Puskesmas merupakan unit organisasi kesehatan fungsional.

• Fungsional maksudnya sebagai unit pelaksana teknis dari Dinkes kabupaten/ DATI II Puskesmas: suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kpd masy diwilayah kerjanya dlm bentuk kegiatan pokok. Wilayah puskesmas meliputi 1 kec atau sebag dr kec. Wilayahnya dipertimbangkan o/ f’ kepadatan penduduk, luas daerah, keadaan geografik & keadaan infrastruktur lainnya. Puskesmas merup perangkat pemda tingkat II shg pembagian wilayah kerjanya ditetapkan o/ bupati KDH, dg saran teknis dr ka. kantor depkes kab./ kodya yg telah disetujui o/ ka kantor wilayah depkes prop. Sasaran: rata2 30rb/puskesmas. U/ perluasan jangkauan dibantu puskesmas pembantu & puskesmas keliling. Kota besar dg pend. lbh dr 1 jt wil puskesmas meliputi 1 kelurahan. Puskesmas di kec dg pend. lbh dri 10rb merup puskesmas pembina yg bfungsi sbg pusat rujukan. Fungsi Puskesmas: 1. Pusat pembangunan yang berwawasan kesehatan 2. Pusat pemberdayaan masyarakat 3. Pusat pelayanan kesehatan masyarakat a) Pelayanan kesehatan strata I b) Menyeluruh c) Terpadu d) Berkesinambungan a.d.1. Pusat Pembangunan yang Berwawasan Kesehatan

mempunyai tugas melaksanakan kegiatan perawatan kesehatan masy, kesehatan sekolah&olahraga, kes jiwa, kes mata & kes khusus lainnya mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pembinaan dan pengembangan upaya kesehatan masy & penyuluhan kesehatan masy VI. memp tugas melaksanakan keg. pengobatan rawat jalan & rawat inap VII. mempunyai tugas melaksanakan kefarmasian Struktur organisasi puskesmas merupakan struktur organisasi pelaksana.  dilakukan oleh Dinkes Kabupaten/ Kota yang penetapannya dilaksanakan melalui Peraturan Daerah. Upaya pelayanan kesehatan puskesmas berdasarkan Kep. MenKes No.128/ 2004, dikelompokkan menjadi 3 kelompok: V.

IV.

1)

Upaya kesehatan wajib  kontribusi besar terhadap derajat kesehatan masyarakat

di wilayah kerjanya

 Upaya promosi kesehatan, Upaya KB termasuk KIA, Upaya kesehatan lingkungan, Upaya P3M, Upaya gizi masyarakat, Upaya pengobatan termasuk penanganan kecelakaan 2) Upaya kesehatan pengembangan • Ditetapkan berdasarkan: a. Permasalahan kesehatan yang ditemukan di masyarakat b. Berdasarkan kemampuan dari puskesmas

3)

 Harus menggerakan dan memantau setiap penyelenggaraan dan pembangunan kesehatan yang dilakukan
oleh lintas sektoral.  masyarakat (klinik), pengusaha (pemilik RS) Harus melaporkan dan memantau setiap dampak kesehatan dari setiap program pembangunan yang dilakukan di wilayah kerjanya.  Harus mengutamakan kegiatan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit (promotif & preventif) a.d.2. Pusat Pemberdayaan Masyarakat 

Upaya kesehatan penunjang  harus menjadi penunjang baik dari upaya kesehatan wajib atau upaya kesehatan pengembangan. Terdiri dari: Laboratorium medis, Laboratorium kesehatan masyarakat, Pencatatan dan pelaporan

Upaya kesehatan pengembangan baru dilakukan oleh puskesmas bila upaya kesehatan wajib sudah dilakukan secara optimal dalam arti target cakupan dan peningkatan mutu pelayanan telah tercapai. Misalnya Angka Kematian Ibu masih tinggi, tidak perlu ada upaya kesehatan pengembangan. Status dokter atau tenaga spesialis yang bekerja di puskesmas dapat sebagai tenaga konsulen atau tenaga tetap fungsional puskesmas  diatur oleh Dinkes Kabupaten/ Kota. 4 azas penyelenggaraan Puskesmas:

 Puskesmas harus mengupayakan agar setiap orang, keluarga dan masyarakat memiliki kesadaran, kemauan
dan kemampuan untuk melayani diri sendiri (untuk hidup sehat)

 Puskesmas harus mengupayakan agar masyarakat berperan aktif dan memperjuangkan kepentingan dan
kebutuhan kesehatan termasuk sumber pembiayaannya.

1)

o Berperan aktif maksudnya: masyarakat ikut menetapkan, menyelenggarakan dan melaksanakan
program kesehatan. a.d.3. Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Azas pertanggung jawaban wilayah: Artinya: Puskesmas bertanggungjawab meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah kerjanya. Kegiatan yang dilakukan antara lain:

o Puskesmas menyelenggarakan pelayanan strata I
Strata I artinya pelayanan kesehatan primer.

pelayanan

kesehatan dasar yang memberikan dokter umum sifatnya berobat jalan Strata I ada 2 macam: 1. Pelayanan kesehatan perorangan Tujuan: menyembuhkan dan memulihkan kesehatan perorangan. 2. Pelayanan kesehatan masyarakat Tujuan: memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit

a. Menggerakkan pembangunan berbagai sektor tingkat kecamatan sehingga berwawasan kesehatan. b. Memantau dampak dari berbagai kegiatan pembangunan terhadap kesehatan masyarakat c. Membina setiap upaya kesehatan strata I yang diselenggarakan oleh masyarakat dan dunia usaha d. Menyelenggarakan upaya kesehatan strata I/ primer secara merata dan terjangkau. 2) Azas pemberdayaan masyarakat:Artinya: Puskesmas memberdayakan perorangan,
keluarga dan masyarakat agar berperan aktif dalam setiap penyelenggaraan upaya kesehatan puskesmas Contoh:  Kegiatan program KIA Puskesmas – yang dibina: Posyandu, Polindes  Upaya pengobatan – yang dibina: Posyandu, Pos Obat Desa  Upaya perbaikan gizi – Posyandu & Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi)  Upaya kesehatan sekolah – Dokter Kecil (DokCil)

o MenyeluruhSifat pelayanan kesehatan harus promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif o Pelayanan kesehatan terpadu dlm 1kec t.d : balai pengobatan, balai KIA, usaha hygiene sanitasi lingk,
PPM. Usaha tsb bkerja sendiri & melapor lgsg kpd kadinkes dati II. Terpadu Krn kterbtsan SD puskesmas, U/efektifitas&efisiensi, Agar tdp1 koordinasi dbwh kapuskes Bentuk keterpaduan ada 2: 1) Lintas Program • Beberapa program yang mempunyai sasaran dan waktu yang bersamaan dijadikan 1 kegiatan. • Keuntungan bagi masyarakat: i. Masyarakat mendapat pelayanan berbagai program dalam 1 kesempatan ii. Menghemat waktu. 2) Lintas Sektoral

3) Azas keterpaduan, Perlu terpadu karena alasan: - Keterbatasan sumber daya puskesmas - Utk efektifitas&efisiensi sehingga dicapai hasil yg optimal A. Keterpaduan Lintas Program :
Upaya memadukan berbagai program yang menjadi tanggung jawab puskesmas; Contoh: - KB, KIA, Gizi, Promosi Kesehatan - Keterpaduan UKS dengan promosi kesehatan, pengobatan, kesehatan gigi, kesehatan reproduksi dan kesehatan jiwa (umumnya berhub dg narkoba). B. Keterpaduan Lintas Sektoral Upaya memadukan penyelenggaraan upaya kesehatan puskesmas dari berbagai progam sektoral terkait di tingkat kecamatan; Contoh:

• Keterpaduan bbrp sektor atau instansi terkait yg menyelenggarakan 1 program kesehatan yg sama • Contoh: KB  yang menyelenggarakan selain Puskesmas, ada BKKBN, masyarakat, TNI, dll
• Maksud dari lintas sektoral ini adalah supaya setiap instansi mempunyai peranan masing-masing Visi Puskesmas Mencapai kecamatan sehat tahun 2010 untuk menuju terwujudnya Indonesia sehat Indikator kecamatan sehat: 1.Lingk sehat 2. Prilaku sehat 3. Cakupan playanan kes yg bmutu&mrata 4.Derajat kesehatan penduduk Proses dalam melaksanakan fungsi puskesmas: 1. merangsang masy tmsk swasta u/ melaksanakan keg dlm rangka menolong dirinya sendiri. 2 memberikan petunjuk kpd masy ttg bagaimana menggali&menggunakan sumber daya yg ada scr efektif dan efisien. 3.memberi bantuan yg bersifat bimbingan teknis materi&rujukan medis maupun rujukan kesehatan kpd masyarakat dgn ketentuan bantuan tsb tdk menimbulkan ketergantungan. 4. memberi pelayanan kes lgs kpd masy. 5. bekerjasama dg sektor-sektor yg bersangkutan dlm melaks program puskesmas. Kedudukan PUSKESMAS 1. kedudukan scr administratif: puskes merup perangkat pemerintah DATI II & btgjawab lgs baik tekhnis maupun administratif kpd KADINKES dati II. 2.kedudukan dlm hierarki pelayanan kesehatan dlm urutan hierarki pelayanan kesehatan sesuai SKN, maka puskesmas berkedudukan pd tk fasilitas pel kes pertama Susunan organisasi puskesmas t.d:

4) 2.

BKKBN  PLKB -Pemerintah  PKK -Org kes masy yg lain -Pendidikan -Agama, dll.

Azas rujukan Harus diselenggarakan oleh puskesmas, karena: 1. Kemampuan puskesmas terbatas Utk membantu puskesmas menyelesaikan berbagai masalah kesehatan yang tidak dapat diatasi sendiri 3. Untuk meningkatkan efisiensi

Definisi Rujukan: Pelimpahan wewenang dan tanggung jawab atas kasus penyakit atau masalah kesehatan yang diselenggarakan secara timbal balik baik secara vertikal maupun horizontal. Contoh:

1.

Vertikal: Dr RS Kab ke Puskes kasus TB (krn yg memp program TB adalah Puskesmas; pengobatan gratis) Horizontal: RS A tdk punya unit perawatan pertolongan persalinan dirujuk ke RS B yg punya unit tersebut

Jenis Rujukan yang diselenggarakan puskesmas ada 2: Rujukan Pelayanan Kesehatan Perorangan(Medis) Tujuan: menyembuhkan&memulihkan kes perorangan

1. 2.

unsur pimpinan : Ka. Puskesmas  memp tugas memimpin, mengawasi & mengkoordinasi keg puskes yg dpt dilakukan dlm jabatan struktural & jabatan fungsional, memberikan bimbingan serta petunjuk bg pelaksanaan tugas masing2.

unsur pembantu pimpinan : URTU  memp tugas di bdg kepegawaian, keuangan,perlengkapan dan surat menyurat serta pencatatan dan pelaporan 3. unsur pelaksana a. unit yg t.d tenaga/pegawai dlm jabatan fungsional b. jumlah unit tergantung kegiatan, tenaga, fasilitas daerah masing-masing. c. Unit-unit t.d: I. mempunyai tugas melaksanakan kegiatan KIA, KB, perbaikan gizi II. memp tugas melaks keg pencegahan dan pemberantasan penyakit, khususnya imunisasi, kesehatan lingkungan & lab. Sederhana III. memp tugas melaks keg. kesehatan gilut, kes tenaga kerja, manula

a. Rujukan kasus; b. 2.

Untuk keperluan diagnosis, pengobatan dan atau tindakan

Rujukan spesimen (bahan pemeriksaan); Khususnya untuk pemeriksaan laboratorium yang lebih lengkap

c. Rujukan ilmu pengetahuan; Untuk melakukan bimbingan kepada tenaga puskesmas dalam
menyelenggarakan pelayanan medik dg mendatangkan tenaga ahli/ kompeten. (Co/ kasus flu burung) Rujukan Kesehatan Tujuan: untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Umumnya yg dirujuk adlh masalah kesehatan masy spt KLB, pencemaran tmsk keracunan /bencana alam

kepala desa. /RW. Pelaksanaan dan Pengendalian sera Pengawasan III. kelahiran. Merumuskan masalah . 1. tenaga dan dana o Proses meliputi pelaksanaan upaya kesehatan. dibedakan 2 yaitu: Sumber daya yg dmiliki puskesmas &yg dmiliki masy Sumber Daya yang Dimiliki PuskesmasnnMeliputi: 3) Pengawasan (Monitoring). Rujukan sarana dan logistik : Peminjaman alat fogging. Meliputi: . Apabila puskesmas mempunyai kemampuan maka identifikasi dilakukan bersama dengan masyarakat. Masyarakat yang diikutsertakan adalah: - Tokoh masyarakat : guru. tentukan waktu b. sumber dari mana lalu pemanfaatannya bagaiman  Sarana: jenis dan jumlah sarana  Tenaga: jenis dan jumlah tenaga yang dibutuhkan Pelaksanaan Kegiatan Meliputi 3 hal: 1) Persiapan 2) Penggerakan Pelaksanaan - (b) Menetapkan masalah kesehatan yang ada di wilayah kerja puskesmas. sarana komunikasi# yg dimiliki. perumahan.Kebutuhan sarana operasional (yg dipakai untuk melakukan operasi. pemeliharaan gedung) . gaji pegawai. baru dilihat yang mana yang lebih banyak dan diurutkan. Skoring (Hanlon) Setiap anggota kelompok diminta memberikan nilai terhadap masing-masing kriteria yang telah ditetapkan untuk setiap masalah yang ada.a. CMR (Children Mortality Rate). Perencanaan II. Dilakukan melalui kesepakatan kelompok oleh petugas puskesmas. Kegiatan yang sistematik ini maksudnya membentuk sesuatu yang disebut “Fungsi Manajemen” Fungsi Manajemen Puskesmas ada 3 yaitu: I. pertumbuhan penduduk. TFR a. KIA termasuk KB. Mengajukan usulan kegiatan d. Pada umumnya tiap-tiap anggota kelompok mempunyai latar belakang pendidikan beda-beda.kecendrungan (makin hari makin tinggi – point makin besar) 3. dana lain (Askes. Non Skoring (Delbecq) Mendiskusikan dengan anggota kelompok dengan bantuan dari narasumber lalu setiap anggota kelompok membuat urutan masalah.Kebutuhan sarana prasarana (obat. tingkat II. antara lain penduduk yang terkena (prevalensi) . Khusus untuk Delbecq technique diambil upaya kesehatan yang merupakan kebutuhan masyarakat dan merupakan masalah kesehatan masyarakat. Data status kesehatan. transport.Tenaga. meliputi dana sehat. distribusi pend mnrt kelamin. dll.Sarana fisik. koordinasi dan supervisi o Keluaran meliputi hasil upaya kesehatan berupa cakupan 4) Analisis perilaku 6. Juml RK*/RW. dukun bersalin. b. kematian dan mobilitas penduduk o Angka-angka kependudukan umumnya untuk denominator dari angka derajat kesehatan dan keluaran dari program sebagai dasar perhitungan target pelayanan dan perhitungan intensitas/ jumlah pelayanan yang diperlukan 3) Analisis upaya pelayanan kesehatan o Menghasilkan data mengenai masukan. dll 2.Kerugian yang dialami penduduk 2. Perencanaan tahunan dibedakan menjadi 2 yaitu: a) Rencana tahunan untuk upaya kesehatan wajib b) Rencana tahunan untuk upaya kesehatan pengembangan Rencana Tahunan Untuk Upaya Kesehatan Wajib o Ada 6 upaya kesehatan wajib yaitu: promosi kesehatan. Penilaian (Evaluating) Monitoring: Hanya mengawasi apa kegiatan dilaksanakan sesuai rencana Supervising: selain mengawasi juga mengadakan perbaikan bila tidak sesuai dengan rencana (mengadakan intervensi) Evaluating secara teori terbagi 3: .jarak masing2 desa ke puskes. Merumuskan masalah. 4. tempat dan waktu 2) Analisis aspek kependudukan o Menghasilkan ukuran demografis seperti jumlah penduduk dan penyebarannya. CFR Data kelahiran: CBR. lokasinya. proses. Pengendalian (Supervising). perincian usulan Pada dasarnya sama dengan rencana tahunan upaya kesehatan wajib Mengajukan Usulan Kegiatan Ke Dinkes Kabupaten Menyusun Rencana Pelaksanaan Kegiatan Pada dasarnya sama dengan rencana tahunan upaya kesehatan wajib Hanya dalam menyusun ini harus dilaksanakan secara terpadu dengan upaya pelayanan kesehatan wajib.Dana.tingkat urgensi . biaya yang dibutuhkan. *RK = Rukun Kampung (untuk desa) # Sarana yang dimaksud adalah sarana infrastruktur seperti jalan Data penduduk:∑sel pend. Mengidentifikasi upaya pengembangan yang akan dilaksanakan oleh puskesmas b. meliputi cakupan dari masing-masing program upaya kesehatan wajib sesuai dengan indikator dan variabelnya. puskes keliling& kendaraan Tenaga. Analisis data Terdiri dari: 1) Analisis derajat kesehatan o Menggunakan ukuran derajat kesehatan secara kuantitatif o Penyebaran disesuaikan dengan kelompok umur. pendapatan. CDR Data kesakitan: Insidens. meliputi gedung Posyandu termasuk peralatan yang dimiliki . luas wilayah. Kemudahan penanggulangan masalah 4. pengobatan termasuk penanggulangan kecelakaan. Bantuan vaksin b. tenaga kesehatan tradisional lainnya . maka rencana ini disusun dengan rincian kegiatan. Co: KLB diare perlu px air.promotif: di tengah . prevalensi. Mengajukan usulan kegiatan iii. jenis tenaga dan latar belakang pendidikan 5. meliputi jumlah kader. Dana. o Langkah-langkah menyusun rencana tahunan untuk kesehatan wajib i. dilakukan oleh Dinkes Kabupaten. disebut “SURVEY MAWAS DIRI” Survey Mawas Diri merupakan suatu kegiatan pengumpulan data mengenai keadaan dan masalah kesehatan yang dihadapi dan potensi yang dimiliki baik oleh masyarakat ataupun puskesmas untuk mengatasi masalah tersebut. besar kegiatan. Khusus utk besar masalah  digambarkan scr kuantitatif Menentukan peringkat (prioritas) masalah a. umur Data sumber daya. Rujukan operasional. Menyusun usulan kegiatan c. mencakup peta wilayah. P2M. keluaran serta dampak upaya pelayanan kesehatan o Masukan meliputi sarana. juml desa/RT. meliputi seluruh atau jumlah tenaga yang dimiliki. b. pengorganisasian merupakan pembagian kerja serta penanggung jawab pelaksanaan kesehatan di lapangan. tenaga kesehatan yang berdomisili di wilayah tersebut Perangkat desa seperti lurah. hanya untuk yang ini memilih upaya kesehatan apa yang mau dijadikan upaya kesehatan pengembangan. alat medis/ non medis) .tingkat keganasan . keadaan sosial ekonomi dan budaya Data wilayah. Rujukan tenaga : tenaga ahli utk penyelidikan epidemiologis pd KLB c. Data umum. Biasanya tercantum dalam lokakarya mini puskesmas Pengalokasian sumber daya  Dana: besarnya berapa. Analisis data. Fertility Rate termasuk ASFR. di mana dan kapan masalah tersebut terjadi. Mengajukan Usulan Kegiatan Diajukan ke Dinas Kesehatan Kabupaten untuk mendapatkan persetujuan pembiayaan untuk: Kebutuhan rutin (setiap bln pengeluarannya sama. mencakup keadaan umum di wilayah kerja puskesmas seperti pembagian administrasi. c.formatif: di awal . JPS) Sumber daya yang dimiliki masyarakat. sistem gotong royong atau sosial yang ada di masyarakat • Lingkungan ekonomi meliputi mata pencaharian. limbah rumah tangga termasuk jamban • Lingkungan biologis: gambaran dari vektor penyakit yang ada di wilayah tersebut • Lingkungan sosial budaya antara lain lingkungan pendidikan. waktunya. Menyusun rencana pelaksanaan kegiatan Mengidentifikasi Upaya Pengembangan yang Akan Dilaksanakan oleh Puskesmas Ada 2 cara: - Sarana fisik. Jamsostek. status kepegawaian. Besar masalah. distribusi pend/RT.gol. pemuka agama. MANAJEMEN PUSKESMAS suatu rangkaian kegiatan yang bekerja secara sistematik untuk menghasilkan keluaran puskesmas yang efektif dan efisien. tentukan lokasi dan sasaran c. disebut “DELBECQ TECHNIQUE”. Data cakupan program . Dapat atau tidaknya program tersebut dilaksanakan P = Appropriatness (tepat guna) E = Economics Feasibility (ekonomi murah) A = Acceptibility (dapat diterima) R = Resource Availability (tersedia sumber) L = Legality (legal) Hasilnya  point yang paling besar menjadi prioritas Setelah dapat masalah. meliputi data indikator derajat kesehatan yaitu: Data kematian: IMR. makan) Menyusun Rencana Pelaksanaan Kegiatan Disebut PLAN OF ACTION (POA) Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: (1) Penjadwalan (2) Pengalokasian sumber daya (3) Pelaksanaan kegiatan PENJADWALAN Langkah-langkah: a. Caranya sama seperti delbecq technique pada penentuan peringkat masalah. Pertanggungjawaban Perencanaan Puskesmas • • Utk menyusun rencana th-an puskesmas utk mengatasi masalah kesehatan di wilayah kerja puskesmas.Biaya yang dikeluarkan per orang per bulan karena masalah tersebut . dana koperasi simpan pinjam dan lainnya. Untuk upaya pelayanan kesehatan wajib sudah dilakukan dengan baik baru boleh melakukan upaya pelayanan kesehatan pengembangan o Menggambarkan sikap&perilaku masyarakat thd kesehatan&upaya pelayanan kesehatan Contoh:  bagaimana sikap masyarakat terhadap puskesmas  bagaimana pola masyarakat mencari pengobatan  bagaimana sikap masyarakat terhadap imunisasi  bagaimana peran serta masyarakat dalam upaya pelayanan kesehatan 5) Analisis lingkungan • Lingkungan fisik: sarana air bersih. Kriteria tersebut ada 4 macam: 1. Tingkat kegawatan masalah: . peralatan medis/non medis. Data yang dikumpulkan meliputi: 1.sumatif: di akhir (membandingkan cakupan dengan target) Rencana Tahunan Untuk Upaya Kesehatan Pengembangan Langkah-langkah: a. gizi masyarakat. 2. Menyusun usulan kegiatan ii. sasaran. Bantuan obat. Menyusun Usulan Kegiatan Berdasarkan tujuan kegiatan. Menyusun rencana pelaksanaan kegiatan Menyusun Usulan Kegiatan Ada 2 langkah yang dilakukan: (a) Mengetahui kebijakan yang berlaku baik nasional maupun daerah* daerah: setiap daerah punya hak otonomi jadi kebijakannya beda-beda Masalah harus dirumuskan secara epidemiologis sehingga menggambarkan besar masalahnya. Diberikan apabila puskesmas tdk mempunyai kemampuan utk menyelesaikan masalah kesehatan yg ada di wil kerjanya. Menetapkan peringkat masalah Mengumpulkan data. 3. Caranya dengan: Mengumpulkan data. terdiri dari: Dari APBD tingkat I. kes-ling. tujuan. MMR. spt pemb puskes.

. Pemantauan Dilakukan secara berkala: A. dibandingkan dengan rencana tahunan dan standar pelayanan. Pengendalian serta Pengawasan Puskesmas Langkah-langkah: 1. Kegiatan ini disebut kegiatan penggalangan kerja sama tim puskesmas atau penggalangan kerja sama lintas program. Pemantauan 4. gizi Penyelenggaraan Untuk penyelenggaraan ini. Setiap bulan Khususnya untuk memantau kegiatan dan hasil yang dicapai oleh puskesmas B. Pemantauan tri wulan Khususnya untuk memantau kegiatan dari pelayanan kesehatan lintas sektoral Seperti: UKS. Pengorganisasian 2. Penggalangan kerja sama lintas sektoral yaitu suatu penggalangan kerja sama dengan pihak lain di luar institusi puskesmas yang melaksanakan kegiatan kesehatan yang sesuai dengan program puskesmas Penyelenggaraannya bisa dilakukan secara: Langsung dengan sektor terkait: • Puskesmas dengan sekolah : UKS • Puskesmas dengan industri kecil: Usaha Kesehatan Kerja • Puskesmas dengan Posyandu Tidak langsung.Pelaksanaan. Biasanya yang berkaitan dengan KB. Penyelenggaraan 3. Posyandu Penilaian Dilakukan pada akhir tahun anggaran Kegiatan yang dilakukan adalah dengan menilai atau melakukan penilaian terhadap penyelenggaraan kegiatan dan hasil yang dicapai. Pengorganisasian berupa penentuan orang yang bertanggungjawab dan orang yang melaksanakan untuk setiap kegiatan di wilayah kerja o Pembagian dari program ini harus habis dibagi pada seluruh petugas puskesmas yang ada o b. dilakukan melalui pertemuan koordinasi/ rapat koordinasi di kecamatan. Penilaian Pengorganisasian Ada 2 macam pengorganisasian yang dilakukan: a. kegiatannya adalah: 1) Mengkaji ulang rencana pelaksanaan 2) Menyusun jadwal kegiatan bulanan untuk setiap petugas 3) Menyelenggarakan kegiatan sesuai dengan standar dan pedoman pelayanan puskesmas.

asalnya dari APBD tingkat II Dari APBD untuk: Dana rutin (gaji. . b. Laporan tahunan 6. Seluruhnya disetor ke kas daerah b. Dari DATI Tingkat II. Pembiayaan Ada 3 sumber: 1. Data yang dikumpulkan secara khusus pada akhir tahun (2) Sumber data sekunder Diperoleh dari laporan bulanan dan laporan triwulanan. Sebagian dimanfaatkan langsung oleh puskesmas (25-50% dari total pendapatan) c. Pemerintah Pendapatan puskesmas Sumber lain. Laporan bulanan 5. pemeliharaan gedung) Sarana prasarana (barang habis pakai seperti obat-obatan) Operasional pemerintah   o o o Pendapatan puskesmas Masyarakat dikenakan kewajiban untuk membiayai upaya kesehatan perorangan yang disebut BIAYA RETRIBUSI Besar biaya retribusi ini ditentukan oleh PERDA setempat 3 cara pemanfaatan dana retribusi: (diatur oleh PEMDA) a. tidak ada lagi biaya operasional.Sumber data yang dipakai dalam penilaian ada 2 jenis: (1) Sumber data primer a. sekarang disebut Puskesmas Swakelola Biasanya pada puskesmas swakelola. Laporan KLB Survei lapangan (tapi tidak semua puskesmas melakukannya) Laporan lintas sektoral Misal ada klinik bersalin  dibuat laporannya. Buku register 4. Seluruhnya dimanfaatkan oleh puskesmas. disebut puskesmas swadana. 3. Kartu individu 2. 2. Laporan kegiatan sarana kesehatan swasta. Simpus Simpus (Sistem Informasi Puskesmas) adalah suatu tatanan yang menyediakan informasi untuk membantu proses pengambilan keputusan dalam melaksanakan manajemen puskesmas untuk mencapai sasaran. Rekaman kesehatan keluarga 3. Data simpus terdiri dari: SP2TP yang terdiri dari: 1.

- 3. cara mengetahuinya: Di keluarga ada yang merokok tidak? Kalau punya Balita. 4. cara mengetahuinya: Punya jamban/ kakus tidak? Dll Indikator Pelayanan Kesehatan Meliputi:  Pemanfaatan pelayanan kesehatan i. Trampil? Ramah? Waktu untuk 1 pasien? Indikator Status Kesehatan Yang dilihat adalah:  Ada KKP balita tidak?  Insidens penyakit diare?  Insidens penyakit TBC?  Insidens penyakit ISPA (pneumonia) pada Balita?  Risiko tinggi ibu hamil ii. dibawa kemana? Puskesmas?  Mutu pelayanan Nilai tenaga kesehatannya. dengan survey. Dari survey khusus Kalau ada anggota keluarga sakit. Sehat. ditimbang tidak? PUS  ikut KB tidak? Bersih.Sumber lain o o o Dari ASKES  untuk swasta (merupakan imbal jasa pelayanan) Dari JAMSOSTEK  untuk pekerja Dari DANA JPS  disalurkan langsung dari pemerintah ke puskesmas. mengacu pada pedoman yang sudah ditetapkan Indikator untuk Kecamatan Sehat 2010 Ada 4 indikator yaitu: 1. Indikator Lingkungan Meliputi:  Ketersediaan air bersih  Keadaan tempat pembuangan sampah dan limbah  Keadaan sanitasi tempat-tempat umum 2. Dari cakupan pelayanan ii. Indikator Perilaku Masyarakat Meliputi:  Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) i. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful