110022157 Teknik Instrumen K3

K3 Teknik Instrumentasi dan Kontrol

Jurusan Teknik Mesin

Fakultas Teknik UNIVERSITAS RIAU

10/14/2012

DR. ADHYPRAYITNO, MSc. Sistem Instrumentasi & Kontrol

1

Elemen-elemen Sistem Instrumentasi
Sebagaimana diungkakan pada pertemuan terdahulu bahwa pada sistem instrumentasi kita mengenal bagian-bagian yang kita sebut : sensor, pengolah sinyal dan data display. Sensor:elemen yang menghasilkan sinyal yang memilikirelasi dengan besaran yang diukur. Pengolah sinyal : pengolah sinyal digunakan untuk mengambil keluaran sensor dan menubahnya menjadi bentuk yang cocok bagi penampil data. Penampil data(data display) : elemen yang merekam, menampilkan data dan mengirimnya ke suatu sistem kontrol.
10/14/2012 DR. ADHYPRAYITNO, MSc. Sistem Instrumentasi & Kontrol 2

Beberapa jenis sensor
1. Sensor Perpindahan (Displacement) 2. Sensor Kecepatan (velocity) 3. Sensor tekanan fluida (pressure) 4. Sensor aliran (flow sensor) 5. Sensor ketinggian cairan (level) 6. Sensor suhu (temperature) Pada kuliah ini kita tidak akan membicarakan sensor secara terpisah, tetapi secara embedded bersamaan dengan alat-alat ukur dan proses pengukuran. Pada kuliah ini kita akan mulai dengan penguran aliran fluida, ketinggian permukaan cairan, tekanan (pressure) dan suhu
10/14/2012 DR. ADHYPRAYITNO, MSc. Sistem Instrumentasi & Kontrol 3

Alat Ukur flow, level, pressure, temperature
Pendahuluan
• Alat ukur (measuring device) adalah alat yang berada di lapangan (field) untuk mengukur variable proses seperti flow, pressure, level dan temperature. Pada industri proses output data dari alat ukur akan ditransmisikan ke ruangan control (control room) untuk diproses lebih lanjut dalam kaitannya dengan sistem kontrol. Pemilihan jenis alat ukur yang sesuai dan terbaik untuk mengukur suatu variable proses, sering kali sukar dilaksanakan, bahkan seorang engineer yang berpengalaman dan sudah mempunyai metoda pemilihan akan mengalami demikian. Pemilihan dapat lebih sederhana bilamana semua kondisi operasi (service condition) yang dipersyaratkan diketahui. Beberapa pengukuran memerlukan lebih informasi dibanding dengan yang lain. Sebagai contoh, beberapa kondisi operasi dan stream characteristic harus diketahui untuk aplikasi pengukuran aliran (flow) dibanding untuk peralatan pengukuran tekanan (pressure). Oleh karena itu sangat penting untuk mendaftar semua informasi yang berhubungan dengan pemilihan alat ukur DR. ADHYPRAYITNO, MSc. Sistem 4 10/14/2012 yang dimaksud. Instrumentasi & Kontrol

Sistem Instrumentasi & Kontrol 5 . Pengembangan flowmeter ini melalui tahapan yang luas mencakup pengembangan flow sensor. transducers dan hubungannya dengan unit pemprosesan sinyal (signal processing units). 10/14/2012 DR. interaksi sensor dan fluida melalui penggunaan teknik komputasi (computation techniques).Pengukuran Aliran Fluida (Flow Measurements) • Pengukuran aliran fluida adalah sangat penting di dalam suatu industri proses seperti kilang minyak (refinery). MSc. kondisi gangguan (disturbed). ADHYPRAYITNO. pembangkit listrik (power plant) dan industri kimia (petrochemical). kasar (harsh). serta penilaian dari keseluruhan sistem di bawah kondisi ideal. kondisi berpotensi meledak (explosive conditions) serta pada lokasi laboratorium dan lapangan (field). • Instrumen untuk melakukan pengukuran kuantitas aliran fluida ini disebut flowmeter.

Flow Meter Differential Pressure Orifice . Roots 2. Variable Area Positive Displacement Turbine 10/14/2012 DR. ADHYPRAYITNO. Elbow Taps. 3. V-Cone Dall Tube Rotameter. MSc. Flume Nutating Disc. Oscillating Piston Oval Gear. Flow Nozzle Pitot Tube. 4. Sistem Instrumentasi & Kontrol 6 . Venturi Tube.Pengelompokan (Categorization) Beberapa jenis flowmeter yang sering digunakan di dalam industri proses dapat dikelompokkan sebagai berikut : No. Movable Vane. Weir. 1. Wedge. Pitot Tube (Averaging) Anubar.

Pemasangan secara inline. garis tengah dari pipa harus sama dengan ukuran garis tengah flowmeter. bila dipasang pada line size yang lebih besar. Pada model Inline pemasangan membutuhkan dua buah connector untuk pipa bagian hulu (upstream) dan hilir (downstream). ADHYPRAYITNO. Sistem Instrumentasi & Kontrol 7 . Metode pemasangan secara insertion lebih fleksibel dan hemat. Ada dua jenis metoda penyambungan yang banyak digunakan untuk pemasangan flowmeter secara inline dengan pipa yaitu flanged dan wafer.Pemasangan (Instalation) Flow-meter Secara garis besar ada dua jenis metoda pemasangan dari flowmeter yaitu inline dan insertion. sedangkan model insertion pemasangannya dilakukan dengan menyisipkan sensor probe kedalam pipa. MSc. 10/14/2012 DR.

Metoda pemasangan flow-meter 10/14/2012 DR. ADHYPRAYITNO. Sistem Instrumentasi & Kontrol 8 . MSc.

Straightening vane yang diletakkan diantara elbow dan element primer efektif untuk menghilangkan putaran (swirls) pada aliran. 10/14/2012 DR. MSc. Khusus untuk alat ukur aliran jenis “pressure drop meter” kadangkadang memerlukan pipa penyearah (straightening vane) untuk aliran dengan distribusi kecepatan abnormal.Metoda pemasangan flow-meter Pada umumnya pemasangan flowmeter pada suatu titik mempersyaratkan pipa pada kedua sisi flowmeter (upstream dan downstream) dipasang secara lurus pada suatu jarak tertentu. ADHYPRAYITNO. Sumber utama adanya gangguan pada profil kecepatan fluida dalam pipa adalah adanya dua elbow dan valve. Sistem Instrumentasi & Kontrol 9 .

ADHYPRAYITNO. Sistem Instrumentasi & Kontrol 10 .Straightening Vane 10/14/2012 DR. MSc.

Informasi lainnya adalah status dari fluida (pure atau mixed) dan status dari aliran (constant. bersama dengan faktor lain yang meliputi antara lain maksimum pressure drop yang diijinkan. pressure. viscous . pulsating atau variable). open channel. • Lebih dari itu. • • Faktor kedua yang paling utama adalah line size dan flow rate (keduanya berhubungan erat). temperatur lingkungan. Yang paling utama adalah fluid phase (liquid. ketelitian (accuracy) yang diperlukan. Sifat-sifat fluida lainnya mempengaruhi pemilihan dari flowmeter antara lain density (specific gravity).). temperature. indoor atau outdoor). explosive. dll.Pemilihan (Selection) • Untuk memilih suatu flowmeter yang sesuaikan aplikasinya. atau inline). abrasive. clampedon. Sistem Instrumentasi & Kontrol 11 . gas atau steam) dan flow condition (clean. repeatability serta biaya (pengadaan dan pemeliharaan). 10/14/2012 DR. dirty. viscosity. MSc. banyak faktor yang perlu untuk dipertimbangkan. and electronic conductivity. dan penempatan dari flowmeter juga perlu untuk dipertimbangkan. ADHYPRAYITNO. metoda instalasi (insertion. Informasi ini lebih banyak dapat mengeliminasi berbagai macam sub model pada setiap teknologi flowmeter. lokasi pemasangan (corrosive.

yaitu sifat-sifat fisiknya. ADHYPRAYITNO. MSc. Sistem Instrumentasi & Kontrol 12 .Sifat Fisik Fluida • Dalam menyelesaikan persoalan-persoalan mengenai aliran fluida selalu diperlukan datadata dari fluida itu sendiri. 10/14/2012 DR. Diantara berbagi sifat fisik fluida ada dua sifat yang paling penting. yaitu viskositas (viscosity) dan rapat massa (density).

maka makin besar hambatan yang dialami sehingga makin sulit fluida itu akan mengalir. MSc. Makin besar viskositas suatu fluida. Sistem Instrumentasi & Kontrol 13 .1. Viskositas ( μ ) • Viskositas adalah suatu sifat fluida yang merupakan ukuran dari besarnya tahanan atau hambatan yang dialami bila fluida mengalir. F dv  A dy Dimana : F = Gaya yang diberikan pada pelat A = Luas permukaan pelat dv/dy = gradient kecepatan dalam arah y F/A = tegangan geser μ = konstanta kesebandingan (viskositas) 10/14/2012 DR. ADHYPRAYITNO.

10/14/2012 DR. Umumnya viskositas gas lebih peka terhadap perubahan tekanan dibandingkan dengan cairan. Menaikkan tekanan akan memperbesar baik viskositas cairan maupun viskositas gas. tetapi kurang peka terhadap perubahan temperature. Bila temperature dinaikkan.Viskositas ( μ ) • Besarnya viskositas suatu fluida dipengaruhi oleh temperature. ADHYPRAYITNO. Bila viskositas suatu fluida hanya tergantung pada temperature dan tekanan maka fluida tersebut disebut fluida Newtonian. maka viskositas cairan akan berkurang sedangkan viskositas gas akan bertambah. MSc. Sistem Instrumentasi & Kontrol 14 . tekanan (pressure) dan tegangan geser yang dialami.

Viskositas Dinamik • Viskositas yang dijelaskan pada slide terdahulu adalah viskositas dinamik. ADHYPRAYITNO. MSc. di dalam prakteknya satuan untuk viskositas dinamik biasanya dinyatakan dengan poise atau centipoises. Sistem Instrumentasi & Kontrol 15 .detik / cm2 10/14/2012 DR. F / A  dv / dy  Mempunyai satuan : dyne.detik / cm2 atau gram / cm. dimana : 1 poise = 100 centipoise = 1 dyne.detik.

dimana : 1 stoke = 100 centistoke = 1 cm2/detik Dari definisi satuan centipoises dan centistokes. maka didapatkan hubungan :      SG SG= Specific Gravity atau Berat Jenis 10/14/2012 DR. ADHYPRAYITNO. Sistem Instrumentasi & Kontrol 16 .Viskositas Kinematik Viskositas kinematik didefinisikan sebagai :    Dimana : ‫= ע‬viskositas kinematik μ = viskositas dinamik (absolute) ρ = rapat massa (density) Dalam prakteknya viskositas kinematik ini sering dinyatakan dengan satuan stoke. MSc.

MSc.Rapat Massa (density) Rapat massa dari suatu fluida merupakan ukuran dari banyak massa pada temperature dan tekanan tertentu yang ditempatkan di dalam satu volume. ADHYPRAYITNO. yaitu perbandingan anatar rapat massa suatu fluida dan rapat massa fluida yang dipilih sebagai fluida standard. Untuk cairan biasanya menggunakan air sebagai fluida standard sedangkan untuk gas digunakan udara. Sistem Instrumentasi & Kontrol 17 . m  V Dimana : ρ = rapat massa (density) m = massa V = volume Berat Jenis (Specific Gravity) Rapat massa suatu fluida sering juga dinyatakan dengan berat jenis (specific gravity). cairan SGcairan   air 10/14/2012 SGgas  gas  udara DR.

Bentuk aliran didasarkan pada kombinasi dari parameter tersebut yang menghasilkan suatu konstanta tak berdimensi yang disebut bilangan Reynold ( Re ). tetapi juga bergantung pada diameter pipa (characteristic distance. atau turbulent tidak hanya bergantung pada kecepatan (free-stream fluid velocity.Bilangan Reynold • Penelitian-penelitian yang dilakukan oleh Osbone Reynold menunjukkan bahwa bentuk aliran fluida didalam pipa yaitu laminar. MSc. ρ ) dan fluid viscosity (dynamic. V ) saja. ADHYPRAYITNO.ft) v = kecepatan aliran (ft/sec atau fps) D = diameter pipa (ft) μ = viskositas absolute fluida lbm/ft/sec) 10/14/2012 DR. Sistem Instrumentasi & Kontrol 18 . transitional.D) rapat massa (fluid density. Bilangan Reynold ini didefenisikan sebagai vD Re   Dimana : ρ = rapat massa (lbm/cu. μ ).

ADHYPRAYITNO. 10/14/2012 DR. MSc. Sistem Instrumentasi & Kontrol 19 .Reynolds Number > 4000 dikategorikan sebagai bentuk aliran turbulen. aliran dimana : -Reynolds Number < 2000 dikategorikan sebagai bentuk aliran laminar -2000 ≤ Reynolds Number ≤ 4000 dikategorikan sebagai bentuk aliran transitional .Untuk keperluan teknik.

ADHYPRAYITNO. Alat ini memandu aliran ke dalam suatu penghalang aliran (yang mempunyai lubang dengan diameter yang berbeda dengan diameter pipa).Differential Pressure Flowmeters (Head Flow Meter) • Prinsip Operasi Prinsip operasi Differential Pressure Flowmeters (DP Flowmeters) di dasarkan pada persamaan Bernoulli yang menguraikan hubungan antara tekanan dan kecepatan pada suatu aliran fluida. 10/14/2012 DR. sehingga menyebabkan perubahan kecepatan aliran (flow velocity) dan tekanan (pressure) antara sisi upstream dan downstream dari penghalang. MSc. Dengan mengukur perubahan tekanan tersebut. Sistem Instrumentasi & Kontrol 20 . maka kecepatan aliran dapat dihitung.

ADHYPRAYITNO. 10/14/2012 DR. MSc.Differential Pressure Flowmeters Differential pressure atau head flow measurement merupakan metoda pengukuran flow yang paling populer saat ini untuk mengukur aliran fluida di industri proses. Sistem Instrumentasi & Kontrol 21 .

10/14/2012 DR. venturi tube. segmental wedge. V-Cone dan Dall Tube. namun element lain menawarkan beberapa kelebihan untuk aplikasi tertentu. ADHYPRAYITNO. MSc. pitot tube. elbow taps. flow nozzle. Jenis yang paling banyak digunakan adalah orifice plate.Element-elemen utama untuk DP Flowmeters Berbagai jenis primary element yang tersedia dipasaran untuk DP flowmeters antara lain : orifice plates. Sistem Instrumentasi & Kontrol 22 . anubar tubes.

Orifice Plates Suatu plate berlubang dimasukkan ke dalam pipa dan ditempatkan secara tegak lurus terhadap flow stream. MSc. Ketika fluida mengalir melewati orifice plate tersebut maka menyebabkan peningkatan kecepatan dan penurunan tekanan. ADHYPRAYITNO. Sistem Instrumentasi & Kontrol 23 . Perbedaan tekanan sebelum dan setelah orifice plate digunakan untuk mengkalkulasi kecepatan aliran (flow velocity). 10/14/2012 DR.

10/14/2012 DR. liquid dan steam dalam jumlah yang besar.Jenis-jenis Orifice Plate Concentric Orifice Letak lubang penghalang konsentris dengan penampang pipa. Digunakan untuk mengukur volume gas. ADHYPRAYITNO. Sistem Instrumentasi & Kontrol 24 . MSc.

ADHYPRAYITNO.Orifice plate jenis concentris 10/14/2012 DR. MSc. Sistem Instrumentasi & Kontrol 25 .

MSc. Kekurangan · Rugi tekanan (pressure drop) relatif tinggi. karena cenderung terjadi penyumbatan.Orifice plate jenis concentris Kelebihan · Dapat digunakan pada berbagai ukuran pipa (range yang lebar). · Harga relative murah. · Tidak dapat digunakan untuk mengukur laju aliran “slurry”. Sistem Instrumentasi & Kontrol 26 . ADHYPRAYITNO. 10/14/2012 DR. · Ketelitian (accuracy) baik. jika plate dipasang dengan baik.

Pemasangan lubang yang tidak konsentris ini dimaksud untuk mengurangi masalah jika fluida yang diukur membawa berbagai benda padat (solid).Eccentric Orifice • Titik pusat lubang penghalang tidak satu garis pusat dengan pusat penampang pipa. ADHYPRAYITNO. MSc. Sistem Instrumentasi & Kontrol 27 . 10/14/2012 DR.

Segmental Orifice • Segmental orifice plates digunakan terutama pada service yang sama dengan eccentric orifices. 10/14/2012 DR. Sistem Instrumentasi & Kontrol 28 . MSc. sehingga kelebihan dan kekurangan adalah kurang lebih sama. ADHYPRAYITNO.

adalah sebagai berikut : Kelebihan · Rugi tekanan (pressure loss) relatif rendah dari pada orifice atau flow nozzle · Dapat digunakan untuk mengukur cairan yang mengandung endapan padatan (solids). Perubahan di (dalam) area / luas penampang menyebabkan perubahan kecepatan dan tekanan dari aliran (flow). ADHYPRAYITNO. Kekurangan · Tidak tersedia pada ukuran pipa dibawah 6 inches. Sistem DR. · Harga relatif mahal. MSc. 29 10/14/2012 Instrumentasi & Kontrol Venturi Tube .8.Bentuk dari venturi tube dapat dilihat pada gambar 3. Secara umum kelebihan dan kekurangan dari penggunaan Venturi Tube.

ADHYPRAYITNO.Tabung Ventury 10/14/2012 DR. MSc. Sistem Instrumentasi & Kontrol 30 .

• Kelebihan · Pressure loss lebih rendah dibandingkan orifice plate. MSc. · Harga lebih tinggi dibanding dengan orifice. · Dapat digunakan untuk fluida yang mengandung padatan (solids). ADHYPRAYITNO. Sistem Instrumentasi & Kontrol 31 . 10/14/2012 DR. Kekurangan · Terbatas pada ukuran pipa di bawah 6 “. Alat ini terdiri dari bagian yang berbentuk lonceng dengan profile ellips diikuti dengan leher silindris dan diletakkan di dalam pipa untuk merubah bidang aliran sehingga menghasilkan penurunan tekanan (pressure drop) untuk digunakan menghitung flow velocity.Flow Nozzle • Gambar berikut memperlihatkan flow nozzle.

MSc.Flow Nozzle 10/14/2012 DR. Sistem Instrumentasi & Kontrol 32 . ADHYPRAYITNO.

Tekanan nya. dimana tip tersebut sebagai titik stationary (zero velocity) dari flow. DR.Tabung Pitot • Sebuah probe dengan open tip (pitot tube) dimasukkan ke dalam suatu bidang aliran (flow). Sistem Instrumentasi & Kontrol 10/14/2012 33 . MSc. dibandingkan dengan tekanan statis dan digunakan untuk mengkalkulasi kecepatan aliran (flow velocity) tabung Pitot dapat mengukur flow velocity pada titik pengukuran. ADHYPRAYITNO.

MSc. Kekurangan · Akurasi kurang.Tabung Pitot Tabung Pitot jarang digunakan pada process stream tetapi umumnya digunakan pada utilities streams dimana ketelitian (accuracy) yang tinggi tidaklah diperlukan. ADHYPRAYITNO. Kelebihan · Tidak ada pressure loss. · Tidak direkomendasikan untuk fluida yang kotor dan lengket. · Sensitif pada gangguan pada hulu (upstream). 10/14/2012 DR. Sistem Instrumentasi & Kontrol 34 .

ADHYPRAYITNO. Sistem Instrumentasi & Kontrol 35 .Tabung Pitot 10/14/2012 DR. MSc.

namun akurasi yang dihasilkan lebih baik dari pitot tube. • Kelebihan · Pressure drop dapat diabaikan. • Kekurangan · Tidak dapat diaplikasikan untuk fluida yang kotor dan lengket. · Dapat dipasang untuk service dengan tekanan rendah. MSc. 10/14/2012 DR. Sistem Instrumentasi & Kontrol 36 . ADHYPRAYITNO.Annubar Tubes • Karakteristik annubar element hampir sama dengan pitot tube.

Annubar Tubes 10/14/2012 DR. ADHYPRAYITNO. Sistem Instrumentasi & Kontrol 37 . MSc.

MSc. namun kelebihan elbow flowmeter mempunyai lebih sedikit penghalang pada aliran fluida. Sistem Instrumentasi & Kontrol 38 . 10/14/2012 DR. ADHYPRAYITNO. Perbedaan tekanan ini digunakan untuk menghitung kecepatan aliran (flow velocity).Elbow Taps • Ketika suatu aliran cairan melalui sebuah elbow. • Kekurangan alat ukur ini adalah perbedaan tekanan yang dihasilkan oleh suatu elbow flowmeter adalah lebih kecil dibanding dengan DP flowmeter lainnya. maka gaya sentrifugal menyebabkan perbedaan tekanan antara sisi sebelah luar dan sisi sebelah dalam dari elbow itu.

Sistem Instrumentasi & Kontrol 39 .Elbow Tap Flow-meter 10/14/2012 DR. ADHYPRAYITNO. MSc.

10/14/2012 DR. ADHYPRAYITNO. Sistem Instrumentasi & Kontrol 40 .Elbow Tap Flow-meter • Elbow taps flowmeter pada gambar di atas sangat jarang digunakan. MSc. namun aplikasi alat ukur ini akan bermanfaat bilamana pengukuran flow diperlukan di dalam suatu instalasi yang sudah ada (existing). dimana biaya yang tersedia rendah dan ketelitian yang baik tidak diutamakan.

ADHYPRAYITNO. Sistem Instrumentasi & Kontrol 41 .10/14/2012 DR. MSc.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful