BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Ibadah sunnah adalah ibadah yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila tidak dikerjakan tidak berdosa. Sengaja disyariatkan Shalat sunnat ialah untuk menambal kekurangan yang mungkin terdapat pada shalat-shalat fardlu juga karena Shalat itu mengandung keutamaan yang tidak terdapat pada ibadat-ibadat lain. Umumnya, setiap individu memandang bahwa Shalat sunnah itu tidak begitu penting karena ada ibadat lain yang lebih penting dan hukumnya wajib yaitu Shalat fardlu. Dalam hal ini penyusun merasa tertarik untuk membuat makalah yang membahas tentang Shalat tahajjud. Maka dengan ini penyusun mengambil judul “Shalat Thajjud”. 2. Identifikasi Masalah Umumnya, Shalat tahajjud dikerjakan karena seseorang sedang mempunyai masalah dalam hidupnya atau karena semata-mata ingin mendekatkan diri dan mendapatkan ridho Allah SWT. Dari uraian di atas, penyusun mengidentifikasi masalah sebagai berikut: 1. Alasan-alasan seseorang melakukan Shalat tahajjud 2. Alasan-alasan seseorang tidak melakukan ibadat Shalat tahajjud 3. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui lebih dalam tentang sholat tahajjud dan alasan-alasan orang melakukan dan tidak melakukan shalat tahajud.

5.4. Penelitian Lapangan Merupakan penelitian dengan cara penelitian langsung ke lapangan untuk memperoleh data dan informasi yang diperlukan dari objek penelitian. 2. Wawancara Adalah pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan secara langsung oleh pewawancara (pengumpul data) kepada responden. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang suatu masyarakat atau kelompok orang tertentu atau gambaran tentang suatu gejala atau lebih (Atheron dan Klemmack: 1982). meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan menggunakn seluruh alat indera (Arikunto Suharsimi Dr: .Biasanya penelitian deskriptif dimulai dengan mendesain penelitian. Hal ini dilakukan dengan beberapa cara yaitu sebagai berikut: 1. Observasi Secara luas. penulis menggunakan metode deskriptif. Adapun azas teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut: 1. pengumpulan data. pengolahan data sampai penyajian data. observasi atau pengamatan berarti setiap kegiatan untuk melakukan pengukuran (Soehartono Irwan DR:1995). Metode Penelitian Untuk memperoleh data bahan penelitian makah ini. Atau observasi disebut pula dengan pengamatan. dan jawaban-jawaban responden dicatat atau direkam (Soehartono Irwan DR: 1995). Ruang Lingkup Masalah Agar masalah penelitian tidak terlalu luas dan lebih terfokus pada masalah dan tujuan penelitian maka dengan ini penulis membatasi masalah penelitian hanya pada ruang lingkup shalat tahajud.

semoga Tuhanmu akan membangkitkanmu pada kedudukan yang terpuji. PENGERTIAN Shalat tahajjud adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah tidur. KEUTAMAANNYA • Allah telah memerintahkan kepada Nabi-Nya agar menjalankan shalat malam itu sebagaimama firman-Nya: ‫و م َ اليل فتهجد به نافلة لك عسى أن يبعثك ربك مقامامحْمودا‬ ً ْ ُ َ ً َ َ َ ّ َ َ َ َ ْ َ ْ َ َ َ َ َ ً َ ِ َ ِ ِ ْ َ َ َ َ ِ ْ َ ْ ‫َ ِن‬ “Dan dari sebagian malam itu gunakanlah untuk bertahajjud sebagai shalat sunnah bagimu.” • Dijelasakan oleh Allah bahwa orang-orang yang menjaga shalat malam itulah sebenarnya yang berhak dan layak menerima kebaikan serta rahmat-Nya. sebagaimana firman-Nya: ْ ُ ِّ ْ ُ َّ ْ ُ َ َ ً ِ ِ ٍ ْ ُُ َ ٍ ََ ِ َ ْ ِ َُ ّ ِ ‫إن المتقين فى جنات وعيون أخذن مااتاهم ربهم إنهم‬ َ َ ‫كانواقبل ذلك محسنين كانواقليل من الليل مايهجعون‬ ‫َ ُ ْ َ ْ َ َِ َ ُ ْ ِ ِ ْ َ َ ُ َِ ْ ً ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ ُ ْ َ و‬ َ ْ ُ ِ ْ َْ َ ْ ُ ِ َ ْ َ ِ ‫.adapun batas waktunya adalah setelah shalat isya sampai sebelum subuh. sebab dahulu sebelum itu mereka . 1.بالسحارهم يشتغفرون‬ “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam kebun-kebun dikelilingi mata air. Mereka menerima segala pemberian Allah.BAB II LANDASAN TEORI 1.

Ketika saya perhatikan wajahnya. sebab itu adalah kebiasaan orang-orang shaleh sebelummu dahulu. mereka itu semalam-malaman beribadat kapada Allah. baik dengan sujud maupun dengan berdiri. ialah mereka yang berjalan di bumi dengan merendahkan diri dan apabila diganggu oleh pembicaraan orang-orang bodoh. juga suatu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. sebarkanlah salam. yakinlah saya bahwa wajah beliau itu bukan wajah seorang pendusta.‫الجا َلون قالواسلما. • Salman Farisi berkata: “Rasulullah saw bersabda: ‘Kerjakanlah shalat malam. berikanlah makanan.” . orang-orang pun berduyun–duyun mengerumuninya. pasti kamu semua akan masuk surga dengan selamat sejahtera.selalu berbuat kebaikan. • Mereka dipuji oleh Allah dan dimasukkan dalam golongan hamba-hamba-Nya yang berbakti. pencegah dosa serta dapat menghalaukan penyakit dari badan’. Saya sendiri orang yang datang kepadanya.sebagaimana firman-Nya: ُ ‫َ ِ َ ُ ّ ْ َ ِ ّ ِ ْ َ َ ْ ُ ْ َ َ َ َ ْ ِ َ ْ ً وِ َ َ َ َه‬ ‫وعبادالرحمن الذين يمشون على الرض هونا َإذا خطب ُم‬ . bershalatlah di waktu malam dikala orang-orang sedang tidur. hubungilah semua kerabat. Abdullah Bin Salam berkata: “Pada waktu pertama kali Rasulullah saw datang di Madinah. Pertama-tama sabda yang saya dengar dari beliau adalah: ‘Wahai sekalian manusia.” • • Mereka diakui keimanannya oleh Allah. Bahkan dahulu mereka sedikit sekali tidur di waktu malam dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi-pagi sebelum fajar. pula sebagai penebus kejelekan-kejelekanmu.والذين يبيتون لربهمْ سجدا وقياما‬ ً َ ِ َ ً ّ ُ ِ ّ َ ِ َ ْ ُ ْ ِ َ َ ْ ِ ََّ ً َ َ ْ ُ َ َ ْ ُ ‫ْ َ َ ه‬ “Dan hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih.

” . jadi sudah hasil hanya dengan serakaat shalat sunnah witir sesudah isya.3. Maka jikalau engkau dapat termasuk golongan orang yang berdzikir kepada Allah pada saat itu. barang siapa yang memohon pada-Ku pasti Kuberi. shalat di masjidil haram sama dengan seratus ribu shalat. Dari Abu Hurairah r. di pertengahan atau di penghabisan malam. BILANGAN RAKAATNYA Shalat malam itu tidak mempunyai bilangan yang terbatas atau tertentu.a.’ 2. bahwa Rasulullah saw bersabda:”Tuhan kita ‘azza wa jalla tiap malam turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir. WAKTUNYA Shalat tahajjud itu dapat dikerjakan dipermulaan. Dari Amr bin Absah : “Saya mendengar Nabi saw bersabda: ‘Sedekat-dekatnya hamba pada Allah ialah pada tengah malam yang terakhir. Pada saat itu Allah berfirman: ‘Barang siapa yang berdo’a kepada-Ku pasti Kukabulkan. dan barang siapa yang meminta ampun padaKu pasti Ku ampuni. usahakanlah’! 4. 1. shalat di medan jihad sama dengan dua juta shalat. asalkan sesudah menunaikan shalat isya dan sesedah tidur. Sebaik-baiknya waktu untuk melakukan shalat malam itu ialah sepertiga malam yang terakhir.a. Tapi yang lebih banyak dari kesemuanya itu adalah dua rakaat yang dikerjakan oleh seseorang hamba di tengah malam. Dari Anas r. dari Nabi saw sabdaya: “Shalat di mesjidku ini sama nilainya dengan sepuluh ribu shalat.

Menyedikitkan makan. 3. KIAT MEMPERMUDAH BANGUN MALAM Imam Ghazali rah. Berusaha menghilangkan kantuk itu dari mukanya di kala bangun. 2. kemudian bersuci. 5. 4. . BEBERAPA TATA TERTIBNYA Seseorang yang hendak melakukan shalat malam itu disunatkan: 1. karena banyak makan akan banyak minum dan banyak tidur sehingga susah bangun tahajjud. 1. Hendaknya jangan memberatkan diri. Sebaiknya shalat malam itu dimulai dengan mengerjakan dua rakaat yang ringan dan selanjutnya bolehlah bershalat sesuka hati. 5.a. tetapi hendaklah mengerjakannya dengan tekun dan jangan sampai meninggalkan kecuali dalam keadaan yang sangat terpaksa. Di waktu akan tidur. telah membagi asbab (cara memudahkan) bangun malam menjadi dua. 6. Hendaklah menghentikan shalat dulu dan kembali tidur bila terasa sangat mengantuk sampai hilang kantuknya itu. Mengurangi kesibukan. Asbab zhahir yaitu: 1. hendaklah ia berniat hendak bangun untuk bershalat. 6. Jadi hendaklah bershalat malam itu tidak sekedar tenaga. Hendaknya dibangunkan pula keluarga. keletihan dan pekerjaan-pekerjaan berat di siang hari karena apabila terlalu letih maka akan banyak tidur. yaitu zahir dan sebab bathin.Yang lebih utama ialah menetapkan shalat malam secara terus-menerus sebanyak sebelas atau tiga belas rakaat. 2.

hakekatnya adalah berbicara pada Allah SWT dan Allah SWT mengetahuinya. Sebab apabila seorang berdosa maka hatinya akan keras dan kerasnya hati akan menjauhkan diri dari Allah SWT. Rasulullah saw bersabda “Qailullah-lah di siang hari dan carilah pertolongan Allah Qiyamullail”. Jangan meninggalkan qailullah (tidur pada siang hari) karena ini juga akan memudahkan bangun malam. dan atsar. 2. Hindarilah maksiat dan dosa-dosa karena ini juga memudahkan bangun malam.3. ia tidak akan mudah untuk bangun malam. membayangkan pemandangan neraka. Apabila bangun shalat tahajjud maka berwudhulah dan bersiwaklah karena itu adalah salah satu adab-adab dalam shalat tahajjud. 4. 2. Apabila bangun untuk shalat tahajjud maka yang pertama kali adalah berdzikir kepada Allah SWT. . karena barang siapa sibuk dengan memikirkan dunia. Fikirkanlah keutamaan tahajjud yang tertera dalam ayat al-qur’an. 2. Asbab Bathin yaitu: 1. Supaya timbul gairah dalam hati untuk mendapatkan pahala. 3. Menjaga hati dari sifat kinah (mengada-ada). hadits. Timbulkanlah keyakinan dalam hati bahwa berapa banyak ayat Alqur’an yang di baca dalam shalat. ADAB-ADAB TAHAJJUD DAN MASALAH–MASALAH TAHAJJUD SECARA FIQH Adapun adab-adab shalat tahajjud adalah sebagai berikut: 1. 7. dan menahan tidur manusia. Takut akan akhirat. 4. bid’ah serta merisaukan dan memikirkan perkara duniawi.

Akan tetapi pada sebagian riwayat di jelaskan juga dua belas rakaat dan tidak ada sumbernya lebih dari dua belas rakaat. Kemudian bacalah doa sebagaimana yang terdapat dalam berbagai hadits. Berniat untuk bangun malam (shalat tahajjud) sebelumnya. 5. Masalah-masalah tahajjud secara fiqh: 1. yaitu setiap malam setelah shalat isya mandi untuk beribadah karena mandi sebelum shalat tahajjud adalah lebih baik. 7. Hendaklah membaca Al-qur’an dengan tartil. 10. Ketika melaksanakan shalat tahajjud. Kebiasaan Abdul Azis bin Zakaria dan kawan-kawannya. 8. Hendaklah berdo’a ketika mendengar ataupun membaca ayat rahmat atau ayat azab. Apabila datang kantuk maka tidurlah. karena kalau tertidur terus (sehingga tidak bangun). Allah akan memberikan juga pahala shalat tahajjud. 12. Setelah itu mulailah shalat. Akan tetapi qadhi tsanaullah mencatatnya sebagai sunnah muakadah (sunnah yang dikuatkan/ditekankan). 13. dan mereka menggolongkannya pada mandubat lail (amalan sunnah di malam hari). Barang siapa meyakini akan bangun pada akhir malam maka sunnah baginya mengakhirkan shalat witir. berdiri. 4. 11. 9. sebagaimana telah diriwayatkan dari Rasulullah saw. Pada waktu shalat tahajjud yakni pada waktu ruku. Setelah semua yang telah disebutkan di atas dilaksanakan maka bentangkan sajadah dan berdirilah menghadap kiblat dengan penuh khusu dan khudu. Kalau tertinggal bangun malam (shalat tahajjud) maka hendaklah menggantinya pada siang hari hal ini juga termasuk adab.3. Memakai wangi-wangian dan memakai pakaian yang bagus. Sebagian para ulama berpendapat bahwa apabila bangun pada malam hari hendaknya mandi. Para fuqaha pada umumnya berpendapat bahwa shalat tahajjud sekurang-kurangnya dua rakaat dan sebanyak-banyaknya delapan rakaat. hendaklah tawajjuh pada Allah dengan sempurna dan hendaklah menangis. Menurut para fuqaha (ulama ahli fiqh) shalat tahajjud adalah mustahab. 6. 2. . dan sujud hendaknya setiap bacaannya dibaca satu kali.

. 5. Orang yang sudah biasa istiqomah melakukan shalat tahajjud maka makruh meninggalkannya jika tanpa udzur (halangan) 4. Berdasarkan hasil fatwa ulama shalat tahajjud lebih utama dilakukan dua rakaat dua rakaat.3. Shalat tahajjud pada sepertiga malam yang akhir adalah lebih utama.

Jenis kelamin L 70 P 30 Status Pelajar / mahasiswa 70 Kepala / IRT 30 1. banyak hutang. Para pelajar/mahasiswa yang melakukan shalat tahajjud karena sedang ujian/test tentunya mempunyai harapan agar ketika ujian/test diberi ketenangan hati. penulis mengambil 100 orang sebagai objek penelitian.BAB III PEMBAHASAN Pada kesempatan ini.% alasan orang melakukan ibadah shalat tahajjud adalah karena sedang ujian. Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa alasan orang melakukan shalat tahajjud adalah karena sedang sedih/banyak masalah. warohmah. Sedangkan dari kalangan kepala keluarga/ibu rumah tangga alasan bertahajjud karena ingin anaknya yang sedang ujian lulus. masalah keluarga..dll.dll. karena ingin masalah dalam keluarga bisa terselesaikan serta keluarganya dijadikan keluarga yang sakinah. sedang tertimpa musibah. Tabel alasan orang melakukan ibadah shalat tahajjud. Hal ini sangat mungkin terjadi mengingat objek penelitian penulis sebagian besar berasal dari kalangan pelajar/mahasiswa yaitu 70%. Dan …. Dan …. Dalam hal ini sedang sedih/banyak masalah bisa disebabkan karena diputuskan pacar. Hal ini merupakan persentasi yang terkecil dari dua alasan lainnya karena mengingat sifat . kondisi badan yang sehat serta sukses/lulus dalam ujian. mawadah. kejernihan fikiran.% alasan orang bertahajjud karena ingin mendapat ridha dari Allah.

% dank arena sedang tidak ada masalah …. tidak dalam keadaan sedih/bimbang sedangkan bagi para kepala/ibu rumah tangga karena sedang tidak punya hutang.manusia memang seperti itu yaitu dekat dengan Allah ketika sedang dirundung masalah dan ketika masalah itu sudah terselesaikan manusia menjadi malas kembali untuk bertahajjud. Tabel alasan orang tidak melakukan ibadah shalat tahajjud TABEL GRAFIK Dari grafik di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar alasan tidak bertahajjud adalah karena malas/ngantuk. 2.%. dalam hal ini alasan sedang tidak ada masalah maksudnya adalah untuk para pelajar/mahasiswa sebab sedang tidak ada ujian. Sedangkan sisanya karena tahajjud hukumnya sunnah …. tidak dalam keadaan sedih/bimbang. ..

diwaktu orang sedang tidur sehingga banyak orang yang malas untuk bangun dari tidurnya dan melakukan shalat tahajjud. hal ini sangatlah tidak adil bagi Allah seolah-olah menimbulkan kesan habis manis sepah dibuang. maka dapat penulis simpulkan bahwa sebagian besar orang bertahajjud karena sedang sedih/banyak masalah dalam hidupnya. Dan jika manusia bertahajjud hanya karena sedang dirundung masalah dan membutuhkan pertolongan Allah SWT. Saran Jika manusia hanya menuruti hawa nafsu maka tentunya ibadah sunnah shalat tahajjud akan semakin jarang dilakukan. Setelah mencoba menarik kesimpulan dari data-data yang ada.Hal ini sangat mungkin terjadi karena shalat tahajjud dilaksanakan pada tengah malam. Dan alasan paling banyak tidak bertahajjud adalah karena malas atau ngantuk dengan persentasi…% dari dua alasan yang lainnya. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan di BAB IV. 2.BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 1. hal ini sangat manusiawi mengingat sifat manusia memang seperti itu yaitu dekat dengan Allah ketika dirundung masalah dan ketika masalah itu sudah berakhir manusia menjadi malas kembali untuk bertahajjud dan bahkan lupa dengan pertolongan Allah terhadapnya. penulis ingin memberikan saran-saran sebagai berikut: .% dan karena semata-mata ingin mendapatkan ridha Allah …. setelah diberikan pertolongan Allah manusia menjadi lupa bahkan tidak bersyukur karena pertolongan-Nya. Dan alasan lainnya seperti karena sedang ujian ….%.

Rajinlah bertahajjud karena banyak keutamaannya/hidayahnya. Bertahajjudlah baik dalam keadaan senang atau sedih. Janganlah malas bangun dari tidur untuk bertahajjud pada malam hari karena sesungguhnya shalat pada malam hari memberikan kekhusuan dalam ibadah dan sesungguhnya orang yang bangun dari tidur dengan niatnya saja bertahajjud sudah mendapatkan pahala dari Allah. . Janganlah memandang shalat tahajjud itu sunnah hukumnya karena dengan hal itu orang akan malas bertahajjud.1. 3. 2. 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful