KEANEKARAGAMAN BRYOPHYTA DI PEMANDIAN AIR PANAS TAMAN HUTAN RAYA R.

SOERYO CANGAR JAWA TIMUR (Diversity of Bryophyta in the hot spring Baths Forest Kingdom R. Soeryo Cangar East Java) Nathania Ernita Ekawatia Edawua Departemen Biologi Fakultas Sains dan Teknologi.Universitas Airlangga e‐mail: nathania_edawua@ymail.com ABSTRACT Moss is a low level plants and is part of the biodiversity that has not been widely researched in a garden forest britain ( TAHURA ) R. Soeryo Cangar East Java , is one of the potential for forest habitat of the moss plant diversity. This research aims to discover diversity of mosses (Bryophyta), mosses habitat, morphology, as well as knowing the character of kinship of every genus Bryophyta. This type of research is descriptive study sampling technique in the plot I, plot II, plot III, plot IV, with random. Moss samples that have been taken and identified to the lab to be with the use of books “ How to know the mosses and liverworts “,data on characteristics and numerical and then analyzed by the program SPSS 16.0. using Hierarchical Cluster with Classify average linkage method for agglomerative. The research results obtained by as much as three classes with five genera, namely class Bryopsida obtained three genus (Leucobryum, Fissidens, Hypnum), of the class Antocerotopsida is one genus (Anthoceros), and of the Hepatopyta class gets one genus (Marchantia). Based on the analysis of mind that the Bryophyta in TAHURA R. Soeryo in Cangar have kinship as follows, the genus Marchantia having the kinship relation close to Anthoceros and genus Leucobryum more closely related with Fissidens compared with the genus Hypnum, the most distant kinship is agenus Anthoceros and Marchantia, with Leucobryum, Hypnum, Fissidens. Causing much kinship and close due to differences in morphological characteristics each posses a genus distinct from each other. Kata kunci : diversity, Bryophyta, kinship, TAHURA R.Soeryo

PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, setelah Brazil (Anonimus, 2009). Brazil merupakan salah satu negara dengan flora terkaya dari setiap negara di Dunia, dengan lebih dari 56.000 spesies tumbuhan, hampir 19% dari dunia flora dan diantaranya 3.100 spesies berasal dari Bryophyta (Giulietti et al., 2005). Sedangkan di Indonesia sekitar 30.000 spesies tumbuhan, jumlah ini sama dengan 10% flora dunia. Indonesia sangat kaya akan keanekaragaman tumbuhan, tetapi masih banyak yang belum terungkap secara ilmiah. Hal ini dikarenakan derasnya pemanenan sumberdaya hayati, khususnya penebangan ekosistem hutan dengan

yaitu lumut hati (Hepatophyta) dengan 9000 spesies dan 240 genus. Ada 24. 2007). dan semua tumbuhan lumut membutuhkan kondisi lingkungan yang lembab yang masuk kedalam siklus kehidupan tumbuhan tersebut.000-14. Bryophyta termasuk salah satu bagian kecil dari flora yang belum banyak tergali juga merupakan salah satu penyokong keanekaragaman flora. Tumbuhan lumut tersebar luas . Kawasan hutan Indonesia umumnya merupakan hutan hujan tropis. Lumut merupakan salah satu kelompok tumbuhan rendah dan bagian dari keanekaragaman hayati yang belum banyak mendapat perhatian (Windadri.000 spesies Bryophyta yang dikenal. Sumbawa 44 jenis. 2009). 2010). 1999). Penelitian keanekaragaman lumut di beberapa daerah di Indonesia telah dilakukan antara lain di Sulawesi tercatat 106 jenis dan di Borneo tercatat 607 jenis. Hutan hujan tropis terkenal dengan keanekaragaman flora termasuk di dalamnya jenis Bryophyta (lumut). besar kemungkinan bahwa keanekaragaman hayati dalam ekosistem hutan ini tererosi. Disamping itu beberapa pulau yang termasuk dalam kawasan kepulauan Sunda Kelapa pernah juga dilaporkan jumlah lumut daunnya.500 spesies dan 670 genus (Semple. lumut tanduk (Anthocerotopyhta) hanya 500 spesies. sekitarnya pernah dilaporkan oleh Fleischer 1900-1908 berjumlah 452 jenis (Windadri. Lombok 152 jenis. Divisi Bryophyta dibagi menjadi tiga kelas.berbagai alasan. dan lumut daun (Bryopsida) memiliki 12. yaitu di Bali tercatat 169 jenis. bahkan terancam punah (Kartawinata. Flores 278 jenis.

dapat bertahan hidup pada musim kering. TAHURA R. Namun. Taman Hutan Raya (TAHURA) R. bahkan sering dianggap sebagai penyebab lingkungan kotor. seperti yang terdapat di Taman Hutan Raya R.500 mm per tahun menurut klasifikasi iklim Schmid dan .5004. lumut tertentu khususnya lumut sejati (Bryopsida). kayu. Namun dapat tampak bahkan menarik jika tumbuh berkelompok. batuan. Mereka hidup di atas tanah. 1984). Topografi TAHURA R.Soeryo termasuk tipe C dan D dengan curah hujan rata-rata 2. baik dari warna maupun kehidupannya yang bekelompok. Bryophyta yang merupakan tumbuhan tingkat rendah dan salah satu bagian dari keanekaragaman hayati yang belum banyak diteliti. dan kadangkadang di dalam air. Pertumbuhannya mengalami peremajaan jika air tersedia kembali (Tjitrosomo.Soeryo cangar. Soeryo di Cangar merupakan salah satu kawasan hutan yang potensial untuk habitat dari keanekaragaman tumbuhan lumut.000-3. berbukit dan gunung-gunung dengan ketinggian antara 1. Meskipun demikian. Lumut yang hidup menyendiri dan tidak berkelompok akan nampak terlihat tidak menarik. Pada umumnya jenis tumbuhan ini kurang beradaptasi pada kondisi kehidupan daratan. Lumut hati dan lumut daun yang hidup menyendiri biasanya tidak menarik. jika diperhatikan secara seksama beberapa jenis tumbuhan lumut terlihat cukup menarik.000 meter diatas permukaan laut.dan merupakan kelompok tumbuhan yang menarik.Soeryo secara keseluruhan memiliki konfigurasi bervariasi antara datar. dan sebagian besar merupakan tumbuhan yang hiduppada lingkungan lembab dan terlindung.

2010 a). Proses herbarium.Ferguson. Hasil yang akan didapat dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan beberapa informasi dari pengetahuan tentang keanekaragaman lumut (Bryophyta). Suhu udara berkisar antara 5ºC-10ºC (Anonimus. Soeryo juga memiliki kolam air panas dengan suhu 30ºC 40ºC (Anonimus. Soeryo Jawa Timur. Eksplorasi berupa pengumpulan koleksi Bryophyta dilakukan di sekitar area kolam Pemandian Air Panas Cangar TAHURA R. Pada TAHURA R. Lokasi pengambilan sampel .Soeryo di Cangar. sedangkan di daerah pemandian air panas habitat lumut di dominasi dengan suhu panas. Di sekitar mata air panas Cangar banyak ditemukan guagua buatan masa pendudukan Jepang pada tahun 1942-1945 (Anonimus. identifikasi dan penyajian data secara deskriptif dilakukan di Laboratorium Ekologi Departemen Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga Surabaya. 2007). yang berbeda dari habitat lumut yang lainnya. Pertumbuhan lumut didukung dengan habitat yang lembab. Jenis tumbuhan perintis berpengaruh terhadap sebagian besar sifat-sifat fisik. 2010 b). METODE Penelitian ini telah dilaksanakan selama empat bulan yaitu pada bulan Desember hingga Maret. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kekerabatan lumut (Bryophyta). Dimana tempat pemandian air panas memiliki daya dukung pertumbuhan lumut. kimia dan biologi tanah (Prawito. seperti yang terdapat pada Taman Hutan Raya R. 2009). Penelitian ini berguna untuk upaya pelestarian sumber daya alam hayati.

dan topografinya datar. berbatu. berbatu. Stasiun IV : pada sekitar jalan menuju Goa Jepang kompleks obyek wisata alam pemandian air panas Cangar. tanahnya lembab. dan topografinya bergelombang. Pengambilan sampel lumut yang pertama dilakukan di lokasi Stasiun I yang merupakan daerah yang tidak dialiri air panas. Stasiun III merupakan sampel tumbuhan lumut daerah yang dialiri air. Stasiun IV merupakan daerah yang tidak dialiri air. ternaungi oleh pohon. Stasiun II merupakan daerah yang banyak sumber air. Penempatan lokasi pengambilan sampel Bryophyta didasarkan atas perbedaan kondisi dalam empat stasiun. tanahnya lembab. ternaungi oleh pohon. di daerah sekitar gua. . tanahnya lembab dan topografinya datar. memiliki tanah lembab.dari empat stasiun di fokuskan di daerah sekitar Pemandian Air Panas. yaitu: Stasiun I : di sekitar jalan dan saluran irigasi di daerah loket 1 pintu masuk obyek wisata alam pemandian air panas Cangar. tidak ternaungi oleh pohon. Stasiun II : pada saluran irigasi di sekitar kolam pemandian air panas Stasiun III : di sekitar tangga Loket 2.

Soeryo Cangar Jawa Timur. dan topografinya bergelombang sedang atau terjal. Bahan dan Alat Penelitian Bahan penelitian Bahan-bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah komunitas tumbuhan lumut (Bryophyta) yang terdapat di Obyek Wisata Alam Pemandian Air Panas Taman Hutan Raya (TAHURA) R.banyak ternaungi oleh pohon. . air. kertas koran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful