You are on page 1of 18

ASUHAN KEBIDANAN PATOLOGI

PADA Ny.H G1P0A0 UMUR 24 TAHUN DENGAN PANGGUL SEMPIT DI RS HARAPAN JAYA

DISUSUN OLEH

Citra Ratnasari ( G0E010014 ) Esti Wulandari ( G0E010022 )

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG TAHUN 2010/2011 KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat kemurahanNya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan kami membahas tentang Persalinan dengan Panggul Sempit. Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman tentang Persalinan dengan Panggul Sempit dalam gangguan reproduksi.

Dalam

proses pendalaman materi ini,

tentunya kami mendapatkan bimbingan, kami

arahan, koreksi dan saran, untuk itu rasa terima kasih yang dalam-dalamnya sampaikan : 1. Dian Nintyasari, S.SiT, selaku dosen mata kuliah Ibu Bersalin Patologis

2. Rekan-rekan mahasiswa yang telah banyak memberikan masukan untuk makalah ini. 3. Keluarga dan teman terdekat yang selalu memberikan motivasi dan doa untuk kami dalam menyelesaikan makalah ini. Demikian makalah ini kami buat semoga bermanfaat bagi para mahasiswa dan semua yang membaca makalah ini. Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Mohon kritik dan saran yang membangun untuk makalah ini agar menjadi makalah yang lebih baik.

Semarang, 20 November 2011

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I : PENDAHULUAN A.Latar Belakang B. Pengertian Panggul Sempit C. Tujuan BAB II : TINJAUAN TEORI A. Definisi B. Pembagian Panggul C. Macam Macam Panggul D. Gejala Yang Muncul E. Cara Mengatasi Panggul Sempit Pada Persalinan BAB III : TINJAUAN KASUS BAB IV : PENUTUP

A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Persalinan adalah suatu proses dimana fetus dan plasenta keluar dari uterus, ditandai dengan peningkatan aktifitas myometrium (frekuensi dan intensitas kontraksi) yang menyebabkan penipisan dan pembukaan serviks serta keluarnya lendir darah ("show") dari vagina. Lebih dari 80% proses persalinan berjalan normal, 15-20% terjadi komplikasi persalinan. UNICEF dan WHO menyatakan bahwa hanya 5% -10% saja yang membutuhkan seksio sesarea. Dari data WHO 1999, Terdapat 180-200 juta kehamilan setiap tahunnya dan 585 ribu kematian wanita hamil berkaitan dengan komplikasi. 24.8% terjadi perdarahan, 14.9 % infeksi, 12,9 % eklampsia, 6,9 % distosia saat persalinan, 112,9 % aborsi yang tidak aman, 27 % berkaitan dengan sebab lain. Sedangkan sebab utama kematian ibu di Indonesia adalah perdarahan, Infeksi, eklampsia, partus lama dan komplikasi abortus.

B.

Pengertian Panggul Sempit Ada 2 definisi panggul sempit, yaitu secara anatomi dan secara obstetri. Secara anatomi berarti panggul yang satu atau lebih ukuran diameternya berada di bawah angka normal sebanyak 1 cm atau lebih. Pengertian secara obstetri adalah panggul yang satu atau lebih diameternya kurang sehingga mengganggu mekanisme persalinan normal.

Pengertian ini jangan dicampur-adukkan dengan disproporsi (ke-tidak-seimbangan) secara umum. Contohnya panggul ukuran normal tetapi bayi ukurannya besar sehingga tidak seimbang antara ukuran bayi dengan jalan lahir. Panggul sempit tetap bayinya kecil/prematur maka masih bisa bayinya lahir secara normal. C. Tujuan a. Tujuan Umum Menjelaskan komplikasi persalinan kala II dengan panggul sempit. b. Tujuan Khusus Untuk mengetahui cara mengatasi panggul sempit saat persalinan.

BAB II TINJAUAN TEORI

A.

Defenisi Persalinan adalah proses fisiologi dimana uterus mengeluarkan atau berupaya mengeluarkan janin dan plasenta setelah masa kehamilan 20 minggu atau lebih dapat hidup diluar kandungan melalui jalan lahir atau jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan. Kala II persalinan dimulai saat pembukaan serviks mencapai maksimum diakhiri dengan lahirnya janin. Pembukaan cerviks yang lengkap, ibu ingin mengejan dan turunya presentasi kepala menandai kala II persalinan dengan kontraksi uterus berlangsung selama 1 menit dan fase istirahat miometrium tidak lebih dari satu menit. Komplikasi persalinan adalah kelainan-kelainan atau penyulit-penyulit yang timbul pada saat persalinan yang bisa membuat persalinan beresiko atau tidak normal.

B.

Pembagian Panggul Saluran (kanal) pelvis yang menjadi jalan janin selama persalinan terdiri dari pintu atas panggul, rongga panggul, dan pintu bawah panggul. Pintu atas panggul atau inlet, bagian belakangnya dibatasi oleh promontorium dan ala ossis sacri, sedangkan bagian depan oleh tu lang-tulang pubis. Pada pelvis normal wanita, pintu atas panggul berbentuk bulat kecuali pada promontorium sakrum yang menonjol. Rongga panggul adalah kanal yang melengkung diantara pintu atas dan pintu bawah panggul. Pada pelvis normal wanita rongga ini berbentuk sirkuler, melengkung ke dalam dan seluruh diameternya berukuran sekitar 12 cm. Pintu bawah panggul berbentuk seperti wajik (diamond) dan bagian anterior dibatasi oleh arkus pubis dimana pelvis normal wanita membentuk sudut 900. Pada bagian lateral dibatasi oleh spina iskiadika dan dibagian posterior oleh koksigis dan ligament sakro-tuberosa.

C. Macam-Macam Panggul 1. Panggul ginekoid

Jenis panggul yang paling banyak pada wanita normal, mempunyai diameter terbaik untuk lahirnya janin tanpa komplikasi.28 Pintu atas panggul tampak berbentuk bulat atau agak lonjong/ellips. Diameter transversal dari bidang pintu atas panggul (pap) lebih panjang sedikit dari diameter antero-posterior dan hampir seluruh daerah pap merupakan ruangan yang terpakai untuk kepala janin. Dilihat dari bidang pintu atas panggul, panggul menyerupai silinder tanpa penyempitan dari bidang pintu atas panggul sampai bidang pintu bawah panggul. Bentuk panggul ini ditemukan pada 45% wanita. 2. Panggul anthropoid Panggul yang memiliki suatu bentuk agak lonjong seperti telur, pada bidang pintu atas panggul dengan diameter terpanjang antero-posterior. Oleh karena segmen posterior panjang dan sempit, kepala janin tegak lurus terhadap diameter transversal dari pintu atas panggul. Arkus pubis sempit dan lebarnya kurang dari 2 jari, sehingga menyebabkan penyempitan pintu bawah panggul. Bentuk panggul ini ditemukan pada 35% wanita. 3. Panggul android Panggul mirip laki-laki, mempunyai reputasi jelek dan lebih jarang dijumpai dibanding bentuk ginekoid. Panggul android ditandai oleh daerah segmen posterior yang sempit dengan ujung sakrum menonjol ke depan dan segmen anterior relatif panjang. Dilihat dari pintu atas panggul tampak seperti bentuk segitiga, tulang-tulang dari panggul android umumnya berat sehingga ruangan untuk penurunan kepala juga terbatas. Spina iskiadika menonjol ke dalam jalan lahir dan pintu bawah panggul menunjukan suatu arkus pubis yang menyempit. Bentuk panggul ini ditemukan pada 15% wanita 4. Panggul platipelloida Panggul berbentuk datar dengan tulang-tulang yang lembut, jenis panggul ini paling jarang dijumpai dan jumlahnya kurang dari 5% ditemukan pada wanita. Pintu atas panggul lebih jelas terlihat dimana menunjukan pemendekan dari diameter antero-posterior, sebaliknya diameter transversal lebar. D. Gejala yang Muncul Wanita dengan tinggi kurang dari 1,5 meter dicurigai panggul sempit (ukuran barat). Pada pemeriksaan kehamilan, terutama kehamilan anak pertama, kepala janin belum masuk pintu atas panggul di 3-4 minggu terakhir kehamilan. Bisa juga ditemukan perutnya seperti pendulum serta ditemukan kelainan letak bayi. Pada kehamilan pertama, biasanya dilakukan pemeriksaan kapasitas rongga panggul pada usia kehamilan 38-39 minggu, baik secara klinis (dengan periksa dalam /VT) atau dengan alat seperti jangka ataupun radio diagnostik (X-ray, CT-scan atau Magnetic resonance imaging (MRI). Berikut ini adalah cara untuk menilai panggul sempit secara klinis (dengan pemeriksaan dokter tanpa alat) : Metode Pinard o Pasien mengosongkan kandung kemih dan rektum. o Pasien dalam posisi semi duduk. o Tangan kiri mendorong kepala bayi kearah bawah belakang panggul sementara jari tangan kanan di posisikan di tulang kemaluan (simfisis) untuk mendeteksi ketidak seimbangan kepala dengan jalan lahir (disproporsi). E. Cara Mengatasi Panggul Sempit Pada Saat Persalinan

Derajat panggul sempit ditentukan oleh ukuran/jarak antara bagian bawah tulang kemaluan (os pubis) dengan tonjolan tulang belakang (promontorium). Jarak ini dinamakan konjugata vera. Dikatakan sempit Ringan: jika ukurannya 9-10 cm, Sempit sedang: 8-9 cm, sempit berat: 6-8 cm dan sangat sempit jika kurang dari 6 cm. Untuk panggul sempit ringan masih bisa dilakukan persalinan percobaan sedangkan mulai sempit sedang dan seterusnya dilakukan persalinan dengan operasi cesar.

BAB III TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU BERSALIN

Tanggal masuk Tempat

: 20 November 2011 : RS Harapan Jaya

No register: 110014

I.

PENGKAJIAN Tanggal Jam : 20 November 2011 : 09.00 WIB

A. DATA SUBYEKTIF 1. Identitas Identitas Pasien Nama Istri Umur Suku Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat : Ny. S : 24 Tahun : Jawa : Islam : SMA : IRT : Jl. Salak No.25, Semarang

Penanggung Jawab/Suami : Nama Umur Suku Agama Pemdidikan Pekerjaan Alamat : Tn. U : 26 Tahun : Jawa : Islam : SMA : Wiraswasta : Jl. Salak No. 25, Semarang

2. Keluhan utama pada waktu masuk: Ibu mengatakan perutnya kenceng-kenceng Ibu mulai merasakan keluhan sejak tadi pagi Lokasi keluhan pada bagian perut menjalar sampai ke pinggang. Tindakan yang sudah dilakukan adalah vaginal touche 3. Data Kesehatan a. Riwayat kesehatan yang lalu: 1) Ibu mengatakan tidak pernah menderita sakit cacar atau campak 2) Ibu mengatakan tidak sedang menderita penyakit bronchopneumoni, hipertensi, diabetus militus dan penyakit hepatitis. 3) Ibu mengatakan tidak pernah dirawat dirumah sakit 4) Ibu mengatakan tidak pernah dioperasi 5) Ibu mengatakn tidak pernah mengalami kecelakaan 6) Ibu mengatakan tidak pernah melakukan transfusi darah 7) Ibu mengatakan tidak alergi terhadap obat b. Riwayat kesehatan keluarga Ibu mengatakan bahwa keluarganya tidak ada riwayat penyakit menurun dan menahu seperti kanker, TBC, jantung, epilepsi, hipertensi, penyakit darah, diabetes militus, dan ginjal. c. Riwayat penyakit keturunan Ibu mengatakan tidak memiliki riwayat keturunan seperti bayi kembar. 4. Data Kebidanan a. Riwayat Menstruasi: Menarche Banyaknya Siklus Keluhan Warna Lamanya Mens terakhir : 13 Tahun : 2-3 kali ganti pembalut : 30 hari : pegel-pegel pada bagian pinggang : Merah kehitaman : 7-8 hari : 3 Maret 2011

b. Status Perkawinan : Kawin / tdk kawin : kawin Usia kawin pertama : 23 tahun

Lama perkawinan

: 1 tahun

c. Riwayat kehamilan,persalinan dan nifas yang lalu: no Kehamilan Umur Tanggal Jenis partus Tempat Partus Penolong Penyulit

keamilan partus

Keadaan anak dan nifas yang lalu: Anak No Jenis Kelamin BB Kg PB cm Keadaa n anak Laktasi Nifas Perdara han Nifas (hari) Ket

d. Riwayat kehamilan sekarang

HPHT : 3 Maret 2010, HPL :12 Desember 2011 Keluhan : kenceng-kenceng ANC: di Bidan, TM1: 2 kali, TM2: 2 kali, TM3: 3 kali, teratur, TT: 2 kali selama hamil.

e. Riwayat Keluarga Berencana: Ibu mengatakan sebelumnya belum pernah menggunakan alat kointrasepsi. 5. Data Kebiasaan sehari-hari a. Nutrisi Makan Minum Jenis makan Makanan pantang Alergi makan b. Elimnasi BAK BAB c. Istirahat Tidur siang Tidur malam : 1-2 jam : 6-7 jam : 4-5 kali/hari, warna kuning bau khas : 1-2 kali/hari, konsistensi agak keras : 3 kali/hari : 7-8 gelas/hari : Nasi, sayur, lauk pauk, buah : Tidak memiliki makanan pantangan : Tidak memiliki alergi terhadap makanan

Keluhan d. Personal Higiene Mandi Keramas Gosok gigi Ganti baju e. Seksual

: Ibu mengatakan tidak mengalami keluhan

: 2 kali/hari : 3-4 kali/minggu : 3 kali/hari : 2-3 kali/hari

Frekuensi : 1 kali/minggu Ibu mengatakan tidak mengalami keluhan dalam melakukan hubungan seksual. f. Data Psikososial dan Agama Ibu mengatakan hubungan dengan keluarga baik, hubungan dengan masyarakat juga baik. Ibu mengatakan kegiatan ibadah ibu sehari adalah sholat 5 waktu dalam sehari, dzikir, dan berdoa. 6. Data kebiasaan sehari-hari: Ibu mengatakan tidak memiliki kebiasaan merokok, minuman keras, minum jamu, dan kebisaan lainnya. B. DATA OBYEKTIF 1. Pemeriksaan Umum Keadaan umum Kesadaran Vital Sign : Baik : Composmentis : Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi Tinggi Badan Berat Badan sekarang Sebelum hamil Lingkar lengan atas 2. Pemeriksaan Fisik a. Kepala Rambut : Rambut tidak rontok, kulit kepala bersih, rambut lurus : 158 cm : 70 kg : 54 kg : 28 cm : 120/70 mmHg : 36,80 C : 84 kali/menit : 22 kali/menit

Muka Mata

: Tidak pucat, tidak oedema : Konjungtiva merah, sklera putih

Hidung : Simetris, bersih, tidak infeksi Telinga : tidak ada penumpukan sekret b. Leher Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid,tidak ada pembesaran kelenjar limfe, tidak ada pembesaran vena jugularis. c. Dada: Mammae simetris, tidak ada benjolan, putting susu menonjol. d. Abdomen: 1) Inspeksi Pembesaran Linea alba/nigra : memanjang : terdapat linea nigra

Strie albican/livide : terdapat strie albican Bekas operasi 2) Palpasi Kontraksi Leupold I : Sering,teratur : TFU 3 jari dibawah px Bagian fundus teraba bagian janin bulat, lunak, tidak ada lentingan yaitu bokong janin. Leupold I : Puka : teraba tahanan kerasa memanjang yaitu punggung janin. Puki : teraba bagian kecil-kecil janin yaitu ekstremitas janin. Leupold I : Bagian janin teraba bulat, keras, ada lentingan yaitu kepala janin. Leupold I : Kepala belum masuk panggul (Konvergen) : tidak ada

TBJ

: TFU (32 cm) (32 - 12) 155 = 3100 gram

3) Auskultasi DJJ : frekuensi 140 kali/menit, Punctum maximum : punggung e. Genital Pengeluaran Inspekulo : lendir darah : tidak dilakukan

Vagina toucher :

Keadaan jalan lahir : panggul sempit Keadaan portio Pembukaan Effacement Presentasi Penurunan Hodge KK f. Ekstremitas Odema : tidak ada Gerakan : aktif : tebal lunak : 1 cm : 10% : kepala : hodge II : utuh

C.

DATA PENUNJANG 1. PPL : terlampir dengan hasil sbb: Distansia spinarum Distansia cristarum Konjugata externa Lingkar panggul luar 2. PPD 3. USG : Conjugate vera : 22 cm : 24 cm : 15 cm : 70 cm : 8 cm

: terlampir dengan hasil kepala tidak dapat masuk PAP dan panggul sempit.

II.

INTERPRETASI DATA Ny.S G1P0A0 umur 24 tahun, hamil 38 minggu, janin hidup intra uteri, letak membujur, presentasi kepala, konvergen, puka, inpartu kala 1 dengan panggul sempit. DS DO : Ibu mengatakan perutnya kenceng-kenceng. : 1. Inpartu kala 1 fase laten, pembukaan 1 cm. 2. Pada leopod 3 dan leopod 4 di temukan hasil bahwa kepala tidak masuk PAP 3. KU : baik

Kesadaran : composmentis TD Nadi Suhu : 120/70 mmHg : 84 kali/menit : 36,80 C

Pernafasan: 22 kali/menit 4. PPL : Distansia spinarum Distansia cristarum Konjugata externa Lingkar panggul luar 5. PPD : Conjugate vera : 22 cm : 24 cm : 15 cm : 70 cm : 8 cm

III.

DIAGNOSA POTENSIAL 1.Diagnosa Potensial Pada ibu Pada janin : Ruptur uteri : Kekurangan oksigen pada janin, pecahnya ketuban sebelum waktunya, terjepitnya tali pusat dan tekanan pada kepala bayi. 2. Antisipasi Penanganan persalinan panggul sempit dengan tepat.

IV. KEBUTUHAN SEGERA Sectio Sesarea V. RENCANA TINDAKAN Tanggal : 20 November 2011 Jam : 09.15 WIB

1. Beritahu pada ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan. 2. Ajurkan pada ibu untuk menarik nafas panjang dan miring kekiri untuk mengurangi rasa sakit karena kontraksi 3. Beritahukan kepada ibu dan keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan yaitu dengan tindakan Sectio Sesarea 4. Beri pengetahuan pada ibu dan keluarga tentang komplikasi yang akan terjadi baik bagi ibu maupun bagi janin. Bagi ibu akan menyebabkan rahim robek, sedangkan bagi janin dapat menyebabkan hal-hal seperti :kekurangan oksigen pada janin, pecahnya ketuban sebelum waktunya, terjepitnya tali pusat dan tekanan pada kepala bayi. 5. Anjurkan pada keluarga terutama penanggung jawab pasien untuk menandatangani surat persetujuan tindakan (bila keluarga menyetujui). 6. Persiapan untuk pre operasi seperti: a. Persiapan kamar bedah b. Persiapan alat c. Rencana pembedahan seperti: Rencana insisi abdomen, antibiotic, kateterisasi, personalia 7. Bantu ibu untuk mempersiapkan diri pada saat akan dilakukan operasi seperti mengganti pakaian ibu dengan baju opersi. 8. Berikan dukungan kepada ibu untuk tidak takut dalam menghadapi operasi. 9. Berikan keyakinan kepada ibu bahwa operasi akan berjalan dengan lancar. 10. Bimbing ibu untuk berdoa sesuai dengan keyekinan sebelum dilaksanakannya operasi. 11. Antarkan ibu ke ruang operasi.

VI. IMPLEMENTASI Tanggal : 20 November 2011 Jam : 09.20 WIB

1. Memberitahukan pada ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.

2.

Menganjurkan pada ibu untuk menarik nafas panjang dan miring kekiri untuk mengurangi rasa sakit karena kontraksi.

3.

Memberitahukan kepada ibu dan keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan yaitu dengan tindakan Sectio Sesarea.

4.

Memberikan pengetahuan pada ibu dan keluarga tentang komplikasi yang akan terjadi baik bagi ibu maupun bagi janin. Bagi ibu akan menyebabkan rahim robek, sedangkan bagi janin dapat menyebabkan hal-hal seperti :kekurangan oksigen pada janin, pecahnya ketuban sebelum waktunya, terjepitnya tali pusat dan tekanan pada kepala bayi.

5.

Menganjurkan

pada

keluarga

terutama

penanggung

jawab

pasien

untuk

menandatangani surat persetujuan tindakan (bila keluarga menyetujui). 6. Mempersiapkan untuk pre operasi seperti: a. Persiapan kamar bedah b. Persiapan alat c. Rencana pembedahan seperti: Rencana insisi abdomen, antibiotic, kateterisasi dan personalia. 7. Membantu ibu untuk mempersiapkan diri pada saat akan dilakukan operasi seperti mengganti pakaian ibu dengan baju opersi 8. 9. Memberikan dukungan kepada ibu untuk tidak takut dalam menghadapi operasi. Memberikan keyakinan kepada ibu bahwa operasi akan berjalan dengan lancar.

10. Membimbing ibu untuk berdoa sesuai dengan keyekinan sebelum dilaksanakannya operasi. 11. Mengantarkan ibu ke ruang operasi.

VII. EVALUASI Tanggal : 20 November 2011 Jam : 10.45 WIB

1. Ibu dan keluarga telah mengetahui hasil pemeriksaan yang telah dilakukan. 2. Ibu bersedia untuk menarik nafas panjang dan miring kekiri untuk mengurangi rasa sakit karena kontraksi. 3. Ibu dan keluarga telah memgetahui tentang tindakan yang akan dilakukan yaitu dengan tindakan Sectio Sesarea. 4. Ibu dan keluarga telah mengetahui tentang komplikasi yang akan terjadi baik bagi ibu maupun bagi janin. Bagi ibu akan menyebabkan rahim robek, sedangkan bagi janin dapat menyebabkan hal-hal seperti :kekurangan oksigen pada janin, pecahnya ketuban sebelum waktunya, terjepitnya tali pusat dan tekanan pada kepala bayi. 5. Penanggung jawab pasien yaitu suami pasien menyetujui tindakan yang akan dilakukan dan bersedia untuk menandatangani surat persetujuan tindakan. 6. Persiapan pre op telah selesai disiapkan. 7. Ibu telah mengganti pakaian dengan baju opersi. 8. Telah diberikan dukungan kepada ibu agar tidak takut dalam menghadapi operasi.

9. Ibu yakin bahwa operasi akan berjalan dengan lancar. 10. Ibu bersedia untuk berdoa sesuai dengan keyekinan sebelum dilaksanakannya operasi. 11. Ibu telah diantarkan ke ruang operasi. 12.

CATATAN PERKEMBANGAN 2 JAM POST OPERASI Catatan perkembangan 15 menit pertama Post Operasi Tanggal Jam DS : 20 Novem ber 2011 : 11.00 WIB : Ibu mengatakan belum merasakan sakit apapun karena masih dalam pengaruh anestesi DO : 1. Keadaan Umum : composmentis 2. Tanda-tanda Vital: a. Tekanan Darah : 110/70 mmHg b. Nadi c. Pernafasan d. Suhu : 82x/menit : 22x/menit : 36,70C

Catatan perkembangan 15 menit kedua Post Operasi Tanggal Jam DS : 20 November 2011 : 11.15 WIB : Ibu mengatakan belum merasakan sakit apapun karena masih dalam pengaruh anestesi. DO : 1. Keadaan Umum : composmentis 2. Tanda-tanda Vital: a. Tekanan Darah : 110/70 mmHg b. Nadi c. Pernafasan : 82x/menit : 22x/menit

Catatan perkembangan 15 menit ketiga Post Operasi Tanggal Jam : 20 November 2011 : 11.30 WIB

DS

: Ibu mengatakan belum merasakan sakit apapun karena masih dalam pengaruh anestesi.

DO

: 1. Keadaan Umum : composmentis 2. Tanda-tanda Vital: a. Tekanan Darah : 110/70 mmHg b. Nadi c. Pernafasan : 82x/menit : 22x/menit

Catatan perkembangan 15 menit keempat Post Operasi Tanggal Jam DS : 20 November 2011 :12.45 WIB : Ibu mengatakan belum merasakan sakit apapun karena masih dalam pengaruh anestesi DO : 1. Keadaan Umum : composmentis 2. Tanda-tanda Vital: a. Tekanan Darah : 110/70 mmHg b. Nadi c. Pernafasan : 82x/menit : 22x/menit

Catatan perkembangan 30 menit pertama Post Operasi Tanggal Jam DS : 20 November 2011 :12.15 WIB : Ibu mengatakan belum merasakan sakit apapun karena masih dalam pengaruh anestesi DO : 1. Keadaan Umum : composmentis 2. Tanda-tanda Vital: a. Tekanan Darah : 120/80 mmHg b. Nadi c. Pernafasan d. Suhu : 82x/menit : 22x/menit : 370C

Catatan perkembangan 30 menit kedua Post Operasi

Tanggal Jam DS

: 20 November 2011 :12.40 WIB : 1. Ibu mengatakan nyeri bagian perut ke bawah 2. Ibu mengatakan pada ekstermitas bagain bawah terasa kemeng atau pegel

DO

: 1. Keadaan Umum : composmentis 2. Tanda-tanda Vital: a. Tekanan Darah : 120/80 mmHg b. Nadi c. Pernafasan : 84x/menit : 24x/menit

BAB IV PENUTUP

3.1

Kesimpulan Derajat panggul sempit ditentukan oleh jarak antara bagian bawah kemaluan (os pubis) dengan tonjolan tulang belakang promontorium) jarak ini disebut dengan konjugata vera. Untuk panggul sempit ringan masih bisa dilakukan persalinan percobaan sedangkan mulai sempit sedang dan seterusnya dilakukan persalinan dengan operasi cesar.

Pada kasus ini, di lihat dari hasil USG dan pemeriksaan panggul ternyata panggul ibu sempit sedang dan di dapatkan TBJ 3100 gram sehingga persalinan tidak dapat dilakukan pervaginam namun harus dengan operasi cesar.

3.2

Saran Ibu yang hamil sebaiknya memeriksakan kehamilannya secara rutin ke bidan terdekat dan menanyakan tentang kondisi kehamilannya terutama tentang apakah ada komplikasi persalinan panggul sempit dan komplikasi lainnya agar dapat di berikan penanganan secara tepat.

DAFTAR PUSTAKA Pawirohardjo, Sarwono. 2007. Ilmu Kebidanan. Jakarta:YBP-SP. Pawirohardjo, Sarwono. 2008. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta:YBP-SP. Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri Jilid 1. Jakarta:EGC. http://kti-akbid.blogspot.com/2011/03/makalah-komplikasi-persalinan-kala-ii_8059.html