P. 1
Pemanfaatan Media Boneka Tangan Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Dengan Mengembangkan Kosakata Siswa TK Kelompok B Di TK Tunas Sejati Surabaya

Pemanfaatan Media Boneka Tangan Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Dengan Mengembangkan Kosakata Siswa TK Kelompok B Di TK Tunas Sejati Surabaya

|Views: 414|Likes:
Published by Alim Sumarno
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : SARI GITAYANI,
http://ejournal.unesa.ac.id
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : SARI GITAYANI,
http://ejournal.unesa.ac.id

More info:

Published by: Alim Sumarno on Feb 19, 2013
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/27/2015

pdf

text

original

PEMANFAATAN MEDIA BONEKA TANGAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA DENGAN MENGEMBANGKAN KOSAKATA SISWA TK KELOMPOK B DI TK TUNAS SEJATI

SURABAYA
Sari Gita Yani1 , Sulistiowati2 Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya Kampus Lidah Wetan 1 argit_manis@yahoo.com

Abstrak: Media Boneka Tangan adalah sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi dengan salah satu model perbandingan/benda tiruan dari bentuk manusia dan atau binatang. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti bahwa sarana di TK Tunas Sejati Surabaya belum optimal pemanfaatannya, dengan demikian upaya inovasi dan kreatif yang mengarah kepada pencapaian kompetensi materi secara mutlak diperlukan untuk mengatasi permasalahan tersebut diantaranya dengan memanfaatkan boneka tangan yang sudah ada kemudian diberi variasi media yang lain. Desain penelitian yang digunakan peneliti adalah control group pretest-posttest design. Subyek penelitian adalah siswa TK-B TK Tunas Sejati Surabaya yang berjumlah 35 siswa. Data penelitian ini diperoleh dari hasil observasi dan tes. Jenis data berupa data kuantitatif yaitu skor hasil evaluasi penilaian terhadap media dari semua validator. Data kualitatif adalah saran dan kritik validator terhadap media dan deskripsi temuan lapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah data deskripsi kualitatif. Hasil yang diperoleh dari data observasi dalam penelitian ini adalah pemanfaatan media boneka tangan dari hasilnya menunjukkan 89,81%, maka dapat dikategorikan dalam kategori baik sekali. Hasil analisis data pada bab IV, diketahui bahwa terdapat kenaikkan yang signifikan antara hasil sebelum pembelajaran dan setelah pembelajaran, hal ini dibuktikan melalui tes uji-t yang diperoleh nilai 9,91 dengan db 34 taraf signifikan 5%, sehingga diperoleh t tabel 2,042. Dan diketahui bahwa t hitung lebih besar dari t tabel yaitu 9,91>2,042. Oleh sebab itu, secara umum media boneka tangan tersebut layak digunakan sebagai media alternatif di TK Tunas Sejati Surabaya. Sehingga dapat menumbuhkan gairah belajar siswa.

Kata kunci : pemanfaatan media boneka tangan, kemampuan berbahasa, kosakata. 1. PENDAHULUAN Bahasa adalah suatu bentuk komunikasi dengan orang lain. Menurut Santrock (2007:353) bahwa bahasa terdiri dari kata–kata yang digunakan oleh masyarakat beserta aturan-aturan untuk menyusun berbagai variasi dan mengkombinasikannya. Bahasa merupakan faktor hakiki yang membedakan manusia dengan hewan. Perkembangan pikiran individu tampak dalam perkembangan bahasanya yaitu berbicara dengan orang lain, mendengarkan orang lain, membaca dan menulis. Bahasa dapat memberikan kemampuan anak untuk

mendeskripsikan kejadian-kejadian di masa lalu dan merencanakan masa depan. (Santrock, 2007:353). Bahasa mempunyai fungsi fungsional yaitu sebagai alat komunikasi antara individu satu dengan individu yang lain dalam kelompok sosialnya. Bahasa merupakan suatu keterampilan mental-motorik, yaitu kemampuan mengaitkan arti dengan bunyi atau isyarat yang dihasilkan, yaitu dapat mengendalikan mekanisme otot saraf untuk menimbulkan bunyi dan gerak yang jelas berbeda dan terkendali. Bunyi yang dihasilkan pertama kali adalah tangisan dan jeritan, yang kemudian ocehan atau celoteh, isyarat serta ekspresi emosinal. (Baraja, 2008:208). Baraja mengemukakan (2008:211) bahwa Perkembangan bahasa mempunyai dasar fisiologibiologis serta psikologis, hal ini terjadi karena dalam perkembangan bahasa diawali dari rasa senang dan tidak senang, nyaman dan tidak nyaman. Oleh karena itu, proses perkembangan bahasa anak pada usia empat tahun pertama juga akan melalui beberapa bentuk diantaranya: a) Anak mulai mengadaptasi semua informasi masuk berbentuk simbol dan kata-kata. Yang mungkin informasi tersebut diasimilasi atau diakomodasi anak untuk menjadi suatu pengertian atau pemahaman, b) Anak berusaha mengkritisi, menanggapi semua ucapan yang diterima dari orang lain atau lingkungannya atau menilai ucapan atau tingkah laku orang lain, c) Anak mengembangkan dengan bahasa pertanyaan, perintah, permintaan dan jawaban. Selain itu, anak juga dituntut untuk menuntaskan atau menguasai empat tugas pokok yang satu sama lainnya saling berkaitan. Keempat tugas itu adalah sebagai berikut : (1) Pemahaman, (2) Pengembangan pembendaharaan kata, (3) Penyusunan kata menjadi kalimat, dan (4) ucapan.

(Yusuf, 2003:110-119). Dalam meningkatkan kemampuan bahasa diperlukan juga pengembangan kosakata. Sebab kosakata sangat erat hubungannya dengan komprehensi dan penalaran, sehingga suatu teks kosakata yang baik dapat secara efektif berfungsi sebagai pengukur inteligensi umum, dan kebanyakan tes intelegensi yang baik mengandung butir (item) kosakata. Menurut wikipedia “Kosakata adalah himpunan kata yang diketahui oleh seseorang/entitas lain, atau merupakan bagian dari suatu bahasa tertentu. (http://id.wikipedia.org/wiki/kosakata)
Maka dari itu, tugas-tugas perkembangan anak pada usia 4-5 tahun yaitu anak mampu memahami konsep waktu dengan lebih baik, anak mampu memahami konsep bahasa dengan lebih baik, anak dapat membaca huruf dengan mengeja, anak dapat melakukan permainan kartu atau dengan papan, anak dapat menggunakan sendok dan garpu. (Baraja, 2008:93). Berdasarkan kurikulum 2004 pada pokok kemampuan berbahasa dengan kompetensi dasar anak mampu mendengarkan, berkomunikasi secara lisan, memiliki pembendaharaan kata dan mengenal simbol–simbol yang melambangkannya untuk persiapan membaca dan menulis serta indikator yang mendukung yaitu membedakan kata–kata yang mempunyai suku kata awal yang sama dan suku kata akhir yang sama.

Hasil observasi awal yang pernah peneliti lakukan pada TK Tunas Sejati khususnya kelas B ditemukannya permasalahan yaitu tingkat kemampuan berbahasa siswa dalam mengembangkan kosakata masih kurang, hal ini dikarenakan siswa masih menguasai kosakata hanya 300 kata sehingga kurang dalam pencapaian kosakata yang menguasai sampai ribuan kata. Maka dari itu guru hendaknya lebih banyak memberikan pelatihan tentang perluasan kosakata siswa.

Oleh sebab itu, faktor yang menyebabkan kurangnya pengembangan kosakata yaitu kurang tersedianya media pembelajaran yang mendukung terjadinya proses belajar mengajar yang menyenangkan bagi siswa, kurangnya kreatifitas guru dalam penyampaian pembelajaran berbahasa, perhatian siswa tidak terfokus dengan kurikulum berbahasa, sehingga persiapan untuk membaca dan menulis masih kurang. Hal ini terbukti dengan nilai siswa dibawah standar pencapai ketuntasan belajar siswa yaitu dengan nilai ** (Cukup). Hal ini disebabkan karena kurangnya berlatih di rumah, kurangnya variasi dalam pemanfaatan sumber belajar, guru hanya menggunakan sumber belajar berupa buku panduan di sekolah, guru hanya menggunakan satu metode saja dan kondisi sekolah termasuk kategori menengah ke bawah. Keadaan ideal pada siswa TK Kelompok B adalah Anak mampu mendengarkan, berkomunikasi secara lisan, memiliki perbendaharaan kata dan mengenal simbol-simbol yang melambangkannya. Dari permasalahan di atas maka peneliti menawarkan solusi untuk siswa TK Tunas Sejati Surabaya yaitu dengan penggunaan media boneka tangan. Karena dalam penggunaan media boneka tangan dapat menambah variasi belajar siswa. Sehingga guru dapat memanfaatkan media boneka tangan ini untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan variatif. Oleh sebab itu, dalam penyajiannya diberikan sesuatu yang berbeda dengan menampilkan kartu kata dan media audio sebagai media pendukung guna lebih memperjelas pesan yang disampaikan guru kepada siswa. Maka, pemanfaatan media boneka tangan ini diharapkan mampu mengatasi masalah belajar siswa TK Kelompok B Tunas Sejati Surabaya.

bersumber pada definisi pemanfaatan yang diungkapkan oleh Seel & Richey. ”Pemanfaatan adalah aktivitas menggunakan proses dan sumber untuk pebelajar” (Seels & Richey, 1994), pemanfaatan menuntut adanya penggunaan deseminasi, difusi, implementasi, dan pelembagaan yang sisematis. Keterlibatan dalam pemanfaatan mempunyai tanggung jawab untuk mencocokkan pebelajar dengan bahan dan aktifitas yang spesifik, menyiapkan pebelajar agar dapat berinteraksi dengan bahan dan aktivitas yang dipilih, memberikan bimbingan selama kegiatan, memberi penilaian atas hasil yang dicapai pebelajar, serta memasukkannya ke dalam prosedur organisasi yang berkelanjutan. Sebab dalam penelitian ini peneliti akan memanfaatkan media boneka tangan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa siswa TK Kelompok B di TK Tunas Sejati Surabaya.
Kata pembelajaran sengaja dipakai sebagai padanan kata dari kata bahasa inggris instruction. Kata instruction mempunyai pengertian yang lebih luas dari pada pengajaran. Jika kata pengajaran ada dalam konteks guru-murid di kelas (ruang) formal, pembelajaran atau instruction mencakup pula kegiatan belajar mengajar yang tidak dihadiri guru secara fisik. Oleh karena itu, instruction yang ditekankan adalah proses belajar maka usaha-usaha yang terencana dalam memanipulasi sumber-sumber belajar agar terjadi proses belajar dalam diri siswa disebut pembelajaran (Sadiman, 2007 : 07).

2. LANDASAN TEORI Dalam penelitian ini, peneliti akan menghubungkan masalah dengan kawasan Teknologi Pendidikan yang

Boneka merupakan salah satu model perbandingan adalah benda tiruan dari bentuk manusia dan atau binatang. Sebagai media pembelajaran, dalam penggunaannya boneka dimainkan dalam bentuk sandiwara boneka. Pengertian boneka tangan adalah benda tiruan dari bentuk manusia dan atau binatang dengan memainkan satu tangan dimana bagian badan dan kakinya hanya merupakan baju yang akan menutup lengan orang yang memainkannya. (Sudjana, 2005:188).

Macam-macam Boneka  Boneka jari (dimainkan dengan jari tangan).  Boneka tangan (satu tangan memainkan satu boneka).  Boneka tongkat seperti wayangwayangan.  Boneka tali sering disebut marionet (cara menggerakkan melalui tali yang menghubungkan kepala, tangan, dan kaki).  Boneka bayang-bayang (shadow puppet) dimainkan dengan cara mempertontonkan gerak bayang-bayangnya. (Sudjana, 2005:189) Karakteristik Boneka Tangan  Boneka yang digerakkan oleh tangan.  Boneka tangan lebih mudah dibuat dan lebih mudah dimainkan.  Gerakan-gerakannnya lebih banyak.  Satu tangan memainkan satu boneka tangan. (Sudjana, 2005:188)

Sebuah program Media Boneka Tangan itu dikatakan baik, apabila program tersebut dimanfaatkan dengan baik tentulah akan banyak gunanya. Oleh karena itu, perlu dirancang sebaikbaiknya. Apabila media boneka tangan efektif maka pemanfaatan media boneka tangan tersebut telah mencapai tujuan pembelajaran. Menurut Chaer (1994:1) bahwa bahasa adalah suatu sistem lambang bunyi yang arbitrer, digunakan oleh suatu masyarakat untuk bekerja sama, berkomunikasi dan mengidentifikasi diri. Lambang yang digunakan dalam sistem bahasa adalah berupa bunyi, yaitu bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Lambang yang digunakan itu berupa bunyi, maka yang dianggap primer didalam bahasa adalah bahasa yang diucapkan, atau yang sering disebut bahasa lisan. Lambang-lambang bahasa berupa bunyi itu bersifat arbitrer. Maksudnya, tidak ada ketentuan atau hubungan antara suatu lambang bunyi dengan benda atau konsep yang dilambangkannya. Fungsi bahasa yang

terutama adalah sebagai alat untuk bekerja sama atau berkomunikasi di dalam kehidupan manusia bermasyarakat. Hadi (1995:106) mengemukakan Tata bahasa adalah seperangkat materi pengajaran bahasa yang sudah dipilih dari satu atau lebih sumber tata bahasa deskriptif (ilmiah) dan atas pertimbangan hasil psikologi dan sosiologi bahasa dan belajar bahasa, yang digunakan sebagai dasar pengajaran suatu bahasa. Pengembangan kosakata pada siswa TK kelompok B dimana Anak kecil efektif dalam percakapan, dan ketrampilan akan meningkatkan interaksi antara anak dan pengasuhnya. Percakapan dengan orang dewasa secara konsisten menjadi prediktor ukuran umum perkembangan bahasa. Sobur (2003:130) mengemukakan bahwa setiap individu mengalami proses perkembangan baik kognitif maupun psikomotor. Perkembangan ini terjadi merupakan proses yang alamiah maupun proses yang dipelajari artinya diperlukan belajar atau latihan. Perkembangan kognitif berkaitan dengan aspek intelektualitas dan psikomotor berkaitan dengan kerja otot atau fisik manusia. 3. METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian menurut Sudjana (2004:3) adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sistematik untuk mengumpulkan, mengolah dan menyimpulkan data, dengan menggunakan metode dan teknik tertentu dalam rangka mencari jawaban atas permasalahan yang dihadapi.
Rancangan/Desain penelitian ini terma suk penelitian kuasi eksperimen sebagaimana yang dikemukakan oleh Sugiyono (2008:107) karena metode penelitian kuasi eksperimen dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan. Karena metode ini sebagai bagian dari metode kuantitatif

mempunyai ciri khas tersendiri, terutama dengan adanya kelompok kontrolnya. Desain penelitian yang digunakan peneliti adalah control group pretest-posttest design sebagaimana yang telah dikemukakan oleh Arikunto (1992:79). …………(1) X adalah treatment atau perlakuan O adalah hasil observasi sesudah treatment O1 adalah hasil observasi sesudah memdapat perlakuan pertama O2 adalah hasil observasi sesudah memdapat perlakuan kedua (Arikunto, 1992:77)

permasalahan dan data yang ingin diperoleh, peneliti menggunakan metode pengumpulan data sebagai berikut:
a. Observasi b. Tanya jawab Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrument. Suatu instrument yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya instrument yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah. (Arikunto, 1992:136) Adapun rumus untuk mengukur validitas:
r

XY =

∑ √ ∑ ∑

………………….(2)

Di dalam desain ini peneliti akan melakukan observasi sebanyak 2 kali yaitu sebelum eksperimen dan sesudah eksperimen. Observasi yang pertama dilakukan pada saat sebelum eksperimen (O1) yang disebut dengan sebelum kegiatan pembelajaran dan observasi yang kedua dilakukan pada saat sesudah eksperimen (O2) yang disebut dengan sesudah kegiatan pembelajaran.
Subyek penelitian ini adalah siswa TK Kelompok B Tunas Sejati di daerah Kedinding Tengah 1 Surabaya. Dalam penelitian ini yang dijadikan subyek penelitian adalah seluruh siswa TK Kelompok B di TK Tunas Sejati Surabaya yang berjumlah 35 siswa. Menurut Arikunto (1992 : 102) Subyek penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh. Di samping itu guru sebagai subyek penelitian, guru dalam satu kelas yang mengajar TK kelas B berjumlah 2. Dari 2 orang guru tersebut satu orang mengajar di depan kelas dan satu orang lagi menjadi observer 2. Kedudukan peneliti berada pada observer 1 dimana peneliti meneliti guru yang melakukan pengajaran di depan kelas. Penelitian ini termasuk penelitian populasi karena sasaran penelitian kurang dari 100 siswa maka dari itu peneliti menggunakan subyek penelitian.

x = X–X y = Y-Y X = sekor rata-rata dari XY = sekor rata-rata dari Y

Penelitian ini melakukan analisis data “deskriptif kualitatif ” karena penelitian ini berbentuk kata-kata tersebut disisihkan untuk sementara, karena akan sangat berguna untuk menyertai dan melengkapi gambaran yang diperoleh dari analisis data kuantitatif (Suharsimi Arikunto, 2002:239)
1. Teknik persentase observasi yang digunakan untuk mendeskripsikan data kuantitatif yang diperoleh dengan menggunakan rumus:

F P= N x 100%
................(3)

Keterangan: P = Prosentase nilai yang diperoleh F = Frekwensi jawaban tiap alternatif N = Jumlah responden (Sudjono, 1996 : 40)

Teknik persentase tanya jawab yang digunakan untuk menghitung efektivitas treatment adalah :

Metode yang digunakan untuk pengumpulan data bermacam-macam jenisnya. Tetapi tidak semua metode pengumpulan data yang dibutuhkan dalam suatu penelitian. Sesuai dengan

Md ______________ t = √

…………(4) Dengan keterangan : Md : mean dari deviasi (d) antara sebelum kegiatan pembelajaran dan sesudah kegiatan pembelajaran xd :perbedaan deviasi dengan mean deviasi N :banyaknya subyek df :atau db adalah N-1 (Arikunto, 1992 : 78).

dimungkinkan berubah, namun harus mencakup seluruh gambaran mengenai segala kegiatan yang akan dilakukan. Oleh karena itu, sebelum penyusunan proposal langkah pertama yang dilakukan peneliti yaitu mengadakan konsultasi dengan Dosen Pembimbing yang di tunjuk oleh Ketua Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan (KTP) Program Studi Teknologi Pendidikan (TP).

4. PELAKSANAAN PENELITIAN DAN ANALISIS DATA
Dalam bab ini, penelitian akan membahas secara terperinci tentang kegiatan yang dilakukan oleh peneliti. Dimana dalam penelitian ini, merupakan hal yang sangat penting yaitu kebenaran data untuk menjawab permasalahan yang diajukan secara teoritis maupun empiris. Pada tahap ini peneliti melakukan studi Pendahuluan di TK Tunas Sejati Surabaya pada tanggal 20 Januari 2010 untuk menentukan permasalahan yang akan diteliti. Masalah tersebut kemudian diajukan untuk dikonsultasikan kepada Dosen Pembimbing. Setelah mendapat persetujuan maka peneliti menetapkan judul penelitian yang akan menjadi bahan penelitian. Pada tahap ini peneliti mengadakan studi pendahuluan lanjutan ke lokasi yang akan dijadikan sasaran penelitian yaitu Taman Kanak-kanak Tunas Sejati Surabaya. Studi pendahuluan lanjutan ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi mengenai kemungkinan ”Media Boneka Tangan Dimanfaatkan Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Dengan Mengembangkan Kosa Kata anak usia prasekolah di Taman Kanak-kanak Tunas Sejati Surabaya?”. Penyusunan proposal penelitian untuk skripsi merupakan salah satu langkah yang penting di dalam penyusunan skripsi. Proposal penelitian ini walaupun masih

Jadwal penelitian untuk observasi pemanfaatan media boneka tangan dalam mengembangkan kemampuan berbahasa anak TK, dilaksanakan selama dua hari yaitu pada tanggal 27-28 april 2011. Pada tanggal 27 april 2011, peneliti bersama guru berkoordinasi dalam penyusunan SKH (Satuan Kegiatan Harian). Tanggal 28 april 2011, persiapan mengajar dengan menggunakan media boneka tangan.
Pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada tanggal 08 Mei 2011 jam 09.00 WIB. Data hasil observasi sistematis diperoleh dari hasil observasi guru yang setiap tahap observasi dilakukan oleh 2 osbserver. Dalam hal ini peneliti meminta bantuan orang lain sebagai observer/peneliti 2. Adapun biodata dari observer 2 tersebut dapat dilihat pada lampiran. Adapun hasil prosentase di atas merupakan hasil dari angka prosentase setiap instrumen yang ada dalam setiap item observasi yang diambil nilai tengahnya (mean) yaitu 89,81% yang berarti tergolong kriteria Baik Sekali.

Dari perhitungan di atas diketahui validitas tes sebesar 0,844. Setelah dikonsultasikan dengan tabel korelasi product moment untuk N = 35 diketahui bahwa harga r tabel untuk taraf signifikan 5% adalah 0,334 , dari hasil tersebut dapat kita ketahui bahwa r hitung lebih besar dari r tabel yakni 0,334 . Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa instrumen tes no. 1 valid.
Berdasarkan pada hasil analisis data observasi di atas diketahui bahwa proses pembelajaran yang dilakukan guru dengan memanfaatkan media boneka tangan untuk meningkatkan kemampuan siswa berbahasa anak diperoleh hasil 89,81%. Jika hasil

tersebut dikonsultasikan dengan kriteria tergolong Baik Sekali. Sedangkan dari hasil analisis data tes diketahui bahwa kemampuan berbahasa siswa menunjukkan peningkatan, hal ini dapat diketahui dari perbedaan hasil nilai pretes dan posttes yang telah dihasilkan. Hal tersebut ditunjukkan oleh hasil perhitungan dengan menggunakan uji-t dengan taraf signifikan 5%, db = 35-1 = 29 sehingga diperoleh t tabel 2,021 dan t hitung lebih besar dari t tabel yaitu 9,91>2,042. Berdasarkan hasil t hitung yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pembelajaran sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa pemanfaatan media boneka tangan dapat meningkatkan kemampuan berbahasa dengan mengembangkan kosakata (Pra membaca) siswa TK Kelompok B di TK Tunas Sejati Surabaya.

antara hasil pretes dan posttes. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa siswa mengalami peningkatan setelah memamnfaatkan media boneka tangan. 5.2 Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ada beberapa saran yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan agar pemanfaatan media boneka tangan ini lebih baik. Adapun saran-saran tersebut adalah sebagai berikut: a. Hendaknya para guru perlu memanfaatkan dan meningkatkan pemanfaatan media boneka tangan khususnya kelompok B agar siswa lebih cepat memahami materi serta dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak. b. Pelaksanaan menggunakan media boneka tangan hendaknya dilakukan setiap dua minggu sekali karena melihat karakteristik masing-masing siswa berbeda, disamping itu pula untuk menghindari adanya kejenuhan pada diri siswa. c. Guru bukan satu-satunya sumber belajar, tetapi merupakan fasilitator yang berpengaruh pada siswa untuk mengikuti pembelajaran di kelas, agar pembelajaran tidak membosankan maka guru harus dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan agar siswa lebih termotivasi dan aktif salah satunya yaitu dengan memanfaatkan media boneka tangan. d. Pembelajaran dengan cara memanfaatkan media boneka tangan dapat memberikan pengetahuan yang imajinatif, sehingga dengan pengetahuan tersebut hendaknya siswa lebih aktif dalam mengeksplorasikan kemampuan bahasa ke dalam kelompok belajar. Supaya pengetahuan yang diperoleh tersebut menjadi pengetahuan baru yang memicu siswa untuk berpikir kritis, kreatif dan inovatif dalam kegiatan pembelajaran.

5. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan Dari uraian dan hasil analisis pembahasan pada penelitian ini tentang “Pemanfaatan Media Boneka Tangan Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Dalam Mengembangkan Kosakata Siswa Kelompok B di Taman Kanak-Kanak Tunas Sejati Surabaya”, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Pemanfaatan Media Boneka Tangan ini dinilai dapat membantu mengembangkan kemampuan berbahasanya. Aktivitas belajar siswa dengan memanfaatkan media boneka tangan apabila dilihat dari hasilnya menunjukkan 89,81%, maka dapat dikategorikan dalam kategori baik sekali. Dari hasil analisis data pada bab IV, diketahui bahwa terdapat kenaikkan yang signifikan antara hasil pretes dan posttes, hal ini dibuktikan melalui tes uji-t yang diperoleh nilai 9,91 dengan db 34 taraf signifikan 5%, sehingga diperoleh t tabel 2,042. Dan diketahui bahwa t hitung lebih besar dari t tabel yaitu 9,91>2,042. Jadi berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan

DAFTAR PUSTAKA
AECT.1997. Definisi Teknologi pendidikan.: Satuan Tugas Definisi Terminologi. Arikunto, Suharsimi, Dr, Prof. 1992. Prosedur penelitian. Jakarta : PT.Rineka Cipta. Arikunto, Suharsimi, Dr, Prof. 2002. Prosedur penelitian. Jakarta : PT.Rineka Cipta. Arifin, Zainal. 1991. Evaluasi Instruksional (prinsip-teknik-prosedur). Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Chaer, Abdul. 1994. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Bhratara Niaga Media. Finosa, Lamuddin. 2009. Komposisi Bahasa Indonesia. Jakarta : Diksi insani Mulia. Nurgiantoro, Burhan. 1988. Penilaian Dalam Pengajaran. Yogyakarta: Gadjah Mada Universitas Press. Nurgiantoro, Burhan. 2002. Statistik Terapan. Yogyakarta: Gadjah Mada Universitas Press. Sadiman, Arief, Dr, M.Sc. 2007. Media Pendidikan.Jakarta : PT.Raja Grafindo Persada. Sudjana, Nana, Dr, dkk. 2007. Teknologi Pengajaran.Bandung : Sinar Baru Algensindo. Sudjana, Nana, Dr, dkk. 2005. Media Pengajaran. Bandung : Sinar Baru Algensindo Sudjana, Nana, Dr, dkk. 2005. Penelitian dan Penilaian pendidikan. Bandung : Sinar Baru Algensindo Sudjono, Anas. 2006. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada Sugiyono, Dr, Prof. 2008. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif &R dan D. Bandung : Alfabeta. Seels, B, Barbara dkk.1994. Teknologi Pembelajaran. Jakarta : UNJ Syamsudin. 2007. Metode Penelitian Pendidikan Bahasa. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Zhuchdi, Darmiyati, Prof. 2007. Strategi Meningkatkan Kemampuan Membaca. Yogyakarta : UNY PRESS. (http://www.freewebs.com/santyasa/pdf2/ME DIA_PEMBELAJARAN.pdf ,Senin ; 01-03-2010 ; 18:48 WIB) (http://bonekatangan.blogspot.com/ diakses selasa, 9 – 3 – 2010 : 18.47 WIB). (http://etd.eprints.ums.ac.id/4527/1/A410040 208.pdf, diakses selasa, 9 – 3 – 2003:18.56 WIB). (http://journal.uny.ac.id/index.php/cp/article/ viewFile/45/pdf_2, diakses selasa, 9 – 3 – 2010 : 19.01 WIB). (http://www.kompas.com/kompas%2Dcetak/ 0011/20/dikbud/pemb 09.htm, diakses selasa, 9 – 3 – 2010 : 19.07 WIB). (http://akhmadsudrajat.wordpress.com, diakses selasa, 9 – 3 - 2010 : 19.15 WIB). (http://wismasastra.wordpress.com/2009/05/2 5/apa-bahasa-itu-sepuluh-pengertian-bahasamenurut-para-ahli/), diakses Kamis, 25 – 3 2010 : 18.06 WIB).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->