P. 1
CBD Alergi

CBD Alergi

|Views: 3|Likes:
Published by Poppy Indriasari

More info:

Published by: Poppy Indriasari on Feb 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/07/2015

pdf

text

original

Case Based Discussion DIVISI ALERGI-IMUNOLOGI 27 September 2012

Pasien baru masuk tanggal 9 – 9 – 2012, pukul 17.00 wib, nama Mirza Fahlevi, laki-laki, 1 tahun 4 bulan, MR : 903715, BB : 10 kg, PB : 80 cm, BB/PB : 93 %, BB/U : 86%, PB/U : 96%
KU : mudah pucat T: - Hal ini dialami sejak bulan Juni 2012, sejak saat itu pada bulan juli os di diagnosa Thalasemia B mayor dan mendapat transfusi sebanyak ± 3 unit PRC (±450 cc). Os kembali pucat pada bulan tgl 1 Agustus 2012 dan mendapat transfusi sampai Hb os 10 mg/dL. Os kembali masuk ke RSUZA pada tanggal 17 Agustus 2012 dengan keluhan pucat. Semakin lama frekuensi os pucat semakin lebih sering, dan os menjadi pucat kembali dalam waktu 3 hari setelah transfusi PRC. - Demam (-), riwayat demam (-)

BAB (+) N . os menjadi pucat setelah sering mengkonsumsi kloramfenikol dari bidan.BAK (+) N .Os alergi terhadap amoxicillin sehingga setia os batuk dan demam sering mendapat kloramfenikol.. .Batuk (-) pilek (-) . Menurut ibu os.

Alergi/atopi pada keluarga : (-) R. R. asam folat RPK : Riwayat keluarga menderita penyakit Thalasemia (-) R. Hepatitis (tidak lengkap) .RPD : Os pasien lama unit hematoonkologi dengan diagnosa thalasemia B mayor yang didiagnosa sejak bulan juni 2012. Tumbuh Kembang : os dapat berjalan dan berbicara. vitamin E. Imunisasi : tidak lengkap BCG (+). DPT (tidak lengkap). RPT : Os rutin melakukan transfusi PRC setiap pucat RPO : Transfusi PRC washed.

pupil isokor. mata : RC +/+. reg. perm rata. desah (-) RR : 36 x/I’. retraksi (-) HR : 92 x/I’. reg. conj. t/v cukup. kons kenyal. CRT < 3’’. tepi tajam. ronchi (-/-) Abdomen : soepel. nyeri (-) Lien : schuffner II Anogenital : laki-laki.Pemeriksaan Fisik Sens : CM Temp : 36.7⁰C Anemia (+) syanosis (-) Dispnoe (-) ikterik (+) oedem (-) Kepala : Normocephali.palp. peristaltik (+) normal Hepar : 2 jari BAC (D).inf pucat (+/+) sklera ikterik (+) Thorak : Simetris fusiformis. testus di dalam scrotum. anus (+) N Ekstremitas : pols 92 x/I’. . reg.

Hasil laboratorium saat awal didiagnosa Thalasemia B mayor .

.

.

.

7 g/dl Ht : 30% Leukosit : 13000 /ul Trombosit : 108.Laboratorium RSUZA (31-8-2012) Hb : 3.17 .31/14.7/1.05/6.47/0.000/ul KGDS : 110 gr/dl E/B/N/L/M = 0.

5-2 mg/kgbb/hari  selama 1-3 minggu kemudian tappering off (mulai diberikan 10 september 2012) .Diagnosa : Thalasemia B autoimun Mayor dengan Anemia hemolitik Terapi : .Transfusi PRC setiap bulan .Prednison 0.

.12 September 2012 os kembali masuk keRSUZA dengan keluhan pucat 3 hari pasca trasfusi PRC dan belum mengalami perbaikan selama mendapat prednison 3 x 5 mg.

Anemia Hemolitik Autoimun  Kerusakan sel eritrosit lebih awal/cepat Faktor yang berperan terjadinya proses kerusakan eritrosit : • Antigen sel eritrosit • Antibodi-anti sel eritrosit • Komponennon imunoglobulin. misalnya protein komplemen serum • Sistem fagosit mononuklear .

.

Demam Ikterus Hepatomegali dan splenomegali .Tipe AIHA : • Warm autoimmune hemolitic anemia • Cold aglutinin syndrome • Paroxismal cold hemoglobinuria Gejala klinis : • • • • • Mudah lelah Malaise.

polikromasi/poikilositosis.Laboratorium • MDT : sferositosis.sel eritrosit berinti. retikulositopeni • Kadar Hb 3-9 mg/dl • Bisa disertai trombositopenia • Bilirubin indirect meningkat • SSTL : hiperplasi sel eritropoitik normoblastik • Tes coombs : adanya antibodi komplemen (C3) pada permukaan sel eritrosit mengandung IgG .

Therapi Berdasarkan UKK Hematoonkologi 2010 • kortikosteroid 2-10mg/kgbb/hari • Gammaglobulin IV + kortikosteroid 2 mg/kgBB • Plasmafaresis • Splenektomi .

.

.

20 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->