P. 1
basketball.pdf

basketball.pdf

|Views: 17|Likes:
Published by Wiga Putri

More info:

Published by: Wiga Putri on Feb 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/30/2013

pdf

text

original

SHOOTING

problem
BASKETBALL
Permasalahan
• Saat terjadi pelanggaran dalamsebuah permainan bola basket,
maka pemauk yang terkena foul akan mendapatkan satu atau lebih
kesempatan untuk melakukan lemparan bebas. Lemparan bebas ini
sepertihalnya tendangan pinalti dalamsepak bola, dimana pemain
tidak dihalangi oleh block lawan. Pemain yang mendapat lemparan
bebas berdiri di belakang garis free throwyang tergambar pada
lapangan dan berusaha melempar bola melalui sebuah lintasa
lengkung horizontal dari jarak tersebut. Saat diepaskan, bola berada
tepat secara vertikal di atas garis free throw.
• Seberapa besar keakuratan lemparan bola yang dibutuhkan oleh
seorang pemain agar mencetak nilai pada saat free throw?
Permasalahan tersebut dapat dirumuskan
dengan 3 cara:
• Persamaan gerak dengan percepatan konstan
• Pendiffrensialan dasar dan penggunaan

dx


6x
• Koordinat geometri dari elips dan lingkaran
Permasalahan
• Pada kasus ini diasumsikan bahwa bola
memasuki ring tanpa mengenai papan ring.
Asumsi
‘HALF’ a solution
• Saat parameter-parameter
dari ketinggian bola dan
kecepatan bola pada saat
dilepaskan telah dientukan,
kemudian letak bola dan ring
ditentukan, kasus ini menajdi
sebuah permasalahan
proyektil dimana akan dicoba
untuk menemukan besar
sudut yang diperlukan oleh
bola basket dengan kecepatan
awal yang ditentukan agar
dapat masuk ke dalamring.
h
o
4.60 m
3.05 m
Diameter bola basket = 24.6 cm
Diameter keranjang = 45.0 cm
x
V y
Garis free throw
Ilustrasi
h
o
4.60 m
3.05 m
x
V y
Garis free throw
Diameter bola basket = 24.6 cm
Diameter keranjang = 45.0 cm
Pembentukan Model
Jika sebuah sumbu kartesius diletakkan pada titik pelemparan bola, dan
diasumsikan bola ditembakkan dengan kecepatan V dan dengan arah
tembakkan sebersar sudut α dari horizontal, kemudian dengan mengabaikan
gesekkan udara, maka koordinat titik pusat bola setelah ditembakkan dapat
dinyatakan dengan:
x = Icos o t
y = Icos o t −
1
2
gt
2
dengan mengeliminasi kedua persamaan tersebut, didapatkan persamaan parabola:
o o
2
2
2
sec
2
tan
V
gx
x y ÷ =
Pembentukan Model
Jika koordinat titik pusat dari ring adalah (x
1
, y
1
), maka persamaan yang dituju agar
bola memasuki ring menjadi:
Karena scc
2
o = 1 + ton
2
o persamaan tersebut dapat ditulis menjadi:
Kemudian untuk mencari nilai tanα yang mungkin:
o o
2
2
2
1
1 1
sec
2
tan
V
gx
x y ÷ =
0
2
tan tan
2
2
2
1
1 1
2
2
2
1
= + + ÷
V
gx
y x
V
gx
o o
0
2
tan tan
2
2
2
1
1 1
2
2
2
1
= + + ÷
V
gx
y x
V
gx
o o
a
b
c
Pembentukan Model
Sehingga…
( )
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
+ ÷ ± = ·
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
+ ÷ ±
= ·
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
+ ÷ ±
= ·
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
+ ÷ ±
= ·
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
+ ÷ ±
= ·
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
+ ÷ ÷ ±
=
2
2
1
1 2
1
2
2
2
1
2
2
1
1 2 1
2
2
1
2
2
1
1 2 1 1
2
2
1
2
2
1
1 2
2
1 1
2
2
1
2
2
1
1 2
2
1
2
1 1
2
2
1
2
2
1
1 2
2
1
2
1 1
2
2 1 1 tan
2
2 1 1
tan
2
2 1
tan
2
2 1
tan
2
2
tan
2
2
2 2
4
tan
V
gx
y
V
g
gx
V
V
gx
V
gx
y
V
g
x
V
gx
V
gx
y
V
g
x x
V
gx
V
gx
y
V
g
x x
V
gx
V
gx
y
V
gx
x x
V
gx
V
gx
y
V
gx
x x
o
o
o
o
o
o

Didapatkan nilai untuk I = 8
m
s
⁄ , h = 2.15 m, dan koordinat titik pusat ring
basket (4.60m, 0.90m) dengan pengukuran yang telah dilakukan oleh peneliti.
Jika nilai tersebut disubtitusikan ke persamaan (4), maka:
tano = 2.u9S9 otou u,7427
dengan α = 64
o
28’ atau 36
o
36’
Manakah jawaban yang benar?
The other ‘HALF’ of the Solution
d
|
d = 45 sinβ
Pada bagian ini jika dimisalkan β adalah
sudut kemiringan bola agar dapat masuk
ke dalam ring (diukur dari horizontal),
maka akan dicari besar sudut α (sudut
lemparan bola) yang sesuai dengan besar
β yang diijinkan.
Jika dilihat dari garis free throw maka,
bentuk ring yang tadinya bundar, akan
terlihat seperti elips.
Dan agar lemparan bola dapat masuk, kita
harus melihat seperti cara bola melihat,
yaitu: Ring berbentuk elips, dengan
asumsi besar sumbu mayor = 45 cm, dan
sumbu minor(d) = 45 sin
Arah bola
° = 25 |
i)
Arah bola
° = 30 |
ii)
Arah bola
° = 35 |
Masuk sampai
OC = 5.6 cm
OD = 0.6 cm
C
D
O
iii)
Arah bola
45 cm
d

=

4
5

s
i
n
β
Bola
The other ‘HALF’ of the Solution
d
|
d = 45 sinβ
Dari contoh tersebut, dapat dilihat bahwa:
bola akan dapat masuk ke ring, jika
panjang sumbu minor elips lebih besar
atau sama dengan diameter bola.
(misal diameter bola: 24.6 cm)
Maka..
45 sinβ ≥ 24.6
Dengan kata lain
β ≥ 33
o
8’
Besar sudut masuknya boal kedalam ring didapat dari gradien trayektori pada titik
(x
1
,y
1
) atau dalambentuk β, dengan -tan β
Dari persamaan (1)
Sedemikian hingga, untuk memasuki ring, menjadi
Jika nillai I = 8
m
s
⁄ dan x
1
=4.60m disubtitusikan kedalampersamaan tersebut, maka
akan didapat:
β = 59
o
34’ pada saat α=64
o
28

dan
β = 19
o
21’ pada saat α=36
o
36

Jadi berdasarkan nilai β ≥ 33
o
8’, agar lemparan bebas dapat mencetak poin, maka bola
basket yang dilemparkan dari ketinggian awal 2.15 m dengan kecepatan 8
m
s
⁄ harus
dilemparkan dengan sudut 64
o
28’ dri horisontal.
o o
2
2
sec tan
V
gx
dx
dy
÷ =
o o |
2
2
1
sec tan tan
V
gx
÷ = ÷
DISCUSSION AND EXTENSION
Analisis diatas menunjukkan bahwa dibutuhkan sudut lemparan yang cukup besar
agar dapat mencetak poin. Hal ini karena diasumsikan bahwa pada saat bola
memasuki ring, titik pusat bola berhimpit dengan titik pusat ring.
Dalamkeadaan sebenarnya, jika memandang ukurang bola dan ring basket, maka
terdapat beberapa overshoot dari titik pusat bola relatif terhadap titik pusat ring
yang dapat ditolirir.
Seperti gambar
disamping….
Arah lemparan
C
D
O
x
y
P
Q
B A
OC = Penyimpangan
OD = overshoot
Banyaknya overshoot yang diijinkan ditunjukkan oleh OD, dan dinnyatakan dengan :
OD = 22.5 sinβ – 12.3
Arah lemparan
C
D
O
x
y
P
Q
B A
OC = Penyimpangan
OD = overshoot
1
) sin 5 . 22 ( 5 . 22
2
2
2
= +
|
Y X
2 2 2
3 . 12 ) ( = + ÷ Y c X
| |
2 2
2
1
2
2
1
sin 5 . 22 sin = +Y X
( )
2
2
1
2
1
3 . 12 = + ÷ Y c X
0 ) 3 . 12 ) sin 5 . 22 ( ( 2 ) sin 1 (
2 2 2
1
2
2
1
= ÷ + + ÷ ÷ | | c cX X
Diberikan sumbu kartesius dengan pusatnya berimpit dengan pusat elips dari ring,
sehingga peresamaan untuk elips menjadi:
Kemudian koordinat titik pusat bola dengan penyimpangan sebesar c, menjadi
Point of contact:
dan
Dilakukan pengurangan dan penyusunan ulang lebih lanjut dan didapatkan:
) 3 . 12 ) sin 5 . 22 ( )( sin 1 ( 4 4
2 2 2 2 2
÷ + ÷ = | | c c
( ) ( ) ( )
|
| |
2
2
2
2
2
sin
3 . 12 sin 5 . 22 sin 1 ÷ ÷
= c
Agar didapat akar positif dari persamaan tersebut, maka D=0
Sehingga:
Sehingga didapat:
Rumus simpangan kuadrat tersebut akan terpenuhi hanya jika
22.5sinβ ≥ 12.3
Dengan kata lain
β ≥ 33
o
8’
How Sensitive are The Result to
Change in V or α ?
o o
2
2
2
1
sec
2
tan
V
gx
x y ÷ =
0 tan sec
2
1
2
2
2
= + ÷ y x
V
gx
o o
0 sec tan sec tan sec
2 2
2
2
2
2
= ÷ ÷ + o o
o o
o o o x
d
dx
d
dx
V
gx
V
gx
) sec tan (
) tan ( sec
2 2 2
2 2
o o
o o
o gx V
V gx x
d
dx
÷
÷
=
Kemudian dengan menggunakan persamaan (12) didapat
How Sensitive are The Result to
Change in V or α ?
) tan ( sec
) sec tan (
2
1
2
1
2
1
2
V gx x
x gx V
÷
÷
=
o o
o o o
oo

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->