampuan awal ketiga sampel berdistribusi normal dan mempunyai variansi yang sama. Karena data normal dan homogen maka pengujian dapat dilanjutkan dengan analisis varians menggunakan One Way ANOVA. b. Analisis Variansi Analisis variansi skor pre-test dilakukan dengan SPSS 16 yaitu menggunakan One Way ANOVA. Hasil analisis variansi dapat dilihat pada tabel 4.4. dengan pengambilan keputusan sebagai berikut: 1) Jika sig. > 0,05, maka hasil pre-test tidak berbeda 2) Jika sig. 0,05, maka hasil pre-test berbeda

Tabel 4.4. Data Analisis Varians Skor Pre-test Sumber X Sig. ( ) 0,084 0,05 Keterangan Hasil pre-test tidak berbeda

Keterangan : X = skor pre-test dari ketiga sampel (kelas VII A, VII B, dan VII C) Dari data analisis varians skor pre-test pada tabel 4.4., diperoleh nilai = 0,084. Karena = 0,084 > 0,05, maka Ho diterima, dengan

kata lain tidak terdapat perbedaan kemampuan awal siswa pada kelas eksperimen 1, kelas eksperimen 2, dan kelas kontrol berdasarkan skor pre-test.

54

Dari analisis data awal dapat disimpulkan bahwa sampel berdistribusi normal, memiliki variansi yang homogen, dan memiliki rata-rata nilai awal yang sama. Ini berarti sampel berasal dari kondisi awal yang sama. 2. Analisis Tahap Akhir Sebagaimana telah dilakukan pada analisis tahap awal, pada analisis tahap akhir sebelum diadakan uji hipotesis dengan One Way ANOVA juga perlu adanya uji prasyarat berupa uji normalitas dan uji homogenitas variansi. Data yang digunakan adalah skor pencapaian (gain). a. Uji Normalitas Rangkuman hasil uji normalitas skor pencapaian (gain) dengan One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test dapat dilihat pada tabel 4.5. Tabel 4.5. Data Uji Normalitas Skor Gain No. 1. 2. 3. Kelas VII_A VII_B VII_C Asymp. Sig. (2-tailed) ( ) 0,808 0,685 0,128 Distribusi Normal Normal Normal

Keterangan: VII_A : kelompok eksperimen 2 yang diajar dengan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning.

berarti data berdistribusi normal.5.55 VII_B : kelompok eksperimen 1 yang diajar dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis Contextual Teaching and Learning VII_C : kelompok kontrol yang diajar dengan model pembelajaran ekspositori Berdasarkan data uji normalitas skor gain pada tabel 4.05. Uji Homogenitas Uji homogenitas skor gain ini berguna untuk mengetahui apakah data akhir yang diperoleh dari skor gain tes kemampuan pemecahan masalah dari ketiga sampel mempunyai varians yang homogen. model Contextual Teaching and Learning.05).05.05). berarti data berdistribusi normal. nilai . pada taraf signifikansi ( = 0. Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran. nilai = 0.05). Dengan demikian dapat disimpulkan Ho diterima atau dengan kata lain data skor gain kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan implementasi model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis Contextual Teaching and Learning. dan model ekspositori semuanya berdistribusi normal. 2) Untuk kelas VII B. pada taraf signifikansi ( = 0. b. berarti data berdistribusi normal.128 > 0. 3) Untuk kelas VII C.808 > 0.. pada taraf signifikansi ( = 0. = 0. nilai = 0.685 > 0.05. diperoleh hasil sebagai berikut: 1) Untuk kelas VII A.

6 Tabel 4.05. Karena = 0. > 2) Jika sig.05).6. Jadi. Hasil analisis variansi dapat dilihat pada tabel 4.580. dengan kata lain data mempunyai variansi adalah sama atau homogen. dan VII C) Berdasarkan data uji homogenitas skor gain di atas. hasil uji normalitas dan uji homogenitas variansi pada skor gain menunjukkan bahwa kemampuan awal ketiga sampel berdistribusi normal dan mempunyai variansi yang sama. ( ) 0. Analisis Variansi Analisis variansi skor gain dilakukan dengan SPSS 16. maka Ho diterima. diperoleh hasil bahwa pada taraf signifikansi ( = 0. VII B. c.56 Adapun hasil dari uji homogenitas varians untuk skor gain dapat dilihat pada tabel 4. nilai = 0. Karena data normal dan homogen maka pengujian dapat dilanjutkan dengan analisis variansi menggunakan One Way ANOVA. maka hasil skor gain tidak berbeda (0. (0.05 Variansi Homogen Keterangan : Y = skor gain dari ketiga sampel (kelas VII A. Data Uji Homogenitas Skor Gain Variabel Y Sig.05).0 yaitu menggunakan One Way ANOVA. dengan pengambilan keputusan sebagai berikut: 1) Jika sig.7.580 > 0. maka hasil skor gain berbeda .580 0.05).

57 Tabel 4. . Uji Pembandingan Ganda Scheffe Dari hasil analisis variansi skor gain tes kemampuan pemecahan masalah matematika di atas.000.000 0.05 Keterangan Hasil skor gain berbeda Keterangan : Y = skor gain dari ketiga sampel (kelas VII A.05). d. Tujuan dari uji Scheffe ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan pada skor gain kemampuan pemecahan masalah matematika siswa antarkelompok sampel. dan kelas kontrol berdasarkan skor gain. kelas eksperimen 2.05. dengan kata lain terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa pada kelas eksperimen 1. nilai = 0. Dengan uji pembandingan ganda Scheffe akan terlihat model pembelajaran manakah yang lebih baik daripada model pembelajaran yang lainnya. Ho ditolak yang berarti terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa pada kelas eksperimen 1. kelas eksperimen 2. Karena = 0. maka Ho ditolak. dan VII C) Dari data analisis variansi skor gain pada tabel 4. ( ) 0. Data Analisis Variansi Skor Gain Sumber Y Sig.. diperoleh hasil bahwa pada taraf signifikansi ( = 0.7. dan kelas kontrol maka dilakukan uji lanjut dengan uji pembandingan ganda Scheffe. VII B.7.000 < 0.

3702 -6.28472* 5. sebagai berikut: Tabel 4. Dengan kata lain.05 level Berdasarkan data uji pembandingan ganda Scheffe di atas.4770 artinya < 0 berarti > .8.4430 10.8. skor gain tes kemampuan pemecahan masalah antara kelas CTL dan kelas STAD Berbasis CTL terdapat perbedaan secara signifikan. Data Uji Pembandingan Ganda Scheffe 95% Convidence (I) Kelas (J) Kelas Mean Difference Interval Lower Bound STAD CTL Berbasis CTL STAD Ekspositori Berbasis CTL 11. diperoleh hasil sebagai berikut: 1) Nilai interval konvidensi skor gain tes kemampuan pemecahan masalah antara kelas CTL dan kelas STAD Berbasis CTL adalah 12.58 Hasil yang diperoleh dari uji Scheffe dapat dilihat pada tabel 4.1992 17. .69129* -12.59343 -1.9056 -0.6299 * The mean difference is significant at the 0.4770 Upper Bound CTL Ekspositori 4.9056 < < -0.

artinya Jadi tidak ada keputusan. dengan kata lain skor gain tes kemampuan pemecahan masalah antara kelas kelas CTL dan kelas ekspositori tidak terdapat perbedaan secara signifikan. Berdasarkan uji pembandingan ganda Scheffe .59 2) Nilai interval konvidensi skor gain tes kemampuan pemecahan masalah antara kelas STAD Berbasis CTL dan kelas ekspositori adalah 5. Hasil perhitungan secara rinci dapat dilihat pada lampiran.6299. < 10. Uji Efektivitas Uji efektifitas dilakukan untuk mengetahui bobot keefektifan model pembelajaran tertentu dibandingkan dengan model pembelajaran yang lain.4430 < antara kelas CTL dan kelas ekspositori < 0 atau adalah > 0. artinya > 0 berarti . 3) Nilai interval konvidensi skor gain tes kemampuan pemecahan masalah -1. Karena > dan > maka rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) lebih baik daripada yang diajar dengan model Contextual Teaching and Learning (CTL) maupun model ekspositori.3702. Dengan kata lain. skor gain tes kemampuan pemecahan masalah antara kelas STAD Berbasis CTL dan kelas ekspositori terdapat perbedaan secara signifikan.1992 < > < 17. e.

Proses perhitungannya adalah sebagai berikut: Keterangan : Z = bobot keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis CTL A = rata-rata nilai post-test kelas dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis CTL B = rata-rata nilai post-test kelas dengan model pembelajaran CTL . sehingga bobot keefektifannya bisa dicari.60 diketahui bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) lebih baik daripada yang diajar dengan model Contextual Teaching and Learning (CTL) maupun model ekspositori. Perhitungan efektivitas dilakukan dengan memasukkan rata-rata nilai post-test ke dalam rumus bobot keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis CTL terhadap model CTL.

kelas eksperimen 2. Hasil yang diperoleh sebesar 35. diperoleh bobot keefektifan sebesar 21. mempunyai variansi homogen. Dengan cara yang sama.67%.61 Dari perhitungan. B. Sedangkan untuk model pembelajaran CTL lebih efektif 14. Hasil uji homogenitas dan normalitas pada analisis tahap akhir menunjukkan bahwa skor pencapaian (gain) tes kemampuan pemecahan . model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis CTL efektif 21. dilakukan juga perhitungan bobot keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis CTL terhadap model ekspositori dan bobot keefektifan model CTL terhadap model ekspositori.05%.89% dari model ekspositori dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa berdasarkan nilai post-test. Pembahasan Pada analisis tahap awal diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa kelas eksperimen 1. kelas eksperimen 2. dan kelas kontrol berasal dari kondisi atau keadaan awal yang sama. Artinya model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis CTL efektif 35. Hal ini berarti kelas eksperimen 1. yaitu kemampuan pemecahan masalah matematika yang sama. dan mempunyai rata-rata skor awal yang sama. Artinya.05% dari model pembelajaran CTL dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika berdasarkan nilai posttest. dan kelas kontrol berdistribusi normal.67% dari model ekspositori dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa berdasarkan nilai post-test.

Ini berarti bahwa rata-rata skor pencapaian (gain) tes kemampuan pemecahan masalah dari ketiga kelas berbeda. Hasil uji efektivitas menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis CTL lebih efektif 21.05% dari model pembelajaran CTL dan lebih efektif 35. Dari uji pembandingan ganda Scheffe diperoleh hasil bahwa rata-rata skor pencapaian (gain) kemampuan pemecahan masalah siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) lebih baik daripada yang diajar dengan model Contextual Teaching and Learning (CTL) maupun model ekspositori.89% dari model ekspositori dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa berdasarkan nilai post-test. sehingga secara . Sedangkan pada analisis varians (ANAVA) skor pencapaian (gain) diperoleh hasil bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.62 masalah matematika dari ketiga kelas berdistribusi normal dan mempunyai varians yang homogen. Sedangkan untuk model pembelajaran CTL lebih efektif 14. Analisis dilanjutkan dengan uji pembandingan ganda Scheffe. Pembelajaran yang dilakukan juga mengembangkan sistem diskusi antar siswa. Pembelajaran kooperatif STAD berbasis CTL mendorong siswa untuk lebih aktif untuk bertanya maupun mengeluarkan pendapatnya dan kreatif dalam mengembangkan ide-ide yang dimilikinya.67% dari model ekspositori dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa berdasarkan nilai post-test.

siswa mendapat bantuan dari teman atau siswa lain dalam kelompoknya untuk memecahkan suatu permasalahan. saling menghargai dan peduli antara siswa satu dengan siswa lain dalam kelompoknya. Pembelajaran yang baru ini membuat siswa membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri. Melalui diskusi dengan teman. terkadang . Dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis CTL. atau rendah diri. pembelajaran ini dapat mengembangkan keterampilan kooperatif siswa. saling membantu. canggung. model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis CTL juga dapat mengembangkan kemampuan vokasionalnya. pembelajaran di kelas eksperimen 1 dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis CTL mengalami sedikit hambatan. sehingga diharapkan siswa yang kurang paham tidak segan-segan untuk menanyakan kesulitan-kesulitan yang dihadapinya. sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajarnya. Saat terjadi diskusi. Keberhasilan yang dicapai juga tercipta karena adanya hubungan antarpersonil yang saling mendukung. Selain itu pada waktu pengelompokan.63 langsung dapat mengembangkan kerja sama antar siswa. siswa akan merasa nyaman. siswa akan mengembangkan kemampuan untuk berbicara (vokasional) didepan siswa lain. Motivasi inilah yang akan menimbulkan dampak yang positif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Selain mengembangkan kemampuan kognitif siswa. tidak malu. Selain itu. Dengan belajar secara berkelompok siswa yang lemah atau kurang pandai akan mendapat masukan dari siswa yang lebih pandai. Pada awalnya.

Pada kelas ini. Hambatan yang terjadi semakin lama semakin berkurang. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. refleksi. 3. bertanya (questioning). sehingga terkadang terjadi perselisihan. karena sebelumnya guru tidak biasa membentuk kelompok belajar. Siswa termotivasi oleh permasalahan kontekstual yang diberikan. Kelas eksperimen 2 diajar dengan model pembelajaran CTL. Siswa merasa senang bekerja bersama dalam kelompok dan saling membantu teman dalam kelompoknya. diantaranya: 1. pemodelan (modelling). dan penilaian autentik. Tahapan-tahapan pembelajaran pada kelas eksperimen 2 ini hampir sama dengan pembelajaran pada kelas eksperimen 1. Hal ini berakibat penyerapan materi pembelajaran oleh siswa kurang maksimal.64 menimbulkan kegaduhan dalam kelas yang cukup menyita waktu pembelajaran. juga diterapkan tujuh komponen pembelajaran kontekstual yaitu kontruktivisme. Beberapa siswa juga merasa tidak cocok dengan siswa lain dalam kelompoknya. masyarakat belajar (learning community). Siswa masih belum terbiasa dengan dibentuknya kelompok belajar. 2. terdapat beberapa perbedaan di antaranya: . inkuiri. Namun. Siswa telah terbiasa dengan tahapan-tahapan dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis CTL. karena permasalahan-permasalahan tersebut sering dijumpai siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Namun. siswa dapat mengerjakan LAS dengan baik. . Konstrukstivisme Pada kelas eksperimen 2 ini.65 1. Siswa pada kelas eksperimen 2 tidak diberikan kuis dan penghargaan tim. Pelaksanaan tujuh komponen pembelajaran kontekstual pada kelas eksperimen 2 mengacu pada lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran adalah sebagai berikut: 1. Guru selalu melibatkan siswa. Permasalahan-permasalahan yang ada di LAS memacu siswa untuk menemukan konsep tentang luas dan keliling segiempat. komponen konstruktivisme dilaksanakan setelah guru menjelaskan pokok-pokok materi. 2. Kegiatan tanya jawab ini membuat siswa berpikir tentang konsep materi yang sedang dipelajari. Soal-soal pada LAS merupakan soal-soal pemecahan masalah matematika yang tidak asing dengan kehidupan sehari-hari siswa. setelah mendapat bimbingan baik dari guru maupun teman. Siswa pada kelas ekpserimen 2 tidak berdiskusi dalam kelompok yang heterogen seperti kelas eksperimen 1. Awalnya. misalnya dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari siswa. banyak siswa yang kurang paham dengan maksud dari permasalahan. melainkan dengan teman semeja 2. Inkuiri Kegiatan inkuiri terlaksana ketika siswa mengerjakan soal-soal pada Lembar Aktivitas Siswa (LAS).

Penilaian autentik Komponen penilaian autentik dilaksanakan dengan mengumpulkan buku catatan dan tugas siswa. Pemodelan yang dimaksud berupa langkah-langkah dalam mencari penyelesain soal pemecahan masalah. 7. Namun. Dari buku catatan dan tugas siswa akan diperoleh gambaran perkembangan belajar siswa. Meskipun pada kelas eksperimen 2 ini juga diadakan diskusi dengan siswa semeja. yaitu antar siswa yang duduk semeja. namun keterampilan kooperatif siswa kurang terlihat. Mereka berdiskusi dan belajar bersama tentang LAS yang diberikan guru. Kegiatan refleksi dilakukan diakhir pembelajaran. 4. Pemodelan (modelling) Pada penelitian ini. Refleksi Refleksi dilakukan guru dengan cara mengecek kebenaran konsep yang telah dirangkum siswa melalui tanya jawab. Bertanya (questioning) Siswa yang kurang jelas tentang LAS maupun penjelasan guru diberi kesempatan untuk menanyakannya kepada guru maupun teman. Masyarakat belajar (learning community) Ketika menyelesaikan LAS juga terbentuk masyarakat belajar (learning community). 6. kegiatan pemodelan tidak dijabarkan secara rinci.66 3. 5. . Sering kali siswa yang pandai merasa dirinya mampu untuk menyelesaikan tugas sendiri. komponen ini juga terlaksana ketika siswa mengerjakan soal-soal pemecahan masalah yang diberikan.

Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada kelas kontrol yang diajar dengan model pembelajaran ekspositori juga kurang meningkat. 2. Selain itu. . Hal ini dapat berakibat kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kurang dapat meningkat. Model pembelajaran lebih berpusat pada guru (teacher centered). Banyak siswa yang malu untuk menanyakan materi yang belum dipahami. 3. ada beberapa siswa yang duduk semeja sama-sama kurang dapat menyelesaikan permasalahan yang diberikan dan takut untuk bertanya tentang hal yang belum mereka mengerti. Hal ini disebabkan karena beberapa hal yang mempengaruhinya. Model pembelajaran ekspositori lebih menekankan pada menghafal materi.67 sedangkan siswa yang kurang pandai hanya bertugas menyalin saja. guru menjadi sumber dan pemberi informasi utama sehingga peserta didik kurang bisa menyampaikan gagasan dan memberikan tanggapan. antara lain sebagai berikut: 1.

68 .a. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis CTL lebih efektif 21. Tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa MTs Negeri Loano Purworejo yang mengikuti pembelajaran dengan model Contextual Teaching and Learning (CTL) dan model ekspositori. c. b. Kesimpulan Berdasarkan analisis data dan pembahasan. Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa MTs Negeri Loano Purworejo yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) dan model ekspositori. dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa MTs Negeri Loano Purworejo yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) dan model Contextual Teaching and Learning (CTL). 2.BAB V PENUTUP A.05% dari model pembelajaran CTL dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa MTs Negeri Loano Purworejo.

Model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis CTL lebih efektif 35. 4. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD bebasis CTL perlu terus dikembangkan dan diterapkan pada materi lain sehingga dapat diperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai keterkaitan antara materi yang dipelajari dengan kehidupan siswa sehari-hari. maka saran yang dapat peneliti sampaikan: 1.67% dari model ekspositori dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa MTs Negeri Loano Purworejo. . Perlu adanya penelitian lebih lanjut sebagai pengembangan dari penelitian ini.69 3. Guru diharapkan dapat lebih memotivasi siswa untuk lebih mengembangkan keterampilan kooperatif atau bekerjasama yang kelak digunakan dalam kehidupan bermasyarakat. B. Saran-saran Berdasarkan hasil penelitian. 3.98% dari model ekspositori dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa MTs Negeri Loano Purworejo. Model pembelajaran CTL lebih efektif 14. 2.

1996. Didaktik Asas-Asas Mengajar. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan Jakarta: Bumi Aksara. 2006. Nasution. 2009. 1979. 2007. Bandung: Mizan Learning Center (MLC). Arikunto. 2009. Introduction to Psychology.Brown Company. Hartono. Theaching and Learning Mathematics (In Secondary School. Semarang: PT. 350 Mutiara Hikmah dan Syair Arab. SPSS 16. Rahman. Suharsimi. Strategi Pembelajaran Matematika. 70 .DAFTAR PUSTAKA Arifin. Frederick H. Bandung: Media Qalbu. Lie. Karya Toha Putra. (Tesis yang berjudul: Pengaruh Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia dan Pelatihan Metakognitif terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Sekolah Dasar). Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 1981. 2008. 2006. A.UNY. Johnson. Bandung: Remadja Karya Arikunto. Jakarta: Rineka Cipta. 2008. Anita. McGraw-Hill. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Departemen Agama RI.C. Iowa: WM. Elaine B. Evaluasi Instruksional Prinsip-Teknik-Prosedur. D. “Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 Tanggal 23 Mei 2006”.0 Analisis Data Statistika dan Penelitian. Zainal. Clifford Thomas. Cooperative Learning Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas. 1988. Contextual Teaching and Learning: Menjadikan Kegiatan Belajar-Mengajar Mengasyikkan dan Bermakna. 1995. S. Departemen Pendidikan Nasional. Morgan. Sri Wulandari. Jakarta: Grasindo. 2008. Yogyakarta: Bidang Akademik UIN Sunan Kalijaga. Bell. Danoebroto. Suharsimi. Jakarta: Bumi Aksara. Al Qur’an Al Karim dan Terjemahnya. 2004. Ibrahim dan Suparni.

2007. Sumarna. Suprijono. Erman. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM. Penerapan Pendekatan Kooperatif STAD dalam Pembelajaran Matematika SMP. Bandung: Remaja Rosdakarya Widyantini. Robert E. (Sripsi yang berjudul: Keefektifan Penggunaan Media Gambar Karikatur pada Pengajaran Keterampilan Menulis Bahasa Jerman di SMA N 2 Boyolali). Asih. Riset. Sugiyono. Bandung: Remaja Rosdakarya Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 2009. Reliabilitas dan Interpretasi Hasil Tes. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. 2002. Bandung: Jurusan Pendidikan Matematika fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka Usman. Cooperative Learning. Kamus Besar Bahasa Indonesia. UNY . 2009. Wina. Suherman. dan R&D. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif. Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika Yogyakarta Zulaika. 2003. Teori. dan Praktik. 2006. Slavin. Analisis. 2004. Th. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Surapranata. Kualitatif. 2008. Bandung: Alfabeta. Agus. Bandung: Nusa Media. Validitas. Menjadi Guru Profesional.71 Sanjaya. Moh. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. 2008. Uzer. Jakarta: Kencana. 1992.

72 LAMPIRAN-LAMPIRAN .

02 RW.73 Lampiran 1 CURRICULUM VITAE A. Yeni Fitriyani. S.Pd.Pd. PRIBADI Nama TTL : Ida Herawati : Purworejo. Jurusan Pendidikan Matematika . S. KELUARGA Ayah Ibu Kakak : Sutrisno.Si. C. Fakultas Sains dan Teknologi. : Sutrisnowati : Eko Fatkhurohman. Purworejo Telephon / Hp : 085 725 916 209 B. S. PENDIDIKAN 1994 – 2000 2000 – 2003 2003 – 2006 2006 – 2010 : SD N 2 Separe : SMP N 2 Purworejo : SMA N 1 Purworejo : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.I.03. Loano. 23 Oktober 1987 Alamat Asal : Banyuasin Separe RT.

74 Lampiran 2 DAFTAR NAMA DAN KODE KELAS KELAS UJI COBA NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 NAMA Adi Nugroho Ahmad Abdul Rosid Andri Purnomo Arif Fahrudin Desi Ambar Arista Eko Putro Wibowo Fidi Ristiyanto Juliana Dewi Liferni Lutfi alfian M Fauzi M. Mudhorif Marfungatun Nasifah Meiyuda Tri Wijaya Mita Mustika Mohamad Irkham Mukhammad Ainun najib Samsul Maarif Siti Munawaroh Siti Rohmah Sri Rejeki Cahyaningrum Teguh Prasetyo Wahyudi Yeni ratna Devi Yulina Purnamasari Yunike Priska Anggraini Titik Zuliana KODE U-1 U-2 U-3 U-4 U-5 U-6 U-7 U-8 U-9 U-10 U-11 U-12 U-13 U-14 U-15 U-16 U-17 U-18 U-19 U-20 U-21 U-22 U-23 U-24 U-25 U-26 U-27 U-28 . Imam Ahyarudin M.

75 Lampiran 3 DAFTAR NILAI RAPOR KELAS VII MTs NEGERI LOANO PURWOREJO KELAS VII A NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 NAMA Ahmad Rajib Indra P Angsori Bambang Agus Saputra Fakih Samaudin Hayatun Kamilah Heni Purwati Hidayatul Anwaroh Ibnu Chajar Ibnul Mujib Ja'far Anis Majid Jauharotun Nafisa Khabib Khoirul U Khoirun Nafingah Kuni Nailatar Rohmah Lutfi Syaban Hakim M. Muwaffa Ulinnuha Masruhah Muhamad Wafa Murtadlo Nur Arifin Nur Maisaroh Rifka Choirunnisa Rofi Mahfudz Samsul Muarif Sartika Siti Jamroh Siti Zulaikhah Sutriyani Wahib NILAI RAPOR 65 70 72 76 74 70 72 65 71 70 72 65 70 74 70 95 70 70 80 75 70 65 65 72 75 65 70 68 65 66 70 71 . Lutfiyanto Masruhin Miftahul Huda Muhaimin Muhamad Asnadi Muhamad Lutfi Ngafif Muhammad Arif S Najib Isro'i Nguzlatul Wafiroh Nika Saryana Nur Hidayah Nuril Nur Liana Nurul Inayah Panut Fuadi Siti Munifah Solikhatun Umi Fatkhurrohmah Zuniar Adi Aziz Saputra NILAI RAPOR 78 65 78 65 70 70 72 82 72 65 65 88 74 70 72 70 69 70 65 75 65 65 65 70 70 66 65 65 65 76 65 66 80 KELAS VII B NAMA Ahmad Tabi'udi Ali Nur Khabibi Amrina Najati Ana Khairina Fildzah Ana Muslimah Angga Fathurrohman Anis Fuadi Anisa Antikasari Budi Prayugo Diki Nur Muhtadin Hadil Amin Ibnu Atoqilah Ika Listiyani Indah Mukhoyaroh Khamidah Lina Lutfiana Lina Safitri Lisa Elawati M.

Aufal Marom Mudasin Muhamad Abdul Faqih Muhamad Jamil Muhamad Rosid Muhamad Salihin Mukholis Mutoharoh Ngaliyah Nur Chamdani Nur Fauzi Siti Aryati Siti Saripah Siti Zuhriyah Sopiyah Sri Rahayu Susanti Sumiwati Tri Lestari Umi Jaziroh Umi Lia Khamidah Uswatun Nadzifah Vina Saroya Wahyunita Ariyanti Yuli Efriyanto Zain Bustanul Fatichin NILAI RAPOR 71 70 72 70 75 70 65 70 72 76 70 72 65 70 65 65 65 65 65 66 65 85 65 65 70 72 86 66 82 85 76 84 65 68 65 65 KELAS VII D NAMA Adi Nugroho Ahmad Abdul Rosid Andri Purnomo Arif Fahrudin Desi Ambar Arista Eko Putro Wibowo Fidi Ristiyanto Juliana Dewi Liferni Lutfi alfian M Fauzi M. Mudhorif Marfungatun Nasifah Meiyuda Tri Wijaya Mita Mustika Mohamad Irkham Mukhammad Ainun najib Samsul Maarif Siti Munawaroh Siti Rohmah Sri Rejeki Cahyaningrum Teguh Prasetyo Wahyudi Wisnu Candra Rama Putra NILAI RAPOR 70 70 65 70 65 70 70 65 70 65 75 65 70 69 74 70 65 65 70 68 70 70 66 69 70 70 70 65 69 Yeni ratna Devi Yulina Purnamasari Yunike Priska Anggraini Titik Zuliana .76 KELAS VII C NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 NAMA Amat Ichsan Ani Rahmawati Anwar Arif Hidayat Dwi Indra Yanto Eni Kurniasih Khusana Anisa Kusaini Lailatul Wafiroh Lukman Chakim Mirawati Much. Imam Ahyarudin M.

77 KELAS VII E NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 NAMA Ahmad Rizqi Nurashidiq Anggi Dhamara Anton Muhamad S Arief Setiawan Deni Ramadhan Dwi Sulistya Ervin Setiawan Evi Yuliawati Farah Azizah Zaini Farif Susanto Fatimatul Hidayati Fendi Siswanto Feri Ristiawan Hany Puji Lestari Hany Susanti Helmi Samiyanti Khoirun Nikmah Lathifatul Munawaroh M. Irfan Riyadi Muhamad Hasan Chariri Muhammad Lutfil Makin Novelia Ayu Wulandari Novila Rojabni Fajri Rio Refangga Sarvikawati Siti Nur Khayati Sulistiyo Wahyu Indah Lestari Wisnu Dwi Saputro Yayik Sasmita Putri Zaenul Subkhi NILAI RAPOR 70 65 65 69 80 65 66 65 85 65 65 70 70 66 70 75 65 85 65 70 66 65 68 65 65 66 69 65 70 90 65 KELAS VII F NAMA Adi Mulyono Afif Rifki Amin Susilowati Andita Kumalasari Andi Tri Widodo Dian Pertiwi Edho Cahyono Putra Eko Prasetyo Fatatun Malihah Kusniawati Laila Maniyatul Wafiroh M. Khoirul Muna Muchamad Abdul Rosyid Muhammad Ihsan Nungki Diah Saputri Naseptiar Ulfamizaman Noni Arista Ramadhani Nur Azizah Nur Khafid Nurhariyah Oktafianah Prio Catur Utomo Rizqi Amalia Sandi Setiawan Syawaludin Tri Wantoro Yahya bastian Yayan Hanafi Yudi Anggoro NILAI RAPOR 65 65 70 68 65 84 68 68 66 65 80 65 69 70 65 81 65 74 68 76 70 66 65 69 68 70 68 65 74 .

Muwaffa Ulinnuha Masruhah Muhamad Wafa Murtadlo Nur Arifin Nur Maisaroh Rifka Choirunnisa Rofi Mahfudz Samsul Muarif Sartika Siti Jamroh Siti Zulaikhah Sutriyani Wahib Kelas CTL Ahmad Rajib Indra P Angsori Bambang Agus Saputra Fakih Samaudin Hayatun Kamilah Heni Purwati Hidayatul Anwaroh Ibnu Chajar Ibnul Mujib Ja'far Anis Majid Jauharotun Nafisa Khabib Khoirul U Khoirun Nafingah Kuni Nailatar Rohmah Lutfi Syaban Hakim M.78 Lampiran 4 DAFTAR NAMA SISWA KELAS EKSPERIMEN DAN KELAS KONTROL Nama Siswa No. Aufal Marom Mudasin Muhamad Abdul Faqih Muhamad Jamil Muhamad Rosid Muhamad Sholihin Mukholis Mutoharoh Ngaliyah Nur Chamdani Nur Fauzi Siti Aryati Siti Saripah Siti Zuhriyah Sopiyah Sri Rahayu Susanti Sumiwati Tri Lestari Umi Jaziroh Umi Lia Khamidah Uswatun Nadzifah Vina Saroya Wahyunita Ariyanti Yuli Efriyanto Zain Bustanul Fatichin . Lutfiyanto Masruhin Miftahul Huda Muhaimin Muhamad Asnadi Muhamad Lutfi Ngafif Muhammad Arif S Najib Isro'i Nguzlatul Wafiroh Nika Saryana Nur Hidayah Nuril Nur Liana Nurul Inayah Panut Fuadi Siti Munifah Solikhatun Umi Fatkhurrohmah Zuniar Adi Aziz Saputra Kelas Ekspositori Amat Ichsan Ani Rahmawati Anwar Arif Hidayat Dwi Indra Yanto Eni Kurniasih Khusana Anisa Kusaini Lailatul Wafiroh Lukman Chakim Mirawati Much. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 Kelas STAD Berbasis CTL Ahmad Tabi'udin Ali Nur Khabibi Amrina Najati Ana Khairina Fildzah Ana Muslimah Angga Fathurrohman Anis Fuadi Anisa Antikasari Budi Prayogo Diki Nur Muhtadin Hadil Amin Ibnu Atoqilah Ika Listiyani Indah Mukhoyaroh Khamidah Lina Lutfiana Lina Safitri Lisa Elawati M.

79 LAMPIRAN 5 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) .

Indikator 1. 2. Tujuan Pembelajaran : MTs Negeri Loano : Matematika : VII/ Genap :1 : 2 x 40 menit Setelah selesai mengikuti kegiatan pembelajaran diharapkan siswa dapat: 1. Kompetensi Dasar Menghitung keliling dan luas bangun segiempat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. Metode Diskusi Kelompok H. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung keliling dan luas persegi. Menghitung keliling dan luas persegi panjang serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. Keliling dan luas persegi F. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung keliling dan luas persegi panjang. E.80 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS EKSPERIMEN 1 Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Pertemuan ke Alokasi Waktu A. Metode Pembelajaran 1. Lembar Aktivitas Siswa (LAS) 2. B. Media Pembelajaran 1. Materi Ajar 1. 2. D. Standar Kompetensi Memahami konsep segiempat dan segitiga serta menentukan ukurannya. Pendekatan Pembelajaran Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) G. Metode Tanya Jawab 2. Keliling dan luas persegi panjang 2. Menghitung keliling dan luas persegi serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. C. Papan tulis .

81 I. Skenario Pembelajaran Tahap Pendahuluan Kegiatan a. Guru memberi salam, menanyakan absensi, dan kelengkapan kelas untuk pembelajaran. b. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. c. Guru memotivasi siswa dan menginformasikan cara belajar yang akan ditempuh (pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis CTL). d. Guru mengecek pengetahuan prasyarat siswa melalui tanya jawab. Inti a. Guru menyampaikan materi pembelajaran 10 menit 4 menit 1 menit 3 menit Alokasi Waktu 2 menit

mengenai keliling serta luas persegi panjang dan persegi. b. Siswa menyusun materi sendiri berdasarkan pengetahuan terdahulu. c. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya. d. Guru merespon pertanyaan yang diajukan siswa. e. Guru mengorganisasikan siswa dalam 5 menit 4 menit 3 menit 5 menit

kelompok-kelompok belajar. f. Guru memberikan nama kelompok untuk masingmasing kelompok.

2 menit

g. Guru membagikan Lembar Aktivitas Siswa (LAS) yang berisi permasalahan tentang materi pelajaran. h. Siswa mengerjakan Lembar Aktivitas Siswa (LAS) secara berkelompok i. Guru membimbing siswa sehingga siswa dapat menemukan konsep atau pola. j. Siswa mengerjakan kuis I yang diberikan oleh guru secara individual. k. Guru mengumpulkan kuis yang dikerjakan siswa

2 menit

15 menit

5 menit

10 menit

2 menit

82 Penutup a. Guru mengarahkan siswa untuk membuat simpulan dari materi yang telah dipelajari. b. Guru menutup pembelajaran 2 menit 5 menit

Purworejo, Mengetahui, Guru Mata Pelajaran

Mei 2010

Peneliti

Agung Dwi Raharjo, S.Pd. NIP. 198104212005011001

Ida Herawati

83

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS EKSPERIMEN 1

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Pertemuan ke Alokasi Waktu A. Standar Kompetensi

: MTs Negeri Loano : Matematika : VII/ Genap :2 : 2 x 40 menit

Memahami konsep segiempat dan segitiga serta menentukan ukurannya. B. Kompetensi Dasar Menghitung keliling dan luas bangun segiempat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. C. Indikator 1. Menghitung keliling dan luas jajargenjang serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. 2. Menghitung keliling dan luas belah ketupat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. D. Tujuan Pembelajaran Setelah selesai mengikuti kegiatan pembelajaran diharapkan siswa dapat: 1. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung keliling dan luas jajargenjang. 2. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung keliling dan luas belah ketupat. E. Materi Ajar 1. Keliling dan luas jajargenjang 2. Keliling dan luas belah ketupat F. Pendekatan Pembelajaran Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) G. Metode Pembelajaran 1. Metode Tanya Jawab 2. Metode Diskusi H. Media Pembelajaran 1. Lembar Aktivitas Siswa (LAS) 2. Papan tulis

c.84 I. Guru merespon pertanyaan yang diajukan siswa. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. d. e. Guru menyampaikan materi pembelajaran 10 menit 1 menit 3 menit 4 menit Alokasi Waktu 2 menit mengenai keliling serta luas jajargenjang dan belah ketupat. b. Guru membimbing siswa sehingga siswa dapat menemukan konsep atau pola. Guru mengorganisasikan siswa dalam 5 menit 4 menit 3 menit 5 menit kelompok-kelompok belajar. 2 menit g. Guru memberikan nama kelompok untuk masingmasing kelompok. Siswa menyusun materi sendiri berdasarkan pengetahuan terdahulu. c. h. menanyakan absensi. Skenario Pembelajaran Tahap Pendahuluan Kegiatan a. Guru membagikan Lembar Aktivitas Siswa (LAS) yang berisi permasalahan tentang materi pelajaran. Inti a. j. Siswa mengerjakan Lembar Aktivitas Siswa (LAS) secara berkelompok i. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya. Guru mengecek pengetahuan prasyarat siswa melalui tanya jawab. b. k. Guru memberi salam. dan kelengkapan kelas untuk pembelajaran. Siswa mengerjakan kuis II yang diberikan oleh guru secara individual. Guru mengumpulkan kuis yang dikerjakan siswa 2 menit 15 menit 5 menit 10 menit 2 menit . Guru memotivasi siswa d. f.

Mei 20010 Mengetahui.85 Penutup a. 198104212005011001 Ida Herawati .Pd. Guru mengarahkan siswa untuk membuat simpulan dari materi yang telah dipelajari. Guru menutup pembelajaran 2 menit 5 menit Yogyakarta. Guru Mata Pelajaran Peneliti Agung Dwi Raharjo. S. b. NIP.

Menghitung keliling dan luas layang-layang serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. Media Pembelajaran 1. Tujuan Pembelajaran Setelah selesai mengikuti kegiatan pembelajaran diharapkan siswa dapat: 1. Keliling dan luas layang-layang 2. Metode Pembelajaran 1. Keliling dan luas trapesium F. C. Indikator 1. Lembar Aktivitas Siswa (LAS) 2. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung keliling dan luas trapesium. E. 2. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung keliling dan luas layang-layang. Materi Ajar 1. Kompetensi Dasar Menghitung keliling dan luas bangun segiempat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. Metode Diskusi Kelompok H. Papan tulis : MTs Negeri Loano : Matematika : VII/ Genap :3 : 2 x 40 menit . D. Metode Tanya Jawab 2. Standar Kompetensi Memahami konsep segiempat dan segitiga serta menentukan ukurannya. B. Pendekatan Pembelajaran Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) G. 2. Menghitung keliling dan luas trapesium serta menggunakannya dalam pemecahan masalah.86 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS EKSPERIMEN 1 Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Pertemuan ke Alokasi Waktu A.

j. c. e. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya. Guru membagikan Lembar Aktivitas Siswa (LAS) yang berisi permasalahan tentang materi pelajaran. Siswa menyusun materi sendiri berdasarkan pengetahuan terdahulu. f. Guru mengecek pengetahuan prasyarat siswa melalui tanya jawab. d. Skenario Pembelajaran Tahap Pendahuluan Kegiatan a. b. . Guru merespon pertanyaan yang diajukan siswa. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. 2 menit g. h. Guru mengorganisasikan siswa dalam 5 menit 4 menit 2 menit 5 menit kelompok-kelompok belajar. Inti a. c. Siswa mengerjakan kuis III yang diberikan oleh guru secara individual. dan kelengkapan kelas untuk pembelajaran. k. Siswa mengerjakan Lembar Aktivitas Siswa (LAS) secara berkelompok i. Guru memberikan melalui perolehan penghargaan nilai nilai kepada 2 menit 10 menit 5 menit 10 menit 5 menit kelompok berdasarkan penghargaan peningkatan individual dari nilai dasar ke nilai berikutnya setelah mereka melalui kegiatan kelompok. Guru menyampaikan materi pembelajaran 10 menit 1 menit 3 menit 4 menit Alokasi Waktu 2 menit mengenai keliling serta luas layang-layang dan trapesium. b. Guru membimbing siswa sehingga siswa dapat menemukan konsep atau pola. Guru memberi salam. Guru memberikan nama kelompok untuk masingmasing kelompok.87 I. menanyakan absensi. Guru memotivasi siswa d.

88 Penutup a. NIP. Guru menutup pembelajaran 1 menit Purworejo. S. c. Guru Mata Pelajaran Peneliti Agung Dwi Raharjo. b. Guru mengarahkan siswa untuk membuat simpulan dari materi yang telah dipelajari. Mei 2010 Mengetahui. Guru memberikan siswa refleksi secara dengan acak cara untuk selama 4 menit 5 menit menunjuk mengomunikasikan pengalamannya diskusi kelompok dan selama menyelesaikan kuis secara individual.Pd. 198104212005011001 Ida Herawati .

Keliling dan luas persegi F. Tujuan Pembelajaran Setelah selesai mengikuti kegiatan pembelajaran diharapkan siswa dapat: 1. Menghitung keliling dan luas persegi serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. Metode Pembelajaran 1. E. D. 2.89 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS EKSPERIMEN 2 Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Pertemuan ke Alokasi Waktu A. Materi Ajar 1. C. Indikator 1. Pendekatan Pembelajaran Model Contextual Teaching and Learning (CTL) G. Keliling dan luas persegi panjang 2. Standar Kompetensi : MTs Negeri Loano : Matematika : VII/ Genap :1 : 2 x 40 menit Memahami konsep segiempat dan segitiga serta menentukan ukurannya. Metode Tanya Jawab 2. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung keliling dan luas persegi panjang. Lembar Aktivitas Siswa (LAS) 2. Media Pembelajaran 1. Menghitung keliling dan luas persegi panjang serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. B. Kompetensi Dasar Menghitung keliling dan luas bangun segiempat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. Papan tulis . Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung keliling dan luas persegi. Metode Diskusi H. 2.

g. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. c. Guru memberi salam. Siswa berdiskusi dengan teman sebangku untuk menyelesaikan Lembar Aktivitas Siswa (LAS). Guru merespon pertanyaan yang diajukan siswa. b. Guru membimbing siswa sehingga siswa dapat menemukan konsep atau pola. Guru menjelaskan materi pelajaran dengan urut. Guru memotivasi siswa dan menginformasikan cara belajar yang akan ditempuh (pembelajaran CTL). h. Guru mengklarifikasi temuan siswa menjadi sebuah kesimpulan umum. Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan tentang materi yang belum 4 menit dimengerti kepada teman atau guru e. Guru memberikan tugas berupa soal bentuk aplikasi untuk melihat pemahaman yang telah dicapai siswa i. f. f. Alokasi Waktu 1 menit 1 menit 2 menit 3 menit 10 menit 5 menit 15 menit d. menanyakan absensi. Skenario Pembelajaran Tahap Pendahuluan Kegiatan e. Guru mengumpulkan buku catatan dan tugas yang dikerjakan oleh siswa 2 menit . Guru mengecek pengetahuan prasyarat siswa melalui tanya jawab.90 I. Inti a. g. Guru menugaskan siswa untuk membuat 10 menit 10 menit 2 menit 5 menit 3 menit catatan dari temuan mereka secara individu. dan kelengkapan kelas untuk pembelajaran. h. j. Siswa menyusun materi sendiri berdasarkan pengetahuan terdahulu.

198104212005011001 Ida Herawati .Pd. guru mengecek 5 menit kebenaran konsep yang dirangkum siswa melalui tanya jawab. NIP. b. Sebagai bahan refleksi. Guru menutup pembelajaran dengan salam 2 menit Purworejo. Mengetahui. Guru Mata Pelajaran Mei 2010 Peneliti Agung Dwi Raharjo. S.91 Penutup a.

B.92 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS EKSPERIMEN 2 Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Pertemuan ke Alokasi Waktu A. Keliling dan luas belah ketupat F. Lembar Aktivitas Siswa (LAS) 2. Keliling dan luas jajargenjang 2. C. 2. Kompetensi Dasar Menghitung keliling dan luas bangun segiempat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. Media Pembelajaran 1. 2. E. D. Materi Ajar 1. Papan tulis . Indikator 1. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung keliling dan luas belah ketupat. Metode Pembelajaran 1. Metode Diskusi H. Standar Kompetensi : MTs Negeri Loano : Matematika : VII/ Genap :2 : 2 x 40 menit Memahami konsep segiempat dan segitiga serta menentukan ukurannya. Menghitung keliling dan luas belah ketupat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. Pendekatan Pembelajaran Model Contextual Teaching and Learning (CTL) G. Tujuan Pembelajaran Setelah selesai mengikuti kegiatan pembelajaran diharapkan siswa dapat: 1. Metode Tanya Jawab 2. Menghitung keliling dan luas jajargenjang serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung keliling dan luas jajargenjang.

b. c.93 I. Siswa menyusun materi sendiri berdasarkan pengetahuan terdahulu. dan kelengkapan kelas untuk pembelajaran. menanyakan absensi. Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan tentang materi yang belum 4 menit dimengerti kepada teman atau guru e. Guru merespon pertanyaan yang diajukan siswa. Guru memotivasi siswa. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Guru memberi salam. Guru menugaskan siswa untuk membuat 10 menit 10 menit 2 menit 5 menit 3 menit catatan dari temuan mereka secara individu. Siswa berdiskusi dengan teman sebangku untuk menyelesaiakan Lembar Aktivitas Siswa (LAS). h. Guru memberikan tugas berupa soal bentuk aplikasi untuk melihat pemahaman yang telah dicapai siswa i. Alokasi Waktu 1 menit 1 menit 2 menit 3 menit 10 menit 5 menit 15 menit d. Guru mengecek pengetahuan prasyarat siswa melalui tanya jawab. Guru mengklarifikasi temuan siswa menjadi sebuah kesimpulan umum. Guru membimbing siswa sehingga siswa dapat menemukan konsep atau pola. f. Guru mengumpulkan buku catatan dan tugas yang dikerjakan oleh siswa 2 menit . d. Inti a. c. Guru menjelaskan materi pelajaran dengan urut. j. g. Skenario Pembelajaran Tahap Pendahuluan Kegiatan a. b.

Mei 2010 Mengetahui. S. b.Pd. Sebagai bahan refleksi. Guru menutup pembelajaran dengan salam 2 menit Purworejo.94 Penutup a. Guru Mata Pelajaran Peneliti Agung Dwi Raharjo. NIP. 198104212005011001 Ida Herawati . guru mengecek 5 menit kebenaran konsep yang dirangkum siswa melalui tanya jawab.

95 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS EKSPERIMEN 2 Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Pertemuan ke Alokasi Waktu A. Pendekatan Pembelajaran Model Contextual Teaching and Learning (CTL) G. D. Menghitung keliling dan luas layang-layang serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. Lembar Aktivitas Siswa (LAS) 2. 2. Menghitung keliling dan luas trapesium serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. B. C. 2. Keliling dan luas layang-layang 2. E. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung keliling dan luas layang-layang. Papan tulis . Metode Diskusi H. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung keliling dan luas trapesium. Tujuan Pembelajaran Setelah selesai mengikuti kegiatan pembelajaran diharapkan siswa dapat: 1. Keliling dan luas trapesium F. Media Pembelajaran 1. Standar Kompetensi : MTs Negeri Loano : Matematika : VII/ Genap :3 : 2 x 40 menit Memahami konsep segiempat dan segitiga serta menentukan ukurannya. Metode Pembelajaran 1. Kompetensi Dasar Menghitung keliling dan luas bangun segiempat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. Indikator 1. Metode Tanya Jawab 2. Materi Ajar 1.

Guru menjelaskan materi pelajaran dengan urut. Siswa menyusun materi sendiri berdasarkan pengetahuan terdahulu. Guru memotivasi siswa. d. Guru memberi salam. g. Siswa berdiskusi dengan teman sebangku untuk menyelesaiakan Lembar Aktivitas Siswa (LAS). Guru mengecek pengetahuan prasyarat siswa melalui tanya jawab. f. Guru merespon pertanyaan yang diajukan siswa. c. h. Inti a. b.96 I. b. Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan tentang materi yang belum 4 menit dimengerti kepada teman atau guru e. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. menanyakan absensi. dan kelengkapan kelas untuk pembelajaran. Alokasi Waktu 1 menit 1 menit 2 menit 3 menit 10 menit 5 menit 15 menit d. Skenario Pembelajaran Tahap Pendahuluan Kegiatan a. Guru mengumpulkan buku catatan dan tugas yang dikerjakan oleh siswa 2 menit . j. Guru memberikan tugas berupa soal bentuk aplikasi untuk melihat pemahaman yang telah dicapai siswa i. Guru menugaskan siswa untuk membuat 10 menit 10 menit 2 menit 5 menit 3 menit catatan dari temuan mereka secara individu. c. Guru mengklarifikasi temuan siswa menjadi sebuah kesimpulan umum. Guru membimbing siswa sehingga siswa dapat menemukan konsep atau pola.

Mei 2010 Mengetahui. Guru menutup pembelajaran dengan salam 2 menit Purworejo. Guru Mata Pelajaran Peneliti Agung Dwi Raharjo. S. 198104212005011001 Ida Herawati . Sebagai bahan refleksi.97 Penutup a. b.Pd. guru mengecek 5 menit kebenaran konsep yang dirangkum siswa melalui tanya jawab. NIP.

Keliling dan luas persegi F. Standar Kompetensi Memahami konsep segiempat dan segitiga serta menentukan ukurannya. Pendekatan Pembelajaran Model Pembelajaran Ekspositori G. 2. Metode Pemberian Tugas H. Materi Ajar 1. Metode Tanya Jawab 3. Menghitung keliling dan luas persegi panjang serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. Kompetensi Dasar Menghitung keliling dan luas bangun segiempat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. Model daerah persegi panjang dan persegi 2. Tujuan Pembelajaran Setelah selesai mengikuti kegiatan pembelajaran diharapkan siswa dapat: 1.98 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS KONTROL Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Pertemuan ke Alokasi Waktu A. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung keliling dan luas persegi panjang. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung keliling dan luas persegi. Indikator 1. Papan tulis : MTs Negeri Loano : Matematika : VII/ Genap :1 : 2 x 40 menit . Media Pembelajaran 1. Menghitung keliling dan luas persegi serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. D. Metode Ceramah 2. B. Metode Pembelajaran 1. Keliling dan luas persegi panjang 2. 2. C. E.

guru menunjukkan bahwa keliling suatu bangun adalah jumlah panjang semua sisinya. c. e. c. Guru menerangkan pengertian tentang keliling persegi panjang dan persegi. Guru meminta peserta didik untuk mengerjakan soal-soal latihan dari buku. Guru mengucapkan salam. Guru memberikan contoh soal yang berkaitan dengan penerapan konsep luas daerah persegi panjang dan persegi. Guru mendemonstrasikan model daerah persegi panjang dan persegi. f. Guru memberikan contoh soal yang berkaitan dengan penerapan konsep keliling daerah persegi panjang dan persegi. mengkondisikan peserta didik dan memastikan peserta didik siap menerima pelajaran. Dengan peragaan menggunakan model daerah persegi panjang dan persegi. Inti a. d. Guru menggali informasi pengetahuan awal peserta didik dari lingkungan sekitar peserta didik baik di dalam maupun di luar lingkungan kelas yang berkaitan dengan daerah persegi panjang dan persegi. Guru menerangkan pengertian tentang luas persegi panjang dan persegi.99 I. Guru memberitahukan tujuan pembelajaran (sesuai dengan indikator). b. b. 25 menit 5 menit 5 menit 5 menit 2 menit 5 menit 3 menit 2 menit 4 menit 2 menit Alokasi Waktu 2 menit . d. g. Skenario Pembelajaran Tahap Pendahuluan Kegiatan a. Guru memberikan motivasi kepada peserta didik.

Guru Mata Pelajaran Mei 2010 Peneliti Agung Dwi Raharjo. S. tentukan luasnya!” h. Sumber Belajar Buku Matematika SMP Kelas VII Purworejo.100 Contoh soal latihan berupa masalah yang diberikan adalah: “Perbandingan panjang dan lebar sebuah kertas karton berbentuk persegi panjang adalah 4 : 3. Guru memberikan PR 5 menit 5 menit 10 menit J. Guru bersama siswa membahas soal-soal latihan yang telah dikerjakan siswa. NIP.Pd. 198104212005011001 Ida Herawati . Penutup a. Jika keliling kertas karton 56 cm. Guru bersama-sama siswa untuk merangkum materi pembelajaran b. Mengetahui.

Pendekatan Pembelajaran Model Pembelajaran Ekspositori G. Model daerah jajargenjang dan belah ketupat 2. Standar Kompetensi Memahami konsep segiempat dan segitiga serta menentukan ukurannya. 2. Metode Ceramah 2. Kompetensi Dasar Menghitung keliling dan luas bangun segiempat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. 2. Media Pembelajaran 1. Keliling dan luas jajargenjang 2. Menghitung keliling dan luas jajargenjang serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. Tujuan Pembelajaran Setelah selesai mengikuti kegiatan pembelajaran diharapkan siswa dapat: 1. Papan tulis :2 : 2 x 40 menit . Metode Pemberian Tugas H. Menghitung keliling dan luas belah ketupat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. C. Metode Tanya Jawab 3. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung keliling dan luas jajargenjang. Materi Ajar 1. D. Keliling dan luas belah ketupat F. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung keliling dan luas belah ketupat. E.101 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS KONTROL Nama Sekolah Mata Pelajaran : MTs Negeri Loano : Matematika Kelas / Semester : VII/ Genap Pertemuan ke Alokasi Waktu A. B. Indikator 1. Metode Pembelajaran 1.

102 I. 25 menit . f. e. Guru menggali informasi pengetahuan awal peserta didik dari lingkungan sekitar peserta didik baik di dalam maupun di luar lingkungan kelas yang berkaitan dengan daerah jajargenjang dan belah ketupat. Guru memberikan contoh soal yang berkaitan dengan penerapan konsep luas daerah 5 menit 5 menit jajargenjang dan belah ketupat. Guru memberikan motivasi kepada peserta didik. Guru menerangkan pengertian tentang luas jajargenjang dan belah ketupat. b. Guru mengucapkan salam. Guru memberikan contoh soal yang berkaitan dengan penerapan konsep keliling daerah 5 menit jajargenjang dan belah ketupat. mengkondisikan peserta didik dan memastikan peserta didik siap menerima pelajaran. Dengan peragaan menggunakan model daerah jajargenjang dan belah ketupat. c. d. Guru meminta peserta didik untuk mengerjakan soal-soal latihan dari buku. Skenario Pembelajaran Tahap Kegiatan Alokasi Waktu Pendahuluan a. Guru memberitahukan tujuan pembelajaran 2 menit 2 menit (sesuai dengan indikator). Guru menerangkan pengertian tentang keliling jajargenjang dan belah ketupat. guru 2 menit 5 menit menunjukkan bahwa keliling suatu bangun adalah jumlah panjang semua sisinya. Inti a. d. g. Guru mendemonstrasikan model daerah 2 menit 3 menit 4 menit jajargenjang dan belah ketupat b. c.

diketahui panjang salah satu sisinya 15 cm dan panjang salah satu diagonalnya 18 cm.Pd. Penutup a. NIP. 198104212005011001 Ida Herawati . keliling. Guru bersama-sama siswa untuk merangkum materi pembelajaran b. Guru bersama siswa membahas soal-soal latihan yang telah dikerjakan siswa. Mei 2010 Mengetahui. S. Guru memberikan PR 5 menit 5 menit 10 menit J. Guru Mata Pelajaran Peneliti Agung Dwi Raharjo. Tentukan panjang diagonal yang lain.103 Contoh soal latihan berupa masalah yang diberikan adalah: “Pada sebuah belah ketupat. dan luas daerah belah ketupat!” h. Sumber Belajar Buku Matematika SMP Kelas VII Purworejo.

Metode Pemberian Tugas H. Papan tulis :3 : 2 x 40 menit . Metode Ceramah 2.104 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS KONTROL Nama Sekolah Mata Pelajaran : MTs Negeri Loano : Matematika Kelas / Semester : VII/ Genap Pertemuan ke Alokasi Waktu A. D. Menghitung keliling dan luas layang-layang serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. 2. Standar Kompetensi Memahami konsep segiempat dan segitiga serta menentukan ukurannya. Materi Ajar 1. Kompetensi Dasar Menghitung keliling dan luas bangun segiempat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. Model daerah layang-layang dan trapesium 2. Metode Pembelajaran 1. Media Pembelajaran 1. Tujuan Pembelajaran Setelah selesai mengikuti kegiatan pembelajaran diharapkan siswa dapat: 1. B. Indikator 1. C. Pendekatan Pembelajaran Model Pembelajaran Ekspositori G. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung keliling dan luas layang-layang. Metode Tanya Jawab 3. 2. E. Keliling dan luas layang-layang 2. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung keliling dan luas trapesium. Menghitung keliling dan luas trapesium serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. Keliling dan luas trapesium F.

Guru menerangkan pengertian tentang keliling layang-layang dan trapesium. guru menunjukkan bahwa keliling suatu bangun adalah jumlah panjang semua sisinya.105 I. Inti a. b. Guru memberikan contoh soal yang berkaitan dengan penerapan konsep keliling daerah 5 menit 2 menit 5 menit 2 menit 3 menit 4 menit layang-layang dan trapesium. e. d. Guru mendemonstrasikan model daerah layanglayang dan trapesium. f. mengkondisikan peserta didik dan memastikan peserta didik siap menerima pelajaran. d. c. Guru memberikan contoh soal yang berkaitan dengan penerapan konsep luas daerah layanglayang dan trapesium. g. Guru mengucapkan salam. 25 menit 5 menit 5 menit . Guru menerangkan pengertian tentang luas layang-layang dan trapesium. Skenario Pembelajaran Tahap Kegiatan Alokasi Waktu Pendahuluan a. Guru meminta peserta didik untuk mengerjakan soal-soal latihan dari buku. Dengan peragaan menggunakan model daerah layang-layang dan trapesium. Guru memberikan motivasi kepada peserta didik. Guru memberitahukan tujuan pembelajaran 2 menit 2 menit (sesuai dengan indikator). c. Guru menggali informasi pengetahuan awal peserta didik dari lingkungan sekitar peserta didik baik di dalam maupun di luar lingkungan kelas yang berkaitan dengan daerah layanglayang dan trapesium. b.

NIP. Sumber Belajar Buku Matematika SMP Kelas VII Purworejo. Ikatan rusuk-rusuk (diagonal) dibuat sedemikian rupa sehingga rusuk yang panjang dibagi dengan perbandingan 3 : 7. 198104212005011001 Ida Herawati . dan kertas. Hitunglah panjang benang dan luas kertas yang dibutuhkan!” h. Guru bersama-sama siswa untuk merangkum materi pembelajaran b. Mei 2010 Mengetahui.Pd. rusuk-rusuk dari bambu. S. Penutup a. Bahan yang telah tersedia adalah benang. Guru bersama siswa membahas soal-soal latihan yang telah dikerjakan siswa. Guru Mata Pelajaran Peneliti Agung Dwi Raharjo.106 Contoh soal latihan berupa masalah yang diberikan adalah: “Andi akan membuat 70 buah layang-layang untuk dijual. Guru memberikan PR 5 menit 5 menit 10 menit J. Setiap layang-layang mempunyai ukuran diagonal 50 cm dan 40 cm.

dan 120? ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… . 8. maka bagaimanakah hubungan antara bilangan 15. nyatakan hubungan antara 120 ubin dan lantai kamar Meisya? ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… Misalkan sepanjang sisi lantai kamar yang panjang dapat dipasang sebanyak 15 ubin dan sepanjang sisi lantai kamar yang pendek terpasang 8 ubin. Misalkan pada lantai kamar Meisya dapat dipasang ubin sebanyak 120 biji. Permasalahan 1 Meisya mempunyai kamar. Diskusikan dan jawablah setiap pertanyaan yang diberikan.107 Lampiran 6 Bacalah dengan teliti setiap uraian dari permasalahan yang diberikan. Lantai kamar Meisya berbentuk persegipanjang. 1. Di lantai kamar tersebut terpasang ubin yang berbentuk persegi. Dengan kata-katamu sendiri.

108 Andaikan ada suatu lantai yang panjangnya 5 ubin dan lebarnya 3 ubin. Berapakah ubin yang dapat menutupi dengan tepat lantai kamar tersebut? ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… Apa yang dapat Anda simpulkan dari Permasalahan 1 di atas? ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… 2. Permasalahan 2 Sebuah lapangan sepakbola berbentuk persegipanjang. Panjang lapangan 110 m dan lebarnya 75 m. Setiap hari Andi berlari mengelilingi lapangan tersebut sebanyak tiga kali. Berapakah panjang lintasan yang dilalui Andi? ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… Ceritakan apa yang dapat kamu simpulkan dari panjang lintasan Andi tersebut ! ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… 3. Permasalahan 3

Taman milik Richa berbentuk persegi dengan panjang sisinya 100 m. Dalam taman tersebut terdapat sebuah kolam ikan yang berbentuk persegipanjang dengan ukuran panjang 8 m dan lebar 6 m. Berapa luas taman Richa? ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… Berapa luas kolam ikan yang terdapat di taman? ………………………………………………………………………………

109

Selain untuk empang, pada taman tersebut akan ditanami tanaman bunga. Berapa luas tanah yang dapat ditanami bunga? ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… Ceritakan apa yang dapat kamu simpulkan dari Permasalahan 3 di atas ! ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… 4. Permasalahan 4

Arena tinju yang berbentuk persegi dengan luas 36 m2. Di sekeliling arena tinju itu dipasangi pelindung berupa 3 utas tali. Hitunglah keliling arena tinju! ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… Berapa meter panjang tali yang diperlukan? ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… Ceritakan apa yang dapat kamu simpulkan dari panjang tali tersebut ! ………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………

110

Bacalah dengan teliti setiap uraian dari permasalahan yang diberikan. Diskusikan dan jawablah setiap pertanyaan yang diberikan ! 1. Permasalahan 1

Bentuk tralis jendela di atas.

a b a Tralis jendela sebuah gedung berbentuk jajargenjang. Panjang sisi jajargenjang pada ebuah

a

bb

tralis adalah 20 cm dilambangkan dengan a, sedangkan panjang sisi yang berdekatan dengan a adalah 25 cm dilambangkan dengan b. tinggi jajargenjang 15 cm. Untuk membuat satu jendela diperlukan 64 jajargenjang. kan Hitunglah luas jajargenjang pada tralis di atas! ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… Jika di tepi setiap jajargenjang akan diberi sekat pemisah dengan jajargenjang lain. Berapa panjang sekat yang diperlukan untuk 64 jajargenjang tersebut? ……………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………

Apa yang terjadi pada luas jajargenjang baru jika tingginya setengah kali tinggi jajargenjang semula? ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… Apa yang terjadi pada luas jajargenjang baru jika alas dan tingginya setengah kali alas dan tinggi jajargenjang semula? ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… Kesimpulan apa yang An temukan dari Permasalahan 2? Anda ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… 3. Permasalahan 2 Andi mempunyai papan dari kayu yang berbentuk jajargenjang. Ia ingin pan memperkecil ukuran papan tersebut sesuai dengan keinginannya menjadi jajargenjang baru. Permasalahan 3 Rina mempunyai kawat yang akan dibentuk menjadi model belah ketupat.111 Kesimpulan apa yang dapat Anda temukan dari Permasalahan 1 di atas? ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… 2. Keliling belah ketupat adalah 52 cm. Hitunglah panjang sisi belahketupat tersebut! ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… Apa yang dapat Anda simpulkan dari masalah kawat tersebut? ………………………………………………………………………………… .

Luas permukaan kue tersebut 36 cm2. Permasalahan 4 Ani mempunyai kue yang akan ia potong sedemikian rupa sehingga permukaannya berbentuk belah ketupat. Berapakah panjang diagonal-diagonal belah ketupat tersebut ? ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… Bagaimana hubungan antara luas belah ketupat dengan panjang diagonaldiagonalnya? ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… Kesimpulan apa yang dapat Anda temukan dari Permasalahan 4 di atas? ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… .112 4. Perbandingan panjang diagonalnya adalah 1 : 2.

Berapa cm panjang pita untuk 1 macam layang layang-layang tersebut? ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… Berapa cm panjang pita hiasan yang dibutuhkan untuk keempat layang layang? njang layang-layang? ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… Bagaimana hubungan antara panjang sisi yang berdekatan pada layang-layang layang layang tersebut dengan panjang pita hiasan? ……………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… Ceritakan apa yang dapat kamu simpulkan dari panjang pita hiasan tersebut ! ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… Jika panjang kedua diagonal layang-layang Adi berturut-turut adalah 20 cm dan layang 40 cm. Agar lebih indah. 1. Diskusikan dan jawablah setiap pertanyaan yang diberikan.113 Bacalah dengan teliti setiap uraian dari permasalahan yang diberikan. Permasalahan A Adi mempunyai 4 layang-layang yang berukuran sama. Panjang sisi yang layang berdekatan berturut-turut adalah 9 cm dan 12 cm. Berapa luas layang-layang Adi? ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… . Adi ingin turut memberi pita hiasan di sekeliling layang an layang-layang (lebar pita diabaikan) .

sedangkan panjang sisi sejajar 12 meter dan 7 meter. berapa keliling trapesium pada gambar di atas? ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… . Tinggi trapesium adalah 2 meter. Hitunglah luas daerah trapesium tersebut! …………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… Bagaimana hubungan antara luas trapesium dengan panjang sisi sejajar dan tinggi trapesium? ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… Apa yang dapat Anda simpulkan? ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… Jika sisi yang berdekatan dengan sisi sejajar mempunyai panjang 3 meter.114 Bagaimana hubungan antara panjang diagonal layang layang dengan luas layang-layang layang-layang? ……………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… Apa yang dapat Anda simpulkan dari Permasalahan A? ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… 2. Permasalahan B Bagian depan atap masjid Gedhe Yogyakarta seperti tampak pada gambar di atas berbentuk trapesium samakaki.

115 Bagaimana hubungan antara keliling trapesium dengan panjang sisi-sisi trapesium? …………………………………………………………………………… .

Indikator Pembelajaran • Kooperatif Aspek yang diamati Presentasi kelas Tim Kuis Skor kemajuan individual Rekognisi tim. Nomor butir soal 4 8 14 16 17 • Tipe Student • Teams • Achievement Division (STAD) 2. 13 and Learning • Inkuiri : Penemuan pola materi (CTL) • Bertanya : Bertanya kepada guru maupun 7 dan 12 kepada teman • Masyarakat Belajar : Diskusi kelompok 11 terhadap Lembar Aktivitas Siswa (LAS) yang diberikan guru • Refleksi : Merangkum kesimpulan dari materi yang sedang diajarkan 18 • Penilaian Autentik : Pengumpulan kuis yang 15 diberikan oleh guru . • Contextual Teaching • Kontruktivisme : Penyusunan materi secara 5 aktif berdasarkan pengetahuan terdahulu.116 Lampiran 7 KISI-KISI LEMBAR OBSERVASI KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) No 1.

10 and Learning • Inkuiri : Penemuan pola materi (CTL) • Bertanya : Bertanya kepada guru maupun kepada 8 dan 9 teman • Masyarakat Belajar : Diskusi terhadap Lembar 7 Aktivitas Siswa (LAS) yang diberikan guru • Refleksi : Merangkum kesimpulan dari materi yang sedang diajarkan 13 dan15 • Penilaian Autentik : Pengumpulan catatan dan tugas yang diberikan oleh guru 14 KISI-KISI LEMBAR OBSERVASI KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN EKSPOSITORI Indikator Model Pembelajaran Ekspositori Aspek yang diamati Nomor butir soal 1 dan 3 4 5 8 10 • • • • • Persiapan (preparation) Penyajian (presentation) Menghubungkan (correlation) Menyimpulkan (generalization) Penerapan (application) .117 KISI-KISI LEMBAR OBSERVASI KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) Indikator Aspek yang diamati Nomor butir soal Contextual Teaching • Kontruktivisme : Penyusunan materi secara aktif 5 berdasarkan pengetahuan terdahulu.

118 Lampiran 8 PEDOMAN PENGISIAN LEMBAR OBSERVASI KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN Petunjuk Pengisian: o Pengisian lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran ini berdasarkan pada pelaksanaan pembelajaran yang saudara amati o Berilah tanda (√) pada salah satu pilihan realisasi yang tersedia untuk setiap pernyataan berikut sesuai dengan pengamatan saudara saat pembelajaran: a. Aktivitas Guru Ya : Jika guru melaksanakan kegiatan tersebut Tidak : Jika tidak guru melaksanakan kegiatan tersebut Contoh : Untuk poin 1 yaitu Guru menyampaikan tujuan pembelajaran sebelum menyampaikan materi. maka observer harus memberi tanda (√) pada kolom (Ya) b. karena 2 siswa berada dalam interval (0 ≤ I ≤ 8) dengan nilai 1. Jadi harus benar-benar melihat aktivitas siswa. Begitu juga dengan yang lainnya. . Aktivitas Siswa (4) jika I ≥ 25 siswa (3) jika 17 ≤ I ≤ 24 siswa (2) jika 9 ≤ I ≤ 16 siswa (1) jika 0 ≤ I ≤ 8 siswa Contoh : Untuk poin 11 jika ada 2 siswa yang merespon pertanyaan yang diajukan teman maka observer harus menyontreng (√) pada kolom 1.

Tidak . Kegiatan Inti 4 Guru menjelaskan materi pelajaran Ya dengan urut 5 Siswa menyusun materi sendiri 1 berdasarkan pengetahuan terdahulu 6 Guru memberi kesempatan kepada Ya siswa untuk bertanya 7 Guru merespon pertanyaan yang Ya diajukan siswa 8 Guru mengorganisasikan siswa Ya Tidak Tidak Tidak 2 3 4 Tidak mengecek siswa pengetahuan Ya melalui tanya Tidak tipe STAD berbasis dalam kelompok-kelompok belajar 9 Guru memberikan nama kelompok Ya untuk masing-masing kelompok. 2 Guru memotivasi siswa cara dan Ya belajar Tidak menginformasikan yang akan ditempuh (pembelajaran kooperatif CTL).119 Lampiran 9 LEMBAR OBSERVASI KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) Pertemuan : Hari/ Tanggal : Materi No : Aspek yang diamati Kegiatan Awal 1 Guru menyampaikan tujuan Ya Tidak Realisasi Keterangan pembelajaran. 3 Guru prasyarat jawab.

17 Guru memberikan penghargaan Ya Tidak kepada kelompok melalui nilai penghargaan berdasarkan perolehan nilai peningkatan individual. ………………………… Observer . 15 guru Guru mengumpulkan kuis yang Ya dikerjakan siswa Tidak 16 Guru menilai hasil kuis untuk Ya menentukan nilai peningkatan Tidak individual dari nilai dasar ke nilai berikutnya. 12 Siswa merespon pertanyaan yang 1 diajukan teman 13 Siswa dapat menemukan konsep 1 atau pola baik secara mandiri maupun melalui bimbingan guru 14 Siswa mengerjakan oleh kuis yang 1 secara 2 3 4 2 3 4 2 3 4 diberikan individual. Kegiatan Akhir 18 Guru mengarahkan siswa untuk Ya membuat simpulan dari materi yang telah dipelajari. 19 Guru memulai dan mengakhiri Ya Tidak Tidak pelajaran tepat waktu Purworejo .120 10 Guru membagikan Lembar Ya Tidak Aktivitas Siswa (LAS) yang berisi permasalahan pelajaran 11 Siswa Aktivitas mengerjakan Siswa (LAS) Lembar 1 secara 2 3 4 tentang materi berkelompok.

121 LEMBAR OBSERVASI KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) Pertemuan : Hari/ Tanggal : Materi : No Aspek yang diamati Kegiatan Awal Realisasi Keterangan 1 Guru menyampaikan tujuan Ya Tidak pembelajaran. Kegiatan Inti 4 Guru menjelaskan materi pelajaran Ya dengan urut 5 Siswa menyusun materi sendiri 1 berdasarkan pengetahuan terdahulu 6 Guru membagikan Lembar Ya Tidak 2 3 4 Tidak mengecek siswa pengetahuan Ya melalui tanya Tidak Aktivitas Siswa (LAS) yang berisi permasalahan pelajaran 7 Siswa Aktivitas mengerjakan Siswa (LAS) Lembar 1 dengan 2 3 4 tentang materi teman sebangku 8 Siswa tentang mengajukan materi pertanyaan 1 belum 2 3 4 yang dimengerti kepada teman atau guru . 2 Guru memotivasi siswa cara dan Ya belajar Tidak menginformasikan yang akan ditempuh (pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)) 3 Guru prasyarat jawab.

13 Guru menugaskan siswa membuat catatan dari untuk Ya temuan Tidak mereka secara individu.………………………… Observer ………………………………………. ..122 9 Guru merespon pertanyaan yang Ya diajukan siswa 10 Siswa dapat menemukan konsep 1 atau pola baik secara mandiri maupun melalui bimbingan guru 11 Guru mengklarifikasi temuan siswa Ya menjadi sebuah kesimpulan umum. guru Ya Tidak Tidak mengecek kebenaran konsep yang dirangkum siswa melalui tanya jawab. 14 Guru mengumpulkan buku catatan Ya dan tugas yang dikerjakan oleh siswa Kegiatan Akhir 15 Sebagai bahan refleksi. 12 Guru memberikan tugas berupa soal Ya bentuk aplikasi untuk melihat Tidak Tidak 2 3 4 Tidak pemahaman yang telah dicapai siswa. 16 Guru memulai dan mengakhiri Ya pelajaran tepat waktu Tidak Purworejo.

Tidak . 2 Guru memotivasi siswa cara dan Ya belajar Tidak menginformasikan yang akan ditempuh (pembelajaran ekspositori) 3 Guru prasyarat jawab.123 LEMBAR OBSERVASI KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS KONTROL Pertemuan : Hari/ Tanggal : Materi : No Aspek yang diamati Kegiatan Awal Realisasi Keterangan 1 Guru menyampaikan tujuan Ya Tidak pembelajaran. Kegiatan Inti 4 Guru menjelaskan materi pelajaran Ya dengan urut dan jelas 5 Guru memberikan contoh soal yang Ya yang memungkinkan siswa dapat menangkap pelajaran keterkaitan dalam materi struktur Tidak Tidak mengecek siswa pengetahuan Ya melalui tanya Tidak pengetahuan yang telah dimilikinya 6 Guru meminta siswa untuk Ya Tidak mengerjakan soal-soal latihan 7 Siswa mengerjakan soal-soal 1 2 3 4 latihan yang diberikan Kegiatan Akhir 8 Guru mengarahkan siswa dalam Ya menyimpulkan materi pelajaran.

………………………… Observer ………………………………… .124 9 Guru mengulang kembali inti-inti Ya materi persoalan 10 Guru memberikan soal yang Ya Tidak yang menjadi pokok Tidak berbentuk aplikasi 11 Guru memulai dan mengakhiri Ya pelajaran tepat waktu Tidak Purworejo.

6. 5. Siswa dapat menghitung keliling keramik berbentuk persegi dan jumlah yang dibutuhkan untuk menutupi lantai dengan luas tertentu jika diketahui panjang sisi keramik 4. 2.125 Lampiran 10 KISI-KISI SOAL UJI COBA KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Satuan Pendidikan : Mata Pelajaran Kelas Pokok Bahasan : : : SMP/MTs Matematika VII Segiempat Kompetensi Dasar Menghitung keliling dan luas bangun segiempat dan menggunakannya dalam pemecahan masalah Indikator 1. Siswa dapat menghitung luas Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) pada lahan berbentuk persegi yang diketahui luasnya. Siswa dapat menghitung luas lapangan yang diketahui keliling serta perbandingan panjang dan lebarnya. Siswa dapat menghitung keliling dan luas belah ketupat jika diketahui perbandingan panjang diagonal-diagonal dan panjang No. Siswa dapat menghitung keliling sebidang tanah berbentuk persegi panjang yang diketahui luas dan lebarnya. Siswa dapat menghitung luas model jajargenjang jika diketahui alas dan tingginya. 3. Soal 1 Bentuk Soal Uraian 2 Uraian 3 Uraian 4 Uraian 5 Uraian 6 Uraian .

Siswa dapat menghitung luas trapesium acuan samakaki dengan konsep 10 Uraian menggunakan teorema Phytagoras. Siswa dapat menghitung luas layang-layang jika diketahui 8 Uraian panjang salah satu diagonal. Siswa dapat menghitung luas daerah belah ketupat jika 7 Uraian diketahui perbandingan panjang diagonal-diagonal dan panjang salah satu diagonalnya. 7.126 salah satu sisinya. 9. 8. . 10. panjang salah satu sisi. Siswa dapat menghitung keliling trapesium acuan siku-siku dengan konsep 9 Uraian menggunakan teorema Phytagoras. dan kelilingnya.

Paman membeli sebidang tanah yang berbentuk persegi panjang dengan luas 96 m2. Berapakah jumlah keramik yang dibutuhkan untuk menutupi lantai gedung? 4. Tinggi model jajargenjang 6 cm. Jarak yang ditempuh atlet 280 m. Pihak yayasan berencana membangun perpustakaan dengan luas 60 m2 pada lahan tersebut. Lebar tanah paman kali panjangnya.127 Lampiran 11 SOAL UJI COBA Pokok Bahasan : Segiempat Luas dan Keliling Segiempat 2 x 40 menit Sub Pokok Bahasan : Waktu : 1. a. Hitunglah luas Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD)! 5. Hitunglah luas model jajargenjang! . Berapakah keliling sebidang tanah yang dibeli paman? 2. Berapakah luas lapangan? 3. Diketahui setengah alasnya adalah 1 cm kurangnya dari tinggi jajargenjang. Sorang atlet berlari mengelilingi lapangan sebanyak satu kali. Lahan yang tersisa digunakan untuk mendirikan Sekolah Dasar (SD). Sepertiga dari sisa pembangunan akan dibangun Taman Kanak-kanak (TK). Ami mempunyai model jajargenjang yang terbuat dari karton. Lantai sebuah gedung yang luasnya 320 m2 akan ditutupi dengan sejumlah keramik. Apabila keramik tersebut berbentuk persegi dengan panjang sisi 40 cm. Hitunglah keliling keramik! b. Perbandingan panjang dan lebar lapangan 4 : 3. Yayasan Putra Bangsa mempunyai lahan berbentuk persegi yang luasnya 300 m2.

ketupat Rani membentuk bangun belah ketupat. Tampak dari depan. Panjang sisi sejajar masing-masing 12 cm dan 36 cm. Hitunglah luas layang-layang ABCD! 9. Ketika hari raya Idul Fitri. Diketahui layang-layang ABCD dengan AC sumbu simetri.128 6. Pada sebuah belah ketupat. Hitunglah luas trapesium! . Sebuah trapesium sama kaki mempunyai panjang kaki 20 cm. Panjang diagonal d1 18 cm. cm. Tinggi trapesium 16 cm. Rani membuat ketupat lebaran. Keliling layang-layang ABCD 54 cm. Perbandingan panjang diagonaldiagonal ketupat Rani 3 : 4 dan panjang salah satu sisinya 10 cm. Hitunglah keliling trapesium! 10. diketahui perbandingan panjang diagonal-diagonalnya d1 : d2 = 3 : 5. Sebuah trapesium siku-siku mempunyai panjang sisi sejajar 12 cm dan 24 cm. O titik potong kedua diagonal sedemikian rupa sehingga 21 cm dan : 10 = 5 : 2. Hitunglah luas daerah belah ketupat! 8. Hitunglah keliling dan luas ketupat milik Rani! 7.

. p (Merencanakan penyelesaian masalah) skor 4 ⇔ 96 m2 = p2 ⇔ p2 ⇔p ⇔ p2 = = 256 m2 = 16 m m2 l = .16 m =6m K = 2 ( p + l) ⇔ K = 2 (16 + 6) m ⇔ K = 44 m (Menyelesaikan masalah sesuai dengan rencana) skor 2 (Menarik kesimpulan) skor 2 Jadi.129 Lampiran 12 KUNCI JAWABAN SOAL UJI COBA Misal : L = luas K = keliling p = panjang l s t = lebar = panjang sisi = tinggi d1 = panjang diagonal 1 d2 = panjang diagonal 2 1. Diketahui : Persegi panjang L = 96 m2 l = p (Mengidentifikasi masalah) skor 2 Ditanya : K = …? Jawab : L ⇔L =p.l =p. keliling sebidang tanah yang dibeli paman 44 m.

Diketahui : L lantai gedung = 320 m2 s keramik Ditanya : a. 60 m ⇔ p = 80 m L=p. Diketahui : Lapangan Persegi panjang K = 280 m p:l=4:3 Ditanya : L = …? Jawab : p= l K=2(p+l) ⇔ 280 = 2 ( ⇔ 280 = 2 . luas lapangan 4800 m2 .l ⇔ L = 4800 m2 ⇔ L = 80 m . s keramik = 4 . l ⇔ 280 = l l+l) (Mengidentifikasi masalah) skor 2 (Merencanakan penyelesaian masalah) skor 4 l = 60 m p = . 40 cm = 160 cm (Menyelesaikan masalah sesuai dengan rencana) skor 1 Jadi. K keramik = 4 . K keramik = …? b.130 2. keliling keramik 160 cm (Menarik kesimpulan) skor 1 (Merencanakan penyelesaian masalah) skor 2 = 40 cm (Mengidentifikasi masalah) skor 2 Jadi. 60 m (Menyelesaikan masalah sesuai dengan rencana) skor 2 (Menarik kesimpulan) skor 2 3. Jumlah keramik yang dibutuhkan untuk menutupi lantai gedung = …? Jawab : a.

4 m) 2 (Merencanakan penyelesaian masalah) skor 2 = 0. (Menarik kesimpulan) skor 1 4. luas TK adalah 80 m dan luas SD adalah 160 m .4 m L keramik = (s keramik)2 = (0.131 b. 5.16 m2 L lantai gedung = 320 m2 (Menyelesaikan masalah sesuai dengan rencana) = 2000 skor 1 Jumlah keramik yang dibutuhkan = Jadi. jumlah keramik yang dibutuhkan untuk menutupi lantai gedung 2000 buah. Diketahui : Model Jajargenjang a = t – 1 cm t = 6 cm Ditanya : L model jajargenjang = …? (Mengidentifikasi masalah) skor 2 . s keramik = 40 cm = 0. Diketahui : L lahan = 300 m 2 (Mengidentifikasi masalah) skor 2 L perpustakaan = 60 m2 L TK adalah sisa perpustakaan Sisa lahan untuk pembangunan SD Ditanya : Luas TK dan SD Jawab : (Merencanakan penyelesaian masalah) skor 4 L lahan sisa pembangunan perpustakaan = 300 m2 – 60 m2 = 240 m2 L TK = x 240 m2 = 80 m2 L SD = L lahan – L perpustakaan – L TK = 300 – 60 – 80 = 160 m 2 2 2 (Menyelesaikan masalah sesuai dengan rencana) skor 2 (Menarik kesimpulan) skor 2 Jadi.

16 cm = 12 cm .132 Jawab : a = t – 1 cm a (Merencanakan penyelesaian masalah) = 2 (t – 1 cm) skor 4 = 2 (6 cm – 1 cm) = 2 (5 cm) = 10 cm L model jajargenjang = a . 10 cm = 40 cm d1 : d2 = 3 : 4 d1 = d2 (Merencanakan penyelesaian masalah) skor 4 (Mengidentifikasi masalah) skor 2 s ketupat = 10 cm 10 cm 10 cm 10 cm 10 cm = = = = = = 16 cm = . s ketupat = 4 . 6 cm (Menyelesaikan masalah sesuai dengan rencana) 2 = 60 cm skor 2 2 Jadi. luas model jajargenjang 60 cm (Menarik kesimpulan) skor 2 6. Diketahui : Belah Ketupat d1 : d2 = 3 : 4 s ketupat = 10 cm Ditanya : K dan L ketupat = …? Jawab : K = 4. t = 10 cm .

30 cm (Menyelesaikan masalah sesuai dengan rencana) = 270 cm 2 2 skor 2 (Menarik kesimpulan) skor 2 Jadi. Diketahui : Belah ketupat d1 : d2 = 3 : 5 d1 = 18 cm Ditanya : L belah ketupat = …? Jawab : d2 = = d1 . 12 cm . 18 cm (Mengidentifikasi masalah) skor 2 (Merencanakan penyelesaian masalah) skor 4 = 30 cm L belah ketupat = d1 . 18 cm . luas belah ketupat 270 cm 8.133 L= = . 16 cm = 96 cm2 Jadi. keliling ketupat 40 cm dan luasnya 96 cm2 (Menyelesaikan masalah sesuai dengan rencana) skor 2 (Menarik kesimpulan) skor 2 7. d2 = . Diketahui: Layang-layang ABCD AC sumbu simetri = 21 cm = 10 cm O titik potong kedua diagonal : =5:2 (Mengidentifikasi masalah) skor 2 K = 54 cm Ditanya : L layang-layang ABCD = …? .

134 Jawab : = = = 10 cm = (54 – (2. (Menarik kesimpulan) skor 2 9. luas layang-layang ABCD adalah 168 cm2. 34 = 17 cm = . 21 cm = 15 cm = . 16 cm . 21 cm = 168 cm2 (Menyelesaikan masalah sesuai dengan rencana) skor 2 Jadi. d2 = . d1 8 cm = .10)) = . Diketahui: a = 12 cm c b = 24 cm Ditanya : K = …? t = 16 cm (Mengidentifikasi masalah) skor 2 . 21 cm = 6 cm = (Merencanakan penyelesaian masalah) skor 4 = = = 8 cm = . d1 d1 d2 L = 16 cm = = 21 cm = d1 .

Diketahui: B t E Ditanya : L = …? Jawab : = (b–a) (Merencanakan penyelesaian masalah) skor 4 A b = 36 cm a = 12 cm C 20 cm D skor 2 (Menarik kesimpulan) skor 2 (Mengidentifikasi masalah) skor 2 = ( 36 cm – 12 cm) = .135 Jawab : c= = = = = 20 cm K=a+c+b+t K = 12 cm + 20 cm + 24 cm + 16 cm (Merencanakan penyelesaian masalah) skor 4 (Menyelesaikan masalah sesuai dengan rencana) K = 72 cm Jadi. keliling trapesium 72 cm 10. 24 cm = 12 cm t= t= t= t= t = 16 cm .

136 L= (a+b)t L = (12 cm + 36 cm) . (Menyelesaikan masalah sesuai dengan rencana) skor 2 (Menarik kesimpulan) skor 2 . luas trapesium 384 cm2.16 cm L = 384 cm2 Jadi.

.740 .7500 35.713 146.468 .5714 38.783 .3571 34.661 132.781 .365 Total Correlation .324 < 0.683 145.5000 33.388.812 .665 126.545 117. Nilai r tabel untuk df=26 dan tingkat signifikansi 5% adalah 0.614 .2500 38.826 .137 Lampiran 13 HASIL UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS SOAL UJI COBA A.388.0357 31.9286 Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted 158.690 .2 atau 28 – 2 = 26 dan tingkat signifikansi 5% maka Ho diterima. artinya soal_1 tidak valid.821 .324 .792 .2857 35.861 109. artinya butir soal tersebut valid.430 .7143 37.460 . Uji Validitas Hipotesis : Ho : Skor butir berkorelasi positif dengan skor faktor Ha : Skor butir tidak berkorelasi positif dengan skor faktor Kriteria : Nilai r butir soal > r tabel untuk df = N .544 Alpha if Item Deleted .803 .830 .818 .816 Hasil output Item-Total Statistik di atas menunjukkan bahwa pada kolom Corrected Item-Total Correlation besar nilai r untuk soal_1 adalah 0.659 .798 .2500 33. Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted soal_1 soal_2 soal_3 soal_4 soal_5 soal_6 soal_7 soal_8 soal_9 soal_10 33.630 135.046 154.989 116.

822 Pada tabel Item-Total Statistik di atas tampak bahwa pada kolom Corrected Item-Total Correlation besar nilai r untuk soal_2 sampai dengan soal_10 > 0.817 .832 .796 .648 .787 .138 Proses kembali diulangi tanpa mengikutsertakan soal_1 yang tidak valid.412 .9286 29.2143 25.738 . soal_8. soal_7.830 > 0. .5357 28. Nilai Alpha 0.468 .388 artinya soal_2.803 .7500 32.8929 31.374.821 .374 131.830 tersebut termasuk dalam tingkat relibilitas sangat tinggi. B.554 112. Uji Reliabilitas Hipotesis : Ho : Soal-soal yang diujikan reliabel Ha : Soal-soal yang diujikan tidak reliabel Kriteria : Nilai Alpha > nilai r tabel untuk n = 28 maka Ho diterima.402 142. soal_9.374 artinya semua butir soal yang diujikan di atas sudah reliabel.217 106.397 122.676 128.617 .4286 32. Output yang dihasilkan sebagai berikut: Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted soal_2 soal_3 soal_4 soal_5 soal_6 soal_7 soal_8 soal_9 soal_10 27.484 . soal_4. soal_3.826 .1071 Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted 150. Output yang dihasilkan menampilkan tabel Reability Statistics sebagai berikut: Reliability Statistics Cronbach's Alpha .4643 30.696 .6786 27.692 Total Correlation . soal_5.062 113. soal_6.537 Alpha if Item Deleted .830 N of Items 9 Pada tabel tampak bahwa nilai Alpha 0. Nilai r tabel untuk n = 28 adalah 0.781 .332 140.807 . dan soal_10 valid.

06 2.72 4.06 2.06 Daya Pembeda signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan tidak signifikan signifikan signifikan .20 13.06 2.06 2.10 11.09 6.61 1.139 Lampiran 14 HASIL PERHITUNGAN DAYA PEMBEDA SOAL UJI COBA No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nomor Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 t hitung 2.06 2.06 2.97 7.06 2.67 3.55 t tabel 2.88 8.91 6.06 2.06 2.

020 0.020 0.084 0.020 0.504 0.14 -0.29 0.29 -0.86 x2 -1.91 > 2. maka soal no 2 mempunyai daya pembeda yang signifikan .020 0.504 0.084 0.71 0.29 -0.664 1.71 0.740 0. Karena t > t tabel .29 -1.664 0.504 0.14 -0.06 Pada α = 5% dengan dk = (14-1) +(14 -1) = 26 diperoleh t tabel 2.020 0.140 CONTOH PERHITUNGAN DAYA PEMBEDA SOAL Perhitungan daya pembeda untuk butir soal nomor 2 adalah sebagai berikut: X1 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 7 7 86 MH=6.29 -0.020 0.71 (x1)^2 0.504 6.020 0.714 (x2)^2 1.71 0.084 0.14 -0.14 -0.084 0.020 0.14 X2 4 4 5 5 5 5 5 5 6 6 6 6 6 6 74 ML=5.084 0.14 -0.29 -0.14 -0.14 0.71 0.29 -0.740 1.504 0.020 0.14 -0.71 0.14 -0.857 = 3.86 0.020 0.504 0.084 0.14 -0.020 0.29 x1 -0.020 0.06.14 -0.14 -0.29 -0.

42 Kategori mudah sedang sedang mudah sedang sukar sukar sukar sedang sedang .28 25 53.28 100 100 67.57 89.86 28. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nomor Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Tingkat Kesukaran (%) 17.86 71.57 64.141 HASIL PERHITUNGAN TINGKAT KESUKARAN SOAL UJI COBA No.

Lahan yang tersisa digunakan untuk mendirikan Sekolah Dasar (SD). Ketika hari raya Idul Fitri. Perbandingan panjang dan lebar lapangan 4 : 3. ketupat Rani membentuk bangun belah ketupat. Ami mempunyai model jajargenjang yang terbuat dari karton. Berapakah jumlah keramik yang dibutuhkan untuk menutupi lantai gedung? 3. Hitunglah keliling dan luas ketupat milik Rani! . Berapakah luas lapangan? 2. Hitunglah keliling keramik! d.142 Lampiran 15 SOAL PRE-TEST DAN POST-TEST Pokok Bahasan : Segiempat Luas dan Keliling Segiempat 2 x 40 menit Sub Pokok Bahasan : Waktu : 1. Pihak yayasan berencana membangun perpustakaan dengan luas 60 m2 pada lahan tersebut. Tampak dari depan. Yayasan Putra Bangsa mempunyai lahan berbentuk persegi yang luasnya 300 m2. Lantai sebuah gedung yang luasnya 320 m2 akan ditutupi dengan sejumlah keramik. Diketahui setengah alasnya adalah 1 cm kurangnya dari tinggi jajargenjang. Sorang atlet berlari mengelilingi lapangan sebanyak satu kali. Perbandingan panjang diagonaldiagonal ketupat Rani 3 : 4 dan panjang salah satu sisinya 10 cm. Hitunglah luas model jajargenjang! 5. c. Jarak yang ditempuh atlet 280 m. Rani membuat ketupat lebaran. Tinggi model jajargenjang 6 cm. Hitunglah luas Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD)! 4. Apabila keramik tersebut berbentuk persegi dengan panjang sisi 40 cm. Sepertiga dari sisa pembangunan akan dibangun Taman Kanak-kanak (TK).

Hitunglah luas trapesium! . diketahui perbandingan panjang diagonal-diagonalnya d1 : d2 = 3 : 5. Tinggi trapesium 16 cm. Hitunglah luas layang-layang ABCD! : 21 cm dan 10 cm. Diketahui layang-layang ABCD dengan AC sumbu simetri. Panjang diagonal d1 18 cm. = 5 : 2. O titik potong kedua diagonal sedemikian rupa sehingga layang ABCD 54 cm. Pada sebuah belah ketupat. Hitunglah luas daerah belah ketupat! 7. Hitunglah keliling trapesium! 9. Sebuah trapesium sama kaki mempunyai panjang kaki 20 cm. Keliling layang- 8.143 6. Sebuah trapesium siku-siku mempunyai panjang sisi sejajar 12 cm dan 24 cm. Panjang sisi sejajar masing-masing 12 cm dan 36 cm.

144 Lampiran 16 PEDOMAN PENSKORAN TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA Skor Mengidentifikasi masalah Salah mengidentifikasi atau tidak ada Jawaban Identifikasi soal kurang tepat atau salah menginterpretasika n sebagian soal atau mengabaikan kondisi soal 0 Merencanakan penyelesaian masalah Tidak ada Rencana penyelesaian masalah Merencanakan penyelesaian masalah yang tidak relevan Menyelesaikan masalah sesuai dengan rencana Tidak ada penyelesaian sama sekali Melaksanakan prosedur yang benar dan mungkin menghasilkan jawaban yang benar tetapi salah perhitungan atau penyelesaian tidak lengkap Melaksanakan prosedur atau proses yang benar dan mendapatkan hasil yang benar Menarik kesimpulan dari jawaban Tidak ada kesimpulan dari jawaban Ada kesimpulan dari jawaban tetapi tidak lengkap 1 Mengidentifikasi soal dengan baik. 2 Merencanakan penyelesaian masalah yang kurang relevan Kesimpulan dari jawaban lengkap dan benar 3 4 Merencanakan penyelesaian masalah yang benar tetapi tidak lengkap Merencanakan penyelesaian masalah yang benar dan mengarah pada jawaban yang benar Skor maksimal 2 Skor maksimal 4 Skor maksimal 2 Skor maksimal 2 .

Tinggi sebuah jajargenjang adalah 2 cm lebihnya dari alas jajargenjang. Alas jajargenjang 5 cm. Diketahui panjang diagonal-diagonal belah ketupat 6 cm dan 8 cm. Hitunglah panjang sisi dan keliling persegi! B. SOAL KUIS III 1.145 Lampiran 17 SOAL KUIS A. SOAL KUIS II 1. Keliling sebuah persegi panjang adalah 46 cm. SOAL KUIS I 1. Hitunglah luas jajargenjang! 2. Hitunglah luas trapesium yang panjang sisi sejajarnya 15 cm dan 9 cm serta tingginya 6 cm! . hitunglah keliling belah ketupat! C. Diketahui luas sebuah persegi 64 cm. Hitunglah luas layang-layang yang panjang diagonal-diagonal 9 cm dan 12 cm! 2. Lebarnya 10 cm. Hitunglah luas persegi panjang! 2.

Diketahui : Persegi L = 64 cm2 Ditanya : s = …? K = …? Jawab : L = s2 64 cm = s s = 8 cm K = 4. (skor 2) .146 Lampiran 18 KUNCI JAWABAN SOAL KUIS I 1. luas persegi panjang 130 cm2. 8 cm K = 32 cm 2 2 (skor 2) (skor 4) (skor 4) (skor 2) Jadi. Diketahui : Persegi panjang K = 46 cm l = 10 cm Ditanya : L = …? Jawab : K = 2 ( p+l ) 46 cm = 2 ( p+10 cm) 46 cm = 2p + 20 cm (46-20) cm = 2p 26 cm = 2p p = 13 cm L=p. 10 cm L = 130 cm 2 (Skor 2) 2.l L = 13 cm . S K = 4. panjang sisi persegi 8 cm dan (skor 2) kelilingnya 32 cm (skor 2) Jadi.

7 cm L = 35 cm (skor 2) 2. Diketahui : Belah ketupat d1 = 6 cm d2 = 8 cm Ditanya : K = …? Jawab : (skor 4) s= s= s= s= (skor 2) s= s = 5 cm (skor 2) (skor 4) Jadi. luas jajargenjang 35 cm (skor 2) K = 4. 5 cm K = 20 cm (skor 2) Jadi.t L = 5 cm .147 KUNCI JAWABAN SOAL KUIS II 1. (skor 2) . keliling belah ketupat 20 cm. Diketahui: Jajargenjang t = a + 2 cm a = 5 cm Ditanya : L = …? Jawab : t = a + 2 cm t = 5 cm+2 cm t = 7 cm L=a. s K = 4.

Diketahui: Trapesium a = 15 cm b = 9 cm t = 6 cm (skor 2) (skor 4) Ditanya: L = …? Jawab: L= (skor 4) L = 48 cm2 (skor 2) L = 6 cm (15 cm + 9 cm) Jadi. (skor 2) . luas trapesium 72 cm2. luas layang-layang 48 cm2. 24 cm L = 72 cm2 (skor 2) Jadi.148 KUNCI JAWABAN SOAL KUIS III 1. (skor 2) L = 3 cm . Diketahui : Layang-layang d1 = 8 cm d2 = 12 cm Ditanya : L= L = ( 8 cm . 12 cm) L = ( 96 cm ) 2 (skor 2) 2.

. . . . . . . . . . . . . . I . . . . I I . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 NAMA Ahmad Rajib Indra P Angsori Bambang Agus Saputra Fakih Samaudin Hayatun Kamilah Heni Purwati Hidayatul Anwaroh Ibnu Chajar Ibnul Mujib Ja'far Anis Majid Jauharotun Nafisa Khabib Khoirul U Khoirun Nafingah Kuni Nailatar Rohmah Lutfi Syaban Hakim M. . . . . . . . . . Ket. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . S S . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .149 Lampiran 19 DAFTAR PRESENSI SISWA KELAS VII A Pertemuan ke1 2 3 . . Lutfiyanto Masruhin Miftahul Huda Muhaimin Muhamad Asnadi Muhamad Lutfi Ngafif Muhammad Arif S Najib Isro'i Nguzlatul Wafiroh Nika Saryana Nur Hidayah Nuril Nur Liana Nurul Inayah Panut Fuadi Siti Munifah Solikhatun Umi Fatkhurrohmah Zuniar Adi Aziz Saputra Pre-test . . . . . . . . Post-test . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

150 DAFTAR PRESENSI SISWA KELAS VII B NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 NAMA Ahmad Tabi'udin Ali Nur Khabibi Amrina Najati Ana Khairina Fildzah Ana Muslimah Angga Fathurrohman Anis Fuadi Anisa Antikasari Budi Prayogo Diki Nur Muhtadin Hadil Amin Ibnu Atoqilah Ika Listiyani Indah Mukhoyaroh Khamidah Lina Lutfiana Lina Safitri Lisa Elawati M. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Ket. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Post-test . . . . S S . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Muwaffa Ulinnuha Masruhah Muhamad Wafa Murtadlo Nur Arifin Nur Maisaroh Rifka Choirunnisa Rofi Mahfudz Samsul Muarif Sartika Siti Jamroh Siti Zulaikhah Sutriyani Wahib Pre-test . . . . . . . Pertemuan ke1 2 3 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

. . . . . Post-test . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . S . . . . . . . I I . . . . . . . Ket. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Pertemuan ke1 2 3 . . . Aufal Marom Mudasin Muhamad Abdul Faqih Muhamad Jamil Muhamad Rosid Muhamad Sholihin Mukholis Mutoharoh Ngaliyah Nur Chamdani Nur Fauzi Siti Aryati Siti Saripah Siti Zuhriyah Sopiyah Sri Rahayu Susanti Sumiwati Tri Lestari Umi Jaziroh Umi Lia Khamidah Uswatun Nadzifah Vina Saroya Wahyunita Ariyanti Yuli Efriyanto Zain Bustanul Fatichin Pre-test . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .151 DAFTAR PRESENSI SISWA KELAS VII C NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 NAMA Amat Ichsan Ani Rahmawati Anwar Arif Hidayat Dwi Indra Yanto Eni Kurniasih Khusana Anisa Kusaini Lailatul Wafiroh Lukman Chakim Mirawati Much. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Bagaimana kebiasaan siswa ketika mengikuti pembelajaran? 4. Pernahkah bapak menerapkan model pembelajaran kooperatif di kelas? 3. Bagaimana tanggapan siswa ketika diberikan soal-soal pemecahan masalah? 7.152 Lampiran 20 Panduan Wawancara Guru untuk Mengetahui Keadaan Awal Siswa 1. Bagaimana kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah matematika? . Bagaimana hasil belajar matematika siswa? 5. Bagaimana model pembelajaran matematika yang dilaksanakan di kelas VII MTs N Loano Purworejo? 2. Apakah siswa sering menyelesaikan soal-soal pemecahan masalah matematika? 6.

namanya juga anak-anak mbak. Peneliti : Guru : Ketika diskusi. model pembelajaran matematika yang selama ini bapak terapkan di kelas khususnya kelas VII seperti apa? Guru : Selama ini saya lebih sering mengajar dengan cara menjelaskan materi di depan kelas. Hasil belajar siswa di sini bagaimana Pak? Peneliti : . sering ramai dan sulit dikondisikan. tetapi tahap-tahapnya tidak murni seperti model-model kooperatif yang dipelajari ketika kuliah. Peneliti : Guru : Peneliti : Setelah berada dalam kelompok-kelompok. Makanya saya tidak sering menerapkan diskusi di kelas agar waktunya terbuang sia-sia. Banyak siswa yang diskusi. dua meja dijadikan satu. tetapi ada juga yang bermain sendiri dan tidak mau tahu dengan pekerjaan yang harus diselesaikan. selama ini siswa lebih bisa patuh dan paham tanpa adanya diskusi di kelas Pak? Guru : Iya tepat sekali. kemudian latihan soal-soal Peneliti : Guru : Pernahkah Bapak menerapkan model pembelajaran kooperatif di kelas? Pernah. bagaimana sikap siswa? Biasanya siswa ribut sekali. Kalau saya bagi sesuai kriteria tertentu jadinya tambah ribut tadi. Kadang saya juga mengadakan diskusi kelas. Materi juga jadi tidak terkejar nantinya. siswa-siswa bisa diskusi dengan baik tidak Pak? Guru : Ya. Cara membagi kelompoknya seperti apa Pak? Biasanya sesuai tempat duduk. Peneliti : Berarti menurut Bapak.153 Hasil Wawancara Guru untuk Mengetahui Keadaan Awal Siswa Peneliti : Bapak.

Peneliti : Guru : Hasilnya bagaimana Pak? Jarang sekali siswa dapat nilai bagus. Siswa sering kesulitan memahami maksud soalnya. Ada juga yang bilang. lebih dari 50% nilainya di bawah batas tuntas. Peneliti : Guru : Bapak sering memberikan soal berbentuk pemecahan masalah tidak Pak? Biasanya untuk bab-bab tertentu saya beri soal aplikasinya atau soal cerita. di pokok bahasan SPLDV saya beri ulangan harian dengan soal uraian semua. Pernah juga dulu. biasanya saya beri soal pilihan ganda dan soal uraian. Peneliti : Guru : Tanggapan siswa bagaimana Pak? Baru diberi soal biasanya siswa banyak yang mengeluh. . “ Langsung jawaban saja ya Pak”. Bapak sering memberikan soal pemecahan masalah tidak? Guru : Kalau ulangan harian. “Sulit Pak. Peneliti : Selain di latihan. Penyelesaiannya harus dituntun. Apalagi mapel matematika. banyak yang sudah tidak suka dengan pelajarannya.154 Guru : Di sini itu siswanya susah-susah. tidak paham”. Hasil belajarnya tidak tinggi.

Test distribution is Normal.73096 . maka kelima kelas tersebut berdistribusi normal .155 Lampiran 21 UJI NORMALITAS DATA NILAI RAPORT POPULASI Hipotesis Ho : Data berdistribusi normal Ha : Data tidak berdistribusi normal Kriteria : Jika harga kritis ( ) > Taraf signifikansi ( = 5%) maka Ho diterima.69447 . VII B.007 Kelas_VIIF 29 69.673 .72581 .246 -. VII D.319 .4062 6.3793 5.6207 2.323 .238 -.216 -. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Kelas_VIIA N Normal Parameters a Kelas_VIIB 32 70.9394 6. VII C.185 1.228 -.065 Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. (2-tailed) a.297 .207 1.19900 .04121 .245 .185 .3889 6.308 .301 -. Untuk kelas VII A.210 1.224 Kelas_VIIC 36 70. Deviation 69.177 -.228 .245 1.02607 .259 1.3548 6.069 Kelas_VIID 29 68.200 1.046 . Sig.301 .062 Kelas_VIIE 31 69. dan VII F nilai > = 5%.061 33 Mean Std.216 .246 .

karena .03608 1.00 65.19900 5.00 Test of Homogeneity of Variances NILAI Levene Statistic 2.5819 66.4017 69. Error 1.6595 71.68936 Std.20799 .73096 6.00 65.00 95.5744 68.156 Lampiran 22 UJI HOMOGENITAS DATA NILAI RAPORT POPULASI Hipotesis : Ho : = = =…= Ha = paling sedikit 1 tanda sama dengan pada Ho tidak berlaku Kriteria : Jika harga kritis ( ) > Taraf signifikansi ( = 5%) maka Ho diterima Descriptives NILAI 95% Confidence Interval for Mean N A B C D E F Total 33 32 36 29 31 29 190 Mean 70.6875 70.8219 71.079).72581 5.00 65.1484 68.00 65.41275 Lower Bound Upper Bound 68.3548 69.50713 1.8006 72.96543 .6389 68.00 Maximum 88.02804 1.2424 70.3793 69.00 90.8684 Std.079 maka Ho diterima artinya keenam varians adalah sama.00 84.00 65.8878 67. Deviation 5.8586 69.00 86.86096 6.6826 Minimum 65.56028 2.90567 5.4192 67.09338 .00 65.00 95. > = = Dengan Taraf signifikansi ( 5%) diperoleh harga kritis ( 0. .012 df1 5 df2 184 Sig.0542 72.3569 70.6207 69.00 75.3365 72.

655 Dengan Taraf signifikansi ( = 5%) diperoleh harga kritis ( = 0. ANOVA NILAI Sum of Squares Between Groups Within Groups Total 107.660 Sig.655). . karena > maka Ho diterima artinya rata-rata keenam kelas adalah identik.993 6117. .717 6009.711 df 5 184 189 Mean Square 21.157 Lampiran 23 ANALISIS VARIANS DATA NILAI RAPORT POPULASI Hipotesis : Ho : = = =…= Ha : Paling sedikit 1 tanda sama dengan Ho tidak berlaku Kriteria : Jika harga kritis ( ) > Taraf signifikansi ( = 5%) maka Ho diterima.543 32.663 F .

Muwaffa Ulinnuha Ana Khairina Fildzah Masruhah Rifka Choirunnisa Ana Muslimah Indah Mukhoyaroh Amrina Najati Anis Fuadi Hadil Amin Nur Maisaroh Budi Prayugo Wahib Ali Nur Khabibi Angga Fathurrohman Diki Nur Muhtadin Ika Listiyani Khamidah Lina Safitri Lisa Elawati Muhamad Wafa Samsul Muarif Sutriyani Sartika Siti Zulaikhah Ahmad Tabi'udi Anisa Antikasari Ibnu Atoqilah Murtadlo Nur Arifin Rofi Mahfudz Siti Jamroh NILAI RAPOR 95 80 76 75 75 74 74 72 72 72 72 71 71 70 70 70 70 70 70 70 70 70 70 68 66 65 65 65 65 65 65 65 KELOMPOK A B C D E F F E D C B A A B C D E F F E D C B A A B C D E F F E TINGGI SEDANG RENDAH .158 Lampiran 24 CARA PEMBENTUKAN KELOMPOK BERDASARKAN NILAI RAPOR MATA PELAJARAN MATEMATIKA KEMAMPUAN NAMA SISWA Lina Lutfiana M.

159 DAFTAR NAMA ANGGOTA KELOMPOK KELAS EKSPERIMEN 1 DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBASIS CTL KELOMPOK A : Lina Lutfiana Budi Prayugo Wahib Sartika Siti Zulaikhah KELOMPOK B : M. Muwaffa Ulinnuha Nur Maisaroh Ali Nur Khabibi Sutriyani Ahmad Tabi'udi KELOMPOK C : Ana Khairina Fildzah Hadil Amin Angga Fathurrohman Samsul Muarif Anisa Antikasari KELOMPOK E : Rifka Choirunnisa Amrina Najati Ika Listiyani Lisa Elawati Murtadlo Siti Jamroh KELOMPOK D : Masruhah Anis Fuadi Diki Nur Muhtadin Muhamad Wafa Ibnu Atoqilah KELOMPOK F : Ana Muslimah Indah Mukhoyaroh Khamidah Lina Safitri Nur Arifin Rofi Mahfudz .

Anisa A. Hadil A.33 12. Wahib Sartika Siti Z.5 20 SANGAT BAIK 20 20 20 30 25 JUMLAH 110 RATA-RATA 22 20 45 42.78 18.44 16.5 JUMLAH 110 RATA-RATA 22 KEL NAMA SISWA Lina L. Sutriyani Ahmad T. 41. Samsul M.44 40 30 20 20 30 .5 30 20 25 20 24 20 20 20 SANGAT BAIK 15 20 20 JUMLAH 120 RATA-RATA 24 30 55 57.11 4. Budi P.5 20 SANGAT BAIK 40 30 20 25 27. Angga F. Muwaffa N.Maisaroh Ali Nur k.44 17.5 30 20 25 20 22 25 22.78 23.160 Lampiran 25 CARA PENENTUAN PENGHARGAAN KELOMPOK RATANILAI NILAI RATA PENGHARGAAN PENINGKATAN KUIS KELOMPOK 70 60 30 60 57.89 17. TES NILAI AWAL KUIS 1 40 20 20 13.67 30 24. 24.22 50 55 30 20 25 NILAI KUIS 2 A B M.33 60 30 25 20 20 C Ana K.5 20 20 25 20 22 20 22.

44 17.78 12. Murtadlo Siti J. Lisa E. Khamidah Lina S. 20 10 15.67 12.33 20 20 20 35 30 BAIK 10 20 22. Nur Arifin Rofi M.33 20 30 25 20 20 20 30 25 27.22 25.5 20 24 25 22. Amrina N.5 30 SANGAT BAIK 30 35 20 20 25 JUMLAH 120 RATA-RATA 24 20 30 25 20 50 40 20 25 27.67 20 40 20 40 30 NILAI KUIS 2 D E Rifka C.22 16.67 30 35 30 SEMPURNA 25 27. Wafa Ibnu A.78 21. Ika L.5 30 20 25 JUMLAH 160 RATA-RATA 26.56 20 30 30 20 25 25 F Ana M. Indah M.161 PROSES PENENTUAN PENGHARGAAN KELOMPOK KEL NAMA SISWA Masruhah Anis Fuadi Diki Nur M.22 20 20 30 40 30 30 RATANILAI NILAI RATA PENGHARGAAN PENINGKATAN KUIS KELOMPOK 30 30 25 20 45 42.67 .89 16.5 JUMLAH 110 RATA-RATA 18.44 34. TES NILAI AWAL KUIS 1 14.11 14.44 22.5 30 26.33 37.5 20 18.56 18. 23.

73 66 7 11. Lutfiyanto Masruhin Miftahul Huda Muhaimin Muhamad Asnadi Muhamad Lutfi Ngafif Muhammad Arif S Najib Isro'i Nguzlatul Wafiroh Nika Saryana Nur Hidayah Nuril Nur Liana Nurul Inayah Panut Fuadi Siti Munifah Solikhatun Umi Fatkhurrohmah Zuniar Adi Aziz Saputra Rata-rata Nilai Maksimal Nilai Minimal Standar Deviasi SKOR PRETES 24 16 17 15 12 19 8 18 12 11 8 34 17 13 11 16 12 16 11 12 14 5 18 9 18 10 12 14 31 45 16 9 12 15.162 Lampiran 26 HASIL TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA KELAS VII A MTs NEGERI LOANO PURWOREJO NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 NAMA Ahmad Rajib Indra P Angsori Bambang Agus Saputra Fakih Samaudin Hayatun Kamilah Heni Purwati Hidayatul Anwaroh Ibnu Chajar Ibnul Mujib Ja'far Anis Majid Jauharotun Nafisa Khabib Khoirul U Khoirun Nafingah Kuni Nailatar Rohmah Lutfi Syaban Hakim M.18 .12 42 -4 11.11 SKOR GAIN 21 36 13 5 37 10 31 28 29 -4 41 10 31 27 22 20 16 29 20 20 37 32 38 36 26 28 41 23 10 21 21 42 32 25.99 SKOR POSTES 45 52 30 20 49 29 39 46 41 7 49 44 48 40 33 36 28 45 31 32 51 37 56 45 44 38 53 37 41 66 37 51 44 40.61 45 5 7.

31 73 29 11.14 SKOR GAIN 41 43 39 23 42 42 33 17 45 37 35 32 36 35 23 23 35 38 40 42 22 9 25 19 25 22 34 43 34 30 30 24 31.163 HASIL TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA KELAS VII B MTs NEGERI LOANO PURWOREJO NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 NAMA Ahmad Tabi'udin Ali Nur Khabibi Amrina Najati Ana Khairina Fildzah Ana Muslimah Angga Fathurrohman Anis Fuadi Anisa Antikasari Budi Prayogo Diki Nur Muhtadin Hadil Amin Ibnu Atoqilah Ika Listiyani Indah Mukhoyaroh Khamidah Lina Lutfiana Lina Safitri Lisa Elawati M. Muwaffa Ulinnuha Masruhah Muhamad Wafa Murtadlo Nur Arifin Nur Maisaroh Rifka Choirunnisa Rofi Mahfudz Samsul Muarif Sartika Siti Jamroh Siti Zulaikhah Sutriyani Wahib Rata-rata Nilai Maksimal Nilai Minimal Standar Deviasi SKOR PRETES 21 17 34 37 18 15 31 22 18 16 4 15 19 9 14 36 17 13 22 13 11 20 15 16 21 11 27 12 23 11 16 18 18.07 .50 37 4 7.68 SKOR POSTES 62 60 73 60 60 57 64 39 63 53 39 47 55 44 37 59 52 51 62 55 33 29 40 35 46 33 61 55 57 41 46 42 50.81 45 9 9.

56 24 6 4.164 HASIL TES KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA KELAS VII C MTs NEGERI LOANO PURWOREJO NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 NAMA Amat Ichsan Ani Rahmawati Anwar Arif Hidayat Dwi Indra Yanto Eni Kurniasih Khusana Anisa Kusaini Lailatul Wafiroh Lukman Chakim Mirawati Much. Aufal Marom Mudasin Muhamad Abdul Faqih Muhamad Jamil Muhamad Rosid Muhamad Sholihin Mukholis Mutoharoh Ngaliyah Nur Chamdani Nur Fauzi Siti Aryati Siti Saripah Siti Zuhriyah Sopiyah Sri Rahayu Susanti Sumiwati Tri Lestari Umi Jaziroh Umi Lia Khamidah Uswatun Nadzifah Vina Saroya Wahyunita Ariyanti Yuli Efriyanto Zain Bustanul Fatichin Rata-rata Nilai Maksimal Nilai Minimal Deviasi Standar SKOR PRETES 8 17 15 20 16 16 6 10 10 23 12 10 12 12 12 12 14 14 12 9 14 23 11 15 18 16 21 11 24 14 20 14 15 21 10 17 14.08 66 19 12.53 42 7 9.07 SKOR GAIN 15 35 8 25 7 27 15 21 9 26 17 27 14 22 21 15 15 17 15 14 31 9 14 16 15 16 15 39 42 23 35 18 40 39 12 10 20.85 .47 SKOR POSTES 23 52 23 45 23 43 21 31 19 49 29 37 26 34 33 27 29 31 27 23 45 32 25 31 33 32 36 50 66 37 55 32 55 60 22 27 35.

796 .165 Lampiran 27 OUTPUT SPSS HASIL PENELITIAN OUTPUT SPSS UJI NORMALITAS SKOR PRETES One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test VII_A N Normal Parameters a VII_B 33 32 18.547 Sig.842 Df 2 98 100 Mean Square 126.060 Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.5000 7.084 .854 .231 -.231 .083 . OUTPUT SPSS UJI HOMOGENITAS SKOR PRETES Test of Homogeneity of Variances NILAI Levene Statistic 1.99195 .140 1.133 -.744 4882.326 .102 .171 OUTPUT SPSS ANALISIS VARIANS SKOR PRETES ANOVA NILAI Sum of Squares Between Groups Within Groups Total 253.5556 4. Deviation 15. .68325 .151 -. .47497 .459 VII_C 36 14. Test distribution is Normal.6061 7.817 F 2.133 .796 df1 2 df2 98 Sig.550 Mean Std.098 5135.151 . Sig.872 49. (2-tailed) a.

.808 Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.128 Mean Std.640 .111 .796 9951.85172 .362 12120. Deviation 25.166 OUTPUT SPSS UJI NORMALITAS SKOR GAIN One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test VII_A N Normal Parameters a VII_B 33 32 31.096 1.195 .398 101.1212 1.158 Df 2 98 100 Mean Square 1084.547 df1 2 df2 98 Sig.679 Sig.545 F 10.195 -.716 .8125 9.126 . OUTPUT SPSS UJI HOMOGENITAS SKOR GAIN Test of Homogeneity of Variances SKOR_GAIN Levene Statistic .117 -.580 OUTPUT SPSS ANALISIS VARIANS SKOR GAIN ANOVA SKOR_GAIN Sum of Squares Between Groups Within Groups Total 2168.066 -.172 .07473 .11825E1 . (2-tailed) a.000 .111 .126 . Sig.5278 9. . Test distribution is Normal.685 VII_C 36 20.

9056 17. .9056 -1.44825 Sig.69129 * * 11. The mean difference is significant at the 0.173 .4770 10.032 .05 level.42854 2.1992 KELAS KELAS VII A VII B VII C VII B VII A VII C VII C VII A VII B 4.6299 -17.28472 * *.000 .69129 * 95% Confidence Interval Std.28472 -4. Error 2.4430 -5.44825 2.59343 -11.4430 .3702 1.42854 2. .4770 5.3702 Upper Bound -.50007 2.1992 -10.032 .59343 6.173 .50007 2.000 Lower Bound -12.6299 12.167 OUTPUT SPSS UJI PEMBANDINGAN GANDA SCHEFFE Multiple Comparisons SKOR_GAIN Scheffe (I) (J) Mean Difference (I-J) -6.

168 Lampiran 28 Lain-lain Hasil Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran Surat-surat .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->