PERTUMBUHAN IKAN TENGADAK ALBINO DAN HITAM (Barbonymus schwanenfeldii) DALAM KOLAM TERPISAH

Oleh: Vitas Atmadi Prakoso1), Nuryadi2) dan Gleni Hasan Huwoyon3) Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar Jl. Sempur No. 1, Bogor 16151 Email: 1) vitas.atmadi@gmail.com 2) nuryadisudarman@yahoo.com 3) gleni_hh@yahoo.com

ABSTRAKSI
Ikan tengadak (Barbonymus schwanenfeldii) merupakan salah satu komoditas lokal yang memiliki potensi untuk dijadikan sebagai ikan budidaya. Umumnya ikan tengadak atau yang biasa disebut tinfoil barb dijadikan sebagai salah satu komoditas ikan hias. Namun pada saat ini ikan tengadak sedang dicoba untuk dibudidayakan sebagai ikan konsumsi. Data mengenai pertumbuhan ikan tengadak ini masih jarang ditemui. Oleh karena itu, aspek pertumbuhan ikan tengadak perlu diketahui untuk mengetahui sejauh mana prospek ikan tengadak untuk budidaya maupun untuk pelestarian. Ikan tengadak yang digunakan yaitu tengadak hitam dan tengadak albino. Tengadak hitam diambil dari habitat aslinya di alam, sedangkan tengadak albino merupakan hasil budidaya. Kedua jenis ikan ini dipelihara di kolam terpisah berukuran 1 x 1 meter. Masing-masing kolam memiliki kepadatan 20 ekor dengan ulangan sebanyak 2 kali. Pakan yang diberikan adalah pakan komersil sebanyak 3-5 % bobot tubuh perharinya. Penelitian ini berlangsung selama 5 bulan dengan pengambilan data setiap 1 bulan sekali. Data yang diambil adalah data panjang dan bobot ikan, sehingga dapat diketahui pertambahan panjang, bobot, biomass, maupun nilai SGR-nya. Kesimpulan yang diperoleh yaitu ikan tengadak albino unggul dalam pertambahan panjang, sedangkan ikan tengadak hitam unggul dalam pertambahan bobot dan pertambahan biomass. Kata Kunci : Tengadak Albino, Tengadak Hitam, Pertumbuhan

PENDAHULUAN
Ikan tengadak (Barbonymus schwanenfeldii) merupakan salah satu komoditas lokal yang memiliki potensi untuk dijadikan sebagai ikan budidaya. Ikan tengadak ini merupakan salah satu ikan cyprinid yang berpotensi untuk dibudidayakan di kolam atau KJA (Christensen, 1993). Umumnya ikan tengadak atau yang biasa disebut tinfoil barb dijadikan sebagai salah satu komoditas ikan hias. Namun pada saat ini ikan tengadak sedang dicoba untuk dibudidayakan sebagai ikan konsumsi.

Di Indonesia. biomass. Kedua jenis ikan ini dipelihara di kolam terpisah berukuran 1 x 1 meter. Ikan tengadak yang digunakan yaitu tengadak hitam dan tengadak albino. habitatnya di sungai sedang. Yap. ikan ini terdapat di Sumatera dan Kalimantan. 1994). Penelitian ini berlangsung selama 5 bulan dengan pengambilan data setiap 1 bulan sekali.animal-world. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut : P = Pt – Po P Pt Po = Pertambahan Panjang (cm) = Panjang akhir ikan hari ke-t (cm) = Panjang awal ikan (cm) W = Wt – Wo W Wt Wo = Pertumbuhan Bobot (g) = Bobot akhir ikan hari ke-t (g) = Bobot awal ikan (g) . 1953.4-33. Data yang diambil adalah data panjang dan bobot ikan. sedangkan tengadak albino merupakan hasil budidaya. 1988 dalam Christensen. Kisaran toleransi suhu untuk ikan tengadak berkisar antara 20. maupun nilai SGR-nya. Masing-masing kolam memiliki kepadatan 20 ekor dengan ulangan sebanyak 2 kali. Ikan ini bersifat omnivor (Vaas. Tengadak hitam diambil dari habitat aslinya di alam. Pakan yang diberikan adalah pakan komersil sebanyak 3-5 % bobot tubuh perharinya. bobot. aspek pertumbuhan ikan tengadak perlu diketahui untuk mengetahui sejauh mana prospek ikan tengadak untuk budidaya maupun untuk pelestarian.org).com). Data mengenai pertumbuhan ikan tengadak ini masih jarang ditemui. dapat mencapai ukuran 35 cm (www. BAHAN DAN METODE Penelitian ini dilaksanakan di Instalasi Riset Plasma Nutfah Perikanan Air Tawar Cijeruk. Bogor. sehingga dapat diketahui pertambahan panjang. Selain untuk dibudidayakan sebagai ikan konsumsi. sehingga keberadaan ikan ini di habitat aslinya tidak berkurang. sungai besar. Oleh karena itu.7oC (www. ikan ini juga dibudidayakan untuk pelestarian atau digunakan untuk restoking di suatu perairan. maupun rawa banjiran.fishbase.

067 16.21 ± 0.80 ± 0.785 69.41 ± 0.35 ± 0.163 18.150 Panjang Bobot T0 T1 T2 T3 T4 T5 T0 T1 T2 T3 T4 T5 Dari tabel pertambahan panjang dan berat di atas dapat diketahui bahwa antara tengadak albino maupun tengadak hitam memiliki pertambahan panjang dan bobot yang tidak berbeda nyata (F<0.074 19.89 ± 0.06 ± 1.301 79. Ikan tengadak albino yang merupakan ikan hasil budidaya pertambahan panjang .049 16.19 ± 0.134 16.SGR = ((ln Wt–ln Wo)/t) x 100% SGR Wt Wo t = Laju Pertumbuhan Spesifik (%) = Bobot akhir rata-rata ikan hari ke-t (g/ekor) = Bobot awal rata-rata ikan (g/ekor) = Hari SR = (Nt/No) x 100% SR Nt No = Sintasan (%) = Jumlah populasi pada awal penelitian (ekor) = Jumlah populasi pada akhir penelitian (ekor) HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pengamatan yang diperoleh selama 5 bulan ditampilkan pada Tabel 1 di bawah ini: Tabel 1.43 ± 0.400 84.107 81.099 19.237 84.81 ± 0.08 ± 0.85 ± 1.55 ± 2.354 76.94 ± 0.14 ± 0.21 ± 0.97 ± 3.87 ± 0.03 ± 0.41 ± 0.361 81. Pertambahan Panjang dan Bobot Tengadak Albino dan Tengadak Hitam selama 5 bulan Tengadak Albino 16.004 16.004 17.025 17.011 17.067 67.05).228 69.65 ± 1.52 ± 0.47 ± 0.396 85.576 71.59 ± 0.566 Tengadak Hitam 16.662 78.27 ± 1.

2005). Ali et al. Grafik Pertambahan Panjang Tengadak Albino dan Tengadak Hitam . karena karakter pertumbuhan ikan tengadak jantan dan betina berbeda. dimana ikan betina cenderung lebih cepat pertumbuhannya dibandingkan ikan jantan. Namun nilai yang tidak berbeda nyata ini juga dapat dipengaruhi oleh jumlah ikan jantan dan betina di dalam kolam perlakuan. faktor suhu air cukup berpengaruh dalam pertumbuhan ikan tengadak. musim. 1987 dalam M. suhu. yaitu makanan. Dalam penelitian ini.dan bobotnya tidak berbeda nyata dengan ikan tengadak hitam yang berasal dari alam. Suhu air yang cukup rendah ini dapat menyebabkan pertumbuhan tengadak albino dan tengadak hitam menjadi lebih lambat. ruang. salinitas. Gambar 1. karena suhu air pada lokasi penelitian yang cukup rendah. dan aktivitas fisik (Weatherly and Gill. Pertumbuhan ikan dipengaruhi oleh beberapa faktor.

156 ± 0. Pertambahan panjang dan bobot ini cukup rendah. Sedangkan dari aspek bobot.351 Tengadak Hitam 141 100 0. Tabel 2. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh faktor suhu yang berada pada kisaran di bawah suhu optimal. terlihat bahwa selama pemeliharan 5 bulan.94 ± 2.0200 2.87 ± 0.0006 16.Gambar 2.2779 16. Nilai SGR (%/hari) Ikan Tengadak Albino dan Ikan Tengadak Hitam selama 5 Bulan Masa Pemeliharaan Tengadak Albino Waktu Pemeliharaan (hari) Sintasan (%) Specific Growth Rate (%/hari) Pertambahan Panjang Mutlak Pertambahan Bobot Mutlak 141 100 0.155 ± 0. ikan tengadak dapat mengalami pertambahan panjang hingga 253 gram selama 12 bulan. Grafik Pertumbuhan Bobot Tengadak Albino dan Tengadak Hitam Dari gambar 1 dan 2 di atas.0129 3. selain itu banyaknya pemberian pakan juga berpengaruh terhadap pertambahan panjang dan bobot ini.58 ± 1. ikan tengadak albino dan tengadak hitam mengalami pertambahan panjang hingga 3 cm. karena berdasarkan hasil penelitian oleh Christensen (1994). ikan tengadak albino dan tengadak hitam mengalami pertambahan berat hingga 16 gram.05 ± 0.574 .

Dari aspek nila SGR. Unggulnya tengadak albino dalam pertambahan panjang dapat disebabkan karena jumlah jantan tengadak albino lebih banyak.6 ± 11.Dari Tabel 2. sedangkan ikan tengadak albino sebesar 331.31 gram. ikan tengadak hitam unggul dalam pertambahan biomass dibandingkan dengan ikan tengadak albino (Gambar 3). Gambar 3.155 ± 0. sedangkan tengadak albino sebesar 0.00 gram. Namun pada pertambahan bobot mutlak ini. Nilai pertambahan biomass tengadak hitam dengan tengadak albino tidak berbeda nyata. sedangkan unggulnya tengadak hitam dalam pertambahan bobot dan biomass karena jumlah . nilai pertambahan bobot mutlak kedua ikan tengadak ini tidak berbeda nyata. Ikan tengadak hitam memiliki pertambahan biomass sebesar 338. Tengadak hitam memiliki SGR sebesar 0.0129 per hari.8 ± 63.0200 gram per hari. Jika dilihat dari aspek pertambahan biomass. ikan tengadak hitam memiliki pertambahan bobot yang lebih tinggi daripada tengadak hitam. Grafik Pertambahan Biomass Ikan Tengadak Albino dan Tengadak Hitam Selama Pemeliharaan 5 Bulan Keunggulan tengadak albino dalam pertambahan panjang serta keunggulan tengadak hitam dalam pertambahan bobot dan pertambahan biomass kemungkinan dapat dipengaruhi oleh rasio atau jumlah jantan dan betina dalam kolam pemeliharaan.156 ± 0. Sama halnya dengan pertambahan panjang. namun nilai keduanya tidak berbeda nyata. ikan tengadak hitam sedikit lebih unggul dari tengadak albino. dapat dilihat bahwa pertambahan panjang mutlak ikan tengadak albino lebih tinggi dibandingkan dengan ikan tengadak hitam.

© Autumn 2005. S.com . Ali. 2005. Growth of Tinfoil Barb. Comparative study of body composition of different fish species from brackish water pond. M. M. Sci. An Economic Analysis of Floating Cage Culture of Tinfoil Barb. Puntius schwanenfeldii. M. sehingga tidak dapat diseragamkan rasio jantan dan betinanya. in East Kalimantan. Tech. et al. DAFTAR PUSTAKA Christensen. KESIMPULAN Ikan Tengadak Albino unggul dalam pertambahan panjang. No. 3. Using Chicken Manure and Other Fresh Feeds. Asian Fisheries Science 7 (1994) : 29 – 34. Christensen. 2. Environ. Including Fresh Chicken Manure. pp.betina tengadak hitam lebih banyak. Indonesia. 1993. 229-232. Fed Various Feeds.animal-world. in Floating Cages. Ikan tengadak albino dan tengadak hitam yang dipelihara belum dapat diketahui jenis kelaminnya karena belum matang gonad. Puntius schwanenfeldii. J. S. Comparative Int. 1994.org www. www.fishbase. Vol. sedangkan ikan tengadak hitam unggul dalam pertambahan bobot dan pertambahan biomass. Asian Fisheries Science 6 (1993) : 271 – 281.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful