BAB II PEMBAHASAN A.

Definisi Konsep diri adalah semua ide, pikiran, kepercayaan dan pendirian yang diketahui individu tentang dirinya dan mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain (Stuart and Sudeen, 1998). Hal yang paling penting dalam menafsirkan kepribadian seseorang adalah melalui konsep diri yang dimiliki oleh individu tersebut. Konsep diri merupakan peranan yang paling utama sebagai faktor di dalam integrasi kepribadian, dalam memotivasi tingkah laku dan mencapai kesehatan mental. Konsep diri dapat menentukan bagaimana individu bertingkah laku dalam segala situasi. Pemahaman mengenai konsep diri dapat memudahkan untuk memahami tingkah laku individu. Chaplin (2004 : 451) mengatakan bahwa konsep diri merupakan evaluasi individu mengenai diri sendiri, penilaian atau penafsiranmengenai diri sendiri oleh individu yang bersangkutan. Menurut Burn (1993 : vi) konsep diri adalah suatu gambaran campuran dari apa yang kita pikirkan, orang lain berpendapat mengenai diri kita, dan seperti apa diri kita yang kita inginkan. Cawagas (Pudjiyogyanti, 1985 : 2) menjelaskan bahwa konsep diri mencakup seluruh pandangan individu akan dimensi fisik, karakteristik pribadi, motivasi, kelemahan kepandaian, kegagalan dan lain sebagainya. Calhoun (1995 : 90) mengatakan bahwa konsep diri adalah gambaran mental diri anda sendiri yang terdiri dari pengetahuan tentang diri anda, pengharapan bagi diri anda dan penilaian terhadap diri anda sendiri. Selain itu Brooks (Rakhmat, 2004 : 99) mendefinisikan bahwa konsep diri sebagai “those physical, social, and psychological perception of ourselves that we have derived from experiences and our interaction with others”. Jadi konsep diri merupakan pandangan dan perasaan tentang diri sendiri yang bersifat fisiologi, sosial dan fisik atau merupakan persepsi fisik, sosial dan fisiologis terhadap diri individu yang didapatkan oleh individu dari pengalaman dan interaksi dengan orang lain. Cooley (Burns, 1993 : 17) menggambarkan konsep diri dengan gejala looking-glass self (diri cermin) dimana konsep diri seseorang dipengaruhi oleh apa yang diyakini individu tentang pendapat orang lain mengenai individu tersebut dan seakan-akan menaruh cermin didepan kita. Pertama, kita membayangkan bagaimana kita tampak pada orang lain, kita melihat sekilas diri kita seperti berada dalam cermin. Kedua, kitamembayangkan bagaimana orang lain menilai penampilan kita. Ketiga, kita mengalami perasaan bangga atau kecewa. Mead (Burns, 1993 : 19) berpendapat bahwa konsep diri sebagai obyek timbul didalam interaksi sosial sebagai suatu hasil perkembangan dari perhatian individu tersebut mengenai bagaimana orang lain berinteraksi kepadanya. Sehingga individu tersebut dapat mengantisipasi reaksi orang lain agar bertingkah laku dengan pantas dan individu mampu belajar untuk menginterpretasikan lingkungannya sebagaimana yang telah dilakukan oleh orang lain. Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa konsep diri merupakan pandangan atas diri sendiri, pengenalan diri sendiri dan pemahaman diri sendiri. Pandangan
2
Konsep diri

telah ditentukan pula peran masing-masing sesuai dengan jenis kelamin. teman-teman sebaya. akan membentuk konsep diri saya. bagaimana individu dapat merasakan apa yang ada didalam dirinya. baik dari diri sendiri maupun dari orang lain. Orang yang dikenal anak terbatas pada lingkungan keluarga saja dan anak memahami kebutuhan fisik melalui keluarga.ini meliputi karakteristik kepribadian dari individu. 2. Dan singkatnya. seorang anak mengalami ketergantungan fisik. Penilaian yang positif terhadap keadaan seseorang. bagaimana individu menginginkan dirinya sendiri menjadi individu yang ideal dan bagaimana gambaran serta pandangan orang lain tentang diri individu itu sendiri. moralitas. Peranan perilaku orang tua Lingkungan yang pertama menanggapi perilaku kita adalah lingkungan keluarga. Bagaimana anda menilai diri saya. Hurlock (1994 : 235) mengatakan bahwa faktor-faktor yang dapat mempengaruhi konsep diri adalah usia kematangan. Hal ini disebabkan penilaian positif akan menumbuhkan rasa puas keadaan diri. Pudjiyogyanti (1985 : 8) mengungkapkan beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan konsep diri. penampilan diri. B. yaitu: 1. Demikian pula halnya dengan citra diri. nilai-nilai kehidupan. sangat membantu perkembangan konsep diri kearah yang positif. kreativitas dan cita-cita. maka dapat dikatakan bahwa keluarga merupakan ajang pertama dalam membentuk konsep diri anak. Peranan seksual Adanya perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan. yang hanya dapat terbentuk melalui refleksi dari individu lain. Kita mengenal diri kita dengan mengenal orang lain lebih dahulu. Konsep diri terdiri dari bagaimana individu melihat diri sendiri sebagai pribadi. 3. maupun emosional pada keluarga. Peranan faktor sosial 3 Konsep diri . Jadi dunia anak betul-betul dunia keluarga yang diwarnai oleh perilaku orang tua dan persaingan dengan saudara-saudaranya. hubungan keluarga. kecuali bila menggunakan cermin yang dapat memantulkan bayangan tubuh. 4. prinsip hidup. pengalaman dan interaksi individu dengan lingkungan sekitarnya. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsep Diri Rakhmat (2004 : 101-104) faktor yang mempengaruhi konsep diri adalah faktor orang lain dan faktor kelompok rujukan (reference group). secara keseluruhan anak tergantung pada keluarga. Lima tahun pertama dalam kehidupan anak atau pada masa prasekolah. Rasa puas ini merupakan awal dari sikap positif terhadap diri sendiri. kepatuhan seks. nama dan julukan. sosial. Peranan citra fisik Setiap individu tidak dapat melihat keseluruhan tubuhnya.

tubuh yang tinggi. Tubuh merupakan bagian dari individu yang terlihat dan dapat dirasakan dimana merupakan ciri yang khas dalam mempersepsikan tentang diri sendiri. Individu dapat menyebut dirinya sendiri dengan kata “saya” atau “aku” dan menyebut orang lain dengan kata “ kamu”. Perbendaharaan bertambah seiring dengan pertambahan usia individu dan kemampuan untuk menerima keadaan orang lain. antara lain : a. berat badan. pandangan mata dan proporsi tubuh menjadi sedemikian erat dengan sikap-sikap terhadap diri sendiri dan perasaan tentang kemampuan pribadi dan kemampuan untuk menerima keberadaan orang lain. Diri Fisik dan Citra Tubuh Citra tubuh merupakan gambaran yang dievaluasikan mengenai diri fisik. Selain itu. Dengan adanya dimensi tubuh ideal sebagai patokan maka setiap individu beranggapan bahwa individu tersebut akan mendapat tanggapan yang positif dari individu lain apabila berhasil mencapai patokan tubuh yang ideal. Perasaanperasaan yang bersangkutan dengan tubuh dan citra tubuh menjadi inti dari konsep diri. Seperti. 4 Konsep diri . dan status sosial yang disandang individu. warna kulit. peran. Tubuh yang gemuk dan pendek sering mendapat citra yang negatif yaitu jelek dan tidak dapat diandalkan. b. Pandangan dari individu lain mengenai keadaan fisik yang dilihat menyebabkan adanya dimensi tubuh yang ideal. Penggunaan bahasa verbal dapat membedakan individu satu dengan individu yang lain. sedangkan bentuk tubuh wanita yang ideal adalah langsing tanpa ada lemak. berotot dan atletis dianggap sebagai karakteristik positif dan pelindung bagi diri sendiri dan lingkungannya. simbolsimbol bahasa juga dapat membentuk dasar dari pandangan tentang diri. “dia” dan “mereka”. “anda”. tidak lepas dari struktur. Kegagalan dan keberhasilan individu untuk mencapai patokan ideal yang telah ditetapkan oleh masyarakat merupakan keadaan yang sangat mempengaruhi pembentukan citra fisiknya. Tinggi badan. Setiap individu tidak dapat melihat tubuhnya kecuali bila menggunakan cermin yang dapat memantulkan bayangan tubuh. Pemakaian kata ganti dapat berguna sebagai konseptualisasi dari diri dan orang lain. tubuh dan penampilan merupakan hal yang penting dalam mengembangkan pemahaman tentang konsep diri seseorang. Pada umumnya individu beranggapan bahwa bentuk tubuh laki-laki yang ideal adalah atletis.Konsep diri terbentuk karena adanya interaksi individu dengan orang-orang disekitarnya. Ketepatan pemakaian kata ganti memperlihatkan konsepsi pendewasaan individu mengenai eksistensi dan individualitasnya. Dimensi mengenai bentuk tubuh yang ideal dapat dipengaruhi oleh adanya perbedaan kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain dan dapat pula dipengaruhi oleh adanya perbedaan waktu. berotot dan kekar. Burns (1993 : 189-209) menyebutkan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pembentukan konsep diri seseorang. Apa yang dipersepsi individu lain mengenai diri individu. Keterampilan Berbahasa Perkembangan bahasa akan membantu perkembangan konsep diri. Begitu pula halnya dengan citra fisik yang hanya dapat terbentuk melalui refleksi dari orang lain. Di dalam tahun pertama dari kehidupan.

orangtua dan keluarga. Tanggapan dari Orang-orang yang Dihormati Selain citra tubuh dan keterampilan berbahasa. verbalisasi dan tanda dari orang tua. Anak mempercayakan persepsi diri kepada pengalaman yang dialami langsung tentang diri secara fisik dan reaksi dari orang yang dihormati terutama orangtua. Penerimaan di lingkungan teman sebaya menjadi langkah awal dalam mempersiapkan individu menuju kedewasaan dan mempengaruhi konsep diri selanjutnya. teman sebaya dan pengaruh dari lingkungan sekitar atau masyarakat. bersalah dan mendapatkan celaan apabila tidak dapat melaksanakan tugas yang telah ditargetkan dalam kelompok itu. Aspek-aspek Konsep Diri 5 Konsep diri . Teman Sebaya Kelompok teman sebaya mempunyai pengaruh yang sangat besar pada sikap individu. Kasih sayang dan perhatian orangtua mampu menciptakan konsep diri yang baik. Hal ini akan mempengaruhi konsep diri individu. setuju atau tidak setuju dari orang tua menyebabkan individu dirinya dan bertingkah laku dengan cara yang sama. Individu akan merasa bangga bila dapat menyelesaikan tugas yang diberikan oleh kelompok dan sebaliknya individu akan merasa gagal. Orangtua merupakan sumber utama dalam memberikan kasih sayang. C. Orangtua Orangtua memiliki pengaruh yang sangat besar dalam pengembangan konsepsi diri karena orangtua merupakan sumber otoritas dan sumber kepercayaan. Dalam bersosialisasi dengan teman sebaya. Dari beberapa pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang dapat mempengaruhi konsep diri adalah peranan citra diri. Kelompok teman sebaya mampu menumbuhkan perasaan harga diri. Kasih sayang dan penerimaan orang tua dapat dirasakan oleh anak-anak melalui isyarat. kematangan seksual. Segala hal yang didapatkan dari orangtua akan berpengaruh terhadap pembentukan konsep diri anak. memberikan dukungan. 2). Perasaanperasaan yang bersangkutan dengan tubuh dan citra tubuh menjadi inti dari konsep diri. Pengalaman mengenai kasih sayang ataupun penolakan. kesempatan untuk mempraktekkan dan melatih diri dalam menyiapkan masa pendewasaan selanjutnya. kebutuhan-kebutuhan dan sifat-sifat. Semakin bertambahnya usia individu mampu menciptakan konsep diri yang positif. Orang-orang yang dihormati memainkan sebuah peranan yang menguatkan dalam definisi diri. konsep diri juga dapat dipengaruhi oleh tanggapan dari orang yang dihormati. dan penerimaan pada anakanaknya. c.Pemakaian dan ketepatan kata-kata yang bertambah mencerminkan kemampuan yang bertambah dari individu tersebut untuk memahami dirinya sendiri sebagai seorang individu dengan mempunyai perasaan. Perhatian. individu dituntut untuk melakukan kegiatan yang ada dalam kelompok itu. Penilaian masyarakat tentang keadaan individu akan berpengaruh dalam melakukan interaksi sosial di lingkungannya. Adapun orang-orang yang dihormati dan menjadi sumber konsep diri adalah : 1).

1993 : 81) aspek-aspek konsep diri seseorang antara lain yaitu: 6 Konsep diri . Identitas Diri Merupakan kesadaran akan diri sendiri yang bersumber dari observasi dan penilaian yang merupakan sintesa dari semua aspek kopnsep diri. Calhoun ( 1995 : 67) konsep diri memiliki tiga aspek. Menurut Strang (Burn. konsep diri dibentuk dari lima komponen yaitu gambaran diri (body image).a. identitas diri (self identity). tergantung atau mandiri. b. yaitu apa yang dilihat seseorang ketika dia melihat pada dirinya sendiri. ideal diri (self care). bentuk. kebangsaan dan dibandingkan dengan kelompok sosial contohnya baik hati atau egois. fungsi penampilan dan potensi tubuh saat ini dan masa lalu. Gambaran Diri Gambaran diri merupakan sikap seseorang terhadap tubuhnya secara sadar. harga diri (self esteem). gambaran tentang diri kita. aspirasi. tenang atau temperamen tinggi. b. 1993 : 73) konsep diri memiliki aspek-aspek antara lain yaitu : a. Pengharapan Suatu pandangan tentang kemungkinan kita menjadi apa dimasa yang akan datang. perilaku. nilai dan tujuan yang diharapkan dari seseorang berdasarkan posisinya dimasyarakat. yaitu apakah seseorang mempunyai pendapat menyenangkan atau tidak menyenangkan tentang bermacam-macam segi dari image. Evaluasi diri. Citra diri. tujuan atau nilai yang ditetapkan. suku. pekerjaan. e. Penilaian Mengukur dan membandingkan apakah kita bertentang dengan “saya dapat menjadi apa” dan “seharusnya saya menjadi apa”. c. pengukuran ini berarti untuk mengetahui seberapa besar kita menyukai diri sendiri. yaitu seberapa kuat seseorang merasakan bermacam-macam segi ini. termasuk persepsi dan perasaan tentang ukuran. Menurut Rosenberg (Burn. c. Pengharapan ini merupakan pandangan tentang diri ideal. Menurut Stuatd and Sundeen (1998). Harga Diri Harga diri adaalah penilaian pribadi terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisa seberapa jauh perilaku mempengaruhi ideal diri. Pengetahuan Yaitu apa yang kita ketahui tentang diri kita. d. peran diri (self role). Intensitas afektif. Presdiposisi tingkah laku. b. c. d. usia kita. Ideal Diri Ideal diri adalah persepsi individu tentang bagaimana ia harus berperilaku sesuai dengan standaar pribadi. yaitu : a. yaitu apa yang kemungkinan besar yang diperbuat seseorang didalam memberi respon kepada evaluasinya tentang dirinya sendiri. jenis kelamin. Peran Diri Peran diri merupakan pola sikap.

2). Seseorang mampu menghadapi kehidupan didepannya. Berkepribadian yang bersifat stabil dan bervariasi. b.a. 3). evaluasi diri dan harapan tentang dirinya. dan mendeskripsikan masing-masing karakter konsep diri sebagai berikut : a. sampai pada tahap seberapa besar kita menghargai diri kita yang sekarang. atau persepsi individu mengenai kemampuan-kemampuannya. apa kekuatan dan kelemahannya atau apa yang dia hargai dalam hidupnya. statusnya dan peranan-peranannya didunia luar. 8). Dimana individu kemungkinan dididik dengan sangat keras oleh orang tuanya.kadang harapan dan kenyataan tidak seiring sehingga terjadi penilaian dalam diri individu seberapa besar individu tersebut menghargai keadaan yang sekarang. 6). 5). Bertindak dengan berani dan spontan serta memperlakukan orang lain dengan hangat dan hormat. benar-benar tidak tahu siapa dia. Konsep diri dasar. Diri yang ideal. 4). c. Konsep diri negatif 1). ini adalah macam pribadi yang diharapkan individu tersebut menjadi pribadi semacam itu ataupun akan semacam itu. dimana konsep diri tersebut dapat menyimpan bermacam-macam fakta yang berbeda tentang kita sendiri baik informasi negatif maupun positif. Hal ini merupakan konsep individu tentang pribadi yang dipikirkan sebagai apa adanya. Kadang. Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa aspek-aspek konsep diri dapat dilihat dari bagaimana individu mengetahui keadaan dirinya yang sebenarnya. individu 7 Konsep diri . inilah diri sebagaimana yang diyakini individu itu dan orang lain melihat dan mengevaluasinya. dia tidak memiliki perasaan kestabilan dan keutuhan diri. D. Dapat menerima dirinya sendiri dengan apa adanya.Mampu menyimpan informasi tentang dirinya sendiri baik informasi negatif maupun positif. Dapat memahami dan menerima sejumlah fakta yang sangat bermacam-macam tentang dirinya sendiri. Dapat menerima dirinya sendiri dan orang lain. dan beberapa pendapat menekankan pada persepsi diri. d. Mampu merancang tujuan-tujuan kehidupan yang sesuai dan realistis. Diri yang fana yang dipengang oleh individu tersebut pada saat sekarang yang dipengaruhi oleh mood (perasaan) pada saat itu. Diri sosial. Pandangan seseorang tentang dirinya sendiri benar-benar tidak teratur. Pandangan seseorang tentang dirinya sendiri terlalu stabil dan terlalu teratur dan kaku. Konsep diri positif karakteristik individu yang memiliki konsep diri positif antara lain yaitu: 1). 2). 7). Karakteristik Konsep Diri Calhoun dan Acocella (1995 : 72) mengatakan bahwa konsep diri seseorang harus dilengkapi dengan “kotak kepribadian” yang cukup luas. b. yang kemudian dibandingkan dengan harapan dirinya menjadi individu yang lain dari keadaan sekarang.

Merasa tidak disenangi orang lain Individu ini mempunyai rasa bahwa dirinya tidak diperhatikan. Menerima pujian tanpa rasa malu d. apapun yang diperoleh tampak tidak berharga dibanding dengan apa yang diperoleh orang lain dan kurang bisa menerima keadaan dirinya dan juga kritikan dari orang lain tentang dirinya. b. Mampu memperbaiki dirinya karena sanggup mengungkapkan aspek-aspek kepribadian yang tidak disenanginya dan berusaha mengubahnya. segala macam embel-embel yang menunjang harga dirinya menjadi pusat perhatiannya. d. sehingga seseorang itu dapat bertindak berani dengan berperan serta mampu memperlakukan orang lain dengan baik. Segala koreksi seringkali dipersepsi sebagai usaha untuk menjatuhkan harga dirinya. keinginan dan perilaku yang tidak seluruhnya disetujui masyarakat. c. e. Sedangkan katakteristik konsep diri negatif. Dari hal-hal yang telah disebutkan diatas dapat disimpulkan bahwa seseorang yang mempunyai konsep diri positif adalah orang yang mau menerima segala sesuatu yang ada pada diri sendiri dan menerima orang lain secara apa adanya. Indvidu ini tidak pernah mempersalahkan dirinya. Tidak pandai dan tidak sanggup mengungkapkan penghargaan atau pengakuan pada kelebihan orang lain. sehingga tidak dapat melahirkan kehangatan dan keakraban persahabatan. Menurut William dan Phillip (1976) dalam Rakhmad (2004 : 105) mengemukaan lima tanda-tanda konsep diri positif yaitu : a. namun tidak dapat menyembunyikan antusiasmenya pada waktu menerima pujian. Informasi baru tentang diri seseorang menjadi penyebab kecemasan dan rasa ancaman terhadap diri orang tersebut.tersebut menciptakan citra diri yang tidak mengizinkan adanya penyimpangan dari seperangkat hukum besi yang di dalam pikirannya merupakan cara hidup yang paling tepat. Bersikap pesimis terhadap kompetisi Hal ini terungkap dalam keengganannya untuk bersaing dengan orang lain dalam membuat prestasi. Yakin akan kemampuannya dalam mengatasi masalah b. Dalam berkomunikasi cenderung menghindari dialog terbuka dan bersikeras mempertahankan pendapatnya dengan berbagai justifikasi atau logika yang keliru. Informasi tentang dirinya sendiri yang tidak dapat diterima dengan baik dan 8 Konsep diri . Responsif terhadap pujian Saat mendapat pujian. individu ini mungkin berpura-pura menghindari pujian. tetapi akan menganggap dirinya sebagai korban dari sistem sosial yang tidak beres. Dapat disimpulkan pula bahwa orang yang mempunyai konsep diri negatif mempunyai pandangan dan pengetahuan yang buruk tentang dirinya. hangat dan hormat. Mampu menyadari bahwa setiap orang mempunyai berbagai perasaan. Merasa setara dengan orang lain c. mencela atau meremehkan apapun dan pada siapapun. Orang dengan konsep diri positif dapat tampil ke depan dengan bebas dan dapat membuat kehidupannya menjadi lebih menarik. yaitu : a. Indvidu ini menganggap tidak berdaya melawan persaingan yang merugikan dirinya. Buat orang semacam ini. Peka terhadap kritik Orang ini sangat tidak tahan kritik yang diterimanya dan mudah marah. Oleh karena itu individu ini bereaksi pada orang lain sebagai musuh. Bersikap Hiperkritis Sikap hiperkritisnya ditunjukkan dengan selalu mengeluh. e.

9 Konsep diri .mengganggu konsep diri seseorang sehingga menyebabkan kekecewaan emosional kepada seseorang maka mampu menumbuhkan semangat dan kenyamanan pada diri individu tersebut.