Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Gastroenteritis

Pengertian

Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan jumlah tinja yang lebih banyak

dari biasanya (normal 100 - 200 ml per jam tinja), dengan tinja berbentuk cairan atau setengah cair (setengah padat), dapat pula disertai frekuensi defekasi yang meningkat (Mansjoer, Arif., et all. 1999). Diare adalah buang air besar encer atau cair lebih dari tiga kali sehari ( WHO, 1980), Gastroentritis ( GE ) adalah peradangan yang terjadi pada lambung dan usus yang memberikan gejala diare dengan atau tanpa disertai muntah (Sowden,et all.1996). Gastroenteritis diartikan sebagai buang air besar yang tidak normal atau bentuk tinja yang encer dengan frekuensi yang lebih banyak dari biasanya (FKUI,1965). Gastroenteritis adalah inflamasi pada daerah lambung dan intestinal yang disebabkan oleh bakteri yang bermacam-macam,virus dan parasit yang patogen (Whaley & Wong’s,1995). Gastroenteritis adalah kondisi dengan karakteristik adanya muntah dan diare yang disebabkan oleh infeksi,alergi atau keracunan zat makanan ( Marlenan Mayers,1995 ).

• •

Jadi dari keempat pengertian diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa gastroenteritis adalah peradangan yang terjadi pada lambung dan usus yang memberikan gejala diare dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya yang disebabkan oleh bakteri,virus dan parasit yang patogen.

Patofisiologi
Penyebab gastroenteritis akut adalah masuknya virus (Rotravirus, Adenovirus enteris, Virus Norwalk), Bakteri atau toksin (Compylobacter, Salmonella, Escherihia Coli,

Yersinia dan lainnya), parasit (Biardia Lambia, Cryptosporidium). Beberapa mikroorganisme patogen ini menyebabkan infeksi pada sel-sel, memproduksi enterotoksin atau Cytotoksin dimana merusak sel-sel, atau melekat pada dinding usus pada gastroenteritis akut. Penularan gastroenteritis bisa melalui fekal-oral dari satu klien ke klien yang lainnya. Beberapa kasus ditemui penyebaran patogen dikarenakan makanan dan minuman yang terkontaminasi. Mekanisme dasar penyebab timbulnya diare adalah gangguan osmotik (makanan yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meningkat sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus, isi rongga usus berlebihan sehingga timbul diare ). Selain itu menimbulkan gangguan sekresi akibat toksin di dinding usus, sehingga sekresi air dan elektrolit meningkat kemudian terjadi diare. Gangguan mutilitas usus yang mengakibatkan hiperperistaltik dan hipoperistaltik. Akibat dari diare itu sendiri adalah kehilangan air dan elektrolit (dehidrasi) yang mengakibatkan gangguan asam basa (asidosis metabolik dan hipokalemia), gangguan gizi (intake kurang, output berlebih), hipoglikemia dan gangguan sirkulasi darah.

Gejala Klinis
a. Diare. b. Muntah. c. Demam. d. Nyeri abdomen

Kejang d. Membran mukosa mulut dan bibir kering f. suara serak. Intoleransi sekunder akibat kerusakan mukosa usus. Bakterimia e. Tingkat Dehidrasi Gastroenteritis a. c. Dehidrasi b. Dehidrasi Sedang Kehilangan cairan 5 – 8 % dari berat badan dengan gambaran klinik turgor kulit jelek. presyok nadi cepat dan dalam. apatis sampai koma. Fontanel cekung g. b. Dehidrasi Berat Kehilangan cairan 8 . klien belum jatuh pada keadaan syok. Mal nutrisi f. otot-otot kaku sampai sianosis. suara serak. Penatalaksanaan Medis . Hipoglikemia g. Tidak nafsu makan i. Renjatan hipovolemik c. Badan terasa lemah Komplikasi a.e. Kehilangan berat badan h. Dehidrasi Ringan Kehilangan cairan 2 – 5 % dari berat badan dengan gambaran klinik turgor kulit kurang elastis.10 % dari berat badan dengan gambaran klinik seperti tanda-tanda dehidrasi sedang ditambah dengan kesadaran menurun.

Dehidrasi ringan. c. Hal tersebut diatas adalah untuk pengobatan dirumah sebelum dibawa kerumah sakit untuk mencegah dehidrasi lebih lanjut. Cairan per oral. pada klien Diare dengan memperhatikan derajat dehidrasinya dan keadaan umum a. Mengenai seberapa banyak cairan yang harus diberikan tergantung dari berat badan atau ringannya dehidrasi. cairan diberikan peroral berupa cairan yang berisikan NaCl dan Na. 1. vitamin. Diatetik : pemberian makanan dan minuman khusus pada klien dengan tujuan penyembuhan dan menjaga kesehatan adapun hal yang perlu diperhatikan : • • Memberikan asi. K dan Glukosa. yang diperhitungkan kehilangan cairan sesuai dengan umur dan berat badannya. Pemberian cairan. 1jam pertama 25 – 50 ml / Kg BB / hari. HCO. b. . · 7 jam berikutnya 12 ml / kg BB / jam = 3 tetes / kg BB / menit ( infus set 1 ml = 20 tetes ). atau sedang kadar natrium 50-60 Meq/l dapat dibuat sendiri (mengandung larutan garam dan gula ) atau air tajin yang diberi gula dengan garam. Dehidrasi berat. Memberikan bahan makanan yang mengandung kalori. Untuk anak umur 1 bulan – 2 tahun dengan berat badan 3 – 10 kg · 1 jam pertama : 40 ml / kg BB / jam = 10 tetes / kg BB / menit (infus set 1 ml = 15 tetes atau 13 tetes / kg BB / menit. Obat-obatan. Pada klien dengan dehidrasi ringan dan sedang. Dehidrasi sedang. mineral dan makanan yang bersih. Pemberian cairan. Cairan parenteral. 1jam pertama 50 – 100 ml / Kg BB / oral. protein. 3. kemudian 125 ml / kg BB / hari. kemudian 125 ml / Kg BB / oral 2. b.a. untuk Diare akut diatas umur 6 bulan dengan dehidrasi ringan.

7 jam kemudian 127 ml / kg BB oralit per oral. Untuk anak lebih dari 2 – 5 tahun dengan berat badan 10 – 15 kg.· 16 jam berikutnya 125 ml / kg BB oralit per oral bila anak mau minum. -1 jam pertama 20 ml / kg BB / jam atau 5 tetes / kg BB / menit ( infus set 1 ml = 20 tetes ). bila memungkinkan dengan menentukan PH keseimbangan analisa gas darah atau astrup. c. · Obat anti spasmolitik. Untuk anak lebih dari 5 – 10 tahun dengan berat badan 15 – 25 kg. makanan harus bersih.protein. Pemeriksaan laboratorium. Diatetik ( pemberian makanan ). -16 jam berikutnya 105 ml / kg BB oralit per oral. Obat-obatan.teruskan dengan 2A intra vena 2 tetes / kg BB / menit atau 3 tetes / kg BB / menit. . · Pemeriksaan tinja. d. menyembuhkan serta menjaga kesehatan klien. .1 jam pertama 30 ml / kg BB / jam atau 8 tetes / kg BB / menit ( infus set 1 ml = 15 tetes ) atau 10 tetes / kg BB / menit ( 1 ml = 20 tetes ). · Obat anti sekresi.mineral dan vitamin. Pemeriksaan Penunjang a. bila memungkinkan. · Obat antibiotik. · Memberikan bahan makanan yang mengandung cukup kalori. Terapi diatetik adalah pemberian makan dan minum khusus kepada klien dengan tujuan meringankan. . Hal – hal yang perlu diperhatikan : • • · Memberikan Asi. · Pemeriksaan gangguan keseimbangan asam basa dalam darah astrup.bila anak tidak mau minum dapat diteruskan dengan 2A intra vena 2 tetes / kg BB / menit atau 3 tetes / kg BB / menit.

2. Mencengkram dengan seluruh telapak tangan.· Pemeriksaan kadar ureum dan creatinin untuk mengetahui fungsi ginjal. Motorik halus.penulis menguraikan tentang pengertian dari pertumbuhan adalah berkaitan dengan masa pertumbuhan dalam besar. b. ukuran atau dengan dimensi tentang sel organ individu. baik secara fisik. atau kekayaan orang tua yang nilainya dapat dihitung secara ekonomi. 5. Mulai belajar meraih benda-benda yang ada didalam jangkauan ataupun diluar. a. bukan merupakan miniatur orang dewasa. Anak adalah merupakan makhluk yang unik dan utuh. Memasukkan benda kedalam mulutnya. 4. c. . Kognitif. a. 1. Tumbuh kembang pada bayi usia 6 bulan. 3. sedangkan perkembangan adalah menitik beratkan pada aspek perubahan bentuk atau fungsi pematangan organ individu termasuk perubahan aspek dan emosional. intelektual dan emosional secara sosial dan konteks keluarga dan masyarakat. Dapat merangkak mendekati benda atau seseorang. Dapat tengkurap dan berbalik sendiri. Memegang kaki dan mendorong ke arah mulutnya. 1. jumlah. Tujuan keperawatan anak adalah meningkatkan maturasi yang sehat bagi anak. b. 2. Pemeriksaan elektrolit intubasi duodenum untuk mengetahui jasad renik atau parasit secara kuantitatif. Mengangkat kepala dan dada sambil bertopang tangan. Menangkap objek atau benda-benda dan menjatuhkannya 3. Berusaha memperluas lapangan. Motorik kasar. terutama dilakukan pada klien diare kronik. Tumbuh Kembang Anak Berdasarkan pengertian yang didapat.

b. 3. Pada bayi ubun-ubun besar cekung. pemeriksaan fisik. 1992 adalah : 1. Tahap putus asa : berhenti menangis. Riwayat psikososial keluarga. frekwensi BAB lebih dari 4 kali dengan konsistensi encer. kesepian dan apatis e. pa..gelisah.suhu tubuh meningkat. . · Awalan serangan : Awalnya anak cengeng. tetapi sebenarnya ia sama sekali belum mengerti.. Riwayat keperawatan. tidak mau makan. Stress bila berpisah dengan orang yang berarti d. Mengeluarkan suara ma. menarik diri. Tahap menolak : Samar-samar seperti menerima perpisahan. 2. Separation ansiety b. tonus dan turgor kulit berkurang. Pengumpulan data diperoleh dengan cara intervensi. Mulai mencari benda-benda yang hilang. sedih. Riwayat kesehatan masa lalu. Dampak Hospitalisasi terhadap Anak a. ba. kurang aktif. c.berat badan menurun. riwayat pemberian imunisasi. d.muntah. main.bila kehilangan banyak air dan elektrolit terjadi gejala dehidrasi. Riwayat penyakit yang diderita. 4. Bahasa. observasi..anoreksia kemudian timbul diare. analisa data dan penentuan masalah. Pengkaji data menurut Cyndi Smith Greenberg. Identitas klien. selaput lendir mulut dan bibir kering. Tergantung pada orang tua c. menerima hubungan dengan orang lain dan menyukai lingkungan Pengkajian Keperawatan Pengkajian yang sistematis meliputi pengumpulan data. · Keluhan utama : Faeces semakin cair. Tertawa dan menjerit karena gembira bila diajak bermain. walaupun kita berasumsi ia sudah dapat memanggil kita.

menyebabkan penurunan berat badan pasien. Pemeriksaan penunjang. . e. c. suhu tubuh tinggi. a. d. pernapasan agak cepat. · Pola eliminasi : akan mengalami perubahan yaitu BAB lebih dari 4 kali sehari. muntah. Kebutuhan dasar. 5. berat badan menurun. · Perkusi : adanya distensi abdomen. · Aktivitas : akan terganggu karena kondisi tubuh yang lemah dan adanya nyeri akibat distensi abdomen. 6. darah lengkap dan duodenum intubation yaitu untuk mengetahui penyebab secara kuantitatip dan kualitatif. · Palpasi : Turgor kulit kurang elastis · Auskultasi : terdengarnya bising usus.Hospitalisasi akan menjadi stressor bagi anak itu sendiri maupun bagi keluarga. · Pola tidur dan istirahat akan terganggu karena adanya distensi abdomen yang akan menimbulkan rasa tidak nyaman. mulut dan bibir kering. · Pola nutrisi : diawali dengan mual. Pemeriksaan sistematik : · Inspeksi : mata cekung. nadi cepat dan lemah. kecemasan meningkat jika orang tua tidak mengetahui prosedur dan pengobatan anak. Pemeriksaan tingkat tumbuh kembang. mereka akan bereaksi dengan marah dan merasa bersalah. kesadaran composmentis sampai koma. · Pola hygiene : kebiasaan mandi setiap harinya. BAK sedikit atau jarang. Pada anak diare akan mengalami gangguan karena anak dehidrasi sehingga berat badan menurun.Pemeriksaan tinja. anopreksia. setelah menyadari penyakit anaknya. anus kemerahan. selaput lendir. f. Pemerikasaan fisik. b. Pemeriksaan psikologis : keadaan umum tampak lemah. ubun-ubun besar.

Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang penyakit.Diagnosa Keperawatan GE 1. mukosa mulut dan bibir lembab. 2. Diagnosa 2. 5. pemeriksaan lab elektrolit. Kolaborasi dengan tim gizi dalam pemberian cairan rendah sodium. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan distensi abdomen. Observasi tanda-tanda dehidrasi. Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual dan muntah. Ukur input dan output cairan (balan cairan). balan cairan seimbang Intervensi : Observasi tanda-tanda vital. Defisit volume cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan output cairan yang berlebihan. Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubuingan dengan mual dan muntah. frekwensi BAB yang berlebihan. Tujuan : . Gangguan integritas kulit berhubungan dengan iritasi. 4. Defisit volume cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan output cairan yang berlebihan. prosedur yang menakutkan. 3. prognosis dan pengobatan. Tujuan : Devisit cairan dan elektrolit teratasi Kriteria hasil: Tanda-tanda dehidrasi tidak ada. Berikan dan anjurkan keluarga untuk memberikan minum yang banyak kurang lebih 2000 – 2500 cc per hari. 6. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therapi cairan. Intervensi Diagnosa 1. Cemas berhubungan dengan perpisahan dengan orang tua.

mual. Kolaborasi dengan tim gizi dalam penentuan diet klien. frekwensi BAB yang berlebihan. Tujuan : Gangguan integritas kulit teratasi Kriteria hasil : Integritas kulit kembali normal. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan distensi abdomen. Tujuan : Nyeri dapat teratasi Kriteria hasil : Nyeri dapat berkurang / hilang. Berikan diet dalam kondisi hangat dan porsi kecil tapi sering. Bersihkan bokong secara perlahan menggunakan sabun non alkohol.Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi teratasi Kriteria hasil : Intake nutrisi klien meningkat. Timbang berat badan klien. ekspresi wajah tenang Intervensi : . Beri zalp seperti zinc oxsida bila terjadi iritasi pada kulit. diet habis 1 porsi yang disediakan. Observasi bokong dan perineum dari infeksi. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therapi antifungi sesuai indikasi. Intervensi : Kaji pola nutrisi klien dan perubahan yang terjadi. Kaji faktor penyebab gangguan pemenuhan nutrisi. Lakukan pemeriksaan fisik abdomen (palpasi. Diagnosa 4. Diagnosa 3. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan iritasi. dan auskultasi). perkusi. iritasi tidak ada. tanda-tanda infeksi tidak ada Intervensi : Ganti popok anak jika basah. muntah tidak ada.

Kaji faktor pencetus cemas. Kaji hal yang disukai klien. Kebutuhan nutrisi terpenuhi sesuai kebutuhan tubuh. Buat jadwal kontak dengan klien. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therapi analgetik sesuai indikasi. Libatkan keluarga dalam pemberian tindakan pada klien. prognosis dan pengobatan. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang penyakit. ekspresi wajah tenang. Tujuan Pengetahuan keluarga meningkat Kriteria hasil : Keluarga klien mengerti dengan proses penyakit klien. Kaji tingkat pengetahuan keluarga tentang proses penyakit klien. Beri kompres hangat pada daerah abdomen. 2. . Volume cairan dan elektrolit kembali normal sesuai kebutuhan. Jelaskan tentang proses penyakit klien dengan melalui pendidikan kesehatan. 3. keluarga tidak banyak bertanya lagi tentang proses penyakit klien. Intervensi : Kaji tingkat pendidikan keluarga klien. Berikan mainan sesuai kesukaan klien. Libatkan keluarga dalam setiap tindakan. Tujuan : Klien akan memperlihatkan penurunan tingkat kecemasan Intervensi : Kaji tingkat kecemasan klien.Observasi tanda-tanda vital. Atur posisi yang nyaman bagi klien. Anjurkan pada keluarga untuk selalu mendampingi klien. Diagnosa 6. Diagnosa 5. Evaluasi 1. Berikan kesempatan pada keluarga bila ada yang belum dimengertinya. Cemas berhubungan dengan perpisahan dengan orang tua. prosedur yang menakutkan. Integritas kulit kembali normal. Kaji tingkat rasa nyeri.

(1999). flu lambung. et all. Surabaya : GRAMIK FK Universitas Airlangga. ge. diare. Rasa nyaman terpenuhi. Tidak diterbitkan. bug perut di Inggris.. (1997). Jakarata : EGC. Pitono Soeparto. Fakultas Kedokteran UI : Media Aescullapius. 5. Mansjoer. dkk. Anderson Sylvia. meskipun tidak terkait dengan influenza) adalah peradangan pada saluran . Arif. L. I.J. dan flu perut. Price. Ed. (1997) Patofisiologi. 2 Jakarata : EGC Dongoes (2000). Daftar Pustaka Carpenito. dehidrasi. askep gastroenteritis. 8. Kapita Selekta Kedokteran. Cemas pada klien teratasi. Artikel yang Berhubungan : • • • Mencuci Tangan yang Baik dan Benar Pengkajian keperawatan Kumpulan Askep Tags: Askep. Pengetahuan kelurga meningkat. 6. Diagnosa Keperawatan. Jakarta : EGC Makalah Kuliah . Gastroenterologi Anak. Rencana Asuhan & Dokumentasi Keperawatan.4. askep ge.. Ed. mencret Apa itu Gastroenteritis? Gastroenteritis (juga dikenal sebagai gastro. Ed. (1999).

intussusception dan. peradangan ini disebabkan paling sering oleh infeksi dari virus tertentu atau kurang sering oleh bakteri.000 orang per tahun. digunakan di laboratorium penelitian. disebabkan oleh rotavirus. yang sangat menular dan membutuhkan prosedur isolasi khusus untuk menghindari penularan kepada pasien lain. jarang. sindrom usus pendek. atau reaksi negatif terhadap sesuatu dalam makanan atau obat. Juga. Penting untuk mempertimbangkan Gastroenteritis menular sebagai diagnosis per exclusionem. Setidaknya 50% dari kasus Gastroenteritis karena penyakit bawaan makanan disebabkan oleh norovirus. dan penyalahgunaan pencahar harus dikeluarkan sebagai kemungkinan. penyakit Hirschsprung bahkan mungkin menyesatkan dokter. Anak-anak secara rutin diuji juga untuk norovirus. Sebuah bangku longgar sedikit dan muntah mungkin merupakan akibat dari infeksi sistemik seperti pneumonia. Lain 20% kasus. Lain agen virus signifikan antara lain adenovirus Gastroenteritis Klasifikasi Infectious gastroenteritis disebabkan oleh berbagai bakteri dan virus. dan merupakan penyebab utama kematian di kalangan bayi dan anak-anak di bawah 5.000.pencernaan. • • • • • • • Mual dan muntah Diare Kehilangan nafsu makan Sakit kepala Abnormal perut kembung Sakit perut Kram perut . dengan infeksi MENYEBABKAN PERADANGAN dari usus kecil bagian atas. parasit. Kondisi ini biasanya onset akut. Gejala gastroenteritis Gastroenteritis sering melibatkan rasa sakit perut atau kejang. yang melibatkan baik lambung dan usus kecil (lihat juga gastritis dan enteritis) dan mengakibatkan diare akut. racun mereka. dan membatasi diri. Kelainan endokrin (misalnya tirotoksikosis dan penyakit Addison) adalah gangguan yang dapat menyebabkan diare. biasanya berlangsung 1-6 hari. Anak-anak dirawat di rumah sakit dengan Gastroenteritis secara rutin diuji untuk rotavirus A untuk mengumpulkan data surveilans yang relevan dengan efek epidemiologi program vaksinasi rotavirus. infeksi saluran kemih dan bahkan meningitis. Metode lain. penyakit Whipple. septicemia. insufisiensi pankreas. Bedah kondisi seperti radang usus buntu. mikroskop elektron dan elektroforesis gel poliakrilamid. penyakit celiac. dan mayoritas kasus yang parah pada anak-anak. atau infeksi peradangan usus besar. Worldwide. pengobatan yang tidak memadai Gastroenteritis membunuh 5-8. diare dan / atau muntah.

takikardi. Viral diare biasanya menyebabkan tinja berair sering. dan mungkin diikuti dengan muntah-muntah. Manajemen gastroenteritis Tujuan pengobatan adalah untuk menggantikan cairan yang hilang dan elektrolit. bahkan ketika perut kosong. jalankan demam rendah. Shigella''''atau beberapa strain patogenik Escherichia coli'''') Pingsan dan Kelemahan Beberapa faktor utama termasuk makan yang buruk pada bayi. fontanelles cekung. Dalam beberapa kasus. empedu bisa memuntahkan. Kompleks karbohidrat berbasis Garam Rehidrasi Oral (ORS) seperti yang terbuat dari gandum atau beras telah ditemukan untuk menjadi lebih unggul untuk oralit gula sederhana berbasis.''''Salmonella. rehidrasi oral adalah pengobatan disukai kerugian cairan dan elektrolit yang disebabkan oleh diare pada anak dengan dehidrasi ringan sampai sedang. tinja berdarah dan diare bertahan selama dua minggu atau lebih. Mikroskopi untuk parasit. perfusi miskin dan akhirnya shock. Diagnosa Gastroenteritis Tidak ada tes diagnostik khusus yang diperlukan pada kebanyakan pasien dengan Gastroenteritis sederhana. sedangkan diare bernoda darah mungkin menunjukkan kolitis bakteri. kaca mata.menunjukkan infeksi dengan amuba. termasuk Salmonella. Rehidrasi Perlakuan utama Gastroenteritis pada anak dan orang dewasa adalah rehidrasi. Tergantung pada derajat dehidrasi.• • Tinja berdarah (disentri . lingkaran mata gelap. hal ini dapat dilakukan dengan memberikan terapi orang rehidrasi oral (ORT) atau melalui pengiriman intravena. Diare adalah umum. Shigella.''''Campylobacter. menderita kurang tidur. yaitu. turgor kulit berkurang. Campylobacter dan Escherichia coli Enterotoxic. bola mata cekung. penambahan air dan elektrolit hilang dalam tinja. Gastroenteritis Pencegahan Sebuah vaksin rotavirus memiliki antara 2000 dan 2009 mengalami penurunan jumlah kasus diare akibat rotavirus di Amerika Serikat. . pemeriksaan feses untuk Clostridium difficile dapat dianjurkan bersama dengan budaya untuk bakteri. perubahan warna kulit warna. Seorang anak dengan Gastroenteritis mungkin lesu. memiliki tanda-tanda dehidrasi (termasuk selaput lendir kering). ova dan kista juga dapat membantu. Jika gejala termasuk demam.

beras. bukanlah alasan untuk menghentikan menyusui. Hal ini dapat dibuat lebih buruk dengan cairan pemotongan atau administrasi jus / minuman ringan. Metoclopramide juga mungkin bisa membantu. Ini dapat meningkatkan diare. Seng Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan bahwa bayi dan anak-anak menerima suplemen makanan dari seng sampai dua minggu setelah onset gastroenteritis. saus apel.minuman manis seperti minuman ringan dan jus buah tidak dianjurkan untuk Gastroenteritis pada anak di bawah usia 5 tahun karena dapat membuat diare lebih buruk. gula utama dalam susu. minuman ringan (bersoda atau flat). dapat terjadi. polos air dapat digunakan jika oralit spesifik tidak tersedia atau tidak cocok. BRAT Diet (pisang. Makanan tinggi gula sederhana harus dihindari karena beban osmotik mungkin memperburuk diare. bagaimanapun. Anak-anak menerima makanan setengah padat atau padat harus melanjutkan untuk menerima makanan yang biasa mereka selama episode diare. Obat alternatif Probiotik Beberapa probiotik telah terbukti bermanfaat dalam mencegah dan mengobati berbagai bentuk gastroenteritis. jus. karena mengandung nutrisi cukup dan tidak memiliki manfaat lebih dari makan normal. Gastroenteritis Epidemiologi Setiap tahun di seluruh dunia rotavirus anak di bawah 5 penyebab 111 juta kasus gastroenteritis dan hampir setengah juta kematian. . makanan penutup gelatin. karena itu. dan makanan tinggi gula sederhana harus dihindari. roti panggang dan teh) tidak lagi direkomendasikan. Sebuah uji coba 2009 namun belum menemukan manfaat dari suplemen. 82% dari kematian ini terjadi di negara-negara termiskin di dunia. Komplikasi Gastroenteritis Dehidrasi adalah komplikasi umum dari diare. Malabsorpsi laktosa. Terapi farmakologis Gastroenteritis biasanya merupakan penyakit akut dan self-terbatas yang tidak memerlukan terapi farmakologis.

Study finds adverse long term health effects of E coli infectionPeople who contract gastroenteritis from drinking water contaminated with E . Recent Gastroenteritis News Prevenar 13 launched in first childhood immunization program for PD in NicaraguaPfizer Inc. adsorbed]) was introduced into the first childhood immunization program for pneumococcal disease (PD) .. announced that Prevenar 13 (Pneumococcal polysaccharide conjugate vaccine [13valent.. sebagian besar kasus Gastroenteritis terlihat selama musim dingin di daerah beriklim sedang dan selama musim panas di daerah tropis. Kejadian di negara maju setinggi 1-2.5 kasus per anak per tahun dan merupakan penyebab utama rawat inap di kelompok usia ini. Selain itu. dan peneliti lain harus diingat bahwa Gastroenteritis tidak dianggap sebagai diagnosis diskrit sampai cukup baru-baru ini.Pada tahun 1980 gastroenteritis dari semua penyebab menyebabkan 4. tidak semua terjemahan akan sempurna.. Harap diperhatikan karena terjemahan yang dihasilkan oleh mesin. Wikipedia ® itu sendiri adalah merek dagang terdaftar dari Wikimedia Foundation.. Presiden AS Zachary Taylor meninggal karena gastroenteritis pada tanggal 9 Juli 1850.. kebersihan dan kebiasaan budaya merupakan faktor penting. Website ini dan halaman web yang dimaksudkan untuk dibaca dalam bahasa Inggris. Umur. Inc powered by Last Update: 12..6 juta kematian pada anak-anak dengan sebagian besar terjadi di dunia ketiga. Setiap terjemahan dari situs dan halaman web yang mungkin tidak tepat dan tidak akurat secara keseluruhan atau sebagian. agen etiologi bervariasi tergantung pada iklim. Sejarawan. genealogists.Pennsylvania Patient Safety Advisory for 2010 December focusses on tackling norovirus outbreaksIn early 2010. December 2010 14:55 Peringatan: Halaman ini adalah terjemahan mesin halaman ini aslinya dalam bahasa Inggris. Terjemahan ini disediakan sebagai kenyamanan. Ini menggunakan bahan dari artikel Wikipedia tentang " Gastroenteritis "Semua bahan yang digunakan diadaptasi dari Wikipedia tersedia sesuai dengan ketentuan dari Lisensi Dokumentasi Bebas GNU .Positive interim results from elotuzumab Phase 1b/2 study in relapsed multiple myelomaAbbott and Bristol-Myers Squibb Company today announced interim results from the Phase 2 portion of a Phase 1b/2 open-label study which showed a high objective response rate (ORR) among patients with . Pennsylvania nursing homes and hospitals reported an increased number of cases of gastrointestinal illness which are consistent with recurring outbreaks of the highly contagious norovir. kondisi hidup. Artikel ini berlisensi di bawah Lisensi Dokumentasi Bebas GNU .

atau jeruk yang bukan rendah kalori (1 bagian ke-4 bagian air). Cari pertolongan medis jika. Ingat. Mulailah dengan sayur dan bubur yang dimasak. Jika sering muntah. Setelah 24 jam pertama.S. Jika tidak. kidney problems and heart disease in later life. Ingat. yang dapat dibeli di apotik. Anda khawatir. 2. lanjutkan memberikan cairan rehidrasi di sela-sela makanan. buat adonan cairan yang seperti dijelaskan di sini. dan tambahan susu. Tanda-tanda dan Gejala Selain muntah-muntah dan sering mencret. jus buah alami (1 bagian ke-4 bagian air). berikan sesuai resep dokter atau petunjuk. 3..Merck announces FDA Advisory Committee approval of GARDASIL for anal cancer and AIN treatmentMerck announced today that the U. bayi atau anak kecil muntahlebih dari 24 jam. Food and Drug Administration's (FDA) Vaccines and Related Biological Products Advisory Committee has advised that the data presented support an indication for GARDA. finds a st. Cairan rehidrasi yang cocok adalah Gastrolyte. ada beberapa tanda-tanda dan gejala seperti berikut ini: * jarang kencing atau ngompol * capai dan lesu * mulut dan tenggorokan kering * wajah pucat dan badan kurus * mata cekung * malas makan dan minum * tangan dan kaki dingin * anak sulit bangun Tindakan 1. berikan cairan rehidrasi 10 ml setiap 15 menit. dan daging. Namun selingi makanan padat dengan susu sapi. Anda juga dapat memberikan: gula (1 sendok makan ke dalam 120 ml air). termasuk roti. terus muntah dan hanya sedikit cairan di tubuh. banyak tanda-tanda dehidrasi. Hentikan makanan oada dan susu sapi (tetapi teruskan air susu ibu jika anak masih minum susu ibu) dan berikan cairan rehidrasi : 1 cangkir (150-200 ml) setiap kali anak muntah atau mencret.. . telur. mungkin kondisi muntah-muntah akan semakin parah.. anak sering muntah (8-10 kali mencret atau 2-3 kali tinja besar sehari).. anggur manis yang tidak rendah kalori (1 bagian ke-6 bagian air).coli are at an increased risk of developing high blood pressure. Jangan menghentikan memberikan makanan padat dan susu lebih dari 24 jam.

Disclaimer: Lembar fakta ini adalah bagi tujuan pendidikan saja. These bacterial infections are . Children then develop frequent. Typically. nyeri perut yang lebih berat. Some children may have a runny nose. gastro dimulai dengan muntah. mungkin menyarankan bahwa gastro disebabkan oleh bakteri. Silakan berkonsultasi dengan dokter Anda atau ahli kesehatan lain untuk membuat informasi ini yakin tepat bagi anak Anda. It is usually caused by viruses that infect the bowel. Often children may have tummy pain and fever with the diarrhoea. Biasanya. atau sakit tenggorokan. more severe tummy pain. and blood or mucus with the diarrhoea. watery poos (diarrhoea). Beberapa anak mungkin memiliki pilek. Gastroenteritis (gastro) adalah penyakit yang sangat umum pada bayi dan anak-anak. Please consult with your doctor or other health professional to make sure this information is right for your child. Higher or more prolonged fevers. dan darah atau lendir dengan diare. Hal ini biasanya disebabkan oleh virus yang menginfeksi usus besar. Gastro usually lasts for three or four days. Gastro biasanya berlangsung selama tiga atau empat hari. gastro begins with vomiting. It tends to be more common during winter months. Mungkin perlu seminggu atau lebih bagi Kotoran menjadi normal. Seringkali anak-anak dapat mengalami sakit perut dan demam dengan diare. Ini cenderung lebih umum selama musim dingin. Anak-anak kemudian mengembangkan sering.Gastroenteritis in PDF Version Available Tersedia Versi PDF children Gastroenteritis pada anak-anak Disclaimer: This fact sheet is for education purposes only. or a sore throat. Some bacteria (germs) may also cause vomiting and diarrhoea in children. may suggest that gastro is caused by bacteria. Kotoran cair (diare). demam berkepanjangan lebih tinggi atau lebih. It may take a week or so for the poos to become normal. What is gastroenteritis? Apa itu Gastroenteritis? Gastroenteritis (gastro) is a very common illness in infants and children. Beberapa bakteri (kuman) juga dapat menyebabkan muntah dan diare pada anak-anak.

Infeksi bakteri ini kadang-kadang terkait dengan keracunan makanan. atau anak-anak dengan masalah kesehatan lainnya. or children with other health problems. anak-anak muda. Medicines to stop vomiting and diarrhoea are usually not helpful and can cause other problems in children. Younger children. Pada anak-anak komunitas kami yang paling dengan gastro cepat sembuh.sometimes linked to food poisoning. kindergarten or school whilst they are sick. Mendorong anak Anda untuk minum cairan sangat penting. Cuci tangan dengan sabun dan air (misalnya. setelah perubahan popok atau pergi ke toilet. Mereka tidak harus pergi ke penitipan anak. Hand-washing with soap and water (for example. after nappy changes or going to the toilet. What to do Apa yang harus dilakukan In our community most children with gastro recover quickly. The fluids to use are described in the next section. Please consult your doctor or hospital. Silakan baca dan mengajukan pertanyaan sehingga Anda memahami petunjuk ini sangat penting. The major concern with gastro is that children can become dehydrated (dry) due to loss of fluid in the vomit and diarrhoea. TK atau sekolah sementara mereka sakit. How is gastro spread? Bagaimana menyebar gastro? Viral gastro can be easily spread from person to person. dapat mengalami dehidrasi lebih cepat. Cairan gunakan sudah dijelaskan di bagian selanjutnya. Gastro virus dapat dengan mudah menyebar dari orang ke orang. Perhatian utama dengan gastro adalah bahwa anak-anak dapat mengalami dehidrasi (kering) akibat hilangnya cairan dalam muntahan dan diare. if you have any concerns about your child's progress . as soon as possible. serta sebelum dan setelah persiapan makanan) sangat penting untuk menghentikan penyebaran virus. Obat-obatan untuk menghentikan muntah dan diare biasanya tidak bermanfaat dan dapat menyebabkan masalah lain pada anak-anak. Hal ini sangat penting untuk menjaga anak-anak dengan gastro jauh dari anak-anak lain di luar keluarga Anda. It is very important to keep children with gastro away from other children outside of your family. as well as before and after food preparation) is very important to stop the spread of the virus. jika Anda mempunyai keprihatinan apapun tentang kemajuan anak Anda . They should not go to day-care. may become dehydrated more quickly. sesegera mungkin.terutama jika: • • Your child is less than six months old Anak Anda kurang dari enam bulan Your child has other health problems Anak Anda memiliki masalah kesehatan lainnya . Please read and ask questions so that you understand these very important instructions. Encouraging your child to drink fluids is very important.especially if: Silakan berkonsultasi dengan dokter Anda atau rumah sakit.

• • • • • • • • You are unable to get your child to take the right amount of fluids Anda tidak bisa mendapatkan anak Anda untuk mengambil jumlah yang tepat cairan Your child keeps vomiting Anak Anda terus muntah Your child is very tired or drowsy Anak Anda sangat lelah atau mengantuk There is blood or mucus in your child's poo Ada darah atau lendir dalam tinja anak Anda Your child has ongoing tummy pain Anak Anda memiliki sakit perut berkelanjutan Your child has high fevers Anak Anda memiliki demam tinggi If your child has unexpected symptoms(eg pain when passing urine. Atau jika anak Anda tampaknya tidak akan mendapatkan lebih baik. solusi rehidrasi oral secara khusus dirancang untuk menggantikan gula dan garam yang hilang selama episode gastroenteritis. Jika Anda tidak yakin tentang informasi pada lembar ini atau kondisi anak Anda. sakit kepala dll) Or if your child does not seem to be getting better. Cari bantuan medis segera.awalnya dengan FLUIDA SESUAI atau PAYUDARA SUSU. please see your doctor. Cairan yang hilang harus diganti . silakan lihat dokter Anda. if you are concerned. headache etc) Jika anak Anda memiliki gejala-gejala tidak terduga (misalnya sakit ketika buang air kecil. Suitable fluids Cocok cairan Oral Rehydration Fluids (available from chemist) are specially formulated to replace lost fluid rapidly. Frequent vomiting and runny poos means your child may be losing a lot of fluid from his/her body. Seek medical attention promptly. Lost fluid must be replaced . Oral rehydration solutions are specially designed to replace sugars and salts lost during an episode of gastroenteritis. jika Anda khawatir. Cairan Rehidrasi Oral (tersedia dari apotik) diformulasikan secara khusus untuk menggantikan cairan yang hilang dengan cepat. muntah dan diare akut (Kotoran meler) dengan cepat dapat menyebabkan dehidrasi pada bayi dan anak-anak muda. Sering muntah dan Kotoran berair berarti anak Anda mungkin akan kehilangan banyak cairan dari badannya. Adalah lebih baik untuk memberikan ini lebih dari cairan bening lainnya jika tersedia.initially with SUITABLE FLUIDS or BREAST MILK. Acute vomiting and diarrhoea (runny poos) can rapidly lead to dehydration in infants and young children. It is preferable to give these over other clear fluids if it is available. . What to feed your infant child Apa untuk memberi makan anak bayi Anda If you are unsure about the information on this sheet or your child's condition.

How to prepare suitable fluids Cara membuat cairan yang cocok Fluid Cairan Oral Rehydration Fluid Cairan Rehidrasi Oral eg Gastrolyte ® misalnya Gastrolyte ® (Available from chemist) (Tersedia dari apotik) Oral Rehydrating Fluid Cairan rehidrasi oral eg Hydralyte ® misalnya Hydralyte ® (Available chemists and some supermarkets) (Tersedia ahli kimia dan beberapa supermarket) Cordial concentrate Ramah berkonsentrasi (Not low calorie/low joule) (Kalori Tidak rendah / joule rendah) Soft drink or Juice Soft drink atau Juice (Not low calorie/low joule) (Kalori Tidak rendah / joule rendah) Dilution Pengenceran Example Contoh (see directions on pack) (Lihat petunjuk pada kemasan) MIX WITH WATER ONLY MIX DENGAN AIR SAJA As per instructions Sesuai instruksi Pre-prepared as fluid or iceblock Pra-disiapkan sebagai cairan atau iceblock Do not mix with other fluids Jangan bercampur dengan cairan lainnya 1 part in 20 parts 1 bagian dalam 20 bagian 5 mL (1 teaspoon) 5 mL (1 sendok teh) plus 100mL water ditambah 100 ml air 20 mL ( 1 tablespoon ) plus 80mL water 20 mL (1 sendok makan) ditambah 80mL air 1 part in 5 parts 1 bagian dalam 5 bagian How much fluid do I give? Berapa banyak cairan yang harus saya berikan? • • Be patient. Hapus cairan seperti jus.Clear fluids such as juice. Aim for at least 5mL fluid per kg body weight each hour. cordial or soft drink may be used with caution if an oral rehydration fluid is not available but they must be diluted otherwise they may make the runny poos worse. give your child small frequent amounts of fluid. Bersabarlah. tetapi mereka harus diencerkan dinyatakan mereka mungkin membuat Kotoran meler buruk. Bertujuan untuk setidaknya 5 ml cairan per kg berat badan setiap jam. beri anak Anda sering sejumlah kecil cairan. . minuman ramah atau lunak dapat digunakan dengan hati-hati jika cairan rehidrasi oral tidak tersedia.

eg - misalnya for a 6 kg infant offer: 30mL every hour or 60mL every 2 hours untuk tawaran 6 kg bayi: setiap jam 30ml atau 60ml setiap 2 jam for a 12 kg toddler offer: 60mL every hour or 120mL every 2 hours untuk tawaran 12 kg balita: 60ml setiap jam atau 120mL setiap 2 jam Approximate volumes: Perkiraan volume: Less than 6 months Kurang dari 6 bulan 6-23 months 6-23 bulan 2-5 years 2-5 tahun 6-10 years 6-10 tahun 11-16 years 11-16 tahun

see your doctor dokter Anda 40 to 60 mL each hour 40 sampai 60 mL setiap jam 60 to 100 mL each hour 60 sampai 100 mL setiap jam 100 to 120 mL each hour 100 sampai 120 mL setiap jam 120 to 160 mL each hour 120-160 mL setiap jam

It is important to start offering easily digested foods as soon as the vomiting stops - & no later than after 24 hours EVEN if the poos are still loose. Hal ini penting untuk mulai menawarkan makanan mudah dicerna segera setelah berhenti muntah - & paling lambat setelah 24 jam BAHKAN jika Kotoran masih longgar.

IF YOU HAVE ANY CONCERNS ABOUT YOUR CHILD'S PROGRESS, CONTACT YOUR LOCAL DOCTOR OR LOCAL HOSPITAL IMMEDIATELY. JIKA ANDA MEMILIKI MASALAH TENTANG'S KEMAJUAN ANAK ANDA, HUBUNGI DOKTER ANDA ATAU LOKAL SEGERA RUMAH SAKIT LOKAL.

What to do for a breastfed infant Apa yang harus dilakukan untuk bayi disusui
• • •

Continue breast feeding on demand or at least every 2 hours. Lanjutkan pemberian ASI sesuai permintaan atau setidaknya setiap 2 jam. In between breast feeds, water or oral rehyration solution may be offered. Di antara payudara feed, air atau larutan rehyration oral mungkin ditawarkan. Do not give solids if your child is vomiting Jangan memberikan makanan padat jika anak Anda muntah

When the vomiting has stopped or after 24 hours: Ketika muntah telah berhenti atau setelah 24 jam:

• • •

Continue 2nd -3rd hourly feeds or on demand. Lanjutkan ke-2-3 jam feed atau sesuai permintaan. In between breast feeds, water or oral rehydration solution may be offered. Di antara payudara feed, air atau larutan rehidrasi oral mungkin ditawarkan. If your baby is on solids introduce simple foods such as rice cereal, potato or pumpkin - even if the poos are still loose. Jika bayi Anda makanan padat memperkenalkan makanan sederhana seperti sereal beras, kentang atau labu bahkan jika Kotoran masih longgar.

What to do for the bottle fed infant or older child Apa yang harus dilakukan untuk botol makan anak bayi atau lebih
While your infant or child is still vomiting: Sementara bayi atau anak Anda masih muntah:

Replace formula or usual drinks with oral rehydration fluid (from chemist) or suitable fluids (see table " How to Prepare Suitable Fluids" on previous page ) Ganti susu formula atau minuman biasa dengan cairan rehidrasi oral (dari apotek) atau cairan yang sesuai (lihat tabel "Bagaimana Mempersiapkan Cocok Cairan" pada halaman sebelumnya)

Aim to be back to usual strength formula/diet within 24 hours. Bertujuan untuk kembali ke rumus kekuatan yang biasa / diet dalam waktu 24 jam. If not, seek medical advice. Jika tidak, mencari nasihat medis.
• •

• •

Start usual formula or milk. Mulai formula biasa atau susu. Do not dilute Jangan encer Continue giving feeds or drinks every 2-3 hours or more frequently if demanded. Lanjutkan memberikan feed atau minuman setiap 2-3 jam atau lebih sering jika diminta. Offer age appropriate foods at meal times even if the poos are still loose. makanan usia Penawaran tepat pada saat makan bahkan jika Kotoran masih longgar. Occasionally children will develop lactose intolerance and the loose poos will continue. Kadang-kadang anak-anak akan mengembangkan intoleransi laktosa dan Kotoran longgar akan terus berlanjut. Under medical advice he/she will need lactose free milk for approximately 1 month. Berdasarkan saran medis dia perlu susu bebas laktosa selama kurang lebih 1 bulan.

If your baby is less than six months old and has gastroenteritis, see a doctor as soon as possible. Jika bayi Anda kurang dari enam bulan dan telah gastroenteritis, melihat seorang dokter sesegera mungkin.

• • •

Other members of the family may be affected. Anggota lain dari keluarga mungkin akan terpengaruh. Young children tend to be affected most. Anak-anak cenderung paling terpengaruh. Give enough fluids to cover normal requirements and to replace what is lost through vomiting and diarrhoea (see the suitable fluids section on this fact sheet). Berikan cairan cukup untuk menutup kebutuhan normal dan untuk mengganti apa yang hilang karena muntah dan diare (lihat bagian cairan yang sesuai pada lembar fakta).

The Children's Hospital at Sydney Children's Kaleidoscope, Hunter Westmead Rumah Sakit Hospital, Randwick Children's Health Network Anak di Westmead Sydney Children's Kaleidoskop, Jaringan Hunter Tel: (02) 9845 3585 Tel: Hospital, Randwick Kesehatan Anak (02) 9845 3585 Tel: (02) 9382 1688 Tel: Tel: (02) 4921 3670 Tel: (02) Fax: (02) 9845 3562 Fax: (02) 9382 1688 4921 3670 (02) 9845 3562 Fax: (02) 9382 1451 Fax: Fax: (02) 4921 3599 Fax: (02) www.chw.edu.au (02) 9382 1451 4921 3599 www.chw.edu.au www.sch.edu.au www.kaleidoscope.org.au www.sch.edu.au www.kaleidoscope.org.au
© The Children's Hospital at Westmead, Sydney Children's Hospital, Randwick © Children's Hospital di titik, Rumah Sakit Anak Sydney Westmead, Randwick & Kaleidoscope, Hunter Children's Health Network - 2005-2010. & Kaleidoscope, Anak Kesehatan Hunter Network - 2005-2010.

This document was reviewed on Tuesday, 6 April 2010. Dokumen ini telah direview pada Selasa 6 April, 2010.

<script language="JavaScript1.2" type="text/javascript" charset="ISO-8859-1" src="http://as.medscape.com/js.ng/Params.richmedia=yes&amp;transactionID=12937590 &amp;site=1&amp;affiliate=2&amp;ssp=20&amp;artid=10030856&amp;env=0&amp;til e=82189123&amp;cg=ckb&amp;pub=220&amp;pubs=220&amp;ct=0&amp;pf=0&amp; usp=0&amp;st=0&amp;occ=0&amp;tid=&amp;pos=101"></script>

Viral Gastroenteritis. Departemen Kedokteran Internal. Departemen Kedokteran. PhD. MD. Gastroenteritis akut adalah penyebab umum morbiditas dan kematian di seluruh dunia. MD. Viral Author: Michael Vincent F Tablang. Dokter. Director. Wu Y George. MD Residen Dokter. University of Connecticut School of Medicine Contributor Information and Disclosures Kontributor Informasi dan Pengungkapan Updated: Dec 21. Atlanta Center for Gastroenterology. with most occurring in young children in nonindustrialized countries. George Y Wu. Bagian Hepatologi. MD. Professor. Herman Lopata Chair in Hepatitis Research. Pusat Atlanta untuk Gastroenterology. Universitas Pusat Kesehatan Connecticut Coauthor(s): Michael J Grupka. Physician. . In industrialized countries. MD. Hepatology Section. University of Connecticut Health Center Author: Vincent Michael F Tablang. University of Connecticut School of Medicine Co-author (s): Grupka J Michael. dengan sebagian besar terjadi pada anak-anak di negara nonindustrialized. MD. Department of Internal Medicine. Department of Medicine. 2009 Diperbarui: 21 Desember 2009 • • • • • • • • • Print This Cetak ini Email This Email This Overview Ikhtisar Differential Diagnoses & Workup Diferensial Diagnosa & hasil pemeriksaan Treatment & Medication Perawatan & Pengobatan Follow-up Tindak lanjut References Referensi Keywords Kata kunci Further Reading Bacaan lebih lanjut Introduction Pengantar Background Latar belakang Acute gastroenteritis is a common cause of morbidity and mortality worldwide. Lopata Ketua Herman dalam Penelitian Hepatitis. Conservative estimates put diarrhea in the top 5 causes of deaths worldwide. Direktur. Profesor. perkiraan konservatif menempatkan diare di 5 penyebab utama kematian di seluruh dunia. Resident Physician..eMedicine Specialties > Gastroenterology > Intestine eMedicine Spesialisasi > Gastroenterologi > Usus Gastroenteritis. PhD.

rotaviruses. For excellent patient education resources. The third is sporadic acute gastroenteritis of adults. but the exact mechanism of the induction of diarrhea is not clear. yang terjadi baik dalam komunitas semiclosed (misalnya. see eMedicine's patient education article Gastroenteritis . 1 The second is epidemic gastroenteritis. racun. seperti noroviruses. The first is sporadic gastroenteritis in infants. Viruses are responsible for a significant percentage of cases affecting patients of all ages. and Intestine Center . 2 Sebagian besar infeksi disebabkan oleh caliciviruses. muntah. malaise. kunjungi eMedicine's kerongkongan. yang kemungkinan besar disebabkan oleh caliciviruses. dokter ini pertemuan gastroenteritis virus akut dalam 3 pengaturan. Etiologi termasuk bakteri. lembaga. families. Yang pertama adalah gastroenteritis sporadis pada bayi. dan Usus Pusat . dapat ditularkan oleh jalur udara. dehidrasi berat yang mengakibatkan kematian atau bahkan perawatan di rumah sakit. vacation spots) or as a result of classic food-borne or water-borne pathogens. Etiologies include bacteria. or adenoviruses. Yang ketiga adalah akut gastroenteritis sporadis dari orang dewasa. dan obat-obatan. penyakit diare adalah penyebab signifikan untuk morbiditas di semua kelompok umur. astroviruses. The clinician encounters acute viral gastroenteritis in 3 settings. lihat pasien pendidikan's eMedicine artikel Gastroenteritis . Virus bertanggung jawab untuk persentase yang signifikan mempengaruhi kasus pasien dari segala usia. which most likely is caused by caliciviruses. ships. The most extensive studies have been done with rotavirus. like noroviruses. or fever. namun mekanisme yang tepat dari induksi diare tidak jelas. Viral Gastroenteritis berkisar dari penyakit diri terbatas diare berair (biasanya <1 minggu) yang berhubungan dengan gejala mual. virus menyebar dari orang ke orang terjadi dengan transmisi fecal-oral makanan dan air yang terkontaminasi. keluarga. Rotaviruses attach and enter mature enterocytes at the . malaise. viruses. anorexia. liburan bintik-bintik) atau sebagai akibat dari klasik makanan ditanggung atau air-borne patogen. Stomach. Juga. which most frequently is caused by rotavirus. 1 kedua adalah epidemi gastroenteritis. parasites. Pathophysiology Patofisiologi Viral spread from person to person occurs by fecal-oral transmission of contaminated food and water. which occurs either in semiclosed communities (eg. kapal. visit eMedicine's Esophagus. Also. 2 Most of these infections are caused by caliciviruses. institutions. atau adenovirus. astroviruses. rotaviruses. Di negaranegara industri. toxins. Clinical manifestations are related to intestinal infection. to severe dehydration resulting in hospitalization or even death. and drugs. Some viruses. parasit. perut.diarrheal diseases are a significant cause for morbidity across all age groups. Manifestasi klinis terkait dengan infeksi usus. may be transmitted by an airborne route. yang paling sering disebabkan oleh rotavirus. virus. Studi yang paling ekstensif telah dilakukan dengan Rotavirus. Untuk sumber daya pendidikan yang sangat baik pasien. Viral gastroenteritis ranges from a self-limited watery diarrheal illness (usually <1 wk) associated with symptoms of nausea. atau demam. anoreksia. Beberapa virus. vomiting.

Frequency Frekuensi . Mereka menyebabkan perubahan struktural pada mukosa usus kecil. Rotaviruses dilampirkan dan masukkan enterosit dewasa pada ujung vili usus kecil. Viral attachment and entry into the epithelial cell without cell death may be enough to initiate diarrhea. termasuk memperpendek villus dan mononuklear inflamasi menyusup di lamina propria. They cause structural changes to the small bowel mucosa. diare Toksin-dimediasi akan menjelaskan pengamatan bahwa cedera villus belum tentu terkait dengan diare.tips of small intestinal villi. Mobilization of intracellular calcium associated with NSP4 expressed endogenously or added exogenously is known to induce transient chloride secretion. dan studi menunjukkan bahwa rotavirus bisa dilepaskan dari sel epitel yang terinfeksi tanpa menghancurkan mereka. The epithelial cell synthesizes and secretes numerous cytokines and chemokines. Sel epitel sintesis dan mengeluarkan berbagai sitokin dan kemokin. serta malabsorpsi nutrisi dan hambatan seiring reabsorpsi air. which can direct the host immune response and potentially regulate cell morphology and function. yang bisa langsung host respon imun dan berpotensi mengatur morfologi sel dan fungsi. lampiran virus dan masuk ke dalam sel epitel tanpa kematian sel mungkin cukup untuk memulai diare. mempromosikan sekresi klorida aktif dimediasi melalui peningkatan konsentrasi kalsium intraseluler. The current knowledge on the mechanisms leading to diarrheal disease by rotavirus is as follows: 3 Pengetahuan saat ini terhadap mekanisme yang mengarah ke penyakit diare oleh rotavirus adalah sebagai berikut: 3 • • Rotavirus infections induce maldigestion of carbohydrates. dan akumulasi mereka di lumen usus. including villus shortening and mononuclear inflammatory infiltrate in the lamina propria. Rotavirus mengeluarkan sebuah enterotoksin. Infeksi Rotavirus menyebabkan pencernaan yang buruk dari karbohidrat. which leads to a Ca 2+ -dependent Cl secretory mechanism. Mobilisasi kalsium intraselular yang terkait dengan NSP4 dinyatakan endogen atau ditambahkan eksogen dikenal untuk menginduksi sekresi klorida sementara. Studi juga menunjukkan bahwa salah satu protein virus struktural dapat bertindak sebagai suatu enterotoksin. dapat menyebabkan komponen malabsorpsi diare. NSP4. can lead to a malabsorption component of diarrhea. and studies demonstrate that rotavirus can be released from infected epithelial cells without destroying them. yang menyebabkan 2 Ca-tergantung Cl + . NSP4. Morphologic abnormalities can be minimal. Rotavirus secretes an enterotoxin. and their accumulation in the intestinal lumen. kelainan morfologis dapat menjadi minimal. as well as a malabsorption of nutrients and a concomitant inhibition of water reabsorption. Studies also suggest that one of the nonstructural viral proteins may act as an enterotoxin.mekanisme sekresi. promoting active chloride secretion mediated through increases in intracellular calcium concentration. Toxin-mediated diarrhea would explain the observation that villus injury is not necessarily linked to diarrhea.

regional. food.5 juta bayi mengembangkan virus gastroenteritis akut. Noroviruses cause approximately 23 million cases of acute gastroenteritis each year and are the leading cause of outbreaks of gastroenteritis. is a member of the family Caliciviridae. and local trends in rotavirus testing and detection and found not only was the onset of the 2007-2008 rotavirus season delayed 15 weeks and the peak delayed 8 weeks relative to the prevaccine rotavirus season from 2000 to 2006. adalah anggota dari Caliciviridae keluarga. di wisatawan lain. sebelumnya disebut-seperti virus Norwalk. and in immunocompromised patients. Setiap tahun. formerly called the Norwalk-like virus. however. wabah kapal Cruise dari noroviruses yang lebih umum selama bulan-bulan musim panas. makanan dan air ditanggung epidemi Gastroenteritis virus dipantau oleh US Centers for Disease Control dan Pencegahan (CDC) program pengawasan. menghasilkan lebih dari 500.000 rawat inap. CDC memperkirakan bahwa virus penyebab 9. Noroviruses menyebabkan sekitar 23 juta kasus gastroenteritis akut setiap tahun dan merupakan penyebab utama wabah gastroenteritis. kapal pesiar. more than 3.2 million cases of food-related illness each year (out of a total of 13. The genus Norovirus. dan pada pasien immunocompromised. lebih dari 3. resulting in more than 500. Cruise ship outbreaks of noroviruses are more common during the summer months. Mereka bertanggung jawab atas 68-80% dari seluruh wabah di negara-negara industri.000 kunjungan kantor. They are responsible for 68-80% of all outbreaks in industrialized countries.8 million cases from all causes).8 juta kasus dari semua penyebab). 5 Namun. 55.2 juta kasus penyakit yang berkaitan dengan makanan setiap tahun (dari total 13. cruise ships. Statistics on sporadic cases of adult viral gastroenteritis are not known. 4 The frequency is seasonal. sebuah studi CDC et al Tate menunjukkan penurunan musiman rotavirus setelah pengenalan 2006 dari vaksin rotavirus. in other travelers.000 hospitalizations. and 30 deaths. but the 2007-2008 season . 55. Statistik kasus sporadis Gastroenteritis virus dewasa tidak diketahui.5 million infants develop acute viral gastroenteritis. Kejadian tertinggi kasus rotavirus terjadi selama bulan-bulan dari November hingga April. including nursing homes and other health care settings. However.and waterborne epidemics of viral gastroenteritis are monitored by the US Centers for Disease Control and Prevention (CDC) surveillance programs. Frekuensi bersifat musiman. dan 30 kematian. The CDC estimates that viruses cause 9.United States Amerika Serikat Each year. 5 The investigators evaluated data for July 2000 through June 2008 to assess national. Noroviruses are now recognized to be a common cause of gastroenteritis in new settings. The Norovirus genus.000 office visits. a CDC study by Tate et al demonstrated a decline in the seasonality of rotavirus following the 2006 introduction of the rotavirus vaccine. termasuk panti jompo dan perawatan kesehatan pengaturan lainnya. namun. The highest incidence of rotavirus cases occurs during the months from November to April. 4 Noroviruses sekarang diakui menjadi penyebab umum gastroenteritis dalam pengaturan baru.

there was a 67% decline in the number and a 69% decline in the proportion of 2007-2008 rotavirus-positive test results compared with the median in 2000-2006. to December 2. Pada usia 3 tahun. dan lokal dalam pengujian rotavirus dan deteksi dan menemukan tidak hanya merupakan awal musim 2007-2008 rotavirus tertunda 15 minggu dan puncaknya tertunda 8 minggu relatif terhadap musim rotavirus prevaccine 2000-2006. tapi musim 2007-2008 juga berlangsung sedikit lebih dari setengah (14 minggu) dari musim prevaccine median (26 minggu). All of the health care–acquired infections with known viral subtypes occurred while the same subtype was still active in the community. regional. virtually all children become infected with the most common agents.and health care–acquired infections have similar temporal distributions. suggesting that health care– acquired infections arise from repeated introduction of the community-acquired rotavirus into the hospital setting.000-875.000 deaths per year.000 kematian per tahun. 5 Selain itu. Rotavirus causes 2 million hospitalizations and 600. and they affect children of the same age groups. 5 Moreover. they are caused by the same viral subtypes. ada penurunan 67% dalam jumlah dan 69% penurunan proporsi 2007-2008 hasil tes rotavirus-positif dibandingkan dengan median di 2000-2006. Rotavirus is the most common etiologic agent of health care–acquired diarrhea in pediatric patients. Rotavirus menyebabkan 2 juta rawat inap dan 600. Noroviruses yang dihubungkan dengan 9 dari 21 wabah gastroenteritis akut di kapal pesiar dilaporkan kepada CDC Program Sanitasi kapal sejak 1 Januari 2002. 2002.000-875. The occurrence of noroviruses on cruise ships has led to the use of the term "the cruise ship virus" as another name for these viruses. dan mereka mempengaruhi anak-anak dari kelompok usia yang sama. dengan tanggal 2 Desember 2002. Akut Gastroenteritis virus adalah penyebab utama kematian bayi di seluruh dunia. By age 3 years. hampir semua anak terinfeksi dengan agen yang paling umum.also lasted a little over half (14 wk) of the median prevaccine seasons (26 weeks). menunjukkan bahwa perawatan kesehatan infeksi yang didapat timbul dari pengenalan berulang-diperoleh dari rotavirus masyarakat ke rumah sakit. 6 Semua perawatan kesehatan infeksi yang didapat dengan subtipe virus yang dikenal terjadi ketika subtipe yang sama masih aktif di masyarakat. Terjadinya noroviruses di kapal pesiar telah menyebabkan penggunaan "virus kapal pesiar" sebagai nama lain untuk virus ini. 6 International Internasional Acute viral gastroenteritis is a leading cause of infant mortality throughout the world. Masyarakat dan perawatan kesehatan infeksi yang didapat memiliki distribusi temporal yang sama. Community. 4 . mereka adalah disebabkan oleh subtipe virus yang sama. Some illnesses previously attributed to sea sickness are now recognized to be caused by norovirus infections. Noroviruses were attributed to 9 out of the 21 outbreaks of acute gastroenteritis on cruise ships reported to the CDC's Vessel Sanitation Program from January 1. 2002. Rotavirus adalah agen etiologi yang paling umum diare perawatan kesehatan yang didapat pada pasien anak. Para peneliti mengevaluasi data untuk bulan Juli 2000 sampai Juni 2008 untuk menilai tren nasional.

Di Amerika Serikat. Norovirus infections in hospitalized patients are more severe than those seen in otherwise healthy persons. the most common cause is norovirus. including transplant patients. In infants. dan imunosupresi populasi. Severe cases are seen in the very young and in the elderly. Kasus yang parah terlihat pada bayi. Etiology also varies with age. Caliciviruses dapat membunuh lebih banyak orang di Amerika Serikat daripada rotaviruses. Spektrum klinis akut gastroenteritis virus berkisar dari . Pada bayi. Pada orang dewasa. Gastroenteritis infantil Rotavirus merupakan penyebab penting kematian bayi di negara berkembang. In the United States. dan beberapa wabah tersebut menyebabkan kematian akibat aspirasi atau eksaserbasi dari penyakit kronis lainnya. infant. Clinical Klinis History Sejarah The clinical spectrum of acute viral gastroenteritis ranges from asymptomatic infection to severe dehydration and death. and immunosuppressed populations. Kasus yang parah terlihat pada sangat muda dan pada orang tua.Beberapa penyakit yang sebelumnya dikaitkan dengan mabuk laut yang sekarang diakui disebabkan oleh infeksi norovirus. Etiologi juga bervariasi dengan usia. elderly persons have the highest risk of death from gastroenteritis. Gastroenteritis virus akut terjadi sepanjang hidup. most cases are due to rotavirus. orang tua mempunyai risiko kematian tertinggi dari gastroenteritis. In adults. 4 Age Umur • • • Acute viral gastroenteritis occurs throughout life. termasuk pasien transplantasi. Noroviruses merupakan penyebab paling umum Gastroenteritis di rumah-rumah jompo. 4 Mortality/Morbidity Mortalitas / Morbiditas Severe cases are seen in the elderly. Rotavirus infantile gastroenteritis is an important cause of infant mortality in the developing world. 4 Norovirus infeksi pada pasien rumah sakit yang lebih parah daripada yang terlihat pada orang sehat dinyatakan. lanjut usia. and several such outbreaks have resulted in deaths due to aspiration or exacerbation of another chronic disease. Caliciviruses may kill more people in the United States than do rotaviruses. Noroviruses are the most common cause of gastroenteritis in nursing homes. sebagian besar kasus disebabkan oleh rotavirus. penyebab paling umum adalah norovirus.

Kriteria yang sangat spesifik (99%) dan agak sensitif (68%). keluaran urin.> 6 stools/24 h) tidak ada dan diagnosis alternatif tidak dianjurkan oleh petunjuk epidemiologi dari sejarah (misalnya . dan sejarah tempat penitipan anak merupakan faktor epidemiologis penting. dengan demam ringan dan muntah. frekuensi. Onset. Factors associated with severe and prolonged disease are immunodeficiency and immune suppression. urine output. Viral Gastroenteritis biasanya hadir dengan prodrome pendek. and duration of diarrhea and vomiting are important factors in assessing the status. makan sejarah. jumlah. and daycare history are important epidemiological factors. kriteria Kaplan didirikan untuk membedakan wabah karena norovirus dari wabah etiologi bakteri. penggunaan antibiotik). dan kekurangan gizi. antibiotic use). dan penurunan berat badan adalah pertimbangan penting. The 4 criteria indicative of an outbreak due to norovirus are as follows: 7 4 kriteria menandakan sebuah wabah karena norovirus adalah sebagai berikut: 7 . Sejarah harus fokus pada keparahan dan dehidrasi. severe abdominal pain. Perjalanan sejarah (termasuk kapal pesiar). comorbid disease. asupan oral. eating history. Mengesampingkan diagnosis lain adalah penting. frequency. Faktor yang terkait dengan penyakit parah dan berkepanjangan adalah kekebalan dan penekanan kekebalan. nyeri perut yang parah. high fever. Pada tahun 1982. when the incubation period is longer than 14 hours. The criteria are highly specific (99%) and moderately sensitive (68%). ketika masa inkubasi lebih lama dari 14 jam. sexual practices. with mild fever and vomiting. Viral gastroenteritis is usually self-limited. Viruses are the suspected cause of acute gastroenteritis when vomiting is prominent. and when the entire illness is over in less than 3 days. Travel history (including cruise ships). Kematian hasil dari dehidrasi dan asidosis. seksual praktek. Ruling out other diagnoses is important. diikuti oleh 1-4 hari nonbloody. Mucus or overt blood in the stool almost always indicates bacterial or parasitic infection. demam tinggi. The onset. dan ketika seluruh penyakit lebih dalam waktu kurang dari 3 hari. A viral cause should be suspected when the warning signs of bacterial infection (ie. diare berdarah. penyakit komorbiditas. Viral Gastroenteritis biasanya sendiri terbatas. Viral gastroenteritis typically presents with short prodrome. Virus adalah penyebab diduga gastroenteritis akut saat muntah menonjol. Oral intake. the Kaplan criteria were established to distinguish outbreaks due to norovirus from outbreaks of bacterial etiology. and weight loss are important considerations. • • • • • The history should focus on severity and dehydration. travel. perjalanan.infeksi asimptomatik dehidrasi parah dan kematian. >6 stools/24 h) are absent and an alternative diagnosis is not suggested by epidemiologic clues from the history (eg. Lendir atau terang-terangan darah dalam tinja hampir selalu menunjukkan infeksi bakteri atau parasit. quantity. diare berair. Penyebab virus harus dicurigai saat tanda-tanda peringatan infeksi bakteri (yaitu. Death results from dehydration and acidosis. watery diarrhea. In 1982. dan durasi diare dan muntah merupakan faktor penting dalam menilai status. bloody diarrhea. and malnutrition. followed by 1-4 days of nonbloody.

. The abdominal examination may demonstrate mild tenderness. Takikardia. thready pulse. dan kapiler isi ulang semua tanda-tanda dehidrasi. sakit perut parah dan kelembutan menyarankan infeksi bakteri atau darurat perut. blood pressure and pulse. Severe abdominal pain and tenderness suggest bacterial infection or an abdominal emergency. Tachycardia. • • • • • • Temperature. tidak ada air mata. skin tenting. The degree of weight loss may be related to dehydration and the duration of the diarrhea. Pemeriksaan abdomen dapat menunjukkan kelembutan ringan. especially when blood pressure and circulation are compromised. and hypotension suggest severe dehydration. tekanan darah dan denyut nadi. The mucous membranes and the skin should be examined carefully. Selaput lendir dan kulit harus diperiksa dengan hati-hati. Suhu. Pemeriksaan fisik dapat membantu dalam menentukan penyebab gastroenteritis dan dalam menilai keberadaan dan derajat dehidrasi. kulit kering. Temperature may be slightly elevated. kulit tenting. nadi benang. Causes Penyebab • Sporadic infantile viral gastroenteritis Gastroenteritis virus sporadis kekanakkanakan o Group A rotavirus causes 25-65% of severe infantile gastroenteritis worldwide. Status mental pada pasien lanjut usia dan bayi mungkin abnormal. terutama ketika tekanan dan sirkulasi darah terganggu. no tears. Suhu mungkin akan sedikit meningkat. Mulut kering.• • • • Vomiting in 50% of affected persons in the outbreak Muntah di 50% dari orang yang terkena dampak dalam wabah Mean incubation period of 24-48 hours Rata-rata periode inkubasi pada 24-48 jam Mean duration of illness of 12-60 hours Berarti durasi penyakit 12-60 jam Lack of identification of a bacterial pathogen in stool culture Kurangnya identifikasi patogen bakteri dalam kultur tinja Physical Fisik The physical examination can be helpful in determining the etiology of gastroenteritis and in assessing the presence and degree of dehydration. The mental status in elderly patients and infants may be abnormal. dan hipotensi menyarankan dehidrasi parah. Demam tinggi menunjukkan infeksi bakteri. Dry mouth. Grup A rotavirus menyebabkan 25-65% gastroenteritis kekanak-kanakan yang parah di seluruh dunia. and capillary refill are all signs of dehydration. Tingkat penurunan berat badan mungkin berhubungan dengan dehidrasi dan durasi diare. High fever suggests bacterial infection. and body weight can provide evidence of severity of the condition. dan berat badan dapat memberikan bukti keparahan kondisi. dry skin.

dan Afrika Selatan. Sebagian besar kasus gastroenteritis epidemi virus pada orang dewasa dan anak-anak disebabkan oleh caliciviruses. Seroepidemiologic penelitian telah menunjukkan bahwa antibodi terhadap caliciviruses hadir dalam 50-90% anak-anak muda dari 2 tahun di Kuwait. Southampton. the most important cause of acute infantile gastroenteritis probably is calicivirus infection. Bristol. o . Menggunakan luas reaktif transkripsi reverse-polymerase chain reaction untuk calicivirus untuk mempelajari spesimen tinja dari anak-anak dengan gastroenteritis akut. Beban penyakit astrovirus di negara berkembang mungkin akan sangat tinggi. Italia. although they are not like Norwalk (eg. Cina. Meksiko. London). genogroup II (misalnya. studi telah menemukan virus ini di 7-22% kasus. Sapporo. London. White River. Southampton. which sometimes are referred to as genogroup III. studies have found these viruses in 7-22% of cases. Melksham). penyebab paling penting dari infantil gastroenteritis akut adalah infeksi calicivirus mungkin. o Astrovirus infection is associated with 2-9% of cases of infantile gastroenteritis worldwide. Norwalk. Setelah rotavirus.• Acute infections with group C are quite frequent in the United States and worldwide. London. China. Cruise Ship). Toronto. Bristol. Norovirus (dahulu virus Norwalk-suka). genogroup I (misalnya. o After rotavirus. making it the third most frequent cause after rotavirus and calicivirus. Parkville. and Sapovirus (formerly Sapporo-like viruses). Desert Shield. Kenya. Manchester. genogroup II (eg. o Researchers have recognized for a long time that certain enteric adenoviruses are an important cause of infantile gastroenteritis. Houston. Studies confirm that they cause 2-6% of cases. Some examples include Norovirus (formerly called Norwalk-like viruses). Lordsdale. Para peneliti telah diakui untuk waktu yang lama bahwa adenovirus enterik tertentu merupakan penyebab utama gastroenteritis kekanak-kanakan. Beberapa contoh termasuk Norovirus (dahulu disebut virus Norwalksuka). Astrovirus infeksi dikaitkan dengan 2-9% kasus gastroenteritis kekanak-kanakan seluruh dunia. Hawaii. Norovirus (formerly Norwalk-like viruses). Using broadly reactive reverse-transcription polymerase chain reaction for calicivirus to study stool specimens from children with acute gastroenteritis. The burden of astrovirus disease in developing countries might be especially high. Kenya. Snow Mountain. Camberwell. Epidemic viral gastroenteritis Wabah virus gastroenteritis o Most cases of epidemic viral gastroenteritis in adults and children are caused by the caliciviruses. Desert Shield. Studi pastikan bahwa mereka menyebabkan 2-6% kasus. Seroepidemiologic studies have shown that antibodies to caliciviruses are present in 50-90% of children younger than 2 years in Kuwait. Snow Mountain. genogroup I (eg. White River . infeksi akut dengan grup C cukup sering terjadi di Amerika Serikat dan di seluruh dunia. and South Africa. Italy. Mexico. Cruise Ship). sehingga penyebab ketiga yang paling sering setelah rotavirus dan calicivirus. Lordsdale. Norwalk.

and others . o Rotavirus and astrovirus also may cause epidemics of viral gastroenteritis. Beberapa orang menyebutnya sebagai flu usus. o Modern molecular diagnostic techniques. rumah jompo. MD oleh Warren P. dan Sapovirus (virus sebelumnya Sapporo-suka). cruise ships. sakit perut. makanan restoran. military ships. Manchester. Houston. Taman. pasien rumah sakit dan staf.• Camberwell. tapi makanan keracunan oleh bakteri seperti Salmonella juga menyebabkan gastroenteritis. college dormitories. astrovirus. dan adenovirus. Sapporo. non-grup A rotavirus. dan lain-lain . dan tempat-tempat liburan. kapal pesiar. and adenovirus. nursing homes. Some people refer to it as intestinal flu. seperti luas reaktif polymerase chain reaction reverse-transkripsi. Most gastroenteritis is caused by viruses such as Rotavirus . diarrhea. Hawaii. o Seroepidemiologic evidence suggests that the etiologies are (in descending order of frequency) caliciviruses. asrama perguruan tinggi. tetapi tidak berkaitan dengan virus influenza. dan demam. Kebanyakan gastroenteritis disebabkan oleh virus seperti Rotavirus . but it is not related to the influenza virus. such as broadly reactive reversetranscription polymerase chain reaction. telah dikaitkan dengan epidemi virus ini terkait dengan tiram. but food poisonings by bacteria like Salmonella also cause gastroenteritis. The treatment of gastroenteritis is a perfect example of the fact that infants are not just . Silberstein. Sporadic adult viral gastroenteritis Sporadis dewasa Gastroenteritis virus o Few studies have examined the causes of sporadic cases of adult viral gastroenteritis. yang kadang-kadang disebut sebagai genogroup III. Melksham). have linked these viruses to epidemics associated with oysters. Seroepidemiologic bukti menunjukkan bahwa etiologi adalah (dalam urutan frekuensi) caliciviruses. and vacation spots. and fever. day care facilities. MD 02/14/97 02/14/97 Gastroenteritis is the medical term for the illness characterized by vomiting. Toronto. meskipun mereka tidak seperti Norwalk (misalnya. Teknik modern diagnostik molekular. fasilitas penitipan anak. Norwalk . astrovirus. Gastroenteritis adalah istilah medis untuk penyakit yang ditandai dengan muntah. diare. militer kapal. restaurant food. Norwalk . abdominal pain. Beberapa penelitian telah meneliti penyebab kasus sporadis gastroenteritis virus dewasa. persediaan air masyarakat yang terkontaminasi. Manajemen Gastroenteritis by Warren P. Rotavirus dan astrovirus juga dapat menyebabkan epidemi gastroenteritis virus. hospital patients and staff. non–group A rotavirus. contaminated community water supplies. London). Silberstein.

and Imodium. fokus pada bantuan pengobatan gejala. Lomotil. since the narcotic type medications like Lomotil and Imodium slow down intestinal movement. This retention of fluids in the intestines can be dangerous in an infant. but adults rarely become dehydrated from diarrhea except with extreme cases such as with cholera. Hal yang penting untuk memahami tentang obat-obat ini adalah bahwa mereka tidak mencegah kehilangan air. Young children and infants can dehydrate much more quickly because they are smaller and therefore a smaller amount of body fluid loss will result in dehydration. Hal ini mengakibatkan kurang sering buang air besar dan penurunan kram. jika usus sangat meradang ini dapat mengakibatkan sejumlah besar cairan yang disimpan dalam usus bukan sirkulasi tubuh. dan bahwa anak-anak tidak hanya orang dewasa sedikit. Dan bahkan meskipun mereka memberikan bantuan gejala. Medications like Lomotil and Imodium work by slowing down the movement of the intestines. This results in less frequent bowel movements and decreased cramping. Hal ini umumnya tidak dianjurkan untuk menggunakan obat jenis narkotika pada . The important thing to understand about these medications is that they don't prevent water loss. Orang dewasa memiliki tanggung jawab dan rencana di mana kamar mandi sering istirahat akan memalukan dan ketidaknyamanan utama. Lomotil. dan Imodium. Adults have responsibilities and plans where frequent bathroom breaks would be embarrassing and a major inconvenience. tapi untuk bayi dan anak-anak kecil dehidrasi adalah resiko jauh lebih serius daripada untuk anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa. karena obat jenis narkotika seperti Lomotil dan Imodium memperlambat gerakan usus. Anak-anak kecil dan bayi bisa mengalami dehidrasi jauh lebih cepat karena mereka lebih kecil dan karena itu lebih sedikit kehilangan cairan tubuh akan mengakibatkan dehidrasi. Untuk semua kelompok usia risiko utama gastroenteritis adalah dehidrasi.small children. Also. In adults. Bayi di popok tidak terlalu peduli seberapa sering mereka pergi. Dehidrasi dapat terjadi pada orang dewasa jika mereka muntah dan tidak mampu untuk mempertahankan cairan. Obat seperti Kaopectate bekerja dengan mengikat air di bangku dan membuat tinja lebih kencang. Ini retensi cairan di dalam usus dapat berbahaya pada bayi. Juga. tapi orang dewasa jarang mengalami dehidrasi akibat diare kecuali dengan kasus-kasus ekstrim seperti dengan kolera. The main medications for adults are Kaopectate. And even though they provide symptomatic relief. and that children are not just little adults. Obat-obatan seperti Lomotil dan bekerja Imodium dengan memperlambat gerakan usus. Obat-obat utama untuk orang dewasa adalah Kaopectate. Dehydration can occur in adults if they are vomiting and unable to retain fluids. For all age groups the major risk of gastroenteritis is dehydration. if the intestine is severely inflamed this can result in huge amounts of fluid being retained in the intestines instead of the body circulation. the focus of treatment is on symptom relief. mereka tidak membuat Anda melupakan sakit lebih cepat. sehingga mereka tidak mencegah dehidrasi. Babies in diapers don't really care how frequently they go. Perawatan dari gastroenteritis adalah contoh sempurna dari fakta bahwa bayi tidak hanya anak-anak kecil. so they don't prevent dehydration. The mechanism of action is very similar to making cement. It is generally not advisable to use the narcotic type medications in a child under 2 years of age. they don't make you get over the illness any faster. Medicines like Kaopectate work by binding water in the stool and making the stool firmer. Pada orang dewasa. Mekanisme tindakan adalah sangat mirip dengan pembuatan semen. but for infants and small children dehydration is a much more serious risk than for older children and adults.

fokus pengobatan untuk Gastroenteritis harus pencegahan dehidrasi. dapat memperburuk muntah dan nyeri dengan mengisi perut dengan gas. Banyak orang tua yang menjadi cemas tentang mendapatkan seorang anak untuk mempertahankan beberapa makanan atau minuman dan khawatir tentang anak pergi tanpa makan terlalu lama terus mendorong makanan dan cairan pada anak sakit. Hal ini membuat kontrol muntah prioritas pertama. dan jus jelas dapat berfungsi sebagai cairan bening juga. Herb tea. tetapi mereka tidak akan menggantikan elektrolit yang hilang yang penting untuk mencegah dehidrasi. but they won't replenish the lost electrolytes which is essential for preventing dehydration. After the resting phase the child should be started slowly on clear fluids. which will replace the salts lost from vomiting and diarrhea. Herb teh. Setelah fase istirahat anak harus dimulai perlahan-lahan pada cairan bening. dapat memperburuk diare. Langkah pertama dalam pengelolaan muntah adalah untuk menempatkan perut untuk menyelesaikan beristirahat. If a child cannot tolerate even small amounts of clear fluids he needs medical attention. This makes control of vomiting the first priority. Untuk anak-anak yang lebih tua es elektrolit beku muncul seperti Revitalice atau merek Pedialyte baru mungkin bisa membantu. When children first become ill they may vomit multiple times in a row until the stomach is empty. yang mungkin terjadi dengan asupan jus berlebihan. fluida A hanya dianggap jelas jika Anda dapat melihat melalui itu saat Anda memegangnya ke arah cahaya. Soda. Jika seorang anak tidak bisa mentolerir bahkan jumlah kecil cairan bening ia membutuhkan perhatian medis. The ideal clear fluid is an electrolyte solution like Pedialyte . Pada bayi. but this is a mistake because it only ends up coming back up. the focus of treatment for gastroenteritis must be prevention of dehydration. Food and milk must be avoided until the vomiting is completely resolved since anything that sits in the stomach can provoke . yang akan menggantikan garam yang hilang dari muntah dan diare. After the initial phase calms down the stomach should be rested by not taking anything by mouth for at least 1 hour. Soda. mulai dari kecil sebagai 1 sendok teh setiap 15 menit dan secara bertahap meningkat menjadi 4 ons setiap beberapa jam. Many parents who become anxious about getting a child to retain some food or drink and worry about a child going without a meal for too long keep pushing food and fluids on the sick child. may aggravate the vomiting and the pains by filling the stomach with gas. and clear juices may serve as clear fluids as well. air. The first step in management of vomiting is to put the stomach to complete rest. can aggravate diarrhea. water. Setelah tahap awal turun menenangkan perut harus beristirahat dengan tidak mengambil apa-apa melalui mulut selama minimal 1 jam. Seorang anak yang tidak mampu mempertahankan cairan melalui mulut akan dehidrasi sangat cepat. Cairan yang jelas ideal adalah larutan elektrolit seperti Pedialyte . Terlalu banyak gula. tapi ini adalah kesalahan karena hanya berakhir sampai datang kembali . In infants. Too much sugar. kecuali itu benar-benar datar. A child who is unable to retain fluids by mouth will dehydrate very quickly. unless it is completely flat. Kaolectrolyte. Ketika anak pertama menjadi sakit mereka mungkin muntah beberapa kali berturut-turut sampai perut kosong. starting as small as 1 teaspoon every 15 minutes and gradually increasing to 4 ounces every few hours.anak di bawah 2 tahun. Kaolectrolyte. A fluid is only considered clear if you can see through it when you hold it up to light. For older children the frozen electrolyte ice pops like Revitalice or the new Pedialyte brand might be helpful. atau elektrolit cairan rehidrasi oral . as might occur with excessive juice intake. or other oral electrolyte rehydration fluid .

Roger I. atau memiliki mulut kering. but as long as you prevent dehydration that allows time for the body to recover from the illness. Direktur. Director. cries without tears. National Center for Immunization and Respiratory Diseases. is not vomiting. Sesuai preparer: Umesh D. MD. or has dry mouth. Jika seorang anak tidak sakit parah. dan memiliki selera makan. Larry Anderson. Anne Schuchat. Alexander. Pusat Nasional Imunisasi dan Penyakit Pernafasan (usulan) The material in this report originated in the National Center for Immunization and Respiratory Diseases (proposed). Jika ia telah popok kering. GA 30333. Parashar. MD. demam. Roger I. Director. Atlanta. MS A-34. NE. MD Division of Viral Diseases. boleh saja baginya untuk makan makanan lunak dan minum susu nya. James P. There isn't any medication or treatment that makes the intestines heal faster. to make up for the fluid losses. Parashar. MD. lethargy. ini adalah tanda-tanda dehidrasi yang membutuhkan perhatian medis. If a child is active and in good spirits you can be reasonably sure that he is not dehydrated. Larry Anderson. MD Umesh D. fever. MD. Materi dalam laporan ini berasal dari Pusat Nasional untuk dan Pernafasan Penyakit Imunisasi (diajukan). preferably an electrolyte solution like Pedialyte. James P. untuk menebus kerugian cairan. CDC. Corresponding preparer: Umesh D.vomiting. MBBS. Tidak ada obat atau pengobatan yang membuat usus lebih cepat sembuh. dan Divisi Penyakit virus. and has an appetite. . menangis tanpa air mata. tidak muntah. Makanan dan susu harus dihindari sampai muntah benar-benar diselesaikan karena apa pun yang duduk di perut dapat memprovokasi muntah. Direktur. Pencegahan Gastroenteritis Rotavirus antara Bayi dan Anak Recommendations of the Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP) Rekomendasi Komite Penasehat Praktek Imunisasi (ACIP) Prepared by Dipersiapkan oleh Umesh D. 1600 Clifton Rd. If he has dry diapers. Management of diarrhea in infants requires making sure that the infant drinks enough fluids. MBBS. lesu. Parashar. Glass. Jika seorang anak aktif dan bersemangat Anda dapat cukup yakin bahwa dia tidak dehidrasi. Glass. If a child is not severely ill. MD. Pengelolaan diare pada bayi memerlukan memastikan bahwa bayi minum cukup cairan.. tapi selama Anda mencegah dehidrasi yang memungkinkan waktu bagi tubuh untuk pulih dari penyakit. Alexander. National Center for Immunization and Respiratory Diseases (proposed) Divisi Viral Penyakit. MBBS. and the Division of Viral Diseases. it is okay for him to eat bland foods and drink his milk. Anne Schuchat. MD. these are signs of dehydration that require medical attention. sebaiknya larutan elektrolit seperti Pedialyte.

Pusat Nasional Imunisasi dan Penyakit Pernafasan. MBBS. manusia-sapi reassortant vaksin rotavirus (RotaTeq ®) telah diizinkan untuk digunakan pada bayi AS. dosis berikutnya harus diberikan pada 4 . 000 gawat darurat (ED) dilihat. oral. 4.Parashar. NE. Fax: 404-639-1307.000--70.70.gov . In developing countries.12 minggu. Rotavirus gastroenteritis hasil di masa kecil relatif beberapa kematian di Amerika Serikat (sekitar 20 .000 physician visits. This report presents the Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP) recommendations on use of a live. Rotavirus adalah penyebab paling umum gastroenteritis berat pada bayi dan anak-anak di seluruh dunia.000 kunjungan dokter.. Introduction Pengantar Rotavirus is the most common cause of severe gastroenteritis in infants and young children worldwide. E-mail: uap2@cdc. dan 6 bulan. The first dose should be administered between ages 6--12 weeks. Pada bulan Februari 2006. 000 rawat inap masing-masing tahun dan biaya langsung dan tidak langsung dari sekitar $ 1 miliar (3 6) ( Gambar 1 ). E-mail: uap2@cdc. human-bovine reassortant rotavirus vaccine (RotaTeq ® ) was licensed for use among US infants. GA. Atlanta. 1600 Clifton Rd 30333. CDC. tinggal lisan. oral. 205. 205000 .000 . Namun. and 55. and all 3 doses should be administered by age 32 weeks.gov . rotavirus gastroenteritis is a major cause of childhood death and is responsible for approximately half a million deaths per year among children aged <5 years ( 1 ). Subsequent doses should be administered at 4--10 week intervals. human-bovine reassortant rotavirus . gastroenteritis rotavirus merupakan penyebab utama kematian anak-anak dan bertanggung jawab untuk sekitar setengah juta kematian per tahun pada anak usia <5 tahun (1).272. dan semua 3 dosis harus diberikan pada usia 32 minggu. Summary Ringkasan In February 2006. Di negara-negara berkembang.60 kematian per tahun pada anak usia <5 tahun) (2). a live. Komite Penasehat merekomendasikan vaksinasi Praktek Imunisasi rutin pada bayi AS dengan 3 dosis vaksin rotavirus ini diberikan secara oral pada usia 2. Telepon: 404-639-4829. Vaksin Rotavirus dapat bersama-diberikan dengan vaksin anak lainnya. nearly every child in the United States is infected with rotavirus by age 5 years. resulting in approximately 410. Rotavirus gastroenteritis results in relatively few childhood deaths in the United States (approximately 20--60 deaths per year among children aged <5 years) ( 2 ).. Fax: 404-639-1307. Rotavirus vaccine can be coadministered with other childhood vaccines. Dosis pertama harus diberikan antara usia 6 . However. mengakibatkan sekitar 410. hampir setiap anak di Amerika Serikat terinfeksi dengan rotavirus pada usia 5 tahun. and 6 months.000 emergency department (ED) visits. Vaksin Rotavirus kontraindikasi untuk bayi dengan reaksi alergi yang serius untuk setiap komponen vaksin atau untuk dosis vaksin sebelumnya. A MS-34. dan mayoritas akan memiliki gastroenteritis. Rotavirus vaccine is contraindicated for infants with a serious allergic reaction to any vaccine component or to a previous dose of vaccine. The Advisory Committee on Immunization Practices recommends routine vaccination of US infants with 3 doses of this rotavirus vaccine administered orally at ages 2. dan 55. 4. and the majority will have gastroenteritis.000 hospitalizations each year and direct and indirect costs of approximately $1 billion ( 3--6 ) ( Figure 1 ).10 interval minggu.000-272. Telephone: 404-639-4829.

rotaviruses menyebabkan musiman puncak musim dingin gastroenteritis. gejala gastrointestinal biasanya diatasi dalam 3 . Sampai dengan sepertiga dari pasien memiliki suhu> 102 ° F (> 39 ° C). Di Amerika Serikat. diproduksi oleh Merck and Company. dan muntah sering mendahului terjadinya diare. such as fecally contaminated food and water and respiratory droplets ( 13 ). Setelah masa inkubasi 1 . However. manusia sapi reassortant vaksin rotavirus-. Rotaviruses juga mungkin ditularkan melalui modus lain. New Jersey) that was licensed in February 2006 by the Food and Drug Administration (FDA) for use among US infants.3 hari. watery diarrhea of limited duration to severe diarrhea with vomiting and fever that can result in dehydration with shock.14. . rotaviruses cause winter seasonal peaks of gastroenteritis. (RotaTeq ®. seperti yang terkontaminasi makanan fecally dan air dan tetesan pernafasan (13). the illness can begin abruptly. both through close person-to-person contact and through fomites ( 12 ). Whitehouse Station.14. Laporan ini menyajikan Komite Penasehat Imunisasi rekomendasi Praktek (ACIP) pada penggunaan oral hidup.15). Following an incubation period of 1--3 days. dengan aktivitas biasanya dimulai di Amerika Serikat barat daya selama November-Desember dan menyebar ke Timur Laut dengan April-Mei (5. gastroenteritis dehidrasi terjadi terutama pada anak usia 3-35 bulan. diare berair durasi terbatas pada diare berat dengan muntah dan demam yang dapat mengakibatkan dehidrasi dengan shock. produced by Merck and Company. New Jersey) yang berlisensi pada bulan Februari 2006 oleh Administrasi Makanan dan Obat (FDA) untuk penggunaan pada bayi AS. Rotaviruses adalah gudang dalam konsentrasi tinggi dalam tinja anak yang terinfeksi dan ditularkan terutama oleh rute fecal-oral. Spektrum penyakit rotavirus berkisar dari yang ringan.10% dari semua episode gastroenteritis pada anak usia <5 tahun. Rotaviruses are shed in high concentrations in the stools of infected children and are transmitted primarily by the fecal-oral route. rotaviruses are responsible for 5%-10% of all gastroenteritis episodes among children aged <5 years. Gastrointestinal symptoms generally resolve in 3--7 days. but severe. tetapi parah. dan kematian (7 .7 hari. and death ( 7-11 ). In the United States. Up to one third of patients have a temperature of >102 ° F (>39 ° C). Whitehouse Station. with activity usually beginning in the southwest United States during November--December and spreading to the Northeast by April--May ( 5. ketidakseimbangan elektrolit. The spectrum of rotavirus illness ranges from mild. Di Amerika Serikat. penyakit ini bisa dimulai tiba-tiba. Background Latar belakang Clinical and Epidemiologic Features of Rotavirus Disease Fitur klinis dan epidemiologis Penyakit Rotavirus Rotavirus infects almost all children by age 5 years.11). among the various pathogens causing gastroenteritis. electrolyte imbalance. rotaviruses bertanggung jawab untuk 5% .vaccine (RotaTeq ® . In the United States.15 ). Rotavirus menginfeksi hampir semua anak-anak dengan usia 5 tahun. and vomiting often precedes the onset of diarrhea. Rotaviruses also are probably transmitted by other modes. dehydrating gastroenteritis occurs primarily among children aged 3--35 months. baik melalui kontak orang-ke-orang dekat dan melalui fomites (12).

In the first 5 years of life. dan satu di 200. or solid organ transplantation sometimes experience severe. one in 70 will be hospitalized. Selain itu. children and adults who are immunocompromised because of congenital immunodeficiency. rekening rotavirus untuk 30% . Among adults in the United States. satu dari tujuh akan memerlukan atau ED kunjungan klinik.26 29).20). 17% of rotavirus hospitalizations occur during the first 6 months of life.16.16 ).18. Sebagai contoh. . four of five children in the United States will have rotavirus gastroenteritis ( 8. Rotavirus also is an important cause of nosocomial gastroenteritis ( 7. and 75% by age 2 years ( Figure 2 ) ( 5 ).rotaviruses lead to the most severe disease and account for a higher proportion of severe episodes leading to clinic or hospital visits ( 8. anak-anak dan orang dewasa yang immunocompromised karena imunodefisiensi kongenital. Keterbatasan data menunjukkan bahwa anak-anak dari latar belakang sosial ekonomi kurang beruntung dan bayi prematur memiliki risiko yang meningkat untuk rawat inap dari gastroenteritis. diantara berbagai patogen menyebabkan gastroenteritis.18. Di antara orang dewasa di Amerika Serikat. For example. satu di 70 akan dirawat di rumah sakit.26--29 ).9). empat dari lima anak di Amerika Serikat akan memiliki rotavirus gastroenteritis (8.9 ). dan bahkan fatal rotavirus gastroenteritis (22 25).20 ).19).50% dari seluruh rumah sakit untuk Gastroenteritis antara anak-anak AS berusia <5 tahun dan sekitar 70% dari rawat inap untuk Gastroenteritis selama puncak musiman (16 . hematopoetic transplantation. rotaviruses mengarah pada penyakit yang paling parah dan account untuk proporsi yang lebih tinggi dari episode berat yang mengarah ke kunjungan klinik atau rumah sakit (8. rotavirus accounts for 30%--50% of all hospitalizations for gastroenteritis among US children aged <5 years and approximately 70% of hospitalizations for gastroenteritis during the seasonal peaks ( 16--19 ). Rotavirus juga merupakan penyebab penting gastroenteritis nosokomial (7. parents and persons caring for children with rotavirus gastroenteritis.16. infeksi rotavirus menyebabkan gastroenteritis terutama pada wisatawan yang kembali dari negara-negara berkembang. orang immunocompromised. Among children aged <5 years in the United States. In addition. and even fatal rotavirus gastroenteritis ( 22-25 ).000 akan mati dari penyakit ini (4. Risiko untuk rotavirus gastroenteritis dan hasil tidak tampak berbeda menurut wilayah geografis di Amerika Serikat. orang tua dan orang-orang yang merawat anak-anak dengan gastroenteritis rotavirus. Limited data suggest that children from disadvantaged socioeconomic backgrounds and premature infants have an increased risk for hospitalization from gastroenteritis. one in seven will require a clinic or ED visit. transplantasi hematopoetic. Di antara anak-anak berusia <5 tahun di Amerika Serikat. atau transplantasi organ padat kadang mengalami berat. berkepanjangan. Pada tahun-tahun pertama 5 dari kehidupan. including viral gastroenteritis ( 21 ).000 will die from this disease ( 4. rotavirus infection causes gastroenteritis primarily in travelers returning from developing countries.17. dan orang dewasa yang lebih tua (30). and older adults ( 30 ). termasuk gastroenteritis virus (21). and one in 200.17.16). dan 75% pada usia 2 tahun ( Gambar 2 ) (5). prolonged. 17% dari rawat inap rotavirus terjadi selama 6 bulan pertama kehidupan. Namun. The risk for rotavirus gastroenteritis and its outcomes does not appear to vary by geographic region within the United States. 40% pada usia 1 tahun. immunocompromised persons. 40% by age 1 year.

dan sangat sensitif (sekitar 90% dibandingkan dengan deteksi oleh mikroskop elektron). Dalam uji coba vaksin. telah digunakan untuk mengkonfirmasi infeksi baru. so the most widely available method is antigen detection in the stool by an enzyme immunoassay (EIA) directed at an antigen common to all group A rotaviruses. sehingga metode yang paling banyak tersedia adalah deteksi antigen pada tinja oleh enzim immunoassay (EIA) diarahkan pada antigen umum semua kelompok Sebuah rotaviruses. Serologic methods that detect a rise in serum antibodies. cepat. and culture. Rotavirus adalah gudang dalam konsentrasi tinggi dalam tinja anak dengan gastroenteritis (yaitu. membuat mereka cocok untuk surveilans rotavirus dan diagnosis klinis. Beberapa komersial AMDAL kit yang tersedia yang murah. easy to use. making them suitable for rotavirus surveillance and clinical diagnosis.34 ). 10 12 viruses/G). mudah digunakan. Rotavirus is shed in high concentration in the stool of children with gastroenteritis (ie.7 hari setelah onset penyakit (31. but routine diagnostic testing is based primarily on testing of fecal specimens. Rotavirus antigen also has been identified in the serum of patients 3--7 days after disease onset ( 31. metode serologi yang mendeteksi peningkatan antibodi serum. Other techniques. tetapi tes diagnostik rutin didasarkan terutama pada pengujian spesimen tinja. in making decisions about use of antimicrobial agents). imunogenisitas vaksin . In vaccine trials. hibridisasi asam nukleat. dalam membuat keputusan tentang penggunaan agen antimikroba). have been used to confirm recent infections. are used primarily in research settings. Several commercial EIA kits are available that are inexpensive. primarily enzyme immunoassay for rotavirus serum immunoglobulin G (IgG) and immunoglobulin A (IgA) antibodies. nucleic acid hybridization.Laboratory Testing for Rotavirus Laboratorium Pengujian untuk Rotavirus Because the clinical features of rotavirus gastroenteritis do not differ from those of gastroenteritis caused by other pathogens. reverse transcription-polymerase chain reaction.32). sequence analysis. 10 12 virus / G). digunakan terutama dalam pengaturan penelitian. Latex agglutination and polyacrylamide gel electrophoresis might be less sensitive than EIA but are used in some settings. confirmation of rotavirus infection by laboratory testing of fecal specimens is necessary for reliable rotavirus surveillance and can be useful in clinical settings (eg. termasuk mikroskop elektron. the immunogenicity of rotavirus vaccines has been assessed by measuring rotavirus-specific IgA and neutralizing antibodies to vaccine strains ( 33. antigen Rotavirus juga telah diidentifikasi dalam serum pasien 3 . reaksi reverse transcription-polymerase chain. konfirmasi infeksi rotavirus oleh laboratorium pengujian spesimen tinja diperlukan untuk surveilans rotavirus dapat dipercaya dan dapat berguna dalam pengaturan klinis (misalnya. Karena fitur klinis rotavirus gastroenteritis tidak berbeda dari orang-orang dari gastroenteritis yang disebabkan oleh patogen lain. rapid. including electron microscopy. analisis urutan. terutama enzim immunoassay untuk rotavirus imunoglobulin serum imunoglobulin G (IgG) dan A (IgA) antibodi. aglutinasi lateks dan elektroforesis gel poliakrilamida mungkin kurang sensitif dari AMDAL tetapi digunakan dalam beberapa pengaturan. dan budaya. and highly sensitive (approximately 90% compared with detection by electron microscopy). Teknik lainnya.32 ).

Several animal species (eg. natural reassortant animalhuman strains have been identified in humans ( 41 ). Genotipe ini berkorelasi dengan baik dengan serotipe dikenal sehingga genotipe sementara ditunjuk dalam kurung (misalnya. Because characterizing the P types by traditional methods of virus neutralization is difficult. However. but animal strains of rotavirus differ from those that infect humans. Rotaviruses 70-nm nonenveloped RNA virus di Reoviridae keluarga. Karena karakteristik jenis P dengan metode tradisional netralisasi virus sulit. and Immune Response Morfologi.rotavirus telah dinilai dengan mengukur-spesifik IgA rotavirus dan menetralkan antibodi terhadap jenis vaksin (33. The viral nucleocapsid is composed of three concentric shells that enclose 11 segments of double-stranded RNA.38) ( Gambar 3 ). P1B [4] G2. primates and cows) are susceptible to rotavirus infection and suffer from rotavirus diarrhea. G9). tetapi strain hewan dari rotavirus berbeda dari orang-orang yang menginfeksi manusia. viruses containing six distinct P and G combinations are most prevalent: P1A[8]G1. and two are being investigated as . P1A [8] G9. Meskipun strain rotavirus manusia yang memiliki tingkat tinggi homologi genetik dengan jenis binatang yang telah diidentifikasi (39-41). dan P2A [ 6] G9 (37.36). the glycoprotein (G protein). Kedua protein menentukan serotipe virus dan dianggap penting untuk pengembangan vaksin karena mereka adalah target untuk menetralisir antibodi yang mungkin penting untuk perlindungan (35. P1A [8] G4. P1A [8]). P1A [8]). protein protease-dibelah (P protein) dan VP7. P1A [8] G3. The nukleokapsid virus terdiri dari tiga cangkang konsentris yang menyertakan 11 segmen double-stranded RNA. primata dan sapi) yang rentan terhadap infeksi rotavirus dan menderita diare rotavirus. dan Respon Imun Rotaviruses are 70-nm nonenveloped RNA viruses in the family Reoviridae . The outermost layer contains two structural viral proteins (VP): VP4. Because the two gene segments that encode these proteins can segregate independently. P1A[8] G3. P1A[8] G4.ke manusia transmisi hewan tampaknya biasa. the protease-cleaved protein (P protein) and VP7. Beberapa spesies hewan (misalnya. P1B[4] G2. In the United States. P1A[8] G9. Komposisi Antigen. Morphology. a typing system consisting of both P and G types has been developed. Antigen Composition.36 ). Karena dua segmen gen yang menyandikan protein ini dapat memisahkan secara mandiri. Di Amerika Serikat. glikoprotein (protein G). Although human rotavirus strains that possess a high degree of genetic homology with animal strains have been identified ( 39--41 ). virus mengandung enam P berbeda dan kombinasi G yang paling lazim: P1A [8] G1. G9). animal-to-human transmission appears to be uncommon. these strains are generally designated by their G serotype specificity (serotypes G1-4. metode molekuler telah digunakan untuk menentukan genotipe berdasarkan analisis urutan. strain ini umumnya ditunjuk oleh spesifisitas serotipe G mereka (serotipe G1-4. Lapisan terluar mengandung dua protein virus struktural (VP): VP4.34). These genotypes correlate well with known serotypes so the genotypes are tentatively designated in brackets (eg. These two proteins define the serotype of the virus and are considered critical to vaccine development because they are targets for neutralizing antibodies that might be important for protection ( 35. molecular methods have been used to define genotype based on sequence analysis. sistem mengetik yang terdiri dari kedua jenis P dan G telah dikembangkan.38 ) ( Figure 3 ). and P2A[6] G9 ( 37.

and fourth infections confer progressively greater protection against severe disease ( 43 ). Beberapa alasan ada untuk mengadopsi bayi vaksinasi sebagai ukuran kesehatan dasar masyarakat untuk pencegahan penyakit rotavirus parah di Amerika Serikat.vaccine candidates ( 42 ). and in some studies. rates of rotavirus illness among children in industrialized and less-developed countries are similar. serumneutralizing antibody response to the virus. dan dua sedang diselidiki sebagai kandidat vaksin (42). termasuk studi vaksin. The influence of cell-mediated immunity is less clearly understood but probably is related both to recovery from infection and to protection against subsequent disease ( 48. and 88% are protected against severe rotavirus gastroenteritis. First. including vaccine studies. in other studies. Infeksi pertama dengan rotavirus mentol tersebut menghasilkan serum antibodi penetral homotypic respon. therefore. Although children can be infected with rotavirus several times during their lives.45). ketiga.49 ).43. However. Setelah infeksi alami tunggal. Second. terutama untuk virus. correlation between serum antibody and protection has been poor ( 46 ). Walaupun anak-anak dapat terinfeksi dengan beberapa kali rotavirus selama hidup mereka.47 ). dan infeksi berikutnya mendatangkan heterotypic. infeksi awal setelah usia 3 bulan yang paling mungkin menyebabkan gastroenteritis berat dan dehidrasi (43 . Pengaruh-dimediasi kekebalan sel kurang jelas dimengerti tapi mungkin berkaitan baik untuk pemulihan dari infeksi dan untuk perlindungan terhadap penyakit berikutnya (48. Kedua. respon lebih luas (7. antibodi serum terhadap VP7 dan VP4 telah berkorelasi dengan perlindungan.47). further improvements in water or hygiene are unlikely to have a substantial impact on disease prevention ( 8. alam strain hewan-manusia reassortant telah diidentifikasi pada manusia (41). serum antibodies against VP7 and VP4 have correlated with protection.49). Pertama. dan dalam beberapa studi. indicating that clean water supplies and good hygiene have little effect on virus transmission. Both serum and mucosal antibodies are probably associated with protection. 75% dilindungi dari rotavirus gastroenteritis berikutnya. Rationale for Rotavirus Vaccination Alasan untuk Vaksinasi Rotavirus Several reasons exist to adopt vaccination of infants as the primary public health measure for prevention of severe rotavirus disease in the United States. Berkorelasi kekebalan perlindungan dari infeksi rotavirus dan penyakit tidak sepenuhnya dipahami. dan infeksi keempat memberikan perlindungan semakin besar terhadap penyakit yang parah (43). third. korelasi antara antibodi serum dan proteksi telah miskin (46). 40% of children are protected against subsequent infection with rotavirus. and subsequent infections elicit a broader. Namun. dan 88% dilindungi terhadap rotavirus gastroenteritis berat. tingkat penyakit rotavirus antara anak-anak . Namun. 75% are protected against subsequent rotavirus gastroenteritis. Baik antibodi serum dan mukosa mungkin berkaitan dengan perlindungan. initial infection after age 3 months is most likely to cause severe gastroenteritis and dehydration ( 43--45 ). heterotypic response ( 7. The immune correlates of protection from rotavirus infection and disease are not fully understood. The first infection with rotavirus elicits a predominantly homotypic.50--52 ). After a single natural infection. 40% dari anak-anak dilindungi terhadap infeksi berikutnya dengan rotavirus. dalam penelitian lain.

despite the widespread availability of oral rehydration solutions and recommendations by experts. tidak akan mencegah semua penyakit berikutnya. will not prevent all subsequent disease. dan kematian). tetapi harus mencegah sebagian besar kasus penyakit rotavirus parah dan gejala sisa mereka (misalnya. karena itu. berbasis tetravalen vaksin rotavirus rhesus. yang meniru infeksi pertama alami seorang anak. Third. for the use of oral rehydration solutions in the treatment of dehydrating gastroenteritis ( 53. WyethLederle Vaccines and Pediatrics) ( 66 ).di negara industri dan kurang berkembang adalah serupa.55. 54 ). in the United States. studi infeksi rotavirus alam menunjukkan bahwa infeksi awal melindungi terhadap gastroenteritis berat selanjutnya. 4. untuk penggunaan larutan rehidrasi oral dalam pengobatan gastroenteritis dehidrasi (53. di Amerika Serikat.43. menunjukkan bahwa pasokan air bersih dan kebersihan yang baik memiliki sedikit efek pada penularan virus. Subsequently. Therefore. tarif rawat inap untuk Gastroenteritis pada anak-anak hanya turun 16% selama 1979-1995 (5. meskipun infeksi tanpa gejala berikutnya dan penyakit ringan masih mungkin terjadi (43. multivalent hewan-manusia reassortant vaksin rotavirus dikembangkan dengan menggunakan reassortment gen (65).6). perbaikan lebih lanjut dalam air atau kebersihan tidak mungkin memiliki dampak besar pada penyakit pencegahan (8. For example. Pada tahun 1998. tingkat tinggi morbiditas rotavirus terus terjadi meskipun terapi yang tersedia. 54 ). the rate of hospitalizations for gastroenteritis in young children declined only 16% during 1979--1995 ( 5. RRV-TV (Rotashield ®. Rotavirus Vaccines Vaksin Rotavirus Background Latar belakang The first rotavirus vaccines were based on monovalent rotavirus strains isolated from either bovine or rhesus hosts. vaksinasi awal kehidupan. RRV-TV (Rotashield ® .50 .55. . multivalent animal-human reassortant rotavirus vaccines were developed by using gene reassortment ( 65 ). physician visits. In 1998.56 ). but should prevent most cases of severe rotavirus disease and their sequelae (eg. tetapi perkembangan mereka ditinggalkan karena kemanjuran variabel dalam uji klinis (57-64).6 ). vaccination early in life. and deaths). dianjurkan untuk vaksinasi rutin bayi AS dengan 3 dosis pada usia 2. Kedua. Second. Ketiga. dehydration. was recommended for routine vaccination of US infants with 3 doses at ages 2. Selanjutnya. meskipun ketersediaan luas solusi rehidrasi oral dan rekomendasi oleh para ahli. Wyeth-Lederle Vaksin dan Pediatrics) (66).52). a rhesus-based tetravalent rotavirus vaccine. Vaksin Rotavirus pertama berdasarkan strain rotavirus monovalen terisolasi dari salah satu atau rhesus host lembu. rumah sakit. studies of natural rotavirus infection indicate that initial infection protects against subsequent severe gastroenteritis. dehidrasi. including the American Academy of Pediatrics and CDC. 4. but their development was abandoned because of variable efficacy in clinical trials ( 57--64 ). kunjungan dokter. Sebagai contoh. a high level of rotavirus morbidity continues to occur despite available therapies. although subsequent asymptomatic infections and mild disease might still occur ( 43. Oleh karena itu. which mimics a child's first natural infection.56). and 6 months ( 67 ). hospitalizations. termasuk American Academy of Pediatrics dan CDC.

and the vaccine was not further tested or used in any country. selain intussusception. RRV-TV had not yet been introduced in any other national vaccination program globally. the risk associated with the first dose of RRV-TV was estimated to be approximately 1 case per 10. increased with increasing age at vaccination ( 71. and possibly the relative risk for intussusception associated with the first dose of RRV-TV. including gastroenteritis and bloody stools ( 74 ). Certain researchers have reassessed the data on RRV-TV and intussusception and have suggested that the risk for intussusception was age-dependent and that the absolute number of intussusception events. with a smaller (approximately five-fold) increase in risk within 3--14 days after the second dose. concluded that risk for RRV-TV-associated intussusception was high in infants vaccinated after age 60 days and that insufficient evidence was available to conclude that the use of RRV-TV at age <60 days was associated with a lower risk ( 73 ). Pada saat pengunduran diri. GSK Biologicals. Organisasi Kesehatan Dunia Global Komite Penasehat Keamanan Vaksin (GACVS). besides intussusception. RRV-TV was withdrawn from the US market within 1 year of its introduction because of its association with intussusception ( 68 ). At the time of its withdrawal. risiko yang terkait dengan dosis pertama RRV-TV diperkirakan sekitar 1 kasus per 10. Belgium). Namun. RIX 4414 (RotaRix ® .72 ).000 vaccine recipients ( 70 ).72). Overall. termasuk gastroenteritis dan tinja berdarah (74). the World Health Organization Global Advisory Committee on Vaccine Safety (GACVS).dan 6 bulan ( 67 ). setelah meninjau semua data yang ada. meningkat dengan bertambahnya usia pada vaksinasi (71. Suatu vaksin . However. disimpulkan bahwa risiko untuk intussusception RRV-TV terkait tinggi pada bayi divaksinasi setelah usia 60 hari dan bahwa bukti yang cukup tersedia untuk menyimpulkan bahwa penggunaan RRV-TV pada usia <60 hari dikaitkan dengan risiko lebih rendah (73). Namun. Postlicensure surveillance suggested that.76 ). Risiko intussusception adalah yang paling tinggi (> kali lipat kenaikan 20) dalam waktu 3 . surveilans Postlicensure menyarankan bahwa. RRV-TV juga dikaitkan dengan spektrum gejala gastrointestinal lain. GACVS noted that the possibility of an age-dependent risk for intussusception should be taken into account in assessing rotavirus vaccines.14 hari setelah menerima dosis pertama RRV-TV (69). dan mungkin resiko relatif untuk intussusception terkait dengan dosis pertama RRV-TV.000 penerima vaksin (70). RRV-TV also was associated with a spectrum of other gastrointestinal symptoms. RRV-TV belum diperkenalkan di setiap program vaksinasi nasional lainnya secara global.14 hari setelah dosis kedua. However. RRVTV ditarik dari pasar AS dalam waktu 1 tahun karena pengenalan dasar dengan intussusception ( 68 ). dan vaksin itu tidak diuji lebih lanjut atau digunakan di negara manapun. has shown a clinical efficacy of 85% against severe rotavirus disease in recent trials ( 75. after reviewing all the available data. dengan peningkatan (sekitar lima kali lipat) lebih kecil dalam risiko dalam waktu 3 . A monovalent vaccine based on an attenuated human rotavirus strain of P1A[8] G1 specificity. The risk for intussusception was most elevated (>20-fold increase) within 3--14 days after receipt of the first dose of RRV-TV ( 69 ). Secara keseluruhan. Beberapa peneliti telah mengkaji ulang data pada RRV-TV dan intussusception dan telah menyarankan bahwa risiko untuk intussusception adalah tergantung umur dan jumlah absolut kejadian intussusception. GACVS mencatat bahwa kemungkinan resiko tergantung usia untuk intussusception harus diperhitungkan dalam menilai vaksin rotavirus.

Asia. pada tahun 1981 dan passaged 12 kali di Afrika sel ginjal monyet hijau (79). Pada Juni 2006. Virus reassortant kelima mengekspresikan protein lampiran (P1A [8]) dari induk strain rotavirus manusia dan G6 protein kapsid luar dari induk sapi strain rotavirus. Afrika.76) . oral vaccine that contains five reassortant rotaviruses developed from human and bovine parent rotavirus strains ( Box ) ( 78 ). Orangtua bovine strain Wistar Calf Rotavirus 3 (WC3) diisolasi dari anak sapi dengan diare di Chester County. As of June 2006. Each 2-mL vial of vaccine contains the following minimum concentration of the reassortants: G1 .8 ° C ) sampai dengan 24 bulan.000 infants. GSK Biologicals.8 X .2. dan Venezuela. G2 .2. Asia. RotaTeq ® terdiri dari lima-sapi reassortants manusia disuspensikan dalam larutan buffer (natrium sitrat dan fosfat) dan stabilizer (sukrosa) yang dapat disimpan didinginkan pada 36 ° F . Dalam sidang sekitar 60. tidak ada peningkatan intussusception tercatat di antara penerima vaksin versus plasebo (77). Africa. G3. in 1981 and was passaged 12 times in African green monkey kidney cells ( 79 ). RotaRix ® dilisensikan di sekitar 30 negara di Amerika Latin. Sebuah aplikasi lisensi belum disampaikan di Amerika Serikat. RotaRix ® is licensed in approximately 30 countries in Latin America. Para reassortants disebarkan dalam sel Vero menggunakan teknik kultur jaringan standar tanpa adanya agen anti jamur. In a trial of approximately 60. G2. Panama.2 X 10 6 infectious units.000 bayi. or G4) from the human rotavirus parent strain and the attachment protein (P7[5]) from the bovine rotavirus parent strain. G3. Belgia).46 ° F (2 ° C . Empat rotaviruses reassortant mengungkapkan salah satu protein kapsid luar (G1. and in countries of the European Union and has been introduced into national vaccination programs in Brazil. vaksin hidup yang berisi lima rotaviruses reassortant dikembangkan dari sapi induk dan strain rotavirus manusia ( Kotak ) (78). Panama.monovalen berdasarkan strain rotavirus manusia dilemahkan dari P1A [8] spesifisitas G1. Pennsylvania. Pennsylvania. G2. Rix 4414 (RotaRix ®. Human-Bovine Reassortant Rotavirus Vaccine (RotaTeq ® ) Manusia-Sapi reassortant Vaksin Rotavirus (RotaTeq ®) The 2006 US licensed RotaTeq ® is a live. RotaTeq ® consists of the five human-bovine reassortants suspended in a solution of buffer (sodium citrate and phosphate) and stabilizer (sucrose) that can be stored refrigerated at 36 ° F--46 ° F (2 ° C--8 ° C) for up to 24 months. and Venezuela. The fifth reassortant virus expresses the attachment protein (P1A[8]) from the human rotavirus parent strain and the outer capsid protein G6 from the bovine rotavirus parent strain. atau G4) dari induk strain rotavirus manusia dan protein lampiran (P7 [5]) dari strain induk sapi rotavirus. dan di negara-negara Uni Eropa dan telah diperkenalkan ke dalam program vaksinasi nasional di Brazil. The parent bovine rotavirus strain Wistar Calf 3 (WC3) was isolated from a calf with diarrhea in Chester County. telah menunjukkan kemanjuran klinis dari 85% terhadap penyakit rotavirus parah dalam uji coba terakhir (75. Tahun 2006 US berlisensi RotaTeq ® adalah oral. A licensure application has not yet been submitted in the United States. Four reassortant rotaviruses express one of the outer capsid proteins (G1. no increase in intussusception was noted among recipients of the vaccine versus placebo ( 77 ). The reassortants are propagated in Vero cells using standard tissue culture techniques in the absence of antifungal agents.

2.324 infants (36. and seroconversion was defined as a threefold or greater rise in antibody titer from baseline. Efficacy Kemanjuran The efficacy of the final formulation of RotaTeq ® has been evaluated in two phase III trials ( 80. and the diphtheria and tetanus antigens in diphtheria.3 X 10 6 infectious units.423 in the RotaTeq ® group. G4 . sodium phosphate monobasic monohydrate. G3 . hepatitis B vaccine. and pertussis vaccine (DTaP) (Merck. No preservatives or thimerosal are present. and 76 persons who received a mixed regimen). RotaTeq ® has been tested in three phase III trials. In clinical trials. a rise in titer of rotavirus group-specific serum IgA antibodies was used as one of the measures of the immunogenicity of RotaTeq ® . the efficacy of RotaTeq ® after completion of a 3-dose regimen against rotavirus gastroenteritis of any severity was 74% (95% confidence interval [CI] = 67%--79%) and against severe rotavirus gastroenteritis was 98% (CI = 90%--100%) ( Table 1 ). Serconversion rates for IgA antibody to rotavirus were 93%--100% among 439 vaccine recipients versus 12%--20% in 397 recipients of the placebo ( 80 ).81 ).10 6 infectious units. including a large-scale clinical trial of approximately 70. and P1 . Trace amounts of fetal bovine serum might be present. When administered simultaneously.0 X 10 6 infectious units. insufficient immunogenicity data are available to confirm lack of interference when RotaTeq ® is administered concomitantly with childhood vaccines to prevent pertussis. Sera were collected before vaccination and approximately 2 weeks after the third dose. 35. vomiting. polysorbate 80. In these trials.825 in the placebo group. and safety of RotaTeq ® are summarized below. The vaccine formulation contains sucrose. pneumococcal conjugate vaccine. Data from these trials on immunogenicity. Because validation of the pertussis assays is still under review. Phase III trials of RotaTeq ® have involved 72. 3 doses of RotaTeq ® were administered orally beginning at age 6--12 weeks with a 4--10-week interval between doses. sodium citrate.2. Efficacy was observed against all G14 and G9 serotypes ( Table 2 ). 2005).2. unpublished data. but relatively few non-G1 rotavirus cases were reported. a 3-dose series of RotaTeq ® does not diminish the immune response to Haemophilus influenzae type b conjugate (Hib) vaccine. Severe rotavirus gastroenteritis was defined as a score >16 on an established 24-point severity scoring system based on the intensity and duration of fever. Immunogenicity The immune correlates of protection from rotavirus infection and disease are not fully understood. . and tissue culture media. with the United States and Finland accounting for approximately 80% of all enrolled persons ( 80 ). inactivated poliovirus vaccine (IPV).000 infants in 11 countries. tetanus. In these trials. efficacy. and changes in behavior ( 80 ). sodium hydroxide. diarrhea.2 X 10 6 infectious units.

Efficacy against all gastroenteritis hospitalizations of any etiology was 59% (CI = 56%--65%). For the prespecified 42-day postvaccination endpoint.6. ED visits by 94% (CI = 89%--97%).4--6. RotaTeq ® reduced the incidence of office visits by 86% (CI = 74%--93%). CI = 0. including intussusception.038 persons during the first 2 years of life ( 81 ). surgical. the period of greatest risk for intussusception associated with the RRV-TV vaccine. parents/legal guardians of all persons were contacted by telephone or home visit on approximately day 7. Adverse Events Post-Vaccination Intussusception The risk for intussusception was evaluated in 71. Among 204 vaccinated infants born prematurely (<37 weeks' gestation). Other Adverse Events Serious adverse events and deaths were evaluated in 71.9. In a large-scale safety and efficacy trial designed specifically to evaluate the risk for intussusception ( 80 ). CI = 46%--82%).In a large study.566 infants breastfed exclusively. six cases of intussusception were observed in the RotaTeq ® group versus five cases of intussusception in the placebo group (multiplicity adjusted relative risk = 1. Neither breastfeeding nor concurrent administration of other childhood vaccines appears to diminish the efficacy of a 3-dose series of RotaTeq ® .4--1. No evidence of clustering of cases of intussusception was observed within a 7. and autopsy criteria. the efficacy of RotaTeq ® against office visits for rotavirus gastroenteritis was evaluated among 5. CI = 54%--78%) was comparable to that among 1.673 persons and against ED visits and hospitalizations for rotavirus gastroenteritis among 68. among enrolled children. The efficacy of RotaTeq ® in the second rotavirus season postvaccination was 63% (CI = 44%--75%) against rotavirus gastroenteritis of any severity and 88% (CI = 49%--99%) against severe rotavirus gastroenteritis. CI = 0. Data on the efficacy of <3 doses of RotaTeq ® are limited.or 14-day window post-vaccination for any dose. Among 1. and hospitalizations for rotavirus gastroenteritis by 96% (CI = 91%--98%) ( Table 3 ). the point estimate of vaccine efficacy against rotavirus gastroenteritis of any severity was comparable to that among nonpremature infants (70%. but the confidence bounds included zero because of the small sample size. and 42 after each vaccination. CI = -15%-95%). the efficacy of RotaTeq ® against rotavirus gastroenteritis of any severity (68%.725 infants enrolled in phase III trials. For the 1-year follow-up period after administration of the first dose. 14.9).725 persons enrolled in phase III efficacy trials. Parents were asked about all serious adverse experiences. Among RotaTeq ® and placebo recipients. and every 6 weeks thereafter for up to 1 year after the first dose.632 infants who were never breastfed (68%. Potential intussusception cases were adjudicated according to a prespecified case definition that included radiographic.4). the incidence of serious adverse events . 13 cases of intussusception were observed in the RotaTeq ® group versus 15 cases of intussusception in the placebo group (multiplicity adjusted relative risk: 0.

and 0.4% versus 2. In the 7-day postvaccination period.5% versus 5. Preterm infants RotaTeq ® or placebo was administered to 2. The most common cause of death (accounting for 17 of the 52 deaths) was sudden infant death syndrome (SIDS). respectively). shedding was observed as early as 1 day and as late as 15 days after a dose. 1% excess of nasopharyngitis (7% versus 6%. respectively). diarrhea.3%.(2. The potential for horizontal transmission of vaccine virus was not assessed through epidemiologic studies. respectively) and hematochezia (0.8%. vaccinees had a small but statistically significantly greater rate of diarrhea. and deaths from SIDS were equally distributed among RotaTeq ® and placebo recipients (n=eight and nine. including deaths (<0. . and one of 385 (0.3%. respectively). with an excess of 1% after dose 1 (10% versus 9%. respectively). All preterm infants were monitored for severe adverse events. zero of 249 (0. respectively).1% versus 0. 2% excess of otitis media (15% versus 13%. The incidence of fever and irritability during the 7-day period after any vaccine dose was similar among RotaTeq ® and placebo recipients. No cases of intussusception were reported among preterm infants. with an excess of 2% after dose 1 (7% versus 5%.5% versus 0. Shedding and Transmission of Vaccine Virus Fecal shedding of vaccine virus was evaluated by EIA in a subset of persons enrolled in the phase III trials by obtaining a single stool sample during days 4--6 following each vaccination visit and from all children who submitted a rotavirus antigen positive stool specimen at any time. and 3% after any dose (18% versus 15%. respectively). In the 42-day period postvaccination.3%) persons after dose 1. vaccinees had a small but statistically significantly greater rate of certain symptoms compared with placebo recipients. In phase III studies.9%. respectively). vaccinees had a small but statistically significantly greater rate of vomiting. median: 34 weeks) in the phase III trials. respectively) and 2% after any dose (12% and 10%. Among RotaTeq ® and placebo recipients. Vaccine virus was shed in 32 of 360 (8.6%. 3% excess of diarrhea (24% versus 21%. and a subset of 308 was monitored in detail for all adverse events. fever.1% [n=25] versus <0. and vomiting). respectively). respectively) was similar. the incidence of reported episodes of fever (43% versus 43%. Two deaths each were reported among preterm infants administered RotaTeq ® (one SIDS and one motorvehicle accident) and placebo (one SIDS and one unknown cause). including 1% excess of vomiting (15% versus 14%. was similar. respectively).2%--12.1%--1. 3% after dose 2 (9% versus 6%. the incidence of serious adverse events (5.7%.722 persons was studied in detail to assess other potential adverse experiences (eg. respectively) was similar. CI = 6. respectively).4%) after dose 3. A subset of 11.1% [n=27].4% excess of bronchospasm (1. respectively). Similarly.070 preterm infants (25--36 weeks' gestational age. CI = <0. respectively).5%) persons after dose 2. CI = 0%--1. No deaths were attributed to vaccination by blinded investigators. Among preterm infants administered RotaTeq ® and placebo.

vaccination is likely to be cost-saving at a total cost per child (including administration costs) of up to $66 per child (approximately $12 per vaccine dose). 137. Additional information on stability under conditions other than those recommended is available by calling 1-800-637-2590.000 fewer physician visits. and all 3 doses of vaccine should be administered by age 32 weeks.000 fewer hospitalizations. RotaTeq ® should be administered as soon as possible after being removed from refrigeration. 4. From the societal perspective. Each tube contains a single 2-mL dose of the vaccine as a liquid buffered-stabilized solution that is pale yellow in color but might have a pink tint. Infants who have had rotavirus gastroenteritis before receiving the full course of rotavirus .000 fewer ED visits. the rest of the rotavirus vaccination series should be completed as per the schedule because timing of the first dose should not affect the safety and efficacy of the second and third dose. and 13 fewer deaths per year in children aged <5 years. vaccine coverage rates. and Storage RotaTeq ® is provided in a squeezable plastic dosing tube with a twist-off cap designed to allow for the vaccine to be administered directly to infants by mouth. and 6 months would result in 255. investigators estimated that a national rotavirus vaccination program in which 3 doses of RotaTeq ® are administered at ages 2. a rotavirus vaccination program would most likely have a net cost to society (CDC. For infants in whom the first dose of rotavirus vaccine is inadvertently administered off label at age > 13 weeks.Vaccine Administration. and health costs. Subsequent doses should be administered at 4-10-week intervals. a rotavirus vaccination program would most likely have a net cost to the health-care system. vaccine efficacy. Handling. 4. allowing for storage at refrigerator temperatures (36 ° F--46 ° F [2 ° C--8 ° C]) for 24 months. The first dose should be administered between ages 6--12 weeks. and at a cost of more than $268 per child (approximately $79 per dose). Recommendations for the Use of Rotavirus Vaccine Routine Administration ACIP recommends routine vaccination of US infants with 3 doses of rotavirus vaccine administered orally at ages 2. and at a cost of more than $143 per child (approximately $38 per dose). Vaccination should not be initiated for infants aged >12 weeks because of insufficient data on safety of the first dose of rotavirus vaccine in older infants. Vaccine should not be administered after age 32 weeks because of insufficient data on the safety and efficacy of rotavirus vaccine in infants after this age. Cost-Effectiveness Analysis In an analysis that used estimates of current rotavirus disease burden. unpublished data. vaccination is likely to be cost-saving at a total cost per child of up to $156 per child (approximately $42 per dose). This formulation protects the vaccine virus from gastric acid and stabilizes the vaccine. and 6 months ( Table 4 ). 44. A higher-priced vaccine would be increasingly unlikely to be cost-saving. From the health-care perspective alone. A higher-priced vaccine would be increasingly unlikely to be cost-saving. 2006).

and with or without low-grade fever ( 82 ). including • • • infants with blood dyscrasias. insufficient immunogenicity data are available to confirm lack of interference of immune responses when rotavirus vaccine is concomitantly administered with childhood vaccines to prevent pertussis. or solid organ transplantation sometimes experience severe. Children and adults who are immunocompromised because of congenital immunodeficiency. IPV. Hib vaccine. Like other vaccines. lymphomas of any type. prolonged. rotavirus vaccine can be administered to infants with transient. mild illnesses.vaccinations should still initiate or complete the 3-dose schedule because the initial infection frequently provides only partial immunity. cellular immune deficiencies. IPV. hematopoetic transplantation. and even fatal rotavirus gastroenteritis ( 22--25 ). hepatitis B vaccine. and pneumococcal conjugate vaccine. Available evidence suggests that the rotavirus vaccine does not interfere with the immune response to the Hib vaccine. Because validation of the pertussis assays is still under review. Infants who are being breastfed can receive rotavirus vaccine. . or other malignant neoplasms affecting the bone marrow or lymphatic system. including human immunodeficiency virus/acquired immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS) or other clinical manifestations of infection with HIV. and the diphtheria and tetanus antigens in DTaP. Precautions Kewaspadaan Altered Immunocompetence Practitioners should consider the potential risks and benefits of administering rotavirus vaccine to infants with known or suspected altered immunocompetence. Simultaneous Administration Rotavirus vaccine can be administered together with DTaP. infants on immunosuppressive therapy (including high-dose systemic corticosteroids). and pneumococcal conjugate vaccine. hepatitis B vaccine. infants with primary and acquired immunodeficiency states. leukemia. Contraindications Kontraindikasi Rotavirus vaccine should not be administered to infants who have severe hypersensitivity to any component of the vaccine or who have experienced a serious allergic reaction to a previous dose of rotavirus vaccine. The efficacy of rotavirus vaccine is similar among breastfed and nonbreastfed infants. no safety or efficacy data are available for the administration of rotavirus vaccine to infants who are potentially immunocompromised. However.

a shorter deferral interval should be used to ensure the first dose is administered before age 13 weeks. congenital malabsorption syndromes. or persistent vomiting of unknown cause). the immunogenicity and efficacy of rotavirus vaccine can theoretically be compromised. Intussusception .• and hypogammaglobulinemic and dysgammaglobu-linemic states. Data are insufficient from the clinical trials to support administration of rotavirus vaccine to infants with indeterminant HIV status who are born to mothers with HIV/AIDS. rotavirus vaccine should be deferred for 42 days following receipt of an antibody-containing product if possible. Infants with preexisting chronic gastrointestinal conditions who are not undergoing immunosuppressive therapy should benefit from rotavirus vaccine vaccination. < /P> Acute Gastroenteritis In usual circumstances. In general. Hirschsprung's disease. rotavirus vaccine should not be administered to infants with acute. if the 42-day deferral would cause the first dose of rotavirus vaccine to be scheduled for age > 13 weeks. However. the safety and efficacy of rotavirus vaccine have not been established for infants with these preexisting conditions (eg. infants with mild acute gastroenteritis can be vaccinated. moderate-to-severe gastroenteritis until the condition improves. Namun. short-gut syndrome. This precaution avoids superimposing adverse effects of the vaccine on the underlying illness or mistakenly attributing a manifestation of the underlying illness to the vaccine. within 42 days. In these infants. particularly if the delay in vaccination might be substantial and might make the child ineligible to receive vaccine (eg. For example. aged > 13 weeks before vaccination is initiated). and the benefits outweigh the theoretical risks. However. including immunoglobulins. Rotavirus vaccine has not been studied among infants with concurrent acute gastroenteritis. Preexisting Chronic Gastrointestinal Disease Practitioners should consider the potential risks for and benefits of administering rotavirus vaccine to infants with preexisting chronic gastrointestinal disease. However. Moderate-to-Severe Illness Infants with moderate-to-severe illness should be vaccinated as soon as they have recovered from the acute phase of the illness ( 82 ). and infants who have received a blood transfusion or blood products. infants who receive oral poliovirus vaccine (OPV) during an episode of acute gastroenteritis in some instances have diminished poliovirus antibody responses to OPV ( 83 ).

Furthermore. after changing a diaper). However. Special Situations Situasi Khusus Premature Infants (<37 weeks' gestation) Practitioners should consider the potential risks for and benefits of vaccinating premature infants against rotavirus. although a relatively small number of preterm infants have been evaluated. the safety and efficacy of rotavirus vaccine appears to be similar for premature and term infants. Available prelicensure data from a trial of 70. ACIP considers that the benefits of rotavirus vaccine vaccination of premature infants outweigh the theoretical risks. In clinical trials. the risks for and the benefits of vaccination should be considered when vaccinating infants with a previous episode of intussusception. Therefore. and are clinically stable. The lower level of maternal antibody to rotaviruses in very low birthweight. RRV-TV. vaccination of young children would avoid . In addition. until postlicensure data on safety of rotavirus vaccine are available. To minimize potential virus transmission. In addition. additional postlicensure surveillance data are required to confirm that the vaccine is not associated with intussusception at a lower rate than would have been detected in prelicensure trials. are being or have been discharged from the hospital nursery. ACIP supports vaccination of prematurely born infants if they are at least aged 6 weeks. The majority of women of childbearing age would have pre-existing immunity to rotavirus and so the risk for infection and disease from potential exposure to the attenuated vaccine virus strain is low. Limited data suggest that premature infants are at increased risk for hospitalization from viral gastroenteritis during their first year of life ( 21 ). premature infants theoretically could increase the risk for adverse reactions from rotavirus vaccine. no evidence exist that rotavirus infection or disease during pregnancy poses any risk to the fetus. all members of the household should employ measures such as good hand washing after contact with the feces of the vaccinated infant (eg. Exposure of Pregnant Women to Vaccinated Infants Infants living in households with pregnant women can be vaccinated.000 infants indicated no evidence of an association between intussusception and the current vaccine.Following administration of a previously licensed rotavirus vaccine. The majority of experts believe the protection of the immunocompromised household member afforded by vaccination of young children in the household outweighs the small risk for transmitting vaccine virus to the immunocompromised household member and any subsequent theoretical risk for vaccine virus-associated disease. data suggest that infants with a history of intussusception might be at higher risk for a repeat episode than other infants. an increased risk for intussusception was observed. Exposure of Immunocompromised Persons to Vaccinated Infants Infants living in households with persons who have or are suspected of having an immunodeficiency disorder or impaired immune status can be vaccinated. Until further data are available.

Hospitalization After Vaccination If a recently vaccinated child is hospitalized for any reason.hhs. Enhanced Postlicensure Surveillance for Adverse Events In prelicensure clinical trials. The National Childhood Vaccine Injury Act requires health-care providers to report to VAERS any event listed by the vaccine manufacturer as a contraindication to subsequent doses of the vaccine or any event listed in the Reportable Events Table ( http://vaers. no precautions other than routine universal precautions need be taken to prevent the spread of vaccine virus in the hospital setting. Additional data on safety and efficacy are needed to evaluate the benefits of and risks for readministration. or vomits during or after administration of vaccine. and no specific conditions are listed for reporting. The infant can receive the remaining recommended doses of rotavirus vaccine at appropriate intervals. The VSD project includes information on persons enrolled in eight large health maintenance organizations.htm ) that occurs within the specified period after vaccination.gov/reportable. postlicensure monitoring will include enhanced review of adverse events reported to VAERS. with an annual birth cohort of >90.gov . Regurgitation of Vaccine The practitioner should not readminister a dose of rotavirus vaccine to an infant who regurgitates. VAERS reporting forms and information can be requested 24 hours a day at 800-822-7967 or by accessing VAERS at http://vaers. Reporting of Adverse Events Pelaporan Kejadian Buruk Any clinically significant or unexpected adverse events that occur after administration of rotavirus vaccine should be reported to the Vaccine Adverse Events Reporting System (VAERS). spits out. particularly in light of the previous experience with RRV-TV. Rotavirus vaccine is covered under the general category of rotavirus vaccines in the Reportable Events Table. Data on all vaccines administered within the study population are recorded and linked with diagnoses from medical encounters to determine rates of . Data are limited regarding the safety of administering a dose of rotavirus vaccine higher than the recommended dose and on the efficacy of administering a partial dose.potential exposure of the pregnant women to wild virus if the unvaccinated infant suffers from rotavirus gastroenteritis. continued monitoring for adverse events following introduction of rotavirus vaccine into routine vaccination programs is important.hhs. The Vaccine Safety Datalink (VSD) also will be used to monitor any intussusception risk associated with rotavirus vaccine and to evaluate any other possible associations that might be identified through VAERS or in Phase IV studies. Nevertheless. rotavirus vaccine has not been associated with any serious adverse events.000 infants. In addition to manufacturer-sponsored Phase IV studies. including intussusception.

illnesses. Rockville. intussusception cases are expected to occur following vaccination by chance alone that will be unrelated to the vaccine ( 85 ).000 infants) and the large number of children that are potentially eligible for vaccination.potential adverse events resulting from vaccination. and testing for rotavirus infection is not always performed when a child seeks medical care for acute gastroenteritis. is a no-fault system in which persons thought to have suffered an injury or death as a result of administration of a covered vaccine can seek compensation. Room 11C-26.htm ). disabilities. Claimants also can prevail for conditions not listed in the table if they can prove causation. MD 20857 (telephone: 800-338-2382 [24-hour recording] or Internet: http://www. intensive postlicensure surveillance will be necessary to assess the safety of this vaccine against this rare event. 5600 Fishers Lane. Recently developed rapid analysis methods allow VSD to conduct near "real time" monitoring for vaccine adverse events ( 84 ).gov/vaccinecompensation ). The program relies on a vaccine injury table listing the vaccines covered by the program and the injuries. or within 2 years of the vaccine-related death and not more than 4 years after the start of the first symptom of the vaccine-related injury from which the death occurred. Establishing rotavirus disease surveillance systems that are adequately sensitive and specific to document the effectiveness of vaccination programs will be necessary. and conditions (including death) for which compensation can be awarded. National surveillance systems for rotavirus infections include review of national hospital discharge databases for rotavirus-specific or rotavirus-compatible diagnoses and reports of rotavirus isolation from a sentinel system of laboratories and surveillance in three sites that participate in the New Vaccine Surveillance Network. To be eligible for compensation.hrsa. At . Consequently. Given the background rate of natural intussusception among US infants (25--38 cases per 100. This category of vaccines does not include any table injuries. Persons of all ages who receive a VICP-covered vaccine are eligible to file a claim. Future Needs Kebutuhan Masa Depan Surveillance of Rotavirus Gastroenteritis Rotavirus gastroenteritis is not a reportable disease in the United States. National Vaccine Injury Compensation Program The National Vaccine Injury Compensation Program (VICP). Health Resources and Services Administration. Parklawn Building. Rotavirus vaccine is covered by VICP under the general category of rotavirus vaccines in Category XI of the Vaccine Injury Table ( http://www. claims must be filed within 3 years after the first symptom of the vaccine injury.hrsa. established by the National Childhood Vaccine Injury Act. Additional information is available from the following from the National Vaccine Injury Compensation Program.gov/osp/vicp/table.

and Marc-Alain Widdowson. Merck and Company. MA Miller. Postlicensure studies also should be conducted to determine the relative efficacy of <3 doses of vaccine and to address the cost effectiveness of vaccination programs in various settings. Glass RI. infants with immune deficiencies.state and local levels. some health-care providers and parents might have concerns about vaccination with current rotavirus vaccine. Health Resources and Services Administration. RI Glass. case-control studies and retrospective cohort studies) will be needed to confirm the effectiveness of rotavirus vaccine in routine programmatic use. Special studies (eg. Hummelman EG. Parental education on rotavirus gastroenteritis and on the vaccine will be essential to establish and maintain public confidence in this vaccine and to avoid confusion caused by cases of gastroenteritis in early childhood resulting from nonrotaviral etiologies and not preventable by rotavirus vaccine. and Barbara Kuter and Penny Heaton. Education of Health-Care Providers and Parents The success of a rotavirus vaccination program depends on the acceptance and enthusiasm of physicians and other health-care providers who care for children and caretakers of infants. Geoff Evans. Miller MA. CDC. Detection of Unusual Strains of Rotavirus A national strain surveillance system of sentinel laboratories has been established at CDC to monitor the prevalence of rotavirus strains before and after the introduction of rotavirus vaccines. Frank DeStefano. Penina Haber. Bresee JS. This system is designed to detect new or unusual strains that might not be effectively prevented by vaccination and might affect the success of the vaccination program. Gentsch. Global illness and deaths . Rosemary Tiernan. and infants with chronic gastrointestinal disease. EG Hummelman. infants who live in households with immunocompromised persons. Vaccination program personnel will benefit from education about rotavirus disease and rotavirus vaccine. US Food and Drug Administration. Acknowledgement Pengakuan The following persons reviewed and contributed to sections of this report: Jon R. Parashar UD. Bresee JS. In light of the experience with the withdrawal of RRV-TV vaccine because of its association with intussusception. Research Penelitian Future research should include studies to determine the safety and efficacy of rotavirus vaccine administered to infants born prematurely. Parashar UD. additional surveillance efforts at sentinel hospitals or by review of hospital discharge databases will be necessary to monitor the impact of the vaccine program. References Referensi 1.

Gurwith M. Kilgore PE. 3. Clarke MJ. Curns AT. Holman RC. 5. AW Tucker. Glass RI. Parashar UD.177:13--7. Kilgore PE. Glass RI. Am J Dis Child 1978. Pediatr Infect Dis J 2006. The epidemiology of rotavirus diarrhea in the United States: surveillance and estimates of disease burden. Prevalence of rotavirus on high-risk fomites in day-care facilities.174 (Suppl 1):S5--S11.279:1371--6. 9. Haddix AC. LeBaron CW.6:170--6.25:489--93. Rodriguez WJ. Bresee JS. Glass RI. Charles MD. Fatal rotavirus gastroenteritis: an analysis of 21 cases. RI Glass. In: Straus SE. Petric M. Glass RI. Bresee JS. Huber J. Glass RI. Glass RI. 2.9:565--72. Trends of diarrheal diseaseassociated mortality in US children. Butz AM. 1993 hingga 1995: surveilans berdasarkan kode ICD-9-CM baru diagnostik rotavirus-spesifik. 13. Parashar UD. JAMA 1995. Fosarelli P. Pediatr Res 1998. Fields virology. 3rd ed. Philadelphia. Haddix AC. 1997 dan 2000. Lew J. Rawat inap yang berhubungan dengan diare rotavirus di Amerika Serikat. JAMA 1998. ed. Saracen CL. Weber JM. Holman RC. Rotaviruses.and rotavirus-associated hospitalizations among children less than 5 years of age: United States. RC Holman. et al. Pediatrics 2006. 7. Emerg Infect Dis 2003. 14. UD Parashar. 12. Parashar UD.274:1143-8. 4. Crowley BA. Hospitalizations associated with rotavirus diarrhea in the United States. Tucker AW.117:1887--92. Parashar UD.132:477--9. Chanock RM. Group TRS. A prospective study of rotavirus infection in infants and young children. Yolken R. 1993 through 1995: surveillance based on the new ICD-9-CM rotavirus-specific diagnostic code. Diarrhea. Pediatrics 1993. Holman RC. Bresee JS. Bresee JS. 10. Detection of rotavirus RNA in hospital air samples by polymerase chain reaction (PCR). Feltham S. J Infect Dis 1997. Diare-dan rawat inap terkait rotavirus pada anak kurang dari 5 tahun: Amerika Serikat. Dick J. et al. RC Holman. RC Holman. Hospitalizations associated with rotavirus gastroenteritis in the United States. Carlson JAK. Vol. 1968 through 1991. J Infect Dis 1981. PA: Lippincott-Raven. Holman RC. Costeffectiveness analysis of a rotavirus immunization program for the United States. JS Bresee. J Infect Dis 1996. Malek MA. 2. RI Glass. Curns AT. Longitudinal study of rotavirus infection and gastroenteritis in families served by a pediatric medical practice: clinical and epidemiologic observations. Greenberg H. 8. 1993--2002. Dennehy PH. JS Bresee. Charles MD. Holman RC. 1996:1657--708. Ruiz-Palacios GM.caused by rotavirus disease in children. 1997 and 2000. Hinde D. Middleton PJ. RI Glass. UD Parashar. Brandt CD. et al. 6. Annual rotavirus epidemic patterns in North America: results of a five-year . 11. Curns AT. Vol. Pediatr Infect Dis J 1987. Kim HW. Analisis efektivitas biaya program imunisasi rotavirus untuk Amerika Serikat. Clarke MJ. Nelson SM. Clarke MJ.92:202--5.43:143A.144:218-24. Holman RC. 2. Szymanski MT. Kapikian AZ. Global penyakit dan kematian disebabkan oleh penyakit Rotavirus pada anak-anak. Wenman W.

28. Fischer TK. 16. Epidemiology of rotaviral infection in adults. 20. Bone Marrow Transplantation 1993. Davis RL. Holman RC. Hrdy D. 30. Visualizing geographic and temporal trends in rotavirus activity in the United States. J Infect Dis 1983.9:461--9. Bresee JS. et al. Kim HW. Infectious gastroenteritis in bone-marrow transplant recipients. Ehlken B. et al. Matson DO. Kim HW. Srivastava S. 25. Rodriguez WJ. Eriksson M. Chronic rotavirus infection in immunodeficiency.139:935--9. Risk factors associated with nosocomial rotavirus infection. 19. 18. 24. 22 (Suppl): S49 . Torok TJ. Heininger U. et al.103:3 22. Monto AS. Liakopoulou E. B Ehlken. Bone Marrow Transplant 2005.16:941--6. Vaccine 2004. Am J Epidemiol 1984. DC area. Am J Dis Child 1980. Brunton J. Pediatric viral gastroenteritis during eight years of study. Yolken RH. Pediatr Infect Dis J 2001. 21.9. Troussard X.54. Carrington D. Rev Infect Dis 1987. Vaksin Rotavirus dan pencegahan diare didapat di rumah sakit pada anak-anak. Hrdy D.22(Suppl): S49--54. 29. Am J Dis Child 1985. Fruhwirth M. 27. Rotavirus vaccines and the prevention of hospital-acquired diarrhea in children. Rotavirus as a significant cause of prolonged diarrhoeal illness and morbidity following allogeneic bone marrow transplantation. Rotavirus gastroenteritis in the Washington. Winkelstein JA. U Heininger. 1991 to 1996. 20:784 .147:685--92. Glass RI. Pediatrics 1999. Clarke MJ. International variation in disease burden of rotavirus gastroenteritis in children with community and nosocomially acquired infection. Vaksin 2004. et al. Pediatr Infect Dis J 2001. Bresee JS. Gurwith D. Bishop CA.306:1009--12. Bauduer F. Dennehy PH.12:573--6. Menginfeksi Rev Dis 1987. Shay DK. Glass RI. Diarrhea among infants and young children in Canada: a longitudinal study in three northern communities. Grupp-Phelan J. Mexico. Mutton K. Impact of rotavirus infection at a large pediatric hospital. Bresee JS. Virus recovery from stools of patients undergoing bone marrow transplantation. Isaacson RE. Gouvea V. Acta Paediatr 1995. Ehrnst A. Greenberg H.20:784--91. Peter G. Turkish VJ. Internasional variasi dalam beban penyakit rotavirus gastroenteritis pada anak-anak dengan masyarakat dan nosocomially diperoleh infeksi. Rodriguez JO. 9:461 . 17. Epidemiologi infeksi rotavirus pada orang dewasa. 15. Townsend TR. and the United States. Bennet R.119:114--23. Koopman JS. Feltham S. et al. Kilgore PE. Hedlund KO. .retrospective survey of 88 centers in Canada. Yolken RH.18:71--8. 23.84:667--71. Brandt CD. Patterns and etiology of diarrhea in three clinical settings. Saulsbury FT. J Infect Dis 1990. J Clin Microbiol 1983.264:983--8. Newman RD. Pediatr Infect Dis J 1997. J Pediatr 1980. RI Glass. Gurwith M. Wenman W. Nosocomial gastroenteritis in two infant wards over 26 months. N Engl J Med 1982. et al.97:61--5.91.162:598--604. Fruhwirth M. TK Fischer.134:777--9. Perinatal risk factors for infant hospitalization with viral gastroenteritis. Gallet E. Brandt CD.36:691--4. JAMA 1990. 26. Estes MK.

et al. Jiang B. UD Parashar.55. Ashley D. Ramachandran M. Menginfeksi J Dis 1996. Kerin T. Parreno V. Vol. Ramachandran M. Tinjauan mikrobiologi 1989. Bielfelt B. PA: Lippincott-Raven. Blutt SE. Peran antibodi serum dalam perlindungan terhadap penyakit rotavirus: gambaran umum. J Infect Dis 1997. et al. Parashar UD. Fields Virology.S6.36:3223--9. 33. et al. Zito ET. BL Davidson. In: Howley PM. 41. ed. UD Parashar. 34. 176:570 . ed. Berkorelasi serologi kekebalan dalam uji coba vaksin tetravalen reassortant Rotavirus.53:410--49. DR Knowlton. 3rd ed. PA: Lippincott-Raven. Rotavirus antigenemia pada pasien dengan Gastroenteritis akut. 2. Review of G and P typing results from a global collection of strains: implications for vaccine development.61. 32. 40. Laird AR. Ramachandran M. JR Gentsch.49. Gentsch JR. Gentsch JR. J Clin Microbiol 1998. J Clin Microbiol 2000. Fields Virology. Rappaport R. 1996:1625--55. Nakagomi T. Parashar UD. Dalam: Howley PM. C Kirkwood. Menginfeksi J Dis 2005. Kirkwood CD. 53:410 . Cohen J. et al. Blutt SE. Deteksi dan karakterisasi novel strain rotavirus di Amerika Serikat.192:913-9. Microbiological Reviews 1989. Mack ME. J Clin Microbiol 1998.38:2784--7. Philadelphia. et al.362:1445--944. Ashley D. 35. Rotaviruses and their replication. 1996:1625 . 38. 36. Ward RL. B Bielfelt. Griffin DD. et al. Clin Infect Dis 2002. Arch Virol 1991. 2. Rotavirus antigenemia in patients with acute gastroenteritis. 39. Cohen J. Kirkwood C.34:1351--61. RI Glass. Estes M. et al. 362:1445 . 36:3223 . J Infect Dis 1996. et al. Glass RI. Rotavirus struktur dan fungsi gen. Nakagomi O.120:43--55. Jiang B. Menginfeksi Dis Clin 2002. Serotype diversity and reassortment between human and animal rotavirus strains: . Ramachandran M.55. Pengawasan strain rotavirus di Amerika Serikat: identifikasi strain yang tidak biasa. Fischer TK. The role of serum antibodies in the protection against rotavirus disease: an overview. 174: S30 . Gentsch JR. Kerin T. Estes MK. Gentsch JR. V Parreno. Woods PA.7. Woods PA. et al. Arch Virol 1991. Griffin DD. J Clin Microbiol 2000. genetik keanekaragaman dan kesamaan di antara rotaviruses mamalia dalam kaitannya dengan transmisi antarspesies dari rotavirus. Rappaport R. Rotavirus gene structure and function.31.176:570--7. Review dari G dan P mengetik hasil dari kumpulan global strain: implikasi untuk pengembangan vaksin. J Infect Dis 2005. Zito ET. Gentsch JR. Fischer TK. Mack ME. RL Ward. Menginfeksi J Dis 1997. rotaviruses dan replikasi mereka. 38:2784 . Surveillance of rotavirus strains in the United States: identification of unusual strains.9. Estes MK. Nakagomi T. Estes M. Rotavirus antigenaemia and viraemia: a common event? Rotavirus antigenaemia dan varaemia: peristiwa yang umum? Lancet 2003.944. Vol. 37. 192:913 . et al. Knowlton DR. 120:43 . 3rd ed. et al. Detection and characterization of novel rotavirus strains in the United States. Philadelphia. Nakagomi O. AR Laird. JR Gentsch. Davidson BL.9. Lancet 2003. et al.174:S30--S6. 34:1351 .7. Gentsch JR. Kirkwood CD. Serologic correlates of immunity in a tetravalent reassortant rotavirus vaccine trial. Genetic diversity and similarity among mammalian rotaviruses in relation to interspecies transmission of rotavirus.

Simhon A. et al. Matson DO. Ward RL. Homotypic and heterotypic epitope-specific antibody respones in adult and infant rotavirus vaccinees: implications for vaccine development.implications for rotavirus vaccine programs.335:1022--8.S64. J Infect Dis 2005. Sebuah studi observasional kekebalan alami yang diperoleh untuk diare rotavirus dalam kohort dari 363 anak-anak Mesir.13:1226--32. et al. Reves RR. Rotavirus infeksi pada bayi sebagai perlindungan terhadap infeksi berikutnya. Offit PA. Risiko diare selama tahun pertama kehidupan berhubungan dengan kolonisasi awal dan berikutnya oleh enteropatogen tertentu. Green KY. Mechanisms of protection against rotavirus in humans and mice. Menginfeksi J Dis 1990. Cravioto A. Homotypic dan respones heterotypic epitop antibodi spesifik di vaksin dewasa dan bayi rotavirus: implikasi untuk pengembangan vaksin.8. Am J Epidemiol 1990. 46. Velazquez FR. Serotipe keragaman dan reassortment antara strain rotavirus manusia dan hewan: implikasi untuk program vaksin rotavirus. N Engl J Med 1996. Trujillo F. Risk of diarrhea during the first year of life associated with initial and subsequent colonization by specific enteropathogens. Pengembangan vaksin rotavirus calon yang berasal dari strain neonatal di India. et al. Vaccine 1995. 335:1022 .8. J Infect Dis 2005. Mekanisme perlindungan terhadap rotavirus pada manusia dan tikus. Velazquez FR. Midthun K. Ward RL. Kaca RI. Vaksin 1995.32. Kapikian AZ. Rêves RR. et al. Hossain MM. Calva JJ. Menginfeksi J Dis 2005.161:667--79. Low endemicity and low pathogenicity of rotaviruses among rural children in Costa Rica. Am J Epidemiol 1989. N ENGL J Med 1996. Reyes RE. 43. 192 (Suppl): S30S5.130:981--8. Bhan MK. Bhan MK. DI.S59. Reyes RE. et al. Ray P. 42. Trujillo F. 192 (Suppl): S146 . et al. Ward RL. Am J Epidemiol 1989. Vives M. AZ Kapikian. 47. 45. 50. Mata L. J Infect Dis 1990. Development of candidate rotavirus vaccines derived from neonatal strains in India. Midthun K. Menginfeksi J Dis 1996. Taniguchi K. Host faktor yang terkait dengan perlindungan terhadap penyakit rotavirus: langit adalah kliring.174(Suppl):S51--S8. et al. K Taniguchi. Vives M. Cravioto A. Ward RL Bernstein. Rendah endemisitas dan patogenisitas rendah rotaviruses antara anak-anak . An observational study of naturally acquired immunity to rotaviral diarrhea in a cohort of 363 Egyptian children.192(Suppl):S146--S59. J Infect Dis 1996. 174 (Suppl 1): S59 . J Infect Dis 1996. 48. Hossain MM.174(Suppl 1):S59--S64.131:886--904. 174 (Suppl): S51 S8.79. Lack of correlation between serum rotavirus antibody titers and protection following vaccination with reassortant RRV vaccines. Mackow ER. Simhon A. P Ray. Green KY. Offit PA. Mata L. Menginfeksi J Dis 1996. Matson DO. 13:1226 . Kurangnya korelasi antara titer antibodi serum vaksinasi rotavirus dan perlindungan berikut dengan vaksin RRV reassortant. et al. Host factors associated with protection against rotavirus disease: the skies are clearing. ER Mackow.904. 130:981 .192(Suppl):S30-S5. Rotavirus infection in infants as protection against subsequent infections. Calva JJ. Bernstein DI. 44. Glass RI. Menginfeksi J Dis 2005. Am J Epidemiol 1990. 49. 131:886 . 161:667 .

323:891--4. Bishop RF. Sebuah studi longitudinal prospektif pada anak-anak. Bell LM. Kanashiro HC. N Bravo. El Alamy MA. Peru. E Cipriani. DuPont HL. Gentsch JR. Avery ME. 53. Avery ME. Protection of infants against rotavirus diarrhea by RIT 4237 attenuated bovine rotavirus strain vaccine. CDC. Mengelola gastroenteritis akut antara anakanak: rehidrasi oral. Plotkin SA. Butzler JP. et al.6. Barnes GL. Snyder JD. RR-16). N Engl J Med 1990. Protection conferred by neonatal rotavirus infection against subsequent diarrhea.81. Am J Hyg daerah tropis Med 1986. 52 (No-RR 16). Managing acute gastroenteritis among children: oral rehydration. Grados O Bazalar.129:785--99. Barnes GL. De Mol P.152:1134--42. Failure of live.52(No. 153:832 . Lew JF.168:282--7. A comparative trial of rhesus monkey (RRV-1) and bovine (RIT 4237) oral rotavirus vaccines in young children. 158:570 . Menginfeksi J Dis 1988. Klinis kekebalan setelah infeksi rotavirus neonatal. D'Hondt E. Lopez de Romana G. Perlindungan bayi terhadap diare rotavirus oleh RIT 4237 dilemahkan strain vaksin rotavirus sapi. and nutritional therapy. HC Kanashiro. 309:72 . N ENGL J Med 1983. Sebuah uji coba komparatif dari monyet rhesus (RIT 4237) (RRV-1) dan sapi vaksin rotavirus oral pada anak-anak. Perlindungan yang diberikan oleh infeksi rotavirus bayi terhadap diare berikutnya. MMWR 2003. Grados Bazalar O. CDC.pedesaan di Kosta Rika.153:832--9. Perlindungan efek vaksin WC3 terhadap diare rotavirus pada bayi selama musim 1 Rotavirus didominasi serotipe.7. Zaki AM. Das BK. 56. Lancet 1984. N Engl J Med 1983. 168:282 . Am J Trop Med Hyg 1986. Protective effect of WC3 vaccine against rotavirus diarrhea in infants during a predominantly serotype 1 rotavirus season.158:570--87. Menginfeksi J Dis 1993. Lancet 1984.87. 1:977 . Oral terapi untuk solusi sederhana diare akut-yang terbengkalai. Isolauri E. 52. Clark HF. Bravo N. Zissis G.1:977--81. T Vesikari. 55. et al. Das BK. T Vesikari. Black RE. Insiden dan etiologi diare kekanakkanakan dan rute utama penularan di Huáscar. 57. 60. Peru. D'Hondt E. Lund JS. J Infect Dis 1986. FE Andre. Vesikari T. A prospective longitudinal study in young children. JS Lund. 51. DuPont HL. Vesikari T. perawatan. Bell LM. Cipriani E. FE Borian. Snyder JD. Kapikian AZ. et al.309:72--6. Menginfeksi J Dis 1985. De Mol P. Glass RI. J Infect Dis 1988. Clinical immunity after neonatal rotavirus infection. Bhan MK. Isolauri E. Brown KH. J Infect Dis 1993. Bishop RF. Deteksi enteropatogen di diare akut pada populasi kohort keluarga di pedesaan Mesir. G Zissis. 323:891 . S Sazawal. attenuated oral rotavirus . Lopez de Romana G. 129:785 .9. Mutwewingabo A. Bhan MK. 152:1134 . KH Brown.42. N ENGL J Med 1990. Am J Epidemiol 1989. Mutwewingabo A. Andre FE.35:1013--22.99.4. The detection of enteropathogens in acute diarrhea in a family cohort population in rural Egypt. 35:1013 . Clark HF. 54. et al. 59. maintenance. AZ Kapikian. JP Butzler. RE Black. dan terapi gizi. Zaki AM. Menginfeksi J Dis 1986. 58. Lew JF. Incidence and etiology of infantile diarrhea and major routes of transmission in Huascar. Delem A. Oral therapy for acute diarrhea-the underused simple solution. Delem A. Sazawal S. RI Glass. Borian FE. JR Gentsch. MMWR 2003. Plotkin SA. MA Alamy El.22. Am J Epidemiol 1989. J Infect Dis 1985.

67. Perez-Schael I. 66.48:1--20. MS Massoudi. Hoshino Y. rotaviruses Hoshino reassortant Y. Greenberg HB. MMWR 1999. Perlindungan anak-anak Peru terhadap diare rotavirus dari serotipe tertentu dengan satu. V Marsh. Midthun K. Jobe O. . Protection of Peruvian children against rotavirus diarrhea of specific serotypes by one. Madore HP.142:405--11. Res Virol 1991. CDC. Murphy TV. Siopathis MR. atau tiga dosis dari vaksin dilemahkan 4237 RIT Rotavirus sapi.11. two. Lanata CF. Marsh V. Chanock RM. 48:1007. Evaluation of the effiacy of a low-passage bovine rotavirus (strain WC3) vaccine in children in Central Africa. J Infect Dis 1989. 65. vaksin rotavirus oral dilemahkan (Surat). MR Siopathis. Pediatrics 2002. Chanock RM.344:564--72. CDC. del Aguila R. Peter G. Arellano F. Pediatr Infect Dis J 1988. and oral vaccines: summary of a workshop. Monges J. dan vaksin oral: ringkasan lokakarya. 142:405 . 69. Field trial of rhesus rotavirus vaccine in infants. Gargiullo PM. Intussusception among infants given an oral rotavirus vaccine. Perez-Schael I. Lancet 1986. et al. 61.5. Pediatr Infect Dis J 1988.50. Kapikian AZ. Intussusception. Evaluasi effiacy dari rotavirus rendah bagian bovine (WC3 strain) vaksin pada anak-anak di Afrika Tengah. J Infect Dis 1996. Greenberg HB. Kapikian AZ. Georges-Courbot MC. Pichichero ME. et al.2:108. Lancet 1987. Menginfeksi J Dis 1989. PM Gargiullo. or three doses of the RIT 4237 attenuated bovine rotavirus vaccine. 64. J Virol 1985. Murphy TV. N Engl J Med 2001. Hoshino Y. Efficacy of a quadrivalent rhesus rotavirus-based human rotavirus vaccine aimed at preventing severe rotavirus diarrhea in infants and young children. Penarikan rekomendasi vaksin rotavirus. et al. 63. Lancet 1987. dua. CDC.54:110. Pediatrics 2002.9. et al.7:645--50. Trial of an attenuated bovine rotavirus vaccine (RIT 4237) in Gambian Infants. Intussusception antara bayi yang diberi vaksin rotavirus oral. rotavirus. et al. del Aguila R. 68.42:1342--5. sebagai potensi kandidat vaksin hidup Rotavirus. Hanlon P. 53:949 . Midthun K. Reassortant rotaviruses as potential live rotavirus vaccine candidates. Hanlon P. Intussusception. RE Black. Christy C. Pengadilan vaksin rotavirus dilemahkan bovine (RIT 4237) di Gambia Bayi. MMWR 1999. Lancet 1986.20. MMWR 1999. Madore HP.53:949--54. 42:1342 . 174 (Suppl): S65 . Virol Res 1991. J Virol 1985. Rotavirus vaccine for the prevention of rotavirus gastroenteritis among children. Christy C.54. Massoudi MS. Myers MG. MC Georges-Courbot. Age dependence of the relation between reassortant rotavirus vaccine (RotaShield) and intussusception. et al.159:452--9. Lanata CF. Efikasi vaksin rotavirus rhesus quadrivalent berbasis rotavirus manusia yang bertujuan untuk mencegah diare rotavirus parah pada bayi dan anak-anak muda. 54:110. 159:452 . Pichichero ME. Black RE. Rothman KJ. Rothman KJ. Young-Xu Y. 7:645 . N ENGL J Med 2001. 62. 2:108. Kegagalan hidup.S72. rotavirus.vaccine (Letter).174(Suppl):S65--S72. MMWR 1999. Myers MG. CDC.48:1007. 344:564 . et al. Hoshino Y. et al. Monges J. Rotavirus vaksin untuk mencegah rotavirus gastroenteritis antara anak-anak.72. 48:1 . G Peter. 70. Menginfeksi J Dis 1996. et al. 71. Uji coba lapangan vaksin rotavirus rhesus pada bayi. et al. O Jobe. Withdrawal of rotavirus vaccine recommendation.

2005. Heaton PM. plasebo-terkontrol pada bayi Amerika Latin. 192 (Suppl): S36 . Offit PA. Linhares AC. Plotkin SA. B Salinas. Menginfeksi J Dis 2005. Zanardi LR. Respon imun bayi dan anak-anak untuk rotavirus sapi rendah pasif (WC3 strain). Perrella PA. et al. Pediatr Infect Dis J 2005.16. Simonsen L. RT Chen. Clark HF. J Infect Dis 2005. Kapikian AZ. C Viboud. Immune response of infants and children to low-passive bovine rotavirus (strain WC3). 76.S82. 75. Bell LM. 73.S21. Keselamatan dan kemanjuran vaksin dilemahkan melawan rotavirus gastroenteritis berat.113:353--9. Furukawa T. PA Offit.354:11--22. 2:13 . Simonsen L. 74. 77. Menginfeksi J Dis 2006. Wkly Epidemiol Rec 2006.192(Suppl):S36--S43.23(Suppl):S179--S82. Velazquez FR. HF Clark. December 1--2. Taylor RJ. 192 (Suppl): S17 . JM Miller. Heaton PM. WHO. An analysis of rotavirus vaccine reports to the vaccine adverse event reporting system: more than intussusception alone? Analisis laporan vaksin rotavirus ke acara vaksin merugikan sistem pelaporan: lebih dari intussusception sendirian? Pediatrics 2004. Clark HF.2:13--20. Mootrey GT.24:807--16.S43. P Offit. Perez Schael I. More on RotaShield and intussusception: the role of age at the time of vaccination. Pediatrics 2004. Inggris R. RIX4414: Sebuah uji coba acak. Furukawa T. De Vos B.193:898. Pediatr Infect Dis J 2005.22. 113:353 . Offit P. Safety and efficacy of an attenuated vaccine against severe rotavirus gastroenteritis. Clark HF. Linhares AC. Ruiz-Palacios GM. N ENGL J Med 2006. Braun MM. 1 Desember . J Infect Dis 2005. RIX4414: A randomized. MG Goveia.9. Perez-Schael I. FR Velazquez. Menginfeksi J Dis 2005. et al. Evaluasi keselamatan. 24:807 . et al. WHO. 140:350 . A rotavirus vaccine for prophylaxis of infants against rotavirus gastroenteritis. Perez-Schael saya. Development of a pentavalent rotavirus vaccine against prevalent serotypes of rotavirus gastroenteritis. Zanardi LR. et al. 79.192(Suppl):S17--S21.Young-Xu Y. 78.6. Elixhauser A. Braun MM. immunogenicity and efficacy of an attenuated rotavirus vaccine.140:350--6. Goveia MG. AZ Kapikian. Elixhauser A. Linhares AC. Pediatr Infect Dis J 2004. Taylor RJ. . Arellano F. placebo-controlled trial in Latin American infants. Am J Dis Child 1986. Wkly Epidemiol Rec 2006. 72. 23 (Suppl): S179 . Viboud C. 2005. Evaluation of safety. GM Ruiz-Palacios. Vaksin Rotavirus untuk profilaksis bayi terhadap rotavirus gastroenteritis. et al. N Engl J Med 2006. J Infect Dis 2006. Linhares AC.20. Vesikari T. et al. T Vesikari. Bell LM. GT Mootrey. Lebih lanjut mengenai RotaShield dan intussusception: peran usia pada saat vaksinasi. English R. Salinas B. Am J Dis Child 1986. 354:11 . Laporan Komite Penasihat Global mengenai Keamanan Vaksin. Report of the Global Advisory Committee on Vaccine Safety. P Haber.2. Haber P. Chen RT. Miller JM. Umur ketergantungan hubungan antara vaksin rotavirus reassortant (RotaShield) dan intussusception. Plotkin SA. Perez Schael saya. Pediatr Infect Dis J 2004. Pengembangan vaksin rotavirus pentavalent terhadap serotipe umum rotavirus gastroenteritis. imunogenisitas dan kemanjuran vaksin rotavirus dilemahkan. De Vos B. PA Perrella. 193:898.

P Dennehy. Rhode Island. Seattle. MBBS. Rochester. Epidemiologi 2005. CDC. Atlanta. Maryland. dan keamanan vaksin rotavirus polyvalent (RotaTeq) pada potensi kadaluwarsa pada bayi sehat. imunogenitas. et al. New Hampshire. Tiernan Rosemary. Roger Glass. MD . MD. L Unicomb. MD. Curns AT. Trudy Murphy.33. Surveilans aktif keamanan vaksin: suatu sistem untuk mendeteksi tandatanda awal kejadian buruk. RR-2). 85. Atlanta. Rockville. Atlanta. Pengaruh diare pada respon humoral vaksinasi polio oral. Pada tahun 2006 tekan. MD. immunogenicity.80. MBBS. Philadelphia. Geoffrey Evans. Georgia. Tai J. 84. MD.51(No. John Modlin. and safety of a polyvalent rotavirus vaccine (RotaTeq) at expiry potency in healthy infants. Durham. PhD. and Paul Offit. Dalam: Konferensi Imunisasi Nasional. T Vesikari. Goveia M. Georgia. Rochester. New York. Bresee JS. 15:204 . General recommendations on immunization: recommendations of the Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP) and the American Academy of Family Physicians (AAFP). Members: James Alexander. Khasiat.15:204-9. MD. MarcAlain Widdowson. Rockville. Bethesda. CDC. Washington. MD. Parashar UD. In: National Immunization Conference. Kolczak M. Anggota: James Alexander. Atlanta. et al. Epidemiology 2005. Georgia. et al. DC. Georgia. Bresee JS. MD. Keselamatan dan kemanjuran vaksin manusia-sapi pentavalent (WC3) reassortant rotavirus. Atlanta. 16:336 . 2005. Maryland. Atlanta. In press 2006. Atlanta.16:336--41. Curns AT. Geoffrey Evans. Georgia. . MMWR 2002. Georgia. Georgia. 82. N ENGL J Med 2006. Parashar UD. Sungai S. et al. Edgar Marcuse. Umesh Parashar. MD. Jane Seward. Atlanta. Georgia. Maryland Rockville. Larry Pickering. Myaux JA. Matson DO. Umesh Parashar. 2005. Rockville Maryland. Greg Wallace. MMWR 2002. Maryland. Rotavirus vaccination and intussusception: can we decrease temporally associated background cases of intussusception by restricting the vaccination schedule. Glass RI. Atlanta. et al. Georgia. RI Glass. Penelope Dennehy. Davis RL. RE Besser. Washington. New York. Washington. Penina Haber. MD. Efficacy. Georgia. Pediatrics. Unicomb L. Lewis E. Rosemary Tiernan. MD. Providence. M Kolczak.354:23--33. Georgia. Hector Izurieta. Lebanon. Goveia M. MD. Vesikari T. Dennehy P. et al. 51 (No-RR 2). Block VT. Atlanta. MA. Lewis E. Myaux JA. Atlanta. 354:23 . MD.9. MD. Atlanta.41. Samuel Katz. et al. et al. Pediatr Infect Dis J 1996. Pediatrics. Besser RE. Pennsylvania. Bethesda. Effect of diarrhea on the humoral response to oral polio vaccination. Matson DO. Paul Gargiullo. MD. Georgia.-Alain Widdowson Marc. Advisory Committee on Immunization Practices Rotavirus Vaccine Work Group Komite Penasehat Kelompok Praktek Imunisasi Vaksin Rotavirus Kerja Chair: John Treanor. Georgia. Umum rekomendasi mengenai imunisasi: rekomendasi Komite Penasehat Imunisasi Praktek (ACIP) dan American Academy of Family Physicians (AAFP). Blok VT. Ketua: Treanor John. vaksinasi Rotavirus dan intussusception: kita bisa mengurangi kasus-kasus terkait latar belakang temporal intussusception dengan membatasi jadwal vaksinasi. MA. Izurieta Hector. J tai. Davis RL. North Carolina. N Engl J Med 2006. Pediatr Infect Dis J 1996. Active surveillance of vaccine safety: a system to detect early signs of adverse events. Atlanta. 81. MD. Rivers S. DC. Safety and efficacy of a pentavalent human-bovine (WC3) reassortant rotavirus vaccine. MD. 83.

MD. MD. Executive Secretary: Larry K. Pennsylvania. MD. Rockville. Houston. Harvard Pilgrim Health Care and Harvard Medical School. Departemen Kesehatan Minnesota. Michigan. MD. Curlin. Maryland. Nashville. University of Rochester. George T. New Mexico. Tennessee. Poland.'s Rumah Sakit Anak dan Regional Medical Center. Finger Reginald... dan Lee Kristin Nichol. PhD. Ann Arbor. New Hampshire. Departemen Pertahanan. AS Administrasi Makanan dan Obat. Indian Health Service. Bethesda. MD. Washington. Seattle. MD. Beck. July 2006 Daftar Keanggotaan. Boston. Members: Ban Mishu Allos. Children's Hospitals and Clinics. MD. Edgar K. St. Virginia. Maryland. India Pelayanan Kesehatan. Massachusettes. Minneapolis. Tracy Lieu. Minnesota. Ann Arbor. Memphis. US Food and Drug Administration. CDC. Albany. Maryland. Rockville. Edgar Marcuse. New York State Department of Health. PhD. Texas. Georgia. Dennehy Penelope. Pickering. Rockville. DO. Maryland. Hachey Wayne. Pengganti Tracy. Department of Veterans Affairs. Georgia. MD. Bruce Gellin. Anggota: Mishu allos Ban.'s Rumah Sakit Anak-anak dan Klinik. Treanor. Albany. MD. Washington. Carolina Utara. Harry Hull. Atlanta. Minnesota. Maryland. Albuquerque. Baylor College of Medicine. Linda Murphy. Robert L. Minnesota. Morse. Minnesota. MD. Baylor Norman. Dale L. Norman Baylor. Memphis. Ketua: Jon S. MD. Memphis. National Institutes of Health. Illinois. MD. Rochester.. Maryland. Georgia. Rochester. Colorado . Atlanta. North Carolina. MD. MD. Georgia. Durham. Greg Wallace. DC. MD. Patricia Stinchfield. MD. Advisory Committee on Immunization Practices Komite Penasehat Praktek Imunisasi Membership List. MD. Departemen Urusan Veteran. New York. MD. Falls Church. MD. Tennessee. Larry. North Carolina. Paul. Womeodu. Patricia Stinchfield.. Treanor. Kantor Program Vaksin Nasional. Dale L. MD. Ex-Officio Anggota: James Pipi. Georgia. bruce Gellin. MD. Janet R. DO. Edgar Marcuse K.. Children's Hospital and Regional Medical Center. MD. MD. Mayo Clinic dan Yayasan. MD. Minnesota. Health Resources and Services Administration. MD. Winston-Salem. University of Michigan. Bethesda. Massachusettes. MD. Wake Forest University School of Medicine. Modlin Yohanes. Seattle. Colorado Springs. New York. Linda Murphy. Perawatan Kesehatan Haji Harvard dan Sekolah Kedokteran Harvard. Larry Pickering. Reginald Finger. dan Robin J . Robert L. MD. . Rochester. Virginia. Tennessee. MD. New York. Virginia. dan Offit Paul. Maryland. Rochester. Georgia. New Mexico. Kesehatan Sumber Daya dan Jasa Administrasi. and Kristin Lee Nichol. Maryland Geoffrey. Providence. Gilsdorf. Minnesota. Atlanta. Minnesota. Philadelphia. Vanderbilt University School of Medicine.Maryland. Gregory Polandia A. Washington. Seward Jane . MD. Abramson. Minneapolis. CDC. Judith Campbell. Baylor College of Medicine. MD. Marcuse. Atlanta. Minneapolis. Chicago Chicago Department of Public Health. New York State Departemen Kesehatan. University of Michigan. Harry Hull. MD. Janet R. Gilsdorf. Nashville. Palmyra. Minneapolis. Atlanta. Morse. MD. Rockville. PhD. MD. MD. Georgia. Department of Defense. Seattle. Atlanta. MD. Memphis. Colorado. New York. University of Tennessee Health Science Center. Judith Campbell. MD. University of Rochester. Haber Penina. MD. Tennessee Ex-Officio Members: James Cheek. Samuel Katz. Pusat Pelayanan Medicare dan Medicaid. MD. Centers for Medicare and Medicaid Services. Gargiullo Paul. Washington. Beck. Evans S. Boston. Universitas Tennessee Ilmu Kesehatan Center. MD. Sekretaris Eksekutif: Pickering K. Atlanta. Washington. MD. Minnesota. Mayo Clinic and Foundation. Wake Forest University School of Medicine. Winston-Salem. Albuquerque. National Vaccine Program Office. and Robin J. Gregory A. MD. MD. Houston. MD. Palmyra. Michigan.. Chicago. Chicago Department of Public Health. Roger Glass. Wayne Hachey. Illinois . Georgia. Lebanon. Murphy Trudy. Minnesota Department of Health. Geoffrey S. Atlanta. John J. Evans. Abramson. Sekolah Kedokteran Universitas Vanderbilt. Georgia. Juli 2006 Chairman: Jon S. DC. Baltimore. Virginia. St Paul. Julia Morita. Baltimore. George Curlin T. MD. Colorado Springs. John J. MD. MD. Julia Morita. Atlanta. Womeodu. MD. Texas. Rhode Island. Falls Church. Lembaga Kesehatan Nasional.

James C. Pennsylvania. Hartford. MD. Litjen Tan. Houston. McKinney. PhD. MD. American Academy of Family Physicians. Alexandria. Memphis. PhD. Neumann. Duchin Jeffrey. Monica Naus. British Columbia. Louisville. Ohio. MD. British Columbia. PhD. Neuzil. London. Steve Gordon. Washington. Kanada. David A. Hartford. Perwakilan Penghubung: Johathan Temte. MD. Stephan Memphis. MD. Virginia. MD. American College Health Association. Asosiasi Nasional Pejabat Kesehatan Kota dan Kabupaten. Kentucky. Amerika Rencana Kesehatan Asuransi. Virginia. Masyarakat Kedokteran Remaja. Durham. Illinois. England. Alexandria. Texas. Orange. MD. Andrea Gelzer. MD. MD. MD. Cleveland. American Academy of Pediatrics. Komite Penasehat Nasional Kanada di Imunisasi. Neuzil. Katz. MD. PhD. Tennessee. Vancouver. Collegeville. Chicago. Rochester. Tennessee. Louisville. America's Health Insurance Plans. Tennessee.Association of Teachers of Preventive Medicine. perantara MD. Patricia Whitley-Williams. Patricia Whitley-Williams. MD. MD. MD. MD. Virginia. Lewin Clement. Society for Adolescent Medicine. Nashville. Rodriquez. Ohio. Schaffner William. Washington. MD. MD. Foster. Andrea Gelzer. Connecticut. Arizona. L. Louisville.. Cleveland. Monica Naus. Carol Baker. National Coalition for Adult Immunization. MD. Wisconsin.. Katz. Table 1 Tabel 1 . MD. PhD. Asosiasi Guru Kedokteran Pencegahan. American Medical Association. American College of Physicians. Phoenix. American College of Obstetricians and Gynecologists. MD. Meksiko. Durham. Jeffrey Duchin. Inggris. Charlottesville. Wisconsin. Tennessee. Virginia. Samuel L. Illinois. American Academy of Physicians Keluarga. Bennett Nancy. Kentucky. Samuel L. Mexico. United Kingdom. American College of Obstetricians dan Gynecologists. Inggris. Amerika Apoteker Dasar. National Foundation for Infectious Diseases. American Pharmacists Association. David Salisbury. Madison. dan Amy B . Chicago. MD. MD. Turner. American College of Physicians. Yayasan Nasional untuk Penyakit Infeksi. Stephan L. MD. Powell Keith. Paul W. Healthcare Infection Control Practices Advisory Committee. Canada. Collegeville. David Salisbury. Tan Litjen. Houston. New Jersey. Connecticut. Texas. MD. David A. Orange. Keith Powell. Phoenix. MD. Foster. Charlottesville. Asosiasi Medis Nasional. Peter Paradiso. Houston. Seattle. MD. Kentucky. PharmD. Turner. Pennsylvania. Romeo S. Madison. Louisville. New Brunswick. Seattle. Rochester . M Kathleen . MD. MD. Seattle. North Carolina. Washington. Ohio. Doug Campos-Outcalt. William Schaffner. Clement Lewin. MD. Neumann. Kathleen M. American Medical Association. Texas. Washington. Middleman. Houston. Nancy Bennett. PhD. Gall Stanley. American Academy of pediatri. Akron. W. Infectious Diseases Society of America. New York. MD. Doug Campos-Outcalt. Rodriquez. Koalisi Nasional untuk Imunisasi Dewasa. Meksiko. Biotechnology Industry Organization. American College Asosiasi Kesehatan. PhD. Akron.Liaison Representatives: Johathan Temte. Ohio. Nashville. Vancouver. Paul. New Jersey. Romeo S. Gordon Steve. Mexico. MD. Connecticut. Texas. Infectious Diseases Society of America. North Carolina. Dewan Imunisasi Nasional dan Program Kesehatan Anak. MD. MD. New York. Connecticut. London Departemen Kesehatan. Arizona. National Medical Association. MD. New Brunswick. Stanley Gall. Pengendalian Infeksi Praktek Kesehatan Komite Penasehat. London Department of Health. Canadian National Advisory Committee on Immunization. National Immunization Council and Child Health Program. MD. and Amy B. James C. National Association of County and City Health Officials. Seattle. McKinney. Bioteknologi Industri Organisasi. Carol Baker. London. PhD. PharmD. Peter Paradiso. Kentucky.

Table 2 Tabel 2 . Figure 1 Gambar 1 Return to top. Kembali ke atas.Return to top. Kembali ke atas.

Kembali ke atas. Table 3 Tabel 3 . Figure 2 Gambar 2 Return to top.Return to top. Kembali ke atas.

Kembali ke atas. Figure 3 Gambar 3 Return to top. Kembali ke atas.Return to top. Table 4 Tabel 4 .

Box Kotak .Return to top. Kembali ke atas.

.

pertanyaan dan jawaban dengan para ahli dari Mayo Clinic. resep. questions and answers with Mayo Clinic experts. our weekly general-interest e-newsletter. informasi yang dapat dipercaya. reliable. . blogs. About our newsletters Berlangganan untuk menerima update terbaru pada topik kesehatan.Gastroenteritis: pertolongan pertama • • Basics Dasar-dasar In-Depth Mendalam Free Gratis E-Newsletters E-Newsletter Subscribe to receive the latest updates on health topics. membuat Anda tetap up to date pada berbagai macam topik kesehatan dengan tepat waktu. practical information. blog. recipes. dan informasi lainnya yang akan membantu Anda mengelola kesehatan Anda. pertanyaan dan jawaban dengan ahli Mayo Clinic dan banyak lagi. Tentang newsletter kami • • • Housecall Housecall Alzheimer's caregiving Alzheimer pengasuhan Living with cancer Hidup dengan kanker close window menutup jendela About our e-newsletters Tentang e-newsletter • • • Free e-newsletters Free e-newsletter Mayo Clinic expertise Mayo Clinic keahlian We do not share your e-mail address Kami tidak berbagi alamat e-mail Anda Housecall. mingguan umum kita-bunga e-newsletter. keeps you up to date on a wide variety of health topics with timely. questions and answers with Mayo Clinic experts and more. and other useful information that will help you manage your health. Housecall. dua mingguan kami topik-khusus e-newsletter juga termasuk blog. Our biweekly topicspecific e-newsletters also include blogs. praktis.

Housecall Archives Housecall Arsip • RSS Feeds RSS Feed close window menutup jendela Mayo Clinic Housecall Mayo Clinic Housecall Stay up to date on the latest health information. tools and other helpful information Resep. peralatan dan informasi bermanfaat lainnya We do not share your e-mail address Kami tidak berbagi alamat e-mail Anda Sign up Sign up View past issues Lihat masa lalu isu Mayo Clinic Health Manager Mayo Clinic Manager Kesehatan . What you get Apa yang kamu dapatkan • • • • • • Free weekly e-newsletter Free e-newsletter mingguan Mayo Clinic expertise Mayo Clinic keahlian Recipes. Tetap up to date pada informasi kesehatan terkini.

Food or water contaminated by bacteria or parasites. Reaction to a new food. Get Started Memulai By Mayo Clinic staff Oleh staf Mayo Clinic Gastroenteritis is an inflammation of your stomach and intestines. Anak-anak dapat mengembangkan tanda dan gejala untuk alasan ini.Get free personalized health guidance for you and your family. Jika Anda memiliki masalah toleransi cairan. Berhenti makan dan minum selama beberapa jam untuk membiarkan perut Anda menetap. Efek samping dari obat. Virus. Makanan atau air yang terkontaminasi oleh bakteri atau parasit. such as a sports drink or water. Dizziness or . Dapatkan panduan kesehatan pribadi gratis untuk Anda dan keluarga Anda. Common causes are: Penyebab umumnya adalah: • • • • Viruses. Infants who are breast-fed may even react to a change in their mothers' diets. untuk mencegah dehidrasi. Tergantung pada penyebab peradangan. gejala dapat berlangsung dari hari ke lebih dari seminggu. Drink plenty of liquids. Characteristic signs and symptoms include: Karakteristik tanda-tanda dan gejala termasuk: • • • • • Nausea or vomiting Mual atau muntah Diarrhea Diare Abdominal cramps Kram perut Bloating Kembung Low-grade fever (sometimes) Low-grade demam (kadang-kadang) Depending on the cause of the inflammation. Gastroenteritis adalah peradangan dari perut dan usus. membawa mereka dalam menyeruput sering. Make sure that you're urinating normally. Minum banyak cairan. to prevent dehydration. Young children may develop signs and symptoms for this reason. Infrequent passage of dark urine is a sign of dehydration. If you suspect gastroenteritis in yourself: Jika Anda mencurigai gastroenteritis dalam diri Anda: • • Stop eating and drinking for a few hours to let your stomach settle. Side effect from medications. Pastikan bahwa Anda buang air kecil biasa. dan bahwa urin Anda adalah terang dan jelas dan tidak gelap. and that your urine is light and clear and not dark. seperti minuman olahraga atau air. If you have trouble tolerating liquids. Reaksi terhadap makanan baru. Bayi yang disusui bahkan mungkin bereaksi terhadap perubahan dalam diet ibu mereka '. take them in frequent sips. jarang bagian urin gelap tanda dehidrasi. symptoms may last from one day to longer than a week.

Jika gejala-gejala tersebut terjadi dan Anda tidak dapat minum cairan yang cukup. Ease back into eating. Get plenty of rest. seek medical attention. easy-to-digest foods. The illness and dehydration can make you weak and tired. kecuali jika Anda memiliki penyakit hati. Juga hindari jus apel dan susu. easy-to-digest foods. such as toast.3 C) atau lebih tinggi Lightheadedness or fainting occurs with standing Ringan atau pingsan terjadi dengan berdiri Confusion develops Kebingungan mengembangkan Worrisome abdominal pain develops sakit perut berkembang mengkhawatirkan If you suspect gastroenteritis in your child: Jika Anda menduga gastroenteritis pada anak Anda: • • • Allow your child to rest. When your child's vomiting stops. mudah-mencerna makanan. orang lain) untuk menghilangkan rasa tidak nyaman.• • • lightheadedness also are signs of dehydration. yang dapat membuat diare lebih buruk. rice and chicken. Pusing atau ringan juga adalah tanda-tanda dehidrasi. gelatin. air tidak diserap dengan baik dan tidak akan cukup menggantikan cairan yang hilang. . gelatin. nikotin. Hentikan makan jika mual kembali. such as soda crackers. caffeine. Gradually introduce bland. seperti Pedialyte atau Infalyte. water isn't absorbed well and won't adequately replace lost fluids. such as Pedialyte or Infalyte. Secara bertahap memperkenalkan lembut. begin to offer small amounts of an oral rehydration solution. unless you have liver disease.3 C) or higher Demam adalah 101 F (38. seperti kerupuk soda. nicotine. Bertahap mulai makan lembut. Penyakit dan dehidrasi bisa membuat Anda lemah dan lelah. and fatty or highly seasoned foods for a few days. bananas. In children with gastroenteritis. Get medical help if: Mendapatkan bantuan medis jika: • • • • • • • Vomiting persists for more than two days Muntah berlangsung lebih dari dua hari Diarrhea persists for longer than several days Diare berlangsung lebih dari beberapa hari Diarrhea turns bloody Diare berdarah ternyata Fever is 101 F (38. alcohol. Kemudahan kembali ke makan. dan makanan berlemak atau sangat berpengalaman selama beberapa hari. Pada anak-anak dengan gastroenteritis. mulai menawarkan sejumlah kecil larutan rehidrasi oral. kafein. Istirahat yang cukup. Avoid milk and dairy products. Consider acetaminophen (Tylenol. alkohol. dapatkan bantuan medis. If any of these symptoms occur and you can't drink enough fluids. Also avoid apple juice and milk. Stop eating if your nausea returns. mudah-mencerna makanan. others) for relief of discomfort. roti bakar. Hindari susu dan produk susu. toast. pisang. Pertimbangkan asetaminofen (Tylenol. nasi dan ayam. Ketika anak Anda muntah berhenti. bananas and potatoes. rice. Gradually begin to eat bland. which can make diarrhea worse. Don't use only water. Biarkan anak Anda untuk beristirahat. Jangan gunakan air saja.

seperti es krim. lab tests are not indicated. If your baby is bottle-fed. Is younger than age 2 and has a fever for longer than one day or is age 2 or older and has a fever for longer than three days. let your baby nurse. atau menangis tanpa air mata. offer a small amount of an oral rehydration formula (Pedialyte. These can make diarrhea worse. Get medical help if your child: Mendapatkan bantuan medis jika anak Anda: • • • • • Becomes unusually drowsy. membiarkan sisanya perut bayi Anda selama 30 sampai 60 menit. In an infant. marked thirst. waspada terhadap titik lemah di bagian atas kepala menjadi cekung dan popok yang tetap kering selama lebih dari delapan jam. Consider acetaminophen (Tylenol. Menjadi luar biasa mengantuk. sodas and candy. If you're breast-feeding. Pertimbangkan asetaminofen (Tylenol. seperti mulut kering dan kulit. Jika infeksi bakteri atau protozoa dicurigai. Jika bayi Anda susu botol. or bacterial culture may be indicated. If you have a sick infant. microscopy for protozoa. Ini bisa membuat diare lebih buruk. menawarkan sejumlah kecil formula rehidrasi oral (Pedialyte. Clostridium difficile toxin. Dalam kebanyakan kasus yang sesuai dengan fitur klinis gastroenteritis virus. Avoid giving your child dairy products and sugary foods. Pada bayi. Infalyte) or regular formula. Hasil pemeriksaan Laboratory Studies Laboratorium Studi • General laboratory evaluation Umum evaluasi laboratorium o In most cases that fit the clinical features of viral gastroenteritis. Vomits blood. Menunjukkan tanda-tanda dehidrasi. stool studies for occult blood. Infalyte) atau formula biasa. Giardia lamblia by enzyme immunoassay (EIA). soda dan permen. Jika Anda memiliki bayi sakit. mata cekung. Jika Anda menyusui. then offer small amounts of liquid. be alert to the soft spot on the top of the head becoming sunken and to diapers that remain dry for more than eight hours. kemudian menawarkan sejumlah kecil cairan. orang lain) untuk menghilangkan rasa tidak nyaman.• • seperti roti bakar. haus ditandai. others) for relief of discomfort. Hindari memberikan produk susu anak dan makanan manis. Lebih muda dari usia 2 dan demam selama lebih dari satu hari atau usia 2 atau lebih dan mengalami demam selama lebih dari tiga hari. Shows signs of dehydration. Don't give your child aspirin. o If bacterial or protozoal infection is suspected. biarkan perawat bayi Anda. Apakah diare berdarah. or crying without tears. Muntah darah. tes laboratorium tidak ditunjukkan. WBC count. such as dry mouth and skin. beras. Jangan berikan aspirin anak Anda. studi feses untuk . kecuali anak Anda memiliki penyakit hati. Has bloody diarrhea. such as ice cream. unless your child has liver disease. sunken eyes. pisang dan kentang. let your baby's stomach rest for 30 to 60 minutes.

darah yang tersembunyi, hitung WBC, mikroskop untuk protozoa, racun Clostridium difficile, Giardia lamblia oleh enzim immunoassay (EIA), atau kultur bakteri mungkin ditunjukkan. o Consider investigating patients with low-grade fever, nausea, vomiting, abdominal pain, and extreme dehydration by evaluating serum electrolytes, urea, creatinine, amylase, CBC count, and abdominal imaging studies. Pertimbangkan menyelidiki pasien dengan demam ringan, mual, muntah, sakit perut, dan dehidrasi ekstrim oleh elektrolit serum mengevaluasi, urea, kreatinin, amilase, jumlah CBC, dan pencitraan perut. Diagnosis of rotavirus infection Diagnosis infeksi rotavirus o Rapid antigen testing of the stool, either by EIA (>98% sensitivity and specificity) or latex agglutination tests (less sensitive and specific as compared to EIA), is used to aid in the diagnosis of rotavirus infection. Rapid antigen pengujian bangku, baik oleh EIA (> sensitivitas 98% dan spesifisitas) atau tes aglutinasi lateks (kurang sensitif dan spesifik dibandingkan dengan EIA), digunakan untuk membantu dalam diagnosis infeksi rotavirus. o Expect antirotavirus antibodies (ie, immunoglobulin M, immunoglobulin A) to be excreted in the stool after the first day of illness. Mengharapkan antibodi antirotavirus (yaitu, M immunoglobulin, immunoglobulin A) untuk dibuang dalam tinja setelah hari pertama sakit. Antibody tests can remain positive for 10 days after primary infection and longer after reinfection; therefore, they can be used as an adjunct to diagnosis. Tes Antibodi dapat tetap positif selama 10 hari setelah infeksi primer dan lebih lama setelah infeksi ulang, sehingga mereka dapat digunakan sebagai tambahan untuk diagnosis. Diagnosis of calicivirus infection Diagnosis infeksi calicivirus o In epidemics, save stool and emesis specimens for evaluation by public health officials. Dalam epidemi, menyimpan bangku dan spesimen emesis untuk evaluasi oleh pejabat kesehatan masyarakat. Polymerase chain reaction is valuable in both the outbreak setting and the sporadic case setting. Polymerase chain reaction yang berharga baik dalam pengaturan wabah dan pengaturan kasus sporadis. o Researchers have cloned several of the caliciviruses and placed the genome in a baculovirus that produces unlimited amounts of recombinant calicivirus capsid protein. Para peneliti berhasil mengkloning beberapa genom caliciviruses dan ditempatkan dalam sebuah baculovirus yang menghasilkan jumlah tak terbatas calicivirus rekombinan protein kapsid. Enzyme immunoassays for serum antibody and stool antigen have been developed using this antigen source. immunoassays Enzim untuk antibodi serum dan antigen tinja telah dikembangkan menggunakan sumber antigen. o A modification to the polymerase chain reaction has allowed many of the different strains of caliciviruses to be recognized with just a few primers (broadly reactive reverse-transcription polymerase chain reaction). Sebuah modifikasi reaksi berantai polimerase telah memungkinkan banyak strain

o

yang berbeda caliciviruses harus diakui hanya dengan beberapa primer (luas reaktif transkripsi reverse-polymerase chain reaction). These primers are directed at a region of the genome that is common to many of the strains of calicivirus. Primer ini diarahkan pada daerah genom yang umum bagi banyak alunan calicivirus. This has been an important tool for identifying caliciviruses as the most common cause of epidemic viral gastroenteritis. Hal ini telah menjadi alat yang penting untuk mengidentifikasi caliciviruses sebagai penyebab paling umum dari Gastroenteritis epidemi virus. Fecal viral concentration of norovirus correlates with duration of illness. tinja konsentrasi virus norovirus berkorelasi dengan durasi penyakit. As in most viral infections, active viral replication determines clinical disease. Seperti dalam infeksi virus paling, replikasi virus aktif menentukan penyakit klinis. High fecal viral concentrations suggest the need for both aggressive fluid replacement and stringent infection control measures. 8 tinja konsentrasi virus yang tinggi menunjukkan kebutuhan baik untuk pengganti cairan agresif dan pengendalian infeksi tindakan ketat. 8

Pengobatan
Medical Care Perawatan Medis
In 1996, the American Academy of Pediatrics formulated and published practice guidelines for the management of acute gastroenteritis in children. Pada tahun 1996, American Academy of Pediatrics dirumuskan dan menerbitkan panduan praktek untuk pengelolaan gastroenteritis akut pada anak. Use the following parameters to assess the degree of dehydration: blood pressure, pulse, heart rate, skin turgor, fontanelle, mucous membranes, eyes, extremities, mental status, urine output, and thirst. Gunakan parameter berikut untuk menilai derajat dehidrasi: tekanan darah, denyut nadi, denyut jantung, turgor kulit, ubun, selaput lendir, mata, ekstremitas, status mental, output urine, dan haus.

The treatment of rotavirus diarrhea is based primarily on replacing fluids and electrolytes, as directed by the estimated degree of dehydration. Pengobatan diare rotavirus didasarkan terutama pada cairan penggantian dan elektrolit, seperti yang diarahkan oleh perkiraan tingkat dehidrasi. Oral rehydration therapy is recommended for preventing and treating early dehydration and continued replacement therapy for ongoing loses. Terapi rehidrasi oral dianjurkan untuk mencegah dan mengobati dehidrasi dini dan terapi penggantian lanjutan untuk terus menerus kalah. Shock, severe dehydration, and decreased consciousness require intravenous therapy. Shock, dehidrasi berat, dan penurunan kesadaran membutuhkan terapi intravena. Age-appropriate diets should be continued in children with diarrhea who are not dehydrated. Umur diet yang sesuai harus dilanjutkan pada anak dengan diare yang tidak dehidrasi. When mild-to-moderately dehydrated children are rehydrated,

resume age-appropriate diet. Ketika ringan hingga sedang anak dehidrasi yang direhidrasi, melanjutkan diet yang sesuai dengan usia. Administering antiemetics and antidiarrheal agents to small children is not recommended. Menyelenggarakan antiemetik dan agen antidiare kepada anakanak kecil tidak dianjurkan. Several studies have shown that antirotavirus immunoglobulin, as pooled gamma globulin, bovine colostrum, or human milk, may decrease frequency and duration of diarrhea. Beberapa studi telah menunjukkan bahwa imunoglobulin antirotavirus, seperti mengumpulkan globulin gamma, kolostrum sapi, atau susu manusia, dapat menurunkan frekuensi dan durasi diare. Small studies have suggested that zinc supplements may reduce the severity and duration of illness. penelitian kecil telah menyarankan bahwa suplemen seng dapat mengurangi keparahan dan durasi penyakit.

Probiotics are nonpathogenic live microorganisms that provide beneficial effects on the health of the host. Probiotik adalah mikroorganisme hidup nonpathogenic yang memberikan efek yang menguntungkan pada kesehatan tuan rumah. In recent years, probiotics have entered mainstream medical practice, as a decrease in the severity and duration of infectious gastroenteritis has been shown in some strains. 9 Dalam beberapa tahun terakhir, probiotik telah memasuki praktek medis mainstream, sebagai penurunan dalam keparahan dan lamanya infeksi gastroenteritis telah ditunjukkan dalam beberapa strain. 9

Probiotics help to improve the balance of the intestinal microflora, although the exact mechanism of action is incompletely understood. Probiotik membantu meningkatkan keseimbangan mikroflora usus, walaupun mekanisme yang tepat tindakan adalah tidak sempurna dipahami. Hypothesized mechanisms include suppression of growth or invasion by pathogenic bacteria, improvement of intestinal barrier function, and effects on immune function. 10 Hipotesa mekanisme termasuk penekanan pertumbuhan atau invasi oleh bakteri patogen, peningkatan fungsi barrier usus, dan efek pada fungsi kekebalan tubuh. 10 Literature shows a statistically significant, but clinically moderate, benefit for some strains, mainly in infants and young children, in the treatment of acute watery diarrhea, especially in rotavirus gastroenteritis. 9 Sastra menunjukkan signifikan, namun secara klinis moderat, manfaat statistik untuk beberapa strain, terutama pada bayi dan anak-anak muda, dalam pengobatan diare akut, terutama di rotavirus gastroenteritis. 9 Until further data are available, only those organisms that have been clinically tested can be reasonably recommended, Lactobacillus casei GG and S boulardii being the most reported. Sampai data lebih lanjut yang tersedia, hanya mereka organisme yang telah teruji secara klinis dapat cukup direkomendasikan, casei Lactobacillus GG dan S boulardii yang paling dilaporkan. Limited data and modest expected benefit must be explained to patients. 9 Keterbatasan data dan manfaat yang diharapkan sederhana harus dijelaskan kepada pasien. 9

2003 Volume 3 Table of Contents Daftar isi • • • Introduction Pengantar Methods Metode Results Hasil . Perkotaan. Filipino Families Faktor predisposisi Bayi Untuk Gastroenteritis Di antara Miskin. Citation: C. Fertleman & GR Bentley : Factors Predisposing Infants To Gastroenteritis Among Poor. Keluarga Filipina Read printer friendly Baca printer friendly Subscribe in a reader Berlangganan di seorang pembaca Share with others Berbagi dengan orang lain Caroline Fertleman Dr. Bentley Dr. 2003 Volume 3 Number 1 Fertleman & Bentley GR: Faktor-faktor predisposisi Bayi Untuk Gastroenteritis Di antara Miskin.al of Pediatrics dan Neonatologi ™ ISSN: 1528-8374 | Home | Editors | Current Issue | Archives | Instructions for Authors | Disclaimer | | Home | Redaksi | Isu Lancar | Arsip | Petunjuk untuk Penulis | Disclaimer | Share with others Berbagi dengan orang lain || Factors Predisposing Infants To Gastroenteritis Among Poor. Filipino Families . Internet Journal of Pediatrics dan Nomor Neonatology. Urban. Dr Caroline Fertleman Wellcome Research Training Fellow Wellcome Penelitian Pelatihan Fellow Department of Paediatrics and Child Health Departemen Pediatri dan Kesehatan Anak University College London University College London Gillian R. Urban. Keluarga Filipina 1. Bentley Royal Society Research Fellow Royal Society Research Fellow Department of Anthropology Departemen Antropologi University College London University College London Citation: C. Dr Gillian R. The Internet Journal of Pediatrics and Neonatology. Perkotaan.

Infants were weighed and examined to determine the degree of malnutrition. Sanitatio . and 50 healthy infants from poor urban families in Metropolitan Manila..• • Discussion Diskusi • Nutrition Nutrisi • Water Supplementation. Sebuah studi cross-sectional ini dilakukan antara bulan November 1989 dan Januari 1990 untuk menilai hubungan antara status gizi. Air Suplementasi. penyakit Diarrhoeal account untuk sebagian besar morbiditas dan mortalitas anak di negara berkembang dimana tingkat kebersihan dan gizi mungkin buruk 1 2. feeding practices and diarrhoeal diseases in 50 infants who had gastroenteritis. Information was obtained from mothers in a hospital setting concerning feeding practices.. Bayi telah terbukti sangat rentan 3. Bayi ditimbang dan diperiksa untuk menentukan derajat gizi buruk. • Feeding Method Makanan Metode Conclusion Kesimpulan • Acknowledgements Ucapan Terima Kasih • Corresponding Author Sesuai Pengarang Abstract Abstrak A cross-sectional study was undertaken between November 1989 and January 1990 to assess the relationship between nutritional status. Informasi diperoleh dari ibu di rumah sakit mengenai praktek makan.. dan apakah air yang digunakan untuk makan direbus. kualitas air. Introduction Pengantar Diarrhoeal illnesses account for a large proportion of childhood morbidity and mortality in the developing world where the levels of hygiene and nutrition may be poor 1 2 . nutrisi yang lebih baik dan suplemen air selain pakan yang berbanding terbalik dikaitkan dengan terjadinya gastroenteritis. water quality. praktek makan dan penyakit diare pada 50 bayi yang telah gastroenteritis. quality of the water supply. These findings underscore the importance of adequate nutrition and hygiene in reducing rates of infant morbidity. Sanitatio. age and sex of the infant. kualitas pasokan air. Infants have proven to be particularly vulnerable 3 . Factors .. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya gizi yang cukup dan kebersihan dalam mengurangi tingkat morbiditas bayi. Breast-fed infants were better nourished than formula-fed infants. Bayi yang diberi ASI lebih baik dipelihara daripada bayi susu formula. Better nutrition and supplementation of water in addition to feeds were inversely associated with the occurrence of gastroenteritis. umur dan jenis kelamin bayi. and whether water used for feeding was boiled. dan 50 bayi sehat dari keluarga miskin di kota Metropolitan Manila.

Bawah Bicutan Puskesmas di salah satu pinggiran kota Manila. Penelitian ini dilaksanakan pada akhir tahun 1989 di Memorial Dr Jose Fabella (JFM) Rumah Sakit. and household sanitation. merupakan rumah sakit ibu dan anak melayani perempuan status sosial ekonomi rendah yang tinggal di salah satu sektor kaum miskin kota Manila. dan Puskesmas Bicutan Bawah. Jose Fabella Memorial (JFM) Hospital. Simpson-Hebert dan Makil 7 berspekulasi bahwa tingkat untuk penyakit diare relatif rendah di Metropolitan Manila karena pasokan air yang mutunya lebih baik daripada di daerah lain. Most of the .” or “proximate” determinants in the epidemiology of diarrhoeal diseases 4 . Ini menyebabkan tidak. Penelitian ini mengkaji tiga variabel antara kritis predisposisi bayi gastroenteritis di sektor. Rumah Sakit JFM. and the latter includes infant feeding methods and nutritional status. Simpson-Hebert and Makil 7 speculated that rates for diarrhoeal diseases were relatively low in Metropolitan Manila because the water supply is of better quality than in other areas. and the Lower Bicutan Health Center. bersama-sama dengan variabel lain. Ini. is a maternal and child hospital serving women of low socioeconomic status who live in one of the poor urban sectors of Manila. The present study examines three of the critical intermediate variables predisposing infants to gastroenteritis in a poor. saling eksklusif sebagai gizi parah dapat meningkatkan risiko penyakit pernapasan dan pencernaan untuk bayi sementara episode diare. nutritional status. ketersediaan. memperburuk kesehatan yang buruk gizi. dan sanitasi rumah tangga. Angka kematian bayi di Filipina pada tahun 1990 adalah 43 per 100 5 dengan akuntansi penyakit diare untuk 17% dari seluruh kematian untuk anak di bawah dua 6." atau "proksimat" penentu dalam epidemiologi penyakit diare 4. mutually exclusive as undernutrition can severely increase the risks of respiratory and gastrointestinal illnesses for infants while episodes of diarrhoea. bagaimanapun. Yang pertama meliputi kualitas air. The former includes water quality. yang merupakan sebuah lembaga pemerintah yang bertempat di sebuah penjara diubah tua. which is a government institution housed in an old converted prison. pada gilirannya. dan praktek menyusui.associated with infant diarrhoeal illnesses can be divided into exposure and resistance factors. These variables are: water sources available to families. exacerbate nutritional ill health. miskin perkotaan dari Metropolitan Manila dalam upaya untuk mengisolasi beberapa faktor yang dapat mengatur tingkat yang lebih rendah dari morbiditas bayi di daerah ini di Filipina. and feeding practices. Variabel ini: sumber air yang tersedia untuk keluarga. The JFM Hospital. together with other variables. Faktor yang terkait dengan penyakit diare bayi dapat dibagi menjadi faktor eksposur dan perlawanan. The Lower Bicutan Health Center is in one of the suburbs of Manila. These causes are not. availability. although the rates are in fact comparable to those in other areas of the Philippines. These. have been collectively referred to as “intermediate. walaupun persentasenya sebenarnya sebanding dengan yang di daerah lain di Filipina. The study was implemented at the end of 1989 in the Dr. both situated in Metropolitan Manila. urban sector of Metropolitan Manila in an attempt to isolate some of the factors that may be governing the lower rates of infant morbidity in this region of the Philippines. dan yang terakhir termasuk metode pemberian makan bayi dan status gizi. The infant mortality rate in the Philippines in 1990 was 43 per 100 5 with diarrhoeal diseases accounting for 17% of all deaths for children under two 6 . however. in turn. telah secara kolektif disebut sebagai "menengah. status gizi. keduanya terletak di Metropolitan Manila.

Antibiotics were occasionally administered to the infants. enteropathic Escerichia coli [EPEC]. Lima puluh bayi sehat secara bersamaan direkrut dari Bawah Bicutan Puskesmas. enterotoxic Escherichia coli [ETEC]. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara dua daerah dalam hal akses ke air pipa di antara keluarga sampel untuk penelitian ini. dari antara mereka tiba untuk imunisasi rutin gratis. ileocolitis akut. enteropathic Escerichia coli [EPEC]. Fifty healthy babies were simultaneously recruited from the Lower Bicutan Health Center. and the degrees of malnutrition were calculated using the classifications established by Gomez et al 11 . while people of even limited financial resources are under social pressure to pay for health care services. Berat dikoreksi untuk dehidrasi dengan menambahkan 10% ke angka (asumsi proporsi yang maksimal untuk dehidrasi). tapi hanya jika memenuhi kriteria WHO untuk mengobati organisme patogen yang dipilih 8 9. gastroenteritis akut dan ameobiasis. Diagnoses upon admission included acute infectious diarrhoea. and were treated with an oral rehydration solution. Hampir semua bayi menderita dehidrasi% diperkirakan 5-10. vomiting.families attending this clinic subsist by manual labour in Metropolitan Manila. All of these infants had one or more of the following symptoms or signs: diarrhoea. Percentiles of standard weight for age were calculated using the Harvard Growth standards 10 . muntah. Nearly all the infants suffered from an estimated 5-10% dehydration. from among those arriving for free routine immunizations. Infants were weighed upon admission and prior to rehydration treatment using Salter Scales. The socioeconomic level of patient catchment areas served by both health services are similar. Infants were weighed at . Methods Metode Fifty infants admitted with symptoms of gastroenteritis to the JFM Hospital were studied between November 1989 and January 1990. Persentil berat badan standar usia tersebut dihitung dengan menggunakan standar Pertumbuhan 10 Harvard. Lima puluh bayi mengaku dengan gejala Gastroenteritis ke Rumah Sakit JFM dipelajari antara November 1989 dan Januari 1990. acute ileocolitis. enterotoxic Escherichia coli [ETEC]. dan derajat gizi buruk tersebut dihitung dengan menggunakan klasifikasi yang ditetapkan oleh Gomez et al 11. Tingkat sosial ekonomi daerah tangkapan pasien yang dilayani oleh kedua pelayanan kesehatan yang sama. Weights were corrected for dehydration by adding 10% to the figures (assuming a maximum proportion for dehydration). or with intravenous fluids. pyrexia and dehydration. Semua bayi memiliki satu atau lebih gejala atau tanda-tanda berikut: diare. sementara orang sumber daya keuangan yang lebih terbatas berada di bawah tekanan sosial untuk membayar pelayanan perawatan kesehatan. dan diperlakukan dengan larutan rehidrasi oral. Diagnosa atas pengakuan termasuk diare infeksi akut. baik pelayanan kesehatan pemerintah digunakan. Bayi ditimbang pada saat masuk dan sebelum perawatan rehidrasi menggunakan Salter Scales. Sebagian besar keluarga hidup ini menghadiri klinik dengan pekerjaan fisik di Metropolitan Manila. both used government health care. atau dengan cairan intravena. Antibiotik kadang-kadang diberikan kepada bayi. pireksia dan dehidrasi. but only when satisfying WHO criteria to treat selected pathogenic organisms 8 9 . There are no significant differences between the two areas in access to piped water among the families sampled for this study. acute gastroenteritis and ameobiasis.

e) the feeding method used by the mother. b) the quality of drinking water available to households. Nutritional status of the infants was numerically coded from zero to three. dan. Backward stepwise logistic regression was used to model our expectations that infant health would depend upon: a) nutritional status. reflecting the degrees of malnutrition. yang mencerminkan derajat gizi buruk. rejimen makan campuran dan menyusui dihitung bersama sebagai satu kode. quality of the drinking water was divided into piped or well water. c) apakah ibu ditambah bayi mereka dengan air. Sebuah kuesioner dalam bahasa lokal Tagalog secara verbal diberikan kepada kedua pasang ibu sebelum imunisasi di Klinik. c) whether mothers supplemented their infants with water. f) usia bayi. d) apakah ibu rebus air yang digunakan. and after admission of the sick infants to Hospital. dan setelah pengakuan bayi sakit ke Rumah Sakit. d) whether mothers boiled the water that was used. Status gizi bayi adalah kode numerik dari nol hingga tiga. dan air suplementasi dan merebus air "ya / tidak" variabel biner. SPSS Version 10 was used for the statistical analyses. SPSS versi 10 digunakan untuk analisis statistik. f) age of the infant. For feeding method. Bayi ditimbang di klinik sebelum imunisasi dengan menggunakan skala yang sama dengan rumah sakit. A questionnaire in the local language of Tagalog was verbally administered to both sets of mothers prior to immunization in the Clinic. e) metode makan yang digunakan oleh ibu. Informasi dikumpulkan oleh CRF (Tabel 1). sementara empat lainnya faktor yang diperlakukan sebagai variabel biner. The information was collected by CRF (Table 1). Backward stepwise regresi logistik digunakan untuk model harapan kami bahwa kesehatan bayi akan tergantung pada: status) gizi. mixed feeding regimens and breastfeeding were counted together as one code. and water supplementation and boiling of water were “yes/no” binary variables. and. kualitas air minum dibagi ke dalam air ledeng atau sumur. Table 1: Information elicited from Filipino women in a questionnaire translated into Tagalog Tabel 1: Informasi menimbulkan dari perempuan Filipina dalam kuesioner diterjemahkan ke Bahasa Tagalog Results Hasil . b) kualitas air minum yang tersedia untuk rumah tangga.the clinic prior to immunization using the same scale as the hospital. Untuk metode pemberian makan. while the other four factors were treated as binary variables.

Lebih informatif. hanya 62% bayi sehat diberi tambahan air yang selalu direbus (96%). ketika kita meneliti distribusi bayi dengan gizi buruk di grup yang sehat dan tidak sehat dengan metode pemberian makan bayi. Berkenaan dengan pemberian makan bayi.058. p = 0. secara signifikan lebih sedikit bayi yang eksklusif diberi ASI (28%) menderita gizi buruk dibandingkan dengan formula bayi yang diberikan (66%) (Pearson Chi -Square. Namun. Hasil regresi logistik disajikan pada Tabel 2. Tabel 2: Hasil dari regresi logistik bertahap di mana kesehatan bayi adalah variabel dependen.058. However. when we examine the distribution of infants with malnutrition in the healthy and unhealthy groups by infant feeding method. Figure 1).* Poor nutritional status and not supplementing with water made infants more susceptible to gastroenteritis. Gambar 1). ibu lebih dari bayi sehat ASI eksklusif (34%) dibandingkan ibu dengan bayi yang tidak sehat (24%). With regard to infant feeding. only 62% of unhealthy infants were given additional water that was always boiled (96%). Ketika membandingkan sumber air pada bayi susu formula mayoritas (63%) dari bayi .* Variabel independen yang signifikan adalah status gizi dan suplementasi dengan air . More informatively. Sebagian besar ibu (96%) menyatakan bahwa mereka merebus air yang digunakan untuk kedua formula bayi dan sebagai suplemen. The majority of mothers (96%) stated that they boiled the water that was used for both infant formulas and as a supplement. more mothers of healthy babies breastfed exclusively (34%) compared to those mothers with unhealthy infants (24%). The significant independent variables are nutritional status and supplementation with water. significantly fewer exclusively breast-fed infants (28%) suffer from malnutrition compared to formula-fed infants (66%) (Pearson's Chi-Square. Sembilan puluh empat persen dari bayi sehat yang dilengkapi dengan air yang selalu direbus terlepas dari sumber.The results of the logistic regression are presented in Table 2. Status gizi yang buruk dan tidak melengkapi dengan bayi air dibuat lebih rentan terhadap gastroenteritis. Table 2: Results from the stepwise logistic regression where infant health is the dependent variable. When comparing water source in formula-fed infants a majority (63%) of the healthy infants came from homes with piped water compared to only 41% in the unhealthy infants. p = 0. Ninety four percent of healthy infants were supplemented with water that was always boiled irrespective of source.

Dalam sampel pertama. examination of the distributions by age of healthy and of malnourished infants shows that there is a clear demarcation in infant health and level of nutrition during the first six months of life. and the second was restricted to infants between seven and twelve months. Usia bukan variabel bebas yang signifikan dalam regresi logistik. However. Namun. Infants under six months of age appear to be less healthy and well-nourished. Age was not a significant independent variable in the logistic regression. dan yang kedua dibatasi untuk bayi antara tujuh dan dua belas bulan.yang sehat berasal dari rumah dengan air pipa dibandingkan dengan hanya 41% pada bayi tidak sehat. and particularly during the first two months (Figure 2). we repeated the logistic regression using two sub samples: the first included infants aged up to six months. usia adalah variabel yang signifikan bersama dengan derajat gizi buruk dan apakah bayi yang dilengkapi dengan air. In the first sample. Tidak ada variabel yang signifikan dalam sampel kedua bayi selama enam bulan. Oleh karena itu. age was a significant variable together with degree of malnutrition and whether infants were supplemented with water. pemeriksaan distribusi dengan usia bayi sehat dan malnutrisi menunjukkan bahwa ada demarkasi yang jelas di bidang kesehatan bayi dan tingkat gizi selama enam bulan pertama kehidupan. Figure 1: Degree of malnutrition in relation to method of infant feeding Gambar 1: Derajat gizi buruk dalam kaitannya dengan metode pemberian makan bayi Figure 2: Age distributions of healthy and unhealthy Filipino infants Gambar 2: Usia distribusi Filipina tidak sehat bayi dan sehat . Bayi di bawah usia enam bulan tampaknya kurang sehat dan bergizi baik. kami mengulangi regresi logistik menggunakan dua sampel sub: bayi termasuk pertama berusia sampai enam bulan. Accordingly. dan khususnya selama dua bulan pertama (Gambar 2). No variable was significant in the second sample of infants over six months of age.

dan mengurangi sekresi asam lambung. malnutrition entails welldocumented immunological abnormalities. yaitu kualitas air. Such risk factors are likely to be more prevalent in deprived urban areas. Temuan yang tidak melengkapi bayi dengan air adalah faktor penting lainnya predisposisi bayi hingga . and Sources Suplementasi Air. decreasing the ability to repair the epithelium. Sanitation. lowering the body's natural immunity through alterations in the integrity of body surfaces. penurunan kemampuan untuk memperbaiki epitel. studi saat ini fokus pada refeeding awal dan kelanjutan menyusui untuk melawan ini changes8 17. faktor risiko tersebut cenderung lebih umum di daerah perkotaan kekurangan. The synergism between nutrition and diarrhoeal infections may have prolonged effects on the trajectory of normal infant growth and development. In addition.Discussion Diskusi This study has examined three of the most critical intermediate variables predisposing infants from a poor urban area in Manila to gastroenteritis. Studi ini telah memeriksa tiga variabel antara yang paling penting predisposisi bayi dari daerah perkotaan miskin di Manila untuk gastroenteritis. Selain itu. Malnutrition independently raises risks of morbidity by decreasing nutrient absorption. The sinergisme antara gizi dan infeksi diare mungkin memiliki efek lama pada lintasan pertumbuhan bayi normal dan pembangunan. Nutrition Nutrisi The most important factor contributing to infant gastroenteritis was their nutritional status (Table 2). Faktor yang paling penting memberikan kontribusi untuk gastroenteritis bayi adalah status gizi mereka (Tabel 2). tetapi juga berinteraksi sinergis dengan episode diare 12. namely water quality. Nutritional adequacy may be partly determined by the feeding method employed. This in turn leads to reduced absorption 14 and utilization of nutrients 15 with alteration of the intestinal epithelial cells 16 . Diarrhoeal penyakit mengakibatkan anoreksia dan waktu transit cepat makanan 13. Kecukupan gizi mungkin sebagian ditentukan dengan metode makan yang digunakan. dan Sumber The finding that not supplementing an infant with water is the other significant factor predisposing infants to diarrhoeal episodes is surprising since we would expect supplemented infants to be more exposed to water-borne pathogens. metode pemberian makan bayi dan status gizi. infant feeding methods and nutritional status. Diarrhoeal diseases result in anorexia and the rapid transit time of food 13 . Sanitasi. Malnutrisi independen meningkatkan risiko morbiditas oleh penurunan penyerapan hara. gizi buruk memerlukan welldocumented kelainan imunologi. Water Supplementation. but also interacts synergistically with diarrhoeal episodes 12 . Current studies focus on early refeeding and continuation of breast feeding to counteract these changes8 17 . Hal ini pada gilirannya menyebabkan berkurangnya penyerapan 14 dan pemanfaatan nutrisi 15 dengan perubahan sel epitel usus 16. and reducing gastric acid secretion. menurunkan kekebalan alami tubuh melalui perubahan dalam integritas permukaan tubuh.

Kualitas air bersih di Manila relatif baik dibandingkan daerah perkotaan dan pedesaan lainnya di Filipina meskipun analisis yang lebih formal dari variabel pada saat penelitian ini tidak dilakukan. dan proporsi yang tinggi dari ibu yang merebus air dalam penelitian kami. Moe et al.episode diare adalah mengherankan karena kita akan mengharapkan bayi dilengkapi untuk lebih terkena-patogen tular air. Philippines.. and the high proportion of mothers who boiled the water in our study. khususnya di kalangan perempuan status sosial ekonomi rendah di negara-negara berkembang 19. the incidence of diarrhoeal diseases in infants in Cebu correlated with the density of bacteria in drinking waters supplying the homes where these infants lived.fda. Water quality and availability play an important part in determining risks for diarrhoeal diseases. . and is currently recommended as a standard procedure in preparing infant formulae by the American Federal Drug Administration in the USA ( http://www. This difference between these two studies may be due to two factors: the higher quality of the water supply in Manila. Boiling water prior to preparing formulas can significantly help in reducing bacterial levels in otherwise untreated drinking water irrespective of the water source and quality. especially among women of low socioeconomic status in developing countries 19 . dalam studi kontemporer lebih dari 3000 bayi dari Cebu. streptokokus enterococci dan feses dibandingkan dengan air PAM.6 have shown that a large proportion of open dug wells (of the same kind as in our study) had high densities of faecal coliform. timbulnya penyakit diare pada bayi di Cebu berkorelasi dengan kepadatan bakteri dalam memasok air minum rumah-rumah di mana bayi tinggal. penambahan setiap cairan untuk pemberian ASI meningkatkan risiko diare sampai tiga kali lipat.. Water quality is particularly important when infants are fed commercial formula instead of breastmilk. dan saat ini direkomendasikan sebagai prosedur standar dalam penyusunan formula bayi oleh American Federal Drug Administration di Amerika Serikat ( http: / / www. and may determine the higher morbidity rates in most studies of formulafed infants. Kualitas air sangat penting ketika bayi yang diberi makan formula komersial bukan ASI. where. dan dapat menentukan tingkat morbiditas lebih tinggi dalam studi sebagian besar bayi yang diberi susu formula. di mana. in a contemporaneous study of over 3000 babies from Cebu.fda. Temuan kami bertentangan dengan hasil Popkin 18 et al. ). Moe et al. The quality of the water supply in Manila is relatively good compared to other urban and rural areas of the Philippines although a more formal analysis of this variable at the time of the study was not undertaken. kualitas air dan ketersediaan memainkan peranan penting dalam menentukan risiko untuk penyakit diare. Perbedaan antara kedua penelitian mungkin karena dua faktor: kualitas yang lebih tinggi dari pasokan air di Manila.. enterococci and faecal streptococci compared to piped water.gov / opacom / lowli . Our findings are in opposition to the results of Popkin et al 18 . Air mendidih sebelum menyiapkan formula secara signifikan dapat membantu dalam mengurangi kadar bakteri dalam air minum dinyatakan tidak diobati terlepas dari sumber air dan kualitas. Filipina. ).gov/opacom/lowli .6 telah menunjukkan bahwa sebagian besar terbuka sumur galian (dari jenis yang sama seperti dalam studi kami) memiliki kepadatan tinggi coliform feses.. the addition of any fluids to breastfeeding increased the risk of diarrhoea up to threefold.

Ini sendiri dapat memperburuk risiko kesehatan mereka untuk penyakit diare. that the formula-fed infants in our study were not given sufficient liquids. Susu formula anakanak sangat beresiko dehidrasi hypernatraemic dibandingkan dengan bayi yang diberi susu payudara 20. ) 21. Mayoritas bayi dalam kelompok unsupplemented adalah susu formula.. bahwa susu formula bayi dalam penelitian kami tidak diberi cairan yang cukup.. makan praktik tidak ditemukan untuk melindungi secara signifikan terhadap gastroenteritis dalam penelitian kami. bagaimanapun. ) 21 . dua masalah utama yang terkait dengan penggunaan pengganti ASI di . seperti jenis Suplementasi makanan yang diberikan kepada bayi selain ASI atau susu formula yang kami tidak memiliki informasi. also to confounding factors.. Sebuah studi awal di rumah sakit yang sama menunjukkan bahwa hanya dua di 152 ibu baru benar dipersiapkan formula7. Hal ini dimungkinkan. It is possible. two of the major problems associated with the use of breast-milk substitutes in the developing world. pada kenyataannya.. however. Penyusunan salah susu formula. This is in contrast to the concurrent Cebu Study18 which showed feeding method was the most significant variable determining incidences of diarrhoea. dan karena itu lebih rentan terhadap dehidrasi. Feeding Method Makanan Metode Despite the considerable nutritional and immunological benefits associated with breastfeeding ( http://www.aap. Meskipun manfaat nutrisi dan imunologi yang cukup berhubungan dengan pemberian ASI ( http://www.aap. Our contradictory results may be related to the small sample size and. in fact.Water supplementation also has implications for infant hydration status. The incorrect preparation of formula milk.org/policy/re972 . Bahwa bayi yang diberi susu formula secara signifikan lebih mungkin menderita kekurangan gizi tingkat ketiga dan kedua dapat dijelaskan oleh fakta bahwa ibu menggunakan formula mungkin telah mempersiapkan mereka benar 22. juga untuk faktor perancu. That infants who are formula-fed are significantly more likely to suffer from second and third degree malnutrition may be explained by the fact that mothers using formulas may have been preparing them incorrectly 22 . The majority of infants in the unsupplemented group were formula-fed. This alone could exacerbate their health risk for diarrhoeal diseases. perhaps. feeding practices were not found to protect significantly against gastroenteritis in our study. Disusui bayi yang menerima susu yang cukup untuk memenuhi kebutuhan energi mereka umumnya tidak berisiko untuk dehidrasi. and the use of contaminated water are. hasil yang bertentangan kita mungkin terkait dengan ukuran sampel kecil dan. Breast-fed infants who receive sufficient milk to fulfill their energy requirements are generally not at risk for dehydration. such as the kinds of food supplementations given to infants in addition to breast milk or formula for which we have no information. and were therefore more prone to dehydration. Hal ini berbeda dengan Study18 Cebu konkuren yang menunjukkan metode pemberian makan merupakan variabel yang paling signifikan menentukan kejadian diare. mungkin. dan penggunaan air yang terkontaminasi. suplemen Air juga memiliki implikasi status hidrasi bayi.org/policy/re972 . An earlier study at the same hospital showed that only two in 152 new mothers correctly prepared formula7. Formula-fed children are particularly at risk of hypernatraemic dehydration compared to breast-fed infants 20 .

mothers consistently boiled the water that was used as a supplement. There has been a general reduction in both the initiation and duration of lactation in the developing world which has been duplicated in the Philippines since the 1970s 23 . Educational programs in concert with those already initiated in the hospital setting would be of benefit in reducing infant morbidity in urban Philippines 25 . dan yang paling mencolok di antara perempuan yang tinggal di daerah perkotaan dimana sanitasi dan gizi yang paling mungkin tidak memadai untuk keluarga dengan status sosial ekonomi rendah. Conclusion Kesimpulan The importance of our study is that. Program-program tersebut harus dirancang untuk meningkatkan pemahaman ibu gizi bayi yang memadai. Water sanitation is therefore a critical variable determining infants' risks for gastroenteritis. dan kedua. program pendidikan di konser dengan yang sudah dimulai dalam pengaturan rumah sakit akan bermanfaat dalam mengurangi morbiditas bayi di Filipina perkotaan 25. This factor should therefore be given increased attention in future efforts to improve infant health. with particular emphasis on the importance of breastfeeding and clean water. tidak seperti analisis serupa dilakukan di bagian lain dari Filipina. Tampaknya ada dua faktor yang terlibat di sini: pertama. unlike similar analyses undertaken in other parts of the Philippines. the water supply in Manila is relatively good compared to other areas. and is most noticeable among women living in urban areas where sanitation and nutrition are most likely to be inadequate for families with low socioeconomic status. dan Staf di Bawah Bicutan Health Centre di Metro Manila. Kim Blake. Faktor ini karenanya harus mendapat perhatian dalam upaya peningkatan masa depan untuk meningkatkan kesehatan bayi.negara berkembang. ditambah bayi yang sehat dari yang unsupplemented. There appear to be two factors involved here: first. ibu konsisten merebus air yang digunakan sebagai suplemen. Studi ini tidak mungkin dilakukan tanpa bantuan warga dan magang di Jose Fabella Memorial Hospital. Such programs should be designed to improve maternal understanding of adequate infant nutrition. dengan penekanan khusus pada pentingnya ASI dan air bersih. Breastfeeding rates are lowest (65%) in Metro Manila compared to other areas (87%) of the Philippines 24 . and secondly. supplemented infants were healthier than unsupplemented ones. sanitasi Air Oleh karena itu variabel kritis yang menentukan risiko bayi 'untuk Gastroenteritis. Pentingnya penelitian kami adalah bahwa. Anne Buchanan. We would also like to thank Robert Aunger. and the Staff at the Lower Bicutan Health Centre in Metro Manila. Tingkat Menyusui adalah terendah (65%) di Metro Manila dibandingkan dengan daerah lainnya (87%) dari Filipina 24. Telah ada pengurangan umum baik di inisiasi dan durasi laktasi di negara berkembang yang telah diduplikasi di Filipina sejak 1970-an 23. pasokan air di Manila relatif baik dibandingkan dengan daerah lain. . Acknowledgements Ucapan Terima Kasih This study could not have been undertaken without the assistance of the residents and interns at the Jose Fabella Memorial Hospital.

94(1):9-11. USA: Oxford University Press. An analytical framework for the study of child survival un developing countries. ( s ) ( s ) 3. Trans R Soc Med daerah tropis Hyg 2000. In: UNICEF.uk References Referensi 1. ( s ) ( s ) 4. 3. Nicoll A. Samsa GP. 1984:25-45. ( s ) ( s ) 6. Cambridge: Cambridge University Press. Bacterial indicators of risk of diarrhoeal disease from drinking-water in the Philippines. Diare: masalah di seluruh dunia yang signifikan.fertleman @ ucl. Nadine Peacock. David Meeks. Chen LC. 6. dan David Rampton untuk membantu mereka komentar dan saran. Mosley HW. Ethiopia. Samsa . Kim Blake. Julian Holmes. Dalam: UNICEF. Farthing MJ. 94 (1) : 9-11. 1. Sobsey MD. 1984:25-45. Negara UNICEF Anak Dunia 1992. East Afr Med J 2001. Child Survival : Strategies for Research. Dalam: Mosley HW. The fieldwork was supported by a 3M Riker elective project grant to CR Fertleman and a National Institute of Aging Postdoctoral Fellowship to GR Bentley. Diarrhoea: a significant worldwide problem. USA: Oxford University Press. Conflict of Interest: None Benturan Kepentingan: Tidak ada Corresponding Author Sesuai Pengarang Dr Caroline Fertleman Dr Caroline Fertleman E mail: c. Integrated management of childhood illness in resource-poor countries: an initiative from the World Health Organization. lapangan ini didukung oleh dana proyek Riker 3M pilihan untuk CR Fertleman dan National Institute of Aging Postdoctoral Fellowship untuk GR Bentley. 14 (1) :65-9. 1992:100. and David Rampton for their helpful comments and suggestions. Cambridge: Cambridge University Press. editor. 78 (8) :433-8. Peter Ellison. Nadine Merak. Ethiopia.ac. Int J Antimicrob Agents 2000. In: Mosley HW. Moe CL. East Afr Med J 2001. ( s ) ( s ) 2. LC Chen. Mitike G. Prevalensi diare akut dan persisten di utara zona Gondar. editors. 2. Anne Buchanan. New York. ( s ) ( s ) 5. Peter Ellison. Chen LC. Int Agen Antimicrob J 2000.fertleman@ucl. 5. Mitike G. New York. David Meeks.Elvira Dayrit.78(8):433-8. Elvira Dayrit.uk E mail: c. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Robert Aunger.ac. Prevalence of acute and persistent diarrhoea in north Gondar zone. Terpadu manajemen penyakit anak di negara miskin sumber daya: inisiatif dari Organisasi Kesehatan Dunia. 4. Sobsey MD. Mesolo V. editor. Child Survival: Strategi untuk Penelitian. The State of the World's Children UNICEF 1992. Kerangka analisis untuk studi negara un kelangsungan hidup anak berkembang.14(1):65-9. Moe CL. Nicoll A. Chen LC. Trans R Soc Trop Med Hyg 2000. Julian Holmes. Farthing MJ. editor. 1992:100. Mosley HW.

Shulman RJ. Claeson M. Makil LP. Pediatr Infect Dis J 1990.7:131-169.GP. Molla AM. Gopalakrishna GS. Menyusui di Manila. Shulman RJ. Lifschitz CH. Gomez F. Perbandingan xilosa-D dan tes polietilen glikol penyerapan sebagai indikator kerusakan mukosa pada bayi dengan diare kronis. Malnutrtition pada masa bayi dan masa kanak-kanak dengan referensi khusus untuk kwashiorkor. bakteri indikator risiko penyakit diare dari air minum di Filipina. 69 (3) :305-17. Bull World Health Organ 1991. Nichols BL. 11. Frank S. 15.18(4):537-43. Comparison of the D-xylose and polyethylene glycol absorption tests as indicators of mucosal damage in infants with chronic diarrhea. Whole-gut transit time and its relationship to absorption of macronutrients during diarrhoea and after recovery. Nutritional therapy for infants with diarrhea. Sarker SA. Lifschitz CH. Langston C. Cravioto L. Global kemajuan dalam pengendalian penyakit diare. Sarker SA.69(5):826-8. ( s ) ( s ) 13. Malnutrtition in infancy and childhood with special reference to kwashiorkor. 1990. Simpson-Hebert M. ( s ) ( s ) 11. ( s ) ( s ) 14. Simpson-Hebert M. LP Makil. 9. Lifschitz CH. MH Merson. 12. Claeson M. 69 (5) :826-8. Galavan R. Global progress in the control of diarrheal diseases. Swiss. 9:137-46. Lifschitz CH. 48 (9) :329-38. NUTR Rev 1990.8(1):47-50. Scand J Gastroenterol 1983.48(9):329-38. Umur penilaian dalam survei bidang anak-anak dari daerah tropis. Galavan R. Jelliffe DB. 7:131-169. Frank S.9(5):345-55. Nutr Rev 1990.9:137-46. Nichols BL. Human milk and the rate . Langston C. 18 (4) :537-43. Age assessment in field surveys of children of the tropics. 14. Pediatr Infect Dis J 1990. 7. Shulman RJ. Jelliffe DB. J Biosoc Sci 1985 Suppl. 1990. J Pediatr 1966. Filipina: hasil awal dari studi longitudinal. 10. Penggunaan obat rasional dalam pengelolaan diare akut pada anak-anak. GS Gopalakrishna. Mesolo V. Gomez F. Khatun M. 8 (1) :47-50. ( s ) ( s ) 9. ( s ) ( s ) 8. Merson MH. Kemajuan dalam Pediatri 1955. 9 (5) :345-55.69(3):305-17. Shulman RJ. Molla A. J Pediatr Gastroenterol NUTR 1989. Cravioto L. Scand J Gastroenterol 1983. Switzerland. ( s ) ( s ) 12. J Pediatr Gastroenterol Nutr 1989. Lifschitz CH. Molla AM. 8. Langston C. J Pediatr 1966. 13. Advances in Paediatrics 1955. Shulman RJ. Langston C. Philippines: preliminary results from a longitudinal study. Whole-usus transit waktu dan hubungannya dengan penyerapan macronutrients selama diare dan setelah pemulihan. The rational use of drugs in the management of acute diarrhoea in children. ( s ) ( s ) 10. Gopalakrishna GS. Gizi terapi untuk bayi dengan diare. Lifschitz CH. ( s ) ( s ) 15. (s)(s) 7. Bull World Health Organ 1991. Shulman RJ. Khatun M. Gopalakrishna GS. Breast-feeding in Manila. Molla A. J Biosoc Sci Suppl 1985.

Zahraa J. 79 (1) :32-5. etiologi. Akin JS. DS Shields. Flieger W. Breastfeeding trends in the Philippines. 19. ( s)(s) 23. Wong EL. Abu-Ekteish F. Kurugol Z. Ancaman umumnya diabaikan dalam nutrisi bayi: persiapan salah susu formula. dampak gizi. ( s ) ( s ) 21. Espinoza J. Ryan AS. Egemen A. 16. Guandalini S. 22 (3) :245-9. etiologies. 110 (6) :1103-9. ( s ) ( s ) 22. Popkin BM. Emek M. Popkin BM. ( s ) ( s ) 20. Guerrant RL. AP Dincer. Kurugol Z. Ryan AS. J Pediatr 1989. 86 (6) : 874-82. Nations MK.79(1):32-5. Pediatrics 1990. de Sousa MA.44(4):298-303. 20. Guandalini S. Wenjun Z. nutritional impact. Kusin N. Emek M. J Pediatr 1989. J Am Kesehatan Masyarakat 1989. ( s ) ( s ) 17. Secretin MC.78(2):259-64. 21. W Flieger. A generally neglected threat in infant nutrition: incorrect preparation of infant formulae. 12 (4) :697-717. Leslie J. Araya M. Acta Paediatr Scand 1989. RL Guerrant.of small intestinal mucosal recovery in protracted diarrhea. Pediatrics 2002. Leslie J.12(4):697-717. Wenjun Z. 1973 and 1983. Turk J Pediatr 2002. ( s ) ( s ) 16. de Sousa MA. ( s ) ( s ) . Baillieres Clin Gastroenterol 1998. Breast-feeding and diarrheal morbidity. Secretin MC. Ann Trop Paediatr 2002. Pacheco I. Effect of an acidified milk on diarrhoea and the carrier state in infants of low socio-economic stratum. Menyusui terus meningkat ke milenium baru. Bangsa MK. Acosta A. Akin JS. LV Kirchhoff. Breastfeeding continues to increase into the new millennium. Dincer AP. Hypernatraemic dehydration and acute gastro-enteritis in children. Pacheco I. Pediatrics 2002. et al. dan faktor risiko. Acosta A. Manusia susu dan tingkat pemulihan mukosa usus kecil di diare berkepanjangan. Black R. Abu-Ekteish F. 17. Wong EL. Guesry PR. Adair L. Nutritional management in diarrhoeal disease. Prospective study of diarrheal illnesses in northeastern Brazil: patterns of disease. Baillieres Clin Gastroenterol 1998. 18. Turk J Pediatr 2002. 1973 dan 1983. Menyusui dan morbiditas diare. Zahraa J. Espinoza J. Guesry PR. Adair L. 78 (2) :25964. Araya M. Pengaruh dari susu diasamkan pada diare dan keadaan carrier pada bayi dari strata sosio-ekonomi rendah. Aksit S. Popkin BM. Paediatr Acta Scand 1989. JS Akin.114(2):218-24. Shields DS. Ann daerah tropis Paediatr 2002. Kusin N.110(6):1103-9. 148 (6) :986-97.22(3):245-9. Pediatrics 1990. 44 (4) :298-303. 22. Am J Public Health 1989.148(6):986-97. Egemen A. J Infect Dis 1983. Brunser O. Menginfeksi J Dis 1983. Flieger W. dehidrasi Hypernatraemic dan akut gastro-enteritis pada anak-anak. Flieger W. Gizi manajemen pada penyakit diare.86(6):874-82. Briscoe J. Kirchhoff LV. Menyusui tren di Filipina. 114 (2) :218-24. Black R. 23. Popkin BM. Briscoe J. et al. Akin JS. Calon studi tentang penyakit diare di Brasil timur laut: pola penyakit. ( s ) ( s ) 19. ( s ) ( s ) 18. Brunser O. Aksit S. and risk factors.

RotaTeq demonstrated a 74% reduction in all rotavirus cases.24. Evaluasi kontrol nasional program penyakit diare di Filipina. Baltazar JC. 4. and 6 months. 1980-93.000 infants. dan mungkin cache. 20 Desember 10 08:49:25 -0600. The third dose should be given no later than 32 weeks. tren mekanisme dan dampak. Menyusui dan kesuburan di kalangan perempuan Filipina:. respon kekebalan terhadap infeksi ini mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan infeksi rotavirus berikutnya. and may be cached. On February 21. 25. 20 Dec 10 08:49:25 -0600. Baltazar JC. J Biosoc Sci 1985 Suppl. however. Halaman ini dibuat pada Senin. Nadera DP. 1980-93. Dalam sidang REST. Pada tanggal 21 Pebruari 2006. Breast-feeding and fertility among Philippine women: trends. mechanisms and impact. dan infeksi ganda dalam beberapa tahun pertama kehidupan mungkin yang umum. RotaTeq menunjukkan penurunan 74% dalam semua kasus rotavirus. J Biosoc Sci Suppl 1985. Zablan ZC. DP Nadera. Victora CG. percobaan plasebo terkontrol double blind lebih dari 60. 9:147-58. o Of note. CG Victora. Dosis ketiga harus diberikan tidak lebih dari 32 minggu. a double-blind placebo-controlled trial of over 60.000 bayi. Komite Penasehat CDC Imunisasi Praktek (ACIP) merekomendasikan RotaTeq. 24. sebuah dilemahkan oral vaksin rotavirus pentavalent (PRV). 13 Februari 9 14:05:17 -0600 This page was generated on Mon. Tindak lanjut Deterrence/Prevention Pencegahan / Pencegahan • • Natural infection with rotavirus does not afford complete immunity. Bull World Health Organ 2002. 80 (8) :637-43. o In the REST trial. Bull World Health Organ 2002. the CDC Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP) recommended RotaTeq. for the vaccination of infants. There was a 98% reduction in severe cases and a 96% reduction in hospitalized cases. Three doses should be given at 2. there was a 59% reduction in all-cause gastroenteritis admissions. untuk vaksinasi bayi. 13 Feb 09 14:05:17 -0600 Artikel ini terakhir diubah pada Fri. Ada pengurangan 98% pada kasus berat dan penurunan 96% dalam kasus dirawat di rumah sakit. dan 6 bulan. Zablan ZC. Evaluation of the national control of diarrhoeal disease programme in the Philippines.80(8):637-43. 4. ( s ) ( s ) 25. and multiple infections in the first few years of life probably are common. (s)(s) This article was last modified on Fri. an oral attenuated pentavalent rotavirus vaccine (PRV). infeksi alam dengan rotavirus tidak mampu kekebalan yang lengkap. Tiga dosis harus diberikan pada 2. namun. highlighting rotavirus as a larger contributor to the cause of acute . 2006.9:147-58. immune response to these infections reduces the frequency and severity of subsequent rotavirus infection.

o The oral live attenuated vaccine was not tested in immunocompromised patients and not approved for this use. 11 Rotarix is a monovalent vaccine derived from the most common human rotavirus strain that has been attenuated by serial passage and is administered in 2 oral doses. Ada beberapa pertanyaan mengenai keberhasilan di negara-negara kurang berkembang di mana vaksin tersebut tidak diuji dan serotipe non vaksin (VP4. Vaksin RotaShield mantan ditarik dari pasar untuk intussusceptions meningkat. dan VP7) yang lebih umum. Dari catatan. Untuk alasan ini. In April 2008. RotaShield tidak disetujui untuk digunakan. the RotaTeq vaccine is not approved for infants older than 32 weeks. 1-2 months apart. For these reasons. RotaShield is not approved for use. However. 12 Pada bulan April 2008. • The vaccine was also protective against gastroenteritis of any cause (40%) and hospitalization for gastroenteritis of any cause . o There are some questions as to the efficacy in less developed countries where the vaccine was not tested and nonvaccine serotypes (VP4. VP6. tetapi itu sedang dipertimbangkan untuk reintroduksi ke pasar digunakan terbatas untuk vaksinasi bayi awal saja. Vaksin dilemahkan oral hidup tidak diuji pada pasien immunocompromised dan tidak disetujui untuk digunakan ini. Sidang RotaTeq tidak menguji bayi yang lebih tua. Amerika Serikat Food and Drug Administration (FDA) menyetujui vaksin baru untuk Gastroenteritis rotavirus. Rotarix sangat protektif terhadap rotavirus gastroenteritis berat (85%) dan rawat inap untuk rotavirus gastroenteritis berat (85%). the United States Food and Drug Administration (FDA) approved a new vaccine for rotavirus gastroenteritis. menyoroti rotavirus sebagai kontributor yang lebih besar untuk penyebab gastroenteritis akut daripada yang diharapkan. Tidak ada hubungan RotaTeq dengan intussusceptions dalam sidang ini. this risk was only seen in older infants.• • gastroenteritis than originally expected. dan "catch-up" vaksinasi tidak dianjurkan. vaksin RotaTeq tidak disetujui untuk bayi yang lebih tua dari 32 minggu. o There was no association of RotaTeq with intussusceptions in this trial. risiko ini hanya terlihat pada bayi yang lebih tua. The former RotaShield vaccine was pulled from the market for increased intussusceptions. Namun. ada penurunan 59% di semua penerimaan menyebabkan gastroenteritis. 1-2 bulan terpisah. 11 Rotarix adalah vaksin monovalen berasal dari strain rotavirus manusia yang paling umum yang telah dilemahkan oleh bagian serial dan diberikan dalam 2 dosis oral . 12 o The phase 3 trial of Rotarix reported the following results: 13 Tahap 3 persidangan Rotarix melaporkan hasil sebagai berikut: 13 • Rotarix was highly protective against severe rotavirus gastroenteritis (85%) and hospitalization for severe rotavirus gastroenteritis (85%). The RotaTeq trial did not test older infants. VP6. and VP7) are more prevalent. but it is being considered for reintroduction into the marketplace in limited use for early infant vaccination only. and a "catch-up" vaccination is not recommended.

strain vaksin jarang tertumpah dalam tinja. Genomes also can be inserted into edible foodstuffs (eg.000 for that vaccine. . • Infants vaccinated with Rotarix had fewer serious adverse events or required hospitalization because of gastrointestinal events. In addition. 12 Recommendations from the American Academy of Pediatrics and the CDC for the use of Rotarix are pending. kentang. It also includes properly handling food and using clean water supplies. Bayi divaksinasi dengan Rotarix memiliki lebih sedikit efek samping yang serius atau rumah sakit diperlukan karena peristiwa gastrointestinal. kebersihan yang tepat masih merupakan langkah pencegahan pertama dalam Gastroenteritis virus. Mencuci tangan untuk mencegah penularan fecal-oral sangat penting. pisang). Vaksin ini juga protektif terhadap Gastroenteritis dari setiap penyebab (40%) dan rawat inap untuk Gastroenteritis sebab apapun (42%). • The vaccine proved to be safe with respect to the risk of intussusceptions. Baculovirusproduced antigens spontaneously form virus-like particles without RNA that are immunogenic and possibly protective. Penelitian vaksin untuk infeksi calicivirus adalah melanjutkan dengan cepat. Baculovirus diproduksi secara spontan membentuk partikel antigen virus seperti tanpa RNA yang mungkin imunogenik dan protektif. Strain vaksin Rotarix bereplikasi baik dalam usus setelah dosis pertama dan memberikan perlindungan silang terhadap serotipe yang lain. the vaccine strains are infrequently shed in the stool.000 untuk vaksin itu.o o (42%). Vaksin ini terbukti aman terhadap risiko intussusceptions. tidak begitu luas lintas pelindung dan tumbuh kurang baik di usus manusia. The Rotarix vaccine strain replicates well in the gut after the first dose and provides cross-protection against most other serotypes. The observed risk estimate was below the initial risk increase of 4 per 100. on the other hand. Hand washing to prevent fecal-oral transmission is very important. 14 Rekomendasi dari American Academy of Pediatrics dan CDC untuk penggunaan Rotarix yang tertunda. Proper hygiene is still the first preventative step in viral gastroenteritis. potatoes. Ini juga mencakup baik penanganan makanan dan menggunakan persediaan air bersih. RotaTeq. 14 • • Research on a vaccine for calicivirus infection is proceeding rapidly. is not so broadly cross-protective and grows less well in human intestines. 12 Selain itu. dan 3 dosis yang diperlukan. dan itu juga di bawah konsensus memperkirakan risiko berikutnya 1 per 100. RotaTeq.000 that led to the withdrawal of the RotaShield vaccine. and it was also below the subsequent consensus risk estimate of 1 per 100. and 3 doses are required. Perkiraan risiko yang diamati adalah di bawah meningkatkan risiko awal 4 per 100. Genom juga dapat dimasukkan ke dalam bahan makanan nabati (misalnya. bananas). di sisi lain.000 yang menyebabkan penarikan vaksin RotaShield.

Kadang-kadang menyebar melalui air yang terkontaminasi rotavirus atau tetesan pernapasan terinfeksi batuk atau bersin ke udara. Jika orang lain memegang tangan yang tidak bersih atau benda yang terkontaminasi dan kemudian memegang nya mulut. Sometimes rotavirus spreads through contaminated water or infected respiratory droplets coughed or sneezed into the air. repeat infections are typically less severe. dan program pengawasan untuk wabah merupakan langkah penting dalam pencegahan. Rotavirus hadir dalam hari tinja orang yang terinfeksi beberapa sebelum gejala muncul dan hingga 10 hari setelah gejala mereda. infeksi dapat mengikuti. Jika Anda memiliki rotavirus dan Anda tidak mencuci tangan setelah menggunakan toilet . it's possible to be infected more than once.atau anak Anda telah rotavirus dan Anda tidak mencuci tangan setelah mengganti popok atau anak Anda membantu anak Anda menggunakan toilet virus dapat menyebar ke apapun yang Anda sentuh. Virus menyebar dengan mudah melalui kontak tangan ke mulut sepanjang waktu ini . infeksi ulangi biasanya kurang parah. Because there are many types of rotavirus. pasokan air bersih. However. Penyebab By Mayo Clinic staff Oleh staf Mayo Clinic Rotavirus is present in an infected person's stool several days before symptoms appear and for up to 10 days after symptoms subside. The virus spreads easily through hand-to-mouth contact throughout this time — even if the infected person doesn't have symptoms.bahkan jika orang yang terinfeksi tidak memiliki gejala. termasuk makanan. Pada tingkat masyarakat. sanitasi yang memadai. clean water supplies. toys and utensils. and surveillance programs for outbreaks are important steps in prevention. including food. infeksi Rotavirus yang paling sering terjadi pada anak-anak usia 4 bulan sampai 24 bulan . If you have rotavirus and you don't wash your hands after using the toilet — or your child has rotavirus and you don't wash your hands after changing your child's diaper or helping your child use the toilet — the virus can spread to anything you touch. mainan dan peralatan. Namun. mungkin untuk terinfeksi lebih dari sekali. an infection may follow. proper sanitation.• On a community level.terutama mereka yang . Faktor risiko By Mayo Clinic staff Oleh staf Mayo Clinic Rotavirus infections are most common in children ages 4 months to 24 months — particularly those who spend time in child care settings. If another person touches your unwashed hands or a contaminated object and then touches his or her mouth. Karena ada banyak jenis rotavirus.

ensiklopedia bebas Jump to: navigation . B = adenovirus. . ICD .0 . Gastroenteritis From Wikipedia. J 11. . Your risk of rotavirus is highest in winter and spring. C = Norovirus dan D = Astrovirus.8 . search Langsung ke: navigasi . Older adults and adults caring for young children have an increased risk of infection as well. J 10. Partikel-partikel virus akan ditampilkan pada perbesaran yang sama untuk memungkinkan perbandingan ukuran.1 . 009. cari Gastroenteritis Gastroenteritis Classification and external resources Klasifikasi dan sumber daya eksternal Gastroenteritis viruses: A = rotavirus.8 . 009. A 08. . 009. A 09.8 .menghabiskan waktu di pengaturan perawatan anak. A 08. 558 009. risiko Anda dari rotavirus tertinggi pada musim dingin dan musim semi. .10 ICD . the free encyclopedia Dari Wikipedia. Gastroenteritis virus: A = rotavirus. A 09.0 . A 02. J 11.1 . A 02.9 ICD .8 . orang dewasa yang lebih tua dan orang dewasa merawat anak-anak memiliki peningkatan risiko infeksi juga. K 52. J 10. C = Norovirus and D = Astrovirus. 558 30726 30726 emerg/213 emerg/213 .0 .9 DiseasesDB DiseasesDB eMedicine eMedicine K 52. The virus particles are shown at the same magnification to allow size comparison.10 ICD . adenovirus B =.0 .

Shigella . Other significant viral agents include adenovirus [ 4 ] and astrovirus .5 juta kematian setiap tahunnya di tahun 2000. Yersinia . colitis . and bakery products. reheated meat dishes. It can be transferred by contact with contaminated food and water. Shigella . piring daging dipanaskan. and the majority of severe cases in children. It is also common for river swimmers to become infected during times of rain as a result of contaminated runoff water. sebagian besar disebabkan oleh pengenalan global terapi rehidrasi oral [1] dan merupakan penyebab utama kematian di kalangan bayi dan anak di bawah 5. spesies yang berbeda dari bakteri dapat menyebabkan gastroenteritis. yang melibatkan baik lambung dan usus kecil dan mengakibatkan akut diare .MeSH MESH D005759 D005759 Gastroenteritis (also known as gastric flu or stomach flu . inflammation of the large intestine. dan lain-lain. Staphylococcus . Some sources of the infection are improperly prepared food. Staphylococcus . Escherichia coli . meskipun tidak terkait dengan influenza ) adalah peradangan pada saluran pencernaan . Clostridium . dan mayoritas kasus yang parah pada anak-anak. Vibrio cholerae . Lain agen virus signifikan antara lain adenovirus [4] dan astrovirus . Clostridium . including Salmonella . Campylobacter jejuni . may also be present. and others. dairy. are due to rotavirus . Colitis . parasites . Gastroenteritis (juga dikenal sebagai flu atau flu lambung perut. involving both the stomach and the small intestine and resulting in acute diarrhea . disebabkan oleh rotavirus . mereka racun . Hal ini dapat ditransfer melalui kontak dengan makanan dan air yang terkontaminasi. Risk factors include consumption of improperly prepared foods or contaminated water and travel or residence in areas of poor sanitation. Current death rates have come down significantly to approximately 1. Different species of bacteria can cause gastroenteritis. or an adverse reaction to something in the diet or medication. [2] At least 50% of cases of gastroenteritis due to foodborne illness are caused by norovirus . their toxins . [ 2 ] tingkat kematian saat ini telah turun secara signifikan menjadi sekitar 1. termasuk Salmonella . peradangan ini disebabkan paling sering oleh infeksi dari tertentu virus atau kurang sering oleh bakteri . The inflammation is caused most often by an infection from certain viruses or less often by bacteria . dan produk roti. seafood. Setiap organisme penyebab yang berbeda gejala sedikit tapi semua mengakibatkan diare. parasit . Beberapa sumber infeksi adalah tidak benar makanan jadi. although unrelated to influenza ) is inflammation of the gastrointestinal tract . juga dapat hadir. [3] lainnya 20% kasus. [3] Another 20% of cases. largely due to the global introduction of oral rehydration therapy [ 1 ] and is a leading cause of death among infants and children under 5. susu. Faktor risiko termasuk konsumsi makanan yang tidak benar diolah atau air yang tercemar dan bepergian atau tinggal di bidang sanitasi yang buruk. seafood. Vibrio cholerae . Escherichia coli . Each organism causes slightly different symptoms but all result in diarrhea. atau reaksi yang merugikan pada sesuatu dalam makanan atau obat. Setidaknya 50% dari kasus Gastroenteritis karena penyakit bawaan makanan disebabkan oleh norovirus .5 million deaths annually in the year 2000. radang usus besar. [ 5 ] Hal serupa juga terjadi . Yersinia . Campylobacter jejuni .

2 Diet o 5. septicemia .3 Medications 5. infeksi saluran kemih dan bahkan meningitis .1 bakteri Gastroenteritis o 1. intussusception dan.2 Viral Gastroenteritis 2 Symptoms and signs 2 Gejala dan tanda 3 Diagnosis 3 Diagnosis 4 Prevention 4 Pencegahan 5 Management 5 Manajemen o 5. A few loose stools and vomiting may be the result of systemic infection such as pneumonia . Sebuah bangku longgar sedikit dan muntah mungkin akibat sistemik infeksi seperti pneumonia .2 Diet 5. jarang. Also. pancreatic insufficiency. Penting untuk mempertimbangkan Gastroenteritis menular sebagai diagnosis per exclusionem . Whipple's disease . Surgical conditions such as appendicitis .untuk perenang sungai untuk menjadi terinfeksi selama masa hujan sebagai akibat limpasan air yang terkontaminasi. bahkan Penyakit Hirschsprung dapat menyesatkan dokter. Bedah kondisi seperti radang usus buntu . even Hirschsprung's disease may mislead the clinician.1 Bacterial gastroenteritis 1. coeliac disease . Endocrine disorders (eg thyrotoxicosis and Addison's disease ) are disorders that can cause diarrhea. intussusception and.4 Pengobatan alternatif 6 Complications 6 Komplikasi 7 Epidemiology 7 Epidemiologi 8 History 8 Sejarah 9 See also 9 Lihat juga 10 References 10 Referensi 11 External links 11 Pranala luar [ edit ] Classification [ sunting ] Klasifikasi Infectious gastroenteritis is caused by a wide variety of bacteria and viruses. urinary tract infection and even meningitis . rarely. [ 6 ] Juga.1 Rehydration 5.3 Obat-obatan o 5. gangguan endokrin (misalnya tirotoksikosis dan Penyakit Addison ) adalah gangguan yang dapat menyebabkan diare. short bowel syndrome . and laxative abuse should be excluded as possibilities.1 Rehidrasi o 5. septicemia .4 Alternative medicine 5. . Infectious gastroenteritis disebabkan oleh berbagai bakteri dan virus.2 Viral gastroenteritis 1. It is important to consider infectious gastroenteritis as a diagnosis per exclusionem . [5] Contents Isi [hide] • • • • • • • • • • • 1 Classification 1 Klasifikasi o 1.

are used in research laboratories. Pseudomembranous colitis is an important cause of diarrhea in patients often recently treated with antibiotics. Traveler's diare biasanya merupakan jenis bakteri gastroenteritis. and parasites like Giardia can be treated with antibiotics Bakteri.insufisiensi pankreas. [ 7 ] Children admitted to hospital with gastroenteritis routinely are tested for rotavirus A to gather surveillance data relevant to the epidemiological effects of rotavirus vaccination programs. Virus tidak merespon terhadap antibiotik dan anak-anak yang terinfeksi biasanya membuat pemulihan penuh setelah beberapa hari. see above. [6] [ edit ] Bacterial gastroenteritis [ sunting ] Gastroenteritis bakteri For a list of bacteria causing gastroenteritis. Viruses do not respond to antibiotics and infected children usually make a full recovery after a few days. Virus menyebabkan gastroenteritis termasuk rotavirus . norovirus . maka penting untuk membedakan antara infeksi bakteri dan virus. digunakan di laboratorium penelitian. [10] [11] [ edit ] Symptoms and signs [ sunting ] Gejala dan tanda-tanda Gastroenteritis often involves stomach pain or spasms. adenovirus and astrovirus . Shigella and Campylobacter . Penyakit Whipple . dan parasit seperti Giardia dapat diobati dengan antibiotik Traveler's diarrhea is usually a type of bacterial gastroenteritis. lihat di atas. Shigella dan Campylobacter . misalnya. penyakit celiac . Jika gastroenteritis pada anak cukup parah membutuhkan masuk ke rumah sakit. with noninflammatory infection of the upper small bowel . [7] Anak-anak dirawat di rumah sakit dengan Gastroenteritis secara rutin diuji untuk rotavirus A untuk mengumpulkan data surveilans yang relevan dengan efek epidemiologi program vaksinasi rotavirus. then it is important to distinguish between bacterial and viral infections. [ edit ] Viral gastroenteritis [ sunting ] Viral Gastroenteritis Viruses causing gastroenteritis include rotavirus . [8 ] [9] Anak-anak secara rutin diuji juga untuk norovirus . Other methods. norovirus . If gastroenteritis in a child is severe enough to require admission to a hospital. electron microscopy and polyacrylamide gel electrophoresis . mikroskop elektron dan elektroforesis gel poliakrilamid . or inflammatory infections of the . diarrhea and/or vomiting . adenovirus dan astrovirus . sindrom usus pendek . pseudomembran kolitis adalah penyebab penting diare pada pasien sering baru diobati dengan antibiotik. yang sangat menular dan membutuhkan prosedur isolasi khusus untuk menghindari penularan kepada pasien lain. which is extraordinarily infectious and requires special isolation procedures to avoid transmission to other patients. for example. [ 8 ] [ 9 ] These children are routinely tested also for norovirus . Bacteria. Untuk daftar bakteri yang menyebabkan gastroenteritis. dan penyalahgunaan pencahar harus dikeluarkan sebagai kemungkinan. [ 10 ] [ 11 ] Metode lain.

Shigella or some pathogenic strains of Escherichia coli [ 4 ] ) Bloody kotoran ( disentri . dengan infeksi MENYEBABKAN PERADANGAN dari bagian atas usus kecil . biasanya berlangsung 1-6 hari. riwayat medis yang lengkap dan pemeriksaan fisik. have signs of dehydration (which include dry mucous membranes). [ edit ] Diagnosis [ sunting ] Diagnosis Gastroenteritis is diagnosed based on symptoms. poor perfusion and ultimately shock . sunken fontanelles . normally lasting 1–6 days. lingkaran mata gelap. Dalam beberapa kasus. A child with gastroenteritis may be lethargic . memiliki tanda-tanda dehidrasi (termasuk selaput lendir kering). Salmonella. Seorang anak dengan Gastroenteritis mungkin lesu . dan mungkin diikuti dengan muntah-muntah. takikardia . sedangkan diare bernoda darah mungkin menunjukkan bakteri kolitis . sunken eyeballs. bile can be vomited up. and may be followed by vomiting. a complete medical history and a physical examination.menunjukkan infeksi oleh amuba. jalankan demam rendah. An accurate medical history may provide valuable information on the existence or inexistence of similar symptoms in other members of the . Kondisi ini biasanya akut onset. warna perubahan warna kulit. [ 12 ] [ 6 ] [ 13 ] [ 14 ] Gastroenteritis sering melibatkan rasa sakit perut atau kejang. Viral diarrhea usually causes frequent watery stools. Campylobacter. tachycardia . • • • • • • • • • • • Nausea and vomiting Mual dan muntah Diarrhea Diare Loss of appetite Kehilangan nafsu makan Fever Demam Headaches Sakit kepala Abnormal flatulence Abnormal perut kembung Abdominal pain Sakit perut Abdominal cramps Kram perut Bloody stools ( dysentery . atau infeksi radang dari usus besar . Campylobacter . reduced skin turgor . Diare adalah umum. Viral diare biasanya menyebabkan tinja berair sering. miskin perfusi dan akhirnya shock . Shigella atau beberapa strain patogenik Escherichia coli [4] ) Fainting and Weakness Pingsan dan Kelemahan Heartburn Mulas The main contributing factors include poor feeding in infants. dan membatasi diri . and is self-limiting . even when the stomach is empty. skin color discoloration. menderita kurang tidur. whereas blood stained diarrhea may be indicative of bacterial colitis . glassy eyes. cekung fontanelles . run a low fever. Diarrhea is common. Salmonella . empedu bisa memuntahkan. kulit berkurang turgor . bola mata cekung.colon . bahkan ketika perut kosong. darkened eye circles. kaca mata.suggesting infection by amoeba. suffer lack of sleep. Beberapa faktor utama termasuk makan yang buruk pada bayi. Gastroenteritis didiagnosis berdasarkan gejala. [12] [6] [13] [14] The condition is usually of acute onset. diare dan / atau muntah . In some cases.

ova and cysts may also be helpful. Sebuah riwayat medis lengkap dapat membantu dalam mendiagnosis gastroenteritis. Berenang di air yang terkontaminasi atau minum dari mencurigakan air tawar seperti sungai atau sumur gunung mungkin menunjukkan infeksi dari Giardia . Detecting the specific infectious agent is required in order to establish a proper diagnosis and an effective treatment plan. examination of stool for Clostridium difficile may be advisable along with cultures for bacteria including Salmonella . Tergantung pada jenis bakteri yang menyebabkan kondisi tersebut. the reactions appear in 2 to 72 hours. Jika gejala termasuk demam. dan Escherichia coli Enterotoxic. Sebuah akurat dan lengkap riwayat medis pasien meliputi informasi tentang sejarah perjalanan. ova dan kista juga dapat membantu. reaksi muncul dalam 2 sampai 72 jam. Shigella . Microscopy for parasites. persiapan kebiasaan makanan atau penyimpanan dan obat-obatan. Tidak ada tes diagnostik khusus yang diperlukan pada kebanyakan pasien dengan Gastroenteritis sederhana. termasuk Salmonella . berdarah tinja dan diare bertahan selama dua minggu atau lebih. Mendeteksi agen infeksi spesifik diperlukan dalam rangka menegakkan diagnosa yang tepat dan rencana pengobatan yang efektif. Keracunan makanan harus diperhatikan dalam kasus-kasus ketika pasien terkena atau tidak disimpan makanan matang. diet change. food preparation habits or storage and medications. [ citation needed ] Mikroskopi untuk parasit. frequency. Shigella . bloody stool and diarrhea persist for two weeks or more. mengubah diet. Campylobacter . frekuensi. Food poisoning must be considered in cases when the patient was exposed to undercooked or improperly stored food. exposure to poisons or other irritants . Coli atau infeksi parasit dihubungi dari minuman atau makanan.an organism found in water that causes diarrhea. Swimming in contaminated water or drinking from suspicious fresh water such as mountain streams or wells may indicate infection from Giardia . [ 15 ] Durasi. dan deskripsi pasien buang air besar dan jika mereka mengalami muntah juga relevan dan pertanyaan ini biasanya diminta oleh dokter selama pemeriksaan. and description of the patient's bowel movements and if they experience vomiting are also relevant and these question are usually asked by a physician during the examination. [ rujukan? ] A complete medical history may be helpful in diagnosing gastroenteritis. Patients who travel may be exposed to E. Depending on the type of bacteria that is causing the condition.organisme yang ditemukan dalam air yang menyebabkan diare . If symptoms including fever. Sebuah akurat riwayat kesehatan dapat memberikan informasi berharga mengenai keberadaan atau tidak adanya gejala serupa di anggota lain dari pasien keluarga atau teman. pemeriksaan feses untuk Clostridium difficile dapat dianjurkan bersama dengan budaya untuk bakteri. The duration. Coli infections or parasite infections contacted from beverages or food. .patient's family or friends. paparan terhadap racun atau iritasi . A complete and accurate medical history of the patient includes information on travel history. [15] No specific diagnostic tests are required in most patients with simple gastroenteritis. Pasien yang melakukan perjalanan mungkin terkena infeksi E. Campylobacter and Enterotoxic Escherichia coli.

by surveillance week. However. beberapa tes dapat dilakukan dalam rangka untuk menyingkirkan gangguan pencernaan lainnya. oleh minggu surveilans. Therefore in rare cases when the symptoms are not enough to diagnose gastroenteritis. These include rectal examinations . Namun. elektrolit dan fungsi ginjal tes . electrolytes and kidney function tests . July 2000--June 2009. Juli 2000 . they could be the cause of an irritation of the gastrointestinal tract. gallbladder disease. the doctor will look for other possible causes of the infection. Conditions such as appendicitis . when the symptoms are conclusive. Ini termasuk pemeriksaan dubur . Diagnosa Gastroenteritis terutama prosedur pengecualian.Juni 2009. mereka bisa menjadi penyebab iritasi pada saluran pencernaan. [16] . Oleh karena itu dalam kasus yang jarang terjadi ketika gejala tidak cukup untuk mendiagnosa gastroenteritis. During the physical examination. [ edit ] Prevention [ sunting ] Pencegahan Percentage of rotavirus tests with positive results. If so. Jika demikian. ada tes terpisah dari bangku tes diwajibkan untuk benar mendiagnosa gastroenteritis terutama jika pasien telah melakukan perjalanan ke daerah-daerah berisiko. kandung empedu penyakit. Persentase rotavirus tes dengan hasil positif. pancreatitis or diverticulitis may cause similar symptoms but a physical examination will reveal a specific tenderness in the abdomen which is not present in gastroenteritis. complete blood count . Amerika Serikat. pankreatitis atau divertikulitis dapat menyebabkan gejala serupa tetapi pemeriksaan fisik akan mengungkapkan kelembutan khusus dalam perut yang tidak hadir dalam gastroenteritis. [ 16 ] Sebuah vaksin rotavirus memiliki antara 2000 dan 2009 mengalami penurunan jumlah kasus diare akibat rotavirus di Amerika Serikat. ketika gejala yang konklusif. United States. no tests apart from the stool tests are required to correctly diagnose gastroenteritis especially if the patient has traveled to atrisk areas. Selama pemeriksaan fisik. dokter akan mencari kemungkinan penyebab lain dari infeksi. hitung darah lengkap . several tests may be performed in order to rule out other gastrointestinal disorders. A rotavirus vaccine has between 2000 and 2009 decreased the number of cases of diarrhea due to rotavirus in the United States. Kondisi seperti usus buntu .The doctor may want to find whether the patient has been using broad-spectrum or multiple antibiotics in their recent past. Diagnosing gastroenteritis is mainly an exclusion procedure. Dokter mungkin ingin mengetahui apakah pasien telah menggunakan spektrum luas atau beberapa antibiotik di masa lalu mereka.

Dokter menyarankan bahwa makanan harus dimasak dengan benar dan disimpan untuk mencegah gastroenteritis. Tersangka Hindari makanan atau minuman. [ 21 ] Metoclopramide and ondansetron however may be helpful in children. Namun. [ 22 ] Gastroenteritis biasanya merupakan dan selfterbatas penyakit akut yang tidak memerlukan terapi farmakologis. Thoroughly wash both hands before eating and after using the bathroom or changing diapers . Viral gastroenteritis is a highly contagious disease and thus avoiding crowded spaces such as markets . [21] Metoclopramide dan ondansetron Namun dapat membantu pada anakanak. theaters or shopping centers may also help in preventing infection for those who have weak resistance. [ 19 ] Pemutihan kotor binatu dan rumah tangga permukaan dapat membantu mencegah penyebaran bakteri. Doctors recommend that food be properly cooked and stored to prevent gastroenteritis.Gastroenteritis may be prevented through immunization. [ 20 ] The objective of treatment is to replace lost fluids and electrolytes . Bleaching soiled laundry and household surfaces may help prevent spreading bacteria. Oral rehydration is the preferred method of replacing these losses in children with mild to moderate dehydration. vaksin yang saat ini tersedia hanya efektif pada gastroenteritis rotavirual. Berbagai jenis vaksinasi yang tersedia untuk Salmonella typhi dan Vibrio kolera dan yang dapat diberikan kepada orang-orang yang berniat melakukan perjalanan di daerah yang berisiko. [22] [ edit ] Rehydration [ sunting ] Rehidrasi . [17] US Food and Drug Administration disetujui pada tahun 2006 yang disebut rotavirus RotaTeq yang dapat diberikan kepada bayi berumur 6 sampai 32 minggu untuk mencegah terinfeksi dengan Gastroenteritis virus. [18] Vaksin namun mungkin efek samping yang sama dengan gejala flu ringan. [20] Tujuan pengobatan adalah untuk mengganti kehilangan cairan dan elektrolit . [19] [ edit ] Management [ sunting ] Manajemen Gastroenteritis is usually an acute and self-limited disease that does not require pharmacological therapy. [ 18 ] The vaccines may however have side effects that are similar to the mild flu symptoms. [ 17 ] The US Food and Drug Administration approved in 2006 a rotavirus called Rotateq that may be given to infants aged 6 to 32 weeks to prevent getting infected with viral gastroenteritis. Viral Gastroenteritis adalah penyakit yang sangat menular dan dengan demikian menghindari ruang ramai seperti pasar . Seksama mencuci kedua tangan sebelum makan dan setelah menggunakan kamar mandi atau mengganti popok . Gastroenteritis bisa dicegah melalui imunisasi. Different types of vaccinations are available for Salmonella typhi and Vibrio cholera and which may be administered to people who intend traveling in at-risk areas. rehidrasi oral adalah metode yang disukai untuk mengganti kerugian tersebut pada anak dengan dehidrasi ringan sampai sedang. Avoid suspect food or drink. bioskop atau pusat perbelanjaan juga dapat membantu dalam mencegah infeksi bagi mereka yang memiliki ketahanan yang lemah. the vaccines that are currently available are effective only on rotavirual gastroenteritis. However.

sehingga sejumlah besar minuman ringan. Perlakuan utama Gastroenteritis pada anak dan orang dewasa adalah rehidrasi . [27] The BRAT diet (pisang. rice. Lactose-free or lactose-reduced formulas usually are not necessary. [ 26 ] The practice of withholding food is not recommended and immediate normal feeding is encouraged. yaitu. penambahan air dan elektrolit hilang dalam tinja. [23] [24] Kompleks-karbohidrat berbasis Garam Rehidrasi Oral (ORS) seperti bahan yang terbuat dari gandum atau beras telah ditemukan untuk menjadi lebih unggul untuk oralit gula sederhana berbasis. [ 26 ] Children receiving semisolid or solid foods should continue to receive their usual diet during episodes of diarrhea. therefore substantial amounts of soft drinks. toast and tea) is no longer recommended. Disarankan bahwa bayi ASI terus dirawat pada permintaan dan bahwa bayi yang diberi susu formula harus melanjutkan formula yang biasa mereka segera setelah rehidrasi dengan solusi rehidrasi oral . as it contains insufficient nutrients and has no benefit over normal feeding. [20] [ edit ] Diet [ sunting ] Diet It is recommended that breastfed infants continue to be nursed on demand and that formula-fed infants should continue their usual formula immediately after rehydration with oral rehydration solutions . karena mengandung nutrisi cukup dan tidak memiliki manfaat lebih dari makan normal. ie. [ 23 ] [ 24 ] Complex-carbohydrate-based Oral Rehydration Salts (ORS) such as those made from wheat or rice have been found to be superior to simple sugar-based ORS. replenishment of water and electrolytes lost in the stools. roti panggang dan teh) tidak lagi direkomendasikan. [25] Sugary drinks such as soft drinks and fruit juice are not recommended for gastroenteritis in children under 5 years of age as they may make the diarrhea worse. saus apel. dan makanan tinggi gula sederhana harus dihindari. Foods high in simple sugars should be avoided because the osmotic load might worsen diarrhea. [28] [ edit ] Medications [ sunting ] Pengobatan . [ 20 ] Plain water may be used if specific ORS are unavailable or not palatable. and other high simple sugar foods should be avoided. [ 27 ] The BRAT diet (bananas. juice. [ 20 ] minuman manis seperti minuman ringan dan jus buah tidak dianjurkan untuk Gastroenteritis pada anak di bawah usia 5 tahun karena dapat membuat diare lebih buruk. applesauce. jus. [ 25 ] Hal ini sebaiknya dicapai dengan memberikan orang terapi rehidrasi oral (ORT) walaupun intravena melahirkan mungkin diperlukan jika tingkat penurunan kesadaran atau ileus hadir. This is preferably achieved by giving the person oral rehydration therapy (ORT) although intravenous delivery may be required if a decreased level of consciousness or an ileus is present. [ 28 ] Makanan tinggi gula sederhana harus dihindari karena beban osmotik mungkin memperburuk diare. Bebas atau laktosa-reduced formula laktosa biasanya tidak diperlukan. [26] Anak-anak menerima makanan yang setengah padat atau padat harus melanjutkan untuk menerima makanan yang biasa mereka selama episode diare. beras. [26] Praktek pemotongan makanan tidak direkomendasikan dan langsung makan normal dianjurkan.The primary treatment of gastroenteritis in both children and adults is rehydration . [20] Air biasa dapat digunakan jika oralit spesifik tidak tersedia atau tidak cocok.

Loperamide . [ 13 ] [ 14 ] kolitis pseudomembran . fewer hospitalizations. [32 ] Namun ada peningkatan jumlah anak yang kembali dan kemudian mengakui pada mereka diperlakukan dengan ondansetron. [ 32 ] However there was an increased number of children who returned and were subsequently admitted in those treated with ondansetron. Ondansetron memiliki beberapa utilitas dengan dosis tunggal yang terkait dengan kurang perlu untuk cairan infus. [ 12 ] obat Antimotility memiliki risiko teoritis menyebabkan komplikasi. usually caused by antibiotics use. Ondansetron has some utility with a single dose associated with less need for intravenous fluids. has shown this to be unlikely. [ 29 ] [ 30 ] [ 31 ] Metoclopramide also might be helpful. a fluoroquinolone or macrolide is often used. [ 13 ] Loperamide is not recommended in children as it may cross the immature blood brain barrier and cause toxicity. [36] Jika antibiotik memutuskan. [ 13 ] Antibiotik biasanya tidak digunakan untuk Gastroenteritis. klinis [6] [13] dengan demikian dianjurkan pada orang dengan berdarah atau diare diare rumit oleh. [ 36 ] If antibiotics are decided on. [13] Loperamide tidak dianjurkan pada anak-anak karena dapat melewati sawar otak belum matang darah dan menyebabkan keracunan. is managed by discontinuing the causative agent and treating with either metronidazole or vancomycin . [29] [30] [31] Metoclopramide juga mungkin bisa membantu. rawat inap lebih sedikit. clinical experience. and decreased vomiting. sebuah fluoroquinolone atau macrolide sering digunakan. [13] Pseudomembranous colitis . telah menunjukkan ini menjadi tidak mungkin. suatu opioid analog. . dan penurunan muntah. [13] [14] Antimotility agents Antimotility agen Antimotility drugs have a theoretical risk of causing complications. however. although they are sometimes used if symptoms are severe (such as dysentry ) [ 35 ] or a susceptible bacterial cause is isolated or suspected. dikelola oleh menghentikan agen penyebab dan memperlakukan dengan baik metronidazole atau vankomisin . [33] Penyusunan ondansetron intravena dapat diberikan secara oral. walaupun mereka kadangkadang digunakan jika gejala yang parah (seperti disentri ) [35] atau bakteri penyebab rentan terisolasi atau dicurigai.Antiemetics Antiemetik Antiemetic drugs may be helpful for vomiting in children. is commonly used for the symptomatic treatment of diarrhea.. demam Mereka [12] Loperamide . an opioid analogue. biasanya digunakan untuk pengobatan simtomatik diare. biasanya disebabkan oleh penggunaan antibiotik. [34] Antibiotics Antibiotik Antibiotics are not usually used for gastroenteritis. [ 34 ] Antiemetik obat dapat membantu untuk muntah pada anak-anak. pengalaman bagaimanapun. [ 33 ] The intravenous preparation of ondansetron may be given orally. [ 6 ] [ 13 ] They are thus discouraged in people with bloody diarrhea or diarrhea complicated by a fever.

[ 37 ] Beberapa probiotik telah terbukti bermanfaat dalam mencegah dan mengobati berbagai bentuk gastroenteritis. [ 39 ] The Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan bahwa bayi dan anak-anak menerima suplemen makanan dari seng sampai dua minggu setelah onset gastroenteritis. [ 40 ] Malabsorption of lactose . Meskipun mungkin meningkatkan diare. [ 28 ] Fermented milk products (such as yogurt ) also reduce the duration of symptoms. [ 41 ] however. [6] [13] [ edit ] Alternative medicine [ sunting ] Obat Alternatif Probiotics Probiotik Some probiotics have been shown to be beneficial in preventing and treating various forms of gastroenteritis. [38] Sebuah uji 2009 namun belum menemukan manfaat dari suplemen. [ 38 ] A 2009 trial however did not find any benefit from supplementation. [ edit ] Epidemiology [ sunting ] Epidemiologi Disability-adjusted life year for diarrhea per 100. dapat terjadi. Dehidrasi adalah komplikasi umum dari diare . Hal ini dapat dibuat lebih buruk dengan cairan pemotongan atau administrasi jus / minuman ringan. the principal sugar in milk . [40] Malabsorpsi dari laktosa . [ 6 ] [ 13 ] Bismut subsalicylate (BSS). sebuah kompleks larut bismut trivalen dan salisilat. an insoluble complex of trivalent bismuth and salicylate.Bismuth subsalicylate (BSS). mothers should continue breastfeeding . Though it may increase the diarrhea. gula utama di susu .000 inhabitants. can be used in mild-moderate cases. dapat digunakan dalam kasus-kasus ringan-moderat. [37] Zinc Seng The World Health Organization recommends that infants and children receive a dietary supplement of zinc for up to two weeks after onset of gastroenteritis. [39] [ edit ] Complications [ sunting ] Komplikasi Dehydration is a common complication of diarrhea . It can be made worse with the withholding fluids or the administration of juice / soft drinks. Cacat-disesuaikan hidup tahun untuk diare per 100. may occur. ibu harus terus menyusui . [41] Namun. [28] produk susu fermentasi (seperti yoghurt ) juga mengurangi durasi gejala. no data tidak ada data .000 penduduk.

Aetiological agents vary depending on the climate. penyebab 111 juta kasus gastroenteritis dan hampir setengah juta kematian. [14] Kurangnya cukup air bersih dan pengolahan limbah telah berkontribusi pada penyebaran infeksi gastroenteritis.5 kasus per anak per tahun [ rujukan? ] dan merupakan penyebab utama rawat inap di kelompok usia ini. kebersihan dan kebiasaan budaya merupakan faktor penting.≤50 ≤ 50 50-100 50-100 100-200 100-200 200-300 200-300 300-400 300-400 400-500 400-500 500-750 500-750 750-1000 750-1000 1000-1250 1000-1250 1250-2500 1250-2500 2500-5000 2500-5000 ≥5000 ≥ 5000 Every year worldwide rotavirus in children under 5. largely due to the global introduction of oral rehydration therapy .6 juta kematian pada anak-anak dengan sebagian besar terjadi di dunia ketiga .5 juta kematian setiap tahunnya di tahun 2000. [ 42 ] 82% dari kematian ini terjadi di negara-negara termiskin dunia itu.5 million deaths annually in the year 2000.5 cases per child per year [ citation needed ] and is a major cause of hospitalization in this age group.6 million deaths in children with most of these occurring in the third world . hygiene and cultural habits are important factors. most cases of gastroenteritis are seen during the winter in temperate climates and during summer in the tropics. Furthermore. etiologi agen bervariasi tergantung pada iklim. Pada tahun 1980 gastroenteritis dari semua penyebab menyebabkan 4. [ 14 ] Selain itu. living conditions. Umur. Setiap tahun di seluruh dunia rotavirus pada anak di bawah 5. Kejadian di negara maju setinggi 1-2. [14] [ edit ] History [ sunting ] Sejarah . [ 14 ] Lack of adequate safe water and sewage treatment has contributed to the spread of infectious gastroenteritis. [42] In 1980 gastroenteritis from all causes caused 4. 82% of these deaths occur in the world's poorest nations. Age. [43] The incidence in the developed world is as high as 1-2. [ 43 ] tingkat kematian saat ini telah turun secara signifikan menjadi sekitar 1. sebagian besar disebabkan oleh pengenalan global terapi rehidrasi oral . causes 111 million cases of gastroenteritis and nearly half a million deaths. kondisi hidup. Current death rates have come down significantly to approximately 1. sebagian besar kasus Gastroenteritis terlihat selama musim dingin di daerah beriklim sedang dan selama musim panas di daerah tropis.

1850. Gastroenteritis . antara lain. The most common ones are: Yang paling umum adalah: • • Rotavirus. Wabah juga bisa terjadi di rumah-rumah jompo. [45] Nama Alternatif Rotavirus infection. [ 45 ] Presiden AS Zachary Taylor meninggal karena gastroenteritis pada tanggal 9 Juli 1850. Many types of viruses can cause gastroenteritis.Before the 20th century. genealogists. Stomach flu Rotavirus infeksi. Apa yang sekarang akan didiagnosis sebagai gastroenteritis mungkin malah telah didiagnosa secara spesifik dikenal sebagai demam tifoid atau "kolera morbus". Symptoms of viral gastroenteritis usually appear within 4 to 48 hours after exposure to the contaminated food or water. [ 44 ] Historians. Gejala dari gastroenteritis virus biasanya muncul dalam waktu 4 sampai 48 jam setelah terpapar makanan atau air yang terkontaminasi. "flux". genealogists. "gastroenteritis" Istilah tidak umum digunakan. "bowel complaint". dan faktor risiko Viral gastroenteritis is a leading cause of severe diarrhea in both adults and children. Viral Gastroenteritis adalah penyebab utama diare yang parah pada orang dewasa dan anak-anak. Norwalk virus. Outbreaks may also occur in nursing homes. the leading cause of severe gastroenteritis in children. "surfeit". yang adalah umum di antara anak-anak usia sekolah. the elderly. Banyak jenis virus dapat menyebabkan gastroenteritis. Norwalk virus. Those with the highest risk for severe gastroenteritis include the young. or less specifically as "griping of the guts". and other researchers should keep in mind that gastroenteritis was not considered a discrete diagnosis until fairly recently. and risk factors Penyebab. atau kurang spesifik dikenal sebagai "kikir dari nyali". " usus keluhan ". "flux". Hal ini juga dapat menginfeksi orang dewasa terkena anak-anak dengan virus. US President Zachary Taylor died of gastroenteritis on July 9. These viruses are often found in contaminated food or drinking water. which is common among school-age children.viral. among others. dan peneliti lain harus diingat bahwa Gastroenteritis tidak dianggap sebagai diagnosis diskrit sampai cukup baru-baru ini. It can also infect adults exposed to children with the virus. or any one of a number of other archaic names for acute diarrhea. kejadian. and people who have suppressed immune systems. the term "gastroenteritis" was not commonly used. Gastroenteritis . flu Perut Causes. "colic". incidence. Rotavirus. penyebab utama gastroenteritis berat pada anak. atau salah satu dari sejumlah nama kuno lain untuk diare akut. [44] sejarawan. Mereka yang memiliki risiko tertinggi .virus. Norwalk virus. Sebelum abad ke-20. "kolik". What would now be diagnosed as gastroenteritis may have instead been diagnosed more specifically as typhoid fever or "cholera morbus". Virus ini sering ditemukan dalam makanan terkontaminasi atau air minum. Norwalk virus. "kejenuhan".

Tes yang memeriksa sampel tinja yang digunakan untuk mengidentifikasi virus tertentu atau menyingkirkan penyebab bakteri. Cairan dan elektrolit (garam dan mineral) hilang oleh diare harus diganti. Electrolyte and fluid replacement solutions for children are available in food and drug stores. soda or water do not replace electrolytes lost from vomiting or diarrhea. orang tua. Symptoms Gejala • • • • • Abdominal pain Sakit perut Abdominal cramping Kram perut Diarrhea Diare Nausea Mual Vomiting Muntah Additional symptoms may include: Gejala tambahan mungkin termasuk: • • • • • • • • • • Unintentional weight loss Berat badan yang tidak disengaja Vomiting blood (very rare) Muntah darah (sangat jarang) Excessive sweating Berkeringat berlebihan Clammy skin Kulit lembap Muscle pain Nyeri otot Joint stiffness Bersama kekakuan Incontinence Sifat tdk bertarak Fever Demam Chills Panas dingin Poor feeding Miskin makan Signs and tests Tanda-tanda dan tes Tests that examine stool samples are used to identify the specific virus or rule out a bacterial cause.untuk Gastroenteritis parah termasuk kaum muda. parents should closely monitor the number of wet diapers changed per day when the child is sick. soda atau air tidak menggantikan elektrolit yang hilang dari muntah atau diare. orang tua harus memonitor . Since the risk of dehydration is greater in infants and young children. Treatment Pengobatan The goal of treatment is to prevent dehydration. Juice. Anak-anak dengan diare sering mendapat manfaat dari modifikasi diet sampai diare reda. Tujuan pengobatan adalah untuk mencegah dehidrasi. Fluids and electrolytes (salt and minerals) lost by diarrhea must be replaced. dan orang-orang yang telah menekan sistem kekebalan tubuh. Karena risiko dehidrasi lebih besar pada bayi dan anak-anak. Jus. Children with diarrhea often benefit from dietary modifications until the diarrhea subsides. Elektrolit dan solusi pengganti cairan untuk anak-anak yang tersedia di toko makanan dan obat.

Parah dehidrasi dan kematian dapat terjadi pada kelompok usia ini. Namun. Hal ini terutama terjadi pada anak-anak kecil. karena mereka dapat memperpanjang proses infeksi. as they may prolong the infectious process. Orang dengan diare yang tidak mampu untuk mengambil cairan melalui mulut karena mual mungkin perlu cairan infus. obat anti diare umumnya tidak diberikan. Children may become severely ill from dehydration caused by diarrhea. DO NOT stop taking any prescription medicine without first talking to your doctor. Antidiarrheal medications are generally not given. Antibiotics do not work for viruses. Expectations (prognosis) Harapan (prognosis) Most infections will go away on their own. Severe dehydration and death can occur in this age group. Orang yang memakai diuretik yang mengembangkan diare mungkin disarankan oleh penyedia layanan kesehatan mereka untuk menghentikan mengambil diuretik selama akut episode.secara ketat jumlah popok basah berubah per hari ketika anak sakit. However. You should also contact your doctor if the following symptoms are present: Anda juga harus menghubungi dokter Anda jika gejala-gejala berikut ini: • • Blood in the stool Darah dalam tinja Low urine output Keluaran urine sedikit . JANGAN memberikan obat anti-diare untuk anak-anak kecuali diarahkan untuk melakukannya oleh penyedia layanan kesehatan. People taking diuretics who develop diarrhea may be advised by their health care provider to stop taking the diuretic during the acute episode. Anak-anak dapat menjadi sangat sakit karena dehidrasi akibat diare. Calling your health care provider Memanggil penyedia layanan kesehatan Anda Call your health care provider if diarrhea persists for more than several days or if dehydration occurs. Complications Komplikasi Rotavirus causes severe gastroenteritis in infants and young children. Kebanyakan infeksi akan hilang sendiri. DO NOT give anti-diarrheal medications to children unless directed to do so by a health care provider. This is especially true in small children. Rotavirus menyebabkan gastroenteritis berat pada bayi dan anak kecil. Antibiotik tidak bekerja untuk virus. Hubungi penyedia pelayanan kesehatan Anda jika diare berlangsung lebih dari beberapa hari atau jika dehidrasi terjadi. JANGAN berhenti minum obat resep apapun tanpa terlebih dahulu berbicara dengan dokter Anda. People with diarrhea who are unable to take fluids by mouth because of nausea may need intravenous fluids.

muntah. Cara terbaik untuk mencegah Gastroenteritis virus adalah untuk menangani makanan dengan benar dan mencuci tangan dengan bersih setelah menggunakan toilet. vomiting. darah dalam tinja. Jabbar Gastroenteritis dan terkait diare antibiotik. Penyakit diare akut pada anakanak: epidemiologi. Dennehy PH. Prim Care. Rockville. and treatment. Infect Dis Clin North Am . Acute diarrheal disease in children: epidemiology. vi. A. . Prim Care . Gastroenteritis and antibiotic-associated diarrhea. 2005. MD: National Press Office. prevention. FDA Approves New Vaccine to Prevent Rotavirus Gastroenteritis in Infants . 2006. RotaTeq digunakan adalah vaksin untuk mencegah rotavirus gastroenteritis terkait pada bayi.• • • • • • • Nausea Mual Faintness Pingsan Dizziness Pusing Dry mouth Mulut kering Sunken appearance to the eyes Tampilannya cekung mata Sunken fontanelle (soft spot on an infant's head) Ubun cekung (titik lemah di kepala bayi's) Confusion Kebingungan Prevention Pencegahan Most infectious organisms are transmitted by unwashed hands. Siaran Pers P06-16. 30(1): 63-80. References Referensi US Food and Drug Administration. Immediately call your doctor if your child received this vaccine and has stomach pain. a serious intestinal problem called intussusception has been reported in a small number of infants who received this vaccine. 30 (1): 63-80. 19(3): 585-602. diarrhea. Infect Dis Clin Utara. pencegahan. However. blood in the stool. Jabbar A. dan pengobatan Am. tanggal 3 Februari. 2003. Kebanyakan organisme menular ditularkan oleh tangan yang tidak bersih. Press Release P06-16. 19 (3): 585-602. masalah serius yang disebut usus intussusception telah dilaporkan di sejumlah kecil bayi yang menerima vaksin ini. or a change in bowel movements. Namun. atau perubahan buang air besar. February 3. MD Pers Nasional: Kantor. 2005. diare. RotaTeq is a vaccine used to prevent rotavirus-related gastroenteritis in infants. The best way to prevent viral gastroenteritis is to handle food properly and wash hands thoroughly after using the toilet. Dennehy PH. FDA menyetujui Vaksin Baru untuk Mencegah Gastroenteritis Rotavirus pada Bayi. vi. Segera hubungi dokter Anda jika anak Anda menerima vaksin ini dan telah sakit perut. Amerika Serikat Administrasi Makanan dan Obat 2006. 2003. Rockville.