P. 1
Irfan

Irfan

|Views: 15|Likes:
Published by Irfan Helsing
Makalah Asmaul husna
Makalah Asmaul husna

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Irfan Helsing on Feb 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/23/2014

pdf

text

original

MAKALAH ASMAUL HUSNA BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Allah SWT adalah dzat yang maha perkasa, keperkasaan Allah tiada bandingannya, tidak terbatas dan bersifat kekal. Allah SWT menciptakan alam semesta ini untuk kepentigan umat manusia, dalam menciptakan alam Allah tidak pernah meminta bantuan terhadap mahluk lain, oleh karena itu kita sebagai hamba Allah hendaknya selalu memuliakan-Nya, kemampuan Allah dengan cara selalu mentaati seagala apa yang telah diperintahkan-Nya dan juga menjauhi segala sesuatu yang telah di larang-Nya. Kemampuan Allah dalam menciptakan alam beserta isinya merupakan wujud dari Asmaul Husna yaitu Al-Aziz, Allah memiliki 99 Asma’ul Husna, termasuk di antaranya ialah Al-Gaffar, Al-Basit, An-Nafi’, ArRauf, Al-Barr, Al-Hakim, Al-Fattah, Al-Adl, Al-Qayyum, dan seterusnya. Nama-nama tersebut telah disebutkan dalam Al-Qur’an bahwa Adanya Asmaul Husna sebagai bukti bahwa Allah maha perkasa dan maha bijaksana, untuk itu maka kita wajib mengamalkan Asmaul Husna ke dalam kehidupan sehari-hari. B. 1. Rumusan Masalah Menguraikan 10 Asmaul Husna yakni (Al Muqsith, An Nafii`, Al Waarist, Ar Raafi`, Al Baasith, Al

Hafizh, Al Waduud, Al Waalii, Al Mu`izz, Al Afuww). 2. Menujukan Kebenaran tanda-tanda kebesaran Allah melalui 10 Asmaul Husna (Al Muqsith, An

Nafii`, Al Waarist, Ar Raafi`, Al Baasith, Al Hafizh, Al Waduud, Al Waalii, Al Mu`izz, Al Afuww). 3. Menujukan perilaku orang yang mengamalkan 10 Asmaul Husna, (Al `Aziiz , Al Ghafuur, An Nafii`, Al

Baasith, Ar Ra`uuf, Al Barri, Al `Adl, Al Ghaffaar, Al Fattaah, Al Qayyuum) dalam kehidupan sehari-hari. 4. Meneladani sifat-sifat Allah yang terkandung dalam 10 Asmaul Husna (Muqsith, An Nafii`, Al

Waarist, Ar Raafi`, Al Baasith, Al Hafizh, Al Waduud, Al Waalii, Al Mu`izz, Al Afuww) dalam kehidupan sehari-hari. BAB II PEMBAHASAN

Kembali lagi ke pembahasan awal. An Nafii`. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Di dalam al-Qur’an namanama yang baik dijelaskan pada Qs. atau kembali lagi ke pembatas besar dalam untaian tasbih. sesungguhnya Allah itu maha ganjil tidak genap dan senang sekali sesuatu yang ganjil. Barang siapa menghafalkannya dengan meyakini akan kebenarannya maka ia masuk syurga. atau menurut istilah Al-Qur’an: Inna li Allah wa inna ilaihi raji’un. dapat dirangkai secara kronologis begitu indah ibarat seuntai tasbih. yakni sifat-sifat dan pasti dimiliki Allah SWT. al-Sabur. Al-A’raf/7: 180) Nama-nama indah (Asmaul Husna) yang berjumlah 99 menurut hitungan ulama Sunni. al-Rahim dan seterusnya sampai angka ke 99. kedudukan raja dan budak. Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa Asmaul Husna Allah SWT berjumlah 99 nama. Untuk lebih jelasnya saya akan menguraikan sebagai berikut. Dan kembali lagi ke angka nol. yakni menguraikan sifat Allah dalam Asmaul Husna (Al Muqsith. Dimulai dengan lafadz al-jalalah. Menurut bahasa. Al Waalii. disusul dengan al-Rahman. Menguraikan 10 Asmaul Husna yakni (Al Muqsith. Al Waalii. Al Afuww). An Nafii`. sedangkan menurut istilah berarti namanama baik yang dimiliki Allah sebagai bukti keagungan dan kemuliaan-Nya. Al-A’raf/7: 180 sebagai berikut : Artinya: “Hanya milik Allah asmaa-ul husna. Al Hafizh. Al Waduud. Mengenai jumlah Asmaul Husna Rasulullah SAW bersabda. Al Afuww). Allah. Allah (al-jalalah). bermula dan berakhir pada stu titik. asma’ul husna berarti nama-nama yang baik. Al Mu`izz.” (Qs. Al Waduud. Al Baasith. maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam nama-nama-Nya.(kita berasal dari tuhan dan akan kembali kepada-Nya). yang di anggap angka kesempurnaan. (HR. Allah tidak pernah memberatkan satu pihak dengan pihak yang lain. seratus kurang satu. Al Waarist. semuanya di Anggap sama. Ar Raafi`. Artinya:” Sesunnguhnya Allah itu mempunyai Sembilan puluh Sembilan nama. Al Baasith. kaya dan miskin. dengan angka 0 (nol). Ibnu Majah). Ar Raafi`. symbol angka nol berupa cyrcle. Sebagian dari Asmaul Husna tersebut termasuk kedalam sifat wajib Allah. Al Waarist. 1) Al Muqsith ‫ق ط‬ Yang Maha Seimbang. dan Allah tidak meringankan satu pihak dengan pihak yang lain.A. Al Hafizh. Al Mu`izz. .

Ia memberikan kepada fisik kita. Tapi ketika kita sadar. . 6) Al Hafizh ‫ف ظ‬ Yang Maha Memelihara. tanah/daerah (QS. Pada saat melemah Ia lah sumber kekuatan. 3) Al Waarits ‫ث‬ Yang Maha Pewaris. yang membesarkan hati kita dan meningkatkan kesadaran kita. 4) Ar Raafi` ‫ع‬ Yang Maha Meninggikan (makhluknya). walaupun sudah mencapai titik rendah. yang sempit wawasannya tidak bisa mengasihi setiap orang. kita hanya memelihara keluarga kita sendiri dan itupun karena kehendakNya. tanpa pilih kasih. Dikatakan bahwa Dialah yang memberi Manfaat. Maryam 19.19) . Karena Allah Maha Pengasih lagi penyayang hamba-Nya. sehingga segala sesuatu dapat dipelihara-Nya. manusia yang kecil. ketika kita mendapatkan musibah seakan-akan kita pesimis untuk dapat melaluinya dan enngan mengikhlaskannya. Dialah (Allah) yang maha melapangkan segala-galanya. Tanpa rahmat-Nya kita tidak dapat melakukan apapun. Ketika kita dihadapkan dengan permasalahan hidup seakan-akan hari-hari yang kita hadapi cukup lama. Allah menciptakan apa-apa yang ada di bumi ini untuk memberikan manfaat kepada mahluknya. Al-Ahzab 33. Sebagai pemelihara dan melestarikan sifatsifat bijak kita. 7) Al Waduud Yang Maha Mengasihi.2) An Nafii` ‫ع‬ Yang Maha Memberi Manfaat. 5) Al Baasith ‫ط‬ Yang Maha Melapangkan (makhluknya).32) bahkan atas izin-Nya seseorang dapat mewarisi ilmu (An-Naml 27. ia pula yang memenuhi kebutuhan rohani kita. Walaupun kita sudah jatuh. Al-Fatir 35. Paling banter. Dalah yang melapangkan jiwa kita. Karena tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah untuk dapat melakukannya. Manusia juga tidak bisa disebut sang pemelihara. Dalam kehidupan manusia Allah tidak hanya mewarisi harta. Ia dapat membangkitkan kita kembali.16) yang penting adalah mewarisi syurga (Qs. Begitu besar-Nya ia.27) tapi juga Al-Qur’an (Qs. karena Ia adalah yang memberi kekuatan (al-Muqit). Ia bisa meninggikan kembali.

sedangkan Al-Mudzill itu ialah Dzat yang menundukkan orang yang dikehendaki-Nya dengan jalan menghinakannya. termasuk di dalamnya orang mukmin. tetapi rahmat menyandarkan kebaikan kepada orang yang dikasihani. Tetapi kasih sayang-Nya khusus bagi orang-orang mukmin. orang kuat dan orang lemah. tetapi ia lebih sempurna.Afuww ‫ف‬ Yang Maha Pemaaf. Ia ingin meningkatkan kesadaran kita dan merendahkan derajat kita itu merupakan sarana untuk mencapai apa yang di inginkan-Nya. Kata al-Afuww ini mendekati makna Al-Ghafur. karena erlindungan-Nya tak terbatas oleh ruang dan waktu. 8) Al Walii Al-Waliy Yang Maha Melindungi Sahabat-sahabat kita di dunia ini tidaklah bisa melindungi kita.Imam Al-Ghazali berkata. apapun di lakukan oleh-Nya untuk membuat kita sadar. sedangkan Al-Afuww itu adalah al-mahwu (menghapuskan). makadari itu janagn pernah meragukan kebijakan-Nya. Dikatakan bahwa para malaikat yang ditugasi untuk mencatat amal perbuatan manusia menghaturkan catatan amal-amalnya pada hari kiamat. Sebab. 9) Al Mu`izz Yang Maha Memuliakan (makhluk-Nya). lalu mereka lihat sebagian besar lembaran amal itu telah . karena hanya Allah lah yang bisa melindungi kita kapan pun dan dimanapun. 10) Al. Mereka bukanlah sahabat sejati kita. sedangkan perbuatan Al-Wadud itu tidak demikian. dan Ia ingin kita selamat. orang durhaka. Hanya kesadarn yang bisa menyelamatkan kita. Karena Ia maha Memuliakan (mahluk-Nya). Perbuatan Ar-Rahim itu mensyaratkan orang yang dikasihani itu lemah. hari ini sahabat. bahwasanya kata Wadud itu lebih mendekati makna rahmat. Dikatakan bahwa Al-Mu’izz itu adalah Dzat yang memberikan kemuliaan kepada hamba-hamba yang dikehendaki-Nya. bisa jadi besok berubah menjadi musuh. bahkan ketika ada suatu bencana pun mereka tak mampu menolong kita. sedangkan orang yang dikasihani ialah orang yang membutuhkan dan orang yang kesulitan. Namun jangan lupa di balik penarikannya kembali itupun terdapat kemurahan Allah. Al Afuww ialah Dzat yang menghapuskan segala kejahatan dan memaafkan orang-orang yang telah berbuat maksiat. Sebab. hari ini melindungi besok tidak. AlGhafur itu adalah as-sitr (merahasiakan). rahmat yang diberikan Allah kepada siapa yang dikehenndaki-Nya. mereka hanyalah teman bagi kita. sebab mereka adalah orang-orang yang dikasihi oleh Allah dan merekalah orang-orang yang khusus mendapatkan kasih saayang-Nya sebagai tambahan dari rahmat yang telah mereka peroleh.

di antara tumbuh-tumbuhan banyak sekali kasiat yang bermanfaat. Al Waarist. Begitu banyak kejadian alam maupun keajaiban yg tampak sebagai bukti kebesaran dari-Nya. Al Hafizh. An Nafii`. Semoga dengan kebesaran yang Allah perlihatkan kepada kita senantiasa akan menjadikan kita lebih mendekatkan diri pada-Nya. Ini merupakan puncak dari sifat adil tanpa pandang bulu. Al Afuww). Al Waduud. bahkan seluruh ciptaan Allah di jagad raya ini. tanah/daerah (QS. dan sebaliknya oaring miskin menjadi kaya.terhapus. atau pangkat seseorang dengan tiba-tiba di copot. Dan semua itu tidak akan terjadi kecuali dengan kebesaran Allah. Betapa mulia ajaran Rosulullah yang dengan kalam-Nya mengajarkan padakita tentang kebesaran dan keagungan Allah SWT. Berikut adalah sebagian dari kebesaran Allah yang terangkum dalam 10 Asmaul Husna. inilah yang yang sesungguhnya terjadi di sekitar kita. Al Waalii. Al-Ahzab 33. Dalam kehidupan manusia Allah tidak hanya mewarisi harta. karena Dia adalah Dzat yang mengambil hak orang yang teraniaya dari orang yang menganiaya. Kesempurnaan-Nya adalah dengan menjadikan orang teraniaya itu merelakan perbuatan orang yang menganiayanya. B. Tidakkah kita berpikir bahwa Allah menciptakan segala sesuatu untuk memenuhi kebutuhan kita? Hewan. Kita sudah menyaksikan bayak sekali oreng-orang yang kaya menjadi miskin. sedangkan orang tak punya keinginan untuk memperoleh pangkat. Firman Allah: “Dan Dialah yang menerinza tobat dari hambahamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan…” (QS. Ar Raafi`. Allah telah mewariskan sebagian dari apa yang Ia ciptakan untuk kita. bintang dan masih banyak lagi ciptaan-Nya yang tidak bisa kita hitung. Al Baasith. dan tidak bisa dilakukan kecuali oleh Allah SWT.27) . sehingga bisa di jadikan obat untuk menyembuhkan penyakit yang kita derita. justru ia di angkat. atas izin-Nya pula seseorang dapat menjadi dokter yang bisa menyembuhkan pasienpasiennya. Al Waarits ‫ث‬ Yang Maha Pewaris. padahal mereka mengetahui apa isinya. Maka sadarlah mereka bahwa Allah telah menghendaki kebaikan buat orang itu. Tanah tempat kita menginjakkan kaki sehari-hari. Al Muqsith ‫ق ط‬ Yang Maha Seimbang. tumbuh-tumbuhan. Kebenaran tanda-tanda kebesaran Allah melalui 10 Asmaul Husna (Al Muqsith. Asy-Syura: 25). bulan. An Nafii` ‫ع‬ Yang Maha Memberi Manfaat. Al Mu`izz. Lautan samudra.

dan setiap detik.32) bahkan atas izin-Nya seseorang dapat mewarisi ilmu (An-Naml 27. hati kita. Ia memberikan kesehatan kepada fisik kita. Berakhlak dengan ismini mengharuskan kita menjadi warits dari apa yang telah dilakukan oleh orang-orang saleh. Begitu besarnya Allah. manusia yang kecil. Dimana ada kesulitan pasti di situ terdapat kemudahan. sepertinya kita sudah tak mempunyai kekuatan apa-apa. Al Waduud Yang Maha Mengasihi. Allah tidak akan memberi cobaan melebihi batas kemampuan hamba-Nya.tapi juga Al-Qur’an (Qs. sungguh ini merupakan kebesaran Allah yang melapangkan. pernah kita jumpai kisah dari orang yang pernah mengalami mati suri. tapi kenyataan itu memang ada. setiap saat. karena itulah Dia azali dan abadi. Al Baasith ‫ط‬ Yang Maha Melapangkan (makhluknya). pada setiap hari. Al Hafizh ‫ف ظ‬ Yang Maha Memelihara. Wallahua’lam. Hal ini dapat dicapai oleh mereka yang memahami hakikat tauhid. ia pula yang memenuhi kebutuhan rohani kita. tapi tanpa kita sadari pada ahirnya kita juga dapat melaluinya. Maryam 19. Al-Fatir 35. sehingga segala sesuatu dapat dipelihara-Nya. tidakkah kita merasakan Ketika kita mendapat suatu musibah. dan mengetahui bahwa yang tunggal perbuatannya di langit dan di bumi hanya satu. jiwa kita. Dan Pada saat melemah Ia lah sumber kekuatan.19) . dan terpuruk. Mereka yakin bahwa kerajaan itu hanya milik Allah sendiri. tanpa pilih kasih. Allah punya alasan tersendiri mengapa Ia memberikan kesempatan pada mereka untuk hidup kembali di dunia. dimana ada kepedihan pasti ada kebahagiaan sesuai yang telah di janjikan. memang kedengarannya sangat tidak masuk akal.16) yang penting adalah mewarisi syurga (Qs. kita merasa lemah. yang sempit wawasannya tidak bisa mengasihi setiap orang. dan Allah akan mengganti sesuatu yang hilang dengan sesuatu yang baru . Ar Raafi` ‫ع‬ Yang Maha Meninggikan (makhluknya). Dan semua itu adalah bentuk dari kebesaran Allah SWT. Dan sudahkah kita sadar jika demikian adalah bentuk kebesaran allah dalam sifat-Nya Al-Baasith?. Orang-orang yang memandang dengan mata hati senantiasa menyaksikan makna dari ayat-ayat ini dan mendengarkannya. Bukan suatu hal yang mustahil jika Allah bisa membangkitkan orang yang sudah meninggal dunia. sebab ulama itu adalah pewaris para nabi. dan kesabaran kita.

yang lebih baik. Al Afuww ‫ف‬ Yang Maha Pemaaf. karena Allah mengangkat derajat orang yang teraniaya. karena Allah jauh lebih tahu dengan apa yang kita butuhkan. tidak mungkin tanpa kekuatan dari Allah mereka dapat menyelamatkan dirinya masing-masing. Dan masih banyak lagi kebesaran Allah dalam sifat Al-Walii yang tidak mungkin dapat di uraikan disini. maka Ia akan menerimanya. karena Allah mereka bisa selamat. bahkan ada seorang yang hanya berdagang nasi pecel. Kadang kita tidak mau memaafkan perbuatan buruk seseorang yang dilakukan pada kita. tapi Allah tidak peduli semu itu. Apa kita tidak membayangkan jika perbuatan buruk kita sekecil apapun tidak akan di maafkan oleh Allah? Lalu apa yang kita harus kita lakukan? Untuk itu sebuah kebesaran dari Allah jika Ia dapat memaafkan seluruh hambanya yang sungguh-sungguh bertobat kepada-Nya. Asy-Syura: 25). bahkan masih dapat bernafas hingga saat ini.sesuai dalam Firman Allah: “Dan Dialah yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan…” (QS. bahkan mungkin lebih buruk. karna kebesaran Allah yang bersifat melindungi inilah mereka dapt selamt. tidak ada yang tidak mungkin jika Allah menghendaki. ini adalah sebagian contoh dari kebesaran Allah melalui sifat-Nya Al-Muizz. Seseorang bisa bangkrut dari usahanya. lalu mengapa sebagian dari mereka ada yang selamat? Siapa lagi selain Allah yang bisa melindungi mereka dari bencana tersebut. Begitulah kebesaran Allah dalam Mengasihi hamba-hamba-Nya. gempa wasior. gempa di jogja. padahal perbuatan itu tidak seberapa jika di bandingkan perbuatan buruk kita kepada Allah. Al Mu`izz Yang Maha Memuliakan (makhluk-Nya). . tapi ia dapat berangkat haji ke Baitullah. dan tidak sedikit orang yang hidup bergelimbang harta tapi hidupnya tidak bahagia. Al Walii Al-Walii Yang Maha Melindungi Msihkah kita teringat dengan musibah-musibah yang terjadi beberapa tahun lalu? Gempa tsunami yang menimpa aceh. mengapa demikian? Karena Allah mengangkat derajat orang-orang yang sabar. lumpur lapindo yang sampai sekarang masih aktif. sebaliknya seseorang bisa meningkat atau meraih untung dari usahanya usahanya. yang sering melupakannya. siapapun yang bersungguh-sungguh bertobat kepadanya.

memelihara atau menghacurkan sesuatu menurut kehendak-Nya pula. Al Ghafuur.C. tegas dan kokoh dalam mengerjakan kewajiban sebagai hamba Allah. dan orang yang mengamalkan sifattersebut dalam kehidupan sehari-hari ia Tidak tamak terhadap keduniaan karena sadar bahwa sesuatu yang baik belum tentu membawa berkah dan manfaat bagi dirinya. 3. Allah perkasa dalam menciptakan menciptakan sesuatu menurut kahaendak-Nya.ucapan. Al Qayyuum) dalam kehidupan sehari-hari. Adapun Dalil naqli al-Aziz. Allah maha perkasa dalam segala hal. Al Baasith. (Al `Aziiz . Al `Adl. Al-Ankabut/29: 42 Artinya. Al-baasith yang artinya Maha Melapangkan. Adapun iman itu meliputi tiga insur yaitu. Al Barri. Al-Ghafuur yang artinya Maha Pemaaf. Al Ghaffaar. Ar Ra`uuf. Ar-Rauuf yang Artinya Maha Belas Kasih. “Sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang mereka seru selain Allah. Al-Aziz yang berarti Maha Perkasa. tidak lemah. . Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. karena godaan selalu ada. Seseorang yang mengamalkan sifat ini pasti bersifat qana’ah terhadap nasib dirinya tidak murka terhadap semua anugrah yang di berikan kepada orang lain. orang yang mengamalkan sifat tersebut maka ia Pandai-pandai mensyukuri nikmat dan karunia Allah yang diterima dengan memanfaatkan nikmat tersebut sesuai dengan peunjuk islam. Orang yang mengamalkan sifat tersebut senantiasa murah hati untuk bisa memaafkan seseorang lain yang telah membuat kesalahan pada dirinya. keperkasaan-Nya tidak terbatas.[5] Qs.” 2. orang yang beriman kepada Allah harus dapat membuktikan keimanan tersebut dalam perilaku hidup sebagai pengamalan 10 Asmaul Husna di atas adalah sebagai berikut: 1. senantiasa menyadari bahwa Allah lah yang mengatur rezeki manusia. 4. 5. Kemanfaatan dan keberkahan sesuatu hanya ada pada Allah SWT. Adapun orang yang mengamalkan sifat Al-Aziz maka ia akan tegar. Al Fattaah. ketetapan dalam hati dan berbuat dengan anggota badan (berbuat). Perilaku orang yang mengamalkan 10 Asmaul Husna. An Nafii`. An-Nafii’ yang artinya Maha Memberi Manfaat.

Dan Dia-lah Maha Pemberi keputusan lagi Maha Mengetahui” . maka (dosanya) untuk dirinya sendiri. dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hambaNya. sebagaimana Allah berderma kepada semua Mahluk-Nya. Saba’/34: 26) ‫ع‬ ‫ف‬ ‫ف‬ Artinya: Katakanlah: “Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua. Orang yang mengamalkan sifat ini ia Gemar mendermakan sebagian hartayang dimiliki untuk menyantuni fakir miskin maupun anak yatim. Thaha/20: 82) ‫ف‬ Artinya: Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat. Dan Dalil naqli al-Ghaffar. Allah yang memutuskan mahluknya akan masuk syurga atau neraka. dan orang yang mengamalkan sifat ini maka ia mudah memaafkan kesalahan orang lain. ia pasti Memutuskan perkara secara adil sesuai hukum yang berlaku. beramal saleh. Al-fattah yang artinya Sang Pembuka/Maha Memberi keputusan. meskipun orang tidak tersebut tidak meminta maaf. Adapun Dalil naqli al’Adl. tidak memihak kepada siapapun dalam memutuskan suatu perkara. 8. Al-Barri yang artinya Maha Dermawan. dalam surat (Fushshilat/41:46) ‫ف‬ Artinya: ‫ظ‬ Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat. maka orang yang mengamalkan sifattersebut. Al-Ghaffar yang artinya Maha Pengampun. Al-Adl yang artinya Maha Adil. apalagi meminta maaf. beriman. membenarkan yang benar dan menyalahkan yang salah.6. dan Allah yang Maha Memberi Rahmat umat-Nya. (Qs. kemudian tetap di jalan yang benar. (Qs. Sesua dalam Dalil naqli. Maka masuknya seseorang yang mengamalkan sifat ini maka ia akan Tunduk dan patuh kepada Allah SWT. 7. kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar.

meneladani Al-basith bearti kita harus melapangkan hati sendiri dengan cara mendekatkan diri dan taat kepada allah. apabila saudara kita membutuhkan bantuan maka bantulah semampu kita. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. dengan cara membahagiakannya. (Qs. dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Ar Raafi`.62. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. akan tetapi hubungan sosial tersebut tidak menjadi alasan untuk tergantung kepada orang lain. sebagaimana contoh. Hubungan sosial mesti dijalin dengan baik. Meneladani sifat-sifat Allah yang terkandung dalam 10 Asmaul Husna (Muqsith. Al Waduud.28). Al Baasith. tetapi sikap mandiri perlu ditanamkan dalam kehidupan sehingga hidup kita tidak menjadi beban orang lain. B) Al Waarist (yang maha mewarisi) . “Allah. Al Waarist. tidak mengantuk dan tidak tidur. Al Hafizh.Al-Qayyum yang artinya Yang Maha Berdiri Sendiri. Al Mu`izz. Adapun orang yang mengamalkan sifat ini maka ia menunjukkan sikap mandiri dalam menjalankan kehidupan ini. tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus . selain itu kita juga harus melapangkan hati orang lain. A) AL Basith Al Baasith (Yang Maha Melapangkan makhluknya). Al Afuww) dalam kehidupan sehari-hari. An Nafii`. D. ketika kita ingat dan taat kepada allah maka senantiasa hati kita akan tentram. (Qs Ar-Ra’d 13. terutama orang yg kita cintai. Al Waalii. Kita memang makhluk sosial yang saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya. Al ankabut 29. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya. Berikut adalah Dalil naqli dari sifat Al-Qayyum. Al-Baqarah/2: 255) ‫ق‬ ‫ف‬ ‫ط‬ ‫ع‬ ‫فظ‬ ‫فع‬ ‫ظ‬ Artinya. Dan bagaimana bantuan yg kita berikan membuatnya menjadi senang.

Yang meneladani sifat ini hendaknya bila memiliki kemampuan agar menyumbangkan warisanya kepada keluarga yang lebih membutuhkan. Ini merupakan salah satu yang dikecam Allah secara tegas (Qs. niscaya allah akan menganugrahkan kemulyaan kepada kita. Maka Pada saat itu kita harus ingat kepada sahabat iman yang lain. maka janganlah warisan menjadikan keluarga berantakkan. untuk itu kita harus memeliharanya dengan baik dan peduli dengan lingukan. Kalau ini tidak dapat dilakukanya. karnanya jika kita menginginkan kemulyaan. dan lebih lagi jangan memakan harta waris yang bukan haknya. dengan menjadi sombong karena mengira bahwa dirimu lah penyebab keberhasilan dan keamananmu. Al-Mu’minun:1-11) C) Al-Muizz (yang maha memulyakan mahluk-Nya) Kita Sadar bahwa kemulyaan itu milik allah. tidak sesekali menyakitinya apalagi durhaka padanya. D) AL-Hafizh ( yang maha memelihara) Untuk meneladaninya kita harus besyukur kepedaAllah SWT yang telah memberikan beribu-ribu kenikmatan kepada kiata. Setelah itu dia dituntut agar menghiasi diri dengan sifat-sifat yang dirinci-Nya ketika menjelaskan siapa dari makhluk-Nya yang wajar menjadi ahli warist syurga (Qs.[8] E) Al-Walii (yang maha melindungi) . Al-Fajr:19). Selain itu kita juga harus memulyakan orang tua kita karna mereka adalah orang yg paling berjasa dalam hidup kita. termasuk di antaranya ia menciptakan hutan juga unuk kepentingan kita. semua yang diciptakan Allah mempunyai kemanfaatan. maka untuk meneladani-Nya kita harus taat dan patuh kepadanya. yaitu bersyukur (syukr). memulyakannya dengan berbakti pada kedua orang tua. karena Allah menyukai orang-orang yang bersyukur. karena itu kita harus memeliharanya dengan baik. Dan janganlah engkau terlena oleh masa-masa kesenangan dan kelapangan ketika semua itu terjadi dengan melupakan Allah didalam kesenangan dan kebahagiaanmu.

Untuk meneladani sifat ini dapat dilakukan dengan tidak melindungi dan membela orang-orang yang salah. Untuk meneladani sifat ini dapat di lakukan dengan cara memaafkan kselahan kecil maupun kesalahan besar yang di buat oleh seseorang terhadap diri kita. banyak pula orang yang membutuhkan karna kita di pandang sebagai orang yang giat bekerja. J) Al Afuww (Yang Maha Mengampuni segala kesalahan). Sifat ini dapat di teladani dengan tidak membeda-bedakan saudara-saudara kita yang miskin dan yang kaya. seperti yang sudah di singgung dalam keterangan di atas bahwa manusia tak bisa hidup seniri tanpa orang tang lainnya. agar ia tidak merasa terpuruk. seperti mengasihi anak yatim dan menyantuni fakir miskin. selain kita menjadi orang yang disiplin. meskipun kadang enggan untuk memaafkannya . dan sedikit meringankan bebannya. janganlah sampai melupakan-Nya dan selalu mendekatkan diri kepada-Nya. Selalu memohon perlindungan dari godaan setan. Karna sebaik-baiknya manusia adalah bermanfaat bagi yang lainnya. G) Al Muqsith (Yang Maha Seimbang). Sebagai wujud rasa bersyukur kita kepada Allah yang telah memberikan rizqi yang cukup. H) Al Waduud (Yang Maha Mengasihi). kita harus menghormati dan menghargai mereka karna kita sama-sama sebagai mahluk Allah yang tidak mungkin bisa hidup sendiri tanpa seseorang yang lain. berani mengatakan tidak untuk mengatakan hal-hal yang tidak baik meskipun menyakitkan diri sendiri maupun orang lain. yang baik dan yang buruk. jika ita memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin maka hidup kita akan bermanfaat pula. Sifat ini dapat di teladani dengan cara membagikan rizqi yang kita peroleh kepada orang-orang yang lebih membutuhkannya. Sifat ini dapat di teladani dengan cara menggunakan waktu kita dengan efektif. dan tidak menyianyiakannya. Namun di dalam kesibukan. sehingga kita dapat berbagi dengan yang lain. F) An-Nafii` (Yang Maha Memberi Manfaat). Meneladani sifat Ar-Raafi’ juga dapat di lakukan dengan cara kita membantu memecahkan suatu permasalahan teman yang sedang membutuhkan bantuan kita. I) Ar Raafi` (Yang Maha Meninggikan makhluknya).

dan tinggalkan orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-namaNya. Wallahua’lam Bissawab. begitu banyak kemurahan dan nikmat yang di berikan kepada hamba-Nya tanpa pandang bulu. jika nama-nama tersebut kita sebut sebagai suatu permohonan.karena kesalahan yang ia perbuat pada kita terlalu buruk tapi tidak ada salahnya jika kita belajar sedikit demi sedikit untuk melupakan kesalahannya dan memikirkan hal-hal yang positif. Dalam Sifat Asmaul Husna-Nya Ia telah menujukan kebesaran-kebesaran yang masuk akal hingga yang tidak masuk akal. karena Allah adalah Dzat yang Maha Pengasih. Nama-nama tersebut merupakan cerminan dari perilaku Allah terhadap Hambanya. Oleh karena itu sebagai hamba Allah yang taat dan patuh senantiasa akan mengamalkan sifat-sifat tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Maha Pemurah lagi maha Memelihara.” (Surat Al-A’rof Ayat 180). BAB III PENUTUP A. Semua Ia berikan. maka lambat laun kita akan terbiasa dengan sifat yang mudah memaafkan. maka berdoalah kepadaNya dengan menyebut Asma-Ul Husna. Nanti mereka akan mendapatkan balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. niscaya akan mempunyai pengaruh yang sangat besar. Anjuran untuk berdoa menggunakan Asmaul Husna telah tercermin dalam firman Allah: “Hanya milik Allah Asma-Ul Husna. semuanya dapat di kehendaki oleh-Nya karena Allah Maha Kuasa di atas segalagalanya di jagat raya ini. serta meneladaninya sebagai wujud kecintaan kita terhadap Allah SWT. . Karena itu. Kesimpulan Allah memiliki 99 nama yang indah atau lebih terkenal dengan sebutan Al-Asma-ul-Husna.

o El-Bantanie Syafii Muhammad.riwayat.com/emde/meneladani-sifat-sifat-tuhan-30/04/2011=12. MTS Kelas VII Semester 2.com/index. 1999. Makhfud Ahmad S. CV.35 o http://www. 30/04/2011=13. Gramedia Pustaka Utama.10 . PT.02 o http://blog. o Syaikh Al-Utsaimin Sholeh bin Muhammad.chess.web. Jogjakarta.nuansaislam. Rahasia keajaiban asmaul husna. Sindunata.Thoifuri. Buku Ajar Acuan Pengayaan Akidah Ahlak. Media Hidayah o Rahayu Suci. o Zaenal Damam Muhammad S. Jakarta. Wahyu Media. Pendidikan Agama Islam. Ganesa Exact. Ai-Qawa’idil Mutsla Memehami Nama dan Sifat Allah. o http://www.php?option=com_content&view=article&id=504:meneladanisifat-sifat tuhan&catid=101:tafsir&Itemid=353.2003. Jakarta. Asmaul Husna 99 Nama Allah Bagi Orang Modern. Kelas X. Jakarta. 2007. Sekolah Menengah Atas.DAFTAR PUSTAKA o Krishna Anad. 2008.Solo.2009.id/2009/12/asmaul-husna.html-25/04/2011=22.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->