P. 1
Makar Yahudi Internasional

Makar Yahudi Internasional

|Views: 19,138|Likes:
Published by ainuddinaja

More info:

Published by: ainuddinaja on Feb 15, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2013

pdf

Konspirasi Peradaban

“Tujuan kita bukanlah menjadikan kaum Muslimin beralih agama, tetapi tugasmu adalah mengeluarkan mereka dari Islam dan tidak berfikir mempertahankan agamanya. Disamping itu, saudara harus berusaha agar mereka tidak berbudi luhur. .... Saudara telah mengeluarkan kaum muslimin dari agama mereka, meskipun mereka tetap enggan memakai baju Yahudi atau Kristen. Gaya hidup seperti itulah sasaran kita, yaitu pemuda yang enggan bekerja keras, malas dan senang berfoya foya, hanya tertarik pada soal soal sexsualitas, popularitas, mencari harta dan pangkat hanya untuk pemuas nafsu. ....Lanjutkanlah perjuanganmu demi kejayaan agamamu, dan kini saudara telah mendapat berkat dari Tuhan Allah“ (Pidato Samuel Zweimer, tokoh Yahudi, dalam Konfrensi Missionaris di Yerussalem, 1935) Makar Besar Itulah pesan provokatif yang diungkapkan Samuel Zweimer, seorang Yahudi tulen, dalam pidatonya pada Konfrensi Missionaris Internasional di Jerussalem pada tahun 1935 dihadapan peserta konfrensi. Nada yang penuh ambisi dan kebencian. Semacam ekstasi yang merasuk begitu dalam disetiap sanubari anak anak Yahudi yang terekspresi dengan arogansi kata kata. Sepak terjang mereka dengan segala bentuk modus operandinya, berusaha menguasai dunia dibawah cengkraman kekuasaan mereka dengan istilah The New World Order, membangun tata dunia baru. Hampir semua peristiwa genting dunia yang terjadi, bukanlah sebuah kebetulan jika Yahudi ternyata menjadi aktor intelektual dibalik semua. Bukti tentang ini cukup banyak. Seperti apa yang diungkapkan Was Penre, seorang pemuja setan yang telah bertobat kemudian beralih profesi menjadi seorang peneliti okultisme dan kelompok kelompok rahasia. Dialah tokoh yang melatarbelakangi kebangkitan era musik Rock dan Heavy Metal di tahun 1980 hingga 1990-an di Amerika kemudian menjalar ke seluruh dunia. Was Penre adalah pencipta lagu dan komposer musik ternama bagi grup grup musik cadas dunia seperti Rolling Stone, Black Sabbath, Aerosmith, Metallica, Led Zeppelin, Slaughter, Megadeath, Deo, Sepultura, dan sebagainya. Saat itu, Penre menulis syair lagu lagu rock dan heavy metal yang bertemakan pemujaan terhadap kebebasan seks, pemujaan terhadap setan, penghinaan terhadap semua agama, peperangan dan sejenisnya. Tapi yang aneh, studio studio besar seperti BMG Sony mau merekam lagu lagu itu. Padahal, aku Penre, dia pernah menulis lagu yang syairnya tentang ketuhanan, perdamaian, dan sebagainya, tapi ketika itu tidak ada yang tertarik merekamnya. Penre menemukan bukti adanya kelompok khusus dan tersembunyi, yang bergerak secara rahasia, yang terdiri dari tokoh tokoh Yahudi multinasional dan juga para pengusahanya, yang berada di belakang seluruh industri rekaman besar AS dan juga di belakang industri hiburan AS. ”Gerakan ini dikuasai oleh kelompok yang sangat kaya dan mereka menamakan dirinya Illuminati atau Moriah Conquering. Mereka bermain dibelakang industri hiburan dunia dengan tujuan agar bisa mempengaruhi pikiran umat mansusia agar tunduk pada cita cita mereka, yakni menciptakan One World Goverment” tegas Penre. Dominasi mereka di industri hiburan, adalah salah satu dari sekian banyak sektor kehidupan yang berada dibawah kendali kaum yang mengklaim sebagai ”The Choice poeple” ini. Usaha untuk mendominasi dan taktik licik gerakan rahasia Yahudi tersebut juga tergambar jelas dari dokumen yang di bacakan Sir Meyer Amschel Rostchild atau yang bergelar Rostchild I. Pada tahun 1773 di Jerman, Rostchild I membacakan dokumen tersebut dihadapan 12 keluarga terkemuka Yahudi dunia dan tokoh tokoh Yahudi lainnya yang di undang hadir ke Judenstrasse, Frakfurt, Bavaria (sekarang Jerman). Seratus dua puluh empat tahun kemudian, rancangan ini disahkan menjadi agenda bersama Gerakan Zionis Internasional pimpinan Theodore Hertzl dalam kongres

Zionis Internasional I di Basel, Swiss tahun 1897 dengan nama ”Protocol Of Zions”. Dari 25 butir agenda besar tersebut, terdapat satu butir yang sangat mencengangkan. Walaupun sebetulnya substansi dari keseluruhan dokument blue print tersebut membuat kita bergidik. Salah satu butir tersebut berbunyi: ”Demi tujuan, segala cara boleh dilakukan. Siapapun yang ingin berkuasa, dia mestilah meraihnya dengan licik, pemerasan, dan pembalikan opini. Keluruhan budi, etika, moral, dan sebagainya adalah keburukan dalam dunia politik”. Inilah praktik kerja Yahudi. Yang jelas, kita ummat Islam sudah tentu menjadi target operasi mereka. Kapan dan dimanapun kita berada, sadar atau tidak, mereka akan terus bergerilya melancarkan serangan. Hingga ke kamar tidur kita sekalipun. Dalam kamus mereka, satu orang Yahudi yang menjadi korban sama dengan 1.000 ghoyim (orang non-Yahudi) sebagai balasannya, Kapal Yang Terombang Ambing Kalau mau di istilahkan. Saat ini ummat Islam sedang berada diatas kapal besar. Penumpang berjubel dengan keseragaman masing masing. Diwaktu yang sama ombak berkecamuk hebat. Kapal menjadi oleng, miring kanan miring kiri. Penumpang panik, bingung, frustasi dan akhirnya hanya pasrah dan berdoa. Namun ada juga yang santai, sambil ngopi dan nyemok. Seolah tidak ada masalah genting yang terjadi saat itu. Dia berfikir, badai pasti berlalu, hanya selingan perjalanan yang biasa di alami disetiap pelayaran. Sedangkan sedikit penumpang yang panik tadi, memohon kepada Allah SWT agar diberikan keselamatan dan tetap istiqomah. Tapi ternyata dalam waktu yang tidak ditentukan, kapal terus mengalami situasi buruk tersebut. Entah kapan akan berkahir. Itulah gambaran ummat Islam saat ini. Kita berada dalam kekangan dan dominasi ombak musuh, tapi kita tidak sadar. Kita adalah penumpang terbanyak, namun sayang itu hanyalah kuantitas. Seperti buih yang menyisir badan kapal, sama sekali tidak punya efek bearti. Dalam kondisi yang demikian, ternyata ada sebagian penumpang yang tidak sadar. Anggapanya, ini hanya badai sementara, sekedar bumbu perjalanan, nikmati saja sambil menikmati hamparan samudera yang luas terbentang. Seperti itulah perumpamaan kaum liberal yang katanya Islam itu. Menerima yang datang dari barat saja kok repot, hal yang tidak perlu dirisaukan. Inilah era dimana kepala juga harus modern dan terbuka. Inilah pluralitas. Mari berbahagia dan bersenang senang dengan ombak besar ini. Nikmatilah, samudera yang penuh dengan kegemerlapan dan kebebasan ini. Sangat bebas. Dan nikmat tentunya. Sesungghnya inilah hakekat kehidupan. Dimana setiap ideologi saling merebut pengaruh. Saling mengklaim. Dan bahkan saling menjatuhkan. Lihatlah ideologi besar komunis dan sosialis, takluk dan lumpuh dibawah bayang bayang ideologi kapatilisme. Pun demikian dengan sekularisme pelan tapi pasti mulai menampakkan kelesuannya. Yang pasti, kebenaran akan tetap tegak berdiri kokoh diatas kesombongan dan kebathilan. Sebuah keniscayaan aksiomatis. Inilah Pertarungan Peradaban Inilah pertarungan peradaban. Peradaban Islam versus peradaban kebathilan. Pertarungan antara kebenaran dan kesombongan. Peradaban sendiri, seperti yang telah di definiskan oleh Inisiasi (Institute of Islamic Civilization Studies and Development), lembaga kajian peradaban dan pengembangan Islam dibawah naungan ormas Hidayatullah, adalah: manifestasi iman atau keyakinan dalam segala aspek kehidupan. Sedangkan peradaban Islam adalah manifestasi Iman atau keyakinan Islam dalam segala aspek kehidupan. Kehidupan berkeluarga, kehidupan bermasyarakat, kehidupan bernegara, dan sebagainya, harus sesuai dengan tuntunan Iman dan Islam. Menegakkan Islam untuk membangun peradaban Islam, itulah puncaknya. Betapun memang, penghalang atas tegaknya peradaban Islam tampil beribu macam wajah dan cara. Baik yang terang terang terangan maupun yang ”gelap gelapan”. Yang gelap gelapan ini yang

bahaya. Biasanya memilki banyak wajah dan sering berganti baju. Entah mendukung siapa dan berada diposisi mana, samar samar. Diakhir tulisan ini, ada baiknya kita mencermati kembali ungkapan Samuel Zweimer tentang makar besarnya seperti yang tertuang di dalam buku Al Gharah ’Alal ’Alam Islamy, hal. 275: Didalam mata rantai kebudayaan Barat, gerakan missi punya dua tugas yaitu mengancurkan peradaban Islam sebagai peradaban tandingan dan membangunnya kembali dalam bentuk peradaban Barat. Ini perlu dilakukan agar Si Muslim dapat berdiri pada barisan budaya barat untuk melawan ummatnya sendiri”. Waspadalah. Saat ini telah ada kelompok yang sudah berani melawan ummatnya sendiri. Mengaku Islam tapi tidak membela Islam, justru mengaburkan jalan kesana. Jangan jangan saat ini Si Yahudi Zweimer sedang tertawa bangga penuh kepuasan diatas “singgasananya” menyaksikan ambisi besarnya tercapai. (Dari Berbagai sumber).

Oleh: Ainuddin A. Chalick Alumni Pesantren Hidayatullah Bontang Kalimantan Timur Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Hidayatullah Depok Jawa Barat No. Rekening. 0538. 01008580. 50. 6 Atas Nama Ainuddin

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->