You are on page 1of 4

Penatalaksanaan Sinusitis

1. Terapi medikamentosa Pada sinusitis akut, diberikan amoksisilin (40 mg/kgbb/hari) yang merupakan first line drug, namun jika tidak ada perbaikan dalan 48-72 jam, dapat diberikan amoksisilin/klavulanat. Sebaiknya antibiotik diberikan selama 10-14 hari. 19

Pada kasus sinusitis kronis, antibiotik diberikan selama 4-6 minggu sebelum diputuskan untuk pembedahan. Dosis amoksisilin dapat ditingkatkan sampai 90 mg/kgbb/hari. 19 Pada pasien dengan gejala berat atau dicurigai adanya komplikasi diberikan antibiotik secara intravena. Sefotaksim atau seftriakson dengan klindamisin dapat diberikan pada Streptococcus pneumoniae yang resisten.20 (Tabel 2)

Terapi tambahan Terapi tambahan meliputi pemberian antihistamin, dekongestan, dan steroid.8,21. Antihistamin: antihistamin merupakan kontra indikasi pada sinusitis, kecuali jelas adanya etiologi alergi. Pemberian antihistamin dapat mengentalkan sekret sehingga menimbulkan penumpukan sekret di sinus,dan memperberat sinusitis.21 Dekongestan: dekongestan topikal seperti oksimetazolin, penileprin akan menguntungkan jika diberikan pada awal tata laksana sinusitis. Aktifitasnya akan mengurangi edem atau inflamasi yang mengakibatkan obstruksi ostium, meningkatkan drainase sekret dan memperbaiki ventilasi sinus. Pemberian dekongestan dibatasi sampai 3-5 hari untuk mencegah ketergantungan dan rebound nasal decongestan. Pemberian dekongestan sistemik, seperti penilpropanolamin, pseudoefedrin dapat menormalkan ventilasi sinus dan mengembalikan fungsi pembersih mukosilia. Dekongestan sistemik dapat diberikan sampai 10-14 hari.21

ii. atau .Cefuroxime axetil 30 mg/kg/hari terbagi dalam dua dosis sehari.Levofloxacin 500 mg per oral sekali sehari selama 7 hari. dianjurkan pemberiannya dalam jangka pendek mengingat efek samping yang mungkin timbul. Anak – anak i.Amoxicillin 45-90 mg/kg/hari terbagi dalam dua atau tiga dosis sehari.Levofloxacin 500 mg per oral sekali sehari selama 7 hari. Untuk steroid oral.TMP-SMX 160mg-800mg per oral 2 kali sehari selama 10 hari ii. Pasien dengan paparan antibiotik dalam 30 hari terakhir: Pengobatan oral selama 10 hari dengan: . atau . atau . b. Diatermi4 Diatermi gelombang pendek selama 10 hari dapat membantu penyembuhan sinusitis dengan memperbaiki vaskularisasi sinus. Terapi awal: Pengobatan oral selama 10 hari dengan: .Pasien dengan gagal pengobatan . Pasien dengan paparan antibiotik dalam 30 hari terakhir . atau .Cefuroxime axetil 30 mg/kg/hari terbagi dalam dua dosis sehari. 2.Steroid : steroid topikal dianjurkan pada sinusitis kronis. atau .21 Untuk membedakan pengobatan medikamentosa sinusitis yang spesifik pada pengobatan pada orang dewasa dan pada anak – anak antara lain: 3 a.atau . keduanya terbagi dalam dua dosis sehari.Cefdinir 14 mg/kg/hari dalam satu dosis sehari. .Amoxicillin 875 mg per oral 2 kali sehari selama 10 hari.Amoxicillin 90 mg/kg/hari (maksimal 2 gram) plus Clavulanate 6.4 mg/kg/hari. Steroid akan mengurangi edem dan inflamasi hidung sehingga dapat memperbaiki drainase sinus.Amoxicillin 1000 mg per oral 2 kali sehari selama 10 hari. atau . atau . iii.Amoxicillin 1500mg dengan klavulanat 125 mg per oral 2 kali sehari selama 10 hari. Orang dewasa i.Amoxicillin/Clavulanate 875 mg per oral 2 kali sehari selama 10 hari.Amoxicillin 1500mg per oral 2 kali sehari dengan Clindamycin 300 mg per oral 4 kali sehari selama 10 hari. Terapi awal: . atau .Cefdinir 14 mg/kg/hari dalam satu dosis sehari.

septoplasti. Pembedahan Untuk pasien yang tidak responsif dengan terapi medikamentosa yang maksimal. Saat ini. Prosedur Caldwell-Luc dan antrostomi inferior antrostomy jarang dilakukan.9. caldwell luc dan functional endoscopic sinus surgery (FESS). nekrosis dinding sinus disertai pembentukan fistel.24Terdapat tiga pilihan operasi yang dapat dilakukan pada sinusitis maksilaris. pembentukan mukokel. tindakan bedah perlu dilakukan. dan antrostomi inferior. antrostomi unilateral dan unisinektomi endoskopik adalah pengobatan standar sinusitis maksilaris kronis refrakter.24Beberapa tindakan pembedahan pada sinusitis antara lain adenoidektomi.3. yaitu unisinektomi endoskopik dengan atau tanpa antrostomi maksilaris.25 . Indikasi bedah apabila ditemukan perluasan infeksi intrakranial seperti meningitis. selulitis orbita dengan abses dan keluarnya sekret terus menerus yang tidak membaik dengan terapi konservatif. prosedur Caldwell-Luc. andral lavage. irigasi dan drainase.

Dalam : Settipane GA. Anesthesia for Otorhinolaryngological Surgery. Infections of the Upper Respiratory Tract.emedicine. Hamaker R. 1993. Chronic Maxillary Sinusitis Surgical Treatment. Barza M. Technical report : Evidence for the diagnosis and treatment of acute uncomplicated sinusitis in children. Schwartz B. p. therapy. Ioannidis PAJ. 101:174-7. NY: McGraw Hill. Ferranti DS. Clinical Anesthesiology. Kennedy DW. Jameson JL. h. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Kepala Leher. 2005. Suppl 167: S22-30. Antibiotic therapy of the rhinitis & sinusitis. Patel AM. Dowell SF. editors. 2006. O’Brien KL. Penyakit THT. Iskandar N. 253-5. 9. 2001.120-4 3. Mikhail MS. 255-73. In: Morgan GE. penyunting. Braunwald E. Longo DL. Gerber MA. A systematic overview. p. Sande MA. New York. Vaughan WC. 20. kepala dan leher. Montgomery W. Pediatric rhinosinusitis : Diagnosis and management. h. Rhode Island: Ocean Side Publication. Aninger WV. Law J. staging. Gonzales R.DAFTAR PUSTAKA 4. NY: McGraw Hill. 24. Mangunkusumo E. Lau J. Jakarta: Binarupa aksara. 6th ed. 837-47 . 16th ed. Dalam: Ballenger JJ. Murray MJ. Philips WR. In: Kasper DL. Hauser SL. Acute sinusitis. May 19. 22. Sinusitis. 185-93 8. editors. 21. Jhosephson G. 2005. 317:632-6. Ioannidis PAJ.1995. 23. Edisi ke-2. Rifki N.com. Edisi terjemahan. Fauci AS. BMJ 1998. Are amoxycillin and folate inhibitors as effective as other antibiotics for acute sinusitis? A meta analysis. Roy S. Terapi bedah pada sinusitis. editor. p. New York. Accessed June 20.principles of judicious use of antimicrobial agents. Rhinitis. 108:1-8. Pediatrics. Pediatrics 2001. Marcy SM. Available from: http://www. International Conference on Sinus Disease: Terminology. Singer M. Journal of pediatrics 1998: 14.Mackay DN. Harrison’s Principle of Internal Medicine. 2006 19. Jakarta: Balai Penerbitan FKUI. Medical management of sinusitis: Educational goals & management guidelines. Annals of otology rhinology and laryngology.Anonymous. 25. Rubin MA.15-21. Dalam: Supardi EA. penyunting. 1998. Ed 5.1991.