P. 1
Kajian Parameter Dalam Beberapa Prosedur Desain Metoda Perpindahan (Parametric Study On Displacement-Based Method Procedures), (c) Yoppy Soleman, Hasanuddin University, Makassar, 2006

Kajian Parameter Dalam Beberapa Prosedur Desain Metoda Perpindahan (Parametric Study On Displacement-Based Method Procedures), (c) Yoppy Soleman, Hasanuddin University, Makassar, 2006

|Views: 33|Likes:
Published by Yoppy Soleman
Final thesis master's degree seminar on earthquake engineering resistant structures
Final thesis master's degree seminar on earthquake engineering resistant structures

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Yoppy Soleman on Feb 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2013

pdf

text

original

Civil Structure Engineering Postgraduate Program Hasanuddin University

Kajian Parameter dalam Beberapa Prosedur Desain Metoda Perpindahan
(Parametric Study on Displacement-Based Design Method Procedures)

Yoppy Soleman

Observasi Gempa Northridge, 17-1-1994

PGA: 0.34 – 1.78g

Spektrum Respons Percepatan Elastik pada 4 stasiun seismik dibandingkan Nominal 0.40g dari ATC3-S2. Kaiser Permanente Building: kapasitas deformasi lateral dan pendetailan tulangan Golden State Freeway (I5) Interchange, North San Fernando Valley: kapasitas deformasi lateral

Gedung Apartemen dan Perparkiran di Reseda: Weak story deformation.

Klip video Gempa Northridge (California, USA) 17-1-1994

Observasi Gempa Loma Prieta, 17-10-1989

PGA: 0.25 – 1.0g

Strong Motion Record Accelleration, Emeryville. PGA=0.25
Marina District, San Fransisco: Deformasi Lantai Lemah (Weak Story Deformation)

Oakland Bay Bridge: Deformasi Lateral.

Highway Bridge, Watsonville : Deformasi akibat Likuafaksi

Cypress Viaduct, Interstate 880, Oakland : Kegagalan geser (kurang adekuat dalam pendetailan join

Observasi Gempa Kobe, 17-1-1995

PGA: 0.11 – 1.0g

Hanshin Expressway: Kegagalan lentur pile penyanggah pier jembatan karena likuafaksi dan pergeseran tanah (ground displacement). Substructure failure

Super structure failure, tipe kegagalan geser kolom (pendetailan tulangan)

Nishinomiya Area, Kobe: Super structure failure, tipe kegagalan geser akibat deformasi lantai lemah atau weak story deformation (keruntuhan total 1 tingkat pada lantai 5 bangunan)

Klip video Gempa Kobe (Japan) 17-1-1995

Klip video Gempa Kobe (Japan) 17-1-1995

Pengkajian dampak gempa-gempa besar di seluruh dunia, khususnya: Loma Prieta, Northridge, Kobe.

“Apakah standar peraturan bangunan dapat mengakomodasi kebutuhan mitigasi bencana gempa?

Berdasarkan laporan observasi struktur pasca gempa maka jawabannya adalah TIDAK.
(Secara umum observasi diperoleh pada zona gempa intensitas tinggi, PGA>0.30)

Karakteristik kerusakan:
1. Terlampauinya limit operasional deformasi. 2. Pendetailan tulangan (terutama t. geser dan penulangan join) tidak cukup sehingga kurang tahanan deformasi. 3. Pergeseran tanah dasar (ground displacement) dan likuafaksi melampaui yang diperhitungkan.

Relevansi kerusakan dengan implementasi kode bangunan (standar) yang dipakai:
1. FBD menghasilkan inkompatibilitas antara asumsi gaya yang bekerja pada elemen-elemen struktur dengan karakteristik kekuatan-kekakuan sebenarnya (aktual). 2. FBD menyebabkan inkosistensi analisis karena penggunaan faktor reduksi gempa R. Perpanjangan perioda getar T menyebabkan overestimate duktilitas struktur dan underestimate displasemen lateral.

1. Inkompatibilitas kekakuan-kekuatan dalam FBD
Konsep (b) diadaptasi oleh semua prosedur DBD, tetapi bukti eksperimental diberikan oleh uji 40 model balok-kolom Priestley-Kowalsky (Var=16%) dan program riset PRESSS skala besar (Precast Seismic Structural System, portal 5 lantai) di Univ. of Calif. San Diego, USA, 1999.

kekakuan independen thd. kekuatan

kekakuan berhubungan dgn. kekuatan

2. Overestimate duktilitas dan underestimate displasemen
Overestimate duktilitas terjadi karena asumsi duktilitas struktur (yang terlalu tinggi mis.: m > 4) belum tercapai padahal batas operasional simpangan (seismic drift limit) sudah dilampaui. Underestimate displasemen maks. terjadi krn peningkatan fleksibilitas struktur.

Dampak kegagalan desain struktur pasca gempa Northridge dan Kobe menarik minat banyak peneliti utk pengembangan prosedur baru analisis dan desain tahan gempa. Basis analisis dan desain struktur tahan gempa ditentukan dari parameter deformasi atau displasemen

Metoda Perpindahan (Displacement-Based Method)
Definisi:

Prosedur analisis yang didasarkan atas parameter deformasi elastik dan inelastik yang tertentu (qy, Dy, qmaks, Dmaks) atau spektra perpindahan (SD)

PROBLEM
Implementasi metoda-metoda perpindahan yang berbeda pada suatu kasus tertentu menghasilkan perbedaan signifikan dalam hasil-hasil desain.

(Kasus: DMRF Simetrik 7 Lantai )

(Hasil Analisis Vb)

Rumusan Masalah yang akan dikaji:

Metoda-metoda menggunakan konsep dasar yang sama tapi menghasilkan variasi signifikan dalam analisis
(Simplifikasi model, preferensi teori, struktur analisis)

Konseptual

Sesuatu mengenai PARAMETER
Empirikal

(Sistem pengujian, data observasi)

• • •

Tujuan Penelitian: 1. Memahami parameter-parameter dasar yang digunakan para peneliti dalam penyusunan metoda. 2. Memverifikasi metoda desain gempa mana yang tepat (dan mana yang tidak tepat) untuk suatu kasus tertentu. 3. Menemukan bilamana terdapat kontradiksi yang fundamental, konseptual, atau empirikal diantara prosedur/metoda.

Manfaat Penelitian:

• • •

1. Memilih teknik-teknik atau pendekatan-pendekatan mana yang relevan (atau mana yang tidak relevan) dalam analisis kasus tertentu. 2. Penyusunan konsep peraturan gempa baru atau memutakhirkan teknik analisis dan desain struktur tahan gempa. 3. Perluasan literatur rekayasa gempa.

Metodologi Kajian
Latar Belakang Umum Pemeriksaan Literatur Latar Belakang Spesiifik

Problem: 1. Variasi signifikan hasil analisis dalam 4 teknik/pendekatan Metoda Perpindahan. 2. Relevansi prosedur tertentu untuk suatu analisis kasus.

Studi Kasus: 1. Frame 3D-Simetrik 2. Frame 3D-Non Simetrik

Kajian Pustaka 4 Metoda
A

A

Deskripsi prosedur umum analisis dan desain 4 metoda

Evaluasi Prosedur-prosedur: 1. Idea 2. Konsep Kunci 3. Parameter Spesifik

Etiologi

Implementasi Kasus: 1. CDMRF 3D-Simetrik 8 Lantai 2. CDMRF 3D-Non Simetrik 8 Lantai

B

B

Evaluasi Karakteristik Prosedur dalam Implementasi Kasus 1. Momen Kurvatur, fy 2. Degradasi Kekakuan 3. Gaya Geser Desain

Pemeriksaan Hasil Analisis dan Desain: 1. Gaya Geser Dasar (Vb) 2. Luas Tulangan (r) 3. Displasemen (Dy, Dmaks) 4. Perioda (Tn, TIG, Tm, Teff )

Verifikasi Konsistensi Parameter DDBD: 1. Displasemen Luluh 2. Displasemen Maksimum 3. Gaya Geser Dasar
C

C

Kesimpulan dan saran

Implementasi Analisis Kasus

Kasus 1: CDMRF Simetrik 8 Lantai

Kasus 2: CDMRF Non Simetrik Vertikal 8 Lantai

Direct Displacement-Based Design
(Prof. MJN Priestley)
Titik tolak DDBD diperoleh dari uji 40 model balok-kolom. Parameter kunci (direct estimation): 1. Hubungan Kelengkungan-Momen dan Kurvatur Luluh Tipikal Balok

(Sudut simpangan luluh) 3. Displasemen Struktur 2. Rotasi Sendi Plastik Balok

Empat Konsep Metoda DDBD

Inelastic Design Spectra
(Prof. A.K. Chopra)
dy = 0.005 Dy = dy.H Dimensi elemen-elemen struktural dan luas tulangan
Tabel 2.5. Dimensi Kolom dan Balok (tipikal persegi)
STOREY

Adaptasi prosedur awal DDBD.

Dy = fy/k

Menentukan kekakuan elastik struktur saat pembentukan sendi plastik pertama (1st yield)

hi (m) 4.0 7.6 11.2 14.8 18.4 22.0 25.6 29.2

Dimensi Kolom, b x d, mm

Dimensi Kolom, b x d, mm

Midspan Frame
Eksterior

Endspan Frame
Eksterior

Dimensi Balok, b x d, mm Midspan Endspan
Eks/Int

Interior

Interior

Eks/Int

1 2 3 4 5 6 7 8

800 800 700 700 700 600 600 600

800 800 700 700 700 600 600 600

800 800 700 700 700 600 600 600

800 800 700 700 700 600 600 600

500x900 500x900 500x800 500x800 500x800 500x700 500x700 500x700

500x900 500x900 500x800 500x800 500x800 500x700 500x700 500x700

Solusi iteratif untuk memenuhi konvergensi displasemen Dy =Dy*
Menentukan Tn berdasar Kurva Deformasi Inelastik

Proportioning Method
(Dr. J.P. Browning)

Menentukan Perioda Getar Target (Ti) dengan Respons Spektra Percepatan Inelastik 8 H Ti  d maks 7 S DS  TS

Rasio Simpangan Maksimum dmaks = 3.0% Menentukan karakteristik distribusi gaya dan momen

H æö 1 Ti  ç÷ d maks 1.08 S DS  TS èø

Memproporsikan gaya-gaya dalam elemen, dimensi elemen dan luas tulangan

Capacity Spectra Method
(Prof. S.A. Freeman, ATC-40)

Kurva Kapasitas sistem struktur (pushover), Vb vs. Droof

Spektrum respons percepatan elastik (SA) dengan x0=5%
Konversi Spektra Respons. Setiap titik pada kurva spektra respons merepresentasikan nilai-nilai unik spektra percepatan, Sai, kecepatan, Svi, dan displasemen, Sdi. Untuk pengubahan spektra dari bentuk tradisional (standar) SA vs T menjadi bentuk ADRS maka setiap poin pada kurva SA vs T perlu diubah menjadi SD menggunakan persamaan (2.151) Spec. Res. UBC-97,
SKSNI-2002

Transformasi Kurva Kapasitas Struktur ke ADRS format

Persamaan2 Transformasi
Modus Getar Struktur F Faktor Partisipasi Modal, G
Koef. Massa Efektif, am

Metoda spektra kapasitas membandingkan kapasitas deformasi lateral struktur (diagram kapasitas) dengan tanggapan (respons spektra) struktur akibat eksitasi gempa melalui prosedur grafis.

Intersection (perpotongan, pertemuan) diagram kapasitas dengan spektra kapasitas adalah titik kinerja (performance point, PP)

Evaluasi Konseptual (=Dasar Pemikiran) Prosedur
(Idea, Konsep Kunci, Parameter Dasar Spesifik)

Formulasi Parameter Dasar Spesifik DDBD

Formulasi Parameter Dasar Spesifik PM

Parameter Dasar IDS {Karakteristik Metoda adalah Perhitungan Iterasi (iteratif)}

Parameter Dasar Spesifik CSM {Satu-satunya metoda yang tidak menentukan parameter dasar spesifik, hanya parameter non-spesifik makro, ini membuat CSM menjadi serbaguna (akomodatif) terhadap segala tipe dan konfigurasi struktur}

Kesimpulan Evaluasi Konseptual Prosedur

Animasi Continental Drift

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->