CONTOH RKS PROYEK PEMBANGUNAN WORKSHOP

B A B III SYARAT-SYARAT TEKNIS YANG BERSIFAT UMUM Pasal 1 Ketentuan Umum 1.1 Kontraktor harus melaksanakan pekerjaan dengan baik dan benar serta penuh dengan tanggung jawab dan teliti sesuai dengan ketentuan Kontrak; Seluruh cara dan prosedur yang diikuti, termasuk semua pekerjaan sementara yang akan dilaksanakan, semuanya harus mendapat persetujuan dari Pengawas Lapangan. Dalam pelaksanaan pekerjaan, kontraktor harus mentaati peraturan-peraturan pemerintah dan peraturan daerah yang berlaku yang berhubungan dengan pekerjaan ini. Pasal 2 Lokasi dan Lingkup Pekerjaan 2.1 2.2 Lokasi pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah di Belawan Lingkup pekerjaan dimaksud adalah Pekerjaan Perluasan Workshop Pasal 3 Rencana Kerja 3.1 Selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sejak tanggal Surat Keputusan Pemberian Pekerjaan, Kontraktor harus menyerahkan Kepada Direksi Lapangan untuk mendapat persetujuannya antara lain: a. Suatu rencana kerja atau jadwal waktu pelaksanaan dalam bentuk Bar Chart yang lengkap dan terperinci, meliputi seluruh pekerjaan seperti dimaksud dalam Dokumen Kontrak. b. Keterangan lengkap mengenai organisasi dan Personalia yang akan melaksanakan tugas pekerjaan. c. Jadwal Pengerahan Tenaga Kerja. d. Jadwal penyediaan bahan bangunan dan peralatan serta perlengkapan lainnya. 3.2 Kontraktor harus melaksanakan pekerjaan sesuai dengan rencana kerja yang telah diajukan tersebut di atas.

1.2

1.3

3.3

Kelalaian dalam menyerahkan rencana kerja tersebut di atas, dapat menyebabkan ditundanya permulaan pekerjaan. Akibat dari penundaan pekerjaan ini menjadi tanggung jawab Kontraktor. Pasal 4 Tanggung Jawab Kontraktor Terhadap Pekerjaan

4.1

Semua pelaksanaan pekerjaan harus mendapat persetujuan dari Pengawas Lapangan, tidak berarti bahwa Kontraktor melepaskan tanggung jawab yang tercantum dalam Kontrak. Tanah tempat pekerjaan dalam keadaan pada waktu Penawaran termasuk segala sesuatu yang berada dalam batas-batas yang ditentukan, diserahkan tanggung jawab kepada Kontraktor. Namun demikian, semua benda yang ditemukan di Lapangan tersebut, tetap menjadi milik Pemberi Tugas (Bouwheer). Kantraktor harus mengisi / menimbun kembali semua lobang-lobang dan bekas galian-galian yang dibuatnya setelah selesai pekerjaan atau tidak diperlukan lagi untuk pekerjaan, serta harus bersih dari segala sampah / kotoran dan bahan-bahan yang tidak diperlukan lagi. Pemberi Tugas, Pengawas Lapangan berhak untuk mengadakan Inspeksi kesetiap bagian pekerjaan. Juga apabila pekerjaan tersebut dikerjakan di bengkel Kontraktor atau Sub Kontraktor. Dalam hal ini Kontraktor harus memberi informasi, bantuan dan fasilitas lain yang diperlukan dalam pemeriksaan secara teliti dan lengkap. Kontraktor bertanggung jawab terhadap ketertiban pegawai serta kendaraankendaraannya dan bersedia memelihara atau memperbaiki segala kerusakankerusakan yang mungkin terjadi, baik di dalam lokasi proyek maupun di luarnya, sehingga kembali seperti semula. Pada waktu penyerahan pertama, seluruh pekerjaan harus diserahkan dalam keadaan sempurna / selesai, termasuk pembongkaran pekerjaan-pekerjaan sementara, pembersihan halaman dan sekitarnya sesuai dengan keinginan Pengawas Lapangan.

4.2

4.3

4.4

4.5

4.6

Pasal 5 Setting Out 5.1 Untuk menentukan posisi dan ketinggian bangunan di lapangan Pemborong harus melakukan pengukuran dilapangan secara teliti dan benar, sesuai dengan referensi Benchmark atau titik tetap dilapangan seperti ditunjukkan dalam gambar atau atas petunjuk Pengawas Lapangan.

1 Material yang akan dipakai dalam pekerjaan-pekerjaan ini diutamakan produksi dalam negeri yang memenuhi persyaratan yang ditentukan.4 Pasal 6 Daerah Kerja dan Jalan masuk 6. maka mutunya minimal harus sama dengan yang disyaratkan dalam dokumen tender. Pasal 7 Material 7. Dalam hal terdapat perbedaan antara rencana dalam gambar dengan hasil pengukuran yang dilaksanakan pemborong dilapangan.2 Tata letak yang meliputi jalan masuk. kualitas dan kuantitas bahan yang dipesan.1 Pemborong akan diberikan daerah kerja untuk pelaksanaan pekerjaan ini. . lokasi penyimpanan bahan bangunan dan jalur pengangkutan material dibuat oleh Pemborong dengan persetujuan Pengawas Lapangan.5.3 Penumpukan material harus pada tempat yang baik agar mutu dari material dapat terjaga. 5. maka sebelum melanjutkan pekerjaan yang mungkin dipengaruhi perbedaan tersebut. 7. Lokasi tersebut dapat diperoleh dengan cara sewa / pinjam berdasarkan ketentuan yang berlaku dan harus membatasi operasinya dilapangan yang betul-betul diperlukan untuk pekerjaan tersebut.3 5. 6. 7. pemborong harus melaporkan hal ini kepada Pengawas Lapangan untuk mendapatkan keputusan dan dinyatakan dalam Berita Acara. Keputusan akan hasil pengukuran oleh Pemborong akan didasarkan atas keamanan konstruksi dan kelancaran operasional. untuk mendapat persetujuan. Sebelum pemesanan bahan harus diberitahukan pada Pengawas Lapangan yang meliputi jenis.2 Jika pemborong mengajukan bahan lain yang akan digunakan selain yang disyaratkan.2 Pengukuran untuk penentuan posisi dilakukan dengan peralatan yang mempunyai presisi tinggi dengan metode triangulasi dan hasilnya disampaikan ke Pengawas Lapangan untuk mendapatkan persetujuan.

Kontraktor tidak dapat menuntut akan kerusakan atau perpanjangan waktu karena keterlambatan sebagai akibat perbaikan gambar kerja. Standard. standard bahan. yang disiapkan oleh Kontraktor atau Sub Kontraktor yang memberikan penjelasan pekerjaan pembangunan dengan sebaik-baiknya. Sertifikat dan Literatur dari pabrik 8. Pasal 12 Shop Drawing. diagram-diagram. Kontraktor tidak mengizinkan yang .1 Pemborong harus menyediakan air dan listrik yang diperlukan selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung. Pasal 10 C u a c a 10. Pemborong berkewajiban untuk memperbaiki / mengganti. As Built Drawing 12. Pasal 9 Lalu Lintas 9.1 Dalam melaksanakan pekerjaan dan pengangkutan bahan-bahan untuk keperluan pekerjaan.1 Pemborong harus menyediakan dilapangan antara lain foto copy persyaratan. katalog. rekomendasi dan sertifikat serta informasi lainnya yang diperlukan untuk semua material yang digunakan dalam proyek ini serta petunjuk pemasangan barang-barang tersebut harus mengikuti prosedur yang direkomendasikan oleh pabrik. Pasal 11 Service Sementara 11.Pasal 8 Kode. daftar elemen bangunan dan detail gambar.1 Pekerjaan harus diberhentikan apabila cuaca mengakibatkan penurunan mutu suatu pekerjaan.1Shop Drawing Shop Drawing adalah gambar-gambar. Pemborong harus berhati-hati sedemikian sehingga tidak mengganggu kelancaran operasional atau menimbulkan kerusakan terhadap jalan yang telah ada dan prasarana lainnya. daftar bengkokan besi. Bila terjadi kerusakan.

Daftar pekerja ini setiap waktu dapat diperiksa oleh Pemberi Tugas. Kontraktor diharuskan mengadakan pengambilan foto di lapangan.2 As Built Drawing Apabila terdapat perbedaan antara gambar-gambar dengan pelaksanaan pekerjaan (atas persetujuan Pengawas Pekerjaan Lapangan). maka segera setelah pelaksanaan bagian pekerjaan tersebut harus membuat As Built Drawing. Setiap akhir pekan Pemborong harus menyampaikan Laporan Mingguan kepada Pemberi Tugas tentang kemajuan pekerjaan dalam minggu yang bersangkutan. Hasil cetakan foto tersebut harus disampaikan pada Pengawas Lapangan sebanyak 3 (tiga) set atas biaya kontraktor. perubahan-perubahan yang mungkin terjadi harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Pemberi Tugas. pemborong diwajibkan membuat gambargambar dari seluruh pekerjaan termasuk perubahan-perubahan yang dilaksanakan di lapangan. Jumlah pekerja setiap hari dicatat menurut golongan dan upah.1 a.2 . meliputi persediaan bahan di tempat proyek. d. yang berkenaan dengan kemajuan tahap pekerjaan. 13. c. adanya bencana dan sebagainya. Foto-Foto. Gambar-gambar As Built Drawing dibuat dengan menggunakan software Auto Cad. disamping dokumentasi foto berwarna ukuran postcard yang menunjukkan kemajuan pekerjaan beserta peralatan yang dipakai dan lain-lain foto ditempel pada album dengan keterangan-keterangan serta tanggal gambar-gambar diambil. e. Pasal 13 Laporan Pekerjaan dan Foto-foto 13. penambahan. 12. Di dalam Laporan Harian harus tercantum keadaan cuaca. mingguan dan bulanan. detail-detail yang akan ditutup.bertanggung jawab akan adanya kesalahan yang terdapat dalam shop drawing tersebut. f. pengurangan atau perubahan pekerjaan. bahan yang masuk. jumlah/macam dan harga satuan bahan-bahan yang masuk dan kejadian-kejadian penting lainnya yang terjadi dalam proyek yang mempengaruhi pelaksanaan proyek. Laporan Pekerjaan : Pemborong diwajibkan melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan rencana. b. Pemborong harus membuat laporan harian. dan ia berhak mengadakan penelitian tentang produktivitas pekerjaan tersebut. dan dicetak rangkap 4 (empat) serta file As Built Drawing diserahkan kepada Pengawas pekerjaan. Setiap akhir bulan. Pemborong harus melaporkan kemajuan pekerjaan secara terperinci dan besarnya persentase terhadap keseluruhan/bagian. Setelah seluruh pekerjaan selesai dilaksanakan. Pemborong harus mengirimkannya kepada Pemberi Tugas sebanyak 3 (tiga) set album atas biaya kontraktor. jumlah pekerja/pegawai/karyawan. catatan-catatan tentang perintah-perintah dari Pemberi Tugas / Direksi atau wakilnya dan hal-hal lain yang dianggap perlu.

2. d.1 a. kecuali untuk pekerjaan-pekerjaan yang disyaratkan secara khusus. Survey lokasi Survey lokasi merupakan kegiatan yang sama-sama dilakukan oleh pemberi kerja/pengawas lapangan dengan kontraktor untuk melihat kondisi lapangan dan mencari kesesuaian antara rancangan asli yang ditunjukkan gambar dengan kebutuhan aktual lapangan. e.2 . Kontraktor harus menyediakan peralatan untuk melakukan survey lokasi dan melakukan pengukuran awal di lapangan. 1. f. Kontraktor harus mempersiapkan dan mengadakan peralatan kerja dan peralatan bantu yang akan digunakan dilokasi proyek sesuai dengan lingkup pekerjaan serta memperhitungkan segala biaya pengangkutan b. b. Peralatan kerja dan Mobilisasi a. Pasal 2 PEKERJAAN PERSIAPAN DAN PENDAHULUAN 2.1 a.BAB IV SYARAT-SYARAT TEKNIS YANG BERSIFAT KHUSUS Pasal 1 LINGKUP PEKERJAAN 1. c.2 Pekerjaan Pembuatan Perluasan Workshop meliputi pekerjaan : Pekerjaan Persiapan dan Pendahuluan Pekerjaan Tanah dan Pondasi Pekerjaan Tiang dan Balok Pekerjaan Atap Pekerjaan Drainase Pekerjaan Lain-lain Persyaratan yang disebutkan berikut ini akan berlaku secara umum untuk semua pekerjaan.

kontraktor diwajibkan untuk segera menyingkirkan alatalat tersebut. izin pengambilan material. Pengawas Lapangan akan menetapkan 2 (dua) Benchmark sebagai referensi yang ditetapkan dilapangan. 2. Pasal 3 . 2. patok-patok pembantu. Patok-patok dan referensi lainnya tidak boleh disingkirkan sebelum diperintahkan oleh Pengawas Lapangan. Gudang bahan peralatan Kontraktor harus menyediakan gudang yang bersifat nonpermanen dengan luas yang cukup untuk menyimpan bahan-bahan bangunan dan peralatan-peralatan agar terhindar dari cuaca dan pencurian. bentuk. 2. Pemborong harus atau wajib membuat bouwplank dan memasang patok-patok pembantu.b. posisi. antara lain: izin penerangan/listrik. d. Kontraktor harus menjaga ketertiban dan kelancaran selama perjalanan alat-alat berat yang menggunakan jalanan umum agar tidak mengganggu lalu lintas. yang harus dipelihara keutuhan letak dan ketinggiannya selama pekerjaan berlangsung Sebelum pekerjaan dimulai. Kontraktor mengajukan rencana penempatan gudang bahan dan peralatan yang harus mendapat persetujuan pengawas lapangan. c. sebagai pedoman pelaksanaan pekerjaan untuk menjamin ketelitian.5 Izin-Izin b.4 a.3 a. izin pembuangan. Bila pekerjaan telah selesai. memperbaiki kerusakan yang di akibatkannya dan membersihkan bekas-bekasnya. Bila Benchmark belum ada maka pemborong berkewajiban membuat Benchmark sesuai petunjuk Pengawas Lapangan. a. c. arah elevasi dan lain-lain. Kontraktor harus mengurus dan memperhitungkan biaya untuk membuat izin-izn yang diperlukan dan berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan. Pemberi kerja/pengawas lapangan berhak memerintahkan untuk menambah peralatan atau menolak peralatan yang tidak sesuai atau tidak memenuhi peralatan. bouwplank harus disetujui Pengawas Lapangan. Patok-patok referensi. izin penggunaan bangunan serta izin-izin lain yang diperlukan sesuai dengan ketentuan/peraturan daerah setempat. izin pemakaian jalan. bowplank dan pengukuran b.

dan bersudut tajam. Semen yang dipakai harus diperiksa oleh Pengawas Lapangan sebelumnya. Kontraktor diharuskan menumpuk semen berkelompok menurut urutan tibanya di lapangan.2 Semen a. Tinggi penumpukan maksimal adalah 15 lapis. e. Urutan pemakaian harus mengikuti urutan tibanya semen tersebut di lapangan sehingga untuk itu. 3. Kontraktor harus melakukan pemeriksaan laboratorium untuk memeriksa dan melihat apakah mutu semen memenuhi syarat. atas biaya Kontraktor.1 a. Penyimpanan semen harus dilakukan di dalam gudang tertutup dan harus terlindung dari pengaruh hujan. ode dan standar-standar berikut harus diperhatikan : o o o o o o o Peraturan beton Bertulang Indonesia berdasarkan SKSNI T-15-1991-03 Peraturan Pembebanan Indonesia untuk gedung 1983. Umum Semua bahan-bahan yang akan dipakai dalam pejkerjaan ini harus memenuhi ketentuan-ketentuan umum yang berlaku di Indonesia. Susunan . b. Jenis semen yang dipakai untuk beton dan adukan dalam pekerjaan ini adalah Portland Cement yang memenuhi syarat-syarat SII 0013 . Bilamana Pengawas Lapangan memandang perlu. c.3 Agregat a. lembab udara dan tanah. Semen yang kantongnya pecah tidak boleh dipakai dan harus segera disingkirkan keluar proyek. Semen yang umurnya lebih dari tiga bulan sejak dikeluarkan dari pabrik tidak diperkenankan dipakai untuk pekerjaan yang sifatnya struktural. Semen yang mulai mengeras harus segera dikeluarkan dari proyek.Pekerjaan Kontruksi Beton 3. Kantong-kantong pembungkus harus utuh dan tidak ada sobekan. Agregat halus atau pasir untuk pekerjaan beton dan adukan harus berbutir keras.81. f. d. Semen ditumpuk di dalamnya di atas lantai panggung kayu minimal 30 cm di atas tanah. Semen yang didatangkan ke proyek harus dalam keadaan utuh dan baru. bersih dari kotoran-kotoran dan zat-zat kimia organik dan anorganik yang dapat merugikan mutu beton ataupun baja tulangan. NI-18 Publikasi dari American Concrete Institute (ACI) Publikasi dari JIS Publikasi dari American Society for Testing and Material (ASTM) Publikasi dari American Welding Society (AWS) Publikasi dari British Code CP-110 dan BS-8110 3.

3 10-35 0. Besi untuk tulangan beton yang akan digunakan dalam pekerjaan ini adalah baja dengan U-24 dan mutu U-39 (minimum yield-strees 3900 kg/cm2) dengan diameter seperti ditetapkan dalam gambar kerja.4 Baja Tulangan harus memenuhi syarat berikut : a.15 2-10 Persentase berat fraksi butiran yang lebih halus dari 0. Pembagian butir harus memenuhi ketentuan seperti di bawah ini. 30 100 25 90-100 5 0-10 2.5 1. Batu pecah harus diperoleh dari batu keras yang digiling oleh mesin pemecah batu sesuai dengan persyaratan PBI. dan bila Pengawas Lapangan memandang perlu. 3. semua ketentuan agregat halus beton (pasir) pada SKSNI T-151991-03 harus dipenuhi. Bilamana diperlukan.2 0. contoh akan diuji di laboratorium atas beban Pemborong. . serta bebas dari kotorankotoran yang dapat mengurangi kekuatan mutu beton maupun baja. Kecuali ketentuan di atas.pembagian butir dalam tabel di harus memenuhi bawah ini persyaratan seperti Presentase lewat saringan Ukuran butiran % b. b. Jumlah akan ditentukan kemudian sesuai kebutuhan. Pelaksana pekerjaan tidak dibenarkan mencampur beton di site. d. dan mempunyai bidang pecah minimum 4 buah.074 mm dan atau kotoran atau lumpur tidak boleh lebih dari 5 % terhadap berat keseluruhan. c. Agregat kasar adalah batu pecah (split) dengan ukuran maksimal 2. Dalam pekerjaan ini beton yang digunakan adalah beton siap pakai atau Ready Mix Concrete dengan mutu beton K 300. dan mempunyai bentuk lebih kurang seperti kubus. Setiap pengiriman sejumlah besi tulangan ke proyek harus dalam keadaan baru dan disertai dengan sertifikat dari pabrik pembuat. Saringan (mm) 2.5 0-5 e. Untuk baja tulangan dengan diameter lebih besar dari 16 mm harus dari jenis baja ulir (deformed bar) sedangkan untuk diameter yang lebih kecil dapat dipakai baja polos. Pemborong harus mengadakan pencampuran pencampuran butir untuk memperoleh pembagian butir (grain size distribution) seperti yang disyaratkan pada Pasal di atas.6 80-100 50-90 26-65 10 100 5 90-100 0. bersih. Presentase lewat saringan Ukuran butiran % Saringan (mm) 20 15 10 30-70 - c.5 cm.

meliputi rencana pemotongan. lurus.5 Air harus memenuhi syarat berikut : a. Untuk menjamin bahwa bagian dalam bekisting benar-benar bersih dan tidak ada genangan air dapat digunakan kompressor. Mutu air tersebut sedapat mungkin bermutu air minum. teliti dan kokoh. 3. udara lembab lingkungan yang dapat mempengaruhi/ mengakibatkan baja berkarat. minyak. Air yang akan dipakai untuk pekerjaan beton. membasahi dan lain-lain harus mendapat pemeriksaan dan persetujuan dari Pengawas Lapangan sebelum dipakai. 3. sambungan. Bahan bekisting untuk pekerjaan ini dapat menggunakan bekisting dari kayu dan plywood untuk pekerjaan beton bertulang seperti yang tertera dalam gambar.6 Bekisting a. dan lain-lain pengaruh luar yang mempengaruhi mutunya. Pemborong harus menyediakan air kerja di bak penampungan air di lapangan untuk menjamin kelancaran kerja. dan bahan alkali yang dapat mempengaruhi berkurangnya kekuatan dan atau keawetan beton. Pekerjaan bekisting harus sedemikian rupa hingga bekisting terjamin rapat dan adukan tidak merembes keluar. garam. rata. Penyimpanan/penumpukan harus sedemikian rupa sehingga baja tulangan terhindar dari pengotoran-pengotoran. bagian dalam dari bekisting harus bersih dari kotoran serta tidak ada genangan air yang mengakibatkan turunnya mutu beton. c.d. Air yang dipakai untuk adukan beton harus bersih dan adukan spesi harus bebas dari zat-zat organik. ukuran beton seperti dalam gambar konstruksi bekisting harus dikerjakan dengan baik. Untuk mendapatkan bentuk penampang. membilas. Finishing beton bertulang dalam arti penambalan-penambalan sejauh mungkin dihindari dan bila terpaksa dilakukan. harus dilakukan sesuai petunjuk Pengawas Lapangan. Semua detail harus memenuhi persyaratan seperti yang dicantumkan b. e.7 Tulangan a. penghentian. 3. diajukan oleh Kontraktor kepada Pengawas Lapangan untuk mendapatkan persetujuan terlebih dahulu sebelum pelaksanaan. b. Baja tulangan ditumpuk di atas balok-balok kayu agar tidak langsung berhubungan dengan tanah. . Sebelum pengecoran dimulai. asam. Gambar rencana kerja untuk baja tulangan. anorganik. c. d. terlindung atau ditutup dengan terpal-terpal sebelum dan setelah pembengkokan. pembengkokan.

semua tulangan harus terlebih dahulu diperiksa untuk memastikan jumlah dan ukurannya. Toleransi yang diperkenankan untuk penyimpangan atau deviasi terhadap bidang horizontal atau vertikal adalah 5 mm. Pengecoran tidak diperkenankan apabila belum diperiksa dan disetujui secara tertulis oleh Pengawas Lapangan. lapisan atau bahan lain yang dapat menghancurkan atau mengurangi pelekatan dengan beton. Tulang yang berkarat harus dibersihkan atau diganti bilamana dianggap Pengawas Lapangan akan merugikan atau melemahkan konstruksi. millscale. b. Kontraktor harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Pengawas Lapangan. keseluruhan harus dibersihkan dari karat yang lepas dari flaky. h. dudukkan harus cukup kuat dan jaraknya sedemikian hingga tulangan tidak melengkung dan beton penutup tidak kurang dari yang disyaratkan. Tidak ada bagian logam/tulangan atau alat digunakan untuk menyambungkan atau untuk menjaga penulangan dalam posisi yang sebenarnya akan dibiarkan tetap diantara selimut beton yang telah ditentukan. . Semua tulangan harus diikat dengan baik dan kokoh sehingga dijamin tidak bergeser pada waktu pengecoran. Khusus untuk selimut beton. c. Tidak diperkenankan membengkokkan tulangan bila sudah ditempatkan kecuali apabila hal ini terpaksa dan mendapat persetujuan Pengawas Lapangan. Sebelum melakukan perubahan-perubahan. Untuk itu Pemborong harus mempergunakan penyekat (spacer). Tulangan harus ditempatkan dengan teliti pada posisi sesuai rencana dan harus dijaga jarak antara tulangan dan bekesting untuk mendapatkan tebal selimut beton (beton deking) minimal sesuai persyaratan. e. Diameter-diameter pengenal harus sama seperti persyaratan dalam gambar kerja dan bila mana diameter tersebut akan diganti maka jumlah luas tulangan persatuan lebar beton minimal harus sama dengan luas penampang rencana semula dan persyaratan jarak minimal antara tulangan menurut SKSNI T-15-1991-03 dipenuhi. i.dalam gambar kerja dan syarat-syarat yang harus diikuti menurut SKSNI T-15-199103. Penulangan baja sebelum ditempatkan. d. f. kebersihan. dan untuk mendapatkan perbaikan bilamana perlu. dudukan (chairs) dari balokbalok beton dengan mutu minimal sama dengan beton yang bersangkutan. Tebal selimut beton untuk memberi perlindungan pada baja tulangan harus sesuai dengan gambar rencana. Semua pembengkokan tulangan harus dilakukan sebelum penyetelan atau penempatan. ketelitian untuk penempatannya. Kawat pengikat yang berlebih harus dibengkokkan ke arah dalam beton. Sebelum melakukan pengecoran. g.

. Untuk semua tulangan kecuali sengkang harus merupakan tulangan ulir tidak diperkenankan tulangan polos. Pengangkutan beton tidak diperkenankan dengan menggunakan emberember. g. Vibrator tidak boleh mengenai cetakan. Penuangan beton melebihi ketinggian lebih dari 1. Pemborong harus sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk pengamanan pelindung dan lain-lain yang dapat menjamin kontinuitas pengecoran. 3. apabila dengan concrete vibrator tidak mungkin dilakukan dan harus mendapatkan persetujuan dari Pengawas Lapangan terlebih dahulu. Vibrator tidak boleh terlalu lama ditempatkan di suatu tempat yang dapat menyebabkan pemisahan beton tersebut. material.. tulangan baja dan juga tidak boleh digunakan untuk mengalirkan beton atau menyemprotkannya ke dalam tempatnya. Penggetaran dengan concrete vibrator dapat dibantu dengan perojokan. Vibrator-vibartor tersebut harus dari jenis yang disetujui oleh Pengawas Lapangan dengan frekuensi minimum 7000 getaran per menit dan harus mampu mempengaruhi campuran secara tepat dan memiliki 25 mm slump untuk jarak sekurangkurangnya 500 mm dari vibrator tersebut. Bilamana perlu Pemborong diperkenankan untuk menggunakan concrete pump. Segera setelah beton dituangkan ke dalam bekesting. b.5 meter atau pengendapan yang terlalu banyak pada suatu titik atau menariknya sepanjang cetakan tidak diperkenankan. Sebelum pengecoran dimulai. adukan harus dipadatkan dengan concrete vibrator yang kemampuannya harus mencukupi. Tulangan.7 a. d. jarak. Penggetaran harus dijaga sedemikian agar supya tidak terjadi pemisahan/segregasi antara komponen adukan beton. Untuk mendapatkan campuran beton yang baik dan merata Pemborong harus memakai beton siap pakai/Ready Mix Concrete yang mempunyai kapasitas yang cukup untuk melayani volume pekerjaan yang direncanakan. semua peralatan. gerobak-gerobak dorong untuk mengangkut adukan ketempat yang akan dicor. harus dijaga dengan baik sebelum dan selama pelaksanaan pengecoran.j. Vibrator-vibrator internal berfrekuensi tinggi pada masing-masing type pneumatic elektrik ataupun hidrolik harus digunakan untuk pemadatan beton dalam seluruh kedudukan. c. e. bekesting dan lain-lain. serta tenaga yang diperlukan sudah harus siap dan cukup untuk suatu tahap pengecoran sesuai dengan rencana yang sebelumnya disetujui Pengawas Lapangan. f. Pengecoran Beton Pekerjaan pengecoran beton harus dilaksanakan sekaligus dan harus dihindarkan penghentian pengecoran (cold joint) kecuali bila sudah diperhitungkan pada tempat-tempat yang aman dan sebelumnya sudah mendapat persetujuan Pengawas Lapangan.

gangguan pada proses hidrasi i. j. 3. Untuk setiap jumlah 5 m3 pengecoran. m. maka Pemborong diwajibkan untuk mengajukan kepada Pemberi Tugas dan Pengawas Lapangan rencana dan mengadakan perkuatan/penyempurnaan konstruksi dengan biaya Pemborong. Pemborong diwajibkan mengambil contoh (sample) untuk pemeriksaan kekuatan tekan kubus. Pengecoran harus menerus dan hanya boleh berhenti di tempat-tempat yang diperhitungkan aman dan telah direncanakan terlebih dahulu dan sebelumnya mendapatkan persetujuan dari Pengawas Lapangan. pemeriksaan slump test.7 Perawatan Beton Seluruh beton harus dilindungi selama proses pengerasan terhadap efek-efek yang ditimbulkan oleh sinar matahari dan angin. maka pihak Pemborong diwajibkan menyediakan alat pelindung seperti terpal yang cukup untuk melindungi tempat/bagian yang sudah maupun yang akan dicor. Pengecoran tidak diijinkan selama hujan lebat atau ketika suhu udara naik di atas 320C. dengan prosedur sebagaimana ditentukan dalam SKSNI T-15-1991-03 atau ketentuan lain yang berlaku. dan selanjutnya kekuatannya akan diperiksa di laboratorium dengan petunjuk Pemberi Tugas dan/atau Pengawas Lapangan atas biaya Pemborong. k. Hasilnya akan dievaluasi Pengawas Lapangan dan apabila ternyata nilai yang diperoleh membahayakan konstruksi. permukaan yang akan disambung harus disiram dengan air semen dengan campuran semen dan air adalah 1:0. Pemborong harus melakukan per-baikan dengan biaya Pemborong. Untuk menyambung pengecoran-pengecoran sebelumnya harus dibersihkan permukaannya dan dibuat kasar agar sempurna sambungannya dan sebelum adukan beton dituangkan. Jumlah core-sample untuk tiap pemeriksaan adalah 3 buah. selama waktu pengerasan. bidang yang akan disambung/dicor harus terlebih dahulu dioles dengan additive/epoxy resin. Apabila cuaca meragukan. a. Kubus beton yang diambil selama pengecoran harus diuji kekuatan tekan karakteristiknya di laboratorium yang telah disetujui Pengawas Lapangan atas biaya Pemborong dan hasilnya dilaporkan secara tertulis kepada Pengawas Lapangan untuk dievaluasi. l. sedangkan Pengawas Lapangan tetap menghendaki agar pengecoran tetap harus berlangsung. beton harus dirawat / dilindungi dengan cara menggenanginya dengan air bersih atau ditutup dengan karung-karung yang senantiasa dibasahi dengan air. Segera setelah pengecoran selesai.h. Untuk penghentian pengecoran lebih dari 5 jam.5. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa mutu beton kurang dari nilai Karakteristik yang disyaratkan Pemborong harus mengambil core-sample darii bagian-bagian konstruksi. terusmenerus selama paling tidak 10 hari setelah pengecoran. Penghentian maksimum 2 jam. Bilamana hasil pengujian menunjukkan mutu beton kurang dari K yang disyaratkan. . kelembaban dan pengeringan yang cepat yang dapat menyebabkan pengeringan.

o Pemancangan tiang dilakukan terus menerus sampai kedalaman yang telah direncanakan.1 a. permukaan horizontal selesai diratakan dan/atau pada waktu pemindahan dari cetakan. Apabila dalam pengoperasian peralatan dibutuhkan perizinan. d. Biaya perizinan tersebut menjadi tanggung jawab kontraktor. e. dengan persetujuan dari Pengawas Lapangan Pasal 4 PEKERJAAN TIANG PANCANG DAN CERUCUK KAYU LAUT 4. hanya dilakukan untuk mempercepat pencapaian kekuatan serta mengurangi waktu perawatan. Perlindungan dapat dilakukan dengan penyiraman “springkling” dengan air pada permukaan beton.dan perubahan terhadap mutu beton setelah pengecoran. ukuran penampang dan panjang seperti yang ditunjukkan dalam gambar kerja. c. Sebelum pemancangan dilakukan penggalian baik manual ataupun mekanis dimensi serta kedalamannya di sesuaikan dengan gambar rencana. menutup permukaan dengan plastik/karung basah atau penyemprotan permukaan dengan curing compound. Pekerjaan tiang pancang harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang diuraikan di bawah ini : b. o Tiang pancang yang akan digunakan dalam proyek ini baru dapat dipancang setelah diperiksa dan dinyatakan memenuhi syarat oleh pengawas lapangan. kontraktor harus mengajukan jumlah kebutuhan tiang pancang dan harus mendapat persetujuan dari pengawas lapangan. maka menjadi kewajiban kontraktor untuk memenuhinya. o Kontraktor harus menyusun rencana urutan pemancangan dan harus mendapatkan persetujuan dari Pengawas lapangan. . b. Sebelum melakukan pemesanan tiang pancang. Umum c. panas dan lembab atau proses-proses lainnya yang bisa diterima. Perawatan dengan uap bertekanan tinggi. o Bahan. Penentuan panjang tiang pancang yang akan dipesan dan yang akan dipancang sesuai dengan gambar rencana. uap dengan tekanan atmosfir.

a.2 a. Tiang hanya boleh dipancang. o Tiang hanya boleh dipancang bila disaksikan pengawas lapangan dan hanya jika tersedia data-data mengenai pemancangan tiang yang diperlukan dan telah disampaikan kepada pengawas lapangan. 4.o Kontraktor tidak memindahkan alat pancang dari kepala tiang tanpa persetujuan pengawas lapangan. o Tiang yang tidak memenuhi syarat akibat „over driving‟ atau tidak memenuhi toleransi yang diijinkan harus dicabut dan Kontraktor harus memancang tiang extra pada tempat tersebut sebagai gantinya. b. Urut-urutan pemancangan tiang agar direncanakan sesuai kondisi pekerjaan sedemikian rupa sehingga pelaksanaan pemancangan dapat berjalan dengan baik dan lancar sehingga tiang-tiang yang telah dipancang lebih dahulu tidak . 4. diambil yang paling memenuhi daya dukung yang disyaratkan. Kontraktor harus menyediakan peralatan untuk pemancangan secara lengkap sedemikian hingga semua persyaratan teknis yang diminta dapat dipenuhi.4 Pemancangan tiang b. setelah ada persetujuan dari Pengawas Lapangan. Alat harus dapat melakukan pemancangan secara kontinu sampai diperoleh daya dukung/setting yang disyaratkan dan/atau sampai pada kedalaman yang direncanakan.3 Alat pancang a. Meskipun demikian kontraktor tetap bertanggung jawab atas pekerjaan ini. Tiang pancang Tiang pancang yang digunakan memiliki sfesifikasi sebagai berikut : : segitiga sama sisi : 28 mm : K 450 : 18 m o Bentuk penampang o panjang sisi o Mutu beton o Panjang Pemancangan b. 4. Panjang masing-masing tiang pancang disesuaikan dengan gambar kerja termasuk bagian kepala yang nantinya setelah pemancangan masuk ke dalam poer dan bagian yang mungkin dipotong sesuai dengan kondisi lapangan.

f. maka bagian tiang berlebih (di atas cut of level) harus dipotong. Kontraktor harus memberitahu Pengawas Lapangan dengan segera apabila terjadi perubahan-perubahan yang tidak normal selama pekerjaan pemancangan tiang. Kontraktor diwajibkan membuat catatan-catatan (kalendering pemancangan dari setiap tiang yang dipancang). e. i. j. atau Kontraktor memancang tiang extra sesuai petunjuk Pengawas Lapangan. Namun demikian Kontraktor tetap bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan ini. Penghentian hanya boleh bila mendapat perintah dan disetujui oleh Pengawas Lapangan. Apabila ternyata hasil pemancangan tidak memenuhi persyaratan ataupun batasbatas toleransi yang diperkenankan. Kontraktor harus mengajukan rencana kerja pemancangan kepada Pengawas Lapangan untuk dievaluasi dan mendapatkan persetujuan tertulis. h. g. Kontraktor harus memperbaiki. menambah tiang dan lain-lain atas petunjuk Pengawas Lapangan dengan menggunakan biaya Kontraktor. Tiang hanya dipancang selama ada Pengawas Lapangan dan harus tersedia fasilitas bagi Pengawas Lapangan untuk memperoleh informasi pemancangan tiang yang diperlukan. a. Segala biaya penggantian atau penambahan tiang dan lain-lain ditanggung oleh kontraktor.5 Kedalaman pemancangan d.terganggu. Untuk memudahkan kontrol pemancangan secara visual. Pemancangan tiang harus menerus sampai final set. 4. Apabila final set telah dicapai sebelum panjang tiang atau kedalaman rencana tercapai. Dalam melaksanakan pekerjaannya Kontraktor harus berhati-hati untuk mencegah timbulnya gaya lateral pada tiang selama pemancangan yang diakibatkan oleh alat pancang maupun pengaruh luar lainnya. Pemotongan kelebihan tiang ini harus mendapat persetujuan Pengawas Lapangan. sepanjang tiang dibuat tanda dengan cat tiang interval 50 cm dan 100 cm yang menunjukkan jarak tanda/titik tersebut dari kaki tiang. memperkuat. Hasil pencatatan pemancangan atau kalendering diserahkan Kontraktor kepada Pengawas Lapangan untuk dievaluasi dan selanjutnya diambil langkah-lngkah yang diperlukan. Apabila tiang rusak dan tidak dapat dipakai akibat overdriving atau tidak memenuhi toleransi yang diijinkan maka tiang yang tidak terpakai tersebut harus diganti dan tiang pancang baru harus dipancang sebagai pengganti. . c. Tiang pancang pada dasarnya harus dipancang sampai mencapai final set.

7 a. c.b. Tiang baja sebelum disambung dan selama pengelasan harus diberi dudukan yang kokoh dan dipegang erat-erat dengan suatu konstruksi clamp yang cukup kaku untuk menjamin bahwa sumbu tiang yang disambung berada dalam suatu garis lurus. tiang pancang yang telah dipancang sebelumnya menjadi terangkat atau salah posisinya. maka tiang pancang tersebut harus disambung. Toleransi maksimum yang diijinkan terhadap hasil pemancangan tiang adalah 10 cm penyimpangan dari dari posisi yang benar. 4. 4. b. Jika pada saat pemancangan. Sebelum pelaksanaan untuk penyambungan tiang. tiang harus diperbaiki. Penyambungan Tiang Penyambungan tiang dilaksanakan di lapangan setelah tiang pertama selesai dipancang. Pelaksanaan pemancangan tiang pancang tegak atau tiang miring harus sedemikian diperoleh hasil sesuai dengan ketentuan dalam gambar kerja. inklinasi terhadap sumbu tiang miring atau vertikal adalah 2 % dan untuk pemotongan tiang adalah 5 cm. Ahli las yang melaksanakan pengelasan harus yang benar-benar berkualifikasi c. d.6 Toleransi pemancangan a. Kontraktor harus menyediakan peralatan dan mesin las listrik yang memadai kapasitasnya serta elektroda yang digunakan harus memenuhi persyaratan yang sesuai dengan mutu baja sambungan tiang yang akan di las dengan persetujuan Pengawas Lapangan. Kontraktor harus melaksanakan percobaan pengelasan untuk mendemonstrasikan prosedur pengelasan yang diusulkan dan untuk memeriksa hasil pengelasan. Bila toleransi dilampaui. dicabut atau perlakuan-perlakuan lain sesuai dengan keputusan Pemberi Tugas dengan biaya Kontraktor. maka Kontraktor harus mengulang pemancangan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan semula 4. e. Apabila seluruh panjang tiang rencana telah terpancang tetapi final set belum dipenuhi. Penyambungan kekurangan panjang tiang ini harus mendapat persetujuan Pengawas Lapangan.8 Pelindung karat sambungan tiang pancang . diperkuat dengan konstruksi. b. d.

maka besi atau baja tersebut harus dipotong . Pelaksanaan pengecoran harus diperhitungkan waktunya sedemikian sehingga adukan yang sudah dituangkan tidak terganggu oleh pasang surut sebelum beton mencapai umur 0. o Sebelum melakukan pengecoran adukan.a. Setelah pembalutan selesai. Ujung atas tiang pancang Kontraktor harus melakukan tindakan-tindakan untuk mencegah kerusakan kepala tiang pada waktu pemancangan. dengan cara yang sama dipasang tape yang baru sejajar dengan tape yang sebelumnya dengan overlap 20% atau lebih. pemotongan harus dilakukan dengan alat gerinda. o Bagian beton ujung tiang pancang akan tertanam dalam beton. Sebelum dilapisi denso tape permukaan sambungan harus dibersihkan dan dikeringkan. Tiang pancang yang lebih dari elevasi rencana dipotong dengan baik dengan memperhatikan syarat-syarat sebagai beikut: o Tiang harus dipotong pada elevasi yang tepat sesuai dengan gambar dan untuk menghindari keretakan pada kepala tiang. Apabila terdapat besi-besi bekas angker bekesting atau baja tulangan yang menonjol dari permukaan beton. c. Seluruh permukaan baja pada konstruksi sambungan tiang harus diberi lapisan pelindung dengan Petrolatum tape yang berfungsi sebagai anti karat.5 jam. Kemudian sebagai lapisan inner (lapisan dalam) dibalut densyl tape dipermukaannya di sekeliling sambungan tiang bilamana lebar tape tidak mencukupi. seluruh permukaannya diratakan untuk meyakinkan bahwa semua overlaps telah benar-benar tertutup lalu dibalut densopol sebagai lapisan luar untuk melindungi densyl tape dari beban mekanik atau kekuatan lainnya. lalu dioles dengan denso paste S-150 dengan takaran 1 kg untuk 4 m2. dengan cara dibalutkan di sekeliling permukaan yang telah dilapisi densyl tape tersebut. lalu ratakan sekali lagi dengan tangan atau dengan alat khusus. b. b. bersih dari kawat dan kotoran. semua tulangan harus sudah terpasang dengan baik. Pembengkokanpembengkokan tulangan yang diperlukan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak beton yang ada. o Di atas tiap-tiap tiang pancang akan dibuat beton untuk menyalurkan gaya-gaya dari balok ke tiang pancang yang dibentuk. 4.9 a. Kepala tiang harus diberi pelindung kayu keras selama pemancangan agar tidak langsung terpukul oleh landasan hammer. ukuran-ukuran dan penulangannya seperti yang ditunjukkan dalam gambar kerja. o Tulangan-tulangan pokok dan tulangan tambahan tiang pancang harus dijadikan tulangan penyaluran tegangan dan akan tertanam dalam beton.

Cerucuk dipancang disepanjang sloop melintang dan pondasi memanjang. Bila perbaikan dilakukan dengan pemanasan. 5.1. a. b. d. Pekerjaan pemancangan cerucuk dilakukan dengan menggunakan peralatan pemancangan drop hammer. Pekerjaan Cerucuk Cerucuk kayu yang digunakan adalah kayu laut diameter minimal 4” dengan panjang minimal 4 m. Seluruh material baja yang digunakan adalah baja dengan tegangan leleh minimal 2400 kg/cm² (ASTM-36 atau baja BJ-37). Sebelum dipasang material baja yang mengalami deformasi harus dibetulkan terlebih dahulu dengan cara yang tidak merusak bahan. Material baja yang ke lokasi harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak terjadi kontak langsung antara baja dan tanah. . b. Material baja hrus bersih dari karat dan kotoran lainnya. 4. Las yang digunakan adalah electrode yang sesuai dengan ASTM-5.sedemikian sehingga nantinya dapat tertanam dan ditutup dengan adukan beton atau material lain yang kedap air minimal setebal selimut beton. temperature tidak boleh lebih 650° C.2 Pekerjaan persiapan b.9 a. PASAL 5 PEKERJAAN KONTRUKSI BAJA 5. c. c. Material e. pemancangan pada pondasi memanjang dilakukan cecara jigjag dengan jarak 60 cm.Ujung cerucuk dilancipkan dan kepala cerucuk diberi cincin pelindung. Khusus untuk bolt structural digunakan baja muto tinggi (STM-325) dan untuk bagian lainnya digunakan bolt biasa (ASTM307).1 a. Pemancangan dilakukakan pada tempat yang ditentukan pada gambar dan dipancang hingga permukaan air tersurut untuk pondasi memanjang sedangkan untuk sloop melintang dipancang hingga elevasi yang ditentukan pada gambar kerja.

Pekerjaan tekuk untuk material baja dilakukan dengan pemanasan dibawah 650° C. . Ukuran dan panjang las tidak boleh kurang atau lebih dari yang ditentukan dalam gambar tanpa persetujuan pemberi kerja/pengawasangan.2 a. Base metal dengan tebal kurang dari 3mm tidak boleh digunakan untuk pengelasan yang bersifat structural. Letak lubang bolt harus akurat dan berhubungan satu dengan lain pada titik pertemuan batang. Mur dan Ring b. material lepas dan lain-lain. c. Elektrode type low hydrogen harus dikeringkan terlebih dahulu menurut petunjuk dari pabrik sebelum digunakan. bidang kontak pada sambungan harus bersih dari karat. a. Pengelasan tidak boleh dilakukan bila kondisi cuaca hujan. b. Bila permukaan kepala bolt atau mur membentuk kemiringan dengan baja antara 1/20 atau lebih diputar dengan persetujuan pemberi kerja/pengawas lapangan. Sebelum Pelaksanaan. Bolt pada sambungan yang dikombinasikan dengan las dikencangkan terlebih dahulu sebelum pengelasan dilakukan. Pekerjaan pelubangan untuk bolt dilakukan dengan bor atau dengan pons. c. 5. Pengelasan hanya boleh dilakukan oleh tukang las yang berpengalaman yang memiliki sertifikat pengelasan. d. Kotoran disekitar lubang bolt harus dibersihkan. berangin kencang dan permukaan kotor. c. debu. a. Elektroda dalam keadaan basah dan tidak dibenarkan untuk digunakan.5. atau pemotongan otomatis dengan gas. f. Hanya jika tidak bias dihindarii kepala bolt boleh diputar dengan persetujuan pemberi kerja/pengawas lapangan. e. Permukaan yang akan dilas harus rata dan bebas dari kotoran.2 Bolt. Semua bahan las (filler metal) yang telah diambil dari tempat aslinya harus dilindungi dan disimpan dengan baik sehingga sifat-sifat yang berhubungan dengan pengelasan tidak berubah. minyak. Pengencangan dilakukan dengan memutar mur. pernis atau lapisan lain. Toleransi ketelitian lubang bolt diijinkan sampai 1mm. d. Deformasi dan kerusakan akibat pemotongan harus dibetulkan dan dihaluskan. Pemotongan. 5. tekuk dan pelubangan Pemotongan material baja dilakukan dengan cara mekanik yaitu gergaji.2 Pengelasan b. grinding.

g.2 6. atau perguruan tinggi luar negeri yang ijazahnya telah disahkan atau diakui oleh instansi pemerintah yang berwenang di bidang pendidikan tinggi. dan bulanan kepada pengawas teknik secara periodik.4 6. dan akhir pelaksanaan mutlak harus ada. Penambahan las untuk mengganti yang dibuang harus dilakukan dengan menggunakan elektroda dengan ukuran yang lebih kecil dibandingkan elektroda yang digunakan untuk pengelasan utama dan tidak boleh berdiameter lebih dari 4mm. mingguan.6 . Tenaga ahli yang akan ditugaskan dalam melaksanakan pekerjaan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : Lulusan Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi Swasta yang telah terakreditasi oleh instansi yang berwenang atau lulus ujian negara. Kontraktor harus mwmbuat dan menyampaukan laporan harian. Dokumentasi berupa photo-photo.1 Setelah selesai pekerjaan seluruh lokasi dalam lingkungan pekerjaan harus dibersihkan.5 6. o Retak las atau base metal yaitu dengan membuang retak dan perkuat dengan metal 50mm pada ujung-ujung retak dan lakukan pengelasan ulang. o Las terlalu cekung. Bagian las yang cacat harus dihilangkan tanpa merusak base metal. awal pelaksanaan. Didalam pelaksanaan pekerjaan ini kontraktor wajib mematuhi petunjuk dan ketentuan yang disampaikan pengawas lapangan. Tenaga Ahli yang dibutuhkan : o Site Manager: 6. Cacat base metal atau las lemah harus dibetulkan dengan membuang dan mengganti seluruh las atau dengan petunjuk sebagai berikut: o Overlap atau cembung yang berlebihan yaitu dengan membuang weld metal yang berlebihan. under seize atau under cutting yaitu dengan menambah las. o Las keropos. sedang pelaksanaan yang meliputi segmen-segmen pekerjaan. kemasukan kotoran. pencampuran base dan weld metal yang tak sempurna yaitu dengan membuang dan melakukan las ulang. Pekerjaan kecil yang sifatnya penyempurnaan wajib dilakukan dengan biaya sendiri oleh kontraktor. Biaya pembuatan laporan dan dokumentasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor. Pasal 6 PEKERJAAN LAIN-LAIN 6.3 6.

Seorang berpendidikan S-1 teknik sipil dan berpengalaman minimal 5 (lima) tahun sebagai Site Manager dalam bidang pekerjaan sipil. o Pengawas Lapangan: Seorang yang berpendidikan D-3 Teknik sipil dan berpengalaman minimal 4 (empat) tahun dalam bidang pekerjaan sipil o Pelaksana Lapangan: Seorang berpendidikan SLTA dan berpengalaman minimal 3 (tiga) tahun sebagai pelaksana lapangan pekerjaan sipil. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful