Si Pitung

Pitung adalah jagoan Betawi yang amat legendaris, namanya nggak bisa dipisahkan dari cerita-cerita rakyat, kebanyakan orang mengira Pitung adalah orang Melayu, tapi sejarawan Ridwan Saidi berpendapat lain, Pitung adalah keturunan Cina, dia jago silat dengan jurus tendangan khas Cina yaitu : tendangan. Beda antara silat Jawa dan kungfu Cina, silat Jawa lebih sering menggunakan pukulan, orang betawi bilang 'maen pukulan' sementara silatnya si Pitung lebih sering menggunakan tendangan. Tapi gaya tendangan si Pitung beda dengan tendangan silat Mataraman yang lugas, tendangan pitung adalah tendangan yang disebut 'Nyosor Gangse' atau tendangan kaki dari bawah.

Pitung lahir di Rawa Belong kitaran taon 1874, dia belajar silat pertama kali sama Engkong Sanip di umur tujuh tahun, kemudian umur 12 tahun ia dititipin sama Engkong Haji Naipin, juragan kambing yang sering dagang kambing di Tenabang. Antara orang Cina dan orang Betawi hidup rukun, mereka sudah saling akulturasi, kata "Engkong" sebenernya adalah kata "kakek" yang berasal dari bahasa Cina, kata "lu" dan "gue" adalah bahasa Cina, sementara kata menunjuk diri sendiri "Aye" berasal dari kata : "Sahaya". Oleh Haji Naipin Pitung

belajar ilmu silat "Katak Besi" disini tangan Pitung kuat sekali bisa ngancurin tembok tebalnya seperempat meter. Pitung juga jagoan silat Stroom, nah yang ngajarin silat "Stroom" ini adalah Dokter Wahidin Soedirohoesodo seorang dokter Jawa yang pernah buka praktek di deket pasar kambing Tenabang. Sesudah Wahidin berkeliling Djawa mengenalkan apa yang disebut 'student fonds', dokter Wahidin mendirikan klinik kesehatan kecil yang kadang pengobatannya gratis, nama klinik itu "Aji Waras" adanya di Kebon Pala I, (lokasinya nggak jauh dari rumahnya Teguh Karya Sekarang), di situ Pitung belajar banyak tentang sejarah negeri ini, dan tergerak melakukan perlawanan terhadap Belanda. Banyak orang mengira Pitung adalah perampok biasa, bahkan berita-berita dari jurnalis Belanda yang kerap dikutip banyak orang seperti ulasan disertasi Margreet Van Till menganggap Pitung seorang kriminal, namun tahukah anda Pitung adalah salah satu pahlawan yang menyemaikan gerakan nasional di Indonesia.

Silat Stroom Pitung sebenernya juga bukan barang baru, silat stroom ini adalah silat tenaga dalam, pusat dari silat Stroom adanya di Kediri, salah satu tokoh kominis di masa lampau, Muso adalah jagoan silat stroom. Pada tahun 1911, Pitung mendirikan perguruan silat "Pandekar Rawabelong" Pemerintahan Hindia Belanda curiga kalau-kalau Perguruan Pandekar Rawabelong akan jadi massa radikal, kecurigaan ini ditambah beberapa laporan intelijen si Pitung adalah salah

satu pemain dalam peristiwa Condet dimana Entong Gendut melakukan penyerangan terhadap pegawai-pegawai pajak Belanda. Pitung juga dicurigain membeking kegiatan ilegal melawan pemerintahan Hindia Belanda, lalu Pemerintah Hindia Belanda membangun opini seakan-akan Pitung adalah rampok. Pada suatu hari di tengah perayaan Imlek di depan Klenteng Palmerah, si Pitung ditantang sama jagoan Scout Hijne untuk berkelahi, namanya Sanip dari Banten. Si Pitung ngeladenin, pertarungan ini keren banget, Si Pitung ngeluarin semua jurusnya, yang bikin kaget banyak orang si Pitung ngelompat ke genteng Klenteng yang tingginya ampir 3 meter, banyak orang tepok tangan termasuk Scout Hijne, salah seorang jurnalis dari Semarang Raden Maksum mencatat ini dan menulisnya dalam sebuah koran tentang kisah perkelahian jagoan Ing Nagari Batawi dengan Jagoan Banten. Pitung menjadi terkenal dan diundang ke Yogyakarta. Disana tanpa sengaja Pitung bertemu dengan seorang anak muda bernama Suwardi Suryaningrat, pertemuannya ini kemudian berlanjut menjadi obrolan serius.

Pitung amat suka dengan gagasan Suwardi Suryaningrat soal "Pendidikan bagi kaum Pribumi" dan kemudian Pitung juga membantu mencarikan rumah untuk sahabatnya dokter Tjiptomangoenkoesoemo. Perkenalan Pitung dengan tokohtokoh incaran intel Belanda inilah kemudian membuat intelijen Belanda takut

sekali dengan Pitung lalu dikembangkanlah cerita perampokan di rumah juragan bugis Haji Saifuddin dan cerita soal Pitung ngerampok banyak rumah orang Cina di sekitaran Kebon Jeruk. Pitung sendiri sebenarnya mati ditembak peluru tentara KNIL yang saat itu diminta Polisi untuk mengepung perguruan Pitung, pertarungan antara tentara KNIL dengan Pendekar-Pendekar Rawabelong dimenangkan oleh Perguruan Pitung, setelah mereka berhasil membunuh 15 pasukan KNIL banyak dari Pendekar disuruh Pitung berlarian, kelak PendekarPendekar ini kemudian membangun perguruan silatnya, dan pada tahun 1945 satu jam setelah pengumuman kemerdekaan oleh Bung Karno, banyak dari keturunan pendekar ini berkumpul di rumah Haji Darip di Klender, langkah pertama yang mereka lakukan saat itu membebaskan Mat Djaelani yang saat itu berada dipenjara karena melawan Jepang. Setelah pembebasan Mat Djaelani ini dibentuklah "Barisan Pemuda Pelopor" dan Barisan Pemuda ini yang kemudian menjadi barisan pertama yang bertempur dengan Inggris dan NICA. Mat Djaelani ini sendiri adalah anak dari Pitung, Sejarah membuktikan orang Betawi-lah yang pertama kali bertarung nyawa membela kemerdekaan Republik.

Cerita soal Pitung pernah diutarakan Ki Hadjar Dewantoro pada Bung Karno tahun 1949 saat Bung Karno baru saja pulang dari pembuangannya di Bangka.

Bung Karno pernah berniat menjadikan Pitung sebagai Pahlawan Nasional tapi entah kenapa diurungkan.

Inilah sekelumit kecil sejarah bangsa kita..............

-Anton DH Nugrahanto-.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful