MODEL-MODEL INTI

Hingga saat ini tidak ada suatu teori mendasar yang dapat menjelaskan semua sifat inti yang diamati, sebagai gantinya berbagai model telah dikembangkan yang masing-masing hanya berhasil menjelaskan beberapa dari sifat inti. Pada teori atom, kita dapat menganggap inti atom sebagai partikel yang memiliki massa dan muatan pasif. Sifat utama dari atom, molekul dan zat padat dapat di lihat dari kelakuan elektron atomik, kelakuan intinya juga mempunyai peran yang penting karena memiliki muatan listrik multirangkap pada reaksi nuklir dan transformasi nuklir.

12.1

MASSA ATOMIK

Inti sebuah atom mempunyai massa, dan dapat memberikan informasi mengenai sifat nuklir. Alat yang dapat digunakan untuk mengukur massa atomic adalah spectrometer massa. Massa atomic dinyatakan secara konvensional dalam satuan massa (u) 1 u = 1,6604 x 10-27 kg , ekuivalen energinya = 931,48 MeV.

Berbagai aneka dari unsur yang sama disebut isotop , hal ini mengacu pada nuclide. Kita gunakan hidrogen mempunyai 2 isotop (deuterium dan tritium). Inti isotop teringan adalah proton : mp = 1,0072766 u = 1,6725 x 10-27 kg Proton dan elektron merupakan partikel yang berperan dalam struktur inti atomic . Dalam inti electron berperan menetralkan muatan positif beberapa proton . Penjelasan ini didukung oleh fakta bahwa inti radiaktif tertentu secara spontan memancarkan electron dalam peluruhan beta.berarti ada electron didalam inti atom. Nov fis Istn 132

Menurut prinsip ketaktentuan untuk memastikan keberadaan electron dalam daerah itu harus memiliki momentum Δp ≥ 1.1 x10-20 kg m/s.MeV − 27 2m 2 x(1. perlu kita perhatikan bahwa neutron bukan partikel yang mantap di luar inti. kenetrralan listriknya dan spin ½ semuanya cocok dengan sifat inti yang teramati jika kita anggap inti terdiri dari netron dan proton saja.6 x10 −14 J = 0.0086654 u = 1. Z = nomor atomik = banyaknya proton N = nomor neutron = banyaknya neutron A=Z+N A = nomor massa = jmlh total neutron dan proton Nukleon mengacu pada keduanya.23. sehingga nomor massa A ialah banyaknya nukleon dalam inti tertentu.6748 x 10-27 kg massa neutron ini lebih besar dari massa proton. maka energy K ≤ moc2 .Ukuran nuklir Jejari inti yang biasa dijumpai hanya sekitar 5 x 10-15 m. Lambang kimiawinyanya : A Z X 133 Nov fis Istn .5 menit. sebuah electron dan sebuah antineutrino dengan umur rata-rata 15.67 x10 kg ) Kehadiran proton dengan energy kinetic sebesar itu dalam inti mempunyai peluang yang besar. Neutron bebas meluruh secara radioaktif menjadi sebuah proton. sehingga energy kinetinya dapat dihitung : K= p 2 (1. mn = 1. Peranan neutron dalam struktur nuklir.1 x 10-20 kg m/s dengan energy 20 MeV. proton mempunyai momentum 1. Pada peluruhan beta electron yang terpancar mempunyai energy 2 atau 3 MeV.1x10 −20 kgm / s ) = = 3. proton dan neutron. Jika kejadian ini diterapkan pada proton dalam inti.

sedangkan untuk ukuran distribusi muatan. sebagai sebuah bola dengan muatan total Ze yang terdistribusi secara merata.4 fm. atom C dan O dalam molekul CO berjarak 1.4 x 10-15 m Beberapa percobaan telah dilakukan untuk membuktikan kebenaran ini dan dari percobaan tersebut diperoleh nilai Ro. Dari gambaran bentuk inti. diperoleh Ro = 1. maka kita dapati bahwa volumenya ialah 4 πRo 3 . diperoleh bahwa inti akan memiliki energy elektrostatik : EC = 3 kZ ( Z − 1)e 2 3 kZ 2 e 2 = (untuk Z yang besar) 5 R 5 R 134 Nov fis Istn .maka volume inti akan sebanding dengan jumlah nucleon . Untuk ukuran distribusi massa. Femtometer lebih biasadisebut Fermi: 1 femtometer = 1 fermi = 1 fm = 10-15 m Jadi dapat ditulis : R = 1. R = (1.6 fm. Untuk bentuk yang simetris bola.1) C ialah .JikaKerapatan zat inti dianggap konstan.4 A1/3 fm Untuk jari-jari 12 6 ………(11.4) x (12)1/3 fm = 2.2 fm. Seperti yang sudah diperoleh jari-jari atom hydrogen ialah 0. Diperoleh bahwa nilai Ro bergantung pada sifat inti yang sedang diukur.76 fm 107 47 Demikian juga jejari Ag ialah 6. yang terdapat didalamnya.53 Å.81 Å Jika jarak ini dinyatakan dalam femtometer(fm) yang hanya 10-5 Å .A.13 Å dan ion Na + dan Cl-. Dalam hal ini kita gunakan Ro = 1. Ro = 1. sehingga Ro3 3 berbanding lurus dengan A. dan memberikan jari-jari R dapat dinyatakan dengan : R = Ro A1/3 Ro = 1. dan kristalin NaCl berjarak 2.5 fm dan inti 238 92 U = 8.4 fm.

4) (16)1/3 fm = 3.28 fm Nov fis Istn 135 .x. kita dapatkan kerapatan nuklirnya : 12 2. dengan mengabaikan massa dan energy ikat enam electron.4) (208)1/3 fm = 8.0 u.1 R = Ro A1/3 Untuk 16 8 C kitadapatkan jari-jari : R = Ro A1/3 = (1. Tentukan kerapatan inti Jawab : 12 6 C Massa atomic 6 C ialah 12.Hubungan ini memberikan suatu metode bagi penentuan ukuran distribusi muatan inti Contoh soal : 1.66 x10 −27 kg / u ) = 2.53 fm Untuk 208 82 Pb kita dapatkan jari-jari : R = Ro A1/3 = (1. 12.7 x10 −15 m) 3 3 3 16 208 Tentukan jari-jari dari dari inti 8 C dan 82 Pb ρ= m = Jawab : Kita gunakan persamaan 11.(1.4 x1017 kg / m 2 4 3 4 πR π (2.0u.

002388 u x 931 MeV/u = 2.002388 u lebih besar. Kejadian selisih ini lebih dikenal dengan defek massa.014102 u.DEFEK MASSA DAN ENERGI IKAT Melalui spectrometer massa. Massa 0. Energi inilah yang disebut dengan energy ikat inti.22 MeV.002388 u sama dengan : 0.016490 u 0. sedangkan atom hydrogen 1 H plus neutron ialah : mH + mn = 1. Artinya dalam proses pembentukan inti dilepaskan sejumlah energy. Ini juga berarti bahwa untuk memecah inti menjadi partikel-partikel pembentuknya diperlukan sejumlah energy yang sama. yang terjadi pada kenyataannya atom mantap selalu bermassa lebih kecil daripada jumlah partikel pembangun.22 MeV deutron MeV = proton MeV neutron proton MeV Gambar 12.22 MeV membelah menjadi proton bebas dan neutron bebas. Contoh atom 2 1 deuterium 1 H . Namun. kita dapat mengetahui massa suatu atom yang terbentuk. 2. Defek massa ini dapat dipahami bahwa diperlukan energy untuk menyatukan partikel-partikel tersebut menjadi sebuah inti.007825 u + 1.22 MeV ditembaki sinar gama dengan energy minimum 2. Nov fis Istn 136 .008665 u = 2.1 Energi ikat deuteron ialah 2. bermassa 2.

Tentukanlah defek massa dan energy ikat intinya. (atom hydrogen).000000 u] = 0.Massa partikel-partikel pembentuk atom merupakan jumlah massa Z proton ditambah massa Z electron dan ditambah massa (A-Z) neutron.002388 u x 931 MeV/u = 2. Contoh soal : 1. 3 Berapakah selisih antara energy ikat inti 23 He dan 1 He ? 12 Jawab : Nov fis Istn 137 .66 x 10-27 kg = 1.09894 u x 931.64 x 10-28 kg Energi ikat 6 C adalah : ΔE = Δm c2 = 0.09894 x 1.2 MeV 2.09894 u = 0. Dengan demikian defek massa dapat dirumuskan : A Δm = ZmH + (A-Z)mn – m( Z X ) Dengan : A Δm = defek massa (u).008665 u) .007825 u) + 6(1. (A-Z) = banyaknya neutron Besar energy ikat inti dapat dirumuskan sebagai berikut : ΔE = Δm c2 ΔE = Δm x 9.31 MeV/u = 0. m( Z X ) = massa atom (u) mH = massa proton (u). Jumlah massa Z proton dan Z electron sangat kecil sehinngga dapat dianggap sama dengan massa atom hydrogen. Z = banyaknya proton mn = massa neutron (u).= 92.12.48 MeV/u .22 MeV. Diketahui sebuah atom 6 C . Jawab : 12 Defek massa 6 C adalah : A Δm = ZmH + (A-Z)mn – m( Z X ) 12 = [6(1. Energi ikat rata-rata perpartikel sama dengan energy ikat inti dibagi dengan nomor massa A. B= ∆E A Energi ikat perpartikel dapat merupakan ukuran dari kestabilan inti.

717 MeV 3 Energi ikat 1 H adalah : A Δm = ZmH + (A-Z)mn – m( Z X ) = [1.008285 u x 931.008665 u .009105 u ΔE = Δm c2 = 0.007825 u) + 56(1.008665 u) .48 MeV/u .76 MeV.23.009105 u x 931.007825 u + 2(1.97. Hitung energy ikat per partikel inti Jawab : 98 42 Mo B= ∆E A A Δm = ZmH + (A-Z)mn – m( Z X ) = [42(1.908481 u ΔE = Δm c2 = 0.007825 u) + 1.48 MeV 3 He ternyata lebih kecil dari energy ikat 1 H sebesar 0.016050 u] = 0.64 MeV.= 8.3.64 MeV A 98 Jadi besarnya energy ikat perpartikel adalah 8.MeV = = 8.48 MeV/u . yang kurang lebih sama dengan energy tolak coulomb 23 He Jadi energy ikat seperti soal 1.908481 u x 931.= 846.48 MeV/u .905409 u] = 0.008665 u) .= 7.3. Nov fis Istn 138 . 3 2 3.008285 u ΔE = Δm c2 = 0.23 MeV B= ∆E 864.016030 u] = 0.3 Energi ikat 2 He adalah : A Δm = ZmH + (A-Z)mn – m( Z X ) = [2(1.

70 x 1010 kejadian /s = 37 GBq. atau inti yang baru. R Gambar 13. disebut Induk.1) Jika aktivitas terlalu tinggi maka sering dinyatakan dalam MBq. Jika N menyatakan banyaknya inti dalam sampel pada suatu saat. Aktivitas radio isotop menurun secara eksponensial terhadap waktu t. sebuah inti pada mulanya tak stabil.TRANSFORMASI NUKLIR 1 PELURUHAN RADIOAKTIF Dalam peluruhan radioaktif . Maka aktivitas dapat dapat dinyatakan sebagai berikut : R = .1. secara efektif anak lahir dari kematian induknya.1.. yang muncul dari peluruhan α dan β. semua peluruhan inti mengikuti aturan peluruhan radioaktif yang sama. seperti halnya dalam peluruhan γ. Aktivitas adalah laju peluruhan inti atom pembentuknya persatuan waktu. G Bq atau ada juga dalam satuan Curie (Ci). 1 Becquerel = 1Bq = 1 kejadian /s 1 Curie = 1 Ci = 3. h Nov fis Istn 139 . memancarkan sebuah partikel dan meluruh menjadi inti yang disebut anak. Tidak masalah jenis partikel apa yang dipancarkan. (13. Inti anak ini dapat berupa inti yang sama pada keadaan energy yang lebih rendah.dN/dt = (aktivitas) …….

1.4) Nov fis Istn . (13.2) Dari difinisi waktu paro dapat diperoleh bentuk hubungan antara waktu paro dengan tetapan peluruhan sebagai berikut : t = T1/2 R = ½ Ro λt λ= ln 2  ln 2 = λT1 / 2 T1 / 2 2 = e λT1 / 2 1 = e −λT1 / 2 2  1  T1 / 2 = e −λT1 / 2 2    1  T1 / 2 = e −λ .3) Banyaknya inti yang tidak meluruh atau sisa dapat dinyatakan. yaitu : N = No e-λt Keterangan : No N λ t = = = = jumlah atom radiaktif mula-mula jumlah atom sisa setelah waktu t. lama peluruhan 140 ….1.693 λ ….1.693  λ= = T1 / 2 T1 / 2 [ ] t T1 / 2 Sehingga waktu paroh dapat ditulis : T1 / 2 = 0.Peluruhan radioaktif terhadap waktu ( aktivitas terhadap waktu) R = Ro e.. R = Aktivitas λ … (13. (13. tetapan peluruhan (kemungkinan inti meluruh tiap satuan waktu).t 2   t t ½ Ro = Ro e- Ln ½ = -λT1/2 ln 2 0.t λ = Konstanta peluruhan t = Kaitannya dengan waktu paruh (T1/2).

9)  1  T1 / 2 R = Ro   2 t …. dan dilakukan proses penurunan : Karena R=− d ( N o e − λt ) dN =− dt dt Maka dapat ditulis : R = λ No e.1.1.1. (13.4 ini dapat kita sederhanakan menjadi :  1  T1 / 2 N = No   2 t ….1.1.7) ….10) Nov fis Istn 141 .1. (13.6) Kita kembali ke persamaan 13.1.5) Jika diketahui massa inti maka perumusan diatas dapat dituliskan menjadi sebagai berikut :  1  T1 / 2 m = mo   2 Dimana : mo m = massa inti mula-mula (kg) = massa inti sisa peluruhan (kg) t ….1. (13.8) …. (13. (13.Persamaan 12. (13.1.t Ro = λ No Sehingga aktivitasnya menjadi : R=λN Atau R = Ro e-λt Persamaan ini dapat ditulis juga dalam bentuk : λ ….

Rn dengan waktu paro 3.t No N = −λ .Contoh soal : 1.4 N = No e-λt N = e −λ .hari 0.693 = T1 / 2 3.0.693 0.02.8. Jika lambang radon 222 Rn Jawab : Kita gunakan persamaan 13. Cari aktivitas 1 mg (10-6 kg) radon.6) No = 0.693 0.hari 1 ln = 5.4 222 2.1. Setelah selang waktu berapa 60 % sampel radon meluruh ? jika waktu paronya 3.8.4 No Sehingga : t= 3.hari Dan N = (1. sehingga banyaknya atom N dalam 1 mg 222 Rn 1alah : Nov fis Istn 142 . Jawab : hari.8 Jawab : Massa sebuah atom hampir sama dengan nomor atomic.8 hari .t  ln No   ln No = λ.t N 1 No ln λ N t= λ= 0.

N  λ.1.7 x1018 atom 222.025 x 1023 partikel/mol.x.693 0.u.693 T1 / 2 0. Uranium 238 memiliki waktu paruh 4. det ik 9 Nov fis Istn 143 .365 x.N= 10 −6.025 x10 ) = 2.N = R = (2. =  λ= 0.7 x1018. Jawab : T1/2 = 4.7 x 103 GBq = 153 Ci Contoh soal : 3.693 = = 2.x.360.  1  9 21 N = n NA =   x(6.1.7 x1012 kejadian/det = 5.5 x 109 tahun. NA = 6.5 x10 x.693 4.8. NA = 6.x. Ditanyakan : Berapakah jumlah partikel α yang dipancarkan setiap detik oleh satu gram U-238. m = 1 gr.53 x 10 partikel  238  Kita gunakan persamaan 13.66 x10 −27 kg / u ) Konstanta peluruhan radon adalah : λ= 0.3600.1x10 −6 det ik −1 ) x(2.5 x 109 tahun.kg = 2. det ik Maka Aktivitas Radon : R = λ .8 : R = λ .x.24.025 x 1023 partikel/mol.10 −6 det ik −1 T1 / 2 3.atom) = 5.24 x.(1.

4. λ= 0. Unsur tersebut memiliki waktu paro 50 tahun.  1  T1 / 2 R = Ro   2 Contoh soal : 5. Ditanyakan : Berapakah aktivitasnya pada saat 30 hari.88 x1017.23 x 105.42 x10 . 30 t = 30 hari Kita gunakan persamaan 12. Ditanyakan : Berapakah sisa massa unsur setelah 200 tahun. Jawab: Ro = 4 Ci.. det ik R = (4.23. t T1/2 = 10 hari. Suatu unsur radioaktif memiliki waktu paruh 10 hari.x10 5 partikel / det ik Jadi jumlah partil α yang dipancarkan dalam setiap detik adalah 1.693 .10 : 10  R = 4 1  2   1   R = 4   R = ½ Ci 8  Jadi aktivitasnya pada saat 30 hari adalah ½ Ci.88 x1017 det ik )(2. Jika aktivitas awal unsur tersebut 4 Ci. Massa radioaktif mula-mula 80 gr. = 4.1.53 x10 21 partikel ) R = 1. Jawab : Nov fis Istn 144 . / det ik 16 1.

Ditanyakan : Berapakah waktu paro unsure tersebut.mo = mo  1  1 / 2 2   t 1  mo 8 1    2 3 1 T = mo   1 / 2 2   1 T =   1/ 2 2   t t Nov fis Istn 145 .gr 2 Jadi massa unsure radioaktif yang tersisa setelah 200 tahun adalah = 5 gr 6. Massa inti unsur radioaktif tersisa 12. Jawab : m = 12.5 % setelah meluruh selama 120 tahun.5 % mo t = 200 tahun Kita gumakan persamaan 13.5%.mo = 80 gr t T1/2 = 50 tahun t = 200 tahun 200 Kita gumakan persamaan 13.1.1.6 :  1  T1 / 2 m = mo   2 50  m = 80  1  2   4 1  m = 80   = 5.6 :  1  T1 / 2 m = mo   2 t T  12.

6 :  1  T1 / 2 m = mo   2 t T  1 mo = m o  1  1 / 2 2 16   t 1  16 4 1 T1 / 2 =   2   t t Sehingga : 1 1 T    =   1/ 2 2 2     t =4  t = 4. Jika waktu paro unsur tersebut 200 tahun. Suatu unsur radioaktif mula-mula memiliki massa 6 gram.tahun Jadi lama peluruhan a agar unsur tersebut meluruh sebanyak 15 bagian adalah 800 tahun.tahun 3 3 Jadi waktu paro unsure tersebut adalah 40 tahun 7. tentukanlah nilai a. Setelah meluruh selama a tahun ternyata massa yang meluruh sebanyak 15/16 bagian. Jawab : 15  " Massa yang meluruh m =   mo 16  Massa sisa m = mo − m "  m = mo − 15 1 mo = m o 16 16 Kita gumakan persamaan 13.T1 / 2 = 4 x 200 T1 / 2 t = 800. 16 Nov fis Istn 146 .1.Jadi dapat ditulis :  t   =3  T1 / 2   t  200 T1 / 2 =   = = 40.

Produksi Pasangan : Foton datang yang berenergi sekurang kurangnya 1. 2. Hamburan Compton: Foton datang memberikan sebagian energinya pada elektron atomik.02 MeV (karena moc2 elektron = 0. Efek Fotolistrik e- Hamburan Compton e- Produksi Pasangan e+ e- Nov fis Istn 147 . foton baru yang muncul memiliki frekwensi lebih rendah 2.2 PENYERAPAN SINAR GAMA / SINAR X Tiga cara utama sinar gama dan sinar x dapat kehilangan energinya ketika melewati materi. Efek Fotolistrik : Foton datang mentranfer seluruh energinya pada elektron atomik material penyerap.5 MeV) dapat melakukan materialisasi menjadi pasangan electron positron ketika melewati dekat inti. hal ini telah dibahas pada bab sebelumnya : 1.

1) (Intesitas relatif) I = e −µ .Intensitas (I) sinar gama/ sinar x sama dengan laju transfer energi persatuan luas penampang dari berkas itu.2) x= ln( (Tebal penyerap) …(12.2.2. Io µ = Koefisien atenuasi I μ dx Persamaan matematisnya dapat ditulis : dI = µ .2.3) Nov fis Istn 148 .x Io I ln( ) = − µ .(13.x I Sehingga : I = Io eµx ….x I Io ) I µ … (13.x Io Atau bisa juga ditulis sebagai : ln( Sehingga: Io ) = µ ..

Nov fis Istn 149 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful