halfklingon

halfklingon
© 2005, Colin Thompson
First published Random House Austrolia Pl Limited, Sydney,
Austraiio. This edition published by arrangement with Rondom
House Australia.
Diteriemahkon dori The Floods
korongan Colin Thompson,
terbiton Random House Australia, 2005.
:.
Hak teriemanon Indonesia pado Serambi
. Dilorong merepmduksi otau memperbonyak selur-uh
maupun sebbgian dori buku ini dalam bentuk atau
cora apa pUI" tanpa izin tertulis dari penerbit
Peneriemah: Shinto Horini
- Penyunting: Ferry Holim
Pewoioh lsi Suhoryono
PT SERAMBIILMU SEMESTA
Anggoto IKAPI
Jln. Kemong Timur Royo I'o. 16, Jokoro 12730
www.littleserombi.c0111
-
Cetokon I: JUlli 2007
ISBI' 979-1112-17-8
Dicetok oleh Percefokal1 PI Ikrar MOlldiriobodi Jakarta
-----T sidil uar tangg��g 1���b-percefakal1
'
- -
� ada pandangan pertama, Keluarga Flood
tampak seperti sebuah keluarga biasa �lama
kamu berada paling tidak sekitar seratus meter
dan melihat mereka dari belakang. pada suatu
malam berhujan nan gelap di musim gugur.
Dalam keluarga itu, ada ibu, ayah, dan anak­
anak. Mereka semua memiliki dua mata, satu
kepala, ciua lengan, dan dua kaki serta rambut
di atas kepala-kecuali Satan ella, yang tidak
memiliki lengan melainkan empat tungkai dan
rambut di sekujur tubuh.
Jika dilihat lagi, terutama kalau kamu ber­
ada kurang dari seratus meter dan berdiri di
hadapan mereka, Keluarga Flood sara sekali
tidak tampak sep�rti keluarga lain� Sang ibu,
ayah, dan hampir semua anak mereka selalu
mengenakan pakaian hitam. Satanella bahkan
memakai kalung bertabur berlian di atas bulu­
nya yang hitam. Hanya si bungsu, Betty, yang
tampak berbeda. Ia berambut pi rang dan me­
ngenakan pakaian biasa berwarna-warni, dan ia
senantiasa melompat-Iompat.
Keluarga Flood terdiri atas para penyihir
pria dan wanita-wizard dan witches-ter­
masuk Betty juga, walaupun ia terlihat seperti
anak normal. Betty senang tampak lain dari
yang lain karena hal itu membuatnya merasa
istimewa. Hal itu juga membuat orang lain
terbuai 6leh rasa aman yang menipu. Betty
adalah satu-satunya anggota Keluarga Flood
.
yang tidak pernah dihindari orang-orang saat
berpapasan�
Orang-orang itu bahkan kasihan pada Bet­
ty dan berkata, "Lihat gadis cilik itu. Ia harus
tinggal dengan orang-orang aneh itu. Sungguh
I
"
ra ang.
Semua itu bermula ketika ibu Betty, Mor­
donna, memutuskan bahwa enam anak-yang
semuanya adalah penyihir-sudah cukup. Yal­
la, Satanella, Merlinmary, Winchfat serta si
kembar, Morbid dan Silen!-masing-masing
dengan keanehan dan tingkah laku mengerikan
tersendiri-bisa dibilang anak-anak yang dapat
membuat orangtua penyihir mana pun merasa
bangga.
Sebagai contoh, Satanella bukanlah bina­
tang peliharaan keluarga-ia sebenarnya meru­
pakan seorang anak pasangan Flood, tetapi ka­
rena suatu kecelakaan yang melibatkan seekor
udang dan tongkat sihir yang keliru, Satanella
menjadi
.
seekor anjing terrier. Sebenarnya,
membalikkan mantra tersebut merupakan hal
mudah, namun Satanella sudah, terlanjur se­
nang berjalan dengan keempat kakinya. Mer�
linmary juga mempunyai rambut di sekujur
badannyal tetapi ia bukanlah seekor anjing,
walaupun ia sering menggeram dan gemar
mengejar-ngejar tongkat yang dilemparkan.
"A menginginkan seorang anak perem­
puan," kata Mordonna pada suaminya, Nerlin,
setelah kelahiran si kembar. "Seorang anak
ITidak seorang pun merasa pasti apakah Merlinmary itu
lelaki atau perempuan karen a ia berbulu sangat lebat sehingga
tidak seorang pun dapat mendekatinya untuk menentukan jenis
kelaminnya. Di keseluruhan buku ini, Merlinmary dianggap se­
bagai anak perempuan, tetapi tolong ingat, ia bisa saja seorang
anak lelaki atau sesuatu yang aneh, yang bukan merupakan
keduanya, lelaki atau perempuan.
perempuan cantik yang senang mendandani
boneka dengan baju-baju berenda dan bukan­
nya mengubah boneka itu menjadi katak. Aku
ingin anak perempuan yang senang menemani­
ku memasak dan membuat kue rasa cokelat
dan bukannya rasa darah kelelawar. "
"Tetapi, sayang, kita kan penyihir," kata
Nerlin. "Mengubah benda-benda menjadi ka­
tak dan darah memang pekerjaan kita. Keluar­
ga kita telah melakukannya sejak dulu kala."
"Aku tahu, 4an aku juga memuja katak
serra darah," kata Mordonna, "dan aku men­
cintai keenam anak kita yang sadis dan sangat
berbakat. Mereka semua sekejam mimpimu
yang paling liar. Aku hanya menginginkan
anak perempuan untuk menemaniku melaku­
kan hal-hal yang biasa dilakukan seorang ibu
bersama putrin
y
a."
"Tetapi kau kan sudah menanam jamur
beracun bersama si kembar dan menajamkan
gigi kucing kita bersama Valla."
"Ya, ya, aku tahu," jawab Mordonna, "dan
aku sangat menyukai semua itu, tetapi ba­
gaimana dengan merajut dan melukis bunga­
bunga?"
''pa itu merajut?" kata Nerlin, tetapi Mor··
donna sudah renetapkan hatinya. Ia akan
remiliki seorang anak lagi dan anak tersebut
akan menjadi' anak yang normal, gadis biasa
yang tidak memiliki kekuatan sihir sara sekali.
Tidak seperti anak-anak lain yang dieiptakan
berdasarkan sebuah buku resep kuno di dalam
sebuah laboratorium, menggunakan tongkat
sihir berkekuatan turbo dan seperangkat panci
mengilap produksi juru masak terkenal dari
Inggris, Jamie Oliver, anak yang satu ini akan
diciptakan seperti kau dan aku dieiptalan.2
Ketika Betty lahir, ia tampak seperti seorang
gadis keeil eantik yang didamba-dambakan
Mordonna. Namun tentu saja sebagai seorang
anak· penyihir, kepandaian Betty melampaui
anak-anak seumurnya. Ketika berusia tiga ta­
hun, Betty sudah dapat membanru ibunya
membuat kue soufes dan merajut baju hangat
unruk neneknya, Ratu Seratehrot. (Sang ratu,
beserta beberapa teran dan saudaranya, diku­
bur di kebun belakang. Ia rerasa kedinginan
2Yah, paling ridak, begirulah caranya aku dibuat. Aku
ridak rahu bagaimana h�Jnya dengan kamu. Bisa saja kamu
dibuar dengan cara dirajut.
yang amat sangat pada malam­
malam di musim dingin karena
sebagian besar kulitnya telah han­
cur membu­
suk.)
Tak peduli
seberapa normal
penampilan .lu-
amya, Betty te-
tap mempunyai
kekuatan sihir
di dalam dirinya. Biasa­
nya hal itu berupa hal­
hal sepele yang tidak
begitu diperhatikan
orang, seperti ketika
ia ingin mengambil
buku yang letaknya
terlalu tinggi
dan tiba-tiba
buku itu su­
dah berada di
atas meja; Atau keti-
ka sebuah gel as melayang di. dapur, menglsl
dirinya sendiri dengan
.
air dari keran, dan
lalu tiba-tiba saja sudah ada dua bongkah es
batu serra sebuah sedotan di dalamnya,. dan
kemudian melayang kembali ke dalam ceng�
keraman tangan kiri Betty.
!erpat tinggal Keluarga Flood juga seganjil
p nghuninya. Dari jauh, rurah itu tarpak
biasa. Narun, dari dekat bangunan itu sara
sekali tidak biasa. Keluarga ieu tidak tinggal
di sebuah is tan a besar yang gelap dan rena­
kutkan di Transylvania Waters seperti saudara­
saudara rereka, relainkan di sebuah negara
yang biasa-biasa saja, di kota L yang biasa-biasa
lPenyunring bahasaku menyarankan unuk menyeburkan
nama kora rem pat Keluarga Flood ringgal. Terapi aku menolak
usulnya sebab kamu mungkin akan merasa lebih aman karena
rahu bahwa keluarga i�u ridak ringgal di dekarmu-dan tentu
saja, kira semua tidak menginginkannya, kan? Dan kalu kamu
reryara memang ringgal di kora yang sama dengan keluarga
jru, kamu mungkin akan mengganggu mereka. Kemudian,
saja, dan di sebuah jalan yang biasa-biasa saja,
di sebuah rumah dengan kebun di bagian de­
pan dan belakang. Namun, rumah Keluarga
Flood terlihat agak berbeda.
Hal itu bukan disebabkan oleh pagar tum­
buhan yang mencoba mencolek kalian saat·
kalian lewat dan juga bukan karena kebun
mereka yang tumbuh sangat subur sampai­
sampai kita tidak dapat melihat rumah ke

'
luarga itu. Hal itu bukan karen a selalu ada
tiga gumpal awan hitam yang senantiasa meng­
gantung di atas rumah tersebut, bahkan pada
hari yang cerah sekali pun, atau karena keha­
diran kelelawar vampir berukuran besar yang
menggantung pada setiap pohon yang ada.
Dan yang pasti, bukan karena Keluarga Flood
bersikap jahat kepada setiap orang. Mereka ti­
dak jahat. Kalau saja orang-orang tidak terlalu
takut untuk meminta, Keluarga Flood pasti
akan dengan senang hati meminjamkan mesin
. pemotong rumput mereka (kalau ada) atau
memberikan semangkuk gula.
mereka akan mengubah kamu menjadi kaeak. Dan mungkin
orangtua kamu akan menuntutkll, kecuali jika kamll merasa
menjadi seekor katak merupakan sebuah perbaikan nasib.
�- '

'\
Ketika Keluarga Flood membeli rumah itu,
keadaannya sara saja dengan rumah-rumah
lain yang ada di jalan itu. Ada sebuah kebun
yang terpangkas rapi di depan dan petak-petak
. tanaman bunga yang indah di bagian bela­
kang. Pintu depan rumah i tu dicat merah dan
jendela-jendelanya mempunyai kerai yang ber­
warn a terang dan kaca yang bersih berkilau.
Satu-satunya hal yang tidak diganti oleh
Keluarga Flood adalah pintu, depan.
"Warna merah dara yang menaw�n," kata
Mordonna, "tetapi yaI.g lain harus diganti."
Keluarga itu mengecat ulang kerai-kerai
jendela menjadi hitam dan menambahkan sa­
rang laba-Iaba dan bangkai-bangkai lalat. Me­
reka juga mencabuti seluruh tanaman bunga­
yang menutut mereka jelek-dan menanam
semak berduri dan tumbuhan berdaun tajam.
Mereka mengancam akan mengecor seluruh
halaman dengan beton jika kebun itu tidak
berhenti tumbuh. Keluarga itu juga mengubur
teran-teran maupun saudara-saudara mereka
yang sudah mati atau yang setengah mati di
kebun belakang dan melatih gerbang depan
untuk mengusir tamu yang tidak diundang.
Orang-orang biasanya metilih untuk me­
nyeberang jalan daripada harus melewati ger­
bang itu. Tukang pos memasukkan surat ke
dalam kotak surat dengan bantu an penjepit
barbecue yang panjang setelah kotak surat itu
menelan jam tangannya mentah-mentah.
8i bawah rumah, Keluarga Flood
rpembuat labirin raksasa yang terdiri atas
ruang-ruang bawah tanah dan terowongah
'
­
terowongan yang panjangnya dapat menca­
pai ratusan meter ke semua
jurusan. Lantai terba-
wah rumah itu ter­
letak jauh di bawah
tanah sampai-sampai
kita dapat merasakan
panasnya pusat Bumi.
Kita bahkan dapat
memanfaatkan lan­
tainya yang panas
untuk menggoreng
telur.

Keluarga itu· renanar pagar turbuhan
yang tinggi, tebal, dan kelihatan rengerikan
di sekitar kebun agar terbebas dari gangguan
orang-orang yang usil. Narun, hal itu tidak
terlalu arpuh. Kita akan lihat nanti.
Keluarga Flood rerupakan keluarga baha­
gia yang saling renyayangi. Menurut rereka,
rurah rereka sudah serpurna. Yang renjadi
rasalah adalah orang lain. Kebanyakan orang
tidak renyukai segala sesuatu yang berbeda.
Mereka ingin serua orang reriliki benda­
benda seperti yang rereka riliki-jenis mobil
yang sara, televisi layar lebar yang sara, pe­
ranggang daging yang sara, dan anak-anak
yang besarnya sara. Kerudian, rereka dapat
pergi ke tako swalayan dan rerasakan hal
yang saa; bercerita tenrang acara TV yang
rereka tonton seralar, dan ke mana rereka
serua akan pergi berlibur.
Pada kenyataannya, hidup tidaklah sese­
derhana itu.: Diar-diar, kebanyakan qrang
ingin reriliki benda yang persis sara dengan
orang lain-hanya sedikit lebih baik. Mereka
ingin mobil yang sedikit lebih rewah dengan
kekuatan resin yang sedikit lebih besar. Me­
reka ingin anak rereka bersekolah di sekolah
yang sedikit lebih bagus, dan mereka ingin
mempunyai uang sedikit lebih banyak. dan
mandi spa yang belum pernah dirasakan oleh
para tetangga mereka.
Jadi sebenarnya, setiap orang merasa 111
terhadap orang lain.
Kecuali Keluarga Flood.
Mereka bahkan tidak mempunyai mobil.
Jika ingin pergi ke suatu temp at, mereka ka­
dang terbang dengan gagang sapu berkekuatan
turbo yang mampu membuat mereka melaju
sangat cepat sehingga orang biasa tidak dapat ..
menangkap mereka dengan mata,2 atau kalau
tidak, mereka biasanya berjalan kaki atau naik
taksi. Keluarga itu, selain Betty, tidak pernah
bepergian naik bis karena penumpang lain
akan mengeluh tentang aroma mereka-yang
sebenarnya tidak terlalu buruk, hanya agak
aneh, seperti perpaduan aroma bunga ma­
war, merica, dan bau anjing basah. Jika ingin
2Kamu pernah kan merasa melihat sesuaru di sudut mata­
mu tetapi ketika menengok, kamu tidak menangkap apa-apa?
Yah, itu berarti salah seorang anggota Keluarga Flood baru saja
lewat. Bahkan jika kamu memiliki mata di belakang kepala
yang tidak pernah berkedip, kamu tetap tidak dapat melihat
Keluarga Flood yang sedang lewat karena mereka bergerak
lebih cepat dari cahaya.
menikmati mandi spa, mereka tinggal menang­
galkfn pakaian, berdiri di kebun belakang,
dan membiarkan ketiga gumpalan awan hitam
memancurkan air hujan ke atas tubuh mereka.
Air hujan yang turun tidak teras a dingin
seperti yang biasa kalian .maupun aku rasakan,
melainkan air hangat-bahkan mengandung
sampo dan bahan pelembut rambut. Sampai
sekarang, mereka tetap tidak memiliki tele­
visi.
Jadi, walaupun para tetangga berpikir bah­
'wa Keluarga Flood aneh, menakutkan, berbeda,
dan tidak pernah mengundang mereka untuk
menghadiri acara minum kopi pada pagi hari
atau pesta-pesta Tupperware, barangkali keluar­
ga itulah yang paling bahagia di antara mereka
semua. Keluarga itu, selain
si sulung, Valla, tidak per­
lu bekerja sebab mereka
telah memiliki segalanya
tanpa harus bekerja.
Senin pagi, pukul5:30
Seekor ular milik Keluarga Flood yang ber-
..
fungsi sebagai jam beker menggigit leher Mor­
donna dan membangunkannya ketika cahaya
pagi mengintip di sela-sela tirai yang berwarna
merah darah. Ular beker itu sama saja dengan
jam beker. Bedanya, ular itu tidak menimbul­
kan bunyi-bunyian berisik, melainkan akan
membangunkan kita den
g
an gigitan di leher.
(Yang artinya ular beker itu sara sekali tidak
mirip jam beker, kecuali fungsjnya sama-sama
membangunkan kita.) Keuntungan besar dari
memiliki seekor ular beker adalah binatang
. itu hanya membangunkan orang yang ia gigit
sehingga orang lain yang berada di tempat

- ¥".�
tidur yang sara dapat terus terlelap. Tetapi
. jika kalian termasuk manusia normal, ular itu
tidak akan membangunkan kalian melainkan,
langsung membunuh karena. ular itu sangat
berbisa.
Nerlin berbaring telentang dengan mu­
lut menganga dan mendengkur seperti, seekor
kuda nil yang baru saja menelan kereta uap
penuh karat. Ular beker itu menjilat mata
Mordonna sampai wanita itu tidak merasa
mengantuk lagi serta melata turun un­
tuk pergi ke kamar sebelah dan mem­
bangunkan Valla. Mordonna melihat ke
dalam cermin untuk memastikan dirinya
masih secantik ketika ia hendak tidur semalam.
Kemudian, ia turun ke ·lantai bawah.
"Ayo semuanya," teriaknya sambil menu­
runi tangga. "Bangun. Waktu untuk bersiap
ke sekolah. "
Ada·tujuh anak di dalam keluarga itu
dan hanya satu kamar mand) sehingga
biasanya akan terjadi sedikit keributan
untuk mendapatkan gil iran yang perta­
ra, seperti yang biasa terjadi di dalam
keluarga-keluarga normal. Semua orang
mencoba mendahului Merlinmary karena
ia biasanya butuh wakru sampai satu jam ha­
nya untuk merapikan ramburnya karena ia
memang memiliki rambut di sekujur tubuh­
nya. Ia bahkan memiliki rambut pada kedua
bola mara dan lidahnya. Namun kerika ia
berada di kamar mandi, ia juga mengisi ulang
barerai alar cukur listrik dan sikar gigi lisrrik.
Acara makan pagi di rumah Keluarga Flo-
od mungkn agak berbeda dengan sarapan
di rumah kamu. Vlad, si kucing, mon­
dar-mandir di bawah meja dapur dan
�enggosok-gosokkan badannya ke se­
potong tungkai. Tidak seorang pun tahu
dari mana tungkai kaki itu berasal arau
milik siapa. Yang pasri, tungkai iru selalu di
sana setiap pagi.
Lalu, ada lebih banyak yang berlarian di
rumah itu dibandingkan dengan di rumah­
rumah lain yang normal. Bukan karena
anak-anak penyihir itu tidak bisa diatur,
tetapi karena makan pagi mereka yang
berusaha kabur karena tidak mau dima­
kan.
"Morbid, Silent, berhenti memainkan
sarapan kalian dan langsung makan, " ben­
tak Mordonna.


"Ya, tapi lihat Bu-kami berhasil, membu­
at mereka menempel pada langit-langit," kata
Morbid. Silent euma mengangguk keras-keras
dan mendengus. Ia selalu mempunyai pikiran
yang sama dengan saudara kembarnya dan
merasa tidak perlu mengulang apa pun yang
dikatakan Morbid.
"Sayang, setiap orang bisa membuat keong
menempel pada langit-langit. Ayo, eepat ma­
kan selagi mereka masih enak dan empuk."
Tentu saja, paling tidak selalu ada seekor
keong yang menyelinap ke luar dari roti dan
menghilang ke bawah kompor.
I'Betty, berhenti mengganggu kelelawar­
kelelawar gula," kata Mordonna. "Langsung
masukkan mereka ke' dalam susu hangat dan
eepat santap, atau kau akan kembali menyan­
tap makanan bayi."
Masalahnya, Betry sebenarnya belum eukup
umur untuk makan' kelelawar gula. Ia baru
berusia sepuluh tahun dan tangannya masih
terlalu keeil unruk mengendalikan mereka. Se­
benarnya, ia tidak mengganggu binatang-bina­
tang itu-karena hal itu kejam sekali-tetapi
setiap kali Betry berhasil menyendok seekor
kelelawar dan menyuapnya ke mulut, binatang
itu selalu berusaha terbang dan bersembunyi
di belakang lemari es. Betty akhirnya harus
memegang binatang itu dengan jemarinya
meskipun tindakan itu bertentangan dengan
tata krama.
Vlad, si kucing keluarga, turut menambah
keributan dengan meloncati barang-barang
di dapur. Ia mencoba menangkap kelelawar­
kelelawar itu yang terbang tetapi tentu saja ia
gagal terus.
Sesudah acara makan pagi, Vad selalu me­
rasa tertekan selama satu jam atau lebih. Ia
tidak pernah mendapat masalah kalau harus
mencabik-cabik burung-burung kecil sampai
menjadi serpihan keci!, tetapi ia tidak pernah
berhasil menangkap seek�r kelelawar pun. Dan
tidak ada yang berpikir untuk memberi tahu
kucing itu kalau kelelawar gula mempunyai
radar dan dapat merasakan bahaya bila ada
yang hendak memangsa mereka.
Nasib Winchfat dan Merlinmary tidak le­
bih baik. Santapan mereka-otak tikus-ter­
lalu licin sampai-sampai mereka terus terjatuh
ke lantai, tergelincir, dan bergabung bersama
para keong di bawah kompor.
"Ya ampun, anak-anak. Kalau kalian tidak
bisa berhenti mengotori dapur, aku akan me­
nyuruh kalian makan keripik jagung saja," kata
Mordonna sambil menuangkan usus seorang
akuntan ke dalam mangkuk Satanella yang
terletak di balik pintu. Satan ella selalu makan
di dekat pintu kecil untuk kucing sehingga ia
dapat langsung menyelinap ke taman. Sering
kali, ia harus memuntahkan makanannya dan
menelannya lagi sampai beberapa kali sebelum
akhirnya makanan itu tetap berada di dalam
perutnya.
"Wuueeeeeeeeeeeeek, keripik jagung," kata
Morbid.
"Menjijikan," kata Betty.
Saat keenam anak itu akhirnya berhasil
menangkap makan pagi mereka dan entah me­
makannya atau mengisap habis isi perut para
binatang itu, nyaris sudah tidak ada waktu
yang tersisa untuk mengelap darah dan cairan-
cairan dari dagu I mereka dengan spons karen a
bis sekolah sihir akan segera muncul di salah
satu ruang bawah tanah.
''Ayo, cepat, anak-anak. Bis akan datartg
sebentar lagi," kata Mordonna. "Kusutkan
rambut kalian dan pastikan ada darah di ba­
wah kuku kalian. Ibu tidak ingin orangtua
lain menganggap aku tidak mendidik kalian
dengan baik."
"Bu, Satan ella memakan pekerjaan rumah-
ku," kata Merlinmary.
.
"Ya, ia tinggal memuntahkannya lagi nan­
ti," jawab ibunya. "Dan ingat Morbid; kau
harus mengunci tas sekolahmu. Aku tidak
mau makan siangmu merangkak ke luar dan
menggigit sopir bis lagi."
1 Ían mcmcras spons :Iu kc daÌam scbuah mangkuk
¸unruk makan pag: bcÌut maÌam. (L:hat bagÍan akJ:r buku
unruk :nIormasÍ ÌcbÍh Ìan¡ut tcntang bcÌutmaÍan: dan b:natang
pcÌÍharaan ÍcÌuarga ÍÌood :fl. a:p.}
...
I
,

,
,
(Ada dua alasan mengapa bis
itu muncul di ruang bawah tanah.
Pertama, memang di situlah tempat
pemberhentian bis, dan yang kedua,
bis yang membawa kelima anak itu
ke sekolah sama sekali bukan bis se­
kolah biasa. Jadi, kalau bis itu mun­
cuI di depan rumah Keluarga Flood
kendaraan itu pasti akan membuat
seluruh tetanga terbirit-birit.
Sekolah yang dituju adalah sekolah khusus
untuk penyihir-Iaki-Iaki dan perempuan. Seko­
lah itu tersembunyi dari dunia
'
luar dan berada
di sebuah lembah rahasia di dekat pegunungan
yang terletak di daerah tergelap Patagonia. Un­
tuk mencapai sekolah itu setiap hari, Satanela,
Merlinmary, Wnchfat, dan si ,kembar harus
melintasi beberapa samudra, dan beberapa di
antaranya berbadi dashyat. Anak-anak itu juga
harus melewati satu atau dua gurun pasir ham­
paran saiu setebal lima puluh meter sebuah
air terun yang sangat tingi, dan menyeberangi
sebuah danau. tak berdasar. Sebuah bis sekolah
biasa, bisa dipastikan, tak akan. bisa melalui
semua itu. Bahkan bis itu tidak akan mampu
melaju lebih dari dua puluh meter ke arah laut ..
sebelum akhirnya· terbenam.
. `
Sebaliknya, bis sekolah sihir mampu menem- .
puh jarak yang sangat jauh itu hanya dalam
waktu sembilan menit. Menyebut kendaraan itu
sebagai sebuah bis sebenarnya menyalahi denisi
bus itu sendiri. Karena bis sekolah sihir itu
adalah seekor naga dengan deretan bangku dan
sebuah toilet.
Senin pa
g
, pukul 8:00
Akhirnya, rumah Keluarga Flood kembali
sunyi. Mordonna memeriksa penampilannya
dalam cermin.
"Masih sangat cantik," katanya dan duduk .�.
dengan secangkir besar kopi kental.
)
Anak Keluarga Flood yang masih terting­
gal di rumah, Valla, akhirnya turun ke lantai
bawah. Ia memilih tetap berada di tempat
tidur bersama kelelawar vampir peliha­
raannya, Nigel dan Shirley, sampai se­
mua saudaranya meninggalkan rumah.
Kemudian, Valla bangun dan dengan
santai menghabiskan sepuluh menit di
, dalam kamar mandi untuk memutihkan
kulit wajahnya. Setelah itu, ia turun ke lantai
bawah untuk menghabiskari secangkir darah
tukang susu.2 Valla kemudian akan mengambil
kaki tak cikenal dari bawah meja dapur dan
meiberikannya pada Nigel dan Shirley yang
akan mengunyah-ngunyahnya selagi ia pergi
bekerja.
Valla adalah manajer bank darah setempat.
Baginya, pekerjaannya itu sangat menyenang­
kan; ia seolah telah meninggal dan berada di
I surga. Ia sangat mencintai pekerjaannya sam­
pai-sampai ia sering membawa pekerjaannya
itu pulang ke rumah. Baik kamar tidur mau­
pun kamar bermain miliknya di lantai bawah
tanah penuh dengan kantung-kantung darah
yang berserakan. Kantung-kantung itu diberi
label dan didata dengan rapi seperti koleksi
anggur termahal. Darah favorit Valla adalah
tipe OOH+ yang sangat jarang, yang hanya
dimiliki oleh satu orang di dunia-' -seorang
penyanyi cantik dari Australia yarg memiliki
bokong yang sangat indah. Ia hanya memiliki
2 Valla percaya dirinya akan benar-benar terjaga dan meng­
awai harinya dengan baik jika ia minum darah seorang tukang
susu karen a semua tukang susu biasa bangun sangat pagi.
satu kantung kecil darah penyanyi itu. Ia
biasanya meminum setetes pada kesempatan­
kesempatan istimewa. Untuk menutupi ke­
nyataan bahwa ia telah membawa ..�
pulang darah lebih dari jumlah yang
disumbangkan orang-orang, Valla f:
menggantinya dengan darah palsu
yang dibuat dari saus tomat, ludah
katak, dan akar tumbuhan langka
dari Tristan da Cuhna. Sering
kali, tipu muslihatnya ber- . 11
hasil dan pasien-pasien yang
menerima darah palsu dari Valla hampir tidak
pernah menjadi hiperaktif atau bahkan mati.
òrnínpag, pukul ötDÖ
Kedamaian hanya mampir sebentar d ru­
mah Keluarga Flood. Ular beker yang telah
pulih dari sakit kepala-yang selalu ia derita
setiap kali menggigit Valla-merayap kemba­
Ii kamar' ddur utama untuk membangunkan
Nerlin, yang baru saja sampai pada bagian
terbaik dari mimpinya.3
3Penyunting bahasaku melarangku menceritakan mimpi
Nerlin secara detail. Jadi, rasanya kamu harus mengarang
sendiri mimpi Nerlin.
"Selamat pagi, Tampan," sapa Mordonna
ketika suaminya muncul terhuyung-huyung di
dapur. "Apa kabar pagi ini? Tidurmu nye­
nyak?"
"Mmmm," gum am Nerlin. "Mulutku ra­
sanya seperti mesin cuci kuno yang penuh
dengan kaus kaki kotor."
"Itu bagus, Sayang. Mau secangkir kopi?"
"Seben t
'
ar. Aku masih menikmati kaus-kaus
kaki itu."
"Mimpi indah?"
"Oh ya," kata Nerlin. "Yang paling aku
sukai."
"Oh b " , yang ersama ....
"Ya."
/
"Dan sesuatu yang besar serta berwarna
h· b

mera pm u ....
"Itu dia," jawab Nerlin. "Aku suka sekali
mimpi itu dan, kau tahu, mimpi itu. tidak
pernah membosankan."
"Tentu saja," sahut Mordonna. "Apakah
dalam mimpi, aku mengenakan benda yang
,berkilau itu?"
"Tepat sekali. Mungkin aku sebaiknya mi­
Lum kopi sekarang."
Kedamaian i tu tidak bertahan lama. Be­
berapa menit kemudian, suara musik disko
yang berdebam-debam diiringi teriakan dan
sumpah-serapah datang dari rumah sebelah.
Kemudian, anjing tetangga mulai menggong­
gong dengan suara menggelegar yang membuat
cangkir-cangkir kopi bergetar.
Kalian tahu kan saat segalanya teras a sem:
puma dan kita merasa hid up begitu indah,
selalu ada saja yang merusaknya� Hal itulah
yang terjadi pada Keluarga Flood saat ini.
Tetangga dari neraka-Keluarga Dent.
"Mmm, padahal belum pukul sembilan.
Mereka bangun lebih awal hari ini," kata Mor­
donna sambil bangkit dari kursinya.
"Ya," sahut Nerlin. "Kita harus melakukan
sesuatu. Lama-lama, aku tidak tahan lagi."
"Tidak ada gunanya menelepon polisi. Me­
reka tidak pemah mengambil tindakan apa-
" apa.
"Jangan, jangan. Kita pecahkan masalah
ini sendiri."
"Yah, sekarang aku harus merapikan ru­
mah," kata Mordonna. ''Aku mau memeriksa
apakah para laba-laba telah menunaikan tugas
mereka dengan baik."
�`� � /
X+'
1� ·
i
"Yah, aku juga akan mengurus lumu't-Iu-
mut dan binatang-binatang peliharaan. Seperti­
nya percuma ,saja meminta anak-anak memberi
makan mereka?"
"Sepertinya sih begitu."
Sambil diiringi keributan dari kediaman
Keluarga Dent yang menggema ke seluruh
penjuru rumah, Mordonna pergi dari kamar
ke kamar untuk memeriksa sarang-sarang lab a-
,
laba. Ia mefinggalkan beberapa ekor laba-laba
� (//" baru di tempat yang tidak ada sarang laba­
,
laba. Untuk mendorong semangat para laba­
laba yang merajut jaring-jaring berpola rumit
__ itu, Mordonna meninggalkan beberapa lalat
--
-

"
biru besar nan lezat.
Nerlin turun untuk memeriksa kelembapan
di ruang bawah tanah serta menyemprot tem­
bok-tembok dengan selang untuk memastikan
semua lumut tetap segar dan sehat. Kemudian,
ia turun tiga tingkat ke bawah. Namun, ia
. masih bisa mendenga

Keluarga Dent walau
� _ kali ini hanya berupa dentuman-dentuman
",' yang tidak begitu jelas. Setelah itu, ia mem­
. beri makan binatang peliharaan di ruang ba-'
: wah tanah: belut malam, keong nil raksasa,
dan Doris, si burung dodo buta yang telah
. '
I .
/
berusia tujuh rams tahun. Tentu saja, seper\tl
dalam kebanyakan keluarga lainnya, binatan�­
binatang im merupakan milik anak-anak yang
selalu lupa memberi mereka makan sehingga
para orangtualah yang harus melakukannya.
Membersihkan temp at kotoran burung dodo
l
.
buta yang telah berusia mjuh rams tahu
bukanlah hal yang mudah bagi mereka yang-�
berjantung lemah atau yang mempunyai daya
penciuman sehat. Saat membawa tempat ko- J
I
toran itu ke luar dan menUang isinya ke ke-
bun Sayuran, Nerlin meraSa pusing dan harus
duduk sebentar di atas makam ibu Mordonna
dan mengambil napas dalam-dalam.4
"Selamat pagi, Ibu
·
Mertua. Bagaimana ka­
b
amya para belamng yang sedang mengge
:
liat?" tanya Nerlin, dan sebagai jawabannya,
gundukan tanah di bawah mbuhnya bergetar
perlahan karena Ram Scratchrot meregangkan
.
. ¸
mlang-mlangnya.
°.
"Yah. Lebih baik aku melanjutkan pekerja- �
anku," kata Nerlin.
'ÍcrÌu d�askan bahwa daun scÌada ¡umbuh scI:ngg: dtìa

''
¡ctcr �:

tct ÎcrÌ:n mcmbuang ko¡oran Íor:s.
Setelah membereskan urusan sarang laba­
laba, Mordonna memeriksa setiap kamar untuk
melihat apakah debu telah ditaburkan-tidak
terlalu tebal di atas meja dan menumpuk di
setiap sudut. Ketika akhirnya ia telah menye­
lesaikan itu semua, katak-katak dapur telah
menjelajahi dan menjilati seluruh pi ring kotor
sampai bersih. Kodok berkulit kasar telah me-'
makan semua bagian gosong di dasar panci
dan ular alat makan telah menyelipkan lidah­
nya di sela-sela garpu. Yang harus dilakukan
Mordonna sekarang adalah menyusun semua
alat makan itu di dalam 1emari.
Keributan dari rumah sebelah sela1u agak
berkurang sesudah makan siang. hulah saat
di mana Tuan Dent, setelah berteriak-teriak
dan bersumpah-serapah sepanjang pagi, me­
nyelesaikan makan siangnya yang berlemak
dan jatuh tertidur, sedangkan Nyonya Dent
duduk sambil menonton acara Realit Show
dari Amerika yang penuh dengan orang-orang
super tol01 sehingga Nyonya Dent pun terlihat
lebih hebat.
Nerlin dan Mordonna memanfaatkan ke­
adaan sunyi yang bersifat sementara itu dengan
tidur siang, berkebun sebentar, dan memo tong
kuku kaki nenek yang mencuat �e luar dari
kuburnya yang terletak di dekat tiang jemuran.
Kemudian, saat min ur teh tiba dan kembali
dilanjutkan dengan acara tidur sebelum anak­
anak pulang sekolah.
Kalau bukan karena Keluarga Dent yang
menyebalkan di sebelah, hidup mereka pastilah
sempurna.
�"' •
'\
31
_

`
J etika Keluarga Flood pindah ke Acacia
1v�e nomor ¡;, ada dua pasangan tua yang
selalu ramah. Mereka tinggal di sebelah kiri
dan kanan kediam
.
an Flood. Saat itu hidup
terasa menyenangkan. Para tetangga datang
sambil membawa kue-kue. Sebagai gantinya,
Keluarga Flood membawakan mereka kecoak
goreng garing. Salah satu dari keuntungan me­
miliki tetangga yang sudah tua adalah kadang­
kadang mereka sudah tidak dapat melihat de­
ngan jelas sehingga ketika anak-anak Keluarga
Flood memberikan semangkuk kecoak goreng
garing-yang sebenarnya sangat lezat-kepada
mereka, pasangan tua tersebut mengira hantar­
an 'itu daging babi garing.
Kerugian dari tetangga yang sudah tua
adalah mereka cepat mati. 'Bahkan setelah
Winchfat, si otak encer dari Keluarga Flood,
menggunakan Alat Kejut Listrik Raksasa Un­
tuk Membangkitkan Orang Matil miliknya
ul}tuk menghidupkan pasangan yang tinggal
di rumah nomor ·11, mereka hanya dapat
bertahan hidup selama beberapa minggu.
Saat itulah Keluarga Dent muncul dan
menghancurkan kedamaian di sepanjang Aca­
cia Avenue.
Mereka benar-benar tetangga dari neraka.
Mungkin bukan dari neraka yang sebenarnya,
tempat beberapa teran kental Keluarga Flood
tinggal, tetapi neraka duni�-yang sebenarnya
tidak benar-benar ada; melainkan hanya se­
buah ungkapan. Jika kamu pikir sudah pernah
bertemu orang yang menyebalkan atau· meli­
hacnya di televisi, Keluarga Dent benar-benar
jauh lebih parah dari mereka.
Keluarga Dent selalu bertengkar dan se­
nantiasa bersumpah-serapah dengan keras.
Mereka menyimpan mobil-mobil dan mesin
ITemukan instruksi cara pembuatan alat tersebut pada
bagian akhir buku agar kamu dapat membuatnya sendiri.
berkarat di halaman depan mereka dan ribuan
botol kosong serta segala macam sampah di
halaman belakang, yang sering kali luber sam­
pai ke kebun Keluarga Flood. Keluarga Dent
memelihara seekor anjing yang sangat galak di
dalam salah satu mobil tua yang ada di hala­
man depan. Anjing itu diberi nama Rambo.
Binatang itu selalu mencoba menggigit semua
.
orang yang lewat.
S e l u r u h
pakaian Ke­
luarga Dent
terbuat dari
bahan nion
dan Tuan Dent mempunyai kumis yang me­
ngerikan dan seuntai kal ung emas besar di
lehernya. Nyonya Dent mempunyai tungkai
yang sarat gumpalan lemak dan rambut yang
menyerupai isi bantal kursi yang sudah diren­
dam dalam seember cairan pemutih. Pekerjaan
T uan Dent adalah memastikan dirinya tidak
mempunyai pekerjaan. Namun, kesempatan
seperti itu juga jarang ia temui. Saat berusia
delapan belas tahun, ia pernah bekerja sebagai
pembersih pipa gorong-gorong kota, tetapi
ia dipecat setelah dua hari karena pipa-pipa
itu malah menjadi semakin kotor setelah ia
berada di dalamnya. Asal tahu saja, ia dengan
sengaja berusaha keras menciptakan keadaan
seperti itu. Untuk memastikan dirinya tidak
akan pernah bekerja lagi, Ttian Dent sengaja
terpeleset dan membuat· punggungnya terluka
cukup parah sehingga berhasil mendapatkan
dana pensiun.
Pekerjaan Nyonya Dent adalah menghin­
dari Tuan Dent dan segala hal yang membu­
atnya tidak dapat menikmati televisi.
Mereka mempunyai dua anak yang keji:
Tracylene, yang punya segudang pacar, menggu­
nal(an pemulas mata terlalu tebal, dan memiliki
sel otak terlalu sedikit. Sedangkan Dickie baru
berusia sepuluh tahun, padahal ia seharus­
nya tidak boleh diizinkan mencapai usia satu,
dua, tiga, empat tahun, dan seterusnya. Hobi
Dickie adalah masuk ke rumah orang tanpa
izin, mengencingi kursi dan meja yang ada di
sana, dan memasukkan boneka Barbie yang ia
temukan ke dalam oven microwave.
Dickie berada di kelas yang sara dengan
Betty Flood dan kalau anak lelaki itu tidak
sedang mencuri bekal anak lain, ia pasti akan
duduk di belakang Betty sambil menarik ram-'
but dan mengata-ngatai anak perempuan itu.
Satu-satunya anak Keluarga Flood yang
tidak masuk ke sekolah sihir adalah Betty.
Karena iIgin membuat anak itu tidak terlalu
tampak seperti penyihir, Mordon�a memasuk­
kannya ke sekolah .biasa yang berada tak jauh
.
dari rumah mereka. Betty sebenarnya ingin
pergi ke sekolah yang sara dengan saudara­
saudaranya. Orang normal-kalau kita bisa
menyebut Dickie Dent dan semua anak yang
ada di kelas Betty normaf-sangadah bebal,
membosankan, bodoh, dan jelek. Tidak ada
seorang pun dari mereka yang dapat melihat
dalam kegelapan atau membuat pensil bergerak
tanpa menggunakan tangan atau-dalam kasus
Dickie-dengan hidungnya.
Saat mulai bersekolah, Betty memutuskan
untuk tetap tampil beda-tanpa memeduli­
kan seberapa sering orangtuanya memaksanya
untuk belajar seperti orang normal. Namun,
Betty memang tidak memiliki banyak pilihan.
Fakta-fakta membosankan masuk ke telinga
kiri dan keluar dari telinga kanan secepat kilat.
Betty bahkan tidak dapat mempelajari tabel
perkalian sembilan. Bukan karena ia bodoh
tetapi karena ia tahu hal itu tidak akan ada
gunanya.
"Kau kan penyihir," desis Dickie pada
Betty ketika ibu guru sedang tidak melihat
mereka.
"Jangan harap aku
akan menyukaimu ha­
nya karena kau me­
ngatakan hal-hal ma­
nis seperti itu," kat a
Betty. Kemudian, ia
membuat enam buah
jerawat raksasa t�in­
buh di dahi Dickie.
"Bu Guru, Bu Guru, " jerit Dickie. "Betty
,
membuatku jerawatan. "
_� .
"Dickie Dent. Jangan bertingkah tol01 se­
perti itu," kata ibu guru. "Tidak ada yang bisa
membuat orang lain jerawatan."
Betty memasang senyum 'termanis yang
selalu membuat sang guru ingin me�eluknya.
Kemudian, Betty membuat jerawat-jerawat
Dickie pecah sehingga isinya mengalir turun
ke wajahnya.
"Bu Guru, Bu Guru. Lihat kan apa yang
telah ia lakukan?" jerit Dickie lagi.
Ibu guru menjadi murka dan akhirnya ia
menyuruh Dickie tinggal
di kelas selama waktu is­
tirahat dan ia juga menu­
lis surat kepada orangtua
Dicke-yang sebenarnya
sia-sia saja karena kedua
orangrua Dickie tidak da­
pat membaca.
Betty mungkin tidak
akan terlihat terlalu aneh
kalau saja ia mau makan hidangan khas seko­
lah, bukannya acar cicak dan lutut kodok. Ia
memang pernah mencoba makan pai daging
dan kalkun yang disediakan sekolah, tetapi ia
malah muntah.
"Kau anak aneh, " kata beberapa murid
kepadanya, tetapi Betty mengangga' semua itu
sebagai pujian. ·
"Memangnya kenapa?" tanya Betty sambi!
memasang tampang polos. Ia tahu dirinya se­
puluh kali lebih cerdas daripada semua anak
di sekolah itu dan ia selalu bisa menangkis
komentar mereka�
"!akan cicak dan kodok. . Ih, menjijikkan, "
kata anak-anak itu.
"Kalian lihat burger kalian, kan?"
"Ya?"
"Nah, inilah bahan-bahan untuk mem­
buat burger, " kata Betty. Tiba-tiba, setumpuk
potongan tubuh binatang berbau keras dan
menjijikan muncul di atas meja. "Lihat: bo­
kong dan kelopak mata sapi, hi dung kambing,
paruh ayam, zat-zat kimia, dan bahan-bahan
sampah .lainnya. "
. Sera mendadak, semua anak merasa sesua­
tu bergejolak di tenggorokan mereka dan sete­
ngah mati menahan diri untuk tidak muntah,
tetapi tetap tidak bisa. Akhirnya, mereka se­
mua mumah dan membanjiri seluruh lamai.
"Hei, lihat, " kata Betty. "Mumahan kalian
kelihatan persis seperti makan siang kalian."
Dan anak-anak itu muntah lagi.
"Kalian semua memang bodoh, " kata Bet­
ty dan menghadiahkan setiap anak tiga bisul
besar di bagian pantat sehingga bagaimanapun
mereka dud uk, bisul itu akan membuat mere­
ka kesakitan. Betty memberi Dickie beberapa
tambahan jerawat Jagi sehingga anak itu ter­
paksa berdiri terus karena rasanya memang
sakit sekali jika ia dud uk.
"Benar kan, " tam bah Betty. "Semua ma­
kanan mengerikan itu membuat kalian bisulan. "
halfklingon
(anyak orang memben�i pekerjaan mereka.
Mereka bekerja demi uang untuk membeli
makanan, rumah, dan pakaian. Ketika bekerja,
mereka biasanya membayangkan sedang ber­
senang-senang di tempat lain bersama orang­
orang yang mereka cintai. Mereka mem­
bayangkan hal-hal yang mereka suka lakukan,
yang kadangkala terasa seperti pekerjaan, na-
'
f

unjau��k�ih. menyeriangkan.
� �����1b
.
r
.
ng y�ng beruntung benar­
I' . • hertar. memkmaN tpekefaan mereka-atau de-
':<.,ngap_ k�ta lain1 ,.�ereka �encintai hal-hal yang
Ie're�;_ lakukan 'sepanjang hari. Nyonya Dent
. selalu menikmati buaian televisi. Ia memiliki
sebuah pesawat televisi di kaki temp at tidurnya
yang langsung ia nyalakan begitu ia terbangun.
Ia juga memiliki televisi tahan air di kamar
mandi dan sebuah lagi yang kecil di lantai ba­
wah. Tuan Dent menyukai hal yang ia lakukan
sepanjang hari, yaitu tidak melakukan apa-apa,
ditambah makan, minum, dan tidur. Nyonya
Dent dan Tuan Dent kadang juga sangat suka
saling memaki. Mereka melakukannya setiap
hari. Keluarga Flood sebenarnya akan
selalu berbahagia kalau saja tidak
ada Keluarga Dent.
Seperti halnya keluarga lain,
Keluarga Flood mempunyai hobi.
Di lantai bawah tanah yang luas,
setiap anggota Keluarga Flood
mempunyai ruangan untuk
diri mereka sendiri sehingga
mereka dapat melakukan
apa pun yang mereka su­
kai seperti bermain atau
melakukan berbagai per­
cobaan. Namun, bahkan
ketika setiap anggota Ke­
luarga Flood sedang sibuk
melakukan kegiatan yang
mereka sukai, atau ketika
Keluarga Dent sedang tidak
membuat kegaduhan-hal yang
sangat jarang terjadi, tetangga
menyebalkan itu selalu mampu
mengganggu pikiran mereka.
Bahkan ketika seluruh Keluarga
Flood sedang berada jauh di
bawah tanah, tujuh tingkat di
bawah rumah mereka, Kelu­
arga Dent tetap mampu me­
rusak suasana.
Winehfat, si eerdas dalam
keluarga, memenuhi seluruh
lantai ruang bawah tanahnya
dengan . perangkat menak­
jubkan untuk menciptakan
berbagai benda yang dapat
membuat orang biasa teree­
ngang. Winehfat senenarnya
bisa menjadi luar biasa kaya.
Ia berhasil meneiptakan tablet
keeil yang dapat mengubah air
Ienjadi bahan bakar. Ia sendiri
tidak mau repot-repot memberitahukan hal
ini kepada orang lain karena ia yakin akan
mampu menciptakan sesuatu yang jauh lebih
baik-seperti yang sedang ia kerjakan saat
ini, mobil yang dapat melayang di atas tanah,
membaca pikiran penumpangnya, dan meng­
antar ke mana pun si penumpang inginkan.
Sang penumpang tidak lagi memerlukan tablet
itu untuk membuat bahan bakar karena mobil
itu mendapatkan sumber tenaga dari seekor
lebah dan bunga dndelion. Jika bukan karena
suara televisi milik Nyonya Dent yang menye­
balkan, Winchfat pasti sudah menyelesaikan
pekerjaannya. Namun, suara itu sangat meng­
ganggu konsentrasinya.
Di ruang bawah tanah yang lain, Merlin­
mary sedang mengisi ulang sejumlah" baterai.
Rambutnya dipenuhi tenaga listrik sehingga
setiap malam ia harus tidur di dalam kamar
berlapis timbal, sementara jarinya tertancap ke
sebuah soket yang akan mengisi ulang bate­
rai-baterai untuk keperluan seluruh keluarga.
" Merlinmary terlahir dengan bakat seperti itu
" karena pada malam Nerlin menciptakannya
di ruang bawah tanah-dengan menggunakan
resep yang belum pernah ia coba sebelum­
nya-sebuah kilat (seperti yang ada dalam
flm-flm Frankenstein) menyambar. , Bedanya,
Nerlin tidak perlu menggunakan sambaran ki­
lat untuk menghidupkan Merlinmary, ia hanya
menggunakan satu sendok teh, ulat sayur. Jadi,
ketika' kilat menyambar rumah itu lima belas
tahun yang lalu, listrik mengalir masuk ke
ruang bawah tanah dan mencapai kaki meja I
laboratorium, tepat pada saar Nerlin menghi­
dupkan Merlinmary. Alhasil, listrik mengisi
tubuh bayi itu dengan daya yang cukup untuk
memenuhi keburuhan seluruh Amerika selama
tujuh puluh lima rahun.2
Merlinp1ary bahkan mempunyai begiru ba­
nyak renaga listrik di dalam tubuhnya sehingga
ia dapar membuar mereran listrik berpurar
mundur. Artinya, setiap kali Keluarga Flood
menerima tagihan lisrrik, perusahaan listriklah
yang harus memberi mereka uang.
lKilat itu juga menyambar kaki Nerlin dan teryata ia
menyukainya,
2Perhitungan ini hanya berdasarkan 36,72% dari jumlah
penduduk yang menggunakan sikat gigi listrik-jadi, hasilnya
bisa kurang atau lebih beberapa tahun,
Namun, karena gangguan dari Tuan Dent
yang sering kali menderum-derumkan mesin
sepeda morornya, konsentrasi Merlinmary sering
kali terganggu dan menancapkan jari-jarinya
ke steker listrik secara keliru. Hal itu membuat
rambutnya mekar dan kadangkala membuat
aliran listrik separuh kota terputus. Hal seperti
itu semakin sering terjadi seiring dengan sema- ,
kin gaduhnya Keluarga Dent.
Morbid dan Silent mengembangbiakkan
ngengat-ngehgat . cantik di salah satu ruang
bawah tanah mereka. Mereka memberikan mah­
kota bunga anggrek yang paling indah sebagai
makanan bagi bayi-bayi ulat itu dan mele­
takkan pupa-pupa tersebut di. tempat tidur
mini yang terbuat dari benang wol. Morbid
dan Silent membantu bayi-bayi ngengat itu
lahir ke dunia dengan selamat. Kemudian,
mereka mencabuti sayap-sayap kecil ngengat
itu dan memakannya. (Sayapnya, dan bukan
ngengatnya karena hal itu akan sangat men­
jijikkan). Terkadang Keluarga Dent berteriak
satu sama lain dan si kembar menjadi kalap.
Mereka melempar sayap-sayap ngengat dan
malah memakan tubuhnya. Akibatnya, mereka
muntah-muntah.
· Betty menghabiskan banyak waktu untuk
membuat sayap-sayap palsu bagi ngengat-nge­
ngat malang yang selalu merayap ke bawah
pintunya. Ia membuat sayap-sayap itu -dengan
eara merebus keeoak sampai menjadi eairan
kental, mengoleskan eairan itu pada permuka­
an kaea, dan setelah kering, ia memotongnya
menjadi sayap-sayap keeil.
Ketika Nyonya Dent mulai melemparkan
panei-paneinya, Betty menjadi panik dan lupa
berapa kali ia mengikatkan karet gelang agar
sayap menempel. Hasilnya, tubuh ngengat­
ngengat itu malah patah menjadi dua.
Valla, yang walaupun sangat terobsesi pada
darah-sampai-sampai ia sering mengambil
darahnya sendiri untuk dilihat dengan mikro­
skop-sangat meneintai kecoak. Ia mempunyai
satu ruang bawah tanah yang berfngsi sebagai
panti asuhan bagi bayi-bayi keeoak yang telah
kehilangan orangtua mereka di dalam panci
Betty. Kesukaan Valla adalah memberikan do­
nor dara kepada keeoak-keeoak yatim itu, dan
hal itu memerlukan kesunYlan dan konsentrasi
yang sangat dalam. Sekali lagi, keributan dari
rumah Keluarga Dent mengaeaukan segalanya
termasuk konsentrasi Valla dan akhirnya ba­
nyak" kecoak yang meledak.
Winch fat menyukai bintang dan planet.
Ia menghabiskan waktu berjam-jam untuk
mengamati mereka, yang sebenarnya sangat·
sukar dilakukan di sebuah ruang yang terle­
tak tujuh lantai di bawah tanah. Bukannya
melakukan hal yang pasti akan kau dan aku
lakukan-yaitu ke luar rumah
.
atau naik ke
atap-Winchfat malah memecahkan masalah
tersebut dengan cara memetik bintang-bintang
itu. Ia telah menciptakan sebuah alat canggih
yang mampu menyedot semua galaksi di jagad
raya dan memasukkannya ke dalam botol,
yang kemudian ia taruh di atas bangku. Kare­
na telah dididik dengan baik, Winchfat selalu
mengembalikan galaksi-galaksi itu ke temp at
semula setelah ia puas memandanginya. Selalu,
kecuali pada suatu hari Minggu, ketika tiba­
tiba ada ledakan dari kebun belakang Keluarga
Dent-Dickie bermain-main dengan korek api
di gudang setelah menghabiskan tiga kaleng
kacang polong-dan hal tersebut membuat
Winchfat menekan tombol B sebelum tombol
A. Aibatnya, galaksi yang seharusnya berada
di dalam gugusan Bimasakti menjadi berada di
sisi lain; posisi galaksi itu bakan terbalik. .
Satanella pun mempunyai ruang bawah
tanah sendiri. Di tengah lantai ruang itu ter­
dapat sebatang pohon. Pertama-tama, Satanella
akan mengendus-endus pohon itu, kemudian
ia akan mengejar seekor kucing sampai naik
ke atas pohon itu. Tentu saja, kucing itu bu­
kan Vlad; melainkan kucing yang disewa dari
sebuah temp· at penyewaan kucing bernam�
Penyewaan Kucng Penakut. Satanella kemudian
akan duduk di dekat pintu sambil menunggu
kucing itu mencoba melarikan diri. Kucing itu
selalu berhasil kabur karena perhatian Satanella
terpecah akibat letusan yang dibuat Dickie
Dent.
Mordonna terus berusaha menawarkan jasa
untuk mengembalikan wujud Satanella men­
jadi seorang gadis kecil, tetapi Satanella seIa­
lu menolak. Ia mengatakan pada Mordonna,
"Hidup itu sangat sederhana jika kau menjadi
seekor anjing. Makan, tidur, dan mengejar
kucing. !tu saja. Oh, dan sedikit garukan di
belakang telinga, dan tentu saja mengejar­
ngejar tongkat serta bola. Tidak ada yang lebih
baik dari itu semua." Namun, ada kalanya
Satanella berharap kembali menjadi seorang
gadis sehingga ia dapat memukul Dickie.
Winchfat membuatkan adiknya sebuah
mesin yang secara otomatis dapat melempar­
kan tongkat dan bola karet merah. Satan ella
menyimpan mesin itu di sebuah ruang yang
panjang dan sempit. Walaupun tidak ada se­
orang pun yang mau mengaku, sebenarnya se­
tiap orang-kakak, adik, bahkan kedua orang­
tua-telah bermain dengan mesin itu ketika
mereka pikir tidak ada orang yang melihat.3
Hal itu adalah rahasia yang telah diketahui
setiap anggota keluarga, tetapi mereka pura­
pura tidak tahu. A rasa pepatah berikut ini
benar juga, "Selalu ada sifat keanjing-anjingan
di dalam diri setiap orang."4
Nerlin dan Mordonna berbagi satu ruang
bawah tanah, tetapi kalian semua belum cu­
kup umur unruk mengetahui fungsi ruangan
itu. Agar-agar rasa jeruk, ranrai, kaus kaki, be-
3Winchfat menciptakan sebuah mesin yan
g
akan berbunyi
keras kalau ada oran
g
lain yan
g
datan
g
mendekat sehin
gg
a ia
TIDAK pernah tertan
g
kap basah sedan
g
men
g
ejar-n
g
ejar bola
karet merah.
4Penyuntin
g
bahasa: "Tidak ada yan
g
pernah berkata se­
perri itu."
berapa cangkir cokelat panas, dan sebuah kursi
mal as besar ikut terlibat dalam masalah ini
(walaupun tidak harus dengan urutan seperti
itu), tetapi yang pasti, bahkan hobi mereka
pun terganggu oleh keributan yang dibuat
Keluarga Dent.
Mingu sore, pukul 3:42-
pertemuan keluarga
"Kita harlis melakukan sesuatu," kat a Ner­
lin. "Sesuatu yang bersifat permanen."
"Ya," kata Satanella. Ia menyukai kata per­
manen. Ia merasa ada darah-dalam jumlah
besar-yang terlibat.
"Kalian bisa melihat sendiri mengapa nama
mereka Dent-penyok," kata Valla. "Mereka
merupakan bagian penyok dalam masyarakat."
"Betu!''' semua setuju.
"Dan apa yang akan kita lakukan pada
bagian penyok seperti itu?" tanya Betty.
"Kita tambal," kata Winchfat.
"Tidak. Kita harus mengetoknya sampai
gepeng terlebih dahulu," kata Morbid. Silent
mengangguk.
"Grrrr," kata Satanella sambi! berpikir beta­
pa menyenangkannya kalau ia bisa mengunyah­
ngunyah tulang milik sala seorang Dent.
"Tidak dapatkah kita memantrai mereka
supaya mereka bersikap lebih baik?" kata Mor­
donna.
''A, bosan," kata Betty. "Lagi pula, mereka
jelek serra tolo1 dan kita ingin mereka pergi
dari Acacia Avenue ini."
"Sebenarnya, kita ingin mereka pergi dari
kota ini," kata Winchfat.
"Dari galaksi ini," kata Valla.
"Kupikir kau harus pergi dan bicara pada
mereka sebelum kita memutuskan untuk me­
lakukan sesuatu," kata Mordonna.
"Baik, Sayangku, tetapi pasti tidak akan
ada gunanya," kata Nerlin. "Orang-orang se­
perri itu tidak bisa berpikir logis."
''Aku akan ikut denganmu, Yah," Merlin­
mary menawarkan diri. "Jika ada masalah, aku
tinggal menyetrum mereka."
Keluarga Dent telah m, engubah halaman
depan mereka menjadi sebuah kandang babi.
Namun, tidak ada seekor babi pun yang mau
tinggal di situ. Di sana ada tiga mobil yang
sudah berkarat-satu di antaranya menjadi
tempat tinggal Rambo; satu lagi adalah tempat
Tracylene mengurung pacar-pacarnya sehing­
ga mereka tak bisa melarikan diri, dan yang
terakhir adalah temp4t tidur Tuan Dent kalau
ia terlalu mabuk untuk menemukan pintu
depan rumahnya sendiri. Rumput setinggi satu
meter tumbuh di antara mobil-mobil itu dan
mengubur sampah yang tidak pernah oerhasil
mencapai tempat sa�pah.
Ketika Nerlin dan Merlinmary berjalan
melewati lubang di tembok yang sebelumnya
adalah pintu gerbang, Rambo mengangkat ke­
palanya melewati jendela depan mobil yang
telah pecah dan menggeram. Anjing
i tu memakai kal ung dengan
paku-paku besar dan ia te­
rikat ke roda kemudi
dengan seuntai rantai
besar. Matanya bersi­
nar-sinar seperti
bara menyala, tetapi susah untuk memastikar
apakah ia benar-benar melihat ke arah kita
karena matanya juling. Penglihatannya benar­
benar buruk sampai-sampai ia pernah meng­
gigit kakinya sendiri karena mengira ia sedang
menyerang tukang pos.
''Apa mau kalian?" tanya Tuan Dent ke­
tika melihat Nerlin dan Merlinmary berdiri
di beranda depan. "Pergi kalian, dasar orang
aneh."
"Tidak perlu kasar begitu," kata Nerlin.
"Kami hanya ingin bicara."
''ku bilang pergi, dasar makluk-makluk
aneh! Atau akU akan melepaskan Rambo untuk
mengejar kalian."
"Oh, aku tidak akan melaukan hal itu ka­
lau aku jadi kau," Nerlin memberi peringatan.
"Oh ya, oh ya," kata Tuan Dent. "�enapa
'd k?" t1 a .
"Pokoknya tidak," sahut Nerlin.
Tuan ,Dent langsung melepaskan Rambo.
Anjing gii� itu sangat ingin mengejar Nerlin
sampai-sampai ia menabrak Iian Dent sehingga
tuannya itu melayang, berlumur air liur, dan
berbau napas anjing.· Namun sebelum Rambo
sempat mencapai �edin, Merlinmary telah
�," . .
.:-': "
c'
menjentikkan jarinya dan anjing rotweiler rak­
sasa itu pun menjadi seekor anjing pudel kecil.
Ketika Tuan Dent berjuang bangkit, Rambo si
pudel mas uk ke dalam pipa celana panjangnya
dan menggigit sang tuan pada bagian yang
tidak pernah tersentuh sinar matahari.
"Kau bang-" Tuan Dent mulai mengum­
pat, tetapi sakit yang ia rasakan begitu meng­
gigit sehingga ia tidak mampu menyelesaikan
kalimatnya. Rambo menggigit lagi, menyelinap
turun lewat sisi lain dan berlari masuk
ke rumah. T uan Dent dengan air mata
berlinang akibat rasa sakit, terhuyung­
huyung berdiri dan langsung menuju
bagian belakang mobil Rambo. Rasa sa­
kitnya menjadi penderitaan yang teramat
sangat ketika ia terjatuh, dan tangannya
tergores pecahan botal.
"Kau, kau, kau," semburnya sambil me­
rangkak ke dalam rumah, di mana Rambo
telah menunggunya untuk menuntut balas
atas semua tendangan dan umpatan yang
selama ini ia terima dari T uan
Dent. Ia berlari dari
satu ruang ke
ruang lain di rumah Keluarga Dent sambil
�elancarkan aksi. balas dendamnya. Sesuai de­
ngan namanya-poodle (pudel dalam bahasa
Inggris)-anjing iru meninggalkan poo arau
kororan di mana-mana.
.
Anjing kecil dapar berlari lebih kencang
daripada anjing besar arau man usia. Itulah
sebabnya Keluarga Dent yang berbadan besar
dan canggung ridak dapar menangkap
Rambo, entah seberapa kerasnya mereka
berusaha. Mereka relah membuar jebakan
deng;n menggunakan makanan, rerapi
Rambo riga kali lebih cerdas dari mere­
ka-sebenarnya, bahkan burung merpari
pun lebih cerdas dari mereka-jadi semua je­
bakan itu' percuma saja.
"Bagus, Sayang," kata Nerlin kepada anak
perempuannya ketika mereka beranjak pergi.
'�Satu-kosong untuk kita, kurasa."
halfklingon
�esokan harinya, ketika anak-anak Ke­
luarga Dent berada di sekolah dan Nyonya
Dent berada di tempat seperti biasa-di depan
televisi-sambil menonton Cuplikan Film lsti­
mewa Dr . Clint dan Tuan Dent masih·terlelap
di tempat tidur, Rambo naik ke tempat tidur
Dickie dan tidur di sana. Anjing itu memim­
pikan masa kecilnya bersama kakak-kakak dan
adik-adiknya. Hidup terasa menyenangkan saat
ftu, tiga bulan pertama sejak ia lahir. Kemu­
dian, Rambo tinggal bersama Keluarga Dent
dan sejak saat itu, segalanya berantakan. Se­
telah bertahun-tahun dirantai di dalam mobil
bobrok itu, Rambo merasa nyaman tidur di
·
kasur Dickie-terlalu nyaman malah, sampai-
sampai ia tidak ingin turun dari temp at tidur
dan pergi ke luar untuk buang air.
'
Jadi, kita tidak butuh imajinasi yang ber­
lebihan untuk mengetahui apa yang terjadi
ketika Dickie Dent menaikkan kakinya yang
telanjang ke atas temp at tidur malam itu. Sebe­
narnya, ia tidak segera menyadarinya. Ia meng­
gosok-gosokkan kakinya sehingga bend a itu
rasuk ke sela-sela jari kakinya dan ketika bau
dari benda tersebut merayap ke luar dari balik
selimutnya, barulah ia sadar. Mulanya, Dickie
mengira benda itu adalah masakan ibunya­
karena kakakrya sering mempermainkannya­
tetapi kemudian, ia menyadarinya.
"Ibuuuu," teriaknya, tetapi Nyonya Dent
baru saja memindahkan saluran televisi ke acara
Edisi Istimewa Keutan Sang Kakak, di mana
sel-sel otak baru saja ditemukan pada salah
satu peserta dan penonton harus menebak
siapa pemilik sel-sel itu.
"Semua ini gara-gara Keluarga Flood," gu­
mam Dickie. "Kalau saja mereka tidak mela­
kukan apa-apa pada Rambo .. . . "
Dickie selalu takut kepada Rambo ketika
anjing itu masih berupa seekor rottweiler. Saat


masih bayi, sang ayah pernah menggendongnya
ke dekat taring anjing galak yang berlumuran
ludah itu. Tetapi Rambo adalah anjing mereka
dan Keluarga Flood telah mengubahnya men­
jadi seekor anjing pudel merah jambu-yang
kemudian mengotori temp at tidurnya. Dickie
ingin menuntut balas. Anak itu memutuskan
untuk menunggu sampai Keluarga Flood ke­
luar rumah. Kemudian, ia akan menyelinap
mas uk ke rumah mereka dan membalas sakit
hatinya.
Tetapi selain jahat dan nakal, Dicke Dent
juga teramat sangat bodoh. Ia terlalu bodoh
untuk menyadari bahwa temp at terakhir di
bumi untuk dimasuki secara paksa adalah ru­
mah milik keluarga penyihir. Dickie menunggu
sampai seluruh Keluarga Flood meninggalkan
rumah untuk acara jalan-jalan malam hari di
pemakaman seterrpat. Kemudian, ia men en­
dang dan membuat lubang di pagar. Setelah
itu, ia menyelinap masuk ke halaman belakang
milik Keluarga Flood. Pintu belakang rumah
itu tidak dikunci sehingga Dickie dapat ma­
suk.
Salah satu contoh kebodohan Dicke adalah
ia tidak dapat berhitung. Saat melihat Keluarga

Flood keluar rumah, ia tidak memastikan jum­
lah mereka ada sembilan orang. Dan yang
membuktikan Dickie teramat sangat bodoh
ia tidak menyadari bahwa anggota Keluarga
Flood yang tidak keluar rumah adalah teran
satu sekolahnya sendiri.
Rumah Keluarga Flood terasa menyeram­
kan. Udara di sana dingin dan lembap, walau­
pun di luar cuaca musim panas terasa hangat.
Tidak ada bekas pembungkus keripik atau
sisa-sisa burger berjamur seperti yang ada di
dapur rumahnya sendiri. Seluruh rumah Flood
berbau mengerikan.
Tempat itu berbau bersih.
Baiklah, pikir Dickie, saatnya balas den­
dam.
Ia berjalan ke arah lad dapur dan menarik
lad paling bawah. Ia lalu menurunkan eel a­
nanya.
Tetapi Dickie tidak sendirian. Ketika ia
mulai berkonsentrasi dan merapatkan gigi-gi­
ginya, Betty diam-diam turun ke lantai ba­
wah. Dickie menutup matanya rapat-rapat dan
mulai mengejan. Betty sedang mengerjakan
pekerjaan rumah di kamarnya ketika ia men­
dengar suara Dickie menendang pagar. Saat
ini, ketika Dickie bersiap-siap buang hajat di
lad dapur, Betty membuat kaki anak lelaki
itu terangkat. Saat terjatuh, Dickie menggapai
benda terdekat-yaitu celana panjangnya-d�n
menariknya ke atas. Akhirnya, Dickie menya­
dari apa yang telah ia lakukan, tetapi nasi
telah menjadi bubur, dan ia terduduk dengan
suara ceprot.
"Halo, Dickie," kata Betty. "Kelihatannya
ada anak jorok yang buang kotoran di celana."
Tutup sebuah botol-yag berisi mata kodok
dalam rendaman minyak ikan-yang terletak
di at

s rak melayang jatuh dan isinya tumpah
ke atas kepala Dickie.
"Ternyata, kau juga ceroboh." Betty ter­
tawa ketika makluk-makhluk sisa sarapan­
yang tadinya bersembunyi di bawah· kompor­
merangkak menaikr kaki Dickie.
"A, aku, aku tidak takut padamu!" jerit
Dickie.
"Kau seharusnya takut."
"Kau cura seorang penyihir bodoh," Dicke
terisak.
"Penyihir, iya," .kata Betty. "Bodoh, tidak."
Mata-mata kodok itu mengalir turun dari
wajah Dickie ke baju kausnya dan menatap
anak itu. Dickie mencoba bangkit, tetapi lan­
tai basah karena minyak ikan sehingga ia terus
terpeleset.
"Tunggu saja sampai kuadukan kau pada.
ayahku!" jerit Dickie.
.. '
"Kaupikir kau masih akan bertemu ayah-
. mu?" Betty tertawa.
Anak perempuanitu sangat menikmati ke­
adaan itu. Sebagian kecil dari otaknya sedikit
merasa bersalah, tetapi ia adalah penyihir dan
Dickie anak yang jahat. Jadi, sebagian besar
btak Betty mengatakan pada dirinya: Ini asyik
sekali, yar
"Kau masih ingat saat ramburmu terbakar
di kelas?" tanya Betty.
"ltu cum a kecelakaan, " tukas Dickie, mes­
kipun ia tahu hal itu bukanlah demikian. Ia
tahu Betty yang bertanggung jawab.
"A rasa bukan, " kata Betty.
Rambur Dickie mulai berasap dan ia men­
coba merangkak ke arah pintu, tetapi kemudi­
an jatuh lagi dengan wajah menghantam lan­
tai. Betty berdiri menjulang di atasnya dengan
senyum polos menghiasi wajah.
"Kau takur sekarang?" tanya Betty.
"T-t-t-t-tidak," Dickie berbohong.
Mata-mata kodok itu kembali mengalir
turun ke wajahnya dan menatap Dickie lekat­
lekat. Anak itu' mulai merintih.
"Kau seharusnya takur," kata Betty.
Dickie mencoba merayap ke arah pintu.
Betty menjentikkan jarinya dan cairan lengket
di sekujur tubuh Dickie mulai terasa panas.
Dua biji mata kodok masuk ke dalam lubang
hidung Dicke, disusul dua yang lain. Anak itu
tidak bisa berpura-pura lagi. Ia sangat ketakutan
dan m ulai menangis.
"Kau bisa minta maaf sekarang," kata Betty.
"Maaf," isak Dickie.
"Tidak kedengaran," kata Betty.
"M f " aa .
"Lebih keras lagi. "
"Aku minta maaf. Aku minta maaf," te­
riak Dickie keras-keras. Sekarang air matanya
mengalir deras di wajah dan ia juga mengom­
pol di celananya.
"Kau memang benar-benar anak jorok, ya?"
kata Betty.
"Benar, maafan aku," isak Dickie.
"Masuk ke rumah orang tanpa izin dan
melakukan hal-hal yang menjijikkan serra ber­
buat keji pada semua orang. "
"Ya. "
"Menarik ram but orang, membakar ba­
rang-barang, dan menggores mobil orang lain. "
"Ya. "
"Kau benar-benar kotoran babi yang tak
berguna," kata Betty.
"Iya . . . maaf" jerit Dickie.
"Dan kau anak gendut yang suka berbo­
hong juga, kan?"
"Ya. "
"Dan itulah masalah utamanya, " kata Bet­
ty. "Kau terus minta maaf padahal kau berbo-
h " ong.
"Tidak. Aku tidak berbohong. Sungguh, "
Dickie memohon.
"Benarkah? "
"Benar. "
Minyak ikan i tu tidak teras a panas lagi.
Dickie menyambar seb .. uah kursi dan bangkit
berdiri.
"Bolehkah aku pergi sekarang?" tanyanya.
"Kau berjanji tidak akan berbuat jahat
lagi?" tanya Betty.
"Ya," kata Dickie sambi! menyilangkan je­
mari di belakang tubuhnya. Hal tersebut me­
nandakan dirinya tidak bersungguh-sungguh.
Namun dasar anak bodoh; ketika Dickie
membalikkan badan, jari-jarinya masih tersi­
lang sehingga Betty dapat melihat apa yang ia
lakukan. Sebenarnya hal itu bukanlah masalah
besar karena Betty toh tidak berniat membiar­
kan anak i tu pergi.
"Berhenti, " sam bar Betty dan kaki Dickie
langsung menempel ke lantai. "Aku berubah
pikiran. "

- - '

7
-
"
\
"A I" pa.
"Jadi kulkaslah kau," kata Betty. "Jadi sa­
ngat kulkaslah kau!"
Dickie tertawa rengejek, seperti yang se­
lalu dilakukan serua anak nakal di seluruh
dunia dengan sangat baik dan benar.
"Apakah raksudr u Jadi kakulah kau,
anak bodoh?" seringai Dickie.
"Aim tahu apa yang aku raksud," tukas
Betty. Ia rerang seharusnya berraksud re­
ngatakan Jadi kakulh kau karena takut, tetapi
seperti yang sering terjadi pada· orang-orang
yang terlalu berserangat, lidahnya renjadi
agak keriting. Narun, Betty tidak ingin Dicke
rengetahui hal itu.
Pelan-pelan, Dickie rerasa tubuhnya ber-
. ubah bentuk renjadi persegi panjang. Rasa­
nya tidak sakit sara sekali. Betty
rerang penyihir, tetapi ia juga
baik hati dan lerah lerbut.
Ia berharap akan berubah saat
turbuh dewasa nanti.
Dickie tetap tegak berdiri,
tetapi ia tidak dapat re­
larikan diri karena kaki­
nya seolah-olah lenyap. Ia
.. ...
.
.
masih mempunyai kaki
--
bahkan kakinya ada emp�t .
sekarang dan mereka ad��
lah kaki hidrolik yang .da­
pat menyeimbangkan diri.
Ketika Dickie memandang
ke bawah-mungkin un-
tuk yang terakir kali-ia l
merasa tampangnya menjadi lebih enak dilihat
karena tubuhnya terbuat dari baja tahan karat
dan bukan dari kulit dan lemak. Pad a pintu
sebelah kiri, terdapat sebuah alat pembuat es
batu cantik dan sebuah televisi plasma di se­
belah kanan.
Jadi, tentu saja,
Dickie telah mening­
gal dunia-yang me­
mang sudah sepantas­
nya terjadi-sehingga
dunia . terbebas dari
ancaman orang seper,
ti dirinya. Namun, ia
mati dengan perasaan
bahagia dan sangat ber­
kilau. Pikirannya yang
terakhir adalah: Ww)
mungkin aku adaLah Lemari es tertampan dan
termahaL yang pernah dijuaL. Andi ibu dapat
meLihatku saat ini.
Dan hal terakhir yang ia katakan adalah:
"Mmmmmmmmmmmm�mmmmmmmmm
mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm
mmmmm." Gumamannya yang lembut dan
mahaL itu terdengar beberapa kali sehari.
"Semua sihir yang kulakukan tadi membu­
atku sangat lapar," kata Betty kepada dirinya
sendiri. "A jadi ingin tahu apa yang ada di
dalam lemari es yang baru saja kubuat dari
tubuh seseorang� ini."
:etty tadinya merasa kulkas Dickie mung­
kin masih kosong dan harus dibiarkan sema­
laman agar benar-benar dingin. Namun kemu­
dian, ia teringat bahwa Dickie adalah kulkas
ajaib. Dan ketika ia melongok ke bagian da­
lam, kulkas itu ternyata sangat indah, dingin,
dan penuh makanan kesukaan Betty. Di dalam
lemari pembeku, ada tujuh belas jenis es krim ..
Sedangkan di rak pe�dingin, ada sepiring besar
kambing guling dingin dan dua liter saus rasa
mint. Ada juga sayap ayam panggang, puding
kurma lengket, dan sekotak besar cokelat yang
tidak berlapis permen keras.
Betty mengambil sekotak es krim stroberi
yang sangat lezat.
Luar biasa," kata Betty ketika Vlad tuntas
menjilati minyak ikan di lantai dapur.
halfklingon
� ada awalnya, tidak ada anggota Keluar­
ga Dent yang menyadari bahwa Dickie telah
hilang. Tuan dan Nyonya Dent tidak terlalu
menyukai anak-anak mereka. Semakin jarang
mereka melihat anak-anak itu, semakin ba­
hagia mereka. Suatu ketika, Tracylene pernah
dipenjara selama sebulan karena mengutil, dan
orangtuanya bahkan tidak menyadari bahwa ia
tidak pulang ke rumah.
Ketika menyajikan burger, kentang goreng,
dan kacang polong di atas meja untuk Dickie,
Nyonya Dent sadar bahwa ia baru saja me­
naruh piri'g itu di atas piring lain yang juga
berisi burger, kentang goreng, dan kacang
.
'�'"

polong. Nyonya Dent heran mengapa anaknya
tidak menyantap hidangan itu malam sebe­
lumnya. Ia berteriak memanggil Dickie, tetapi
anak itu tidak kunjung menjawab, padahal
acara kegemarannya sudah mulai. Wanita itu
tidak peduli apakah anaknya menjawab atau
tidak. Musik pembuka sedang diputar dan
hal itu menariknya seperti magnet ke layar
televisi.!
Nyonya Dent membutuhkan lima tumpuk
piring berisi burger, kentang goreng, dan ka­
cang polong di atas meja untuk sadar bahwa
mungkin Dickie memang tidak ada di ru­
mah.
''Aak itu pergi ke mana sih?" kata Nyonya
Dent sambil duduk dan kembali menonton
televisi.
IPro
g
ram televisi favorit Nyonya Dent adalah Acara Per­
mak PenampiLan Selebriti Yng Teramat Sangat Tolol, Gemuk,
dan Jelk, di mana oran
g
-oran
g
yan
g
lebih bodoh,
g
emuk, dan
bahkan lebih bodoh dari Nyonya Dent dipermak habis-habisan
oleh dokter-dokter yan
g
kaya-raya dan diubah menjadi oran
g
­
oran
g
yan
g
san
g
at lan
g
sin
g
dan tidak terlalu jelek, namun
tetap bodoh, dan tidak percaya bahwa mereka, tetaplah para
pecundan
g
. Acara ini membuat Nyonya Dent merasa dirinya
jauh lebih baik.
"Siapa?" tanya Tuan Dent. "Tracylene, am­
bilkan ayah seborol bir lagi." 'Lemari es yang
berisi bir. berada di lorong dan letaknya lebih
dekat ke kursi tempat Tuan Dent menonton
relevisi. Namun, ia menganggap mengambil
. minuman untuk dirinya sendiri sebagai beban
yan¸ rerlalu berat.
(�bil saja sendiri," reriak Tracylene dari
kamar tidurnya. Perasaannya terhadap sang ayah
sa;a seperti perasaan seseorang saar menginjak
kororan anjing. "Aku pergi, Ma." 0
"Jangan lakukan hal-hal yang ridak akan
kulakukan," kara Nyonya Dent.
"Peduli amat."
Tracylene mengenakan pakaian fa­
voritnya, walaupun makan malamnya­
yang selalu rerdiri'dari burger, kentang
goreng, dan kacang· polong-membuar
pakaian itu menjadi rerlalu sempir dan
kerar untuk tubuhnya.
"Mungkin agak menciur ketika
dicuci," karanya sambil mematur­
·matur diri di depan cermin. "Tapi
masih keliharan baglls, kok."
Mungkin itu defnisi yang aneh
untuk kelihatan bagus. Sebagian
�- V" - ·

- �' ¥' �
��
besar tubuh Tracylene menonjol ke luar dari
rok mininya yang berwarna' merah jambu no­
rak dan sebagian besar dadanya menolak untuk
tetap berada di tempatnya. Kenyataan bahwa
sepatu hak tingginya yang lancip tidak patah
akibat berar badan Tracylene yang keterlaluan
membukrikan bahwa para insinyur Cina me­
mang orang-orang yang pintar.
"Pakaian dalam murahan," gumamnya sam­
bil mengoles
·
kelopak matanya lagi dengan le­
bih banyak pemulas mara dan bibirnya dengan
gincu.
"Celana dalam murahan! Celana dalam
murahan!" jerir Adolf, si burung parkit-satu
lagi binatang peliharaan Keluaga Dent. Adolf
tinggal di kamar Tracylene dan anak perempu­
an itu telah mengajarinya berbicara. Setiap kali
Tracylene becermin-ia melakukannya lusin­
an kali dalam sehari-Adolf akan bersiul dan
berkata, "Tam bah lagi gincunya, Sayang!" dan
"Tungkai yang menawan!" Namun ketika ha­
nya sendirian saja di kamar, Adolf akan melihat
ke dalam cermin dan berkata kepada bayangan
dirinya, "Memang pekerjaan yang memuakkan,
tetapi seseorang harus melakukannya."
Tracylene berjalan terhuyung-huyung ke
luar dari pintu depan "dan pergi menemui
teman-temannya, Shareelene dan Torylene serta
sekumpulan anak lelaki jerawatan yang memu­
ja mereka.
Setelah beberapa hari berlalu dan jumlah
tumpukan burger, kentang goreng, dan ka­
cang polong dingin telah meningkat menjadi
delapan piring, Nyonya Dent mendapat ide.
Besok ia akan menaruh piring kesembilan di
sarping tumpukan itu-bukannya di bagian
atas-sehingga tumpukan itu tidak akan jatuh
berantakan. Itu adalah hal paling rumit yang
dipikirkan oleh Nyonya Dent sepanjang bulan
In!.
"Ia tidak masuk sekolah selama seminggu
ini," kata Nyonya Dent malam berikumya
ketika Tuan Dent pulang dari kantor dinas
sosial untuk melaporkan bahwa sakit pung�
gungnya bertambah parah. "Apakah kita harus
menghubungi polisi?"
"Siapa? Untuk apa?" tanya Tuan Dent.
"Tracylene, ambilkal sebotol bir lagi!"
"Ambil saja sendiri," kata Tracylene. Perasa­
annya terhadap sang ayah sara seperti perasa­
an orang saat sedang mual. "Alm pergi, Ma."

-¥�
"Jangan lakukan hal-hal yang tidak akan
kulakukan," kata Nyonya Dent.
"Peduli amat."
Tracylene mencoba membayangkan hal-hal
yang tidak akan dilakukan ibunya, tetapi tidak
berhasil.
Nyonya Dent menghubungi polisi.
Awalnya, polisi tidak mau datang ke ru­
mah Keluarga Dent.
"Keluarga itu selalu menimbulkan masalah
sejak pindah ke sini," kata Sersan LeDouc�e -
setelah ia meletakkan gagang telepon. "Sang
ibu pernah ditangkap akibat menyetir seca-
ra ugal-ugalan dan sang ayah karena mabuk,
melakukan hal-hal tercela. Anak perempuan
mereka juga pernah dihukum karena mengutil
dan yang lelaki selalu membuat masalah. Me­
reka itu benar-benar berita buruk."
"Mungkin kaau kita diam saja, mereka aa
menghilang satu demi satu," kata asistennya.
"A harap begitu," kata si sersan�
Namun, Nyonya Dent terus menelepon
mereka selama beberapa. hari sampai bulan
selanjutnya sehingga polisi tidak dapat tidak
menghiraukannya lagi. Ketika mereka sampai
di rumah di Acacia Avenue nomor 11, di atas
. meja dapur sudah ada tum­
pukan empat puluh tiga buah
piring yang berisi burger, ken­
tang goreng, dan kacang polong
dingin. Nyonya Dent merasa
jika ia berhenti menumpukkan
piring-piring itu di atas meja,
ia mungkin tidak akan pernah
melihat Dickie lagi.
"Baiklah, Nyonya Dent, ka­
pan anak lelakimu menghilang?"
tanya LeDouche.
"U d ' " m, satu, ua, nga, empat ....
Nyonya Dent mencoba menghitung _li
tumpukan piring yang berisi ma­
kanan dingin itu, tetapi ia ber­
henti pada hitungan ketujuh.
Sersan polisi itu dapat meng­
hitung sampai lima belas. Ia
melakukannya sampai tiga kali,
dan kemudian ia menyisihkan dua
pmng.
"Aku belum menaruh makan­
an untuk hari ini," kata Nyonya
Dent. "Jadi, tambah satu hari lagi."

-¥�
"Reumm, yurghhmm oh," kata sersan itu
dengan mulut penuh burger dingin.
Polisi mengambil tumpukan makan ma­
lam dingin itu untuk pemeriksaan forensik,
termasuk semua bir yang ada di dalam lemari
es-barangkali ada sidik jari di sana.
''Ap

kah kalian tidak ingin memeriksa ka­
mar Dickie?" tanya Nyonya Dent.
"Pasti menjijikkan, kotor, bau, <da poster­
poster mobil sport berwarna merah, pakaian
kotor, handuk basah, tempat tidur yang tidak
pernah dirapikan, majalah tak
·
senonoh, dan
mainan rusak. Iya kan?" kata LeDouche.
:'Ya, tapi apakah kalian tidak ingin meme­
. riksanya untuk mencari DNA?"
CCNy

nya Dent, kami tidak benar-benar
melakukan hal seperti itu. Anda terlalu banyak
menonton televisi."
"Jangan bodoh,':
_
kata Nyonya Dent. "Mana
ada orang yangter1/u ba' nyak menonton TV?"
"Terserahlah," kat a sersan itu dan berlalu
pergi.
Polisi itu berpikir untuk memasang poster
pengumuman bahwa Dickie telah menghi­
lang, namun anak itu jelek sekali sehingga
LeDouche membatalkan niatnya. Poster seperti
itu hanya akan menakut-nakuti orang.
Sementara itu, Keluarga Flood sedang me­
nikmati kulkas mereka yang baru. Mulanya,
Betty berpikir ia mungkin akan mendapat ma­
salah akibat ulahnya, tetapi ternyata semuanya
merasa gembira.
"Kulkas ini jauh lebih bagus dari yang
lama," kata Nerlin. "Yang paling modern di
kelasnya. Luar biasa."
"Dan berkurang seorang Dent dari dunia
ini," kata Valla. "Bagus sekali, Adik sayang.
' '
" OS.
"Jangan. Jangan, Valla-ingat apa yang ter­
jadi saat terakhir kali kau melakukannya?"
Mordonna memperingatkannya.
''Apa?'' tanya Valla.
"Tanganmu copot, dan aku butuh waktu
yang sangat lama untuk menjahitnya kembali."
"Bukankah memang itu yang haru

terjadi
ketika kita melakukan tos?" tanya Valla.
"Tidak, bukan begitu."
Bahkan Vlad pun menyukai kulkas yang
baru. Ketika berjalan di depan kulkas itu, ia
dapat melihat bayangannya sendiri pada kedua
pintu dan berpura-pura bahwa itu adalah ku­
cing lain yang sedang menguntitnya. Terlebih
lagi, di dalamnya ada sebuah akuarium dingin
berisi ikan cupang yang suka berkela
h
i-. ikan
favorit VI

d-yang dipelihara pada suhu ter­
tentu sehingga mereka selalu merasa· marah
dan terus berkelahi sampai mereka' mel un cur
masuk ke tenggorokan kucing itu.
Kulkas itu benar-benar ajaib dan mena­
warkan sesuatu untuk masing-masing anggota
Keluarga Flood.
"Susah dipercaya. Lumpia usus berlapis co­
kelat ini benar-benar lezat," kat a Merlinmary.
"Dan jempol-jempol kaki penari balet ini
sangat luar biasa," kata Winchfat.
" tidak pernah tahu bahwa darah se­
orang pembunuh berantai sederhana bisa terasa
nikmat," kata Valla.
"Pekerjaan hebat, sayang," kata Nerlin ke­
pada Betty. "Kami benar-benar bangga."
"Ini adalah proses daur ulang terunggul,"
kata Winchfat. "Ambil sesuatu yang sudah
rusak serra tak berguna dan ubah menjadi
sesuatu yang benar-benar bermanfaat. Pu sa­
ngat senang kau telah menambahkan sentuhan
akhir yang sempurna sehingga kita tidak perlu
lagi memolesnya 4 • Baja antikarat agak susah
dirawat lho."
Dickie diam saja. Ia telah menjadi kul­
kas, dan biasanya kulkas-bahkan yang paling
canggih sekalipun-tidak pernah bicara.1 Ia
hanya menggumam dan mendengung dengan
perasaan b" ahagia.
Dan karena Dickie adalah kulkas ajaib, tak
peduli berapa pun banyaknya makanan lezat
yang telah dihabiskan oleh Keluarga Flood,
makanan di dalamnya kulkas itu tidak pernah
habis.
'Namun, aku percaya sebentar lagi kamu akan dapar
membeli lemari es yang bisa memberirahukan kapan kamu
perlu membeli susu lagi arau melempar ke luar potongan
ayam yang sudah kadaluwarsa, dan mengeluh ketika kamu
memasukkan benda-benda yang seharusnya ridak diletakkan di
sana, seperti bangkai anjing atau ular sayuf.
'erikurnya, yang hilang adalah Tracylene.
Suatu malam, ia sedang menunggu pacar ca­
dangannya yang tidak begitu tamp an di balik
semak-semak di halaman belakang. Ia menge­
nakan rok mini baru berwarna lllgu dengan
belahan pada bagian sisi, dan gincu merah
menyala-yang dijamin akan membuat setiap
pria tergila-gila I-yang ia beli lewat internet.
Ia juga mengenakan sepasang sepatu dengan
hak yang sangat tinggi sehingga ia harus ber­
diri di atas kardus untuk memakainya.
IDari ww .cewekgenit.com. yang menjual barang-barang
dengan harga selangit yang akan membuat kamu kelihatan
sangat murahan. Nama gincu Tracylene adalah Wajah Menor.
Si pacar, yang mengaku bernama Jean­
Claude tetapi sebenarnya bernama Graham,
tersesat di kebun sebuah rumah di seberang
jalan. Tracylene sangat bosan menunggu se­
hingga ia mulai memakan cat kukunya.2 Sam­
bi! mengunyah kukunya-tanpa sadar bahwa
kuteksnya sangat beracun-Tracylene melihat
lubang yang ditinggalkan Dickie pada pagar
rumah nomor 13.
Mungkin Jean-Claude masuk ke sana, pikir
Tracylene, dan ia menyelinap masuk ke kebun
Keluarga Flood. Keadaan di sana sunyi-sangat
sunyi dan gelap. Bulan bersembunyi di balik
pepohonan dan satu-satunya sinar yang tam­
pak berasal dari sekumpulan jamur aneh yang
tumbuh di atas gundukan tana berumput
di dekat tiang jemuran. Ada lima belas buah
jamur dan mereka berpendar seperti angka­
angka pada jam tua.
Tracylene berjalan terhuyung-huyung men­
dekat dan memerhatikan jamur-jamur itu. Ia
mendengar suara isapan dan suara sum bat
borol yang terbuka ketika sebuah jamur yang
2Satu lagi produk ungguJan dari www.cewekgenit.com
yang bernama Nafu Palsu.

berada di antara kakinya lenyap ke dalam
tanah. Tracylene berbalik untuk kabur tapi
sudah terlambat. Gundukan rumput itu adalah
makam Ratu Scratchrot dan ia sedang menik­
mati makan malamnya. Makam itu terbelah
dan sebuah lengan yang hanya berupa tulang­
belulang terjulur ke luar dan menangkap per­
gelangan kaki Tracylene. Anak itu jatuh terje­
rembab dan sebelum ia sempat mengeluarkan
suara, lengan kedua menjejalkan jamur-jamur
yang bersinar itu ke dalam mulutnya dan.
mulai menyeretnya masuk ke dalam kuburan.
Ketika semua itu terjadi; Nerlin dan Mor­
donna sedang duduk berdampingan di teras
belakang sambi! minum anggur Merlinot yang
berwarna merah darah dan menunggu bulan
muncul kembali. Anak-anak mereka menonton
flm DVD berjudul pemakaman Terhebat di
Dunia Ba
g
ian I sementara orangtua mereka
menikmati udara segar malam hari.
"Hei, lihat," kata Nerlin. "Ibumu menang-
k " ap sesuatu.
"Baguslah," kata Mordonna. "Apa itu? Ke­
lihatannya terlalu besar untuk seekor kucing."
"Sepertinya seorang gadis."
''A, 1bu pasti senang sekali," kata Mor­
donna. "1tu salah satu makanan kegemarannya.
Kurasa itu si gadis genit, anak tetangga kita."
"Bagus sekali," kata Nerlin. "Dua sudah
tewas; tinggal dua lagi."
,"Yah, semoga anak itu tidak membuat pe­
rut ibuku mulas. Au bisa lihat kalau keluarga
itu termasuk jenis yang sukar dicerna."
Jamur itu bersinar dalam tubuh Tracylene
sampai anak perempuan itu kelihatan seperti
ikan lumba-lumba listrik merah jambu. 1a
mencoba berbicara dan berjanji untuk tidak
bertingkah nakal lagi apabila apa pun yang
mencengkeram dirinya sudi melepaskannya.
Tracylene mencoba mengatakan bahwa ia ti­
dak akan mencuri pakaian dalam dari Toko
Target atau berkencan dengan anak-anak be­
randal an atau mencuri minuman keras milik
ibunya lagi. 1a ingin mengatakan bahwa ia
ak�n selalu mengambilkan bir untuk ayahnya
ketika diminta dan membantu ibunya me­
lakukan apa pun yang biasa dilakukan oleh
para ibu di dapur .... Namun, tidak ada suara
yang keluar'dari mulutnya. Cairan dari jamur
itu mulai mencapai ujung jari kakinya dan
mengempukkannya. Ratu Scratchrot telah lama
mati dan gigi-giginya tidak sebagus dulu lagi
sehingga ia tidak bisa mengunyah makanan
keras.
Tracylene menjadi semakin empuk sampai
akhirnya menyerupai bayi agar-agar raksasa
bercita rasa daging manusia. Tubuhnya yang
merah jambu bergoyang-goyang terakhir kali
¯
sebelum tanah merekah dan Ratu Scratchrot
menelannya bulai-bulat. Kemudian, semuanya
menjadi sunyi, disusul suara sendawa yang
sangat keras.
''Anak itu akan memuaskan selera ibu un­
tuk sementara waktu," kata Mordonna.
"Hal yang bagus juga," kata Nerlin. "Seka­
rang, semakin susah menangkap kucing untuk­
nya, walaupun Vlad sudah menggoda mereka
untuk masuk ke kebun."
"Kita kan masih bisa mencarikannya se­
orang tukang pos. Sudah lama ibu tidak
makan daging tukang pos."
Bulan terbit tinggi di atas kebun belakang
Keluarga Flood. Nigel dan Shirley, kelelawar
vampir peliharaan Valla, terbang menghampiri
anjing-anjing yang tidur di halaman belakang
rumah para tetangga.3 N�rlin dan Mordonna
berayun perlahan di ayunan teras belakang
selagi Ratu Scratchrot mencerna Tracylene di­
iringi bunyi-bunyi sendawa dan kentut. Sema­
kin lama, bau yang memancar ke luar makin
tak tertahankan.
"Aku ingin. masuk," kata Nerlin sambil
menjepit hidungnya. ¨ tidak tahu apa yang
telah dimakan gadis Dent itu, tetapi tampak­
nya ibumu tidak tahan dengannya."
"Haruska kusiram kuburannya dengan obat
sakit perut?" tanya Mordonna.
"Ide yang bagus, tapi yang pasti, jangan
menyalakan korek api."

3HaI ini membuktikan bahwa kamu harus mengizinkan
anjingmu tidur di dalam rumah setiap malam. Kamu tidak
akan pernah tahu kapan seek�r kelelawar vampir akan lewar.
: yonya Dent tidak menumpukkan sepiring
burger, kentang goreng, dan kacang polong
untuk Tracylene setiap hari-seperti yang ia
lakukan untuk Dickie. Nyonya Dent tidak
menyukai anak perempuannya. Ia bahkan me­
rasa agak senang karena anaknya tidak berada
di rumah.
"Gumpalan lemak tak berguna, " kata Nyo­
nya Dent. "Ia pasti pulang nanti."
"Siapa"? tanya Tuan Dent. "Tracylene, am­
bilkan sebotol bir."
.
"Ia tidak ada di sini," kata Nyonya Dent.
"Kau begitu, kau yang ambilkan au bir."
"Jika memang masih ada bir yang tersisa,
aku pasti sudah menyuruhmu mengambilnya
sendiri, tetapi polisi sudah membawa pergl
semua bir," kata Nyonya Dent.
"Apa? Maksudmu mereka mencurinya?" ta­
nya Tuan Dent.
"Ya."
"Kalau begitu au akan laporkan mereka
pada polisi. Mereka tidak boleh lolos begitu
saja."
Nyonya Dent tidak mendengarkan suami­
nya. Babak fnal Kejuaraan Pro-Selebriti, Lihat
Berapa Banyak Burger Yng Dapat Kalan Ma­
kan Dalam Lima Menit Selama Duduk Dalam
Bak Mandi Berisi Kacang baru saja dimulai.
Ketika T uan Dent renghubungi kantor po­
lisi, mereka mengatakan ia boleh saja datang
mengambil bir miliknya, namun semua mi­
numan itu sudah menguap karena seseorang
telah mencuri semua tutup botolnya.
Ketika tayangan iklan makanan beku siap­
saji super-sehat dan seratus-persen-tanpa-rasa
muncul di layar, Nyonya Dent bahgkit dan
menyambar gagang telepon dari tangan sua­
mmya.
"Sekarang anak perempuanku juga meng­
hilang," katanya kepada Sersan LeDouche.
Kemudian, keheningan menyusul. Sersan
itu ternyata salah seorang pacar Tracylene dan
ia tidak dapat memutuskan apakah ia harus
merasa senang atau sedih atas berita hilang­
nya gadis itu. Hubungannya dengan Tracylene
selalu agak aneh dan rumit. Misalnya, pada
suatu malam, mereka menonton flm, tapi hari
selanjutnya ia harus menangkap Tracylene ka­
rena mengutil. LeDouche memutuskan bahwa
hidupnya tida akan menjadi terlalu rumit jika
ia tidak terlalu serius mencari Tracylene .
. ''Ayolah, Nyonya Dent," katanya. "Jangan
terlalu khawatir. Aku yakin Tracylene akan
I
"
segera pu ang. ."
''Au tidak khawatir,"
kata Nyonya Dent.
"AIm akan segera ke rumah Anda, " kata
Sersan LeDouche.
"Oh, tidak usah repot-repot," kata Nyonya
Dent. "Sebenarnya, aku tidak terlalu ingin
Anda menemukannya."
.
"Kalau begitu, kenapa Anda menelepon
kami?" tanya si sersan. Ia mulai curiga.
"Yah; aku tidak ingin Anda mengira kami
yang bersalah. Tahu kan, kalau nanti Ada
men

mukan jasadnya yang rusak di suatu tem-
" pat.
"Kenapa Anda pikir jasadnya telah rusak?"
kata si sersan yang bertambah curiga.
''Anu, yah . . . Aku tidak tahu. Tetapi kalau
ada tayangan tentang anak remaja yang hilang,
biasanya jasad mereka telah hancur," kata Nyo­
nya Dent yang kedengaran semakin bersalah.
"Mungkin saja ia hanya kabur bersama salah
" seorang pacarnya.
''Aku rasa Anda terlalu banyak menonton
televisi," kata LeDouche.
"Jangan bodoh," kata Nyonya Dent. "Mana
ada orang yang teralu banyak menonton tele­
visi?"
Sersan itu tiba dua menit kemudian dan
memeriksa kamar Tracylene dengan saksama. Ia
tidak menemukan petunjuk penting, namun ia
berhasil menemukan barang yang ia cari-cari:
buku harian milik Tracylene. LeDouche mem­
baca beberapa halam
a
n pertama, mempelajari
beberapa kata kasar teranyar, dan membaca
hal-hal yang membuatnya risih. Ia bermak­
sud menyobek bagian yang menyebut-nyebut
namanya, tetapi ia memutuskan menyimpan
buku harian itu untuk dibaca nanti di tempat
tidur sambil ditemani segelas minuman cokelat
panas.
"Kapan Anda terakhir kali melihat anak
Anda?" tanyanya pada Tuan dan Nyonya Dent.
"Tidak tahu," kata Tuan Dent. "Ambilkan
akti sebotol bir, dong." .
"Au juga mau," kata si sersa
n
.
''bil sendiri. Acara televisiku sudah ham­
pir mula," tukas Nyonya Dent.
Sersan itu kembali ke kantornya dan me­
nulis laporan di sebuah buku istimewa untuk
orang-orang hilang. Bukan buku catatan orang
biasa yang hilang, melainkan buku istimewa
dengan kata kode pada bagian sampul: PAPK
(yang merupakan singkatan dari Pecundan
g
Asli dan Penjahat Kambuhan, sebuah kode
istimewa polisi yang berarti setiap orang yang
mencoba menemukan siapa pun yang terdafar
dalam buku itu akan segera ditahan). Penje­
lasan mendetail tentang Tracylene Dent ditulis
, di sebelah halaman yang memuat keterangan
tentang hilangnya Dickie.
Tuan dan Nyonya Dent tidak butuh wak­
tu lama untuk melupakan kedua anak mereka
karen a memang begitulah mereka. Kedua orang
itu tetap saling berteriak, berkelahi, dan me­
nimbun kebun mereka dengan mobil-mobil
bekas serra sampah serta melemparkan botol­
botol kosong melewati pagar rumah ke arah
kebun belakang Keluarga Flood. Bahkan sete­
lah setengah dari keluarga mereka menghilang,
Keluarga Dent masih tetap bertingkah seperti
tetangga dari neraka.
halfklingon
ua sudah tewas; tinggal dua lagi," kata
�a setelah' Nerlin menyampaikan apa yang
terjadi pada Tracylene.
"Yang mana lebih dahulu?" tanya Mordon­
na. "Yang laki-Iaki atau perempuan?"
"Yang laki-Iaki lebih sering membuat keri­
buran," kata Merlinmary.
''Aku tidak yakin tentang hal itu," kata
Winchfat. "Yang perempuaD- juga selalu me-.
nyetel televisinya keras-keras sepanJang ma­
lam.
"Benar juga," kata Nerlin.
"Kita punya tiga pilihan," kata Mordonna.
"Yang laki-Iaki terlebih dahuu, yang perempuan

.
.
.

`
;

_

¸
-
_ - -` ¯ �¯
¯
`"

�._ - ¯ _ «_

_ .¸`
¸� tetlebihdahí.lu,�a:+a

¬.

c
:�k
+
b
c
rJua
e�+�
+

bets�a��¬.� ` �
-
��

¯

=

_

\

»

_
�¸
:
�¸
ª
��
�¸¸
_
l
¸�;�skan·-
P'�

¤ct+p+ ¡
cti·rlw«y+cg�ctj

�dl

b
ebet+p� hati

��������������

l
alu c��tl�p·+:«x¬�¡�iltu�ÌyODyò
º (����
t
er¦�nç|

|,�,�.���," d
l
¦
c
b;nbela
•��

��� �.,�.«

,�.-�|��
¸¸��
�ebual

þ�sa�
at�t�lcvl�i

d| �¤al+�m¡
¤
� s ud�tkcb�D. t+mu|:,¸�cc!1�ub·qt¬li��
� �_|lul·:t�d�t�t
··u
a
l¤º��
rj
¹�¤

l
c

s
��ª
• .;· t:!�I{ s��l��g


¸
.
Nyonya Dent mulai menjerit-]erit seperti
lias�samlil me!emparLan latu lata Le jenJe-
Ía, lerieriaklagi, menggeJor pintu lelaLang,
dan

merai.ng-raung. SeLarang, ia terLapar Ji
itasumputseperti orang maluL Jan mena-
ngis�·çaJi-jaJinya. lamengataLan lahwa tiJaL
�·--..-¸¡.-tnen cintainya. Entah paJa siapa
|a �eng�taIan semua

itu.Semua orang tahu
babwa _' tiuaIseorang pun mencintai Nyonya
1ent- t�ra�uL Ramlo, si puJel, yang saat
\ '
·
ini scJang mcncola mcmlunuh sanJal sclclah
Liri miliL Nyonya Dcni.

Nyonya Dcni mcncola Lcmlali langLii
lcrJiri. la malah icrjcrcmlap Jcngan wajah
icrlcnam Jalam gcnangan air Jan jaiuh icrii-
Jur Ji lawah scmaL-scmaL. lcpalanya icrju-
lur mclcwaii lulang pagar icmpai Diclic Jan
1racylcnc iclah mcnghilang. 8clcrapa malam
Jaiang Jan pcrgi; Nyonya Dcni icrus mcn-
JcngLur scpcrii sccL�r lali yang mcnJcriia
sinusiiis alui.
Sclain 8ciiy, yang iiJur scpanjang ma-
lam scpcrii orang normal, anggoia lcluarga
llooJ yang lain hampir iiJaL pcrnah iiJur.
Malam hari aJalah saai mcrcLa mclaLuLan
hal-hal rahasia yang isiimcwa scpcrii yang Jila-
LuLan pcnyihir lain Ji scluruh pcnjuru Junia.
Manira-manira, LuiuLan-LuiuLan, mcngulah
Jiri mcrcLa mcnjaJi Lclclawar hiiam raLsasa,
mcngisap Jarah, mcnonion acara lclanja paJa
puLu¦ iiga pagi, Jan lcrLclana Jcngan sapu
icrlang hanyalah lclcrapa conioh Jari hal-
hal yang JilaLuLan para pcnyihir Ji icngah
Lcgclapan malam.
DcngLuran Nyonya Dcni mcnggæggualiran
siìir. Sapu icrlang MorJonna mcnjaJi pcngLi

dan sapu ijuk. Valla ,menumpahkan segelas da-,
rah yang paling mahal ke atas buku ' mantranya
sehingga menimbulkan hal-hal yang tidak di­
inginkan, dan Nerlin mulai menelepon salman
belanja untuk membeli dudukan handphone
dari bahan kristal buatan tangan berhiaskan
jalinan benang emas 24 karat pada bagian
perm ukaannya.
''Apakah ada yang sedang menggergaji po­
hon di luar?" tanya Mordonna yang lega karena
ia hanya berada satu meter di atas tanah saat
sapu terbangnya berubah wujud.
"Bukan, itu dengkuran Nyonya Dent,"
kata salah seorang anaknya.
''Aduh, suara dengkurannya bahkan bisa
membangkitkan orang mati," kata Mordonna.
"Di kebun belakang kita lagi."
"Ya Tuhan, semoga jangan sampai terjadi,"
kata Nerlin. "Keadaan sudah cukup gawat kaJa

ibumu terbangun, tak peduli seberapa cantiknya
ia. Tetapi kalau Nyonya Dent sampai mem­
bangunkan Paman Cloister, juga semua pintu
neraka pasti akan terbuka."
''Apalagi kalau Eyang Buyt Lucreature yang
bangun," kata Mordonna. "Winchfat, tolong
keluar dan tutup mulut perempuan itu, anak
.
" mams.
"Untuk sementara ,atau selamanya?" tanya
Winehfat. "Bikin dia kesakitan - atau tidak?"
"Terserah kau," kata Nerlin.
Winchfat menuj u kebun dan menemukan
kepala Nyonya Dent terj ulur masuk lewat pa­
gar. Wanita itu sekarang terbaring telentang di
atas semak berduri dengan mulut menganga.
Seperti biasa, waj ahnya eoreng-moreng akibat
gineu yang berantakan. Winehfat meraup dua
genggam tanah dan mengueurkannya ke mulut
Nyonya Dent.
Wanita itu tersedak, menyemburkan tanah
itu, dan membuka matanya. Sosok Winehfat
yang kurus dan tampak sakit--sakitan membuat
'wanita itu ketakutan setengah mati . Dengan
rulut penuh tanah, ia berteriak sekeras-keras­
nya; yang berarti: ia tidak bisa berteriak sara
sekali. Nyonya Dent berbalik memuntahkan
tanah dari mulutnya, dan melarikan diri kem­
bali' ke kebunnya. Hal terakhir yang ia lihat
ketika ia menggeliat pergi adalah sesuatu yang
merah rengilap. Benda itu setengah terhalang
oleh kaki Winchfat yang panjang, tetapi ia
yakin dengan apa yang ia lihat.
Benda itu adalah salah sam sepatu hak
tinggi rilik Tracylene.
Tiba-tiba, Nyonya Dent renjadi hampir
setengah cerdas, narun ia tidak rengatakan
apa-apa. Ia renggeliat rundur relewati pagar,
tetapi seruanya sudah terlarbat. Winchfat
sadar bahwa Nyonya Dent telah melihat se­
pam itu.
"Kita harus rerbereskannya," kata Mor­
donna ketika Winchfat ker bali ke rurah.
"Bagaimana mungkin kita bisa melupakan
sepatu itu?"
k
ata Nerlin.
"Tidak tahu. Ibu pasti memuntahkannya
kembali," kata Mordonna.
"Kukira ia menyukai sepatu. "
"Bukan yang berwarna merah," kata Mor­
donna. "Mereka membuatnya bersendawa. "
Nyonya Dent berjalan terhuyung-huyung
ke arah pintu belakang rumahnya, memun­
tahkan tanah, dan menangis; bukan karena
mengetahui bahwa anaknya mungkin telah
mati; .juga bukan karena pengalaman menge­
rikan bersama Winchfat. Bukan. Ia menangis
katena menyadari bahwa dirinya telah tertidur
seIama, tiga jam-dan melewatkan episode fnal
Acara Irmak Penampiln Selebriti Y Teramat
Sangat
'
Tolol Gem uk, dn Jelek, d mana mereka
akan n
.
engganti otak seseorang dengan sili­
kon. Nyonya Dent telah menantikan acara itu
selama satu minggu, dan sekarang hidupnya
hancur karena telah melewatkannya.
Karena saat itu adalah Sabtu malam, Nyo­
nya Dent melakukan apa yang biasa ia laku:.
kan setelah bertengkar hebat dengan suaminya.
Ia mulai meraung-raung di pintu belakang
sampai Tuan Dent-yang pingsan di bawah
meja dapur-di tengah genangan muntahan
Sabtu malamnya yang sudah rutin-terbangun
dan membiarkan istrinya masuk. Kemudian,
mereka berdua akan menangis tersedu-sedan
dan mengatqkan betapa mereka sangat men­
cintai sam sara lain dan berjanji tidak akan
saling 'menyakiti sampai Sabtu yang akan da­
tang.
Ketika Nyonya Dent terbangun keesokan
. harinya pada pukul tiga sore, ia teringat pada
sepatu merah itu dan mengangkat gagang te­
lepon.
Sersan LeDouche sedang tidur siang ketika
telepon berbunyi. Sejak Dickie dan Tracylene
menghilang, Sabtu malam menjadi lebih san­
tai. Tidak ada yang melempari jendeia kantor
polisi dengan batu batao Dan tanpa kehadiran
Tracylene-yang mengatakan betapa ia sangat
mencintai LeDouche sambil muntah ke dalam
helm polisinya setiap Jumat malam, sersan
itu bisa tidur lebih lama selama giliran jaga
di akhir pekan. Sekarang, wanita keparat itu
men(leponnya lagi.
"Sersan, " Nyonya Dent menangis di tele­
pon. :'Orang-orang aneh di sebelah rumahku
membunuh anakku, eh, eh .. .. " .
"T 1 "k
.
. - racy ene, ata SI sersan.
"Ya, benar," kata Nyonya Dent. "A meli­
hat sepatunya di kebun belakang· meteka. "
"Baiklah. Aku akan memeriksanya."
Sersan LeDouche tidak pernah berkunjung
ke rumah Keluarga Flood, atau berniat pergi
ke sana. Tempat itu membuatnya merinding.
Tetapi setelah Nyonya Dent meneleponnya
tentang sepatu iru, si sersan tidak punya pi­
lihan lain. Jika ada bukti pelanggaran hu­
kum, hilangnya Dickie dan Tracylene tidak
bisa dihiraukan begitu saja. LeDouche terpaksa
menghapus nama kedua orang itu dari buku
PAPK dan menulis ulang di buku catatan yang
berisi nama orang-orang biasa yang hilang.
Dan itu berarti ia harus bertindak, misalnya
membongkar atau menutupi fakta-tergantung
mana yang lebih mudah dilakukan.
LeDouche memarkir mobil dinasnya di
depan rumah nomor 21 dan berjalan ke arah
gerbang rumah Kel uarga Flood. Gerbang itu
terbuka kurang dari sedetik sebelum ia me­
nyentuhnya dan langsung menutup setelah
LDouche berjalan melewatinya. Polisi itu ber­
balik untu'k membukanya, tetapi gerbang itu
malah menggeram padanya.
"Masuk, Empat-Dua," katanya ke ara wal­
kie-talkie. " Empat-Dua" adalah nama panggil­
an rekannya yang menunggu di dalam mobil .
(Nama sebenarnya adalah Empat-Satu, atau
Peter Lawrence Henry Empat-Satu, tepatnya. )
" Halo, Sersan," jawab Empat-Dua.
"Pintu gerbang di sini baru saja menggeram
padaku, Empat-Dua;" kata si sersan.
"Tentu saja, Sersan. "
Sersan LeDouche berani bersumpah bahwa
ia baru saja mendengar pintu gerbang itu
tertawa, tetapi ia memutuskan tidak menga­
takannya pada Empat-Dua. Si sersan berjalan
melalui jalan setapak ke pintu depan dan ku­
rang dari sedetik sebelum jarinya menyentuh
tombol bel pintu, bel itu sudah berbunyi.
Pintu itu segera terbuka dan sesuatu yang
kecil, gelap, serta bera

but lebat berdiri di
ambang pintu sambil menggoyang.goyangkan
bokongnya. Itu adalah Satanella.
"Apa maumu?" tanya Satanella.
"Eh, umm," kata si sersan sambi! me­
longok ke dalam untuk melihat siapa yang
berbicara dengannya.
"Di bawah sini," kata Satanella. '�u mung­
kin terlihat seperti anjing, tetapi itu bukan
berarti aku seekor anjing. Kau mau apa?"
"Benar, ya, baiklah . . . . Apakah, eh, tuanmu
atau nyonyamu ada?" tanya LeDouche yang
tidak percaya dirinya sedang berbicara dengan
sekor anjing. Sersan itu berharap tidak ada
seorang pun yang melihatnya saat itu.
"Tunggu di sini, " kata'Satanella dan berlari
masuk ke rumah.
"Empat-Dua, kau masih di sana?"
"y S " a, ersan.
"Au baru saja berbicara dengan seekor
anjing. Bicaranya benar-benar bagus dan kata-
k " atanya-
"Yah, yah, baguslah," kata Empat-Dua lewat
radio mobilnya sambil meraih telepon geng­
gamnya. Ia bertanya-tanya ia harus menunggu
berapa lama sebelu
m
mobil ambulans tiba
dengan dokter yang membawa obat bius ter­
ampuh dan jaket pengaman untuk orang gila.
"Selamat sore," kata Mordonna yang seko­
nyong-konyong muncul di hadapan LeDouche.
"Ada yang bisa kami bantu?"
Sersan LeDouche langsung terpesona. Mor­
donna dengan sengaj a telah melepaskan ka­
camata hitamnya, dan sudah menjadi raasia
umum bahwa siapa saja yang menatap lang­
sung ke matanya akan j atuh cinta padanya.
Nerlin sengaja melakukan itu b"eberapa. kali
setiap hari.
"Am, ur, eh, um," si sersan tergagap-ga­
gap dan mengikuti Mordonna ke dapur seperti
anak anjing penurut.
"Silakan duduk dan beri tahu aku ada,
masalah apa," kata Mordonna.
"Yah, istriku tidak bisa memahamiku; pres,­
tasi anakku, Vicki, sangat buruk, dan kepalaku
mulai membotak," kata si sersan. l
"Bukan, bukan. Maksudku, mengapa Anda
berada di sini?"
ISebenarya, isrri si sersan sangat mengerti apa yang
terjadi dengan suaminya. Anak mereka, Vicki, berada di kelas
yang sama dengan Tracylene, sehingga Nyonya Le Douche tahu
apa yang telah diperbuat suaminya.
"Oh; benar sekali. Mengapa aku berada di
sini?" tanya si sersan. "Mengapa kita semua
berada di sini? Apa maksud
.
dari semua ini?"
"Bukan itu. Mengapa Anda datang ke ru-
ahk t" m u.
"Sepatu," jawab si sersan. "Sepatu merah. "
"Sepatu ini?" tanya Mordonna sambi! meng­
angkat sepasang sepatu berhak tinggi.
"Sepatu Tracylene. "
<'Benar, anak perempuan genit itu. " Mata
Mordonna
.
menyipit ketika ia berbicara. Ia
mengenakan kembali kacamata hitamnya dan
membebaskan polisi malang itu dari pengaruh
sihirnya.
"Ibuku amat menikmati anak itu, " tambah
Mordonna.
"Ibumu?" tanya LeDouche.
"Benar, ibuku. Ia dikubur di kebun bela­
kang. Apakah Anda ingin menemuinya?"
"Menemuinya? Dikubur . .. ia suda mati?"
"Tentu saja ia sudah mati, " kata Mor­
donna. "Kta tidak menguburkan orang yang
masih hidup, bukan?"2
2Sebenarnya, Paman Mordonna, Count Septic Von Pus,
pernah dikubur hidup-hidup selama setahun sebagai hadiah
"Ya, tetapi, tidak ada tapi-tapi-tunggu
sebentar. Aku harus bicara dengan rekanku. "
Sersan i tu menghidupkan walkie-talkie sambi!
berlari di sepanjang lorong rumah itu.
"Empat-Dua, kau masih di sana?"
"Eh, iya," jawab Empat-Dua dengan hati­
hati . Ambulans yang ia panggil baru akan
tiba sepuluh men it, j adi ia harus berpura-pura
selama itu.
''Am butuh bantuan beberapa polisi ber­
senjatakan
·
sekop," kata LeDouche.
"Tentu saja," kata Empat-Dua pelan-pelan.
"Kurasa gadis itu dikubur di kebun be­
lakang dan mtingkin, keluarga ini j uga telah
.mengubur seorang wanita tua hidup-hidup,"
kata si sersan.
" Baik. Bagus sekal i. Pekerj aan yang bagus,
Sersan," kata Empat-Dua. "Tidak ada lagi bi­
natang atau pintu pagar yang berbicara di
sana?"
ulang tahunnya. Ternyata, ia sangat menyukainya sehingga ia
meminta untuk tetap dikuburkan selama lima puluh tahun
berikutnya sampai ia mati. Kemudian, jasadnya digali dan
dikremasi.
"Tidak, tidak. Pokoknya, segera minta ban­
tuan seperti yang tela kuperintahkan tadi,"
kata LeDouche.
"Jangan khawatir, Sersan. Aku sudah mela­
kukannya. Mereka akan datang beberapa menit
lagi. Anda mengulur-ulur waktu saj a. "
" Baiklah. Kalau begitu, semua beres," kata
SI sersan sabil berjalan kembali ke dapur
Keluarga Flood. "Mungkin kita bisa minum
ht" te .
"Teh? Teh? Sepertinya kami tidak mem­
punyai teh di sini," j awab Mordonna. "Yang
ada hanya setetes darah kelelawar dingin yang
I " sangat ezat.
"Ah, ya sudah. Aku minta segelas air
.
" sap.
" Baiklah. Segelas air dingin yang enak se­
kali dari lemari es baru kami," kata Mordonna.
''Apakah Anda me
n
ginginkan sebutir mata ko­
dok di dalam minuman Anda?"
''A, tidak usah repot-repot. Aku sebenar­
nya tidak begitu haus," kata si sersan. " Mung­
kin kita lihat-lihat kebun belakang saj a. "
" Boleh. Aku telah memberitahukan keda­
tanganmu kepada ibuku ketika Anda sedang
menelepon tadi. Mari."
Mereka berjalan ke luar dan seperti yang
telah dikatakan Mordonna, ada sebuah makam
.
tepat di tengah-tengah kebun di dekat tiang
Jemuran.
"lni polisi yang aku ceritakan tadi, Bu,"
Mordonna berteriak ke arah makam itu. Sela­
ra beberapa saat, hanya ada keheningan. "Oh,
baiklah, Bu. "
Sambil berbalik ke arah Le Douche, Mor­
donna menambahkan, "Maaf, aku harus· berte­
riak. lbu sudah agak tuli. Tampaknya ia ingin
bersalaman dengan Anda."
"Tentu," kata si sersan. Kemudian, ia ber­
j alan ke arah makam itu.
Tanah terbuka dan sepotong tulang lengan
terj ul ur ke I uar.
"Kata ibu kau cukup menjabat tangannya.
Ia hanya mengizinkan para penyihir mendum
" tangannya.
Sang sersan langsung j atuh pingsan.
Ketika Empat-Dua, tiga petugas paramedis,
dan seorang dokter tiba lima menit kemudian,
Sersan LeDouche telah terbaring di sofa ruang
tamu Keluarga Flood. la terus menggumam
pada diri sendiri dan pada walkie-talkie mi­
liknya.
"Aku sangat menyesal atas semua kej adian
ini, Nyonya," kata sang dokter. "Semua ini
akibat tekanan pekerjaan. "
"Aku mengerti," kata Mordonna sambil
melihat dari balik kacamata hitamnya.
Satanella berpura-pura membuat suara
dengkingan riang ketika salah seorang petu-
gas paramedis menggelitik perutnya. Dokter
memberi si sersan obat tidur yang sangat kuat.
Mereka memakaikan j aket pengaman pada tu­
buhnya dan membawanya ke rumah sakit j iwa.
Istri dan anak-anaknya mengatakan bahwa
mereka akan lebih berbahagia hidup bersama
Empat-Dua, yang baru saja naik pangkat dan
bukan termasuk jenis lelaki yang mempunyai
banyak pacar.
Sersan LeDouche beristirahat cukup lama
dan ia diberi obat aneh dalam dosis yang
sangat besar serra terapi kejut listrik di Rumah
Sakit Sunshine yang diperuntuk bagi mereka
yang mengalami tekanan berat, sebelum akhir­
nya dipensiunkan dan
tinggal seorang diri di
tepi pantai, di sebuah .
fat kecil yang· lembap
yang tidak mempunyai
pemandangan langsung
ke laut. Kadang-kadang,
beberapa tahun kemu­
dian, ia masih sering
berreriak dan terbangun
dari tidurnya karena ia yakin apa yang telah
ia dengar dan lihat bukan khayalan belaka.
Dan ia juga tidak ragu bahwa Keluarga Flood
telah membunuh Tracylene, dan mungkin juga
Dickie, dan bahwa mereka telah menjegal ka­
rirya yang sangat cemerlang, jauh sebelum ia
mencapai puncaknya.
Keinginan untuk membalas den dam meng­
akar dalam hatinya. Suatu ketika, suatu saat
nanti, ia akan membalas mereka.
eberapa bulan setelah Sersan LeDouche
dawa pergi, Nyonya Dent masuk ke kamar
tidur Tracylene dan mengenang saat-saat ia
masih memiliki anak perempuan. Tuan Dent
. sudah memuat kamar tidur Dickie dengan
,motor usang, beberapa ember pelumas, dan
seribu dua ratus dua puluh tujuh kaleng bir
kosong. Sejak membawa burung parkit Tracy­
lene ke dapur-di mana si burung bertambah
gendut karena selalu menyantap remah-remah
pizza dan terus-menerus memberi tahu Tuan
Dent bahwa ia perlu memakai gincu lebih
tebal-kedua orangtua itu tidak pernah masuk
ke kamar Tracylene lagi.
Apa kira-kira yang sudah teradi pada Ta­
cylene, pikir Nyonya Dent, dan kemudian ia
kembali teringat pada sepatu merah itu.
la menelepon kantor polisi, tetapi semenjak
kejadian yang melibatkan Sersan LeDouche,
pihak kepolisian telah menetapkan kebijakan
baru yaitu berpura-pura bahwa Keluarga Dent
tidak pernah ada. Seluruh keluarga itu hanya
khayalan si
'
-
sersan belaka.
"Maaf, Nyonya," kata mereka kepada Nyo­
nya Dent. "Kasus itu sudah ditutup. "
"Tetapi anakku," kata Nyonya Dent. "la
masih menghilang."
"Selamat, " kata polisi yang menerima tele­
pon dan menutupnya .
.
Sebenarnya Nyonya Dent
'
tidak terlalu pe­
duli pada masalah itu. la lebih tertarik untuk,
mengetahui apakah ada kategori burung parkit
tergemuk dalam acara Guinness World Records
di televisi. Namun malam itu, ketika keba­
nyakan orang di seluruh dunia sedang terlelap,
Nyonya Dent memutuskan untuk menyelinap
masuk ke kebun belakang Keluarga Flood ' me­
lalui lubang di pagar.
Suasana kebun itu sepi seperti kuburan.
Hal tersebut sama sekali tidak mengherankan
. �
karena ada banyak orang yang dikubur di
sana. Aj aibnya, sepatu merah itu masih ada
di sana. Nyonya Dent melepas sandalnya dan
mengenakan sepatu itu. Ia mungkin sudah
mem
'
ayang
k
an
l
Usa
h L
m
c
ere
ll
a)
k
a
l
au saJa
kata Cinderella tidak terlalu rumit untuk di­
proses otaknya.
Di la
n
tai atas, di dalam salah satu kamar
tidur di belakang, Winchfat, si genius kom­
puter dalam keluarga, sedang melakukan apa
yang biasa ia lakuka

tiap malam: menguntit
orang-orang asing di seluruh dunia lewat in­
ternet. Saat tengah malam menjelang di salah
satu chatroom, Winchfat akan pergi ke zona
waktu yang berbeda. Di dalam dunia maya,
nama Winchfat sudah menjadi legenda. Ia
dapat masuk ke mana pun dan suatu kali, ia
pernah membuat seantero Amerika bangkrut
hanya dalam satu malam, dan baginya, hal itu
hanya untuk bersenang-senang. Winchfat me­
ngembalikan semua uang itu keesokan harinya,
tetapi tidak sebelum tiga ratus empat orang
akuntan dan manajer bank yang bangkrut bu­
nuh diri-sebuah bonus yang sara sekali tidak
pernah ia bayangkan. Winchfat telah membu­
at semua orang miskin sedikit bertambah kaya

dan semua orang kaya
.
menjadi sedikit Jbih
miskin. Tentu saja kejadian itu tidak pernah
terungkap, tetapi semua hacker tahu bahwa
WinchBat (atau Si Trixie NakaI, namanya di
dunia maya) yang berada di balik semua itu.
Pada malam ketika Nyonya Dent me­
nyelinap masuk ke kebun belakang mereka,
WinchBat sedang berdiri di depan jendela sam­
bil minum Cola Berkafein Sangat Tinggi. Ia
melihat ke bawah dan melihat Nyonya Dent
berjalan terantuk-antuk di kebun dengan me­
ngenakan sepatu hak tinggi yang telah mereka
tinggalkan sebagai umpan. WinchBat segera
memberi tahu yang lain.
"Kuda nil sudah mendarat. "
"Baikhh," kata Nerlin, "tetapi kta belum
memutuskan ipa yang harus dilakukan terha­
dapnya.
" Ibuku sedang lapar," kita Mordonna.
"Tidak ah, membosankan," kata Morbid.
Silent mengangguk-angguk dengan bersema­
ngat.
" Kita harus melakukan sesuatu yang bisa
kita nikmati bersama," kata Satanella. "Lagi
pula, gumpalan lemak itu tidak terlalu baik
untuk dimakan, bahkan oleh orang yang sudah
mati seperti nenek sekalipun. "
"Sesuatu yang agak nyeni; dong," usul Betty.
Ia yang paling kreatif dalam keluarga. "Mung­
kin kita dapat mengubahnya menjadi pohon
buah-buahan atau bak mandi air panas. "
"Bisa kaubayangkan bagaimana rasa buah­
nya nanti?" kata Valla. "Wuueek. Kalau bak
mandi, boleh j uga. Maksudku, tampangnya
memang sudah mirip bak mandi. "
"Jangan. Jangan. Aku tahu," kata Nerlin.
''Apa yang selalu dilakukan wanita itu sehingga
kita semua merasa j engkel?"
"Bernapas?" tanya Winchflat.
"Bukan, tetapi menyetel T keras-keras se­
panjang siang dan malam hari. Jadi, mengapa

kita tidak mengubahnya menjadi televisi plas­
ma layar datar super mewah?"
"Mungkinkah kita sekaligus mendapatkan
efek suara surround dengan pengeras suara di
sekeliling ruangan?"
"Tentu saja," kata Nerlin.
"Bolehkah kami yang melakukan itu?" ta­
nya si ker bar.
"Jangan. Aku saja. Aku!" kata Merlinmary.
"Ayo kita undi," putus Nerlin. "Semua
ambil pensil dan kertas, dan siapa pun yang
bisa menggambar sedotan yang paling panjang,
.
" la yang menang.
(Kamu mungkin bertanya-tanya mengapa
bukan Nerlin saja yang melakukan sihir itu.
Yah, akan kuberitahukan sebuah rahasia besar
yang tidak diketahui oleh siapa pun dri golong­
an non-penyihir Rahasia ini juga akan menje­
laskan mengapa Nerin membawa Merlinmary
bersamanya ketika ia· berbicara dengan Tuan
Dent, dan mengapa Merlinmary yang mengubah
Rambo menjadi seekor pudel. Sebelum aku me­
ngatakannya, kamu harus beranji dalam hati
untuk tidak membocorkan rahasia ini kepada
siapa pun.
Jika kamu membaca cerita-cerita ten tang
penyihir muli dri Merlin sampai Harry Potter
kamu akan melihat bahwa kebanyakan penyihir
tidak menikah dan mempunyai anak. Kamu
mungkin saja berpikir bahwa hal itu teradi
karena para penyihir bertampang jelek. Namun,
bukan itu masalahnya. Kebanyakan penyihir
wanita sebenarnya berpendapat bahwa para
penyihir pria bertampang keren dan tampan.
Tidak, alan sebenarnya: ketika seorang penyihir
dilahirkan, anak itu menyerap sedikit kekuatan
sihir dari o rangtuanya. Saat anak itu tumbuh
dewasa, kekuatan sihirnya juga bertambah, te­
tapi kekuatan yang diberikan sang ayah tidak
akan kembali ke dirinya. Hal itu berarti keku­
atan sihir Nerln, yang sudah mempunyai tujuh
anak, telah berkurang ban yak.
Tidak peduli bagaimana anak itu dibuat­
di dalam laboratorium, dicangkok seperti ta­
naman, atau dibuat seperti layaknya manusia
biasa-seorang penyihir tetap akan kehilangan
kekuatannya.
Sekarang, satu-satunya hal yang dapat dila­
kukan Nerlin untuk mengubah manusia adalah
menjadikannya tanaman dalam pot. fa bahkan
telh kehilangan kekuatan untuk mengubah ma­
nusia menjadi katak atau kodok.
Ketika orang-orang memangilnya Merlin­
yang selalu saja teradi-Nerlin menjelaskan
bahwa huruf N muncul setelah huruf M. Oleh
karena itu, ia sendiri muncul setelah Merlin.
Ka

ena itulah ia dipangil Nerlin. Orang-orang
pintar hanya akan memandangnya dengan bi­
ngung dan mengangukkan kepala. Sedangkan
orang-orang bodoh akan melihatnya dengan
pandangan mencemooh dan bertanya kepada­
nya mengapa anak-anak lelakinya tidk diberi
nama Oerlin, Perlin, atau Qerlin. Orang-orang
seperti itu biasanya dikutuk menjadi tanaman
.
.
geranium.
"Tidk dapatkah kau mengubah mereka jadi
daun-daunan berkhasiat seperti peterseli, daun
mint, dan tumbuhan belldonna yang mema­
tikan?" Mordonna selalu bertanya. "ku bend
bunga-bunga geranium berwarna terang ceria
dan menjijikkan. "
Keluarga Flood adalah keluarga yang sangat
akrab dan penuh cinta sehinga mereka selalu
memastikan bahwa tidak ada seorang pun yang
akan menemukan rahasia Nerln. Pad dasarnya,
memang tidk mungkin ada yang bisa menemu­
kan rahasia itu. Nerlin bertubuh tingi besar; ia
mengenakan jubah besar berwara hitam dan
terlihat sangat kejam. Hanya orang tolol yang
akan berkata, ''Jau tidak punya kekuatan sihir
kan" dan mereka pasti akan langsung menjadi
tanafnan pot.
Kehilangan kekuatan sihir membuat Nerln
agak tertekan. "Aku sudah kehilangan kekuat­
an sihirku, " katanya kepada Mordonna ketika
mereka sedang berdua saja. "Bagaimana kau
dapat meneintai seseorang yang tidak memiliki
kekuatan sihir seperti diriku?"
''u akan sellu dpat menyihirku, Sayang,"
Mordonna meyakinkan Nerln. "Pernahkah kau
berpikir tentang. bunga krisan? Mereka jauh le­
bih indah dripad geranium. Lagi pul, mereka
termasuk bunga untuk orang yang sudah mati."
. ''ku tidak memilih geranium seear sengaja,
malaikatku, " Nerln menerangkan. ''ku telah
meneoba mengubah mereka menjadi bunga yang
lain tetapi mereka selalu saja menjadi gerani-
" um.
Pemeeahan yang paling gam pang: Mordonna
harus mengubah mereka menjadi jenis tanaman
lain. Baginya, mudah saja melakukan hal itu,
tetapi ia tidak pernah melakukannya karena hal
itu akan membuat Nerin semakin tertekan.}
Gambar sedotan Betty adalah yang terpan­
jang dan terindah. Jadi, ia berhak mendapat
kesempatan untuk menyihir Nyonya Dent.
Betty membuka pintu belakang.
. "Halo, Nyonya Kuda Nil," katanya.
Sepatu yang dikenakan Nyonya Dent ter­
kait sesuatu dan ia jatuh terjerembap. Tangan
Ratu Scratchrot muncul dari dalam makamnya
dan mulai bergerak-gerak ke segala arah.
"BERHENTI!" teriak Betty sebelum ne­
nekya berhasil meraih sesuatu. ''Apakah Anda
mencari sesuatu, Nyonya Kuda Nil?"
"Kau telah membunuh Tracylene kecilku,
kan?" tanya Nyonya Dent sambi! merayap ber­
diri. Ia· berjalan terhuyung-huyung ke arah
rumah. Hak sebelah sepatunya telah patah
sehingga ia berjalan terpincang-pincang. Ia ter­
lihat sangat menyedihkan dan membuat se­
luruh Keluarga Flood tertaw'a� ''Akan kubalas
kal' I" Ian.
"Ya, silakan," kata Betty. "Kau akan mem­
balas kami dengan flm dokumenter fora dan
memang tidk mungkin ad yang bisa menemu­
kan rahasia itu. Nerlin bertubuh tingi besar; ia
mengenakan jubah besar berwarna hitam dan
terlihat sangat keam. Hanya orang tolol yang
akan berkata, ''Kau tidak punya k�kuatan sihir,
kan" dan mereka pasti akan langsung menjadi
tanaman pot.
Kehilangan kekuatan sihir membuat Nerln
agak tertekan. 'lku sudah kehilangan kekuat­
an sihirku," katanya kepada Mordonna ketika
mereka sedang berdua saja. "Bagaimana kau
dapat meneintai seseorang yang tidak memiliki
kekuatan sihir seperti diriku?"
''au akan sellu dpat menyihirku, Sayang,"
Mordonna meyakinkan Nerlin. ''ernahkah kau
berpikir ten tang . bunga krisan? Mereka jauh le­
bih indh dariada gernium. Lagi pul, mereka
termasuk bunga untuk orang yang sudah mati."
. 'lku tidak memilih geranium seeara sengaja,
malaikatku," Nerlin menerangkan. ''ku telah
meneoba mengubah mereka menjadi bunga yang
lain tetapi mereka selalu saja menjadi gerani-
" um.
Pemeeahan yang paling gampang: Mordnna
harus mengubah mereka menjadi jenis tanaman
lain. Baginya, mudah saja melakukan hal itu,
tetapi ia tidak pernah melakukannya karena hal
itu akan membuat Nerln semakin tertekan.}
Gambar sedotan Betty adalah yang terpan­
jang dan terindah. Jadi, ia berhak mendapat
kesempatan untuk menyihir Nyonya Dent.
Betty membuka pintu belakang.
. " Halo, Nyonya Kuda Nil," katanya.
Sepatu yang dikenakan Nyonya Dent ter­
kait sesuatu dan ia jatuh terjerembap. Tangan
Ratu Scratchrot muncul dari dalam makamnya
dan mulai bergerak-gerak ke segala arah.
"BERENTI!" teriak Betty sebelum ne­
neknya berhasil meraih sesuatu. ''Apakah Anda
mencari sesuatu, Nyonya Kuda Nil?"
"Kau telah membunuh Tracylene kecilku,
kan?" tanya Nyonya Dent sambil merayap ber­
diri. Ia· berjalan terhuyung-huyung ke arah
rumah. Hak sebelah sepatunya telah patah
sehingga ia berjalan terpincang-pincang. Ia ter­
lihat sangat menyedihkan dan membuat se­
luruh Keluarga Flood tertaw
'
a. ''Aan kubalas
kalian!"
"Ya, silakan," kata Betty. "Kau akan mem­
balas kami dengan flm dokumenter fora dan
fauna yang bagus dan film-flm asyik, lengkap
dengan teksnya. "
"Dan acara Pemakaman Paling Lucu di
Dunia," kata Morbid.
"Dan acara Rumah Sakit Hewan," kata
Satanella.
"Dan juga, acara masak yang hebat, " kata
Mordonna.
"Dan jangan ada acara realit 'show sama
sekali, " kata Winchfat.
Mordonna m

rangkul Betty dan berkata,
"Dengar, Sayang. Aku tahu kau yang meng­
gambar sedotan paling bagus, tetapi mung­
kin kau harus
membiarkan
yang lain
menyihir Nyonya Dent. Kau sendiri tahu ka­
lau sihirmu kadangkala tidak berhasil, dan kita
tidak mau orang ini berubah menjadi sebuah·
kapal laut atau balon udara. "
"Ia memang mirip salah satu di antara ke­
duanya, Ma, " kata Betty, dan semuanya terta­
wa lagi sehingga wajah Nyonya Dent semakin
merah.
"Pastikm juga ada tombol untuk mengatur
tampilan warna, " tambah Valla, dan semua
tertawa begitu keras sehingga perut mereka
sakit.
Mereka menunggu sampai Nyonya Dent .
mencapai rumah. Televisi layar datar yang be­
sar sangat berat, jadi mereka menginginkan
korban mereka berada sedekat mungkin se­
hingga mereka tidak perlu terlalu jauh meng­
angkatnya nanti. Nyonya Dent mencapai teras
dan meraih pintu. Ketika ia tersandung dan ja­
tuh ke dalam, Winchfat menjentikan jarinya.
Tiba-tiba, muncul seberkas kilat dan dalam
seketika Nyonya Dent telah menjadi sebuah
televisi-dan bukan jenis plasma, melainkan
jenis dengan layar LCD yang menarpilkan
gam bar lebih jelas.
"Hebat," kata si kembar.
"Dan dapat terlihat dari sudut mana pun,"
kata Nerlin.
"Memang seharusnya begitu," Betty tertawa.
"Berhenti, berhenti," jeri t Mordonna. "Ka­
lau tertawa lagi, aku pasti aka

mengompol. "
"Iiiiiiiiiiiiiiihhhhhhhh, Ma. Jangan ceplas­
ceplos begitu, dong," kata Morbid.
"Suara bas T ini membuat semua buluku .
berdiri," kata Satanella.
Seluruh keluarga menghabiskan sisa malam
itu dengan menonton flm-flm horor yang
sangat kuno dan program belanja-satu-sa­
tunya program yang ditayangkan pada jam
itu. Winchfat berkata ia akan memprogram­
nya sehingga mereka dapat menyaksikan se­
mua salutan yang ada di setiap negara di
seluruh penjuru dunia-yang berarti mereka
akan dapat menyaksikan flm horor kuno dan
program belanja dalam ratusan bahasa yang
berbeda.1
"Sudah tiga yang kita bereskan; tinggal
satu lagi," kata Mordonna sambil meringkuk
'Yang sara saja seperti T sarelir, narnun mereka ridak
harus membayar.
di samping Nerlin. "Sofa ini sudah agak tua.
Kautahu masudku, kan? Sudah waktunya kita
mendapatkan yang baru. "
"Seperti katamu tadi; tinggal satu lagi."
Sampai malam berikurnya, Tuan Dent tidak
sadar istrinya telah menghilang.
Ada sesuatu yang tidak beres. Ia bisa mera­
sakannya, tetapi ia tidak tau pasti. Perubahan
yang ada sangat keeil dan Tuan Dent tidak
tahu apa yang telah berubah. Akhirnya, ia
sadar. Ternyata, bau yang berbeda.
Seperti biasa, 'setiap jengkal kediaman Dent
berbau burger,. kentang goreng, dan kaeang
polong. Selama beberapa tahun terakhir, lapis­
an demi lapisan lemak telah terbentuk sampai
segalanya, termasuk pakaian yang baru dieuci
dan bulu Adolf juga berbau seperti itu. Bau
lemak keluar dari setiap pori-pori kulit anggota
Keluarga Dent. Bahkan j ika mereka memakai
deodoran-hal yang saa tidak mungkinnya de­
ngan menemukan kehidupan di planet Mars­
ketiak mereka akan tetap berbau seperti burger,
kentang goreng, dan kacang polong. Satu­
satunya keuntungan dari hal itu adalah bau
makanan tersebut berhasil menutupi bau kaus
kaki atau napas Tuan Dent yang menj ij ikkan.
Mengonsumsi makanan berlemak beserta ma­
kanan sampah lainnya telah -membuat seluruh
punggung Tuan Dent tertutup jerawat sehinga
punggung itu tampak seperti peta pegunungan
Patagonia. Namun, tidak semua gunung pada
peta itu berwarna hijau. Ada beberapa yang
berwarna ungu. Jika saj a hal-hal menj ij ikkan
turut diperlombakan dalam Olimpiade, Tuan
Dent pasti telah memenangkan medali emas
berlipat tiga.
Namun, ada sesuatu yang terasa hilang
malam itu. Bau yang tercium agak sedikit ber­
beda. Tak ada uap panas yang menggantung di
udara. Yang ada hanyalah bau dingin khas pagi
hari-padahal saat itu malam hari.
"Oi," teriak Tuan Dent.
Oi adalah cara Tuan dan Nyonya Dent
saling menyapa ketika tidak bertengkar.
Sunyi.
" bilang, di mana makan malamku?"
teriaknya lagi.
Yang ada hanya kesunyian yang diselingi
bunyi garukan Rambo di pintu belakang. T uan
Dent jatuh tertidur lagi, tetapi sepuluh menit
kemudian, gonggongan anjing membangun­
kannya dan ia melakukan sesuatu yang su­
dah tidak ia lakukan selama bertahun-tahun,
kecuali ketika ia sedang terlalu mabuk. Tuan
Dent ke dapur.
"Ya ampun, barang apa saja ini?" katanya
sambil memandangi panci, kompor, dan pe­
manggang' roti. "Pasti main an kaum wanita."
Nyonya Dent tidak berada di sana. Ia
juga tidak berada di kamar tidur, kamar man­
di, atau halaman belakang. Tuan Dent tidak
llenengok ke garasi atau gudang perabotan
karena wanita tidak diizinkan pergi ke sana.
Semakin lama ia mencari Nyonya Dent-dan
gagal-semakin ia bertambah marah. Lehernya
semakin memerah, dan bahkan tiga kaleng bir
tidak mampu menenangkannya. Enam kaleng
juga tidak. Lehernya menjadi sangat merah
sampai akhirnya menyerupai lampu lalu lintas
dan Rambo, yang mengiranya sebatang sosis,
menggigit pergelangan kaki tuannya.
Tuan Dent menghempaskan dirinya ke
kursi dan kembali terIelap ketika acara TV
Pertukaran lstri Pro-Selebriti Amerika dimulai.
1a semakin uring-uringan sebab itu acara kege­
marannya. 1a sering berkhayal untuk menukar
Nyonya Dent dengan sebuah mobil sport me­
rah. 1a lalu tertidur lagi dan bermimpi buruk
bahwa ia telah menukarkan istrinya dengan
sang ibu mertua.
Hari telah menjadi gelap ketika Tuan Dent
terbangun dan perutnya bergejolak menagih
burger, kentang goreng, dan kacang polong.
"Oi, di mana makan malamku? Ambilkan
aku bir," teriaknya.
Hening.
Tetapi ia tidak sendirian. Ada sesosok ba­
yangan tinggi di depan layar televisi yang se­
dang menyala. Orang itu menjentikkan jarinya
dan televisi itu langsung padam.
"Halo, Tuan Dent," sapa Mordonna. "Nyo­
nya Dent tida .ada di sini. Kenapa Anda tidak
makan malam di rumah kami saja?"
Tuan Dent mencoba bangkit, tetapi ia ter­
lalu mabuk dan kaki kanannya terasa sakit .



Rambo, yang juga belum
makan, telah menggigit jempol kakinya
sampai putus dan sekarang sedang meng­
unyahnya di bawah meja. '
Tuan Dent merasakan keringat mulai
membanjiri tubuhnya, tetapi Mordonna
melepas kacamata hitamnya dan Tuan
Dent langsung terhipnotis. Mata penyihir
itu bersinar seperti api dan Tuan Dent lang­
sung lunglai seperti seekor anak anjing-anak
anjing yang mabuk, jelek, dan boqoh; tetapi
tetap saja anak anjing.
"Kami mempunyai bir yang lezat dan di­
ngin di lemari es baru milik kami," gumam
Mordonna.
"Bir?" tanya Tuan Dent.
"Ya, dan Anda j uga dapat menonton per­
tandingan sepak bola di televisi layar datar
raksasa baru milik kami," kata Betty yang
berdiri di samping ibunya.
Tuan Dent memquka mulut, tetapi tidak
sepatah kata pun keluar.
''Anda tahu sekarang waktu untuk apa?"
tanya Mordonna padanya.
T uan Dent hanya dapat menggelengkan
kepala.
"Ini adalah waktunya untuk berubah. Wak­
tu bagi Anda untuk melakukan sesuatu yang
b " erguna.
.
"Haaa?" Akhirnya, Tuan Dent berhasil meng­
ucapkan sesuatu.
"Pernahkah Anda merapikan rumah?" tanya
Mordonna. Kemudian, ia menjentikkan jarinya
dan Tuan Dent dapat berbicara lagi.
"Memangnya aku terlihat seperti seorang
wanita?" semburnya. "Tentu saja aku tidak
pernah me�apikan rumah. "
"Kalau begitu, sekarang saatnya untuk mu­
lai, " kata Betty. "Tempat ini mirip kandang
babi-tanpa ada seek�r pun babi yang eerdas.
Dan Anda sungguh menjijikkan. "
Tuan Dent terjatuh dari kursinya. Ia se­
karan
,
g merangkak membabi-buta di lantai se­
mentara Rambo meneoba menggigit jempolnya
yang lain.
"Tuan Babi ini adalah seek�r babi keeil
nan jorok, ya Betty?" kata Mordonna.
"Benar, Ma. Ia seharusnya menjadi pem­
bersih-"
Betty sebenarnya bermaksud mengatakan,
"Ia seharusnya menjadi babi yang lebih
bersih, " tetapi setelah ia meng­
ueapkan bersih, seberkas eahaya
segera muneul dan memo tong
kata-katanya.
Rasa saki t pada kaki
kanan Tuan Dent menghi­
lang. Hal iru terjadi begitu
eepat sehingga ia langsung
duduk tegak di kursi dan
menatap kakinya. Kemudi­
an, ia jaruh pingsan.
,
Kaki T uan Dent tidak
berbentuk seperti kaki lagi.
Kedua kaki itu menjadi
roda-roda kecil, bundar,
dan mengilap. Saar kem­
bali sadar, T uan Dent
tidak mabuk lagi dan
langsung berteriak.
" Shhh, Anda akan
membangunkan para
retangga nanti," kata
Mordonna. "Oh ya,
kamilah tetangga Anda dan kami memang
sudah terbangun."
Kemudian, Tuan Dent merasa dirinya me­
nyusut dan berubah bentuk. Kulitnya juga ber­
ubah. Sekarang, rupanya sudah tidak mirip
kulit lagi, melainkan menjadi stainless steel atau
baja antikarat.
"Uups," kata Betty. "Maaf, Ma. Sepertinya
aku berbuat sala lagi. "
"Tidak usah meminta maaf, Sayang," kata
Mordonna. "Bahan baja antikarat ini sungguh
serasi dengan lemari es dan televisi kita. Aku
bisa melihat persamaan dalam Keluarga Dent."
Betty dan Mordonna langsung j atuh ber­
guling-guling di lantai dan tidak bisa berhenti
_ tertawa, sedangkan Tuan Dent hanya bisa du­
duk teronggok dan merasa ketakutan. Kaknya
seperti menghilang ke dalam badannya dan ia
tidak bisa bergerak.
"Tolong," pintanya.
''Ada apa?" tanya Mordonna. " Kami su­
dah menghentikan rasa sakit pada kakimu,
bukan?"
Betty mendekati Tuan Dent dan menepuk­
nepuk kepalanya;
.
"Cup, cup, cup," katanya. "Lihat sisi baik­
nya. Sekarang, seluruh. permukaan badanmu
tedihat cemedang. Kami j uga telah menyem­
buhkan jerawatmu. "
Si ibu dan anak kembali tergelak-gelak.
Beberapa detik kemudian perubahari itu
selesai sudah. Makhluk-yang tadinya seorang
pria mirip babi gem uk dan malas-sekarang
telah menjelma menjadi sebuah alat penyedot
debu, nomor satu. Tuan Dent menjadi robot
penyedot debu otomatis nirkabel yang da­
pat mengisi ulang cadangan tenaga listrik j ika
baterainya mulai habis. Ketika semua orang
beristirahat 'atau keluar
-
rumah, Tuan Dent
akan membersihkan

eisi rumah secara efektif
. dan diam-diam; termasuk semua tangga. Ia
bahkan memiliki tangan yau sangat panjang,
yang dapat menj angkau sarang laba-laba di
langit-Iangit dan sambungan khusus untuk
menyedot ram but Satanella serta Medinmary
dari permukaan kursi . Dan ketika kantung
debunya sudah penuh, Tuan Dent akan pergi
ke kebun dan mengosongkan kantung itu ke
tempat sampah secara otomatis sebelum mulai
membersihkan lagi.
Nah, membersihkan sebuah rumah biasa
dan mengisap debu secara otomatis mungkin
mudah. Namun, keadaan di rumah Keluarga
Flood berbeda. Di sana, ada banyak sarang
laba-laba yang merupakan

ilik teran lama
keluarga. Beberapa generasi laba-laba telah
hidup dengan damai di langit-langit maupun
jendela karena mereka tahu bahwa tidak akan
ada yang datang dan menyapu mereka. Mereka
membiarkan debu menumpuk di sudut-sudut
ruangan dan hanya akan menyingkirkannya
j ika ada yang lewat.
Seandainya Betty tidak membuat kesalahan
itu, Tuan Dent mungkin telah menjadi sebuah
sofa besar yang nyaman sekarang-walaupun
Mordonna harus mengakui bahwa dud uk di
atas pangkuan almarhum T uan Dent cukup
mengerikan j uga. Mantra sihir yang sudah
dipersiapkan sebelumnya mudah dibatalkan.
Tetapi karena sihir Betty selalu tidak dapat
dikendalikan, tidak ada yang tahu secara pasti
mantra apa yang telah diucapkan gadis cilik
itu sehingga· membalikkan mantra itu bisa
menjadi agak berisiko. Bisa-bisa Tuan Dent
akan menjadi sesuatu yang diselimuti lumut
berbau seperti saluran got dan ia akan terus­
terusan meledak. Selain itu, ia mungkin j uga
akan menjadi sesuatu yang lebih parah.
,
Jadi sekali lagi, Winchfat, sj genius da­
lam keluarga, m

mberikan j alan keluarnya.
,
Ia membawa Dent-O-Vac atau mesin vacuum
Dent ke ruang kerja istimewanya di bawah
tanah dan membuat beberapa modifkasi. Pada
dasarnya, ia membuat Tuan Dent bisa berge­
rak mundur (orang-orang yang pernah menge­
nalnya akan mengatakan bahwa T uan Dent_
memang berjalan mundur seumur hidupnya).
Setiap pagi, Tuan Dent akan beringsut-ingsut
. ke kebun mengumpulkan debu dan lalat. Ke�
mudian, ia akan menghabiskan waktu sepan­
j ang hari menyemprotkan debu ke seantero
rumah danmemberi makan laba-Iaba dengan
lalat. Pada tengah malam, ketika seluruh pe­
kerj aannya telah selesai, ia akan berg�lir ke
dapur dan duduk di samping Dickie si lemari
es dan keduanya akan mendengungkan sesuatu
seperti layakya seorang ayah dan anak yang
saling berbicara satu sara lain, suatu hal yang
tidak pernah mereka lakukan semasa mereka
masih hidup.
Begitu anggota Keluarga Dent terakhir telah
dibereskan, kutukan j ahat atas Rambo ikut
.
menghilang dan ia menjadi seekor pudel kecil·
yang lueu, manis, dan bahagia. Ia kemudian
.
dirawat oleh tetangga yang tinggal di rumah
• nomor 15-' pasangan tua yang memanjakannya
dengan ayam rebus, hati garing, dan bantal
merah berbentuk hati sebagai tempat tidur.
Mordonna mengubah binatang peliharaan
Dent yang lain, Adolf si parkit, menja- .
di mesin pemotong rumput kecil
bertenaga SInar matahari, untuk memotong
rumput di atas makam Ratu Scratchrot. De­
ngan demikian, burung itu akan. selalu berada
di dekat Tracylene.
jika kamu separah salah satu anggota Keluar:
ga Dent, saudara-saudara kamu akan berpura­
pura tidak mengenalmu. Kadangkala mereka
akan pindah ke kota lain atau bahkan ke
Patagonia. Tidak ada yang tahu apakah Ke­
luarga Dent masih mempunyai saudara.


mun, j ika hal' itu memang benar, tidak ada
yang pernah bertemu mereka.' Ada j uga gosip
yang mengatakan bahwa daripada ketahuan
berkerabat dengan Keluarga Dent, beberapa
saudara sepupu keluarga itu pindah ke pon­
dok-pondok di atas Pegunungan Andes. Jadi,
IJika kamu mempunyai saudara seperti Keluarga Dent,
apakah kamu akan mengakuinya?
ketika anggota terakhir Keluarga Dent "diberi
tugas baru," seperti kata Mordonna, tidak ada
seorang pun yang merasa kehilangan. Bahkan
men�rut gosip, akan ada pesta besar untuk
merayakan hal itu.
Jika sebuah keluarga yang beranggotakan
orang-orang baik tiba-tiba menghilang, tem­
pat itu akan dipenuhi para penyidik yang
berkeliaran dengan lampu senter untuk men­
cari petunNk. Mereka akan memeriksa setiap
sidik j ari pada setiap jengkal rumah, bahkan
di dalam we. Mereka akan mengorek DNA
dari dasar tempat sampah untuk mencari tahu
apa yang telah terj adi . Tidak akan ada yang
dilewatkan.
Tetapi ketika Keluarga Dent yang menghi­
lan
p
'
polisi berebutan mencari botol sampanye
terbesar dan merayakan peristiwa i tu selama
tiga hari. Mereka akan menerbitkan berita itu
di buletin bulanan mereka, di bagian Kabar
Baik, dan semua akan berdoa semoga Keluarga
Dent tidak akan tiba-tiba muncul.
Beberapa bulan kemudian, pihak bank yang
memiliki hampir seluruh rumah bekas Dent­
beserta isinya-menancapkan tanda Diual. Se­
minggu lagi, rumah itu akan dilelang.

"Semoga pemiliknya yang baru baik-baik
saj a," kata Betty.
"Mmmm," kata Nerlin.
"Ada apa?" kata Mordonna. "Sudah punya
rencana?"
"Yah," kata Nerlin. ''Ada satu cara untuk
memastikan bahwa kita menyukai pemilik yang
b " aru.
"Bagaimana?"
"Kita akan menjadi pemilik baru rumah
itu," kata Nerlin.
"Maksudmu, pindah ke sebelah?" tanya
Betty. "Tetapi siapa yang akan tinggal di sini?"
"Kita j uga," kata Nerlin. "Dengar, j umlah
kita semua kan bersembilan; belum lagi de­
ngan semua mayat dan hantu. Kita memerlu­
kan lebih ban yak ruangan. "
Jadi, itulah yang mereka lakukan.
Jika kalian pergi ke sebuah pelelangan dan
bertemu dengan keluarga yang tampak seper­
ti Keluarga Flood, kalian harus m
��
punyai
nyali yang sangat besar untuk ikut menawar
� .

benda yang j uga ditawar mereka. Dan j ika
kalian telah melihat betapa mengerikan dan
anehnya kediaman Keluarga Flood, kalian
mungkin tidak ingin tinggal dekat mereka.
Oleh karena itu, hanya sangat sedikit orang
yang menghadiri acara lelang di depan rumah
Acacia Avenue nomor 11. Yang datang adalah
seorang pengembang perumahan yang akan
merobohkan bangunan lama dan membangun
deretan rumah susun, dan sekita"r lima orang
yang telah melihat-lihat barang bekas di hala­
man depan. Mereka mengira acara itu sebuah
penjualan barang bekas.
Mordonna mendatangi pengembang peru­
mahan itu dan berbisik ke telinganya. Tetapi
orang itu hanya pergi tanpa berkata apa-apa�
"Apa yang kaukatakan padanya?" tanya
Nerlin.
''ku bertanya padanya apakah ia pernah
berpikir bagaimana rasanya hidup dengan kaki­
kaki lengket yang dapat menempel ke kaca,"
kata Mordonna.
J uru lelang naik ke atas sebuah kotak dan
mengangkat tangannya.
"Siapa yang akan mulai menawar?" tanya­
nya .
. �
" Dua ratus lim-" Pengembang perumah­
an itu baru mulai bicara, tetapi sebelum ia
selesai berbicara, Mordonna menj entikkan j a­
rinya. Terdengar' suara pLop pelan dan tiba-tiba
pengembang i tu memutuskan ia lebih suka
menghabiskan hidupnya dengan makan lalat
dan melompat ke atas rumput.
Semuanya terdiam.
''Ayolah,'
'
kara si juru lelang. "Siapa yang
akan mulai dengan riga ratus ribu?"
"Dua belas dolar," ucap Betty.
" Dua belas dolar? Dua beLas dolar?" kata
petugas itu. ''Ayolah. Rumah ini harus terj uaI
hari ini."
"A kasih empat dolar untuk mesin cuci
itu, " kata �alah seorang pemburu barang be­
kas.
" berubah pikiran, " kata Betty. "Sepu­
luh dolar. "
Orang-orang semakin terdiam.
Juru lelang itu bisa saja menangis. Namun,
orang-orang yang bertugas menjual rumah ti­
dak bisa menangis lagi karena bagian otak
mereka yang berhubungan dengan perasaan
sudah dibuang.
"Dua ratus ribu, ya?"
Sunyi, disusul oleh bunyi orang-orang yang
mulai berjalan dengan gugup ke mobil mereka,
kecuali Keluarga Flood.
"S ' b
?
"
eratus n u . . . , ya.
Suasana menjadi hening cukup lama.
"Siapa tadi yang menawar sepuluh dolar?"
tanya petugas itu.
"," kata Betty.
"Kau terlalu kecil. "
"Sepuluh dolar dan lima sen, " kata Betty.
"Dan jika Anda periksa bagian III, sub-bagian
1 8, halaman 735 dari volume 47 Tata Hukum
Kepemilikan Rumah, aku yakin Anda akan
menemukan bagian yang mengatakan bahwa
semua orang yang telah berusia di atas dua
tahun boleh membeli rumah. "
Hal itu tentu saja hanya karangan Betty,
tetapi petugas itu tidak mungkin tahu. Lagi
pula, ia menyadari bahwa sepuluh dolar dan
lima sen masih lebih baik daripada tidak se­
peser pun dan rasa aib karena menjadi juru .
lelang pertama di kota ini yang tidak berhasil
menjual sebuah rumah dalam pelelangan.
"Baikah, baiklah, ada yang menawar " lebih
dari sepuluh dolar dan lima sen?" katanya.
Juru lelang itu menunggu selama lima
belas menit. Ia berdiri · dengan gelisah dan
berusaha keras untuk tidak menangis. Ia tahu
tidak akan ada yang memberikan penawaran
yang lebih baik. Ia sadar dirinya sedang ber­
ada dalam Mimpi Buruk Para Juru Lelang. 2
Ahirnya, ia tidak dapat menunda-nunda lagi.
Ia mengangkat tangannya yang gemetar dan
berkata, "Sepuluh . dolar dan lima sen-satu,
dua, tiga . . . terjual. "
Betty memberinya sepuluh dolar sepuluh
sen dan mengatakan bahwa petugas itu bisa
2Tempat SEMUA juru lelang seharusnya berada.
mengambil uang kembaliannya. Keluarga Flo­
od j uga
b
erj anj i tidak akan mengatakan kepada
siapa pun berapa jumlah yang telah mereka
bayar untuk rumah itu.
Keluarga Flood langsung mendapatkan kem­
bali sepuluh dolar dan sepuluh sen itu dari
hasil penj ualan barang-barang bobrok yang
ada di halaman depan Keluarga Dent sebesar
dua puluh lima dolar. Pembelinya adalah seo­
rang pedagang barang bekas. Ia datang dengan
truk besar dan membawa pergi semua mobil
tua, mesin cuci, lemari es, botol, dan sampah
rongsokan lainnya. Ia merasa mendapatkan
durian runtuh. Tetapi sebenarnya, Keluarga
Flood-Iah yang beruntung. Setelah menjual
barang-barang bekas itu, mereka sekarang me­
miliki kebun depan yang rapi dan uang untuk
membeli tiket lotere. Karena memiliki kemam­
puan sihir, mereka dapat memenangkan uang
berjumlah "wow," tetapi tidak cukup banyak
sampai mereka dimuat di surat-surat kabar.
Liburan sekolah dimulai dan Keluarga Flo­
od menghabiskan dua minggu mengadakan se­
rangan terhadap halaman belakang dan bagian
dalam rumah sebelah sehingga bekas kediaman
Keluarga Dent itu tampak sempurna. Mereka
membutuhkan sihir berkekuatan besar untuk
menyingkirkan semua lapisan lemak burger
yang melapisi hampir semua benda.' Mere­
ka tidak berhasil menyingkirkannya seratus
persen. Yang dapat mereka lakukan hanyalah
membuatnya menjadi bola lemak nan besar
dan melemparkannya ke bagian sisi lain. dari
dunia ini, ke sebuah pulau kecil di kawasan
tropis. Penduduk pulau itu masih akan te­
rus berbicara tentang jatuhnya sebuah batu
asteroid raksasa yang terbuat dari lemak di
pantai mereka. Menurut mereka, asteroid itu
berasal dari restoran kentang goreng raksasa di
surga. Mereka menganggap diri mereka sebagai
Orang-Orang Yang Terpilih.
"5ekarang kita memiliki ruang yang lebih
luas," kata Mordonna. "Mungkin aku bisa
punya anak lagi. "
"Ehh, umm, aku 'hendak pergi ke pon­
dokku," kata Nerlin. Ia telah mengambil alih
pondok Tuan Dent dan menemukan segala
hal yang mengasyikkan, yang biasa dilakukan
oleh orang-orang di dalam pondok mereka,
seperti duduk-duduk di kursi malas sambi!
mendengarkan radio rusak atau minum bir
sambil mengelap alat-alat pertukangan yang
sama sekali tidak pernah mereka gunakan.
Si kembar mencabut pagar yang memisah­
kan kedua kebun belakang sehingga keluarga
itu kini mempunyai lahan yang cukup luas
I
untuk mengubur lebih ban yak saudara yang
telah datang bersama mereka dari Transylvania
Waters dan yang selama ini disimpan di dalam
botol-botol bekas selai di ruang bawah tanah
terdalam, dengan hanya ditemani belut-belut
malam.!
"Ide bagus," kata Mordonna. "Ibuku sudah
mengeluh bahwa ia tidak mempunyai teman
bicara �elain dengan cacing-cacing. Dan seka­
rang, setelah mereka menghabiskan kulitnya,
mereka bahkan tidak pernah datang mengun­
j unginya lagi."
l Lihat bagian belakang buku ini.
Mereka memutuskah untuk menguburkan
seorang saudara mereka yang sudah mati dari
kedua sisi keluarga-Tante Buyut Blodwen dan
Paman Flatulence. Ketika; keduanya sudah me­
nempati lahan baru, mereka akan menguburkan
yang lainnya juga.
"Am memberikan tempat yang empuk un­
tuk Tante Buyut Blodwen," kata Nerlin. "Di
sana, di dekat kebun sayur yang baru. "
Winchfat membuat satu mesin genius la­
gi-iCellar, Replikator Ruang Bawah Tanah
dan ParirZ-yang bisa menjiplak seluruh lorong
dan ruang bawah tanah kediaman Keluarga
Flood dan menggandakannya di bawah bekas
rumah Keluarga Dent, dan kemudian, meng­
hubungkan keduanya. Merlinmary menyam­
bung semua aliran listrik dari temp at tidurnya
yang berlapis timah dan bahkan menggan­
tungkan lampu-lampu kecil hitam di sekeliling
pondok Nerlin . .
Mereka tetap membiarkan kedua dapur ter­
pisah karena semua setuju jika Satanella makan
2Karena Keluarga Flood ridak ringgal di dalam kasril,
mereka menyimpan air parir mereka di dalam ribuan borol di
gudang penyimpanan anggur.
di tempat terpisah sehingga yang lain tidak
harus melihat, mencium, atau mendengarnya,
suasana akan lebih menyenangkan.
Ketika liburan sekolah hampir berakhir,
Valla mengoleskan' lapisan terakhir yang terbuat
dari debu dan cat hitam pada semua jendela.
Betty menan am sulur-sulur poison ivy di keb�n
bunga mereka dan anak-anak yang lain sib uk
menghabiskan dua hari terakhir mengerjakan
pekerjaan rumah dari sekolah yang seharusnya
sudah selesai dua minggu yang lalu.
Hari terakhir liburan, seperti yang lumrah
terjadi di mana-mana, terasa janggal. Saat itu
masih termasuk hari libur, jadi kita dapat
melakukan apa pun yang kita mau. Namun,
apa pun yang kita lakukan tidak terasa me­
nyenangkan lagi karena kita tahu keesokan
harinya kita harus kembali ke sekolah.
Seluruh keluarga duduk-duduk di teras
belakang sambi! minum cairan darah kental
dan di atas langit, bulan yang beku tetbit di .
atas pepohonan dan memancarkan sinar yang
terasa tenteram ke arah dua gundukan tanah
makam yang baru.
"Coba dengar, " kata Mordonna.
ACACIA AVENUE No. 11 & 13
''Apa? A tidak mendengar apa-apa," kata
Nerlin.
"Tepat sekali. "
Airnya, hidup terasa sempurna.
halfklingon
Da!a
KO Iuar_a
FIOOd
X5RIX
Ner11n adalah cucu buyut Mer1 1n , pe­
ny1h1r pa11ng terkenal yang pernah
h1dup . Ia b1sa s aj a d1pangg1 l Mer11n
tap1 saat pe lant1kannya menj ad1 pe­
ny1h1 r, pende tanya sedang terserang
flu.
Yang 1a suka1 : me j a-me j a perseg1
empat
Yang t1dak 1a suka1 : me j a bulat ,
orang bernama Arthur , dan saluran
pembuangan
Kegemaran: koleks 1 perangko
B1natang pe11haraan : t 1 dak ada
yang kepunyaannya s end1r1 , te tap1
1a merawat s emua kepunyaan orang
la1n .
Warn a kegemaran : transparan
Makanan kegemaran : prasmanan
halfklingon
MORONNA
Dl dalam dunla tanung dan slhlr, Mor­
donna adalah laganda . Samua penyl hl r
rela berlutut dan membars lhkan kotor­
an yang manampal dl s a la-sala j arl
kaklnya . Setlap bulan s a j ak panar­
bl tan pertama maj alah ÅN
_
1 J ÅOD6hJ_,
gambar Mordonna sa lalu menghlas l ha­
laman tengahnya . Walau begl tu , dangan
�e'ala ke�at ¹lkattJa Jit1 l�l\Ki1
dan mls terl yang ada pada dlrlnya ,
la hanyalah saorang lbu rumah tangga
yang sederhana dan tldak man j a . Ia
sanga t suka manghabl skan malam yang
sunyl dl rumahnya bersama keluarga
sambl l menglsap l s l perut cl cak dan
manonton fllm ÔuSaD 6h3 133DH
_
3 Uu0ND
dl te levl s l .
Yang la sukal : keluarganya
Yang tl dak la sukal : kuc lng dan
kardlgan
Kegamaran : merajut baju hangat ^
darl . kuc lng�
Blnatang pellharaan : Narlln dan
seekor burung bangkal plkun barna­
ma Leach
Warn a kesUkaan : merah
Makanan kesukaan : darah dlat
( Leach terbang masuk lewat
j ende la saat Mordonna dlla­
hlrkan dan menj adl budaknya
yang setla s e j ak saat l tu .
Sekarang, burung l tu sudah
sangat tua dan ses eorang ha­
rus mengunyah makanan yang
berupa mayat untuknya . Ka­
llan tldak akan mau tahu
mayat s l apa l tu , tetapl
manya berlma dengan
Donalds . )
VALLA
-
22
anak tertua di Keluarga
Flood, adalah satu- satunya anggota
keluarga yang' mempunyai peker j aan.
Ia bekerj a sebagai manaj er s ebuah
bank darah se tempat dan sering
membawa pulang pekerj aannya .
- Yang ia sukai : darah
- Yang ti dak i a sukai : segalanya
yang bukan darah
- Kegemaran : mengamati darah dari
mikroskop yang s angat besar
- Bina tang peliharaan : Nige l dan
Shirley , kedua ke lelawar vam­
pirnya . '
- Warna kesukaan : merah
- Makanan kesukaan : darah panas
'Nigel ,dan Shirley memenangkan medali emas di Belgia
dalam Kejuaraan Dunia Dansa Es 1 984.

'

'
3ÁTÁX5LLÁ
-
I ¤
Awalnya Satane l la adalah gadls . ke c l 1
se cantlk sekarung belut f te tapl se­
te lah s ebuah lns lden mengerlkan yang
me llbatkan seekor udang dan tongkat
s lhlr yang kellru f la menj adl s eekor
anj lng kec l l .
- Yang la sukal : s egala s esua tu yang
t l dak dapat berlarl s ec epat dlrlnya
- Yang tldak la sukal : segala sesua tu
yang dapat berlarl se cepat dlrlnya
- Kegemaran : mengglg1 tl s egala s esua­
tu
- Blnatang peJlharaan : boneka kare t
manusla bernama Alan . 2
- Warna kesukaan : warna kul l t yang
agak kabur lba t pargerakan yang
s angat
Satanella
rama .
2A1an sebenarnya seorang pemeriksa saluran pembuangan
yang berada terlalu dekat ketika memeriksa sauran pembuang­
an Keluarga Flood. Ia merasa jauh lebih bahagia sekarang.
MER!.INMARY
-
1 5
T1 dak ada yang tahu pas t1 apakah
Mer11nmary seorang anak lak1- lak1
atau perempuan . Bahkan 1a send1r1 pun
t 1 dak tahu . Bakat terbesarnya adalah
menc1ptakan arus l 1 s tr1k. Ia me laku­
kannya sepanj ang waktu .
Yang 1a suka1 : ba­
da1 yang d1penuh1
k1lat
Yang t1 dak 1a su­
ka1 : gas
Kegemaran : mema­
sang bola lampu d1
te11nga dan membu­
a tnya menyala
B1natang pe11hara­
an : beberapa ekor
kecoak3
Warn a kesukaan :
kun1ng terang
Makanan kesukaan:
kabel l1s tr1k
3Termasuk Henri, seekor kecoak dari Prancis, yang per­
nah memenangkan kejuaraan Tour de France.
j �


3IXOBFLÁT
-
I +
Mes klpun tampak s epertl orang yang
sudah lama mat l , Wlnchflat ada­
lah anak genlus . Ia dapat
mengalahkan komputer tercepat ,
menghltung sampal sebelas de­
ngan j arl- j arlnya dan sampal
tuj uh be las j lka la menggunakan
j arl kaklnya j uga .

Yang la sukal :
plntar, terutama
plntar yang tak
Yang tidak la
harl
orang-orang
zomble- zomble
pernah matl
sukal : s l ang
Kegemaran : chR troom, terutama
chR t dungeons
Blnatang pellharaan: s ebuah
kamus maha besar bernama
Trevor
Warna kesukaan : kege lapan
Makanan kesukaan : kafeln
MORID
SILENT -
&
1 1
Morbl d dan Sl lent adalah saudara
kerbar . Untuk rereka yang tl dak re­
ngenal kedua anak lnl , rereka akan
terllhat sepertl kerbar l den-
tlk. Te tapl sebenarnya , rere­
ka adalah kerbar cerrln .
Kedua anak l tu tarpak
sepertl bayangan dalar
cerrln . Morbld rerakal ta­
ngan kanan sedangkan Sl lent
bertangan kldal-kecuall ke tlka
bulan sedang purnara , ketlka kedua
anak lnl akan bertukar pos l s l . Ke­
dua ' anak ltu berkorunlkas l dengan
telepa t1 .
Yang rereka sukal : kesunylan
Yang tldak rereka sukal :
lawan darl kesunylan
Kegeraran : dlar
Blnatang pellharaan : satu
s ara . laln
Warna kesukaan :
laln
Makanan kesukaan :
suatu yang tl dak
dlrakan ( kecuall
saj a )
satu sara
segala se­
rlbut ke Uka
rayap , tentu
BETTY
-
1 0
Setelah memi1iki enam anak yang aneh ,
Mordonna memutuskan la ingin memi 1iki
seorang gadis kec i 1 cantik yang dapat
ia aj ak memasak atau menj ahi t bersa­
ra . Jadi Mordonna akhirnya memi1 iki
Betty yang mirip boneka porse­
len . Ti dak seperti anak- anak
lain yang bersekolah di sekolah
s ihir di Patagonia , Betty ber­
sekolah di sekolah normal de­
kat rumah. Ia mungkin terli ­
hat , normal , te tapi ia te tap
memi 1iki kekuatan s ihir.
Yang la sukai : s egalanya
Yang tldak ia sukai : ti dak
ada
Kegemaran : menyulam,
rangkai bunga , mencuc i
Binatang peliharaan : kuc ing
hi tam kurus bernama Vlad
Warn a kesukaan : pink
Makanan kesukaan : abon
( rasa 11ntah )

�,��
BINATANG PELIHARAAN LAIN
C la.r1 s s a
Sl Burung Dodo
Semua orang tahu burung Dodo sudah pu­
nah. Manus1a menemukan mereka pada ta­
hun ! p9d dan kurang darl satu tahun ,
mereka telah membunuh semua spes1es
1 tu . Semua , kecuall Clar1 s sa , yang
s ekarang berus l a }pD tahun , walaupun
selama }+p tahun pertama 1a berbentuk
' �
�����
te lur , �ampai Winchflat berhas i 1 men­
c ip takary Me sin Penetas Telur iDodo
yang luar b1 as a.
Sayalgnya , mereka t1dak , berha-
- ,-
s 1 1 menemukan telur la1n seh1ngga
W1nchflat memutuskan untuk membuat
Mes 1n Fotokop1 Dodo Tenaga Air. Suatu
hari , k1 ta akan me 1 1hat banyak has 1 l
kloning- , burung Dodo d1 j alan- j alan ,
berj atuhan dar1 pohon , dan meng1nj ak-
1nj ak s �gala s esuatu yang berada d1
hadapan - mereka . 4
4Burung Dodo tidak bisa tel-bang dan penglihatan mereka
sangat buruk, jadi tidak mengherankan kalau jenis mereka
punah_
Be lut Malam
Aku tahu ti dak ada yang bisa di lihat
pada gambar di atas kecuali warna
hi tam. I tu pun sudah hal yang palIng
bagus yang bisa aku usahakan . Belut
malam tinggal di kegelapan total dan
j ika ada s' ecercah cahaya sediki t s aj a
-seperti s inar lampu kec i l yang ada
di . te lepon genggammu untuk memberI ­
tahukan bahwQ baterai sudah hampir
habis-mereka langsung me ledak.
Kamu akan menyadari kehadiran me­
reka j ika kamu merasakan sesuatu yang
lembut , basah , dan l i c in saat mereka
mengge lincir di kuli tmu seperti se­
lembar kain sutra basah . Jika mereka
menyukaImu , mereka akan menggulung
diri di sekeliling waj ahmu dan menan­
capkan kepala mereka ke dalam salah
satu lubang hidungmu dan ekor mereka
ke lubang hidung yang laIn . Jika kamu
meml l1kl tiga lubang hidung, mereka
akan mengaj ak seorang
mereka t1dak menyuka1mu ,
akan me lakukan hal yang
d1bareng1 dengan arus
leb1 h banyak lend1r.
teman . · J1ka
mereka j uga
sama te tap1
l 1 s tr1k dan
W1nchflat mencoba mengaj ar be lut­
belut malam untuk bernyany1 , tetap1
buny1 -buny1an yang mereka t1mbulkan
membuat orang s angat tertekan seh1ng­
ga W1nchflat t1dak tahan t1nggal ber­
sama mereka leb1h dar1 beberapa men1t
dalam sehar1 .


� �
halfklingon
Cara Membua t Ala t
Ke j ut t1 s tr1k Raksasa
Membangk1 tkan Orang
Untuk
Mat1
Kamu memerlukan:
- orang mati untuk dibangkitkan.
-
10 orang mati untuk bahan latihan.
-
1 reaktor nuklir portabel 476B Krankovich.
-
17 meter kabel tembaga besar dengan pelapis berwarna
merah terang.
-
1 sumber tenaga listrik sangat besar misalnya matahari
atau Merlinmary.
- Lem yang kuat-kadangkala tulang
tengkorak dapat pecah.
- Sarung tangan karet dan sepatu bot
Kacamata-untuk berj aga-jaga kalau
ada j ari kaki yang beterbangan
D
'
arah yang bercucuran
ke Iuar dari hidung orang
yang sudah mati adalah
efek samping yang tidak
bisa dihindari. Beberapa
orang menganggap hal
itu sebagai bonus.
-
Piyama orang yang sudah mati
hampir selalu terbakar .
.
(Syukurla.)
Petun] uk-pe tun] uk
rumah tan_a darI
Henek Ptood
Cara membersihkan darah dari
seprai putih
Tuangkan air suam-suam kuku melalui noda ke
dalam mangkuk porselen. Buat air tadi menjadi
minuman pengantar tidur yang menyegarkan.
Jangan menggunakan air mendidih karena darah
bisa matang sehingga hasilnya menjijikan.
Cara mengeluarkan darah dari
manusia yang sedang tidur
Letakan gigi taring kalian ke saluran nadi, tekan
perlahan dan isap diam-diam. Juga bisa dilakukan
kepada tikus;
Cara mengeluarkan darah dari
manajer bank yang sedang tidur
Jangan, bodoh!
Cara memasukkan darah ke dalam manajer bank
yang sedang tidur
Kenapa kamu ingin membuang-buang darah yang
sangat berguna?
Cara membuat " Tida Percaya !tu Bukan
Darah"
Resep ini telah menj adi milik keluarga Nenek
Flood selama tiga ratus tahun dan merupakan
favorit saat Natal, sebagai pengganti krim custard.
Kamu memerlukan:

Dua botol besar saus tomat

500· gram keong hiram

Tiga sendok makan cat enamel hitam

Ujung jempol tangan kanan kalian
Masukkan semua bahan ke dalam blender. Tu­
tupi wajahmu dan giling eampuran itu dengan
kecepatan tinggi sampai halus. Tambahkan bubuk
eabe dan �ir liur sebagai penambah rasa.
Tuangkan eairan ke atas puding Natal, anj ing­
anjing keeil, atau kepala kalian sendiri, tergantung
waktu. Hias dengan penjepit rambut hidung.
(Coeok juga disajikan bersama lobster j amban. ' )
*Camilan tradisiohal khas Transylvania Waters yang telah
menimbulkan perdebatan seru tentang lobster mana yang lebih
lezat, yang berasal dari jamban pria atau wan ita .
���
��
S
e
g
e
r
a
K
E
L
U
A
R
G
A
F
L
O
O
D
2
� alam Keluarga Flood 2-Sekolah Sihir­
kamu akan membaca tentang segal a hal yang
ingin kamu ketahui tentang sekolah sihir dan
t
banyak hal lain yang bahkan tak terpikirkan
sam a sekali. Sekol�h itu bukan sekolah sok
imut tempat seorang bocah bernama Potter
menuntut ilmu, melainkan Quicklime College,
sekolah sihir yang berada sangat jauh di daerah
pedalaman pegunungan Patagonia. Para siswa
tidak menghabiskan waktu dengan bermain­
main di atas sapu terbang. Mereka bebjar
hal-hal yang berguna dan penting, seperti
bagaimana cara mengubah manusia menjadi
ke'ong dan cara mencuri perhiasan berharga
dari kastil yang antitembus, 1
Hal-hal yang
pela j ar1
t1 dak akan kamu
d1 Qu1 ck11me

Tersenyum,

Cara membuat teh.

Cara menendang bola di lapangan yang
.
penuh lumpur bersama 21 orang lain.

. Cara melempar-Iemparkan tiga bola tenis
sekaligus.

Bahasa Wales.

Warna-warna cerah dan muda



Hal - hal yang
pe la j ar1 d1
Menggerutu.
Cara membuat kutil.
akan kamu
Qu1 c k1 1me
Cara menendang-nendang gumpalan tulang
,muda dinosaurus di lapangan berlumpur
dengan 13 orang lai n.
1 Dan cara membuat larutan sihir (hanya dengan meng­
gunakan air liur, uap air, dan mata ikan) yang dapat membuat
orang berpikir bahwa kamu sangat camik sehingga mereka
akan memberikan apa saja yang kamu minta.
• Cara melempar-Iempar tiga pemain tenis
sekaligus.

Kekuatan sihir yang benar-benai ampuh.2

Perjalanan waktu.

Perjalanan waktu.
2Termasuk cara menghilang untuk kelas 8 ke atas.
halfklingon
S�G�RA T�RIT
KiLUARGA
FLOOD 3
ASAL USUL
Kisah dramatis pelarian Nerlin dan Mordon­
na dari Transylvania Waters dan perjalanan
mereka' menyeberangi dunia menuju tempat
persembunyian mereka di Acacia Avenue . . . .
Tentang
COLIN
Co11n Thompson
dl lahlrkan
dl Inggrls f
tetapl akhlr­
nya mendapa t­
kan kemball
Pengarang
THOMPSON
akal s ehat­
nya dan
plndah ke
tahun pada
1 995 .
�; ..
.
.
.
.
.
.
. Sepertl
yang bl s a
kallan l1hat pada gambar
s ebe lah klrl f la membutuhkan waktu
SANGAT lama untuk menul1s buku lnl .
• Dl 1ahlrkan : ya .
• Yang tl dak la sukal : j ende la .
• Benda terhebat berukuran kec l 1
dan berwarna hl tam mengl1ap : PSP
ml l1kku .
• Blna tang pellharaan : anj lng-Bonnle I
Max I dan Charlle .
• Warn a kesukaan : pertanyaan bodoh .
Aku suka blru untuk ce lana j lns I
tetapl aku tldak akan makan ma­
kanan yang berwarna blru ( kecuall
kalau 1 tu kue ) .
• Makanan kesukaan : buah cherry.
• Buku bergambar terbal k yang per­
nah kutull s : Bagalmana Cara Hldup
Se lamanya .
• Novel terbalk yang pernah kutu-
11s : Bagalmana Cara Hldup Selama-
" . w . . :
. _4 _
\ "
- - -, -" --- :- -4 " ••
- -
Balklah, 1 t u saj a . Sekarang aku s l ap
untuk mengguntlng rumput .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful