KELOMPOK 3

Memiliki rasa tanggung jawab Istiqomah dan berpikiran merdeka

RASA TANGGUNG JAWAB
Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus Bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab,mananggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.

Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.

yaitu dari sisi pihak yang berbuat dan dari sisi kepentingan pihak lain. artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia. . Apabila ia tidak mau bertanggung jawab. maka ada pihak lain yang memaksakan tanggung jawab itu. bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dilihat dari dua sisi.Tanggung jawab itu bersifat kodrati.

dan Tirmidzi) . Muslim. Seorang istri adalah seorang pemimpin di rumah suaminya dan dia akan ditanya dari hal kepemimpinannya. Seorang pelayan adalah pengurus harta tuannya dan dia ditanyai dari hal kepengurusannya.Dari Ibnu Umar. Setiap orang di antara kalian adalah pemimpin dan setiap orang di antara kalian akan ditanyai dari hal kepemimpinannya. Seorang anak menjadi pengurus atas harta ayahnya dan ia akan ditanyai dari hal kepengurusanya. Abu Dawud. Seorang suami adalah pemimpin dan dia akan ditanya dari hal kepemimpinannya atas keluarganya. Seorang Imam adalah pemimpin dan ia akan ditanyai dari hal kepemimpinannya. bersabda: ‘Setiap orang dari kalian adalah pemimpin dan setiap orang dari kalian akan ditanyai dari hal kepemimpinannya. ia berkata: “Rasulullah saw.’” (HR Bukhari. Ahmad.

Dengan demikian setiap orang yang melakukan pekerjaan apapun harus memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi dalam melaksanakan pekerjaannya. Oleh kerena itu dalam mengerjakan pekerjaan yang dibebankan oleh seseorang kepada dirinya harus dipertanggungjawabkan kepada orang yang memberi pekerjaan atau tugas. kelak akan bertanggungjawab pula kepada Allah di akhirat.Penjelasan: • Maksud Hadits di atas ialah setiap orang wajib mempertanggungjawabkan apapun pekerjaan yang ditanganinya kepada Allah. Selain itu setiap orang yang melakukan pekerjaannya. .

. Seorang penguasa wajib memiliki tanggung jawab yang tinggi dalam menjalankan urusan memenuhi kebutuhan rakyatnya sekalipun tidak ada kekuatan dan kekuasaan lain yang memiliki kewibawaan untuk mengawasi dan mengontrol dirinya dalam menjalankan kekuasaan di negerinya. Seorang dokter wajib memiliki tanggung jawab yang tinggi dalam mengobati pasiennya sekalipun tidak ada orang lain yang mengontrol diagnosa dan pemberian obat yang ia berikan kepada pasiennya. Seorang buruh pabrik harus memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi di pabriknya sekalipun majikannya tidak mengawasinya.• Memiliki rasa tanggungjawab yang tinggi ini menjadi asas moralitas kerja dalam Islam di dalam bidang apa pun. Seorang guru harus memiliki tanggung jawab yang tinggi dalam melakukan tugas belajar dan mengajar sekalipun tidak ada pengawas yang datang mengawasinya.

setelah semua manusia kelak menghadap kepada Allah di akhirat.Asas moralitas yang digariskan oleh Islam ini dimaksudkan untuk memberikan tuntunan dan pedoman kepada setiap muslim bahwa dirinya pasti akan dimintai tanggung jawab oleh Allah atas usaha yang ia lakukan di dunia ini. . Dengan demikian setiap muslim secara otomatis harus memiliki kesadaran bahwa dirinya selalu dituntut tanggung jawab yang tinggi dalam mengerjakan sesuau pekerjaan karena pekerjaan yang ditanganinya akan mendapatkan pahala atau mendapatkan siksa dari Allah jika dilakukan secara tidak bertanggungjawab.

.Tegasnya setiap orang muslim dalam melakukan pekerjaan apapun harus dilakukan dengan rasa tanggung jawab yang tinggi kepada Allah. dan dirinya sendiri. kepada pemberi tugas.

Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu. keteladanan. . Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan. dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan mengabdian atau pengorbanannya. dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). penyuluhan.

Atas dasar ini. lalu dikenal beberapa jenis tanggung jawab.JENIS-JENIS TANGGUNG JAWAB Tanggung jawab itu dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya. yaitu : .

Contohnya: Rudi membaca sambil berjalan. . Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiapp orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.A. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah kemanusian mengenai dirinya sendiri. Ia harus beristirahat diruma beberapa hari. Konsekuensi tinggal dirumah beberapa hari merupakan tanggung jawab ia sendiri akan kelengahannya. Meskipun sebentarbentar ia melihat ke jalan tetap juga ia lengah dan terperosok ke sebuah lubang.

dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tanggung Jawab kepada Keluarga Keluarga merupakan masyarakat kecil. . Keluarga terdiri dari suami-istri. Contohnya: Dalam sebuah keluarga biasanya memiliki peraturanperaturan sendiri yang bersifat mendidik. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan. suatu hal peraturan tersebut dilanggar oleh salah satu anggota keluarga. keselamatan.B. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. dan kehidupan. pendidikan. ayah-ibu dan anak-anak. Hukuman tersebut merupakan tanggung jawab terhadap perbuatannya. Sebagai kepala keluarga (Ayah) berhak menegur atau bahkan memberi hukuman.

sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial. Karena ia termasuk dalam orang yang keya dikampungnya. . Safi’i dijauhi oleh masyarakat sekitar.C. Sehingga dengan demikian manusia di sini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab tersebut. Ia harus bertanggung jawab atas kelakuannya tersebut. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat. ia mengejek dan menghina orang lain yang mungkin lebih sederhana dari pada dia. Sebagai konsekuensi dari kelakuannya tersebut. Contohnya: Safi’i terlalu congkak dan sombong. Tanggung Jawab terhadap Masyarakat Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi denhan manusia lain tersebut.

terpaksa mencuri barang-barang milik sekolah demi rumah tangganya. berbuat. bertindak. bahwa setiiap manusia. maka ia harus bertanggung jawab kepada negara. bertinggah laku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara.D. Perbuatan guru Isa ini harus pula dipertanggungjawabkan kepada pemerintah. Bila perbuatan manusia itu salah. . Dalam berfikir. tiap individu adalah warga negara suatu negara. Guru Isa yang terkenal sebagai guru yang baik. kali perbuatan itu diketahui ia harus berurusan dengan pihak kepolisian dan pengadilan. Tanggung Jawab Terhadap Bangsa dan Negara Suatu kenyataan lagi. Contohnya: Dalam novel “Jalan Tak Ada Ujung” karya Muchtar Lubis. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri.

Karena ia menghindari hukuman yang akan ia terima jika tidak taat pada ajaran agama.E. Tanggung Jawab Terhadap Allah Swt Allah SWT menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab. melainkan untuk mengisi kehidupannya. kedua yang harus dilakukan seorang muslim kepada Allah SWT. manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap perintah Allah SWT. Contohnya: Seorang muslim yang taat kepada agamanya maka ia bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan kepada Allah. Karena pada hakekatnya. apapun yang Allah berikan padanya. adalah memiliki rasa tanggung jawab atas amanah yang diberikan padanya. . Oleh karenanya. Pelanggaran dari hukuman-hukuman tersebut akan segera diperingati oleh Allah dan jika dengan peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraukannya maka Allah akan melakukan kutukan.kehidupan inipun merupakan amanah dari Allah SWT. Sehingga tindakan atau perbuatan manusia tidak bisa lepas dari pengawasan Allah SWT yang dituangkan dalam kitab suci AlQur'an melalui agama islam. maka itu merupakan amanah yang kelak akan dimintai pertanggung jawaban dari Allah. seorang mukmin senantiasa meyakini.

” (QS. Inilah pengertian istiqomah yang disebutkan oleh Ibnu Rajab Al Hambali. dan meninggalkan semua bentuk larangan-Nya. • Di antara ayat yang menyebutkan keutamaan istiqomah adalah firman Allah Ta’ala: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka.ISTIQAMAH • Yang dimaksud istiqomah adalah menempuh jalan (agama) yang lurus (benar) dengan tidak berpaling ke kiri maupun ke kanan. dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih. Fushilat: 30) . • Istiqomah ini mencakup pelaksanaan semua bentuk ketaatan (kepada Allah) lahir dan batin.

”katakanlah aku telah beriman kepada Allah kemudian beristiqomahlah”. Begitu pentingnya Istiqomah ini sampai Nabi Muhammad Shallahu ‘alaihi wassslaam berpesan kepada seseorang seperti dalam hadits berikut: • Dari Abu Sufyan bin Abdillah Radhiallahu ‘anhu berkata: Aku telah berkata. Nabi menjawab. yaitu kokoh dalam dalam aqidah dan konsisten dalam beribadah. .• Istiqomah. “wahai rasulullah katakanlah kepadaku pesan dalam Islam sehingga aku tidak perlu berkata pada orang lain selain engkau.

tetap memperhatikan haram halam. ia tidak tergoda melakukan kemaksiatan. Sekalipun dihadapkan pada tantangan hidup.Orang yang istiqomah selalu kokoh dalam aqidah dan tidak goyang keimanan bersama dalam tantangan hidup. sujud pantang berhenti. ibadah tidak ikut redup. sekalipun ia memiliki fasilitas. . kantong kering atau tebal. dicaci dipuji.

• 2. Istiqomah di atas tauhid. sebagaimana dikatakan oleh Abul ‘Aliyah dan As Sudi. sebagaimana yang dikatakan oleh Abu Bakr Ash Shidiq dan Mujahid. Istiqomah di atas ikhlas dan dalam beramal hingga maut menjemput. • 3. Al Hasan dan Qotadah. sebagaimana dikatakan oleh Ibnu ‘Abbas.• Yang dimaksud dengan istiqomah di sini terdapat tiga pendapat di kalangan ahli tafsir: • 1. . Istiqomah dalam ketaatan dan menunaikan kewajiban Allah.

dan Zaid bin Aslam menafsirkan ayat tersebut: .• Dan sebenarnya istiqomah bisa mencakup tiga tafsiran ini karena semuanya tidak saling bertentangan. Ayat di atas menceritakan bahwa orang yang istiqomah dan teguh di atas tauhid dan ketaatan. maka malaikat pun akan memberi kabar gembira padanya ketika maut menjemput “Janganlah takut dan janganlah bersedih“. Mujahid. ‘Ikrimah.

Karena para malaikat nanti yang akan mengurusnya. farzuqnal istiqomah (Ya Allah. • Zaid bin Aslam mengatakan bahwa kabar gembira di sini bukan hanya dikatakan ketika maut menjemput.• “Janganlah takut pada akhirat yang akan kalian hadapi dan janganlah bersedih dengan dunia yang kalian tinggalkan yaitu anak. Engkau adalah Rabb kami. harta dan tanggungan utang. keluarga. namun juga ketika di alam kubur dan ketika hari berbangkit. Al Hasan Al Bashri ketika membaca ayat di atas.” .” Begitu pula mereka diberi kabar gembira berupa surga yang dijanjikan. “Allahumma anta robbuna. Inilah yang menunjukkan keutamaan seseorang yang bisa istiqomah. ia pun berdo’a. Berikanlah keistiqomahan pada kami). Dia akan mendapat berbagai macam kebaikan dan terlepas dari berbagai macam kejelekan.

kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga.• Yang serupa dengan ayat di atas adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala. mereka kekal di dalamnya. sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.: "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah”. Al Ahqaf: 13-14) .” (QS.

• Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan Kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka. QS Fushshilat: 30-32. di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. . Maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang “. dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat.

"Allah menyeru manusia menuju ke syurga-Nya. dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus". ibadah dan akhlak. Rahasia besar istiqomah adalah: • Hadiah Allah. (Yunus:25) • Hidupnya dalam manhaj Al-Quran dan As-Sunnah • Para Malaikat mengaguminya. mendoakannya dan mengaminkan setiap doa-doa nya • "As sahlu" kemudahan urusan dunia dan akhirat • Bahagia sekali karena hidupnya dalam keteraturan taat • Buah dari keikhlasan akan ridho Allah • Puncak dari "Ma'rifatullah wa mahabbatuhu" mengenal dan mencintai Allah • Amalan para Rasul • Meninggal dunia dalam kenikmatan taat dan kerinduan berjumpa dengan Allah • Meraih syurga Allah (QS 41: 30-32) .Istiqomah adalah komitmen dan konsisten dalam tauhid.

bahkan istiqomah mengakibatkan kesudahan yang baik dari segala urusanya. Dengannya pula seorang hamba akan meraih kemenangan dalam bergulat dengan fitnah yang banyak sekali.Sifat istiqomah akan menjadikan seorang muslim meraih kebahagian baik ketika di dunia maupun di akhirat. .

dan Allah menyesatkan orang-orang yang lalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.Kiat Agar Tetap Istiqomah Pertama: Memahami dan mengamalkan dua kalimat syahadat dengan baik dan benar. “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Ibrahim: 27) .” (QS.

• “Jika seorang muslim ditanya di dalam kubur. dari Al Barro’ bin ‘Azib).“(HR. 4699 dan Muslim no. . lalu ia berikrar bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Bukhari no. 2871. maka inilah tafsir ayat: “Allah meneguhkan (iman) orangorang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat”.

” (QS. An Nahl: 102) . dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.• Kedua: Mengkaji Al Qur’an dengan menghayati dan merenungkannya “Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Qur’an itu dari Rabbmu dengan benar. untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman.

DLL (masih banyak) .” ‘Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya.• Ketiga: Iltizam (konsekuen) dalam menjalankan syari’at Allah “Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.

Ya Allah tetapkan kuatkan hidup kami dalam ketaqwaan dan istiqomah. Aamiin"....DO’A ISTIQAMAH • "Allahumma Ya Allah haqqiqna bittaqwa wal istiqoomah. ..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful