P. 1
Tugas OB Bu Tatik

Tugas OB Bu Tatik

|Views: 13|Likes:
Published by Wahyu Ningtyas
organizational behaviour
organizational behaviour

More info:

Categories:Types, Business/Law
Published by: Wahyu Ningtyas on Feb 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/18/2013

pdf

text

original

1. Berdasarkan artikel “Managing Successful Change“ , organisasi dalam mengelola perubahan?

apa yang harus diperhatikan

Perusahaan melakukan perubahan untuk dapat bertahan. Namun merupakan hal yang sulit untuk meyakinkan anggota organisasi dalam menerima perubahan. Seringkali mereka merasa frustasi dan susah untuk beradaptasi pada masa transisi. Kegagalan dalam suatu perubahan tentunya menghabiskan biaya yang banyak (Edmons, 2011 : 349). Menurut Suprihatmi (2006 : 186), perubahan merupakan tindakan beralihnya suatu organisasi dari kondisi saat ini menuju kondisi masa yang akan datang yang diinginkan guna meningkatkan efektifitas dan efisiensi. Mengapa suatu organisasi perlu melakukan perubahan? Karena lingkungan organisasi secara terus menerus mengalami perubahan,sehingga organisasi perlu melakukan perubahan kalau ingin tetap eksis dan sukses di masa mendatang. Edmons (2011 : 350) mengatakan bahwa banyak faktor yang bisa membawa perubahan organisasi, dari adanya pengaruh internal sampai adanya perubahan eksternal dalam perilaku konsumen, atau pergeseran dalam bentang industri. Di antara penyebab yang paling umum adalah:        Perubahan pemerintah atau undang-undang. Merger dan akuisisi. Tantangan pertumbuhan ke pasar global. Perubahan structural Exit Strategy Pengenalan atas proses baru Adanya strategi re-organisasi Agar siap dalam menghadapi perubahan, diperlukan perencanaan yang dimulai jauh sebelum perubahan itu terjadi. Beberapa hal yang perlu dilakukan agar perubahan dapat berhasil adalah :  Orang orang dalam organisasi Orang orang dalam organisasilah yang menjadi kunci dari keberhasilan suatu perubahan dimana terdapat manajer yang mengelola dan leader sebagai pemimpin. Manajer harus fokus dalam sistem dan struktur organisasi, sedangkan leader harus inovatif, mengembangkan dan siap dalam tantangan status quo. Manajer dan leader harus dapat memilah pengaruh dan skill yang mereka miliki dalam posisi mereka di setiap hirarki. Mereka harus dapat 1|Organizational Behavior

kehilangan atau meninggalkan zona yang nyaman. Mereka cenderung di posisi kekuasaan. Menurut Ambarwati (2003 : 156 – 157). kegagalan. energi dan komitmen untuk mengubah biasanya dapat dibagi menjadi empat kategori karakter dan masing. konselor dan motivator bagi semua anggota organisasi. dan mampu turut berpartisipasi dalam setiap proses perubahan yang akan dilakukan serta bebas dari kolusi. Ketakutan akan ketidaktahuan. Menurut Edmons (2011 : 351). Mereka yang tidak peduli tentang perubahan atau tidak menyadari hal itu. Fokus atau inti dari proses perubahan adalah prinsip pembelajaran dalam organisasi yang memungkinkan individu untuk tidak mempelajari perilaku atau kebiasaan masa lalu dan mempelajari cara-cara baru dalam memecahkan masalah organisasi. 2|Organizational Behavior . perlu disadarkan akan perubahan.macam. beberapa orang lainnya bereaksi negatif dan dapat bertahan. Pemimpin yang tidak hanya pandai memberi instruksi saja tetapi pemimpin yang bisa menjadi fasilitator. korupsi dan nepotisme. Perubahan pasti akan membawa berbagai tingkat energi dan komitmen serta ketegangan dan konflik. yang pendapatnya penting. tetapi semua reaksi ini merupakan sumber penting dari perubahan yang sehat. Preachers. Sleepers. koordinator. 3. serta mendukung proses perubahan melalui upaya penciptaan organisasi pembelajaran sebagai bagian budaya organisasi.masing harus ditangani dengan cara yang tepat: 1. Ketakutan adalah salah satu alasan yang paling umum dalam penolakan perubahan. harus memiliki daya dan energi berkurang. Pemimpin yang mengimplementasikan program perubahan mempunyai komitmen untuk membuat perubahan fundamental dalam perilaku organisasional. 2011 : 350). Mereka yang mencoba untuk mencegah terjadinya perubahan . tetapi mereka tidak mempertimbangkan untuk mengubah prioritas.  Perhatikan reaksi terhadap perubahan Reaksi yang terjadi bisa bermacam . Blocker. Beberapa orang akan menjadi lebih berkomitmen atau antusias daripada yang lain. sehingga sangat berguna untuk memiliki strategi di tempat untuk menangani konflik potensial. kepemimpinan yang diperlukan sebagai agen perubah dalam hal ini adalah pemimpin yang konsisten.mengkombinasikan skill tersebut untuk membantu membangun tim yang memiliki komitmen dan motivasi dalam menghadapi perubahan (Edmons . 2.

oleh karena itu training dapat diindentifikasikan sebagai elemen penting dalam proses perubahan jika proyek dapat dilakukan dengan tepat waktu dan sesuai budget. Training dalam manajemen perubahan dapat membantu menyediakan pengetahuan lebih dalam atas prinsip dan pemahaman tentang bagaimana mengimplementasikan manajemen perubahan dalam organisasi  Change Management ”buy . antara lain : a) Buy – in dari manajemen front line dan karyawan b) Tim proyek yang berpengalaman dan dapat dipercaya c) Pendekatan yang sudah terorganisasi dan direncanakan 3|Organizational Behavior . ata self esteem. skill untuk mengelola perubahan dapat dipelajari. menunda. Mereka adalah para pendukung dan pelaksana aktif perubahan. resistensi terhadap perubahan terdiri dari setiap perilaku karyawan dirancang untuk menghilangkan kepercayaan. Champions. penting untuk menjaga mereka sepenuhnya agar tetap terlibat setiap saat. perlu ada keterbukaan dan dukungan tim. Berdasarkan Newstrom (2011 : 364). penuh konflik dan fokus pada tugas yang ada saja. Usaha untuk melakukan perubahan tidak selalu berlangsung dengan mulus. 2006 : 186). Peranan tim perlu didefinisikan dan hubungan interpersonal dalam tim perlu dikelola. Banyak atau tidaknya champion. Tim yang disfungsional bekerja dengan ketegangan. atau organisasional. sebagian besar akan menghadapi resistensi baik dari tingkat individual. Resistensi (penolakan) terjadi dalam usaha mempertahankan kemapanan yang telah memberikan keuntungan dan manfaat di masa lalu. kelompok. karena itu perlu langkahlangkah dalam mengatasi resistensi terhadap perubahan (Suprihatmi.  Training for change Menurut Edmons (2011 : 352). Karyawan menolak perubahan karena perubahan membutuhkan keamanan. dicapai(Edmons. kompetensi. 2011 : 352).4.  Teamwork Dalam mengatasi apa yang harus dilakukan dan bagaimana hal itu akan dicapai perlu ada tim yang efektif yang menetapkan bawah pengaturan misi. status. interaksi sosial.in” Beberapa faktor yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perubahan. Oleh karena itu. untuk mencapai perubahan yang berhasil. atau mencegah pelaksanaan perubahan pekerjaan. perencanaan dan tujuan.

sementara di tingkat lokal dan nasional perusahaan perlu berkembang jika mereka ingin tetap eksis. Proses adaptasi terhadap perubahan maupun pola persepsi sosial teradap stimuli rule dan tujuan dari perubahan yang dilakukan oleh perusahaan. Bagaimana pendapat Saudara tentang artikel pada butir 1 tersebut dan apa rekomendasi Saudara terkait dengan artikel tersebut? Jelaskan!. Sudut pandang ini memberikan organisasi-organisasi dengan kesadaran untuk bersiap-siap akan perubahan. mencapai tujuan dan sasaran dan sesuai budget. perubahan merupakan tindakan beralihnya suatu organisasi dari kondisi saat ini menuju kondisi masa yang akan datang yang diinginkan guna meningkatkan efektifitas dan efisiensi. yang tersirat dari proses perubahan tiga tahap ini adalah pengakuan bahwa pengenalan perubahan saja tidak akan membuat pasti bahwa kondisi sebelum perubahan akan hilang ataupun fakta bahwa perusahaan tersebut dapat bertahan. Proses penerimaan berupa perubahan perilaku dan performa sesuai dengan visi dan tujuan restrukturisasi perusahaan. Pada kenyataannya. Bagaimana pelatihan dalam manajemen perubahan dapat membantu memberikan pengetahuan yang lebih dalam lagi tentang prinsip dan pemahaman akan bagaimana penerapan dan pengelolaan perubahan dalam organisasi. Dari penjelasan pada jurnal tersebut.sehingga organisasi perlu melakukan perubahan kalau ingin tetap eksis dan sukses di masa mendatang. 2. Proses re-evaluasi terhadap kebijakan dan dampaknya terhadap performa kinerja dan produktifitas perusahaan Menurut Robin (1994 : 429). Jika metode dalam manajemen perubahan ditangani dengan benar.  Changing. yang kemungkinan akan mengarah pada probabilitas sukses yang lebih besar. perubahan tidak dapat sepenuhnya akan berhasil. perubahan dapat membawa sukses.  Refreezing. Jurnal tersebut menjelaskan bagaimana organisasi memahami pentingnya pengelolaan perubahan organisasi dalam iklim yang tidak menentu pada kondisi ekonomi saat ini. perusahaan melakukan perubahan untuk dapat bertahan. 4|Organizational Behavior . perubahan memiliki tahapan sebagai berikut:  Unfreezing. Menurut Suprihatmi (2006 : 186). Padahal perusahaan perlu bereaksi dengan cepat terhadap revolusi global. Mengapa suatu organisasi perlu melakukan perubahan? Karena lingkungan organisasi secara terus menerus mengalami perubahan.Berdasarkan Newstrom (2011 : 370).

Tapi manajer sering mengabaikan hal ini dan lebih terpaku melihat lingkungan luar dan masa depan. menurut Hargie dan Tourish (1993) dalam Kitchen and Dally (2002 : 47). lingkungan. 3. 2002 : 47).Menurut Ambarwati (2003 : 158). permasalahan yang muncul dalam organisasi lebih banyak disebabkan oleh kukuhnya menerapkan kebiasaan lama dan bukan karena dinamika pasar yang berlangsung saat ini. Oleh karena itu. juga merupakan prekursor bagi keberadaan organisasi juga (Kitchen and Dally. banyak para teoritis berpendapat bahwa organisasi tidak akan ada tanpa komunikasi" (Grunig. 1992). "internal komunikasi terjalin bersama dengan proses pengorganisasian dan dengan struktur organisasi. seolah-olah proyeksi pasar yang tepat di masa depan dapat memberikan identitas baru bagi organisasi. kualitas komunikasi di antara orang. manajemen harus secara proaktif mengelola sumber daya dengan sedemikian 5|Organizational Behavior . anatara lain: Mengapa program perubahan manajemen sering salah? Bagaimana kegagalan dihindari? Bagaimana risiko yang terkait dengan perubahan dapat dikurangi Agar berhasil dalam mengelola orang . Dengan mempelajari masa lalu maka kita dapat mengerti hal-hal yang kurang baik dan dapat melakukan perubahan-perubahan yang diperlukan sehingga tidak sampai terulang lagi di masa yang akan datang. kekuasaan dan budaya. komunikasi internal memiliki peranan dalam Manajemen Perubahan yang dapat dieksplorasi. Berdasarkan artikel “Internal Communication during Change Management” bagaimana komunikasi internal dalam organisasi berkontribusi dalam manajemen perubahan? Berdasarkan jurnal Kitchen and Dally (2002: 47). Berdasarkan pada pemahaman ini. Intinya. komunikasi internal tidak hanya merupakan variabel penting dalam kaitannya untuk mencapai keberhasilan organisasi. Beberapa penulis bahkan telah menemukan hubungan positif antara arus informasi dalam organisasi dan tingkat absensi dan produktivitas (Schweiger dan Denisi.orang yang membentuk sebuah organisasi merupakan variabel penting dalam menentukan keberhasilan organisasi. 1991). memerlukan komunikasi. dan perilaku individu ditentukan oleh masa lalunya daripada oleh apa yang ada dihadapannya. Padahal pengalaman masa lalu sangat berarti bagi organisasi. Manajemen Perubahan mengimplikasikan upaya untuk memahami dinamika industry dimana bisnis harus beroperasi sebagaimana dinamika internal itu sendiri.

perundang-undangan dan nilai-nilai politik yang berlaku dan siklus ekonomi. perubahan marketplace. pilihan dan tindakan'' (Pettigrew. Kurangnya kedisiplinan. Kurangnya strategi. . kegiatan pesaing. Matheson dan Matheson (1998). . Kerahasiaan. Perubahan dalam suatu organisasi terjadi karena merupakan respon untuk menanggapi bisnis dan keadaan ekonomi serta untuk proses manajerial persepsi. Kurangnya keterampilan yang tepat. . Mengetahui apa yang mendorong perubahan serta kemampuan organisasi untuk mengelola perubahan juga penting. Fokus internal . serikat buruh.  Faktor Internal : Ini berhubungan dengan filosofi manajemen. Kekuasaan dan politik. Kecenderungan untuk menyederhanakan. . perubahan harapan konsumen. budaya serta sistem internal meliputi kekuasaan dan kontrol. . struktur organisasi. dan hal. Kurangnya sumber daya. . namun kadang berasal dari lingkungan eksternal.hal lain yang menginisiatifkan terjadinya perubahan dapat menjadi tekanan. . beberapa perubahan kadang berasal dari dalam organisasi. . meringkas faktor-faktor yang menghambat keberhasilan dalam pelaksanaan manajemen perubahan sebagai berikut: . Kurangnya kredibilitas. mutu dan standar. . Menurut Newstrom (2011 : 368). Faktor-faktor yang disebutkan dari Kitchen and Dally (2002 : 49) oleh Matheson dan Matheson (1998) tersebut pada dasarnya melihat bagaimana informasi tentang perubahan 6|Organizational Behavior . 1985 dalam Kitchen and Dally. Dalam Kitchen and Dally (2002 : 48). 2002 : 47). Pelanggan. komunitas. Keengganan untuk berubah. Pemerintah membentuk beberapa peraturan/hukum yang harus dipatuhi oleh organisasi.rupa untuk memenuhi pasar dan kebutuhan organisasi. karena competitor memperkenalkan pelayanan terbaru mereka. sehingga suatu organisasi harus tanggap akan itu. Dawson (1994) menunjukkan bahwa pemicu perubahan eksternal dan internal saling tergantung. Penyalahgunaan metrik. Adanya perkembangan teknologi menyebabkan produk harus mengalami perubahan. Gilgeous (1997) dalam Kitchen and Dally (2002 : 47) menyajikan faktor eksternal dan internal sebagai alasan untuk memulai perubahan program dalam organisasi:  Faktor Eksternal : Teknologi baru.

Oliver. . 1998). 1997. 1998). Dari jurnal yang ditulis oleh Kitchen and Dally (2002 : 49).kekuatan tertentu. Penting tetapi diinginkan sebagai informasi bagi organisasi informasi. Menurut Pearson dan Thomas (1997) komunikasi yang efektif berarti manajer harus juga mengetahui tentang karyawan: . dan kelompok konsumen'' (Kitchen. Pada jurnal tulisan Kitchen and Dally (2002 : 49). 7|Organizational Behavior . komunikasi organisasi (Grunig. 1996). Relatif tidak penting. Agen tersebut memilih tindakan intervensinya. Ini membentuk dasar untuk hubungan antara perubahan manajemen dalam organisasi dengan komunikasi internal dilakukan dengan penuh tanggung jawab untuk membuat perubahan terjadi. politisi. Publik eksternal ini meliputi stakeholder yang mencakup masyarakat. Dalam Kitchen and Dally (2002 : 49). Tergantung pada persepsi organisasi dalam mengkomunikasikan pesan-pesan positif atau negatif terhadap anggota kepentingan lainnya dan koalisi baik di dalam maupun di luar perusahaan. definisi tentang komunikasi internal tidak terlalu banyak. Pelaksanaan dari intervensi tersebut terdiri dari dua bagian : apa yang dilakukan dan bagaimana melakukannya. Heller. proses ini bukanlah hal yang positif seperti kebanyak program perubahan yang dimiliki perusahaan ``distinct tilt'' terhadap kegagalan (Kotter. 1997). Menurut Robbins (1994 : 421). tetapi fungsi ini banyak dibahas dalam komunikasi karyawan (Argenti. Kanter. tetapi juga tentang bagaimana mereka berpikir. Kekuatan tersebut dijalankan di dalam organisasi oleh seorang agen perubahan. 1998. kelompok keuangan. Organisasi memiliki struktur formal dan informal (Rosengren. Kunci pekerjaan informasi khusus. Hal ini sebagian karena `` Karyawan adalah bagian dari kelompok-kelompok yang penting untuk sebuah organisasi. Should know. Bagaimana karyawan terlibat dalam proses perubahan sering digambarkan sebagai faktor penentu dari apakah perubahan organisasi dapat dicapai atau tidak (Peters dan Waterman. 1992) dan komunikasi perusahaan atau bisnis (Kitchen. 1993. . 1983. 1982. perubahan bukan hanya tentang bagaimana tindakan seseorang. 2000).disebarluaskan dalam organisasi dan bagaimana informasi dapat ditafsirkan oleh karyawan. Must know. 1985. Could know. artinya ia memilih apa yang harus di ubah. perubahan diprakarsai oleh kekuatan. Bagi kebanyakan organisasi. Clarke dan Clegg. Rawlins. 1997). berkomunikasi dengan karyawan perlu untuk perubahan dan bagaimana hal itu dapat dicapai adalah penting untuk keberdahasilan pengelolaan perubahan. baik dalam akademis atau praktisi. Porter. tokoh masyarakat.

Berdasarkan fakta bahwa komunikasi internal memiliki peran dalam pelaksanaan perubahan. struktur organisasi. kelompok. spesialisasi jabatan. komunikasi akan menjadi efektif tergantung pengaruhi dari saluran komunikasi formal. 1995). penting untuk 8|Organizational Behavior . Komunikasi efektif juga bisa dicapai dengan memahami model komunikasi non verbal (bahasa tubuh) seperti kontak mata. Dalam Kitchen and Dally (2002 : 50). jaringan komunikasi dalam organisasi. kelompok. Proses komunikasi umumnya mengikuti beberapa tahapan. penerima pesan menyampaikan tanggapan melalui media tertentu kepada orang yang menyampaikan pesan tersebut kepadanya. komunikasi dapat dirumuskan sebagai kegiatan dimana seseorang menyampaikan pesan melalui media tertentu kepada orang lain dan sesudah menerima pesan serta memahami sejauh mana kemampuannya. Pengirim pesan mengirimkan informasi pada penerima informasi melalui satu atau beberapa sarana komunikasi. atau organisasi (receiver). Grunig (1992) lebih lanjut menyatakan bahwa komunikasi internal akan menjadi kunci untuk keunggulan dan efektifitas organisasi. Argiris (1994) mendefinisikan komunikasi sebagai suatu proses dimana seseorang. komunikasi dianggap sebagai kunci dalam keberhasilan pelaksanaan perubahan karena merupakan alat untuk mengumumkan. Dengan pemahaman dan apa yang harus dilakukan pada sebuah komunikasi non verbal maka diharapkan individu dalam organisasi dapat berkomunikasi dengan efektif dan pola perilaku etis dapat terbentuk. nada suara. pemilikan informasi. Artinya faktor-faktor tersebut harus diperhatikan dengan bijaksana oleh pihak manajemen perusahaan agar perilaku karyawan terbentuk dalam sebuah pola perilaku etis.Menurut Nurrohim dan Anatan (2009 : 2). atau organisasi (sender) mengirimkan informasi (massage) pada orang lain. sosok dan postur tubuh. Proses berlanjut dimana penerima mengirimkan feedback atau umpan balik pada pengirim pesan awal. ekspresi wajah. Ditinjau berdasarkan teknis pelaksanaannya. kesuksesan organisasi sangat dipengaruhi oleh kapabilitas dan kompetensi masing-masing individual dan kerjasama antar anggota tim dalam organisasi. gerak tubuh. menjelaskan atau mempersiapkan orang untuk berubah dan mempersiapkan mereka untuk hal yang positif dan negatif efek dari perubahan yang akan datang (Spike dan Lesser. Komunikasi internal juga dapat meningkatkan komitmen untuk mengubah serta mengurangi kebingungan dan resistensi untuk itu (Lippitt. 1997). Dalam proses tersebut terdapat distorsi-distorsi yang mengganggu aliran informasi yang dikenal dengan noise. Dalam menjalin kerjasama untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan adanya komunikasi. Menurut Aryanti (2002 : 39). Dalam Nurrohim dan Anatan (2009 : 2).

penyaringan. sengaja melakukan kesalahan. dan distorsi yang disengaja. gosip dan rumor. Penelitian oleh Gilsdorf (1998) menggarisbawahi bahwa 20 persen dari jenis tertentu masalah komunikasi.  Memahami komunikasi organisasi dapat memberikan wawasan ke strategi manajemen. bisa saja dicegah atau diatasi dengan adanya pedoman kebijakan komunikasi. perbedaan status.  Keterampilan kepemimpinan yang efektif. Bahkan jenis bahasa yang digunakan dengan karyawan yang berbeda atau sekelompok staf akan berdampak pada efektivitas komunikasi internal perusahaan. kredibilitas sumber. dan beban layak (overload).  Manajemen harus bertanggung jawab untuk menyusun dan memelihara sistem komunikasi. ukuran bisnis. sumber daya keuangan. organisasi budaya.hal tersebut dapat muncul baik dalam komunikasi organisasi maupun komunikasi antarpribadi. menyimak secara efektif. penekanan informasi. Hal. Mereka menekankan bahwa:  Komunikasi merupakan dasar dari proses pengorganisasian. 1997).memahami apa faktor menghambat atau memfasilitasi komunikasi yang efektif dalam organisasi.  Harus ada komitmen dari manajemen senior untuk komunikasi. DeGreene (1982) dalam Kitchen and Daly (2002 : 50). tekanan waktu. Menurut Suwarto ( 2010: 199). Satu masalah penting dalam bidang komunikasi karyawan adalah aturan yang digunakan untuk berkomunikasi dalam perusahaan. Tapi faktor ini tidak mencerminkan kompleksitas lingkungan dalam suatu organisasi dan bagaimana dampak pada proses komunikasi dalam organisasi. Bratton dan Gold (1999) menguraikan apa yang mereka lihat sebagai keharusan untuk komunikasi yang sukses dalam organisasi. Ini termasuk masalah transmisi seperti proses komunikasi one side (especially downward). Dia juga menyatakan bahwa penerima informasi mungkin salah menafsirkan informasi yang diberikan. atau mereka mungkin tidak mendengarkan. masalah semantic. Organisasi memerlukan pendekatan yang berbeda untuk komunikasi internal dan faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan meliputi: jenis bisnis. Beberapa hambatan bagi komunikasi yang efektif yaitu : kerangka acuan. 9|Organizational Behavior . gaya manajerial. kesalahan dalam fakta-fakta yang dikomunikasikan. staf dan stabilitas atau volatilitas dari lingkungan bisnis (Kitchen. bahasa kelompok. kata putus nilai (value judgement). meliputi keterampilan komunikasi. mengutip banyak kesulitan yang mengakibatkan masalah komunikasi dalam organisasi.

 Pesan harus dianggap relevan dengan karyawan. budaya. pola dari interaksi. Model tersebut juga menunjukkan bagaimana komunikasi internal dan faktor yang mempengaruhinya dapat mempengaruhi organisasi dan perubahan. Berikan saran bagaimana hal tersebut diterapkan dalam organisasi. dan tawar menawar. Proses evaluatif akan membantu mereka untuk memutuskan perubahan mana yang strategis atau operasional. simbol. teknilogi. 4. dan kode (verbal atau non verbal).  Sistem komunikasi harus dimonitor dan dievaluasi. Sementara itu. media dan teknologi dari komunikasi. mempengaruhi perubahan dan pengembangan organisasi. Jelaskan! Adanya kemajuan revolusioner dalam teknologi dan pemberdayaan konsumen yang simultan. hubungan dalam organisasi. dan jaringan untuk komunikasi organisasi. Kombinasi tulis dan tatap muka saluran yang terbaik. koordinasi. Pada 10 | O r g a n i z a t i o n a l B e h a v i o r . Karena itulah perlu untuk mengeksplorasi hubungan antara perubahan dengan komunikasi internal manajemen.  Methods and modality of communication : meliputi saluran-saluran. Model komunikasi organisasi meliputi :  Context : lingkungan-histori-ekologi. material dan kondisi ekonomi.  Pesan harus konsisten dengan tindakan. yang nantinya harus dilakukan untuk melestarikan kelangsungan hidup dan pertumbuhan. organisasi menyadari pentingnya komunikasi yang baik. atau pengonttrolan.  Messages : meliputi content. memimpin atau memotivasi. mereka sering merasa kesulitan untuk menempa hubungan antara apa yang dikatakan dan apa yang akan dilakukan.adalah salah satu kekuatan revolusioner yang berdampak pada organisasi di seluruh dunia. negosiasi. tujuan dan goal.  Communication activities : pengorganisasian. Perspektif ini menunjukkan bagaimana multidimensi dapat menyelesaikan masalah internal komunikasi. Oleh karenanya. dan orang atau anggota  Shape and form : faktor-faktor yang paling berpengaruh adalah budaya organisasi. mengatur konflik. ditambah dengan perubahan permintaan . organisasi dan bisnis perlu menanamkan sikap positif terhadap perubahan. pemecahan masalah dan pembuatan keputusan. Dalam konteks organisasi yang dinamis perlu mengevaluasi ulang tujuan.  Pelatihan keterampilan untuk peningkatan efektivitas system komunikasi.

tetapi juga untuk terobosan internasional agresif bisnis. memahami kebutuhan untuk perubahan penting. Jika komunikasi internal merupakan isu utama yang berkaitan dengan keberhasilan pelaksanaan program manajemen perubahan. Atau dengan cara lain. Beberapa perusahaan kebal terhadap perubahan. Orang pintarpun tidak jarang membuat kesalahan dan kegagalan langsung. 1997). terutama di perusahaan besar. Sementara itu. perubahan berarti moving away dari berbagai rutinitas dan system menuju masa depan yang penuh ketidakpastian. maka memahami hunbung yang bisa membuktikan kepentingan untuk seluruh perusahaan karena mereka tidak hanya untuk menyesuaikan keadaan. dari jurnal Kitchen and Dally (2002 : 52). Bagi beberapa karyawan. Memahami komitmen menuju arah baru tidak pernah mudah. perubahan tidak evolusi tapi revolusioner. 11 | O r g a n i z a t i o n a l B e h a v i o r . komunikasi karyawan memiliki peran penting dalam manajemen perubahan. Dengan demikian. Kotter (1996) mencatat bahwa manajer yang kurang berkomunikasi seringkali tidak hanya dalam jumlah kecil. Karyawan hanya dapat bekerja efektif jika mereka dapat berpartisipasi dalam organisasi dan mereka hanya dapat berpartisipasi jika mereka sepenuhnya diberitahu'' (Kitchen. bahkan dalam perusahaan terkenal. tapi bagaimana memahami agar perubahan akan tercapai.akhirnya nanti hal ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana komunikasi internal memberikan kontribusi pada keberhasilan.

01 : 33 – 40. ‘Membentuk Komunikasi Efektif dalam Dunia Kerja’.W. Corporate Communication: An International Journal. John W.1 : 46 – 53. Jakarta : Penerbit Arcan. Industrial and Commercial Training. Edisi Revisi. No. 2006. Desain. No. Philip J. dan Aplikasi’. ‘Efektifitas Komunikasi dalam Organisasi’.2 : 186 – 192.Graw-Hill Companies.8 : 155 – 176. Vol. Vol. John. Nel. Jurnal Siasat Bisnis. Vol 7.Referensi : Ambarwati. Jurnal Manajemen. ‘Managing Successful Change”. Stephen P.4. Yogyakarta : Universitas Atma Jaya. Vol. No. Edmons. ‘Peranan Manajemen Perubahan dalam Pertumbuhan Organisasi’. Vol 7. No. 1994. New York: Mc. Jurnal Ilmiah “Manajemen & Bisnis” Program Studi Manajemen. Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan. 2002. No.2003.6. 2010. Robbins. Suwarto. 2011. 2009. Aryanti. Hassan dan Lina Anatan. 02 No. ‘Teori Organisasi : Struktur. Newstrom. ‘Internal Communication During Change Management’. ‘Organizational Behavior : Human Behavior at Work’.S. 2. ‘Perilaku Keorganisasian’. Sri Dwi Ari.43. Vol. Kititchen and Finbarr Daly. Suprihatmi. ’ Mengelola Perubahan Organisasional: Isu Peran Kepemimpinan Transformasional dan Organisasi. Edisi Terjemahan.6 : 349 – 353. Nurrohim. 2002. 2011. 12 | O r g a n i z a t i o n a l B e h a v i o r . Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->