FKPS KALTENG, BELIA NAMUN MENGINSPIRASI

“Bagaimana kalau kita di Kaltim juga punya wadah semacam FKPS Kalteng yang menjadi jembatan komunikasi parapihak dalam mengembangkan Hutan Desa ?”

Pertanyaan di atas sempat mengemuka dari parapihak peserta workshop/rapat koordinasi pengembangan hutan desa, setelah mendengar presentasi Azharuddin yang mewakili (Forum Komunikasi Perhutanan Sosial Provinsi Kalimantan Tengah (FKPS Kalteng) yang menyampaikan tentang pengalaman pembentukan FKPS Kalteng dan peran-peran yang telah dijalankan di usianya yang masih sangat muda. FKPS dijelaskan sebagai sebuah forum yang lahir sebagai mandat dari Lokakarya Fasilitasi Kelembagaan Hutan Desa di Hotel Batu Suli pada tanggal 19-20 September 2011 yang dilaksanakan oleh Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalteng, yang merekomendasikan perlunya segera dibentuk Kelembagaan Multipihak untuk Percepatan Hutan Desa dan HKm di Kalimantan Tengah. Sebagai tindak lanjut hasil Lokakarya Batu Suli, Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng pada tanggal 24 November 2011 menyelenggarakan pertemuan Pembentukan Forum Multipihak dalam rangka mendorong percepatan Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (PHBM) di Kalimantan Tengah. Hasil pertemuan tersebut kemudian menyepakati Forum Komunikasi Perhutanan Sosial (FKPS) sebagai bentuk kelembagaan multipihak di Kalteng. Kepala Dinas Kehutanan Kalteng disepakati sebagai Ketua Forum dan Kabid RLPS Dishut Provinsi Kalteng sebagai sekretaris Forum. Akhirnya pada bulan Juni 2012 Gubernur Kalteng menerbitkan SK 188.44/310/2012 tentang FKPS Kalteng yang beranggotakan dari unsur pemerintah, akademisi, swasta, masyarakat dan NGO. Diceritakan pula bahwa dalam perjalanannya yang masih belia ini, paling tidak ada 2 kegiatan yang menunjukkan bagaimana forum ini menjembatani komunikasi parapihak dalam pengembangan perhutanan sosial di Kalteng. Yang

php/site/article/lokakarya-dan-rapat-kerja-fkps- . adalah bagaimana FKPS juga akhirnya turut berperan dalam mencari solusi mandegnya usulan Hutan Desa dari 4 desa di kecamatan Tasik Payawan yang sudah lebih 1 tahun tidak mendapatkan rekomendasi dari Bupati Katingan. peserta workshop menyadari bahwa proses fasilitasi untuk masyarakat perlu dilakukan secara lintas sektoral dan lintas pemangku kepentingan untuk mempercepat perluasan pengembangan Hutan Desa/Hkm di Kaltim.info/index.000 ha yang berada di 4 wilayah administrasi 4 desa. dan Hutan Proses ini sedikit terhambat karena dinas kehutanan yang tidak memiliki pendanaan untuk turun ke lapangan dan melakukan telaah teknis dan mengambil titik GPS untuk pembuatan peta digital. Dengan kata lain. Setelah terjadi komunikasi dan penjelasan terkait urgensi hutan desa. Ternyata. muncul keinginan yang sama untuk membentuk wadah serupa dalam bentuk gugus tugas (task force) PHBM atau bergabung ke dalam forum yang sudah ada. Yang kedua. Ternyata BPDAS Kahayan menyanggupi untuk mendukung pendanaan untuk kegiatan fasilitasi tersebut. kuncinya adalah Asisten II yang membidangi sumberdaya alam. tidak lama kemudian rekomendasi berupa usulan Bupati ke Menteri Kehutanan bisa didapatkan. Mendengar penjelasan tersebut. sehingga proses pengusulan bisa berjalan cepat dimana sekarang sudah terbit SK Penetapan Areal Kerja Hutan Desa Kalawa seluas 15. semisal Dewan Kehutanan Daerah (DKD) Kaltim.pertama adalah proses fasilitasi pengusulan hutan desa Kemasyarakatan (HKm) di 5 desa di Kabupaten Pulang Pisau. Kendala ini kemudian dikomunikasikan ke anggota forum. (*/Mukti Ali Azis) Sumber foto : http://borneoclimate.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful