You are on page 1of 21

BAB I PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang Saat ini panas bumi (geothermal) mulai menjadi perhatian dunia karena energi yang dihasilkan dapat dikonversi menjadi energi listrik, selain bebas polusi. Beberapa pembangkit listrik bertenaga panas bumi telah terpasang di mancanegara seperti di Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Italia, Swedia, Swiss, Jerman, Selandia Baru, Australia, dan Jepang. Amerika saat ini bahkan sedang sibuk dengan riset besar mereka di bidang geothermal dengan nama Enhanced Geothermal Systems (EGS). EGS diprakarsai oleh US Department of Energy (DOE) dan bekerja sama dengan beberapa universitas seperti MIT, Southern Methodist University, dan University of Utah. Proyek ini merupakan program jangka panjang dimana pada 2050 geothermal merupakan sumber utama tenaga listrik Amerika Serikat. Program EGS bertujuan untuk meningkatkan sumber daya geothermal, menciptakan teknologi terbaik dan ekonomis, memperpanjang life time sumur-sumur produksi, ekspansi sumber daya, menekan harga listrik geothermal menjadi seekonomis mungkin, dan keunggulan lingkungan hidup. Program EGS telah mulai aktif sejak Desember 2005 yang lalu. Panas yang ada di dalam bumi ini berperan besar pada dinamika bumi atau proses yang terjadi di planet bumi ini. Panas dapat berpindah secara konduksi, konveksi dan radiasi. Perpindahan panas secara konduksi disebabkan interaksi atomik atau molekul penyusun bahan tersebut dalam mantel. Perpindahan panas secara konveksi diikuti dengan perpindahan massa. Kedua proses inilah yang sangat dominan di dalam bumi. Pada kedalaman 100-300 km di bawah permukaan bumi, suhu pada mantel bumi dapat melelehkan batuan dan membentuk magma yang cair atau cair sebagian. Magma yang terkumpul dalam dapur magma dapat naik sebagian melalui zona lemah. Penyebaran gunung api di dunia 95% terletak di batas lempeng. Indonesia yang kaya akan wilayah gunung berapi, memiliki potensi panas bumi yang besar untuk dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit tenaga listrik. Sekitar 54% potensi panas bumi di dunia berada di wilayah indonesia. Dengan potensi yang sangat besar ini (lebih dari 50%), wilayah Indonesia sangat cocok untuk menggunakan sumber pembangkit listrik tenaga panas bumi.

1.2.

Rumusan Masalah Dari latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan masalahnya sebagai berikut :

1. Jenis-jenis sistem Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi

2. Prinsip kerja Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi 3. Peralatan pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi
4. Keuntungan dan kekurangan energi panas bumi (geothermal) 5. Perkiraan biaya investasi dan harga listrik

6. Analisa dampak lingkungan dan resiko eksplorasi.
7. Hubungan dengan pemanasan global (carbon credit dan carbon tax)

1.3. Tujuan Adapun tujuan dibuatnya makalah Pembagkit Listrik Tenaga Panas Bumi ini adalah : 1. Untuk mengetahui jenis-jenis sistem Pembangkit Listerik Tenaga Panas Bumi. 2. Untuk mengetahui peralatan pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi. 3. Untuk mengetahui bagaimana keuntungan dan kekurangan dari Energi Panas Bumi (geothermal).
1.4.

Manfaat Manfaat yang diperoleh dari penulisan makalah ini adalah dapat menambah wawasan

bagi penulis dan para pembaca dibidang pembangkitan tenaga listrik, khususnya PLTP.
1.5.

Sistematika Penulisan Karya tulis ini dibagi dalam beberapa bab, yaitu : : PENDAHULUAN Memuat latar belakang masalah, tujuan penulisan, manfaat, dan sistematika penulisan.

BAB I

BAB II BAB III

: PEMBAHASAN Memuat tentang pembahasan masalah yang telah ditentukan. : PENUTUP Merupakan penutup dari laporan yang meliputi kesimpulan dan saran.

2

yaitu bagian bawah 3. tetapi umumnya kulit bumi di bawah suatu daratan (continent) lebih tebal dari yang terdapat di bawah suatu lautan.1.1).5 gr/cm3. dengan density sekitar . Bagian terdalam dari bumi adalah inti bumi (core) yang mempunyai ketebalan sekitar 3450 kilometer. Terjadinya Sistem Panas Bumi Secara garis besar bumi ini terdiri dari tiga lapisan utama (Gambar 2. Lapisan ini mempunyai temperatur dan tekanan yang sangat tinggi sehingga lapisan ini berupa lelehan yang sangat panas yang diperkirakan sekitar 60000F.3 gr/cm 3.1.BAB II PEMBAHASAN 2. Gambar 2. Bagian teratas dari selubung bumi juga merupakan batuan keras. Ketebalan dari kulit bumi bervariasi.3 . Batuan yang terdapat pada lapisan ini adalah batuan keras yang mempunyai density sekitar 2. pekat dan panas.5. selubung bumi (mantle) dan inti bumi (core). Diperkirakan temperatur pada pusat bumi dapat mencapai selubung bumi terdiri dari material-material cair. Kulit bumi dan bagian teratas dari selubung bumi kemudian dinamakan litosfir (80 200 km).2 . Di bawah suatu daratan ketebalan kulit bumi umumnya sekitar 35 kilometer sedangkan di bawah lautan hanya sekitar 5 kilometer. Bagian selubung bumi yang terletak tepat di bawah litosfir merupakan batuan dari lunak tapi pekat dan jauh lebih panas.7 gr/cm3. Susunan Lapisan Bumi Di bawah kulit bumi terdapat suatu lapisan tebal yang disebut selubung bumi (mantel) yang diperkirakan mempunyai ketebalan sekitar 2900 km. Bagian dari selubung bumi ini kemudian dinamakan astenosfer (200 . 3 mempunyai density sekitar 10. Di bawah lapisan ini. yaitu kulit bumi (crust). Kulit bumi adalah bagian terluar dari bumi.11.300 km).7 .

litosfer sebenarnya bukan merupakan permukaan yang utuh.3. Di beberapa tempat lempeng-lempeng bergerak memisah sementara di beberapa tempat lainnya lempeng-lempeng saling mendorong dan salah satu diantaranya akan menujam di bawah lempeng lainnya (lihat Gambar 2. Gambaran Pergerakan Lempengan-lempengan Tektonik (Wahl.3). Lempeng-lempeng ini bergerak secara perlahan-lahan dan menerus.2. Gambar 2.Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa 2. ujung dari lempengan tersebut hancur meleleh dan mempunyai temperatur tinggi (proses magmatisasi). tetapi terdiri dari sejumlah lempeng-lempeng tipis dan kaku (Gambar Gambar 2.2). Lempengan-lempengan Tektonik Lempeng-lempeng tersebut merupakan bentangan batuan setebal 64 – 145 km yang mengapung di atas astenosfer. 1977) 4 . Karena panas di dalam astenosfere dan panas akibat gesekan.

Perpindahan panas secara konveksi pada dasarnya terjadi karena gaya apung (bouyancy). Gambar 2. bahkan di suatu tempat di Lanzarote (Canary Island) besarnya gradien temperatur sangat tinggi sekali hingga besarnya tidak lagi dinyatakan dalam 0C/km tetapi dalam 0C/cm. sehingga dapat mencapai 70-800C/km. Di perbatasan antara dua lempeng (di daerah penujaman) harga laju aliran panas umumnya lebih besar dari harga rata-rata tersebut. Keadaan ini menyebabkan air yang lebih panas bergerak ke atas dan air yang lebih dingin bergerak turun ke bawah. akan tetapi apabila air tersebut kontak dengan suatu sumber panas maka akan terjadi perpindahan panas sehingga temperatur air menjadi lebih tinggi dan air menjadi lebih ringan. Ada tiga lempengan yang berinteraksi di lempeng India-Australia dan lempeng Eurasia . Perpindahan panas secara konduksi terjadi melalui batuan. Tumbukan yang terjadi antara ketiga lempeng tektonik tersebut telah memberikan peranan 5 .4. sedangkan secara konveksi terjadi karena adanya kontak antara air dengan perpindahan panas suatu sumber panas. yaitu lempeng Pasifik. Hal ini menyebabkan gradien temperatur di daerah tersebut menjadi lebih besar dari gradien tempetatur rata-rata. Air karena gaya gravitasi selalu mempunyai kecenderungan untuk bergerak kebawah. sehingga terjadi sirkulasi air atau arus konveksi. Indonesia. dengan gradien temperatur rata-rata sebesar 300C/km. Hal ini menyebabkan tejadinya perubahan temperatur dari bawah hingga ke permukaan. Perpindahan Panas Di Bawah Permukaan Terjadinya sumber energi panas bumi di Indonesia serta karakteristiknya dijelaskan oleh Budihardi (1998) sebagai berikut.Adanya material panas pada kedalaman beberapa ribu kilometer di bawah permukaan bumi menyebabkan terjadinya aliran panas dari sumber panas tersebut hingga ke pemukaan. Pada dasarnya sist em panas bumi terbentuk sebagai hasil perpindahan panas dari suatu sumber panas ke sekelilingnya yang terjadi secara konduksi dan secara konveksi.

Hal ini dimungkinkan dengan melewatkan fluida ke dalam separator. Hal ini menyebabkan proses magmatisasi di bawah Pulau Sumatera lebih dangkal dibandingkan dengan di bawah Pulau Jawa atau Nusatenggara.2. hanya pada PLTU uap dibuat di permukaan menggunakan boiler. Banyak sistem pembangkitan listrik dari fluida panas bumi yang telah diterapkan di lapangan. sehingga fasa uap akan terpisahkan dari fasa cairnya. maka uap tersebut dapat dialirkan langsung ke turbin.yang sangat penting bagi terbentuknya sumber energi panas bumi di Indonesia. 1982) di bawah Pulau Sumatera. Jenis – Jenis Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Fluida panas bumi yang telah dikeluarkan ke permukaan bumi mengandung energi panas yang akan dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) pada prinsipnya sama seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Apbila fluida di kepala sumur berupa fasa uap.210 km di bawah Pulau Jawa-Nusatenggara dan di kedalaman sekitar 100 km (Rocks et. Oleh karena itu. Karena perbedaan kedalaman jenis magma yang dihasilkannya berbeda. 2. dan kemudian turbin akan mengubah energi panas bumi menjadi energi gerak yang akan memutar generator sehingga dihasilkan energi listrik. Fraksi uap yang dihasilkan dari separator inilah yang kemudian dialirkan ke turbin. Hal ini dimungkinkan oleh suatu sistem konversi energi fluida panas bumi (geothermal power cycle) yang mengubah energi panas dari fluida menjadi energi listrik. sedangkan reservoir panas bumi di Sumatera terdapat di dalam batuan sedimen dan ditemukan pada kedalaman yang lebih dangkal. Pada kedalaman yang lebih besar jenis magma yang dihasilkan akan lebih bersifat basa dan lebih cair dengan kandungan gas magmatik yang lebih tinggi sehingga menghasilkan erupsi gunung api yang lebih kuat yang pada akhirnya akan menghasilkan endapan vulkanik yang lebih tebal dan terhampar luas. Apabila fluida panas bumi keluar dari kepala sumur sebagai campuran fluida dua fasa (fasa uap dan fasa cair) maka terlebih dahulu dilakukan proses pemisahan pada fluida. Separated Steam 6 . al. diantaranya: 1. sedangkan pada PLTP uap berasal dari reservoir panas bumi. Tumbukan antara lempeng India-Australia di sebelah selatan dan lempeng Eurasia di sebelah utara mengasilkan zona penunjaman (subduksi) di kedalaman 160 . Direct Dry Steam 2. reservoir panas bumi di Pulau Jawa umumnya lebih dalam dan menempati batuan volkanik.

2. Turbin akan mengubah energi panas bumi menjadi energi gerak yang akan memutar generator sehingga dihasilkan energi listrik. tergantung dari tekanan dan temperaturnya. Single Flash Steam 4. Skema Instalasi Pembangkit Listrik Uap Kering. kondensat kemudian dialirkan ke menara pendingin atau cooling tower dan selanjutnya diinjeksikan kembali ke bawah permukaan. maka uap tersebut dapat dialirkan langsung ke turbin (Gambar 4. fasa uap atau campuran dari keduanya. Pembangkitan listrik di PLTP Kamojang pada prinsipnya sama seperti pada Gambar 4. Double Flash Steam 5.3.1.1. Brine/Freon Binary Cycle 7. Well Head Generating Unit 2. Apabila fluida di kepala sumur berupa fasa uap. Gambar 4.1. Siklus Uap Kering (Direct Dry Steam Cycle) Fluida panas bumi dapat berupa fasa cair. Sebagian dari air kondensat ini dialirkan ke kondensor. Pembangkit listrik yang menggunakan atmospheric exhaust turbine mengkonsumsi sekitar dua kali (dalam tekanan inlet yang sama) lebih banyak untuk setiap kilowatt keluaran sehingga banyak energi dan biaya yang terbuang. Uap dari turbin dapat dibuang ke atmosfir (atmospheric exhaust turbine) atau di alirkan ke kondensor untuk dikondensasikan (condensing turbine). Multi Flash Steam 6. Sistem konversi untuk fluida uap kering merupakan sistem konversi yang paling sederhana dan paling murah. Dari kondensor.1). Combined Cycle 8. karena sumur-sumur di lapangan Kamojang menghasilkan uap kering 7 .

sehingga fasa uap akan terpisahkan dari fasa cairnya. Pola pengusahaan panasbumi Kamojang unit 1 s. sistem konversi energi ini dinamakan Siklus uap hasil pemisahan. Unit II dan III masing-masing sebesar 55 MW dioperasikan berturut-turut pada tanggal 29 Juli 1987 dan 13 September 1987. Gambar 4. 8 .d unit 3. Hal ini dimungkinkan dengan melewatkan fluida ke dalam separator.2. 2. sehingga jumlah daya terpasang PLTP Kamojang seluruhnya menjadi 140 MW. Fraksi uap yang dihasilkan dari separator inilah yang kemudian dialirkan ke turbin.(temperatur di dalam reservoir 2400C). Siklus Uap Hasil Pemisahan (Separated Steam Cycle) Apabila fluida panas bumi keluar dari kepala sumur sebagai campuran fluida dua fasa (fasa uap dan fasa cair) maka terlebih dahulu dilakukan proses pemisahan pada fluida.2 memperlihatkan proses pembangkitan listrik dari lapangan panas bumi yang menghasilkan fluida dua fasa. Lapangan Kamojang terus telah dimanfaatkan dikembangkan. Oleh karena uap yang digunakan adalah hasil pemisahan maka.2. yaitu campuran uap dan air. Untuk memenuhi kebutuhan uap PLTP Kamojang adalah sebagai berikut: produksi uap dari 26 sumur. Unit I dengan kapasitas 30 MW beroperasi pada tanggal 7 Februari 1983. Fluida dari sumur dipisahkan menjadi fasa uap dan air di dalam separator dimana uapnya kemudian dialirkan ke turbin dan airya diinjeksikan kembali kebawah permukaan.

2. seperti diperlihatkan pada Gambar 4. Fraksi uap yang dihasilkan kemudian dialirkan ke turbin. dan Krafla (Iceland).2. Contoh lapangan yang menggunakan sistem konversi seperti ini adalah Hatchobaru (Jepang).3. Skema Diagram Pembangkit Listrik dengan Siklus “Single Flash Steam” 2.2.4.d 6 adalah sbb: 2. Banyaknya uap yang dihasilkan tergantung dari tekanan flasher. Siklus Uap Hasil Penguapan (Single Flash Steam) Sistem ini digunakan bilamana fluida dikepala sumur dalam kondisi air jenuh (saturated liquid). Gambar 4. Fluida dialirkan ke sebuah flasher agar menguap.4. Siklus Uap Hasil Pemisahan dan Penguapan (Double Flash Steam) Pada sistem ini digunakan dua pemisahan fluida yaitu separator dan flasher dan digunakan komposisi 2 turbin. 9 .3. Skema Diagram Pembangkit Listrik Untuk Fluida Dominasi Air Sedangkan untuk unit 4 s.Gambar 4. yaitu HP-turbine dan LP-turbine yang disusun tandem (ganda).

Air ini dialirkan ke flasher agar menghasilkan uap. Skema Diagram Pembangkit Listrik dengan Siklus Double Flash Steam 4. Uap yang dihasilkan dialirkan ke low pressure turbin sementara air sisanya dibawa ke condensor.Gambar 4.1.4.5. Turbin akan mengubah energi panas bumi menjadi energi gerak yang akan memutar generator sehingga dihasilkan energi listrik.5). Air hasil pemisahan dari separator temperatur dan tekanannya akan lebih rendah dari kondisi fluida di kepala sumur. Siklus Uap Hasil Pemisahan dan Penguapan dengan Dua Turbin Terpisah (Flashing Multi Flash Steam) Sistem siklus konversi energi ini mirip dengan sistem double flash. Uap dengan tekanan dan temperatur tinggi yang mengandung air dipisahkan di separator agar diperoleh uap kering yang digunakan untuk menggerakkan high pressure turbin. bedanya adalah kedua turbin yang berbeda tekanan disusun secara terpisah (Gambar 4. 10 .

5 MW. uap dari fluida organik ini kemudian digunakan untuk Fluida organik dipanasi oleh fluida panas bumi melalui mesin penukar kalor atau heat exchanger. dan setelah itu sebelum fluida diinjeksikan kembali ke dalam reservoir.7.5. Uap dari separator dialirkan ke PLTP (Turbin ke I).6). Kamchatka Peninsula (USSR) dan Otake (Jepang). Dua lapangan yang menggunakan siklus konversi energi seperti ini adalah Parantuka. Skema Diagram Pembangkit Listrik Untuk Sistem Binary Cycle 2. tetapi secara tidak langsung fluida panas bumi temperatur sedang (100-2000C) juga dapat digunakan untuk pembangkit listrik yaitu dengan cara menggunakannya untuk memanasi fluida organik yang mempunyai titik didih rendah (Gambar 4. fluida digunakan untuk memanaskan 11 . Binary Cycle Umumnya fluida panas bumi yang digunakan untuk pembangkit listrik adalah fluida yang mempunyai temperatur 2000C. Gambar 4. Fluida panas bumi dari sumur dipisahkan fasafasanya dalam separator.7.2. seperti diperlihatkan pada Gambar 4. Skema Diagram Pembangkit Listrik Untuk Sistem Multi Flash Steam 2. Combined Cycle Untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi panas bumi di beberapa industri mulai digunakan sistim pembangkit listrik dengan siklus kombinasi (combined cycle). sementara fluidanya sendiri diinjeksikan kembali kedalam reservoir. Jadi fluida panas bumi tidak dimanfaatkan langsung melainkan hanya panasnya saja yang diekstraksi.Gambar 4.6.6. Di lapangan Lahendong juga terdapat sebuah pembangkit listrik panasbumi siklus binari (binary geothermal power plant) berkapasitas 2.2. menggerakan sudu-sudu turbin sehingga menghasilkan listrik.

2. Sesuai dengan namanya unit ini ditempatkan di dekat kepala sumur (well head). Back pressure turbine atau turbin tanpa kondensor (atmospheric exhaust). Well Head Generating Units atau unit pembangkit kepala sumur banyak digunakan karena alasan-alasan berikut: 1. Turbin yang dilengkapi dengan kondensor (condensing unit). yaitu dalam waktu 12 . Skema Diagram Pembangkit Listrik Untuk Sistim Siklus Kombinasi 2.7. Turbin ini tidak dilengkapi dengan kondensor.fluida organik yang mempunyai titik didih rendah. Uap dari fluida organik tersebut kemudian digunakan untuk menggerakan turbin (Turbin ke II). dari turbin Turbin diubah ini dilengkapi dengan kondensor.8. Well Head Generating Unit Beberapa tahun terakhir ini unit pembangkit kepala sumur yang dikenal dengan nama "Well Head Generating Units" mulai banyak digunakan di lapangan. Ada dua jenis "Well Head Generating Units" yaitu: 1. Gambar 4. Unit pembangkit jenis ini sering disebur "monoblock". Uap dari sumur atau uap dari separator dialirkan langsung ke turbin dan setelah digunakan untuk membangkitkan listrik langsung dilepas ke atmosfir. Unit pembangkit kepala sumur dapat lebih cepat dioperasikan. Uap keluaran menjadi kondensat di dalam kondensor.2.

Penggunaan unit-unit pembangkit listrik berkapasitas kecil memungkinkan para penanam modal untuk memperoleh kembali modalnya dalam waktu yang lebih cepat. Service Valve Digunakan untuk pengaturan aliran serta tekanan fluida yang keluar selama pengujian. Apabila tekanan reservoir turun lebih cepat dari yang diharapkan. maka turbin masih dapat di operasikan pada tekanan yang lebih rendah dan memproduksikan listrik dalam jumlah yang sama meskipun efisiensinya lebih rendah. Peralatan pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Suatu PLTP memiliki peralatan-peralatan yang tidak banyak berbeda dengan suatu PLTU bahkan lebih sederhana karena tidak ada bagian pembangkitan uap. Peralatan suatu PLTP pada dasarnya dapat dibagi menjadi 2 bagian yang besar yaitu : A. Hal ini karena alasan pertama di atas. Sedangkan " central plant ” biasanya baru bisa dioperasikan 6-7 tahun setelah pemboran sumur pertama. 2. Bagian Produksi uap dalam Disini untuk peralatan dibagian produksi uap alam terletak dilapangan panas bumi itu sendiri. b. 4. Adapun peralatan pada bagian produksi uap alam adalah . Shunt off valve Dipergunakan untuk menutup lubang sumur. Well head generating units dapat digunakan di daerah-daerah dimana topografi cukup rumit. 6.3. yaitu waktu yang dibutuhkan untuk pemasangan unit pembangkit berkapasitas kecil lebih singkat daripada untuk berkapasitas besar. Dengan digunakannya unit-unit pembangkit kepala sumur berkapasitas kecil maka perusahaan swasta nasional dapat dilibatkan dalam perusahaan panas bumi. sehingga dapat lebih cepat dioperasikan. 5. Peralatan lubang produksi (well head equpment) adalah peralatan yang terdapat tepat diatas lubang produksi. a. 3.2 bulan. 1.kurang dari 1-2 bulan. 13 . Unit pembangkit kepala sumur (Well head generating units) dapat dipindahkan ke lokasi sumur lain hanya dalam waktu 1 . apabila diadakan perbaikan atau pemeliharaan. karena dengan digunakannya unit tersebut maka pipa alir uap jauh lebih pendek bila dibandingkan dengan pipa alir di central power plant. 2.

c. d. Drum ( Steam Receives ). Pipa – pipa transmisi Yaitu peralatan yang digunakan untuk mentransmisikan cairan ( uap dan air panas ) dari lubang produksi ke PLTP. Peralatan transmisi cairan ( Uap dan air panas ) a.c. Electrical Power. 2. New Delhi. Khanna Publisher. 1976.L. Bleed Valve Dipergunakan untuk mengeluarkan gas yang tidak dapat terkondensasi. d. Bypass Valve Dipergunakan untuk membuang uap yang tidak diperlukan. Pemisah Uap ( Steam Sparators ) Alat ini berfungsi sebagai pemisah antara kotoran dan air yang terkandung dalam uap sebelum uap tersebut digunakan untuk menggerakkan turbin. Tempat yang digunakan untuk mengumpulkan uap alam dari lubang – lubang produksi sebelum uap dialirkan ke turbin PLTP ( uap dari sumur produksi dikumpulkan menjadi satu ).23 Peralatan Lubang Produksi S. Silensers 14 . Uppal. b. Sevice valve Bypass valve Expension compensator compeconvensator Shut-off valve Bleed valve Anchor casing Production casing Concreate cellar Surface casing Gambar 4.

Bagian Perubahan Tenaga Uap Alam Menjadi Tenaga Listrik 1. a. dalam hal ini adalah uap. Dalam hal ini perlu dipasang fleksibel guna meredam getaran yang terjadi. gas dan sebagainya ). Barometric Condenser Condenser jenis ini umumnya terletak di luar power house dan pada elevasi yang lebih tinggi dari pada turbin. telah dipertimbangkan dua jenis condenser yang dapat dipakai pada PLTP yaitu . dipergunakan langsung untuk memutar roda turbin. Low Level Condenser Condenser terletak langsung dibawah turbin sehingga hambatan aliran praktis kecil sekali. Turbin Uap Turbin adalah suatu mesin penggerak dimana energi fluida kerja. b. Generator Dalam hal ini generator berfungsi untuk merubah tenaga mekanis menjadi tenaga listrik.  Keuntungan : lantai turbin dapat dibuat lebih rendah sehingga rumah pembangkit ( power house ) juga tidak akan terlampau tinggi. yang dalam hal ini adalah generator listrik. Roda turbin ini terletak didalam rumah turbin. Condensor Merubah uap menjadi air kembali ( kondensasi ) dan juga untuk menyingkirkan gas yang tidak terkondensasi seperti Baromatric jet condenser. B. turbin yang menggunakan condensor. seperti generator pada pembangkit listrik pada umumnya.  Condensing Turbin.  Non Condensing Turbin. Peralatan ini juga yang berfungsi untuk merubah tenaga uap menjadi tenaga mekanis. Bagian turbin yang berputar dinamakan roda turbin. Turbin yang tidak menggunakan condensor 2. Ditinjau dari sistem kerjanya turbin uap dibagi menjadi dua bagian yaitu . 15 . 3. Dalam studi kelayakan.Alat ini difungsikan untuk menahan kebisingan akibat pengaliran sat – sat dengan kecepatan yang tinggi ( uap.  Kerugian : condenser jenis ini karena uap yang keluar dari turbin harus melalui pipa penghantar yang panjang untuk ke condenser di samping itu memerlukan fondasi tersendiri. Roda turbin memutar poros yang menggerakan atau memutar bebannya.

Circulation Water Pump Circulating water pump ini dipakai untuk mensirkulasi air pendingin dengan jumlah yang besar. Gas Extractor Di dalam gas extractor ini udara dan non condensable gasses dikeluarkan dengan jalan tarikan uap tekanan tinggi pada enjectornya. Hot pump ini berfungsi memindahkan secara kontinyu dan cepat air. Hot Well Pump atau Condensate Pump. Kerugian : lantai turbin menjadi lebih tinggi. Ag. Biaya condensor jenis ini akan lebih murah.Mass flow . Perlengkapan Condenser Yang dimaksud perlengkapan condenser disini adalah fasilitas pembantu pada condenser. bangunan menjadi lebih berat sehingga fondasi power house harus lebih kuat.Cooling water flow . Pompa Vakum (Vacuum pumps) 16 . Sulfate dan Chlorida menyebabkan adanya larutan korosi. N2. Condensate tersebut dipompa ke dalam storage tank untuk selanjutnya dipompa ke cooling tower. H2. yang jatuh pada hot well. Pemilihan gas extractor untuk non condensable gesses tersebut tergantung dari : . c. 4. agar supaya condenser tersebut berfungsi sebagai mana mestinya.Kevakuman condenser .Temperatur b. Perlengkapan condenser ini terdiri dari . NH3. biasanya condensate pump ini memakai pompa jenis contrifugal. NH3 dan H2O. O2. Campuran gas yang harus dikeluarkan terdiri dari CO2 kebanyakan dan sebagian kecil gas seperti H2S. Adanya H2S. a. CH4.  Keuntungan : pemanfaatan energi uap menjadi lebih baik sebab hambatan aliran uap keluar dari turbin lebih kecil dan kemungkinan kebocoran udara menjadi lebih kecil karena tidak banyaknya terdapat sambungan pipa . Pada PLTP pompa ini dipakai untuk menaikkan condensate ke cooling tower dan untuk mensirkulasikan air pendingin kebagian – bagian yang memerlukan pendingin.

dan dengan pengurangan pemakaian jenis-jenis bahan bakar ini.dan tidak ada terowongan tambang. Keuntungan dan Kekurangan PLTP Dalam halaman ini kita akan membahas tentang keuntungan dan kekurangan dari energi panas bumi diatas : A. Lokal area yang diperlukan untuk membangun PLTP ukurannya per MW lebih kecil dibandingkan hampir semua jenis pembangkit lain. ……………………………………………………………………………. Keuntungan PLTP PLTP. seperti Pembangkit Listrik Tenaga Angin dan Matahari tidak membakar bahan bakar untuk menghasilkan uap panas guna memutar turbin. Untuk itu dibutuhkan suatu menara yang tinggi.4. sistem pendinginannya memenfaatkan udara pegunungan yang dingin dan bersih. 17 .Pompa vakum berfungsi untuk memperbaiki derajat kevakuman. • Dapat diandalkan. • Bersih. karena udara bersifat sebagai gas. dihembuskan keluar melalui cerobong menara disebelah atas. • Fleksibel. dan permukaan pertukaran panas yang luas. Akan tetapi. 2. Menara Pendingin (Cooling Tower) Pada PLTP.Instalasi geotermal tidak memerlukan pembendungan sungai atau penebangan hutan. Pada menara pendingin ini. Menghasilkan listrik dengan energi geotermal membantu menghemat pemanfaatan bahan bakar fosil yang tidak bisa diperbaharui. udara yang telah menjadi panas ini. 5.Suatu pembangkit listrik geotermal terletak diatas sumber bahan bakarnya. udara dihisap kedalam dan setelah mendinginkan kondensator.timbunan limbah atau tumpahan minyak.lubang-lubang terbuka.Hal ini membuatnya resisten terhadap hambatan penghasilan listrik yang diakibatkan oleh cuaca dan bencana alam yang bisa mengganggu transportasi bahan bakar. • Tidak boros lahan. maka dibutuhkan volume yang besar. PLTP dirancang untuk beroperasi 24 jam sehari sepanjang tahun.. kita mengurangi emisi yang merusak atmosfir kita. lorong-lorong. agar pendinginannya sempurna.

• Menyusut dan menurunnya debit maupun kwalitas sumber mata air tanah maupun danau-danau di sekitar area pembangunan yang akan menyebabkan gangguan pada kehidupan biota perairan dan menurunkan kemampuan tanah untuk menahan air • Berubahnya tata guna lahan. hal ini akan menyebabkan kandungan H2S akan meningkat. Faktor lain yang berpengaruh adalah posisi Bali secara regional merupakan daerah rawan gempa bumi.Kandungan H2S yang bersifat korosit akan dapat menyebabkan berkarat. maka di tapak kegiatan harus dipasang mikro seismograf. Kerugian – kerugian PLTP • PLTP selalu dibangun di daerah lapang Panas Bumi dimana terdapat banyak sumber air panas atau uap yang mengeluarkan gas H2S.Suatu PLTP bisa memiliki rancangan moduler. • Mengurangi Pengeluaran. dengan unit tambahan dipasang sebagai peningkatan yang diperlukan untuk memenuhi permintaan listrik yang meningkat. Untuk memantau dampak amblesan. • Pembangunan PLTP di lokasi terpencil bisa meningkatkan standar dan kualitas hidup dengan cara membawa tenaga listrik ke orang yang bertempat tinggal jauh dari sentra populasi yang berlistrik. • Ancaman akan adanya hujan asam • Penurunan stabilitas tanah yang akan berakibat pada bahaya erosi dan amblesan (subsidence). Uang tidak perlu dikeluarkan untuk mengimpor bahan bakar untuk PLTP ’’ Bahan bakar “geotermal. B. perubahan dan ancaman kebakaran hutan di mana diperlukan waktu antara 30-50 tahun untuk mengembalikan fungsi hutan lindung seperti semula peralatan–peralatan mesin maupun listrik 18 . Apabila terjadi amblesan maka kegiatan operasional PLTP harus dihentikan. selalu terdapat dimana pembangkit itu berada. Amblesan juga didukung letak geomorfologi tapak kegiatan yang berada pada kaldera vulkanik dengan patahan sekelilingnya sesuai dengan munculnya kerucut resent.

• Terganggunya kelimpahan dan keanekaragaman jenis biota air karena diperkirakan akan tercemar zat-zat kimia SO2. Dampak-dampak tersebut di antaranya adalah : • • • • • • • Akuisisi lahan Gangguan permukaan (flora. NO2 dan H2S 2. tanah) Emisi udara Thermal effluents Chemical discharge Limbah padat Penggunaan air Dampak-dampak yang dihasilkan dari pemanfaatan energi panas bumi sebagai pembangkit listrik dapat diminimalisir dengan manajemen lingkungan yang tepat.5. CO. Dampak Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi terhadap Lingkungan Dalam pemanfaatan energi panas bumi untuk pembangkit listrik terdapat berbagai dampak terhadap lingkungan akibat kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada tahap eksplorasi dan eksploitasi. fauna. C02. Salah satu contohnya adalah melakukan pemantauan dampak-dampak yang ditimbulkan. 19 .

Apalagi kalau diingat bahwa pemanfaatan energi panas bumi sebagai sumber penyedia tenaga listrik adalah termasuk teknologi yang tidak menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan. Bila pemanfaatan energi panas bumi dapat berkembang dengan baik. suatu hal yang dewasa ini sangat diperhatikan dalam setiap pembangunan dan pemanfaatan teknologi.1. 1.BAB III PENUTUP 1. Saran Diharapkan kepada semua komponen Masyarakat dapat mengetahui tentang perlunya dipikirkan penambahan energi melalui pemilihan energi alternatif yang ramah terhadap lingkungan. kebutuhan tenaga listriknya dapat dipenuhi dari pusat listrik tenaga panas bumi.2. agar alam masih dapat memberikan daya dukungnya bagi kehidupan umat manusia. 20 . dapat disalurkan ke daerah lain sehingga ikut mengurangi beban yang harus dibangkitkan oleh pusat listrik tenaga uap. Apabila masih terdapat sisa daya tenaga listrik dari pemanfaatan energi panas bumi. baik yang dibangkitkan oleh batubara maupun oleh tenaga diesel yang keduanya menimbulkan pencemaran udara. Kesimpulan Berdasarkan uraian tersebut di atas. maka kota-kota di sekitar daerah sumber energi panas bumi yang pada umumnya terletak di daerah pegunungan. kiranya dapat disimpulkan bahwa pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi cukup menjanjikan.

Universitas Udayana FISIKA ENERGI PLTP Panas Bumi jo-hnz. B.blog Orang Indonesia PLTP (Geothermal) Bedugul TEKNIK PANAS BUMI oleh Ir.DAFTAR PUSTAKA I G.Program Studi Teknik Mesin. Fakutas Teknik. Wijaya Kusuma . Nenny Miryani Saptadji PH.d ITB Internet Explorer - 21 .