LAPORAN FISIKA DASAR

HUKUM OHM
PERCOBAAN-L.1

Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Malang 2011

Serta agar dapat merangkai susunan listrik secara seri dan pararel. pada pukul 06. 1. Malang.3 Waktu dan Tempat Praktikan Fisika Dasar tentang hukum ohm dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 18 Oktober 2011. 1.30-08. Voltmeter dan Power Supply. pada suhu tetap sebanding dengan badan potensial antara kedua ujung-ujung konduktor.1 Latar belakang Pada tahun 1827 seorang ahli fisika jerman. PENDAHULAUAN 1. . Tujuan dari praktikum hukum ohm ini adalah agar praktikan dapat menentukan tahanan suatu pengantar.30 WIB di Laboratorium Ilmu-ilmu Perairan (IIP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. George Simon Ohm menemukan hubungan antara arus listrik (I) yang mengalir melalui suatu rangkain dengan tegangan yang dipasang dalam rangkaian (V). Universitas Brawijaya. kuat arus dan tahanan listrik dalam suatu rangkaian dengan menggunakan prinsip hukum ohm.1.2 Maksud dan Tujuan Maksud dari praktikum hukum ohm ini adalah agar praktikan dapat mengetahui fungsi-fungsi dari alat-alat dalam praktikum ini seperti Amperemeter. Hubungan V dan I tersebut diperoleh ohm melalui sebuah percobaan dan secara empiris ohm menyatakan hubungan antara V dan I Hukum ohm menyatakan bahwa besar arus yang mengalir pada suatu konduktor.

jika kita menghubungkan kawat ke baterai 6v. yaitu I V/A dan biasa disingkat huruf besar omega. 2005) 2. jumlah arus yang memasuki cabang sama dengan jumlah arus ynag meninggalkan cabang tersebut” (Gunadarma. secara matematis hal ini dirumuskan sebagai berikut V = IR Dimana konstanta proporsionalitas atau kesebandingan R disebut sebagai resistansi. dibutuhkan beda potensial. 2010) Untuk menghasilkan arus listrik pada rangkaian. Satu cara untuk menghasilkan beda potensial ialah dengan baterai. TINJAUAN PUSTAKA 2. 2011) Secara matematis dinyatakan : ∑ =∑ . Satuan untuk resistansi adalah ohm.2 Hukum Kirchoff 2. Yang kemudian dikenal sebagai hukum kirchoff I (purnomo. George simon ohm (1797-1854) menentukan dengan eksperimen bahwa arus pada kawat logam sebanding dengan beda potensial V yang diberikan ke ujung – ujungnya IXV Sebagai contoh. aliran akan dua kali lipat dibandingkan ke baterai 3v (william.2.1 Pengertian Hukum Ohm Hukum ohm menyatakan bahwa tegangan pada terminal – terminal material penghantar berbanding lurus terhadap arus yang mengalir melaui material ini.2. Ω (Giancoli.1 Hukum Kirchoff I “pada setiap cabang. 2011) I Di pertengahan abad 19 gustav Robert Kirchoff (1824-1887) menemukan cara menentukan arus listrik pada rangkain bercabang yang kemudian dikenal dengan hukum kirchoff. Hukum ini berbunyi “jumlah arus yang masuk dalam titik percabangan sama dengan jumlah arus yang keuar dari titik percabangan”.

Hal inilah yang menyebabkan rangkaian lisrik dapat menghemat biaya (digunakan sedikit kabel penghubung). Selain memiliki kelebihan rangkain listrik seri juga mempunyai kelemahan.2 Hukum Kirchoff II Adalah hukum kekentalan energi yang diterapkan dalam suatu rangkain tertutup. maksud dari jumlah penurunan potensial sama dengan nol adalah tidak ada energi listrik yang hilang dalam rangkain tersebeut. atau dalam arti semua energi listrik bisa digunakan atau diserap (Aljabar. 2011). hukum kirchoff II ini dirumuskan dengan persamaan ∑E + ∑V = 0 Dimana V adalah beda potensial komponen – komponen dalam rangkaian (kecuali sumber ggl) dan F adalah GGL sumber (Medi.2. dimana input suatu komponen berasal dari output komponen lainnya.3 Rangkaian Seri Rangkaian seri listrik adalah rangkaian listrik. Hukum ini menyatakan bahwa jumlah aljabar dari GGL (gaya gerak listrik) sumber beda potensial dalam sebuah rangakaian tertutup (100p) sama dengan nol. Secara matematis. 2. 2011) Hukum kirchoff II dipakai untuk menentukan kuat arus yang mengalir pada rangkaian bercabang dalam keadaan tertutup (sakalar dalam keadaan tertutup) E I R Hukum kirchoff II berbunyi “ dalam rangkaian tertutup jumlah aljabar 666 (E) dan jumlah penurunan potensial sama dengan nol ”. .Bila digambarkan dalam bentuk rangkain bercabang maka akan diperoleh sebagai berikut : I 2. yaitu jika salah satu komponen dicabut atau rusak maka komponen yang lainya tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

2011) (Google image. maka arus yang melalui resistor tidak sama. 2003).4 Rangkain Paralel Jika resistor – resistor itu paralel. . (Google image. Tetapi selisih potensial diantara terminal – terminal setiap resistor harus sama dan sebanding dengan V. Lampu yang dipasang dirumah umumnya merupakan rangkaian paralel. = + + harus sama dengan jumlah ketiga Resistor – resistor paralel ditambahkan secara terbalik karena arus dalam setiap resistor sebanding dengan tegangan dan berbanding terbalik dengan hambatan (Young. Umumnya arus yang melalui resistor berbeda karena muatan terakumulasi atau terkuras ke luar dari titik a. arus I akan sama dalam semua bagian rangkaian tersebut. Hukum ohm dapat diterapkan untuk keseluruhan rangkaian seri atau untuk bagian – bagianya rangkainya secara sendiri – sendiri (Gussow. (Rushell. 2011). resistansi total dalam rangkaian adalah Rx = Rı + + R₃ Rangkaian seri adalah rangkain yang arusnya mengalir hanya pada satu jalur.Misal. Rangkaian paralel adalah rangkaian listrik yang di susun secara bederet (paralel). Dalam rangkaian seri. 2011) 2. 2004). maka arus total arus dalam resistor. jika salah satu lampu dicabut atau rusak maka lampu yang lainya akan ikut padam (Edi. 2011) Apabila beberapa resistansi dihubungkan secara seri.

2011). 2011) 2. dan simulasi rangkaian (Alhikmah. Adapun beberapa alat yang digunakan yaitu simulasi kontrol motor listrik. .(Google image.5 Manfaat hukum ohm dibidang perikanan Dalam bidang perikanan hukum ohm berfungsi untuk mempelajari tentang pelajaran kelistrikan dibidang pendidikan akademik perikanan. simulasi kontrol motor listrik. Simulasi kontrol listrik DC. simulasi kontrol rangkaian elektron (Alfian. hukum ohm berfungsi untuk mempelajari tentang kelestarian di bidang pendidikan akademik perikanan yang sering terdapat fasilitas stimulator elektronik dalam pelajaran tentang listrik. Ada beberapa macam alat yang mendukung dalam praktikan yaitu stimulasi kontrol motor listrik. 2011) Dalam bidang perikanan.

1 Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam praktikum fisika dasar tentang hukum ohm ini adalah:        Amperemeter Voltmeter Resistor Kabel Penjepit buaya Power Supply Lampu : untuk mengukur kuat arus listrik : untuk mengukur tegangan listrik : sebagai hambatan arus listrik : sebagai penghubung arus : untuk menyepit dan menghubungkan kabel : untuk mengubah arus AC menjadi DC : sebagai indikator arus listrik . METODOLOGI 3.3.

3.1 0.33 O. ampere meter.2 Skema Kerja Disiapkan alat Dirangkai seri Dirangkai parallel Diatur power supply 9 volt 12 volt Diatur resistor pada hambatan 0. nyala lampu Hasil .22 0.5 1 Dinyatakan power supply Diamati angka yang tertera pada volt meter.

3.3 Gambar Rangkaian 3.3.1 Rangkaian Seri PS R A V L 3.3.2 Rangkaian Paralel PS R A V L .

resistor berfungsi sebagai hambatan arus listrik dan penjepit buaya yag berfungsi sebagai penjepit dan penghubung kabel. 0.1 Ω . kemudian dari amperemeter kabel dihubungkan dengan lampu nomor 2 . Kemudian dibuat rangkaian seri dan paralel dengan cara: kabel dihubungkan dari power supply dengan resistor. lalu diamati yang tertera pada voltmeter.1 Analisa Prosedur Langkah pertama yang dilakukan pada praktikum fisika dasar tentang hukum ohm adalah disiapkannya alat-alat yang terdiri dari power supply yang berfungsi untuk mengubag arus AC menjadi DC. 0. Setelah itu diukur power supply pada tegangan 9 volt dan 12 volt. jika rangkaian seri kabel dihubungkan pada lampu nomor 2 dan 3.4. Lalu kita nyalakan power supply dengan cara menekan tombol on pada power supply. . ampere meter dan nyala lampu lalu amati dan catat hasilnya.22 Ω . lalu dari resistor kabel dihubungkan dengan ampere meter.5 Ω . dan lampu yang berfungsi sebagai indicator arus listrik. PEMBAHASAN 4. kemudian catat hasilnya. kita letakan dikanan nomer dua. dihubungkan dengan lampu nomor 1 dan 3. Pada rangkaian paralel. 0. Kita bandingkan mana lampu yang nyalanya terang dan yang kurang terang. setelah itu kabel dari volt meter dihubungkan dengan lampu nomor 3.33Ω. Pada rangkaian paralel. kita hanya mengganti letak kabel dari amperemeter yang sebelumnya terletak paling kanan. Setelah itu kita amati angka yang tertera pada voltmeter dan amperemeter. ampere meter berfungsi untuk mengukur kuat arus. kemudian diatur resistor pada hambatan 0. volt meter berfungsi sebagai pengukur tegangan listrik.

05 1 1.1 1.1 1.5 9 8 1.1 1.5 6.5 8 V Lampu I I V Lampu II I 1.1 1.08 7 6.1 1.05 .1 1.01 1 1 1 1.1 1.1 1.4.01 1.1 1.05 1.01 1.5 6 10 9 9.5 6.2 Data Hasil Pengamatan Tegangan NO sumber (V) 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 9 9 9 9 9 12 12 12 12 12 ++ ++ ++ ++ + +++ +++ ++ ++ ++ +++ +++ +++ +++ ++ ++++ ++++ ++++ ++++ +++ + + + + + ++ ++ ++ + + + + + + + ++ ++ ++ ++ + Seri Lampu I Paralel Seri Lampu II Paralel Keterangan : ++++ = sangat terang +++ ++ + = sedikit terang = terang = agak redup Tegangan NO sumber (V) 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 9 9 9 9 9 12 12 12 12 12 8 5 7 6 5 10 10 10 11.

88 5.keseksamaan K = 100% .9 1.3 Perhitungan 4.88 7.7 =5 ̅ 5.5 = 6. 2.9 + 5.3.34 + 4.Ralat nisbi I = = = 9.18 -0.573 ̅ .1 Perhitungan pada rangkaian seri 9 volt 1. 3.9 = 5.88 - Ralat mutlak √ =√ =√ =√ = 0.4.87% HP1 = ̅ + A = 5.016 1.09 = 9.A = 5. 5.88 ̅ = = = = ∑R = = NO 1 2 3 4 5 R (Ω) 7.3 = 4.88 5.5 + 6.4 (R. = = = = = = = 9.77 ∑= 5.2 Perhitungan pada rangkaian seri 12 volt 1.3.5 6.̅ ) 1.03 0.I = 100% .88 5. 2.02 -1.417 HP2 = ̅ . 3.343 4.04 0.9 5.88 + 0.09 =9 ̅= = = .7 5 = 5.13% = 90.9.76 (R.88 – 0.3 4.42 -1.̅ )2 2. 4. = = = = = = = = = = = 7.13 % .537 = 5.7 + 5 29.38 1.88 5.537 = 6.

45 + 7.4.Ralat nisbi I = = = 1.4 6.5 =6 ̅ = = = = ∑R = = = 6.5 + 6 32.02 9.4 = = 9.keseksamaan K = 100% .168 = 8. 2.02 ∑R = 9.624 ∑= -0.62 (R.67 + 6.43 = 6.̅ ) 0.43 -1.09 10. 4.02 - Ralat mutlak √ =√ =√ =√ = 0.I = 100% .02 9.3. 5.09 + 10.09 + 9.86 % .168 ̅ .07 1.168 = 9.188 HP2 = ̅ .9 x 10-3 4.02 + 0.45 = 7. = = = = =10.67 = 6.9 x 10-3 2. = = = = = = = = = = = 6.4 ̅ 9.43 = 6. 3. 5.852 4.3 Perhitungan pada rangkaian paralel 9 volt 1.0449 -2.1.5644 NO 1 2 3 4 5 R (Ω) 9.07 0.09 9.̅ )2 4.03 .07 0.09 + 9.43 + 6.9 x 10-3 4.43 + 6.45 7.4 = 45.14% HP1 = ̅ + A = 9.02 – 0.A = 9.02 9.86% = 98.02 9.12 (R.09 9.

5 6 ̅ 6.27 0. = = = = = = = = = = = 10 = 8.11 = 6.43 6.51 ∑R = 10 + 8.6 = 42.29% HP1 = ̅ + A = 6.1.03 0.4 6.̅ ) 0. 5.63 = 8.18 = 7.29 4.11 = 6.4 (R-Ṝ)2 0.71 % .01 0.11 ̅ .63 + 8.0729 9 x 10-4 9 x 10-4 0.A = 6.43 6.Ralat nisbi I = = = 1.4 6.18 + 7.4 (R.16 ∑= 0.keseksamaan K = 100% .67 6.59 .71% = 98. 4.4 + 0.NO 1 2 3 4 5 R (Ω) 6.3. 2.4 6.51 HP2 = ̅ .6 ̅ = = = = = 8.4 Perhitungan pada rangkaian paralel 12 volt 1. 3.I = 100% .1 -0.4 – 0.03 0.18 = 8.2447 - Ralat mutlak √ =√ =√ =√ = 0.18 + 8.4 6.

417 dan 5. Kemudian setelah melakukan perhitungan maka didapat ralat mutlak (A) sebesar 0.852.̅ )2 2.Ralat nisbi I = = = 4. R3 = 6. Kemudian setelah melakukan perhitungan maka didapat ralat mutlak (A) sebesar 0. R4 = 5.5 .13% keseksamaan sebesar 90.11 .537 .6 8.18 8.76% = 95.45 .168.405 = 8. R4 = 6. ralat nisbi (I)= 1.4.105 4.91 (R.51 – 0.915 HP2 = ̅ .49 -0.09 .0144 0. dengan tegangan 9 volt diperoleh hasil R1 = 6.33 0.405 = 8.09 . R4 = 10.51 8.51 + 0. ralat nisbi (I)= 9.22 0.109 0. R5 = 6.24% HP1 = ̅ + A = 8.343.63 8.83 ∑= 3.NO 1 2 3 4 5 R (Ω) 10 8.86% keseksamaan sebesar 98.87% dan himpunan penyelesaian antara 6.109 0.18 7.51 ̅ (R. ralat nisbi (I)= . Kemudian setelah melakukan perhitungan maka didapat ralat mutlak (A) sebesar 0. Kemudian dilakukan percobaan pada rangkaian paralel. R5 = 7. R5 = 5.51 8.28 - Ralat mutlak √ =√ =√ =√ = 0.188 dan 8.7 .5 .67 .51 8.9 .4.09 .3 .̅ ) 1. pada rangkaian seri.keseksamaan K = 100% .405 ̅ .51 8.I = 100% . pada rangkaian seri.12 -0.76 % . R2 = 4.33 -0. R3 = 6.A = 8. dengan tegangan 9 volt diperoleh hasil R1 = 7.43 .43 . R3 = 9. R2 = 6. R2 = 9.4 Analisa Hasil Dari praktikum fisika dasar tentang hukm ohm didapatkan analisa hasil sebagai berikut.14% dan himpunan penyelesaian antara 9. dengan tegangan 12 volt diperoleh hasil R1 = 9.

Sedangkan pada paralel.18 . jika hambatan pada resistor semakin besar.105. jika salah satu resistor putus atau rusak. R2 = 8.915 dan 8. jika salah satu dari resistor rusak.29% dan himpunan penyelesaian antara 6. dapat diambil kesimpulan bahwa. maka nilai kuat arus semakin kecil.51 dan 6. Kemudian setelah melakukan perhitungan maka didapat ralat mutlak (A) sebesar 0. . maka nilai kuat arus semakin besar.6. Pada praktikum ini. ralat nisbi (I)= 4.24% dan himpunan penyelesaian antara 8.1.76% keseksamaan sebesar 95. Jika nilai hambatan pada resistor kecil.63 .18 . maka yang lainya ikut padam. Selain itu.29. R5 = 7. maka yang lain tidak ikut rusak.71% keseksamaan sebesar 98. R4 = 8. pada rangkain seri.405 . dengan tegangan 12 volt diperoleh hasil R1 = 10 . pada rangkaian paralel. R3 = 8.

. Lebih teliti dalam mengamati nilai yang tertukar dalam amperemeter dan voltmeter.2 Saran Dalam praktikum fisika dasar tentang hukum ohm.5. diharapkan praktikan menguasai materi dengan baik. PENUTUP 5. Hukum kirchoff I mengatakan bahwa jumlah arus yang memasuki cabang sama dengan jumlah arus ynag meninggalkan cabang tersebut. Sehingga tidak ada kesulitan dalam menjalankan praktikum. 5. berbanding lurus terhadap arus yang mengalir melalui material. Rangkaian seri adalah rangkaian yang arus lisrtiknya mengalir hanya pada satu jalur.1 Kesimpulan Dari praktikum fisika dasar tentang hukum ohm dapat disimpulkan sebagai berikut : Hukum ohm menyatakan bahwa tegangan pada terminal – terminal penghantar. Jika rambatan pada resistor semakin besar. Rangkaian paralel adalah rangkaian yang disusun secara berderet (paralel). Hukum kirchoff II adalah hukum kekentalan energi yang diterapkan dalam suatu rangkaian tertutup. maka nilai kuat arus semakin kecil dan sebaliknya.

com /2008/04/06/ hukum – kirchoff – 2 / diakses pada tanggal 19 oktober 2011 pukul 18. Jakarta: Erlangga.Wordpress. Html. 2011. Milton. http: // sidik purnomo. Jakarta: Erlangga Gunadarma.blogspot. Diakses pada tanggal 18 oktober 2011 pukul 14. diakses pada tanggal 19 oktober 2011 pukul 20. Diakses pada tanggal 20 oktober 2011 pukul 14. . Alhikmah.00 WIB. Listrik.net / hukum kirchoff – I . Html.net / listrik – dinamis / hukum – II – kirchoff. http:// www.00 WIB. Html. Hukum kirchoff II. Jakarta: Erlangga Young.00 WIB. Html. Net / listrik dinamis / rangkaian listrik seri. 2011. http:// devitriaalhikmah. 2011. Aljabar. 2011. html. Rushell.blogspot. 2005. Giancoli. Media bali. Hukum kirchoff. Hukum kirchoff. Freedman. Fisika edisi kedua. Diakses pada tanggal 21 oktober 2011 pukul 06.id / course / computer – science – and information / computer – system – si / listrik – magnet / hukum – kirchoff. 2011. Dasar – dasar teknik listrik.com. Diakses pada tanggal 18 oktober 2011 pukul 14.00 WIB. 2004. 2011. Fisika universitas. Hukum Ohm.00 WIB. 2010. Purnomo. Jakarta: Erlangga Medi. http: // oau.00 WIB.ac. William dkk. 2001. Gussow.com /2011/01/ rangkaian.DAFTAR PUSTAKA Alfian. http: // alfian. Devitria. http: // isskyline. Diakses pada tanggal 18 oktober 2011 pukul 21. Media – bali. Sidik.com / 2010/12/ hukum-ohm. Rangkaian listrik. Gunadarma. Douglas C. http:// aljabar.00 WIB. Hugh. Edi. 2011. Blogspot. 2003.00 WIB. Hukum kirchoff I dan II. Diakses pada tanggal 18 oktober 2011 pukul 20. http: // www.