40

BAB III METODE PENELITIAN

Kerangka Penelitian

COMMUNITY DEVELOPMENT
PT ARUTMIN INDONESIA SATUI MINE

PROGRAM
AKU HIMUNG PETANI BANUA
Sektor Kegiatan : • Pertanian • Perikanan • Peternakan Program Kegiatan • Pelatihan • Penyuluhan • Bantuan Demplot

Faktor Sosial Ekonomi
Pendapatan Pendidikan

TINGKAT PARTISIPASI
MASYARAKAT SEKITAR TAMBANG
• Kehadiran Masyarakat Dalam Pelatihan • Kehadiran Masyarakat Dalam Penyuluhan • Respon Terhadap Bantuan Demplot

Faktor Budaya
Etos Kerja Masyarakat

Keterangan :

= diteliti

Gambar 3.1. Kerangka Penelitian

41

Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja, yaitu pada 2 (dua) lokasi penelitian yang menjadi kawasan pelaksaanaan Program Aku Himung Petani Banua yang meliputi Desa Bukit Baru Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu dan Desa Sei Cuka Kecamatan Kintap Kabupaten Tanah Laut Propinsi Kalimantan Selatan. Pemilihan lokasi penelitian ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa kedua desa tersebut adalah merupakan kawasan percontohan pelaksanaan program pengembangan masyarakat (community development) PT Arutmin Indonesia Satui Mine terutama sebagai kawasan dilaksanakannya Program Aku Himung Petani Banua. Selain itu, lokasi tersebut adalah wilayah terdekat dengan operasional tambang dimana masyarakatnya adalah merupakan penerima dampak langsung dari operasional tambang batubara PT Arutmin Indonesia Satui Mine dan selama ini kawasan tersebut termasuk rawan dan sulit untuk didekati dengan programprogram community development. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus s.d Oktober 2008, dengan kegiatan berupa persiapan, pengumpulan, pengolahan dan analisis data, serta pembuatan laporan hasil penelitian dengan obyek penelitian, yaitu masyarakat di sekitar operasional tambang batubara PT Arutmin Indonesia Satui Mine.

Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan metode survei. Jenis data yang dikumpulkan terdiri dari 2 (dua) bagian, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer

42

adalah data yang bersumber langsung dari masyarakat sekitar tambang batubara PT Arutmin Indonesia Satui Mine yang kawasan tempat tinggalnya menjadi basis pelaksanaan Program Aku Himung Petani Banua yang didapatkan melalui teknik wawancara terstruktur (menggunakan kuesioner), sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari berbagai sumber, seperti hasil-hasil penelitian, studi pustaka dan informasi dari lembaga terkait. Metode Pengambilan Sampel Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat sekitar tambang PT Arutmin Indonesia Satui Mine yang terdaftar sebagai peserta binaan dalam Program Aku Himung Petani Banua dan dianggap berkompeten mengetahui, memahami, dan terlibat langsung dalam pelaksanaan program tersebut yang dipilih secara sengaja (purposive sampling). Sebaran jumlah rumah tangga (KK) peserta binaan Program Aku Himung Petani Banua pada desa sampel dapat dilihat pada Tabel 3.1, sebagai berikut : Tabel 3.1 Populasi Rumah Tangga Peserta Program Aku Himung Petani Banua Nama Desa Sampel (1) Desa Bukit Baru (2) Desa Sei Cuka Jumlah
Sumber : Data Program Aku Himung Petani Banua, Tahun 2007.

Jumlah KK 31 73 104

Sedangkan distribusi data populasi rumah tangga desa sampel menurut kelompok etnis (suku) dapat dilihat pada Tabel 3.2, sebagai berikut :

43

Tabel 3.2 Populasi Rumah Tangga Desa Sampel
Nama Desa Sampel (1) Desa Bukit Baru (2) Desa Sei Cuka Jumlah Jawa 6 49 55 Sunda 6 6 Banjar 24 14 38 Bugis 3 3 Batak 1 1 Flores 1 1 Populasi 31 73 104

Sumber : Data Program Aku Himung Petani Banua, Tahun 2007.

Sampel Teknik penentuan sampel yang digunakan adalah Proporsional Random Sampling terhadap sampel berdasarkan kelompok etnis (suku). Penentuan sampel mempertimbangkan kriteria-kriteria tertentu yang telah dibuat terhadap obyek yang sesuai dengan tujuan penelitian dengan menerapkan langkah-langkah sebagai berikut : a. Menghitung jumlah populasi masyarakat sekitar tambang PT Arutmin Indonesia Satui Mine yang selama ini menjadi anggota binaan (peserta) Program Aku Himung Petani Banua. b. Menentukan besarnya sampel secara acak berimbang (proportional random sampling) dengan tujuan untuk menentukan keterwakilan dari masing-masing kelompok yang akan diteliti. c. Penentuan anggota sampel sebesar 30% disesuaikan dengan jumlah sampel pada tiap kelompok sampel. Hal ini sesuai dengan pendapat Arikunto (2003) yang menjelaskan bahwa jika peneliti mempunyai beberapa ratus subyek dalam populasi, mereka dapat menentukan kurang lebih 25% – 30% dari jumlah subyek tersebut.

44

Secara proporsional jumlah responden yang ditetapkan dapat dilihat pada Tabel 3.3, sebagai berikut : Tabel 3.3. Proposional Sampel berdasarkan Kelompok Etnis (Suku)
Etnis Bukit Baru (N1) Sungai Cuka (N2) Nt C = N x 30% Sampel Proporsional Bukit Baru Sei Cuka [n1 = (N1÷Nt) x C] [n2 = (N2÷Nt) x C] Total (n)

Jawa 6 Banjar 24 Sunda Bugis Batak Flores 1 Jumlah

49 14 6 3 1 -

55 38 6 3 1 1 104

17 11 2 1 1 1 33

2 7 1 10

15 4 2 1 1 23

17 11 2 1 1 1 33

Sumber : Pengolahan Data Tahun 2008.

Analisis Data Untuk menjawab tujuan Pertama, yaitu untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat sekitar tambang PT Arutmin Indonesia Satui Mine dalam pelaksanaan Program Aku Himung Petani Banua, dianalisis secara deskriptif berdasarkan total skor dari jawaban responden pada beberapa pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner terhadap variabel-variabel yang akan diteliti. Pengukuran tingkat partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Program Aku Himung Jadi Petani dilakukan dengan menghitung rata-rata (Mean)

dari keseluruhan Skor dari ketiga komponen indikator tingkat partisipasi masyarakat, yaitu tingkat kehadiran masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan, penyuluhan dan skor bobot penilaian tanggapan responden terhadap bantuan demplot dengan menggunakan rumus, sebagai berikut : ……………….……..... (1)

45

Sedangkan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tinggi atau rendahnya tingkat partisipasi masyarakat digunakan kriteria (Hartono, 2006) sebagai berikut: 1) Tingkat partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Program Aku Himung Petani Banua tergolong Tinggi, jika tingkat partisipasinya > 70%. 2) Tingkat partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Program Aku

Himung Petani Banua tergolong Rendah, jika tingkat partisipasi yang diperoleh ≤ 70%. Untuk menjawab tujuan kedua, yaitu mengetahui hubungan antara faktor sosial ekonomi yang meliputi variabel pendapatan dan pendidikan, serta faktor budaya (etos kerja) yang berhubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Program Aku Himung Petani Banua dilakukan dengan menggunakan uji korelasi tata jenjang (Rank Spearman). Langkah-langkah perhitungan yang harus dilaksanakan adalah pertama-tama mengurutkan atau meranking nilai-nilai dari hasil pengamatan. Misalnya dari penelitian didapat pasangan data (X1, Y1), (X2,Y2),...(Xn,Yn). Nilai-nilai variabel X1 kemudian disusun menurut besarnya nilai dari sikap variabel yang terbesar dari rank 1, terbesar kedua diberi rank 2, tebesar ketiga diberi rank 3, dan seterusnya sampai pada nilai terkecil yang diberi rank n, demikian juga untuk variabel Y. Apabila dari data hasil pengamatan setelah diranking ternyata banyak yang bernilai sama, artinya ada rank yang sama baik pada rank X, maupun rank Y, maka perhitungan koefisien rank Spearman dilaksanakan melalui perhitungan (Hadi, 2004), sebagai berikut :

46

rs =

∑ X + ∑ Y + ∑ di 2 ∑ X ∑Y
2 2 2 2

2

………………….…..………..….....……….….. (2)

Keterangan :
n3 - n - ∑ TX …………………….……..……….….....……….…. (3) 12 n3 - n ∑ Y 2 = 12 - ∑ TY …………………….……..………….....……….…… (4) t3 - t T= …………………………………………………………………….. (5) 12

∑ X2 =

dimana :

t = banyaknya observasi yang berangka sama/seri pada suatu ranking tertentu. T = Faktor koreksi yang berangka sama pada suatu ranking tertentu.

Hipotesis pengujian disusun sebagai berikut : H0 : rs = 0 H1 : rs ≠ 0 Kaidah pengambilan keputusan adalah sebagai berikut : 1. H0 : ditolak, apabila |rshitung| > rtabel (5%) 2. H1 : diterima, apabila |rshitung| ≤ rtabel (5%) Untuk pengujian koefisien korelasi Spearman jika sampel yang digunakan

≥ 10 dapat digunakan tabel t, dimana nilai t sampel dapat dihitung dengan
rumus (Hadi, 2004) : t = rs

N -2 …………….......……………………………........……….…. (6) 1 - r2
rs = Koefisien korelasi rank Spearman N = Jumlah pasangan (rank)

dimana :

47

Kaidah pengambilan keputusan adalah sebagai berikut : 1. H0 ditolak, apabila |thitung| > ttabel (5%) 2. H1 = diterima, apabila |thitung| ≤ ttabel (5%)

Variabel dan Definisi Operasional
Variabel yang diteliti dibedakan kedalam dua kategori, yaitu (1) Variabel Terikat, yaitu tingkat partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Program Aku

Himung Petani Banua yang diberi simbol Y, dan (2) variabel bebas meliputi
faktor sosial ekonomi, yaitu meliputi tingkat pendidikan (x1) dan tingkat pendapatan (x2), serta faktor budaya (etos kerja) (x3). Adapun defenisi operasional dan, indikator yang diukur dalam penelitian ini diuraikan, sebagai berikut : 1. Tingkat partisipasi masyarakat adalah tingkat keikutsertaan masyarakat sekitar tambang PT Arutmin Indonesia dalam pelaksanaan Program Aku Himung

Petani Banua yang diukur berdasarkan indikator, sebagai berikut :
1) Tingkat kehadiran masyarakat dalam kegiatan pelatihan. 2) Tingkat kehadiran masyarakat dalam kegiatan penyuluhan. 3) Respon masyarakat terhadap bantuan Tehnis Demplot yang diberikan dalam pelaksanaan Program Aku Himung Petani Banua. 2. Faktor Sosial Ekonomi Masyarakat meliputi : 1) Tingkat pendapatan masyarakat, yaitu pendapatan rata-rata rumah tangga per bulan. Berdasarkan Review Community Development Program - Social

Mapping and Needs Assessment (RCDP-SMNA) yang dilaksanakan oleh Corporate Forum for Community Development (CFCD) Tahun 2008, dan
diketahui rata-rata pendapatan minimal per bulan rumah tangga (KK)

48

masyarakat sekitar tambang PT Arutmin Indonesia Satui Mine, yaitu Rp.500.000,-. Untuk itu, rata-rata pendapatan minimal per bulan rumah tangga (KK) masyarakat diklasifikasikan, sebagai berikut :

• Dikategorikan Tinggi, apabila pendapatan rata-rata per bulan yang
diperoleh responden ≥ Rp.500.000,- per bulan.

• Dikategorikan Rendah, apabila pendapatan rata-rata per bulan yang
diperoleh responden < Rp.500.000,- per bulan. 2) Tingkat pendidikan masyarakat, yaitu jenjang pendidikan formal yang pernah ditempuh oleh masyarakat.

• Dikategorikan Tinggi, apabila responden pernah menempuh pendidikan
formal yaitu pernah masuk SLTP/ Tamat SLTP, atau pernah mengikuti pendidikan Paket B, dan/ atau pernah masuk SLTA/ Tamat SLTA atau pernah mengikuti pendidikan Paket C.

• Dikategorikan Rendah, apabila responden pernah menempuh pendidikan
formal yaitu masuk SD/ Tamat SD, atau pernah mengikuti pendidikan Paket A. 3. Faktor Budaya (Etos kerja), yaitu hal-hal yang berkaitan dengan nilai-nilai etos kerja masyarakat dalam kehidupannya sehari-hari. Sinamo (2005) mengemukakan bahwa terdapat 37 sifat yang mencerminkan etos kerja yang baik, namun dalam penelitian ini hanya akan dipilih 6 (enam) sifat etos kerja saja, antara lain :

1) Motivasi, yaitu motif (tujuan) atau latar belakang minat masyarakat
bergabung dalam Program Aku Himung Petani Banua.

49

2) Keaktifan, yaitu berkaitan keaktifan masyarakat dalam pelaksanaan

Program Aku Himung Petani Banua.
3) Konsistensi, yaitu kesanggupan responden untuk mematuhi ketentuan dan mekanisme yang berlaku dalam pelaksanaan Program Aku Himung Petani

Banua.
4) Kerjasama, yaitu kemauan untuk bekerjasama selama mengikuti

pelaksanaan Program Aku Himung Petani Banua. 5) Semangat, yaitu antusiasme masyarakat terhadap berbagai kegiatan yang dilaksanakan dalam Program Aku Himung Petani Banua. 6) Tepat Waktu, yaitu ketepatan waktu untuk menghadiri seluruh kegiatan yang dilaksanakan dalam pelaksanaan Program Aku Himung Petani Banua. Untuk pengukuran variabel faktor budaya (etos kerja) masyarakat dilakukan dengan perlakukan yang sama seperti halnya pada pengukuran tingkat partisipasi masyarakat, yaitu dengan menggunakan rumus

(Hadi, 2004) :
………...………...... (7) Untuk mendeskripsikan tinggi atau rendahnya etos kerja masyarakat digunakan kriteria (Hartono, 2006) sebagai berikut:

• •

Dikategorikan Tinggi, jika persentase etos kerja masyarakat > 70%. Dikategorikan Rendah, jika persentase etos kerja masyarakat ≤ 70%.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful