LAPORAN NUTRISI TANAMAN

Rabu, 25 Juli 2012 | By LUQMAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Nutrisi tanaman mempelajari tentang unsur hara yang diperlukan oleh tanaman serta fungsi unsur-unsur tersebut pada kehidupan tanaman. Sebagai sains, nutrisi tanaman berhubungan dengan fisiologi tumbuhan. Proses fisika, kimia, fisiologi serta biokimia ini berkaitan dengan interaksi tanaman dengan kimia medianya, dimana tahap awal adalah memperoleh unsur-unsur kimia, serta distribusinya dalam tanaman. Hal ini merupakan bidang nutrisi tanaman (Hakimah dkk, 2002). Pertumbuhan dan mutu tanaman sangat dipengaruhi oleh kadar nutrisi yang tersedia dalam media tanam dan dapat diserap oleh tanaman. Beraneka ragam unsur dapat ditemukan di dalam tubuh tumbuhan, tetapi tidak berarti bahwa seluruh unsur–unsur tersebut dibutuhkan tumbuhan untuk kelangsungan hidupnya. Unsur-unsur yang terdapat di dalam tanah cukup banyak. Seringkali tanah mengandung unsur yang diperlukan maupun yang tidak diperlukan bagi tanaman. Dalam konsentrasi yang tinggi unsur-unsur tersebut dapat merusak tanaman. Unsur yang diperlukan dalam jumlah yang banyak seperti nitrogen, fosfor, kalium, dan sebagainya biasanya tidak begitu berbahaya bagi tanaman walaupun dalam jumlah yang berlebihan. Lain halnya dengan unsurunsur yang hanya diperlukan dalam jumlah yang kecil umpamanya mangan, molybdenum, boron dan sebagainya. 1.2 Rumusan Masalah Rumusan masalah berdasarkan latar belakang diatas adalah: Bagaimana cara membuat bermacam-macam kombinasi larutan hara dan mengamati gejala kekurangan unsur hara pada tanaman?

1.3 Tujuan Tujuan dari percobaan ini adalah untuk membuat bermacam-macam kombinasi larutan hara dan mengamati gejala kekurangan unsur hara pada tanaman.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengetahuan tentang nutrisi tanaman telah dihimpun sejak zaman sebelum masehi, misalnya diketahui dari penemuan Herodatus pada 2500 SM di lahan pertanian Mesopotamia (daerah yang dibatasi oleh delta tigris dan sungai Euphrat) diketemukan fakta bahwa bila tanaman satu jenis ditanam terus-menerus pada lahan yang sama mengakibatkan kesuburan tanahnya menurun. Namun apabila tanah tersebut diberi pupuk kandang maka kesuburan tanahnya dapat dipertahankan, dengan perkataan lain bahwa organ tanaman yang dipanen menguras bahan-bahan yang ada dalam tanah sehingga tanpa penambahan bahan pupuk kandang mengakibatkan banyak bahan yang terkuras akhirnya kesuburan tanah dan hasil tanaman makin berkurang. Dari penemuan tersebut sudah diketahui bahwa adanya indikasi bahwa terdapat sumber makanan yang berada dalam tanah dan berguna bagi tanaman (Heddy, 1990). Pertumbuhan, perkembangan dan produksi suatu tanaman ditentukan oleh dua faktor utama yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. Salah satu faktor lingkungan yang sangat menentukan lajunya pertumbuhan, perkembangan dan produksi suatu tanaman

Hal ini dimungkinkan karena masyarakat kita seringkali berpendapat bahwa penggunaan pupuk konvensional sudah cukup memberikan nutrisi bagi perkembangan maupun pertumbuhan tanaman. Zn. berkembang dan berproduksi sampai menyelesaikan suatu siklus hidup dengan sempurna biasanya membutuhkan enam belas unsur esensial. Unsur hara makro biasanya dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang lebih besar atau lebih banyak dibandingkan unsur hara mikro yaitu dalam satuan gram-kg/tanaman (Dwijoseputro. Unsur tersebut memegang peran yang penting dalam proses biokhemis tertentu dalam tubuh tanaman dan peranannya tidak dapat digantikan atau disubtitusi secara keseluruhan oleh unsur lain.biji). sisanya yaitu C. Kenyataan yang sering kita jumpai dilapang. Peranan dari unsur tersebut dalam proses biokimia tanaman adalah secara langsung dan bukan secara tidak langsung (Guritno. Semua tanaman membutuhkan unsur–unsur hara esensial. Unsur mikro sendiri dibutuhkan sekitar mg – gram/tanaman saja.adalah tersedianya unsur-unsur hara yang cukup di dalam tanah. Memang tak dapat dipungkiri bahwa selama ini masyarakat petani merasa tanamannya telah diberikan nutrisi yang cukup dengan pemupukan konvensional tersebut. Unsur hara makro terdiri dari 9 unsur sedangkan unsur mikro atau trace element terdiri dari 7 unsur. petani kadang hanya memberikan unsur hara makro saja sedangkan pemberian unsur hara mikro itu sendiri sering dilupakan. Mg dan S) adalah unsur esensial dengan konsentrasi 0. Dengan penggunaan dosis yang ada. Keenambelas unsur hara tersebut terbagi kedalam dua bagian besar yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro. 1983). 1995). O. Menurut ARNON dan STOUT ada tiga kriteria yang harus dipenuhi sehingga suatu unsur dapat disebut sebagai unsur esensial: a. H. Ca. Berdasarkan perbedaan konsentrasinya yang dianggap berkecukupan dalam jaringan tumbuhan. 1991). c. ternyata baru 16 unsur yang mutlak diperlukan oleh suatu tanaman untuk dapat menyelesaikan siklus hidupnya dengan sempurna. Mn. Suatu tanaman dapat tumbuh. H dan O berasal dari udara. Pertumbuhan tanaman dapat didefinisikan sebagai proses bertambahnya ukuran dan jumlahsel-sel tanaman yang diikuti adanya pertumbuhan berat kering tanaman. Ke 16 unsur tersebut terdiri dari 9 unsur makro dan 7 unsur mikro. Kekurangan unsur hara akan menyebabkan terjadinya hambatan dalam pertumbuhan dan gejala-gejala lain yang dapat mengganggu mutu pertumbuhan tanaman dan pada akhirnya menurunkan produksi yang dihasilkan (Filter.-.1 % (1000 ppm) atau lebih. sedangkan unsur dengan konsentrasi kurang dari 0. Cu dan Mo). Yang tergolong unsur makro (C. mereka merasa sudah cukup karena produksi yang dihasilkan tidak begitu mengecewakan (Dartius. Terdapat 16 unsur hara esensial bagi tumbuhan. N.1 % digolongkan sebagai unsur mikro (Cl. maka unsur hara esensial dibedakan menjadi unsur makro dan unsur mikro. P. Unsur tersebut diperlukan untuk menyelesaikan satu siklus hidup tanaman secara normal (biji . B. 1991). . b. K. 9 unsur makro dan 7 unsur mikro inilah yang disebut sebagai unsur -unsur esensial. sebagian besar diperoleh dari dalam tanah yaitu sebanyak 13 jenis. Diantaranya 105 unsur yang ada di atas permukaan bumi. Fe.

layu dan sebagainya. gejala berupa bercak daun dan sebagainya (Wilkins. penggunaan dosis yang terlalu tinggi dapat menimbulkan berbagai kerusakan seperti gejala terbakar. dan sebagainya. Artinya agar baik pertumbuhan akar maupun daun sama-sama tumbuh dan berkembang secara normal dan seimbang tanpa saling mendominasi (Lakitan. perbandingan atau rasio daun (pucuk) dan akar sangat menentukan perkembangan selanjutnya terutama dalam hal produksi. 1995). Oleh karena itu anjuran (rekomendasi) pemupukan harus dibuat lebih rasional dan berimbang berdasarkan kemampuan tanah menyediakan hara dan kebutuhan hara tanaman itu sendiri sehingga efisiensi penggunaan pupuk dan produksi meningkat tanpa merusak lingkungan akibat pemupukan yang berlebihan (Salisbury. Selain itu unsur-unsur tertentu dapat pula mengganggu absorbsi atau fungsi dari unsur-unsur lainnya sehingga akan timbul gejala defisiensi dari unsur yang diganggu (Sitompul. . Takaran pupuk yang digunakan untuk memupuk satu jenis tanaman akan berbeda untuk masing-masing jenis tanah. Bila pertumbuhan akar lebih cepat dari daun (pucuk) maupun sebaliknya akan berpengaruh kurang baik pada pertumbuhan dan produksi tanaman itu sendiri. Kadar boron yang berlebih sangat merugikan bagi berbagai macam sayuran dan pohonpohon sedang kelebihan mangan menyebabkan penyakit daun keriting pada kapas. 1989).sedangkan perkembangan tanaman dapat diartikan sebagai suatu proses menuju tercapainya kedewasaan.Gangguan pada tanaman dapat terjadi karena efek langsung dari unsur-unsur tertentu pada protoplasma sel-sel tanaman termasuk gangguan pada enzim-enzimnya atau gangguan pada fungsi-fungsi utamanya. pertumbuhan yang terhambat. Pada fase pertumbuhan vegetatif. layu. Efek yang merugikan dari kekurangan unsur hara tergantung dari macam tanaman dan macam unsurnya. rebah kecambah. Disini jelas dibutuhkan adanya keseimbangan antara rasio pertumbuhan daun dengan akar. 1992). Pertumbuhan dan perkembangan tanaman terbagi menjadi dua fase yaitu fase pertumbuhan vegetatif dan fase pertumbuhan generatif. Seringkali kerusakan tanaman disebabkan karena kurang tepatnya penggunaan pestisida. hal ini dapat dipahami karena setiap jenis tanah memiliki karakteristik dan susunan kimia tanah yang berbeda. Gangguan ini menimbulkan berbagai macam gejala pada berbagai macam tanaman seperti khlorosa. 2007). NaSO4 dan Na2CO3 meninggikan pH tanah. 1998). Hal ini terlihat bahwa kelebihan kalium seringkali menimbulkan gejala kekurangan kalsium pada tanaman dan dapat menimbulkan defisiensi besi pada tanaman. Kelebihan garam natrium antara lain NaCL. kesalahan dalam cara dan waktu penyemprotan. Selain itu dapat pula menyebabkan kematian pada tanaman kecambah atau tanaman muda (Tjitrosoepomo. Selain itu penguraian bahan organik yang berasal dari sisa tanaman menghasilkan zatzat beracun yang menyebabkan busuk akar.

9. Berbeda antara perlakuan N0P0.59 dan 0. Yaitu dengan total perlakuan 85.2.7. Berat Kering Tajuk pada Interaksi Dua Unsur Hara (grafik III) dan Berat Kering Akar Tanaman pada Interaksi Dua Unsur Hara (grafik IV). Jumlah Anakan Tanaman Interaksi Dua Unsur Hara (grafik II). Sidik Ragam Pengaruh Perlakuan Terhadap Berat Kering Akar Tanaman Padi pada Interaksi Dua Unsur Hara diperoleh hasil total peraluan N0P0.34.55. Yaitu dengan total perlakuan 6.96.73.45.00. 1. 1.35. 5. N0P1.20 dan 2. grafik ketiga menunjukkan Berat Kering Tajuk dan Grafik keempat menunjukkan Berat Kering Akar pada Interaksi Dua Unsur Hara. N0P1. 7. NiP0 dan N1P1. Pada tabel 3. 1. Dan rata-rata pada tabel ini 2. grafik pertama menunjukan Tinggi Tanaman.71 dan 1. Grafik Pertumbuhan Tanaman Padi (Oryza sativa) meliputi tentang Tinggi Tanaman pada Interaksi Dua Unsur Hara (grafik I). 1. Sidik Ragam Pengaruh Perlakuan Terhadap Berat Kering Tajuk Tanaman Padi pada Interaksi Dua Unsur Hara diperoleh hasil total peraluan N0P0. 0. Dan rata-rata pada tabel ini 28. N0P1. 32.215 sehingga rata-rata yang diperoleh adalah 0. Sedangkan. Dan hasil grafik tersebut dapat dilihat diatas. Manfaat Unsur Hara Adapun fungsi khusus dari masing-masing unsur hara adalah sebagai berikut : .57.64. 0. 118.41. Pada tabel 2 Sidik Ragam Pengaruh Perlakuan Terhadap Anakan Tanaman Padi pada Interaksi Dua Unsur Hara.24. grafik kedua menunjukkan Jumlah Anakan Tanaman. 3.75.93. N0P1. NiP0 dan N1P1.Pembahasan Dari hasil praktikum Interaksi Dua Unsur Hara ini seperti yang terlihat di atas dengan beberapa tabel yang tertera di atas.73.57 dan 0.6 dan 8.77 dan 2.2. Pada tabel 4. 39. Ada Empat grafik.015. Berbeda antara perlakuan N0P0. 98. 4.32.865. NiP0 dan N1P1 adalah 1.11.44 dan 117. Pada tabel 1 Sidik Ragam Pengaruh Perlakuan Terhadap Tinggi Tanaman Padi pada Interaksi Dua Unsur Hara. 2.795 sehingga rata-rata yang diperoleh adalah 1.48 dan 39. NiP0 dan N1P1 adalah 5.

Unsur K ¬ Mengaktifkan kerja enzim piruvat kinase. Unsur N ¬ Sebagai komponen utama penyusun senyawa asam amino. aldolase. 2. Karbon. protein. Unsur Karbon (C) dan Hidrogen (H) digunakan dalam proses yang sangat penting yaitu Fotosintesis. ¬ Oksigen ( O ) juga terdapat dalam bahan organik sebagai atom dan termasuk pembangun bahan organik. Unsur Ca ¬ Elemen struktural dinding sel ¬ Mengatur struktur membran dan aktivitasnya . esensi utama dari unsur Oksigen ini adalah pada proses respirasi. suksinil ko-A sintetase.1. dan Hidrogen ¬ Karbon adalah unsur penting sebagai pembangun bahan organik. Unsur O ¬ Bahan utama respirasi tumbuhan 7. klorofil.ATPase ¬ Memacu translokasi karbohidrat dari daun ke organ penyimpanan ¬ Komponen penting dalam pengaturan osmotik dalam sel ¬ Berpengaruh langsung terhadap semipermeabilitas membran dan posforilasi dalam kloroplas 5. amida. Oksigen. Unsur C dan H ¬ Sebagai bahan utama pada proses fotosintesis 6. dan alkaloid 3. sintesis tepung. karena sebagian besar bahan kering tanaman terdiri dari bahan organik. Unsur P ¬ Sebagai energi ADP dan ATP ¬ Pembentukan membran sel (lemak posfat) ¬ Meningkatkan efisiensi fungsi dan penggunaan N 4.

¬ Berperan dalam nitrat reduktase. sistein dan metionin ¬ Struktur molekul koenzim thiamin. Unsur S ¬ Sebagai struktur molekul as.koenzim A ¬ Bahan produksi sekunder yang mudah menguap ¬ Sulfat organik membantu mncegah melarutnya bahan organik dan air 10. 12. Unsur Mg ¬ Penyusun klorofil ¬ Pembawa unsur P dalam pembentukan biji yang mengandung lesitin ¬ Aktif dalam penggabungan antara enzim dan ‘substrat site’ 9.amino sistin. katalase. Unsur Mn ¬ Transport elektron pada fotosistem II ¬ Elemen structural membran kloroplas ¬ Berperan dalam beberapa fungsi enzim 11. Unsur B ¬ Berpengaruh dalam translokasi gula dari daun ¬ Berhubungan dengan beberapa fungsi Ca dalam tanaman . Unsur Fe ¬ Komplek struktural porfirin.peroksidase.dll.amilase.sitokrom dan leghemoglobin ¬ Ikut dalam proses oksidasi-reduksi dalam fotosintesis dan respirasi ¬ Kofaktor beberapa enzim seperti sitokrom oksidase.biotin.ATPase dan fosfolipase ¬ Jembatan penghubung bahan makromolekul ¬ Memacu pertumbuhan pollentubes ¬ Detoksifikasi cairan sel dengan membentuk Ca-oksalat 8.

Unsur Cl ¬ Berpengaruh terhadap tekanan turgor ¬ Berpengaruh terhadap evolusi O2 dalam kloroplas ¬ Dalam jumlah kecil mungkin essensial dalam fotosistem II ¬ Membantu stabilitas proses oksidasi 16. Unsur Cu ¬ Berperan dalam transport elektron pada fotosintesis ¬ Penting selama pembentukan klorofil ¬ Secara tidak langsung berperan dalam pembentukan nodul akar ¬ Kofaktor beberapa enzim oksidase ¬ Berperan dalam oksidasi terminal oleh sitokrom oksidase 15. Unsur P ¬ Daun-daunnya berwarna hijau gelap dan seringkali memperlihatkan warna yang keungu-unguan. nitrogenase dan nitrat reduktase ¬ Berperan dalam serapan dan translokasi Fe Gejala Defisiensi Unsur Hara 1. Unsur Mo ¬ Komplek struktural enzim riboproteinase. Unsur N ¬ Proses kecepatan pertumbuhan rata-rata lambat ¬ Daun terlihat hijau muda dan dapat menjadi kuning ¬ Biasanya daun paling rendah posisinya yang paling pertama terlihat gejalanya 2. .13. Unsur Zn ¬ Berpengaruh dalam translokasi gula dari daun ¬ Berhubungan dengan beberapa fungsi Ca dalam tanaman 14.

¬ Sistem perakaran kurang baik perkembangannya ¬ Pada tanaman yang muda dapat menghambat pertumbuhan pucuk 3. Unsur Mg ¬ Gejala ini biasanya terlihat pada daun tua ¬ Diantara tulang daun terlihat klorosis ¬ Perubahan warna daun menjadi kuning. Unsur K ¬ Kekurangan Kalium ditandai dengan berubahnya tepi daun dari warna hijau menjadi kuning muda ¬ Warna kuning tersebut berlanjut menjadi kecoklatan ¬ Pada tepi daun menjadi robek yang membentuk seperti gerigi ¬ Dapat menurunkan daya tahan terhadap serangan hama dan penyakit 4. dan terdapat bercak-bercak warna coklat pada daun tetapi tulang daun tetap berwarna hijau ¬ Dapat menyebabkan kegagalan pertumbuhan dan perkembangan kuncup bunga 6. Unsur Ca ¬ Daun-daun berukuran kecil dan gagal berkembang penuh ¬ Warna daun menjadi gelap 5. Unsur S ¬ Daun berwarna gelap pada sebagian daun yang paling dekat dengan batang ¬ Urat-urat daun berubah menjadi kuning ¬ Batang tanaman kurus dan kecil 7. Unsur Mn ¬ Daun akan tampak berwarna gelap dan muda ¬ Perkembangan kuncup akan mengalami kegagalan ¬ Pertumbuhan tanaman terhambat .

Unsur Zn ¬ Terjadi salah tumbuh pada ujung akar dan terjadi kelambatan tunas di pucuk karena pembelahan sel maristem tidak sempurna ¬ Daun berwarna hijau muda. pertumbuhan kerdil dengan ruas-ruas yang pendek dan dapat juga berhenti pertumbuhannya ¬ Batang dari tanaman kaku menjadi pecah-pecah/retak 10. . ujung daun menjadi coklat ¬ Apabila temperatur tinggi dan tanaman kekurangan B dapat menyebabkan kelopak bunga menjadi pecah (calyx splinting) atau dapat juga sebagai akibat perbedaan temperatur udara siang dan malam terlalu tinggi (lebih dari 10°C). sempit dan agak tebal.8. Unsur Mo ¬ Kekurangan Mo dapat mempengaruhi berlangsungnya sintesis asam-asam amino dan protein. dan terkadang terlihat seperti gejala kekurangan K. kemudian dapat menyebabkan daun menjadi gugur. 2. dan ruas-ruas batang memendek. Unsur B ¬ Gejala dapat dilihat pada daun dengan tanda-tanda yang mengering dan kurus. 12. ¬ Pertumbuhan rata-rata tanaman merosot. karena tepi-tepi daunnya mengering. Pertumbuhan tanaman optimum jika kita berikan unsur hara yang berimbang yaitu seperti pada perlakuan N1P1. Perlakuan N0P1 dan N1P0 menunjukkan tingkat pertumbuhan tanaman yang relatif sama. Unsur Cu ¬ Terlihat pada ujung daun yang mengisut dan merana. kuning atau putih di antara tulang daun. daun menjadi kecil. 11. sehingga dapat mempengaruhi fungsi N di dalam tanaman KESIMPULAN Dari praktikum yang telah dilakukan dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Unsur Fe ¬ Warna daun akan pudar dan menjadi kering lalu menjadi keriput ¬ Pada ujung daun menjadi terkikis tetapi urat-urat daun masih tetap hijau 9.

Dosis pemupukan tidak efektif menghasilkan pertumbuhan tanaman yang tidak optimal. 1990. Analisis Pertumbuhan Tanaman. dan Ross. 2007. 1995. Fisiologi Tumbuhan. 6. 4. 1991. 1995. 1983.UGM Press. Lakitan. Rajawali Press. daun terlalu hijau sehingga menarik hama. dan Sitompul. Bandung. Jakarta. B. Tjitrosoepomo. Medan. Pertumbuhan Tanaman. 1998. M. Yogyakarta. Yogyakarta. H. Guritno. Filter. Gramedia. Hay. 1992. Heddy. Raja Grafindo Persada. K. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. B. M.3. dan R. 1991. 1989. H. M. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. . UGM Press. dan air sebagai pelarut cepat menguap sehingga bahan aktif pupuk yang tertinggal di daun menyebabkan kerusakan jaringan tanaman. D. A. Botani Umum. Yogyakarta. S. Fisologi Tanaman. Sitompul. Jakarta. Jakarta. Dwijoseputro. Biologi Pertanian. Salisbury. Jakarta. UGM Press. ITB Press. Tingkat pertumbuhan yang tidak optimum diakibatkan daya tahan tubuh tanaman terhadap penyakit rendah.S. 5. DAFTAR PUSTAKA Dartius. B. Berat kering tajuk selalu lebih tinggi daripada berat kering akar pada semua perlakuan. Fisiologi Lingkungan Tanaman. S. Wilkins. Perlakuan N0P0 sebagai kontrol menunjukkan tingkat pertumbuhan tanaman ratarata yang paling minimum. USU-Press. Yogyakarta. M. Bumi Aksara. B. S. dan Guritno. UGM Press.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful