You are on page 1of 4

   • • • • • • •

   •   •   •    •    •   •                       

EKSTRAKSI Ekstraksi merupakan proses pengambilan komponen cair dari suatu bahan. Klasifikasi Pressing: ekstraksi secara mekanik dengan tekanan Dapat secara panas/dingin Proses mengambil konstituen cair dari bahan dengan memberikan tekanan Langsung dikonsumsi: juice Bagian dari proses: pembuatan gula pasir Perlu pemecahan sel, sehingga perlu tekanan Pre treatment:pulping, heating, pengecilan ukuran Factor yang mempengaruhi: Tingkat kemasakan bahan, Resistensi terhadap deformasi (mudah rusaknya sel, resistensi solid terhadap kerusakan mekanis), Ukuran bahan, Tekanan, Suhu, Waktu, Viskositas cairan, Sifat pressed solid/cake: tebal dan porositas Solven extraction: Ekstraksi menggunakan pelarut Apabila komponen lebih mudah larut dalam fase lain dan transfer antar fase lebih cepat daripada komponen lain dalam sistem DASAR PROSES Suatu komponen lebih mudah larut dalam fase lain Transfer komponen tersebut diantara fase-fase lebih cepat daripada komponen lain dalam sistem SYARAT Solute harus terlarut dalam solven Bahan harus kontak dengan solven: perlu waktu dan pengecilan ukuran TAHAPAN Solute (zat terlarut) melarut ke dalam solven Solute terdifusi ke permukaan partikel zat padat Solute meninggalkan permukaan partikel zat padat Faktor Kecepatan Reaksi Ukuran bahan, berkaitan dengan luas area kontak, Suhu, Perbedaan konsentrasi, Kecepatan aliran solven Contoh: ektraksi gula dari bit menggunakan pelarut air Rendering: Ekstraksi dengan menggunakan panas Proses ekstraksi menggunakan panas Panas: Sel rusak Minyak/lemak mencair Kebanyakan untuk ekstraksi minyak hewani Filtrasi Merupakan operasi pemisahan komponen padat tak larut dalam suatu suspensi/cairan melalui membran berpori Membran berpori/ septum: Mampu menahan partikel-partikel padat pada permukaan aliran, dalam strukturnya atau kedua-duanya Berfungsi menahan padatan sehingga terjadi pemisahan Bagian-bagian dalam operasi filtrasi Slurry/feed: suspensi padatan dalam larutan Membran berpori/filter medium Filtrat: cairan hasil filtrasi Filter cake: padatan yang tertahan pada permukaan filter . Dasar Filtrasi Partikel solid/padatan masuk dalam medium filtrasi dan terjerat di dalamnya, menaikkan resistensi aliran filtrat Terbentuk lapisan solid (cake) pada permukaan medium, makin lama makin tebal sehingga cake menjadi medium utama Filtrat yang melalui medium mempunyai 3 tipe resistensi: Offered channel Offered filter medium Offered filter cake Terjadinya aliran filtrat Gaya gravitasi Untuk bahan kandungan padatan rendah Digunakan pada industri pangan Banyak digunakan pada treatment air, limbah Tekanan > tekanan atmosfer: pressure filtration Tekanan vakum: vacuum filtration Gaya sentrifugal: centrifugal filtration

         •         •          •                   •               

FFilter Medium Berfungsi untuk memacu pembentukan cake dari padatan tak larut dan menyangganya setelah terbentuk Syarat: Resistensi terhadap aliran rendah Cukup kuat menyangga cake Sifat permukaan mudah dibersihkan Tidak toksik murah Evaporasi Memekatkan larutan Pengeringan Mengurangi kadar air bahan hingga kadar air tertentu Evaporasi Fungsi Memekatkan larutan Maningkatkan kandungan padatan Menurunkan aw Mempero leh sifat yang dikehendaki Pembentukan flavor dan warna Memperkecil volum, menghemat biaya transport, pengemasan, penyimpanan Pada evaporasi terjadi Pindah panas : dari steam ke bahan Pindah massa : uap dari bahan Pindah panas dan massa: kecepatan evaporasi Mekanisme evaporasi Panas laten ditransfer dari steam ke bahan Suhu bahan meningkat sampai titik didih Tekanan uap meningkat Terbentuk gelembung-gelembung uap dalam cairan Uap diambil dari permukaan cairan yang mendidih Evaporator Pemindah panas Pemisah uap Pompa vakum kondensor proses evaporasi Tahap tunggal (single effect evaporator) Open pan evaporator Tekanan atmosfer Suhu evaporasi tinggi Kerusakan bahan besar Penggunaan: dalam pembuatan gula kelapa Evaporator tertutup Tekanan vakum Suhu evaporasi rendah Kerusakan bahan kecil Tahap ganda Penggunaan panas efisien Uap yang keluar dari evaporator sebagai steam evaporator berikut Tekanan makin kecil dan suhu makin rendah Macam Double effect evaporator (pengolahan susu) Multiple effect evaporator (pengolahan gula tebu), metode pengisian Ke depan (forward feeding) Ke belakang (backward feeding) Paralel (paralel feeding) Campuran (mixed feeding) Perubahan bahan selama evaporasi Peningkatan viskositas Terbentuk kerak dan buih Perubahan warna (menjadi gelap) karena browning dan peningkatan konsentrasi Penurunan kualitas sensorik Untuk cocoa dan susu, dapat memperbaiki kualitas produk karena komponen volatil yang tidak dikehendaki hilang Beberapa komponen aroma volatil hilang Cara mempertahankan komponen volatil Mencampur konsentrat dengan feed hingga konsentrasi tertentu Recovery komponen volatil (kondensasi uap dan destilasi fraksinasi)

memiliki aktivitas air kurang dari 1. MACAM AIR Air terikat kuat – tidak berfungsi sebagai pelarut. transportasi. sehingga awet Mengurangi volum bahan. dan meningkat jika ditambahkan energi (panas) ke dalam sistem yang mengakibatkan pencairan. Entropi terendah pada fasa padat (teratur). penyimpanan Menaikkan nilai ekonomis Faktor-faktor pengeringan Komposisi bahan Bentuk dan ukuran bahan Suhu pengeringan Pra proses sebelum pengeringan Perubahan selama pengeringan Pengurangan kadar air dan aw Tekstur Pengkerutan Pengerasan bagian luar Flavor dan aroma Kehilangan komponen volatil Oksidasi pigmen. Bahan yang kandung an airnya tinggi (melebihi jumlah bahan padatnya). Bahan yang kandung an airnya lebih sedikit daripada kandungan bahan padatnya. tekanan uap. konsentrasi bahan terlarut dalam air yang tidak membeku meningkat. senyawa aroma dan flavor kecil Kerusakan karena panas kecil Untuk pengeringan daging dan buah-buahan Kelemahan : produk bersifat sangat rapuh AKTIVITAS AIR. Isoterma adsorpsi: bahan higroskopis.5) (mengandung air kapiler) Penambahan senyawa terlarut seperti gula dan garam dapat menurunkan aW ISOTERMA SORPSI Mencerminkan hubungan antara kandungan air dengan kelembaban nisbi. Mengakibatkan perubahan pH. kenaikan nilai kelembaban relatif yang sedikit menyebabkan kenaikan kandungan air yang besar (bahan berkadar garam tinggi) Isoterma desorpsi: Proses pengeringan Terkait dengan kandungan air dalam bahan.                     •   • •    •   •    • • •     • • • •    •      • • • •    • • • •  Stripping komponen volatil dari larutan dengan gas inert dan ditambahkan kembali sesudah evaporasi Pengeringan Penurunan kadar air. dan tertinggi pada saat terbentuk uap. Volume air meningkat 9% ketika membeku (anomali air) Pembekuan dapat mengakibatkan produk tak disukai destabilisasi emulsi . supersaturasi dan presipitasi Kehilangan senyawa nutrisi terlarut Konsistensi produk Penurunan daya rehidrasi Macam alat pengering Pengering dengan tempat tetap Pengering berbentuk kotak (cabinet drier) Pengering terowongan (tunnel drier) Penering dengan tempat bergerak Conveyor drier Belt drier Pengering dengan bahan tercampur udara pengering Spray drier Pneumatic drier Fluidized bed drier Pengering dengan drum: drum drier Pengering beku: freeze drier TUNNEL DRIER Kontinyu Untuk buah dan sayuran Bahanpada rak/kereta Berdasar aliran udara dan bahan ada 3 macam Counter flow tunnel drier Paralel flow tunnel drier Counter and paralel flow tunnel drier CABINET DRIER Bahan pada rak-rak dalam ruang pengering Aliran udara panas searah/tegak lurus dengan permukaan bahan Hasil pengeringan tidak seragam DRUM DRIER Berbentuk silinder putar Untuk bahan cair/slurry. rekonstitusi baik Ukuran dan bentuk bahan seperti semula Pengkerutan hampir tidak terjadi Kehilangan zat padat terlarut. AKTIVITAS AIR DAN KERUSAKAN PANGAN Makanan kering/kering beku – kandungan air 5-15% (kategori monolayer) daya simpan tinggi Makanan kering (misal: kurma) – kandungan air 20-40% (kategori mono & multilayer) – daya simpan medium Makanan lembab sedang – kandungan air > 50% (aW >0. tekanan osmose. memiliki aktivitas air mendekati 1. vitamin. buah). Sublimasi – perubahan fasa padat menjadi uap tanpa melalui fasa cair menjadi dasar proses freeze drying (lyophilisation) Air membentuk es. ActivityWater Jumlah air bebas dalam suatu bahan yang tercermin dari nisbah tekanan uap suatu larutan terhadap tekanan uap air murni. kekuatan ion. tidak membeku di bawah 0°C. kekentalan. tidak memiliki tekanan uap air. Aw. bukan air terikat tetapi terimobilisasi dalam saluran kapiler Proses pembekuan Pertumbuhan kristal es Kisi kristal es heksagonal: Suatu molekul air mengikat 4 molekul air lainnya dalam bentuk tetrahedral 3 dimensi Tersusun secara lemah Memiliki ruang kosong yang besar di tengahnya Volume spesifiknya besar (kurang padat dibandingkan air) Merupakan perubahan bentuk air yang tidak teratur menjadi kristal yang teratur Ketika es mencair. hemat biaya pengemasan. baby food Biasanya bahan dipekatkan dulu Bahan peka panas dilakukan dalam vakum Faktor-faktor pengeringan Kecepatan perputaran Suhu pemanas Ketebalan lapisan Keuntungan Kecepatan pengeringan tinggi Penggunaan panas ekonomis Macam Single drum drier Double drum drier Twin drum drier SPRAY DRIER Bahan berupa larutan (yang sudah dipekatkan)      •   • • •  • • • • •                                    Diubah menjadi partikel kecil dengan atomizer (pengabut) Udara dibersihkan sebelum dipanaskan kontak udara dengan bahan dalam waktu singkat Kerusakan bahan kecil Efisiensi rendah tekanan ruang pengering 1 ATM atau <1 ATM FREEZE DRIER Bahan dibekukan kemudian disublimasi Pengeringan terjadi 3 tahap Pembentukan kristal es Sublimasi kristal-kristal es Penghilangan sisa air yang masih ada Keuntungan Struktur bahan porous. lipid terutama selama penyimpanan karena bahan porous Oksidasi lipid pada susu kering (terbentuk delta lakton) Timbul aroma violets (oksidasi karoten menjadi beta ionone) Warna Kehilangan pigmen karoten dan klorofil (karena panas dan oksidasi) Browning Senyawa nutrisi Vitamin terutama B dan C. ikatan hidrogen terputus Entropi: ukuran ketidakteraturan suatu sistem. Air bebas – dapat diperoleh dengan menekan atau mensentrifugasi bahan Air terjerap – (dalam gel. misal susu.

■ Pembentukan es dicegah dengan:  laju pendinginan yang sangat cepat  penambahan beberapa senyawa yang dapat menekan pembentukan es. Tahap pemanasan awal Saat bahan basah ditaruh di permukaan drum.6 kg uap per kg air menguap. kadar air awal dan akhir. kristal berukuran sangat kecil (di luar dan di dalam sel).  Kecepatan supercooling yang tinggi. ■ pertumbuhan es yang sudah terbentuk dalam tubuh serangga yang berada di bawah suhu beku nya. vitamins (nutritsi) tidak rusak. terbentuk pula keadaan „gelas‟  Air dapat berfungsi sebagai plasticizer – meningkatkan plastisitas dan fleksibilitas polimer dalam bahan dengan melemahkan ikatan antar molekul  Contoh: Sedikit air yang ditambahkan kepada buah kering dan Tg berada pada suhu di bawah suhu ruang mengakibatkan kerusakan struktur dan kekakuannya. Tahap ini berlanjut sampai bahan yang dkeringkan sampai pada pisau (srapper) untuk dipisahkan dari permukaan drum. kondensor (penghilang air). akumulasi noncondensable* gas dalam tabung yang mempengaruhi keseragaman pengeringan. ■ Senyawa tambahan yang digunakan atau yang diproduksi oleh mahluk hidup untuk menekan pembentukan es disebut krioprotektan. Mudah untuk mengoperasikan.  PENAMBAHAN CRYOPROTECTANT MENCEGAH KRISTALISASI ES  TERBENTUK BAHAN PADAT AMORF. aroma tidak hilang. Bahan yang sudah kering ini lalu dilepaskan dari permukaan drum dengan sejenis pisau yang biasa disebut scrapper.1 kg uap per kg air yang diuapkan dan 1.         2. Konsumsi energi dalam pengering drum berkisar antara 1. memelihara dan murah. sesuai dengan efisiensi energi sekitar 60% – 90%. karena perbedaan yang besar antara suhu bahan basah dan permukaan drum. karena menggunakan suhu tinggi sehingga dapat membunuh mikroorganisme Kelemahan Pengering Drum Drying Kelemahan atau kekurangan penggunaan drum dryer antara lain:  Tidak cocok untuk produk yang tidak dapat membentuk film (lapisan tipis) yang bagus. seperti gula dan karbohidrat lainnya.sehingga transfer panas secara bertahap melebihi energy yang digunakan untuk evaporasi.  Mengakibatkan pembentukan inti es yang banyak. tabung vacum. hasil dapat disimpan pada suhu kamar dalam wadah tersegel. drum diletakkan pada sebuah rangka sehingga drum tersebut dapat berputar pada porosnya. boros energi. Tahap suhu produk konstan Setelah mencapai titik didih.penggumpalan protein meningkatkan kekerasan daging tekstur rusak keberadaan senyawa pembentuk „gelas‟ mencegah hal di atas PENAMBAHAN BAHAN TERLARUT KE DALAM AIR MENURUNKAN TITIK BEKU AIR Vitrifikasi ■ Proses untuk mengubah larutan air ke dalam bentuk amorf (kaca) melalui pendinginan tanpa melalui pembekuan. . Pada saat itu. Hal ini menyebabkan meningkatnya suhu permukaan drum. Bahan/material yang akan dikeringkan diletakan dalm bentuk lapisan tipis (0. Dalam kondisi ideal. serta kondisi operasional lainnya. maka jumlah air yang bisa diuapkan semakin sedikit. Suhu bahan meningkat dengan cepat sampai pada titik didihnya untuk melepaskan air. proses yang tidak diinginkan terhambat. PROSES DISEBUT “VITRIFIKASI”  freeze drying (lyophilisation)  Penghilangan air dari suatu bahan melalui sublimasi dan desorpsi  Hanya dimanfaatkan untuk bahan mahal dan sensitif  Keuntungan: Bentuk bahan tetap. Feeding      3. sejumlah air dari dalam bahan terevaporasi dan suhu produk menjadi konstan. tergantung pada jenis makanan. Dapat memperbaiki daya cerna Mengawetkan bahan pangan. terjadi transfer panas yang intensif. sistem pendingin. Seiring dengan naiknya suhu suhu. Bisa digunakan untuk makanan kering yang sangat kental.5 – 2 mm) di permukaan drum. yang tidak dapat mudah dikeringkan dengan metode lain. Bahan membutuhkan waktu beberapa detik sampai puluhan detik untuk mencapai kadar air final atau kadar air akhir kurang dari 5%. Drum drying Drum dryer terdiri dari lima bagian: 1. Drum pengering 2. maka akan terbentuk:  Bahan padat amorf (bukan kristal es) tidak beraturan  Cairan dingin dengan kekentalan tinggi yang berada dalam keadaan ekuilibrium dengan bentuk padatnya  TRANSISI „GELAS‟  Kandungan air dalam bahan menentukan transisi ke dalam bentuk „gelas‟  Ketika air dihilangkan secara cepat dari bahan selama proses pengeringan atau pembekuan. Air  TRANSISI „GELAS‟  Jika larutan yang mengandung bahan berberat molekul rendah. Kelebihan Pengeringan Drum Drying Kelebihan atau keuntungan penggunaan drum dryer antara lain: Produk yang dihasilkan memiliki porositas yang baik sehingga sifat rehidrasi tinggi. Efisiensi/hemat energi (penggunaan panas yang ekonomis) dan kecepatan yang tinggi.  Komponen freeze dryer:  Tabung pengering. ■ Ikan yang hidup di lingkungan kutub dan serangga membuat protein "antibeku" (ice blocker) yang dapat mencegah: ■ nukleasi es.  PERTUMBUHAN KRISTAL ES  freeze drying (lyophilisation)  Tekanan udara diturunkan dan panas diberikan hanya untuk mensublimasikan es. Air terikat memiliki titik didih lebih tinggi. kapasitas penguapan maksimum pengering drum dapat mencapai 80 kg H2O/hr m2. 4. Suhu permukaan drum turun karena pendinginan oleh evaporasi tadi. “Grating” pisau Heated transport – screw Tangki penyimpanan Dalam operasinya. Fleksibel dan cocok untuk beberapa pengeringan tapi dalam jumlah kecil. (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Beberapa permasalahan yang timbul pada drum dryer yang mengakibatkan kinerja pengeringan tidak konsisten antara lain: terjadi fluktuasi kadar air dan ketebalan bahan. seperti pasta dan pati gelatinized atau dimasak. menghasilkan kecepatan kristalisasi yang rendah.  Kelemahan: Sangat mahal. 5. air pada bahan akan mencapai titik uapnya dan ter-evaporasi sehingga tertinggal bahan keringnya saja.  Produk memiliki kandungan air 2-6% (hanya terbentuk satu lapis molekul air). dan suhu permukaan drum mungkin berbeda-beda sepanjang drum. Pengering drum dapat menghasilkan produk pada tingkat antara 5 kg hr -1 m-2 dan 5 kg hr-1 m-2. Uap sampai suhu 200oC dari dalam drum akan memanaskan permukaan bagian permukaan drum. sehingga suhu bahan meningkat. Produk/hasil yang diperoleh lebih bersih dan higienis.air terikat berperan mengatur jalannya evaporasi. didinginkan hingga di bawah titik cair.  Tekanan udara harus cukup rendah (< dari tekanan uap air)  Suhu bahan tidak boleh meningkat dan es tidak boleh mencair  SUPERCOOLING  Pendinginan lambat – menghasilkan kristal es yang besar di luar sel  Supercooling: Membekukan air pada suhu yang sangat rendah (jauh di bawah titik beku). Tahap suhu produk naik Setelah sejumlah air bebas terevaporasi.

Setelah di pisahkan. Cara kerja Atomizer yaitu pertama cairan akan masuk melalui lubang cairan dan menuju pipa tengah atomizer. Pencelupan (dip feed): dapat diterapkan pada single drum atau double drum dryer. Banyaknya bahan yang disemprotkan dapat dikontrol melalui pipa penyemprotnya Percikan: bahan yang akan dikeringkan dipercikkan ke drum pengering. a.dialirkan ke nozzle. Drum pengering Feeding “Grating” pisau Heated transport – screw 5. dan kecepatan roll bisa bisa jadi tidak sama dengan kecepatan rotasi drum. Liquid masuk salurannya dengan tekanan pompa sehingga dapat terjadi pengkabutan/ atomisasi. Keputusan pemilihan metode feeding biasanya berdasarkan percobaan-percobaan sebelumnya. Filter terbuat dari serat khusus anti lengket. Pengkabutan merupakan fungsi dari tekanan. bisa menggunakan wadah yang lebih kecil. Stirrer berfungsi untuk menghindari aglomerasi bahan basah dan aliran saluran membentuk selama pengeringan.  Tidak dapat memproses bahan/material yang mengandung garam tinggi (asin) atau bersifat korosif karena berpotensi terjadi lubang pada permukaan drum. sehingga menghindari sudut mati. Peristiwa pengontakkan ini menyebabkan air dalam bentuk tetesan-tetesan tersebut mengering dan berubah menjadi serbuk. Tempatnya diudara kering dan panas Proses pengeringan dengan spray drying secara umum terdiri dari 3 tahapan yaitu: - - pemanasan (heater). sehingga bahan tidak terlalu lama terpapar panas. udara sebelum memasuki ruang kerja mesin fluid bed dryer di saring melalui pre filter dan filter akhir dan melewati ruang 1. Penyemprotan (spray feed): bahan yang akan dikeringkan disemprotkan ke permukaan drum. Kelembaban produk ditarik keluar oleh kipas sehingga produk menjadi kering dan menjadi rata di setiap butiran dengan kadar kekeringan yang sama di bawah 1%. Pemilihan cara feeding yang tepat juga sangat penting. Makin sempit lubang maka makin baik pengkabutannya. c. serbuk kemudian kembali diturunkan suhunya sesuai dengan kebutuhan produksi. Bahan yang terfluidisasi fluida di kontainer mesin secara teratur. Pipa penyemprot bisa diletakkan di bagian bawah drum. Distribusi bahan yang akan dikeringkan di permukaan drum harus seragam. Di dalam kontainer fluid bed dryer di berikan penambahan optional pengaduk/ stirrer.  Throughput (kecepatan hasil pengeringan per satuan waktu) relatif rendah dibandingkan dengan spray drying. Selanjutnya proses pemisahan antara uap panas dengan serbuk dilakukan dengan cyclone atau penyaring. Merupakan metode yang paling sederhana. c. Untuk bahan yang tidak tahan panas. Air dari bahan yang telah berbentuk tetesan-tetesan setelah proses pengkabutan kemudian di kontakan dengan udara panas. Kontainer dan ruang kerja fluid Bed Dryer mempunyai struktur bulat tabung . Metode ini cocok untuk bahan yang agak padat. 4. dipanaskan ke suhu yang diinginkan oleh pemanas. Tangki penyimpanan 2. b. Pertama-tama seluruh air dari bahan yang ingin dikeringkan. 5. garam atau komponen korosif lainnya.efektif untuk bahan yang kental dan lengket. Udara dan cairan bertemu di ujung nosel dan disemprotkan bersama. Lubang keluar cairan dapat dipersempit dengan memaju mundurkan "setelan dalam". sebagian drum dicelup dalam dulang berisi bahan yang akan dikeringkan Bahan ini nantinya terbawa di permukaan drum seiring berputarnya drum. . Nip feed: bahan yang akan dikeringkan dipompa langsung atau melalui pipa spray di celah antara dua drum. Roll: bisa digunakan pada single atau double drum dryer. Pengeringan hamparan terfluidisasi (Fluidized Bed Drying) merupakan proses pengeringan dengan memanfaatkan aliran udara panas dengan kecepatan tertentu yang dilewatkan menembus hamparan bahan sehingga hamparan bahan tersebut memiliki sifat seperti fluida.  Biaya tinggi untuk perubahan permukaan drum karena presisi mesin sangat dibutuhkan.  Khusus produk yang mengandung kadar gula tinggi seperti tomat pure tidak mudah dipisahkan dari drum karena thermoplasticity dari suhu bahan. Udara dingin ditarik ke kontainer mesin melalui ruang kerja fluid bed dryer. Mesin pengering jenis ini dipakai untuk mengeringkan bahan yang berbentuk larutan kental (viscous) serta berbentuk pasta (cream).a. 4. Jarak antara dua drum bisa diatur untuk mengatur ketebalan bahan. Memasukkan bahan serbuk/ granula/ butiran tersebut ke dalam ruang pengering.  Luas kontak permukaan bahan dengan udara lebih rendah dibandingkan dengan jenis pengeringan lainnya seperti spray drying atau fluidized bed drying. Pada tekanan dan voskositas konstan. maka pengakabutan merupakan fungsi ukuran lubang. penyemprotan moisture udara yang berputar dan penguapan 3.  Kemungkinan panas produk dapat memberikan rasa „masak‟ dan pudarnya warna karena kontak langsung dengan suhu tinggi di permukaan drum. kekentalan dan ukuran lubang. Sedang udara (gas) masuk melalui lubang masuk udara kemudian masuk antara pipa luar dan pipa dalam. Metode ini cocok untuk bahan yang tingkat sedimentasinya tinggi. Drum dryer terdiri dari lima bagian: 1. Spray drying Bahan berupa cairan yang larut dalam pelarutnya. Atomisasi b. 2. Diseprotkan (bahan dalam ukuran kecil atau reaksi pengabutan). Udara yang menyelimuti "pipa dalam" keluar di ujung atomizer bersama kabut cairan. - pemisahan pada produk kering dengan udara keluar. Kualitas lapisan yang dikeringkan di permukaan drum secara langsung berpengaruh terhadap kualitas hasil pengeringan. Jarak antara roll dan drum bisa diatur. Proses pengeringan dengan alat drum drying pada umumnya dilakukan terhadap bahan larutan suspensi atau pasta yang memenuhi kriteria sebagai berikut: Secara mekanik tidak dapat dipisahkan dengan cairan Bahan yang sensitif terhadap panas dan tidak tahan pada temperatur tinggi dalam waktu yang lama Mengandung partikel-partikel halus Tidak mengandung kadar gula tinggi. d. Pada metode ini. 3. Jadi udara menyelubungi pipa dalam. diubah ke dalam bentuk butiran-butiran air dengan cara diuapkan menggunakan atomizer.