You are on page 1of 39

Oleh : Bagian AKK FKM UNEJ

 Menurut James A.F. Stonner :  “MANAJEMEN ADALAH PROSES PERENCANAAN,

PENGORGANISASIAN, PENGARAHAN DANPENGAWASAN USAHA-USAHA PARA ANGGOTA ORGANISASI DAN PENGGUNAAN SUMBER-SUMBER DAYA ORGANISASI LAINNYA AGAR MENCAPAI TUJUAN ORGANISASI YANG DITETAPKAN”.  JADI DAPAT DISIMPULKAN MANAJEMEN ADALAH PROSES KEGIATAN DENGAN MELALUI ORANG LAIN UNTUK MENCAPAI SUATU TUJUAN TERTENTU SERTA DILAKSANAKAN SECARA BERURUTAN BERJALAN KE ARAH SUATU TUJUAN  Proses secara strategis dalam mengatur penggadaan, perpindahan dan penyimpananmaterial, bahan setengah jadi dan persediaan barang jadi (indrajid dan djokopranoto 2003)

Inventory
Definisi Inventori Stok barang dalam suatu waktu yang merupakan aset nyata (tangible asset) yang dapat dilihat dan diukur. Sumber daya menganggur yang menunggu proses lebih lanjut. Tipe Inventori  Bahan Mentah (Raw material)  Work-in-progress  Komponen atau part  Barang jadi

Fungsi inventori       Menghindari keterlambatan pengiriman. Mendapatkan diskon (beli banyak). Menghindari tidak ada barang (musiman). Menghindari kenaikan harga. Menjamin kelangsungan produksi. Menghindari ada material/part yg rusak. .

Martin (1998) :  Proses yang secara strategik mengatur pengadaan bahan (procurement). komponen dan penyimpanan barang jadi (dan informasi terkait) melalui organisasi dan jaringan pemasarannya dengan cara tertentu sehingga keuntungan dapat dimaksimalkan baik untuk jangka waktu sekarang maupun waktu mendatang melalui pemenuhan pesanan dengan biaya yang efektif. . perpindahan dan penyimpanan bahan.

Beberapa Terminologi Berdasarkan sifat barangnya Inventory(Persediaan) dibagi dua (2):  Independent Demand Inventory  Dependent Demand Inventory .

.Independent & Dependent Demand   independent : demand tidak berhubungan dengan demand produk lain (ini yang diramal). demand berhubungan terhadap demand lain (item independent). dependent: inputs / parts.

Dependent Demand Inventory  Pabrik sepeda produksi 100 sepeda.  Perlu besi berapa  Karet berapa  Jeruji berapa  Ban berapa (Barang yang dipakai sangat tergantung volume produksi) .

Contoh di RS? . potensial kebocoran.Independent Demand Inventory Sangat susah kontrolnya.

Beberapa Terminologi  Lot Size (Inventory):  Sejumlah bahan yang kita pesan untuk memenuhi kebutuhan logistik organisasi pada tingkat harga tertentu  Lot size sangat menentukan:    berapa % discount yang dapat diberikan distributor Tingkat Resiko kerusakan (makin besar lot size. . resiko juga meningkat) Menentukan biaya angkut dan biaya penyimpanan  Kita harus punya titik di mana discount rate paling besar. discount makin besar. tingkat resiko terkecil.

perputaran tinggi. expired dan kerusakan tinggi. mengurangi kerusakan.Metode dalam Penyimpanan dan Distribusi  FIFO = First In First Out  LIFO = Last In First Out FIFO. menghindari expired. barang-barang besar. cocok untuk barang-barang kecil LIFO. . penyimpanan susah. penyimpanan mudah. cocok untuk barang yang tidak mudah rusak. perhitungan keuangan sukar.

12 ..EOQ. Economic order quantity adalah tingkat persediaan yang meminimalkan total biaya menyimpan persediaan dan biaya pemesanan...

.How to use EOQ in your organization How much inventory should we order each month? The EOQ tool can be used to model the amount of inventory that we should order each month.

. 14 . waktu dan lain-lain biaya kelengkapan yang konstan...  Persediaan diadakan untuk menghindari gangguan.  Keseimbangan atau trade-off atau kompromi diperlukan dalam menentukan berapa banyak persediaan yg dpt ditampung. dan berapa banyak persediaan yg dipesan.Lanjutan.

Tujuan dari model EOQ adalah untuk meminimalkan total biaya persediaan....Tujuan EOQ. 15 .

Q = kuantitas order ..Variabel EOQ..S = biaya tetap per pesanan (bukan per unit) ...H = biaya simpan tahunan per unit 16 .D = kuantitas permintaan tahunan produk . .P = pembelian biaya per unit .

seragam dan diketahui  Harga per unit konstan  Biaya penyimpanan pertahun (H) konstan  Biaya pemesanan per pesanan (S) konstan  Waktu antara pesanan dilakukan dan barang diterima (lead time =L) konstan  Tak terjadi kekurangan barang (back orders) 17 .EOQ dengan kebutuhan tetap  Permintaan konstan.

Perlu tambahan biaya utk pengadaan dgn segera  Bila stok terlalu besar : .Biaya penyimpanan (Holding Cost) tinggi .Dpt menyebabkan kerusakan/kedaluarsa .Economic Order Quantity/EOQ (Dengan kebutuhan tetap)  Bila stok terlalu kecil : .Permintaan tdk terpenuhi konsumen tdk puas .Ada risiko bila harga barang turun .

How EOQ Works The EOQ Formula Review and Summary of the EOQ Formula P = Purchase cost per unit R = Forecasted monthly usage C = Cost per order event (not per unit) F = Holding cost factor per year .

EOQ = 2 SD H D = permintaan yang perkirakan per periode S = biaya pemesanan per pesenan H = biaya penyimpanan per unit per th Biaya total ( TC= HQ/2+ S D/Q ) Biaya penyimpanan (HQ/2) Biaya pemesanan (S D/Q) EOQ Kuantitas (Q) 20 .

Real Life Example: .

Real Life Example: .

Real Life Example: First. Recall the EOQ Equation: P = Purchase cost per unit R = Forecasted monthly usage C = Cost per order event (not per unit) F = Holding cost factor per year .

Real Life Example: Next let’s identify the correct variables… .

Real Life Example: Next let’s identify the correct variables… Forecasted Amount .

Real Life Example: Next let’s identify the correct variables… Ordering Costs .

Real Life Example: Next let’s identify the correct variables… Cost per Unit .

Real Life Example: Next let’s identify the correct variables… Holding Cost Factor .

Real Life Example: R = Annual demand C = Fixed ordering cost P = Cost per case F = Holding Cost Factor .

Real Life Example: R = 5200 C = $10 per order P = $2 F = 20% of value of inventory per year .

Real Life Example: R = 5200 C = $10 per order P = $2 EOQ = 2 (10) (5200) (2 )(.20) F = 20% of value of inventory per year .

20) EOQ = 510 cases .Real Life Example: EOQ = 2 (10) (5200) (2 )(.

Closing Comments  EOQ is a tool.  EOQ is useful in determining optimal order quantity  Understand the equation and what you are trying to find  Find accurate inputs for the equation . not a simple solution.

Selain menentukan EOQ.. pengendalian persediaan juga menentukan kapan dilakukan pesanan atau pembelian kembali bahan.. Pembelian atau pemesanan bahan jangan menunggu sampai persediaan habis.... karena kalau itu terjadi maka akan mengganggu kontinuitas produksi. Penentuan kapan melakukan pesanan ini disebut dengan Reoder Point (RP) .ROP.

Bila kebiasaan pesanan bahan baku datang dengan memakan waktu 7 hari misalnya. yaitu saat dimana perusahaan atau manajer produksi harus melakukan kembalian pembelian bahan. Waktu 7 hari yang dibutuhkan untuk menunggu pesanan bahan datang dikenal dengan istilah “lead time” .Reoder Point (RP). maka perusahaan harus memiliki persediaan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 7 hari tersebut. Hal ini diperlukan karena tidak selamanya pesanan bahan baku dapat segera dikirim oleh pihak pemasok. sehingga diperlukan waktu beberapa lama.

ROP = d x LT Keterangan = .LT = lead time .d = kebutuhan perhari .

50.000. Biaya pesan sekali pemesanan sebesar Rp.00 dan biaya simpan sebesar Rp. 100 per unit per tahun. EOQ c. 2. Dan penyedia atau suplier memerlukan waktu 10 hari untuk pengiriman.000. ( 1 tahun 250 hari kerja) Tentukan : a.00.Soal 1 Sebuah rumah sakit setiap bulan membutuhkan 200 vial infus albumin dengan total pembelian Rp.400. Total Cost (TC) 37 . ROP b.

000. Supplier butuh waktu 1 minggu (5 hari kerja) untuk mengirimkan barang pesanan tersebut.000. Tentukan : a..per tahun per unit.per order.Contoh Kasus 2 RS Harapan Sehat membutuhkan 1200 botol Halothane 250 cc per tahunnya (1 tahun = 300 hari kerja untuk kegiatan/tindakan operasi). Total Cost (TC) . ROP b. Biaya penyimpanan sebesar Rp 180. EOQ c. biaya pemesanan sebesar Rp 50..

2. Persediaan adalah investasi yang mahal.Kesimpulan 1. Penghematan biaya inventori berdampak (berkontribusi) signifikan terhadap efisiensi biaya perusahaan secara keseluruhan. Diperlukan proses yang spesifik untuk mengelola demand item yang independent dan dependent untuk membantu mengendalikan biaya. . 3.