A.

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Jumat, 17 Agustus 1945 Tahun Masehi, atau 17 Agustus 2605 menurut tahun Jepang dibacakan oleh Ir. Soekarno yang didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat. Latar belakang Pada tanggal 6 Agustus 1945 sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima Jepang oleh Amerika Serikat yang mulai menurunkan moral semangat tentara Jepang di seluruh dunia. Sehari kemudian Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI, atau "Dokuritsu Junbi Cosakai", berganti nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau disebut juga Dokuritu Junbi Inkai dalam bahasa Jepang, untuk lebih menegaskan keinginan dan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki sehingga menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya. Soekarno, Hatta selaku pimpinan PPKI dan Radjiman Wedyodiningrat sebagai mantan ketua BPUPKI diterbangkan ke Dalat, 250 km di sebelah timur laut Saigon, Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang di ambang kekalahan dan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Sementara itu di Indonesia, pada tanggal 14 Agustus 1945, Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang. Pada tanggal 12 Agustus 1945, Jepang melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan dalam beberapa hari, tergantung cara kerja PPKI. Meskipun demikian Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus. Dua hari kemudian, saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air dari Dalat, Sutan Syahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu muslihat Jepang, karena Jepang setiap saat sudah harus menyerah kepada Sekutu dan demi menghindari perpecahan dalam kubu nasionalis, antara yang anti dan pro Jepang. Hatta menceritakan kepada Syahrir tentang hasil pertemuan di Dalat. Soekarno belum yakin bahwa Jepang memang telah menyerah, dan proklamasi kemerdekaan RI saat itu dapat menimbulkan pertumpahan darah yang besar, dan dapat berakibat sangat fatal jika para pejuang Indonesia belum siap. Soekarno mengingatkan Hatta bahwa Syahrir tidak berhak memproklamasikan kemerdekaan karena itu adalah hak Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Sementara itu Syahrir menganggap PPKI adalah badan buatan Jepang dan proklamasi kemerdekaan oleh PPKI hanya merupakan 'hadiah' dari Jepang (sic). Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu. Tentara dan Angkatan Laut Jepang masih berkuasa di Indonesia karena Jepang telah berjanji akan 1

mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan Sekutu. Sutan Sjahrir, Wikana, Darwis, dan Chaerul Saleh mendengar kabar ini melalui radio BBC. Setelah mendengar desas-desus Jepang bakal bertekuk lutut, golongan muda mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun golongan tua tidak ingin terburu-buru. Mereka tidak menginginkan terjadinya pertumpahan darah pada saat proklamasi. Konsultasi pun dilakukan dalam bentuk rapat PPKI. Golongan muda tidak menyetujui rapat itu, mengingat PPKI adalah sebuah badan yang dibentuk oleh Jepang. Mereka menginginkan kemerdekaan atas usaha bangsa kita sendiri, bukan pemberian Jepang. Soekarno dan Hatta mendatangi penguasa militer Jepang (Gunsei) untuk memperoleh konfirmasi di kantornya di Koningsplein (Medan Merdeka). Tapi kantor tersebut kosong. Soekarno dan Hatta bersama Soebardjo kemudian ke kantor Bukanfu, Laksamana Muda Maeda, di Jalan Medan Merdeka Utara (Rumah Maeda di Jl Imam Bonjol 1). Maeda menyambut kedatangan mereka dengan ucapan selamat atas keberhasilan mereka di Dalat. Sambil menjawab ia belum menerima konfirmasi serta masih menunggu instruksi dari Tokyo. Sepulang dari Maeda, Soekarno dan Hatta segera mempersiapkan pertemuan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada pukul 10 pagi 16 Agustus keesokan harinya di kantor Jalan Pejambon No 2 guna membicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan persiapan Proklamasi Kemerdekaan. Sehari kemudian, gejolak tekanan yang menghendaki pengambilalihan kekuasaan oleh Indonesia makin memuncak dilancarkan para pemuda dari beberapa golongan. Rapat PPKI pada 16 Agustus pukul 10 pagi tidak dilaksanakan karena Soekarno dan Hatta tidak muncul. Peserta rapat tidak tahu telah terjadi peristiwa Rengasdengklok. Peristiwa Rengasdengklok Para pemuda pejuang, termasuk Chaerul Saleh, Sukarni, dan Wikana --yang konon kabarnya terbakar gelora heroismenya setelah berdiskusi dengan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka --yang tergabung dalam gerakan bawah tanah kehilangan kesabaran, dan pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945. Bersama Shodanco Singgih, salah seorang anggota PETA, dan pemuda lain, mereka membawa Soekarno (bersama Fatmawati dan Guntur yang baru berusia 9 bulan) dan Hatta, ke Rengasdengklok, yang kemudian terkenal sebagai peristiwa Rengasdengklok. Tujuannya adalah agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang. Di sini, mereka kembali meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apa pun risikonya. Di Jakarta, golongan muda, Wikana, dan golongan tua, yaitu Mr. Ahmad Soebardjo melakukan perundingan. Mr. Ahmad Soebardjo menyetujui untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. maka diutuslah Yusuf Kunto untuk mengantar Ahmad Soebardjo ke Rengasdengklok. Mereka menjemput Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta kembali ke Jakarta. Mr. Ahmad Soebardjo berhasil meyakinkan para pemuda untuk tidak terburu - buru memproklamasikan kemerdekaan. Setelah tiba di Jakarta, mereka pulang kerumah masing-masing. Mengingat bahwa hotel Des Indes (sekarang kompleks pertokoan di Harmoni) tidak dapat digunakan untuk pertemuan setelah pukul 10 malam, maka tawaran Laksamana Muda Maeda untuk menggunakan

2

Sukarno-Hatta menuju rumah Laksamana Maeda (kini Jalan Imam Bonjol No. Penyusunan teks Proklamasi dilakukan oleh Soekarno.04. Tentang hal ini Bung Karno menegaskan bahwa pemindahan kekuasaan itu berarti "transfer of power". Sukarni. Mayor Jenderal Moichiro Yamamoto. Subardjo. Setelah konsep selesai disepakati.[2] Pada awalnya pembacaan proklamasi akan dilakukan di Lapangan Ikada. milik Mayor (Laut) Dr. Detik-detik Pembacaan Naskah Proklamasi Naskah asli proklamasi yang ditempatkan di Monumen Nasional Perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung pukul 02. Proklamasi no. Setelah menyapa Sukarno-Hatta yang ditinggalkan berdebat dengan Nishimura. Akhirnya Sukarno-Hatta meminta agar Nishimura jangan menghalangi kerja PPKI. Hatta. ingkar janji agar dikasihani oleh Sekutu. tidak dapat memberi ijin untuk mempersiapkan proklamasi Kemerdekaan Indonesia sebagaimana telah dijanjikan oleh Marsekal Terauchi di Dalat. Bung Hatta. Maeda mengundurkan diri menuju kamar tidurnya. Hermann Kandeler. B. Vietnam.1) diiringi oleh Myoshi guna melakukan rapat untuk menyiapkan teks Proklamasi. Melihat perdebatan yang panas itu Maeda dengan diam-diam meninggalkan ruangan karena diperingatkan oleh Nishimura agar Maeda mematuhi perintah Tokio dan dia mengetahui sebagai perwira penghubung Angkatan Laut (Kaigun) di daerah Angkatan Darat (Rikugun) dia tidak punya wewenang memutuskan. Kepala Staf Tentara ke XVI (Angkatan Darat) yang menjadi Kepala pemerintahan militer Jepang (Gunseikan) di Hindia Belanda tidak mau menerima Sukarno-Hatta yang diantar oleh Maeda Tadashi dan memerintahkan agar Mayor Jenderal Otoshi Nishimura. Teks 3 .00 dini hari. Jalan Pegangsaan Timur 56[3] (sekarang Jl. 1). Nishimura mengemukakan bahwa sejak siang hari tanggal 16 Agustus 1945 telah diterima perintah dari Tokio bahwa Jepang harus menjaga status quo. untuk menerima kedatangan rombongan tersebut. Setelah dari rumah Nishimura. Myoshi yang setengah mabuk duduk di kursi belakang mendengarkan penyusunan teks tersebut tetapi kemudian ada kalimat dari Shigetada Nishijima seolah-olah dia ikut mencampuri penyusunan teks proklamasi dan menyarankan agar pemindahan kekuasaan itu hanya berarti kekuasaan administratif.00 . Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta. Kepala Departemen Urusan Umum pemerintahan militer Jepang. Sudiro (Mbah) dan Sayuti Melik. namun berhubung alasan keamanan dipindahkan ke kediaman Soekarno. Sudiro dan Sajuti Malik tidak ada yang membenarkan klaim Nishijima tetapi di beberapa kalangan klaim Nishijima masih didengungkan. Pertemuan Soekarno/Hatta dengan Jenderal Mayor Nishimura dan Laksamana Muda Maeda Malam harinya.M. Soekarno dan Hatta menyesali keputusan itu dan menyindir Nishimura apakah itu sikap seorang perwira yang bersemangat Bushido. M. Sajuti menyalin dan mengetik naskah tersebut menggunakan mesin ketik yang diambil dari kantor perwakilan AL Jerman. Achmad Soebardjo dan disaksikan oleh Soekarni. mungkin dengan cara pura-pura tidak tau.rumahnya (sekarang gedung museum perumusan teks proklamasi) sebagai tempat rapat PPKI diterima oleh para tokoh Indonesia.M Diah. B. Diah.

Setelah itu Soekarno dan M. hadir B. 17 Agustus 1945. Seorang pemudi muncul dari belakang membawa nampan berisi bendera Merah Putih (Sang Saka Merah Putih). hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. pimpinan Barisan Pelopor.Hatta terpilih atas usul dari Oto Iskandardinata dan persetujuan dari PPKI sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia yang pertama. yang selanjutnya dikenal sebagai UUD 45. namun ditolak. Pagi harinya. Isi Teks Proklamasi Isi teks proklamasi kemerdekaan yang singkat ini adalah: Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Setelah bendera berkibar. Moh. yang telah dijahit oleh bu Fatmawati. Oleh sebab itu ditunjuklah Latief Hendraningrat. Hatta. Hatta atas nama bangsa Indonesia. mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai dasar negara Republik Indonesia. Presiden dan wakil presiden akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir.[5] Pada tanggal 18 Agustus 1945. Setelah upacara selesai berlangsung. Wilopo. Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d. di kediaman Soekarno. Sukarni dan Soediro. Ahmad Soebarjo. Soekarno sendiri. Djakarta. Akhirnya Hatta memberikan amanat singkat kepada mereka. Teks Proklamasi Indonesia itu diketik oleh Sayuti melik. hari 17 boelan 8 tahoen 05 Atas nama bangsa Indonesia. Drs. Acara dimulai pada pukul 10:00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. dibantu oleh Soehoed untuk tugas tersebut. dikibarkan. Mereka menuntut Soekarno mengulang pembacaan Proklamasi. Di ruang depan. Tabrani dan Trimurti. Sampai saat ini. Pada awalnya Trimurti diminta untuk menaikkan bendera namun ia menolak dengan alasan pengerekan bendera sebaiknya dilakukan oleh seorang prajurit. disusul dengan sambutan oleh Soewirjo. diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.l. Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara lain Soewirjo. Soekarno. Soekarno dan Drs.M Diah Sayuti Melik. yang dijahit oleh Fatmawati beberapa hari sebelumnya. wakil walikota Jakarta saat itu dan Moewardi. Gafar Pringgodigdo. dan Mr. Dengan demikian terbentuklah Pemerintahan Negara Kesatuan Indonesia yang berbentuk Republik (NKRI) dengan kedaulatan di tangan rakyat yang dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akan dibentuk kemudian. kurang lebih 100 orang anggota Barisan Pelopor yang dipimpin S. Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengambil keputusan.l.proklamasi ditulis di ruang makan di laksamana Tadashi Maeda jln Imam Bonjol No 1.Brata datang terburu-buru karena mereka tidak mengetahui perubahan tempat mendadak dari Ikada ke Pegangsaan. Moh.[4]. seorang prajurit PETA. Soekarno/Hatta 4 . Kemudian bendera Merah Putih. Para penyusun teks proklamasi itu adalah Ir.. bendera pusaka tersebut masih disimpan di Museum Tugu Monumen Nasional.

Menteri Pertahanan Eimert van Middelkoop. Amsterdam. Balkenende menghadiri resepsi diplomatik HUT Kemerdekaan RI ke-63 yang digelar oleh KBRI Belanda di Wisma Duta. Pemerintah Indonesia diwakili oleh Menlu Hassan Wirajuda. sehari sebelum peringatan 60 tahun proklamasi kemerdekaan Indonesia. salah seorang tokoh pemuda yang ikut andil dalam persiapan proklamasi.. Jakarta. Jan Peter Balkenende.Di sini ditulis tahun 05 karena ini sesuai dengan tahun Jepang yang kala itu adalah tahun 2605. Den Haag. Kehadirannya didampingi oleh para menteri utama Kabinet Balkenende IV. Pengakuan ini baru dilakukan pada 16 Agustus 2005. Ratu Beatrix sempat ingin menghadiri Peringatan Hari Ulang Tahun RI ke-50. serta para mantan Duta Besar Belanda untuk Indonesia. Proklamasi Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. yaitu ketika soevereiniteitsoverdracht (penyerahan kedaulatan) ditandatangani di Istana Dam. Tapi keinginan ini ditentang PM Wim Kok. Djakarta. Belanda menganggap kemerdekaan Indonesia baru terjadi pada 27 Desember 1949. Pengakuan kemerdekaan Indonesia oleh Belanda Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 sesuai dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia. B. oleh Menlu Belanda Bernard Rudolf Bot dalam pidato resminya di Gedung Deplu. Pada 4 September 2008. Selama hampir 60 tahun. parlemen.l. antara lain Menteri Luar Negeri Maxime Jacques Marcel Verhagen. 17-8-45 Wakil2 bangsa Indonesia. Di Belanda selama ini juga ada kekhawatiran bahwa mengakui Indonesia merdeka pada tahun 1945 sama saja mengakui tindakan politionele acties (agresi militer) pada 1945-1949 adalah ilegal. Bot juga menghadiri Upacara Kenegaraan Peringatan Hari Ulang Tahun ke-60 Kemerdekaan RI di Istana Negara. Sebelumnya. Pada kesempatan itu. Belanda tidak bersedia mengakui kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Naskah Otentik Teks diatas merupakan hasil ketikan dari Sayuti Melik (atau Sajoeti Melik). Langkah Bot ini mendobrak tabu dan merupakan yang pertama kali dalam sejarah. diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.l. menghadiri Peringatan HUT Kemerdekaan RI. Keesokan harinya. Akhirnya Beatrix terpaksa mampir di Singapura dan baru memasuki Indonesia beberapa hari setelah peringatan proklamasi. 5 . seorang Perdana Menteri Belanda. Menteri Yustisi Ernst Maurits Henricus Hirsch Ballin. dan para pejabat tinggi kementerian luar negeri. juga untuk pertama kalinya dalam sejarah. pada tahun 1995. Hal² jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.

Baru belakangan terlihat bahwa perpisahan Indonesia-Belanda terlalu berlarut-larut dan dengan diiringi banyak kekerasan militer melebihi seharusnya. kehadirannya pada upacara Hari Ulang Tahun RI ke-60 dapat dilihat sebagai penerimaan politik dan moral bahwa Indonesia merdeka pada 17-81945. dalam pengertian politik dan moral. Akibat pengerahan militer skala besar-besaran. "Dalam hal ini saya mengharapkan pengertian dan dukungan dari masyarakat Hindia (angkatan Hindia Belanda). Atas nama Belanda. hari Senin 15 Agustus 2005 di kompleks Monumen Hindia Belanda. Belanda pun mengakui tentaranya telah melakukan penyiksaan terhadap rakyat Indonesia melalui agresi militernya pasca proklamasi." tandas Bot. akhirnya mengakui Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945. Doktor hukum lulusan Harvard Law School itu melukiskan berlikunya pengakuan seputar tanggal kemerdekaan dan hubungan Belanda-Indonesia itu seperti orang mendaki gunung. "Baru setelah seseorang berdiri di puncak gunung. Menurut menteri yang lahir pada 21 November 1937 di Batavia (kini Jakarta). yang hadir meletakkan karangan bunga." demikian Bot. Bot secara eksplisit mengungkapkan bahwa sikap dan langkahnya tersebut telah mendapat dukungan kabinet. Ini sungguh kurang mengenakkan bagi pihak-pihak yang terlibat. 6 . Baru kemudian pada 27 Desember 1949 penyerahan kedaulatan dari Belanda ke Indonesia secara resmi diteken. telah menerima dengan lapang dada. Hal seperti itu juga berlaku bagi mereka yang terlibat pengambilan keputusan pada tahun 40-an." tekad Bot. negeri kita juga sepertinya berdiri pada sisi sejarah yang salah. Menlu Belanda Bernard Rudolf Bot menyampaikan hal itu dalam upacara peringatan berakhirnya pendudukan Jepang di Hindia Belanda.Pernyataan Pemerintah Belanda di Den Haag Menlu Bot menegaskan. ia juga meminta maaf.000 militer Belanda gugur dalam pertempuran. Pernyataan Pemerintah Belanda di Jakarta Selain itu Belanda sesalkan siksa Rakyat Indonesia pasca 17-8-1945. Pengakuan secara resmi soal kemerdekaan Indonesia pada 17-8-1945 selama ini sulit diterima para veteran. Untuk itu saya atas nama pemerintah Belanda akan menyampaikan permohonan maaf di Jakarta. sebab mereka ketika itu setelah tanggal tersebut dikerahkan untuk melakukan Agresi Militer." demikian Bot. banyak yang cacat atau menjadi korban trauma psikologis. orang dapat melihat mana jalan tersederhana dan tersingkat untuk menuju ke puncak. "Saya dengan dukungan kabinet akan menjelaskan kepada rakyat Indonesia bahwa di Belanda ada kesadaran bahwa kemerdekaan Indonesia de facto telah dimulai 17-8-1945 dan bahwa kita 60 tahun setelah itu. masyarakat Maluku di Belanda dan para veteran Aksi Polisionil. "Hampir 6. Den Haag. Pernyataan Bot itu juga disaksikan Ratu Beatrix. itu sikap menerima tanggal kemerdekaan Indonesia pada 17-8-1945 dalam pengertian moral juga berarti bahwa dirinya ikut mendukung ungkapan penyesalan mengenai perpisahan Indonesia-Belanda yang menyakitkan dan penuh kekerasan.

"Fakta adanya aksi militer merupakan kenyataan sangat pahit bagi rakyat Indonesia.15 WIB. di ruang Nusantara. Pasca proklamasi. hadir Dubes Belanda untuk Indonesia dan disaksikan para Dubes dari negara-negara sahabat. Sejarah Indonesia (1945-1949) Indonesia: Era 1945-1949 dimulai dengan masuknya Sekutu diboncengi oleh Belanda (NICA) ke berbagai wilayah Indonesia setelah kekalahan Jepang."Atas nama pemerintah Belanda. Kita harus menghargai sikap Belanda. Turut hadir Menlu Hassan Wirajuda. Jubir Deplu Marty Natalegawa. Pidato ini dilakukan dalam rangka pesan dari pemerintah Belanda terkait peringatan Hari Ulang Tahun ke-60 RI. Ini adalah pernyataan yang sensitif. Jl Pejambon. Pernyataan ini merupakan bentuk penyesalan yang mendalam. Terdapat 7 ." tutur Hassan. Bot tidak menyampaikan permintaan maaf secara langsung. kehadiran dirinya merupakan pertama kali sejak 60 tahun lalu di mana seorang kabinet Belanda hadir dalam perayaan kemerdekaan.30 ini berakhir pada pukul 20. Meski menyesali penjajahan itu. Atas nama pemerintah Belanda saya ingin menyatakan penyesalan sedalam-dalamnya atas semua penderitaan ini. pemerintah Belanda secara politik dan moral telah menerima proklamasi yaitu tanggal RI menyatakan kemerdekaannya. Bot mengakui." kata Menlu Belanda Bernard Bot kepada wartawan dalam pidato kenegaraan tersebut. Sikap Pemerintah Indonesia Menlu Hassan pun hanya mengatakan. hari Selasa 16 Agustus 2005." begitulah kata Menlu Bernard Bot dalam pidato resminya kepada pemerintah Indonesia yang diwakili Menlu Hassan Wirajuda. lanjut Bot. Acara yang dimulai pukul 19. "Ini masalah sensitif bagi kedua negara. "Kita sudah dengar sendiri dari Menlu Bot. dan diakhiri dengan penyerahan kedaulatan kepada Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949. dan sejumlah mantan Menlu. Usai menyampaikan pidatonya. meski kenangan tersebut tidak pernah hilang dari ingatan rakyat Indonesia. Ketika ditanya mengenai hal ini. Di Belanda pun untuk menyatakan penyesalan ini menjadi perdebatan sejumlah pihak. Dari pihak Belanda."Kami menerima pernyataan penyesalan dari pemerintah Belanda". Hassan tidak membenarkan dan tidak membantahnya. Bot berharap. kedua Menlu ini saling memotong tumpengan nasi kuning sebagai tanda dimulainya babak baru hubungan Indonesia dan Belanda C. Gedung Deplu. saya ingin menyatakan penyesalan sedalamdalamnya atas terjadinya semuanya ini. Saat ditanya apakah dengan menerima penyesalan dari pemerintah Belanda berarti Indonesia memaafkan kejahatan Belanda semasa penjajahan dulu. "Dengan kehadiran saya ini. Bot menjawab diplomatis." kilah Bot. Indonesia pun tidak secara resmi menyatakan memaafkan Belanda atas tiga setengah abad penjajahannya. agresi militer Belanda telah menghilangkan nyawa rakyat Indonesia dalam jumlah sangat besar. Jakarta Pusat. hanya berupa bentuk penyesalan. Kami yakin pemerintah Indonesia dapat memahami artinya. Belanda tidak secara resmi menyatakan permintaan maaf. jangan sampai hal tersebut menjadi penghalang rekonsiliasi antara Indonesia dan Belanda." tukas pria kelahiran Batavia (Jakarta) ini.

berbagai perundingan. dan peristiwa-peristiwa sejarah lainnya. Kehadiran tentara Sekutu ini. tentara Inggris selaku wakil Sekutu tiba di Jakarta. Aceh. Malaya. bahwa negara-negara sekutu bersepakat untuk mengembalikan wilayah-wilayah yang kini diduduki Jepang pada pemilik koloninya masing-masing bila Jepang berhasil diusir dari daerah pendudukannya. Burma. Jawa dan Indocina. Hubertus J van Mook. Menjelang akhir perang. Srilanka. Amerika Serikat menguasai Filipina dan tentara Inggris dalam bentuk komando SEAC (South East Asia Command) bertanggung jawab atas India. Mendaratnya Belanda diwakili NICA Berdasarkan Civil Affairs Agreement. dengan didampingi Dr. pergantian berbagai posisi kabinet. tahun 1945. 8 . wakil Belanda pada Sekutu. Pidato Ratu Wilhemina itu menegaskan bahwa di kemudian hari akan dibentuk sebuah persemakmuran yang di antara anggotanya ialah Kerajaan Belanda dan Hindia Belanda. tetapi ia mengumumkan bahwa ia tidak akan berbicara dengan Soekarno yang dianggapnya telah bekerja sama dengan Jepang. Satuan tentara Australia telah mendaratkan pasukannya di Makasar dan Banjarmasin. Sementara Pulau Morotai dan Irian Barat bersama-sama dikuasai oleh satuan tentara Australia dan Amerika Serikat di bawah pimpinan Jenderal Douglas MacArthur. sedangkan Balikpapan telah diduduki oleh Australia sebelum Jepang menyatakan menyerah kalah. Setelah perang usai. tentara Australia bertanggung jawab terhadap Kalimantan dan Indonesia bagian Timur. ia dipersiapkan untuk membuka perundingan atas dasar pidato siaran radio Ratu Wilhelmina tahun 1942 (statkundige concepti atau konsepsi kenegaraan). SEAC dengan panglima Lord Mountbatten sebagai Komando Tertinggi Sekutu di Asia Tenggara bertugas melucuti bala tentera Jepang dan mengurus pengembalian tawanan perang dan tawanan warga sipil sekutu (Recovered Allied Prisoners of War and Internees/RAPWI). Aksi Polisionil oleh Belanda. Sumatra.pemerintahan sipil Hindia Belanda) yang dipimpin oleh Dr. pada 23 Agustus 1945 Inggris bersama tentara Belanda mendarat di Sabang. sebagian wilayah Indonesia telah dikuasai oleh tentara sekutu. di bawah pimpinan Ratu Belanda. 1945 Kembalinya Belanda bersama Sekutu Latar belakang Sesuai dengan perjanjian Wina pada tahun 1942. 15 September 1945. Charles van der Plas.banyak sekali peristiwa sejarah pada masa itu. Panglima Komando Kawasan Asia Barat Daya (South West Pacific Area Command/SWPAC). diboncengi NICA (Netherland Indies Civil Administration .

Semarang dan sekitarnya. Dalam pandangan Inggris dan Belanda. yang disebut dengan singkatan KLB (Kereta Luar Biasa). Soekarno sebagai kepala pemerintahan republik diganti oleh Sutan Sjahrir yang seorang sosialis dianggap sebagai figur yang tepat untuk dijadikan ujung tombak diplomatik. Orang lantas berasumsi bahwa rangkaian kereta api yang digunakan adalah rangkaian yang terdiri dari gerbong-gerbong luar biasa. di daerah Ambarawa. bertepatan dengan naik daunnya partai sosialis di Belanda. yang berkantor 9 . Overzeese Gebiedsdelen). Pertempuran yang terjadi di antaranya adalah: Peristiwa 10 November. yang diselenggarakan diluar jadwal yang ada. Perjuangan Gerilya Jenderal Soedirman. maka pada tanggal 4 Januari 1946. karena kereta dengan perjalanan luar biasa ini. Palagan Ambarawa. Logemann. pindah ke Yogyakarta sekaligus pula memindahkan ibukota. Gelagat ini sudah terbaca oleh pihak Republik Indonesia. Meninggalkan Sjahrir dan kelompok yang pro-negosiasi dengan Belanda di Jakarta. dengan keluarga dan staf. dan seorang yang telah berperang selama pemerintahan Jepang. di daerah Surabaya dan sekitarnya. Pemindahan ke Yogyakarta dilakukan dengan menggunakan kereta api. Sutan Sjahrir dinilai sebagai seorang moderat. yang disediakan oleh Djawatan Kereta Api (DKA) untuk VVIP 1946 Perubahan sistem pemerintahan Pernyataan van Mook untuk tidak berunding dengan Soekarno adalah salah satu faktor yang memicu perubahan sistem pemerintahan dari presidensiil menjadi parlementer. Ibukota pindah ke Yogyakarta Karena situasi keamanan ibukota Jakarta (Batavia saat itu) yang makin memburuk. Terjadinya perubahan besar dalam sistem pemerintahan Republik Indonesia (dari sistem Presidensiil menjadi sistem Parlementer) memungkinkan perundingan antara pihak RI dan Belanda. Soekarno dan Hatta dengan menggunakan kereta api.A. seorang intelek. meliputi Jawa Tengah dan Jawa Timur Bandung Lautan Api. tanggal 14 November 1945. karena itu sehari sebelum kedatangan Sekutu. Letnan Gubernur Jendral van Mook mengirim kawat kepada Menteri Urusan Tanah Jajahan (Minister of Overseas Territories. Diplomasi Syahrir Ketika Syahrir mengumumkan kabinetnya. di daerah Bandung dan sekitarnya.H. gerbong-gerbongnya dipilihkan yang istimewa. yang saat itu baru menyatakan kemerdekaannya. Padahal yang luar biasa adalah jadwal perjalanannya. 15 November 1945. J. mengangkut Presiden beserta Wakil Presiden.Pertempuran melawan Sekutu dan NICA Terdapat berbagai pertempuran yang terjadi pada saat masuknya Sekutu dan NICA ke Indonesia.

Sebagai tambahan ditawarkan untuk mengakui pemerintahan de facto Republik atas bagian Jawa dan Madura yang belum berada di bawah perlindungan pasukan Sekutu. dan untuk menciptakan warga negara Indonesia bagi semua orang yang dilahirkan di sana. "Mereka bukan kolaborator seperti Soekarno. ada pula nada yang lebih samar-samar lagi tentang kemungkinan Indonenesia menyetujui federasi Indonesia . Pada bulan April dan Mei 1946. Lagi. ia menjelaskan bahwa titik tolak perundingan haruslah berupa pengakuan atas Republik sebagai negara berdaulat. Tujuannya hendak mendirikan persemakmuran Indonesia.bekas Hindia Belanda dibagi menjadi berbagai negara merdeka dengan kemungkinan hanya Republik sebagai bagian paling penting. Atas dasar itu Indonesia baru mau berhubungan erat dengan Kerajaan Belanda dan akan bekerja sama dalam segala bidang. konferensi itu bubar dan ia bersama teman-temannya kembali pulang. kita tidak akan pernah dapat berurusan dengan Dr Soekarno. Den Haag mengumumkan dasar rencananya. Daerahdaerah yang bermacam-macam di Indonesia yang dihubungkan bersama-sama dalam suatu susunan federasi dan persemakmuran akan menjadi rekan (partner) dalam Kerajaan Belanda. Logemann sendiri berbicara pada siaran radio BBC tanggal 28 November 1945. menganjurkan bahwa mungkin perundingan yang sungguh-sungguh dapat dimulai kembali. dan semua tokoh politik utama Republik mengetahui hal ini. Kementerian akan disesuaikan dengan parlemen tetapi akan dikepalai oleh wakil kerajaan. Karena itu Pemerintah Belanda menawarkan suatu kompromi yaitu: "mau mengakui Republik sebagai salah satu unit negara federasi yang akan dibentuk sesuai dengan Deklarasi 10 Februari". Sebagai kemungkinan dasar untuk kompromi. Pihak Republik Indonesia memiliki alasan politis untuk mengubah sistem pemerintahan dari Presidensiil menjadi Parlementer. Masalah dalam negeri akan dihadapi dengan suatu parlemen yang dipilih secara demokratis dan orang-orang Indonesia akan merupakan mayoritas. yang terdiri dari daerah-daerah dengan bermacam-macam tingkat pemerintahan sendiri. Tanggal 6 Maret 1946 kepada van Mook. sebaliknya Sjahrir mengumumkan pada tanggal 4 Desember 1945 bahwa pemerintahnya menerima tawaran ini dengan syarat pengakuan Belanda atas Republik Indonesia. pemerintah Belanda membuat pernyataan memperinci tentang politiknya dan menawarkan mendiskusikannya dengan wakil-wakil Republik yang diberi kuasa. Karena Sjahrir tidak dapat menerima syarat-syarat ini. presiden mereka. Dalam surat Sjahrir yang khusus ini. ada penerimaan yang samar-samar tentang gagasan van Mook mengenai masa peralihan sebelum kemerdekaan penuh diberikan kepada Indonesia. 10 . Tanggal 10 Februari 1946. Tanggal 17 Juni 1946. Sjahrir mengirimkan surat rahasia kepada van Mook. Logemann bahkan menulis bahwa Soekarno adalah persona non grata. kita akan berunding dengan Sjahrir".di Den Haag: "Mereka sendiri [Sjahrir dan Kabinetnya] dan bukan Soekarno yang bertanggung jawab atas jalannya keadaan". karena seminggu sebelum perubahan pemerintahan itu. serta akan mendukung permohonan keanggotaan Indonesia dalam organisasi PBB. Ir Soekarno menolak hal ini. hal ini dibahas beberapa kali sebelumnya. Sjahrir mengepalai delegasi kecil Indonesia yang pergi berunding dengan pemerintah Belanda di Hoge Veluwe.

Sebenarnya Soekarno yang tampil sebagai kekuasaan yang memungkinkan tercapainya persetujuan. Sjahrir yang 11 . surat kabar Indonesia menuntut dijelaskan desas-desus tentang Sjahrir bersedia menerima pengakuan de facto Republik Indonesia terbatas pada Jawa dan Sumatra. yang salah satu bagiannya adalah Republik Indonesia Republik Indonesia Serikat dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia . 1946-1947 Peristiwa Westerling Pembantaian Westerling adalah sebutan untuk peristiwa pembunuhan ribuan rakyat sipil di Sulawesi Selatan yang dilakukan oleh pasukan Belanda Depot Speciale Troepen pimpinan Westerling. Tidak jelas. Lord Killearn. Suriname dan Curasao. dicapailah suatu persetujuan tanggal 15 November 1946 yang pokok pokoknya sebagai berikut : Belanda mengakui secara de facto Republik Indonesia dengan wilayah kekuasaan yang meliputi Sumatra. apa arah yang akan diambil oleh amarah itu". Setelah mengalami tekanan berat -terutama Inggris. keuangan dan masalah ekonomi serta kebudayaan. Hal ini akan memajukan kepentingan bersama dalam hubungan luar negeri. Kedua delegasi pulang ke Jakarta. Indonesia Serikat pada gilirannya menjadi bagian Uni Indonesia-Belanda bersama dengan Belanda. usul balasan (yakni surat Sjahrir) tidak disetujui oleh Soekarno dan ketika dia bertemu dengannya. Belanda harus meninggalkan wilayah de facto paling lambat 1 Januari 1949.dari luar negeri.Tanggal 17 Juni 1946. Indonesia Serikat akan mengajukan diri sebagai anggota PBB. sesudah Sjahrir mengirimkan surat rahasianya kepada van Mook. Republik Indonesia dan Belanda akan bekerja sama dalam membentuk Negara Indonesia Serikat.Belanda dengan Ratu Belanda sebagai ketuanya. di rumah Sjahrir di Jakarta. Bertempat di bukit Linggarjati dekat Cirebon. surat itu dibocorkan kepada pers oleh surat kabar di Negeri Belanda. pada tanggal 15 November 1946. Jawa dan Madura. Untuk ini Kalimantan dan Timur Raya akan menjadi komponennya. pertahanan. Sebuah Majelis Konstituante didirikan. yang terdiri dari wakil-wakil yang dipilih secara demokratis dan bagian-bagian komponen lain. Pada tanggal 24 Juni 1946. dengan nama Republik Indonesia Serikat. van Mook mengirim kawat ke Den Haag: "menurut sumbersumber yang dapat dipercaya. namun. dan Soekarno-Hatta kembali ke pedalaman dua hari kemudian. Peristiwa ini terjadi pada Desember 1946-Februari 1947 selama operasi militer Counter Insurgency (penumpasan pemberontakan). berlangsung pemarafan secara resmi Perundingan Linggarjati. Pada waktu yang sama. Konferensi antara dua belah pihak diadakan di bulan Oktober dan November di bawah pimpinan yang netral seorang komisi khusus Inggris. Akhirnya setiap perselisihan yang timbul dari persetujuan ini akan diselesaikan lewat arbitrase. dia marah. Perjanjian Linggarjati Bulan Agustus pemerintah Belanda melakukan usaha lain untuk memecah halangan dengan menunjuk tiga orang Komisi Jendral datang ke Jawa dan membantu Van Mook dalam perundingan baru dengan wakil-wakil republik itu.

Pada tanggal 20 Juli 1947 tengah malam (tepatnya 21 Juli 1947) mulailah pihak Belanda melancarkan 'aksi polisionil' mereka yang pertama. Dua bulan setelah itu. tetapi menolak gendarmerie bersama. yang harus dijawab dalam 14 hari. Menyelenggarakan keamanan dan ketertiban bersama. Proklamasi Negara Pasundan Usaha Belanda tidak berakhir sampai di NIT. termasuk daerah daerah Republik yang memerlukan bantuan Belanda (gendarmerie bersama). Di awal bulan Mei 1947 pihak Belanda yang memprakarsai berdirinya Negara Pasundan itu memang sudah merencanakan bahwa mereka harus menyerang Republik secara langsung. dan daerah Padang diamankan.instalasi minyak dan batubara di sekitar Palembang. ia benar benar sangat tergantung pada Belanda. Mengeluarkan uang bersama dan mendirikan lembaga devisa bersama. dan Menyelenggarakan penilikan bersama atas impor dan ekspor Perdana Menteri Sjahrir menyatakan kesediaan untuk mengakui kedaulatan Belanda selama masa peralihan. Namun mereka pun menyadari begitu besarnya biaya yang ditanggung untuk pemeliharaan suatu pasukan bersenjata sekitar 100. Kalangan militer Belanda merasa yakin bahwa kota-kota yang dikuasai pihak Republik dapat ditaklukkan dalam waktu dua minggu dan untuk menguasai seluruh wilayah Republik dalam waktu enam bulan. instalasi. Belanda menguasai semua pelabuhan perairan-dalam di Jawa Di Sumatera. yang sebagian besar dari pasukan itu tidak aktif. Oleh karena itu untuk mempertahankan pasukan ini maka pihak Belanda memerlukan komoditi dari Jawa (khususnya gula) dan Sumatera (khususnya minyak dan karet). dan dari Surabaya untuk menduduki Madura dan Ujung Timur. perkebunanperkebunan di sekitar Medan. Pasukan yang bergerak dari Jakarta dan Bandung untuk menduduki Jawa Barat (tidak termasuk Banten). Republik Indonesia harus mengirimkan beras untuk rakyat di daerahdaerah yang diduduki Belanda. Melihat aksi Belanda yang tidak mematuhi perjanjian Linggarjati membuat Sjahrir bingung dan putus asa. maka pada 12 . Belanda berhasil membujuk Ketua Partai Rakyat Pasundan. Belanda terus "mengembalikan ketertiban" dengan "tindakan kepolisian". dan yang bertanggung jawab bila ada yang tidak beres. Secara militer negara baru ini sangat lemah. memproklamasikan Negara Pasundan pada tanggal 4 Mei 1947. Aksi Belanda ini sudah sangat diperhitungkan sekali dimana mereka telah menempatkan pasukan-pasukannya di tempat yang strategis. Dengan demikian. Ketika jawaban yang memuaskan tidak kunjung tiba. Belanda mengirimkan Nota Ultimatum. Soeria Kartalegawa. terbukti ia baru eksis ketika Belanda melakukan Agresi dan kekuatan RI hengkang dari Jawa Barat. merupakan pemborosan keuangan yang serius yang tidak mungkin dipikul oleh perekonomian negeri Belanda yang hancur diakibatkan perang.000 serdadu di Jawa. Agresi Militer I Pada tanggal 27 Mei 1947. yang berisi: Membentuk pemerintahan ad interim bersama. Jawaban ini mendapatkan reaksi keras dari kalangan parpol-parpol di Republik. Gerakan-gerakan pasukan yang lebih kecil mengamankan wilayah Semarang.diidentifikasikan dengan rancangan.

Dan bagi Belanda. untuk menengahi perselisihan itu . yang bisa diterima oleh yang kedua belah pihak yang berselisih. dan segera setelah itu mendirikan suatu Komisi Jasa-Jasa Baik. 13 . Akan terjadi perdamaian yang mempersiapkan berdirinya zone demiliterisasi Indonesia Serikat akan didirikan. Akibat menyaksikan kondisi politik yang tidak menguntungkan bagi Indonesia disebabkan berbagai perjanjian yang diadakan pemerintah RI dengan Belanda. Beberapa orang Belanda. mengeluarkan perintah peletakan senjata tanggal 1 Agustus 1947. berkeinginan merebut Yogyakarta dan membentuk suatu pemerintahan Republik yang lebih lunak. Belgia dan Amerika Serikat. pengganti Sjahrir adalah Amir Syarifudin yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Pertahanan. S.M.M. Renville. setelah melihat keberhasilan dalam aksi ini menimbulkan keinginan untuk melanjutkan aksinya kembali. dia menolak kursi menteri karena "ia belum terlibat dalam PSII dan masih merasa terikat kepada Masyumi". Termasuk menawarkan kepada S. karena plebisit akan diadakan untuk menentukan apakah berbagai kelompok di pulau-pulau besar ingin bergabung dengan Republik atau beberapa bagian dari federasi yang direncanakan Kedaulatan Belanda akan tetap atas Indonesia sampai diserahkan pada Indonesia Serikat. Dewan Keamanan PBB. Kalau dilihat dari sepak terjang Amir Syarifudin selama manggung di percaturan politik nasional dengan menjadi Perdana Menteri merangkap Menteri Pertahanan sangat jelas terlihat bahwa Amir Syarifudin ingin membawa politik Indonesia ke arah Komunis. termasuk van Mook. Seperti yang dijelaskan dalam sepucuk suratnya kepada Soekarno dan Amir Syarifudin. yang terdiri dari wakil-wakil Australia. karena sebelumnya dia sangat menyetujui tuntutan Belanda dalam menyelesaikan konflik antara pemerintah RI dengan Belanda. Penolakan itu juga ditimbulkan oleh keinginannya untuk menarik diri dari gelanggang politik pusat. Dalam kapasitasnya sebagai Perdana Menteri. 1948 Perjanjian Renville Sementara peperangan sedang berlangsung. ternyata menghasilkan persetujuan lain. Tanggal 17 Januari 1948 berlangsung konferensi di atas kapal perang Amerika Serikat. dia menggaet anggota PSII yang dulu untuk duduk dalam Kabinetnya. Di samping itu Kartosoewirjo tidak menyukai arah politik Amir Syarifudin yang kekiri-kirian. Menghadapi aksi Belanda ini. bagi pasukan Republik hanya bisa bergerak mundur dalam kebingungan dan hanya menghancurkan apa yang dapat mereka hancurkan.bulan Juli 1947 dengan terpaksa mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri. Naiknya Amir Syarifudin sebagai Perdana Menteri Setelah terjadinya Agresi Militer Belanda I pada bulan Juli. atas desakan Australia dan India. Kartosoewirjo untuk turut serta duduk dalam kabinetnya menjadi Wakil Menteri Pertahanan kedua. tetapi pihak Amerika dan Inggris yang menjadi sekutunya tidak menyukai 'aksi polisional' tersebut serta menggiring Belanda untuk segera menghentikan penaklukan sepenuhnya terhadap Republik. tetapi atas garis yang berbeda dari persetujuan Linggarjati. Kartosoewirjo menolak tawaran itu bukan semata-mata karena loyalitasnya kepada Masyumi.

Amir diharapkan menjelaskan 14 . Seluruh anggota yang tergabung dalam kabinetnya yang terdiri dari anggota PNI dan Masyumi meletakkan jabatan ketika Perjanjian Renville ditandatangani. pada tanggal 23 Januari 1948. Harapan itu menjadi buyar ketika Soekarno berpaling ke arah lain dengan menunjuk Hatta untuk memimpin suatu 'kabinet presidentil' darurat (1948-1949).terlalu banyak memenuhi keinginan pihak asing. Perdana menteri Belanda menjelaskan mengapa persetujuan itu ditandatangani agar Belanda tidak "menimbulkan rasa benci Amerika". ini merupakan ulangan dari apa yang terjadi selama dan sesudah perundingan Linggarjati. dan sekaligus memberikan dukungannya kepada pemerintah Hatta. Dengan pengunduran dirinya ini dia mungkin mengharapkan akan tampilnya kabinet baru yang beraliran komunis untuk menggantikan posisinya. Kabinet baru dibentuk dan susunannya diumumkan tanggal 29 Januari 1948. terutama orang-orang PNI. bahkan lebih terbatas lagi ketimbang persetujuan Linggarjati : hanya meliputi sebagian kecil Jawa Tengah (Jogja dan delapan Keresidenan) dan ujung barat pulau Jawa -Banten tetap daerah Republik Plebisit akan diselenggarakan untuk menentukan masa depan wilayah yang baru diperoleh Belanda lewat aksi militer. di awal Februari 1948. Memang runtuhnya Amir datang bahkan lebih cepat ketimbang Sjahrir. dia menunjuk para anggota yang duduk dalam kabinetnya mengambil dari golongan tengah. Runtuhnya Kabinet Amir dan naiknya Hatta sebagai Perdana Menteri Dari adanya Agresi Militer I dengan hasil diadakannya Perjanjian Renville menyebabkan jatuhnya Kabinet Amir. Amir dan kelompoknya dari sayap kiri kini menjadi pihak oposisi. Dengan terpilihnya Hatta. Sedikit banyak. pada bulan Februari 1948. dan tokohtokoh yang tidak berpartai. Seperti melalui persetujuan Linggarjati. dimana seluruh pertanggungjawabannya dilaporkan kepada Soekarno sebagai Presiden. kini Perdana Menteri Amir. melalui perundingan Renville.Pada tanggal 19 Januari ditandatangani persetujuan Renville Wilayah Republik selama masa peralihan sampai penyelesaian akhir dicapai. enam bulan lebih dulu Amir segera dituduh -kembali khususnya oleh Masyumi dan kemudian Partai Nasional Indonesia. jantung Republik terus berdenyut. Ini kembali merupakan inti keuntungan Seperti sesudah persetujuan Linggarjati.yang dianggap langsung bertanggung jawab jika sesuatu salah atau dianggap salah. Hanya empat hari sesudah Perjanjian Renville ditandatangani. Masyumi. Hatta membawa Amir dan beberapa pejabat Republik lainnya mengelilingi Provinsi. dan lebih banyak penghinaan. Amir Syarifudin dan seluruh kabinetnya berhenti. pribadi lain yang jauh dari pusat kembali diidentifikasi dengan persetujuan -dulu Perdana Menteri Sjahrir. Dengan mengambil sikap sebagai oposisi tersebut membuat para pengikut Sjahrir mempertegas perpecahan mereka dengan pengikut-pengikut Amir dengan membentuk partai tersendiri yaitu Partai Sosialis Indonesia (PSI). Beberapa hari sesudah Amir berhenti. disusul kemudian Amir sendiri meletakkan jabatannya sebagai Perdana Menteri pada tanggal 23 Januari 1948. Tampaknya kini lebih sedikit jalan keluar bagi Amir dibanding dengan Sjahrir sesudah Perundingan Linggarjati. Soekarno dan Hatta dijadikan lambang kemerdekaan Indonesia dan persatuan Yogyakarta hidup lebih lama. Hatta menjadi Perdana Menteri sekaligus tetap memangku jabatan sebagai Wakil Presiden.

1948-1949 Agresi Militer II Agresi Militer II terjadi pada 19 Desember 1948 yang diawali dengan serangan terhadap Yogyakarta. Pada rapat raksasa di Bukittinggi. ibu kota Indonesia saat itu. dan seperti diuraikan Hatta kemudian: "Dia tampak bingung. Kedua belah pihak menuduh masing-masing melanggar perdamaian. Perjanjian Renville tidak lebih baik daripada perundingan di Linggarjati.Hatta berbicara tentang kegigihan Republik. Republik Indonesia dan Belanda menyepakati Perjanjian Roem Royen."Sjahrir juga kelihatan capai dan jarang tersenyum". Bulan Juli 1948. Kemudian Amir naik mimbar. Ketika dia meninggalkan mimbar. Sumatra Barat. pihak internasional melakukan tekanan kepada Belanda. Serangan Umum 1 Maret 1949 atas Yogyakarta Serangan Umum 1 Maret 1949 terhadap kota Yogyakarta dipimpin oleh Letnan Kolonel Soeharto dengan tujuan utama untuk mematahkan moral pasukan Belanda 15 . Menurut Leon Salim -kader lama Sjahrir. Jatuhnya ibu kota negara ini menyebabkan dibentuknya Pemerintah Darurat Republik Indonesia di Sumatra yang dipimpin oleh Sjafruddin Prawiranegara. akhirnya dengan terpaksa Belanda bersedia untuk kembali berunding dengan RI. Mohammad Hatta. dia datang dari Singapura dan berpidato. seolah-olah nyaris tidak mengetahui apa ayang harus dikatakannya. khususnya dalam hubungan persetujuan dengan Belanda. Menurut kata-kata saksi lain. dan Indonesia menuduh Belanda mendirikan blokade dengan maksud memaksanya menyerah. dan pidatonya disambut dengan hangat sekali. yang masih ada di tempat mengawasi pelaksanaan persetujuan itu. serta penangkapan Soekarno. secara psikologis amat mungkin menjadi bara dendam yang menyulut Amir untuk memberontak di kemudian hari. Sjahrir dan beberapa tokoh lainnya. Hatta kemudian juga menulis dengan singkat tentang pidato Sjahrir: "Pidatonya pendek". Komisi Jasa-jasa Baik. melaporkan bahwa Indonesia mengeluh akan gencatan senjata yang berulang-ulang. Pada tanggal 7 Mei 1949. Dipermalukan seperti ini. terutama dari pihak Amerika Serikat yang mengancam akan menghentikan bantuannya kepada Belanda. di kota kelahiran Hatta -dan rupanya diatur sebagai tempat berhenti terpenting selama perjalanan. Dia merasa bahwa orang rakyat Bukittinggi tidak menyenanginya. Sjahrir juga diundang ke rapat Bukittinggi ini. hampir tidak ada yang bertepuk tangan" Menurut peserta lain: "Wajah Amir kelihatannya seperti orang yang sudah tidak berarti".Perjanjian Renville. Perjanjian Roem Royen Akibat dari Agresi Militer tersebut. "Seolah-olah ada yang membeku dalam wajah Sjahrir" dan ketika gilirannya berbicara "Dia hanya mengangkat tangannya dengan memberi salam Merdeka dan mundur".

dan lain-lain) lebih mendukung sistem NKRI. Undang-Undang Negara Kesatuan Republik Indonesia mengandung unsur-unsur dari UUD 1945 dan UUD RIS. Yang menghasilkan kesepakatan: Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia Serikat. Konferensi Meja Bundar Konferensi Meja Bundar adalah sebuah pertemuan antara pemerintah Republik Indonesia dan Belanda yang dilaksanakan di Den Haag. Negara Sumatera Timur. Akhirnya pada tanggal 14 Agustus 1950. Amsterdam. sisanya (seperti Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Dengan demian. 16 . Pada tanggal 19 Mei 1950. diadakan persetujuan antara RIS dengan RI untuk mempersiapkan prosedur pembentukan negara kesatuan. dengan tujuan kenegaraan yang tidak jelas dan tanpa dukungan rakyat banyak. Belitung. Di Belanda selama ini juga ada kekhawatiran bahwa mengakui Indonesia merdeka pada tahun 1945 sama saja mengakui tindakan politionele acties (Aksi Polisionil) pada 1945-1949 adalah ilegal. maka keinginan untuk membubarkan RIS dan membentuk NKRI semakin kuat Dasar pembentukan negara federal di Indonesia sangat lemah dan tidak didukung oleh suatu ikatan ideology yang kuat. Kalimantan Timur. Pengakuan ini dilakukan ketika soevereiniteitsoverdracht (penyerahan kedaulatan) ditandatangani di Istana Dam. Bangka. RIS terdiri dari Negara-negara bagian diantaranya Republik Indonesia. Hatta dan pihak RI diwakili oleh dr. Soepomo dan pada tanggal 20 Juli 1950 berhasil menyelesaikan tugasnya. Negara Jawa Timur. rancangan Undang-Undang Dasar Negar Kesatuan Republik Indonesia diterima dengan baik oleh senat dan parlemen RIS serta KNIP. Menurut persetujuan itu.serta membuktikan pada dunia internasional bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih mempunyai kekuatan untuk mengadakan perlawanan. Abdul Halim. Negara Sumatera Selatan. dalam Kabinet RIS hanya dua orang yang mendukung sistem federal di Indonesia (yaitu Sultan Hamid II dan Anak Agung Gede Agung). Negara Indonesia Timurdan 9 satuan kenegaraan yang berdiri sendiri yaitu Kalimantan Barat. Rancangan Undang-Undang Negara Kesatuan diserahkan kepada dewandewan perwakilan negar bagian untuk disempurnakan. Negar Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akan dibentuk oleh RIS bersama-sama dengan RI di Yogyakrta. selang empat tahun setelah proklamasi kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Riau. Negara Pasundan. Jawa Tengah. Negara Madura. Irian Barat akan diselesaikan setahun setelah pengakuan kedaulatan. Belanda dari 23 Agustus hingga 2 November 1949. Namun. Penyerahan kedaulatan oleh Belanda Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 27 Desember 1949. Pihak RIS diwakili oleh pPerdana Menteri Moh. Kembali Ke NKRI (Negara kesatuan Republik Indonesia ) Hasi persetujuan dalam KMB berakhir pada tanggal 2 November 1949 adalah dibentuknya satu negara federal Indonesia yaitu Republik Indonesia Serikat (RIS). Untuk pelaksanaan dibentuk panitia gabungan RIS dan RI yang bertugas merancang Undang-Undang Negara Kesatuan yang dipimpin oleh Prof. Arnold Manuhutu. Eksistensinya sangat tergantung pada kekuatan militer Belanda yang terdiri dari Koninklijk Leger (KL) atau tentara Kerajaan Belanda dan Koninklijk Nederland Indisch Leger (KNIL) atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda.

Soedjono Prawirosoedarso). PIR Wongsonegoro.3 persen). kepala pemerintahan telah dipegang oleh Perdana Menteri Burhanuddin Harahap. Partai Katolik (6). beberapa daerah dirundung kekacauan oleh DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) khususnya pimpinan Kartosuwiryo. mendapat kursi di bawah 10. Partai Komunis Indonesia 39 kursi DPR dan 80 kursi Konstituante (16. ACOMA dan R. Tahapan Sesuai tujuannya. dan diikuti oleh 29 partai politik dan individu. sedangkan kursi Konstituante berjumlah 520 (dua kali lipat kursi DPR) ditambah 14 wakil golongan minoritas yang diangkat pemerintah. 12 partai. PRD (bukan PRD modern). GPPS. Pemilu 1955 ini dibagi menjadi dua tahap. Pemilu ini dipersiapkan di bawah pemerintahan Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo. Partai Persatuan Dayak. Pemilu ini sering dikatakan sebagai pemilu Indonesia yang paling demokratis. sebagain besar rakyat Indonesia percaya bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia Serikat ini merupakan kelanjutan dari Negara Republik Indonesia yang diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945. Pemilu ini bertujuan untuk memilih anggota-anggota DPR dan Konstituante.Pada tanggal 15 Agustus 1950. Jumlah kursi DPR yang diperebutkan berjumlah 260. Pemilihan Umum Anggota DPR dan Konstituante Indonesia 1955 Pemilihan Umum Indonesia 1955 adalah pemilihan umum pertama di Indonesia dan diadakan pada tahun 1955. Seperti PSII (8). yaitu: Tahap pertama adalah Pemilu untuk memilih anggota DPR. dan Murba). Ali Sastroamidjojo mengundurkan diri dan pada saat pemungutan suara. PPTI. Partai Buruh.4 persen). Hasil Lima besar dalam Pemilu ini adalah Partai Nasional Indonesia mendapatkan 57 kursi DPR dan 119 kursi Konstituante (22. Dalam keadaan seperti ini. AKUI.89 persen). Presiden Soekarno menandatangani Rancangan Undang-Undang Dasar menjadi Undang-Undang Dasar Sementara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia kemudian dikenal dengan UUDS 1950. Partai Sosialis Indonesia (5).9 persen). Namun. 17 . Nahdlatul Ulama 45 kursi DPR dan 91 kursi Konstituante (18. dengan resmi RIS dibubarkan dan dibentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan menggunakan UUDS 1950 sebagai konstitusinya. Tahap kedua adalah Pemilu untuk memilih anggota Konstituante. Partai-partai lainnya. D. Namun demikian. Tahap ini diselenggarakan pada tanggal 15 Desember 1955. Sisanya. Pemilu akhirnya pun berlangsung aman. PPPRI. anggota angkatan bersenjata dan polisi juga memilih. PRI. pada tanggal 17 Agustus 1950. PIR Hazairin. Tahap ini diselenggarakan pada tanggal 29 September 1955. mendapat 1 kursi (Baperki. dan Partai Syarikat Islam Indonesia (2. Mereka yang bertugas di daerah rawan digilir datang ke tempat pemilihan. Permai. Masyumi 57 kursi DPR dan 112 kursi Konstituante (20. Pemilu tahun 1955 ini dilaksanakan saat keamanan negara masih kurang kondusif. Dua partai mendapat 4 kursi (IPKI dan Perti). Gerina. Enam partai mendapat 2 kursi (PRN. Parkindo (8).4 persen).

919 18 .160 Indonesia (PSII) Partai Kristen Indonesia 1. 14.99 1.653 (PNI) Masyumi 7.21 Jumlah Kursi 57 57 45 39 8 8 6 5 4 4 2 2 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Partai Nasional Indonesia 8. 15. 13.47 0.21 0.59 0.22 0.141 Partai Komunis Indonesia 6. 8.326 (Parkindo) Partai Katolik 770.36 2.55 0.28 0.41 0.58 0. 4. 3.125 Partai Buruh 224.454 Persatuan Rakyat Desa (PRD) 77. 11. Partai Jumlah Suara Persentase 22. 7.167 Gerakan Pembela Panca Sila 219.41 16. 20. 21. 6.481 (PIR) Wongsonegoro Grinda 154.64 0.434.43 1.419 (P3RI) Murba 199.903. 10.886 Nahdlatul Ulama (NU) 6. 25.39 0.306 (IPKI) Pergerakan Tarbiyah 483.DPR No.003. 16.014 Islamiyah (Perti) Partai Rakyat Nasional (PRN) 242. 12.985 (GPPS) Partai Rakyat Indonesia (PRI) 206.644 Partai Politik Tarikat Islam 85.89 2. 17.92 18.131 (PPTI) AKUI 81.32 20.179.66 2.588 Baperki 178. 18.161 Persatuan Pegawai Polisi RI 200. 19.091.53 0.53 0. 23. 1.191 Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia 541.30 0.792 Persatuan Rakyat Marhaen 149. 9.04 1.47 0. 5.054 PIR Hazairin 114.287 Indonesia (Permai) Persatuan Daya (PD) 146. 2.955.740 Partai Sosialis Indonesia (PSI) 753.914 (PKI) Partai Syarikat Islam 1. 22.40 0. 24.887 Persatuan Indonesia Raya 178.

2.913 (PPTI) 19 .84 1. 6.346 (P3RI) Murba 248.932 Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia 544. 4.922 Indonesia (PSII) Partai Kristen Indonesia 988.14 2. 8.47 0. 23.26.976 Persatuan Rakyat Marhaen 164.306 1.59 18.619 Nahdlatul Ulama (NU) 6.059.789. 16.420 (PIR) Wongsonegoro Grinda 157.022. 1.47 2. 15. Partai Republik Indonesis Merdeka (PRIM) Angkatan Comunis Muda (Acoma) R.19 0.47 16.785.652 Partai Buruh 332. 18.99 1.359 Islamiyah (Perti) Partai Rakyat Nasional (PRN) 220.66 0.00 1 1 1 257 Konstituante No.27 0.58 0.222 PIR Hazairin 101. 13. 29.42 0.433 37.892 (GPPS) Partai Rakyat Indonesia (PRI) 134.40 0.047 Gerakan Pembela Panca Sila 152. 20. Partai/Nama Daftar Jumlah Suara Persentase 23. 12.070.80 2.333 Partai Komunis Indonesia 6.61 1.232. 10.17 0.44 1.23 0.803 (IPKI) Pergerakan Tarbiyah 465. 14.Soedjono Prawirisoedarso Lain-lain Jumlah 72.88 0.810 (Parkindo) Partai Katolik 748.43 0.43 0.514 53. 22.35 0. 21. 7.386 Indonesia (Permai) Persatuan Daya (PD) 169. 3.71 100.299 0.218 (PNI) Masyumi 7. 5.20 Jumlah Kursi 119 112 91 80 16 16 10 10 8 7 3 5 2 2 3 4 2 2 2 2 3 2 1 Partai Nasional Indonesia 9. 19.97 20.42 0. 17.011 Persatuan Pegawai Polisi RI 179. 9.512 (PKI) Partai Syarikat Islam 1.633 Baperki 160.509 Partai Politik Tarikat Islam 74.989. 11.523 64.456 Persatuan Indonesia Raya 162. 27.591 Partai Sosialis Indonesia (PSI) 695.45 0. 28.

33.09 0.105 0. 29. Pengeluaran Dekrit Presiden 1959 Pada 5 Juli 1959 pukul 17. Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit yang diumumkan dalam upacara resmi di Istana Merdeka. Sementara. Isi dari Dekrit tersebut antara lain : 1) Pembubaran Konstituante 2) Pemberlakuan kembali UUD '45 dan tidak berlakunya UUDS 1950 20 . 30. Untuk meredam kemacetan. Dalam menanggapi hal itu. Pada 30 Mei 1959 Konstituante melaksanakan pemungutan suara. Konstituante memutuskan reses yang ternyata merupkan akhir dari upaya penyusunan UUD. 25. karena jumlah suara tidak memenuhi kuorum.M. 31.Idrus Effendi Lain-lain Jumlah 84. Hasilnya 269 suara menyetujui UUD 1945 dan 199 suara tidak setuju. 28.22 0.874 33. 35.08 0. 34. 27.24. Dari pemungutan suara ini Konstituante juga gagal mencapai kuorum.844 38.11 0.035 30.00.862 39.856 37.278 143. Isi dekrit ini adalah pembubaran Badan Konstituante hasil Pemilu 1955 dan penggantian undang-undang dasar dari UUD Sementara 1950 ke UUD '45. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 Dekrit Presiden 5 Juli 1959 adalah dekrit yang dikeluarkan oleh Presiden Indonesia yang pertama.10 0.356 35.660 39. Meskipun yang menyatakan setuju lebih banyak tetapi pemungutan suara ini harus diulang.15 0. 32. Pemungutan suara kembali dilakukan pada tanggal 1 dan 2 Juni 1959. Presiden Soekarno lantas menyampaikan amanat di depan sidang Konstituante pada 22 April 1959 yang isinya menganjurkan untuk kembali ke UUD '45. di kalangan masyarakat pendapat-pendapat untuk kembali kepada UUD '45 semakin kuat.09 0.09 0.08 1.Soedjono Prawirisoedarso Gerakan Pilihan Sunda Partai Tani Indonesia Radja Keprabonan Gerakan Banteng Republik Indonesis (GBRI) PIR NTB L. Namun pada kenyataannya sampai tahun 1958 belum berhasil merumuskan UUD yang diharapkan. AKUI Persatuan Rakyat Desa (PRD) Partai Republik Indonesis Merdeka (PRIM) Angkatan Comunis Muda (Acoma) R. Soekarno pada 5 Juli 1959.837.823 31.13 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 514 E.10 0. 26. Latar Belakang Dekrit Presiden 1959 dilatarbelakangi oleh kegagalan Badan Konstituante untuk menetapkan UUD baru sebagai pengganti UUDS 1950.060 33.38 0. Anggota konstituante mulai bersidang pada 10 November 1956.907 55.988 426.

Mengambil segala tindakan jang dianggap perlu. Mengadakan koordinasi pelaksanaan perintah dengan Panglima-Panglima Angkatan-Angkatan lain dengan sebaik-baiknja. Isi Supersemar Berikut adalah cuplikan Supersemar: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA SURAT PERINTAH I.3) Pembentukan MPRS dan DPAS dalam waktu yang sesingkat-singkatnya F. serta keadaan politik baik nasional maupun Internasional 1. Surat Perintah Sebelas Maret Surat Perintah Sebelas Maret atau Surat Perintah 11 Maret yang disingkat menjadi Supersemar adalah surat perintah yang ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia Soekarno pada tanggal 11 Maret 1966. Tingkatan Revolusi sekarang ini.R. SOEKARNO Surat Perintah Sebelas Maret ini adalah versi yang dikeluarkan dari Markas Besar Angkatan Darat (AD) yang juga tercatat dalam buku-buku sejarah. ABRI dan Rakjat untuk memelihara kepemimpinan dan kewibawaan Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi serta segala adjaran-adjarannja III. selaku Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk mengatasi situasi keamanan yang buruk pada saat itu. MENTERI PANGLIMA ANGKATAN DARAT Untuk: Atas nama Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi: 1.S.2.1.P. Djakarta. Perlu adanja ketenangan dan kestabilan Pemerintahan dan djalannja Revolusi. dan melaksanakan dengan pasti segala adjaran Pemimpin Besar Revolusi. Sebagian kalangan 21 . 2. Perlu adanja djaminan keutuhan Pemimpin Besar Revolusi. untuk terdjaminnja keamanan dan ketenangan serta kestabilan djalannja Pemerintahan dan djalannja Revolusi. Perintah Harian Panglima Tertinggi Angkatan Bersendjata/Presiden/Panglima Besar Revolusi pada tanggal 8 Maret 1966 II. Surat ini berisi perintah yang menginstruksikan Soeharto. serta mendjamin keselamatan pribadi dan kewibawaan Pimpinan Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimin Besar revolusi/mandataris M. Menimbang: 2. Selesai. demi untuk keutuhan Bangsa dan Negara Republik Indonesia. Mengingat: 1. Supaya melaporkan segala sesuatu jang bersangkuta-paut dalam tugas dan tanggung-djawabnja seperti tersebut diatas.S.1. Memutuskan/Memerintahkan: Kepada: LETNAN DJENDERAL SOEHARTO.R. IV. 2.P. 11 Maret 1966 PRESIDEN/PANGLIMA TERTINGGI/PEMIMPIN BESAR REVOLUSI/MANDATARIS M. 3.2.

Pada saat sidang dimulai. Menurut Jendral (purn) M Jusuf. Surat Supersemar tersebut tiba di Jakarta pada tanggal 12 Maret 1966 pukul pukul 01. pembicaraan dengan Presiden Soekarno hingga pukul 20. pada malam hari.30 malam. 22 . Setibanya di Istana Bogor. Leimena yang kemudian menyusul ke Bogor.J. Bahkan Sudharmono sempat berdebat dengan Moerdiono mengenai dasar hukum teks tersebut sampai surat Supersemar itu tiba. Presiden Soekarno mengadakan sidang pelantikan Kabinet Dwikora yang disempurnakan yang dikenal dengan nama "kabinet 100 menteri". Sebab dianggap sebagai sebuah kejanggalan). Sementara Sidang akhirnya ditutup oleh Wakil Perdana Menteri II Dr. Jusuf. Permintaan itu atas perintah Pangkopkamtib yang dijabat oleh Mayjend Soeharto. Brigadir Jendral Amirmachmud dan Brigadir Jendral Basuki Rahmat. Hal tersebut berdasarkan penuturan Sudharmono. (Sebagian kalangan menilai ketidakhadiran Soeharto dalam sidang kabinet dianggap sebagai sekenario Soeharto untuk menunggu situasi.sejarawan Indonesia mengatakan bahwa terdapat berbagai versi Supersemar sehingga masih ditelusuri naskah supersemar yang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno di Istana Bogor. Sutjipto meminta agar konsep tentang pembubaran PKI disiapkan dan harus selesai malam itu juga.00 waktu setempat yang dibawa oleh Sekretaris Markas Besar AD Brigjen Budiono. 11 Maret 1966 sekitar pukul 10 malam. Ketua G-5 KOTI. Situasi ini dilaporkan kepada Mayor Jendral Soeharto (yang kemudian menjadi Presiden menggantikan Soekarno) yang pada saat itu selaku Panglima Angkatan Darat menggantikan Letnan Jendral Ahmad Yani yang gugur akibat peristiwa G-30-S/PKI itu. Presiden Soekarno setuju untuk itu dan dibuatlah surat perintah yang dikenal sebagai Surat Perintah Sebelas Maret yang populer dikenal sebagai Supersemar yang ditujukan kepada Mayjend Soeharto selaku panglima Angkatan Darat untuk mengambil tindakan yang perlu untuk memulihkan keamanan dan ketertiban. Berdasarkan laporan tersebut. Brigadir Jendral Sabur sebagai panglima pasukan pengawal presiden' Tjakrabirawa melaporkan bahwa banyak "pasukan liar" atau "pasukan tak dikenal" yang belakangan diketahui adalah Pasukan Kostrad dibawah pimpinan Mayor Jendral Kemal Idris yang bertugas menahan orang-orang yang berada di Kabinet yang diduga terlibat G-30-S di antaranya adalah Wakil Perdana Menteri I Soebandrio. Mayor Jendral (Mayjend) Soeharto saat itu tidak menghadiri sidang kabinet karena sakit. Mayor Jendral Soeharto mengutus tiga orang perwira tinggi (AD) ke Bogor untuk menemui Presiden Soekarno di Istana Bogor yakni Brigadir Jendral M. terjadi pembicaraan antara tiga perwira tinggi AD dengan Presiden Soekarno mengenai situasi yang terjadi dan ketiga perwira tersebut menyatakan bahwa Mayjend Soeharto mampu menendalikan situasi dan memulihkan keamanan bila diberikan surat tugas atau surat kuasa yang memberikan kewenangan kepadanya untuk mengambil tindakan. Presiden bersama Wakil perdana Menteri I Soebandrio dan Wakil Perdana Menteri III Chaerul Saleh berangkat ke Bogor dengan helikopter yang sudah disiapkan. awalnya keluarnya supersemar terjadi ketika pada tanggal 11 Maret 1966. Keluarnya Supersemar Menurut versi resmi. dimana saat itu ia menerima telpon dari Mayjend Sutjipto.

Menurut Kesaksian A. mandat itu harus segera dikembalikan. dan kamu harus hati-hati. Menurut kesaksian salah satu pengawal kepresidenan di Istana Bogor. Tidak jelas kemudian naskah asli Supersemar karena beberapa tahun kemudian naskah asli surat ini dinyatakan hilang dan tidak jelas hilangnya surat ini oleh siapa dan dimana karena pelaku sejarah peristiwa "lahirnya Supersemar" ini sudah meninggal dunia. serta Jendral (purn) M Panggabean membantah peristiwa itu.” ujarnya menirukan pesan Presiden Soekarno. keluarga M. Menurutnya. Panggabean ke Istana Bogor bersama tiga jendral lainnya (Amirmachmud. salah seorang perwira tinggi yang kemudian membacanya berkomentar "Lho ini khan perpindahan kekuasaan". Jendral (Purn) M. Lettu Sukardjo yang saat itu bertugas mengawal presiden. Presiden kemudian menandatangani surat itu. ketika pengakuannya ditulis di berbagai media massa setelah Reformasi 1998 yang juga menandakan berakhirnya Orde Baru dan pemerintahan Presiden Soeharto. “Saya harus keluar dari istana. Presiden Soekarno mengatakan kepada Soekardjo bahwa ia harus keluar dari istana. Jusuf membawa map berlogo Markas Besar AD berwarna merah jambu serta Brigjen M. Jusuf mengatakan bahwa naskah Supersemar itu ada pada dokumen pribadi M. Jakarta untuk keperluan sidang kabinet pada pagi harinya. Bahkan pada saat peristiwa Supersemar Brigjen M. Jusuf dan Basuki Rahmat) pada tanggal 11 Maret 1966 dinihari yang menodongkan senjata terhadap Presiden Soekarno. Pangabean dan Brigjen Basuki Rahmat menodongkan pistol kearah Presiden Soekarno dan memaksa agar Presiden Soekarno menandatangani surat itu yang menurutnya itulah Surat Perintah Sebelas Maret yang tidak jelas apa isinya. juga membalas menodongkan pistol ke arah para jenderal namun Presiden Soekarno memerintahkan Soekardjo untuk menurunkan pistolnya dan menyarungkannya.M. Jusuf. Letnan Satu (lettu) Sukardjo Wilardjito. Hanafi dalam bukunya "A.Beberapa Kontroversi tentang Supersemar Menurut penuturan salah satu dari ketiga perwira tinggi AD yang akhirnya menerima surat itu. Presiden Soekarno berpesan kalau situasi sudah pulih. pada saat itu. Lettu Sukardjo dan rekan-rekan pengawalnya dilucuti kemudian ditangkap dan ditahan di sebuah Rumah Tahanan Militer dan diberhentikan dari dinas militer. A.00 dinihari waktu setempat bukan tiga perwira melainkan empat orang perwira yakni ikutnya Brigadir jendral (Brigjen) M. Pertemuan bubar dan ketika keempat perwira tinggi itu kembali ke Jakarta. Menurut tulisannya dalam bukunya tersebut. Jusuf yang disimpan dalam sebuah bank. demonstrasi-demonstrasi yang sudah berjubel di Jakarta. Menurutnya. bahkan salah satu pelaku sejarah supersemar itu. Tidak lama kemudian (sekitar berselang 30 menit) Istana Bogor sudah diduduki pasukan dari RPKAD dan Kostrad. Dia membantah kesaksian Letnan Satu Sukardjo Wilardjito yang mengatakan bahwa adanya kehadiran Jendral M. Demikian pula semua menteri-menteri atau sebagian besar dari menteri sudah menginap diistana untuk menghindari kalau datang baru besoknya. seorang mantan duta besar Indonesia di Kuba yang dipecat secara tidak konstitusional oleh Soeharto. M. 23 .M Hanafi Sendiri hadir pada sidang itu bersama Wakil Perdana Menteri (Waperdam) Chaerul Saleh. Presiden Soekarno menginap di Istana Merdeka. Dia menyatakan bahwa perwira tinggi yang hadir ke Istana Bogor pada malam hari tanggal 11 Maret 1966 pukul 01. Beberapa kalangan meragukan kesaksian Soekardjo Wilardjito itu. ketika mereka membaca kembali surat itu dalam perjalanan kembali ke Jakarta. Belakangan. dan setelah menandatangani.M Hanafi Menggugat Kudeta Soeharto". Panggabean.

Tentang pengetik Supersemar. usaha Arsip Nasional itu tidak pernah terwujud. Tentara tersebut mengemukakan bahwa Supersemar diketik di atas surat yang berkop Markas besar Angkatan Darat. antara lain Letkol (Purn) TNI-AD Ali Ebram. Inilah yang menurut Ben menjadi alasan mengapa Supersemar hilang atau sengaja dihilangkan. namun selalu gagal. Orde Baru hadir dengan semangat "koreksi total" atas penyimpangan yang dilakukan Orde Lama Soekarno. pengawal pribadi Presiden Soekarno di Bogor. Jusuf Kalla. Orde Baru berlangsung dari tahun 1966 hingga 1998. Namun dengan wafatnya mantan Presiden Soeharto pada tanggal27 Januari 2008 membuat sejarah Supersemar semakin sulit untuk diungkap. Tetapi di luar istana sudah di kelilingi demonstrasi-demonstrasi dan tank-tank ada di luar jalanan istana. yang pada waktu itu menjabat sebagai Menhankam. saat itu sebagai staf Asisten I Intelijen Resimen Tjakrabirawa. Jadi A. Jusuf saksi terakhir hingga akhir hayatnya ( 8 September 2004. Saelan. Jadi yangdatang ke Istana Bogor tidak ada Jendral Panggabean. Dan semua itu ada saksinya-saksinya. adalah mantan presiden Soeharto. yang disebut sekarang Supersemar. menemui Presiden Soekarno yang berangkat kesana terlebih dahulu. Di sanalah Bung Karno. Sejarah Indonesia (1968-1998) Orde Baru adalah sebutan bagi masa pemerintahan Presiden Soeharto di Indonesia. Orde Baru menggantikan Orde Lama yang merujuk kepada era pemerintahan Soekarno. Ada beberapa orang yang mengaku mengetik surat itu. Dan menurutnya mereka bertolak dari istana yang sebelumnya. rupanya Bung Karno menandatangani surat itu. Mengingat situasi yang sedemikian rupa.ketiga jendral itu tadi mereka inilah yang pergi ke Istana Bogor. lembaga ini berkali-kali meminta kepada Jendral (purn) M. sebab dia tidak hadir di Bogor tetapi berada di Istana Merdeka bersama dengan menteri-menteri lain. bahkan meminta DPR untuk memanggil M. agar bersedia menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Jusuf. masih tidak jelas. Ben Anderson. tetapi tidak ditodong. tidak hadir. dari istana merdeka Amir Machmud menelepon kepada Komisaris Besar Soemirat. Lembaga ini juga sempat meminta bantuan Muladi yang ketika itu menjabat Mensesneg. Bahkan. Berbagai usaha pernah dilakukan Arsip Nasional untuk mendapatkan kejelasan mengenai surat ini. Dalam jangka waktu tersebut. ekonomi Indonesia berkembang pesat meski hal ini dibarengi praktek korupsi yang 24 . Sampai sekarang. Dengan kesimpangsiuran Supersemar itu. minta ijin untuk datang ke Bogor. oleh seorang tentara yang pernah bertugas di Istana Bogor. Siapa sebenarnya yang mengetik surat tersebut. sebab mereka datang baik-baik. bukan di atas kertas berkop kepresidenan. sepengetahuan dia.M Hanafi menyatakan. Ketiga jendral ini rupanya sudah membawa satu teks. Saksi kunci lainnya. Bapak Panggabean. kalangan sejarawan dan hukum Indonesia mengatakan bahwa peristiwa G-30-S/PKI dan Supersemar adalah salah satu dari sekian sejarah Indonesia yang masih gelap G. Kesaksian yang disampaikan kepada sejarawan asing. M.

Pada tahap awal. MPR secara resmi melantik Soeharto untuk masa jabatan 5 tahun sebagai presiden. Soeharto mampu menciptakan sistem politik dengan tingkat kestabilan politik yang tinggi. Pengadilan digelar dan sebagian dari mereka yang terlibat "dibuang" ke Pulau Buru. sehingga melebarkan jurang pembangunan antara pusat dan daerah. Masa Jabatan Suharto Pada 1968. Politik Presiden Soeharto memulai "Orde Baru" dalam dunia politik Indonesia dan secara dramatis mengubah kebijakan luar negeri dan dalam negeri dari jalan yang ditempuh Soekarno pada akhir masa jabatannya. kesenjangan antara rakyat yang kaya dan miskin juga semakin melebar. Soeharto siap dengan konsep pembangunan yang diadopsi dari seminar Seskoad II 1966 dan konsep akselerasi pembangunan II yang diusung Ali Moertopo. khususnya mereka yang dekat dengan Cendana. Orde Baru memilih perbaikan dan perkembangan ekonomi sebagai tujuan utamanya dan menempuh kebijakannya melalui struktur administratif yang didominasi militer namun dengan nasehat dari ahli ekonomi didikan Barat. dan dia kemudian dilantik kembali secara berturut-turut pada tahun 1973. DPR dan MPR tidak berfungsi secara efektif. dan menjadi anggota PBB kembali pada tanggal 28 September 1966. Selain itu. dan lembaga pemikir serta dukungan kapital internasional. Indonesia pada tanggal 19 September 1966 mengumumkan bahwa Indonesia "bermaksud untuk melanjutkan kerjasama dengan PBB dan melanjutkan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan PBB". Sanksi kriminal dilakukan dengan menggelar Mahkamah Militer Luar Biasa untuk mengadili pihak yang dikonstruksikan Soeharto sebagai pemberontak. Hal ini mengakibatkan aspirasi rakyat sering kurang didengar oleh pusat. 1993.di Eropa Timur sering disebut lustrasi . Sanksi nonkriminal diberlakukan dengan pengucilan politik melalui pembuatan aturan administratif. 1978. 1983. Dengan ditopang kekuatan Golkar. Soeharto merestrukturisasi politik dan ekonomi dengan dwitujuan. Pengucilan politik . KTP ditandai ET (eks tapol). TNI. tepat 16 tahun setelah Indonesia diterima pertama kalinya. dan 1998. 25 . Salah satu kebijakan pertama yang dilakukannya adalah mendaftarkan Indonesia menjadi anggota PBB lagi. Anggotanya bahkan seringkali dipilih dari kalangan militer. Soeharto menarik garis yang sangat tegas. Orde Lama atau Orde Baru. bisa tercapainya stabilitas politik pada satu sisi dan pertumbuhan ekonomi di pihak lain. Pembagian PAD juga kurang adil karena 70% dari PAD tiap provinsi tiap tahunnya harus disetor kepada Jakarta.merajalela di negara ini. Instrumen penelitian khusus diterapkan untuk menyeleksi kekuatan lama ikut dalam gerbong Orde Baru.dilakukan terhadap orang-orang yang terkait dengan Partai Komunis Indonesia. 1988.

dan pemakaian Bahasa Mandarin dilarang. yang tentu bertolak belakang dengan apa yang diajarkan oleh komunisme. Muncul tuduhan bahwa program transmigrasi sama dengan jawanisasi yang sentimen anti-Jawa di berbagai daerah. jumlah orang yang kelaparan dikurangi dengan besar pada tahun 1970-an dan 1980-an. Contohnya. meski kemudian hal ini diperjuangkan oleh komunitas Tionghoa Indonesia terutama dari komunitas pengobatan Tionghoa tradisional karena pelarangan sama sekali akan berdampak pada resep obat yang mereka buat yang hanya bisa ditulis dengan bahasa Mandarin. meskipun tidak semua transmigran itu orang Jawa. Sulawesi. Sejak tahun 1967. Timor Timur. perayaan hari raya Imlek. Akibatnya agama Konghucu kehilangan pengakuan pemerintah. warga keturunan dianggap sebagai warga negara asing di Indonesia dan kedudukannya berada di bawah warga pribumi. 26 . Kesenian barongsai secara terbuka. Satu-satunya surat kabar berbahasa Mandarin yang diizinkan terbit adalah Harian Indonesia yang sebagian artikelnya ditulis dalam bahasa Indonesia. Harian ini dikelola dan diawasi oleh militer Indonesia dalam hal ini adalah ABRI meski beberapa orang Tionghoa Indonesia bekerja juga di sana. terutama ke Kalimantan. Sebagian lagi memilih untuk menghindari dunia politik karena khawatir akan keselamatan dirinya. yang secara tidak langsung juga menghapus hak-hak asasi mereka.Eksploitasi sumber daya Selama masa pemerintahannya. Salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah adalah meningkatkan transmigrasi dari daerah yang padat penduduknya seperti Jawa. kenyataan berkata bahwa kebanyakan dari mereka berprofesi sebagai pedagang. Mereka pergi hingga ke Mahkamah Agung dan akhirnya Jaksa Agung Indonesia waktu itu memberi izin dengan catatan bahwa Tionghoa Indonesia berjanji tidak menghimpun kekuatan untuk memberontak dan menggulingkan pemerintahan Indonesia. Padahal. Agama tradisional Tionghoa dilarang. Perpecahan bangsa Di masa Orde Baru pemerintah sangat mengutamakan persatuan bangsa Indonesia. dan Irian Jaya. dan pengeksploitasian sumber daya alam secara besar-besaran menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar namun tidak merata di Indonesia. Setiap hari media massa seperti radio dan televisi mendengungkan slogan "persatuan dan kesatuan bangsa". kebijakan-kebijakan ini. Pemerintah Orde Baru berdalih bahwa warga Tionghoa yang populasinya ketika itu mencapai kurang lebih 5 juta dari keseluruhan rakyat Indonesia dikhawatirkan akan menyebarkan pengaruh komunisme di Tanah Air. Bali dan Madura ke luar Jawa. Warga Tionghoa Warga keturunan Tionghoa juga dilarang berekspresi. yang sangat mengharamkan perdagangan dilakukan Orang Tionghoa dijauhkan dari kehidupan politik praktis. Namun dampak negatif yang tidak diperhitungkan dari program ini adalah terjadinya marjinalisasi terhadap penduduk setempat dan kecemburuan terhadap penduduk pendatang yang banyak mendapatkan bantuan pemerintah.

gas dan komoditas ekspor lainnya yang semakin jatuh. terutama di Aceh dan Papua • kecemburuan antara penduduk setempat dengan para transmigran yang memperoleh tunjangan pemerintah yang cukup besar pada tahun-tahun pertamanya • bertambahnya kesenjangan sosial (perbedaan pendapatan yang tidak merata bagi si kaya dan si miskin) • kritik dibungkam dan oposisi diharamkan • kebebasan pers sangat terbatas. meminta pengunduran diri • 27 . Sementara itu gejolak di Papua yang dipicu oleh rasa diperlakukan tidak adil dalam pembagian keuntungan pengelolaan sumber alamnya. juga diperkuat oleh ketidaksukaan terhadap para transmigran. inflasi meningkat tajam. Kelebihan sistem Pemerintahan Orde Baru perkembangan GDP per kapita Indonesia yang pada tahun 1968 hanya AS$70 dan pada 1996 telah mencapai lebih dari AS$1. disertai kemarau terburuk dalam 50 tahun terakhir dan harga minyak. sebagian disebabkan karena kekayaan daerah sebagian besar disedot ke pusat • munculnya rasa ketidakpuasan di sejumlah daerah karena kesenjangan pembangunan. diwarnai oleh banyak koran dan majalah yang dibreidel • penggunaan kekerasan untuk menciptakan keamanan. yang awalnya dipimpin para mahasiswa. Para demonstran. Indonesia diserang krisis keuangan dan ekonomi Asia (untuk lebih jelas lihat: Krisis finansial Asia). dan perpindahan modal dipercepat.000 • sukses transmigrasi • sukses KB • sukses memerangi buta huruf • sukses swasembada pangan • pengangguran minimum • sukses REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun) • sukses Gerakan Wajib Belajar • sukses Gerakan Nasional Orang-Tua Asuh • sukses keamanan dalam negeri • Investor asing mau menanamkan modal di Indonesia • sukses menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta produk dalam negeri Kekurangan Sistem Pemerintahan Orde Baru • semaraknya korupsi. Rupiah jatuh. antara lain dengan program "Penembakan Misterius" (petrus) • tidak ada rencana suksesi (penurunan kekuasaan ke pemerintah/presiden selanjutnya) • Krisis finansial Asia Pada pertengahan 1997.Pada awal Era Reformasi konflik laten ini meledak menjadi terbuka antara lain dalam bentuk konflik Ambon dan konflik Madura-Dayak di Kalimantan. kolusi. nepotisme • pembangunan Indonesia yang tidak merata dan timbulnya kesenjangan pembangunan antara pusat dan daerah.

Pasca-Orde Baru Mundurnya Soeharto dari jabatannya pada tahun 1998 dapat dikatakan sebagai tanda akhirnya Orde Baru. Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998. Di tengah gejolak kemarahan massa yang meluas. tiga bulan setelah MPR melantiknya untuk masa bakti ketujuh. Oleh karena itu Era Reformasi atau Orde Reformasi sering disebut sebagai "Era Pasca Orde Baru". J.com/doc/28713381/Proklamasi-Kemerdekaan-Indonesia 28 .Soeharto. Masih adanya tokoh-tokoh penting pada masa Orde Baru di jajaran pemerintahan pada masa Reformasi ini sering membuat beberapa orang mengatakan bahwa Orde Baru masih belum berakhir. untuk kemudian digantikan "Era Reformasi". Soeharto kemudian memilih sang Wakil Presiden. untuk menjadi presiden ketiga Indonesia.scribd. B. Habibie. Sumber Makalah : http://id.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful