You are on page 1of 5

3.

KISAH NABI NOH

NABI NOH
PENCIPTA KAPAL PERTAMA Kalau benarlah apa yang di katakan oleh Hisyam bin Muhammad bin as-Saib al-Kalby, bahawa Adam dan Hawa mula pertama diturunkan Allah ke permukaan bumi, di daerah pergunungan yang paling subur bernama Gunung Nut, India. Sedang menurut Ahmad Zaky, Gunung Nut itu nama aslinya adalah Gunung Rahun, dimana Adam pertama kali diturunkan. Di sanalah Adam dan Hawa hidup dan berketurunan. Di antara keturunan Adam dan Hawa ada yang hidup berpindah randah, tentu saja dengan tujuan mencari tempat yang lebih baik, udara yang lebih nyaman, atau penghasilan yang lebih mudah mendapatkannya. Dengan jalan begitu, manusia makin lama makin banyak jumlahnya, dan daerah yang mereka tempati semakin luas pula, berkembang ke Timur dan ke Barat, ke Utara atau ke Selatan. Beberapa abad kemudian, dunia ini menjadi ramai dan semakin ramai. Pada abad pertama sampai kelima menurut Said yang diambil dari perkataan Qatadah (Sahabat Rasulullah s.a.w.), mereka boleh dikatakan hidup dalam keadaan aman dan tenteram, dengan kepercayaan yang benar sesuai dengan ajaran Adam dan Hawa yang sangat giat menunjuki akan anak turunan-nya agar jangan sampai tersesat dan celaka, seperti apa yang sudah terjadi antara adik dan kakak yang bernama Qabil dan Habil. Tetapi dalam abad-abad yang berikutnya, iaitu kira-kira pada turunan yang kelima atau keenam dari Adam dan Hawa, mulailah timbul kerosakan dalam kepercayaan mereka. Ajaran Adam dan Hawa nenek moyang mereka, sudah mereka lupakan. Lalu timbullah berbagai-bagai kerosakan, kekacauan atau perselisihan antara mereka. Diriwayatkan oleh Atiyah dari Ibnu

Abbas r.a., bawah manusia di saat wafatnya Adam semuanya baik dan beriman, tetapi kemudian hampir seluruhnya menjadi seperti binatang binatang yang tidak mempunyai akal. Dan karena itulah Allah lalu mengutus Nabi-nabi dan Rasul-rasul, untuk membimbing mereka, dengan memberi khabar gembira dan ancaman. Nabi pertama yang diutus Allah, iaitu Nabi Idris a.s. kira-kira dalam abad keenam sesudah Adam. Tetapi Nabi Idris ini mereka dustakan, sampai Nabi Idris ini diangkatkan Allah ke Tempat Tinggi (wafat). Sepeninggalan Nabi Idris a.s., di antara manusia yang hidup kafir dan jahat seperti binatang itu, ada pula beberapa orang yang hidup secara baik, sehingga mereka dicintai oleh kaum kerabat dan orang orang yang ada di sekitar mereka. Di antara mereka itu ada lima orang yang amat masyhur, iaitu yang bernama: Wad, Suwaa, Yaghuth, Yauuq dan Nasr. Menurut Hisyam, kelima-lima orang yang baik ini mati serentak berturut turut dalam satu bulan, sehingga menyebabkan kegemparan yang amat sangat bagi keluarga dan orang-orang yang mencintai mereka itu. Kemudian salah seorang dari kerabat yang sangat cinta mengusulkan kepada teman-teman dan kaum kerabat, agar bagi kelima orang baik yang telah meninggal dunia itu, dibuatkan gambar berupa patung yang menyerupai mereka, sekadar untuk kenang kenangan supaya melepaskan teragak atau rindu hati terhadap masing-masing mereka. Usul ini diterima orang banyak dengan gembira. Lalu di carilah orangorang yang pandai menggambar dan mematungkannya. Mereka buatlah lima patung (berhala) yang pertama di dunia ini, yang masing-masingnya mereka beri nama dengan nama nama dari orang yang meninggal itu, iaitu Wad, Suwaa, Yaghuth, Yauuq dan Nasr. Begitulah, patung-patung itu sering mereka datangi untuk melihatnya, mereka hormati, kadang-kadang dengan upacara-upacara tertentu. Demikianlah terjadi pada abad pertama.

1

Hampir seluruh umur yang diberikan Allah kepada Nabi Noh yang lamanya 950 tahun itu. mereka puja-puja. tajam pemikiran atau akalnya. Dan di abad kedua belas sesudah Adam ini. dengan segiat-giatnya. Sedikit sekali mereka yang percaya kepada Noh dan mengiakan pelajarannya. KISAH NABI NOH Menurut at-Tabary. sampai wafatnya. Tidak sesuai dengan jumlahnya manusia. Dengan sabar dan tak putus asa. seluruh manusia sudah menyembah patung-patung tersebut. saban diberi khabar suka dengan Syurga Allah. setiap diperingatkan akan azab dan seksa Tuhan. Reaksi dari mereka yang engkar itu bukan semakin berkurang. Tetapi amatlah sulitnya. Bukan sekali dua kali. Dalam abad ketiga. Berkata Ibnul Kalby dari Ibnu Salih. Nabi Noh menghadapi mereka. umur Nabi Noh ini 950 tahun. Nabi Noh a. dengan membawakan alasan-alasan yang lengkap. iaitu dalam masa 500 tahun atau 5 abad lamanya. Kerananya Allah lalu mengutus Nabi Noh a. siang dan malam. terlalu sedikit hasilnya. bukan dalam waktu sebulan-dua bulan. Mereka katakan. mengejek dan lain-lain sebagainya.s. mitos atau kepercayaan-kepercayaan yang bersifat mistik. mulalah timbul dogma-dogma. Langit dan bumi. bahkan beratus tahun. tetapi dalam waktu berpuluh. yang semuanya terdiri dari orang-orang yang lemah dan melarat saja. laut dan darat. dapat menangkis kalau berdebat. nama-nama tersebut sesudah ditaarifkan. Menurut al-Quran. Dalam pada itu timbullah berbagai bagai cerita dongeng tentang patung patung atau berhala berhala tersebut. bersifat sabar dan tenang. mereka menutup anak telinga masing-masing. Dalam masa 5 abad itu. maka mereka menentangnya. tidak percaya. iaitu dibahasa-Arabkan. terus-menerus mencuba membelokkan kaumnya dari kekafiran menyembah patung-patung tersebut. hanya berhasil mendapatkan pengikut 70 atau 80 orang saja. Pada abad kedua. Dengan kesabaran dan keterangan-keterangan yang terang dan jelas elas. tidak cocok dengan kegiatan dan kebijaksanaan yang sudah diberikan Nabi Noh. iaitu sesudah dilbranikan dari bahasa aslinya. untuk memperbaiki keadaan mereka yang sudah rosak itu. tetap mem-bantah dan membesarkan diri. Sungguhpun begitu. karena dengan penghormatan itu patung-patung tersebut dapat mendatangkan manfaat dan syafaat bagi mereka. Nabi Noh itu adalah seorang fasih berkata kata. atau setahun-dua tahun. kata mereka. Nabi Noh diutus Allah menjadi Nabi dan Rasul ketika berumur 480 tahun. dipergunakan Nabi Noh sebagai alasan dan bukti atas keagungan Allah atas kekuasaanNya. Timbullah kepercayaan menyembah patungpatung.s. 2 .3. tanpa mengenal lelah. antara Adam dan Noh adalah 12 abad lamanya. Yang lain tetap engkar. bahawa nenek-moyang kita sampai menghormati patung patung itu. setiap kali Nabi Noh membawa mereka kepada menyembah Allah. Tidak lebih jumlah mereka yang menurut ini daripada 80 orang saja. bahawa menurut Ibnu Abbas r. dengan kepandaian berkata dan berbicara. dipakaikan dengan segiat giatnya untuk membelokkan kekafiran kaumnya itu. cerita-cerita yang sangat mempengaruhi jiwa manusia yang mendengarkannya. Lalu patung-patung itu mereka sembah. cara membesarkan dan menghormati patung-patung itu makin ditingkatkan. dan patung-patung itulah tuhan. dan atas keesaan Allah. bahkan mereka menyombong dan mengejek serta mencuba membantah seruan Nabi Noh.a. siang dan malam.

karena kami tidak akan dapat mengikuti jejak mereka. ya Noh. Ketahuilah bahawa Allah kuasa atas tiap-tiap sesuatu. Sedangkan kami ini orang orang yang mulia. Kalau diutus kepada kami seorang Malaikat. yang berkuasa dan dikuasai. yang jadi raja dan yang jadi budak. tidak mengharapkan fikiran dan pertolongan orang lain. sambil mengeluh dan mengadu. yang kaya dan yang miskin. Sehabis perdebatan itu. dimana kamu pasti menyesal nanti. bukan rahmat Allah yang kamu tuntut. dimana disamakan sang raja raja dengan rakyat murba. dan mereka akan menurunkan turunan yang jahat dan engkar saja. kalau engkau orang yang benar. dengan keterangan-keterangan yang dapat melemahkan dan mengalahkan hujah mereka: Dapatkan gerangan kamu memutar jalan matahari dengan kepandaianmu. kami tidak dapat menganut agama yang mereka anut yang engkau ajarkan itu.3. barangkali dapat kami mengikutnya. Dapatkah kamu hidup kalau tidak dengan udara yang dijadikan Allah? Mereka menjawab lagi dengan sanggahan yang baru dan dibuatbuat: Kalau engkau benar-benar orang yang mencintai sesama manusia. janganlah dibiarkan tinggal di bumi ini orang-orang yang engkar seorang pun. mereka akan menyesatkan hamba-hambaMu. Kalau Allah menghendaki akan diseksanya kamu. lalu berkata kepada Noh: Hai. orang yang kaya dengan orangorang yang miskin. bahkan engkau kami pandang orang yang dusta. KISAH NABI NOH malah bertambah hebat dan meningkat juga. dan kalau Allah suka datanglah seksaan itu selekas-lekasnya kepada kamu. Nabi Noh menjawab: Bahawa agama ini buat kamu sekalian. Nabi Noh menambah lagi dengan sabar: Sungguh kamu orangorang yang bodoh sekali. dan telah lebih dari cukup banyaknya. Noh. sedang kami biarkanlah saja. mengiakan katanya. lalu berfirman: Engkau perbuatlah kapal dengan pertolongan dan petunjuk-petunjuk Kami dan janganlah engkau pohonkan 3 . dan janganlah kamu berputus asa atas apa apa yang mereka perbuat. datangkanlah kepada kami (seksa) yang engkau katakan itu. minta petunjuk petunjuk yang baru. buat apa kami mengikuti engkau. Noh menghadapinya dengan sabar dan tenang saja. Bukankah orang-orang yang mengikuti engkau itu. akhirnya Nabi Noh berdoa kepada Allah: Ya Allah. dan dikabulkanNya. orang-orang yang rendah dan bodoh belaka. tentang akal dan fikiran. Doa Nabi Noh ini didengar oleh Allah. Akhirnya Allah menurunkan wahyu kepada Noh: Tidak akan beriman kaummu itu selain orang-orang yang telah beriman itu. dengan tidak mengecualikan yang pintar dan yang bodoh. bukan lebih dari kami tentang harta. dengan kesabaran yang ada padanya. orang-orang yang mulia dengan orang yang hina-dina. Mereka berkata kepada Nabi Noh: Bukankah engkau manusia biasa seperti kami juga. sebab kalau engkau biarkan mereka tinggal. Debat ini bertambah sengit juga. berkedudukan dan pekerjaan yang tinggi-tinggi. engkau sudah debat kami. tentang pemandangan. cukup kepandaian dan kepintaran Engkau sendiri. Nabi Noh selamanya bermunajat dan berdoa kepada Allah. cintailah orang-orang yang telah mengikutimu itu saja. mengemukakan perasaan hati dan bermohon ampun atas kelemahannya. tetapi mereka rupanya telah sempit dada. atau mencapai bintang dengan tanganmu? Dapatkah kamu beroleh terang kalau tidak karena matahari yang diciptakan Allah. Semua itu dijawab oleh Nabi Noh dengan jawapan yang tegas tepat. kamu minta seksaan Allah. Sehabis berjuang dan berusaha.

KISAH NABI NOH pertolongan kepadaKu tentang nasib orang-orang yang zalim itu. sedang seksaan itu akan terjadi. mata Nabi Noh terpandang kepada seorang anaknya yang bernama Kanan. menghindarkan diri masing-masing dari bahaya maut. karena ia masih percaya akan dapat menghindarkan dirinya dari seksaan yang nyata itu dengan kekuatan dan fikiran yang ada padanya. kami akan mengejek kamu pula nanti sebagai kamu mengejek kami ini. anakku! Mari bersama kami. sedang di sini tidak ada laut dan sungai? Apakah engkau akan tarik dengan lembu kapal itu atau akan engkau terbangkan di udara? Di bawah serangan ejekan itu Nabi Noh terus bekerja dan hanya berkata: Bila kamu tetap mengejek kami. selalu mengejek dan memperolok-olokkannya dengan berbagai bagai kata dan bicara. Seruan bapaknya itu dijawab dengan sombong pula: Saya akan mencapai puncak gunung yang tinggi itu. Terbukalah pintu-pintu langit. panggilan yang penghabisan: Hai. Nabi Noh mulai membina kapal dengan mempergunakan kayu dan paku. agar bila seksa itu telah datang. mendakwakan yang engkau Nabi dan Rasul. tetapi akhirnya tenggelam juga. Noh dan pengikutnya terus bekerja. berteriak melolong lolong. ada pula yang berenang menuju ke bukit yang tinggi-tinggi yang menurut kiranya tidak akan tercapai oleh banjir yang bagaimana hebatnya. Hanya sekarang menunggu bagaimana perintah Allah selanjutnya. menggenangi tanah yang tinggi dan yang rendah. sehingga sempurnalah pembikinan kapal itu. sedang dari bumi terpancar sumber-sumber air yang besar-besar. Air banjir semakin naik juga sehingga telah mencapai rumah-rumah dan bukit-bukit. dengan membawa semua orang yang beriman dan binatang ternaknya yang berpasang-pasangan. Dengan kegemparan yang luar biasa. sehingga dari langit itu tercurah air sebesar-besarnya jatuh ke bumi. Cinta kepada anak memaksa Noh memanggil anaknya yang malang itu.3. manusia manusia engkar itupun berlompatan ke sana-sini tidak keruan tujunya sebagai se gerombolan keldai dikejuti singa. sehingga saya akan terlepas dari banjir ini. Ada yang berkata: Engkau selama ini. kenapa had ini kami lihat engkau menjadi tukang kayu? Apa engkau sudah bosan menjadi Nabi dan ingin menjadi tukang kayu? Ada pula yang mengejek: Apa gunanya kapal yang engkau buat itu. ya karena cinta kepada anak 4 . di suatu tempat dekat kota. ada yang naik memanjat batang kayu yang tinggi. Noh dan pengikut-pengikutnya segera naik ke kapal itu. Dan tiap orang yang lalu di tempat itu. hai Noh. Ketika Nabi Noh berdiri di tempat yang tertinggi di atas kapalnya. Ada yang naik ke atas atap rumah rumah tetapi tercapai juga oleh air banjir. sehingga dalam sebentar waktu permukaan bumi digenangi air banjir yang luar-biasa hebatnya. janganlah engkau bersama orang-orang yang kafir itu ! Seruan yang penghabisan di saat yang genting begitu rupa itupun tidak dapat diterima oleh otak dan perasaan anak yang derhaka itu. mereka semuanya akan tenggelam. anak yang engkar yang tidak tunduk kepadanya sedang berjuang dengan maut menggabai-gabai mencari tempat yang tinggi. Noh berkata lagi kepadanya. dan akan kamu ketahui sendiri nasibnya orang-orang yang kena seksa itu. Dalam pada itu Tuhan telah mewajibkan kepada Noh. sedang Nabi Noh dan pengikut-pengikut-nya sewaktu itu telah berada di atas kapal yang mereka perbuat selama ini.

Anak itupun lenyap ditelan ombak yang sedang bergulung gulung. Nuh dan pengikutnya kembali ke kampung-halamannya menghirup udara baru yang penuh dengan berkat dan pertolongan Allah. Banjir dahsyat dan gelombangnya yang bergulung itu telah dapat menelan semua manusia yang engkar. lalu Nabi Noh bermohon ampun atas segala dosa dan kesalahannya: Aku berlindung diri kepadaMu. dan kalau Engkau tidak beri ampun atas saya. bukankah anakku itu termasuk keluarga saya sendiri? Allah menurunkan ilham kepada Noh. Allah ilhamkan pula kepada Noh. atas apa-apa yang sudah saya mohon yang saya sendiri tidak tahu betul. selain Tuhan Yang Maha Pengasih. bahawa anak itu bukan ahlimu lagi dan tidaklah termasuk menjadi keluargamu siapa saja yang kafir dan derhaka: Kami hanya berhak menolong orang orang yang iman saja. 5 . sungguh saya akan tergolong orang orang yang merugi. Nabi Noh insaf akan ajaran yang di terimanya dari Allah lalu menengadahkan kedua telapak tangannya bersyukur kepada Allah yang telah memelihara kaumnya yang beriman terlepas dari seksa. tinggallah Nabi Noh melihat dengan sedih dan berkata: Ya Allah.3. Kapal Nabi Noh terhenti di atas puncak Gunung Judy yang sampai sekarang orang-orang pintar sedang mencari bekas bekasnya. ya Tuhanku. agar Nabi Noh jangan minta minta lagi kepada Tuhan tentang apa yang tidak diketahuinya dengan berfirman: Aku ajari engkau (ya Noh) tentang apa yang engkau masih jahil. sedang bumi telah menghisap semua air yang ada di atas datarannya. Langit mulai tertutup dan berhenti mencurahkan air. KISAH NABI NOH sendiri: Hari ini tidak ada yang dapat melindungi dari seksa.