PENYEBAB KARIES DAN PENCEGAHANNYA

1. PENGERTIAN KARIES KARIES : Merupakan kerusakan gigi yang disebabkan terjadinya

demineralisasi terhadap mineral pada enamel gigi yang bila dibiarkan akan menyerang jaringan yang lebih lunak di bawah enamel

2.

FAKTOR PENCETUS 1. Karbohidrat Merupakan makanan yang dapat diragikan oleh mikroorganisme khususnya

streptococcus mutan, sehingga menghasilkan keadaan asam pada mulut ( PH di bawah 6 ). Penelitian menunjukan bahwa pembentukan asam maksimal pada permukaan gigi yang mengikuti pencernaan gula, terjadi sesudah 20-30 menit. Dalam waktu 1-2 jam sesudah gula dimakan, pembentukan asam akan terhenti dan PH mulut akan kembali normal. 2. Mikroorganisme dan air ludah Mikroorganisme yang paling berperan dalam pembentukan karies adalah streptococcus mutan dan golongan laktobasilus, mikroba tersebut membentuk asam dari makanan yang mengandunng zat gula, asam inilah yang kemudian

menyebabkan terjadinya proses demineralisasi unsure-unsur penyusun gigi terutama kalsium. Sedangkan air ludah berfungsi mengatur PH rongga mulut karena mengandung bikarbonat, fosfat, dan protein amfoter, mempercepat proses remineralisasi, membentuk lapisan mucus pelindung pada membrane mukosa yang akan bertindak sebagai barier terhadap iritan dan akan mencegah kekeringan. Oleh karena itu, jika produksi saliva mengalami gangguan ( mulut kering ), proses pembentukan karies akan lebih mudah. 3. Permukaan dan bentuk gigi Bagian pit dan fissure adalah bagian yang paling mudah terserang karies karena, sisa-sisa makanan yang masuk pada daerah tersebut sulit untuk dibersihkan sehingga mikroba akan beraktifitas dan menghasilkan asam, yang bermuara pada pembentukan karies. 1

4. Keadaan higiene gigi dan mulut Dengan menjaga kebersihan mulut secara teratur, maka sisa-sisa makanan yang ada pada gigi akan mudah dihilangkan sehingga memperkecil kemungkinan terbentuknya karies. Saat kebersihan gigi dan mulut tidak terjaga dengan baik, aktifitas mikroba akan tak terkendali sehingga proses pembentukan karies semakin cepat. 5. Mulut kering Saat mulut dalam keadaan kering, waktu untuk mengembalikan PH mulut kembali ke PH normal akan semakin lama, proses karies pun akan semakin besar dengan tidak diimbangi remineralisasi. Peristiwa ini erat hubungannya dengan kurangnya produksi saliva pada rongga mulut. Peristiwa ini banyak dijumpai pada orang-orang yang telah mengalami radiasi pemulihan kanker dll pada bagian rongga mulutnya. 6. Waktu Proses pembentukan plak pada gigi terjadi hanya dalam hitungan menit (1-3 menit) setelah, pada saat itu juga mikroba telah membentuk asam yang mengubah keadaan rongga mulut dari basa menjadi asam sehingga proses demineralisasi terjadi. Pembentukan asam maksimal terjadi pada 20-30 menit mengikuti pencernaan gula. Membutuhkan waktu 1-2 jam untuk menembalikan PH kembali normal. Karena itu menyikat gigi setiap kali sesudah makan dapat menghindari pembentukan asam, membantu mengembalikan PH mulut ke PH normal dan mempercepat proses remineralisasi. Dari hasil penelitian disepakati bahwa secara garis besar faktor penyebab terjadinya karies terdiri atas empat faktor :  Substrat ( Karbohidrat )  Host dan gigi ( Keadaan manusia )  Mikroorganisme ( Terutama golongan streptococcus dan laktobasillus )  Waktu Jika salah satu dari keempat unsur di atas tidak dipenuhi, maka tidak akan tejadi karies pada gigi.

2

3.

FAKTOR LAIN 1. Ras dan keturunan Ras dan keturunan ini sangat erat hubungannya dengan keadaan rahang

suku bangsa tertentu di mana suku bangsa tersebut mempunyai bentuk rahang yang sempit sehingga untuk membersihkan gigi pada bagian posterior agak sulit, selain itu dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari, suku bangsa yang makan makanan yang mengandung cukup serat mempunyai tingkat kesehatan gigi dan mulut yang lebih baik dari pada suku bangsa yang tidak mengkonsumsi cukup makanan yang mengandung serat. 2. Jenis kelamin dan umur Hasil penelitian menunjukan bahwa perempuan lebih banyak terserang karies daripada pria, hal ini disebabkan factor hormonal dan kebiasan “ ngemil” pada perempuan. Sedangkan factor umur, sepanjang hidup dikenal 3 phase umur dilihat dari gigi geligi :  Periode gigi campuran, di sini gigi molar 1 paling sering terkena karies  Periode pubertas, sangat dipengaruhi perubahan hormonal yang dapat menimbulkan pembengkakan gusi, sehingga kebersihan mulut menjadi kurang terjaga.  Periode tua ( 40 tahun + ), pada umur ini sudah terjadi penurunan fungsi organ tubuh, telah terjadi retraksi gusi dan papil sehingga sisa-sisa makanan lebih sukar dibersihkan. 3. Geografis Keadaan geografis erat kaitannya dengan tersedianya kadar flour yang cukup pada air minum ( 1 ppm ), dan makanan-makanan yang ada pada daerah tersebut.

PENCEGAHAN KARIES : 1. Peningkatan hygiene gigi dan mulut Semakin bersih keadaan gigi dan mulut., semakin kecil resiko terjadinya karies. Peningkatan hygiene gigi dan mulut dapat dilakukan dengan smenyikat gigi secara teratur setelah makan dan sebelum tidur, membersihkan gigi dengan dental floss, skelling secara teratur, dan lain-lain.

3

2. Pit and fissure sealant Pit dan fissure sealant berfungsi menutup daerah yang sempit dan dalam pada permukaan gigi, sehingga sisa-sisa makanan lebih mudah dibersihkan yang pada akhirnya berujung pada berkurangnya resiko karies. 3. Flouridasi Flouridasi bertujuan menghambat kehidupan bakteri dalam plak, karena flour mempunyai efek antibakteri dan antienzi,mengembalikan PH mulut ke PH ideal ( 6-7 ) dan mempercepat proses remineralisasi. Flourisasi dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti : flourisasi air minum, melalui obat kumur, per oral, garam flour, pasta gigi dll. Terapi fluor dalam rongga mulut merupakan sebuah mekanisme perlindungan melalui aplikasi fluor dengan cara topikal (pengolesan) atau sistemik (menyeluruh) yang berfungsi mencegah terjadinya lubang gigi (karies). Kebanyakan terapi fluor dalam bentuk pemolesan kepada gigi melalui gel, pernis, pasta gigi/tapal gigi, atau obat kumur. Cara aplikasi sistemik melalui penggunaan suplemen fluor melalui air, garam, tablet, atau obat tetes yang dikonsumsi.

Keuntungan :

Fluor merangsang terjadinya remineralisasi (pembentukan kembali zat mineral penyusun email) dalam rongga mulut

Fluor memperkokoh susunan email gigi dengan pembentukan fluorapatite, sehingga gigi lebih tahan terhadap invasi bakteri mulut

Fluor dapat menghambat pembentukan asam bakteri pada gigi

Indikasi :
     

Munculnya banyak bintik putih pada gigi Pasien dengan resiko tinggi atau telah mengidap karies yang ganas dan luas Pasien dengan perawatan orthodontik (kawat gigi) Untuk perlindungan gigi anak-anak Untuk gigi sensitif Melindungi permukaan akar

4

Jenisnya :

Fluoridasi air, di Amerika masyarakat yang telah mengkonsumsi air fluoridasi mencapi 2/3 dari jumlah populasi. Tanggungjawab fluoridasi air terletak di pundak pemerintah dan PDAM

 

Pasta gigi, tidak usah dijelaskan ya? Khan dah tahu semuanya? Obat kumur, dimana obat kumur yang digunakan harus mengandung sodium fluoride. Tetapi untuk pasien dengan kasus karies parah, kumur-kumur manual tanpa pengawasan dokter gigi kurang efektif

Penggunaan gel atau foam dengan bantuan tapal gigi. Dimana gigi diselimuti dengan pelapis berbentuk tapal kuda mengikuti lengkung gigi yang sebelumnya telah diulasi dengan gel atau foam fluoride. Terapi ini paling cocok untuk mencegah atau melakukan pengobatan kepada pasien dengan karies yang ganas.

Pernis, aplikasinya mirip sikat gigi tapi tidak terlalu berbusa, rasanya tidak mencolok(karena tidak mengandung mint),

Diet suplemen, seperi pil, kablet atau obat tetes. Digunakan khususnya untuk anak-anak yang tidak mendapat air yang mengandung fluor

Efek samping :

Konsumsi berlebihan sampai batas 45 mililiter larutan fluor 2 % dapat menyebabkan kematian

Terjadinya dental fluorosis. Tetapi dengan menghindari pemaparan yang terlalu lama dan sigap dalam pembilasan akhir(kumur-kumur) dapat mencegah terjadinya dental fluorosis.

5

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful